Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Masa khidmah PCNU Subang tinggal 6 bulan lagi. Namun, hal itu tidak membuat semangat para pengurusnya mengendor. Sebaliknya sisa waktu tersebut dimanfaatkan menggelar kegiatan Roadshow Aswaja NU ke semua pengurus MWC dan Ranting.

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin

"Tujuan roadshow PCNU Subang ini adalah untuk revitalisasi ajaran Aswaja dan deradikalisasi sebab belakangan ini banyak kelompok yang mencoba menggiring ajaran Aswaja ke arah radikalisme" ungkap Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat mengisi materi Roadshow Aswaja NU di Pesantren Al-Barokah, Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanaga, Subang, Ahad (18/2).

Selain itu, kata dia, kegiatan itu juga bertujuan untuk menguatkan paham Ahlussunnah wal-Jama’ah an-Nahdliyah kepada para pengurus NU di tingkat MWC dan Ranting agar bisa lebih memahami prinsip dasar NU baik itu dalam fikrah, amaliah, maupun harakah.

"Kegiatan ini juga sebagai wujud upaya kami dalam melanjutkan amanah para pendiri NU untuk mempertahankan NKRI dan kebinekaan agar terhindar dari perpecahan," tambah Pengasuh Pesantren Attawazun itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di hadapan para Pengurus Ranting serta Pengurus MWCNU Pusakanagara dan MWCNU Pusakajaya itu, Kiai Musyfiq juga menyampaikan sekaligus mengajak warga NU Subang untuk aktif menjadi anggota Koperasi PCNU yang saat ini sedang dalam tahap perintisan. Dengan wasilah koperasi, PCNU Subang bisa mewujudkan kemandirian ekonomi jamaah dan jamiyah NU.

"Roadshow ini juga kita gunakan untuk penertiban administrasi dan juga memastikan beberapa pengurus Ranting yang SK-nya sudah habis sekaligus mendorong beberapa MWC untuk segera membentuk ranting di wilayahnya masing-masing," tandasnya.

Roadshow Aswaja yang melibatkan unsur banom serta lembaga yang ada di lingkungan PCNU Subang ini rencananya akan terus dilakukan sampai Mei di beberapa tempat. Masing-masing tempat kegiatan akan diikuti oleh 2 sampai 4 Pengurus MWCNU beserta pengurus rantingnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Badan Pelaksana Mabarot Nahdlatul Ulama (BPMNU), KH Hambali Zuhdi menyambut baik atas prestasi RSI Siti Hajar Sidoarjo yang telah meraih penghargaan Status Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPKL) peringkat pertama. Menurutnya, pengelolaan limbah itu harus diperhatikan dengan baik. Memang yang paling sering disoroti itu masalah limbah.

"Semoga ke depan pengelolaan limbah bisa dilakukan dengan baik. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang taat. Dan mudah-mudahan dengan syukuran siang ini, Allah SWT menambah kenikmatan di Rumah Sakit ini," kata Kiai Hambali disela-sela tasyakuran di ruang pertemuan Darun Naim 3, Kamis (2/2).

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik

Kiai Hambali berharap, RSI Siti Hajar Sidoarjo, semakin hari semakin baik dan menjadi Rumah Sakit yang selalu dibanggakan warga Sidoarjo dan sekitarnya."Semoga kemajuan di Siti Hajar semakin baik, semakin dicintai utamanya warga Nahdliyin dan umumnya masyarakat Sidoarjo," harapnya.

Senada juga dikatakan oleh Wakil Direktur RSI Siti Hajar, H Zuhdi Mansur, ia mengatakan bahwa mengelolah limbah itu gampang-gampang sulit. Pasalnya limbah yang sudah dibuang harus diolah kembali.

"Mengelola limbah itu tidak ngawur dan ada tehniknya. Limbah yang sudah dibuang pun harus ada standartnya. Karena penanganan limbah itu banyak yang menyoroti," tutup pria yang akrab disapa Abah Zuhdi itu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Beirut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia”  di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Dalam release yang dikirimkan ke Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kongres yang mengambil syiar : “Bersama Menuju Islam Rahmatan Lil-Alamin” ini akan diawali dengan seminar internasional yang akan membahas tentang :

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

• “Reformasi Dunia Arab dan Implikasinya terhadap Masa Depan Dunia Islam dalam Prespektif Ulama Timur Tengah”, ( Narasumber: Dr. Said Ramadhan Al-Bouthy, Ketua Persatuan Ulama Negeri-negeri Syam )

• “Masa depan Palestina dan Masjidil Aqsa di Tengah Pergolakan Politik Timur Tengah dan Duina Global”, ( Narasumber: Praktisi Politik Lebanon dan Palestina)

• Fenomena Global Radikalisasi Atas Nama Agama dan Strategi Menghadapinya (Narasumber: ICIS, BNPT, Global University-Lebanon)

Selain itu, Kongres juga akan membahas secara internal tentang :

• Penguatan Koordinasi PCI Luar Negeri dan Perluasan Network di Negara-negara PCI

• Strategi Perlindungan Faham Aswaja di Tanah Air dari Gerakan anti Aswaja (Trans-nasional-Radikal)

• Perumusan Konsep Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama

Secara global, diharapkan dari Kongres ini akan tercipta sebuah pemahaman mendalam dan mendetail kepada kalangan luas tentang realitas yang faktual tentang fenomena Arab Spring di Timur Tengah, terwujudnya partisipasi umat Islam Indonesia, khususnya Nahdliyyin, dalam gerakan global mendukung kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama, mengembalikan citra Islam sebagai rahmatan lil Alamin melalui upaya de-radikalisasi paham keagamaan.

Sementara secara lingkup organisasi, diharapkan akan membuka jaringan kerjasama internasional antara PCI-PCI dengan negara setempat dalam bidang pendidikan, keagamaan, interfatih dialogue, kebudayaan, ekonomi dalam rangka mendukung gerakan total diplomatic yang dicanangkan pemerintah RI.

Disamping itu, diharapkan dari kongres ini akan tercapai perumusan bersama upaya-upaya kongkrit dalam rangka membendung gerakan radikal anti ajaran Aswaja/Ahlussnunnah Wal Jamaah yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan ukhuwah sesama umat dan anak bangsa serta mencari bentuk dan konsep yang terpadu dalam mewujudkan ekonomi keumatan yang lebih berkeadilan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos

Makassar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa menandatangani kesepakatan kerja sama bidang kesejahteraan masyarakat dengan salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM), Jumat (4/3), di Four Point Hotel Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Nasional Sinkronisasi Data Kemiskinan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Rektor UIM Majdah M Zain Agus AN mengungkapkan, sebagai perguruan tinggi NU, UIM memiliki kepedulian untuk ikut serta membangun bangsa Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dalam pencapain visi misi UIM, kami telah merumuskan 7 misi dengan konsep ‘Hijrah ilal Qaryah’ atau Membangun Desa untuk Bangsa, pelaksanaan Bina Desa UIM dilandasi 7 pilar, yang kemudian diberi nama "NUUIMTA" yang memiliki arti nasionalisme, umat, ilmu, mental, terampil, dan akhlak," Ujarnya.

Sementara itu, Khofifah mengatakan, saat ini? Kemensos RI telah melaksanakan MoU dengan 14 kampus di seluruh Indonesia dan Univeristas Islam Makassar merupakan kampus yang ke-15. MoU tersebut, katanya, untuk menyinergikan sumber daya yang ada untuk pengembangan Model Desa Sejahtera Mandiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Di sisi lain MoU ini bertujuan untuk mempercepat keberhasilan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa agar memiliki keswadayaan, partisipasi, dan kesetiakawanan sosial," tambahnya

Tampak menyaksiskan penandatanganan MoU ini Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang, Wakil Rektor IV UIM Muammar Bakry, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Ketua PW Muslimat NU yang juga Direktur Pascasarjana UIM Nurul Fuadi, pejabat Kemensos, dan seluruh bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota, se-Indonesia Timur. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah masyarakat Kabupaten Way Kanan, Lampung menilai Gerakan Pemuda Ansor setempat bergerak cepat dan nyata dalam berkarya membantu warga di daerah itu.

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat  Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

"Masyarakat butuh gerakan nyata seperti ini. Tidak perlu kelamaan didata tapi tidak dapat apa-apa," ujar Ketua RT 2 RK 2 Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Teguh, ? di Way Kanan, Ahad (11/6).

Apresiasi Teguh disampaikan setelah menyaksikan warganya mendapat bantuan kambing betina kerjasama Pemuda Ansor dengan Pandu Farm.

Senada Teguh, Sri Yani, ibunda dari Qory Tika Ningtias Vizani yang juga mendapat bantuan kambing betina menilai Pemuda Ansor Way Kanan selalu memberikan inisiatif, kepedulian dan gerakan dalam keikutsertaan membangun masyarakat.

"Semoga Ansor bisa terus memberikan manfaat bagi yang membutuhkan," ujar warga RT 02 / RW 04, Dusun Madiun, Kampung Setia Negara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembagian kambing betina bagi sepuluh anak yatim di Kecamatan Baradatu dilakukan Pemuda Ansor Way Kanan dalam tempo kurang dari satu minggu setelah pengumuman.

Upaya tersebut diharapkan bisa mendorong anak yatim untuk mandiri sehingga kambing disalurkan tersebut harus dipelihara dan tidak boleh dijual setelah diserahkan.

"Ketua PC GP Ansor Way Kanan sahabat Gatot Arifianto berharap upaya ini bisa mendorong anak yatim untuk mempunyai mental wirausaha sejak dini karena hal tersebut merupakan bagian pendidikan karakter," ujar kader Ansor Way Kanan Very Triyono setelah berkeliling menyalurkan kambing bagi anak yatim.

Setelah dirawat dan bisa beranak, hasilnya murni untuk mereka (anak yatim). Ansor Way Kanan tidak meminta laba dalam bentuk nominal. Namun meminta anak yatim bisa berdaya, sebab hidup tidak layak dijalani dengan menunggu santunan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

"Kedewasaan, kreativitas, kemandirian tidak mungkin tercapai dengan jalan pemanjaan. Dengan segala kekurangan yang ada, Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki program Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat), ingin terus bergerak, berkarya, membuktikan diri sebagai organisasi milik masyarakat," ujar Very. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Santri, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dengan tema "Membentuk Kader Militan Ideologis dan Berkarakter Ahlusunnah wal-Jama’ah AnnahdLiyah" di gedung Majelis Talim Al-Jalaliyah Kp. Nangka Beurit RT 06/04 Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu pada Sabtu-Ahad, 30 September-1 Oktober.

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Acara yang diselenggarakan enam Pengurus Anak Cabang, meliputi Kecamatan Cicurug, Cidahu, Kalapanunggal, Parakansalak, Bojonggenteng, dan Kabandungan ini diikuti 43 peserta. Namun yang lulus PKD hanya 31 peserta.

Menurut Ketua Panitia, Gusfirli Sumapraja, kaderisasi adalah usaha sadar untuk menananmkan nilai dan ideologi menguatkan karakter dan militansi, meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan potensi  dan kecakapan organisasi serta membangun kapasitas gerakan pada diri kader untuk mempertinggi harkat dan martabat dan meneruskan perjuangan.

Setelah dibaiat, peserta PKD mendapat tugas yang harus dilaksanakan di tempat masing-masing, di antaranya adalah bersilaturahim kepada ustad pertama belajar ngaji. Kemudian bersilaturahim kepada para ajengan setempat. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada silaturahim tersebut, para peserta harus memohon didoakan untuk berorganisasi Ansor.

Tugas lain adalah, para peserta harus hadir pada peringatan Hari Santri yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober di GOR Korpri Sukabumi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada PKD itu dihadiri Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Kapolsek Cidahu AKP Simin A Wibowo, Camat Cidahu Ading Ismail, MWC NU Cicurug/LAZISNU Ade Yogi, Ketua MUI Kecamatan Cidahu Ustad Dudeh Wahyudin serta para jamaah Khatam Al-Quran Cidahu. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Warta, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Beginilah Cara Teroris Galang Kekuatan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantan pentolan Jama’ah Islamiyah (JI) Nasir Abbas mengungkapkan bahwa kelompok radikal melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk menggalang simpati dan dukungan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyebarkan rumor dan isu untuk meyakinkan masyarakat bahwa apa yang mereka lakukan itu benar dan sesuai dengan agama.?

“Di dalam Jamaah Islamiyah ada yang namanya Operasi Pembangunan Kekuatan. Kekuatan disini bukan hanya berarti kekuatan bersenjata, tetapi juga pembinaan teritori. Salah satu pembinaan teritori adalah pelaksanaan penggalangan kondisi sosial,” papar Abbas saat menjadi pembicara pada acara Diseminasi Pedoman Peliputan dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme, yang diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Kamis (7/4) di Gedung Hall of Blessing ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

Beginilah Cara Teroris Galang Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Beginilah Cara Teroris Galang Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Beginilah Cara Teroris Galang Kekuatan

Abbas menilai bahwa kelompok radikal tersebut tidak membutuhkan banyak orang, karena mereka bisa memanfaatkan masyarakat awam untuk berantipati kepada pemerintah dan melindungi semua operasi yang mereka lakukan.?

“Pemerintah anti umat Islam, aparat itu memusuhi umat Islam. Itu bagian dari rumor yang disebarkan supaya orang menjadi antipati kepada pemerintah meskipun orang tersebut bukan anggota JI,” jelas laki-laki berkewarganegaraan Malaysia tersebut.

Lebih lanjut, ia menganggap bahwa media sosial juga sangat membantu pergerakan kelompok-kelompok radikal, karena dengan menyimak media sosial, mereka mengetahui situasi dan kondisi yang sedang berlangsung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Polisi Hamidin menjelaskan bahwa masyarakat dulu dan sekarang memiliki respon yang berbeda terhadap kelompok-kelompok radikal dan teroris.?

“Dulu kelompok teroris itu didukung masyarakat karena kelompok tersebut dipimpin oleh tokoh-tokoh penting di masyarakatnya seperti Kahar Muzakkar, Kartosuwiryo, dan lainnya. Tapi sekarang, masyarakat ditakut-takuti sehingga mereka membantu dan bergabung dengan kelompok teroris tersebut karena alasan takut dan terpaksa,” terangnya.

Terkait paham terorisme dan radikalisme yang tumbuh subur di Indonesia, Hamidin menyebutkan ada tujuh konsep kunci radikalisme. “Yaitu perang atau jihad qital (melawan pemerintahan kafir), mati syahid, tauhid penyatuan dengan Tuhan dan menolak apapun yang tidak dari Tuhan, (mendirikan sistem pemerintahan) khilafah, hijrah (dari negara kafir ke negara khilafah), anshar-muhajirin, dan fai’-ghanimah (harta rampasan perang). Konsep-konsep tersebut kemudian disebar luaskan di media sosial” kata Hamidin. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda III. Kali ini acara wisuda digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. 

“Wisuda bukan berarti proses belajar itu berhenti, ini langkah awal dalam mempertanggungjawabkan keilmuan kita sebagai seorang sarjana di masyarakat,” ujar Ketua STAINU Jakarta, HM Mujib Qulyubi, MH dalam sambutannya di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Rabu (7/5).

Sebuah lembaga pendidikan, kata Mujib menyitir Pakar Pendidikan NU, Prof Dr KH M Tolhah Hasan, mengalami tiga transformasi, yang pertama adalah tahap bertahan, kedua yaitu tahap berkembang, dan yang ketiga ialah tahap bersaing. STAINU Jakarta, lanjut Mujib, telah melalui ketiga tahap tersebut dengan baik.  

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Sementara itu, H Abdul Wahid Hasyim, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menuturkan bahwa STAINU Jakarta telah berkontribusi nyata untuk masyarakat dalam mencetak lulusan-lulusannya. “Oleh karena itu, STAINU Jakarta harus terus membangun sumber daya yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Untuk dapat melakukan itu, lanjut Hasyim, STAINU Jakarta juga harus senantiasa meningkatkan kualitas Dosen-dosennya, sebab merekalah pencetak lulusan berkualitas. “Untuk wisudawan dan wisudawati, masyarakat menunggu kiprah kalian, selamat bekerja,” pungkas Hasyim.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat RI H Djan Faridz dalam kertas sambutan yang dibawakan oleh asistennya Dr Muhammad Dimyati mengingatkan, dalam tahap bersaing ini, STAINU Jakarta dapat menerapkan strategi yang disebut Diamond In Diamond Out (DIDO) yaitu masuknya emas, keluarnya harus berlian. “Artinya, STAINU Jakarta harus membangun dan memperkuat,” ungkapnya.

Pada wisuda kali ini, STAINU Jakarta telah meluluskan sebanyak 222 wisudawan dan wisudawati. Wisuda kali ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU H Marsudi Suhud, Pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah Dr KH Nur Muhammas Iskandar SQ, Anggota DPR RI yang juga Dosen STAINU Jakarta, H Djazilul Fawaid, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kemendikbud RI Prof Ir H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai, Pondok Pesantren, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sebagai salah satu tradisi intelektual keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Muslim nusantara, Bahtsul Masail diharapkan bisa mengawal arah perjalanan bangsa agar tidak keluar dari cita-cita reformasi dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar berharap Bahtsul Masail yang sudah menjadi tradisi di kalangan kaum Nahdliyin, tidak hanya terbatas pada pembahasan masalah ubudiyah (peribadatan) saja, akan tetapi juga membahas masalah-masalah kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa

"Forum Bahtsul Masail harus bisa bersinergi dengan pemerintah untuk membahas berbagai masalah aktual yang berdampak pada kesejahteraan rakyat," ujar Menteri Marwan dalam sambutannya saat membuka forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Denanya, Jombang, Sabtu (4/4).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan membahas berbagai permasalahan yang aktual, Menteri Marwan yang juga sebagai warga Nahdliyin, berharap pelaksanaan program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa menjadi salah satu pembahasan dalam forum Bahtsul Masail tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, untuk dibahas apakah materi dan substansinya ? sudah cukup atau masih perlu penyempurnaan dalam berbagai aspeknya," ujar Menteri Marwan.

Menurut politisi PKB tersebut, keikutsertaan Ulama dan Pondok Pesantren dalam mengawasi penggunaan dana desa untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, penting untuk dibahas bagaimana hukumnya.

"Dalam hal ini, saya berharap para Kiai dan Pengasuh Pesantren ikut mendukung dan berperan serta dalam pelaksanaan program ini yang akan dikelola langsung oleh Pemerintah Desa bersama masyarakat desa," imbuhnya.

Dengan hadirnya Kementerian Desa yang fokus dan lokusnya adalah masyarakat yang ada di perdesaan, Menteri Marwan, berharap program ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi warga NU dan Pesantren."Dengan mayoritas warga NU yang hidup di perdesaan saya berharap program ini bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya bersama warga desa lainnya," tandasnya. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Gus Dur Sumbang Canda

Untuk menggalang dana, rumah sahabat anak Puspita, mengundang KH Abdurrahman Wahid dalam acara Bercanda Bersama Gus Dur. Acara tersebut, dihadiri para donatur lintas iman, para aktivis, mahasiswa, dan warga Nahdliyin.

Selepas acara, Gus Dur berjanji kepada Aang, ketua Yayasan Puspita, akan menyumbangkan uang sebesar lima puluh juta rupiah. Aang pung tenang, anak jalanan yang ia asuh di Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak akan kelaparan.

Setelah seminggu, tak ada kabar orang suruhan Gus Dur mengantar uang. Dua minggu, tiga minggu, bahkan hampir sebulan, belum juga ada tanda-tanda uang itu diantarkan.

Gus Dur Sumbang Canda (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sumbang Canda (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sumbang Canda

Karena penasaran, Aang pun sowan ke Ciganjur, kediaman Gus Dur. Dalam percakapan, ia menanyakan uang yang dijanjikannya.

“Uang apa?”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Uang yang dijanjikan Njenengan pas acara Bercanda Bersama Gus Dur,” jelas Aang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Oh, itu. Nama acaranya kan bercanda, ya sumbangannya juga bercanda.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Khutbah, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 17 Oktober 2017

Bagi Hasil yang Cacat pada Bank Syariah

Bank Syariah sebagai salah satu usaha keuangan di Indonesia telah hadir semenjak awal tahun 1990an. Bank Syariah datang dengan menawarkan sistem bagi hasil yang bebas riba. Dengan sistem bagi hasil ini diharapkan terjalin kerjasama yang lebih seimbang antara nasabah dan pihak bank selaku pengelola.

Hal ini telah ditetapkan dalam Undang-undang nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang mengatur tentang legalitas Perbankkan Syariah. Ciri utama Perbankan Syariah adalah berdasarkan bagi hasil antara pemilik harta sebagai shahib al-mal atau nasabah dan pihak bank sebagai pengelola atau mudharib. Dengan kesepakatan nisbah (prosentase bagi hasil) sesuai kesepakatan para pihak. Dalam kesepakatannya, biasanya antara 70 % banding 30 %, 65 % banding 35 %, atau 60 % banding 40 %.

Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian, pembagian bagi hasil itu selalu stabil dan anehnya selalu berada di bawah prosentasi bunga bank konvensional. Hal ini selanjutnya menimbulkan pertanyaan bagi sebagian orang. Bagaimanakah sebenarnya proses pembagian hasil itu terjadi? Padahal dengan jelas syariah mengharuskan keterbukaan dalam sistem pembagian hasil antara nasabah (shahibul mal) dan pengelola (mudharib). Sebagaimana diterangkan dalam Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid 

Bagi Hasil yang Cacat pada Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Hasil yang Cacat pada Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Hasil yang Cacat pada Bank Syariah

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dan para ulama seantero kota sepakat, sungguh ‘amil tidak boleh mengambil laba yang menjadi bagiannya melainkan dihadiri oleh pemilik modal dan kehadiran pemilik modal merupakan syarat pembagian harta dan pengambilan bagian laba oleh ‘amil. Sungguh dalam hal tersebut tidak dicukupkan dengan mendatangkan saksi maupun selainnya.

Pendapat yang dimenangkan pada beberapa hukum kasus susulan. Para ulama berbeda pendapat saat ‘amil mengambil laba yang menjadi bagiannya tanpa kehadiran pemilik modal, kemudian harta atau sebagiannya tersebut hilang.

Demikianlah seharusnya Bank Syariah segera membenahi sistem yang ada, agar tidak terjadi cacat syariah yang mencederai norma syariah itu sendiri. Sebagaimana diputuskan dalam Bahtsul Masail Diniyah Waqiiyah Muktamar NU 2010 (ulil)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Hikmah, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 September 2017

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah sempat tertunda, Rumah sakit NU Jombang, Sabtu (10/ 3) resmi dibuka. Rumah Sakit dengan Tipe C ini memberikan nama kamar-kamarnya dengan nama Pendiri NU, termasuk juga nama KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pemberian nama para pendiri NU, pada kamar dan beberapa ruangan merupakan kesepakatan antara direksi dan Pengurus Cabang NU. "Karena milik NU atas intruksi kiai semua kamar, ruangan kita beri nama pendiri NU," terang Bambang Hayunanto Direktur RSNU disela- sela peresmian kepada NU online.

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan

Untuk kamar VVIP misalnya, tertempel nama besar Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, sedangkan nama  KH Abd Wahab Hasbulloh, menempati kamar VIP yang terdiri dari 3 kamar sementara nama  KH Bisri Syansuri juga menjadi nama salah satu kamar kelas VÍP. "Untuk  nama Gus Dur dipakai pada ruangan pertemuan utama," tambah dokter Bambang mengatakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantan Direktur RSUD Jombang, ini menambahkan, RS NU merupakan Rumah sakit kelas D  yang memiliki  36 yang terdiri dari, kamar VVIP ada  4  kamar, kamar VIP 6  kamar, kelas satu 6 kamar, kelas 3  ada 8 kamar. "Setelah diresmikan, insyaallah mulai Senin, kita langsung beroperasi," pungkasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 September 2017

Salah Niat, "Amar Ma’ruf Nahi Munkar" Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur mengingatkan agar berhati-hati dalam bersikap terhadap adanya kemungkaran. Karena jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam menyikapi kemungkaran tersebut, ujungnya akan berbahaya kepada diri sendiri.

KH Azizi menilai bahwa memang benar Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah bagian dari perintah agama. Namun demikian, jika dilakukan dengan niatan yang tidak benar, tidak murni karena untuk menjunjung kalimah Allah, maka akan sia-sia.

Salah Niat, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Niat, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Niat, "Amar Ma’ruf Nahi Munkar" Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru

“Ingat, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa dibalik amar ma’ruf nahi munkar. Sedikit saja bergeser niatnya, maka itu adalah kemungkaran,” katanya di hadapan para wakil dari cabang NU se Jawa Timur dalam acara Bahtsul Masail Islam Nusantara di Aula Gedung Utama Rektorat Universitas Negeri Malang, Sabtu (13/2/2016) lalu.

Kiai Blitar yang juga alumni Lirboyo ini kemudian menjelaskan mengapa di balik amar ma’ruf nahi mungkar ada kemungkaran. Ia menjelaskan alasan-alasan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

“Imam Al-Ghazali mengatakan demikian karena jika terjadi kesalahan niat dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar maka akan ada kemungkaran yang lain. Kemungkaran itu berupa: merendahkan orang lain, merasa benar sendiri sedang yang lain salah, sombong dan melakukan kerusakan,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa Al-Quran sama sekali tidak memerintahkan Umat Islam memusnahkan semua kemungkaran di muka bumi. Melainkan Al-Quran memerintahkan kita untuk menolaknya saja.

“Ingat, bahwa kalimatnya dalam Al-Quran adalah wa’mur bil ma’rufi wanha anil munkar. Jadi kita diperintahkan untuk menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Bukan membasminya,” paparnya.

“Di mana-mana kemungkaran itu pasti ada dalam kehidupan di dunia. Itu adalah sunnatullah bahwa ada kebaikan ada keburukan. Jadi tidak dapat kita sirnakan yang namanya kemungkaran. Hanya saja jika kita menolak dan mencegahnya, akan mendapat pahala,” tambahnya. (Ahmad Nur Kholis/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 10 Juli 2017

GP Ansor Sumbar Adakan Tahlilan 7 Hari Wafatnya Husni Kamil Manik

Padang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kader Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat merasakan kehilangan sosok Ketua KPU RI Husni Kamil Manik yang wafat pada Kamis (7/7/2016) malam di Jakarta. Husni pernah menjabat Sekretaris PWNU Sumatera Barat. Sebagai Pembina Ansor di Sumatera Barat, Husni Kamil Manik merupakan sosok yang memberikan semangat dalam menggerakkan Ansor ke depan.

GP Ansor Sumbar Adakan Tahlilan 7 Hari Wafatnya Husni Kamil Manik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Adakan Tahlilan 7 Hari Wafatnya Husni Kamil Manik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Adakan Tahlilan 7 Hari Wafatnya Husni Kamil Manik

Demikian diungkapkan Sekretaris PW GP Ansor Sumatera Barat Arianto pada halal bihalal dan tahlilan tujuh hari wafatnya almarhum Husni Kamil Manik, Kamis (14/7/2016) di ? di aula PW NU Sumbar, Padang. Menurut Arianto, semasa masih aktif di Sekretaris PWNU SUmbar, Husni banyak memberikan motivasi dan tempat berdiskusi bagi kader Ansor Sumbar.?

"Dengan mengadakan tahlilan ini, kami berharap semoga arwah Husni Kamil Manik ditempatkan disisi yang layak. Apa yang sudah dilakukannya dalam membantu pengembangan Ansor dan Nahdlatul Ulama di Sumatera Barat, mudah-mudahan menjadi amal ibadah di sisi-Nya," kata Arianto, yang juga dosen STMIK Jayanusa Padang ini.?

Menurut Arianto, meski setelah dilantik menjadi Ketua KPU RI di Jakarta tahun 2013, sosok Husni Kamil Manik tetap menjadi penyemangat bagi kader Ansor di Sumbar. "Ketika mendengar kabar beliau wafat, semua kader Ansor kaget dan banyak yang tidak percaya. Namun, karena itu sudah ketentuan dari Allah SWT, ya kita wajib menerima wafatnya Husni. Mudah-mudahan sosok Husni tetap menjadi penyemangat Ansor Sumbar ke depan," kata Arianto menambahkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PW Nahdlatul Ulama Sumatera Barat Maswar menambahkan, dengan halal bi halal ini mari kita saling memaafkan terhadap ? apa yang sudah berlalu diantara kita. Kekeliruan dan kesalahan masa lalu, mari saling memperbaikinya. ?

Terkait dengan ? almarhum Husni Kamil Manik, keluarga besar PWNU Sumbar merasa kehilangan. Walaupun tidak aktif lagi di PWNU Sumbar, namun sosoknya tetap memberikan inspirasi bagi pengurus NU di Sumatera Barat.?

Tahlilan dihadiri ? Sekretaris PW NU ? Sumbar Firdaus, Wakil Ketua PW GP. Ansor Sumbar Nafriadi, Agustian Piliang, Afriandi, Wakil Sekretaris Aldi Putra. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 26 Mei 2017

Muluskan Beasiswa Pelajar, PCNU Cirebon Terima Wakaf Sebuah Motor

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Salah seorang warga NU H Djidinudin mewakafkan sepeda motornya untuk kepentingan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cirebon, Senin (5/1). Sepeda motor jenis Supra Fit dengan nomor polisi E 2182 MV ini, merupakan bentuk terima kasih H Djidinuddin atas bantuan PCNU Cirebon yang pernah diterimanya.

Muluskan Beasiswa Pelajar, PCNU Cirebon Terima Wakaf Sebuah Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
Muluskan Beasiswa Pelajar, PCNU Cirebon Terima Wakaf Sebuah Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

Muluskan Beasiswa Pelajar, PCNU Cirebon Terima Wakaf Sebuah Motor

“Saya rela mewakafkan motor ini kepada PCNU. Tidak lain sebagai bentuk terima kasih dan rasa syukur keluarga saya karena PCNU telah membantu anak saya. Anak saya sekarang sudah lulus dari Sekolah Tinggi Kesehatan berkat rekomendasi beasiswa dari PCNU Cirebon,” kata Djidinuddin.

Pria asal desa Mertapada Kulon kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon ini, menyerahkan barang wakafnya kepada Wakil Ketua PCNU Cirebon KH Habib Tolkha Nawawi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saya atas nama PCNU kabupaten Cirebon mengucapkan terima kasih dan menerima dengan baik sepeda motor ini. Motor ini sangat berguna sebagai inventaris dan kendaraan operasional PCNU,” kata Wakil Ketua PCNU Cirebon yang lazim disapa Abah Tolkha.

Sementara Ketua PCNU kabupaten Cirebon KH Ali Murtadlo menyatakan ? terima kasihnya atas wakaf sepeda motor tersebut. “Kami haturkan Jazakumullah khoiran katsir. Semoga Bapak Djidinuddin dan keluarga mendapat barokah dari Allah SWT,” tandas Kiai Ali.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagai simbol, sepeda motor wakaf itu langsung dikendarai oleh PCNU Cirebon disaksikan pengurus IPNU-IPPNU kabupaten Cirebon. (Ayub Al-Ansori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 23 November 2016

Pandangan Kiai Ma’ruf Amin tentang Penerapan Ahwa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal . Selain warga NU di tingkat akar rumput, Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin juga angkat bicara soal rencana penerapan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dalam menentukan pemumpin baru NU pada Muktamar ke-33 NU di Jombang awal Agustus mendatang.

Ia menyebut posisi Rais Aam di tubuh NU adalah maqam (derajat yang tinggi), sehingga yang berhak mendudukinya adalah shahibul maqam (yang layak pada posisi itu). “Menurut saya standar Rais Aam itu ya (seperti) KH Wahab Chasbullah, atau paling tidak yang mendekati beliau,” tuturnya pada forum Musyawarah Nasional Alim Ulama, Ahad (14/6) malam.

Pada forum yang digelar di gedung PBNU, Jakarta, ini hadir perwakilan dari 27 Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tertingi setelah Muktamar NU ini fokus pada pembahasan Ahlul Halli wal Aqdi, model pemilihan melalui semacam tim formatur yang terdiri dari orang-orang terpilih.

Pandangan Kiai Ma’ruf Amin tentang Penerapan Ahwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Kiai Ma’ruf Amin tentang Penerapan Ahwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Kiai Ma’ruf Amin tentang Penerapan Ahwa

“Memang harus dijaga. Menurut saya ada dua cara pengamanannya. Yang pertama adalah kriteria, dan yang kedua adalah sistem. Sistem saja tanpa kriteria, bisa nyelonong. Kriteria tanpa sistem juga sulit terealisasi,” imbuhnya.

Kiai Ma’ruf Amin memaparkan, setidaknya Rais Aam memiliki empat kriteria, antara lain faqih atau berwawasan agama secama mendalam, munadhdhim (organisatoris), muharrik (penggerak), dan mutawarri’ (berlaku sangat hati-hati dan jauh dari kepentingan duniawi).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Rais Aam itu harus menjadi merupakan penggerak , bukan bergerak sendiri. Kalau bergerak sendiri namanya gasing. Yang keempat harus mutawarri’, wira’i,” tutur Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini.

Bagi Kiai Ma’ruf Amin, keempat hal tersebut adalah kriteria ideal, yang semestinya dipenuhi atau paling tidak mendekati sejumlah kriteria tersebut. ? Kriteria ini akan semakin terjaga ketika didukung oleh sistem yang memungkin hal itu.

“Saya kira Ahlul Halli wal Aqdi adalah sistem yang paling aman. Sehingga orang yang tidak paham tidak meilih orang yang mereka tidak paham, memilih yang bukan shahibul maqam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Maruf Amin tidak mengungkapkan pendapatnya secara spesifik tentang penerapan sistem Ahwa untuk pemilihan ketua umum tanfidhiyah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Pondok Pesantren, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 April 2016

Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni

Pacitan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ada banyak cara dilakukan untuk memeriahkan datangnya tahun baru Islam. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh keluarga besar GP Ansor Pacitan yang menggelar Gebyar 1 Muharram 1437 H dengan tema ‘Islam Nusantara: Agama yang berbudaya, budaya yang beragama’, Selasa malam (14/10) di kawasan wisata pantai selatan Pacitan, Jawa Timur.

Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni

Khoirul Anam, Ketua GP Ansor Pacitan mengatakan, pihaknya sengaja memperingati tahun baru hijriyah dengan menggelar pagelaran budaya karena didasari rasa keprihatinan atas banyaknya kebudayaan lokal yang mulai hilang tergeser kemajuan zaman.

"Kami ingin mengangkat dan menampilkan kembali kearifan lokal seperti sepak bola api Brojo Geni dan pembacaan Sholawat Khataman Nabi yang biasa dilakukan oleh para sesepuh terdahulu saat datangnya tahun baru hijriyah," katanya dihadapan ratusan anggota banser dan masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, ditampilkan permainan sepak bola api brojo geni yang dilakukan oleh para santri dari Pondok Tremas Pacitan. Sebelumnya para santri telah melakukan tirakat dengan berpuasa selama seminggu dan telah melewati serangkaian proses latihan.?

Permainan sepak bola api brojo geni dilakukan layaknya pertandingan futsal. Tetapi mereka tidak menggunakan sepatu. Bola yang digunakan merupakan bola khusus yang terbuat dari sabut kelapa. Kemudian bola api itu direndam ke dalam minyak tanah dan disulut api hingga terbakar. Butuh kemampuan khusus untuk memainkan permain ala pesantren itu. Mereka yang pemberani yang sanggup berebut bola dan menendangnya ke gawang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Antusias pemain dan penonton sepak bola api cukup besar sehingga pertandingan berlangsung dengan semarak. Selama permainan berlangsung, dibacakanlah sholawat dan syi’iran Jawa yang dibawakan oleh jam’iyyah sholawat dari MWCNU Kecamatan Kebonagung Pacitan.

Menurut Agus Susanto salah satu panitia mengatakan, filosofi permainan bola api yang diajarkan oleh kiai kepada para santrinya mempunyai makna yang dalam. Ketakwaan dilambangkan dengan puasa sebelum memulai permainan, pengendalian nafsu dilambangkan dengan bola api yang selalu menyala dan berbuat baik kepada sesama yang dilambangkan kerjasama saling menghargai antar-pemain. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, RMI NU, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Februari 2016

Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau

Ini adalah halaman terakhir dari manuskrip kitab “Raudhah al-Hussâb fî ‘Ilm al-Hisâb” karangan seorang ulama Nusantara asal Minangkabau (Sumatera Barat) yang berkarir sebagai guru besar, imam, dan khatib di Masjidil Haram Makkah, yaitu Syekh Ahmad ibn ‘Abd al-Lathîf ibn ‘Abdullâh al-Mankabâwî al-Jâwî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Ahmad Khatib Minangkabau, w. 1916).

“Raudhah al-Hussâb” memuat kajian ilmu hitung atau matematika. Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab. Keberadaan kitab ini menjadi istimewa, karena terbilang sebagai khazanah intelektual Islam Nusantara yang mengkaji ilmu sains, dalam hal ini adalah matematika, yang sangat langka ditemui, karena rata-rata literatur karya ulama Nusantara kebanyakan mengkaji bidang agama.

Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)
Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)

Manuskrip Matematika Islam Nusantara Karya Syekh Khatib Minangkabau

Dalam “Raudhah al-Hussâb”, kepakaran Syekh Ahmad Khatib Minangkabau di bidang ilmu sains tampak dengan sangat jelas. Hal ini sekaligus menegaskan kapasitas intelektual beliau yang ensiklopedis dan lintas disiplin ilmu, yang mampu memadukan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu sains. Dalam bidang sains, selain menulis dalam bidang matematika, Syekh Ahmad Khatib juga menulis dalam bidang astronomi (‘ilm al-falak).

Syekh Ahmad Khatib juga menulis karya lain dalam bidang ilmu matematika, selain kitab “Raudhah al-Hussâb” ini, yaitu “Ma’âlim al-Hussâb fî ‘Ilm al-Hisâb”, yang ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Arab (Jawi).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Manuskrip kitab “Raudhah al-Hussâb” tersimpan di Perpustakaan Makkah al-Mukarramah, KSA, dengan nomor kode (?). Syekh Ahmad Khatib Minangkabau menyelesaikan karya ini pada hari Ahad, 19 Zulkaedah 1307 Hijri (bertepatan dengan 8 Juli 1890 M). Manuskrip tersebut adalah manuskrip salinan, yang ditulis oleh murid Syekh Ahmad Khatib, yaitu Syekh Jâdullâh ibn Muhammad Badawî. Jâdullâh menyalin karya gurunya itu di Makkah pada 15 Shafar 1308 Hijri (25 September 1890 M), atau sekitar dua bulan dari masa pengarangannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kondisi manuskrip secara umum bagus dan teks (tulisan) di dalamnya dapat dibaca dengan baik. Bahasa pada naskah adalah bahasa Arab yang ditulis dengan aksara model “naskhî”. Tinta yang digunakan berwarna hitam dan merah. Jumlah keseluruhan naskah 134 halaman, minus halaman pertama.

Dalam katalog Perpustakaan Nasional King Fahd, KSA, disebutkan bahwa “Raudhah al-Hussâb” karya Syekh Ahmad Khatib Minangkabau telah dicetak pada tahun 1310 Hijri (1892 M). Kemungkinan karya ini dicetak oleh Maktabah al-Taraqqî al-Mâjidiyyah yang berbasis di Makkah. Teks “Raudhah al-Hussâb” dicetak bersama teks-teks ilmu matematika berbahasa Arab lainnya, yaitu “Syarh Fath al-Rabb al-Bariyyah ‘alâ Matn al-Sakhâwiyyah” karangan Husain Muhammad al-Mahallî (w. 1757 M).

Saya tidak bisa mengutip pembukaan kitab “Raudhah al-Hussâb” dikarenakan halaman pertama manuskrip ini hilang. Yang bisa dilacak dari keterangan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau dalam karyanya ini pada manuskrip ini hanya pada kata penutup. Beliau menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1307 ? ? ? ? ?

(Aku berkata, aku seorang hamba yang faqir kepada Allah Ta’ala, Ahmad Khatib anak Abdul Lathif Khatib dari Jawi [Nusantara], salah satu pengajar di Masjidil Haram di Makkah, juga salah satu murid dari seorang yang alim allamah dan bahr fahhamah Syekh Sayyid Abu Bakar Syatha, semoga Allah memanjangkan usianya dan memberikan kita manfaat dengan keberkahannya. Bahwa aku telah selesai menulis karya ini, yang dinamakan “Raudhah al-Hussâb fî A’mâl al-Hisâb” pada hari Ahad, tanggal Sembilan belas bulan Zulkaedah tahun 1307 Hijri).

Syekh Ahmad Khatib lalu melanjutkan;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Saya berharap dari orang-orang yang menemukan kesalahan di dalam karya ini, atau mendapati keluputan di sana, agar sudi kiranya ia membetulkannya setalah menelitinya dengan seksama, dan agar ia sudi memaklumi uzurku atas kesalahan itu. Karena akupun mengakui akan kedangkalan pemahamanku dan sedikitnya penguasaanku dalam bidang ini, juga dalam bidang-bidang keilmuan lainnya. Sesungguhnya yang memberanikan diriku untuk menulis dalam bidang yang agung ini, meskipun aku bukan seorang yang ahli di dalamnya, adalah harapanku yang besar akan pengampunan dan pemaafan dari Tuhanku, seraya aku terus berjalan di atas jalur para ahli keutamaan dan ilmu pengetahuan).

Bidang keilmuan sains (matematika dan astronomi) yang dikuasai oleh Syekh Ahmad Khatib pun “menurun” kepada beberapa muridnya dari Nusantara, di antaranya adalah Syekh Ahmad Dahlan Falak (Tremas lalu Semarang, adik kandung Syekh Mahfuzh Tremas dan menantu Kiai Soleh Darat Semarang), Syekh Ahmad Dahlan Darwis (pendiri Muhammadiyyah), Syekh Thahir Jalaluddin Falak (Minangkabau lalu Singapura), Haji Rosul (Abdul Karim Amrullah, ayah HAMKA), dan lain-lain. (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Kyai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2007

Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mimpi pebalap Indonesia Rio Haryanto (23) untuk bergabung dengan tim Manor Racing di ajang balap Formula 1 (F1) akhirnya tercapai. Kepastian itu disampaikan pada konferensi pers yang dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Kamis (18/2/2016) lalu di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat.?

Rio adalah satu-satunya wakil Asia di ajang balapan bergengsi ini. "Rio sudah resmi menjadi driver Manor di Formula 1. Selamat dan sukses buat Rio," kata Wakil Presiden Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro.?

Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Sebut Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi dalam Keberhasilan Rio Haryanto

Menpora pada acara tersebut menyerahkan bendera merah putih secara langsung kepada Rio Haryanto, wakil Indonesia di Formula 1. "Saya tidak bisa berkata-kata kecuali alhamdulillah. Akhirnya atas kerja keras, doa, tahajud, ayat kursi, dan dukungan Pertamina, Rio menjadi orang Indonesia pertama, bahkan wakil Asia yang tampil di Formula 1,” ujar Menpora Imam Nahrawi seperti dilaporkan laman kemenpora.go.id.

Nahrawi menjelaskan, Rio membuktikan bahwa anak Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain. Dia mengajak kepada seluru bangsa Indonesia untuk mendukung penuh Rio dengan tidak membiarkannya berjalan sendiri. “Kita harus dukung bersama-sama,” tegas Menpora.

Sementara itu, Rio Haryanto juga sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia dan para sponsor sehingga dirinya bisa ikut berkompetisi dengan para pebalap kelas dunia di ajang balap jet darat itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Indonesian Formula 1 Driver. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yg telah mendukung,” tulis Rio dalam akun twitter miliknya, @Rharyantoracing 18 Februari 2016 lalu.

Rio juga merasa haru dan tersentuh atas dukungan sepenuh hati masyarakat Indonesia. “Its been a great day here in Jakarta. Im truly touched by the tremendous supports from Indonesia and others who supported me,” masih Rio dalam twitternya.

"Saya terimakasih atas dukungan luar biasa. Tanpa adanya dukungan semua pihak, pemerintah, Pertamina, media, dan masyarakat Indonesia, dukungan kalian semua membuat saya bisa tampil. Saya juga ingin menuai prestasi. Itu tujuan dan target saya. Saya mohon doa dan dukungan semua pihak," tambah Rio.

Total pembayaran yang sudah diberikan Pertamina untuk Rio adalah 5 juta euro. Karir Rio diawali dari balapan Go Kart, kemudian Formula BMW, GP3, GP2, dan Formula 1 yang akan datang. Di ajang Formula 1, Rio akan berpartner dengan pebalap asal Jerman Pascal Wehrlein yang sudah lebih dulu bergabung dengan tim Manor. (Red: Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal RMI NU, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock