Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik

Pacitan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mudik ke kampung halaman saat lebaran merupakan tradisi tahunan bagi sebagian besar umat Muslim Indonesia. Pada saat itulah terdapat momen untuk berkumpul dengan sanak saudara. ? Hiruk pikuk aktivitas pemudik sudah terasa sejak pertengan bulan Ramadhan.

Di salah satu pesantren tertua di Pulau Jawa, Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan mudik menjelang lebaran menjadi saat yang paling ditunggu para santri. Karena Banyak kisah manis yang mengiringinya. Namun banyak pula santri yang menghabiskan hari lebaran dengan memilih menetap di pondok. Para santri tersebut bukan tidak punya bekal untuk mudik, melainkan mereka tengah menjalani tradisi nahun.

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik

Hulki Rosyid, salah satu santri asal Pekalongan mengaku sudah dua kali lebaran tidak mudik, ia bersama ratusan santri lainya ingin menghabiskan waktu lebaranya di pondok. Walaupun kadang merasa sedih karena harus jauh dari orang tua dan tidak bisa sungkem secara langsung. Namun, karena ketulusan niatnya suka duka ia jalani untuk terus bersabar menjalani hari raya di pondok. “Mudah-mudahan semakin kerasan di pondok dan tambah semangat dalam mengaji,” ujarnya saat berbincang dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Rabu ( 8/7).?

Riwayat tradisi nahun yang disebut juga tirakat atau lelakon, pertama kali dilakukan oleh santri simbah guru KH. Dimyathi Abdulloh. Dimulai sekitar tahun 1900-an dimana pada saat itu perkembangan pondok sangat pesat sehingga banyak santri yang datang menuntut ilmu dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan ada yang datang dari negara tetangga.

Mengingat letak pondok yang jauh dari kampung halaman mereka waktu itu, sementara alat transportasi juga belum ada sama sekali kecuali gerobak dan sejenisnya, maka dilakukanlah Nahun dalam arti hakiki yaitu tekun belajar dan tidak keluar dari kompleks pondok dalam jangka waktu 3 tahun ataupun 3 bulan dan 3 hari. Mengenai jangka waktu pelaksanaan Nahun sebenarnya tidak ada patokanya dan hanyalah istilah, bahkan pondok pun tidak mengatur tentang hal ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada sebuah kisah yang melatarbelakangi tradisi ini. Suatu hari simbah guru putri, Nyai Khotijah, istri KH Dimyathi Abdulloh yang sedang melakukan tirakat puasa selama 3 tahun, 3 bulan dan 3 hari, mengalami hal yang sangat aneh. Saat ia mencuci beras di sumur untuk dimasak, tiba –tiba beras tersebut berubah menjadi emas. Simbah guru putri pun kaget seraya berdoa. “Yaa..Allah, saya bertirakat bukanlah untuk mengharapkan emas atau harta benda dunia, akan tetapi saya memohon kepada-Mu, ya Allah, jadikanlah Tremas ini bagian dari masyarakat, jadikanlah keluarga termasuk Ahlul’ilmi dan jadikanlah santri-santri yang menuntut ilmu di sini menjadi santri yang barokah,” seraya membuang emas tersebut ke dalam sumur.

Setelah kejadian itu banyak santri yang melakukan tradisi nahun sebagai bentuk tirakat agar kegiatan belajarnya di Pondok Tremas senantiasa lancar dan berhasil mencapai tujuannya hingga terjun di masyarakat kelak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sesuai perkembangan zaman, tradisi ini tetap ditiru oleh generasi selanjutnya meskipun dengan versi yang berbeda-beda. Sekarang ini versi nahun yang berlaku di kalangan santri Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan? ada 3 yaitu, pertama tidak keluar dari kompleks Pondok Tremas, kedua tidak keluar dari wilayah Kabupaten Pacitan, dan ketiga tidak pulang ke rumahnya.

Yang berlaku umum di kalangan santri Pondok Tremas sekarang ini adalah nahun sesuai kategori kedua dan ketiga dengan waktu minimal 3 tahun, dan kebanyakan mereka yang melakukan berasal dari luar Jawa. (Zaenal Faizin/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Quote, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal (27/10).

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah TegalMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengajak kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk berperan aktif bangun desa. Menurut Eko, kader NU telah tersebar di berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, sehingga memiliki peran yang sangat strategis.

"Setelah era reformasi dengan banyaknya kader NU di berbagai partai, birokrasi pemerintahan, dan instansi lain, saya yakin kader-kader NU akan lebih berperan memajukan bangsa ini," ujarnya pada peletakan Batu Pertama Universitas Nahdlatul Ulama di Jakarta, Rabu (10/8).

Menteri Eko mengatakan, 70 tahun Indonesia merdeka, NU telah menjadi garda terdepan kemerdekaan Indonesia. NU juga telah membuktikan meskipun dalam masa kritis, maraknya terorisme, dan radikalisme, NU tetap menjadi garda terdepan.

"Lebih dari separuh masyarakat kita hidup di desa. Peran lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan NU ini juga sangat penting sekali. Peran NU demi mensejahaterakan desa-desa kita dan mensejahterakan Indonesia," ujarnya.

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa

Ia melanjutkan, pembangunan desa di Indonesia sebanyak 74.754 desa, tidak bisa diatasi jika hanya mengandalkan tenaga pemerintah. Dibutuhkan komitmen semua komponen bangsa dan NU selaku Ormas Islam terbesar di Indonesia untuk turut berpartisipasi dan mengawasi.

"Desa-desa kita masih ada yang masih tertinggal dan maju. yang tertinggal kita fasilitasi dulu infrastruktur dasarnya, untuk yang sudah maju infrastrukturnya kita kembangkan sektor ekonominya," ujarnya.(Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa?

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Warga Indonesia memiliki keinginan yang tinggi untuk naik haji ke Mekah. Meski sudah mendapatkan jatah paling banyak jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya–yaitu 221 ribu kuota, namun antrian haji di Indonesia cukup lama. Bahkan, ada yang harus menunggu higga sepuluh tahun lebih.

Melihat kondisi seperti itu, warga Indonesia tidak mati kutu. Karena ingin berangkat haji cepat, ada dari mereka yang berangkat haji dari negara tetangga. Tahun 2016, ada kasus warga Negara Indonesia berangkat haji dari Filipina, yakni mereka ‘menggunakan jatah haji’ negara Filipina yang tersisa banyak karena hanya sedikit orang Filipina yang berangkat haji. 

Sesuai dengan hasil penelitian Baltibang Diklat Kemenag RI tahun 2016, proses pendaftaran dan pembuatan dokumen paspor/surat jalan haji negara Filipina dilakukan secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu. Karenanya Pemerintah Filipina menahan 177 orang Indonesia terkait hal ini. Mereka ditahan di Special Intensive Care Area (SICA) dengan fasilitas yang sangat minim. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Filipina menyediakan konsumsi selama mereka ditahan.

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa?

Pembebasan dan pemulangan 177 calon jamaah haji yang gagal berangkat haji melalui negara Filipina melibatkan banyak peran dari Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar RI di Manila. 

Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 62 UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen; Pasal 63 angka (1) dan Pasal 64 angka (1) UU 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji; dan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana penipuan dengan ancaman 12 tahun penjara. Dalam kasus ini, Pemerintah Filipina juga akan mengadili pihak-pihak yang terlibat di Mahkamah Filipina. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Agar kejadian yang tidak diinginkan tersebut tidak terulang kembali, maka ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Pertama, Kasi haji dan umrah di setiap Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota

sudah seharusnya meningkatkan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji. Kedua, Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) untuk lebih mensosialisasikan Pasal 9 ayat (1) PP 79/2012 terkait ketentuan melaksanakan ibadah haji dari luar negeri.

Intinya, pelayanan haji dan umroh di Indonesia sudah semestinya menjadi perhatian khusus pemerintah mengingat animo masyarakat Indonesia yang begitu tinggi. Kalau hal ini tidak ditangani dengan serius, maka ke depan bukan hal yang tidak mungkin jika warga Indonesia melakukan hal-hal yang lebih nekat lagi. (A Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Banyumas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Idul Fitri 1438 H alangkah baiknya digunakan sebagai ajang silaturahmi nasional untuk saling bermaafan sesama anak bangsa dan sesama manusia. Hal itu disampaikan KH Habib Mahfud ketika ditemui di kediamaanya di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas, Selasa (27/6).

"Karena gelaran politik (Pilkada DKI) kemarin, seolah-olah kita menjadi bangsa yang terpecah pecah, tersekat-sekat, karena hanya beda pilihan atau beda pendapat sedikit saja. Idul Fitri tahun ini alangkah baiknya kita gunakan sebagi ajang saling silaturahmi, saling memaafkan dan saling berjabat tangan lagi," lanjutnya.

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Idul Fitri juga merupakan budaya yang penting bagi bangsa Indonesia karena bisa menjadi pengingat bahwa kita ini berbeda tapi satu, kita berbeda tapi bisa disatukan.

"Kita ini sebenarnya bineka, tapi sepertinya sekarang kita lupa bahwa kita bineka. Ingat bangsa Indonesia itu bineka tunggal ika," tegas Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Miftahul Huda itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mudik juga bukan hanya berarti sebatas kembali ke kampung halaman. Mudik juga bisa diartikan lebih luas lagi, yaitu kembali ke fitrah manusia, kembali ke fitrah bangsa Indonesia, dan kembali ke sejarahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Makna mudik yang tepat sekarang adalah kita kembali menjadi bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya, yang berbineka, yang hubbul wathan," kata kiai muda yang aktif di GP Ansor itu.

Pluralitas, lanjut KH Habib Mahfud, bukan suatu yang dibuat-buat, tapi merupakan nikmat yang harus disyukuri, supaya bisa litaaruf.

"Kalau sudah seperti itu, ingsa Allah kita telah menjadi manusia yang saleh secara ritual dan sosial," pangkas Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo ini. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemuda Ansor Sidoarjo menanam sebanyak 350 pohon jenis sengon, trembesi dan mahoni. Mereka menempatkan pohon bantuan dari Dinas Kehutanan Jatim itu di sepanjang jalan raya Prambon hingga kecamatan Krian, Sidoarjo, Ahad (12/4).

Penanaman pohon dilakukan guna meminimalisir terjadinya pemanasan global serta melakukan upaya keselamatan dunia. Pengurus GP Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan pohon sebanyak 1.000 pohon.

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengatakan, penanaman pohon tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Harlah Ke-81 Ansor atas kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dipilihnya wilayah tersebut mengingat lokasinya masih belum ada pohon pelindung yang ditanam di pinggir jalan raya Prambon hingga Krian Sidoarjo," kata Slamet Budiono.

Menurut Sekretaris GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, dengan penanaman pohon itu diharapkan Sidoarjo menjadi hijau dan tidak gersang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saat ini waktunya untuk membiasakan diri menanam kebaikan, baik itu menanam pohon maupun menanamkan amal perbuatan yang baik," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Budaya, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock