Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ribuan Santri Madrasah Qudsiyyah mendeklarasikan tentang kemandirian ekonomi pada Selasa (2/8). Mereka secara bersama-sama berikrar “santri mandiri” yang dipimpin Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (Yapiq) KH Najib Hasan didampingi Sekretaris Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Miftah Fakih.

Kegiatan berlangsung di lapangan Qudsiyyah JL KHR Asnawi Kudus tersebut diawali melantunkan Shalawat Asnawiyah. Kemudian para santri mengikuti bacaan ikrar. Salah satu bunyi pernyataannya, santri nusantara menolak hegemoni, tekanan dan pemanfaatan yang dapat merusak tatanan ekonomi santri.

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi

Berikut bunyi teks lengkap deklarasi santri mandiri yang ditandatangani KH Najib Hasan dan KH Miftah Fakih:

Pertama, santri nusantara menyatakan kemandirian ekonomi untuk mewujudkan peradaban yang berkeadilan dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kedua,santri nusantara selalu menjalin ukhuwah taawuniyah untuk menumbuhkembangkan berbagai potensi demi tercapainya izzul Islam wal muslimin dalam panji-panji Ahlussunnah waljamaah.

Ketiga, santri nusantara menolak berbagai hegemoni, tekanan dan pemanfaatan yang dapat merusak tatanan ekonomi santri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, Sekretaris Panitia Abdul Jalil mengatakan deklarasi “santri mandiri” merupakan dekontruksi salafi yang tidak hanya mengaji, melainkan juga bisa mandiri tanpa harus bergantung dengan pada orang lain.

"Ini bagian menjalankan ajaran konsep Gusjigang yang dibawa Sunan Kudus dimana santri harus pandai mengaji juga harus mandiri," ujarnya dalam konperensi pers panitia satu abad Qudsiyyah.

Deklarasi santri mandiri ini merupakan tindak lanjut dari halaqah “santri mandiri” yang berlangsung di hotel Qudsiyyah. Usai kegiatan, dilanjutkan penulisan mushaf Al Quran 30 juz oleh ribuan santri Qudsiyyah di panggung expo dan UMKM. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Masa khidmah PCNU Subang tinggal 6 bulan lagi. Namun, hal itu tidak membuat semangat para pengurusnya mengendor. Sebaliknya sisa waktu tersebut dimanfaatkan menggelar kegiatan Roadshow Aswaja NU ke semua pengurus MWC dan Ranting.

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin

"Tujuan roadshow PCNU Subang ini adalah untuk revitalisasi ajaran Aswaja dan deradikalisasi sebab belakangan ini banyak kelompok yang mencoba menggiring ajaran Aswaja ke arah radikalisme" ungkap Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat mengisi materi Roadshow Aswaja NU di Pesantren Al-Barokah, Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanaga, Subang, Ahad (18/2).

Selain itu, kata dia, kegiatan itu juga bertujuan untuk menguatkan paham Ahlussunnah wal-Jama’ah an-Nahdliyah kepada para pengurus NU di tingkat MWC dan Ranting agar bisa lebih memahami prinsip dasar NU baik itu dalam fikrah, amaliah, maupun harakah.

"Kegiatan ini juga sebagai wujud upaya kami dalam melanjutkan amanah para pendiri NU untuk mempertahankan NKRI dan kebinekaan agar terhindar dari perpecahan," tambah Pengasuh Pesantren Attawazun itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di hadapan para Pengurus Ranting serta Pengurus MWCNU Pusakanagara dan MWCNU Pusakajaya itu, Kiai Musyfiq juga menyampaikan sekaligus mengajak warga NU Subang untuk aktif menjadi anggota Koperasi PCNU yang saat ini sedang dalam tahap perintisan. Dengan wasilah koperasi, PCNU Subang bisa mewujudkan kemandirian ekonomi jamaah dan jamiyah NU.

"Roadshow ini juga kita gunakan untuk penertiban administrasi dan juga memastikan beberapa pengurus Ranting yang SK-nya sudah habis sekaligus mendorong beberapa MWC untuk segera membentuk ranting di wilayahnya masing-masing," tandasnya.

Roadshow Aswaja yang melibatkan unsur banom serta lembaga yang ada di lingkungan PCNU Subang ini rencananya akan terus dilakukan sampai Mei di beberapa tempat. Masing-masing tempat kegiatan akan diikuti oleh 2 sampai 4 Pengurus MWCNU beserta pengurus rantingnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Puasa Identik dengan Zuhud

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dua nilai penting yang diajarkan melalui syariat ibadah puasa adalah pengendalian diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang diperbolehkan di luar hari puasa seperti makan-minum dan bersabar dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Dua hal itu ada dalam satu praktik hidup yang dalam dunia tasawuf disebut dengan zuhud. Demikian dalam Pengajian Ramadhan Online Kitab "Manahijul Imdad" karya ulama besar Nusantara, Syeikh Ihsan Jampes, yang disiarkan dari ruang redaksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, lantai V, gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/9).

Pengajian kali ini membahas fasal tentang "Fadhilah Zuhud" yang dipandu oleh Ustadz Basyir Fadlullah, mewakili pengajar tetap pengajian online KH Arwani Faisal dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU yang sedang sakit. Pengajian disiarkan melalui akun pbnu_online@yahoo.com.

Puasa Identik dengan Zuhud (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Identik dengan Zuhud (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Identik dengan Zuhud

Syeikh Ihsan bin Dahlan dalam kitab "Manahijul Imdad" jilid I halaman 428 mendefinisikan zuhud sebagai kemampuan untuk meninggalkan sesuatu keinginan atau hasrat yang diperbolehkan tanpa harus mengharamkannya. Tingkatan ini tentunya lebih tinggi dari sekedar meninggalkan perbuatan yang dilarang oleh syariat.

Kaum muslimin, demikian menurut Ustadz Basyir Badlullah, digembleng atau lebih tepatnya dipaksa untuk melakukan zuhud pada saat menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Syeikh Ihsan Jampes pada fasal sebelumnya tentang hakikat ibadah puasa menekankan bahwa umat Islam yang melalukan puasa tentunya sudah harus melalui satu fase penting dalam hidup yakni telah berhasil meninggalkan perbuatan yang dilarang. Nah puasa adalah perintah untuk meninggalkan perbuatan yang dibolehkan atau tepatnya mengendalikan diri dari perbuatan yang wajar, manusiawi dan memang dibolehkan.

Pada saat berpuasa, demikian juga pada saat seorang hamba sedang berzuhud, adalah saat batin bergolak antara melakukan atau tidak melakukan sesuatu, berperang dengan diri sendiri, antara melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Dikatakan bahwa diantara rukun Islam yang lima, puasa adalah ibadah yang paling menitikberatkan hubungan antara manusia denya dirinya sendiri, bukan dengan penciptanya, bukan pula dengan sesama manusia.

Aspek penting lainnya dalam ibadah puasa adalah kesabaran diri untuk melakukan perintah-perintah Allah SWT, dan pengendalian diri itu selalu terkait dengan kesabaran. Syikh Ihsan Jampes juga mendefinisikan zuhud sebagai kesabaran untuk menjalankan perintah-perintah Tuhannya, betapun beratnya.

Para peserta pengajian mengangkat perbincangan tentang zuhud ke dalam realitas keberagamaan umat Islam di Indonesia. Melirik sekejab betapa saat bulan Ramadhan tiba, terlebih menjelang hari lebaran, umat Islam di Indonesia malah bersibuk mengkonsumsi barang-barang kebutuhan yang sebelumnya tidak dibutuhkan.

Baiklah, banyak faktor yang menyebabkan tradisi hambur-hamburan ini turun-temurun di Indonesia, dan memang tidak perlu ada yang disalahkan. Hanya saja, perlulah bertanya apakah kita benar-benar berpuasa? Andaikan diadakan sertifikasi ibadah puasa, apakah kita termasuk yang lulus ujian?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Maka sedianya puasa diakrabkan definisinya dengan zuhud. Bahwa pengendalian diri dan sabar yang dimaksud tidak sekedar behubungan dengan makan-minum atau bersenggama suami-istri, tapi lebih hebat dari itu, mengendalikan diri dari dan sabar dari semua keinginan atau hasrat, agar manusia mampu menguasai dirinya sendiri; menguasai keinginannya sendiri.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Dunia bisnis, lingkungan, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang keberadaannya saling mendukung. Jika terjadi ketimpangan pada satu sisi, maka masalah, cepat atau lambat akan muncul. Manusia menyesuaikan diri dengan alam untuk mencapai harmoni. Kemajuan teknologi menyebabkan manusia mampu mengendalikan kekuatan alam. Keserakahan manusia yang tidak ada batas ini menyebabkan mereka berusaha mengeksploitasi alam, yang merusak keseimbangan ekosistem. Akhirnya, bencanalah yang timbul dengan manusia sebagai korbannya.

Kemajuan teknologi untuk mengeksploitasi alam menyebabkan dunia usaha memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut untuk berekspansi dari satu tempat ke tempat lain yang dinilainya masih memiliki potensi keuntungan. Konflik dengan masyarakat lokal di mana industri akan dibangun tak habis-habisnya muncul. Di pesisir selatan pantai Pulau Jawa, konflik terkait penambangan pasir besi muncul di berbagai tempat. Bahkan sampai menimbulkan korban nyawa sebagaimana dialami oleh Salim Kancil di Pasuruan (2015) yang dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Konflik juga muncul akibat rencana eksploitasi sumberdaya air yang muncul di Serang Banten dan beberapa daerah lainnya. Konflik lahan antara masyarakat adat dan pengusaha perkebunan juga tak ada habis-habisnya. Belakangan, masalah yang mengemuka adalah rencana pembangunan pabrik semen di daerah Rembang.

Bencana alam yang muncul dari tahun ke tahun akibat eksploitas alam adalah pembakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan. Pembersihan lahan dengan membakar memang ongkosnya murah, tetapi masyarakat luaslah yang harus menanggung akibatnya. Binatang-binatang penghuni hutan banyak yang mati, masyarakat adat pun harus menyingkir. Daerah yang mata airnya diambil oleh perusahaan air minum membuat para petani kekurangan air saat kemarau. Bekas galian pasir besi juga menimbulkan kerusakan alam karena banyak pengusaha yang tidak melakukan rehabilitasi sesudahnya. Bencana lumpur Lapindo menjadi tragedi bagi mayarakat di Sidoarjo. Daftar tersebut akan sangat panjang jika disebut satu per satu.

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Secara sosial saat sebuah industri akan masuk ke suatu daerah yang akan mengeksploitasi alam, masyarakat pun biasanya terpecah, antara yang setuju dengan masuknya industri tersebut dengan yang menolaknya. Pengusaha membentuk kelompok-kelompok yang mendukungnya dan membiayanya. Yang tidak setuju, merasa selalu terancam karena kapan saja bisa terusir dari tempatnya hidup. 

Bagi dunia bisnis, yang tujuan utamanya adalah untuk meraih keuntungan, penyelamatan lingkungan berarti adanya ongkos tambahan yang harus dipikul sehingga bisa mengurangi keuntungan yang diharapkan. Tak banyak industri yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam, apalagi ditambah pula dengan penegakan hukum (yang) juga masih lemah. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masyarakat yang berhasil ‘mengusir’ perusahaan-perusahaan yang akan mengeksploitasi daerahnya biasanya memiliki aktor intelektual yang mampu memimpin dan menggerakkan masyarakat untuk melawan, memiliki jaringan nasional hingga internasional serta memiliki napas panjang untuk membela daerahnya. Para aktivis NU yang ada di berbagai daerah, dapat mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masalah dengan dunia usaha. Upaya perlawanan dengan cara kekuatan fisik dengan mudah dipatahkan karena perusahaan mampu menyewa pengamanan swasta atau oknum aparat keamanan. 

Sejarah membuktikan, melawan korporasi dengan modal kuat bukanlah hal yang mudah. Mereka mampu menyewa para akademisi yang bisa memberikan legitimasi atas tindakan mereka. Ahli-ahli hukum terbaik juga bisa diminta untuk membela kepentingan mereka. Para pakar hubungan masyarakat juga bisa diminta untuk memoles citra perusahaan sebaik mungkin bahwa apa yang mereka lakukan tidak melanggar hukum atau etika.  

Kemajuan teknologi informasi, dapat dimanfaatkan oleh jejaring masyarakat dan kelompok pembela lingkungan untuk melindungi kepentingan mereka. Ada banyak LSM yang bergerak dalam perlindungan lingkungan yang mampu memberikan bantuan. Ada banyak ahli hukum yang bisa memberikan advokasi terhadap permasalah yang mereka miliki. Sosial media juga dapat digunakan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kantor pusat perusahaan yang biasanya terletak di pusat-pusat bisnis di ibukota negara menentukan seluruh kebijakan strategis di daerah operasinya. Daerah operasi perusahaan yang lokasinya jauh di pedalaman atau bahkan di tengah hutan menyebabkan para pengambil kebijakan kurang memiliki sensitivitas atas dampak yang ditimbulkan atas operasi yang dilakukan. Pertimbangan utama mereka adalah untung dan rugi. Bahkan perusahaan dengan gampang bisa dijual kepada perusahaan lainnya dengan gampangnya. 

Pengembangan sektor usaha juga didukung untuk pengembangan perekonomian. Mereka mampu menciptakan lapangan kerja, membayar pajak dan memberi nilai tambah atas produk yang sebelumnya bernilai rendah. Para pengusaha adalah orang-orang  yang berani mengambil risiko dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ata suatu produk yang sebelumnya belum tersedia. Jadi wajarlah jika mereka mendapat keuntungan lebih atas risiko yang mereka ambil. Kemajuan dunia ini sesungguhnya terjadi berkat adanya para pengusaha. Jika usaha tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka kita harus memberi dukungan lebih karena sesungguhnya perusahaan tersebut adalah milik rakyat. Keuntungan yang didapat akan kembali lagi kepada rakyat melalui deviden yang dibagikan kepada pemerintah sebagai pemegang saham. Tetapi semua usaha yang dilakukan harus sesuai dengan regulasi yang ada. 

Di sinilah peran pemerintah yang seharusnya mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Bagaimana dampak lingkungan yang akan muncul jika sebuah bisnis dilakukan bisa dilakukan melalui analisis amdal. Kepentingan masyarakat juga harus terakomodasi dengan baik karena mereka yang akan terkena dampak pertama kali jika ada masalah. Dalam banyak kasus, ketika sebuah perusahaan mau masuk, masing-masing pihak berusaha memaksimalkan kepentingannya. Penduduk lokal berusaha menjual tanah setinggi-tingginya, oknum aparat berusaha mempersulit perizinan, pecinta lingkungan tidak ingin alam dieksploitasi sejengkal saja. Jika masing-masing pihak tidak mau mengakomodasi kepentingannya, maka masyarakat secara luas pulalah yang harus menanggung akibatnya. Harga produk yang dijual akan menjadi mahal karena adanya biaya-biaya siluman yang dimasukkan sebagai bagian dari ongkos produksi. 

Jika pemerintah tegas dalam penegakan aturan dan masyarakat bisa bersatu dalam membela kepentingannya, maka para pengusaha tidak akan berani lagi bermain dalam ranah abu-abu karena ongkos yang mereka keluarkan akan sangat besar. Dan kerugian besar akan mereka alami jika akhirnya harus mundur akibat perlawanan masyarakat. Kemudahan dan kepastian usaha sangat penting untuk mendorong tumbuhnya bisnis, tetapi bisnis yang membawa manfaat bagi semua pemangku kepentingannya, para investor, masyarakat, pemerintah, dan kelestarian alam itu sendiri. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, AlaNu, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Problem Pendidikan Nasional

Oleh Aswab Mahasin

Manusia mendapati dirinya dalam keadaan bimbang, di satu sisi ia adalah subjek dari dunia, di sisi lain ia adalah objek dari dunia. Kedua sisi itu dialami secara sadar oleh manusia. Namun, kesadaran manusia belum menjamin bahwa ia paham akan realitas dunia, manusia tertutup oleh fakta hidupnya sendiri. Namun yang perlu diingat, sebuah fakta bukanlah kebenaran mutlak, fakta hanya kebenaran realitas (bisa berubah-ubah), dan sebuah fakta akan menjadi kebenaran ketika di dalamnya mengandung sisi “kemanfaatan”.

Pendidikan merupakan jalan manusia menjadi manfaat dan sadar. Perspektif ini, tidak berbicara makna pendidikan dalam arti sempit, persepsi yang saya bangun adalah “Semua untuk Sekolah”, tidak hanya “Sekolah untuk Semua”. Maksudnya, dunia ini adalah sekolah bagi seluruh manusia. 

Problem Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Problem Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Problem Pendidikan Nasional

Manusia terlahir ke dunia tujuan utamanya adalah sekolah/menuntut ilmu/berpengetahuan, Rasulullah berpesan, “(sekolahlah kalian semua)/menuntut ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat.” Dan Pesan selanjutnya, “Siapa saja yang ingin bahagia di dunia dan akhirat harus dengan ilmu (harus bersekolah)”. Kenapa pesan tersebut menjadi penting buat kita? Karena kualitas hidup manusia terus meningkat.

Kalau pun nantinya manusia harus menempuh jalur pendidikan formal, itu sebagai nilai tawar semata (menjadi wajib bagi manusia sekarang). Karena pasar menghendaki demikian; ijazah, nilai yang tinggi, dan ketekunan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Akan tetapi,jika ada yang mengatakan seseorang memiliki ijazah belum tentu mempunyaiskill, bagi saya keliru. Terlalu vulgar mengatakan itu.Skill spektrumnya luas, dalam hal ini harus ada kesepakatan mengenai definisi skill, karena ada hard skill, soft skill, science skill, life skill, dan skill-skill yang lainnya. Kita jangan menafikan manusia sebagai makhluk yang berpotensi.

Inilah salah satu persoalan klasik pendidikan yang kita hadapi, di satu sisi kita dituntut untuk pintar secara akademik, di sisi lain kita dituntut untuk memiliki “seabreg” kemampuan (skill). Persepsi kedua sisi ini mengakar dalam otak manusia Indonesia. Penilaian seorang guru terhadap siswanya ditilik dari keaktifan siswa, rekam jejak prestasi/nilai siswa (sejenis PR, ulangan harian, UTS, tugas-tugas, dan sebagainya). Namun, bagi para pengamat pendidikan—seharusnya penilaian kecerdasan tidak hanya diukur dari sisi kognitif semata, melainkan harus melimbatkan seluruh potensi siswa dan bakat siswa. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dua pandangan di atas selalu bertolak belakang dalam dunia pendidikan. Para pakar sudah melakukan penelitian mendalam tentang masalah ini. Tetapi, polemik ini masih saja menjangkit pada dunia pendidikan kita. Buktinya sampai sekarang masih banyak yang mengkritisi—sekolah jangan hanya melulu soal nilai (termasuk saya).

Polemik lain, munculnya sekolah unggulan dikhawatirkan berefek pada psikologis calon siswa, tidak sedikit calon siswa gagaltes masuk sekolah unggulan. Akhirnya mereka masuk ke sekolah yang dianggap buangan—dengan kesan, sekolah yang mengakomodir orang-orang bodoh. 

Saya tidak sepakat dengan istilah “sekolah buangan”. Walaupun kita dapati itu sebagai fakta dan pandangan yang lumrah di kalangan pengamat dan masyarakat. Kesan ini sebenarnya yang membuat pendidikan kita susah untuk berkembang. Karena kita sendiri yang membuka ruang para calon siswa menjadi minder akan kecerdasannya, kita sendiri yang membuka lahan kumpulan anak-anak bodoh, dan kita sendiri yang menghinakan generasi kita. Itu tanpa kita sadari. 

Seharusnya kita memahami banyak hal, tidak ada orang bodoh dalam proses belajar mengajar, selagi ia tak berhenti belajar, tidak ada pemalas yang menuntut ilmuselagi ia sekolah, dan tidak ada penindasan intelektualitas dengan mengapling antara si pintar dan si bodoh (hanya dengan standar sekolah semata).

 

Bagi saya, biarkan sekolah unggulan dengan stampel unggulannya (setiap orang punya hak untuk menjadi bangga dengan prestasinya), tetapi jangan biarkan sekolah yang dianggap buangan disuarakan sebagai sekolah rendahan. Seharusnya, konsep pengembangan sekolah ditawarkan tidak melulu fokus pada sekolah unggulan (konsep: “sekolah unggulan yang manusiawi”). Lebih tidak manusiawi lagi ketika sekolah (yang katanya) “kumpulan orang bodoh” dibiarkan tanpa solusi.

Sebenarnya saya kurang nyaman memakai istilah “sekolah buangan”. Terlalu hina bagi sebuah lembaga pendidikan yang berusaha mencetak generasi bangsa. Apalagi di dalam sekolah tersebut ada guru yang terhormat dan ada murid yang punya cita-cita tinggi. Kita harus melihat polemik ini secara utuh, tidak gegabah mengambil kesimpulan, lantaran gara-gara gagal tes masuk sekolah unggulan lantas teramputasi kecerdasannya, saya katakan, tidak! Pasti banyak faktor yang melatarbelakangi ini semua. Mari kita renungkan bersama.

Dalam hal ini, saya hanya ingin menyampaikan, bahwa semua sekolah itu sama, yang membedakan kualitas kesadaran kita terhadap pentingnya belajar, bisa dari siswanya, gurunya, atau sistemnya. Menurut Lucien Goldmann ada dua kesadaran yang harus kita bangun untuk merubah stigma sekolah yang dianggap “tanda kutip”, yaitu “kesadaran nyata” dan “kesadaran potensial”. Kenyataan berbanding lurus dengan realitas dan potensi berbanding seimbang dengan individu.

Beranjak dari hal tersebut, jika kita mau menggugat Polemik Pendidikan Nasional tentu akan menghasilkan deretan panjang dalam tulisan ini, seperti; rendahnya kontrol terhadap buku-buku pelajaran (terutama lembar kerja siswa), biaya sekolah yang mahal (terutama yang disebut unggulan), kebijakan yang kadang hanya berpijak pada kora-kota besar, marjinalisasi guru dalam pembangunan nasional, sekolah yang menghamba terhadap pasar, dan lebih anehnya,kebiasaan buruk setiap ganti Mentri pasti wacana pergantian kurikulum selalu hadir. (polemik-polemik ini bisa kita lanjutkan panjang lebar dilain kesempatan)

Wal hasil, di Indonesia jangan sekali-kali memukul rata kualitas pendidikan, karena kesejahteraan, keadilan, dan kemapanan pun belum merata di seluruh pelosok Indonesia. Masih banyak ketimpangan-ketimpangan yang membuat pendidikan tidak terselenggara dengan baik.

Saya tutup tulisan ini dengan kesan, setiap saya membaca buku pendidikan selalu ada pertanyaan, dimanakah anak-anak keluarga miskin dan orang bodoh bersekolah? Saya menjawabnya, di sekolahnya. Kemiskinan bukanlah suatu alasan untuk berhenti sekolah, apalagi berhenti belajar (pemerintah sudah mensiapkan program untuk menanggulangi ini), dan tidak ada orang bodoh di dunia ini, yang ada orang yang tidak mau belajar, selagi dia masih bersekolah, berarti dia masih belajar (tidak bodoh). 

Di sinilah saya merenung, kenapa “miskin” dan “bodoh” selalu menjadi korban dalam dunia pendidikan? Padahal salah satu fungsi pendidikan adalah mengentaskan manusia dari kedua hal tersebut. Ada yang salah? Wallahu a’lam.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sejarah, Pahlawan, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh mengatakan untuk memajukan wakaf nasional, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pemetaan potensi wakaf.

“Lalu menetapkan langkah-langkah untuk mentransformasikannya menjadi kekuatan riil,” demikian Nuh tak lama setelah penetapannya sebagai Ketua Pelaksana BWI, Rabu (29/11) di Jakarta.

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

(Baca: Mohammad Nuh Nahkodai Badan Wakaf Indonesia)

Pria yang juga Ketua PBNU itu menegaskan BWI akan memperbesar input wakaf dan memperkuat dalam tata tata kelolanya. Dalam melaksanakan kerja-kerja wakaf di BWI, ia menekankan akan mengedepankan kebersamaan dan menjauhi pertengkaran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Karena dengan kebersamaan kita bisa kuat, tetapi dengan pertengkaran kita akan kehilangan tiga hal, yaitu keberkahan, energi, dan kesempatan,” Nuh menambahkan.

Pihaknya berkeyakinan jika transformasi potensi wakaf menjadi kekuatan riil berhasil dilakukan bersama para nazhir, dampaknya akan sangat besar untuk mengangkat marwah Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang.

Sebelunnya ia menegaskan dengan terpilihnya anggota BWI, harus ditunaikan dengan kinerja sebaik-baiknya.

"Untuk memajukan wakaf nasional sehingga wakaf bisa berkontribusi lebih besar untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara," tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, AlaNu, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Wilayah NU Jawa Barat meminta 27 Pengurus Cabang NU se-Jawa Barat untuk aktif di dunia maya, hal ini dilakukan untuk menjawab perkembangan zaman yang semakin pesat dan masyarakat lebih banyak beraktivitas melalui internet.

Demikian disampaikan Iip Yahya, Pemimpin Redaksi website nujabar.or.id pada pertemuan admin PCNU se-Jawa Barat di Kantor PWNU Jabar, Sabtu (12/7)

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya

"NU itu organisasi besar tapi kalau kita kurang aktif di dunia maya akan terlihat kecil, sebab saat ini masyarakat lebih banyak beraktivitas di dunia maya," tandasnya.

Dikatakannya, PCNU diminta untuk membuat website organisasi dengan domain or.id, dari 27 PCNU yang ada di Jawa Barat baru beberapa saja yang sudah mempunyai website organisasi dengan domain or.id, yaitu Majalengka, Garut dan Sumedang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selain website, PCNU juga harus punya medsos, minimal facebook dan twitter, PCNU lalu meneruskan kepada MWCNU di wilayahnya masing-masing agar MWCNU punya akun facebook," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Targetnya, kata dia, dalam satu tahun ke depan PCNU yang ada di Jawa Barat sudah punya website dan medsos, sedangkan MWCNU sudah punya facebook dan semua kegiatan-kegiatan NU yang ada di daerah bisa diketahui dan diakses oleh semua orang.

"Kita siap memberikan bantuan teknis pembuatan web dan pelatihan," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Tuban, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren mempunyai peran penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengajak pondok pesantren bisa berperan aktif dalam membangun desa.

"Keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, khususnya di perdesaan. Lembaga pendidikan Islam selain menjalankan misi mencerdaskan masyarakat berdasarkan ajaran Islam serta membangun sikap dan perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, juga dapat pula berperan strategis menjadi lokomotif perubahan masyarakat desa menuju arah dan kondisi yang lebih bermartabat, maju dan sejahtera," ujar Marwan Jafar saat menghadiri acara di Yayasan Sunnatunnur, Senori, Tuban, Ahad (26/7), sebagaiman siaran pers yang diterima Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Oleh karena itu di era Pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini, imbuh Menteri Marwan, lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren harus mampu berperan nyata dalam mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Pembangunan Desa yang mengemban amanat UU Desa 6/2014.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sekaligus mewujudkan Nawa Cita ketiga ‘membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan’," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan juga menjelaskan tujuan dari pembangunan desa yakni untuk mewujudkan desa mandiri yang maju ekonomi secara ekonomi, memiliki pelayanan dasar yang baik, dan masyarakatnya berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan.

Menurut Menteri Marwan, kewenangan Desa yang sangat besar sekarang ini dalam pelaksanaan Pembangunan Desa termasuk mengelola langsung Dana Desa harus menjadi barokah yang mampu mewujudkan tujuan Pembangunan Desa.

"Jangan sampai dana desa, justru menjadi musibah yang penuh dengan penyimpangan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Disinilah peran lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren sangat dibutuhkan, khususnya dalam ikut mengawasi dan mengawal penggunaan Dana Desa secara amanah, transparan, akuntabel," tandasnya.

Lembaga pendidikan islam menurut Menteri Marwan mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar, mengingat keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian integral dari desa itu sendiri.

"Para alumninya banyak yang berkiprah di desa sebagai kyai, ustadz, muballigh maupun tokoh masyarakat desa. Selain itu juga sebagian besar keluarga peserta didik lembaga pendidikan Islam banyak yang dari desa, dan secara sosial ekonomi relatif masih membutuhkan pemberdayaan," pungkasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

Padangpariaman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Pariaman Satria Efendi ditetapkan sebagai tuanku pada pengangkatan tuanku di pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah (MMI) Sungai Asam kecamatan 2 X 11 VI Lingkungan, Padangpariaman, Sabtu (7/6). Satria dikukuhkan dengan gelar Tuanku Kuning.

Gelar Tuanku dikukuhkan setelah Satria Effendi menempuh pendidikan di MMI selama 6 tahun. Normalnya, gelar itu rata-rata dikukuhkan setelah santri menempuh pendidikan selama 10 tahun.

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

“Alhamdulillah saya menyelesaikannya lebih cepat. Ini berkat dukungan pimpinan pesantren MMI BuyaTuanku Musawir Tuanku Kuning, para guru senior, dan keluarga,” kata Satria Effendi menambahkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wakil pimpinan pesantren MMI Syafrizal Tuanku Bagindo  mengingatkan tuanku yang baru dikukuhkan ini agar selalu memperhatikan larangan bagi seorang tuanku. Di antaranya, ulama tidak boleh digaji, profesi yang harus dijalani dalam keseharian harus pula sesuai dengan status tuanku yang disandangnya. Tetap menjaga adab sebagai seorang tuanku. Pihak keluarga pun diminta menjaga muru’ah tuanku yang disandang anaknya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini penting ditekankan kepada setiap tuanku yang sudah diangkat dan dikukuhkan. Jangan sampai sikap, perilaku, dan adabnya, sama saja dengan sebelum diangkat jadi tuanku. Kita berharap, para tuanku mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang dimilikinya di tengah masyarakat. Perannya sudah ditunggu untuk turut berperan memperbaiki akhlak umat,” kata Syafrizal Tuanku Bagindo.

Mantan Ketua PMII Kota Pariaman Zeki Aliwardana mengatakan, pengukuhan ini semakin memperkuat perjuangan PMII Kota Pariaman dalam mengawal nilai-nilai Islam Aswaja yang rahmatan lil alamin.

“PMII organisasi yang berpahamkan Aswaja memang harus banyak yang berbasis pesantren. Sehingga memudahkan kadernya untuk terus berkomunikasi dengan para tuanku, ulama khas Pariaman ini,” kata Zeki yang kini diamanahkan Ketua GP Ansor Padangpariaman.

Pengukuhan dihadiri pimpinan pesantren MMI Musawir Tuanku Kuning dan ratusan undangan yang terdiri atas alumni, orangtua, keluarga, dan masyarakat sekitar pesantren. Selain Satria,  3 rekan lain menerima gelar. Defri Tanjung bergelar Tuanku Marajo berasal dari Barangan, Lurah Ampalu. Fuad Jamal bergelar Tuanku Sidi berasal dari Bungo Tanjuang Sungai Geringging. Dedi Sulhendra bergelar Tuanku Sinaro berasal dari Sungai Putih Sungai Geringging. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Pendidikan, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelajar NU Sidoarjo kembali menggelar acara rutinan setiap bulan sekali yakni Maulid Diba wa Talim yang ke XI di Masjid Maslakhul Huda Desa Wonoayu pada Ahad, 15 November 2015. Acara ini dihadiri oleh PAC/PKPT IPNU-IPPNU se-kabupaten Sidoarjo.?

Gema sholawat berkumandang dengan merdunya sejak acara dimulai pada pukul 08.00-11.30.?

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

"Acara ini merupakan momentum untuk menjaga budaya shalawat tetap terjaga di kalangan pelajar Nahdliyin," tutur Mohammad Hendra selaku ketua PAC IPNU-IPPNU dalam sambutannya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Ahmad Imam Jazuly dalam mauidhoh hasanah mengajak hadirin untuk mempertahankan tradisi dan amaliyah yang baik agar mendapat manfaat yang baik (Zamroni/Mukafi Niam)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Lomba, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

IPNU Way Kanan Siap Jadi Pemantau Pemilukada

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Way Kanan mengajak pelajar NU terlibat aktif dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Rabu 9 Desember mendatang. Pelajar NU yang sudah memiliki hak suara dan hak pilih, diminta partisipasinya untuk mengawal jalannya pemilukada mendatang.

IPNU Way Kanan Siap Jadi Pemantau Pemilukada (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Way Kanan Siap Jadi Pemantau Pemilukada (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Way Kanan Siap Jadi Pemantau Pemilukada

"Pelajar NU yang menapaki pendidikan di jenjang menengah ke atas, tentu tak sedikit yang sudah memiliki hak pilih. Bagi kami tentu menolak untuk golput," terang Ketua IPNU Way Kanan Zaenal Abidin di Blambangan Umpu, Selasa (30/6).

Menurut alumnus STAI Al-Ma’arif Way Kanan ini, pelajar NU harus selalu menghadirkan spirit kebangsaan sebagaimana telah dicontohkan oleh para sesepuh dan pendiri NU yang peduli terhadap nilai demokrasi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Beberapa hari yang lalu, IPNU Way kanan melakukan komunikasi dan kordinasi dengan KPU Way Kanan untuk menjadi pemanatu pemilukada 9 Desember mendatang.

Komisioner KPU Way Kanan Erwan Bustami membenarkan kedatangan IPNU yang melakukan koordinasi terkait minat organisasi pelajar NU tersebut sebagai pemantau.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Erwan mengatakan, saat ini KPU Way Kanan mengundang organisasi atau lembaga independen lainnya untuk menjadi pemantau Pemilukada 9 Desember mendatang. Calon pemantau pilkada ini berasal dari lembaga resmi yang telah berbadan hukum, baik ormas, atau lembaga yang memang membidangi.

Selain itu, calon pemantau disyaratkan berasal dari lembaga yang memiliki struktur kepengurusan yang jelas serta memunyai dana sendiri untuk melakukan pemantauan pada pilkada di Kabupaten Way Kanan, kata Erwan.

Ketua Pimpinan Cabang Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (GARUDA KPP-RI) Way Kanan Heri Amanudin mengatakan bahwa masyarakat  diharapkan bisa cerdas dalam memilih. Jika ada kandidat yang bermain money politic, itu sudah jelas tidak boleh dipilih.

"Sebab, calon yang main money politic, disadari atau tidak, telah melakukan penodaan terhadap nilai demokratisasi. Juga, melecehkan rakyat dengan mengetengahkan suap," ujar Heri yang pernah memimpin PKC PMII Sumatera Selatan tersebut. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Bahtsul Masail, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo

Situbondo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Hari kedua pelaksanaan Konferensi Internasional diisi dengan pemaparan Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars, KH A Hasyim Muzadi. Di hadapan para peserta yang memadati aula Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo (P2S3), ia menjelaskan peran penting pesantren ini dalam perjalanan bangsa.

Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo

Kiai Hasyim, sapaan akrabnya menandaskan bahwa kegiatan ini awalnya adalah keinginan dari Pengasuh P2S3 kala itu yakni KHR A Fawaid Asad agar menjelang usia pesantren yang ke seratus tahun dapat mendatangkan mufti dari berbagai negara, khususnya dari Timur Tengah.

"Pesan kedua dari pengasuh kala itu adalah diharapkan saya membantu perkembangan pesantren dalam waktu-waktu mendatang," kata Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini (30/3).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Saat mendiskusikan hal tersebut, Kiai Hasyim menyanggupi keinginan KHR A Fawaid Asad tersebut dengan berbagai pertimbangan.?

"Pertama, karena Sukorejo adalah jimat NU," katanya. "Dan NU adalah jimat bagi negara Indonesia," lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yang kedua adalah karena P2S3 telah menorehkan sejarah dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1983 yang merupakan tonggak bagi diterimanya Pancasila sebagai dasar negara.

"Atas pertimbangan inilah akhirnya saya menyanggupi pelaksanaan Konferensi Internasional untuk dilaksanakan di pesantren ini," terang mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Pertimbangan berikutnya adalah dari pesantren ini telah dirumuskan Khittah 1926 yang menandaskan bahwa NU memiliki tugas untuk membawa politik tingkat tinggi, bukan politik kekuasaan jangka pendek.

"Dengan Khittah yang diputuskan di pesantren ini, akhirnya NU kembali kepada jati diri pendirian yang sebenarnya," terangnya. Dengan keputusan tersebut, maka NU harus bisa menghimpun secara baik pemikiran, manhaj dan gerakan hingga kepemimpinan untuk Indonesia pada masa mendatang.

Karena itu, Kiai Hasyim sangat berharap lewat pelaksanaan acara ini, para peserta dapat memahami makna penting dari pelaksanaan Konferensi Internasional.

Saat pemaparan, Kiai Hasyim didampingi Ketua Panitia Nasihin Hasan.?

Kegiatan konferensi berlangsung sejak Sabtu (29/3) dan akan ditutup Ahad siang. Para mufti dunia telah memberikan pandangan mereka perihal Islam masa depan. Di antara para mufti yang hadir antara lain ulama asal Syiria Syekh Wahbah Az-Zuhaili, Syaikh Mahdi As-Sumaidai (Irak), Syaikh Abdul Karim Ad-Dibaghiy (Aljazair) serta sejumlah mufti lain yang berjumlah lima belas orang. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Madrasah tsanawiyah An Nahdlah yang didirikan oleh para aktifis muda NU empat tahun lalu telah membuktikan keberadaannya dengan segudang prestasi yang diraih oleh para siswanya.



Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi

Beberapa prestasi yang berhasil diraih diantaranya adalah lulusan terbaik Matematika pada Ujian Nasional se-Depok 2009, juara umum olimpiade MIPA se-Depok tahun 2009, juara umum porseni Muharram se-Jabodetabek tahun 2008, juara I lomba pidato Bahasa Arab satu windu pesantren Rafah Bogor 2008, serta sejumlah prestasi lainnya.

“Dan Alhamdulillah, tahun ini, kami bisa meloloskan tiga orang siswa An Nahdlah untuk belajar di MAN Insan Cendikia, sekolah favorit yang dikelola Kemenag bersaing dengan ribuan anak lainnya,” kata Direktur Direktur Sekolah Asrorun Niam Sholeh dalam acara haflah akhirus sanah atau acara akhir tahun yang diselenggarakan di Pondok Petir Sawangan Depok, Sabtu (26/6).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak heran, segudang prestasi ini mampu diraih karena para siswa yang belajar di sekolah yang memberikan beasiswa penuh ini merupakan anak-anak yang pada tingkat SD harus memiliki ranking 1-3 pada kelas 4-6.

Kebanyakan mereka yang belajar di sekolah ini berasal dari luar daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung dan lainnya. Sekolah juga didukung oleh peralatan yang memadai seperti asrama yang representative, laboratorium komputer dan bahasa, jaringan TV edukasi, pengasuh lulusan pesantren salaf serta kegiatan ekstrakulikuler yang didasarkan pada minat dan bakat masing-masing siswa dengan dipandu pembimbing khusus.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Salah satu motto kami adalah menerapkan kesederhanaan, meskipun memiliki banyak prestasi tetapi peralatan yang kami miliki tidak mewah, tetapi didasarkan pada fungsinya,” tandasnya.

Niam menjelaskan, di sekolah ini, siswa dididik dengan pendekatan skolastik, antara pola pendidikan modern yang memiliki keunggulan dalam bidang pembentukan ketrampilan digabungkan dengan keunggulan sistem pesantren yang memberikan nilai-nilai spiritualitas, etika dan moral.

Ditambahkannya, pada masa remaja ini, siswa diberi bekal yang akan menjadi pondasi bagi masa depannya, yang nantinya akan menjadi mercusuar sesuai dengan bidang dan bakat yang dimiliki.

Beberapa materi tambahan yang diberikan sekolah ini diantaranya musyawarah kitab, muhadlarah atau pidato dalam tiga bahasa, kepramukaan, karya ilmiah remaja, forum sastra, tulawatil qur’an, computer, drumband, musik, marawis, hadrah dan kosidah, life skll, jurnalistik, latihan kepemimpinan dan olahraga.

Buka Aliyah

Selanjutnya, pada tahun ajaran 2010-2011 ini pengurus membuka pendaftaran untuk tingkat aliyah sebagai upaya untuk memberikan pendidikan yang berkelanjutan. Saat ini sudah disiapkan tanah untuk membangun gedung Aliyah, tetapi untuk sementara, kelas I Aliyah akan ditempatkan di gedung yang sudah ada.

?

Pendaftaran dibuka pada 26 Juni-4 Juli 2010 dengan persyaratan mengisi formulir, foto copy ijazah, pas foto 3X4 dan 4X^ serta lulus tes yang meliputi pengetahuan agama, pengetahuan umum dan baca tulis al Qur’an.

Para pengsuh dan pendidik di An Nahdlah ini sebagian besar aktif di NU, Hilmi Muhammadiyah yang menjadi pembina merupakan salah satu ketua PBNU, Asrorun Niam Sholeh (Direktur), mantan ketua PP IPNU dan kini sebagai sekretarias Majelis Alumni IPNU, Abdullah Mas’ud (kepala madrasah), pengurus RMI,? Sulthon Fathoni, (Ka pengembangan minat dan bakat), ketua PP LTN NU, Ridwah Taiyeb (Ka rumah tangga), pengurus PP IPNU dan saat ini aktif di LPBINU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 24 November 2017

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kemajuan berdemokrasi di Indonesia sangat diakui banyak kalangan, bahkan hingga mancanegara. Meski demikian, yang terjadi saat ini masih miskinnya prilaku para politisi. Politisi kita masih belum mampu menjadi negarawan yang beradab, berakhlak. Mereka masih suka menggunakan intrik-intrik politik demi kekuasaan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada para pemimpin partai politik dan ratusan hadirin seusai memimpin istighotsah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jalan Mohammad Kahfi I No 22 Cipedak-Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Meski demikian, dibanding dengan yang yang terjadi di Timur Tengah, kondisi di Indonesia masih lebih baik. “Kita sangat prihatin dengan tragedi yang menimpa Suriah. Di sana hampir 180 ribu nyawa melayang sia-sia. Di Iraq, bahkan hampir 700 ribu. Sementara di Afghanistan yang 100 persen penduduknya muslim, 99 persen Sunni, hanya 1 persen Syiah, tiap hari justru berperang,” ujar Kiai Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal ini terjadi, lanjutnya, karena antara Islam dan Nasionalisme belum ada titik temu. Masing-masing masih dipertentangkan satu sama lain. “Kita beruntung sekali. Di Indonesia jauh sebelum merdeka semua sepakat bentuk negara kita nasionalis. Jadi, syariat tidak untuk diformalkan. Tapi diamalkan,” ujarnya yang langsung disambut aplaus hadirin.

“Yang Kedua, di Timur Tengah tidak ada ormas. Tidak ada kekuatan civil society yang mampu mengayomi masyarakat. Di Indonesia, kita punya NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, PUI, DDII, dan masih banyak yang lain. Ini jika dijumlah anggotanya ada 123 juta. Inilah kemudian yang melatarbelakangi berdirinya POI,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menyinggung masalah istighotsah, Kiai Said menjelaskan, tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama hanya 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. “Berkah Istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kang Said berharap Pemilu 2014 yang digelar dua hari lagi berlangsung aman dan sukses. “Mudah-mudahan pemilu besok dapat memberi keberkahan bagi Bangsa Indonesia. Tentang siapa yang menang, sebagai orang yang beriman, kita musti kembali kepada al-Qur’an yang menegaskan siapa yang menang siapa yang kalah, tidak lepas dari desain Allah,” tegas kiai asal Cirebon ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Sholawat, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 19 November 2017

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Senin siang (1/6) Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Pluit Jakarta Utara bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 Jama’ah, rombongan ini dipimpin oleh KH Endang Badarahman.?

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Dalam sambutannya KH Syarif menyampaikan kegiatan silaturrahmi ini merupakan rangkaian agenda ziarah ke Waliyullah, yakni di Sunan Kalijaga Kadilangu Demak, Sunan Kudus, serta Sunan Muria. Ia juga menyampaikan kegiatan ini penting dilakukan untuk mengenalkan sekaligus meneladani para Wali Allah kepada para jama’ah.?

Kegiatan silaturrahmi ini diterima langsung oleh KH Muhammad Hanif Muslih, selaku pengasuh Pesantren Futuhiyyah dengan didampingi H Ahmad Faizurrahman Hanif selaku wakil pengasuh Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan silaturrahmi dilaksanakan di Aula Pesantren dengan agenda acara pembukaan, sambutan oleh pimpinan Majlis Ta’lim Al Mukhlisin, dan sambutan sekaligus Washiyat serta ditutup dengan do’a oleh KH Muhammad Hanif Muslih.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Muhammad Hanif Muslih berwasiat untuk senantiasa melestarikan amalan-amalan para ulama terdahulu, terutama ala Ahlussunnah wal Jama’ah, diantaranya adalah amalan ziarah kubur, dzikir kepada Allah, serta amalan-amalan lain yang sudah diajarkan oleh para ulama terdahulu.?

“Walaupun sekarang banyak faham yang tidak suka terhadap amalan-amalan tersebut, bahkan ada yang mengklaim bahwa amalan-amalan tersebut termasuk bid’ah, bahkan juga ada yang mengklaim termasuk amalan yang syirik,” terang KH Hanif. (abdus shomad/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Pahlawan, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 14 November 2017

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

Waykanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung mendapat apresiasi positif dari peserta yang berasal dari tiga kecamatan dan empat sekolah di daerah tersebut sehubungan memberikan wawasan lebih, ujar sejumlah peserta di Blambangan Umpu, Senin (1/6).

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan Plus-Plus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Waykanan Memberikan Wawasan "Plus-Plus"

"Kegiatan ini membuat pola pikir kami menjadi optimistis. Sanlat BPUN memberikan wawasan plus-plus bagi saya. Saya tidak ragu lagi mengkampanyekan pentingnya kegiatan luar biasa ini bagi adik-adik kelas saya," ujar Diduri Sri Faridah, peserta dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sanlat BPUN Waykanan dihelat di Pesantren Tahfidzul Quran 18 Mei hingga 1 Juni 2015. 9 hingga 17 Mei, 27 peserta belajar mandiri setelah mendapatkan modul dari penyelenggara. Namun saat karantina mulai berlangsung, sejumlah peserta mengundurkan diri sehingga diikuti 14 peserta.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Program ini gratis, tanpa dipungut biaya. Tahun depan, kami siap berpartisipasi mencarikan donatur untuk terselenggaranya BPUN di Waykanan sehingga bisa diikuti adik-adik kelas kami," ujar Ayu Sri Ningsih, Siti Husnul Khotimah, Eis Novia, Nindya Fela Roza dan Frastika dari SMAN 1 Blambangan Umpu.

Sejumlah peserta mengaku jarang melakukan sholat wajib di rumah masing-masing. Tapi saat mengikuti Sanlat BPUN, setiap peserta harus mengikuti sholat rawatib berikut tahajud dan dhuha, terkecuali bagi perempuan yang sedang berhalangan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Ini salah satu nilai lebih Sanlat BPUN. Ibadah kami ditempa, bahkan setiap malam Jumat diwajibkan untuk Yasinan," papar Ayu menambahkan. Selain ibadah, Ayu juga mengaku mendapat lecutan semangat dari sejumlah narasumber yang dihadirkan. Salah satu diantaranya, Sekretaris PAC GP Ansor Baradatu Very Triyono.

Very merupakan mahasiswa STAI Maarif Baradatu, Waykanan. Very yang membiayai kuliahnya sendiri dengan berdagang telur puyuh hingga sabun mandi bercita-cita melanjutkan kuliah hingga strata 2.

"Sahabat Very membuat kami mempunyai semangat untuk tidak takut berwirausaha. Kami semakin optimistis melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," ujar Diduri Sri Faridah lagi.

Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto menambahkan, kualitas peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015, dari pola pikir dan ibadah insyaallah mengalami kenaikan.

"Ibadah yang diajarkan selama Sanlat BPUN harus dilanjutkan dan dilakukan di rumah. Santri BPUN Waykanan harus menjadi satu lilin yang bisa menerangi seribu lilin. Memberikan ilmu bermanfaat akan terus dicatat sebagai amal ibadah. Santri BPUN Waykanan 2015 harus mempunyai saham untuk masuk surga dengan tidak ragu dan malu berbagi untuk sesama," ujar Gatot.

Sanlat BPUN Waykanan diikuti peserta dari empat sekolah, yakni SMAN 1 Blambangan Umpu, SMAN 2 Blambangan Umpu, SMAN 1 Baradatu dan SMAN 2 Gununglabuhan. Berdasarkan hasil musyawarah peserta, Disisi Saidi Fatah dari SMAN 1 Blambangan Umpu dipilih menjadi Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015, lalu Sekretaris Dicky Afrizal dari SMAN 2 Gununglabuhan dan ? Bendahara Diduri Sri Faridah dari SMAN 1 Blambangan Umpu. Adapun koordinator bidang studi IPA dipercayakan kepada Suryaningsih dan IPS dipercayakan kepada Siti Husnul Khotimah, keduanya dari SMAN 1 Blambangan Umpu.? ? ? ?

Bendahara PC GP Ansor Waykanan Abdullah Candra Kurniawan menyerahkan piagam keapada perwakilan peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 Ocha Sindy Octa Vintika dari SMAN2 Blambangan Umpu disaksikan Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto dan Pengasuh pesantren Tahfidzul Quran Ustad Ahmad Jasmani. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 12 November 2017

Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menghadapi pesta demokrasi yakni pemilihan calon anggota legislatif 9 April 2014 mendatang, PCNU Jombang memanfaatkan lailatul ijtima’ sebagai media untuk sosialisasi makna politik bagi NU.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu musholla di Desa Tapen Kecamatan Kudu, Jombang Jawa Timur ini dihadiri KH Abdul Nashir Fattah (rais), KH Wazir Ali (wakil), dan KH Abd Kholiq Hasan (katib). Sedangkan dari unsur tanfidziyah tampak DR KH Isrofil Amar (ketua), K M. Soleh, Arifin (wakil) serta Muslimin Abdilla (sekretaris).

Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasikan Politik NU Lewat Lailatul Ijtima’

Kegiatan yang dihadiri utusan dari MWCNU Kudu, Kabuh, Ngusikan, Ploso serta Plandaan ini diawali penampilan hadrah Albanjari. Hadir juga pengurus badan otonom, lembaga dan lajnah MWCNU Kudu seperti GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Dalam paparannya, KH Wazir Ali menandaskan bahwa menurut Imam Mawardi segala ikhtiar atau usaha adalah upaya dalam mengorganisasikan sebuah kegiatan maupun tindakan yang mengarah kepada kemaslahatan bersama. Demikian juga hal ini berlaku untuk politik. “Harusnya upaya pikiran, tindakan yang dilakukan oleh tokoh politik adalah demi kemaslahatan,” katanya (31/3).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

NU sendiri memiliki pandangan dalam politik. “Hal itu dibedakan menjadi tiga, yakni politik kebangasaan, politik kerakyatan dan politik praktis,” terangnya.

Kiai Wazir membuka fakta sejarah usaha yang telah dilakukan NU dalam mewujudkan, melahirkan, mengembangkan dan menegakkan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia atau NKRI. “NU telah mengawal kemerdekaan negeri dengan melakukan perlawanan kepada para penjajah. Dalam pandangan Kiai Wazir, penjajah yang datang ke Tanah Air lebih banyak membawa mudharat, termasuk membawa agama baru.

Tidak berhenti dalam revolusi fisik, NU juga berperan aktif dalam mengawal cita-cita bangsa dengan terlibat aktif dalam penyusunan Piagam Jakarta dan tentunya Pancasila.

“Bagi NU, Pancasila adalah upaya final bagi umat Islam di Indonesia untuk mendirikan negara,” terangnya. “Dan NU tidak sepakat dengan upaya berbagai kalangan yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia seperti Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia,” lanjutnya.

Sedangkan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dan juga NU adalah upaya dari sebagian kalangan yang ingin menegakkan khilafah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Khusus untuk tantangan politik saat ini adalah bagaimana kekuasaan politik yang sudah didapat diikhtiarkan untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat seperti memajukan layanan dan fasilitas pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Inilah tantangan yang harus dijawab oleh para politisi NU,” ungkapnya.

Hal tersebut sebagaimana telah diamanatkan oleh para pendiri NU yang membawa politik tingkat tinggi, yakni tidak semata menguasai dan merebut kekuasaan. “Namun bagaimana kekuasaan dan kepercayaan yang diraih dapat ditasharrufkan atau dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Lailatul ijtima’ ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program kerja PCNU Jombang hasil Konferensi serta musyawarah kerja yang telah dilaksanakan sebelumnya.? Sejumlah evaluasi atas kinerja kepengurusan di tingkat PCNU Jombang disampaikan oleh Muslimin Abdilla.

Ia menandaskan bahwa lailatul ijtima’ ini adalah program kerja PCNU Jombang dan telah memasuki putaran ke empat di tahun yang ke dua.

Sedangkan hasil bahtsul masail di tingkat NU Jombang disampaikan oleh K M Sholeh dan dipungkasi penjelasan kondisi terkini oleh KH DR Isrofil Amar selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang. Pada kesempatan tersebut, KH Abdul Nasir Fattah berkenan menutup acara dengan doa.? (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Pendidikan, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 06 November 2017

Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi

"Alangkah agungnya Rasul yang selalu dihiasi oleh budi pekerti yang sangat mulia itu. Kepribadiannya selalu diselimuti kebaikan. Wajahnya selalu dihiasi oleh senyum keramahan yang menawan. Dia lemah lemah lembut ibarat bunga, mengundang pesona ibarat bulan purnama, luas kedermawanannya ibarat samudera, dan sangat pasti cita-citanya ibarat perjalanan masa." Demikian gambaran Imam al-Busyiri tentang kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?  ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi

Ma’asyiral Muslimin Hafidzakumullah

Marilah kita bersama-sama berdo’a kepada Allah SWT agar kita senantiasa berada di bawah naungan rahmat-Nya. Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada-Nya, Sebab taqwa merupakan jembatan bagi kita untuk menggapai ridha dan kemulian di sisi-Nya, baik di dunia maupun akhirat. Sebagaimana firman Allah:

? ? ? ? ?.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisiku ialah orang yang bertaqwa.” (QS: al-Hujurat, 14)

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa 12 Rabi’ul Awal 1435 H, kita bersama-sama memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Adalah sudah menjadi tradisi mayoritas umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi tersebut. Bagi muslim Indonesia, tradisi maulid  sudah membumi di benak kolektif masyarakat. Peringatan maulid merupakan salah satu bukti kecintaan kita terhadap Nabi SAW. Ungkapan cinta itu diluapkan dengan ekpresi yang beraneka ragam. Misalnya, di Yogyakarta dan Surakarta kita menemukan sekaten, di banjar ada istilah Baayun Maulid, demikian pula di daerah-daerah lain, mereka memiliki istilah dan tradisi sendiri dalam memperingati maulid Nabi SAW.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peringatan maulid Nabi memiliki dampak positif dalam pembentukan karakter umat Islam. Pada acara itu kita bisa mendengar berbagai macam ceramah yang menjelaskan tentang sosok Nabi Muhammad SAW. Mungkin saja, bayangan Nabi SAW itu sudah terlupakan dalam benak kita, lantaran kesibukan dunia. Seorang pemimpin bisa jadi sudah lupa bagaimana cara memimpin masyarakat yang benar, wakil rakyat mungkin saja lupa dengan janji-janjinya selama ini, para pejabat yang sudah lupa bagaimana cara menyimpan uang rakyat, sehingga banyak uang rakyat yang tercecer ke kantong pribadinya,  dan bisa jadi sebagai muslim kita sudah lupa bagaimana berakhlak mulia. Momentum maulid Nabi ini sangat tepat dijadikan sarana untuk melawan penyakit amnesia yang tengah mewabah itu. 

 

Jama’ah Jum’at yang berbahagia

Ada banyak contoh yang dapat kita tiru dari Rasulullah SAW. Jika al-Qur`an diibaratkan mutiara yang memantulkan beraneka ragam warna cahaya, demikian pula dengan Nabi SAW. Kita bisa memetik hikmah apasaja yang terdapat dalam diri beliau. Terutama perihal akhlak dan budi pekertinya. Allah SWT berfirman.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS: al-Ahdzab ayat 21)

 Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

 ? ? ? ? 

Dan sesungguhnya, kamu (muhammad) benar-benar berbudi perketi yang agung (QS. Al-Qalam 68: 4)

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa dalam diri Nabi tertanam akhlak yang mulia. Keelokan perangainya itu tidak hanya diakui kalangan Islam saja, non-muslim pun memuji akan akhlaknya tersebut. Tak heran di usia belia rasul dijuluki dengan gelar al-Amin, dan kejujurannya tersohor ke saentaro dunia. Kebaikan akhlaknya itu digambarkan  Imam al-Bushiri dalam gubahan syairnya: “Alangkah agungnya Rasul yang selalu dihiasi oleh budi pekerti yang sangat mulia itu. Kepribadiannya selalu diselimuti kebaikan. Wajahnya selalu dihiasi oleh senyum keramahan yang menawan. Dia lemah lemah lembut ibarat bunga, mengundang pesona ibarat bulan purnama, luas kedermawanannya ibarat samudera, dan sangat pasti cita-citanya ibarat perjalanan masa.”

Kaum muslimin yang dirahmati Allah.

Misi utama diutusnya Nabi SAW ke permukaan bumi ini ialah untuk memperbaiki akhlak manusia. Syeikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul kaifa nata’amal ma’a al-Qur`an, menyebutkan salah satu tujuan dari syari’at Islam ialah untuk menyucikan hati manusia dan meluruskan akhlak. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah disampaikan bahwa Nabi bersabda:

? ? ? ? ?. “Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus hanyalah untuk menyempurnakan (memperbaiki) akhlak manusia.” (HR: al-Baihaqi)

 

Dengan modal akhlak yang mulia itu pula Islam menyebar dalam tempo yang sangat singkat di Jazirah Arab. Praktik kehidupan Nabi, baik di Mekah ataupun Madinah, memberi gambaran kepada kita bahwa peranan akhlak dalam kehidupan ini sangatlah urgen. Penerimaan masyarakat terhadap kebenaran yang disampaikan sangat berkaitan dengan moral si penuturnya. Kebenaran akan meresap cepat ke dalam hati sabubari apabila disampaikan dengan cara-cara yang santun seperti yang dicontohkan Nabi SAW.

 

Hadirin yang berbahagia

Berbicara mengenai moral atau akhlak pada hari ini membuat  air mata kita menetes. Bagaimana tidak, hampir setiap hari media cetak maupun elektronik mengabarkan kepada kita perihal kemungkaran sosial yang terjadi di negeri ini. Bukan berati negeri ini penuh dengan penjahat, tidak. Namun, suara kejahatan  lebih masih ketimbang kebaikan. Menengok kembali  kepribadian Nabi SAW adalah solusi nyata untuk keluar dari jeratan masalah ini. Rasul telah mencontohkan kepada kita bagaimana mengatur negara yang baik dan masyarakat yang bermoral. Dalam menjalankan kekuasaan Rasulullah SAW selalu menekankan aspek kebaikan, kejujuran, kaselahan, dan keadilan bagi semua kalangan tanpa memandang warna kulit, keyakinan, serta ras.

Selain itu, Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti agar umatnya tidak selalu menuruti hawa nafsunya. Karena hawa nafsu sumber kemungkaran dan kemerosotan akhlak. Orang akan mudah terjerumus untuk korupsi, menipu, dan kemungkaran sosial lainnya jika terlalu menuruti nafsu rakusnya.  Bahkan Rasulullah mengancam status keimanan umatnya yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan ‘Amr bin al-‘Ash, Nabi berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”     

 Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah SWT

 

Demikianlah khutbah jum’at kali ini. Semoga dengan peringatan maulid Nabi ini dapat membawa perubahan dalam tingkah laku kita. Peringatan maulid bukan hanya sekedar formalitas atau seremonial belaka. Lebih dari itu, peringatan maulid sebagai sarana bagi kita untuk menambah wawasan tentang kehidupan Nabi SAW, kemudian  mengamalkan dan mengkontekstualkan dalam kehidupan sehari-hari.      

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. . Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

(Pen. H.Ferdiansyah/Red. Ulil H)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI M Nasir berharap program Pesantren Kilat Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang digelar Gerakan Pemuda Ansor terus berlanjut. Kepada para peserta, ia meminta tetap semangat dalam mengembangkan potensi.

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor

"Saya berharap agar para santri istiqomah dalam belajar," katanya memberi motivasi saat mengunjungi peserta Sanlat Sukses Masuk PTN yang diprakarsai Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Nasir mengingatkan bahwa untuk menjadi orang sukses, semangat haruslah terus dipupuk.

"Kembangkan dan tunjukkan terus potensi diri yang dimiliki," katanya. Karena melalui ikhtiar tanpa kenal lelah dan diimbangi dengan doa, maka kesuksesan akan dapat diraih, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengemukakan, sanlat kali ini memasuki angkatan ke-5 dan akan diselenggarakan setiap tahun di sejumlah pesantren di Jombang secara bergantian.

"Sejak angkatan ke-1, jika dihitung sudah hampir 200 santri yang diterima di sejumlah kampus negeri ternama," katanya. Keuntungan mengikuti sanlat GP Ansor ini, tambahnya, selain mendapat bimbingan belajar dalam menghadapi seleksi masuk kampus negeri, para santri ini juga dibekali dengan paham Aswaja ala NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sanlat GP Ansor Jombang terselenggara atas kerja bersama GP Ansor dengan sejumlah badan otonom, lembaga dan lajnah di PCNU Jombang. "Ini merupakan bentuk kepedulian Ansor dan banom NU terhadap pendidikan kader NU dalam menghadapi masa depan," kata Gus Antok, sapaan akrabnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan motivasi yang diberikan Menristek Dikti.

Turut mendampingi dan menerima kehadiran Menristek Dikti RI adalah Pengasuh Sanlat, H Juaharul Afif, yang juga salah seorang pengasuh pesantren setempat, ketua panitia sanlat Hafis Muaddab dan pengurus lain.

Sekedar diketahui, dari 80 santri yang mengikuti Sanlat, ada 15 yang dinyatakan lolos masuk PTN tanpa tes. Sementara santri lainnya tinggal mengikuti tes tulis, namun telah diberikan pembekalan secara optimal melalui sanlat. Kegiatan tahunan rutin PC GP Ansor Jombang tahun ini dilangsungkan? di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. (Syaifullah/Mahbib)

?

Foto: Menristek Dikti M Nasir (baju batik merah) saat berpose bersama sebagian peserta Sanlat Sukses Masuk PTN

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Kiai, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 02 November 2017

Praktikkan Jurnalistik Lewat Mading

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kamis malam (8/11) suasana SMA Walisongo Pecangaan tidak seperti biasanya. Meski sudah larut malam, sekolah yang terletak di Jalan Kauman No. 01 Pecangaan tampak kerumunan siswa yang sedang nglembur

Praktikkan Jurnalistik Lewat Mading (Sumber Gambar : Nu Online)
Praktikkan Jurnalistik Lewat Mading (Sumber Gambar : Nu Online)

Praktikkan Jurnalistik Lewat Mading

Tampak mereka berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Setiap kelompok ada yang berjumlah 5-7 siswa. Ternyata mereka sedang nggarap tugas keredaksian membuat majalah dinding (mading) sebagai tugas mengikuti pelatihan jurnalistik. 

Ya, begitulah suasana Palatihan Jurnalistik (Plastik) SMA Walisongo Pecangaan, Kamis-Jum’at (8-9/11) yang diikuti 40an peserta didik dari SMA dan MA Walisongo. Mereka nglembur bukan hanya asal-asalan. Sejak Kamis siang peserta digembleng oleh beberapa pemateri. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebut saja Rif’ul Mazid Maulana (siswa MA Walisongo Pecangaan), Femi Noviyanti dan Agus Iqbal dari LPM Paradigma STAIN Kudus. Adapun materi yang disampaikan Mengenal Jurnalistik, Manajemen Keredaksian, Tentang Tajuk-Opini, Belajar Sastra, Meresensi, Lay Out dan Ilustrasi. Pelatihan juga diisi dengan olahraga, out bond dan menulis sekali duduk. 

Dalam kesempatan presentasi karya peserta telah merampungkan sejumlah 6 mading. Keenam mading tersebut adalah Dwilasivi, Kreative, Internet, Suara Pelita, Benalis - Sigma. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Secara keseluruhan kegiatan berhasil. Karena peserta yang sudah dibagi kelompok bisa menyelesaikan tugasnya membuat mading,” kata salah satu pemateri, Rif’ul Mazid Maulana. 

Dari tugas yang disampaikan, lanjut siswa kelas XII IPA MA Walisongo kekurangan tidak terlalu fatal. “Kekurangan yang ada sudah kami evaluasi. Kegiatan ini merupakan bekal siswa SMA Walisongo untuk mengembangkan kegiatan jurnalistiknya,” imbuhnya. 

Kepala SMA Walisongo H Muwassaun Niam dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. 

“Kemampuan membaca dan menulis penting sekali untuk diasah mulai dasar. Kegiatan kali ini merupakan pendidikan dasar yang harus ditempuh untuk menghadapi tahap berikutnya,” paparnya. 

Menulis menurutnya merupakan kemampuan yang perlu diasah. Saat sudah berkembang kemampuan tersebut jelasnya bisa menjadi alat bantu menjalani proses kehidupan. Ia menegaskan para wartawan senior dulunya menjalani hal yang sama berlatih, berlatih dan terus berlatih. 

Sementara itu Budi Ismail, ketua panitia dalam kegiatan penutupan mengungkapkan melalui kegiatan tersebut semangat dan keinginan peserta perlu dikembangkan. Hal itu memupuk kualitas diri maupun lembaga. 

Pihaknya menanti hasil dari pelatihan dimasa-dimasa berikutnya. “Mimpi kami, SMA Walisongo bisa menerbitkan media sekolah yang terbit setahun sekali,” harapnya. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock