Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Masa khidmah PCNU Subang tinggal 6 bulan lagi. Namun, hal itu tidak membuat semangat para pengurusnya mengendor. Sebaliknya sisa waktu tersebut dimanfaatkan menggelar kegiatan Roadshow Aswaja NU ke semua pengurus MWC dan Ranting.

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Masa Khidmah Hampir Berakhir, PCNU Subang Lebih Perkuat Aswaja Nahdliyin

"Tujuan roadshow PCNU Subang ini adalah untuk revitalisasi ajaran Aswaja dan deradikalisasi sebab belakangan ini banyak kelompok yang mencoba menggiring ajaran Aswaja ke arah radikalisme" ungkap Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat mengisi materi Roadshow Aswaja NU di Pesantren Al-Barokah, Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanaga, Subang, Ahad (18/2).

Selain itu, kata dia, kegiatan itu juga bertujuan untuk menguatkan paham Ahlussunnah wal-Jama’ah an-Nahdliyah kepada para pengurus NU di tingkat MWC dan Ranting agar bisa lebih memahami prinsip dasar NU baik itu dalam fikrah, amaliah, maupun harakah.

"Kegiatan ini juga sebagai wujud upaya kami dalam melanjutkan amanah para pendiri NU untuk mempertahankan NKRI dan kebinekaan agar terhindar dari perpecahan," tambah Pengasuh Pesantren Attawazun itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di hadapan para Pengurus Ranting serta Pengurus MWCNU Pusakanagara dan MWCNU Pusakajaya itu, Kiai Musyfiq juga menyampaikan sekaligus mengajak warga NU Subang untuk aktif menjadi anggota Koperasi PCNU yang saat ini sedang dalam tahap perintisan. Dengan wasilah koperasi, PCNU Subang bisa mewujudkan kemandirian ekonomi jamaah dan jamiyah NU.

"Roadshow ini juga kita gunakan untuk penertiban administrasi dan juga memastikan beberapa pengurus Ranting yang SK-nya sudah habis sekaligus mendorong beberapa MWC untuk segera membentuk ranting di wilayahnya masing-masing," tandasnya.

Roadshow Aswaja yang melibatkan unsur banom serta lembaga yang ada di lingkungan PCNU Subang ini rencananya akan terus dilakukan sampai Mei di beberapa tempat. Masing-masing tempat kegiatan akan diikuti oleh 2 sampai 4 Pengurus MWCNU beserta pengurus rantingnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Badan Pelaksana Mabarot Nahdlatul Ulama (BPMNU), KH Hambali Zuhdi menyambut baik atas prestasi RSI Siti Hajar Sidoarjo yang telah meraih penghargaan Status Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPKL) peringkat pertama. Menurutnya, pengelolaan limbah itu harus diperhatikan dengan baik. Memang yang paling sering disoroti itu masalah limbah.

"Semoga ke depan pengelolaan limbah bisa dilakukan dengan baik. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang taat. Dan mudah-mudahan dengan syukuran siang ini, Allah SWT menambah kenikmatan di Rumah Sakit ini," kata Kiai Hambali disela-sela tasyakuran di ruang pertemuan Darun Naim 3, Kamis (2/2).

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik

Kiai Hambali berharap, RSI Siti Hajar Sidoarjo, semakin hari semakin baik dan menjadi Rumah Sakit yang selalu dibanggakan warga Sidoarjo dan sekitarnya."Semoga kemajuan di Siti Hajar semakin baik, semakin dicintai utamanya warga Nahdliyin dan umumnya masyarakat Sidoarjo," harapnya.

Senada juga dikatakan oleh Wakil Direktur RSI Siti Hajar, H Zuhdi Mansur, ia mengatakan bahwa mengelolah limbah itu gampang-gampang sulit. Pasalnya limbah yang sudah dibuang harus diolah kembali.

"Mengelola limbah itu tidak ngawur dan ada tehniknya. Limbah yang sudah dibuang pun harus ada standartnya. Karena penanganan limbah itu banyak yang menyoroti," tutup pria yang akrab disapa Abah Zuhdi itu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Beirut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia”  di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Dalam release yang dikirimkan ke Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kongres yang mengambil syiar : “Bersama Menuju Islam Rahmatan Lil-Alamin” ini akan diawali dengan seminar internasional yang akan membahas tentang :

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

• “Reformasi Dunia Arab dan Implikasinya terhadap Masa Depan Dunia Islam dalam Prespektif Ulama Timur Tengah”, ( Narasumber: Dr. Said Ramadhan Al-Bouthy, Ketua Persatuan Ulama Negeri-negeri Syam )

• “Masa depan Palestina dan Masjidil Aqsa di Tengah Pergolakan Politik Timur Tengah dan Duina Global”, ( Narasumber: Praktisi Politik Lebanon dan Palestina)

• Fenomena Global Radikalisasi Atas Nama Agama dan Strategi Menghadapinya (Narasumber: ICIS, BNPT, Global University-Lebanon)

Selain itu, Kongres juga akan membahas secara internal tentang :

• Penguatan Koordinasi PCI Luar Negeri dan Perluasan Network di Negara-negara PCI

• Strategi Perlindungan Faham Aswaja di Tanah Air dari Gerakan anti Aswaja (Trans-nasional-Radikal)

• Perumusan Konsep Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama

Secara global, diharapkan dari Kongres ini akan tercipta sebuah pemahaman mendalam dan mendetail kepada kalangan luas tentang realitas yang faktual tentang fenomena Arab Spring di Timur Tengah, terwujudnya partisipasi umat Islam Indonesia, khususnya Nahdliyyin, dalam gerakan global mendukung kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama, mengembalikan citra Islam sebagai rahmatan lil Alamin melalui upaya de-radikalisasi paham keagamaan.

Sementara secara lingkup organisasi, diharapkan akan membuka jaringan kerjasama internasional antara PCI-PCI dengan negara setempat dalam bidang pendidikan, keagamaan, interfatih dialogue, kebudayaan, ekonomi dalam rangka mendukung gerakan total diplomatic yang dicanangkan pemerintah RI.

Disamping itu, diharapkan dari kongres ini akan tercapai perumusan bersama upaya-upaya kongkrit dalam rangka membendung gerakan radikal anti ajaran Aswaja/Ahlussnunnah Wal Jamaah yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan ukhuwah sesama umat dan anak bangsa serta mencari bentuk dan konsep yang terpadu dalam mewujudkan ekonomi keumatan yang lebih berkeadilan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos

Makassar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa menandatangani kesepakatan kerja sama bidang kesejahteraan masyarakat dengan salah satu perguruan tinggi NU, Universitas Islam Makassar (UIM), Jumat (4/3), di Four Point Hotel Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejahterakan Desa, UIM Teken MoU dengan Kemensos

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Nasional Sinkronisasi Data Kemiskinan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Rektor UIM Majdah M Zain Agus AN mengungkapkan, sebagai perguruan tinggi NU, UIM memiliki kepedulian untuk ikut serta membangun bangsa Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dalam pencapain visi misi UIM, kami telah merumuskan 7 misi dengan konsep ‘Hijrah ilal Qaryah’ atau Membangun Desa untuk Bangsa, pelaksanaan Bina Desa UIM dilandasi 7 pilar, yang kemudian diberi nama "NUUIMTA" yang memiliki arti nasionalisme, umat, ilmu, mental, terampil, dan akhlak," Ujarnya.

Sementara itu, Khofifah mengatakan, saat ini? Kemensos RI telah melaksanakan MoU dengan 14 kampus di seluruh Indonesia dan Univeristas Islam Makassar merupakan kampus yang ke-15. MoU tersebut, katanya, untuk menyinergikan sumber daya yang ada untuk pengembangan Model Desa Sejahtera Mandiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Di sisi lain MoU ini bertujuan untuk mempercepat keberhasilan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa agar memiliki keswadayaan, partisipasi, dan kesetiakawanan sosial," tambahnya

Tampak menyaksiskan penandatanganan MoU ini Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang, Wakil Rektor IV UIM Muammar Bakry, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Ketua PW Muslimat NU yang juga Direktur Pascasarjana UIM Nurul Fuadi, pejabat Kemensos, dan seluruh bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota, se-Indonesia Timur. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah masyarakat Kabupaten Way Kanan, Lampung menilai Gerakan Pemuda Ansor setempat bergerak cepat dan nyata dalam berkarya membantu warga di daerah itu.

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat  Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

"Masyarakat butuh gerakan nyata seperti ini. Tidak perlu kelamaan didata tapi tidak dapat apa-apa," ujar Ketua RT 2 RK 2 Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Teguh, ? di Way Kanan, Ahad (11/6).

Apresiasi Teguh disampaikan setelah menyaksikan warganya mendapat bantuan kambing betina kerjasama Pemuda Ansor dengan Pandu Farm.

Senada Teguh, Sri Yani, ibunda dari Qory Tika Ningtias Vizani yang juga mendapat bantuan kambing betina menilai Pemuda Ansor Way Kanan selalu memberikan inisiatif, kepedulian dan gerakan dalam keikutsertaan membangun masyarakat.

"Semoga Ansor bisa terus memberikan manfaat bagi yang membutuhkan," ujar warga RT 02 / RW 04, Dusun Madiun, Kampung Setia Negara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembagian kambing betina bagi sepuluh anak yatim di Kecamatan Baradatu dilakukan Pemuda Ansor Way Kanan dalam tempo kurang dari satu minggu setelah pengumuman.

Upaya tersebut diharapkan bisa mendorong anak yatim untuk mandiri sehingga kambing disalurkan tersebut harus dipelihara dan tidak boleh dijual setelah diserahkan.

"Ketua PC GP Ansor Way Kanan sahabat Gatot Arifianto berharap upaya ini bisa mendorong anak yatim untuk mempunyai mental wirausaha sejak dini karena hal tersebut merupakan bagian pendidikan karakter," ujar kader Ansor Way Kanan Very Triyono setelah berkeliling menyalurkan kambing bagi anak yatim.

Setelah dirawat dan bisa beranak, hasilnya murni untuk mereka (anak yatim). Ansor Way Kanan tidak meminta laba dalam bentuk nominal. Namun meminta anak yatim bisa berdaya, sebab hidup tidak layak dijalani dengan menunggu santunan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

"Kedewasaan, kreativitas, kemandirian tidak mungkin tercapai dengan jalan pemanjaan. Dengan segala kekurangan yang ada, Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki program Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat), ingin terus bergerak, berkarya, membuktikan diri sebagai organisasi milik masyarakat," ujar Very. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Santri, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dengan tema "Membentuk Kader Militan Ideologis dan Berkarakter Ahlusunnah wal-Jama’ah AnnahdLiyah" di gedung Majelis Talim Al-Jalaliyah Kp. Nangka Beurit RT 06/04 Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu pada Sabtu-Ahad, 30 September-1 Oktober.

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Acara yang diselenggarakan enam Pengurus Anak Cabang, meliputi Kecamatan Cicurug, Cidahu, Kalapanunggal, Parakansalak, Bojonggenteng, dan Kabandungan ini diikuti 43 peserta. Namun yang lulus PKD hanya 31 peserta.

Menurut Ketua Panitia, Gusfirli Sumapraja, kaderisasi adalah usaha sadar untuk menananmkan nilai dan ideologi menguatkan karakter dan militansi, meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan potensi  dan kecakapan organisasi serta membangun kapasitas gerakan pada diri kader untuk mempertinggi harkat dan martabat dan meneruskan perjuangan.

Setelah dibaiat, peserta PKD mendapat tugas yang harus dilaksanakan di tempat masing-masing, di antaranya adalah bersilaturahim kepada ustad pertama belajar ngaji. Kemudian bersilaturahim kepada para ajengan setempat. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada silaturahim tersebut, para peserta harus memohon didoakan untuk berorganisasi Ansor.

Tugas lain adalah, para peserta harus hadir pada peringatan Hari Santri yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober di GOR Korpri Sukabumi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada PKD itu dihadiri Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Kapolsek Cidahu AKP Simin A Wibowo, Camat Cidahu Ading Ismail, MWC NU Cicurug/LAZISNU Ade Yogi, Ketua MUI Kecamatan Cidahu Ustad Dudeh Wahyudin serta para jamaah Khatam Al-Quran Cidahu. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Warta, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock