Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua PCINU Belanda Fachrizal Afandi mengungkapkan bahwa dalam konteks pergaulan sosial sebagai kaum minoritas di Eropa, masyarakat Nahdliyin mengemban beban berat sebagai duta yang wajib mempromosikan Islam Nusantara yang ramah di tengah Islamophobia yang makin menggejala di Eropa.

“Melalui dakwah dengan amaliyah yang baik, ngilmu kanthi laku, sebagaimana dicontohkan oleh para wali terdahulu diharapkanakan membuka mata masyarakat Belanda akan sosok sejati Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya dalam siaran pers, Ahad (22/5).

NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Belanda: Islamophobia, Tantangan Berat Nahdliyin Dakwah di Eropa

Seperti ribuan warga Muslim Belanda lainnya, Sabtu (21/5) masyarakat Nahdliyin di Belanda juga menyelenggarakan pengajian yang digelar khusus dalam rangka memperingati malam Nishfu Sya’ban dan menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang berlangsung di gedung lama Masjid Al Ikhlash, Saaftingestraat, 312? 1069 BW Amsterdam ini menjadi bagian dari cara PCNU Belanda dalam mensyiarkan Islam yang ramah di Eropa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Antusiasme masyarakat peserta pengajian untuk menyemarakkan kegiatan ini tergolong tinggi. Hal ini dibuktikan dengan terkumpulnya uang sumbangan pembangunan masjid sebesar kurang lebih 5000 Euro hanya dalam waktu semalam .

Acara pengajian ini sendiri seperti tradisi di Tanah Air, dimulai dengan pembacaan surah Yaasin sebanyak 3 kali yang dipimpin oleh pengurus PCINU (Pengurus Cabang Istimewa NU) Belanda dan diakhiri dengan ceramah agama dan doa oleh Ustadz Muhammad Latif Fauzi, mahasiswa doktoral Universitas Leiden.

Ustadz Fauzi yang juga pengurus PCINU Belanda ini menekankan bahwa ritual peringatan malam Nishfu Sya’ban ini merupakan ajaran Islam yang baik untuk ajang refleksi diri terhadap amalan yang sudah dilakukan selama 1 tahun kemarin. Hal ini, menurutnya, penting dilakukan untuk senantiasa termotivasi untuk berbuat baik, utamanya dalam membantu dakwah Islam di Eropa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan ini pula, Hansyah Iskandar Putera selaku Ketua Persatuan Pemuda Muslim se- Eropa (PPME) Al-Ikhlash menyatakan bahwa pembangunan masjid baru Al Ikhlas di Amsterdam sudah hamper rampung dan siap ditempati untuk pelaksanaan ibadah Ramadhan tahun ini.

Hansyah menambahkan bahwa tahun ini pihaknya telah mendapatkan bantuan penceramah yang telah diseleksi secara ketat oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta untuk memberikan taushiyah sepanjang Ramadhan yang akan disesuaikan dengan konteks kehidupan masyarakat muslim di Belanda. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Tokoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Tulungagung,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tulungagung mempresentasikan “Kopi Mangrove Segara” sebagai produk hasil pemberdayaan masyarakat pesisir pantai Sine, Tulungagung, di Amerika. Kopi Mangrove Segara merupakan hasil kerja sama PAC IPNU-IPPNU Kalidawir dengan NGOs Redirect Indonesia dan Leshutama. Konsep yang diusung dalam bisnis ini adalah social entrepreneurship melalui program pemberdayaan.

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Ikbar Al Asyari dari IPNU Tulungagung meraih beasiswa YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha (UNO) dan berdialog dengan Presiden Obama.

Young South East Asia Leader Initiative (YSEALI) adalah program yang digagas Presiden Barrack Obama untuk memfasilitasi pemuda ASEAN belajar di universitas ternama di Amerika. Tema program yang ditentukan yaitu civic engagement, environmental studies, dan social-economic development. Peserta berkesempatan mendapatkan pendanaan social project berupa dana hibah dari State Department of United State.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha berlangsung intensif selama 5 minggu dari 24 September – 29 Oktober 2016. Saat ini Ikbar mengikuti program YSEALI yang memasuki minggu ketiga.

“Saya bersyukur diapresiasi oleh pemerintah Amerika sehingga saya bisa menjadi salah satu yang berangkat ke Amerika mengingat ketatnya persaingan dan pendaftar dari Indonesia yang mencapai ribuan orang,” Ikbar bercerita melalui surat elektronik pada Selasa (12/10).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selama program berlangsung, Ikbar ikut kuliah intensif bersama ahli di bidang civic engagementdi UNO, coaching-mentoring, study visit ke beberapa organisasi di Amerika tentang civic engagement di Omaha, Nebraska, Iowa, South Dakota, Portland, dan Oregon. Program akan berakhir di Washington DC untuk presentasi final social project yang diusulkan dan dilaksanakannya penjurian untuk kelayakan pendanaan.

Ketua Umum PAC IPNU Kalidawir Adib Hasani mengaku senang rekannya membawa nama Indonesia melalui program tersebut. Dengan demikian, Kopi Mangrove Segara berpeluang untuk didanai dan memperluas jaringan pasar hingga ke luar negeri.

Harapannya, kata dia, program ini mampu memberikan manfaat untuk berkembangnya Kopi Mangrove Segara lebih jauh lagi yang akhirnya akan memberikan manfaat pada masyarakat pesisir Pantai Sine. (Irwanto Marhaenis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan

Saat ini, sosok Kiai yang setara dengan Kiai Bisri Musthofa telah jarang ditemui. Kiai Bisri Musthofa merupakan sosok yang lengkap: Kiai, Budayawan, Muballigh, Politisi, Orator, dan Muallif (penulis). Sungguh, sosok Kiai yang memiliki kecerdasan lengkap. Ayahanda Kiai Mustofa Bisri dan Kiai Cholil Bisri ini menjadi referensi bagi santri dan tokoh negara. Tak heran, Kiai Sahal Mahfudh menyebut Kiai Bisri sebagai sosok yang memukau pada zamannya.

KH Bisri Musthofa lahir di Rembang, pada tahun 1914. Beliau putra pasangan KH. Zainal Musthafa dan Siti Khadijah, terlahir dengan nama Mashadi yang kemudian diganti dengan sebutan Bisri. Pada tahun 1923, KH. Zainal Musthofa menunaikan ibadah haji bersama istinya, Nyai Siti Khadijah, dengan membawa anak-anak mereka yang masih kecil. Setelah menunaikan ibadah haji, di pelabuhan Jeddah, Kiai Zainal jatuh sakit hingga wafat. Kiai Zainal dimakamkan di Jeddah, sedangkan istri dan putra-putranya kembali ke Indonesia.

KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan

Ketika sampai di Indonesia, Bisri bersama adik-adiknya yang masih belia, diasuh oleh kakak tirinya, KH. Zuhdi (ayah Prof. Drs. Masfu Zuhdi), serta dibantu oleh Mukhtar (suami Hj. Maskanah). Bisri kecil menempuh pendidikan di Sekolah Ongko Loro (Sekolah Rakyat atau Sekolah Dasar untuk Bumi Putera), hingga selesai. Bisri kecil mengaji di pesantren Kasingan, Rembang di bawah bimbingan Kiai Kholil. Bisri juga mengaji kepada Syaikh Mashum Lasem, yang menjadi ulama besar di kawasan pesisir utara Jawa. Kiai Mashum merupakan sahabat Kiai Hasyim Asyarie, juga terlibat dalam pendirian Nahdlatul Ulama. Bisri muda juga tabarrukan kepada Kiai Dimyati Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Dengan demikian, sanad keilmuan Kiai Bisri jelas tersambung dengan ulama-ulama di Jawa, yang menjadi jaringan ulama Nusantara. Kiai Bisri suntuk mengaji kepada Kiai Kholil Haroen, Kiai Mashum Lasem dan beberapa ulama lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Santri Kelana

Sebagai santri, Bisri muda memang dikenal gigih dan santun. Kecerdasan dan penguasaaan atas kitab-kitab kuning, serta sikap moral tawadhu terhadap Kiai, menjadikan Bisri dekat dengan Kiainya, Kiai Kholil Haroen. Kemudian, Kiai Kholil menjodohkan santrinya ini dengan putrinya, Marfuah binti Kholil. Pernikahan pasangan santri ini, berlangsung pada 1935, dengan dikarunai beberapa putra-putri: Kholil Bisri, Musthofa Bisri, Adib Bisri, Audah, Najikah, Labib, Nihayah dan Atikah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Setelah menikah dengan putri Kiai Kholil, Bisri muda berniat melanjutkan petualangan keilmuan (rihlah ilmiah). Semangat belajar sebagai santri kelana memuncak pada diri Bisri muda. Akhirnya, jejak langkahnya untuk mengaji mendapat kesempatan, dengan melanjutkan tabarrukan kepada Kiai Kamil, Karang Geneng Rembang. Pada 1936, Kiai Bisri menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan mengaji kepada ulama-ulama Hijaz. Di antaranya guru-gurunya: Syeikh Hamdan al-Maghribi, Syeikh Alwi al-Maliki, Sayyid Amin, Syeikh Hasan Massyat dan Sayyid Alwi. Selain itu, Kiai Bisri juga mengaji kepada ulama-ulam Hijaz asal Nusantara, yakni KH. Abdul Muhaimin (menantu KH. Hasyim Asyarie) dan KH. Bakir (Yogyakarta).

Setelah setahun belajar kepada ulama Hijaz, Kiai Bisri pulang ke tanah air pada 1937. Kiai Bisri kemudian membantu mertuanya, KH. Kholil Kasingan mengasuh pesantren di Rembang. Setelah itu, Kiai Bisri bersama keluarga memutuskan untuk menetap di Leteh, dengan mendidik santri dan mendirikan pesantren Raudlatut Thalibin.

Dalam mengasuh santri, Kiai Bisri sangat gigih dalam memberikan perhatian dan penanaman nilai-nilai kepada anak didik, dengan mengenalkan ibadah sedini mungkin, budi pekerti, tata krama dan tradisi-tradisi pesantren yang menjadi benteng perjuangan para kiai. Kiai Bisri menganggap bahwa hubungan antara kiai dan santri harus dekat, sebagaimana hubungan antara Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad.

Kiai Bisri berpandangan bahwa syariat Islam dapat terlakasana di Indonesia, namun ? tanpa harus menggunakan formalisme agama dalam bentuk negara Islam (Darul Islam). Kiai Bisri mendukung konsep Pancasila sebagai wawasan Nusantara, serta pilar NKRI. Beliau mendorong komunikasi antara Ulama dan Zuama, yang bertujuan mencetak kader-kader handal di Nahdlatul Ulama. Pada konteks ini, Kiai Bisri berpandangan bahwa, perjuangan bisa dilakukan dengan dua cara: yakni jalur politik dan jalur dakwah/pendidikan (Zainal Huda, 2005: 108).

Perjuangan Keindonesiaan

Menurut Kiai Sahal Mahfudh (2005), Kiai Bisri Musthofa memang "sosok yang luar biasa pada zamannya (faridu ashrihi). Bukan hanya keilmuannya yang luas, namun juga daya tariknya, daya simpatik dan daya pikat yang memukau siapa saja yang berhadapa dengan beliau. Apalagi, ketika beliau sedang berpidato di depan khalayak ramai, dapat dipastikan para pendengar terpukau dan terpingkal-pingkal karena gaya bicara, aksen suara dan lelucon-leluconnnya yang segar.

Kiai Bisri Musthofa juga dikenal sebagai penyair, yang sering menggubah syair dari bahasa Arab ke Bahasa Jawa, yang mudah dipahami publik. Kiai Bisri, di antaranya menggubah syair Ngudi Susilo dan Tombo Ati. Syair Ngudi Susilo merupakan syair yang berisikan pesan-pesan moral yang ditujukan bagi anak-anak tentang cara menghormati dan berbakti kepada orang tua (birrul walidain). Sedangkan, syair Tombo Ati merupakan syair terjemahan dari kata-kata mutiara Sayyidina Ali bin Abi Thalib (Zinul Huda, 2005: 80). Tidak banyak yang mengetahui bahwa Tombo Ati dalam versi Jawa merupakan gubahan Kiai Bisri. Syair ini, saat ini banyak dilantunkan dalam grup shalawat dan musik, di antaranya sering dinyanyikan Kiai Kanjeng dan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib).

Kiai Bisri dikenal sebagai orator yang kondang, beliau memberikan ceramah di berbagai daerah. Kemampuan komunikasi yang handal di atas panggung, menjadikan Kiai Bisri disebut sebagai Singa Podium. Dalam catatan Saifuddin Zuhri (1983: 27), Kiai Bisri mampu mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit menjadi begitu gamblang, mudah dicerna baik orang-orang perkotaan maupun warga desa yang bermukim di kampung-kampung. Dalam orasi Kiai Bisri, hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, sesuatu yang membosankan menjadi mengasyikkan, hal sepele menjadi amat penting. Selain itu, kritik Kiai Bisri sangat tajam, dengan karakter khas berupa gojlokan dan guyonan ala pesantren. Kritikan spontan dan segar, menjadi strategi komunikasi yang tepat, sehingga pihak yang dikritik tidak merasa tersinggung atau marah. Inilah kelebihan Kiai Bisri sebagai muballigh, orator dan kiai yang paham politik.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Kiai Bisri juga bergerak untuk melawan pasukan Kolonial. Bersama para kiai, Kiai Bisri terlibat langsung dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Ketika itu, Laskar Santri menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa. Barisan santri yang tergabung dalam Laskar Hizbullah dan Sabilillah telah dibentuk dibeberapa daerah. Laskah Hizbullah dikomando oleh Kiai Zainul Arifin, sedangkan Laskar Sabilillah dipimpin Kiai Masjkur Malang. Pada 22 Oktober 1945, Kiai Hasyim Asyarie menyerukan Resolusi Jihad, sebagai panggilan perjuangan para santri, pemuda dan warga untuk berperang melawan penjajah. Perjuangan ini menjadi bagian dari keimanan, demi tegaknya kemaslahatan bangsa Indonesia.

Resolusi Jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asyarie mengandung tiga unsur penting: Pertama, tiap muslim—tua, muda, dan miskin sekalipun—wajib memerangi orang kafir yang merintangi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kedua, pejuang yang mati dalam perang kemerdekan layak disebut Syuhada. Ketiga, warga Indonesia yang memihak penjajah dianggap sebagai pemecah belah persatuan nasional, maka harus dihukum mati. Di samping itu, haram hukumnya mundur ketika berhadapan dengan penjajah dalam radius 94 km (jarak diperbolehkannya qashar sholat). Di luar radius itu, dianggap fardhu kifayah (kewajiban kolektif). Tentu saja, hal ini menjadi pelecut semangat ? para santri untuk berjuang menegakkan kemerdekaan Indonesia.

Untuk mendukung perjuangan para santri, Kiai Hasyim Asyarie mengundang beberapa kiai untuk bergabung. Laskar santri dalam barisan Hizbullah dan Sabilillah perlu didukung oleh para kiai. Pada waktu itu, Kiai Bisri Musthofa turun langsung ke medan pertempuran, bersama para kiai lain, di antaranya Kiai Abbas Buntet ? dan Kiai Amin Babakan Cirebon. Bahkan, rombongan Kiai Abbas Buntet singgah terlebih dulu di Rembang, untuk kemudian bersama Kiai Bisri melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Dalam bidang politik, Kiai Bisri pernah menjadi anggota konstituante. Perjuangannya dapat dilacak ketika beliau berkecimpung di parlemen maupun di luar struktur negara. Kiai Bisri juga dikenal sebagai sosok yang mendukung ide Soekarno, yakni konsep Nasakom (Nasionalis, Sosialis, Komunis). Kiai Bisri memberi catatan, bahwa ketika pihak yang berbeda ideologi, harus bersaing secara sehat dalam koridor keindonesiaan, dengan tetap mempertahankan NKRI. Akan tetapi, Kiai Bisri juga menjadi pengkritik paling tajam ketika Nasakom menjadi pahara politik. Diplomasi politik Kiai Bisri tidak hanya di ranah lokal, namun juga berpengaruh pada kebijakan politik nasional.

Jurus diplomasi politik Kiai Bisri layak dicontoh. Beliau tidak memisahkan politik dan agama, sehingga dalam menghadapi lawan-lawan politiknya, beliau tetap menggunakan etika dan fiqh sebagai referensi bersikap. Karena itu, tidak pernah dijumpai konflik antara Kiai Bisri dengan lawan-lawan politiknya. Aktifis NU pada zamannya, sangat menghormati Kiai Bisri, semisal KH. Idham Cholid, KH. Akhmad Syaichu, Subhan ZE dan beberapa kiai lain.

Kiai Bisri termasuk penulis (muallif) yang produktif. Karya-karyanya melimpah, dengan warna yang beragam. Sebagian besar, karyanya ditulis untuk memberi pemahaman kepada masyarakat awam. Karya-karya Kiai Bisri Musthafa meliputi berbagai macam ilmu tauhid, fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, ilmu-ilmu kebahasaan Arab (nahwu, sharaf dan ilmu alat lainnya), hadits, akhlak, dan lain sebagainya. Salah satu karya fenomenal adalah Tafsir al-Ibriz, yang ditulis dalam Jawa Pegon. Karya beliau lebih dari 30 judul, di antaranya: Terjemah Bulughul Maram, Terjemah Lathaiful Isyarah, al-ikhsar fi ilm at-tafsir, Munyah adh-Dhaman (Nuzul al-Quran), Terjemah al-Faraid al-Bahiyah, Terjemah as-Sulam al-Munauraq, (Indonesia oleh KH. Khalil Bisri), Tanwir ad-Dunyam, Sanif as-Shalah, Terjemah Aqidah al-Awam, Terjemah Durar al-Bayan, Ausath al-Masalik (al-Khulashah), Syarh al-Ajrumiyah, Syarh ash-Shaaf al-Imrithi, Rafiq al-Hujjaj, Manasik Haji, at-Taliqah al-Mufidah Li al-Qasidah al-Munfarijah, Islam dan Shalat, Washaya al-Aba li al-Abna, Al-Mujahadah wa ar-Riyadhah, Tarikh al-Auliya, Al-Haqibah (kumpulan doa) jilid I-II, Syiir Rajabiyah, Ahl as-Sunnah wa al-Jamaah, Syiir Budi Pekerti, Al-Asma wa al-Aurad, Syiir Pemilu, Zad az-Zuama wa Dzakirat al-Khutaba, Pedoman Pidato, Primbon, Mudzakirah Juyub Al-Hujjaj dan lain sebagainya.

Kiai Bisri Musthofa wafat pada usia 63 tahun, pada 16 Februari 1977. Ketika itu, warga Indonesia sedang menyongsong pemilu 1977 pada masa Orde Baru. Santri Nusantara membutuhkan sosok-sosok dengan kecerdasan lengkap dalam diri Kiai Bisri Musthofa. Alfaatihah.

Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN PBNU, Editor in-Chief islami.co dan Dewan Redaksi Penerbit Mizan.

Sumber:

Akhmad Zainul Huda, Mutiara dari Pesantren: Perjalanan Khidmah KH. Bisri Musthofa. Yogyakarta: LKIS. 2005.

Saifuddin Zuhri. Berangkat dari Pesantren. Jakarta, Gunung Agung, 1987.

Zainul Milal Bizawie, Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad : Garda Depan Menegakkan Indonesia, 1945-1949, Jakarta: Pustaka Compass, 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Hayati Idul Fitri dengan Menjadi Hamba yang Bersih

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah berpuasa selama satu bulan penuh, akhirnya umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri atau hari kemenangan.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan pesan Idul Fitri, “Kepada seluruh umat Islam, mari kita hayati arti Idul Fitri dengan menjadi hamba Allah yang bersih dan mari kita sempurnakan dengan saling silaturrahim dan saling memaafkan.”

Kiai Said mengutip sebuah ajaran Islam “Innama amwalukum waaulaadukum fitnah” yang dapat dimaknai bahwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu ada kesalahan dan dengan saling memaafkan, maka kesalahan tersebut selesai.

Hayati Idul Fitri dengan Menjadi Hamba yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
Hayati Idul Fitri dengan Menjadi Hamba yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

Hayati Idul Fitri dengan Menjadi Hamba yang Bersih

Ia mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang damai, yang mengajarkan untuk saling memaafkan, bukan saling membunuh. “Kelompok Islam yang mengajarkan kebencian bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dakwah dengan pendekatan budaya yang dilakukan oleh para Walisongo terbukti lebih berhasil daripada pendekatan lewat perang sebagaimana terjadi di Spanyol. Tanpa terasa nilai-nilai Islam terinternalisasi. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Islam Indonesia adalah Islam mayoritas yang tidak sombong, bahkan mayoritas melindungi minoritas.” (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Ulama, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik?

Di saat semua orang berlarian menghindar, satu wartawan berusaha mewawancarai seorang nenek. Di tengah membumbungnya abu vulkanik Kelud yang begitu tebal, muka si nenek dan wartawan pun tampak seperti di‘meck-up’ tidak karuan.

“Nek, nenek sama siapa? Kok sendirian?” tanya si wartawan sambil berjalan sedikit mengejar si nenek yang sedang panik dengan abu vulkanik di seluruh tubuhnya.

“Sudah tahu sendirian, kok masih nanya?” jawab si nenek sewot.

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik?

“Terus kira-kira rasanya gimana nek?” tanya si wartawan lagi tentang abu vulkanik.

Rasakno dewe … (rasain sendiri)!” jawab si nenek sambil bergegas pergi, dan si wartawan hanya mlongo. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan fokus membangun ekonomi di kawasan pedesaan.

NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan

Turut menandatangani kerja sama tersebut Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (1/8) petang. Menurut Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, langkah ini penting dilakukan mengingat ekonomi Indonesia yang masih bermasalah.

Kang Said menilai, klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,5 persen selama ini tak berarti apa-apa karena tetap dijumpai ketimpangan. “Harta yang didapatkan pemerintah itu harus ada pemerataan. Jangan hanya berputar-putar di kalngan orang kaya saja,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melalui ini, lanjutnya, PBNU akan mengembangkan gerakan desa maslahat yang bertumpu pada tujuan terwujudnya masyarakat yang berdaulat di bidang pangan, energi, dan konservasi. “Itulah tugas BUMN dan bersama-sama Nahdlatul Ulama. Insyaallah,” katanya.

Dalam sambutannya, Dahlan mengungkapkan kerja sama ini akan dijalankan LPPNU dan PT BUMN Lestari Hijau. Mantan dirut PLN ini mengaku sebelumnya telah melakukan program serupa di sejumlah daerah, seperti Bogor dan Jember di sektor peternakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melalui metode agroforestry, program ini diharapkan sanggup mengangkat masyarakat di wilayah pedesaan dari belenggu kemiskinan. Menurut Dahlan, dari 35 juta rakyat miskin di Indonesia, 5 juta di antaranya hanya bisa ditolong lewat santunan karena alasan usia, penyakit, perilaku, dan lain sebagainya. Sementara sisanya 30 juta, masih potensial untuk diberdayakan.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Pelajar NU Tidak Boleh Gegabah Akses Internet

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) merupakan salah satu dampak dari globalisasi. Dulu santri misalnya, belajar-mengaji kepada kiai maupun guru ngaji. Kini saking pragmatisnya, berguru kepada Google.

Pelajar NU Tidak Boleh Gegabah Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Tidak Boleh Gegabah Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Tidak Boleh Gegabah Akses Internet

Hal itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Abdullah Hamid. Dosen IT IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menyarankan agar tidak gegabah mengakses

internet. Apalagi yang berkenaan dengan hukum islam.

Sebab jika gegabah terang Hamid akan terjerumus di situs yang tidak pro NU. Ia menyarankan agar pelajar NU mengakses aswajanu.com. Situs itu lanjutnya jelas pro NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Paparan itu dikemukakannya dalam Seminar bertajuk Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Jepara di Pendopo kabupaten Jepara, Ahad (14/9).

Pembicara lain yang turut hadir H Mashudi (MUI Jepara), Sentut Endar Rusmanto (Kasdim 0719/ Jepara) dan Dwi Saifullah (PW IPNU Jawa Tengah).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantan Ketua IPNU Cabang Pati itu menambahkan dengan mengeklik aswajanu.com akan mememukan bacaan yang diinginkan. Semisal sumber hukum dari pesantren Sarang dan Sidogiri.

“Sebab web ini sudah disaring. Jadi informasi dari bukan NU tidak bisa masuk,” jelasnya.

Pelajar NU katanya juga tidak boleh asal dengar radio. Sebagaimana mengutip dawuh Habib Umar, orang yang mendengar agama dari radio, maka agamanya sama seperti suara kemresek (berisik, red) radio. Karena yang mendengar tidak tahu betul asal usul penceramah.

Sebagai pelajar NU lanjut Hamid juga harus hati-hati memanfaatkan media sosial. Seorang yang menghina santri, dibully dan menghina kota pelajar dipidanakan. Dua hal itu, perlu menjadi pelajaran berharga. Sehingga kader NU harus menjadi pengguna medsos yang santun. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

NU Kota Pekalongan Punya Radio

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan periode 2012-2017 menggebrak dengan program unggulannya, yakni mendirikan radio komunitas dengan nama "Radio Aswaja FM".

NU Kota Pekalongan Punya Radio (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Pekalongan Punya Radio (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Pekalongan Punya Radio

Meski pendirian radio telah digagas sejak lima tahun yang lalu, namun keinginan mengelola radio sendiri bari bisa dipenuhi pada tahun 2013 bersamaan dengan peluncuran program yang disyahkan pada forum musyawarah kerja cabang (Muskercab) NU yang berlangsung Jumat (22/2) di Gedung Aswaja Pekalongan.

"Selama ini jika akan mempublikasikan berbagai kegiatan di lingkungan NU selalu mengalami kesulitan, terutama penyampaian informasi informasi penting seperti informasi awal ramadhan maupun idul fitri," ujar H. Muhtarom Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan memiliki radio sendiri, ujar Tarom, NU akan lebih leluasa mengembangkan program dakwah ala Ahlussunnah wal Jamaah yang sejuk dan damai. Pasalnya, meski di Pekalongan telah banyak radio bermunculan, akan tetapi belum ada yang bisa mewakili kebutuhan Nahdliyyin.

Radio Aswaja FM melengkapi media yang sebelumnya telah dimiliki PCNU Kota Pekalongan, yakni media online www.nubatik.net yang diharapkan dapat menyebarkan berbagai kegiatan di lingkungan NU, khususnya penanaman nilai nilai ajaran Islam yang ramah bukan Islam yang marah, kata H. Tarom.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peresmian radio yang dilakukan oleh Ketua PBNU Prof. Dr. Ir. Mashum Mahfudz ditandai dengan pembukaan selubung papan nama radio disaksikan Wakil Walikota Pekalongan, Ketua DPRD Kota Pekalongan, pimpinan ormas Islam dan Parpol, tamu undangan dan ratusan delegasi Ranting dan MWC NU se Kota Pekalongan.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq berharap radio Aswaja FM dapat mewarnai pola kehidupan masyarakat Pekalongan dan religius melalui program program yang telah disiapkan oleh manajer radio.

Beberapa program unggulan yang saat ini sedang dipersiapkan ialah "pengajian kitab kuning", "taushiyah kiai", "umat bertanya kiai menjawab" dan problema solusi yang dikemas melalui bahasa dialogis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dikatakan Rofiq, program unggulan pengajian kitab kuning, sebuah acara yang dikemas dalam bentuk rekaman mengkaji kitab kitab klasik karya para ulama salafus sholihin dengan metode bandongan, yakni guru sebagai pembaca kitab dengan berbagai penjelasannya, sedangkan murid atau santri mensyarahi kitab dengan tulisan Arab Pego.

Program pengajian kitab kuning lewat radio diharapkan akan memudahkan para santri atau alumni santri putra-putri bisa mengikuti pengajian tanpa harus datang ke majelis pengajian, akan tetapi cukup mendengarkan lewat radio pada jam jam yang telah ditentukan. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Pemurnian Aqidah, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi?

Oleh KH Abdurrahman Wahid. Beberapa tahun yang lampau, seorang ulama dari Pakistan datang pada penulis di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta. Pada saat itu, Benazir Bhutto masih menjabat Perdana Menteri Pakistan. Permintaan orang alim itu adalah agar penulis memerintahkan semua warga NU untuk membacakan surah Al-Fatihah bagi keselamatan Bangsa Pakistan. Mengapa? Karena mereka dipimpin Benazir Bhutto yang berjenis kelamin perempuan. Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda “celakalah sebuah kaum jika dipimpin oleh seorang perempuan”? Penulis menjawab bahwa hadits tersebut disabdakan pada Abad VIII Masehi di Jazirah Arab. Ini berarti diperlukan sebuah penafsiran baru yang berlaku untuk masa kini?

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi?

Pada tempat dan waktu Rasulullah masih hidup itu, konsep kepemimpinan bersifat perorangan -di mana seorang kepala suku harus melakukan hal-hal berikut: memimpin peperangan melawan suku lain, membagi air melalui irigasi di daerah padang pasir yang demikian panas, memimpin karavan perdagangan dari kawasan satu ke kawasan lain dan mendamaikan segala macam persoalan antar para keluarga yang berbeda-beda kepentingan dalam sebuah suku, yang berarti juga dia harus berfungsi membuat dan sekaligus melaksanakan hukum.

Sekarang keadaannya sudah lain, dengan menjadi pemimpin, baik ia presiden maupun perdana menteri sebuah negara, konsep kepemimpinan kini telah dilembagakan/diinstitusionalisasikan. Dalam konteks ini, Perdana Menteri Bhutto tidak boleh mengambil keputusan sendiri, melainkan melalui sidang kabinet yang mayoritas para menterinya adalah kaum lelaki. Kabinet juga tidak boleh menyimpang dari Undang-undang (UU) yang dibuat oleh parlemen yang mayoritas beranggotakan laki-laki. Untuk mengawal mereka, diangkatlah para Hakim Agung yang membentuk Mahkamah Agung (MA), yang anggotanya juga lakilaki. Karenanya, kepemimpinan di tangan perempuan tidak lagi menjadi masalah, karena konsep kepemimpinan itu sendiri telah dilembagakan/ di-institusionalisasi-kan. “Anda memang benar,” demikian kata orang alim Pakistan itu, “tetapi tolong tetap bacakan surah Al-Fatihah untuk keselamatan bangsa Pakistan”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

***

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kisah di atas, dapat dijadikan contoh betapa Arabisasi telah berkembang menjadi Islamisasi -dengan segala konsekuensinya. Hal ini pula yang membuat banyak aspek dari kehidupan kaum muslimin yang dinyatakan dalam simbolisme Arab. Atau dalam bahasa tersebut, simbolisasi itu bahkan sudah begitu merasuk ke dalam kehidupan bangsa-bangsa muslim, sehingga secara tidak terasa Arabisasi disamakan dengan Islamisasi. Sebagai contoh, nama-nama beberapa fakultas di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) juga di-Arabkan; kata syarî’ah untuk hukum Islam, adab untuk sastra Arab, ushûluddin untuk studi gerakan-gerakan Islam dan tarbiyah untuk pendidikan agama. Bahkan fakultas keputrian dinamakan kulliyyat al-banât. Seolah-olah tidak terasa ke-Islaman-nya kalau tidak menggunakan kata-kata bahasa Arab tersebut.

Kalau di IAIN saja, yang sekarang juga disebut UIN (Universitas Islam Negeri) sudah demikian keadaannya, apa pula nama-nama berbagai pondok pesantren. Kebiasaan masa lampau

untuk menunjuk kepada pondok pesantren dengan menggunakan nama sebuah kawasan/tempat, seperti Pondok Pesantren (PP) Lirboyo di Kediri, Tebuireng di Jombang dan Krapyak di Yogyakarta, seolah-olah kurang Islami, kalau tidak menggunakan nama-nama berbahasa Arab. Maka, dipakailah nama PP Al-Munawwir di Yogya -misalnya, sebagai pengganti PP Krapyak.

Demikian juga, sebutan nama untuk hari dalam seminggu. Kalau dahulu orang awam menggunakan kata “Minggu” untuk hari ketujuh dalam almanak, sekarang orang tidak puas kalau tidak menggunakan kata “Ahad”. Padahal kata Minggu, sebenarnya berasal dari bahasa Portugis, “jour dominggo”, yang berarti hari Tuhan. Mengapa demikian? Karena pada hari itu orang-orang Portugis —kulit putih pergi ke Gereja. Sedang pada hari itu, kini kaum muslimin banyak mengadakan kegiatan keagamaan, seperti pengajian. Bukankah dengan demikian, justru kaum muslimin menggunakan hari tutup kantor tersebut sebagai pusat kegiatan kolektif dalam ber-Tuhan?

***

Dengan melihat kenyataan di atas, penulis mempunyai persangkaan bahwa kaum muslimin di Indonesia, sekarang justru sedang asyik bagaimana mewujudkan berbagai keagamaan mereka dengan bentuk dan nama yang diambilkan dari Bahasa Arab. Formalisasi ini, tidak lain adalah kompensasi dari rasa kurang percaya diri terhadap kemampuan bertahan dalam menghadapi “kemajuan Barat”. Seolah-olah Islam akan kalah dari peradaban Barat yang sekuler, jika tidak digunakan kata-kata berbahasa Arab. Tentu saja rasa kurang percaya diri ini juga dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin sekarang di seluruh dunia. Mereka yang tidak pernah mempelajari agama dan ajaran Islam dengan mendalam, langsung kembali ke “akar” Islam, yaitu kitab suci al-Qur’ân dan Hadits Nabi Saw. Dengan demikian, penafsiran mereka atas kedua sumber tertulis agama Islam yang dikenal dengan sebutan dalil naqli, menjadi superficial dan “sangat keras” sekali. Bukankah ini sumber dari terorisme yang kita tolak yang menggunakan nama Islam?

Dari “rujukan langsung” pada kedua sumber pertama Islam itu, juga mengakibatkan sikap sempit yang menolak segala macam penafsiran berdasarkan ilmu-ilmu agama (religious subject). Padahal penafsiran baru itu adalah hasil pengalaman dan pemikiran kaum muslimin dari berbagai kawasan dalam waktu yang sangat panjang. Para “Pemurni Islam” (Islamic puritanism) seperti itu, juga membuat tudingan salah alamat ke arah tradisi Islam yang sudah berkembang di berbagai kawasan selama berabad- abad. Memang ada ekses buruk dari pengalaman perkembangan pemikiran itu, tetapi jawabnya bukanlah berbentuk puritanisme yang berlebihan, melainkan dalam kesadaran membersihkan Islam dari ekses-ekses yang keliru tersebut.

Agama lainpun pernah atau sedang mengalami hal ini, seperti yang dijalani kaum Katholik dewasa ini. Reformasi yang dibawakan oleh berbagai macam kaum Protestan, bagi kaum Katholik dijawab dengan berbagai langkah kontrareformasi semenjak seabad lebih yang lalu. Pengalaman mereka itu yang kemudian berujung pada teologi pembebasan (liberation theology), merupakan perkembangan menarik yang harus dikaji oleh kaum muslimin. Ini adalah pelaksanaan dari adagium “perbedaan pendapat dari para pemimpin, adalah rahmat bagi umat (ikhtilâful a’immah rahmatul ummah).” Adagium tersebut bermula dari ketentuan kitab suci al-Qur’ân: “Ku-jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bangsa agar kalian saling mengenal (Wa ja’alnâkum syu’ûban wa qabâ’ila li ta’ârafû)” (QS al-Hujurat(49):13). Makanya, cara terbaik bagi kedua belah pihak, baik kaum tradisionalis maupun kaum pembaharu dalam Islam, adalah mengakui pluralitas yang dibawakan oleh agama Islam.

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pemurnian Aqidah, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk kembali kepada makna luhur Idul Fitri. Perkara pilpres yang sudah masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK), sebaiknya diselesaikan secara hukum. Masyarakat tidak perlu ramai-ramai karena memang tidak diperlukan oleh hukum.

Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional

"Yang diperlukan adalah bukti dan pembuktian. Tidak memerlukan nafsu politik dan kegaduhan masyarakat. Kembalikan pada makna luhur idul fitri," kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Rabu (29/7).

Menurutnya, polarisasi pilpres tempo hari tidak boleh mengoyak silaturrahmi kaum muslimin dan persaudaraan nasional. "Pilpres untuk bangsa, bukan bangsa harus koyak karena pilpres. Politik harus untuk kepentingan agama, bukan agama untuk kepentingan politik," kata pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Islam, kata Hasyim, mengajarkan bahwa politik adalah alat yang tujuannya adalah keluhuran nilai agama. "Kita harus berpolitik agama bukan beragama politik. Politik agama adalah politik yang bernafaskan nilai luhur agama. Sedangkan agama politik adalah politik yang mengorbankan agama asal politiknya nyampai," katanya.

"Jangan sampai kaum muslimin jangan sampai terjebak dalam strategi menghalalkan semua cara  yang dikenal zaman belanda dulu sebagai " het doel heileg de middelen," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantan ketua umum PBNU ini mengatakan, Idul Fitri adalah hari raya kemanusiaan. "Jadi yang hari raya adalah humanity (kemanusiaan) kita. Kita sebagai manusialah yang meraih kemenangan dlm idul Fitri ini. Idul Fitri kembali ke ahsani taqwim, yakni wujud makhluk Allah yang terluhur konstruksinya secara lahir batin," paparnya.

Umat Islam, tambahnya, dituntut menyempurnakan hubungannya kepada Allah tanpa melupakan penyempurnaan terhadap eksistensi dan peran sebagai makhluk sosial dengan segala pernik-pernik tata hubungan sosialnya . "Oleh karenanya silaturahim dan saling memaafkan serta tolong menolong antara si kaya dan si miskin merupakan pilar pokok Idul Fitri .

Namun, katanya, mewujudkan nilai luhur Idul Fitri dalam praktek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa tidak mudah. Termasuk oleh para pemimpin masyarakat itu sendiri yang seharusnya memberi teladan .

"Memang problem umat beragama bukanlah pada pemahaman agamanya tapi bagaimana mefaktakan ajaran itu dalam perilaku kemasyarakatan sehari-hari," pungkasnya. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, 14-16 April 2015.

Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Agendakan Rakernas di Batam

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan bapak Walikota Batam Ahmad Dahlan dan alhasil beliau menyambut baik niat kami untuk melakukan Rakernas,” kata Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Maksum di Kantor PP Lakpesdam NU, Selasa (3/3) malam.

Dia menjelaskan, saat menerima kedatangan pengurus Lakpesdam, orang nomor satu di kota terbesar di Kepulauan Riau itu tampak sangat gembira karena kota tercintanya dipercaya menjadi tuan rumah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Beliau mengapresiasi niat kami dengan baik, selain itu beliau juga ingin memperkenalkan beberapa wisata di Batam dengan harapan Kepulauan Riau bisa lebih dikenal oleh masyarakat NU secara khusus,” ungkap Yahya.

Secara terpisah, ketua panitia penyelenggara, Eko Agus Priyono mengatakan, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan beberapa kebutuhan kepanitiaan, baik dari segi tempat, akomodasi, ataupun lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia menambahkan,? dalam Rakernas nanti panitia akan menyambut peserta Rakernas dengan mempertunjukkan tarian Nusantara sekaligus mengajak peserta berkunjung ke beberapa tempat wisata kota seusai Rakernas.

“Kami memilih kepulauan ini karena suasananya yang kondusif, dan itu sangat kami harapkan untuk menelurkan ide-ide brilian nantinya guna memberikan kontribusi yang positif terhadap NU ke depan. (Agus Baha’udin Anwar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal IMNU, RMI NU, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Hardiknas, ISNU Deklarasikan Gerakan Wakaf Buku

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mengambil momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mendeklarasikan Gerakan Wakaf Buku yang digelar di Pesantren Al Hakim Perum Mahkota Indah Mangunjaya, Tambun Selatan Bekasi, Rabu (2 Mei 2012.

Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa tanaman terbaik adalah ilmu dan ilmu dapat diperoleh melalui buku karena itu, mewakafkan buku sama dengan menyebarluaskan ilmu.?

Hardiknas, ISNU Deklarasikan Gerakan Wakaf Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Hardiknas, ISNU Deklarasikan Gerakan Wakaf Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Hardiknas, ISNU Deklarasikan Gerakan Wakaf Buku

“Kita mendorong agar warga NU dan masyarakat pada umumnya untuk mewakafkan buku sebagai bagian dari kecintaan terhadap ilmu. Kami menggugah kepada masyarakat luas yang memiliki kelebihan agar dibagi kepada yang membutuhkan,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dihadapan murid-murid SD dan SMP, Ali Masykur memberi motivasi mereka agar sukses diantaranya dengan mematuhi orang tua dan belajar yang baik. “Nanti anak-anak sini kalau birrul walidain dan belajar dengan baik, bisa jadi bupati, gubernur atau presiden,” paparnya.?

Mengutip sebuah ayat Qur’an, ia menjelaskan kesuksesan seseorang karena bisa memadukan iman dan ilmu yang nantinya akan diangkat derajatnya oleh Allah. Ia membahasakannya dalam 3 H, yaitu heart, memiliki hati atau kecerdasan emosi, head, memiliki akal atau kecerdasan intelektual dan hand, yaitu memiliki ketrampilan yang bisa dimanfaatkan dalam menjalani kehidupan.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jika bisa memadukan tiga hal ini, insyaallah akan sukses,” katanya.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini menegaskan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang memuliakan manusia dan mengantarkan mereka kepada derajat kemanusiaan yang luhur, yaitu pendidikan yang mampu membentuk manusia-manusia paripurna atau insan kamil, bukan sekedar mencetak tenaga-tenaga kerja untuk memenuhi selera pasar.

ISNU, katanya, merupakan organisasi yang terdiri dari para sarjana NU yang diharapkan dapat memadukan dzikir dan fikir untuk kepedulian kepada rakyat. Seorang sarjana tidak boleh berdiri di sebuah menara gading, tetapi harus mampu membebaskan anak didik dari kebodohan. Gerakan wakaf buku ini merupakan salah satu bentuk yang dilakukan.?

Selain memberikan bantuan buku, ISNU juga memberi sumbangan dana untuk perbaikan sanitasi di lingkungan sekolah agar para santri bisa belajar dengan nyaman.

Terkait dengan anggaran pendidikan, Ali Masykur meminta peningkatan anggaran untuk renovasi sekolah, terutama sekolah swasta yang selama ini kurang diperhatikan, baik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama.

Ia juga berpendapat Ujian Nasional saat ini masih diperlukan untuk mendorong anak-anak belajar lebih baik sehingga kualitas pendidikan Indonesia tak kalah dengan negeri tetangga, tetapi ia tidak setuju jika menjadi standar kelulusan. “Sekolah diberi wewenang untuk menentukan nilai kelulusannya, tetapi ditambah dengan komponen lain,” paparnya.

KH Imam Suhairi Iskandar, ketua yayasan pesantren Al Hakim menjelaskan, siswa yang sekolah dan mengaji di tempat ini tidak membayar alias gratis. Hal ini sebagai upaya membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Meskipun demikian, ia menegaskan lembaga pendidikan yang didirikan tahun 2006 ini masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana agar siswa dapat belajar dengan baik. ?

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020."

"Kami telah memasukan surat kepada Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Way Kanan dan mendapat respon positif. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian KLH Arif Radigusman sepakat diadakan pertemuan di institusinya pada Jumat 5 Februari 2016 untuk duduk bersama, menjaring aspirasi berbagai pihak terkait gerakan nasional tersebut," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (4/2), dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan

Sejumlah surat berkaitan "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020" telah disampaikan kepada sejumlah pihak di daerah itu, seperti Forum Komunitas Hijau (FKH), Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah, Kepala Kampung Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Lalu Karang Taruna, Pemuda Muhammadiyah, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Pemuda Katolik, Pemuda Kristen, Palang Merah Indonesia (PMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Forum Karate Indonesia (Forki).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Target sederhana dari aksi akan dilakukan itu adalah masyarakat paham mana sampah organik dan anorganik. Kami akan membuat sekitar 2.000 - 4.000 pamflet untuk dibagikan kepada masyarakat sebelum melakukan serentak gotong royong Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020 di sejumlah titik. Kesadaran menangani sampah secara bijak harus ditumbuhkan segegas mungkin," ujar Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung itu lagi.

Respon positif atas aksi tersebut telah disampaikan? Kepala Kampung Lebak Peniangan Tri Wanto. Sekretaris Umum Forki Way Kanan Rahmat bahkan langsung menelepon dan menyatakan siap berpartisipasi aktif setelah menerima surat yang diantarkan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

"Saya pribadi meyakini sampah adalah persoalan bersama. Jika hari ini tidak ada gerakan menanggulangi sampah, nasib lingkungan hidup mendatang sudah jelas menyedihkan. Jangan sampai itu menjadi warisan anak cucu kita," pungkas aktivis Gusdurian itu. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

? ? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Doa, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kain Tapis khas Lampung yang merupakan pakaian adat suku Lampung berbahan kain tenun benang kapas dan biasanya disulam dengan benang emas dan perak ini rencananya akan menjadi produk andalan HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) Lampung yang akan ikut serta pada Pameran Indonesia Terpadu 2016 di Aljazair bulan November 2016 mendatang.

HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair

Dipilihnya Kain Tapis menurut H Abdul Karim, disamping sebagai ikon budaya daerah Lampung kain ini juga merupakan salah satu warisan budaya kebanggaan nusantara.

"Kita ingin kain tapis ini dikenal di eropa, sehingga menarik minat para turis berkunjung dan otomatis dapat menggerakkan ekonomi pengrajin kain tapis setempat," terang Ketua HIPSI Lampung di kediamanya Jalan Terminal Raja Basa, Bandar Lampung, Rabu (7/9).

Seperti diberitakan sebelumnya Pameran Indonesia Terpadu akan berlangsung 23-27 November 2016 oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) berkedudukan di Aljazair. Pameran yang bertujuan memasarkan dan peningkatan ekspor produk indonesia ini diikuti oleh pelaku usaha dan industri tanah air dari berbagai produk manufaktur, migas dan nonmigas serta consumer goods.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hipsi NU turut berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan berbagai varian produk unggulanya seperti kopi Lanang Wali limbung dari Jawa Tengah, Kopi luak dari Lampung dan beberapa produk herbal kesehatan dari Hipsi Jawa Timur.

Terpisah Ketua Umum HIPSI, Mohammad Ghozali saat dihubungi menambahkan, selain Aljazair, misi dagang HIPSI melalui delegasi khusus juga ke Turki, Prancis dan Qatar.

"Khusus Turki ada dua agenda. Petama meeting bisnis dengan jaringan TITA (Turkey Indonesia Trade Association). Kedua dengan pengusaha jaringan pesantren Sulaymaniah yang mana lewat jaringan ini banyak berdiri pesantren Tahfidzul quran di Indonesia," pungkasnya. (Fathurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

GP Ansor Kaduarah Timur dan UP2M Gelar Khitan Massal

Sumenep, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Pimpinan Ranting GP Ansor Kaduarah Timur Pragaan Sumenep menggelar khitanan missal. Kegiatan yang menggandeng UP2M ini juga dibarengi santunan anak yatim, bazaar sembako dan pengajian peringatan Nuzulul Qur’an dtempatkan dibalai desa setempat.

Ketua GP Ansor Ranting Kaduarah Timur, Masduqi mengatakan, peserta yang mengikuti khitanan massal sebanyak 25 anak. Mereka berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Larangan Kaduarah Timur. Kecamatan Kadur Kertagena Laok Dan Kecamatan Pragaan meliputi Kaduarah Timur, Sendang, Larangan Pereng dan Sentol Laok.

GP Ansor Kaduarah Timur dan UP2M Gelar Khitan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kaduarah Timur dan UP2M Gelar Khitan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kaduarah Timur dan UP2M Gelar Khitan Massal

” Program ini diagendakan setiap tahun pada bulan puasa, semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dan bisa berjalan setiap tahun,”ujarnya, Selasa (6/6).?

Dikatakannya, kegitan di mulai pada pukul 08.00-12.00 WIB, disamping khitanan missal rangkaian kegitan lain dianaranya meliputi, santunan anak yatim, khatmil Quran, bazar sembako dan pengajian keagamaan peringatan Nuzulul Quran.

Kunnaisa (26) ? salah satu warga Desa Kaduarah Timur, yang mengantar anaknya menjadi salah satu peserta khitan mengatakan, dengan adanya program khitan massal secara gritis yang di prakarsai UPPM dan GP Ansor Ranting Kaduarah Timur sangat berdapak positif. Masyrakat terasa sangat terbantu.

“Kami sangat berterimakasih sehingga anak kami bisa ikut khitan masal yang digelar Ansor,” katanya. (Zainal Arifin/ Muslim A)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 September 2017

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah sempat tertunda, Rumah sakit NU Jombang, Sabtu (10/ 3) resmi dibuka. Rumah Sakit dengan Tipe C ini memberikan nama kamar-kamarnya dengan nama Pendiri NU, termasuk juga nama KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pemberian nama para pendiri NU, pada kamar dan beberapa ruangan merupakan kesepakatan antara direksi dan Pengurus Cabang NU. "Karena milik NU atas intruksi kiai semua kamar, ruangan kita beri nama pendiri NU," terang Bambang Hayunanto Direktur RSNU disela- sela peresmian kepada NU online.

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan

Untuk kamar VVIP misalnya, tertempel nama besar Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, sedangkan nama  KH Abd Wahab Hasbulloh, menempati kamar VIP yang terdiri dari 3 kamar sementara nama  KH Bisri Syansuri juga menjadi nama salah satu kamar kelas VÍP. "Untuk  nama Gus Dur dipakai pada ruangan pertemuan utama," tambah dokter Bambang mengatakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantan Direktur RSUD Jombang, ini menambahkan, RS NU merupakan Rumah sakit kelas D  yang memiliki  36 yang terdiri dari, kamar VVIP ada  4  kamar, kamar VIP 6  kamar, kelas satu 6 kamar, kelas 3  ada 8 kamar. "Setelah diresmikan, insyaallah mulai Senin, kita langsung beroperasi," pungkasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 09 Agustus 2017

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku

Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa konflik sektarian di Irak antara kaum Sunni dan Syiah yang terjadi saat ini mirip dengan kasus yang terjadi di Ambon Maluku.

“Asalnya merupakan konflik ekonomi dan kekuasaan, kemudian masing-masing kelompok menggunakan pendekatan keagamaan untuk menarik simpati masyarakat pada kelompoknya. Ketika konflik sudah membesar, seolah-olah ini bersumber dari masalah keagamaan,” tuturnya.

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku

Di Irak sendiri terdapat dendam kekuasaan dan dendam sejarah. Pada masa Saddam Hussein berkuasa, kaum Syiah kurang mendapatkan tempat dalam kekuasaan. Posisi saat ini berbalik dengan berkuasanya golongan Syiah yang mengakibatkan golongan sunni tersingkir.

“Kalau itu disulut, apinya menjadi sangat besar. rakyat sendiri terpecah belah. Apakah sudah bersedia untuk rukun, saya kira pemimpinnya sudah oke, tetapi apakah efektif dilapangan, masih memerlukan perjaungan yang lebih lanjut, karena sekalipun dipicu oleh politik dan hegemoni, tetapi dikalangan arakyat sudah menggelinding seperti peperangan,” imbuhnya.

Untuk menghentikan perang ini, tidak hanya cukup dengan himbauan yang dilakukan oleh para ulama. Kiai Hasyim menyatakan harus ada kekuatan yang mampu mencegah, baru kemudian ada rekonsiliasi mental, moral dan agamis. “Rakyat harus ditunjukkan bahwa anda adalah korban dari berbagai gerakan politik,” paparnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ulama dan pemerintah Indonesia mau terlibat dalam upaya penyelesaian konflik ini karena solidaritas sebagai sesama negara berpenduduk muslim dan amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian dunia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 27 Juli 2017

Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Diantara faktor yang menyebabkan kondisi Indonesia terpuruk adalah semakin maraknya praktik korupsi oleh para elit negeri ini. Salah satu upaya untuk membasmi korupsi adalah dengan meningkatkan spiritualitas melalui tasawuf.

Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta, Selatan, Jumat (4/10)

“Menteri gajinya sudah cukup, bupati sudah cukup, bensinnya, pembantunya, sopir, semuanya digaji oleh pemerintah. Menteri itu sudah staf khusus, staf ahli, asisten, deputi, sekretaris pribadi, bensin mobilnya, tukang masak di rumahnya itu ditanggung negara semua,” papar kiai asal Cirebon tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ternyata, Kiai Said menambahkan, mereka masih merasa kurang, “Kalau masih kurang, berarti jauh dari sifat-sifat sufi. Coba kalau terima, coba kalau qonaah, alhamdulillah sudah cukup, tidak akan korupsi,” paparnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Kang Said tersebut menyatakan bahwa salah besar jika ada yang mengatakan tasawuf yang menjadikan penyebab kemunduran Islam, justru tasawuflah yang mendorong agar spirit kualitas manusia menjadi dinamis dan memberikan semangat yang tinggi.

“Tasawuf tidak membuat manusia pusing, sedih dengan urusan-urusan tektek bengek. Hanya sedih karena Allah. Yang menyebabkan kemunduran Islam adalah hubbu dunya, rebutan jabatan, rebutan harta, takut kelaparan, takut miskin takut mati,” tambahnya.

Jika saja para pejabat dan pemimpin negeri ini memiliki kualitas spiritual yang tinggi maka mereka akan menghindari korupsi, untuk menuju kualitas spiritualitas tersebut dapat ditempuh dengan tasawuf. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock