Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi

Tangerang Selatan,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Buku “Rekonstruksi Metodologi Kritik Tafsir” dibedah di Pesantren Bayt al-Qur’an, Selasa (9/6). Pesantren yang mengelola program Pasca-Tahfidzh Al-Quran ini beralamat di Perum Villa Bukit Raya (South City) Jl Boulevard Diamond Selatan, No 10 Pondok Cabe, Cinere, Tangerang Selatan, Banten.

Diskusi dan bedah buku karya kader muda NU Dr M Ulin Nuha Husnan ini dimoderatori Romli Syarqawi Zain. Dua narasumber didaulat membedah buku tersebut, yakni intelektual muda NU Dr Abdul Moqsith Ghazali dan peneliti Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Faried F Saenong, PhD.

Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Universal, Tafsirnya Nisbi

Dalam prolognya, moderator Romli Syarqawi Zain mengatakan, ada beberapa sarjana muslim yang mencoba memberi pendekatan baru bagi teks atau penafsiran Al-Quran. Selain Nasr Hamid Abu Zayd dari Mesir, Muhammad Syahrur asal Suriah juga mencoba mendekati kitab suci ini secara kritis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tradisi kritis terhadap pendekatan Al-Quran, lanjut Romli, lahir bukan dari sarjana lulusan kuliah keagamaan, bukan lulusan UIN atau IAIN. Umumnya, yang menyumbangkan pemikiran kritis itu justru lulusan ilmu umum.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Nah, Doktor Ulin Nuha memecahkan rekor ini. Penulis buku ini ternyata santri lulusan madrasah dan pesantren di Lamongan lalu kuliah di Al-Azhar Cairo. Beliau ini adik kelas saya di Mesir. Huwa asgharu minni sinnan, wa akbaru minni ‘ilman. Meski secara umur lebih muda, namun ilmunya lebih luas dari saya,” ujar Romli mengawali diskusi.

Dalam presentasinya, Ulin Nuha Husnan mengatakan, metodologi tafsir penting untuk mengetahui makna Al-Quran. Penelitian ini berangkat dari beberapa temuan adanya inhirafat yang kalau dibiarkan akan berimplikasi kepada pemaknaan kitab suci itu sendiri.

“Padahal Al-Quran berbeda sama sekali dengan tafsir. Al-Quran itu universal yang melampaui ruang dan waktu. Sementara Tafsir itu nisbi. Meski nisbi, tetap saja ia harus memiliki parameter untuk mengukur kenisbian itu agar tidak melampaui batas,” ujar Ulin.

Abdul Moqsith Ghazali dalam penilaiannya menyatakan, tentu jika dicari kesalahan buku ini pasti banyak sekali apalagi ketika yang dikritik sudah dituliskan. Buku ini misalnya, menjelaskan adanya banyak kosakata dalam Al-Quran yang bukan bahasa Arab, misalnya, kaafuuraa, zanjabiilaa, firdaus, dan lain-lain.

Rekonstruksi penafsiran

Menurut Moqsith, buku tersebut berbicara mengenai al-dakhil fil Quran. Dari situ kemudian bergerak untuk merekonstruksi sebuah metodologi. Lalu tiba-tiba muncul hermeneutika.

“Saya menduga, penulis ingin lolos dari al-dakhil fil tafsiril Quran, tapi dia masuk ke al-dakhil fi qawaid wa manahij al-Quran. Sejak kapan hermeneutika punya otoritas punya mandat intelektual dipakai untuk menafsirkan Al-Quran. Hati-hati ini,” kritiknya.

Padahal, lanjut Moqsith, kita punya modal berupa karya para ulama untuk melakukan rekonstruksi metodologi terhadap penafsiran Al-Quran. Ada Usul al-Tafsir dan Qawaid Tafsir. Jadi, memasukkan perangkat metodologi dari luar perlu stamina luar biasa.

“Untungnya, para ulama kita zaman dahulu berani. At-Tabari misalnya, dalam Tafsirnya banyak muncul kisah Israiliyat. Mereka berani mengimpor informasi dari luar untuk membantu menjelaskan sesuatu yang tidak seluruhnya ingin dijelaskan dalam Tafsirnya,” terang Moqsith.

Sementara itu, Faried F Saenong menyebut selain kisah israiliyat ada juga maudhu’at dalam Al-Quran. Tafsir yang hanya menggunakan akal atau penafsiran yang diawali dengan skeptisisme. Menyikapi al-dakhil, Faried berpendapat, mau menolak atau menerima dipersilakan selama memiliki argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Selama bisa menjelaskan al-dakhil dengan baik, lanjut Faried, kenapa harus ditolak. Bagi dia, tidak perlu jauh-jauh ke ranah Tafsir, Al-Quran saja banyak dakhil-nya. Termasuk harakat dan aneka bacaan yang mungkin tidak sahih.

“Jadi, kompleksitas Al-Quran sangat panjang. Nggak cukup kita bahas di sini. Yang penting, jangan hanya kita bicara metodologi kritik tafsir, namun juga bicara kritik metodologi tafsir. Nah, dua-duanya jadi bersinggungan. Karena pada dasarnya yang dikritik adalah produk tafsir itu sendiri,” tandas Faried.

Hadir dalam diskusi tersebut, pembina utama Pesantren Bayt Al-Quran Habib Ali bin Ibrahim Assegaf dan para santri. Sementara peserta dari luar terdiri dari mahasiswa UIN Ciputat, Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran, dan Institut Ilmu Al-Quran Jakarta. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

Blitar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar seluruh warga Muslimat ikut berpartisipasi aktif memberantas narkoba hingga di lini paling kecil, di keluarga.?

"Muslimat punya tugas di masing-masing keluarga, pastikan bebas narkoba. Pastikan juga di masng-masing jamiyah ranting (desa), anak cabang (kecamatan). Ini PR (pekerjaan besar) bangsa kita," katanya saat menghadiri harlah ke-70 Muslimat NU di Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Ahad.

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

Ia juga menceritakan jika narkoba sudah masuk ke semua lini, termasuk ke pondok pesantren. Ia mengingatkan saat itu ada seorang yang memberikan obat dan dikatakan sebagai vitamin. Jika dikonsumsi, zikirnya bisa tambah panjang, tambah khusyuk. Bahkan, pengasuh pun juga mengetahui jika obat itu adalah vitamin, hingga belakangan dipastikan jika obat itu ternyata narkoba.?

"Hati-hati bila ada orang sepertinya baik hati memberikan vitamin, ini cuma pura-pura. Ini juga PR pesantren, kiai, bu nyai, supaya mengubah pikiran kita, yang semula pikiran lurus diubah menjadi melenceng, karena sudah terkena narkoba. Yang kena itu konstruksi otak," jelasnya di hadapan puluhan ribu warga Muslimat NU.

Ia juga mengatakan, dari informasi yang diterimanya di Indonesia narkoba sudah masuk ke segala lini. Bahkan, tingkat kematian akibat narkoba sangat besar, dimana sehari ada sekitar 40-50 orang meninggal dunia akibat narkoba.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Ini mengerikan dan bahaya luar biasa. Semoga kita semua dijaga, diselamatkan oleh Allah," katanya dengan langsung diamini para para hadirin.

Dalam acara itu, juga disertai dengan pembacaan ikrar laskar antinarkoba Muslimat NU. Ikrar itu sebelumnya juga pernah ditegaskan dalam puncak Harlah ke-70 Muslimat NU di Malang akhir Maret 2016.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Isi dari ikrar itu antara lain bersatu melawan narkoba, mendorong semua ibu memastikan keluarganya bebas narkoba, memberantas penyalahgunaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, mendukung hukuman berat bagi pengedar narkoba, hingga merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

Isi dari ikrar itu dibacakan di hadapan seluruh jamaah yang hadir. Setelahnya, diadakan tanda tangan sebagai bentuk komitmen Muslimat NU mendukung program pemerintah untuk pemberantasan narkoba.?

Kegiatan Harlah ke-70 Muslimat NU itu dihadiri sejumlah tokoh. Selain dari kalangan pengurus Muslimat baik tingkat pusat, wilayah hingga daerah, juga dihadiri rombongan dari BPJS Kesehatan baik tingkat pusat hingga daerah, muspida Kabupaten Blitar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam acara itu, juga disertai adanya nota kesepahaman di antara PP Muslimat NU dengan BPJS Kesehatan yang mencakup perluasan kepesertaan program JKN-KIS serta sosialisasi program itu ke masyarakat. Nota kesepahaman itu juga ditandatangani kedua belah pihak, dengan disaksikan seluruh warga Muslimat NU yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Nota itu berlaku satu tahun, terhitung 10 April 2016 hingga 9 April 2017. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal IMNU, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Doa, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember

Jember, NU? Online

Merebaknya aliran-aliran keagamaan yang menyimpang dari kultur arus besar masyarakat Indonesia, membuat sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, merasa khawatir terhadap masa? depan NU sekaligus Indonesia.

Karenanya, akhir pekan lalu mereka mengunjungi Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember untuk melihat secara langsung geliat “penyemaian” kader Aswaja di pesantren yang terletak sekitar 6 kilometer ke arah utara kota Jember itu. Tidak sekadar kunjungan, mereka secara khusus mengaji Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) ke pengasuh utama Nuris, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember

“Niat kami di sini memang ingin mengaji dan mendalami Aswaja. Sebab, Kiai Muhyiddin merupakan mahaguru panutan Aswaja di Nusantara ini,” ujar Shaleh, salah seorang PAC GP Ansor Banyuputih kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Rabu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Shaleh, dewasa ini aliran Islam garis keras dan kelompok takfiri begitu deras mengguyur Indonesia. Mereka menyerang? amaliah NU tidak hanya lewat udara (media sosial)? tapi juga merongrong NU lewat darat. Secara kasat mata, mereka sudah berani menampakkan diri dan secara sporadis membuat kegiatan untuk memperkenalkan ajarannya di tengah-tengah masyarakat.

Jika gerakan mereka dibiarkan, katanya, bukan tidak mungkin masyarakat benar-benar akan terpengaruh propaganda yang mereka tebarkan. “Ini saya pikir bahaya. Karena mereka militan, agersif. Kalau mereka sudah kuat, tak segan-segan menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendaknya. Nah, sebelum ini menjadi masif, kami selaku pegiat Aswaja ingin mempertebal ilmu tersebut langsung kepada Kiai Muhyiddin,” tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia bertekad untuk terus mendakwahkan Islam Nusantara yang merupakan inti dari ajaran Aswaja ala NU. Yaitu Islam yang moderat, penuh toleransi dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. “Apa yang beliau amanahkan akan kami takdzimi, akan kami teruskan perjuangan beliau, terutama dalam menghahdapi aliran-aliran Islam garis keras,” jelasnya.

Selama dua hari, para kader NU tersebut? mengikuti pengajian “Hujjah Aswaja” yang disampaikan langsung oleh Kiai Muhyiddin. Kepada mereka, ia berpesan agar dapat mengayomi umat. “Antum semua ustadz, yang hadir di sini, masyarakat antum di sana itu, adalah umat antum, kawal, ayomi, itu mereka semua umat antum,” tegasnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), berharap kader NU bisa menjadi Guberur Jawa Timur. Untuk itu, cucu pendiri NU ini berharap menghadapi pemilihan Gubernur 2013 mendatang Kader NU harus menyatu.

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim

"Pada pilbug mendatang menurut saya jangan ada lagi kader NU yang sama sama ngotot maju mencalonkan diri akibatnya suara NU terpecah. ? Calon Gubernurnya ? harus satu ? saja, jangan ada calon dua orang, termasuk ada yang mencalonkan wakil gubernur,” ujarnya menjawab wartawan disela sela menerima kunjungan mantan wakilpresiden Jusuf Kalla, Senin (17/12).

Cucu pendiri NU ini sangat berharap dalam pilgub Jatim 2013 ? mendatang ? agar kader NU bisa menjadi Gubernur. Untuk menentukan siapa calon gubernur yang layak ? bakal running ? mendatang adik kandung Gus Dur ini berharap PWNU melakukan survey.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Harus. Untuk gubernur Jawa Timur menurut saya saatnya dari NU, siapa yang menentukan kader NU yang layak dan patut menjadi Gubernur harus dilakukan survey bersama,”tandas ? Gus Sholah menambahkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun, meski mendukung kader NU maju menjadi orang nomor satu di Jatim, Gus Sholah ? tidak menginginkan NU secara kelembagaan terlibat aktif dalam pemilihan ” Tidak bolehlah, NU secara organisasi ikut terlibat aktif dalam politik,”tandasnya.

Tugas NU lanjutnya adalah hanya menentukan siapa yang layak untuk maju merebut Gubernur. Untuk itu dirinya menyarankan agar PWNU dan PW Muslimat duduk bersama untuk kemudian melakukan survey bersama guna menentukan siapa kandidat yang dimaui warganya.

”Karena ? sekarang yang muncul dua orang yakni Gus Ipul sama Khofifah. Maka menurut saya harus dilakukan survey bersama siapa yang paling layak menjadi Gubernur Jatim, ”pungkasnya seraya mengusulkan ? kalau perlu menyewa lembaga survey yang benar benar kompeten untuk menentukan kandidat.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdrrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Ketika [Mushola] Tuhan Disudutkan

Oleh Ryan Perdana 

Tulisan ini berisi kegelisahan yang lama tertahan. Kegelisahan yang muncul setiap menginjakkan kaki di bangunan-bangunan besar nan megah. Kegelisahan akan jaminan kemudahan mendapatkan ruang yang baik untuk mencoba mengingat Tuhan, yang tiap hari terpinggirkan dari kesibukan duniawi yang tak berkesudahan. Ruang itu bernama mushola.

Saya tak berani menulis dan berharap adanya masjid. Karena pada kenyataannya, mushola saja seperti terlalu tinggi untuk diharapkan keberadaannya. Jangankan masjid, mushola saja entah ada atau tidak, misal ada, apakah cukup layak atau tidak.

Pemodal besar pemilik bangunan-bangunan agung tidak menempatkan mushola sebagai ruang yang diprioritaskan dalam master plan-nya. Mushola dipinggirkan, disudutkan, dipojokkan atau entah istilah lain apalagi yang pas untuk menjelaskan bahwa mushola tidak dimuliakan secara letak dan porsi ukuran. Dalam hal ini, Tuhan mau tidak mau harus mafhum bahwa umat ciptaan-Nya sendiri justru menempatkan-Nya dengan cara seperti itu.

Ketika [Mushola] Tuhan Disudutkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika [Mushola] Tuhan Disudutkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika [Mushola] Tuhan Disudutkan

Walaupun setiap jengkal bumi adalah rumah-Nya, namun tak terbantah, bagi sebagian besar umat, Tuhan hanya “terlihat” secara kadang-kadang melalui tempat ibadah. Kenyataannya, tempat ibadah sebagai representasi simbol kehadiran Tuhan di dunia justru tidak mendapat posisi sebagaimana mestinya. Mushola hanya ditempatkan pada sudut sempit parkiran di basement. Berkawan dengan centang-perenang selang-selang jalur air dan listrik. Tak jarang, letaknya menempel atau menyatu dengan WC umum yang kumuh. Menyedihkan.

Tuhan dinomorsekiankan. Rumah Tuhan hanya disisipkan dengan keadaan seadanya. Diada-adakan dengan terpaksa. Semacam pantes-pantes saja. Keterlaluan.

***

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketika itu, waktu dzuhur sudah masuk dan saya sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan. Berputar-putar ke sana kemari mencari mushola. Setelah sekian menit berkeliling dan bertanya ke Pak Satpam, akhirnya mushola saya temukan. Baiklah, untuk sementara hati saya lega, dzuhur tidak terlewat. Namun, jujur saya agak menahan perasaan. Mushola yang kemudian saya masuki itu terletak di sudut, benar-benar sudut di tepi jalan masuk mobil dari luar mal. Misal pengguna mushola akan keluar atau masuk, harus selalu waspada dan tengok kanan kiri untuk memastikan tidak ada mobil yang mendekat. Posisinya persis dimana sopir akan memutar lingkar setir, memang itu semacam tikungan kecil.

Ukurannya hanya nol koma sekian persen dari bangunan inti mal. Kebersihan ala kadarnya. Jamaah harus giliran untuk sholat. Ketika berwudhu pun harus bersiap merampingkan tubuh agar tidak bersenggolan dengan pengguna lain.

Pengalaman berikutnya, di sebuah rumah makan cepat saji di bilangan Jakarta Utara. Terdapati oleh saya, mushola terletak di ujung belakang bangunan dan menyatu dengan mesin genset. Otomatis, deru mesin dengan kekuatan decibel yang besar itu akan mengalahkan fokus jamaah. Tuhan, aku yakin Engkau tidak akan merasa terganggu dan mengeluh berisik, namun itu bukti betapa Engkau ditepikan bersama mesin yang dianggap akan mengganggu kenyamanan konsumen dan mengurangi profit perusahaan.

Tidak hanya dua pengalaman yang saya miliki terkait hal di atas. Cukup banyak kejadian hingga akhirnya terakumulasi menjadi tumpukan rasa, lalu saya pilih tulisan ini menjadi media penuangannya. Begitulah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

***

Di jaman yang ukuran standar kemuliaan adalah materi, Tuhan berada di pojok terakhir. Tuhan menjadi dzat yang tidak lagi penting. Hingga apapun yang berkenaan denganNya menjadi suatu hal yang dipikirkan belakangan. Bangunan yang menjadi tempat pemujaanNya pun ada di belakang.. Diingat kalau sempat.

Sebagai orang biasa yang tak berkuasa, begini saja yang bisa dilakukan. Sekadar menulis yang mungkin tak ada artinya. Tak ada kontribusi nyata yang memiliki kadar kemungkinan untuk direalisasikan. Modal dan ciri-ciri kami hanya harapan. Hanya mempunyai kumpulan semoga dan semoga. Dengan sedikit upaya ini semoga ada perubahan bahwa Engkau semakin diutamakan dan dimuliakan. Tidak lagi berdampingan dengan bau sisa konsumsi. Tidak lagi bersisian dengan mesin yang tak merdu dalam berbunyi.

 

Ryan Perdana, tinggal di Sleman Yogyakarta, twitter @ruaien

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Jasa Tukar Uang Kecipratan Berkah

Solo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Uang baru biasanya tampak ketika Hari Raya Lebaran. Tapi di Solo, sudah tampak sepanjang Ramadhan dari tangan para penukar uang. Mereka bisa dijumpai di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan Koridor Jenderal Sudirman. 

Jasa Tukar Uang Kecipratan Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jasa Tukar Uang Kecipratan Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jasa Tukar Uang Kecipratan Berkah

Para penjual jasa tukar uang tersebut menawarkan pecahan mulai Rp 2.000 hingga Rp. 10.000. Uang baru itu dapat diperoleh di Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Solo.

Salah seorang penukar uang adalah Tri (53). Ia sudah hampir 7 tahun menyeriusi usaha ini tiap Ramadhan. Ia yang sehari-hari berjualan di warung, Ramadhan ini, untuk sementara tutup.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Tahun ini, sudah saya kumpulkan modal Rp 10 juta. Semua sudah ditukarkan dengan uang baru,” tuturnya, beberapa waktu lalu (11/7).

Dari setiap penukaran, ia mendapatkan komisi sebesar 5 persen. Berdasarkan pengalamannya, besaran komisi ini dapat meningkat sepekan menjelang lebaran. Namun dibalik besarnya keuntungan yang dapat diperoleh, juga tak luput dari risiko kerugian.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Tahun kemarin, saya hampir tertipu Rp 3 juta. Uang yang akan ditukar ternyata palsu,” kata Tri.

Hal serupa juga pernah dialami Bandriyah (47). Dia mengaku pernah dipaksa seorang konsumen untuk menukar uang jutaan rupiah dengan pecahan kertas yang baru. Karena ragu akan keaslian uang itu, ia menolak untuk menukarkan uang kertas baru yang dimilikinya.

Meskipun dihadapkan pada risiko demikian, Tri, Bandriyah dan para penjual jasa penukaran uang baru lainnya tetap bersemangat berjualan setiap harinya. Keuntungan yang besar membuat melupakan mereka akan risiko uang palsu. 

“Untungnya lumayan. Yang penting bisa membelikan baju baru lebaran untuk anak-anak,” ungkap Bandriyah.

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Di Kudus, Mahasiswa Thailand Diajak Pahami Khazanah Budaya

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Tercatat sejak 18 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 mendatang, empat mahasiswa asal Thailand, melakukan teaching internship program difasilitasi Universitas Muria Kudus (UMK). Teaching internship program dilakukan di dua sekolah mitra UMK, yaitu SMAN 2 Bae dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus.

Empat mahasiswa dari Hatyai University itu adalah Mr. Fakkrudien Buhas, Ms. Sureeyatee Salon, Mr. Khoirol Sahoh dan Hamedah Saah. Pertama kali menginjakkan kaki di Kudus, mereka diterima antara lain oleh Subarkah (Wakil Rektor IV), Rochmad Winarso (Wakil Rektor IV), dan Slamet Utomo (Dekan FKIP).

Di Kudus, Mahasiswa Thailand Diajak Pahami Khazanah Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Kudus, Mahasiswa Thailand Diajak Pahami Khazanah Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Kudus, Mahasiswa Thailand Diajak Pahami Khazanah Budaya

Usai menerima para mahasiswa dari Thailand itu, Subarkah berpesan kepada dosen pendamping agar mereka dikenalkan dengan kekayaan budaya serta kuliner lokal di tanah air, khususnya di Kabupaten Kudus.

"Saya berharap mahasiswa dari Hatyai University diajak menikmati khazanah budaya dan kuliner Indonesia, khususnya di Kudus. Di Kudus ini ada Menara Kudus, ada Museum Kretek, dan lainnya. Kuliner khas, antara lain ada Garang Asem, Lentog Tanjung, juga Jenang Kudus," paparnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Diah Kurniati, salah satu dosen pendamping, mengatakan, bahwa para mahasiswa asal Thailand itu memiliki kesan yang sangat baik selama di Kudus. “Mereka sudah kami ajak berkunjung ke Menara Kudus, mencicipi Garang Asem dan Lentog Tanjung, bahkan tertarik mengikuti Car Free Day (CFD),” katanya.

Selain itu, dalam beberapa hari ke depan, mereka akan kami ajak untuk berkunjung menikmati aneka destinasi wisata dan kuliner di Yogyakarta. “Belum lama ini, bersama mahasiswa UMK, para maahasiswa asal Thailand juga telah diajak berkunjung ke Kabupaten Jepara,” tuturnya.

Sedang di UMK, academic activities yang diikuti oleh para mahasiswa Thailand itu, lanjut Diah Kurniati menambahkan, antara lain diajak untuk berlatih karawitan bareng mahasiswa, tari kretek, dan dikenalkan dengan Bahasa Indonesia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kabar meninggalnya Menteri Agama RI periode 2004-2009 KH M. Maftuh Basyuni viral di media sosial. Kabar ini merupakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia yang telah kehilangan tokoh berintegritas.?

Dikabarkan, pria berusia 77 tahun wafat pada hari Selasa (20/9). Almarhum meninggal di RS Gatot Subroto setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, almarhum Maftuh sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Malaysia. Di rumah sakit tersebut Maftuh sempat menjalani penyinaran untuk penyakit kankernya di sekitar paru-paru.

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Muhammad Maftuh Basyuni, (lahir di Rembang, Jawa Tengah, 4 November 1939) adalah Menteri Agama pada Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Pengadegan Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh tampak hadir di rumah duka, di antaranya Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Sekjen Kemenag Nur Syam, mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, mantan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, dan sejumah tokoh lainnya.

Salah satu Ketua PBNU KH Hasib Wahab yang turut bertakziah sempat mengimami shalat jenazah. Menurut rencana, almarhum akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, setelah sebelumnya di shalatkan di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah. (Red: Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Fragmen, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Pati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Suara hentakan kaki puluhan pemuda ramai pada Jumat (25/3) sekitar pukul lima pagi selepas sembahyang subuh berjamaah. Dengan penuh semangat mereka melakukan senam pinguin sebelum mengawali aktivitas mereka hari itu.

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Begitulah cara Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyegarkan para peserta pendidikan dan latihan (diklat) atau kaderisasi di kecamatan setempat. Puluhan pemuda tersebut adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati

Menurut Ketua PAC GP Ansor Wedarijaksa Ahmad Halimi, olahraga ini cocok untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa peserta diklat agar selalu fit dalam setiap kegiatan. “Badan akan terasa enteng setelah melakukan senam pagi,” tuturnya. Dia juga menambahkan kalau peserta diklat akan menjadi fokus disetiap kegiatan setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan senam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Setelah senam peserta lantas berjalan kaki memutari keindahan alam Desa Tluwuk, Wedarijaksa, Pati. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta diklat dan juga warga sekitar. Di sela perjalanan peserta diklat diwajibkan membawa kantong plastik yang digunakan untuk menyisir sampah di jalan yang mereka lalui.

“Peserta memang harus mempunyai tubuh yang fit karena banyaknya kegiatan yang nanti dilakukan” ungkap Instruktur diklat Ahmad Thohir. Tubuh yang sehat akan menumbuhkan jiwa yang kuat, jiwa yang kuat akan membuat otak bekerja dengan maksimal. Dengan siklus yang seperti itu, peserta harus menjaga tubuh dan pikiran sebaik mungkin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peserta diklat mencapai 93 orang dari target peserta 70 orang. “Kebanyakan memang berasal dari kecamatan Wedarijaksa, tapi tidak sedikit yang berasal dari luar wilayah Wedarijaksa,” ucap ketua panitia, Ahmad Halimi.? “Peserta diklat memang sengaja kami batasi, karena terbatasnya tempat” imbuhnya.

PAC GP Ansor Wedarijaksa mengadakan diklat tidak hanya karena perintah dari PC GP Ansor Kabupaten tetapi dari ranting yang memang mengusulkan untuk segera mengadakan pengaderan Banser. (Hasannudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Doa, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Memperingati tahun baru 1435 H, remaja masjid Baitul Makmur di Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Cirebon, Jawa Barat menggelar pawai obor dan main sepak bola api. Mereka mengusung obor mengelilingi jalan utama di desa tersebut selepas sembahyang Isya, Senin (4/11) malam.

Pawai obor dilepas dengan pemasangan kembang api. Sedikitnya 300 remaja masjid Baitul Makmur berarak-arakan mengelilingi desa. Pawai ini diiringi tabuhan marching band dan hadrah para siswa SMP Al-Falah Desa Karangwangi.

Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, Remaja Karangwangi Gelar Pawai Obor dan Main Bola Api

Batok kelapa rendaman minyak tanah digunakan sebagai bola dalam pertandingan sepak bola. Batok kelapa kemudian dibakar sesaat sebelum digunakan. Permainan yang sulit ditemukan di layar televisi ini menarik perhatian masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Para pemain didoakan sebelumnya sejumlah kiai untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan,” kata Seksi Acara Gema Muharrom 1435 H Imam Syahid di lokasi, Senin (4/11) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan sepak bola api dilangsungkan di lapangan sepak bola Desa Karangwangi, sebelah utara Masjid Baitul Makmur.

“Sebelum pawai dan main bola api, remaja mengikuti selawatan kubro dan istighotsah di masjid setelah sembahyang Maghrib,” kata Ketua Panitia Gema Muharram 1435 H Ikhwan Abbas, Ahad (3/11) malam.

Selain remaja, masyarakat umum juga menghadiri selawatan kubro dan istighotsah. Kami, tambah Ikhwan, melibatkan para imam musholla yang ada di Karangwangi, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan aparat desa. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Haid secara etimologi berarti mengalir. Sedangkan haid secara terminologi adalah darah yang keluar dari farji/kemaluan seorang wanita setelah umur 9 tahun, dengan sehat (tidak karena sakit), tetapi memang kodrat wanita, dan tidak setelah melahirkan anak. Dasar haid di dalam Al-Qur’an adalah sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (222

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ayat ini turun–sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim di dalam kitab shahihnya–sebagai respon atas fenomena kaum Yahudi yang memperlakukan wanitanya yang sedang haid dengan tidak manusiawi. Mereka akan mengusirnya, tidak mau tinggal seatap dan enggan makan bersama-sama seoalah-olah wanita ketika haid adalah manusia yang menjijikan. Allah menurunkan ayat ini yang menjelaskan bahwa haid memang darah kotor sehingga dilarang bagi suami untuk melakukan hubungan badan dengannya selama ia haid sampai datang masa suci. Nabi SAW juga menegaskan kembali di dalam sabdanya, “Lakukan apa saja kecuali jimak,” yaitu boleh bagi suami untuk tetap tinggal seatap dengan istrinya, makan bersama dan melakukan aktivitas bersama-sama dengan istrinya seperti biasa ketika suci kecuali berhubungan badan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sedangkan dasar haid dari hadits Nabi SAW adalah sebagaimana tergambar dalam hadits Nabi SAW riwayat Aisyah RA di dalam Shahih Al-Bukhari berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadits di atas menyebutkan bahwa Aisyah RA saat berhaji dengan Rasulullah SAW dan ketika sampai di Kota Sarf ia menangis karena haid sehingga ia tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya. Rasulullah SAW mencoba menenangkannya dengan mengatakan, “Sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thawaf.” Aisyah berkata, “Dan (setelah itu) Rasulullah SAW menyembelih sapi untuk para istrinya.”

Cerita Aisyah RA ini mengajarkan kepada seluruh wanita agar tidak perlu bersedih ketika mengalami menstruasi karena hal ini sudah ketentuan Allah SWT yang diberikan kepada setiap wanita dan tentunya ada hikmah dan manfaat di baliknya. Beberapa hikmah dan  manfaat adanya darah haid adalah:

1. Latihan bagi wanita menghadapi cairan sperma yang menjijikkan untuk sebagian wanita. Karena ketika seorang wanita menikah, maka ia harus siap menghadapi cairan suaminya berupa cairan sperma sehingga wanita harus melatih dan membiasakan dirinya menghadapi dan membersihkan darahnya sendiri yakni darah haid sebelum ia akan menghadapi cairan yang lebih menjijikkan lagi yakni sperma.

2. Melatih wanita lebih rajin, tidak jijik dan cekatan. Selain mengurus suami ia juga akan mengurus dan merawat anak-anaknya, membersihkan kotoran-kotorannya dan najis-najisnya. Allah SWT memberikannya latihan stimulasi berupa haid agar ia rajin, tidak merasa jijik dengan najis-najis, cekatan dalam merawat bayi serta mengerti cara mencuci yang baik.

3. Makanan bagi janin di dalam rahim wanita. Karena janin yang ada di dalam rahim seorang wanita tidak dapat makan sebagaimana yang dimakan oleh anak di luar rahim. Tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya. Allah SWT telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dicerna. Oleh karena itu, apabila seorang wanita tidak sedang dalam keadaan hamil, maka darah yang seharusnya dicerna oleh janin itu akan keluar dan menjadi darah haid atau menstruasi. Sementara bagi ibu yang sedang hamil, maka jarang sekali akan mengeluarkan darah haid karena telah dicerna oleh sang janin di dalam kandungannya.

Uraian ini disarikan dari kitab I’anatun Nisa’, Risalatul Mahidh dan Risalah fid Dima’it Thabi‘iyyah lin Nisa’, Shahihul Bukhari, dan Shahih Muslim, At-Tafsirul Munir. Wallahu a‘lam. (Annisa Hasanah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Doa, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020."

"Kami telah memasukan surat kepada Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Way Kanan dan mendapat respon positif. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian KLH Arif Radigusman sepakat diadakan pertemuan di institusinya pada Jumat 5 Februari 2016 untuk duduk bersama, menjaring aspirasi berbagai pihak terkait gerakan nasional tersebut," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (4/2), dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan

Sejumlah surat berkaitan "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020" telah disampaikan kepada sejumlah pihak di daerah itu, seperti Forum Komunitas Hijau (FKH), Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah, Kepala Kampung Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Lalu Karang Taruna, Pemuda Muhammadiyah, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Pemuda Katolik, Pemuda Kristen, Palang Merah Indonesia (PMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Forum Karate Indonesia (Forki).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Target sederhana dari aksi akan dilakukan itu adalah masyarakat paham mana sampah organik dan anorganik. Kami akan membuat sekitar 2.000 - 4.000 pamflet untuk dibagikan kepada masyarakat sebelum melakukan serentak gotong royong Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020 di sejumlah titik. Kesadaran menangani sampah secara bijak harus ditumbuhkan segegas mungkin," ujar Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung itu lagi.

Respon positif atas aksi tersebut telah disampaikan? Kepala Kampung Lebak Peniangan Tri Wanto. Sekretaris Umum Forki Way Kanan Rahmat bahkan langsung menelepon dan menyatakan siap berpartisipasi aktif setelah menerima surat yang diantarkan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

"Saya pribadi meyakini sampah adalah persoalan bersama. Jika hari ini tidak ada gerakan menanggulangi sampah, nasib lingkungan hidup mendatang sudah jelas menyedihkan. Jangan sampai itu menjadi warisan anak cucu kita," pungkas aktivis Gusdurian itu. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

? ? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Doa, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

Sebagaimana di daerah lain, Islam masuk ke Gorontalo dengan cara damai. Juga dengan cara perkawinan, yaitu antara Sultan Amai (kadang ditulis Amay) dengan Putri Boki Antungo, anak perempuan Raja Palasa dari Mautong Sulawesi Tengah sekitar tahun 1500-an.

Menurut salah seorang tokoh adat di Gorontalo, H. Yamin Husain, Raja Amai, menyanggupi permintaan calon istrinya itu. Ia kemudian memeluk Islam, terus kembali ke kerajaannya. Ketika sampai memasuki waktu shalat dhuhur, ia langsung mendirikan shalat. Dan kemudian ia memerintahkan bawahannya untuk mmembangun masjid yang kelak dikenal dengan masjid Hunto.

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Adat dan Syariat di Gorontalo

"Kini masjid tersebut diganti menjadi masjid Sultan Amai,” katanya kepada Ekspedisi Islam Nusantara Rabu (25/5).

Kemudian Sultan Amai meletakkan dasar agama Islam di kerajaannya. Antara adat yang telah ada dengan syariat Islam yang baru masuk mengalami dinamika yang panjang. Awalnya, masyarakat muslim zaman Sultan Amai diletakkan falsafah dalam bahasa Gorontalo yang dalam bahasa Indonesia artinya syara bertumpu pada adat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Falsafah ini kemudian diubah pengganti Sultan Amay, Raja Matololula Kiki dalam bahasa Gorontalo yang artinya adat bertumpu pada syara. Lalu pada masa Raja Eyato, yang dipercayai sebagai ulama, merevisi falsafah sebelumnya dengan adat bertumpu pada syara dan syara bertumpu pada Al-Quran. ?

Yamin Hsain menambahkan, dari falsafah tersebut melahirlkan 5 prinsip yang dipegang muslim Gorontalo, yaitu agama dikedepanakan, negeri dimuliakan, diri diabdikan, harta disedekahkan, dan terakhir nyawa pun dipertaruhakan.

Di Gorontalo, Ekspedisi Islam Nusantara dimulai dengan ramah-temah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan pengurus lembaga, banom seperti GP Ansor, serta mahasiswa yang tergabung di PMII. Kemudian bersilaturahim dengan Wakil Gubernur. Lalu ke rumah adat, ke masjid-masjid bersejarah dan berziarah ke ulama-ulama penyebar Islam. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Sejarah, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi

Bintan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Zaenal selalu ketua terpilih Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, secara resmi dilantik di Gedung Nasional Tanjunguban, Jumat (27/6) malam. Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Bidang Organisasi dan Kaderisasi Wilayah II (Riau, Sumut dan Kepri) GP Ansor Hasan Basri Sagala, mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid.

Dalam acara pengukuhan tersebut, Hasan Basri mengatakan, pelantikan jangan menjadi kegiatan seremonial belaka. Para pengurus baru mesti sanggup meneruskannya dengan kerja-kerja konkret, seperti mengadakan kaderisasi melalui Diklatsar (pendidikan dan lantiahn dasar) dan PKD (pelatihan kepemimpinan dasar).

Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi

Zaenal, dalam sambutannya, selain berjanji akan berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bintan dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Kepri, juga akan menekankan proses kaderisasi dalam masa kepengurusannya. "Pengkaderan akan menjadi prioritas," kata Zaenal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PW GP Ansor Kepri Barurochim juga mengingatkan, pelantikan merupakan bagian kecil dari keorganisasian. Menurutnya, saat ini GP Ansor berbasis kualitas bukan sekadar kuantitas seperti dulu. Kalau tidak melaksanakan pengkaderan maka tidak keluar SK kepengurusan dari PP. "Syarat administrasi pengkaderan harus dilaksanakan," kata Barurochim.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kasat Binmas Polres Bintan AKP Tasriadi mengatakan Polres Bintan bersedia menjadi narasumber berbagai pelatihan dan Diksar dalam bela negara. "Saya siap menjadi narasumber GP Ansor, maupun Banser dengan gratis, tanpa dipungut biaya," katanya.

Dukungan terhadap GP Ansor Bintan juga datang  dari anggota DPRD Bintan, Indra Setiawan. Ia mengaku akan mendukung, bahkan memfasilitasi, pelaksanaan kaderisasi GP Ansor dan Banser. "Kami tidak akan pernah tinggal diam. Namun selalu mendukung pembangunan moral bangsa," terang Indra alias Een, anggota Komisi III DPRD Bintan.

Pada pelantikan ini dipercaya sebagai Wakil Sekretaris, Mukhamad Rofik, yang merupakan wartawan Koran Sindo Batam, Penasehat Forum Wartawan Persatuan Jurnalis Bintan (PJB), juga Ketua Bidang Publikasi Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Halaqoh, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar acara nonton bareng? (nobar) film “Kalam-Kalam Langit” di bioskop XXI Ciwalk Bandung, Jawa Barat. Sekretaris PWNU Jawa Barat H Imron mengaku salut terhadap PBNU yang bekerja sama dengan pihak swasta dalam pembuatan film Kalam-Kalam Langit sebagai media dakwah.

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren

“Saya ingin sampaikan apresisi bahwa apa yang dilakukan oleh PBNU dalam pembuatan film Kalam-Kalam Langit yang menyuguhkan kehidupan suka duka santri-santri di pesantren. Mudah-mudahan Film ini menjadi media dakwa bagi masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir pula dalam nobar yang berlangsung Sabtu (16/4) itu Bendahara PWNU Jawa Barat H Kurtubi Abdulloh, dan pengurus lembaga dan badan otonom (banom) NU Jawa Barat, di antaranya Pergunu, IPNU, IPPNU, Lakpesdam, Lesbumi, dan RMINU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bendahara PWNU Jawa Barat H Kurtubi Abdulloh berharap film ini bisa mengembalikan citra positif pesantren, yang pada saat ini dilanda dengan isu-isu yang tak sedap berkaitan dengan terorisme.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saya berharap, film Kalam-Kalam langit ini bisa mengembalikan citra positif pesantren. Di tengah maraknya wacana mengenai isu terorisme seperti sekarang, pesantren salah satu lembaga yang turut mendapat stigma negatif sebagai sarang teroris,” tutur Kurtubi Abdulloh.

Nobar kali ini dihadiri oleh sejumlah pemain film “Kalam-Kalam Langit”, antara lain Mathias Muchus, Henidar Amroe, Dimas Seto, dan Elyzia Mulachela. Juga hadir sang produser film, Dhonie Ramadhan. (Saepuloh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Warta, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

LKNU DIY Gelar Talk Show Kesehatan Reproduksi

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Berdakwah bukan saja dilakukan dengan cara pengajian saja, bisa juga dilakukan dengan seminar dan talk show. Materi dakwah juga bukan sebatas masalah ritual ibadah, tetapi juga terkait kesehatan masyarakat, apalagi terkait kesehatan reproduksi. Inilah yang terus diupayakan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) melalui bekerjasama dengan berbagai pihak dalam melayani masyarakat.

Demikian ditegaskan drg H Abdul Kadir, Ketua LKNU DIY, dalam acara Talk Show Kesehatan Reproduksi pada Ahad, (8/11) lalu di aula lantai 2 Gedung PWNU DIY. Acara ini terselenggara berkat kerjasama LKNU DIY dengan Majlis Pengajian An-Nisan’ Yogyakarta, Dinas Kesehatan DIY dan Yayasan Kanker Indonesia DIY.?

LKNU DIY Gelar Talk Show Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU DIY Gelar Talk Show Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU DIY Gelar Talk Show Kesehatan Reproduksi

Menurut drg. Kadir, pemeriksaan papsmear dan payudara adalah upaya membentengi para ibu dari penyakit dengan prevalensi sangat tinggi dan menjadi penyebab kematian tertinggi ini. Untuk itu, lanjut drg. Kadir, pasangan suami-istri harus saling mendukung dalam mengupayakan kesehatan reproduksi. Suami adalah agen kesehatan bagi istrinya, sehingga harus setia dan bersama-sama periksa kepada dokter. Suami juga harus selalu mengingatkan, disitulah kerjasama keduanya dalam menjaga kesehatan. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“LKNU DIY akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak. Semua ini semata wujud khidmat untuk kemaslahatan semuanya. Ada banyak kader muda NU yang menekuni kesehatan, kita akan terus mengajak mereka untuk terlibat dalam berbagai program kesehatan, sehingga NU terus hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Dr. H.A. Zuhdi Muhdlor, Wakil Ketua PWNU DIY yang membuka acara menjelaskan, bahwa kaum ibu adalah agen perubahan. Dari rahim para ibu yang sehat dan berkualiatas akan terlahir generasi yang sehat dan berkualitas pula.?

“Generasi yang sehat menjadi perhatian serius NU. Untuk itu, kami berharap LKNU terus menjalin kerjasama dengan banyak pihak dalam merealisasikan program-programnya, sehingga generasi yang sehat dan berkualitas bisa tumbuh untuk membangun bangsa di masa depan,” tegasnya.?

Acara ini diikuti oleh 125 ibu-ibu dari berbagai daerah di DIY. Para ibu ini sangat antusias, terbukti dalam sesi tanya jawab bersama dr. Nila Amalia, dokter muda lulusan UGM yang juga santri Pesantren Al-Muhsin, Krapyak Yogyakarta. Sementara dalam dalam pemeriksaan, tenaga medis dari Dinas Kesehatan DIY dan Yayasan Kanker Indonesia DIY penuh senyum ketika melayani para ibu yang hadir di Gedung PWNU DIY. (Muahmmadun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Sejarah, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. KH Muchit Muzadi berharap, Resolusi Jihad akan segera dibukukan seperti “Atlas Walisongo” yang ditulis Agus Sunyoto, agar perjuangan para ulama tersebut tertulis dan didokumentasikan secara rapi.

Hal ini disampaikan ketika berkunjung ke Pesantren Global, Malang, yang dipimpin oleh KH Agus Sunyoto, Senin (15/04). Mbah Muchit merupakan satu-satunya murid Kiai Hasyim Asy’ari yang masih hidup. Pada kesempatan itu, ia menceritakan sejarah perjuangan para ulama pada masa kemerdekaan di Mangliyawan Pakis Malang.

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

“Di sisa umur saya ini, saya hanya bisa berharap kemanfaatan dari apa yang saya lakukan bersama Mbah Hasyim dan bisa saya ceritakan sekarang, semoga ke depan ada yang menarasikan Resolusi Jihad dalam bentuk buku supaya bisa dimanfaatkan banyak orang,” ungkapnya pada Agus Sunyoto dan para santri yang hadir di Pesantren Global.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai yang rutin mengisi kajian di pesantren al-Hikam Malang ini menyayangkan, beberapa ormas Islam sendiri tidak lagi mengindahkan perjuangan para ulama dan Pancasila.

Menurutnya, tanpa dicetuskannya Resolusi Jihad oleh Mbah Hasyim dan para Ulama, peristiwa 10 November, pengusiran tentara Belanda dan Inggris di tanah Surabaya tidak akan pernah terjadi. Pada saat itu, Kiai Hasyim selaku pimpinan Hizbullah, menyerukan; wajib bagi masyarakat muslim untuk membantu arek-arek Surabaya mengusir Inggris, hingga peristiwa 10 November terjadi semua Masyarakat Indonesia menyambut dengan takbir.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mbah Hasyim juga menyuarakan, “Jika perang melawan Inggris ataupun Belanda bukan saja membela negara, tapi juga perang fi sabilillah,” kata Kiai Muchit menirukan.

Sangat keliru, jika negara ini dan Pancasila bukan berdasarkan Islam, “Karena yang ikut berjuang didalamnya adalah para ulama, bahkan Mbah Hasyim sendiri,” tegasnya.

Begitupun dengan Pancasila, “Sila pertama yakni ketuhanan yang maha Esa dan empat setelahnya berazaskan dalam al-Qur’an yakni amanuu wa amilus sholihaat,” tambahnya lagi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 28 November 2017

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)

Jawaban

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.

Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Kajian, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menghadirkan sebanyak 2000 kiai di kota Depok untuk menghadiri halaqah “Membumikan Gerakan Islam Nusantara” di masjid Dian Al-Mahri yang dikenal dengan masjid Kubah Emas, Depok, Kamis (15/5). Selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, halaqah ini rencananya juga dihadiri Joko Widodo dan Mahfud MD.

Silaturahmi alim ulama ini diadakan dalam rangka pelantikan PCNU Depok masa bakti 2013-2018. Istighotsah kubro akan mengawali kegiatan ini.

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Sekretaris PCNU Kota Depok Idham Dharmawan menyatakan kesengajaan panitia menghadirkan dua tokoh ini dengan harapan, “Calon pemimpin negeri ini bisa meneladani cara berpolitik yang diajarkan Walisongo sebagai wujud nyata terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kearifan Walisongo patut menjadi referensi utama penyelesaian konflik sosial, politik, dan keagamaan,” terang Idham yang juga ketua pelaksana pelantikan dalam rilisnya.

Forum ini akan ditutup dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Kota Depok. Kelompok ini akan mengelola kegiatan penyelenggaraan haji, umroh, ziarah, dan wisata rohani dalam dan luar negeri untuk warga dan jama’ah NU Depok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pelantikan ini disusul dengan Musyawarah Kerja NU Kota Depok di kampus STIH IBLAM, Sabtu (17/5). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Pertandingan, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock