Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi

Selama lima tahun, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim mampu membawa organisasinya sejajar dengan banom NU yang lebih aktif lebih dahulu. Ketika ia memulai memimpin lima tahun lalu, organisasi tersebut tidak memiliki cabang sama sekali. Namun saat ini, dibawah kepemimpinannya tidak kurang 500 cabang telah terbentuk di 34 provinsi.

Tak hanya itu dibawah kepemimpinannya melakukan lompatan yang tidak dilakukan banom lain. Pergunu memberikan beasiswa kepada guru-guru untuk meningkatkan kapasitasnya. Sementara kepada murid-murid, melalui cabang-cabang Pergunu di seluruh provinsi juga diberikan beasiswa.?

Tak heran kemudian kiai yang merupakan keturunan dari KH Abdul Chalim Leuwi Munding, Majalengka, salah seorang pendiri NU, ini kembali terpilih untuk lima tahun ke depan. Terpilih secara aklamasi bahkan.?

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peningkatan Kualitas Guru, Sistem, dan Motivasi

Bagaimana resep keberhasilan Kiai Asep memimpin Pergunu? Bagaimana pula dia berhasil membawa pesantrennya, AManatul Ummah, menjadi favorit orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya? Berikut petikan wawancara Abdullah Alawi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan Kiai Asep bulan puasa lalu. ?

Bagaimmana resep memimpin Pergunu?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kita harus mencari yang bisa menolong untuk terwujudnya sebuah keberhasilan. Karena memang Al-Qur’an menyebutkan, haruslah kamu untuk saliing banu membantu dalam kebaikan. Tentu saja kalau saya sendirian kan tidak mungkin. Oleh karena itu kita dibantu oleh Pak Akhsan (Wakil Sekretaris Pergunu) subhanallah, dibantu Allah kemudian saya bisa dekat dengan Pak Akhsan, dengan Kiai As’ad, dengan Kiai Mun’im, itu Allah, tetapi konsepnya kita memang harus bisa yang membantu wata’awanu ‘alal birri wat taqwa wala ta’awanau alal itsmi wal ‘udwan, sehingga terealisir.?

Tetapi memang harus disertai dengan keikhlasan karena dengan keikhlasan itu akan mewujudkan keberhasilan. Ikhlas di dalam berbuat sama dengan tubuh yang ada nyawanya. Ketika tubuh itu punya nyawa, maka tubuh itu akan menghasilkan produk. Tetapi ketika tubuh itu tidak bernyawa, maka akan menghasilkan karung goni. Tidak mungkin karung goni menghasilkan produk. Manusia memiliki tubuh yang bernyawa akan menghasilkan prodak. Ikhlas itu berdoa maksimal, kita mengeluarkan dana ikhlas. Tidak memikirkan sama sekali apa yang dikeluarkan itu.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal





Dari 500 cabang dan 34 wilayah apa itu melebihi target dari kepemimpinan Pak Kiai atau masih ada target lain?

Ya masih di bawah target. Targetnya seluruh cabang, secara keseluruhan. Kalau 500 kan masih ada yang terisisa.?





Bagaimmana target dari sisi kualitas baik struktur maupun guru-guru NU?

Jadi, memulai organisasi harus dipikirkan lebih dulu adalah konsolidasi organiasi, ya pembuatan cabang-cabang itu. Lalu setelah itu melangkah. Melangkah itu dengan motivasi, dengan mesin. Mesinnya itu motivasi.

Kalau di Pergunu itu motivasinya apa?

Motivasinya itu langkah-langkah kemudian di sana, yang lain-lain itu juga meniru. Misalnya kita memberikan beasiswa, kedengaran, s1 s2, s3. Kemudian sekarang seluruh provinsi tidak terkecuali, mereka diberi beasisiwa, real. Kemudian atas nama NU kita memberikan beasiswa ke 20 negara. Itu kan kemudian akan pasti secara teori merangsang yang lain-lainnya berbuat. Kemudian hasilanya jauh gemuruhnya Pergunu dengna PGRI. Ini mudah-mudahan dilanjutkan generasi-generasi berikutnya. Lebih bisa mengembangkan.?





Lebih khusus, bagaimana cara menggerakkan orang-orang dalam satu cita-cita di NU?

Kita memberikan motivasi menjelaskan secara detail tentang visi-visi kita, langkah-lngkah konkretnya. Mereka akan tertarik sekali. Misi kita dua. Ahlussunah wal-Jamaah, Indonesia yang adil dan makmur. Itu visi kita. Mereka kemudian tergerak dan kita ya harus melangkah. Di tengah kesibukan saya, saya datang ke Padang, saya Sulawesi, Kendari, NTB.

Bagaimana cita-cita besar selama kepemimpianan?

Nanti begini, bahwa dengan adanya peningkatan kualitas guru-guru NU, maka konsep-konsep besar akan dikeluarkan oleh mereka. Dan juga mudah-mudahan sekolah-sekolah Ma’arif akan ditangani oleh guru-guru yang profesional. Dan nanti akan kompetitif. Dan terlalu mudah karena ada contoh. Contohnya Amanatul Ummah. Hari ini yang diterima di Fakultas Kedokteran Negeri itu sudah ada 16. Tiga di antaranya beasiswa. Sebentar lagi 18. Kalau menunggu hasil SPMBTN it bisa di atas 50. Untuk tahun ini. Kalau dari tahu-tahun sebelumnya sudah ratusan. Yang ke Eropa ada 40 tahun ini, Jerman, Belanda, Rusia, Finlandia, Prancis, Inggris. Ke Timur Tengah ada 25, lulus semua.?

Ada ada anak yang lulus datang dengan ayahnya. Mereka sedih sekali harus menyiapkan untuk transport, tidak punya ongkosnya, bisa gagal kalau. Saya pinjamkan. Dan yang ke Eropa juga begitu. Jaminannya saya. Diberi langsung. Itu baru kedokteran. Teknik Informatikanya banyak, ITB ada, Ikatan –ikatan dinas, STAN, STIS, Telkom, itu banyak. Dan seratus persen diterima di Perguruan tinggi. Kenapa sih karena kita punya sistem. Nah, ini kalau udah ada contoh kenapa tidak bisa kan tinggal mencontoh.

Sebuah ketentuan akan beredar ketika ada penyebabnya. Ketika penyebabnyya ada, ya akan terwujud. Ketika penyebabnya tidak ada, ya tidak akan terwujud. Setiap saat saya senang sekali ketika saya disuruh untuk membedah Amanatul Ummah dimana karena itu sebuah cita-cita saya jika berhasil, menjadi referensi bagi yang lain. Mudah-mudahan. Dan sudah ada yang menyatakan maju setelah menimba ilmu di Amanatul Ummah. Itu ada di Yogya. Setelah menimba sistem-sistem di Amanatul Ummah.?

Sebab ada haditsnya man allama ilmman allamallahu man la ya’lam. Ketika kita memberikan ilmu kepada orang, mmakka Allah akan memberikan ilmu baru kepada orang tersebut. Jadi nanti saya akan banyak inspirasi lagi.?





Pergunu terkait dengan murid, terkait dengna regenerasi. Pak kiai, arti pentingnya aktivasi Pergunu apa?

Saya membangun Amanatul Ummmah, sampeyan bisa liihat untuk mewujudkan manusia yang unggul, utuh, berakhlakul karimah guna kejayaan kaumm muslimin, kemulian bangsa Indonesia. Nah, itu kalau tidak dikembangkan dalam sekala besar kan berat. Saya hari ini sudah mengeluarkan 1000 lebih lulusan SLTA, Aliyahnya 690. SMA-nya 300. Itu kan masih kecil skalanya. Tetapi kemudian ketika kita memotivasi guru-guru, seluruh Indonesia, ada sarana-sarana untuk pemberian motivasi kan lebih cepat. Ketika saya diberikan kesempatan di Pergunu, saya berarti akan mengembangkan cita-cita luhur di Amanatul Ummah?

Dalam mengelola Pergunu, selain cita-cita, pasti ada kendala, bagaimmana menanganinya?

Ya dianggap saja tidak ada kendala. Kecil-kecil ya sudah berlalu begitu saja. Hal yang menyedihkan harus segera lupa. Ya tak ada kendala. Kita dengan semua baik-baik.?





Terkait lulusan Amanatul Ummah, caranya bisa seperti itu bagaimana mendidiknya?

Amanatul Ummah itu secara sarana dan prasarana untuk menjadi sesuatu yang hebat itu belum memadai. Tapi saya tidak pernah gusar dengan sarana. Dulu itu, kelas pun di bawah tenda sekitar 2006, 2008 masih di rumah-rumah penduduk, kelasnya masih di mushala. Awalnya 49 pada 2006 terus berkembang, tapi saya mempunyai dua andalan bahwa memang yang paling penting dari seluruh proses keberhasilan, yang paling penting guru. Andalannya adalah guru yang baik dan sistem.?





Guru yang baik itu bagaimana dan sistem yang baik itu bagaimana?

Ya guru yang bisa mempertanggungjawabkan keberhasilan. Kalau sistemnya yang secara rasional yang kompetitif, yang secara rasional bisa mewujudkan keberhasilan. Misalnya di sini, sekolah yang enam semester, kita selesaikan 5 semester. Yang satu semester dibuat untuk remidi, latihan-latihan dan lainn sebagainya. Kemudian anak itu jangan dilepas sampai Unas, diantarkan terus sampai SMBTN, mau kemana mereka kepingin, kemana mereka bercita-cita, diantarkan. Informasi-informasi kita cari tidak mereka yang mencari.

Ketika informasi-informasi kita menang, itulah sebuah kelebihan. Hebat-hebatnya sebuah lembaga pendidikan pasti kan susah juga untuk maju. Terus nomor dua, motivasi, tidak boleh pernah berhenti dari motivasi sebab yakin saya kalau tanpa dimotivasi, mungkin lebih dari separuh anak-anak di sini tidak meanjutan pendidikan, tidak akan berani melanjutkan pendidikan ke tempat yang jauh-jauh, ke Jakarta, apalagi ke luar negeri. Tapi karena motivasi mereka tidak hanya ke Jakarta, ke luar negeri pun berani. Itu sudah sejak berdirinya sudah begitu, sudah banyak ke Timur tengah. Kalau ke Eropa baru tiga tahun yang lalu.?





Murid-murid ini apakah diseleksi sebelum masuk atau semua masuk kemudian dimotivasi menjadi anak seperti itu?

Seleksi ada memang,tapi tidak ketat dan disalurkan. Ii misalnya di sini ada MBI Madrasah Bertaraf Internasional, tidak diterima di MBI, disalurkan ke lembaga yang lain. Ketika disalurkn ke lembaga yang lain mereka tidak ditarik untuk daftar ulang, tidak. Kalau ditarik untuk daftar lagi, kentara sekali mencari uang pendaftaran orientasinya, tidak usah sehingga kemudian tidak terlalu apatis, tidak terlalu apriori orang melihatnya. Bolehlah ada yang tidak diterima, tpi jangan banyak-banyak. MBI itu banyak menolak akrena animonya jauh dari kapasitas. Sekitar 2/3 ditolak, tapi saya punya kebijaksanaan disalurkan ke lembaga yang lain, tanpa harus mengeluarkan uang pendaftaran. Di penyaluran ini sepanjang mereka itu mau mesti diterima. Keberhasilannya dipertanggungjawabkan sama.?





Soal remaja yang selalu dikaitkan dengan kenakalan?

Jika kita harus berpersepsi bahwa anak yang nakal itu memiliki keinginan untuk baik. Potensi ini harus dimuncullkan. Potensi ingin baik itu harus dimunculkan. Ketika kemudian mendominasi, mengalahkan kenakalannya, ya akan menjadi baik. Kita harus menyadari semacam itu.?





Dari paparan yang tadi itu, dari cita-cita, praktik, pemikiran dan guru, bagaimana proses menemukan pemikiran itu?

Saya jujur, semuanya dari pengalaman, pengalaman yang harus saya baca. Kalaupun saya mendapatkan reperensi, tapi itu bukan dari buku, saya dapat reperensi dari pemikiran-pemikiran orang lain, kemudian saya analisa sebab yang namanya ilmu itu adalah sesuatu yang terlontar dari orang-orang bijak, itu ilmu. Jujur dalam Al-Quran menyebutkan, wal tandur ma qoddamat lighad, seseorang harus melihat perjalanan masa lalunya, ditelaah kemudian dijadikan referensi menghadapi ke depannya.?

Ilmu itu sendiri kesimpulan-kesimpulannya itu sendiri kan trial an error wrong, dan kemudiian menjadi benar, dan Al-Qur’an mengatakan begitu. Ya tetapi memang sebetulnya harus dengan ilmu, tapi tidak hanya embaca buku. Buku yang saya baca adalah buku adalah buku yang menjadi obeek saya mengajar. Buku yang saya ajarkan itu, mengajarkan buku ini, saya telaah, kemudian penambahan ilmu saya di situ terus mengingat yan g lalu sehingga menjadi keterpaduan.?





Kalau yang bisa dijadikan referensi, dan pengalaman yang dimana yang menjadi pembangun pesantren ini?

Referensi keilmuaan saya belajar dimana-mana cuma saya teringat saya memiliki, pertama saya di rumah saya, saya diajari ayah saya, kakak saya, diajari ilmu-ilmu dasar yang kemudian jadi alat pengembangan. Kemudian saya di pesantren Buduran, pernah di Cipasung, di Buduran saya merasa mendapatkan ilmu tapi hasil telaahan sendiri yang kemudian ditaashih oleh kiai, hasil pemahaman sendiri, disorogkan kepada kiai, ilmu membaca kitab, ilmu itu kemudian harus dibaca.?

Kitab itu ada dua hal yang ditemukan, satu ilmunya, kedua, pemhamannya, pemahaman, memahami teks itu itu tidak tidak bisa kalau tidak ditelaah, alat penelaaahan itu ada yang namanya ilmu alat, itu yang kemudian orang menjadi cerdas. Kemudian isinya. Isinya. Ya artinya kemudian orang sudah cerdas, berkecenderungan melakukan pemikkiran-pemikiran yang dijadikan alat pengembangan. Anak-anak di sini juga begitu, dibuat cerdas. Bagaimana caranya, dipaksakan paham dengan apa yang diajarkan. Oleh kkarena itu salah saru sistem di lembaga sini, jangan biarkan guru berhenti menjelasakan sebelum semua muridnya mengerti. Jangan biarkan murid berhenti bertanya sebelum dia memahami apa yang diajarkan gurunya. Itu salah satu sistem.





Dari tadi, kata kunci motivasi-motivasi. Semua orang pernah mendengar dan melakukannya. Motivasinya bagaimana dan cara menyampaikannya?

Itu kan, kalau orang sudah dikatakan referensinya Al-Qur’an yang tidak bisa dibantah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan waman yatawaakkal alahhai barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka allah akan menjadmin keberhasilannya. Dan Allah pasti akan memberikan jaminan kepada yang tawakkal. Tawakal itu berupaya yang keras dan berdoa maksimal. Ketika murid melakukan berusaha keras dan berdoa yang maksimal ya berhsil. Yang memastikan berhasil Allah. Dan itu harus dipercayai karena itu Al-Qur’an. Kalau sudah itu kan sudah pasti dan saya tinggal menunggu waktu saja untuk mewujdukan itu.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Maret 2018

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tasikmalaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Corp Brigade Pelajar (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya melakukan Jumat Bersih (Jumsih) yang diselenggarakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0612 Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (25/11) dari pukul 08.00 pagi sampai 09.45.

Jumsih merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah dan Derektif Danrem untuk melaksanakan kegiatan pembinaan peta jarak jaring teritorial tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan dari berbagai unsur mulai anggota TNI, Organisasi Kepelajaran (OKP), dan masyarakat sekitar kampung Cikalang.

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tiap peserta dari berbagai OKP mengirimkan 4 orang anggotanya untuk Jumsih di sekitar Jalan Laswi Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang. Peserta yang hadir sekitar 100 orang lebih dan berjajar membersihkan pinggir jalan sepanjang 1 km.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Wakil Komandan CBP IPNU Kota Tasikmalaya M. Baharudin Fauzi mengatkaan mendukung penuh Jumsih karena merupakan bagian dari untuk tetap menjaga kebersihan wilayah.

“Kita selaku pelajar NU harus cinta akan kebersihan dan harus mendorong semua lapisan masyarakat untuk cinta kebersihan karena kebersihan itu sebagian dari iman,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Komandan Banser Kota Tasikmalaya Haedar Burhan juga mendukung kerja sama pihak aparatur pertahanan dengan kepemudaan untuk senantiasa melaksanakan dan menjaga kebersihan.

Ia juga berharap agar jumsih ini dilakukan setiap seminggu sekali Supaya kota Tasik selalu bersih dan terhindar dari wabah penyakit. (Agum Gumilar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, AlaSantri, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?



Yth Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017



Yth Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

Yth Para Menteri Kabinet Kerja

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yth Bapak Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

Yth Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, baik jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziyah, a’wan, lembaga, dan banom.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadirin-hadirat yang dirahmati Allah.

Syukur Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul untuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama2017 yaitu pertemuan minimal dua kali diantara dua muktamar untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam muktamar yang lalu dan menyiapkan pelaksanaan program hingga muktamar mendatang, serta merespon permasalahan aktual yang terjadi pada saat ini. 

Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden yang telah berkenan hadir dan membuka secara resmi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017. Hal itu menunjukkan perhatian besar Bapak Presiden kepada Nahdlatul Ulama. 

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengawal negara dan bangsa dari berbagai ancaman. Tanggung jawab tersebut harus diemban dengan penuh kesadaran oleh semua pengurus NU di setiap tingkatan dan mengajak warga Nahdliyin untuk dengan penuh keikhlasan mengemban tanggung jawab tersebut.

Melalui mars Syubbanul Wathan yang terus-menerus dikumandangkan di lingkungan NU antara lain menyatakan “Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu” karena akan berhadapan dengan santri-santri NU. Kalau pada masa yang lalu NU telah berusaha menjaga dan mengawal negara melalui fatwa jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar PBNU Hadratussyekh Hasyim Asyari yang menyatakan bahwa hukum memerangi kaum penjajah adalah wajib yang kemudian dijadikan Resolusi Jihad oleh PBNU sehingga mendorong masyarakat terutama para santri untuk melawan Belanda sehingga terjadi perang 10 November dan dinyatakan sebagai hari pahlawan. Alhamdulillah tanggal 22 Oktober lahirnya Resolusi Jihad akhirnya juga dinyatakan sebagai Hari Santri Nasional oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2015 walaupun sesudah 70 tahun dari peristiwa terjadinya Resolusi Jihad. Untuk itu, kepada presiden RI Joko Widodo kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya.

Salah satu ancaman yang kita hadapi sekarang ini menurut kami adalah radikalisme dan intoleran. Radikalisme adalah kelompok yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan dasar yang lain. Sedangkan kelompok intoleran adalah kelompok yg dapat merusak keutuhan bangsa.

Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama ini akan membahas upaya-upaya yang sistematis dan terencana dalam menanggulangi bahaya radikalisme dan intoleransi tersebut, yang kemudian dirumuskan menjadi program kerja NU dan rekomendasi Munas/Konbes.

Nahdlatul Ulama tetap istiqamah dalam posisi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945 dari setiap upaya pembelokan arah oleh kelompok-kelompok radikalis agama ataupun sekuler, ekstrimis kanan ataupun kiri, kelompok separatis dan teroris, serta kelompok intoleran. Bagi NU Pancasila dan NKRI sudah final.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Tantangan berikutnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara adalah terkait ekonomi yang berkeadilan. Saat ini, kesenjangan ekonomi di negeri ini sudah sangat terasakan. Bagian terbesar asset ekonomi di negeri ini dikuasai oleh segelintir orang. Sedangkan bagian terbesar masyarakat memperebutkan “remah-remah” sisanya. Hal ini bisa menjadi bom waktu dan bisa memantik terjadinya konflik horizontal yang laten. Oleh karena itu, perlu ada upaya sungguh-sungguh yang terencana untuk mengikis kesenjangan tersebut.

Kami mengapresiasi Bapak Presiden yang telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mengambil langkah dan upaya guna mengikis kesenjangan tersebut. Paradigma baru dalam kebijakan ekonomi yang lebih memprioritaskan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah harus terus didorong dan diformalkan menjadi program utama pemerintah. Ide Presiden memberlakukan kebijakan redistribusi aset dan kemitraan antara usaha kecil-menengah dengan pengusaha besar merupakan terobosan yang perlu diformalkan menjadi kebijakan negara.

Nahdlatul Ulama mendukung upaya yang telah dilakukan presiden tersebut. Sebagai ormas yang besar, NU berkepentingan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Karena sebagian besar warga Nahdliyin adalah masyarakat kecil dan menengah tersebut.

Munas Alim Ulama ini akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu materi pembahasan. Regulasi yang menyebabkan terbukanya peluang kepemilikan asset secara berlebihan akan dikaji secara kritis dan akan dibuat rekomendasi adanya regulasi baru yang memperkuat kebijakan redistribusi aset. 

Munas juga akan merumuskan dari perspektif ajaran agama, bagaimana distribusi aset dilakukan, sejauh mana negara berkewajiban mengatur terkait dengan penguasaan asset dan tanah yang berkeadilan, sehingga tidak terjadi adanya penguasaan asset dan tanah yang berlebihan oleh sekelompok orang, padahal di sisi lain banyak masyarakat yang tidak memilikinya. Munas akan merumuskan upaya apa saja yang akan dilakukan oleh NU terkait dengan masalah ini.





Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Munas dan Konbes juga akan membahas tentang penguatan organisasi NU, agar secara jam’iyah dapat menjalankan tugas-tugas besar terkait kebangsaan dan keumatan. Revitalisasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi (REKONFU) setiap potensi yang dimiliki oleh jam’iyah merupakan upaya yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga NU sebagai ormas yang besar bisa memberikan sumbangsih yang besar pula kepada bangsa dan negara. Terlebih NU sebagai jam’iyah saat ini berada pada penghujung 100 tahun pertama dan akan memasuki 100 tahun kedua. Dalam sebuah hadis disebutkan:

« ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? »





“Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini setiap ujung seratus tahun orang yang memperbarui agama mereka.”

Dalam berjam’iyah, hadis tersebut dapat ditangkap semangat dan konteksnya. Di setiap seratus tahun akan ada orang yang melakukan gerakan pembaruan (harakah tajdidiyah). Nahdlatul Ulama saat ini berada pada penghujung usia seratus tahun, dan setelah itu akan memasuki babak baru fase seratus tahun kedua. Karena itu, kita para pengurus NU di setiap tingkatan harus siap bekerja lebih keras untuk menguatkan jam’iyah kita ini. Kita perbarui semangat kita untuk tetap mengusung cara berfikir dan beragama ala NU (fikrah nahdliyah). Kita perbarui semangat gerakan ke-NU-an (harakah nahdliyyah) di setiap tingkatan organisasi. Kita siapkan runway yang kuat, sehingga diharapkan di awal 100 tahun kedua, Nahdlatul Ulama sudah bisa take off dan tinggal landas secara mulus dan tanpa hambatan berarti.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati

Demikianlah kiranya sambutan saya, mudah-mudahan ada manfaatnya dan dapat dijabarkan melalui persidangan Munas dan Konbes NU ini. Kami berdoa semoga permusyawaratan ini diridhai  oleh Allah SWT dan dapat merumuskan hasil-hasil yang baik. 

Selanjutnya, mohon berkenan Bapak Presiden memberikan sambutannya, dan dilanjutkan membuka secara resmi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tahun 20017.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Mataram, November 2017

Rais ‘Aam,





Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Tegal, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Jeddah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Syekh Saad al-Hijri, anggota komite yurisprudensi Provinsi Asir, Arab Saudi, membuat geger warga di negara setempat usai mengatakan bahwa perempuan tak semestinya mengemudikan kendaraan karena tidak ada dalil agama yang mendukung tentang itu.

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Lebih lanjut al-Hijri mengatakan, perempuan hanya memiliki seperempat akal sehingga ia tak bisa membuat keputusan saat berada di balik kemudi.

Al-Hijri melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah ceramah di depan khalayak di kota Khamis Mushait barat daya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/9).

Ceramah al-Hijri pun mengundang kemarahan dari para pengguna media sosial di Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menuntut agar pemerintah melarangnya berceramah dan menerbitkan fatwa. Reaksi ini direspon oleh Gubernur Asir Pangeran Faisal bin Khalid bin Abdulaziz dengan mencekal al-Hijri dari aktivitas ceramah.

Juru bicara gubernur Asir, Saad bin Abdullah al-Thabet, dalam sebuah siaran pers mengatakan, Pangeran Faisal telah mengeluarkan perintah untuk merespon pernyataan al-Hijri yang membuat gempar jagat media sosial dan mengecewakan banyak orang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Thabet menambahkan, pembebas-tugasan al-Hijri dari kegiatan berceramah merupakan langkah yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan mimbar keagamaan sebagai ajang produksi statemen kontroversial dan merendahkan orang.

Ia bahkan mengingatkan, keputusan serupa akan diambil terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan mimbar agama untuk menyuarakan pendapat yang merendahkan orang. (Red: Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Dunia bisnis, lingkungan, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang keberadaannya saling mendukung. Jika terjadi ketimpangan pada satu sisi, maka masalah, cepat atau lambat akan muncul. Manusia menyesuaikan diri dengan alam untuk mencapai harmoni. Kemajuan teknologi menyebabkan manusia mampu mengendalikan kekuatan alam. Keserakahan manusia yang tidak ada batas ini menyebabkan mereka berusaha mengeksploitasi alam, yang merusak keseimbangan ekosistem. Akhirnya, bencanalah yang timbul dengan manusia sebagai korbannya.

Kemajuan teknologi untuk mengeksploitasi alam menyebabkan dunia usaha memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut untuk berekspansi dari satu tempat ke tempat lain yang dinilainya masih memiliki potensi keuntungan. Konflik dengan masyarakat lokal di mana industri akan dibangun tak habis-habisnya muncul. Di pesisir selatan pantai Pulau Jawa, konflik terkait penambangan pasir besi muncul di berbagai tempat. Bahkan sampai menimbulkan korban nyawa sebagaimana dialami oleh Salim Kancil di Pasuruan (2015) yang dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Konflik juga muncul akibat rencana eksploitasi sumberdaya air yang muncul di Serang Banten dan beberapa daerah lainnya. Konflik lahan antara masyarakat adat dan pengusaha perkebunan juga tak ada habis-habisnya. Belakangan, masalah yang mengemuka adalah rencana pembangunan pabrik semen di daerah Rembang.

Bencana alam yang muncul dari tahun ke tahun akibat eksploitas alam adalah pembakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan. Pembersihan lahan dengan membakar memang ongkosnya murah, tetapi masyarakat luaslah yang harus menanggung akibatnya. Binatang-binatang penghuni hutan banyak yang mati, masyarakat adat pun harus menyingkir. Daerah yang mata airnya diambil oleh perusahaan air minum membuat para petani kekurangan air saat kemarau. Bekas galian pasir besi juga menimbulkan kerusakan alam karena banyak pengusaha yang tidak melakukan rehabilitasi sesudahnya. Bencana lumpur Lapindo menjadi tragedi bagi mayarakat di Sidoarjo. Daftar tersebut akan sangat panjang jika disebut satu per satu.

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Secara sosial saat sebuah industri akan masuk ke suatu daerah yang akan mengeksploitasi alam, masyarakat pun biasanya terpecah, antara yang setuju dengan masuknya industri tersebut dengan yang menolaknya. Pengusaha membentuk kelompok-kelompok yang mendukungnya dan membiayanya. Yang tidak setuju, merasa selalu terancam karena kapan saja bisa terusir dari tempatnya hidup. 

Bagi dunia bisnis, yang tujuan utamanya adalah untuk meraih keuntungan, penyelamatan lingkungan berarti adanya ongkos tambahan yang harus dipikul sehingga bisa mengurangi keuntungan yang diharapkan. Tak banyak industri yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam, apalagi ditambah pula dengan penegakan hukum (yang) juga masih lemah. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masyarakat yang berhasil ‘mengusir’ perusahaan-perusahaan yang akan mengeksploitasi daerahnya biasanya memiliki aktor intelektual yang mampu memimpin dan menggerakkan masyarakat untuk melawan, memiliki jaringan nasional hingga internasional serta memiliki napas panjang untuk membela daerahnya. Para aktivis NU yang ada di berbagai daerah, dapat mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masalah dengan dunia usaha. Upaya perlawanan dengan cara kekuatan fisik dengan mudah dipatahkan karena perusahaan mampu menyewa pengamanan swasta atau oknum aparat keamanan. 

Sejarah membuktikan, melawan korporasi dengan modal kuat bukanlah hal yang mudah. Mereka mampu menyewa para akademisi yang bisa memberikan legitimasi atas tindakan mereka. Ahli-ahli hukum terbaik juga bisa diminta untuk membela kepentingan mereka. Para pakar hubungan masyarakat juga bisa diminta untuk memoles citra perusahaan sebaik mungkin bahwa apa yang mereka lakukan tidak melanggar hukum atau etika.  

Kemajuan teknologi informasi, dapat dimanfaatkan oleh jejaring masyarakat dan kelompok pembela lingkungan untuk melindungi kepentingan mereka. Ada banyak LSM yang bergerak dalam perlindungan lingkungan yang mampu memberikan bantuan. Ada banyak ahli hukum yang bisa memberikan advokasi terhadap permasalah yang mereka miliki. Sosial media juga dapat digunakan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kantor pusat perusahaan yang biasanya terletak di pusat-pusat bisnis di ibukota negara menentukan seluruh kebijakan strategis di daerah operasinya. Daerah operasi perusahaan yang lokasinya jauh di pedalaman atau bahkan di tengah hutan menyebabkan para pengambil kebijakan kurang memiliki sensitivitas atas dampak yang ditimbulkan atas operasi yang dilakukan. Pertimbangan utama mereka adalah untung dan rugi. Bahkan perusahaan dengan gampang bisa dijual kepada perusahaan lainnya dengan gampangnya. 

Pengembangan sektor usaha juga didukung untuk pengembangan perekonomian. Mereka mampu menciptakan lapangan kerja, membayar pajak dan memberi nilai tambah atas produk yang sebelumnya bernilai rendah. Para pengusaha adalah orang-orang  yang berani mengambil risiko dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ata suatu produk yang sebelumnya belum tersedia. Jadi wajarlah jika mereka mendapat keuntungan lebih atas risiko yang mereka ambil. Kemajuan dunia ini sesungguhnya terjadi berkat adanya para pengusaha. Jika usaha tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka kita harus memberi dukungan lebih karena sesungguhnya perusahaan tersebut adalah milik rakyat. Keuntungan yang didapat akan kembali lagi kepada rakyat melalui deviden yang dibagikan kepada pemerintah sebagai pemegang saham. Tetapi semua usaha yang dilakukan harus sesuai dengan regulasi yang ada. 

Di sinilah peran pemerintah yang seharusnya mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Bagaimana dampak lingkungan yang akan muncul jika sebuah bisnis dilakukan bisa dilakukan melalui analisis amdal. Kepentingan masyarakat juga harus terakomodasi dengan baik karena mereka yang akan terkena dampak pertama kali jika ada masalah. Dalam banyak kasus, ketika sebuah perusahaan mau masuk, masing-masing pihak berusaha memaksimalkan kepentingannya. Penduduk lokal berusaha menjual tanah setinggi-tingginya, oknum aparat berusaha mempersulit perizinan, pecinta lingkungan tidak ingin alam dieksploitasi sejengkal saja. Jika masing-masing pihak tidak mau mengakomodasi kepentingannya, maka masyarakat secara luas pulalah yang harus menanggung akibatnya. Harga produk yang dijual akan menjadi mahal karena adanya biaya-biaya siluman yang dimasukkan sebagai bagian dari ongkos produksi. 

Jika pemerintah tegas dalam penegakan aturan dan masyarakat bisa bersatu dalam membela kepentingannya, maka para pengusaha tidak akan berani lagi bermain dalam ranah abu-abu karena ongkos yang mereka keluarkan akan sangat besar. Dan kerugian besar akan mereka alami jika akhirnya harus mundur akibat perlawanan masyarakat. Kemudahan dan kepastian usaha sangat penting untuk mendorong tumbuhnya bisnis, tetapi bisnis yang membawa manfaat bagi semua pemangku kepentingannya, para investor, masyarakat, pemerintah, dan kelestarian alam itu sendiri. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, AlaNu, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

Oleh Mh Nurul Huda



Dalam tradisi Islam, dan saya rasa juga tradisi agama-agama dan spiritualitas dunia, bumi dan alam raya merupakan anugerah. Karena itu, bila pembaca suka, anggaplah upaya kolektif pengembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi yang tak terpisahkan dari rasa syukur dan takjub atas semesta dunia ini sebagai sebuah ajakan.

Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

“Bila pembaca suka” ini saya sertakan, mengingat penulis sendiri mengerti bahwa sekarang kita tengah hidup di dunia dengan cara berpikir “yang tertentu” yang sangat dominan. Kita termasuk saya tersedot ke dalamnya. Kita sudah masuk dan jauh tenggelam dalam cara itu. Ia sudah begitu dominan, meluas, menubuh, dan mewujud dalam bahasa dan tindakan keseharian. Bahkan untuk menolak cara berpikir itu,akan dirasakan ada keanehan yang bila dibuatkan “meme” niscaya membuat orang terpingkal-pingkal menertawai dirinya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cara berpikir “yang tertentu” ini adalah cara berpikir yang bersifat kalkulatif. Kita berpikir tentang segala hal, termasuk alam dan sesama manusia di sekitar kita, demi tujuan tertentu. Berpikir sesuatu terutama agar dapat memakainya semata. Berpikir sesuatu demi untuk direkayasa dan dimanipulasi.? Berpikir untuk dapat menguasai dan mengeksploitasi.

Tentu saja cara berpikir berperhitungan telah ada sejak masa lampau. Tetapi, wujud tindak berpikir kalkulatifnya tidak sehebat dan mendominasi kehidupan di zaman ini. Yakni zaman modern dengan pemahamannya yang baru dan modern atas “dunia ada yang menakjubkan”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Semesta ini, semula, dipandang anugerah yang menakjubkan. Dunia yang mempesona, kata Max Weber; yang disyukuri dan dikagumi oleh para penghuninya. Di dalamnya, manusia berpikir dan merenungi pesonanya. Dan berpikir merupakan aktivitas manusia yang jenuin, yang ikhlas, sebagai tindak penerimaan atas anugerah itudi dalam diri.Karena itubiasanya cara berpikir ini selaluterhubung erat dengan Tuhan, yang baik (the good), yang indah (the beauty), dan tentu saja mencakup, namun tidak sekadar terbatas pada, yang benar (the right). Inilah juga pengertian klasik yang terkandung didalam kata “filsafat”, suatu pandangan hidup, pencarian kearifan,yang dilakukan oleh para pemikir tradisional namun tidak menjadi arus utama di zaman modern.

Rene Descartes, si anak zaman yang hidup di hadapan krisis moral dan politik, membuka mindset modernitas. Tujuan utama pemikiran tidak lain dan tidak bukan adalah sains. Suatu aktivitas berpikir yang tertentu yang diyakini memberi manusa kepastian dalam mengelola dan mengontrol rimba raya dunia.

“Aku berpikir maka aku ada”, katanya. Artinya manusia adalah sesuatu yang berpikirdan kebenarannya bersifat pasti; sedangkan dihadapan pikiran ini segala sesuatu hanyalah kebetulan-kebetulan atauomong kosong yang dangkal. Hanya lewat sains yakni cara berpikir yang dibangun diatas fondasi rasio matematis, bukan teks suci keagamaan, kehidupan yang sulit dan tak menyenangkandi dunia dianggapmenjadi lebih mudah.

Itulah gagasan utama di ambang modernitas, ketika pengetahuan Abad Pertengahan dibuang sia-sia lalu kekosongan pondasi pengetahuan ini digantikan oleh rasio dan kehendak manusia yang absolut. Descartes membatasi dan mereduksi pikiran manusia (mind, intelek)pada rasio matematis belaka. Cara berpikir ini lalu menggelinding deras,dan fisika matematisdiproyeksikan pada kehidupan sosial dan alam, sehingga yang terakhir inipun dapat dikalkulasi secara matematis.

Cara berpikir kita yang semata teknokratis dan demi kegunaan produktif kita sendiridapat membawa konsekuensi merendahkan cara berpikir tradisional yang kita anggap tidak produktif. Lalu secara pragmatis kita cepat-cepat mencari cara bagaimana bisa secara efektif dan efisien mengontrol dunia dan kehidupan. Dunia ini kita kontrol, kita bentuk semata sebagai sumberdaya untuk memuaskan apapun yang kita kehendaki, entah melalui alat-alat elektronik ataupun melalui bahasa dan pemikiran.

Tersedot ke dalam alam pikiran itu, kita tidak hanya turut berpartisipasi aktif dan meluas dalam menghancurkan alam tapi juga menjadi korban dari kehendak otonomkita sendiri. Penjajahan, tragedi genocide dan bom nuklir, perang dunia, konflik sosial, kekerasan politik, kerusakan alam dan perubahan iklim, peningkatan kesenjangan ekonomi dan bencana kelaparan terjadi dalam kualitas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.Dalam cara berpikir, kita seolah melupakan bahwa dunia kehidupan ini adalah pemberian, anugerah, dan karunia.

Seorang filsuf terkemuka Martin Heidegger mengingat kita semua:The most thought-provoking thing in our thought-provoking time is that we are still not thinking. Sesuatu yang paling menggusarkan-pemikiran di zaman yang menggusarkan-pemikiran kita ini adalah bahwa kita masih juga tidak berpikir. Melalui teknologi, bahasa dan pemikiran yang kita bangun, ternyata kitatidak jua mengenali siapa diri kita sendiri yang dianugerahi tinggal bersama di duniayang fana ini. [bersambung]



Penulis adalah Dosen Sosiologi UNU Indonesia, Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak meluncurkan program Aplikasi SIAP GRAK (Sistim Aplikasi GP Ansor Banser Kebonagung). Hal ini dilakukan dalam rangka mengupayakan pemberdayaan dan peningkatan taraf ekonomi anggota serta perbaikan pangkalan data.

Ketua Ansor Kebonagung Faishol Nur yang didampingi sekretarisnya Ainul Fuad menjelaskan, aplikasi SIAP GRAK selain sebagai pangkalan data untuk mengetahui profil anggota dari jenis usaha maupun pekerjaan yang dijalaninya dalam keseharian, dalam jangka panjangnya bisa dibuat kerja sama antaranggota.

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

“Aplikasi ini selain sebagai pangkalan data diharapkan bisa meningkatkan ekonomi anggota, menjalin kerja sama antaranggota, dari PAC tinggal mengonekkan antara anggota yang satu dan yang lain” katanya.

Untuk menyukseskan program aplikasi tersebut Faishol Nur beserta pengurusnya dan ketua ranting se-Kecamatan Kebonagung melakukan audiensi dengan Muspika Kebonagung di Kantor Kecamatan Kebonagung Rabu (14/12). Ia berharap dengan bersilaturrahmi dengan berbagai pihak termasuk Muspika bisa mendapatkan dukungan maksimal termasuk peluang usaha yang mungkin bisa digali anggotanya dari pemerintah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Untuk menyukseskan program kami harus menyosialisasikan dan dapat dukungan ke berbagai pihak termasuk pemerintah kita mencoba berbagai peluang usaha yang mungkin bisa digali termasuk dari pemerintah” harapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Camat Kebonagung yang juga pengurus MWCNU H Haryoto yang didampingi Sekcam Suradi di hadapan pengurus Ansor dan Banser merasa senang. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung program yang dicanangkan Ansor karena hal itu termasuk program yang dilaksanakan pemerintahan.

“Kami sangat mendukung program Ansor dalam upaya peningkatan ekonomi anggotanya, kami akan memback up sepenuhnya,” tegasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Syariah, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

Klaten, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Manusia diciptakan dari tanah. Seyogianya kita mencontoh sifat tanah. Meski diinjak-injak, diludahi dan lain sebagainya, tanah tetap memberi manfaat kepada makhluk Allah.

Demikian ungkapan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam acara Klaten Berdzikir dan bershalawat di Desa Glodogan, Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (13/9) malam. Dalam kesempatan ini Habib Syech mengajak para jamaah supaya meniru akhlaq Nabi yang senantiasa memaafkan sesama manusia.

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

"Banyak kisah Nabi Muhammad yang patut kita teladani soal akhlak beliau. Meski  Nabi seringkali dizalimi, namun yang dilakukan olehnya adalah memilih bersabar dan memaafkan. Meski Nabi mampu dan punya hak untuk marah, namun tidak dilakukannya," kata Habib Syech.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sifat pemaaf, lanjutnya, adalah ketika kita mampu sejak awal memaafkan orang yang menzalimi kita. Akan lebih baik kita minta kepada Allah supaya memberi pencerahan kepada orang yang berbuat zalim dan kita memaafkannya.

"Ini zaman akhir. Zaman yang butuh manusia-manusia berakhlaq, pemaaf, dan beradab. Tebarkan kedamaian. Ciptakan lingkungan pemaaf. Karena hal yang demikian itu penting untuk membangun masyarakat yang damai", tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Soal Pilkada atau lain sebagainya, Habib Syech mengatakan, silakan anda bebas memilih, asalkan tidak saling mencaci.

Habib Syech mengimbau jamaah untuk senantiasa rukun kepada makhluk yang sama-sama tercipta dari tanah. Jangan suka ikut campur persoalan yang bukan urusan kita. Karena, banyak oknum yang saling lempar opini dan itu sifatnya provokasi untuk memancing emosi. (Anwar Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara

Tangerang Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pendidikan Islam di Indonesia belum dikenal secara meyakinkan di mata dunia internasional. Negeri ini baru dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Oleh karena itu, Dirjen Pendis ingin memperkenalkan potensi pendidikan Islam Indonesia ke mancanegara.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menyampaikan hal tersebut saat membuka lokakarya (workshop) pengelolaan website Ditjen Pendis di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangsel, Selasa (20/6) petang.

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara

Upaya yang bisa dilakukan, kata dia, antara lain melalui media yang dimiliki Ditjen Pendis. Selain website, bisa juga melalui majalah. "Nah, saya ingin majalah Pendis bisa menjangkau seluruh kantor Kedubes negara sahabat di Jakarta. Karena jika ingin berkomunikasi dengan dunia luar paling mudah melalui Kedubesnya," ujar Kamaruddin.

Guru besar UIN Makassar ini secara khusus meminta pengelola majalah Pendis untuk menghadirkan majalah dalam Bahasa Inggris. "Saya tanya ke Pak Muhtadin, bisa nggak majalah kita diterjemahkan ke Bahasa Inggris. Kalau begitu, sekarang saya perintahkan untuk menerjemahkannya," tandas Kamaruddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut dia, penerjemahan majalah Pendis ke Bahasa Inggris diharapkan bisa menjawab tantangan untuk mengkapitalisasi potensi pendidikan Islam di republik ini. "Saya hanya ingin menjangkau mereka. Itu saja," tegasnya.

Mantan Sekretaris Ditjen Pendis ini juga meminta dibuat satu profile tentang lembaga yang dipimpinnya. "Profil berkelas versi English yang informatif harus kita miliki. Nanti kita bagikan ke kantor-kantor Kedubes itu," tambahnya.

Dalam profil tersebut, lanjut dia, menggambarkan bahwa Indonesia satu-satunya negara pemilik lembaga pendidikan Islam terbesar dan terbanyak. "Kita ini mewakili dunia memperjuangkan Islam moderat membendung radikalisme dan kapitalisme," kata Kamaruddin.

Menurut dia, tidak berlebihan jika Indonesia merupakan negara yang paling pantas mewakili dunia untuk berbicara tentang Islam. "Coba bayangkan, kita ini negara majemuk yang paling berpotensi terjadi konflik. Ternyata tidak. Ini semua karena pendidikan Islam sangat berperan," tukasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Expo Pendidikan Islam di Jakarta. Di forum internasional tersebut, ia ingin membuka mata dunia melalui Deklarasi Jakarta tentang Islam moderat. "Saya bercita-cita, deklaratornya nanti RI-1. Saya yakin Pak Menag setuju," pungkas Kamaruddin. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Kajian Islam, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dubes Sudan Sowan ke PBNU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rombongan dari Kedutaan Besar Sudan untuk Indonesia berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Mereka diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua PBNU H Iqbal Sullam.

Dubes Sudan Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Sudan Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Sudan Sowan ke PBNU

“Kami ke sini dalam rangka melaksanakan misi kedutaan yang menghubungkan masyarakat Sudan dan Indonesia,” kata Duta Besar Sudan Dr Abdurrahim as-Siddiq kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal singkat, Kamis (27/11).

Abdurrahim mengaku tertarik kepada NU karena ormas Islam ini memiliki keunikan dibanding umat Islam lain di negara-negara Timur Tengah. “Keunikannya terletak pada dukungan NU kepada eksistensi Negara Republik Indonesia. Ini luar biasa,” tuturnya didampingi tiga orang dari Kedubes Sudan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertemuan pihak Kedubes Sudan dan pengurus PBNU berlangsung santai di ruang Ketua Umum PBNU, Lantai 3 Gedung PBNU. Keduanya saling bertukar informasi tentang kehidupan di masing-masing negara. Kiai Said juga memaparkan tentang profil singkat NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, rombongan tersebut berkunjung ke Pojok Gus Dur, bekas kantor mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kini berubah menjadi museum kecil dan perpustakaan. Di lantai dasar gedung PBNU ini, mereka melihat foto-foto Gus Dur dan keluarganya, serta buku-buku karyanya.

Keempat sempat terpana saat membaca beberapa kutipan ucapan Gus Dur yang terpajang di dinding Pojok Gus Dur. Kutipan tersebut, di antaranya, berbunyi, “The deep problem is that people use religion wrongly in persuit of victory and triumph. This sad fact then leads to conflict with people who have different beliefs”; dan “Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering minder. Umat Islam—mungkin karena faktor masa lalu—sering dihantui rasa kekalahan dan kelemahan.” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

NU Surabaya Tunggu Janji Pemkot Soal Taman Bungkul

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus NU Surabaya merekomendasikan kepada pemkot setempat untuk menghadirkan suasana religius terintegrasi di Taman Bungkul. Mereka mengapresiasi penataan yang baik taman kota ini hingga mendapatkan penghargaan di dunia internasional. Hanya saja mereka menyayangkan pemisahan taman ini dengan eksistensi makam Sunan Bungkul sehingga sebagian masyarakat kadang menyalahgunakan taman ini.

Beberapa hari lalu pengurus Syuriyah NU Surabaya melakukan pertemuan membahas itu. "Itu janji Risma tiga tahun lalu dan sampai sekarang belum ditepati. Makanya kami akan tagih lagi," kata Ketua NU Surabaya Muhibbin Zuhri saat sambutan tasyakuran Halah Ke-93 NU di mushala Sunan Bungkul, Surabaya, Ahad (24/4).

NU Surabaya Tunggu Janji Pemkot Soal Taman Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Tunggu Janji Pemkot Soal Taman Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Tunggu Janji Pemkot Soal Taman Bungkul

NU, menurutnya, mengemban amanah untuk memperjuangkan kawasan terintegrasi religi khususnya di Taman Bungkul.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kami akan menagih janji Wali Kota Tri Rismaharini atas komitmen mengubah Taman Bungkul menjadi kawasan ziarah wali," ungkap Muhibbin saat memberikan sambutan di area makam.

Di Taman Bungkul Jalan Raya Darmo, Surabaya ini terdapat makam waliyullah Kiai Ageng Supo yang diriwayatkan hidup sezaman dengan Raden Rahmatullah Sunan Ampel. Karena tinggal di kawasan Bungkul, Ki Ageng Supo kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Bungkul.

Sebenarnya penataan Taman Bungkul sudah bagus. Hanya keberadaan makam Sunan Bungkul seperti lenyap. Padahal, Sunan Bungkul dikenal sebagai salah satu sosok perintis Kota Surabaya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dia tokoh dihormati dan bisa mengundang destinasi wisata religi. Tapi sekarang makam Mbah Bungkul seperti terisolasi, seakan terpisah dari taman," kata Muhibbin.

Kondisi Taman Bungkul kian miris karena banyak muda-mudi yang memanfaatkan taman tersebut berbuat tidak pantas. Sering kali digelar acara dengan pengeras suara sehingga mengganggu kekhusyukan para peziarah saat berdoa.

"Menurut informasi tim yang kami terjunkan, PKL di belakang makam Sunan Bungkul sering menggunakan lokasi untuk transaksi jasa layanan seksual," tegas Muhibbin.

Tasyakuran harlah ini diakhiri dengan ziarah di makam Mbah Bungkul. Peringatan ini diawali dengan tahlil bersama yang dipimpin Rais Syuriyah NU Surabaya KH Mas Sulaiman dan diakhiri dengan taushiyah oleh Wakil Rais Syuriyah NU Jatim KH Sholeh Qosim. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Pahlawan, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gus Maksum, Seumur Hidup untuk Pencak Silat!

Sleman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Penasehat PSNU Pagar Nusa, KH Suharbillah,? adalah murid dari pendiri Pagar Nusa, KH Maksum Jauhari (Gus Maksum), sekaligus termasuk salah satu pendiri organisasi tersebut. Saat turut serta mendirikan organisasi Pagar Nusa (tahun 1985), usianya memang masih terbilang muda, sekitar 22 tahun.

Gus Maksum,  Seumur Hidup untuk Pencak Silat! (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Maksum, Seumur Hidup untuk Pencak Silat! (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Maksum, Seumur Hidup untuk Pencak Silat!

Mengenai sosok Gus Maksum, KH Suharbillah memiliki cerita, bahwa di saat PSNU Pagar Nusa akan mengadakan sebuah pertandingan antardaerah, Gus Maksum tidak menyetujui.

“Saya yang bagian matur beliau. Awalnya beliau bilang tidak setuju, dengan pertimbangan tidak adanya dana,” ceritanya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, saat ditemui usai menghadiri acara pembukaan pelatihan pelatih tingkat nasional PSNU Pagar Nusa, Senin (03/03), di Gedung Youth Centre, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun, ketika dikatakan acaranya masih perlu persiapan tiga bulan lagi, Gus Maksum berkata; “Tiga bulan lagi nanas saya sudah panen, silahkan uangnya digunakan sebagai dana.”

Ia juga menceritakan, bahwa di saat Gus Maksum sedang sakit dan ada wartawan yang ingin menemuinya untuk melihat gerakan, Gus Maksum masih bisa mempraktikkan gerakannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Beliau adalah sosok yang seumur hidupnya adalah untuk pencak silat, baik saat sehat maupun saat sakit. Bahkan kebun nanasnya pun diberikan untuk Pagar Nusa,” tandasnya.

KH Suharbillah, barangkali memang tak banyak yang mengenal nama itu. Usianya sudah tidak dapat dikatakan muda lagi, 66 tahun. Ia pun tak segan bercerita bahwa tidak sedikit orang yang menganggap bahwa ia sudah meninggal.

“Lho, wong iku sih urip ta?,” (Lho, orang itu masih hidup kah?) ujarnya sambil terkekeh-kekeh menirukan orang-orang yang tidak percaya jika ia masih hidup.

Sosoknya yang berbadan tinggi-besar, disertai kumis dan jenggot yang dibiarkannya memanjang, tentu akan memberikan kesan sedikit ‘seram’ pada orang yang pertama kali melihatnya. Ia sendiri mengakui itu. Namun siapa sangka, dibalik wajah ‘seram’ tersebut tersimpan keramahan yang luar biasa.

KH Suharbillah kini berharap agar generasi PSNU Pagar Nusa dapat mengokohkan dan sekaligus mewariskan ilmu pencak silat tidak dengan sepotong-potong, tapi secara utuh.

Artinya, tidak hanya dari aspek bela diri saja yang akan dikuasainya, yang nantinya dapat memunculkan sikap arogan, namun juga aspek lainnya, seperti seni-budaya dan asma’ (aspek batin). Asma’ sendiri menurut KH Suhar Billah, adalah untuk mengikat bahwa tidak ada yang melebihi kekuatan Allah, sesuai dengan slogan PSNU Pagar Nusa, laa ghaaliba illa billah.

“Kami juga berharap, pada akhirnya nanti para pendekar yang dilahirkan oleh PSNU Pagar Nusa bukanlah menjadi orang yang salah dalam mengamalkan ilmu, melainkan menjadi penolong masyarakat,” tambah pria asli Trenggalek, Jawa Timur, tersebut. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan

Makassar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus harian GP Ansor Makassar mengeluarkan pernyataan penolakan atas rencana rapat dan pawai akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulsel yang akan dilaksanakan lapangan Karebosi Makassar, Ahad (17/5). Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan kampanye ideologi makar terhadap dasar negara Indonesia.

Sekretaris GP Ansor Makassar Ahmad Ahsanul Fadhil meminta pihak kepolisian untuk tidak menerbitkan surat izin pelaksanaan kegiatan rapat dan pawai akbar tersebut.

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan

"Kegiatan ini jelas merupakan bentuk perlawanan terhadap ideologi Pancasila. GP Ansor Makassar menolak keras kegiatan ini. Kami telah mengirimkan surat resmi ke pihak kepolisian sebagai pertimbangan untuk mengeluarkan izin," kata Ahsan dalam rilisnya, Selasa (12/5).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua GP Ansor Sulsel H Tonang Cawidu menegaskan, kampanye khilafah yang menjadi tema sentral kelompok HTI tak boleh dibiarkan oleh pemerintah.

"Konsep Khilafah yang digaungkan oleh HTI adalah bentuk makar terhadap ideologi Pancasila. Pemerintah harus mengambil tindakan tertentu. Pancasila sudah final," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tonang juga meminta umat Islam di Sulsel untuk tidak menghadiri kegiatan rapat dan pawai akbar HTI Sulsel. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Khutbah, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Berbagai kalangan sangat sadar bahwa pendidikan karakter yang sebenarnya ada di pesantren. Itu pula yang dilakukan SMK Unggulan NU Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Sekolah yang berdiri tahun 2009 ini menerapkan model pendidikan layaknya santri dan kelak akan mengganti nama sekolah dengan tambahan pesantren.

?

"Banyak yang berbicara soal pendidikan karakter namun tidak jujur mengakui bahwa menanamkan karakter anak didik terbaik justru ada di pesantren," kata kepala sekolah SMK Unggulan NU Mojoagung Jombang Jawa Timur, Bapak Zaenal Maarif, SE, SPd, MPdI.

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Unggulan NU Mojoagung, Berkarakter dengan Pendidikan ala Pesantren

Ditemui di kantor sekolah, Bapak Zaenal, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa istilah full day school atau islamic boarding school yang kini mulai marak adalah meniru model pesantren. "Hanya istilah saja yang berbeda, namun esensinya adalah mencontoh pendidikan ala pesantren," tandas alumnus pascasarjana jurusan Magister Pendidikan Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahkan kalau mau diadu, semua model sekolah unggulan dan sejenisnya akan kalah jauh dengan tempaan yang dilakukan di pondok pesantren. "Karena di pesantren, para santri dididik sepanjang hari, sepanjang waktu sejak awal tidur hingga bangun," ungkapnya. Sedangkan kalau di sekolah, hanya sejak jam tujuh pagi hingga jam tiga sore, lanjutnya.

Berangkat dari keberhasilan pesantren dalam mendidik dan menghasilkan santri yang memiliki karakter, maka sekolah ini kelak akan mengubah namanya menjadi sekolah pesantren. Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Kediri ini mengemukakan, apa yang dilakukan di sekolahnya sebagai pembentukan karakter yang dilandasi dengan keagungan ajaran pesantren. "Sebenarnya definisi dan penjabaran pendidikan karakter adalah model yang telah dilakukan pesantren," katanya. Bagaimana mungkin akan lahir manusia yang memiliki karakter luhur tanpa ditempa secara baik seperti layaknya di pesantren. "Kelak, kami akan menamakan sekolah ini dengan SMK Unggulan NU Pesantren," tandas bapak kelahiran Jombang, 13 Oktober 1974 ini.

?

Pembiasaan dalam Keseharian

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bapak Zaenal tidak memungkiri bahwa citra SMK sebagai sekolah bagi siswa yang sedikit bebas dan "liar". "Sejak awal hal tersebut telah kami sadari," terangnya. Karena itu, yang dilakukan sekolah ini adalah dengan memberikan pembiasaan dalam segala kegiatan keagamaan, bukan sebagai paksaan.

"Kegiatan tahlilan dan pengenalan tradisi keagamaan kami lakukan secara berjamaah," kata alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini. Sehingga dengan demikian, para siswa tidak merasa harus menghafal beberapa kebiasaan keagamaan yang menjadi tradisi di masyarakat.

"Aktivitas doa memulai dan menutup pelajaran, asmaul husna, wiridan bakda shalat, doa usai shalat rawatib, ratibul hadad, doa shalat dhuha, doa manaqib, istighatsah maupun tahlil serta menghafal surat pendek dilakukan hampir setiap saat secara bersama," katanya. Dengan demikian para siswa akhirnya secara tidak sengaja telah membiasakan diri bahkan hafal dengan sendirinya sejumlah bacaan tersebut.

Mendidik rasa hormat kepada guru juga dilakukan dengan pembiasaan. "Sebelum proses belajar mengajar dimulai, para pengajar di sekolah kami sudah hadir di sekolah," ungkapnya. Mereka berbaris menunggu para siswa datang, sehingga sebelum masuk kelas terlebih dahulu berjabat tangan dan mengucapkan salam. Dengan demikian, karakter dan pembiasaan seperti inilah yang membedakan siswa SMK ini dengan sekolah lain.

Meskipun berstatus sebagai sekolah SMK, namun soal perilaku keseharian telah terdidik seperti layaknya santri. "Sejak awal masuk yakni saat masa orientasi, para siswa telah dididik dengan disiplin yang sangat tinggi," katanya. Saat Masa Orientasi Peserta Didik yang berlangsung selama satu minggu misalnya, sekolah telah bekerja sama dengan pihak Kodim 0814 Jombang untuk mendidik disiplin tersebut.

Demikian pula kerja sama dengan pihak kepolisian setempat juga dilakukan. "Kami hanya memanfaatkan waktu tiga hari terakhir saat masa orientasi untuk menyampaikan visi dan misi sekolah," katanya.

Pengenalan disiplin dan visi serta misi sekolah merupakan prasyarat utama bagi calon peserta didik. "Dengan demikian para siswa memahami apa yang membedakan sekolah ini dengan SMK lain," kata suami dari Abirotun Najla, SEI, SPd ini.

Seperti kebiasaan shalat berjamaah maupun menyampaikan salam dan berjabatan tangan ketika bertemu guru. Hal tersebut seakan mematahkan anggapan bahwa siswa SMK adalah pelajar yang liar dan susah diatur.

?

Betah di Lingkungan Sekolah

Sejak awal, sekolah yang berdiri tahun 2009 ini memang berupaya agar para siswa bisa kerasan di sekolah. "Kalau ada hadits yang menyatakan bahwa rumahku adalah surgaku, maka kita berupaya agar para siswa juga merasakan kenyamanan layaknya surga selama berada di sekolah," katanya.

Untuk dapat menjawab kepuasan para siswa ini, sejumlah pembiasaan telah dilakukan. "Para guru sudah berada di lingkungan sekolah sebelum siswa datang," katanya. Demikian juga berbagai permasalahan siswa baik yang menyangkut kesulitan dalam memahami pelajaran dan keterampilan telah disiapkan. "Guru juga hadir untuk menjawab problem perkembangan diri dari para siswa," terangnya. alumnus jurusan Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Malang ini.

Untuk dapat menjawab berbagai kebutuhan tersebut, sekolah yang berada di bawah MWC NU Mojoagung ini menerapkan kebijakan bahwa para guru kelas tidak dibebani jam mengajar. "Sehingga saat ada kejadian apapun di kelas, maka segera dapat dideteksi tanpa terkendala jam pelajaran," kata ayah tiga anak ini. Dengan demikian, para guru memang fokus untuk mengajar sesuai mata pelajaran yang menjadi kewajiban. "Sedangkan perkembangan siswa dikontrol dan diawasi oleh para guru kelas," tandasnya.

Hal ini ternyata berbuah manis. Seperti pantauan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal saat berkunjung ke sekolah ini, waktu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB dan bersamaan dengan itu bel sekolah berdering. Ini pertanda prosesi belajar mengajar di sekolah ini telah usai. Namun sejumlah siswa enggan beranjak dari bangkunya. Sebagian malah menunggu adzan Shalat Ashar berkumandang untuk melaksanakan shalat berjamaah.

"Para siswa di sini malah betah berlama-lama di lingkungan sekolah, walau jam pelajaran telah berakhir," katanya. Dalam pandangannya, hal itu terjadi lantaran para siswa menemukan lingkungan yang menyenangkan berada di lingkungan sekolah yang berada di sebelah Makam Sayid Sulaiman ini.

Kerja Sama Sejumlah Pihak

Hingga kini, sekolah ini telah membuka sejumlah jurusan sesuai minat dan harapan dunia kerja. Ada akuntansi, teknik komputer dan jaringan, teknik sepeda motor, serta teknik permesinan. Agar lulusan yang ada memiliki standar yang diharapkan, sejumlah kerja sama telah dilakukan.

"Kami bekerja sama dengan Wearnes dan A Note untuk keahlian teknisi komputer, instalasi personal computer atau pc, teknisi perangkat jaringan lokal atau LAN serta desain grafis dan multimedia," ungkapnya.

Demikian pula kerja sama dengan PTPN X untuk keahlian sales accounting, finance administrator, sistem informasi akutansi dan sebagainya.

"Untuk teknik sepeda motor, sekolah bahkan telah bekerja sama dengan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) yang juga distributor tunggal dan terpercaya, penyedia pelayanan purna jual dan suku cadang sepeda motor Honda," katanya.

Sedangkan untuk lembaga pendidikan kampus, sekolah telah membina kerja sama dengan Universitas Terbuka, Universitas Darul Ulum, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dewantara yang semuanya berada di Jombang. "Kami juga bekerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya," terangnya.

Kerja sama dengan sejumlah kampus ini dilakukan agar para siswa kelak dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, disamping juga bekerja di sejumlah perusahaan.

Tidak mengherankan kalau keberadaan sekolah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, khususnya calon siswa. "40 persen siswa kami dari kawasan sekitar," katanya. Sedangkan 40 persen lagi dari luar kota. Bahkan, sisanya adalah dari luar pulau.

Apa yang dilakukan selama ini tidak lain pengejawantahan dari semboyan sekolah sebagai kejuruan berbasis religi. Demikian juga demi menyelaraskan dengan visi sekolah yang anggun dalam budi pekerti, unggul dalam prestasi serta terampil dalam amali.

?

Mulai Selektif

Kalau sejak awal sekolah tidak memberikan batasan banyaknya jumlah siswa yang diterima saat tahun ajaran baru, hal ini tidak akan dilakukan untuk tahun mendatang. "Karena keterbatasan gedung dan fasilitas serta keinginan untuk memberikan pendampingan yang terbaik, maka kami akan melakukan seleksi yang cukup ketat," katanya. Komitmen ini juga telah mendapatkan persetujuan dari yayasan dan MWC NU setempat agar tidak menimbulkan persepsi beragam.

Dengan pembatasan peserta didik, maka upaya mendampingi mereka dirasa akan lebih optimal. "Dengan demikian, kami akan bisa melakukan seleksi yang lebih ideal, demikian pula rasio antara guru dan pendamping juga akan lebih baik," terangnya.

Dan bila memungkinkan, pihak sekolah juga menyediakan asrama yang memadai bagi peserta didik dari luar kota dan pulau. "Kepercayaan itu sangat besar, sehingga kami harus melakukan pembenahan," katanya.

Seleksi yang cukup ketat juga dilakukan kepada para guru dan tenaga pendamping di sekolah. "Untuk kapasitas dan kapabilitas memang haruis melalui seleksi dari sekolah," katanya. Namun untuk komitmen keNUan dan keislaman serta keindonesiaan dipasrahkan kepada MWC NU dan pimpinan yayasan. "Dari tahapan inilah, para guru dan karyawan serta pendamping kelas diseleksi," terangnya.

Keberadaan sekolah ini juga sebagai jawaban atas keinginan besar warga NU yang demikian bersemangat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang SMK yang bermutu sekaligus bercirikan Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.

Pada saat yang sama, sekolah telah menyambut pelaksanaan Kurikulum Satuan Tingkat Sekolah atau KTSP serta sarana dan prasarana yang memadai. Dari mulai laboratorium komputer, laboratorium IPA, internet, serta bengkel kerja. "Hal itu para siswa dapat mempelajari dan menguasai teknologi dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Upaya memberikan layanan dan melakukan seleksi yang demikian panjang ini sebagai tahapan yang harus dilewati agar para alumni sekolah benar-benar tidak mengecewakan. "Inilah yang bisa kami lakukan sebagai jawaban atas kepercayaan masyarakat yang menitipkan anak-anaknya di sekolah kami," pungkasnya. (Ibnu Nawawi)



?

Minggu, 26 November 2017

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang meluncurkan sistem voucher infaq dan sedekah untuk program Ramadhan. Setelah diluncurkan tiga hari, LAZISNU Jombang berhasil mengumpulkan dana sebesar sepuluh juta rupiah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LAZISNU Jombang M Makmun di tengah-tengah sosialisasi program LAZISNU Jombang dalam Rapat Koordinasi menjelang Ramadhan NU Jombang di Aula NU setempat, Ahad (29/5).

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Sistem pengumpulan dana infaq dan sedekah dengan menggunakan voucher merupakan cara baru bagi LAZISNU Jombang setelah berjalan sekitar 8 tahun, terhitung sejak 2009.

Menurut Makmun, voucher yang dikeluarkan oleh LAZISNU Jombang untuk sementara ini hanya untuk program bulan Ramadhan. "Nilai yang tercantum dalam setiap voucher sebesar Rp. 20.000. selama tiga hari setelah peluncuran, alhamdulillah kita sudah berhasil menjual 500 voucher dengan nilai 10 juta rupiah," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sistem voucher ini akan terus dikembangkan tidak saja hanya untuk program Ramadhan. Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, LAZISNU Jombang dalam bulan Ramadhan 1437 H ini mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain berbagi takjil dengan empat pesantren lansia, wakaf Al-Quran, parsel lebaran untuk pengurus musholla, jariyah karpet (jaket) untuk musholla dan masjid, tebar mukena di musholla-musholla umum dan santunan anak yatim.

Beberapa hari ini, sebelum masuk bulan Ramadhan Lazisnu Jombang sudah menyalurkan dana untuk perbaikan dua musholla di wilayah Kudu dan Peterongan Kabupaten Jombang.

"Ini juga bagian dari program Ramadhan", katanya. (Ma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 November 2017

GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Riau mengimbau agar perguruan tinggi konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masuknya ideologi HTI yang memproklamirkan khilafah dan antidemokrasi di kampus merupakan ancaman yang nyata bagi keberlangsungan NKRI di masa mendatang.

GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI

Hal ini disampaikan untuk menanggapi kegiatan Indonesia Congress of Muslim Student (ICMS) yang dihelat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jumat (17/10) ini di Kampus Universitas Islam Riau (UIR) dengan tema "We Need Khilafah Not Democracy),

"Kalau HTI menolak demokrasi dan mendukung khilafah, berarti sudah menolak Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi acuan kita berbangsa dan bernegara. Yang semacam ini seharusnya tidak dibiarkan leluasa merekrut mahasiswa kita di kampus-kampus," kata Wakil Ketua GP Ansor Riau Purwaji dalam siaran pers kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, klaim HTI untuk mendeklarasikan bersama 5000 mahasiswa di UIR sudah jelas-jelas menginginkan NKRI bubar dan itu berarti mengingkari hasil perjuangan para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia.

Sejak masuk ke Indonesia tahun 1980-an HTI memang terus menggalang dukungan untuk mengganti sistem negara kita yang berdasar Pancasila menjadi negara dengan sistem yang mereka sebut khilafah Islamiyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terkait hal itu, Purwaji meminta pihak kampus, Polri dan pemerintah daerah Riau mengantisipasi kemungkinan lahirnya pemikiran yang akan mengancam keberlangsungan NKRI di masa depan.

"Kampus harus hati-hati memantau gerakan seperti yang dilakukan HTI dan gerakan fundamentalis Islam lainnya. Dan Polri juga jangan seenaknya ngasih izin kegiatan mereka, sebab orang mengajak NKRI bubar kok dibiarkan dan dikasi izin," tandasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Menjelang bulan suci Ramadhan, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Jombang mengeluarkan surat berisi imbauan khususnya kepada warga masyarakat setempat yang beragama Islam. Surat itu penting untuk diperhatikan guna menyamakan persepsi dalam penetapan awal Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1438 H.

"Lembaga Falakiyah NU Jombang mengimbau kepada seluruh umat Kabupaten Jombang untuk memperhatikan hal-hal sudah ditulis di surat imbauan," kata Ketua LFNU Jombang Mamuri As, Rabu (24/5).

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan

Ia mengatakan, terkait penetapan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah 1438 H, semua sistem hisab memang sudah memiliki ketetapan yang sama jauh hari sebelumnya. Tetapi untuk pelaksanaan ibadahnya (1 Ramadhan dan 1 Syawwal), masyarakat harus menunggu hasil sidang istbat yang dipimpin Menteri Agama RI.

LFNU Jombang menyatakan bahwa pada hari rukyah 29 Syaban 1438 H Jumat Legi, 26 Mei 2017 M ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia antara 6 derajat 56 menit sampai 8 derajat 58 menit. Untuk pelaksanaan ibadah (1 Ramadhan), masyarakat harus menunggu hasil sidang istbat awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama RI.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara untuk penetapan awal Syawwal 1438 H, semua sistem hisab menyepakati bahwa ijtimak menjelang awal Syawwal jatuh pada hari Sabtu Kliwon 24 Juni 2017 bertepatan pada 29 Ramadhan 1438 sekitar pukul 09;31 WIB.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada hari rukyah 29 Ramadhan 1438, 24 Juni 2017, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia antara 2 derajat 16 menit sampai dengan 4 derajat 21 menit. Untuk pelaksanaan ibadah (1 Syawal), masyaakat harus menunggu hasil sidang istbat awal Syawwal yang dipimpin Menteri Agama RI. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Cerita, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 19 Oktober 2017

Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal

Meski berada di pesantren, sebuah lembaga yang mengajarkan akhlak serta ilmu agama, tetapi ada saja label “santri nakal” yang? dilekatkan pada beberapa santri.

Kenakalannya pun bertaraf, dari hanya sekadar ghasab (meminjam tanpa izin) sandal teman, membolos saat jam ngaji, sampai melakukan kenakalan lain yang dapat mengakibatkan si santri dapat sanksi berupa kepala plontos atau bahkan dikeluarkan.

Tak terkecuali dengan Kiai Umar (Allah yarham), salah seorang kiai terkemuka di Solo, Jawa Tengah. Ia memiliki beberapa “santri nakal”. Untuk memantau perkembangan kenakalannya, maka sang kiai menugaskan seorang pengurus pondok untuk mencatat catatan kenakalannya.

Semakin lama, catatan yang dikumpulkan pengurus sudah lumayan banyak. Bahkan terkadang, saat memergoki langsung kenakalan santri, ia ingin bertindak langsung. Namun, untungnya ia masih ingat dawuh sang kiai untuk mencatatnya secara diam-diam.

Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiat Kiai Umar Hadapi Santri Nakal

Hingga, suatu hari Kiai Umar memanggil pengurus tersebut. Dalam hati, betapa girangnya sang pengurus membayangkan hasil pekerjaannya selama ini, bakal menjadi dasar pertimbangan Kiai Umar untuk menghukum para santri nakal.

Namun, beberapa hari setelah penyerahan “daftar hitam” tersebut, para santri nakal tak kunjung jua dipanggil atau bahkan dihukum. Karena penasaran, pada sebuah kesempatan, ia kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada sang kiai.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pangapunten Mbah Kiai, para santri yang kemarin sudah dicatat kenapa tidak diberi hukuman?” tanya dia dengan sedikit terbata-bata dan suara yang lirih.

“Sudah aku tindaklanjuti kok,” jawab kiai, singkat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Santri hanya diam. Masih bingung dengan jawaban sang kiai.

“Daftar itu bukan untuk menghukum mereka. Justru, para santri nakal itu, tiap malam aku doakan mereka, agar hilang kenakalannya dan mereka dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk lingkungannya,” lanjut Kiai Umar. (Ajie Najmuddin)

?

Dikembangkan dari ceramah KH Mustofa Bisri pada saat mengisi ceramah di acara haul Kiai Umar, Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, beberapa tahun lalu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Hikmah, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 09 September 2017

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Guna meyebarkan misi dakwah Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah ke desa/ranting di segmen Pemuda, GP Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes mengunjungi setiap desa yang belum terbentuk/vakum kepengurusan GP Ansor-nya. Tak terkecuali di Desa Pebatan, Sabtu (30/7) yang bertempat di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubatdiin Desa Pebatan Wanasari.

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Ketua GP Ansor Wanasari Bayu Rohmawan menjelaskan bahwa salah satu tugas Pimpinan Anak Cabang adalah membentuk dan mengaktifkan seluruh kepengurusan GP Ansor di setiap ranting. Dari total 24 ranting GP Ansor se-Kecamatan Wanasari ada 8 ranting yang vakum. “Kita agendakan sampai akhir tahun 2016 Roadshow ke Desa-Desa untuk kembali mengaktifkan kepengurusan ranting. GP Ansor yang vakum,” lanjut Bayu.

Bayu juga menambahkan GP Ansor yang merupakan kader penerus Jamiyah Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi garda terdepan dalam setiap program dan kebijakan NU. Ketika GP Ansor di sebuah desa mati/vakum ini sangat membahayakan bagi kesinambungan NU di masa yang akan datang. Ketika sudah terbentuk kepengurusan ini menjadi kewajiban Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk bersama-sama ngopeni GP Ansor serta Badan Otonom yang lain.

“Nanti dilaksanakan prosesi Pelantikan dan Rapat Kerja sehingga GP Ansor Pebatan bisa kembali berkontribusi bagi Nahdlatul Ulama dan juga Masyarakat melalui program-programnya,” tutup Bayu

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Pebatan Ustadz Farikhi Yunus menyambut baik inisiatif dari Pimpinan Anak Cabang ? yang langsung datang ke desa-desa, salah satunya di Pebatan guna bersilaturahmi dan mengaktifkan kembali Pimpinan Ranting GP Ansor Pebatan. “Kami selaku Orang tua GP Ansor hanya bisa mendukung, membina dan Ngemong GP Ansor,” tutup Ustadz Farikhi yang pernah Aktif di GP Ansor.

Setelah melalui proses musyawaroh mufakat terpilih M.Abdul Ghofur sebagai Ketua GP Ansor Desa Pebatan untuk masa khidmat 2016-2018. Hadir dalam acara tersebut segenap Pengurus PAC GP Ansor Wanasari, Rais Syuriyah NU Pebatan Ustadz Abdul Jalal, para tokoh masyarakat, dan juga puluhan Pemuda Desa Pebatan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 September 2017

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Fenomena merebaknya paham Wahabi di tengah masyarakat Indonesia mendorong puluhan alumni pesantren se kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon berkumpul dan memunculkan inisiatif untuk kembali menghidupkan forum Al-Musyawirin yang pernah ramai pada tahun 90-an.

Usaha tersebut diawali dengan digelarnya sebuah halaqah keaswajaan dan halal bi halal di Musala Nuruzzaman Desa Japura Kidul kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon, Senin (12/8).

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin

Adi Rosyadi, dalam sambutannya sebagai ketua panitia mengungkapkan bahwa menghidupkan kembali forum keaswajaan seperti ini menjadi semakin penting, hal tersebut dilandaskan pada beberapa tujuan, antara lain memperkuat tali silaturrahmi antara alumni pesantren dan masyarakat, menjaga dan membentengi masyarakat dari pengaruh paham yang dapat mengancam persatuan bangsa, serta mempertegas peran santri dalam syiar agama Islam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Meskipun di wilayah kecamatan Astanajapura ini tidak begitu marak pengaruh mereka (Wahabi, red), namun forum semacam ini tetap penting untuk dihadirkan kembali guna menjaga masyarakat dari pengaruh-pengaruh paham yang dapat mengancam kesatuan bangsa,” ungkap Rosyadi. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Zuhri, alumni pesantren Lirboyo Jawa Timur yang pernah aktif di Forum Al-Musyawirin ini menuturkan bahwa penguatan Aswaja di tengah masyarakat bukan sekedar kewajiban sebagai generasi muda NU, namun juga harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan bagi para alumni pesantren.

“Jika bukan alumni pesantren maka siapa lagi yang akan peduli dengan masyarakat dari ancaman Wahabi. Kita bisa melakukan pengarus-utamaan aswaja ini melalui berbagai kegiatan seperti bahtsul masa’il ataupun halaqah yang dapat menjawab beberapa kebutuhan masyarakat baik di bidang agama maupun kebangsaan,” tutur Zuhri.

Selebihnya Ahmad Zuhri menceritakan bahwa forum yang diberi nama Ikatan Santri (Insan) Al-Musyawirin ini dibentuk tahun 1996, pada masanya forum ini menjadi tempat strategis untuk menghangatkan hubungan alumni pesantren dengan masyarakat.

Halaqah dengan tajuk mempertegas peran santri dalam mengawal Aswaja di tengah meluasnya paham Wahabi ini menghadirkan pembicara KH Tubagus Rifqi Khowas dari Pesantren Buntet Cirebon. Dalam paparannya, dia mengungkapkan akan selalu mendukung santri yang menjaga paham Aswaja di tengah masyarakat, karena menurutnya, ancaman paham Wahabi yang penuh dengan tradisi pengkafiran tersebut merupakan ancaman kebangsaan, sebuah ideologi yang dapat memecah belah kesatuan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Kajian Islam, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock