Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Karawang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi korban banjir di sejumlah titik, salah satunya di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Lokasi tersebut merupakan salah satu kecamatan terparah dari 16 kecamatan di Karawang yang terkena banjir.

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Karawang, Ade Permana SH mengatakan, banjir di Karawang saat ini, merupakan banjir terparah dalam dua tahun terakhir akibat luapan Sungai Citarum. "Wilayah yang terkena banjir mencapai 16 kecamatan, dengan puluhan ribu rumah terendam dan empat orang yang meninggal dunia," katanya, Selasa (22/1).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melihat kenyataan tersebut, pihaknya menerjunkan anggota Banser untuk membantu evakuasi korban banjir. Kegiatan yang dilakukan, mulai dari evakuasi korban, hingga memperbaiki tanggul yang jebol. "Anggota kita bergerak dengan cepat, bahkan salah satu anggota Banser yang menemukan dan membawa jenazah salah satu korban banjir untuk dievakuasi," ucapnya.

Selain bantuan tenaga, lanjut Ade, GP Ansor juga memberikan bantuan logistik untuk korban banjir yang disebar ke beberapa titik. Bantuan tersebut didapat dari hasil penggalangan anggota Ansor dan juga masyarakat. "Kita juga mengirim bantuan logistik untuk korban banjir," tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena banjir di Karawang terjadi tiap tahun, Ade meminta kepada Pemkab Karawang, untuk bisa mengantisipasi datangnya banjir pada musim hujan tahun mendatang. "Carikan solusi yang tepat, agar banjir tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat kalau setiap tahun harus merasakan banjir. Tentunya, secara materi dan psikologis pasti terganggu," pungkasnya. 

Keterangan foto: Banser dan anggota Pramuka membantu mengangkut karung berisi pasir untuk menahan air di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Syariah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Oleh KH Yahya C. Staquf

Saya bukannya telah menjadi "kami-AFI-nen" sehingga menggebu-gebu membelanya. Posting saya kali ini, walaupun ada hubungannya dengan Afi, tapi fokus saya bukan pada Afi-nya sebagai pribadi. Saya terperangah pada bagaimana orang bisa membenci seorang anak-anak! Seumuran anak saya!

Mereka membeci anak-anak sedemikian rupa sampai-sampai membungkus kebencian itu dengan alasan keagamaan yang mereka buat-buat supaya terlihat sebagai "kebencian relijius" yang layak dibalas dengan pahala Allah Subhaanahu wa-Taaalaa. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Alangkah menakutkannya agama kebencian itu!

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Lihat di screen capture ini, bagaimana orang mengotak-atik nama anak --hatiku teriris setiap teringat bahwa ini cuma tentang seorang anak, seperti anakku dan anak kalian, yang kita semua ingin supaya kelak menjadi orang baik dan berguna-- itu supaya kelihatan punya makna yang batil:

"Apakah di akhirat ada surga?"

Lalu dihakimi sebagai ungkapan meragukan atau bahkan mengingkari keberadaan surga di akhirat. Itu pikiran keji yang tak mungkin terbit selain dari akar kebencian yang mewatak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertama, penterjemahan itu salah. Kalau diarabkan, kalimat itu akan menjadi:

? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Afii nihaaya(tin) faraadiisU?" Perhatikan: "U" (dlommah), bukan "A" (fathah), karena dengan terjemahan macam itu berarti kalimah "faraadiisu" secara gramatikal (nahwu) berkedudukan sebagai "mubtada muakhkhor" yang marfu, alamat rafa-nya dlommah (U), bukan fathah (A).

Kedua, itu cuma pertanyaan. Kalau jawabannya "naam" (iya), mau apa?

Husnudhdhon saya, "A" pada "Afi" itu bukan dari hamzah, melainkan dari ain. Jadi, arabnya:

? ? ?

"Aafi nihaaya(tan) faraadiisa"

Yang artinya: "Sentosakanlah (Yaa Allah) pada penghujung --akhirat-- (dengan karunia) sorga-sorga". "Nihaayatan" manshub sebagai "dhorof", "faraadiisa" (dengan fathah) manshub dengan beberapa wajah, salah satunya sebagai maful bih dari amil yang dibuang, taqdirnya: "urzuq (faraadiisa)".

Bahwa huruf "A" di situ tidak diberi apostrop sebagai tanda ain, itu kan biasa dalam nama-nama dengan tulisan latin. Seperti contoh nama Zaenal Maarif, misalnya. Kalau "a" pada "Maarif" itu dianggap hamzah, bukan ain, artinya jadi "Hiasan Bundelan-bundelan", bukan "Hiasan Pengetahuan-pengetahuan" sebagaimana --husnudhdhon saya-- dimaksudkan oleh pemberi nama.

Semoga Allah Subhaanahu Wa Taaala memelihara agama ini dari permainan orang-orang dengki yang menuntut pahala bagi kebencian mereka.









Penulis adalah Katib Aam PBNU. Tulisan tersebut merupakan status Facebook penulis sejam setelah diunggah di akun pribadinya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

Palu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5). Pada kesempatan itu, Presiden meminta kepada masyarakat Indonesia untuk berhenti dari saling memghujat, memfitnah, mendemo, demi keutuhan persatuan Indonesia.?

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

"Jangan lupa jaga persatuan kita. Kita ini saudara," katanya pada kongres bertema "Meneguhkan Konsensus Negara untuk Indonesia Berkeadaban" yang berlangsung 15-19 Mei itu?

Menurut presiden yang akrab disapa Jokowi itu, jika masyarakat terus-terusan saling menghina, menghujat, dan mendemo, maka Indonesia tidak maju-maju, jauh tertinggal dari negara-negara lain.

"Habis energi kita kalau terus-terusan pada hal-hal kaya ini," katanya.

Jokowi mengingatkan bahwa, perbedaan yang ada pada Indonesia baik dari segi agama, suku, bahasa dan yang lainnya merupakan hukum dan takdir Tuhan yang harus disyukuri.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? "Kita memang berbeda, kita beraneka ragam. Tapi inilah kekuatan kita," katanya.?

Jokowi didampingi Menko PMK Puan Maharani, Gubernur Sulawesi Tengah Loki Janggola, dan ketua Umum PB PMII Aminudin Maruf membuka kongres dengan menabuh bedug.?

"Dengan mengucapkan bismillahirrahim. Kongres Ke-19 dibuka, " ujar jokowi diikuti menabuh bedug.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tampak hadir kabinet kerja seperti Menpora Imam Nahrawi, Menristekdikti M. Natsir, Menakertrans Hanif Dakiri, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan lain-lain. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Kuningan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat Banser adalah kelompok muda Nahdlatul Ulama gagah berani yang bertugas untuk mengawal para ulama. Banser juga merupakan “pendobrak” utama sejarah bangsa Indonesia.

“Secara kronologis, Banser didirikan sebagai bentengnya para ulama, kiai yang berhaluan ahlusunnah wal jamaah. Karenanya, Banser merupakan sebuah pilar kekuatan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia,” kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kuningan, Jawa Barat, Mup Muplihudin, dalam upacara pembaretan para anggota Banser Kuningan, Senin (2/4).

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Setelah dua hari dididik dan dilatih di lapangan terbuka, 110 kader Satuan Kordinasi Cabang Banser Kuningan melakukan pembaretan. Pembaretan dilakukan secara simbolis oleh Bupati H Aang Hamid Suganda di halaman balai Desa Pajambon, Minggu (1/4).

Hadir pada kesempatan itu, Bupati H Aang Hamid Suganda, Sekda Drs H Momon Rochmana MM, Kadishub Drs Nandang Sudrajat, Kepala Bawasda Yeddi Chandra SH MH, Ketua Tanfidz PCNU KH Mahmud Silahudin, Ketua GP Ansor Mup Muplihudin dan ratusan Banser serta masyarakat sekitar.

Mup Muplihudin mengatakan, Banser merupakan semi otonom dari GP Ansor. Dimana kebijakan Banser tidak akan terlepas dari komando GP Ansor.

Proses kaderisasi Banser ke depan, kata dia, sangat ditentukan oleh baik tidaknya proses usaha saat ini. Sebab, diklat merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa diukur sesaat setelah kegiatan ini berlangsung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Insya Allah melalui proses kaderisasi yang matang dan terarah, Banser ke depan akan mampu menghadapi berbagai tuntutan masyarakat serta perkembangannya,” ujar Mup.

Sementara Bupati H Aang Hmaid Suganda mengakui, banyak sekali kiprah yang telah diberikan GP Ansor, baik melalui kegiatan sosial maupun kegiatan pembangunan di bidang lainnya. Sehingga, bermanfaat dan dirasakan berarti oleh masyarakat luas.(ksd)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Nahdlatul, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf mengatakan karikatur The Jakarta Post yang dinilai menghina dan menyinggung Islam lahir dari cara berpikir islamofobia.

PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam

"Karikatur The Jakarta Post, apa pun alasannya, sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat apalagi dari sudut kebenaran keyakinan keagamaan," kata Slamet kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Slamet mengatakan islamofobia adalah sikap dasar yang berawal dari kebencian dan kecurigaan terhadap umat Islam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Slamet, munculnya karikatur ini menegaskan sikap terselubung yang selama ini dirasakan pembaca tentang kebijaksanaan redaksional surat kabar berbahasa Inggris yang terbit di Jakarta itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya melihat jelas karikatur itu adalah bentuk penistaan dan penodaan atas suatu agama yang memiliki penganut terbesar di negeri ini," tuturnya.

Publik Indonesia dikejutkan oleh pemuatan karikatur dalam The Jakarta Post edisi 3 Juli yang menyinggung umat Islam.?

Dalam karikatur tersebut ada beberapa unsur yang dinilai menghina dan menyinggung agama Islam, karena ? simbol dan tulisan-tulisan dalam karikatur itu adalah tulisan yang memiliki makna penting dalam akidah Islam.

Di dalam karikatur itu terdapat kalimat "Laa ilaaha illallaah" di atas gambar tengkorak, padahal kalimat itu mengandung kesaksian sekaligus penyerahan diri kepada kekuasaan Allah SWT.

Selain itu, juga terdapat lafaz Allah dan Rasulullah di dalam lingkaran tengkorak. Lafaz Allah dan Rasulullah adalah unsur akidah Islam paling fundamental.

Minta maaf

Setelah sebelumnya meminta maaf melalui situs berita daringnya, harian The Jakarta Post dalam edisi Selasa secara resmi menyampaikan permintaan maaf dan mencabut karikatur yang dinilai telah menghina dan menyinggung umat Islam.

Pernyataan tersebut dimuat di halaman pertama surat kabar berbahasa Inggris itu. Harian Jakarta Post menyebutkan bahwa pada karikatur yang dimuat di halaman 7 pada 3 Juli terdapat simbol-simbol agama yang dinilai telah menghina.

Harian tersebut menyatakan penyesalannya atas kesalahan penilaian yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk memfitnah atau tidak menghargai agama apapun.

Jakarta Post mengklarifikasi bahwa tujuan mereka terhadap karikatur itu adalah untuk mengkritisi pengunaan simbol-simbol agama secara umum, terutama dalam bendera kelompok ISIS di Irak dan Suriah, untuk melakukan tindak kekerasan bahkan terhadap sesama Muslim.

Di sisi lain, karikatur itu juga ditujukan untuk mengecam kelompok ISIS yang mengancam akan menyerang Kakbah di Mekkah yang menjadi salah satu agenda politiknya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Temanggung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Temanggung sebenarnya telah membudaya. Pada praktik kehidupan sehari-hari, kerukunan antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan. Hal tersebut harus terus dipupuk untuk mengantisipasi konflik dengan latar belakang agama.

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Hal tersebut disampaikan Bupati Temanggung, Bambang Sukarno pada resepsi HUT RI ke-68, yang diselenggarakan Jaringan GUSDURian dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung, Selasa petang (27/8). 

“Temanggung sudah terjalin dengan baik. Harus kita pupuk dan kembangkan,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, Dandim 0706/Temanggung, Letkol Inf Ganardyto Herry, Wakapolres Kompol Suwandi, Wakil Ketua DPRD Temanggung, Muhammad Amin, Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Abdul Arif. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dialog ini adalah salah satu cara untuk menjalin kerukunan tersebut,” paparnya.

Dalam kegiatan yang dimoderatori Abaz Zahrotien ini, menghadirkan dua pembicara, masing-masing Pendeta Darmanto Lemuel dan Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid.

Ketua panitia kegiatan, Andreas Kristianto, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan hubungan antar agama yang harmonis. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh agama yang ada di daerah penghasil tembakau ini.  

“Ini langkah awal menjalin toleransi,” papar pria yang calon pendeta GKI ini.

Alissa mengatakan, Indonesia diancam dengan adanya gerakan intoleransi yang semakin menguat dan masuk ke masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan pendampingan dan pengawalan yang kuat terhadap keragaman yang ada. 

“Indonesia dibangun atas keragaman, untuk itu harus dijaga dengan kuat, bagaimanapun caranya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menjaga keragaman merupakan tanggungjawab bersama seluruh unsur masyarakat. Dalam menjaga keragaman tersebut, peran serta masyarakat sangat dominan untuk membentuk tatanan sosal berdasarkan Pancasila. 

“Ancaman terbesar adalah perpecahan, untuk itu harus dijaga,” tandas putri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid ini. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Nasional, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock