Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mustasyar PBNU KH.Syaroni Ahmadi mengawali pengajian bulan Ramadhan di Masjid Menara Kudus, Ahad Fajar (12/6) lalu. Pada hari kedua, Senin (13/6), kiai kharismatik ini melanjutkan mengkaji kitab Tafsir Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 122-125..

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam

Pada kesempatan itu, KH Syaroni menerangkan tentang syafaat bagi umat Islam. Diterangkan, pengertian syafaat adalan meminta pertolongan kebaikan kepada orang lain untuk orang lain pula.

?

"Memahami bab syafaat sangat rumit sekali sehingga perlu penjelasan yang luas.Kadang-kadang disebut syafaat itu ada, kadang-kadang pula tidak ada. Keterangannya sama-sama dari Al-Quran," kata kiai yang biasa disapa Mbah Syaroni dengan bahasa Jawa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Ia menjelaskan syafaat bagi umat Islam akan ada di dunia dan di akhirat nanti. Sementara bagi orang kafir, hanya didapat di dunia tetapi di akhirat tidak mendapatkannya.

?

"Ayat-ayat Al-Quran? yang menyebut tidak ada syafaat itu keterangan dikhususkan bagi orang kafir yang di akhirat tidak mendapatkannya.Bahkan di hari kiamat, orang kafir pada ngomong sambil menangis, misal dikembalikan lagi hidup di dunia mereka akan memilih menjadi Islam. Karena mereks melihat umat islam bisa saling memberi pertolongan," urai Mbah Syaroni.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Di antara yang bisa memberi syafaat orang Islam di hari kiamat nanti, lanjut mbah Syaroni, adalah Kanjeng Nabi, Al-Quran dan puasa. Diuraikan, Nabi Muhammad menjadi salah satu nabi yang memiliki doa mustajab yang akan digunakan untuk menolong memberikan syafaat secara merata bagi umatnya yang tidak musyrik pada hari akhir nanti.

?

"Semua umat Islam yang tidak musyrik akan menerima syafaat kanjeng Nabi. Karenanya, ulama sepuh dulu sering mengucapkan syi’iran ‘huwal habibul ladzi turja syafaatahu.. tujuannya untuk mengharap syafaatnya Nabi," imbuh Mbah Syaroni.

?

Dijelaskan pula, puasa dan Al-Quran akan menjelma menjadi makhluk besar gagah dan ganteng yang akan memberi syafaat kepada umat Islam. "Ketika mau memberi syafaat, kedua makhluk itu (jelmaan puasa dan Quran) meminta izin kepada Allah, dan Allah mengizini.

?

"Puasa dan Quran bilang Gusti orang ini selalu puasa menahan lapar, mengekang hawa nafsunya dan selalu membaca alquran tiap malam, bolehkah sya memberi syafaat orang ini? Allah menjawab ya silahkan," tutur mbah Syaroni seraya mengutip keterangan hadits Nabi.

?

Sementara? pada pengajian perdana, Ahad (12/6), mbah Syaroni mengingatkan kebahagiaan orang puasa. Dijelaskan, setiap orang puasa akan meraih kebahagiaan dalam berpuasa yakni waktu berbuka puasa dan saat bertemu rabbi-nya.

?

Pengajian Tafsir Al-Qur’an yang diasuh Mbah Syaroni berlangsung setiap hari selepas subuh selama bulan Ramadhan. Ribuan jamaah dari berbagai daerah Kudus dan sekitarnya memadati ruangan dan pelataran masjid Menara Kudus.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, 90 persen pendidikan agama jenjang dasar dan menengah yang formal di Indonesia berstatus swasta dan 10 persen adalah negeri. Jumlah ini menunjukkan, peran masyarakat bagi pencerdasan bangsa sangat signifikan.

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Menurut Suryadharma, dari 90 persen tersebut, 13 ribu lebih berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU. Institusi pendidikan itu meliputi sekolah setingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Ditambah pesantren, sambung Suryadharma, peran ini menjadi semakin nyata. "Ini suatu yang luar biasa dan karenanya harus dijaga dengan baik dengan menjaga dan memelihara keberlangsungannya," katanya dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU di Jakarta, Senin (21/1).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Suryadharma menilai, dengan potensi yang besar ini sudah semestinya madrasah-madrasah swasta mendapat perlakukan yang layak dari pemerintah.

"Oleh karenanya, saya berteriak-teriak meminta walikota, bupati, dan gubernur jangan haramkan APBD untuk membantu sekolah agama," sebut Menteri Agama Suryadharma Ali.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, hadir Medikbud RI Mohammad Nuh, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi. Usai memberi sambutan, Menteri Agama membuka secara resmi Rakernas LP Ma’arif NU.



Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Beirut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia”  di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Dalam release yang dikirimkan ke Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kongres yang mengambil syiar : “Bersama Menuju Islam Rahmatan Lil-Alamin” ini akan diawali dengan seminar internasional yang akan membahas tentang :

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

• “Reformasi Dunia Arab dan Implikasinya terhadap Masa Depan Dunia Islam dalam Prespektif Ulama Timur Tengah”, ( Narasumber: Dr. Said Ramadhan Al-Bouthy, Ketua Persatuan Ulama Negeri-negeri Syam )

• “Masa depan Palestina dan Masjidil Aqsa di Tengah Pergolakan Politik Timur Tengah dan Duina Global”, ( Narasumber: Praktisi Politik Lebanon dan Palestina)

• Fenomena Global Radikalisasi Atas Nama Agama dan Strategi Menghadapinya (Narasumber: ICIS, BNPT, Global University-Lebanon)

Selain itu, Kongres juga akan membahas secara internal tentang :

• Penguatan Koordinasi PCI Luar Negeri dan Perluasan Network di Negara-negara PCI

• Strategi Perlindungan Faham Aswaja di Tanah Air dari Gerakan anti Aswaja (Trans-nasional-Radikal)

• Perumusan Konsep Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama

Secara global, diharapkan dari Kongres ini akan tercipta sebuah pemahaman mendalam dan mendetail kepada kalangan luas tentang realitas yang faktual tentang fenomena Arab Spring di Timur Tengah, terwujudnya partisipasi umat Islam Indonesia, khususnya Nahdliyyin, dalam gerakan global mendukung kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama, mengembalikan citra Islam sebagai rahmatan lil Alamin melalui upaya de-radikalisasi paham keagamaan.

Sementara secara lingkup organisasi, diharapkan akan membuka jaringan kerjasama internasional antara PCI-PCI dengan negara setempat dalam bidang pendidikan, keagamaan, interfatih dialogue, kebudayaan, ekonomi dalam rangka mendukung gerakan total diplomatic yang dicanangkan pemerintah RI.

Disamping itu, diharapkan dari kongres ini akan tercapai perumusan bersama upaya-upaya kongkrit dalam rangka membendung gerakan radikal anti ajaran Aswaja/Ahlussnunnah Wal Jamaah yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan ukhuwah sesama umat dan anak bangsa serta mencari bentuk dan konsep yang terpadu dalam mewujudkan ekonomi keumatan yang lebih berkeadilan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Kuningan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat Banser adalah kelompok muda Nahdlatul Ulama gagah berani yang bertugas untuk mengawal para ulama. Banser juga merupakan “pendobrak” utama sejarah bangsa Indonesia.

“Secara kronologis, Banser didirikan sebagai bentengnya para ulama, kiai yang berhaluan ahlusunnah wal jamaah. Karenanya, Banser merupakan sebuah pilar kekuatan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia,” kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kuningan, Jawa Barat, Mup Muplihudin, dalam upacara pembaretan para anggota Banser Kuningan, Senin (2/4).

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Setelah dua hari dididik dan dilatih di lapangan terbuka, 110 kader Satuan Kordinasi Cabang Banser Kuningan melakukan pembaretan. Pembaretan dilakukan secara simbolis oleh Bupati H Aang Hamid Suganda di halaman balai Desa Pajambon, Minggu (1/4).

Hadir pada kesempatan itu, Bupati H Aang Hamid Suganda, Sekda Drs H Momon Rochmana MM, Kadishub Drs Nandang Sudrajat, Kepala Bawasda Yeddi Chandra SH MH, Ketua Tanfidz PCNU KH Mahmud Silahudin, Ketua GP Ansor Mup Muplihudin dan ratusan Banser serta masyarakat sekitar.

Mup Muplihudin mengatakan, Banser merupakan semi otonom dari GP Ansor. Dimana kebijakan Banser tidak akan terlepas dari komando GP Ansor.

Proses kaderisasi Banser ke depan, kata dia, sangat ditentukan oleh baik tidaknya proses usaha saat ini. Sebab, diklat merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa diukur sesaat setelah kegiatan ini berlangsung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Insya Allah melalui proses kaderisasi yang matang dan terarah, Banser ke depan akan mampu menghadapi berbagai tuntutan masyarakat serta perkembangannya,” ujar Mup.

Sementara Bupati H Aang Hmaid Suganda mengakui, banyak sekali kiprah yang telah diberikan GP Ansor, baik melalui kegiatan sosial maupun kegiatan pembangunan di bidang lainnya. Sehingga, bermanfaat dan dirasakan berarti oleh masyarakat luas.(ksd)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Nahdlatul, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur

Lombok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kurang lebih 20 tahun silam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 1997 dihelat di Lombok. Tepatnya di Pondok Pesantren Qomarul Huda Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB asuhan Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin.

Banyak kesan yang di kenang oleh warga Nahdliyin di Lombok saat itu. Seperti yang dialami H Mahdan, salah satu tokoh NU di Lombok yang juga saat Munas 1997 ikut menjadi saksi sejarah. 

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur

Dia pun menceritakan ketika almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menunjukkan kesederahaan sebagai Ketum Umum PBNU dimana saat itu Gus Dur memilih mobil sedan milik H Mahdan untuk dibawanya ke lokasi.

"Saat itu berjejeran mobil yang siap menjemput Gus Dur di Bandara Rembiga Mataram, tapi beliau menujuk mobil sedan yang disopirin oleh H Sarki untuk membawanya ke lokasi acara pas turun dari pesawat," kata pria berusia sekitar 70 tahun ini, Selasa (4/10) di kediamannya Desa Gerung Selatan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat yang menjadi tempat rapat panitia daerah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hingga kini mobil tersebut masih tampak bagus dan terawat, karena baginya ada keberkahan sehingga dipelihara dengan baik, hanya keberkahan yang kita harapkan di NU ini, jangan harap yang lain.

Mahdan yang pensiunan Bulog NTB ini menceritakan ketika Munas dan Konbes NU hendak dibuka. Gus Dur memnggilnya dan menyuruhnya duduk disampingnya. Lalu ia pun duduk disampingnya sembari di tepuk punggugnya oleh Gus Dur. 

Dia hanya bisa menangkap pesan dan isyarat tersebut agar NU dipelihara, diurus, dan dijaga olehnya. Oleh karena itu, dia mengajak kepada semua panitia agar tidak setengah-setengah menyukseskan acara Munas.

“Mari kita dukung Munas dan Konbes NU 2017 ini semampu kita," serunya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Ubudiyah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Tanah yang telah diwakafkan, khususnya untuk masjid atau lembaga sosial sebaikya segera di-akte-kan. Hal ini untuk menghindari terjadinya permasalahan hukum di kemudian hari. Sebab, tanah wakaf memang rawan disengketakan, atau malah dicaplok pihak lain.?

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (PC LWPNU) Jember, H. Muhammad Arifin menyikapi maraknya pergerakan kelompok radikal untuk merebut masjid NU di sejumlah tempat. Menurutnya, sertifkat atau akte kepemilikan teramat penting, bahkan sama pentingnya dengan tanah itu sendiri. Sebab, tanpa bukti kepemilikan tanah itu bisa hilang.?

"Kalau beli tanah atau kita mendapat wakaf tanah, beda dengan beli mobil. Kalau beli mobil, walaupun kita tidak punya BPKB, tapi mobil tetap bisa pindah tangan. Tapi kalau beli tanah, yang bisa kita bawa adalah aktenya. Sedangkan tanahnya tetap. Karenanya, rawan sengketa," ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di sela-sela kegiatan di Arjasa, Kamis (25/8).

Arifin menambahkan, sengketa biasa muncul setelah orang yang mewakafkan meninggal dunia. Karena berbagai kepentingan para ahli warisnya, maka ? terjadilah saling gugat soal kepemilikan tanah yang sudah diwakafkan itu. Karenanya bukti kepemilikan yang sah, sangat penting, lebih-lebih untuk masjid. "Kalau tanah untuk masjid atau lembaga pendidikan sudah ada akte wakafnya, misalnya untuk NU, itu sudah tenang. Siapapun yang berusaha merebut, tidak bisa," jelasnya.

Namun, yang perlu diwaspadai, katanya, adalah model-model pengambil-alihan masjid dengan cara yang santun. Biasanya, mereka berbaik hati kepada pengelola atau takmir masjid dengan menawarkan bantuan baik materi maupun tenaga yang dalihnya untuk kemakmuran masjid. Namun lambat-laun pengelolaan masjidpun diambil alih, sehingga akhirnya masjid tersebut benar-benar lepas dari NU.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Celakanya, takmir masjid lama pun pasrah, misalnya dengan mengatakan, biarlah mereka sama-sama Islam, ibadah mereka juga bagus," tuturnya.

Putra Kangean, Madura itu menegaskan, saat ini pihaknya tengah menginventaris aset-aset NU, termasuk masjid dan lembaga milik pengurus atau orang NU yang berdiri di atas tanah wakaf. Selanjutnya, mereka akan difasilitasi untuk dilakukan balik nama.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kami siap memfasilitasi itu, gratis. Aset NU atau Nahdliyin yang lembaganya digunakan untuk kepentingan umum, ternyata yang di-akte-kan cuma sekitar 30 persen," pungkasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016

Lamongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran Jawa Timur dan Festival Santri Berprestasi (Fantasi) Nasional akan digelar pada 23-25 Desember 2016 mendatang. Berbagai bersiapan dilakukan oleh panitia. Pesantren Sunan Drajat, Lamongan dipilih sebagai tempat MTQ Jawa Timur ke 13.

"Pesantren Sunan Drajat dinilai sudah sangat layak menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur dengan didukung sejumlah sarana prasarana yang ada di pesantren," kata H Zainul Arifin, Ketua PW JQH NU Jatim.

Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016

Untuk mematangkan persiapan, panitia wilayah (Pusat) telah melakukan survei tempat pembukaan, penginapan peserta, pawai taaruf hingga pada tempat pendaftaran. Setelah melakukan survei, panitia pusat melaksanakan rapat gabungan dengan panitia JQH NU Cabang Lamongan dan panitia pesantren pada Ahad (21/8).

"Rapat perdana ini untuk taaruf antara panitia pusat, panitia cabang dan panitia pesantren, supaya kenal siapa saja anggota timnya," lanjut pria kelahiran Sidoarjo ini.

KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pesantren Sunan Drajat mengatakan sangat senang pesantrennya menjadi tuan rumah event ahlil Quran ini. "Kalau ini sukses, kami siap menjadi tuan rumah MTQ tingkat Nasional," kata Kiai Ghofur saat ditemui di kediamannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk mensukseskan acara ini Kiai Ghofur siap menutupi apa yang menjadi kekurangan panitia MTQ dan Fantasi. Direncanakan Presiden RI akan membuka perhelatan Fantasi Nasional dan MTQ Jawa Timur. "Nanti saya coba membangun komunikasi dengan Presiden RI," kata Kiai Ghofur dihadapan panitia Fantasi dan MTQ Jatim ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rencana kehadiran Presiden RI ini disambut positif oleh panitia yang sebelumnya hanya direncanakan menghadirkan Menteri Agama RI dan Ketua Umum PBNU. "Kalau Presiden RI yang membuka ini menjadi sejarah baru bagi Fantasi Nasional yang pertama kali dihelat di Jawa Timur ini," kata H Syaroful Minan, Ketua Panitia MTQ dan Fantasi. (Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Lomba, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock