Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak

Purworejo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Forum konferensi GP Ansor Purworejo di pesantren Al-Anwar Maron, Ahad (21/12), mengamanahkan H Muhammad Haikal untuk menggerakkan pemuda NU ini untuk masa bakti 2014-2018. Kepada peserta forum dan banom NU lainnya, Haikal meminta kerja sama dalam mengimplementasikan program NU.

"Tentu ini merupakan amanah yang tidak ringan mengingat tantangan organisasi ke depan yang semakin berat. Untuk itu organisasi ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari segenap elemen badan otonom NU serta kader Ansor khususnya," kata Haikal.

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak

Sebelumnya, forum ini mendiskusikan tantangan implementasi ajaran Aswaja di era global.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sekarang kelompok-kelompok ekstrem tumbuh subur. Untuk mengantisipasi itu, tentu semua kader NU, terutama kaum muda yang tergabung dalam wadah Ansor harus paham dan mengimplementasikan dalam kegiatan dakwah," kata pengasuh pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudhori yang hadir sebagai narasumber diskusi.

Pria yang lazim disapa Gus Yusuf juga mengingatkan bahaya dari gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI. Menurutnya, Ansor memiliki tanggung jawab sekaligus mempunya peran strategis dalam ikut menjaga keutuhan NKRI.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada diungkapkan narasumber lainnya, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Tsaquf. Menurut Gus Yahya, NU dilihat dari sejarah lahirnya pada 1926 ikut membidani lahirnya NKRI yang diproklamasikan pada 1945. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bagi NU untuk berjuang mempertahankan NKRI dari potensi dan ancaman yang bisa mengganggu keutuhannya.

"Saya harap para kader Ansor mulai memahami konstelasi perang ideologi di era global. Dengan pemahaman itu, upaya antisipasi terhadap ancaman ajaran Aswaja bisa dideteksi sedini mungkin. Mari kita berikan pemahaman Aswaja terhadap generasi-generasi penerus kita," ajaknya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak kurang dari sepuluh ribu ibu-ibu dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di arena Kongres Ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak Rabu (23/11) malam. Hingga Jumat (25/11) padatnya arena kongres tak membuat asrama yang dibangun sejak tahun 1974 itu penuh sampah.

Di sepanjang pagar dan dinding gedung utama hingga lapangan manasik, berjejer karangan bunga dan spanduk ucapan selamat atas perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat NU. Sejumlah spanduk iklan menggelorakan kebersihan, tampak memberi sugesti tersendiri bagi para peserta.

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Sejuknya suasana Kongres Muslimat NU diakui petugas keamanan Asrama Haji Pondok Gede, Triokarno (33). “Banyak organisasi bikin kegiatan di sini. Tapi memang, baru kali ini semua panitia dan peserta juga terlibat dan komitmen dalam urusan kebersihan,” paparnya, Jumat (25/11).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Trio teringat, kongres sebuah organisasi tertentu yang dihelat tahun 2013 lalu. “Dulu pernah ada kongres ricuh di sini sampe bakar-bakaran. Kalau kongres yang ini, sepekan sebelum kegiatan, kami sudah diajak berembuk oleh panitia. Dari urusan keamanan sampai urusan kebersihan. Kami merasa sangat terbantu. Karena NU menurunkan banyak relawan,” imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk urusan kebersihan saja, menurut Trio, ada 150 relawan yang terlibat. Belum untuk urusan keamanan, konsumsi dan sebagainya. Itu, kata Trio, disampaikan Panitia Kongres dalam rapat gabungan bersama pengelola Asrama Haji, Kamis (17/11).

“Mereka yang berkaos biru itu dari pelajar, yang berkaos putih dari Banser. Yang berbatik dari mahasiswa NU (PMII) katanya. Termasuk dari TNI dan Kepolisian juga ikut serta membantu. Jadi kalau ada yang perlu digotong, mereka semua sigap membantu,” jelasnya.

Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Panitia Kongres Muslimat Ke-17 NU Rizky Wijayanti mengungkapkan, para peserta memang diberi arahan khusus oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU untuk menyukseskan kegiatan, tak hanya dari sisi acara, tapi juga dari sisi kebersihan.

“Ini inisiatif dari Muslimat untuk memberi teladan bagi yang lain. Bahwa dalam berkegiatan apa pun, dengan massa sebanyak apa pun, kita bisa berkomitmen menjaga lingkungan,” kata Rizky.

Kampanye menjaga lingkungan itu, bahkan juga didengungkan berkali-kali di ruang Media Centre. Para panitia tak henti-hentinya mengingatkan para jurnalis untuk membuang sampah bekas makan dan minum, di tempat yang telah disediakan. “Tolong ya wartawan yang ganteng dan cantik, setelah makan, sisanya jangan ditinggal di meja. Tapi dibuang ke tempat sampah ini,” kata Enny Jamilah, panitia yang standby di ruang Media Centre. (Abdul Malik Mughni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Beirut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia”  di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Dalam release yang dikirimkan ke Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kongres yang mengambil syiar : “Bersama Menuju Islam Rahmatan Lil-Alamin” ini akan diawali dengan seminar internasional yang akan membahas tentang :

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

• “Reformasi Dunia Arab dan Implikasinya terhadap Masa Depan Dunia Islam dalam Prespektif Ulama Timur Tengah”, ( Narasumber: Dr. Said Ramadhan Al-Bouthy, Ketua Persatuan Ulama Negeri-negeri Syam )

• “Masa depan Palestina dan Masjidil Aqsa di Tengah Pergolakan Politik Timur Tengah dan Duina Global”, ( Narasumber: Praktisi Politik Lebanon dan Palestina)

• Fenomena Global Radikalisasi Atas Nama Agama dan Strategi Menghadapinya (Narasumber: ICIS, BNPT, Global University-Lebanon)

Selain itu, Kongres juga akan membahas secara internal tentang :

• Penguatan Koordinasi PCI Luar Negeri dan Perluasan Network di Negara-negara PCI

• Strategi Perlindungan Faham Aswaja di Tanah Air dari Gerakan anti Aswaja (Trans-nasional-Radikal)

• Perumusan Konsep Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama

Secara global, diharapkan dari Kongres ini akan tercipta sebuah pemahaman mendalam dan mendetail kepada kalangan luas tentang realitas yang faktual tentang fenomena Arab Spring di Timur Tengah, terwujudnya partisipasi umat Islam Indonesia, khususnya Nahdliyyin, dalam gerakan global mendukung kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama, mengembalikan citra Islam sebagai rahmatan lil Alamin melalui upaya de-radikalisasi paham keagamaan.

Sementara secara lingkup organisasi, diharapkan akan membuka jaringan kerjasama internasional antara PCI-PCI dengan negara setempat dalam bidang pendidikan, keagamaan, interfatih dialogue, kebudayaan, ekonomi dalam rangka mendukung gerakan total diplomatic yang dicanangkan pemerintah RI.

Disamping itu, diharapkan dari kongres ini akan tercapai perumusan bersama upaya-upaya kongkrit dalam rangka membendung gerakan radikal anti ajaran Aswaja/Ahlussnunnah Wal Jamaah yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan ukhuwah sesama umat dan anak bangsa serta mencari bentuk dan konsep yang terpadu dalam mewujudkan ekonomi keumatan yang lebih berkeadilan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jelang pelaksanaan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Jajaran Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, melakukan ziarah ke tiga pendiri NU yang berada di Jombang, Ahad (14/4).?

Konferwil sendiri rencananya digelar pada 31 Mei-1 Juni mendatang di Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.?

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Ziarah pendiri NU, dipimpin langsung Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftakhul Akhyar dan ketua Tanfidziyah, KH Muatawakkil Alallah. Rombongan ulama ulama NU ini tiba di Pesantern Tebuireng Jombang sekitar pukul 12.30. Sebelumnya para pengurus NU Jatim ini mengawali ziarah ke makam KH Khoil Bangkalan yang merupakan guru para pendiri NU, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Rombongan terbagi dua, yang pertama menuju Bangkalan dan yang kedua ke Kediri,” tutur Mashudi Mukhtar, sekretaris PWNU Jatim menuturkan. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai dari makam KH Kholil Bangkalan dan Makam KH Mahrus Kediri, kedua rombongan bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang ini. Tiba di pesantren yang didirikan Rois Akbar, KH Hasyim Asyari rombongan langsung menuju makam yang terletak di Komplek Pesantren tepatnya sebelah barat masjid pesantren dimana terletak makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan juga terdapat makam Gus Dur.

Setelah melakukan tahlil dan doa, selanjutnya rombongan meluncur ke makam KH Bisri Syansuri PP Mambaul Maarif Denanyar serta makam KH Wahab Hasbulloh di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

"Ziarah ini juga mengawali kegiatan Harlah NU serta Konferwil mendatang," tandasnya Mashudi Mukhtar menambahkan.?

Dijelaskannya, “Para kiai dan pengurus NU ziarah ke Bangkalan karena beliau (KH Kholil) yang merestui berdirinya organisasi NU, sedangkan KH Mahrus merupakan Rois pertama," ujarnya di PP Tebuireng.

Dikatannya, Disamping dalam rangka Harlah NU, ? lanjut Mashudi Mukhtar mengungkapan ziarah dilakukan karena PWNU akan segera menggelar Konferensi.?

"Rencananya Konferwil bakal dilaksanakan pada tanggal 31 Mei-1 Juni mendatang di Sidoarjo," imbuhnya.

Terkait pemilihan Konferwil mendatang, dalam proses pemilihan ketua, Mashudi membeberkan, PWNU berencana menggunakan sistem Ahlul Halli ? Wal ? Aqdi (Ahwa).

"Insyaallah itu yang akan digunakan dalam pemilihan di Konferwil mendatang. Sekarang ini tinggal pematanagan saja,"pungkasnya seraya mengatakan untuk pematangan ini PWNU pekan ini akan mengundang PCNU se Jatim untuk membahasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

Boyolali, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Masing-masing calon ketua umum IPNU memaparkan gagasan utama kepemimpinanya. Sejumlah gagasan segar muncul dari calon asal Jakarta M Said, calon asal Jabar Asep Irfan Mujahid, dan calon asal Surabaya Abdurrazak.

Di hadapan peserta kongres, Said menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya mengembalikan IPNU sebagai organisasi pelajar dan santri.

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

"Pelajar dan santri tidak perlu terburu-buru masuk dalam pusaran politik praktis," ujar Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kaderisasi di pesantren menjadi prioritas utamanya jika terpilih.

"Soal mahasiswa, kita serahkan saja pada formulasi PBNU," kata Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara Asep menyatakan tekadnya untuk membuat model kaderisasi yang menghapus disparitas antara pelajar NU di Jawa dan luar Jawa.

"IPNU harus menjadi organisasi yang tanggap dan adaptif dengan arus global," kata Asep.

Sedangkan Abdurrazak berjanji untuk meneguhkan kaderisasi di tingkat Komisariat dan Ranting sebagai akar.

"Membangun sinergi internal dan membangun komunikasi antara IPNU dan NU," ujar razak.

Razak lolos sebagai calon Ketum IPNU setelah melalui voting karena statusnya yang belum lulus S1. Sebanyak 147 suara mendukung status S1 sebagai syarat calon. Sementara 212 suara menyatakan kebolehan pelajar yang tengah menempuh studi S1 sebagai calon ketum. Sedangkan 30 suara tersisa menyatakan abstain. (Aji najmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Pesantren, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengangguran yang masih tinggi dapat dikurangi dengan membekali pelajar dengan sejumlah keahlian. Apalagi hal itu diimbangi semangat yang tidak kenal lelah seperti yang ditunjukkan para pelajar dan santri.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengajak para pelajar di seluruh Indonesia, untuk mempelajari pendidikan kewirausahaan sebagai bekal untuk membuka lapangan pekerjaan baru di masa mendatang.

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

“Kewirausahaan pun memang selayaknya diperkenalkan dan diajarkan kepada semua pelajar di Indonesia. Semangat kewirausahaan harus ditumbuhkan sejak usia dini agar terus tumbuh dan berkembang, “ kata Muhaimin Iskandar, Senin (24/6) kemain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal tersebut diungkapkan Muhaimin Iskandar saat menjadi inspektur upacara pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang digelar di Ponpes Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembukaan Perkemahan wirakarya yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqiel Siradj yang dilaksanakan pada tanggal 24–29 Juni dan diikuti 2.220 pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kewirausahaan itulah yang selama ini menopang ekonomi negara ini, karena itu kalau adik-adik menjadi wirausahawan akan menjadi penopang negara ini,” katanya. “Saya tidak ingin ada lulusan LP Ma’arif NU yang menganggur," lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya akan bekerja sama dengan LP Maarif NU untuk mendorong semangat kewirausahaan melalui kegiatan pramuka dan pelatihan yang meningkatkan kompetensi remaja NU untuk maju, kreatif, dan produktif.

"Adik-adik harus mampu menangkap potensi lokal, potensi daerah, potensi desa, sebagai peluang untuk berwirausaha,” katanya. “Nanti saya juga akan bekerja sama dengan LP Ma’arif NU untuk menggelar pelatihan seperti itu untuk mengurangi pengangguran terbuka," lanjutnya.

Muhaimin menambahkan saat ini pemerintah sedang merancang agar kurikulum kewirausahaan, yang berorientasi untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Hal tersebut dimaksudkan agar kelak pelajar bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

Ia juga menandaskan bahwa pada masa mendatang akan terus dicarikan kerjasama yang saling menguntungkan antara LP Ma’rif dengan kementeriannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja.?

”Program wirausaha ini mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. hampir 98% dari para pelaku bisnis di Indonesia tergolong dalam kelompok UMKM, maka kekuatan untuk menumbuhkan kelompok usaha ini telah menjadi prioritas pembangunan nasional," ucapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Dalam rangka mempererat tali silaturahim sesama kaum santri dan para pendekar, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Senin sore (25/12) menggelar Pencak Dor di kompleks Madrasah Aliyah Mualimin Mualimat Rembang (M3R).

Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang

Para pendekar dari sejumlah pondok pesantren dari dalam dan luar kota Rembang seperti, Kediri (Jawa Timur) Pati, Grobogan, Demak (Jawa Tengah), juga beberapa pendekar dari daerah Cirebon turut naik panggung, memeriahkan tradisi pondok pesantren Nahdlatul Ulama.

Salah satu panitia dari Pagar Nusa Cabang Rembang, Ahwan, menjelaskan, Pencak Dor merupakan tradisi pesantren yang baru pertama kali digelar pihaknya. 

"Ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Rembang, dan mungkin juga yang pertama di Jawa Tengah. Melihat antusias, kemungkinan tahun depan akan kita gelar lagi," kata Ahwan.

Ia menambahkan, dengan adanya panggung tarung bebas, tapi tetap menjunjung sportivitas dengan semboyan "di atas lawan di bawah kawan". 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan seni beladiri pencak yang identik dengan nama besar KH Maksum Djauhari, lanjutnya, juga mempertemukan antara sahabat satu daerah dengan daerah lain. 

Arianal Khak Ahmad, santri asal Cirebon bercerita, pencak dor bagian dari hobinya sejak masih nyantri di pondok pesantren Lirboyo. Saat mendapatkan kabar ada panggung yang menjadi kesukaannya, ia bersemangat untuk datang.   

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya asli santri Cirebon. Dulu pernah mondok di Lirboyo. Setelah itu, mondok di Grobogan sekarang. Tadi pagi dikabari temen Lirboyo ada acara yang sangat mengejutkan.Kumpul teman Lirboyo lagi. Dari kecil sangat suka menggeluti dunia persilatan utamanya Pagar Nusa," jelasnya. 

Pria yang biasa dipanggil Aria itu, terakhir kali naik panggung pencak dor pada 2013 di Lirboyo. Semenjak pindah di Grobogan, dia sempat empat tahun tidak mendapatkan teman untuk berlatih silat. Dan baru di Rembang ia kembali mendapatkannya.

Selain para pendekar Pagar Nusa, yang beradu tanding di atas pentas, nampak juga empat pendekar dari perguruan lain yang tertarik untuk mencoba empuknya panggung kebanggan para pendekar dari kaum santri NU itu. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock