Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tasikmalaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Corp Brigade Pelajar (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya melakukan Jumat Bersih (Jumsih) yang diselenggarakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0612 Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (25/11) dari pukul 08.00 pagi sampai 09.45.

Jumsih merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah dan Derektif Danrem untuk melaksanakan kegiatan pembinaan peta jarak jaring teritorial tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan dari berbagai unsur mulai anggota TNI, Organisasi Kepelajaran (OKP), dan masyarakat sekitar kampung Cikalang.

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan CBP IPNU Tasik Jumsih Bersama Kodim 0612

Tiap peserta dari berbagai OKP mengirimkan 4 orang anggotanya untuk Jumsih di sekitar Jalan Laswi Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang. Peserta yang hadir sekitar 100 orang lebih dan berjajar membersihkan pinggir jalan sepanjang 1 km.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Wakil Komandan CBP IPNU Kota Tasikmalaya M. Baharudin Fauzi mengatkaan mendukung penuh Jumsih karena merupakan bagian dari untuk tetap menjaga kebersihan wilayah.

“Kita selaku pelajar NU harus cinta akan kebersihan dan harus mendorong semua lapisan masyarakat untuk cinta kebersihan karena kebersihan itu sebagian dari iman,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Komandan Banser Kota Tasikmalaya Haedar Burhan juga mendukung kerja sama pihak aparatur pertahanan dengan kepemudaan untuk senantiasa melaksanakan dan menjaga kebersihan.

Ia juga berharap agar jumsih ini dilakukan setiap seminggu sekali Supaya kota Tasik selalu bersih dan terhindar dari wabah penyakit. (Agum Gumilar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, AlaSantri, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kebersihan sebagian dari Iman. Demikian kalimat pertama Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pagelaran H Bahrodin saat mengisi Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) disusul dengan ajakan kepada jamaah untuk menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

“Pola hidup bersih dapat ditempuh melalui 5 hal yang merupakan pilar Program Pemerintah STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat )," jelasnya di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Ahad (3/1),

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Kelima pilar tersebut, menurutnya, meliputi setop buang air besar sembarangan, cuci tangan memakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan dengan sehat, mengelola sampah dengan benar dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan benar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku prihatin terhadap kondisi banyaknya warga Indonesia yang masih buang air tidak pada tempatnya. "Budaya ini mengakibatkan Indonesia termasuk negara nomor 2 terjorok di dunia di bawah Negara Laos yang berada di posisi pertama," terang duta STBM di Kecamatan Pagelaran ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahrodin mengingatkan fakta bahwa masyarakat Indonesia adalah mayoritas beragama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang Islam yang belum mempraktikkan hidup bersih dan sehat seperti anjuran Rasulullah.

"Banyak sekali hadits Rasul yang menjadi dasar tentang kebersihan khususnya masalah sanitasi. Hal ini menunjukkan bahwa Rasul sangat perduli dengan masalah kebersihan," tambah Bahrodin yang pada November 2015 diundang untuk mempresentasikan konsep “Jihad Sanitasi" yang dirintisnya pada Konfrensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Jakarta.

Salah satu contoh hadits Nabi, lanjutnya, adalah larangan Nabi kepada umatnya untuk buang air baik kecil maupun besar di air tergenang, air mengalir, di jalanan dan juga di tempat bernaung seperti pohon dan tempat-tempat umum.

"Inilah yang mendasari saya untuk terus menyosialisasikan pola hidup sehat melalui Konsep Jihad Sanitasi. Karena Jihad adalah mengajak ke arah yang lebih baik maka mengajak orang lain untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan lingkungan ke arah yang lebih sehat dan bersih termasuk dalam jihad," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, AlaSantri, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Harga cabai yang sempat mencapai kisaran Rp130.000 menyebabkan masyarakat menjerit. Hal ini membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan beberapa langkah untuk menekan harga setinggi langit itu.

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Menurutnya, penurunan harga cabai ini dikarenakan meningkatnya produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai rawit merah. Hal ini menyebabkan jumlah cabai tersebut melimpah sehingga masyarakat pun tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.

“Saya sampaikan kepada ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk menanam cabai. Jadi ini berkat peranan ibu-ibu semua. Saya percaya ibu-ibu adalah tiangnya negara,” kata Amran saat memberikan materi di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Ahad (26/3) di Hotel Lor-In Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Amran mengakui, jika 120 juta perempuan Indonesia menanam cabai dan memelihara ayam yang hasilnya 2 juta per hari, itu bisa menghasilkan 120 triliun setiap bulannya, sedangkan jika 1 tahun bisa 1000 triliun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Luar biasa dahsyatnya dan saya yakin akan terjadi swasembada terbaik atas kontribusi besar ibu-ibu Muslimat NU,” jelas Amran yang menyebut harga cabai saat ini dikisaran Rp40.000-Rp50.000 per kilogram.

Ia mengakui jika swasembada pangan muncul dari peran tangguh para ibu. Sebab itu menurutnya, jika lahir pemimpin yang tangguh, itu pasti lahir dari peran ibu-ibu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berupaya mewujudkan inovasi produk pertanian. Hal ini tidak terlepas dari peran ibu-ibu Muslimat yang sebagian besar juga petani di desanya masing-masing.

“Saya mendorong kepada ibu-ibu Muslimat untuk memperbarui langkah. Saya tekankan agar hasil panen tidak hanya sekadar petik dan jual, tetapi petik, olah, kemas, dan jual,” terang Khofifah.

Inovasi ini, lanjut dia, tentu akan menghasilkan profit lebih sehingga usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa akan tercapai. Dia tidak memungkiri, hal ini memerlukan keterampilan khusus yang bisa disinergikan dengan pemerintah.

“Kita kerja sama dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian dalam Rapimnas ini. Mereka mempunyai balai-balai latihan yang bisa dimanfaatkan ibu-ibu Muslimat di wilayah dan cabang untuk meningkatkan keterampilan olah dan kemas tadi,” tandas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Pertama Kali, Stasiun TV Saudi Tayangkan Konser Musik Umi Kulsum

Dubai, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sebuah saluran televisi budaya di Arab Saudi, Al-Tsaqafiyah TV, untuk pertama kalinya menayangkan konser musik pada tengah malam. 

Pertama Kali, Stasiun TV Saudi Tayangkan Konser Musik Umi Kulsum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama Kali, Stasiun TV Saudi Tayangkan Konser Musik Umi Kulsum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama Kali, Stasiun TV Saudi Tayangkan Konser Musik Umi Kulsum

Dalam akun Twiternya, seperti dikutip Al Arabiya, pihak Al-Tsaqafiyah TV mengumumkan akan menayangkan konser musik penyanyi kenamaan asal Mesir, Umi Kulsum.

(Baca juga: Pemerintah Mesir Tangkap Ulama al-Azhar karena Nyanyi di Televisi)

Dalam pengumuman di Twitter itu juga disertakan tautan bagi siapa pun yang ingin menonton rekaman konser musik penyanyi masyhur yang wafat pada 1975 tersebut secara online.

Penayangan konser musik di televisi merupakan peristiwa langka di negeri kaya minyak yang dikenal konservatif ini selama 30 tahun terakhir.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



(Baca: Perayaan Hari Nasional Saudi, dari Konser hingga Tarian Tradisional)

Seorang penyanyi Saudi, Abdul Majeed menyambut gembira dengan perkembangan ini di negaranya. Ia mengaku akan hadir secara langsung bersama keluarganya dalam konser berikutnya yang digelar di Jeddah, sebagaimana mereka hadir dalam konser di Dubai dan Kuwait.

"Kerajaan kita yang tercinta ini telah memasuki era baru yang akan membawa kita semua pada hal yang baik. Sesuatu yang lebih baik lagi akan tiba saatnya," tambahnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, AlaSantri, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Angin puting beliung yang meluluh-lantakkan puluhan rumah di Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur,? masih menyisakan duka bagi korban ataupun warga yang kehilangan tempat tinggal.? Raut muka yang sedih sekaligus kepasrahan jiwa? mereka tampak ketika rombongan PCNU Jember mengunjungi Desa Karangkedawung dan Desa Lampeji untuk memberikan bantuan, Ahad (15/1).

Dua desa tersebut adalah yang paling parah terpapar angin puting beliung. Bu Jasmi adalah salah satu warga Desa Karangkedawung yang rumahnya rata dengan tanah. Selain kehilangan rumah, janda tersebut juga nyaris kehilangan nyawanya kalau saja tak segera keluar rumah ketika angin berputar itu datang.

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

“Meski cedera sedikit di bahu, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan. Dan saya juga ucapkan terima kasih kepada NU Jember atas bantuannya? kepada saya,” ucapnya dalam bahasa Madura saat menerima bantuan yang diserahkan oleh Ketua PCNU Jember KH Abdulah Syamsul Arifin.

Dahsyatnya amukan puting beliung tersebut juga diungkapkan Kiai Baidlowi. Ketua Pengurus Ranting NU Desa Lampeji ini mengisahkan kronologi terjadinya bencana alam itu. Dikatakannya, saat dirinya dan warga lainnya tak begitu lama istirahat setelah jumatan, datanglah angin yang disertai hujan dengan suara menderu. Sejurus kemudian rumah-rumah pun roboh dan banyak pepohonan tumbang. Rumah Kiai Baidlowi sendiri dan mushala di sebelahnya tertimpa pohon sengon besar hingga menghancurkan atapnya. “Sangat mengerikan. Suara angin menderu begitu rupa,” ucanya di hadapan rombongan PCNU Jember seraya mengucapkan terima kasih.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Gus A’ab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin, menyatakan bahwa? bantuan tersebut sebagai bentuk perhatiannya terhadap warga yang menjadi korban angin puting beliung, apalagi mereka adalah warga NU. Menurutnya, datangnya bencana alam harus dilihat sebagai peringatan agar manusia semakin takut kepada Allah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Semua ada hikmahnya. Kami berharap agar warga bersabar dan mengambil? hikmah? dari bencana alam yang terjadi,” tukasnya singkat saat menyerahkan bantuan yang berupa sembako dan uang.

Selain rombongan PCNU, di lokasi bencana ternyata juga hadir sejumlah anggota Bagana (Banser Tanggap Bencana) yang sudah beberapa hari berjibaku memperbaiki rumah warga. Mereka dipimpin Sekretaris dan penasehat GP Ansor Jember, Kholidi Zaini dan H. Miftahul Ulum. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, AlaSantri, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah pengguna anggaran/barang yang melaksanakan fungsi eksekutif agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik. Dengan dukungan dimilikinya tersebut, ujar Fadilatul Rahman Fikri dari Komunitas Pemuda Ramik Ragom Kabupaten Way Kanan, Lampung, gerakan dilakukan semestinya tidak kalah dengan upaya-upaya nyata Pemuda Ansor.

SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor

"Dengan kewenangan mengelola anggaran sendiri, seharusnya SKPD Way Kanan cepat tanggap dalam realisasi APBD. Bukan malah terseok-seok, bahkan terkesan kalah sprint (berlari cepat) dengan Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan dalam kerja-kerja sosial yang tanpa dukungan anggaran daerah sekalipun, tetap ikhlas berbuat yang bermanfaat bagi publik," kata dia, di Blambangan Umpu, Ahad (23/7).

Ia menyebut, tanpa ditunjang APBD, kiprah GP Ansor di Way Kanan selalu ada dan terpublikasikan, antara lain, donor darah, berbagi buku migrasi aman bagi 227 kepala kampung, 14 camat dan 89 SMA sederajat, sedekah oksigen, menggalang bantuan dana untuk penderita tumor, hingga menyelenggarakan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) bagi pelajar kurang mampu tapi berprestasi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Pemimpin berkompeten sangat penting dimiliki tiap-tiap SKPD untuk dapat memanajemen kegiatan program-program kerakyatan sebagai pelaksanaan visi misi pemerintah Kabupaten Way Kanan periode 2016-2021," kata Rahman lagi.

Menurut dia pula, publikasi kegiatan SKPD juga penting dipublikasikan. "Ini era transparansi, masyarakat wajib tahu dan mencari tahu kegiatan SKPD yang didanai baik dari APBD atau APBN sebagai fungsi kontrol. Ketidakmampuan SKPD menerjemahkan visi misi pemerintah berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menjelang pelantikan Bupati Raden Adipati Surya dan Wakil Bupati Edward Anthony pada Rabu 17 Februari 2016, Ketua Komisi A DPRD Way Kanan, Hendra juga menyatakan tugas berat harus dilakukan pasangan tersebut ialah menyusun kabinet sesuai bidang dan keahlianya supaya mampu menerjemahkan dan melaksanakan rencana program kerja dalam kepemimpinan lima tahun mendatang. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Keluarga besar SMP Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, bahagia. Sebab, beberapa hari lalu, Fathurrosy, salah seorang siswanya yang mewakili Kabupaten Probolinggo dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Timur, berhasil menjadi juara I dari bidang seni lomba Cipta Puisi.

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013

Ajang prestisius yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, pada (9-12/5) itu, siswa SMP Nurul Jadid kelas VIII A itu, berhasil menyisihkan para peserta lain dari SMP Negeri/Swasta se-Jawa Timur. Sebelumnya, di bulan yang sama, siswa asal Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, jadi jawara dalam ajang serupa tingkat Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, Fathurrosy akan mewakili Provinsi Jatim dalam FLS2N di tingkat nasional. Ajang bergengsi nasional itu, akan digelar di Medan, pada Juni 2013, untuk bidang seni yang sama. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dalam lomba Cipta Puisi tingkat provinsi itu, saya mengambil tema tentang bunga siwalan yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. Sementara judulnya adalah Dzikir Siwalan,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi guru TIK itu kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Rabu (22/5).

Kepala SMP Nurul Jadid, Faizin Syamwil, M.Pd., mengatakan, keberhasilan yang diukir oleh Fathurrosy itu, merupakan salah satu bentuk kesuksesan pembinaan yang terus dilakukan oleh SMP Nurul Jadid. “Selain ada pembinaan di sekolah. Fathurrosy juga dilatih dan dibimbing oleh Imron, mahasiswa IAI Nurul Jadid. Tiap 2 hari sekali, Fathurrosy mengirimkan hasil karya puisinya kepada saudara Imron itu,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Faizin, di SMP Nurul Jadid, ada pembinaan ekstrakurikuler. Seperti seni islami yang meliputi, drama, teater, baca puisi, dan cipta puisi. Selain itu, ada juga kaligrafi, hadrah, pencak silat, pramuka, jurnalistik, dan khitobah.

“Dan setiap ada informasi perlombaan, kami selalu berpartisipasi. Tujuannya sebagai bahan evaluasi terhadap pembinaan yang sudah kami lakukan. Juga sebagai pembentukan mental dan sebagai daya saing siswa,” ungkapnya.

Dengan adanya siswanya yang berhasil mewakili Provinsi Jatim di tingkat nasional, Faizin berharap, prestasi itu bisa menjadi motivasi bagi siswanya yang lain. “Kami juga berharap ada pembinaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sebagai persiapan ke tingkat nasional nanti,” harapnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Kyai, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1)

Oleh Suwendi

Senin 17 Juli 2017 besok merupakan hari pertama masuk sekolah di seluruh peloksok negeri ini. Seluruh siswa baik pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar maupun pendidikan menengah kembali masuk sekolah untuk menimba ilmu pengetahuan. Tak terkecuali siswa lama, siswa baru pun pada masing-masing jenjang mulai beraktivitas belajar. Tetapi, di sebagian daerah akan diperoleh pengalaman yang berbeda, terutama pada beberapa daerah yang akan menerapkan kebijakan 5HS (Lima Hari Sekolah) pada layanan pendidikan sekolah (SD/SMP dan SMA/SMK), atas dasar Permendikbud 23/2017 tentang Hari Sekolah. Permendikbud ini berisi tentang penyelenggaraan 5HS, yakni sekolah selama 8 (delapan) sehari selama 5 (lima) hari dalam sepekan sehingga setidaknya 40 (empat puluh) jam aktivitas belajar di sekolah melalui kegiatan intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler. Konon, Permendikbud ini didasarkan atas kepentingan untuk peningkatan pendidikan karakter siswa, di samping untuk memenuhi beban kerja guru.

Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengamputasi Kebijakan 5 Hari Sekolah (1)

Permendikbud 23/2017 ini telah menghabiskan energi seluruh komponen anak bangsa, mulai praktisi, pengamat, ulama, pimpinan ormas hingga pengambil kebijakan pendidikan di negeri ini. Pro dan kontra di mana-mana. Hingga, tak tanggung-tanggung, Presiden RI pun telah turut serta mengambil bagian dari kebijakan ini. Permendikbud yang kurang aspiratif ini, baik pada proses penyusunan yang tidak banyak melibatkan Kementerian/Lembaga lain, lebih-lebih unsur masyarakat pendidikan keagamaan, maupun tidak dipedulikannya penolakan dari berbagai ormas dan lembaga, tampaknya akan “kekeh” dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun ajaran baru 2017 ini. Tentu, ini merupakan sebuah kebijakan yang sama sekali tidak mencerminkan aspirasi banyak pihak. Sangat dipaksakan.

Jika pada pekan akhir Ramadan lalu, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang didampingi Mendikbud, Muhadjir Effendy, di Istana Negara menyatakan bahwa akan dilakukan penataan regulasi atas Permendikbud ini dengan Peraturan Presiden, maka tampaknya itu tidak menyurutkan pemberlakuan kebijakan 5HS ini. Secara regulatif, Permendikbud 23/2017 tetap berlaku, sebab belum pernah ada pembatalan secara yuridis baik, misalnya, dengan adanya Permendikbud baru maupun Peraturan Presiden atau Keputusan lainnya yang menganulir Permendikbud 23/2017 tersebut. Pada posisi ini, tampaknya Mendikbud Muhadjir Effendy bersikeras dan belum ada tanda-tanda atau niatan untuk menerbitkan Permendikbud baru yang membatalkan Permendikbud 23/2017 ini, meski penolakan dari berbagai daerah, ormas, lembaga telah muncul di mana-mana. Sebagaimana diberitakan oleh beberapa media (semarak.news.com), hingga momentum silaturahmi di pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang (27/6), Mendikbud ditengarai mengajak pimpinan pesantren dan lembaga pendi

dikan untuk mendukung kebijakan Permendikbud 23/2017 ini. Tetapi, pengasuh pesantren Denanyar KH Abdul Salam Shohib pun menolak kebijakan itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berbagai pertimbangan atas penolakan Permendibud 23/2017 telah disampaikan dengan berbagai argumen dan alasan dari hal yang sangat fundamental hingga teknis-operasional. Tidak hanya faktor filosofi pendidikan dan kebijakan, tetapi juga pertimbangan faktor riil di lapangan dari berbagai daerah yang sangat tidak memungkinkannya penerapan kebijakan ini pun, telah disampaikan oleh khalayak. Sesungguhnya, penolakan ini bukan disebabkan karena Mendikbud Muhadjir Effendi itu merupakan kader Muhammadiyah sehingga NU atau ormas lainnya perlu menolak kebijakan ini. Sama sekali tidak. Akan tetapi, penolakan ini didasarkan atas implikasi kebijakan yang berdampak sangat luas bagi anak bangsa di negeri yang kita cintai ini, yang semestinya harus menjadi pertimbangan prinsip.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gesekan waktu belajar siswa antara untuk sekolah dan layanan pendidikan keagamaan pun telah disampaikan secara terbuka, lengkap dengan data-data yang valid dan akurat. Penulis sendiri telah menyajikan sejumlah tulisan terkait ini, lengkap dengan data-datanya. Berdasarkan data EMIS Kementerian Agama RI, setidaknya ada 17.006.288 santri pada pendidikan keagamaan Islam yang akan terganggu dengan kebijakan Permendikbud ini. Mereka terdiri atas 3.649.396 santri pondok pesantren yang mengaji kitab kuning merangkap sebagai siswa pada sekolah (SD/SMP/SMA/SMK) dan madrasah (MI/MTs/MA); 6.000.062 santri pada Madrasah Diniyah Takmiliyah baik tingkat ula, wustha maupun ulya; dan 7.356.830 santri pada pendidikan Al-Quran (TKA, TPA, dan TQA). Pada aspek lembaga pendidikan keagamaan Islam, setidaknya ada 225.719 lembaga yang terkena imbas, yang terdiri atas 14.293 pondok pesantren yang menyelenggarakan kajian kitab kuning sekaligus melakukan layanan pendidikan sekolah (SD/SMP/SMA/SMK) dan madrasah (MI/MTs/MA); 76.566 Madras

ah Diniyah Takmiliyah baik tingkat ula, wustha maupun ulya; dan 134.860 pendidikan Al-Quran yang terdiri atas TKA (Taman Kanak-kanak Al Quran), TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), dan TQA (Ta’limul Quran lil Awlad). Pada aspek pendidik pada layanan pendidikan keagamaan Islam setidaknya ada 1.386.426 orang, yang terdiri atas 322.328 pendidik pada pondok pesantren, 443.842 pendidik pada Madrasah Diniyah Takmiliyah baik tingkat ula, wustha maupun ulya; dan 620.256 pendidik pada pendidikan Al Quran yang terdiri atas TKA, TPA, dan TQA (Ta’limul Quran lil Awlad).

Demikian juga, kebijakan Permendikbud itu sangat mengganggu atas penyelenggaraan pendidikan umum berciri khas Islam, yakni Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Setidaknya terdapat 77.336 lembaga madrasah (RA: 27.999, MI: 24.560, MTs: 16.934 dan MA: 7.843), 820.839 guru madrasah (RA: 48.596, MI: 269.460, MTs: 265.784, MA: 236.999), dan 9.252.437 siswa madrasah (RA: 1.231.101, MI: 3.565.875, MTs: 3.160.685, dan MA: 1.294.776). Semua itu akan terkena dampak kontraproduktif atas kebijakan Permendikbud 23/2017. Kini dalam durasi 6 (enam) hari belajar dalam satu minggu, dengan menggunakan kurikulum 2013 siswa MI kelas 5-6 belajarnya hingga pukul 13.00; siswa MTs belajar hingga pukul 14.30; dan siswa MA belajar hingga pukul 17.00. Bahkan, siswa MA dengan peminatan keagamaan berada di madrasah hingga pukul 18.00-19.00. Pendidikan umum berciri khas Islam (RA, MI, MTs, MA) ini di samping menyelesaikan beban kurikulum mata-mata pelajaran pendidikan umum seb

agaimana sekolah, juga mengajarkan 5 (lima) mata pelajaran agama sebagai pengembangan ciri khas agama Islam, yakni Alquran-Hadits, Akidah-Akhlak, Fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab. Jika layanan pendidikan madrasah ini diwajibkan dengan mengikuti kebijakan Permendikbud 23/2017, maka siswa yang mengikuti pendidikan madrasah ini akan semakin larut dan sama sekali tidak akan efektif.

Sebenarnya, menurut hemat penulis, ketidaksetujuan atas Permendikbud itu sama sekali bukan terkait dengan gagasan besar penguatan pendidikan karakter. Semua masyarakat menyetujui pendidikan karakter itu. Akan tetapi, masyarakat menolak atas kebijakan 5HS, karena itu bersinggungan dengan layanan pendidikan lain serta berbagai pertimbangan lainnya. Oleh karenanya, kebijakan 5HS itu tidak identik dengan isu Pendidikan Karakter; dan pendidikan karakter tidak mesti harus diselenggarakan dengan kebijakan 5HS. Menolak kebijakan 5HS bukan berarti menolak kebijakan pendidikan karakter. Demikian juga, menerima kebijakan pendidikan karakter bukan berarti menerima kebijakan 5HS. (bersambung…)

*) Pengurus Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.

Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Berikut isi utuh dari pidato bersebut:

Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 

Tanggal 22 Oktober 2017



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ?

? ? 

Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 

..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  

Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 

Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 

Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (? ? ? ?) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.

Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (? ? ?), jiwa (? ?), nalar (? ?), harta (? ?), keluarga (? ?), dan martabat(? ?) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Jakarta, 22 Oktober 2017

Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.

Ketua Umum

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok

Lombok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal . Aroma perhelatan acara Pra-Muktamar NU tercium sangat kuat ketika Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal menjejakkan kaki di Pulau Lombok, Rabu (8/4) siang waktu setempat. Tak sampai satu kilometer meninggalkan Bandar Udara Internasional Lombok, bendera NU terus berkibar, diterpa angin sepoi-sepoi.

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok

Bendera dan umbul-umbul yang berjajar rapat tersebut seolah menyambut kedatangan warga Nahdliyin yang ingin memeriahkan perhelatan pra-muktamar. Selain itu, kain hijau bergambar bola dunia dengan di kelilingi bintang sembilan dan logo muktamar itu seakan hendak mewartakan besarnya warga Nahdliyin di pulau sebelah timur Bali tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari pantauan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, bendera warna hijau tua khas NU, umbul-umbul acara pra-muktamar, dan logo muktamar yang telah dinyatakan menang sayembara terpasang rapi di sepanjang jalan arteri mulai bandara dari hingga lokasi pesantren.

“Padahal, jarak dari sini ke pesantren kurang lebih enam hingga tujuh kilometer. Kalau jarak antara bendera dan umbul-umbul hanya dua meter, rasanya cukup lelah juga kita menghitungnya,” ujar Abdul Hamid sesaat setelah meninggalkan bandara menuju arena pra-muktamar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hamid, kader PMII jebolan UIN Jakarta ini, tampak antusias menceritakan semangat warga Nahdliyin di “bumi para tuan guru” menyambut perhelatan akbar di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, spanduk berukuran besar di perempatan dan pertigaan sepanjang jalan tersebut juga terpasang dengan gagahnya.

Suasana kian semarak ketika memasuki gang Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, tempat perhelatan pra-muktamar. Pengunjung dipastikan terpesona melihat warna-warni hijau tua yang mendominasi mulai depan papan nama pesantren hingga halaman yang berukuran cukup luas.

“Besok pagi, halaman pesantren ini akan penuh dengan warga Nahdliyin. Kurang lebih, 2500-an. Kami mengundang seluruh PCNU se-Provinsi NTB. Para wali santri yang jumlahnya tak kurang 1500 orang,” ujar TGH Taqiuddin Manshur di kediamannya, Rabu sore.

Ditanya soal asal muasal pesantren asuhannya terpilih sebagai tempat pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab singkat. “Sederhana saja sebenarnya. Mungkin karena saya Ketua Tanfidziyah PWNU NTB yang punya pesantren. Itu barangkali ya,” ujarnya gembira.

Hal tak kalah penting, lanjut Tuan Guru, pesantrennya kini sangat strategis menyusul diresmikannya Bandara Internasional Lombok. Bandara tersebut dibuka pertama kali pada 1 Oktober 2011 untuk menggantikan fungsi Bandara Selaparang Mataram. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Aswaja, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Belum banyaknya tulisan mengenai sejarah perjalanan NU mulai dari proses berdirinya pada tahun 1926 hingga kini, membuat Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya merasa khawatir.

Menurutnya, tulisan-tulisan tentang proses berdirinya NU oleh Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari dan para kiai lainnya sangat penting untuk direkonstruksi dan dibaca oleh kader-kader muda NU.

Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU

Hal tersebut dikatakan Habib Luthfi saat memberikan tausyiyah dihadapan ribuan warga nahdliyyin Pekalongan dan sekitarnya saat mengikuti istighotsah kubro yang digelar Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati 84 tahun berdirinya NU, Sabtu malam (30/1) di Masjid Agung Al Jami Kauman Pekalongan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, proses berdirinya NU mengandung makna yang sangat dalam, bagaimana sesungguhnya ulama besar yang akhirnya menjadi Rais Akbar NU itu menjalani sebuah ritual untuk membentuk organisasi Islam dengan haluan ahlus sunnah wal jamaah.

Meski saat ini telah banyak buku yang menulis tentang kelahiran NU, akan tetapi belum banyak yang dapat digali dan disajikan kepada generasi muda NU. Karena sesungguhnya dibalik proses kelahiran NU, mengandung makna yang dapat dijadikan contoh dan tauladan bagi kader NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melihat kondisi yang demikian, Habib Luthfi meminta kepada generasi muda NU agar melakukan rekonstruksi ulang tentang sejarah kelahiran NU dengan versi lain yang lebih lengkap. Jika hal itu dapat diwujudkan, akan menjadi khasanah baru bagi perkembangan Nahdlatul Ulama ke depan.

Acara istighotsah kubro meski digelar secara sederhana, yakni dibarengkan dengan kegiatan pengajian rutin kitab Al Bajuri dihadiri ribuan ummat Islam. Jika biasanya setiap kegiatan seremonial, PCNU selalu mengundang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Namun untuk kali ini sengaja tidak mengundangnya.

Meskipun demikian, kegiatan Peringatan Hari lahir NU ke 84 di Kota Pekalongan tetap berlangsung dengan meriah. Beberapa kegiatan sosial seperti pengobatan gratis di empat ranting dan donor darah menjadi aksi sosial yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Tidak heran, jika setiap kegiatan sosial digelar selalu dipadati warga. (amz)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

NU harus Mengarah pada Pendidikan Berbasis Sistem, bukan Figur

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, sudah saatnya NU mengembangkan pendidikan yang berbasis pada sistem, bukan lagi pada figur yang memimpin.

Demikian dituturkan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan dalam acara rapat koordinasi Lembaga Pendidikan Maarif NU yang diselenggarakan di hotel Sofyan, Selasa (14/8).

Dikatakan oleh Mantan Menteri Agama ini bahwa keberadaan pesantren sebagai sistem pendidikan yang banyak dikelola oleh warga NU masih sangat menggantungkan diri pada figur kiai yang memimpinnya.

NU harus Mengarah pada Pendidikan Berbasis Sistem, bukan Figur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU harus Mengarah pada Pendidikan Berbasis Sistem, bukan Figur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU harus Mengarah pada Pendidikan Berbasis Sistem, bukan Figur

“Jika kiai memiliki kharisma yang tinggi, maka santrinya akan sangat banyak, tetapi belum tentu hal ini bisa bertahan jika pengelola pesantren tersebut sudah berganti,” tuturnya.

Banyak sekali contoh pesantren yang dulu sangat besar dan disegani tetapi belakangan ini mengalami penyusutan karena pergantian kepemimpinan yang oleh masyarakat kualitasnya dianggap tidak sama dengan pendahulunya. Hal sebaliknya juga terjadi, meskipun pesantrennya baru, tetapi kiainya dianggap memiliki kelebihan tertentu, maka dengan segera, akan terjadi peningkatan jumlah santri.

Dalam pendidikan yang sudah mengandalkan sistem manajemen modern, maka kualitas pendidikan dan pengajaran ditentukan oleh kurikulum dan kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran yang ada seperti adanya guru yang berkualitas, laboratorium, peralatan yang memadai dan lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jadi ketika kepala sekolah ganti, hal ini tidak akan berpengaruh terhadap jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut,” paparnya.

Pendiri Universitas Islam Malang ini juga menuturkan bahwa pengelola lembaga pendidikan saat ini tak boleh main-main dengan kualitas sekolahnya agar tetap bias eksis di masyarakat.

“Jika kualitas sekolah sudah menjadi kebutuhan, maka ikatan primordial akan berkurang dibandingkan dengan mutu sekolah,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk membangun sekolah yang baik, tiga modal pokok yang harus dipenuhi adalah aspek financial, intelektual dan jaringan.

Kiai Tolhah menuturkan bahwa saat ini ia tengah berupaya mengambangkan SMK berbasis pesantren atau pesantren teknologi untuk menyiapkan para generasi muda NU agar bisa terjun ke bidang tersebut. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mengambil momentum hari Assyura pada 10 Muharram 1439 ini, Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU merilis versi beta laman www.nahdlatululama.id. 

“Portal tersebut menjadi solusi kebutuhan Nahdliyin dengan layanan yang disediakan,” kata Ketua LTN PBNU, Hari Usmayadi, Ahad (1/10).

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin

Ia menyebut, layanan disiapkan meliputi Kalkulator Zakat, Cari Ustadz, Info Pesantren, Sekolah, Perguruan Tinggi, Buku dan Koleksi Perpustakaan PBNU, Aplikasi Islami, Mesin Pencari NU, dan biografi Ulama serta info Ziarah, serta Tuntunan Ibadah. 

“Layanan Kalkulator Zakat memberikan kemudahan bagi kalangan awam untuk menghitung zakat yang harus dikeluarkan untuk selanjutnya diarahkan untuk membayar zakat ke LAZISNU sebagaimana arahan dari Ketua PP LAZISNU Syamsul Huda.” terangnya.

Sementara Cari Ustadz berkolaborasi dengan Lembaga Dakwah NU menampilkan data profil ustadz sesuai wilayahnya. 

“Sementara ini profil ustad yang tersedia berada wilayah Jawa dan Bali, sehingga memberikan kemudahan bagi perkantoran yang mencari ustadz untuk keperluan seperti khatib Jumat dan kajian keislaman,” lanjut pria yang akrab disapa Cak Usma. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mesin pencari memberikan kemudahan dan jaminan keselamatan pencarian artikel keislaman, karena hasil pencarian yang bersumber dari Google sudah disaring sedemikian rupa untuk keselamatan Nahdliyin. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Usma menegaskan web juga menyajikan lebih dari 6.000 judul buku yang selama ini tersimpan di Perpustakaan PBNU, sehingga memberikan kemudahan bagi para pencari literatur keislamaan ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.

“Semoga layanan ini dapat bermanfaat bagi Nahdliyin meskipun masih rilis versi beta,” ungkapnya.

Pengembangan aplikasi lainnya dan pengayaan data, Cak Usma mengatakan masih terus berjalan dan menjadi project yang berkesinambungan. (Red Kendi Setiawan)









Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, AlaSantri, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina mengatakan bahwa Pergarakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi yang sangat besar di Indonesia. Jadi, bergabung dalam PMII adalah sebuah keberuntungan yang harus tetap dijalankan dan dinikmati prosesnya.

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

“PMII adalah organisasi besar yang banyak melahirkan orang-orang besar, maka tak ada kata penyesalan (bagi mahasiswa) jika ingin benar-bener berproses dengan baik, setelah wisuda pasti menikmati hasilnya,” ujarnya.

Motivasi tersebut Erlina sampaikan saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2016 yang diselenggarakan PMII Universitas Lampung (Unila) di Gedung DPD KNPI Provinsi Lampung, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (24/09).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun kegiatan Mapaba PMII Unila tahun 2016 mengangkat tema “Gali Potensi Diri, Bersama PMII Raih Ridho Ilahi”.

Menurut Riyan Agung Pamudi, Ketua Pelaksana, tema ini diangkat karena setiap kader yang sudah tergabung dalam PMII memiliki kemampuan, baik kemampuan agama, manajemen organisasi, atau lainnya. Sehingga selama menjadi mahasiswa bergabung dalam PMII adalah keputusan yang tepat. “PMII ini organisasi yang tepat untuk mahasiswa,” ucapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peserta Mapaba yang berjumlah 100 mahasiswa baru dari seluruh Fakultas di Universitas Lampung ini tampak sangat antusias. Dengan jumlah 100 peserta Mapaba, agenda penerimaan anggota baru adalah yang tersebesar dilakukan PMII setempat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (Imam Mahmud/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor

Tulungagung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Instruktur Nasional Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor KH Ahmad Nadhif mengatakan, NU dan Ansor beserta badan otonom NU lainnya didirikan bertujuan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja).

Hal ini ditegaskannya saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) angkatan ke IV Pimpinan Cabang GP Ansor Tulungagung, 18 April lalu di Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jawa Timur.

Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor

Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Gus Nadhif, ini Ansor beserta Bansernya harus menjadi garda terdepan untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja ini. “Tugas Ansor dan Banser adalah mempertahankan dan mengembangkan ajaran ini,” tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, Aswaja adalah paham yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas. Dalam fiqih menganut pada mazhab yang empat, Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Juga mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi? dalam bidang akidah. Sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Aswaja diikuti mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya NU. Karena di dalamnya mempuyai beragam konsep yang jelas dan dilandasi dengan dalil-dalil yang qath’i. Adapun salah satu konsep yang terkandung dalam ajaran Aswaja yaitu, tawasuth, tasamuh, tawazun, dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Yang dimaksud tawasuth (moderat), adalah sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam. Tawazun (seimbang), adalah sebuah keseimbangan keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia menghitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang proporsional. “Amar ma’ruf nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran,” katanya.

Ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah, lanjutnya, adalah sebagai benteng akidah amaliah warga NU. Tantangan besar yang dihadapi warga NU, yaitu mewaspadai beberapa aliran yang akhir-akhir ini mulai berkembang di Indonesia.

Pelatihan Kader Dasar angkatan ke IV ini diikuti 84 peserta. Mereka utusan dari beberapa ranting GP Ansor di Kecamatan Gondang Tulungagung. Meski pelatihan tingkat Cabang, PKD angkatan IV ini termasuk pelatihan yang? istimewa karena dihadiri instruktur nasional. Selain Gus Nadhif, ada Kepala Satkornas Banser H Alfa Isneini, Abdul Azis, H Imam Kusnin Ahmad, dan beberapa instruktur PW Ansor Jawa Timur. (Red/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, AlaSantri, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Saat bertemu dengan Ketua-Ketua Pengurus Cabang Nahdltul Ulama Se-Provinsi Lampung Gubernur Lampung Ridho Ficardo menyatakan bahwa Para Kiai dan Ulama NU adalah para orang tua Penjaga NKRI. Ia juga menyatakan bahwa NU adalah salah satu organisasai pendiri negara Indonesia ini.

"Mayoritas yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesian adalah para laskar santri dan kiyai yang perang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia sampai mati dan sahid adalah santri-santri dan kiyai kiyai NU," katanya saat pertemuan di Mahan Agung, Kamis Malam (12/4).

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Pada kesempatan tersebut Ia juga menjelaskan bahwa bahwa dirinya dan keluarganya adalah orang NU tulen. "Saya ? serta keluarga besar saya dan mbah-mbah saya adalah warga Nahdlatul Ulama, mungkin di Lampung kurang terkenal ke-NUan Saya, tapi Kalau di Tulung Agung Jawa Timur, karena keluarga kami adalah santri dan Jamaah dari Pondok Pesantren Peta, Asuhan Kiyai Jalil, maka tidak di ragukan lagi ke-NUan saya dan keluarga," Kata Gubernur Muda ini.

Ridho juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung selalu bersinergi denga NU dalam membangun Bumi Rua Jurai ini. Salah satu Pembangunan disektor keagamaan dicontohkannya dengan program rutin tahunan yang telah Ia canangkan berupa Ziarah Wali Songo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertahun menurutnya sudah diberangkatkan sekitar 6000 warga Provinsi Lampung untuk Program Wisata religi ziarah wali songo. Dan pada tahun ini lanjutnya akan ditambah dengan ziarah ke beberapa Kiai Pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Internasional, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Untuk mendorong partisipasi warga khususnya pemuda di bidang penganggaran, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Jepara mengadakan Pelatihan Perencanaan dan Pengaggaran Desa Inklusif, di Ruang Serbaguna DPRD Jepara, belum lama ini.?

Pelatihan itu membekali pemuda agar paham dan terlibat aktif dalam perencanaan penganggaran di desa. Pelatihan diikuti oleh beberapa elemen pemuda yaitu kader peduli desa, IPNU-IPPNU, PMII, Fatayat, dan lain-lain.?

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa

Para pemuda diharapkan mau kembali melihat desa sebagai lahan untuk belajar sekaligus mengabdi, serta mau terlibat dalam proses-proses krusial dalam membangun desa, khususnya di bidang penganggaran.?

Nur Rohmad, project officer program peduli dari Lakpesdam NU, Senin (26/09/16) mengatakan, hal itu harus ditunjang dengan kemampuan teknis yang memadai untuk berpartisipasi serta mendorong anggaran supaya inklusif. Anggaran yang mencerminkan terakomodirnya berbagai kepentingan dan tidak mendiskriminasi kaum-kaum minoritas, baik minoritas secara sosial, ekonomi, keyakinan, politik, budaya dan lain-lainnya.?

“Setiap warga desa terlepas apa pun latar belakangnya mempunyai hak yang sama untuk ikut dalam proses pembangunan di desa,” kata dia sebagaimana rilis yang dikirim kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Muhamadun, mewakili pengurus Lakpesdam PCNU Jepara mengutarakan hal-hal ? yang terkait dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti pelatihan yang dilakukan pada kesempatan ini ? adalah salah satu fokus kerja pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Lakpesdam.?

“Jika hari ini sebagian pemuda masih sebatas menjadi penonton dalam proses-proses penganggaran di desa, harapannya ke depan mampu mewarnai untuk membahas anggaran. Kalau masyarakat pemahamannya kurang bahkan tidak mau tahu tentang tentang proses-proses penganggaran maka anggaran rentan disalahgunakan,” kata Muhamadun.

Adib Akrom, salah satu pemateri yang juga menjabat sebagai tenaga ahli pendamping desa Kabupaten Pati mengatakan, salah satu filosofi penting yang harus dipahami dalam partisipasi di bidang penganggaran adalah, “Saya tahu, sadar, siap, dan melakukan”. Filosofi ini, kata Adib, berarti bahwa kerja-kerja pendampingan itu butuh proses, karena ternyata di tengah besarnya dana desa masih banyak pemuda yang tidak tahu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Secara normatif, jelasnya peraturan tentang penganggaran desa sudah bagus, seperti tercermin dalam Permendagri No 114/2014 yaitu proses dan tahapan kegiatan penganggaran yang dilaksanakan Pemdes harus melibatkan Badan Perwakilan Desa (BPD) dan masyarakat.?

Tapi, lanjut Adib Akrom, permasalahan di lapangan seringkali terjadi, misalnya musyawarah desa seringkali dihadiri oleh orang-orang yang sama dari waktu ke waktu. Banyak pihak yang tidak tahu akan adanya proses penganggaran di desa. Padahal Salah satu tujuan ? dari proses-

proses penganggaran adalah berdaya, berdaya secara ekonomi, berdaya secara partisipatif, berdaya secara politik.

Sementara itu, M Syariful Wai pemateri sesi kedua yang juga pernah aktif sebagai pengurus PP Lakpesdam, menandaskan anggaran tidak hanya soal apa yang harus dilakukan menurut peraturan, tetapi juga soal kesepakatan-kesepakatan di balik meja antar kekuatan-kekuatan politik yang ada. Ini memungkinkan terdapat kelompok masyarakat yang marginal dalam struktur sosial dimana mereka tidak mendapat perhatian. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Nasional, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 20 November 2017

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri) Jombang berupaya menekan maraknya penyalahgunaan narkoba dan kekerasan seksual yang menimpa masyarakat setempat.

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri Prihatin Narkoba dan Kekerasan Seksual Meningkat di Jombang

Upaya demikian tercermin dalam pagelaran seminar terbuka dengan tema “Kopri PMII : Melawan Teror Narkoba dan Kekerasan Seksual” sebagai pembukaan kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) pada Kamis, (10/11), di aula Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

Ketua PC Kopri Jombang Priwahayu menyebutkan bahwa dua problem itu terus mengalami peningkatan di Jombang. Kesimpulan itu diperoleh dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur dan hasil kajian sejumlah data yang diperoleh dari penanganan kasus kekerasan seksual oleh Woman Crisis Center (WCC) setempat selama beberapa tahun sebelumnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Berdasarkan data BNN Provinsi Jawa Timur, bahwa Kabupaten Jombang sebagai daerah dengan kasus narkoba tertinggi kelima tingkat Jawa Timur. Dan hasil kajian kami dan WCC bahwa jumlah kekerasan seksual di Jombang pada 2004 lalu sebanyak 29 kasus, namun pada tahun 2015 mengalami peningkatan hingga 36 kasus," katanya, Rabu (9/11).

Sementara itu, lanjut dia, usia korban kekerasan seksual rata-rata di bawah 18 tahun. "Sebanyak 85 persen, kekerasan seksual masih berumur di bawah 18 tahun, kemudian pelakunya adalah orang terdekat korban, seperti orang tua, saudara, pacar, teman dan tetangga," imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terjadinya kasus kekerasan seksual cenderung berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba dalam perkembangannya. Sehingga ketika kasus penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan, maka juga terkadang akan memicu terhadap naiknya kasus kekerasan seksual.

"Akibat penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak fisik, namun juga mental, sehingga tidak bisa mengontrol dirinya, dan akan mudah melakukan hal-hal yang di luar kekuasaannya, seperti kekerasan seksual. Kemudian naiknya angka kasus kekerasan terhadap perempuan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Untuk itu, Ayu panggilan akrab Priwahayu mengajak kepada segenap elemen masyarakat juga pemerintah untuk melek dua persoalan tersebut, kemudian mencari solusi tepat untuk menanganinya.

"Dalam Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 dijelaskan bahwa masyarakat bisa berpartisipasi dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Di pasal 104 berbunyi kalau masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika," tutur mahasiswa asal Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu.

Menurutnya, seminar tersebut adalah salah satu media dalam memberikan pemahaman lebih kepada khalayak terkait dua persoalan itu, dan juga upaya pencegahannya.

Seminar akan dihadiri sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Jawa Timur, anggota dan kader PMII se-Jawa Timur, lembaga dan instansi pemerintah terkait, pondok pesantren se-Jombang, seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa se-Jombang.

Sementara untuk narasumber kegiatan diantaranya Drs Amrin Remico MM, Kepala BNPP Jawa Timur, Andy Irfan, Ketua Kontras Surabaya dan Muklinah Shohib, Ketua DPD Nasdem Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 16 November 2017

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara

Pacitan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun mengajak kepada warga Nahdliyin Pacitan untuk bangga dan selalu menjaga kearifan lokal asli Nusantara sebagai wujud sikap nasionalisme kepada negara Indonesia.

Hal itu disampaikanya kepada ribuan orang yang menghadiri acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng dalam rangka peresmian SD Nuril Islam (Nuris) di Pacitan Jawa Timur, Senin Malam (15/6).

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Ajak Nahdliyin Jaga Kearifan Nusantara

Cak Nun mengatakan, salah satu bahasa yang paling tinggi nilai kebudayaanya dibandingkan dengan bahasa negara lain adalah bahasa Jawa. Tidak ada bahasa negara manapun yang dapat menandingi bahasa Jawa. Kebudayaan dan bahasa Jawa merupakan satu-satunya kebudayaan tertua di dunia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Nun mencontohkan, kata beras dalam bahasa Inggris hanya ada satu kata yaitu rice, namun dalam kosa kata bahasa Jawa kata beras bisa menjadi beberapa kosa kata ? seperti padi, gabah, upo,dan sego.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengajak untuk menganalisis aksara Jawa seperti honocoroko, dotosowolo dan seterusnya.

“Kita harus bangga dengan bahasa Jawa kita dengan cara menjaga dan melestarikanya,” ajak Cak Nun.

Sementara itu, menurut Dodik Prasetyo salah satu panitia mengatakan bahwa ? tema Sinau Bareng Cak Nun ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat untuk sinau atau belajar tanpa memandang usia.

SD Nuris merupakan Sekolah Dasar pertama di bawah naungan LP Ma’arif NU Pacitan. SD ini didirikan sebagai ikhtiyar aktifis NU untuk memajukan pendidikan di kota 1001 goa ini.

Hadir dalam acara Sinau bareng Cak Nun para kiai diantaranya KH Umar Syahid (Mustasyar PCNU) Kiai Mahmud (Ketua PCNU), KH Hammad ? Harits Dimyathi, Bupati Pacitan, Kapolres, Danramel dan ribuan nahdliyin dari seantaro Pacitan. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 03 November 2017

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Medan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membawakan mainan masak-masakan dan diecast pesawat berwarna putih untuk Balita Kinara (4) korban selamat pembunuhan sekeluarga di Medan, Sabtu (15/4).?

Khofifah menjenguk Kinara sekembalinya dari Aceh Tenggara mengunjungi korban longsor dan banjir bandang. Kirana dirawat di RSUP H Adam Malik Medan setelah menjalani operasi pembekuan darah di bagian kepala.?

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

"Dua mainan itu adalah permintaan khusus Kinara jadi sebisa mungkin dipenuhi, terutama diecast pesawat berwarna putih," ungkap Khofifah.?

Khofifah juga membawakan tas sekolah, tempat makan dan minum, buku cerita anak, susu, dan pampers. Seluruh bingkisan itu sengaja dibawa Khofifah guna menghibur Kinara.?

Melihat bingkisan tersebut, Kinara langsung meresponnya lalu bangun dan ikut bermain. Balita perempuan tersebut terlihat begitu gembira.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Khofifah, Balita Kinara dipastikan mengalami trauma mendalam setelah menyaksikan pembunuhan kejam yang dilakukan oleh Andi Lala yang masih memiliki hubungan saudara.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kami akan lakukan assesmen terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pendampingan oleh tim psikososial," ujarnya.

Lama pendampingan, lanjut dia, minimal dilakukan selama tiga bulan kedepan. Setelah itu, akan dilakukan secara berkala sesuai keadaan psikologi Kinara.?

Menurut Khofifah, hal terpenting saat ini adalah memastikan Kinara memperoleh perlindungan, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan utamanya dari keluarga inti. Dengan demikian kesejahteraan Kinara dapat lebih terjamin.?

"Saya harap keluarga yang ditunjuk menjadi wali bisa memberikan perlindungan dan pengasuham yang baik kepada Kinara," tuturnya.?

Sebelumnya, kejahatan menimpa dan menewaskan satu keluarga di Medan, Ahad (9/4/2017) lalu. Para korban adalah pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (35), serta dua anak, Naya (13), dan Gilang (8). Mereka warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli. Sumarni (60), mertua Riyanto, juga meninggal. Mereka warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli.?

"Semoga seluruh korban diterima Allah SWT dan Kirana bisa melanjutkan hidup lebih baik dan mampu melupakan kejadian ini," tutup Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock