Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat untuk berhati-hati pada ajaran agama yang didakwahkan secara gelap-gelapan dan eksklusif karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Dulu, Islam didakwahkan secara terang-terangan.?

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

“Kita harus mencurigai dan memantau ajaran seperti itu, apalagi ajarannya sampai meresahkan masyarakat karena ada pengikutnya yang lari dan minggat,” katanya, Rabu di Gedung PBNU (27/1).

Kiai Said juga meminta agar aparat keamanan menindak setiap kelompok atau organisasi massa yang berpotensi mengurangi, merusak, dan mengganggu integritas masyarakat.?

“Tapi kalau ormas yang keberadaannya membangun masyarakat, ya, NU, Muhammadiyah. Kalau ada ormas yang aktitasnya menganggu dan merusak, harus ditindak,” imbuhnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menegaskan, setiap kelompok yang mengatasnamakan agama Islam, harus sesuai dengan prinsip Islam, yaitu rukun iman dan rukun Islam.?

“Kita bisa beda dengan Muhammadiyah dan Persis, tetapi dalam prinsip shalat lima waktu, kita tidak beda. Shalat lima waktu wajib, puasa wajib, dan lainnya.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau orang Islam tidak shalat, itu dosa, tetapi kalau mengingkari bahwa shalat itu wajib, itu sesat namanya. Orang tidak puasa itu berdosa, tetapi mengingkari bahwa puasa itu tidak wajib, maka sesat,” paparnya.?

Bagaimana jika ada ajaran yang mengembangkan keyakinan seperti itu. Kiai Said menjelaskan, bagi para pengikutnya, mereka adalah korban yang harus di bimbing dan diberi pencerahan supaya normal kembali. Tapi bagi pentolannya, harus ada sanksi hukum. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, PonPes, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Santri, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Habib Umar Muthohar menyampaikan taushiyah pada acara peringatan Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ? di komplek Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) lalu.

Sebagaimana haul Gus Dur yang diadakan tahun-tahun sebelumnya. Pada haul Gus Dur kali ini pun jajaran pejabat, ulama, seniman dan segenap masyarakat pecintai Gus Dur ? memadati tempat haul untuk memperingati, dan meneladani bapak bangsa.

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur

Setelah acara usai, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal berkesempatan mewawancarai Syukur (30), dan Mamang M. Haerudin (26) untuk memberikan respon terhadap taushiyah Habib Umar.

Menurut Syukur, taushiyah Habib Umar penuh dengan humor yang menyegarkan. Kita diajarkan untuk tidak gampang marah, tidak arogan, menjauhi caci-maki. ?

“Oleh karenanya, kita harus bersikap moderat dalam memahami atau menyikapi kehidupan beragama ini,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara kata Mamang M. Haerudin, Habib Umar ceramahnya sangat menghibur, dan ini menjadi teladan buat kita semua, terutama bagaimana dalam beragama tidak harus kaku, cepat tersinggung, dan cepat marah.?

“Kita bisa meneladani keberislaman Habib Umar sebagaimana Habib Umar meneladani Gus Dur,” imbuhnya.

Dalam penyampainnya, Habib Umar banyak melontarkan joke-joke yang membuat hadirin tidak ngantuk, banyak yang tertawa lepas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita dalam berkehidupan itu harus santai seperti ber-humor, tapi humor yang tidak kehilangan arah, humor yang penuh makna,” pungkasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kajian Tafsir Al-Qur’an pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung PCNU Pringsewu, Lampung, sudah memasuki pembahasan Surat al-Lahab. Kajian mingguan yang dilaksanakan untuk umum mulai dari pukul 06.00 sampai pukul 07.00 ini selalu diasuh oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu H. Sujadi.

Dengan referensi Tafsir Jalalain dan beberapa referensi kitab lainnya, ustadz penghafal Al-Qur’an ini memberikan penjelasan tentang asbabun nuzul atau sebab diturunkannya surat yang didalamnya menceritakan orang yang suka memprovokasi dan menghalangi perjuangan Nabi Muhammad dalam mensyiarkan Islam di Kota Makkah.

Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator

Menurutnya, dalam Surat al-Lahab ini dikisahkan bagaimana paman Nabi sendiri yang bernama Abu Lahab menentang ajaran Islam yang dibawa keponakannya. Abu Lahab atau bernama asli Abdul Uzza bin Abdul Mutholib tak sendirian, istrinya pun yang bernama Ummu Jamilah juga memprovokasi kaum Quraisy untuk menentang syiar Islam tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Abah Sujadi, begitu ia piasa disapa, mengatakan bahwa dalam setiap perjuangan akan selalu ada saja orang yang menghalangi, memprovokasi, dan mengajak orang lain untuk menyerang perjuangan yang sedang dilakukan. "Maka itu ada istilah musuh dalam selimut seperti perjuangan Nabi yang ditentang oleh pamannya sendiri, yaitu Abu Lahab," katanya.

Namun, Abah Sujadi yang merupakan alumni Pesantren Quran Kalibeber Jawa Tengah ini menyampaikan bahwa optimisme harus terus ditanamkan dalam hati untuk terus melakukan perjuangan. "Allah melindungi orang-orang yang benar-benar berjuang di jalan-Nya," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, setiap perjuangan menegakkan agama Islam pasti melalui medan yang penuh tantangan. Adalah sunnatullah sesuatu diciptakan oleh Allah berlawan-lawanan. Ada pahala ada siksa, ada yang setuju ada yang menyerang dan merongrong, dan seterusnya.

"Namun siapa saja yang menentang risalah Allah, mereka tidak akan berhasil dan akan rusak segala sesuatu yang diusahakannya di dunia," katanya.

Jamaah tampak antusias mengikuti kajian tafsir ini. Salah satunya adalah Mustangin yang berasal dari Kecamatan Banyumas. Menurutnya Kajian Tafsir yang diasuh oleh H. Sujadi sangat penting sekali untuk lebih memahami ayat Al-Qur’an sehingga tidak seenaknya sendiri menafsirkannya.

"Zaman sekarang banyak sekali orang yang menafsirkan sendiri melalui Al-Qur’an terjemahan dengan modal keilmuan yang minim. Padahal menafsirkan Al-Qur’an membutuhkan kemampuan berbagai disiplin keilmuan," katanya.

Menurutnya H. Sujadi merupakan sosok yang memiliki kemampuan tersebut. Selain hafidz Al-Qur’an dan alumni pesantren Al-Qur’an, silsilah keilmuannya juga jelas. "Pringsewu bangga memiliki ulama seperti beliau yang Istiqomah dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat dan umat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Plh Masdar F. Mas’udi nyatakan bahwa dimasa yang akan datang pendidikan Islam perlu disederhanakan karena sebenarnya banyak hal-hal yang sederhana seperti sholat dan wudlu yang bisa dipelajari dalam waktu waktu satu atau dua jam oleh para ahli dilakukan proses satistifikasi dan pencanggihan.

“Seharusnya pendidikan dalam hal ini cukup 10 persen saja sedangkan energi yang 90 persen dikembangkan untuk memajukan peradaban Islam. Saat ini Islam mengalami keruntuhan peradaban yang menyedihkan,” ungkapnya

Hal tersebut dikemukakan ketika berbicara dalam acara bedah buku: Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia, Anatomi Keberadaan Madrasah dan PTAI karya H. Arief Furchon MA, Ph.D Kamis 22 Juli 2004 yang diadakan oleh STAINU di Gedung PBNU.

Pada zaman dahulu, para sahabat belajar tentang sholat cukup dari melihat saja. Ini sebenarnya hal yang sangat teknis dan kalau memang perlu di bahas secara mendetail, mungkin hanya kalangan pasca doktoral saja yang perlu memikirkannya sedangkan masyarakat cukup mengetahui hal-hal yang umum saja.

Direktur P3M tersebut juga mengemukakan bahwa saat ini kita belum memiliki tradisi akademis untuk mengkritisi, membahas, dan sekaligus menemukan ilmu pengetahuan.  “Yang ada adalah konservasi atau mempertahankan nilai-nilai lama dari pengetahuan yang ada,” tambahnya.

Bukan hanya di pesantren, tradisi akademik tersebut juga belum bisa berkembang baik di perguruan tinggi karena belum ada budaya yang mendukungnya.

Berkaitan dengan Madrasah sebagai model pendidikan Islam, Masdar menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan formalisasi pendidikan Islam yang berakar dari pesantren. Namun demikian madrasah juga mengalami perkembangan sesuai dengan konteks kekinian.(mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Senin, 15 Januari 2018

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah masyarakat Kabupaten Way Kanan, Lampung menilai Gerakan Pemuda Ansor setempat bergerak cepat dan nyata dalam berkarya membantu warga di daerah itu.

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat  Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

"Masyarakat butuh gerakan nyata seperti ini. Tidak perlu kelamaan didata tapi tidak dapat apa-apa," ujar Ketua RT 2 RK 2 Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Teguh, ? di Way Kanan, Ahad (11/6).

Apresiasi Teguh disampaikan setelah menyaksikan warganya mendapat bantuan kambing betina kerjasama Pemuda Ansor dengan Pandu Farm.

Senada Teguh, Sri Yani, ibunda dari Qory Tika Ningtias Vizani yang juga mendapat bantuan kambing betina menilai Pemuda Ansor Way Kanan selalu memberikan inisiatif, kepedulian dan gerakan dalam keikutsertaan membangun masyarakat.

"Semoga Ansor bisa terus memberikan manfaat bagi yang membutuhkan," ujar warga RT 02 / RW 04, Dusun Madiun, Kampung Setia Negara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembagian kambing betina bagi sepuluh anak yatim di Kecamatan Baradatu dilakukan Pemuda Ansor Way Kanan dalam tempo kurang dari satu minggu setelah pengumuman.

Upaya tersebut diharapkan bisa mendorong anak yatim untuk mandiri sehingga kambing disalurkan tersebut harus dipelihara dan tidak boleh dijual setelah diserahkan.

"Ketua PC GP Ansor Way Kanan sahabat Gatot Arifianto berharap upaya ini bisa mendorong anak yatim untuk mempunyai mental wirausaha sejak dini karena hal tersebut merupakan bagian pendidikan karakter," ujar kader Ansor Way Kanan Very Triyono setelah berkeliling menyalurkan kambing bagi anak yatim.

Setelah dirawat dan bisa beranak, hasilnya murni untuk mereka (anak yatim). Ansor Way Kanan tidak meminta laba dalam bentuk nominal. Namun meminta anak yatim bisa berdaya, sebab hidup tidak layak dijalani dengan menunggu santunan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

"Kedewasaan, kreativitas, kemandirian tidak mungkin tercapai dengan jalan pemanjaan. Dengan segala kekurangan yang ada, Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki program Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat), ingin terus bergerak, berkarya, membuktikan diri sebagai organisasi milik masyarakat," ujar Very. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Santri, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Ponorogo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I dan Piala Bupati Ponorogo U-18 berlangsung meriah. Sebanyak 32 tim telah berlaga dalam babak penyisihan yang berlangsung selama dua hari, 25 dan 26 Agustus kemarin.

Dari hasil pertandingan yang digelar di empat lapangan sekaligus, Stadion Batoro Katong, Lapangan Seblabur, Lapangan Sumoroto, dan Lapangan Sukosari Babadan, sebanyak 16 tim kesebelasan berhasil lolos ke babak 16 besar.

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Sekretaris Pertandingan LSN Jawa Timur 1 Joko mengatakan, 16 tim akan berlaga dan memperebutkan tiket untuk melenggang ke babak selanjutnya, 8 besar. “Tim dari pesantren Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek lolos ke babak ini. Sedang tim dari Pacitan harus pulang terlebih dahulu,” ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan babak 16 besar kembali digelar pada Sabtu (27/8). Kesebelasan Pesantren Darul Huda Mayak melawan Pesantren Darul Ahkam Madiun. Sementara Pesantren Darul Ulum Magetan akan bertanding dengan Pesantren Arridwan Trenggalek. Kesebelasan Pesantren Hudatul Muna Ponorogo akan berhadapan dengan Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Madiun. Sedangkan tim Pesantren Al-Basmalah Madiun akan melawan kesebelasan Pesantren Al-Mujadadiyah Madiun. Mereka akan bertanding di lapangan Seblabur.

Di Stadion Batoro Katong Ponorogo, kesebelasan Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo berhadapan dengan tim Pesantren Al-Basyariyah Madiun. Pesantren Cokro Kertopati bertanding dengan Pesantren Ainul Ulum Ponorogo. Kesebelasan Pesantren Al-Hidayah Ngawi akan melawan tim Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ponorogo. Sementara kesebelasan Pesantren KH Syamsuddin akan berhadapan dengan tim Pesantren Wisma Whisnu Madiun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu selama dua hari, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal memantau di beberapa lokasi. Kemeriahan begitu terasa di lapangan pertandingan. Setiap tim yang bertanding didukung pendukungnya masing-masing. Mereka yang merupakan para santri itu meneriakan yel-yel khusus dan lantunan shalawat serta bait-bait Nadham Alfiyah dan Nadham Imrithi. Alhasil selama pertandingan berlangsung suasana di lapangan menjadi lebih meriah dan kondusif.

Selain itu pula, Anggota Banser dari GP Ansor Kabupaten Ponorogo disiagakan di setiap lokasi pertandingan. Mereka bertugas menjaga keamanan jalannya pertandingan Liga Santri Nusantara. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Santri, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017

Bener Meriah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kabupaten Bener Meriah senang sekali diberi kesempatan sebagai tuan rumah kompetisi Liga Santri  Nusantara (LSN) Region Sumatera 2, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Demikian disampaikan oleh Bupati Bener Meriah Ahmadi dalam sambutan kick off LSN Region 2, Selasa pagi (12/9), di lapangan Bataliyon 114/Satria Musarq, Kabupaten Bener Meriah.

Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017

Dia mengatakan keterbatasan penyelenggaraan tidak boleh menyurutkan semangat pertandingan. "Sebagai pengganti kekurangan penyelenggaraan, bupati Bener Meriah akan memberikan hadiah untuk kategori pencipta gol terbanyak dan pemain terbaik kompetisi ini," kata bupati disambut tepuk tangan tidak kurang dari 500 orang dari pelbagai unsur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ahmadi meminta para santri di seluruh Aceh, khususnya yang bertanding di Sumatera Region 2 menunjukkan kemampuannya dalam bidang olahraga, tidak hanya pandai mengaji.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kompetisi ini adalah kesempatan para santri menunjukkan kemahiran di bidang olahraga, tidak hanya mengaji. Semangat, sportif, dan yang serius. Yang juara nanti akan ke Bandung. Di sana akan ketemu santri seluruh Indonesia," terang Ahmadi berapi-api.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Region Sumatera Region 2 Tgk. Bahruddin mengungkapkan rasa syukur atas pembukaan yang telah sukses dilaksanakan. "Ini kesuksesan kita bersama pihak pesantren, teungku,  pemda, TNI, PSSI dan masyarakat Bener Meriah. Semoga hasilnya nanti terbaik untuk kita semua," ujar Bahruddin seusai acara pembukaan. dilaksanakann dan kekompakan semua pihak.

LSN di Aceh tahun ini dibagi dua region dari 5 region di Pulau Sumatera. Region pertama meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Sigli, Aceh Utara, Bireuen, Kota Loksumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiyang, dan Kota Sabang. Pertandingan akan diadakan di lapangan KH Murtadha, Banda Aceh.

Dan region kedua meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Luwes, Aceh Tenggara, Subulussalam, Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Kota Semeulu.

"Aceh dibagi jadi dua karena luasnya daerah dan banyaknya pesantren mengikuti LSN tahun lalu. Permintaan ini dari dayah-dayah, santri-santri senang bola, para teungku pun mantan pemain bola banyak sekali," terang Bahruddin.

Secara keseluruhan LSN di Aceh diikuti 45 tim dari pondok pesantren dengan 23 pertandingan. Dua tim pemenang dari masing-masing region akan bertanding di Bandung, Oktober mendatang. (Hamzah Sahal)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Santri, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Keberagamaan dan Keberagaman Jadi Sempit karena Media Sosial?

Oleh Aris Adi Leksono

Jelang pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta suasana semakin memanas, kacau, tak terkendali. Bahkan susah diidentifikasi kondisi permainan isu, ini dilakukan tim sukses atau kelompok diluarnya, atau justru tim sukses dimainkan kelompok yang bukan tim sukses. Semakin kabur dan mengkobarkan, bahkan sesat menyesatkan.?

Berbagai opini muncul merespon kondisi kacau balau di Ibu kota saat ini. Kelompok fanatik agama mengatakan, Pilgub DKI sebagai upaya mengutan agama tertentu, atau mereka menyebutnya kristenisasi birokrasi, bahkan menurutnya ini adalah upaya mengurangi pengaruh dan jumlah umat Islam. Kelompok politis mengasumsikan DKI 1 adalah pertarungan perebutan RI 1 di masa mendatang, ini pertarungan "Grand Syech" Parpol P dan D, bahkan G.?

Keberagamaan dan Keberagaman Jadi Sempit karena Media Sosial? (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberagamaan dan Keberagaman Jadi Sempit karena Media Sosial? (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberagamaan dan Keberagaman Jadi Sempit karena Media Sosial?

Kelompok kajian Timur Tengah mengeluarkan hasil pengamatannya, menurutnya Indonesia akan dijadikan seperti Negara Timur Tengah yang terpecah belah, bertikai antar sesama saudara. Wah, segudang asumsi dari analisis yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara jelas. Ya, namanya juga opini boleh lah, segudang asumsi juga boleh. Namanya juga masa free market idea, ngomong apa aja juga boleh, oleh siapa aja boleh, di mana saja juga boleh.

Dalam tulisan ini tidak akan menambah opini itu, tetapi ingin melihat bagaimana media sosial mampu membius, sehingga memunculkan opini yang simpang siur tersebut. Terlebih dari itu, berbagai macam opini yang timbul dari media sosial tersebut telah mempersempit cara padang beragama dan keberagaman masyarakat.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Indonesia dengan dasar Pancasila telah mengakui lima agama dan satu aliran kepercayaan. Masing-masing pemeluk agama diberikan kebebasan menjalankan ajaran agamanya. Negara menjamin keamanan dan ketertiban dalam beragama selama tidak bertentangan dengan Hukum Negara dan norma positif.

Kondisi semacam itu sudah berlaku sejak Indonesia belum merdeka hingga kini era reformasi dan keterbukaan informasi publik. Dalam lintasan sejarah sikap akomodatif negara terhadap agama atau pemeluk agama dalam menjalankan ajaran agamanya telah mampu mewujudkan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan untuk mengawal berjalannya konsesus beragam di Indonesia berdirilah Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan lain sebagainya.?

Lebih nyata lagi, umat beragama melalui organisasi kemasyarakatan masing-masing mayoritas menyepakati bahwa NKRI Harga Mati. Segelintir kelompok yang ingin sistem di luar arus utama bangsa Indonesia, yang menyebutnya sistem Khilafah, Negara Islam, dan simbul formal keagamaan lainnya. Bahkan dalam hal harmonisasi beragam, banyak negara lain belajar ke Indonesia.

Dalam hal keberagaman, Indonesia menjadi satu-satunya Negara di Dunia yang memiliki pulau terbanyak dengan berbagai suku, bahasa, ras, dan kekhasan lokal lainnya. Ini adalah real keberagaman yang mampu diikat dalam Undang-undang Dasar 1945 menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masing-masing daerah telah mampu menunjukkan sikap saling menghormati, teloransi, dan gotong royong. Tak jarang satu daerah dengan daerah lain yang berbeda pulau pun bisa saling melengkapi dalam keberagaman.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berbeda dengan Negara di Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan negara lainya di dunia, dengan luas negara yang tidak seberapa bila dibanding Indonesia, dengan jumlah pulau yang sedikit bila dibandingkan dengan pulau di Indonesia, apalagi jumlah suku, ras, dan bahasa, tidak ada negara yang mampu mengalahkan keberagaman masyarakat Indonesia. Meskipun Indonesia yang beragam, tetapi tetap satu juga, Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman ini pun sudah teruji dalam lintasan sejarah dan zaman. Bahkan banyak negara-negara lain yang belajar dari Indonesia dalam hal mengelolah keberagaman.

Dalam hal berserikat atas nama agama dan keragaman, Indonesia barang kali menjadi satu-satunya Negara yang memiliki serikat. Baik dalam bentuk organisasi kemasyarakatan berbasis agama, perkumpulan berbasis profesi, perkumpulan berbasis kedaerahan dan lain sebagainya. Data kementerian dalam negeri menyebutkan di tahun 2014, jumlah ormas yang terdaftar mencapai 65 ribu lebih, belum lagi terdaftar. Hal itu karena negara menjamin kebebasan berserikat dalam Undang-undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Bermula dari argumentasi atas nama politik dan demokrasi, subtansi keberagaman dan keberagamaan mulai terkoyak. Iya, suasana memanas di Ibu kota akibat Pilgub yang akan digelar tahun 2017, satu kelompok dan kelompok lain saling menyerang dalam bentuk agitasi dan propaganda, baik melalui forum, mimbar terbuka, media massa, bahkan setiap detik melalui media sosial, seperti facebook, whatsapp, twitter, dan lain sebagainya.

Pernyataan kontroversi kandidat petahana terkait Al-Quran surat al-Maidah ayat 51 tentang arti kata "auliya", telah mengundang kontroversi di kalangan umat. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju, bahkan ada yang melaporkan kepada penegak hukum, karena pernyataan Ahok adalah merupakan bagian dari "penistaan agama". Apalagi gaya bicara calon betahan yang ceplas-ceplos, kalau tidak mau dibilang tidak sesuai budaya masyarakat timur, semakin memancing protes masyarakat. Meskipun toh, petahana sudah meminta maaf kepada masyarakat, khususnya umat Islam.

Isu protes, sindir sana sini dalam berbagai bentuk, menambah runyam persoalan, apalagi media sosial yang selalu live time, real time dapat diakses juga berisi isu negatif sang calon petahana. Opini berbagai perspektif terus berseliweran secara viral melalui media sosial, jadilah asumsi kebenaran yang belim pernah teruji kesahihannya.?

Gelombang protes mulai dimainkan oleh sebagai ormas dengan tuduhan penistaan agama. Aparat mulai ikut menjelaskan melalui media, dengan dalih tuduhan dan laporan sedang diproses. Majlis Ulama Indonesia (MUI) tidak mau kalah dengan langsung membuat fatwa bahwa statemen Ahok adalah salah satu bentuk ungkapan yang mengarah pada penistaan agama, serta menciderai kesucian kitab suci agama Islam. Akibatnya, media sosial ibarat api ketemu kayu bakar, menjalar begitu cepat asumsi-asumsi yang mengarah pada mendiskreditkan kelompok lain, termasuk kelompok Ahok, sang petahana.

Dari opini media sosial, protes berlanjut menjadi aksi massa. Hampir setiap Jumat gelombang protes dan tuntutan dipenjarakan Ahok dari sebagian kelompok semakin keras, kencang, dan deras. Tanpa tau dasar yang pasti terkait kebenaran tuduhan, dan yang pasti tidak tau siapa yang "menggosok dan digosok". Ujungnya Jumat, 4 November 2016, media sosial telah menemukan titik api suci atas nama protes penistaan agama, konon menggerakkan massa yang lebih besar dengan isi tuntutan sama "Penjarakan Ahok". Apapun kenyataan dan hasilnya kita tunggu, tapi yang pasti negara kita adalah negara hukum. Menghormati keputusan dan proses hukum adalah kewajiban setiap warga negara. Kembali media sosial menemukan momentumnya.

Media sosial memang berpengaruh sangat besar terhadap opini publik dan pilihan terhadap pimpinan daerah. Berdasarkan pengalaman Pilkada DKI Jakarta 2012, Pilpres 2014 dan Pilkada di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan jawara di media sosial juga menjadi jawara Pilkada. Riset menunjukkan 55 hingga 65 pemilih terpengaruh oleh media sosial. Lantas alasan itu, kemudian dalam Pilkada DKI Jakarta penggunaan media sosial menjadi sarana kampanye mencari simpatik menjadi luar biasa. Bahkan menjadi kebablasan menggiring opini yang mengarah pada issu sara, merusak persatuan keberagaman dan keberagamaan.

Tetapi perlu diingat, kalau berdasarkan riset Politicawave kandidat yang jumlah percakapannya terbanyak dan yang sentimen negatifnya paling sedikit maka akan menjadi pemenang Pilkada. "ngono yo ngono, tapi mbok ojo ngono", menjadi pemenang adalah tujuan, tetapi jangan sampai menghalalkan segala cara, apalagi sampai mengarah pada disintegarasi bangsa.

Terlepas media sosial mampu memenangkan Pilkada, hal yang paling penting diwaspadai adalah terancamnya nilai keragaman dan keberagamaan yang sudah berjalan harmonis di negeri Indonesia. Negeri yang dibangun atas mufakat berbagai tokoh agama, negarawan, birokrat, kelompok adat, ras dan komponen lainnya. Negeri yang dibangun atas dasar nilai-nilai luhur agama, adat, dan kepercayaan. Negeri yang dibangun atas pengorbanan jiwa dan raga para pahlawannya.

Maka, jangan pernah media sosial mempersempit cara kita beragama dan berkeberagaman. Media sosial yang seharusnya mampu menbuka cakrawala pengetahuan untuk kebijaksanaan dan kebajikan justru berujung pada menyempitnya cara padang atas nama kebenaran beragama dan keberagaman. Jangan sampai media sosial justru mengadu domba antar sesama umat Islam. Harusnya media mampu membuka informasi pemahaman prinsip kebenaran masing-masing pemeluk agama dan kepercayaan dalam keberagaman, hari ini justru hadir dimanfaatkan sekolompok orang yang berkepentingan dengan disintegarasi bangsa, instabilitas keamanan dan ketertiban sosial. Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad.?

Penulis adalah Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Wakil Ketua STAINU Jakarta, Guru dan Wakil Kepala MTsN 34 Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Menjadi Modern dengan Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Islam juga memiliki nilai-nilai modernitas, walaupun tidak seperti di Barat. Menjadi modern berarti hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prof. Tariq Ramadhan dalam acara Dialog Islam Barat, Pengalaman Seorang Muslim Eropa” di Perpustakaan Nasional (13/07)

Tariq Ramadhan yang merupakan cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hasan al Banna menjelaskan bahwa Modernitas berbeda dengan modernisme karena modernisme mengarah pada sikap ekstrim. Secara umum nilai modernitas Barat meliputi Individualisme, Rasionalisme, Kebebasan, Kemajuan, dan Demokrasi.

Islam juga memiliki nilai-nilai tersebut akan tetapi terdapat perbedaan didalamnya. Dalam  Islam tanggung jawab lebih dahulu daripada hak, individu memiliki sikap kolektif dalam bentuk umat yang berarti menghormati orang lain. Tariq berkata “Hak pertama terdapat pada Allah dan justru karena itu, kita menghargai orang lain. Prinsip individualitas juga diakui bahwa kita pada akhirnya kita menghadap Allah sendiri-sendiri.”

Islam juga mengenal prinsip rasionalitas, akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu “Ayat Iqra menunjukkan bahwa kita harus belajar dan hal ini bersifat rasional akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu, sedangkan di Barat akal memiliki kebebasan mutlak untuk menentukan segalanya” ungkap Tariq.

Islam juga memiliki nilai-nilai kebebasan, akan tetapi kebebasan menurut ajaran Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan dalam Islam berarti menghormati orang lain dan tidak merusak kolektifisme “Bahwa kebebasan tersebut tidak mengganggu hak orang lain,” ungkapnya.

Prinsip kemajuan juga dihargai dalam Islam. Ijtihad merupakan salah satu perwujudan dari prinsip keterbukaan terhadap hal-hal yang bersifat baru, akan tetapi proses ijtihad tersebut juga didasari rambu-rambu dan nilai-nilai yang terkandung dalam Qur’an dan Hadist. “Kemajuan tercermin dalam bentuk ijtihad, namun demikian tetap dalam bingkai aturan tertentu dalam al Qur’an dan sunah sedangkan bagi Barat terbuka semuanya.”

Prinsip demokrasi berupa kebebasan untuk menentukan pilihan juga dijunjung tinggi dalam Islam, dengan menghargai orang lain, mematuhi hukum dll. “Akan tetapi unsur ini tidak secara langsung dinyatakan dalam Al Qur’an sehingga harus disesuaikan dengan budaya lokal masing-masing daerah, bahkan ada bentuk demokrasi yang menamakannya syurokrasi,” tambahnya

Tariq Ramadhan juga menjelaskan bahwa sekularisme tidak mesti bertentangan dengan Islam, terbukti dengan adanya pembagian urusan ibadah dan muamalah, dimana urusan ibadah adalah hubungan langsung dengan Allah sedangkan muamalah adalah hubungan antar manusia.

Harus diakui bahwa saat ini Barat memiliki kebudayaan yang lebih maju daripada dunia Timur dan hal ini menimbulkan sikap-sikap yang harus dihindari yang meliputi Pertama, merasa didominasi yang akan menimbulkan sikap lain, yaitu bahwa pihak-pihak yang bukan Islam ditolak, yaitu bersifat ekslusif terhadap pihak lain dan kedua adalah kekaguman total terhadap nilai-nilai Barat sehingga menelan mentah-mentah apa yang datang dari sana.

Hal lain yang juga harus dihindari adalah merasa menjadi korban yang tidak bisa berbuat apa-apa yang menimbulkan sikap pasrah terhadap nasib yang diterima dengan bersikap pasif. “Untuk itu harus ditanamkan sikap inklusif dengan mengambil yang baik-baik dan menerima perbedaan yang ada dengan melakukan dialog “Tidak semua yang datang dari Barat, Arab, maupun Indonesia merupakan hal yang baik, jadi harus dipilih,” ungkapnya.

Sikap lain yang juga harus dihindari adalah bersikap paranoid bahwa kebobrokan yang kita alami adalah diakibatkan oleh orang lain, bahwa pihak lain selalu mengancam keberadaan kita dan hal ini tidak membuat kita melakukan introspeksi.

“Jadi yang penting adalah kembali ke prinsip universal Islam dimana Allah menciptakan makhluk bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan memahami.” Ungkapnya.

Prinsip-prinsip tersebut merupakan sebuah nilai yang universal sedangkan model disesuaikan dengan kultur dan sejarah masing-masing. “karena sesuatu yang dating dari Barat atau Arab cocok untuk diterapkan di daerah lain,” ungkapnya.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Pahlawan, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Modern dengan Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jamiyyah dengan jamaah terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi organisasi yang didirikan para kiai ini.

“Kita harus bangga di Indonesia masih ada PMII, NU dan pesantren,” kata Hanif Dhakiri, Sekkretaris Jendral Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) dalam Pelantikan Pengurus Cabang IKA-PMII Jepara di Hotel d’Season Bandengan, Jepara, Jawa Tengah.

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Dalam acara yang berlangsung Jumat (6/11) malam itu, Menteri Ketenagakerjaan RI ini berpandangan, lembaga yang bernaung di NU harus selalu siap berkompetisi dengan lembaga apa pun. Pesantren, misal Hanif, boleh mengelola SMA, SMP atau pun SMK tetapi ada yang tidak boleh ditinggalkan yakni tradisi salaf, nguri-nguri kitab kuning.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Siswa SMK yang bisa ngelas dan bisa baca kitab kuning ini kan luar biasa. Ini adalah nilai lebih kita menjaga khazanah budaya,” paparnya kepada ratusan hadirin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sehingga khazanah budaya, lanjut dia, tetap dijaga. Lelaki 43 tahun itu menambahkan, NU merupakan satu-satu organisasi yang menjalankan “irasionalitas politik”. Saat Pilkada, para caleg NU lebih sering melakukan ziarah, sowan kiai minta restu, dan sebagainya.

Meski demikian ada juga yang menjadi DPR. Hal itu tidak lain merupakan bentuk upaya spiritual juga didukung ikhtiar lahiriyah. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Umum PB IKA-PMII Ahmad Muqowam, Ketua IKA PMII Jawa Tengah Noor Ahmad, dan ratusan tamu undangan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Jadwal Kajian, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gelar Kongres Bulan Ini, Muslimat NU Sowan PBNU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Muslimat Nahdlatul Ulama akan menggelar kongres ke-XVII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada tanggal 23 sampai 27 November. Hajatan bertema Dengan semangat Islam Nusantara, kita wujudkan Indonesia damai sejahtera tersebut akan diikuti sekitar tiga ribu peserta dari tingkat pusat, wilayah, dan cabang.?

Gelar Kongres Bulan Ini, Muslimat NU Sowan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kongres Bulan Ini, Muslimat NU Sowan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kongres Bulan Ini, Muslimat NU Sowan PBNU

Pimpinan Pusat Muslimat NU yang dipimpin Ketua Umum Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hajatan lima tahunan tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan ? Katib Aam Syuriyah PBNU KH Yahya C Staquf di PBNU, Jakarta pada Jumat (11/11). ?

Menurut Khofifah rencananya kegiatan tersebut akan dimulai dengan registrasi peserta, ta’aruf, kemudian dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pembukaan kemungkinan diubah di tengah kongres karena Wapres ada agenda ke luar negeri. ?

Menteri Sosial RI tersebut menambahkan, kegiatan tersebut akan diwarnai dengan penyampaian materi dengan narasumber beberapa orang menteri. Serta arahan-arahan dari PBNU.?

Pertemuan lebih dari sejam tersebut disambut kesediaan Kiai Said menghadiri kegiatan tersebut. Ia bersedia datang di pembukaan ataupun di penutupan.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain Khofifah, pada kesempatan tersebut hadir pengurus lain yaitu Sekretaris Umum Aniroh Slamet, Bendahara Umum Erna Yulia Sofihara, Ketua Mahfudhoh Ali Ubayd, Ketua Nurhayati Said Aqil, Wakil Sekretaris Nurifah, Ketua Induk Koperasi An-nisa (Inkopan) Ana Muawanah, dan Ketua Sri Mulyati. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai, Santri, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Rais Syuriyah PCNU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim mengingatkan masyarakat untuk mendahulukan husnuzzhan atau berbaik sangka terhadap orang lain. Menurutnya, di era sekarang ini orang mudah sekali menjatuhkan vonis terhadap orang lain tanpa melakukan tabayyun atau verifikasi terlebih dahulu.

Demikian disampaikan Kiai Lukman pada halaqah Aswaja An-Nahdliyyah yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan di aula Darul Marfu‘, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (17/9) siang.

Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun

“Kita harus mengedepankan husnuzzhan. Sekarang masalah sepele itu dibesar-besarkan. Contoh, soal pesan singkat atau sms tidak dibalas saja, itu sudah nyangka macam-macam,” kata Kiai Lukman di hadapan peserta halaqah Aswaja An-Nahdliyyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengingatkan warga NU untuk mewaspadai banjir informasi yang keluar-masuk lewat hape. Zaman ini, kata dia, banyak orang kerepotan memastikan kebenaran berita. Ia mengajak nahdliyin untuk menjauhkan diri dari su’uzhan hanya karena informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Waspada terima informasi. Mana yang informasi yang provokatif dan mana yang hoaks itu sudah sulit dibedakan,” kata Kiai Lukman.

Halaqah ini diisi dengan dua sesi diskusi dengan tema berbeda. Satu sesi membahas materi Aswaja An-Nahdliyah mulai dari sikap keislaman hingga sikap kebangsaan. Sementara sesi kedua membahas dinamika NU paling aktual di lingkungan Jakarta Selatan mulai dari sikap politik hingga pembahasan plang NU di masjid-masjid. (Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Santri, Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir

Kairo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-7 Fatayat NU Mesir memberikan amanah kepada Saidatul Arnia sebagai ketua baru Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat NU Mesir 2015-2016. Dengan demikian mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah ini meraih suara terbanyak mengungguli dari tiga kandidat lainnya, yakni Neneng Khoiriyah, Wardah, dan Faiqoh.

Konfercab yang mengusung tema "Fatayat Menuju Muslimah yang Progressif, Transformatif dan Mandiri" ini berlangsung akhir Oktober kemarin di Auditorium Pesanggrahan District 10, Nasr City, Kairo, Mesir. Saidatul Arnia menjadi ketua baru PCI Fatayat NU Mesir menggantikan Wardatul Humairoh.

Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir

Sa’idatul Arnia adalah mahasiswi lulusan Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Pati, Jawa Tengah. Ia pertama kali menempuh studi di Al-Azhar Kairo pada tahun 2011 dengan mengambil kuliah di Fakultas Lughah al-‘Arabiyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Arnia berharap ada kerja sama yang solid dan hubungan saling menopang antara pengurus dan anggota sehingga Fatayat Nu bisa berdiri kuat untuk memajukan organisasi. ?

“Sebagaimana bangunan bisa kokoh jika ditopang oleh pilar-pilar yang kuat. Jika organisasi Fatayat ini ditopang oleh beragam pilar yang saling menguatkan, Fatayat ke depan bisa berjalan lebih baik.” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada ujung sambutan, Arnia juga mengajak seluruh peserta Konfercab untuk menunduk sejenak, mengenang jasa para pendiri Nahdhatul Ulama seraya membacakan surah Al Fatihah untuk dihadiahkan kepada mereka. (Red: Mahbib)

Sumber: masisir.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Pertandingan, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Kementerian Agama siap bekerja sama dengan berbagai elemen anak bangsa dalam mengampanyekan deradikalisasi atau menangkal radikalisme, termasuk dengan organ kemahasiswaan.

“Kemenag siap bekerja sama dengan PMII, IMM, HMI dan lain sebagainya, untuk kampanye tentang deradikalisasi, khususnya di kalangan mahasiswa, santri dan pelajar,” terang Menag saat menerima para Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Ruang Kerja Menag, Jakarta, Rabu (18/05) siang. Menag melihat, ada beberapa program yang bisa disinergikan, antara lain: kursus pemahaman kebangsaan dan pendidikan multikultural.

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Lakukan Koordinasi dengan Menag Jelang Pertemuan Mahasiswa Sedunia

Seperti dilansir situs kemenag.go.id, PB PMII berkunjung ke kantor Menag dalam rangka membahas agenda pertemuan mahasiswa sedunia. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Umum PB PMII  Aminuddin Ma’ruf, Sekjen L Sa’adullah, Bendahara Umum AR Hasibuan, dan beberapa pengurus harian lainnya. 

Kepada Menag, mereka menyamaikan bahwa akan menggandeng beberapa organ ekstra lainnya, seperti HMI, IMM, HIKMAH BUDHI, KMHDI, PII, GMNI, GMKI, PMKRI dan lain sebagainya untuk ikut serta dalam penyelenggaraan pertemuan akbar itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“PMII kini mempunyai 553 komisariat, 228 cabang dan 24 korcab. Beberapa provinsi disatukan korcabnya seperti Papua dan Papua Barat, Maluku Utara dan Gorontalo, Jateng dan DIY, Jatim dan Bali untuk mempermudah koordinasi dan kaderisasi,” terang Aminuddin. 

Kepada Menag, Amin menyatakan bahwa PMII siap bersinergi untuk kampanye deradikalisasi. “Di kampus-kampus yang PMII-nya mayoritas, Insyaallah paham radikalismenya rendah,” imbuh Amin.

Didampingi Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam M. Isom Yusqi dan Plt. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Mukhlis M Hanafi, Menag berharap PMII ikut serta dalam memberdayakan Rohis di sekolah dalam kampanye deradikalisasi dan pengkaderan. “Litbang kita mempunyai bahan yang bisa dikaji tentang deradikalisasi Islam,” tutur Menag. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 17 November 2017

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bahtsul Masail, Enam PCINU Telekonferensi via Skype

Amsterdam, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda kembali menyelenggarakan forum bahtsul masail bekerja sama dengan Persatuan Pemuda Masyarakat Eropa (PPME) al-Ikhlash Amsterdam dan PCINU Maroko, Kamis (16/7) waktu setempat. Bahtsul masail tahap dua ini merupakan kelanjutan dari Bahtsul masail pertama pada 27 Juni 2015 di Aula PPME Amsterdam al-Ikhlash, Saaftingestraat 312, Amsterdam, Belanda.

Bahtsul Masail, Enam PCINU Telekonferensi via Skype (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail, Enam PCINU Telekonferensi via Skype (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail, Enam PCINU Telekonferensi via Skype

Peserta bahtsul masail (musyawirin) terbagi dalam dua kategori, yakni para alim ulama PCINU Belanda dan masyarakat Muslim Amsterdam yang hadir langsung di tempat; dan kedua, peserta yang menggunakan media telekonferensi via media sosial Skype. Yang disebut terakhir antara lain adalah Muhammad Tohe dari PCINU America dan Kanada, Nanang Suprayogi dari PCINU Belgia, Dimas Darmowijoyo dari PCINU Swedia, dan Ayman Al-Akiti dari PCI NU Maroko.

Diskusi keagamaan kali ini mengupas tiga topik hangat, yakni, pertama, bagaimana menjalankan ibadah puasa pada saat musim panas di wilayah yang berada di atas 48 derajat garis lintang utara atau selatan? Kedua,? bagaimana menjalankan ibadah shalat di wilayah yang berada di atas 45 derajat lintang utara atau selatan? Ketiga, bagaimana menghilangkan keragu-raguan jika bersuci menggunakan tisu di toilet umum pada masyarakat Eropa?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sidang bahtsul masail dipimpin Katib Suriyah PCINU Belanda Ustadz Muhammad Shohibudin Sifatar. Menurutnya, bahtsul masail kedua ini berlangsung sangat dinamis, terutama pada saat pembahasan hukum waktu puasa di negara yang mengalami durasi siang sangat panjang.

“Pendapat-pendapat ulama kontemporer cenderung menjadi rujukan para peserta karena di terdapat fatwa dari hasil konferensi internasional di Dublin yang dikeluarkan oleh The European Council for Fatwa and Research (ECFR), sebuah lembaga yang melibatkan para ulama, ahli fiqih, psikolog, dokter, dan ahli falak," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Shohib, sapaannya, memaparkan deskripsi permasalahan yang diangkat. Ia mengatakan, sebagai gambaran umum pada musim (summer), wilayah tertentu mengalami durasi siang sangat panjang, mencapai 18 hingga 23 jam. Beberapa wilayah di atas 50 derajat garis lintang, bahkan tanda waktu Isya’ (matahari lebih rendah 8 atau lebih dari horizon/ufuq) terjadi sangat belakangan sehingga waktu yang tersedia antara shalat Isya’ dan waktu fajar amat singkat sekali.

“Di wilayah dengan karakteristik semacam ini tinggal puluhan juta Muslim yang tersebar di berbagai negara non-Muslim. Beberapa pemerintah daerah di negara-negara tersebut juga telah melarang para siswa/pekerja menjalankan puasa dalam jangka waktu sepanjang itu karena alasan kesehatan."

Dari hasil bahtsul masail, dengan demikian, realitas umat Islam yang saat ini telah mengalami peningkatan di negara-negara di benua Eropa dapat melaksanakan puasa di musim Summer dibedakan menurut tiga area (manthiqah). Yaitu, Area I yang terletak antara 45 derajat hingga 48 derajat garis lintang utara atau selatan. Umat Islam di sini wajib menjalankan puasa secara normal dari sejak fajar hingga tenggelam matahari.

Area II yang terletak antara 48 derajat hingga 66 derajat garis lintang utara atau selatan. Di wilayah ini waktu puasa di-qiyas-kan pada lokasi terdekat di Area I di mana tanda-tanda waktu fajar dan tenggelam matahari bisa dikenali dengan jelas. Dan Area III yang terletak di atas 66 derajat garis lintang utara atau selatan, waktu 24 jam dibagi dua seperti pada lokasi yang berada di 45 derajat garis lintang utara atau selatan. (Kusnadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

Jombang,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih akrab disebut Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur akan melangsungkan gawe besar yakni peringatan seabad madrasah dan 191 tahun pesantrennya. Untuk menyambut itu kepanitiaan mengupayakan pusat dokumentasi atau museum.

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

"Kami terus berburu testimoni atau pengakuan dari para pelaku sejarah, dalam hal ini siapa saja yang mengetahui kiprah pesantren di masa awal," kata divisi dokumen, H Muhyiddin Zainul Arifin, Sabtu (26/3).

Bersama panitia yang lain, H Muhyiddin melakukan serangkaian wawancara dan pencarian dokumen demi mengukuhkan keberadaan dan kiprah para pendahulu maupun pesantren. "Sejumlah sesepuh yang masih bisa diajak komunikasi terkait kiprah para pendahulu pesantren satu demi satu kami datangi," katanya. Demikian pula dokumen yang membenarkan usia madrasah serta sejumlah barang penting dari para pengasuh masa awal juga terus diupayakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bahkan ada piagam yang berhasil ditemukan panitia yang menerangkan bahwa usia madrasah ternyata lebih tua dari data yang dimiliki panitia," terang dosen di Universitas KH Abdul Wahab Chasbullah atau Unwaha Jombang ini. Demikian pula benda bersejarah yang pernah dimiliki para pendahulu pesantren turut diinventarisir, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagai langkah awal dan berdasarkan masukan saat koordinasi dengan anggota devisi telah disepakati untuk menggali data dari para putra dan putri pengasuh. "Para panitia sudah kami bagi agar bisa menyebar ke sejumlah dzurriyah atau keluarga pesantren," katanya. Karena dari para keluarga dalem tersebut nantinya akan muncul temuan baru atau bahkan rekomendasi siapa saja yang layak untuk dikonfirmasi terkait kiprah para pendahulu pesantren.

"Kami akan mengumpulkan sebanyak mungkin pandangan dan pengakuan hingga barang bersejarah dari berbagai kalangan sebagai upaya untuk mengungkap kiprah para sesepuh dan pendahulu," ungkapnya. Beberapa keluarga juga tidak berkeberatan berbagi koleksi foto dan benda pusaka yang nantinya akan dipamerkan. "Tidak menutup kemungkinan, foto dan dokumen serta benda bersejarah tersebut belum terpublikasi," lanjutnya.

Terhadap pihak yang tidak berkenan untuk menyerahkan benda bersejarah yang ada kaitannya dengan pesantren dan para pengasuh, divisi ini tidak akan memaksa. "Kami bisa menggunakan kamera atau scan agar bisa mendapatkan materi yang ada," jelasnya. Dan nantinya seluruh koleksi tersebut akan dipamerkan di Gedung Serba Guna KH Abdullah Said dari tanggal 27 hingga 2 Juni.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesantren Tambakberas yang didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah akan memperingati ulang tahun. Dan di pesantren yang mulai mengenalkan model madrasah secara klasikal tahun 1915 ini juga mengadakan sejumlah kegiatan dari mulai 26 April hingga 4 Juni mendatang. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Santri, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 September 2017

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Antara Sunah dan Bidah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, sebagian besar umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya. Peringatan itu diadakan kadang tidak persis tepat di tanggal dan bulan kelahirannya. Banyak mereka yang mengadakan bahkan sebulan atau dua bulan setelah dari hari kelahirannya. Sementara sebagian Muslim lainnya mempersoalkan peringatan maulid yang menurut mereka tidak memiliki landasan hukum dalam Islam. Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Saiful Huda/Kalimantan Selatan).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Antara Sunah dan Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Antara Sunah dan Bidah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Antara Sunah dan Bidah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Diskusi umat Islam terkait peringatan maulid hingga kini belum berhenti. Sebagian orang mempermasalahkan dasar peringatan maulid sehingga bagi sebagian orang peringatan maulid merupakan perkara bid’ah, suatu amalan yang tidak pernah ada di masa Rasulullah dan bersifat tercela.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagian ulama memandang bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dipahami sebagai bentuk syukur terhadap Allah. Ibadah sebagai rasa syukur kepada Allah atas sesuatu kegembiraan menemukan landasannya sehingga peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah sunah sebagai keterangan berikut ini:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Syekh Ibnu Hajar melakukan istinbath amaliyah maulid pada landasan di dalam sunah, yaitu riwayat di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim bahwa Rasulullah SAW tiba di Kota Madinah dan mendapati masyarakat Yahudi berpuasa Asyura. Ketika Rasulullah SAW menanyakan masalah ini, mereka menjawab, ‘Ini adalah hari di mana Allah menenggelamkan Fir‘aun’ dan menyelamatkan Nabi Musa AS. Kami berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah,’” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz III, halaman 413-315).

Sebagian ulama, Syekh Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani, mencoba menjelaskan lebih jernih masalah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum bicara lebih jauh soal vonis terhadap maulid dalam timbangan syariat Islam, Sayyid Muhammad Alwi menjelaskan hal paling mendasar perihal ini. hal ini dimaksudkan agar diskusi tidak melebar ke luar masalah yang dibicarakan.

Menurut Sayyid Muhammad Alwi, pokok masalah dalam diskusi soal peringatan maulid ini sebenarnya sederhana. Pertama, yang harus dijawab terlebih dahulu adalah status apa yang kita kenakan untuk peringatan maulid. Apakah peringatan maulid itu ibadah atau adat/tradisi? Ini pertanyaan fundamental yang perlu dijawab terlebih dahulu. Dari pertanyaan ini, kita–menurutnya–dapat membahas masalah dengan klir.

Sayyid Muhammad Alwi mengatakan bahwa peringatan maulid itu bersumber dari tradisi yang dilakukan umat Islam turun temurun. Oleh karena hanya tradisi, maka peringatan maulid tidak bisa divonis sebagai bid‘ah. Pasalnya, dalam kajian Islam sesuatu yang bisa divonis sebagai sebuah bid‘ah atau sunah adalah amal ibadah, bukan amal tradisi atau adat sebagaimana keterangan Sayyid Muhammad Alwi berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? – ? ? ? ? – ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Artinya, “Kami sudah sering menulis perihal mauled nabi. Kami telah membicarakan ini berkali-kali di radio dan forum terbuka dengan penjelasan yang kami pahami atas maulid nabi. Kami mengatakan, sebagaimana yang sudah-sudah– bahwa forum yang diadakan untuk memperingati kelahiran nabi tidak lain adalah masalah adat atau tradisi saja dan bukan ibadah sama sekali. Ini akidah yang kami yakini dan agama Allah yang kami peluk. Silakan siapa saja boleh membayangkan pertemuan ini karena kecenderungan manusia  itu tidak lain mau benar sendiri dan apa yang dibayangkan olehnya. Di setiap peringatan, pertemuan, dan kesempatan, kami mengatakan bahwa pertemuan untuk peringatan maulid dengan rangkaian acara seperti ini adalah masalah adat atau tradisi, bukan ibadah. Apakah harus ada lagi pengingkaran atau penolakan atas masalah ini? tetapi musibah terbesar adalah gagal paham. Oleh karena itu Imam As-Syafi’i berkata, ‘Kalau menghadapi debat dengan orang alim cendekia, aku selalu menang. Tetapi kalau debat menghadapi orang bodoh, aku kalah,’” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 339-340).

Sayyid Muhammad Alwi mengatakan bahwa dalam membahas maulid perbedaan antara ibadah dan adat/tradisi ini harus diperjelas dulu di awal. Kalau tidak, maka diskusi akan melebar ke luar substansi persoalan. Siapa bicara apa saja dan siapa saja dapat berbicara apa. Padahal perbedaan antara ibadah dan adat/tradisi adalah masalah sepele yang santri junior sekalipun dapat memahaminya dengan mudah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Santri paling junior sekalipun dapat membedakan kedudukan atau hakikat tradisi dan ibadah. Kalau ada orang mengatakan, ‘Peringatan maulid itu adalah ibadah yang disyariatkan cara pelaksanaannya.’ Kami akan bertanya, ‘Mana dalilnya?’ kalau orang itu mengatakan bahwa peringatan maulid adalah hanya tradisi, maka kami mengatakan, ‘Silakan, lakukan sesukamu.’ Bahaya dan bala yang kita khawatirkan adalah ‘pakaian’ ibadah yang dikenakan untuk perbuatan bid‘ah yang tidak disyariatkan, tetapi hasil ijtihad manusia. Ini justru tidak diridhai Allah, yang kita perangi dan waspadai,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 340).

Dari keterangan ini Sayyid Muhammad Alwi sekapat bahwa segala bentuk bidah harus dihapus karena tidak sesuai dengan syariat. Tetapi apakah peringatan maulid adalah bid’ah, di sini Sayyid Muhammad Alwi tidak sepakat. Baginya, peringatan maulid hanya adat/tradisi belaka sehingga berada di luar vonis sunah atau bid‘ah.

Meskipun hanya tradisi, Sayyid Muhammad Alwi menganjurkan umat Islam untuk terus mengadakan peringatan maulid karena acara itu mengandung kalimat-kalimat thayyibah, sifat-sifat terpuji Rasulaullah SAW, nasihat-nasihat, keberkahan, dan faidah lainnya.

Hemat kami, uraian Sayyid Muhammad Alwi cukup klir. Untuk mengurai persoalan yang tidak kunjung selesai didiskusikan umat Islam, ia memetakan terlebih dahulu peringatan maulid ke dalam sunah atau adat. Dari situ, kajian bergerak fokus pada persoalan. Dengan pemetaan masalah di awal, ia mengantisipasi diskusi bertele-tele dan diskusi di luar substansi masalah yang justru membuat rumit persoalan.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Santri, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 22 Juni 2017

Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Teror bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta timur, Rabu malam (24/5) lalu menyebabkan tiga anggota polisi meninggal dunia dan 6 polisi luka-luka. Selain itu juga terdapat 5 warga sipil menjadi korban luka, salah satunya Susi Afitriyani yang merupakan aktivis Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Brebes.

Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS

Korban yang akrab disapa Pipit adalah warga Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Pipit merupakan mahasiswi yang tengah menimba ilmu di Universitas Azzahra Jakarta. Hingga kini ia masih menjalani perawatan intensif di RS Budhi Asih Kramatjati, Kota Jakarta Timur.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Puti Hasni beserta rombongannya membesuk Susi Afitriyani di rumah sakit itu, Sabtu (27/5). Puti didampingi Bendahara Umum Ainun Nikmah melihat secara langsung kondisi korban.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Korban merupakan kader IPPNU asal Brebes yang pernah menjabat sebagai ketua komisariat MTs, ketua ranting , dan sempat menjadi pengurus Pimpinan Cabang IPPNU Brebes," jelas Ainun saat ditemui usai menjenguk korban.

Menurut Ain, sapaan akrab Bendahara Umum PP IPPNU itu, Pipit mengalami patah tulang di lengan bagian kiri karena hempasan ledakan. Korban mendapat jahitan di punggung karena luka serpihan dan luka-luka di kaki. "Korban terkena ledakan pertama.? Lalu berlari ke polisi untuk minta pertolongan sebelum adanya ledakan kedua," tutur Ain

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu Puti juga menyampaikan bela sungkawa dan memberikan semangat untuk Pipit dan keluarganya.

"Saya mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu beberapa hari yang lalu. Apa pun motifnya, teror tidak sesuai dengan ajaran agama mana pun," kata Puti usai menjenguk Pipit.

“IPPNU mendesak polisi dan aparat hukum mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban," ujarnya

Puti juga mengajak semua elemen masyarakat turut waspada sedini mungkin terhadap potensi terorisme di lingkungan masing-masing. Ia juga meminta pemerintah semakin aktif menggencarkan pendekatan lembut dalam menangkal radikalisme dan ekstremisme dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.

Mengenai hal tersebut, Puti menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader IPPNU di mana pun berada agar selalu mendakwahkan Islam Rahmatan lil aalamiin, mengajak semua masyarakat untuk selalu merawat kebinekaan, dan menghormati setiap perbedaan, serta berkampanye perdamaian tanpa lelah. (Anty Husnawati/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Santri, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock