Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Saat ini tragedi kemanusiaan Rohingnya terus menjadi trending topic di media sosial. Ungkapan keprihatinan, simpati sampai dengan kutukan terus mengalir tak terbendung. Berbagai berita, foto dan video memenuhi medsos.

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu Fathurrahman, hal itu berdampak negatif bagi yang melihatnya.?

"Terlepas apakah yang tersaji itu fakta atau hoaks, konten kekerasan yang nyaris unsencored? ini secara psikologis sangat membahayakan kejiwaan seseorang, khususnya anak-anak. Bila terus dipertontonkan, maka otak akan merespon kekerasan sebagai hal biasa, dan boleh dilakukan.Naudzubillah," katanya, Ahad (3/9).

Pemberitaan yang masif dan hampir tanpa jeda, dalam waktu yang tidak lama akan memunculkan berbagai macam opini. Opini dan pandangan yang muncul jelas akan berbeda-beda tergantung dari sisi mana seseorang mencerna saat menerima informasi.

"Contoh sederhananya ada yang berpendapat konflik Rohingya adalah sentimen agama, sebab dipicu oleh kesewenang-wenangan pemeluk mayoritas terhadap yang minoritas," ujar Pria yang akrab disapa Mas Faun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pandangan ini memunculkan berbagai komentar miring, cenderung mengarah pada ujaran kebencian antar pemeluk dua agama ini.

"Alih-alih mencari solusi dan aksi nyata buat Muslim rohingnya, mereka makin sibuk tebar sumpah serapah dan meme negatif yang berpotensi memicu sentimen didalam negeri kita sendiri yang sejak dulu kala kita telah mewarisi rasa toleransi," lanjutnya seraya berharap isu ini tidak terbawa ke Indonesia dan dikonsumsi mentah-mentah sehingga mengancam kerukunan antarumat beragama.

Ada jug yang berpendapat bahwa tragedi Rohingya adalah konflik geopolitik yang melibatkan berbagai negara yang berkepentingan secara kapital atas potensi migas di kawasan yang dihuni oleh etnis Rohingya tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari berbagai informasi yang memenuhi jagat dunia maya saat ini, ia mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak gegabah dan latah meyakini serta men-share berbagai informasi yang diterima.

"Mending mingkem, minongko ndadekno ayem, tinimbang semaur ananging ngawur," katanya mengambil pepatah bijak Jawa yang artinya lebih baik diam agar bisa menyejukkan daripada berbicara tetapi tidak terarah.

Pengendalian diri dan bersikap bijak dalam mengunggah dan berkomentar akan lebih maslahat dibandingkan sekadar share tanpa sumber yang memadai.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung negara maupun lembaga kemanusian manapun yang tulus hati membantu Muslim Rohingnya karena mereka lebih membutuhkan upaya diplomatik agar Myanmar menghentikan tragedi ini.

"Daripada sebar hoaks dan khutbah kebencian, lebih baik mulai dengan keikhlasan, salurkan dana melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten serta dalam munajat kita kepada Allah SWT, menyertakan doa keselamatan kepada etnis Rohingya. Semoga lindungan dan pertolongan-Nya makin dekat pada Muslim Rohingnya. Lahumul Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemerintah Indonesia meminta Badan Program Pembangunan milik PBB atau United Nations Development Program (UNDP) untuk menghentikan aliran dana bagi kegiatan kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin, mengungkapkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memanggil perwakilan UNDP di Jakarta untuk mengklarifikasi berita adanya aliran dana tersebut ke Indonesia.

Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT

"UNDP di Indonesia sudah dipanggil ke Bappenas untuk menjelaskan apa yang terjadi. (UNDP) Yang di sini (mengaku) tidak tahu dan tidak mengikuti proyek itu, (dana) itu UNDP di Thailand. Oleh karena itu diminta secara organisasi untuk memberitahukan ke Thailand supaya jangan melaksanakan itu," kata Wapres Kalla.

Sebelumnya, diberitakan UNDP bekerja sama dengan Kedutaan Besar Swedia di Bangkok dan Badan Bantuan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengucurkan dana sebesar 8 juta dolar AS untuk mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan kaum LGBT.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam keterangannya, UNDP menyebutkan bahwa proyek ini dimulai pada Desember 2014 hingga September 2017.

Sejumlah tujuan dari dibentuknya proyek tersebut adalah untuk mendukung kaum LGBT dalam mengetahui hak mereka, termasuk hak hukum dalam melaporkan pelanggaran hak asasi manusia yang dialami mereka.

Hasil yang ingin dicapai dari proyek tersebut salah satunya adalah untuk meningkatkan kemampuan organisasi non-profit LGBT untuk memobilisasi, menyokong dan berkontribusi melalui dialog, kebijakan dan aktivitas pemberdayaan komunitas. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Doa, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melakukan upgrading atau penyegaran pengurus sekaligus untuk memantapkan kepengurusan Kabupaten Probolinggo periode 2013-2015, Sabtu (10/1).

Wakil Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Yayuk Hasanah mengungkapkan pemantapan pengurus ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para pengurus dalam memberikan pemahaman terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) jabatan masing-masing dalam kepengurusan.

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

“Kami berharap supaya kegiatan ini bisa menambah semangat juang para pengurus untuk menyusun dan menjalankan program kerja sesuai dengan kebutuhan para pelajar NU. Sebab pada dasarnya kita bergabung dengan IPPNU adalah untuk membesarkan dan menampung seluruh aspirasi pelajar NU,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Yayuk, penyegaran sekaligus pemantapan kembali kepengurusan ini sangat penting dilakukan. Sebab selain untuk bisa memperbaiki kualitas diri, pengurus juga harus lebih semangat dalam mengembangkan organisasi IPPNU di Kota Probolinggo.

“Perjuangan itu sangat penting dilakukan dibarengi dengan semangat dalam memperjuangkan dan melestarikan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo,” terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Demi tetap menjaga eksistensi organisasi jelas Yayuk, maka semua pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo harus selalu menjaga kekompakan agar program kerja yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan harapan para pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo.

“Kekompakan ini penting agar apa yang sudah kita programkan bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pemantapan ini merupakan salah satu upaya penguatan SDM di jajaran kepengurusan sebagai langkah mempertajam program kerja yang akan ditetapkan dalam Rakercab mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Quote, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Gusdurian Jogja Jaring Suara Rakyat di 0 Km

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jaringan Gusdurian Yogyakarta melakukan aksi di 0 km Jl. Malioboro. Aksi tersebut merupakan penjaringan suara rakyat untuk pemerintah dan para pemimpin dunia. Suara tersebut akan difilter menjadi 15 pesan rakyat untuk pembangunan.

Gusdurian Jogja Jaring Suara Rakyat di 0 Km (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Jogja Jaring Suara Rakyat di 0 Km (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Jogja Jaring Suara Rakyat di 0 Km

“Ini berkaitan dengan peluncuran target pembangunan bersama yang akan diikuti oleh negara-negara anggota PBB yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkap Tata, koordinator Aksi 2015 Kamis sore pukul 16:00 (16/01).

Tata mengungkapkan, target pembangunan yang dibangun pemerintah selama ini belum melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan dan evaluasinya. Oleh karenanya, Jaringan Gusdurian ingin menjaring suara rakyat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kalau kita bicara siapa itu gusdurian, lanjut dia, yaitu ingin melanjutkan pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Perjuangannya Gus Dur tidak hanya satu lingkup pluralisme, tetapi juga tentang sosial, ekonomi, pembangunan. “Aksi di sini adalah bagaimana pemerintah bisa pro terhadap rakyat," tambahnya.

Tata menceritakan, bahwa Gus Dur pernah menyuarakan suara rakyat di Kedungombo ketika pembangunan tidak melibatkan masyarakat dan masyarakat dibungkam begitu saja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Nah dari situ kita belajar, bahwa pembangunan harus melibatkan masyarakat, apakah ini yang diinginkan masyarakat? apakah ini yang dibutuhkan masyarakat?" tandasnya.

Jaring 2015 suara di seluruh Indonesia

Masih menurut Tata, yang terjun dalam aksi ini tidak hanya di Yogyakarta, melainkan oleh 45 komunitas Gusdurian di seluruh Indonesia. Misalnya di Makassar, Bandung, dan komunitas jaringan di berbagai kota. Komunitas-komunitas itu akan menjaring 2015 suara.

Dari situ penjaringan itu, lanjut dia, Gusdurian ingin melihat, apakah para pemimpin serius memikirkan rakyatnya. “Kita bisa menekan dan mengontrol pemerintah. Kita mengajak masyarakat agar peka terhadap isu sosial. kita terlibat dalam pembangunan bangsa ini,” lanjutnya.

Gusdurian akan melakukan penjaringan suara ini sampai akhir Februari. Setelah didapat, akan melakukan advokasi bukan hanya di pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Isrofil Amar merencanakan dalam waktu dekat ini pembentukan organisasi baru, yaitu Laskar Bela Negara. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat kelembagaan internal NU di Kota Santri ini.

Di samping itu kondisi kesatuan bangsa di tanah air dan ideologi Pancasila belakangan ini seringkali mendapat gangguan juga tak luput dari sorotan dibentuknya organisasi tersebut.

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

"Insya Allah sebentar lagi NU akan membentuk satu organisasi, yaitu Laskar Bela Negara," kata salah satu dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu, Kamis (9/2).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Isrofil menjelaskan, dalam struktur organisasi tersebut tersusun dari kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan warga nahdliyin di struktur lainnya. "Yang ini kepengurusannya kami susun beserta GP Ansor," jelasnya di Jombang.

Untuk lebih memperkuat dalam berdirinya organisasi ini, Kiai Isrofil juga akan meminta masukan kepada Bupati Jombang, pihak Polres juga Dandim. "Suatu ketika kami akan menghadap kepada bupati, dandim, dan bapak kapolres untuk mohon nasihat bagaimana sebaiknya, jadi NU itu sekali NU, tetap NU," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun demikian, hingga saat ini ia belum menentukan waktu tepatnya peluncuran organisasi tersebut. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Ulama, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya

Medan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Demokrasi bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan sangat terkait dengan sistem budaya, tradisi, hukum, dan norma yang ada di masyarakat, termasuk agama yang dipeluk oleh mayoritas masyarakat. 

PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nilai Demokrasi Sangat Terkait Sistem Budaya

"Kehadiran demokrasi di Indonesia ini, diharapkan mampu menjamin ketertiban kehidupan, menjamin kesataraan, menciptakan keadilan dan kesejahteraan yang dicita-citakan oleh agama," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj di Medan, Selasa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Orasi Ilmiah tersebut, disampaikannya pada Dies Natalis Ke-61 Universitas Sumatera Utara yang diselenggarakan di Medan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun demikian, katanya, perlu diingat bahwa demokrasi sebagai suatu sarana atau alat bisa digunakan oleh siapa saja sesuai dengan tujuannya.

Bagi rezim otoriter demokrasi bisa digunakan sebagai sarana penyerahan mandat rakyat pada penguasa, sehingga tidak ada lagi hak bagi rakyat.

Demikian juga dalam masyarakat liberal kapitalis, demokrasi merupakan alat penting untuk ekspansi modal dan persaingan pasar, bahkan pemerintah menjadi alat bagi akumulasi modal.

"Demokrasi hanya menjadi alat pemilik modal, untuk merebut hak-hak rakyat dalam memperoleh kesejahteraan dan keadilan," ucap dia.

Said Aqil menyebutkan, demokrasi berkembang pesat sejak dilaksanakan reformasi yang dilanjutkan dengan amendemen Undang-Undang Dasar 1945, yang diteruskan dengan pengesahan berbagai UU tersebut.

Sebagai perwujudan dan cita-cita pelaksanaan demokrasi dalam semua sektor kehidupan, karena itu terus menerus dijalankan.

Tetapi, ironisnya, yang dikembangkan bukan demokrasi sebagaimana digariskan oleh Pancasila, melainkan demokrasi liberal yang bebas hampir tanpa batas.

Atas nama demokrasi pula, opsi perubahan dasar dan bentuk negara sebagai diam-diam dibuka lagi.Sehingga muncul berbagai gerakan yang menawarkan ideologi baru di luar pagar Pancasila dan UUD 1945.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Tidak kurang 604 Posko Mudik Lebaran pada tahun 2017 ini didirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Indonesia. Ratusan posko mudik lebaran ini didirikan secara sukarela dan mandiri oleh kader Inti Gerakan Pemuda Ansor, dan tersebar mulai dari Jakarta hingga Papua.

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

?

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeini, Selasa (20/6) di Jakarta mengatakan posko mudik lebaran yang didirikan Banser pada tahun 2017 ini jauh lebih banyak disbanding tahun 2016 lalu.?

“Pada tahun ini, total posko mudik yang didirikan Banser tidak kurang dari 604 posko. Ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat 201 posko mudik lebaran,”bebernya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan Alfa, ratusan posko Banser ini tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari ibu kota Jakarta hingga Papua. Menariknya, seluruh posko tersebut didirikan mandiri, menampik tudingan tendensius sejumlah pihak, Banser bergerak karena sebungkus rokok dan nasi bungkus.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ini tanda jelas dan tegas, bahwa Banser sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor selalu mengambil peran positif dan bermanfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa,’imbuhnya.

Mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini mengapresiasi semangat atau ghirah dalam gerakan (harakah) Banser di sejumlah provinsi di Indonesia dalam mendarmabaktikan diri dalam kegiatan kemanusiaan itu.

? “Terimakasih kepada seluruh kader yang terus bergerak menunjukkan Banser sebagai organisasi yang maslahat untuk umat untuk bangsa," tandas Alfa Isnaini mengatakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Alfa membeberkan, beberapa posko mudik lebaran yang didirikan Banser diantaranya berada di Sumatera sebanyak 50 posko, dan dari jumlah tersebut, 50 persen berada di Provinsi Lampung. Kemudian di DKI Jakarta sendiri, ? Banser mendirikan sebanyak 6 posko mudik lebaran.

Di Propinsi Banten, ? terdapat 10 posko mudik lebaran kemudian Jawa Barat 83 posko. Lalu di Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing ada 201 posko, dan di Yogyakarta terdapat 12 posko.

Posko Mudik lebaran juga didirkan Banser di Pulau Dewata. Di Bali initidak kurang sebanyak 41 posko mudik lebaran didirikan Banser. Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur atau NTT, Nusa Tenggara Barat atau NTB, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

"Dari jumlah tersebut yang menjadi skala prioritas sebanyak 250 titik, tersebar di Lampung sejumlah 22, lalu Banten dan DKI Jakarta masing-masing 6 posko. Lantas Jawa Barat 35 posko, ? Jawa Tengah 110 posko, ? Jawa Timur ? 59 posko dan DIY 12 posko," bebernya.

Skala prioritas itu, lanjutnya ? didasarkan pada intensitas kunjungan pada tahun 2016, prediksi ? jumlah pemudik dan tingkat masalah dihadapi. Setiap posko mudik yang didirkan Banser dikatakan Dansatkornas Banser ini mengungkapkan menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, hingga fasilitas WiFi di sejumlah posko di Jawa Tengah.

“Dari ratusan posko mudik lebaran itu, ribuan kader inti Gerakan Pemuda Ansor akan membantu mengurai kemacetan sudah pasti terjadi dan menekan angka kecelakaan, “ pungkas Alfa Isnaeini.(Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Nahdlatul, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif

Situbondo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah terjadinya kekisruhan di berbagai negara Timur Tengah, perhatian dunia tertuju ke Indonesia. Khazanah keilmuan umat Islam Tanah Air harus semakin disebarkan agar bisa diterima khalayak.

Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif

"Karena itu karya ulama Nusantara harus terus dipublikasikan ke penjuru dunia," kata Abu Yazid, Rabu (11/1) malam. Sedangkan tugas ini harus diemban secara serius oleh Lembaga Talif wan Nasyr, lanjut guru besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Dalam pandangan Abu Yazid, Indonesia memiliki kelebihan salah satunya sebagai destinasi kajian. "Bahkan diminati kalangan internasional," kata dosen Pascasarjana Mahad Aly Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jatim ini.?

Untuk dapat menghimpun sejumlah karya tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. "Di antaranya adalah memanfaatkan karya para kiai dan santri di berbagai pesantren," jelasnya. Demikian juga kajian para mahasiswa dan dosen di kampus-kampus.

Baginya, kehadiran LTN di kepengurusan NU harus benar-benar dioptimalkan untuk menjawab tantangan tersebut. Apalagi tidak sedikit dari kiai, santri, dosen hingga mahasiswa yang produktif dalam menulis.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pandangan ini disampaikan Abu Yazid ketika menjadi narasumber pada Seminar Nasional Refleksi 33 Tahun Khittah NU. Kegiatan diselenggarakan di aula Mahad Aly hasil kerja sama ikatan alumni kampus setempat denga ? PW LTN NU Jatim dan TV 9 NUsantara. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Nahdlatul Ulama, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Suasana berbeda nampak terlihat dari Kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang digelar tahun ini. Kegiatan tahunan di setiap Ramadhan kali ini nampak khidmah dan sejuk seiring lantunan ayat Quran yang dibaca oleh para jamaah.

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an

Sebelum Acara Safari dilaksanakan, setiap desa di Kecamatan yang mengadakan acara tersebut mengirimkan 30 jamaah yang akan menghatamkan Al-Qur’an. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi antara MUI Kabupaten Pringsewu dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan pertama pada Safari yang dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin Kedaung Kecamatan Pardasuka, Kamis (9/6) tersebut diikuti oleh lebih kurang 500 orang jamaah yang terdiri dari Ibu Ibu Muslimat dan Pengurus MUI Kecamatan Pardasuka.

Dalam Kegiatan tersebut, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Ibu Nurrohmah Sujadi nampak langsung memandu Jamaah serta ikut membaca dan menghatamkan 1 juz Al Quran yang sudah diberikan.

Menurut KH Hambali, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memohon barakah dan ridho dari Allah SWT agar cita cita Pringsewu yang Agamis dapat benar benar terealisasi di Kabupaten dengan Motto Bersenyum Manis tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita akan laksanakan kegiatan Tahtimul Quran di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu mengiringi Kegiatan Safari Ramadhan Pemda. Semoga Allah memberkahi kegiatan ini dan memberkahi Kabupaten Pringsewu," harap KH Hambali yang juga sesepuh JQH NU Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Tokoh, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf memandang Indonesia dibutuhkan dunia dalam melerai ketegangan antara Saudi dan Iran. Pasalnya Indonesia berasal dari negara dengan muslim yang netral. Indonesia berkapasitas tidak mewakili ideologi dan kepentingan masing-masing pihak bertikai.

Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran

“Saudi dan dunia tidak punya peluang yang lebih baik dari mengundang Indonesia sebagai juru damai. Indonesia, negara muslim terbesar di dunia, yang netral, yang Islamnya tidak Wahabi tidak pula Syiah, tapi Islam Nusantara,” kata Gus Yahya dalam akun fesbuknya, Kamis (7/1).

Gus Yahya membaca dua kemungkinan sikap Saudi atas konfliknya versus Iran. Pertama, Saudi akan terus memaksakan konsolidasi mutlak Suni versus Syiah, termasuk menggalang gerombolan ISIS ke pihaknya untuk menghancurleburkan Iran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau terjadi, ini akan menjadi petualangan dengan kekacauan tingkat Dajjal yang membawa kehancuran tak terperi,” ujar Gus Yahya.

Kemungkinan lainnya, Saudi sengaja menciptakan ketegangan dengan Iran untuk mengontrol eskalasi konflik hanya sampai terwujudnya keseimbangan baru di kawasan itu. Tentunya Saudi akan mendapat dukungan politik lebih kuat dari negara-negara non-Syiah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Gus Yahya, pilihan kedua ini menuntut adanya jalan keluar supaya konfliknya tidak kebablasan. Untuk kepentingan ini, kehadiran Indonesia dengan watak keagamaan Islam Nusantara yang dipraktikkan warganya dibutuhkan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

Sulawesi Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bantaeng dan Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Selatan mempersiapkan pelatihan kader lanjut se-Indonesia. PKL rencananya diadakan di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, pertengahan Desember 2013.

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

Dalam rangka persiapan teknis, Pengurus PC PMII Bantaeng dan PKC PMII Sulsel bertemu Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Hotel Marina Beach, Rabu (6/11).

PKL se-Indonesia bertema "Merebut Kekuatan Ekonomi Menuju Kepemimpinan Nasional Yang Berdaulat". Kegiatan ini rencanaya berlangsung selama enam hari. Persitiwa nasional ini disambut baik Bupati Bantaeng.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sudah menjadi kewajiban anak bangsa untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing sehingga mempunyai karakter kepemimpinan masa depan,” kata Nurdin Abdullah kepada sejumlah pengurus PMII.

PKL ini merupakan salah satu program kerja PC PMII Bantaeng masa khidmat 2013-2014. Dalam PKL, sejumlah isu dibahas seperti Pertahanan Nasional, Keislaman, Geo-ekopol, situasi internasional, nasional, dan lokal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penempatan PKL di Bantaeng diharapkan mampu meningkatkan dan memperkenalkan wisata kabupaten Bantaeng ke seluruh sahabat-sahabat cabang se-Indonesia yang bertepatan hari jadi Butta toa Bantaeng.

Ketua PC PMII Bantaeng Ahmad Makmur mengatakan, sejak hadirnya PMII di Bantaeng pada 1999 hingga kini telah melahirkan berbagai kader kompetens di basis pengetahuan ke-PMII-an. Bantaeng layak dijadikan tempat PKL se-Indonesia karena laju perkembangan pembangunan daerahnya, pelayanan publiknya, destinasi wisatanya yang memadai hingga sampai keterbukaan pemerintahan daerah yang selalu respon dengan kegiatan positif kepemudaan dan kemahasiswaan.

“Itu semua menjadi patokan atau tolak ukur kelayakan kabupaten Bantaeng dijadikan pusat kegiatan PKL PMII,” tegas Makmur.

Ketua PKC PMII Sulsel Ismail Mangngaga mengatakan, dengan jadwal padat materi di kegiatan ini, para peserta dituntut untuk berkosentrasi penuh. Jika tidak, mereka akan melewatkan pemateri-pemateri berkompten di bidangnya yang didatangkan panitia. Sedangkan susunan materi yang disusun panitia mengacu pada silabus terbitan PB PMII. (Ahmad Qkho/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Cerita, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Meskipun disebut sebagai Kota Santri, tingkat kejahatan dan tindakan kurang patut dan mengarah kriminalitas di Kabupaten Jombang Jawa Timur masih tinggi. Peredaran narkoba juga cukup memprihantinkan. Belum lagi kian bertambahnya jumlah anak jalanan. Sebagai solusi, harus ada usaha untuk mendirikan madrasah diniyah atau Madin di setiap desa.

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Hal tersebut disampaikan Ny Hj Mundjidah Wahab pada kegiatan wisuda hafidh di Pondok Pesantren Nurul Quran yang berlokasi di Desa Bendungrejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (2/9) malam.

"Saya saksikan sejumlah anak muda lebih memilih mengisi aktifitas di kawasan lampu merah sambil ngamen daripada bersama keluarga," kata perempuan yang juga Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut.

Mereka adalah generasi muda yang harusnya mengisi hidup dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. "Tapi yang dilakukan mereka sangat memprihatinkan," ungkap Nyai Mundjidah.

Bagi putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut, perbaikan karakter adalah solusi agar anak muda tidak terjerumus dengan hal negatif. "Salah satunya adalah mengenalkan mereka dengan pendidikan agama layaknya di pesantren," tandas Wakil Bupati Jombang ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Konsekuensi sebagai Kota Santri yang melekat pada Kabupaten Jombang, maka Nyai Mundjidah akan berupaya menghadirkan madrasah diniyah (madin) di setiap desa. "Ini sebagai jawaban agar sejumlah penyakit masyarakat khususnya yang menghinggapi generasi muda bisa segera ditemukan jalan keluarnya," katanya.

Karena itu dirinya sangat salut kepada para wisudawan penghafal Al-Qur’an yang justru mengisi hari dengan aktivitas bermanfaat. "Kalianlah yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat," katanya.

Diharapkan kehadiran para wisudawan penghafal kalamullah tersebut nantinya bisa menyemarakkan madin yang ada di setiap desa. "Saya yakin bila upaya pendirian madin di setiap desa nantinya akan mampu menekan angka kriminalitas, khususnya para generasi muda," tandasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 20 November 2017

Keistimewaan Ramadhan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Keistimewaan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keistimewaan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keistimewaan Ramadhan

Sidang Jumat yang berbahagia,

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, yang memperkenankan kita semua diberikan berbagai macam kenikmatan sehingga insya Allah kita sama-sama memasuki bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang penuh ampunan, yakni bulan suci Ramdhan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salawat dan salam marilah kita sanjungkan ke haribaan Nabi besar Muhammad SAW, Nabi pembawa kedamaian, Nabi yang penuh dengan kesantunan, Nabi yang mengajarkan agar kita dapat hidup saling berdampingan dengan rukun, akur, dan saling menghormati dengan seluruh umat manusia. Mudah-mudahan kita semua yang hadir di tempat yang mulia ini dapat meniru dan meneladani akhlak mulia beliau, baik dalam bertutur kata, bersikap, dan berkeyakinan sebagai umat Islam yang mampu memberikan kasih sayang antar sesama ciptaan Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Sebagai salah satu rukun khutbah Jumat, khatib berwasiat terhadap diri khatib dan mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa berusaha dengan semaksimal mungkin agar kita menjadi golongan yang muttaqin, orang-orang yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dan orang-orang yang kontributif bagi peradaban kemanusiaan.

Sidang Jumat yang berbahagia,

Segala sesuatu, baik ruang dan waktu, itu memiliki keistimewaan. Dari seluruh tempat yang ada di permukaan bumi ini, ada wilayah yang istimewa, yakni Makkah Al-Mukarramah. Dari wilayah Makkah Al-Mukarramah, ada bagian tertentu yang sangat istimewa, yakni Masjidil Haram. Di Masjidil Haram ini, ada bagian tertentu yang paling istimewa lagi, yakni Ka’bah Al-Musyarrafah. Ka’bah inilah yang menjadikan Makkah Al-Mukarramah menjadi penting bagi kita semua. Di samping telah melahirkan berbagai peradaban kemanusiaan, Ka’bah menjadi kiblat ibadahnya umat Islam dari seluruh dunia. Sehingga Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa shalat di Masjidil Haram Makkah ini bernilai 100.000 kali lipat dibanding dengan shalat di tempat lainnya. Beliau bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1.000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Demikian juga waktu, dari rangkaian 24 jam dalam sehari, ada waktu yang sangat istimewa, yakni pada sepertiga malam terakhir. Di saat itulah waktu istimewa dan mustajab bagi kita untuk memanjatkan doa-doa dan pinta kepada Allah SWT. Demikian juga, dari 12 bulan dalam setahun, ada bulan yang sangat istimewa, yakni bulan suci Ramadhan.

Sidang Jumat yang berbahagia,

Lalu, mengapa bulan suci Ramadhan ini menjadi bulan yang paling istimewa?

Secara kebahasaan, terminologi “ramadhan” dalam bahasa Arab itu berasal dari kata dasar “ra-ma-dha“ yang berarti panas yang menyengat, panasnya batu, teriknya panas sinar matahari. Oleh karenanya, kata ramadhan itu berarti "membakar". Hal ini sesuai dengan hakikat bulan Ramadhan, bahwa meskipun di siang hari yang begitu panas-menyengat kita tidak diperbolehkan untuk minum dan makan apa pun. Sebab, ramadhan pada dasarnya adalah “membakar” dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Seorang muslim yang berpuasa, menahan panas dan kelaparan maka haus dan panasnya berpuasa itu merupakan simbol untuk membakar dosa-dosa.

Bulan Ramadhan merupakan ruang waktu yang tepat untuk memaksimalkan diri kita menjadi orang yang benar-benar taqwa. Firman Allah menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Jika dilihat ayat ini, di antara tujuan disyariatkannya berpuasa adalah menjadikan diri kita sebagai orang yang taqwa. Apa itu taqwa? Taqwa sesungguhnya adalah suksesnya kita sebagai manusia, yang mampu menjalankan fungsi kehambaan kepada Allah dan pemimpin di alam raya. Sebagai hamba, manusia diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah. Hal ini dinyatakan dalam firman-Nya:

?

? ? ? ? ? ?

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS al-Dzariyat [51]: 56)

Fungsi kehambaan (abid) relasinya adalah dirinya secara personal kepada Tuhannya. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Tuhan (khaliq) sehingga berkewajiban untuk berterima kasiih kepada-Nya. Ia harus patuh, tunduk, tanpa reserve terhadap apa pun yang diperintahkan oleh Tuhan. Siapa yang melanggar akan ketentuan itu dinyatakan sebagai orang yang mengingkari akan hakikat dirinya.

Dalam QS. al-Dzariyat [51]: 56 di atas secara tegas dikatakan bahwa manusia merupakan yang diciptakan (makhluq) sedangkan Tuhan sebagai yang menciptakan (khaliq). Keterciptaan manusia ini membuat keharusan bagi manusia untuk beribadah, menyerahkan diri secara total kepada Tuhan. Penyerahan diri kepada Tuhan ini dalam banyak hal tidak mengedepankan validitas secara rasional. Oleh karena itu, jika dinyatakan dalam bentuk garis maka fungsi kehambaan ini dapat digambarkan dengan garis vertikal, di mana posisi Tuhan berada di atas sedangkan manusia berada di bawah.

Patut digarisbawahi bahwa bentuk-bentuk kehambaan ini memiliki muatan dan fungsi-fungsi sosial yang perlu diimplementasikan secara sosial. Sebab, yang membutuhkan penyembahan manusia bukanlah Tuhan, tetapi manusia itu sendiri. Tuhan bukanlah Dzat yang memiliki kebutuhan, oleh karenanya Dia tidak bersifat kurang (naqish). Akan tetapi, justru manusialah yang membutuhkan akan makna sosial dari bentuk-bentuk kehambaan ini. Oleh karena itu, orang yang berhasil dalam beribadah adalah orang yang mampu memanivestasikan muatan dari praktek ibadah itu dalam ranah sosial.

Sebagai pemimpin di alam raya (khalifah fil ardl), manusia adalah makhluk yang diberi kepercayaan oleh Allah SWT. untuk memakmurkan bumi dan alam semesta ini. Relasinya adalah manusia dengan sesama manusia dan dengan alam semesta. Firman Allah menyatakan:

? ? ? ? ?

”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS al-Baqarah [2]: 30)

Sebagaimana makna asal katanya, khalifah di sini dipahami sebagai wakil Tuhan untuk mengurus, mengelola, mengayomi, memakmurkan, dan memanfaatkan segala isi yang ada di muka bumi. Di samping itu, fungsi kekhalifahan ini juga menegaskan secara meyakinkan akan terbentuknya tatanan pranata sosial yang adil, demokratis, setara, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Antara satu dengan yang lainnya memiliki relasi yang sama besar dan sama kuat. Di antara mereka tidaklah dianggap sebagai subordinasi. Oleh karena itu, secara historis-sosiologis kehidupan keduniaan harus didasarkan atas kevalidan secara rasional. Jika diwujudkan dalam bentuk gambar maka tugas kekhalifahan ini akan membentuk garis horizontal, ujung satu dengan yang lainnya adalah manusia yang memiliki relasi kesejajaran.

Dalam Islam, kedua fungsi di atas harus dapat disinergikan secara seimbang. Tuntutan kehambaan harus dapat diwujudkan secara seimbang dengan tuntutan kekhalifahan. Tidak dianggap sebagai orang yang baik (insan kamil) jika ia hanya mampu menjalankan fungsi-fungsi kehambaannya, sementara fungsi sosial-kemanusiaan terbengkalai. Demikian juga sebaliknya, bukanlah orang yang baik jika ia hanya mementingkan tugas-tugas kekhalifahan sementara tugas kehambaannya tidak diaktualisasikan. Dengan demikian, manusia yang bertaqwa adalah manusia yang mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan sukses baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah di muka bumi secara seimbang.

Sidang Jumat yang berbahagia,

Banyak sekali sindiran Allah Swt. kepada orang yang hanya memenuhi salah satu tugas dengan mengabaikan tugas lainnya. Di dalam Islam, ritual ibadah selalu memiliki dua hal yang dilakukan secara integral: formalistik dan substansialistik. Tidak ada ibadah dalam Islam yang hanya dianjurkan secara aspek formalistik semata, demikian juga kebalikanya. Antara formalistik dan substansialistik harus dilakukan secara seimbang. Dalam kasus ibadah puasa, hadis Nabi menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Orang yang melakukan ibadah puasa tidak akan mendapatkan balasan apa pun disebabkan dirinya tidak mampu membangun harmoni dalam kehidupan sosialnya. Pikiran, gerakan, lisan, dan anggota tubuh lainnya tidak terjaga dari perilaku destruktif. Meski berpuasa, jika lisan dan tidakannya tidak terkontrol maka tidak akan mendapatkan balasan apa pun. Oleh karenanya, orang yang berpuasa hendaknya lisannya juga terjaga dari umpatan-umpatan, caci maki dan ujaran kebencian, di berbagai kesempatan, terlebih dalam forum keagamaan. Jangan sampai ruang keagamaan yang bersifat sakral itu dikotori dengan ujaran kebencian yang justeru menghilangkan kesucian dalam beribadah. Orang yang berpuasa hendaknya mampu menunjukkan sikap kasih sayang terhadap sesama, menghargai dan menghormati kepada orang lain.

Sidang Jumat yang berbahagia,

Alasan lainnya mengapa bulan Ramadhan menjadi istimewa adalah karena bulan Ramadan yang di dalamnya dilakukan ibadah puasa itu merupakan media efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam teori tasawuf dijelaskan bahwa manusia itu terdiri atas 2 (dua) unsur, yakni unsur nasut? (kemanusiaan) dan unsur lahut? (ketuhanan). Unsur lahut merupakan sifat-sifat yang baik (immaterial), seperti kesucian, keabadian, kedamaian, kebaikan, ikhlas, menghargai, empati, jujur, dan lain-lain. Sementara unsur nasut merupakan sifat-sifat materialistik-hedonistik yang melekat pada manusia, seperti sikap hidup hedonis, berorientasi pada materi, pamrih, permusuhan, adu-domba, ketegangan sosial, dan lain-lain. Ibadah puasa sesungguhnya mem-fana-kan unsur nasut, dan dalam waktu bersamaan mem-baqa-kan unsur lahut. Puasa itu menimalisasi bahkan menghilangkan sikap hedonistik-materialistik, adu domba, caci maki, ujaran kebencian dan lan-lain dan dalam waktu bersamaan mengaktifkan oreintasi yang bersifat keabadian, kebaikan, kedamaian, kejujuran, kelemahlembutan, empati, menghargai orang lain, dan lain-lain. Jika sifat-sifat Tuhan atau unsur-unsur lahut yang terbiasa di dalam diri kita maka potensi kita untuk semakin dekat dengan Allah SWT semakin tinggi. Oleh karenanya, kita bisa memahami mengapa kemudian Rasulullah SAW menyampaikan hadits Qudsi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya."

Inilah kandungan yang luar biasa di dalam ritualitas ibadah puasa.

Sidang Jumat yang berbahagia,

Dengan memahami hakikat dan kandungan yang luar biasa dari ibadah puasa itu, maka sudah sewajarnya Allah SWT menempatkan bulan ramadhan sebagai bulan yang sangat istimewa. Bahkan, karena keistimewaanya itu, Allah SWT memberikan reward bagi kita yang mau mengisinya dengan kebaikan-kebaikan. Di bulan Ramadan-lah pintu-pintu ampunan dan kasih sayang Allah terbuka lebar. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di siang hari, diwajibkan berpuasa, sementara di malam harinya disunnahkan untuk memperbanyak shalat malam. Di bulan ini, melakukan satu kewajiban itu berpahala seperti menjalankan 70 kewajiban di bulan lainnya. Atas besarnya keagungan Ramadhan ini, Nabi menyampaikan, “Seandainya semua manusia mengetahui besarnya rahmat yang diturunkan di bulan Ramadan, pasti mereka mengusulkan agar setahun penuh berisi Ramadan.”

Demikianlah, uraian singkat khutbah Jumat ini. Semoga ada manfaatnya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan umur yang panjang sehingga kita dapat menyambut kedatangan Ramadhan dan mengisinya dengan berbagai amal kebaikan, sehingga kita benar-benar menjadi orang yang muttaqin, sukses menjalin hubungan dengan Allah SWT di samping dengan sesama umat manusia, serta mampu mendekatkan diri dengan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ?.



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?".

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ? ? ?.

? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Suwendi, Pendiri Pondok Pesantren Nahdlah Bahriyah Cantigi Indramayu



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 17 November 2017

Mendokumentasikan Kisah Ajengan dari Mulut ke Mulut

Penulisan sejarah hidup dan perjuangan ajengan Sunda (Jawa Barat) masih terbilang langka, termasuk di Cianjur. Padahal daerah tersebut banyak melahirkan ajengan yang memiliki jaringan kaliber nasional, bahkan yang dikenal sampai mancanegara.

Perjuangan para ajengan yang senantiasa menjadi pemimpin dan panutan masyarakat tidak kecil. Selain mencerdaskan masyarakat, mereka juga bahkan memperjuangankan dan merebut kemerdekaan. Namun, sekali lagi, peran para ajengan tersebut masih dalam cerita lisan.?

Oleh karena itulah Rudy Asyarie dan Ending Bahrudin mengupayakan menuliskannya pada buku berjudul “Ulama Jumhur dari Cianjur”. Menurut penulis buku tersebut, pada pengantarnya, memamg sejarah dan perjuangan ajengan terus hidup karena diceritakan dari mulut ke mulut.

Mendokumentasikan Kisah Ajengan dari Mulut ke Mulut (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendokumentasikan Kisah Ajengan dari Mulut ke Mulut (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendokumentasikan Kisah Ajengan dari Mulut ke Mulut

Namun, cerita tersebut dikenal terbatas pada lingkup keluarga pesantren dan para santrinya. Sebagian ada yang dituliskan dalam bentuk selebaran yang dibuat pada momentum haul seorang ajengan, sebagian di beberapa media cetak dan daring. (hal. Xiiv)

Kedua penulis mengaku mendasarkan penulisannya pada sumber tersebut, pihak keluarga dan para santri ajengan-ajengan tersebut.?

Buku menyebutkan, sebetulnya Cianjur dihuni manusia sejak 3000-4000 tahun lalu. Bukti keberadaannya adalah situs gunung Padang, berupa bukit batu megalitikum. Hanya punden berundak itu yang menunjukkan adanya ciri-ciri bahwa manusia pernah ada waktu itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kemudian penulis menarik sejarah pendirian Cianjur dari masa datangnya Dalem Cikundul atau dikenal sebagai Raden Aria Waratanudatar I. Ia adalah putra dari Wangsa Goparana, keturunan Prabu Siliwangi yang telah memeluk agama Islam.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Raden Aria Waratanudatar I mendapatkan tugas dari ayahnya untuk menyebarkan Islam ke wilayah Priangan Barat dengan menetap di daerah Cianjur sekarang. Ia hijrah ke daerah itu dengan membawa sekitar 313 kepala keluarga.?

Sebelumnya, ia pernah nyantri di sebuah pesantren di Gunung Jati, Cirebon. Sehingga suasana keberagamaan Islam di wilayah barunya itu sangat terasa karena dipimpin seorang dalem yang ahli agama. Dalem inilah yang kemudian banyak melahirkan kiai. (hal 8-10).?

Buku ini memuat 25 profil ajengan. Mereka adalah kiai yang lahir di Cianjur dan menyebarkan agama di Cianjur seperti Mama Ajengan KH Ahmad Syatibi, beberapa kiai kelahiran Cianjur yang terkenal di luar daerah seperti Mama Ajengan KH Abdullah bin Nuh, kiai yang dibuang Belanda ke Cianjur yaitu KH Asnawi Banten, kiai kelahiran daerah lain yang terkenal yang sebelumnya pernah berguru di Cianjur seperti KH Sohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom), serta kiai dari luar negeri (Singapura) yang memiliki hubungan dengan Cianjur, Guru Haji Isa.?

Salah satu kiai dalam buku tersebut adalah Mama Ajengan Syatibi. Ia adalah guru dari ajengan-ajengan Jawa Barat. Silsilah leluhur terhubung kepada Rasulullah SAW karena masih keturunan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan, Tasikmalaya.?

Pada masa nyantrinya, Mama Ajengan Syatibi dikenal cerdas. Pada usia 16 tahun, ia berguru kepada Mama Ajengan Adzro’i, Garut. Di pesantren tersebut ia mampu menghafalakan kitab Nadhom Al-Maqsud, Kailany, Amrity, Alfiyah ibnu Malik, Samarqandy, Jauhar Maknun, dalam waktu 40 hari.?

Mama Syatibi kemudan berguru kepada Mama Gudang, Tasikmalaya, selama 9 tahun. Kemudian melanjutkan pencarian ilmunya ke tanah suci Makkah, kepada Syekh Hasbullah.?

Ada cerita kecerdasan Mama Syatibi ketika berguru kepada Syekh Hasbullah. Suatu ketika, Syekh Hasbullah meminta semua muridnya untuk meneliti kitab Tuhfatu Muhtaj kemudian menuangkan penelitian tersebut dalam bentuk catatan. Para muridnya mengikuti anjuran tersebut, termasuk Mama Syatibi.?

Keesokan harinya, Syekh Hasbullah memeriksa buku muridnya. Ia tertegun ketika mendapati catatan Mama Syatibi.?

Kemudian Syekh Hasbullah mengatakan kepada murid-muridnya bahwa pengajian kitab Tuhfatul Muhtaj dibatalkan karena ia harus berguru terlebih dahulu kepada Mama Syatibi. (hal. 26)

Namun sayangnya, buku tersebut tidak melacak secara detil tahun-tahun penting dan karya para ajengan tersebut. Serta banyak salah ketik yang tidak perlu, yang tentunya mengganggu pembaca. Dan tentu saja, sebagaimana diakui penulisnya, masih banyak fragmen hidup kiai yang ditulis yang tidak tercantum. Juga ajengan-ajengan lain yang belum termasuk dalam buku tersebut.?

DATA BUKU

Judul : Ulama Jumhur dari Cianjur

Penulis ? ? ? ? : Rudy Asyarie dan Ending Bahrudin

Penerbit : Yaspumah Cianjur

Cetakan 1 : 2016?

ISBN : -

Tebal : 120 halaman

Peresensi : Abdullah Alawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 12 November 2017

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso

Bondowoso, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Menteri Sosial Republik Indonesia Hj. Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bansos non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di pendopo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (3/8). Bantuan itu diserahkan kepada ibu-ibu Keluaga Penerima Manfaat (KPM) untuk anak sekolah (pendidikan).

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Berikan Bansos di Bondowoso

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu mengatakan, bantuan itu juga agar digunakan untuk ibu hamil, balita untuk menambah gizi supaya ana sehat. Sementarta ibu yang memilik anak di SD, SMP dan SMA untuk biaya tambahan sekolah.

"Saya ingin ibu memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Bapak Presiden berpesan, kalau ada yang menggunakan di luar dari tambah gizi dan anak sekolah; awas lho kartunya bisa dicabut. Jadi, manfaatkan sebaik-baiknya," pintanya.

Ia mengutip perkataan Presiden Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terus membaik. Dengan demikian, jika pertumbuhan itu terjaga dan terus membaik, bantuan seperti itu akan ditambah.?

“Alhamdulillah," kata Khofifah yang diikuti alhamdulillah ibu-ibu KPM.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Doakan Bapak Presiden sehat. Doakan Pak Wapres sehat. Doakan ekonomi kita membaik. Doakan bangsa kita aman," pinta Khofifah lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan itu, Khofifah menyaksikan simulasi penarikan bantuan sosial PKH non-tunai oleh aagen BNI dan atm mobil BNI. Hadir pada kesempatan itu Bupati Bondowoso H Amin Said Husni beserta wakilnya, Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir, Sekda Bondowoso, Forpimda, Polres, dan Dandim 0822. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menyelenggarakan Pembekalan pra-kuliah bagi 29 santri peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama yang diterima di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya (7/8), Dirjen PD Pontren Ace Saefudin memberikan sambutan sekaligus membuka acara “Pembekalan dan Peningkatan” kualitas puluhan santri PBSB yang diterima di jurusan Tasawuf Psikoterapi di kampus setempat.

Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah

Selama satu pekan, para santri calon mahasiswa diberikan banyak meteri-materi yang menunjang perkuliahan, di antaranya materi perkenalan jurusan, antropologi kampus, motivasi belajar, metode pembelajaran berbasis IT, manajemen kewirausahaan, dan lain-lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usep Dedi Rustandi saat menyampaikan materi manajemen kewirausahaan menjelaskan, teori-teori manajemen entrepreneurship seharusnya juga bisa diterapkan dalam dunia akademik, seperti dapat lulus dengan nilai bagus. Tentu juga ada usaha-usaha yang anda bisa dapatkan keuntungan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Manajemen entrepreneurship harus kita pahami, karena sadar atau tidak sadar kita akan mengerjakan hal itu,” ujar sekretaris PCNU Kabupaten Bandung ini di hadapan puluhan santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Dosen jurusan Tafsir Hadist tersebut menambah, prinsip-prinsip dalam wirausaha dapat digunakan dalam belajar, seperti mengatur waktu. Waktu tetap akan berjalan tapi antara dikelola dan tidak tentu akan berbeda hasilnya. “Targetnya jelas apabila kita manage waktu dengan baik,” tegasnya, Rabu (12/8).

Sementara itu, salah satu santri PBSB Asrizal mengungkapkan, bahwa dirinya mengikuti program ni karena dirinya Ingin meringankan beban orang tua. “Karena apabila mengukuti PBSB orangtua tidak terbebani lagi,” terangnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Kamis (14/8).

Selain karena ia tertarik muatan ilmu psikologi yang dikaji dalam jurusan Tasawuf Psikoterapi, ia juga masih berkeinginan belajar di pesantren. Sebab, santri yang nanti bakal menjadi mahasiswa peserta PBSB wajib kembali tinggal di pesantren.

Menurut Asrizal, pembekalan pra-kuliah ini sangat penting untuk menunjang pendidikan ke depannya. “Di dalamnya diajari manajemen pendidikan di pesantren dan kampus, apalagi pematerinya orang-orang pintar,” kata santri asal Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone di bawah asuhan KH. Nasarudin Umar, Musytasar PBNU.

Asrizal berharap, pembelajaran ke depannya dapat lebih efektif. Karena ia meyakini kesuksesan tergantung usahanya. “Saya ingin menjadi seorang konselor di pesantren saya nanti. Saya ingin membuka klinik di kampung saya, supaya dapat membantu masyarakat yang nanti membutuhkan konsultasi kejiwaan,” harapnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Syariah, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Fatayat NU: Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Angka kematian ibu hamil dan bayi di Indonesia, hingga saat ini, masih sangat tinggi. Diperlukan peningkatan pendidikan kesehatan kepada perempuan di negeri ini.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pucuk Pimpinan Fatayat NU, Maria Ulfah Anshor, di sela-sela acara Roundtable Discussion “Memperkuat Advokasi Kesehatan Perempuan”, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (14/1).

Fatayat NU: Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU: Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU: Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi

Selain itu, ungkapnya, masalah lain yang dihadapi bangsa Indonesia adalah semakin meningkatnya angka pengidap penyakit HIV/AIDS serta pengidap anemia.

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Fatayat NU, katanya, kini terus melakukan sesuatu yang terbaik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, sebagai wujud kepedulian terhadap masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Kita sedang melihat bersama-sama, apa yang bisa kita lakukan dan apa yang bisa kita sumbangkan untuk bangsa kita. Apakah melaui perubahan sistemnya atau melalui penyadaran masyarakat,” katanya.

Maria menambahkan, pihaknya telah lama melakukan gerakan pendidikan dan advokasi kesehatan perempuan. Itu dilakukan tak hanya di pusat, tapi juga sampai ke kecamatan-kecamatan.

"Kongkritnya, Fatayat NU punya layanan informasi kesehatan reproduksi perempuan sampai ke tingkat kecamatan," kata anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI itu.

Selain itu, lanjut Maria, pihaknya juga sangat memperhatikan masalah Keluarga Berencana (KB). Sebab, pertumbuhan penduduk di Indonesia tergolong sangat cepat. "Sepuluh tahun yang akan datang kita bisa kesulitan mencari lahan," tuturnya. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 11 Oktober 2017

Pesantren Membentuk Generasi Bertakwa

Oleh KH MA Sahal Mahfudh. Setiap institusi agama ataupun yang lain, memberikan kedudukan sangat penting bagi ilmu pengetahuan. Dalam Islam, ilmu pengetahuan menduduki posisi utama, karena ia adalah sarana yang paling tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Dalam kaitan ini, Rasulullah bersabda: "Barang siapa menghendaki kehidupan dunia, maka ia harus berilmu, begitu juga apabila ia menghendaki kehidupan akhirat. Apalagi jika ia menghendaki keduanya (dunia dan akhirat)".

Yang dimaksud science di sini adalah ilmu pengetahuan dalam pengertian yang luas, bukan dalam batasan satu nilai atau disiplin tertentu. Secara kontinyu ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat dan sangat dipengaruhi oleh aspek kehidupan yang luas, mulai dari ekonomi, sosial, budaya dan juga apresiasi intelektual masyarakat. Akan tetapi di balik itu, proses perkembangan tersebut sangat bergantung pada lembaga pendidikan.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan dengan totalitas kepribadiannya yang khas, selalu memberikan kebebasan untuk menentukan pola dinamis kebijaksanaan pendidikannya. Sehingga setiap tawaran pengembangan, baik benupa transfer dari luar (non-pesantren) mau pun atas prakarsa sendiri, tentunya akan melalui sektor pertimbangan dari dalam pesantren sendiri yaitu pertimbangan tata nilai yang telah ada dan berlaku di pesantren selama ini.

Pesantren Membentuk Generasi Bertakwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Membentuk Generasi Bertakwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Membentuk Generasi Bertakwa

Istilah "pesantren" mulai dikenal sejak pertama kali lembaga itu didirikan. Untuk mengetahui sejarah pesantren, ada beberapa pendapat yang umum berlaku. Di antaranya disebutkan, pertama kali pesantren didirikan oleh Sunan Malik Ibrahim di Gresik pada awal abad ke-17 (tahun 1619 M).

Dalam perjalanannya, pesantren begitu mengakar di tengah-tengah masyarakat dengan prestasi yang sangat kentara, yaitu munculnya para alumni pesantren yang mendapat legitimasi dari masyarakat sebagai ulama atau kiai yang tangguh dan mampu mengembangkan dirinya di bidang keilmuan agama Islam, dibarengi dengan kepekaan yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial dan lingkungan. Hal ini berangkat dari titik tekan pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin yang senantiasa dipertahankan dan kemauan membuka diri dari segala perubahan dan perkembangan zaman.

Akan tetapi, satu dan lain hal yang perlu dimengerti adalah keteguhan sikap para pendiri pesantren yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda pada waktu dulu, sehingga segala bentuk kegiatan pendidikan pesantren tidak diproyeksikan untuk memproduksi tenaga kerja. Maka, ijasah-ijasah formal pun pada awalnya sama sekali tidak dikenal oleh kalangan pesantren. Pesantren hanya terfokus pada pandangan dasar thalab al-ilmi li wajhi Allah. Prinsip demikian ini masih dapat ditemui di beberapa pesantren sampai sekarang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sistem pendidikan pesantren yang ditempuh selama ini memang menunjukkan sifat dan bentuk yang lain dari pola pendidikan nasional. Akan tetapi hal ini tidaklah bisa diartikan sebagai sikap isolatif, apalagi eksklusif pesantren terhadap komunitas yang lebih luas. Pesantren pada dasarnya memiliki sikap integratif yang partisipatif terhadap pendidikan nasional.

Pendidikan nasional yang tertuang dalam GBHN bertujuan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kecerdasan, keterampilan, budi pekerti luhur dan akhlak yang mulia. Dari sinilah, meskipun pola penyelenggaraan pendidikan pesantren berbeda dengan pendidikan nasional, akan tetapi ia tetap merupakan suatu lembaga pendidikan yang mendukung dan menyokong tercapainya tujuan pendidikan nasional. Secara institusional dan melalui pranata yang khas, pesantren merangkum upaya pengembangan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan dasar pendidikannya.

Pola dasar pendidikan pesantren terletak pada relevansinya dengan segala aspek kehidupan. Dalam hal ini, pola dasar tersebut merupakan cerminan untuk mencetak santrinya menjadi insan yang shalih dan akram. Shalih, berarti manusia yang secara potensial mampu berperan aktif, berguna dan terampil dalam kaitannya dengan kehidupan sesama makhluk. Filosofi "shalih" diambil dari surat Al-Anbiya 105:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada orang-orang yang shalih”.

Sehingga untuk melestarikan bumi seisinya beserta seluruh tatanan kehidupannya, pesantren coba membekali santrinya dengan ilmu pengetahuan yang punya implikasi sosial menyeluruh dan mendasar. Seperti: ilmu pertanian, ilmu politik, teknologi, perindustrian, ilmu kebudayaan dan lain sebagainya. Menurut kalangan pesantren, pengkajian ilmu-ilmu semacam itu bersifat kolegial (fardlu kifayah).

Sementara "akram" merupakan pencapaian kelebihan dalam kaitan manusia sebagai makhluk terhadap khaliqnya, untuk mencapai kebahagian di akhirat, seperti firman Allah dalam Al-Quran:

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu seklian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.”

Dalam kaitan ini, pesantren secara institusional telah menekankan pendalaman terhadap ilmu pengetahuan keagamaan (tafaqquh fiddin).

Berangkat dari sikap pendirinya pada sebelum masa kemerdekaan yang sama sekali tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda, maka pesantren praktis menolak campur tangan pemerintah. Akibatnya kesan tertutup dan eksklusif begitu lekat di tubuh pesantren. Akan tetapi setelah masa kemerdekaan, pesantren mulai membuka diri seluas-luasnya kepada ‘dunia luar’ dengan digalangnya banyak kerjasama antara pesantren dan pemerintah atau dengan lembaga-lembaga lain, seperti LSM-LSM di negeri ini.

Macam dan bentuk pesantren yang amat banyak, sebanyak kiai yang mempunyai otoritas tertinggi atas pesantren, adalah hal yang selama ini menjadi sorotan para ahli dan pengamat masalah pesantren. Namun justru dari keberagaman bentuk pesantren inilah, akan dapat dicapai insan kamil. Adalah mustahil, bila kesempurnaan tersebut dicapai dengan bentuk pendidikan yang hanya satu macam.

Pesantren dengan tujuan utamanya mencetak insan yang shalih dan akram, merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai implikasi dunia dan akhirat. Tidak hanya shalih saja, akan tetapi juga akram. Keduanya haruslah tidak terpisahkan, sehingga di samping mendalami ilmu-ilmu keagamaan, pesantren juga harus mulai mendalami ilmu pengetahuan umum. Apalagi pesantren telah melebarkan sayap dengan membentuk lembaga madrasah sebagai lembaga pendidikan klasikal dan perguruan tinggi yang kian hari semakin ditingkatkan mutu manajerialnya dan proses belajar mengajarnya.

Pesantren yang lahir dan berbasis di pedesaan, di dalamnya terbentuk suatu miniatur kehidupan masyarakat luas. Ia adalah sebuah lembaga yang memiliki kemnungkinan dan kesempatan besar membentuk kader berwawasan sosial dan peka terhadap lingkungannya, di samping memupuk ketakwaan terhadap Allah SWT.

Prospek pengembangan ilmu pengetahuan merupakan tanggung jawab semua kalangan lembaga pendidikan, tanpa memandang pada dasar pendidikan yang dianut. Hanya saja, skala prioritas penekanan terhadap ilmu pengetahuan yang dikembangkan, berlainan antara satu lembaga pendidikan dengan yang lain. Sementara pesantren lebih menekankan pada pengetahuan yang sesuai dengan dasar pendidikannya, sesuai dengan nafas dan tuntutan Islam.

Untuk lebih mendukung adanya pengembangan ilmu pengetahuan secara pesat, pesantren masih saja memperhatikan sistem pendidikannya sendiri. Dalam hal ini, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilaksanakan, sejauh tetap menyelamatkan nilai-niilai dan identitas pesantren, sehingga tidak hanyut oleh perubahan-penubahan. Dalam kaitan ini, pesantren memiliki prinsip:

“Memelihara sistematika dan metodologi lama yang masih relevan dan mengambil serta mengembangkan cara baru yang lebih baik".

Dengan demikian pesantren tidak akan pernah terkesan sebagai lembaga pendidikan konvensional yang menutup diri dan mengisolasi dari perkembangan kehidupan.

?

*) Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Nuansa Fiqih Sosial, 2004 (Yogyakarta: LKiS). Tulisan ini pernah disampaikan dalam Dinamika Islam RRI Stasion Regional I Semarang, Sahur ke-18 Ramadlan 1412 H. Judul asli Pesantren Membentuk Generasi Iptek dan Bertakwa.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock