Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa

Ini adalah halaman sampul dan halaman terakhir dari kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” karangan seorang ulama Nusantara asal Rawa (Rao, Minangkabau) yang hidup dan berkarir di Makkah pada akhir abad ke-18 M dan awal abad ke-19 M, yaitu Syekh Muhammad Shâlih Râwah (dikenal dengan Syekh Saleh Rawa atau Syekh Saleh Rao, w. 1272 H/ 1856 M).

Kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” berisi ringkasan kajian akan tiga ilmu paling prinsip dan pokok dalam ajaran agama Islam, yaitu ilmu tauhid (teologi), ilmu fikih (yurisprudensi), dan ilmu tasawuf (esoterisme Islam). Kitab ini ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Arab (Jawi).

Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa

Pada halaman depan kitab ini, nama pengarang tidak dicantumkan. Di sana hanya tertulis judul kitab dan sub-judulnya saja, sekaligus keterangan jika nama pengarang tidak mau disebutkan karena “tidak ingin riya dan menjaga diri”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keterangan jika kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” adalah karya Syikh Saleh Rawa didapati pada halaman terakhir kitab ini, tepatnya pada kolom editor (pentashih) pada versi cetakan Maktabah Musthafâ al-Bâbî al-Halabî, Kairo, pada tahun 1374 Hijri/ 1955 Masehi (setebal 38 halaman). Tertulis di sana;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

(Telah selesai seraya memuji Allah Ta’ala, proses pencetakan kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” karangan al-‘Allâmah al-Fâdhil Syekh Shâlih al-Jâwî, dalam menerangkan masalah-masalah tauhid dan hal-hal yang diharuskan bagi manusia mengetahuinya daripada perkara syari’at yang dapat memperbaiki hati dan menghilangkan kerusakan. Karya ini ditulis dalam bahasa Jawi [Melayu] dalam rangka menyebarkan ajaran agama Islam di seluruh wilayah negeri Jawi itu).

Dalam kata pengantarnya, Syekh Saleh Rawa mengatakan jika kitab ini merupakan sebuah risalah kecil yang ringkas, yang menghimpun kajian atas perkara-perkara yang harus diketahui oleh setiap Muslim yang mukallaf, dari ilmu tauhid dan fikih. Beliau menulis;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

(Ammâ ba’du. Maka ini adalah sebuah catatan yang lembut, yang menerangkan hal-hal yang harus diketahui oleh setiap Muslim yang mukallaf, daripada masalah-masalah akidah keimanan dan masalah-masalah hukum ibadah. Aku namakan karya ini dengan “Bidâyatul Mubtadî wa ’Umdatul Awlâdi”).

Dalam kolofon, dikatakan bahwa kitab ini diselesaikan oleh pengarangnya pada waktu pagi hari Ahmad, di awal bulan Jumadil Akhir tahun 1254 Hijri (bersamaan dengan bulan Agustus 1938 Masehi). Tertulis di sana;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Dan telah selesai penulisan karya ini pada hari Ahad yang diberkati, di waktu pagi, pada awal bulan Jumadil Akhir tahun 1254 Hijri).

Pengarang kitab ini, yaitu Syekh Saleh Rawa, tidak banyak diketahui oleh para pengkaji sejarah keislaman di Nusantara dan literaturnya. Padahal, beliau adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah dan jaringan intelektual ulama Nusantara—Timur Tengah di awal abad ke-19 M, meneruskan tongkat estafet generasi sebelumnya, yaitu generasi Syekh Abdul Shamad Palembang, Syekh Arsyad Banjar, Syekh Dauwd Pattani, dan Syekh Abdul Rahman Betawi.

Syekh Saleh Rawa satu generasi dengan Syekh Muhammad Azhari ibn Abdullah Palembang, Syekh Muhammad Ali ibn Abdul Rasyid Sumbawa, Syekh Isma’il al-Khalidi Minang, Syekh Abdul Ghani Bima, Syekh Ahmad Khatib Sambas, Syekh Idris Buton, Syekh Abdul Manan Dipamanggala (Tremas), Syekh Hasan Besari (Ponorogo), Syekh Abdul Hamid (Pangeran Diponegoro), dan lain-lain.

Biografi Syekh Saleh Rawa terlacak dalam beberapa kitab hagiografi (“tarâjim” dan “thabaqât”) ulama Makkah yang hidup di abad ke-13 Hijri (19 Masehi), seperti kitab “al-Mukhtashar min Nasyr al-Nûr wa al-Zuhr” karya Syekh Abdullâh Mirdâd (hal. 214), “A’lâmul Makkiyyîn” karya al-Mu’allimî (j. I/ hal. 450), “Fadh al-Malik al-Wahhâb al-Muta’âlî” karya ‘Abd al-Sattâr al-Dihlawî (hal. 706), dan “al-Mukhtashar al-Hâwî fî Tarâjim ‘Ulamâ Bilâd Jâwî” karya alfaqir (hal. 47).

Nama lengkap Syekh Saleh Rawa adalah Muhammad Shâlih Râwah ibn Muhammad Murîd al-Khalwatî al-Sammânî al-Râwî al-Jâwî. Beliau dilahirkan di Kampung Roa (Rawa, Sumatera Barat/ Minangkabau), namun tidak terlacak tarikh kelahirannya.

Beliau lalu pergi ke Makkah dan mermujawarah di sana. Di Kota Suci itu, beliau belajar kepada Syekh Daud Pattani, Syekh Abdul Shamad Palembang, dan Syekh Arsyad Banjar. Beliau juga belajar kepada Syekh Ahmad al-Marzûqî al-Dharir al-Makkî dan Syekh ‘Utsmân al-Dimyâthî al-Makkî. Setelah menempa masa pembelajaran yang cukup lama, beliau kemudian mendapatkan ijazah (lisensi) untuk mengajar di Masjidil Haram.

Syekh Saleh Rawa menulis beberapa karya, di antaranya; (1) “Bidâyatul Mubtadî” yang kita bicarakan ini, dan (2) “Fattul Mubîn” yang diselesaikan pada Zulhijjah tahun 1272 Hijri (Agustus 1856 Masehi). Beliau wafat di Makkah pada tahun 1272 H (1856 M) dan dikuburkan di Pemakaman Ma’la, Makkah. (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal RMI NU, Ulama, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Menganiaya Anjing?

Sebagian umat Islam mungkin beranggapan bahwa anjing adalah hewan yang paling menjijikan setelah babi. Saking jijiknya, tak jarang ditemukan di beberapa perkampungan, anjing dijadikan objek kekesalan dan kemarahan. Setiap ada anjing yang lewat, entah apa salahnya, tubuhnya selalu dihujani dengan batu-batu. Anjing malang itu pun lari sambil terkaing-kaing.

Sikap antianjing ini sekilas memang memiliki dukungan dari hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:

Menganiaya Anjing? (Sumber Gambar : Nu Online)
Menganiaya Anjing? (Sumber Gambar : Nu Online)

Menganiaya Anjing?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh anjing kecuali anjing pemburu, anjing penjaga gembala dan penjaga ternak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan hadits ini dipahami bahwa diperbolehkan membunuh anjing yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan manusia. Bila dia bisa digunakan sebagai penjaga gembala, rumah, dan ternak, kita tidak diperbolehkan membunuhnya.

Akan tetapi, sebenarnya para ulama berbeda pendapat mengenai makna dan maksud hadits di atas. Ada yang memahami larangan Nabi dalam hadits tersebut dikhususkan untuk anjing yang membahayakan saja, karena konteks kemunculan hadis ini di saat banyaknya anjing yang mengganggu dan membahayakan manusia.

Ada pula yang berpendapat bahwa hadits membunuh anjing sudah di-nasakh (dihapus) oleh hadits lain yang menunjukkan larangan membunuhnya. Maka dari itu, Imam al-Harmain (Abu Ma’ali al-Juwaini) menuturkan dalam karyanya Nihayatul Mathlab fi Dirayatil Madzhab,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

Anjing yang tidak bisa dimanfaatkan dan tidak pula membahayakan, tidak boleh dibunuh. Kami telah menjelaskan permasalahan ini dalam pembahasan “Perburuan Pada Waktu Manasik” ketika menyinggung hewan-hewan fasik (berbahaya). Memang ada riwayat sahih yang menyatakan Nabi SAW memerintah membunuh anjing dan kemudian pada satu riwayat dikatakan Nabi SAW melarangnya. Penjelasan rinci masalah ini sudah kami jelaskan. Sesungguhnya perintah Nabi untuk membunuh anjing hitam itu sudah di-nasakh (dihapus).

Pada hakikatnya, manusia tidak hanya dituntut menghormati sesama manusia. Binatang dan tumbuhan pun perlu dijaga, dirawat, dan dilindungi kehidupannya. Demikian pula dengan anjing walaupun ia termasuk hewan yang diharamkan secara syariat. Tetapi bukan berarti ia boleh disakiti ataupun dibunuh dengan seenaknya.

Ia boleh dibunuh bila membahayakan dan merusak kenyaman manusia, misalnya anjing gila. Sedangkan anjing yang tidak berbahaya sekalipun tidak ada gunanya, tidak dibolehkan bagi kita untuk menyakiti dan membunuhnya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Cerita, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Penguatan Identitas, NU Kota Malang Gelar Bedah Buku Pahlawan Santri

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Semarak konferensi Pengurus Cabang NU Kota Malang ditandai dengan beberapa agenda prakonferensi. Salah satu agenda yang diselenggarakan oleh panitia dari unsur Lakpesdam adalah membedah buku Pahlawan Santri, Tulang Punggung Pergerakan Nasional karya Munawir Aziz, salah satu pengurus LTN PBNU di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (5/6) pagi.

Tampak hadir berbagai kalangan baik dari internal NU, peneliti, akademisi, kalangan santri, dan mahasiswa. Seminar ini menghadirkan penulis buku dan Kepala Perpustakaan UM Prof. Dr. Djoko Saryono sebagai pembanding.

Penguatan Identitas, NU Kota Malang Gelar Bedah Buku Pahlawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Identitas, NU Kota Malang Gelar Bedah Buku Pahlawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Identitas, NU Kota Malang Gelar Bedah Buku Pahlawan Santri

Ketua PCNU Kota Malang Gus H Mujab Masyhudi mengatakan, acara semacam ini penting untuk mengambil hikmah dan mutiara terpendam dari para ulama Nusantara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Membacanya akan mendapatkan mutiara-mutiara yang akan bermanfaat bagi para santri dan kalangan Nahdliyin. Agar kita memahami sanad-sanad keilmuan kita melalui wasilah para ulama terdahulu," kata alumni Pondok Lirboyo ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara pihak UM yang diwakili oleh Kabiro BAKPIK UM H Amin Sidiq menyampaikan terima kasih karena UM dipercaya sebagai tempat acara rangkaian prakonferensi PCNU Kota Malang terlebih khusus bedah buku.

"UM selalu giat menyambut segala aktivitas yang bernuansa intelektual seperti bedah buku. Karenanya pihak UM sangat berterima kasih atas diselenggaranya kegiatan bedah buku yang di tulis oleh Munawir Aziz. Mudah-mudahan dapat menginspirasi kalangan muda dalam membangun dan mempertahankan negeri," imbuhnya.

Menurut Munawir, buku ini merupakan puzzle dari sebuah perjalanan panjang negeri ini. Mereka, para peneliti dari luar, cenderung menggunakan perspektif outsider dalam menarasikan sejarah. Sehingga banyak narasi dan fakta yang terlewatkan. Buku ini mencoba mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakan perspektif insider.

Setidaknya ada tiga komponen yang dibidik dalam buku ini, bagaimana santri dimaknai dalam konteks sejarah kebangsaan; simpul-simpul jejaring nama dan aksi dalam sejarah pergerakan nasional yang dilakukan oleh para kiai dan santri, dan sebagai umpan silang untuk para pemerhati khususnya santri agar memunculkan kiai-kiai yang layak sebagai pahlawan nasional, sebagai bentuk penegasan identitas kesantrian bahwa ia memiliki saham dalam perjuangan membangun santri.

Prof Dr Djoko Saryono mengatakan, terbitnya sebuah karya perlu disambut meriah. Kemudian merenungkannya dan perlu dilanjutkan dengan pengkajian-pengkajian berikutnya.

“Para pemikir Indonesia yang di dalamnya termasuk para kiai dan santri dalam sejarah adalah mereka yang memiliki lintas keilmuan yang sangat luar biasa," kata Djoko. (Irhamatul Jariyati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo

Nganjuk, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Pengurus Cabang Nadlatul Ulama Kabupaten Nganjuk menginstruksikan kepada lembaga dan banom NU untuk mendirikan posko NU Peduli Bencana dimulai sejak Selasa (11/4). Posko dikoordinatori LAZISNU Nganjuk, LPBHI NU serta Banser.?

Posko NU Peduli Bencana didirikan guna menyalurkan bantuan dari warga NU untuk keluarga korban bencana. Sebagaimana diketahui, hujan mengguyur Dusun SumberBendo, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Hujan menyebabkan bencana longsor yang menewaskan lima korban, yaitu Paidi (55), ? Kodri (15), Doni (23), Dwi (17) dan Bayu (14). Longsor tersebut juga merusak area persawahan dan perkebunan masyarakat setempat.?

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo

Pada Rabu (19/4), posko NU berakhir karena penanganan bencana beralih status menjadi pemulihan. Hal itu ditandai dengan istighatsah dan penyaluran bantuan kepada korban yang di gelar di Masjid Dusun Sumberbendo. Kegiatan dipandu Sekretaris PC.LAZISNU Nganjuk Moch.Masyhuri, sementara pembacaan istighatsah dipimpin Rais Syuriah PC NU Nganjuk KH Ali Musthofa Said.?

Sekretaris PCNU Nganjuk KH Moh. Hasyim Afandi atas nama NU menyampaikan turut bela sungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Ngetos dan khususnya keluarga korban bancana longsor. Serta mengapresiasi seluruh lembaga dan banom NU Nganjuk yang telah bekerja keras membantu proses penanganan bencana.?

Ia berharap sinergi lembaga dan banom NU akan terus terjadi di dalam berbagai kegaiatan NUguna menghadirkan NU sebagai solusi terhadap berbagai kondisi serta permasalahan masyarakat, dan Nadhliyin khususnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada keluarga korban yang dipandu Direktur LAZISNU Nganjuk Subhan Shofwan Hadi bersama pengurus PC Maarif NU Nganjuk Aziz Kabul Budiono. Bantuan yang diberikan berupa uang dan logistik.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Secara rinci, Subhan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyalurkan bantuan dan bekerja keras di Posko NU Peduli Bencana yaitu Fatayat NU, Muslimat NU, LP Maarif NU, Ansor, Pagar Nusa, Banser, SMK Al Busthomi Mojosari, Pesantren Miftahul Ula Nglawak, Yayasan Al Hidayah Cengkok, Yayasan Darul Falah Pandanarum, MI Al Huda Bakalan, alumni SMPN 4 Nganjuk, FKDT Nganjuk, Gus Mujib Sekarputih.

Sesepuh Dusun Sumberbendo, Kiai Rohmad, mewakili keluarga korban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan doa PCNU Nganjuk. Hal senada disampaikan Koordinator Dapur Umum Poskomando BPBD Nganjuk Masruhin.

Meski Posko NU Peduli Bencana Nganjuk telah berakhir, tapi Banser Ngetos pimpinan Abuddan Ganjar Nugroho akan membantu masa transisi pemulihan pasca bencana.? (Lj/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama, yang diagendakan digelar September mendatang.

"Tadi saya sampaikan, yang dulu-dulu Munas Konbes NU yang hadir adalah Wakil Presiden. Tapi tadi saya juga menyampaikan kali ini jika berkenan Presiden yang hadir, dan Alhamdulillah beliau bersedia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan SBY di Istana Negara, Selasa kemarin (29/5).

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menemui SBY di Istana Negara dengan didampingi oleh Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud dan Ketua Panitia Munas dan Konbes Alim Ulama H. Dedi Wahidi. Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, dan Seskab Dipo Alam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Kiai Said menjelaskan, tema Munas kali ini yaitu Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Di kesempatan yang sama PBNU juga menyampaikan akan digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) NU di Pontianak pada tanggal 3 Juli mendatang yang rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI ? Boediono.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Sholawat, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk

Oleh Nine Adien Maulana



Masa Lalu



Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk

Dulu di Pacarpeluk Megaluh Jombang belum ada lembaga amil zakat, infak dan sedekah yang resmi. Jika ada warga yang telah mengetahui dan sadar akan kewajibannya mengeluarkan zakat maal, maka ia menyalurkannya secara mandiri. Warga menghitung sendiri berapa kadar hartanya harus dikeluarkan zakatnya. Setelah itu, ia menyalurkannya secara mandiri. Ia membagikannya kepada pihak yang berhak, khususnya fakir miskin di sekitarnya. Ada yang melakukannya dengan cara mengirimkannya secara langsung kepada pihak yang berhak. Ada pula yang mengundang pihak yang berhak itu untuk mengambil dan menerima bagian zakat.

Tidak banyak warga yang mengeluarkan zakat maal. Maklum masih banyak warga yang belum mengetahui dan sadar akan kewajibannya itu. Oleh karena itu, mengeluarkan zakat maal menjadi sangat elitis dan memiliki nilai prestise.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lain halnya dengan zakat fitri. Karena hampir semua warga yang beragama Islam di desa ini mengeluarkan zakat fitri, maka kegiatan ini menjadi sangat populis dan masif. Kegiatan ini menambah kuatnya syiar Islam pada bulan Ramadhan.

Demi pertimbangan kemudahan dan kemaslahatan dalam pengelolaannya, maka masyarakat membentuk kepanitiaan di tiap dusun yang dipusatkan pada masjid atau mushalla tertentu. Perangkat desa menjadi fasilitator bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mengorganisir kepanitian zakat fitri.

Panitia pengelolaan zakat fitri ini mengumpulkan beras zakat fitri dengan dua model. Model pertama, panitia berkeliling dari rumah ke rumah warga untuk memungut zakat fitrinya. Model kedua, panitia tidak berkeliling namun stand by di tempat pengumpulan zakat fitri. Warga yang berzakat datang menyetorkan zakat fitrinya.

Setelah beras zakat fitri itu terkumpul baik dengan model pertama maupun model kedua, maka panitia itu kemudian mengemasinya dengan ukuran tertentu. Biasanya ukurannya disamakan dengan kadar satu bagian zakat fitri. Setelah itu panitia itu mendata orang-orang yang bisa dikategorikan ke dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat. Karena sekarang hampir mustahil bisa menemukan delapan golongan itu di suatu daerah, maka biasa golongan yang bisa ditemukan hanya fakir, miskin, amil, gharim, sabilillah. Tiga golongan lainnya yakni, muallaf, untuk membebaskan budak dan ibnu sabil sangat jarang bisa dijumpai.

Meskipun tidak sepenuhnya sesuai dengan definisi rigid dalam kitab-kitab fiqih klasik, golongan fakir dan miskin paling banyak mendapat jatah porsinya. Golongan gharim dianggap kondisional. Jika ada, maka biasanya dimasukkan dalam golongan fakir dan miskin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dua golongan sisanya, yakni amil dan sabilillah biasanya diijtihadi dengan hasil yang sering memicu tanda tanya atau protes terhadapnya. Golongan amil diijtihadi sebagai panitia pengelola zakat fitri, sehingga mereka akhirnya mendapat bagian zakat fitri itu dengan mengatasnamakan diri sebagai amil. Sabilillah diijtihadi sebagai para imam dan marbot masjid dan mushalla, para guru TPQ, pengelola panti asuhan, masjid dan pondok pesantren. Pihak-pihak ini pula yang akhirnya diberi jatah beras zakat fitri itu sebagai golongan sabilillah.

Ijtihad pemaknaan golongan amil dan sabilillah ini yang sering menjadi rasan-rasan? atau gunjingan warga. Mereka mendapat ? bagian yang lebih banyak daripada yang dibagikan kepada tiap warga yang masuk golongan fakir dan miskin. Rasan-rasan itu semakin kuat jika ternyata mereka yang diijtihadi sebagai golongan amil dan sabilillah itu ternyata orang-orang yang status ekonominya jauh lebih baik daripada golongan fakir dan miskin.





Rasan-rasan ini hanya sebatas wacana yang tidak dicarikan jalan keluarnya. Tidak ada yang berani membenahinya. Banyak orang merasakan adanya ketidakpatutan, namun tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiknya.

Masa Kini

Kondisi itu kita telah menjadi masa lalu. Sejak beroperasinya Unit Pengumpul Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) yang digerakkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk, pengelolaan zakat, khususnya fitri di desa ini mulai dibenahi. Lembaga ini merupakan kepanjangan tangan Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (NU Care-LAZISNU) Jombang yang dikelola oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang.

UPZISNU Pacarpeluk telah beroperasi dengan menerima dan mengelola zakat, infaq dan sedekah serta fidyah warga. Warga telah mulai sadar akan kewajibannya, sehingga secara mandiri datang ke UPZISNU Pacarpeluk untuk menyetorkan zakat mereka. Selain itu Gerakan Pacarpeluk Bersedekah yang dimotori oleh UPZISNU ini juga telah menjadi sarana bagi warga untuk membiasakan diri bersedekah dengan mengisi kaleng-kaleng sedekah yang telah diterimanya. Kurang lebih telah ada sekitar 400 warga yang bersedia dengan suka rela menjadi donator. Mereka telah berkomitmen tiap hari menyisihkan uang koin Rp500.00 untuk dimasukkan dalam kaleng sedekah itu. ?

Dana sedekah yang terkumpul itu akan dikelola oleh UPZISNU sebagai upaya menghadirkan kesejahteraan bagi warga yang lemah secara ekonomi (dhu’afa) dan menghidupkan syiar Islam di desa Pacarpeluk. UPZISNU ini tidak berlebihan jika dikatakan sebagai sarana saling menghidupi jama’ah dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama khususnya di Pacarpeluk.

UPZISNU Pacarpeluk sebagai kepanjangan tangan lembaga amil zakat yang sah dikelola oleh Nahdlatul Ulama praktis telah memiliki dana operasional yang diambilkan dari perolehan zakat, infak dan sedekah yang dikelolanya. Dengan maksud untuk membenahi pengelolaan zakat fitri yang diselenggarakan oleh panita-panita zakat di tiap dusun, UPZISNU Pacarpeluk bermusyawarah dengan panitia-panitia untuk pembaharuan pengelolaannya secara lebih tepat baik secara organisasi maupun syar’i.

Langkah pertama yang dilakukan oleh UPZISNU Pacarpeluk adalah menyamakan persepsi bahwa sebenarnya panitia-panitia zakat yang bersifat sementara (adhoc) itu tidak bisa serta-merta disamakan dengan amil zakat yang berhak mengambil dan menerima bagian beras zakat fitri itu. Setelah hal ini diterima, maka langkah berikutnya adalah penawaran solusi atas kebutuhan biaya operasional untuk pengelolaan zakat fitri itu. ? ?

Solusi pertama yang ditawarkan oleh UPZISNU Pacarpeluk kepada para panitia zakat fitri adalah dengan memungut tambahan biaya operasional kepada para muzakki sebesar Rp1.000,00 atau Rp2.000,00 untuk tiap jiwa yang berzakat. Biaya itu bisa digunakan untuk untuk segala kebutuhan operasional pengelolaan zakat fitri, sehingga panitia tidak mengurangi beras zakat fitri dengan alasan digunakan untuk biaya operasional. ?

Panitia zakat itu juga tidak lagi diperkenankan mengambil bagian jatah amil untuk diri mereka. Panitia zakat tetap mengalokasikan jatah amil dan disalurkan kepada lembaga amil zakat UPZISNU Pacarpeluk. Perolehan jatah bagian zakat fitri itu dimasukkan dalam kas untuk dikelola dalam berbagai program yang dimiliki oleh lembaga amil zakat itu.

Dengan berbagai argumentasi, para panitia zakat fitri itu tidak bisa menerima tawaran solusi pertama itu. UPZISNU Pacarpeluk kemudian menawarkan solusi kedua, yaitu panitia zakat fitri tidak perlu memungut tambahan biaya operasional kepada para muzakki. Karena UPZISNU Pacarpeluk telah memiliki kas, maka seluruh biaya operasional pengelolaan zakat fitri itu ditanggung oleh lembaga amil ini. Panitia zakat fitri tinggal menjalankan segala hal yang terkait dengan pengelolaan zakat fitri itu, tanpa harus mengurangi beras zakat fitri untuk biaya operasional dan mengambil bagian jatah beras atas nama amil. Bagian jatah beras atas nama amil itu tetap dialokasikan dan diberikan kepada lembaga amil UPZISNU Pacarpeluk.

Secara mufakat semua panitia menyetujui tawaran solusi kedua ini. Panitia tinggal mengelola dana dan perlengkapan yang telah disediakan oleh UPZISNU Pacarpeluk. Dengan demikian eksistensi UPZISNU Pacarpeluk benar-benar nyata berperan dalam pengelolaan zakat fitri, meskipun dalam tataran praktis lokal ditangani oleh para panitia zakat fitri itu.

Sebagai sebuah upaya ijtihad dalam pengelolaan zakat, pengurus UPZISNU Pacarpeluk tetap sadar jika pilihan ijtihad ini pasti ada celah untuk dikritik dan dibenahi. Oleh karena itu pengurus UPZISNU Pacarpeluk membuka diri untuk menerima segala saran demi kemaslahatan dan kesempurnaan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah agar potensi ekonomi umat Islam ini dapat benar-benar dikelola secara kreatif, profesional dan amanah tanpa menyimpang prinsip-prinsip syariat demi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan umat Islam.?

Penulis adalah ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pacarpeluk

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Hadits, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Sang Guru Silat

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa menghimbau para Pimpinan Wilayah, Cabang dan perguruan Pagar Nusa melaksanakan shalat ghaib dan tahlil untuk sang guru, penasihat, bahkan salah seorang pendiri Pagar Nusa KH Suharbillah, yang tutup usia, Senin (25/8) malam di Sedayu, Gresik, Jawa Timur.

Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Sang Guru Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Sang Guru Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Sang Guru Silat

“Kami selaku Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya dan menghimbau kepada Pimpinan Wilayah, Cabang dan perguruan Pagar Nusa melaksanakan shalat ghaib dan tahlil untuk beliau, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya,” demikian Ketua Umum PP Pagar Nusa dalam Gus Aizuddin Abdurrahman dan Sekretaris Umum MH Nabil Haroen dalam pesan singkatnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

KH Suharbillah tercatat sebagai salah seorang pendiri Pagar Nusa, bahkan ia adalah sang inisiator. Tahun 1985, ia menemui KH Mustofa Bisri dari Rembang dan menceritakan keinginan para pendekar untuk membentuk organisasi. Keduanya lalu bertemu dengan KH Agus Maksum Jauhari Lirboyo alias Gus Maksum yang memang sudah masyhur di bidang beladiri.

Pada tanggal 12 Muharrom 1406 M bertepatan tanggal 27 September 1985 berkumpulah para kiai dan pendekar di pondok pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, untuk membentuk suatu wadah di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang khusus mengurus pencak silat. Musyawarah tersebut dihadiri tokoh-tokoh pencak silat dari daerah Jombang, Ponorogo, Pasuruan, Nganjuk, Kediri, serta Cirebon, bahkan dari pulau Kalimantan pun datang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Musyawarah berikutnya diadakan pada tanggal 3 Januari 1986, di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, tempat berdiam Gus Maksum. Dalam musyawarah tersebut disepakati pembentukan organisasi pencak silat NU bernama Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama “Pagar Nusa” yang merupakan kepanjangan dari “Pagarnya NU dan Bangsa. Pengukuhan dilakukan oleh Rais Aam KH Achmad Siddiq dan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid. (A. Khoirul Anam)

Gambar: KH Suharbillah menunjukkan satu gerakan silat Pagar Nusa dalam satu acara halaqah silat di PBNU. (Foto Tachsin Sanjaya)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Lomba, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi kembali melepas tim medis untuk pengungsi Rohingya pada Senin (11/12) malam di gedung PBNU, Jakarta Pusat. Tim medis yang terbentuk atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini merupakan keberangkatan gelombang ketiga. 

Setelah pelepasan, tim medis dari NU akan langsung bergabung dengan Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan rencananya berangkat bersama-sama ke Bangladesh pada Kamis (14/12) untuk membantu pengungsi Rohingya yang mulai terserang berbagai penyakit. 

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas yang didaulat melepas tim medis meminta agar masyarakat Indonesia bersyukur atas kedamaian yang diberikan Allah SWT.  

Robikin mengatakan, Indonesia yang terdiri atas beragam agama, etnis, bahasa, dan budaya masih bisa menjaga kedamaian karena Islam sebagai mayoritas di Indonesia menganut Islam yang toleran. 

"Islam yang melindungi minoritas. Islam yang menghargai perbedaan," jelasnya. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara kembalinya NU memberangkatkan tim medis, kata Robikin, sebagai bentuk keprihatinan dan komitmen kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya di Bangladesh. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia berharap, aksi yang dilakukan NU bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain untuk terciptanya perdamaian dunia. 

"Kami berharap bahwa nilainya bisa ditularkan, bisa disalurkan ke dunia, sehingga masyarakat dunia akan mencapai perdamaian abadi," jelasnya. 

Turut mendampingi pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris PBNU H Isfah Abidal Azis, Ketua LAZISNU Syamsul Huda, dan Wakil Sekretaris LPBI PBNU Ubaidillah Sadewa. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, 14-16 April 2015.

Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan bapak Walikota Batam Ahmad Dahlan dan alhasil beliau menyambut baik niat kami untuk melakukan Rakernas,” kata Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Maksum di Kantor PP Lakpesdam NU, Selasa (3/3) malam.

Dia menjelaskan, saat menerima kedatangan pengurus Lakpesdam, orang nomor satu di kota terbesar di Kepulauan Riau itu tampak sangat gembira karena kota tercintanya dipercaya menjadi tuan rumah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Beliau mengapresiasi niat kami dengan baik, selain itu beliau juga ingin memperkenalkan beberapa wisata di Batam dengan harapan Kepulauan Riau bisa lebih dikenal oleh masyarakat NU secara khusus,” ungkap Yahya.

Secara terpisah, ketua panitia penyelenggara, Eko Agus Priyono mengatakan, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan beberapa kebutuhan kepanitiaan, baik dari segi tempat, akomodasi, ataupun lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia menambahkan,? dalam Rakernas nanti panitia akan menyambut peserta Rakernas dengan mempertunjukkan tarian Nusantara sekaligus mengajak peserta berkunjung ke beberapa tempat wisata kota seusai Rakernas.

“Kami memilih kepulauan ini karena suasananya yang kondusif, dan itu sangat kami harapkan untuk menelurkan ide-ide brilian nantinya guna memberikan kontribusi yang positif terhadap NU ke depan. (Agus Baha’udin Anwar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal IMNU, RMI NU, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

Sebagaimana di daerah lain, Islam masuk ke Gorontalo dengan cara damai. Juga dengan cara perkawinan, yaitu antara Sultan Amai (kadang ditulis Amay) dengan Putri Boki Antungo, anak perempuan Raja Palasa dari Mautong Sulawesi Tengah sekitar tahun 1500-an.

Menurut salah seorang tokoh adat di Gorontalo, H. Yamin Husain, Raja Amai, menyanggupi permintaan calon istrinya itu. Ia kemudian memeluk Islam, terus kembali ke kerajaannya. Ketika sampai memasuki waktu shalat dhuhur, ia langsung mendirikan shalat. Dan kemudian ia memerintahkan bawahannya untuk mmembangun masjid yang kelak dikenal dengan masjid Hunto.

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

"Kini masjid tersebut diganti menjadi masjid Sultan Amai,” katanya kepada Ekspedisi Islam Nusantara Rabu (25/5).

Kemudian Sultan Amai meletakkan dasar agama Islam di kerajaannya. Antara adat yang telah ada dengan syariat Islam yang baru masuk mengalami dinamika yang panjang. Awalnya, masyarakat muslim zaman Sultan Amai diletakkan falsafah dalam bahasa Gorontalo yang dalam bahasa Indonesia artinya syara bertumpu pada adat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Falsafah ini kemudian diubah pengganti Sultan Amay, Raja Matololula Kiki dalam bahasa Gorontalo yang artinya adat bertumpu pada syara. Lalu pada masa Raja Eyato, yang dipercayai sebagai ulama, merevisi falsafah sebelumnya dengan adat bertumpu pada syara dan syara bertumpu pada Al-Quran. ?

Yamin Hsain menambahkan, dari falsafah tersebut melahirlkan 5 prinsip yang dipegang muslim Gorontalo, yaitu agama dikedepanakan, negeri dimuliakan, diri diabdikan, harta disedekahkan, dan terakhir nyawa pun dipertaruhakan.

Di Gorontalo, Ekspedisi Islam Nusantara dimulai dengan ramah-temah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan pengurus lembaga, banom seperti GP Ansor, serta mahasiswa yang tergabung di PMII. Kemudian bersilaturahim dengan Wakil Gubernur. Lalu ke rumah adat, ke masjid-masjid bersejarah dan berziarah ke ulama-ulama penyebar Islam. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Sejarah, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat

Padang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Para ulama dinilai berperan penting dalam menggerakkan dan mendorong perekonomian umat berbasis nagari, karena berpeluang langsung dekat dengan masyarakat serta mempu membangun paradigma berpikir untuk meningkatkan ekonominya.

"Para ulama diharapkan mampu memberikan terobosan kepada masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomiannya," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (14/6) kemarin.

Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat

Hasyim hadir di Padang dalam rangka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) XII NU Sumbar tahun 2007 M/1428 H di Asrama Haji Parupuk Tabing Padang, diikuti sekitar 150 pengurus dari wilayah kabupaten/kota di daerah itu.

Menurut dia, menggerakkan perekonomian masyarakat berbasis nagari tersebut berpeluang besar membantu pengentasan kemiskinan, sehingga rakyat tidak perlu menjual akidahnya karena kelaparan.

Dia menyebutkan terkadang banyak ulama tidak menyadari kebutuhan umatnya, dengan hanya memberikan ceramah tanpa mengerti sebenarnya apa yang dibutuhkan umatnya. "Orang sedang lapar kemudian diceramahi, mana mungkin masuk," ujarnya.

Terkait kondisi itu, menurut dia, sebuah organisasi keagamaan, dalam hal ini perlu menindaklanjuti dengan membentuk usaha bersama guna mensejahterakan seluruh anggota.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jika hal tersebut dapat terwujud maka dalam mendukung pendanaan sebuah organisasi keagamaan seperti NU tidak perlu terlalu tergantung dari dukungan dana pemerintah maupun anggotanya, namun dapat diperoleh dari kegiatan perekonomian dilakukan sendiri.

Dia mencontohan Pengurus Wilayah Jambi dan DKI Jakarta yang telah memiliki usaha perkebunan dengan luasnya hampir ribuan hektar yang diusahakan secara swadaya.

Pada kedua wilayah tersebut mereka mengusahakan kebun karet dan sawit sehingga kini telah mampu membiayai diri sendiri. "Jika telah ada usaha tersebut tidak perlu lagi tergantung dukungan dana dari berbagai pihak dan bisa mandiri serta dapat melakukan berbagai kegiatan," ujarnya.

Sekretaris Daerah Sumbar, Yohanes Dahlan, dalam kesempatan tersebut menyebutkan, kini para ulama NU dihadapkan pada tantangan besar untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama khususnya di Sumbar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kehidupan beragama, kata dia, kini telah mulai menurun dengan berkurangnya kuantitas dan kualitas ibadah, serta maraknya tindakan merusak moral seperti berjangkitnya sejumlah penyakit masyarakat.

Kondisi ini, katanya harus menjadi perhatian ulama dan menjadi agenda penting dalam musyawarah wilayah ini, ujarnya.

Dia para ulama NU juga diharapkan mampu menjadi kader guna menggerakkan perekonomian umat untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dan memerangi kemiskinan. (ant/sul)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya

Puasa terbagi dua macam: puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib ialah puasa yang diharuskan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya, puasa Ramadhan. Sementara puasa sunnah ialah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikerjakan dan tidak berdosa orang yang meninggalkannya. Dalam kitab fikih, ada banyak macam puasa sunnah, mulai yang mingguan, bulanan, dan tahunan.

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya

Dari sekian banyak puasa sunnah, puasa Sya’ban termasuk puasa yang paling banyak keutamaan dan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya. Bahkan Rasulullah SAW sendiri sangat senang melakukan puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa di bulan tersebut. Oleh sebab itu, Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayatul Zein mengatakan:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Puasa Sya’ban (disunnahkan) karena Rasulullah SAW menyukai puasa pada bulan itu. Siapa yang puasa Sya’ban, dia akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW di hari akhirat kelak.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penjelasan Syekh Nawawi ini diperkuat oleh banyak hadis dan kesaksian sahabat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menyukai puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa pada bulan tersebut. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Ibnu Khuzaimah menampilkan sebuah riwayat dari ‘Aisyah,? dia berkata:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bulan yang paling disukai Rasulullah SAW untuk berpuasa ialah Sya’ban, kemudian dilanjutkan dengan puasa Ramadhan”

? ? ?

Dalam riwayat al-Bukhari, ‘Aisyah? mengatakan:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku tidak melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat melihat beliau banyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban.

Selain dua riwayat di atas, ada banyak hadis shahih lain yang memperkuat kesunnahan puasa Sya’ban. Paling tidak dua hadis di atas sudah menggambarkan kecintaan Rasul pada bulan Sya’ban. Di antara hikmah puasa Sya’ban, menurut Syeikh Nawawi, orang yang memperbanyak puasa pada bulan tersebut akan mendapatkan syafaat Rasul di hari akhirat kelak, sebab sudah melakukan amalan ibadah yang disukai Rasulullah SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, RMI NU, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 21 November 2017

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah pengurus teras PP Muslimat NU, PP Fayatat NU dan PP IPPNU mengadakan pertemuan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta. Mereka membahas partisipasi konkret yang bisa dilakukan untuk mengawasi dan memantau pemilu awal bulan depan demi kelangsungan pemilu yang jujur dan demokratis.

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (20/3), mereka sepakat bahwa pemantauan pemilu ini perlu melibatkan banyak elemen masyarakat. Dengan demikian, publik terpanggil untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi baik di lapangan maupun KPUD setempat.

Manajer Proyek Pendidikan Pemilih PP Muslimat NU Susianah Afandi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Senin (24/3) mengatakan, “Di era pengembangan teknologi informasi seperti saat ini, partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan Pemilu dapat berjalan efektif dan efesien dengan hadirnya media sosial yang mudah diakses dan murah.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Perhatian perempuan NU untuk terlibat aktif dalam pemilu didasarkan pada itikad untuk mengembalikan pemilu sebagai milik rakyat. Rakyat yang berdaulat sudah seharusnya mengawasi pemilu secara langsung sehingga dihasilkan pemilu yang demokratis dan berkualitas.

Di akhir pertemuan, tiga badan otonom NU tersebut pada pekan ini berencana menandatangani nota kesepahaman dengan Bawaslu terkait dukungan terhadap Gerakan 1 Juta Relawan Pengawas Pemilu. Tampak hadir dalam pertemuan ini PP IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan LMND. (Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Amalan, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 17 November 2017

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah melalui babak penyisihan grup seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 yang bertanding selama dua hari sejak tanggal 24 - 25 Oktober, sebanyak 16 tim dipastikan lolos ke babak 16 besar LSN 2016.

Dari 16 tim tersebut pondok pesantren asal Jawa Timur paling mendominasi dengan meloloskan 4 tim, disusul Jawa Barat dan Sumatera dengan 3 tim dan Jawa Tengah dengan 2 tim.

Sisanya adalah wakil tuan rumah Yogyakarta, Banten, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat dengan masing-masing 1 tim. Dari hasil itu, sebanyak 4 tim juga berhasil meraih poin sempurna di fase grup.

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Ada dua stadion yang akan dipakai untuk penyelenggaraan babak 16 besar Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016. Dua tempat itu adalah Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Akademi Angkatan Udara (AAU). Delapan pertandingan diselenggarakan pada pagi dan sore hari.

Di babak 16 besar ini sudah memakai sistem gugur. Artinya tim yang menang lolos ke perempat final, sedangkan yang kalah tersingkir. Jika terjadi skor seri dalam waktu 2x35 menit, akan berlanjut dengan perpanjangan waktu 2x10 menit. Seandainya masih seri dilanjutkan dengan adu penalti.

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Pondok Pesantren)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis 27 Oktober 2016

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Salafiyah Al-Falah (Salafi United) Bandung vs PP Al-Balagh Cirebon

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Muhajirin Mojokerto vs PP Assalam Modung Bangkalan

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darul Huda Mayak vs PP Thoriqun Najah Aceh Selatan

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Nur Iman Mlangi Sleman vs PP Darul Ulum Tanggamus Lampung

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darussalam Blok Agung vs PP Assulami Lingsar Lombok Barat

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Asyariyah Tangerang vs PP Kauman Lasem Rembang

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Nurul Fauzi vs PP Al Falah Abu Lam Ue Aceh Besar

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Walisongo Sragen vs PP DDI Kabalang Pinrang

===?

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Region)

Kamis 27 Oktober 2016

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat II vs Jawa Barat I

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Timur III vs Jawa Timur IV

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur I vs Sumatera II

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Yogyakarta vs Sumatra V

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur V vs Nusa Tenggara I

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Banten vs Jawa Tengah II

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat III vs Sumatera I

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Tengah III vs Sulawesi I

(Red- Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal RMI NU, Jadwal Kajian, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo mengajak para siswa dan siswi sebagai generasi muda masa depan bangsa untuk bersama-sama ikut menekan angka pernikahan dini. Pasalnya menikah di usia yang masih muda banyak menimbulkan berbagai macam permasalahan di kemudian harinya karena belum siap secara mental mengarungi bahtera rumah tangga.

Muslimat NU Probolinggo bersinergi dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo gencar memberikan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di setiap lembaga pendidikan. Tidak hanya pada siswa, sosialisasi ini juga diberikan kepada wali murid dan guru di masing-masing lembaga pendidikan.

Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurayati mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membuka pikiran dan menambah wawasan pelajar tentang dampak pernikahan dini.

“Bagaimana nantinya agar remaja mempunyai masa depan yang lebih baik serta mempunyai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri supaya di masa depan nasibnya bisa lebih baik,” katanya, Ahad (7/8).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Nurayati, keterlibatan orang tua menjadi kunci kesuksesan keluarga. Karena banyak anak-anak sukses berkat dukungan dari orang tua dengan cara meningkatkan taraf pendidikannya.

“Karenanya kami meminta kepada para orang tua agar tidak tergesa-gesa menikahkan anaknya di usia muda. Nikahkan anaknya pada usia yang cukup sehingga bisa melalui bahtera rumah tangga dengan baik dan mampu menghadapi cobaan dalam rumah tangga dengan baik pula,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurayati meminta kepada pengurus Muslimat NU di Probolinggo hingga ke tingkat desa agar senantiasa membantu program pemerintah, termasuk dalam mengampanyekan usia nikah pada remaja.

“Kami berharap agar para kader Muslimat NU, khususnya di tingkat desa agar informasi tentang pentingnya menikah di usia matang ini disampaikan di setiap kegiatan Muslimat dengan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat memiliki pemahaman tentang pentingnya menikahkan anak pada usia yang ideal,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Tegal, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 September 2017

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Fenomena merebaknya paham Wahabi di tengah masyarakat Indonesia mendorong puluhan alumni pesantren se kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon berkumpul dan memunculkan inisiatif untuk kembali menghidupkan forum Al-Musyawirin yang pernah ramai pada tahun 90-an.

Usaha tersebut diawali dengan digelarnya sebuah halaqah keaswajaan dan halal bi halal di Musala Nuruzzaman Desa Japura Kidul kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon, Senin (12/8).

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin

Adi Rosyadi, dalam sambutannya sebagai ketua panitia mengungkapkan bahwa menghidupkan kembali forum keaswajaan seperti ini menjadi semakin penting, hal tersebut dilandaskan pada beberapa tujuan, antara lain memperkuat tali silaturrahmi antara alumni pesantren dan masyarakat, menjaga dan membentengi masyarakat dari pengaruh paham yang dapat mengancam persatuan bangsa, serta mempertegas peran santri dalam syiar agama Islam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Meskipun di wilayah kecamatan Astanajapura ini tidak begitu marak pengaruh mereka (Wahabi, red), namun forum semacam ini tetap penting untuk dihadirkan kembali guna menjaga masyarakat dari pengaruh-pengaruh paham yang dapat mengancam kesatuan bangsa,” ungkap Rosyadi. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Zuhri, alumni pesantren Lirboyo Jawa Timur yang pernah aktif di Forum Al-Musyawirin ini menuturkan bahwa penguatan Aswaja di tengah masyarakat bukan sekedar kewajiban sebagai generasi muda NU, namun juga harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan bagi para alumni pesantren.

“Jika bukan alumni pesantren maka siapa lagi yang akan peduli dengan masyarakat dari ancaman Wahabi. Kita bisa melakukan pengarus-utamaan aswaja ini melalui berbagai kegiatan seperti bahtsul masa’il ataupun halaqah yang dapat menjawab beberapa kebutuhan masyarakat baik di bidang agama maupun kebangsaan,” tutur Zuhri.

Selebihnya Ahmad Zuhri menceritakan bahwa forum yang diberi nama Ikatan Santri (Insan) Al-Musyawirin ini dibentuk tahun 1996, pada masanya forum ini menjadi tempat strategis untuk menghangatkan hubungan alumni pesantren dengan masyarakat.

Halaqah dengan tajuk mempertegas peran santri dalam mengawal Aswaja di tengah meluasnya paham Wahabi ini menghadirkan pembicara KH Tubagus Rifqi Khowas dari Pesantren Buntet Cirebon. Dalam paparannya, dia mengungkapkan akan selalu mendukung santri yang menjaga paham Aswaja di tengah masyarakat, karena menurutnya, ancaman paham Wahabi yang penuh dengan tradisi pengkafiran tersebut merupakan ancaman kebangsaan, sebuah ideologi yang dapat memecah belah kesatuan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Kajian Islam, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 06 September 2017

Hina Pesantren, Oknum Ormas Islam Dilaporkan ke Polisi

Tasikmalaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sejumlah santri dan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya mengecam salah satu oknum anggota FPI (Front Pembela Islam) yang dinilai mengihina NU dan pesantren, terutama pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, almarhum KH Bustomi.

Hina Pesantren, Oknum Ormas Islam Dilaporkan ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hina Pesantren, Oknum Ormas Islam Dilaporkan ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hina Pesantren, Oknum Ormas Islam Dilaporkan ke Polisi

Oknum berinisial MY alias Zulqo Himavich melakukan penghinaan via jejaring sosial Facebook dengan menyebut dalam bahasa Sunda bahwa pesantren tersebut, keluarga pesantren dan lembaga pesantren disamakan dengan bandar miras dengan istilah "sebelas dua belas" karena dianggap tidak peduli pada keberadaan bandar miras yang katanya berdekatan dengan lokasi pesantren.

Tak hanya ke Pesantren Bahrul Ulum, MY atau Zulqo Himavich (di akun Facebook) juga mendiskreditkan Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin sebagai saudara pendiri Pesantren Bahrul Ulum yang sama-sama turut membiarkan keberadaan miras.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sontak saja postingan MY atau Zulqo Himavich menuai reaksi seluruh santri dan alumni Bahrul Ulum. Mereka selain membuat tenda pengaduan di depan Kantor NU, Jalan dr. Soekardjo 47, juga mencoba bertabayun ke orang tua pelaku di Kp Gunung Muncang, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum.

Orang tua MY? turut menyesalkan pernyataan anaknya itu dan mempersilakan anaknya diproses secara hukum.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dewan Kiai Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Aos Mahrus mengatakan, upaya hukum dengan melapor ke Mapolresta sudah dilakukan hari ini, Senin (20/6).

Hingga kemarin, Ahad (19/6), Santri dan Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum memasang tenda sebagai posko pengaduan di depan Kantor NU, Jalan dr. Soekardjo. Selain akan terus mencari pelaku, melaporkan ke Polres, mereka juga membentangkan sebuah spanduk kecaman dan baliho pelaku dengan bukti postingan mendiskreditkan pesantren. (Nurjani/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 September 2017

Kader PMII Solo Penuhi Nazar Ziarahi Mahbub Djunaidi (Bag. I)

Solo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Di kalangan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), H Mahbub Djunaidi tidak hanya dikenal sebagai ketua umuma pertama organisasi yang berdiri pada 17 April 1960 itu. Lebih dari itu Mahbub dikenang dan menjadi sosok inspirasi dunia kepenulisan.

Tak terkecuali, bagi Joko Priyono, kader PMII Kentingan Surakarta. Demi memenuhi nazar, ia melakukan perjalanan napak tilas perjuangan Mahbub Djunaidi dari Kota Solo ke Bandung, tepatnya ke makam tokoh yang berjuluk “Sang Pendekar Pena” itu.

Kader PMII Solo Penuhi Nazar Ziarahi Mahbub Djunaidi (Bag. I) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Solo Penuhi Nazar Ziarahi Mahbub Djunaidi (Bag. I) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Solo Penuhi Nazar Ziarahi Mahbub Djunaidi (Bag. I)

“Pertama memang karena nazar. Jadi selesai RTK, pada kepengurusan lalu, saya sudah berjanji untuk ziarah ke makam Mahbub. Kedua, ini menjadi salah satu usaha saya untuk napak tilas perjuangan Mahbub,” ungkap Joko, saat ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Selasa (28/3).

Sejak awal bergabung di PMII, Joko memang mengidolakan sosok Mahbub. Ia kini bahkan telah mengoleksi buku-buku Mahbub, seperti novel Dari Hari ke Hari, Asal Usul, Binatangisme (terjemah dari buku karya George Orwell) dan lain sebagainya. Ia pun menekuni jalan pergerakan yang pernah ditempuh Mahbub, dengan aktif di LSO Jurnalistik PMII Komisariat Kentingan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Joko yang kini masih menyelesaikan pendidikan kuliah di Fakultas MIPA UNS memulai perjalanannya seorang diri, Jumat (24/3) lalu dengan menaiki kereta api jurusan Kutoarjo. Selanjutnya, berganti kereta menuju ke Kota Kembang.

Tiba di Bandung, ia tak langsung ke tempat persemayaman terakhir Mahbub. Justru, Rayon Saintek PMII UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Kabupaten Bandung yang menjadi destinasi pertamanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ironisnya, papar Joko, beberapa anggota PMII di daerah tersebut justru banyak yang tidak mengetahui keberadaan makam Mahbub di Bandung. “Termasuk buku-buku Mahbub juga tidak dimiliki mereka,” imbuh Joko.

Pemuda asal Wonosegoro Boyolali itu pun kemudian mengajak sejumlah anggota Rayon Saintek PMII UIN SGD untuk ikut berziarah bersama ke makam Mahbub yang terletak di Kompleks Pemakaman Assalam Caringin Kota Bandung. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, RMI NU, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 23 Agustus 2017

PB Kopri: Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peringatan Hari Perdamaian Internasional setiap 21 September sudah dilakukan selama dua dekade. Peringatan tersebut ditetapkan pada tahun 1981 oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi Nomor 55/282. Terkait Hari Perdamaian Internasional, Ketua Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB Kopri), Septi Rahmawati menilai masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan. 

"Berdasarkan data yang ada, kasus kekerasan pada perempuan masih cukup tinggi. Terutama kasus yang terjadi di Indonesia," kata Septi, Kamis (21/9).

PB Kopri: Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
PB Kopri: Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

PB Kopri: Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Masih Tinggi

Pada 2016, urai Septi, terjadi sebanyak 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani oleh Komnas Perempuan. Dari angka itu sebanyak 245.548 kasus bersumber pada data kasus/perkara yang ditangani oleh 359 Pengadilan Agama. Sisanya13.602 kasus ditangani oleh 233 lembaga mitra pengada layanan. Jumlah tersebut merata di 34 provinsi di Indonesia.



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Diakui olehnya, hidup damai  menjadi  harapan setiap manusia. Manusia harus saling menghargai, menyayangi, dan berbagi.  

"Untuk itu sebagai organisasi perempuan, Kopri tegas memerangi kasus kekerasan terhadap perempuan," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melalui pendidikan, kekerasan terhadap perempuan dapat diperangi. Sebab, pendidikan merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat. Selain itu untuk memeranginya, para perempuan harus sudah merdeka sejak dalam pikiran.

Hal tersebut diharapkan menjadi langkah nyata yang bisa ditempuh oleh pemerintah untuk mengurangi jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan.  

Septi menyebut, kisah Nabi Muhammad SAW yang telah menginspirasi seluruh dunia dalam perdamaian yang sesungguhnya di tengah kondisi masyarakat yang kala itu masih jahilliyah.

"Begitu juga tokoh Bunda Teresa, hadir menginspirasi banyak perempuan dunia. Menyayangi sesama akan memberikan kekuatan dan perdamaian," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal RMI NU, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 04 Agustus 2017

Kasatkornas: Segera Minta SK Satuan Banser Tanggap Bencana

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kepala Satkornas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H Alfa Isneini mengintruksikan kepada 60 peserta? anggota Banser Tanggap Bencana (Bagana) yang telah mengikuti Diklat Sahabat? Taruna Tanggap Bencana (Tagana) di Hotel Oval Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam (16/7).

Pertama, seluruh Kepala Satuan Bagana di Cabang-cabang segera minta Surat Keputusan (SK) kepada Satkorcabnya masing-masing dengan rekomendasi Ketua PC GP Ansor-nya.

Kasatkornas: Segera Minta SK Satuan Banser Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas: Segera Minta SK Satuan Banser Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas: Segera Minta SK Satuan Banser Tanggap Bencana

Kedua, peserta diklat segera membentuk satuan Bagana di kabupatennya masing-masing dan melakukan kerja sama dengan dinas instansi terkait misalnya BNPBD.

“Jangan memble aja setelah pelatihan ini. Setelah sampai di cabang segera membentuk satuan Bagana,’’ tandas Alfa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu, Kasatkornas minta semua peserta segera menginisiasi kegiatan di daerahnya masing-masing secara profesional. ”Banser harus kerja profesional.Tidak banyak bicara.Namun pekerjaannya bisa dirasakan oleh masyarakat,’’ tegas Alfa yang juga mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagaimana diketahui Kementrian Sosial menjalin kemitraan dengan Bagana (Banser Tanggap Bencana) Jawa Timur untuk menggelaran pelatihan penanggulangan bencana. Ada 60 peserta yang ikut dalam kegiatan yang berlangsung tiga hari 14-16 Juli tersebut.

Setelah digembleng selama tiga hari, seluruh peserta dikukuhkan menjadi Sahabat Tagana (Taruna Tanggap Bencana) oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Bumi Marinir, Surabaya. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Budaya, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock