Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Jayapura, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan kesalahan fatal terkait penulisan sejarah pergantian kepemimpinan Indonesia dari Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke presiden berikutnya.

Dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12), Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mahfud MD mendesak Kemendikbud dan Kemenag untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Kalimat yang menyebutkan bahwa Gus Dur jatuh karena kasus bulogate dan bruneigate pertama kali ditemukan dalam soal ujian Madrasah Aliyah di Jawa Barat (Jabar) yang disusun oleh Kanwil Kemenag setempat. Namun belakangan terkuak bahwa kalimat itu ada dalam beberapa buku sejarah untuk kelas 3 SMA yang diterbitkan oleh dan atas izin Kemendikbud.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Buku itu sangat fatal untuk pelajaran. Mari kita hargai jasa Gus Dur, sebab bagi kami Gus Dur adalah idola kami. Kami minta Kemnedikbud dan Kemenag mengusut tuntas soal ini. ? Siapa penulisnya, pemenang tender dan sebagainya,” kata Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin.

Mahfud MD mengatakan, ada dua kemungkinan dengan adanya buku menyesatkan tersebut. “Pertama penulis ? bodoh, atau memang dengki ingin memfitnah Gus Dur menjatuhkan reputasi Gus Dur,” tandas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kami mendesak agar Kemendiknas maupun Kemenag mengusut tuntas hal ini. Karena soal ujian tersebut menyesatkan, dan bisa mengaburkan sejarah Indonesia. Kami tak terima Gus Dur difitnah semacam itu, karena secara hukum, Gus Dur tak terbukti bersalah,” kata Mahfud.

Adien menengarai adanya upaya pihak tertentu yang ingin membelokkan sejarah Indonesia. ? “Gus Dur itu jatuh murni karena persoalan politik, tak ada kaitan sama sekali dengan bruneigate dan buloggate. Memang sebelumnya Gus Dur dituduh menerima dana itu. Tetapi secara hukum telah dibuktikan bahwa kasus tersebut sama sekali tak melibatkan Gus Dur. Sidang Istimewa penjatuhan Gus Dur tidak terkait dengan dua kasus itu,” kata Adien seperti juga diungkapkan Mahfud MD.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Halaqoh, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kiai Muhammad Yamin tutup usia, Ahad (19/10), bakda ashar. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kudus, Jawa Tengah.

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Menurut KH Ali Armani, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kaliori, Kiai Yamin sudah lama menderita penyakit gula. Tetapi dengan penuh semangat, ia tetap aktif di setiap kegiatan NU, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.

"Mbah Yamin sosok yang sangat penyemangat,. Lebaran kemarin saja memaksa untuk pulang meski dirawat di rumah sakit hanya untuk dapat bersilaturahim dengan para pengurus NU dan para santri,” ujanrya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ali Armani menambahkan, di duania pendidikan sosok Kiai Yamin merupakan pionir bagi berdirinya madrasah diniyah awaliyah Tuhfatul Huda Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori. Madrasah ini telah melahirkan ribuan santri yang desa Desa Pengkol dan sekitarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Mbah Yamin adalah guru bagi para santri yang ada di wilayah Kecamaan Kaliori. Kiprahnya di dunia pendidikan pesantren sudah tidah diragukan lagi,” tuturnya.

Kiai Muhammad Yamin lahir di Rembang 10 November 1951, dan wafat dalam usia ke-64 tahun. Ia merupakan warga Desa Pengkol Kecamatan Kaliori. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah alumni perguruan tinggi dan ma’had di Suriah yang berasal dari Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3). Mereka memastikan tidak ada alumni yang terlibat dalam kelompok teroris ISIS yang berpusat di Suriah dan Irak.

Pertemuan juga dihadiri sejumlah warga dan pengajar asal Suriah. Berikut ini bunyi lengkap rekomendasi pertemuan alumni tersebut:

--

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

Pada acara pertemuan dan silaturahim nasional yang ke-4, dilaksanakan di Villa SM. Cisarua Bogor tanggal 28-29 Maret 2015, kami perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah (al-Syami) menyatakan:

Mengecam setiap tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berkonflik, yang menciderai nilai-nilai agama dan kemanusian. Perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah tidak pernah bergabung, mendukung atau berafiliasi dengan kelompok-kelompok teroris dan separatis apa pun di Suriah. Pertemuan dan silaturahim juga mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

Mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini presiden melalui kementerian luar negeri, untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di Suriah. Mendukung sepenuhnya sikap pemerintah Indonesia agar terus bersikap netral dalam menyikapi konflik di Suriah dan selalu mengedapankan human security. Aktivitas Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Suriah hendaknya dilandasi dengan keyakinan bahwa dialog dan pemilu serta solusi politik merupakan cara terbaik dalam penyelesaian konflik, bukan solusi militer. Memohon pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam membantu penanganan korban konflik dalam bentuk misi-misi kemanusian. Mendukung organisasi dan lembaga kemanusian dan perdamaian, baik lokal maupun internasional, sebagai second track diplomacy, untuk terus mengusahakan masuknya bantuan-bantuan kemanusian yang strategis, agar tidak terjadi konflik yang terus berkepanjangan. Meminta pers media agar tidak mengaitkan peristiwa dan aktor pertikaian dan teror di Suriah dan Timur Tengah secara umum dengan aliran atau agama Islam. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Red: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Mencicipi Berkat Maulid Nabi

Tanpa harus menunggu instruksi RW atau RT, warga NU sudah mengerti dari sononya untuk menyediakan aneka penganan dan makanan untuk dihidangkan dalam perayaan maulid Nabi Muhamad SAW.

Penganan maupun makanan yang tidak setiap hari tergeletak di meja sarapan pagi, bisa keluar begitu saja di perayaan maulid sebagai berkat. Penganan basah maupun kering khas di lingkungan masing-masing, mengobati kerinduan mereka pada makanan-makanan langka tersebut.

Penganan siap lahap antara lain adalah kue pisang, ketimus, gemblong, dodol, uli, ketan, lemper, dan lainnya. Kecuali itu, perayaan maulid juga dihadiri aneka buah-buahan baik yang panen musim setahun sekali atau lebih.

Mencicipi Berkat Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencicipi Berkat Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencicipi Berkat Maulid Nabi

Dalam menyajikan hidangan maulid, warga NU sekenanya saja mengemas berkat. Kemasan yang dipakai berupa daun pisang, plastik, kertas nasi, hingga daun jati. Ada juga yang menggabungkan antara plastik dan daun pisang. Bahkan, ada pula yang membungkus makanan dalam keranjang dari anyaman bambu. Itu sah saja ditinjau dari hukum agama maupun hukum positif.

Isi berkat tentu saja bukan urusan kiai apalagi jajaran perangkat desa. Isi berkat ditentukan oleh individu masyarakat sendiri. Nasi boleh sama. Perkara lauknya, itu putusan yang tidak akan pernah bulat hingga hari Kiamat. Lauk berkat boleh daging kerbau, sapi, ikan bandeng, ikan emas, ikan mujahir, ayam atau telurnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Boleh jadi daging itu dimasak model goreng, semur, rendang, atau dendeng. Untuk ayam, ada kekhususan sedikit selain aneka model di atas. Warga NU juga kerap menyajikannya dalam bentuk opor atau dimasak banjir kecap. Yang pasti, nasi itu tidak dibiarkan sendirian. Akan terlihat janggal kalau nasi putih sendirian mendekam di dalam berkat.

Ini pelajaran awal yang baik buat para remaja perihal hak yang nilainya melebihi harga sepuluh kilo daging. Aneka warna penganan dan lauk meramaikan perayaan maulid tanpa ada pembatasan atau pengawasan dari institusi apapun. Penganan yang terlalu manis atau asin juga tidak membuat mereka cerewet seperti pengunjung restoran.

Berkat maulid berupa penganan masuk tidak hanya ke dalam rongga tubuh mereka. Berkat juga bisa masuk ke alam pikiran mereka. Bayangkan, kehadiran beragam makanan membuat kanak-kanak yang belum mengerti dunia kegirangan. Meskipun pasti kebagian, kanak-kanak berebutan menjambret makanan dari tangan panitia.

Kanak-kanak seperti kesetanan. Kalau keadaan sudah demikian, imbauan tertib panitia takkan diindahkan. Mereka hanya mengerti berebut. Titik. Tetapi, melihat kekisruhan kecil itu, orang dewasa hanya tertawa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berkat Gaya Muslimat NU Depok

Dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhamad SAW. pada 1434 H yang bertepatan pada tahun 2013, pengurus Muslimat NU Depok tidak mau tertinggal kaum Nahdliyin. Mereka mengumpulkan paling sedikit dua ribu kadernya di Masjid Dian Al-Mahri yang masyhur dikenal ‘Masjid Kubah Emas’, jalan Meruyung, Kecamatan Limo Depok, Senin (28/1) pagi.

Hanya saja perayaan maulid tahun ini meleset jauh makanan dan penganan di atas. Mereka terima undangan dari majelis taklim, lalu datang hanya membawa diri tanpa makanan apapun. Karena, berkat sudah disediakan panitia maulid. Hal ini dipandang ringan saja oleh para hadirin.

Pulang mendengarkan sifat luhur Nabi Muhamad SAW, kaum ibu Muslimat NU Depok hanya menenteng kepalan-kepalan garam mentah. Tak ada semur kerbau, opor ayam, pecak bandeng, atau keributan kanak-kanak berebut berkat.

Bagi umat Islam pengamal setia maulid atau penentangnya, berkat berupa garam mentah tidak lazim sama sekali. Sesuatu di luar kelaziman akan mendatangkan guncangan di tengah masyarakat. Setuju dengan model berkat demikian? Silakan. Tidak setuju? Anggap saja angin lalu.

Yang masih menggantung, apa maksudnya pengurus Muslimat NU Depok membekali garam mentah sebagai berkat? Apa karena kaum ibu dinilai lebih akrab dengan cobek? Mungkin boleh jadi kaum ibu dinilai lebih mandiri dalam mengolah makanan yang senantiasa bercengkerama dengan garam?

Pengurus Muslimat NU Depok mungkin hanya ingin mengingatkan bahwa garam merupakan satu kebutuhan dasar bagi manusia. Tanpa garam, orang bisa diserbu penyakit gondok. Tak ada garam, kelezatan masakan pun berkurang drastis seperti benda jatuh dari lantai lima langsung menuju lubang sumur.

Boleh jadi berkat berisi garam mentah merupakan cara kaum ibu NU membela nasib petani garam Indonesia yang terhuyung-huyung akibat kebijakan impor garam oleh pemerintah setahun terakhir.

Berkat garam Muslimat NU Depok boleh jadi merupakan kelanjutan dari kongres Asosiasi Petani Garam Nusantara, Aspegnu 11-12 Juli 2012 di Madura atas pelbagai soal terkait garam nasional. Bagi-bagi garam merupakan partisipasi Muslimat NU agar petani garam dalam negeri tidak menjadi “Anak itik mati di lumbung padi” atau alih profesi menjadi importir garam.

Sadar akan kepentingan umum, Muslimat NU Depok sanggup mengurungkan niat untuk berdemonstrasi yang akan menimbulkan kebisingan selain kemacetan. Dalam hal ini, kaum ibu Muslimat NU tidak mau gegabah menyikapi masalah garam nasional. Karena, salah-salah ambil sikap dapat merumitkan persoalan yang sebenarnya mudah.

Karena itu, mereka berinisiatif untuk memilih bentuk berkat maulid tahun ini dengan garam mentah dalam arti harfiah. Artinya, berkat itu benar-benar garam mentah yang dibawa pulang oleh 2000 kader Muslimat NU Depok. Mereka akan bercerita berkat pada suami, anak, dan anak menantu mereka. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelawak sekaligus dai HM Syakirun turut menyemarakkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal yang diselenggarakan pengurus masjid MI Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Jumat (17/1) malam.

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Dalam pengajian yang berlangsung di Jalan Raya depan Terminal Bangsri Kirun, panggilan akrabnya mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. “Teladan kita bukanlah Maradona, Rhoma Irama, Jokowi, Sule dan Tukul Arwana melainkan Muhammad SAW,” tegasnya kepada ribuan jamaah yang hadir.   

Meneladani Nabi kata lelaki asal Madiun Jawa Timur itu dengan mengikuti empat sifat wajibNya; sidiq, amanah, tabligh dan fathanah. “Dengan kejujuran para santri yang kini sedang menuntut ilmu kelak yang akan memimpin bangsa kita Indonesia,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kirun pun menyontohkan tokoh semacam Gus Ipul Wagub Jatim, Ki Entus Susmono Bupati Tegal bisa mewarnai bangsa, sebutnya dengan modal sidiq, kejujuran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam ceramahnya ia juga menceritakan tentang dirinya yang kini banyak mengaji. Hal itu dilakukannya dalam rangka gandul sarung kiai. Golek selamet dunia dan akhirat. “Saya nyedak Ulama agar tidak katut pelawak yang nyedot sabu-sabu,” tambahnya.

Disamping itu, imbuhnya untuk menggapai berkah. “Pedagang untung karena dagangannya laku. Petani panen hasil tandurannya. Bupati lan polisi digaji karena bekerja untuk negara. Lha aku dibayar goro-goro lambeku,” guraunya sembari disambut tawa jamaah.

Agar lambe, (mulutnya, red) berkah itulah ia semakin dekat dengan kiai. “Dengan ilmu hidup menjadi berkah, dengan agama akan terarah dan dengan budaya hidup menjadi indah,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

Klaten, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Manusia diciptakan dari tanah. Seyogianya kita mencontoh sifat tanah. Meski diinjak-injak, diludahi dan lain sebagainya, tanah tetap memberi manfaat kepada makhluk Allah.

Demikian ungkapan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam acara Klaten Berdzikir dan bershalawat di Desa Glodogan, Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (13/9) malam. Dalam kesempatan ini Habib Syech mengajak para jamaah supaya meniru akhlaq Nabi yang senantiasa memaafkan sesama manusia.

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

"Banyak kisah Nabi Muhammad yang patut kita teladani soal akhlak beliau. Meski  Nabi seringkali dizalimi, namun yang dilakukan olehnya adalah memilih bersabar dan memaafkan. Meski Nabi mampu dan punya hak untuk marah, namun tidak dilakukannya," kata Habib Syech.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sifat pemaaf, lanjutnya, adalah ketika kita mampu sejak awal memaafkan orang yang menzalimi kita. Akan lebih baik kita minta kepada Allah supaya memberi pencerahan kepada orang yang berbuat zalim dan kita memaafkannya.

"Ini zaman akhir. Zaman yang butuh manusia-manusia berakhlaq, pemaaf, dan beradab. Tebarkan kedamaian. Ciptakan lingkungan pemaaf. Karena hal yang demikian itu penting untuk membangun masyarakat yang damai", tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Soal Pilkada atau lain sebagainya, Habib Syech mengatakan, silakan anda bebas memilih, asalkan tidak saling mencaci.

Habib Syech mengimbau jamaah untuk senantiasa rukun kepada makhluk yang sama-sama tercipta dari tanah. Jangan suka ikut campur persoalan yang bukan urusan kita. Karena, banyak oknum yang saling lempar opini dan itu sifatnya provokasi untuk memancing emosi. (Anwar Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekitar lima ribu massa dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Diniyah (For-Madin) menduduki gedung DPRD Jepara, Rabu (9/1). Ribuan massa yang berkumpul dari gedung NU Jepara terdiri dari berbagai elemen, antara lain Qiroati, Yanbua, RMI, Lakpesdam, Ansor dan IPNU-IPPNU.

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Dalam aksi longmarch dari gedung NU menuju gedung DPRD massa hendak menyampaikan aspirasi kepada dewan terkait digagalkannya Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Diniyah dalam rapat paripurna DPRD 26 Desember 2012 lalu. 

“Digagalkannya Perda Diniyah merupakan bukti bahwa wakil rakyat kita tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. DPRD Jepara telah mempermainkan agama untuk kepentingan politik mereka,” kata Achmad Makhalli koordinator umum aksi sembari membacakan testimoni suara masyarakat Jepara. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ranperda Diniyah merupakan perda inisiatif dari DPRD. Makhalli menyayangkan Ranperda yang diproses dan dikaji Panitia Khusus (Pansus) yang harapannya sesuai dengan kehendak rakyat malah ditolak sendiri oleh Pansus dan Fraksi di DPRD. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini artinya DPRD melakukan tindakan yang “sembrono” karena selain pemborosan anggaran juga berakibat kepada pendidikan diniyah di kabupaten Jepara,” sambung Makhalli. 

H Anas Arbaani dari PCNU mengungkapkan munculnya pro-kontra Ranperda dari masyarakat dan DPRD berdalih belum sempurna dan perlu disempurnakan maka masyarakat tidak perlu terkecoh. Masyarakat lanjut Anas yakin digagalkannya Ranperda tersebut berkiatan dengan pertarungan politik elit dan “kue politik” 2014. 

Karenanya, For-Madin, imbuh Anas, menyatakan sikap menolak politisasi agama untuk kepentingan sesaat, DPRD harus menghilangkan dikotomi pendidikan formal dan non formal, DPRD harus segera menyempurnakan dan mengesahkan Ranperda pendidikan diniyah paling lambat 31 Januari 2013 dan For-Madin akan melakukan pengawalan terhadap proses finalisasi Perda dan Pebup pendidikan Diniyah. 

Dalam aksi sebelum berjalan menuju gedung dewan diawali dahulu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan shalawat serta menyuarakan yel-yel. Didepan gedung dewan secara bergantian menyampaikan orasi dengan lagu, syiiran maupun suara nan lantang. 

“Hai wakil rakyat elengono naliko mlarat/ saiki wes sugih ojo nganti nekad/ ngelengono/ ngelengono besok bakal dadi tanggungan akherat.” Begitu salah satu syiir dari salah satu orator. 

Karena perwakilan dari For-Madin yang tak kunjung keluar akhirnya massa merangsek ke gedung dewan. Meski demikian aksi tidak diwarnai dengan anarkis melainkan doa bersama sekaligus mengakhiri aksi siang itu. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock