Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai

Cilacap, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam lintasan sejarah, NU memiliki peran politik yang sangat signifikan. Kenyataan ini dibuktikan dengan kiprah organisasi para kiai ini dalam mempengaruhi kebijakan publik secara nasional maupun internasional. Peran ini justru banyak terjadi ketika NU di luar jalur partai.

Pandangan ini disampaikan Ketua PBNU H Imam Azis dalam sesi diskusi Bahtsul Masail Nasional yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) di Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (8/5) malam.

Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Politik NU Tak Harus Melalui Partai

Imam menunjukkan fakta perjuangan NU pra-kemerdekaan hingga menjelang NU menjadi partai politik pada 1952. Saat itu para kiai mampu mengintervensi kebijakan kolonial Belanda dan Jepang, hingga terlibat dalam proses-proses menentukan pembentukan dan penyelenggaraan Republik Indonesia bersama jaringan yang dimiliki.

”Jadi, kalau NU ingin berperan secara politik, jalurunya tidak harus melalui partai,” tegasnya. Menurut Imam, NU pasca menjadi partai memang memiliki kantong suara yang cukup menjanjikan, tapi, produktivitasnya menurun hingga akhirnya kembali ke khittah pada 1984.

Di era demokrasi pascareformasi, lanjut Imam, NU berada di dalam ancaman ”pusaran uang” yang sangat kencang. Independensi organisasi sosial-keagamaan ini ditantang untuk konsisten menjadi motor perubahan meski tanpa kendaraan partai. Di jalur non-partai, NU dapat memerankan politik secara lebih luas.

”Artinya apa? Partai politik itu bukan keniscayaan bagi NU,” tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Nahdlatul Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kiai Muhammad Yamin tutup usia, Ahad (19/10), bakda ashar. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kudus, Jawa Tengah.

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Menurut KH Ali Armani, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kaliori, Kiai Yamin sudah lama menderita penyakit gula. Tetapi dengan penuh semangat, ia tetap aktif di setiap kegiatan NU, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.

"Mbah Yamin sosok yang sangat penyemangat,. Lebaran kemarin saja memaksa untuk pulang meski dirawat di rumah sakit hanya untuk dapat bersilaturahim dengan para pengurus NU dan para santri,” ujanrya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ali Armani menambahkan, di duania pendidikan sosok Kiai Yamin merupakan pionir bagi berdirinya madrasah diniyah awaliyah Tuhfatul Huda Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori. Madrasah ini telah melahirkan ribuan santri yang desa Desa Pengkol dan sekitarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Mbah Yamin adalah guru bagi para santri yang ada di wilayah Kecamaan Kaliori. Kiprahnya di dunia pendidikan pesantren sudah tidah diragukan lagi,” tuturnya.

Kiai Muhammad Yamin lahir di Rembang 10 November 1951, dan wafat dalam usia ke-64 tahun. Ia merupakan warga Desa Pengkol Kecamatan Kaliori. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Santri, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa suatu saat ia telah membeli seorang jariyah, seorang budak wanita. Sesaat kemudian, Malaikat Jibril turun ke bumi dan berkata kepada Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam,

Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Budak Batal Masuk Neraka Karena Sedekah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Wahai Muhammad, keluarkanlah budak itu dari rumahmu! karena sesungguhnya ia adalah ahli neraka" perintah Jibril.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Syahdan, Nabi pun mengutarakannya kepada Aisyah. Lalu Aisyah pun dengan perasaan iba, melepas kepergian sang budak.?

Bagaimana Aisyah tidak bersedih, jika tiba-tiba saja turun wahyu bahwa budak tersebut harus dikeluarkan dan tercatat sebagai ahli neraka pula. Padahal, Aisyah tanpa tahu-menahu sebab musabab mengapa ia ditakdirkan menjadi ahli neraka.

Dengan wajah penuh kasih, Aisyah pun melepas kepergiannya dengan memberi beberapa kurma sebagai bekal.

Di tengah jalan, sang budak merasa kelelahan. Teringat ia akan bekal yang dibawakan oleh majikannya, Aisyah. Dimakannya dengan lahap kurma itu. Namun disaat ia menikmati bekal kurma, datanglah kepadanya seorang faqir meminta-minta.?

Meskipun lapar, dan sesungguhnya ia juga masih membutuhkan bekal kurma, sang budak memberikan sebagian kurma yang tersisa kepada faqir tersebut.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia merasa iba, hingga tak ada satu kurma pun tersisa untuknya. Ia berikan seluruh sisa kurma pemberian Aisyah kepada faqir tersebut.

Betapa dahsyat kekuatan sedekah. Tak lama kemudian setelah sang budak memberikan kurma kepada seorang faqir tadi. Malaikat Jibril kembali turun ke bumi dan mewahyukan kepada Nabi Muhammad bahwa ia diperintah untuk kembali mebiarkan sang budak di rumahnya.?

Karena sungguh, akibat sedekah sang budak, rahmat Allah turun dan ia pun "batal" masuk neraka. (Ulin Nuha Karim)

-Sumber: Kitab Risalah Nawadirul Hikayah karya Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Qulyubi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

Mataram, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Peraturan Mentri Pendidkan dan kebudayaan tentang Full Day School (FDS) atau 8 jam per hari serta? lima hari sekolah mendapat? respon keras penolakan dari GP Ansor NTB bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama setempat. Rencananya mereka akan melakukan aksi damai besar-besaran bersama ribuan santri serta banom-banom yang ada di lingkungan NU.

Hal ini disampaikan oleh Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Mataram, Kamis (10/8).

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

GP Ansor NTB rencananya bersama ribuan warga NU termasuk para pimpinan pesantren, madrasah-madrasah, mahasiswa, pemuda, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat dan yang lainnya, akan melakukan aksi besar-besaran menolak Full Day School.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Aksi ini akan kami lakukan sebagai bentuk protes keras kebijakan FDS yang akan diterapkan. Sudah jelas dan tegas kami menolak kebijakan Mendikbud RI Muhadjir," kata Kasubag Humas Kanwil Kemenag Provinsi NTB ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya ini sedang berkoordinasi dan melakukan persiapan untuk aksi menolak kebijakan Full Day School bersama ribuan santri untuk turun aksi di Kota Mataram.

Rencana aksi besar-besaran akan diadakan pada Rabu 16 Agustus 2017 mendatang. Hal ini merupakan bagian dari amanah instruksi PBNU kepada seluruh pengurus wilayah hingga ranting serta banom NU di seluruh Indonesia atas kebijakan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah yang merugikan dan mengancam eksistenis madrasah diniyah.

Di samping itu pihaknya juga menegaskan akan mendesak pemerintah di masing-masing daerah (Gubernur, Walikota, dan Bupati) untuk menolak Permendikbud No 23 tahun 2017 itu.

"Sesuai instruksi dari PBNU, maka kami dari keluarga besar NU NTB berencana menggelar aksi damai untuk menolak Permendikbud 23 tahun 2017 tentang hari sekolah itu," tutupnya. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama PP Fatayat NU selenggarakan Sarasehan Pencegahan Paham Radikal Terorisme, sekaligus peluncuran Daiyah Anti Radikalisme di hotel Papandayan, Bandung, Jawa Barat, Kamis-Sabtu (20-22/4).

Kasubdit Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT, Sujatmiko mengatakan, pemerintah dalam hal ini BNPT terus bertindak tegas dalam menghadapi berbagai permasalahan radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme, BNPT-Fatayat NU Gelar Sarasehan dan Luncurkan Daiyah

Menurutnya, upaya menangkal radikalisme dan terorisme akan maksimal apabila upaya tersebut tumbuh dari seluruh lapisan masyarakat termasuk di dalamnya kalangan perempuan dan anak-anak.

“Fatayat NU memiliki semangat yang tinggi untuk meningkatkan peningkatan kualitas da’iyah, untuk mencegah faham radikal baik dikeluarga maupun di masyarakat,” katanya.

Harapan tersebut diungkapkan karena melihat basis jamaah Fatayat yang ada diseluruh Indonesia ? serta kepengurusan dari pusat sampai ranting. ? “Secara luas pengaruh paham radikalisme dan terorisme akan semakin sempit, akan semakin kita tutup,” ujarnya.

Acara ini dibuka oleh kepala BNPT Suhardi Alius dan dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus Pusat dan pengurus Wilayah Fatayat NU se-Jawa, Ormas dan perwakilan OKP,?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan Sarasehan dan peluncuran daiyah ini sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ? ke-67 Fatayat NU dengan mengangkat tema "Peran Perempuan di dalam Pencegahan Radikalisme di Indonesia". (Husni Sahal/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh mengatakan untuk memajukan wakaf nasional, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pemetaan potensi wakaf.

“Lalu menetapkan langkah-langkah untuk mentransformasikannya menjadi kekuatan riil,” demikian Nuh tak lama setelah penetapannya sebagai Ketua Pelaksana BWI, Rabu (29/11) di Jakarta.

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

(Baca: Mohammad Nuh Nahkodai Badan Wakaf Indonesia)

Pria yang juga Ketua PBNU itu menegaskan BWI akan memperbesar input wakaf dan memperkuat dalam tata tata kelolanya. Dalam melaksanakan kerja-kerja wakaf di BWI, ia menekankan akan mengedepankan kebersamaan dan menjauhi pertengkaran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Karena dengan kebersamaan kita bisa kuat, tetapi dengan pertengkaran kita akan kehilangan tiga hal, yaitu keberkahan, energi, dan kesempatan,” Nuh menambahkan.

Pihaknya berkeyakinan jika transformasi potensi wakaf menjadi kekuatan riil berhasil dilakukan bersama para nazhir, dampaknya akan sangat besar untuk mengangkat marwah Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang.

Sebelunnya ia menegaskan dengan terpilihnya anggota BWI, harus ditunaikan dengan kinerja sebaik-baiknya.

"Untuk memajukan wakaf nasional sehingga wakaf bisa berkontribusi lebih besar untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara," tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, AlaNu, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Oleh: Ahmad Yahya

Sungguh bergetar hati ini sekaligus gembira pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017, dengan agenda besar instruksi dari PBNU pembacaan Shalawat Nariyah satu miliar. Tujuan dari pembacaan tersebut tidak lain adalah untuk mencari keberkahan dan keselamatan untuk bangsa Indonesia dari berbagai persoalan yang menimpa negeri ini.

Bangga menjadi santri Indonesia, dari santri untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini adalah sebuah kalimat yang selalu menghiasi backgraund foto profil para santri atau orang yang menyatakan dirinya sebagai santri, atau yang mengaku-ngaku sebagai santri yang kemudian di posting di facebook, instagram, maupun sejenisnya yang terekam apik  dan tersebar di seluruh media sosial.

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri, Pesantren, dan Cita-cita Penegakan Hukum

Tidak ada persoalan sama sekali dengan postingan-postingan tersebut, sah-sah saja kok. Tetapi pertanyaannya adalah apakah hanya pemaknaan sebagai simbol kebanggaan, atau ada pemaknaan lebih dari itu? Wallahu a‘lam. Simbol kebangaan tersebut adalah sebuah kebahagian tersendiri bagi para santri untuk lebih dicintai dan mencintai negeri ini. 

Kebanggaan sebagai santri tidak hanya cukup lewat postingan dan apapun itu jenis dan wujudnya, tetapi kebanggan ini justru harus dimaknai lebih dari sekedar postingan seremonial yang ujung-ujungnya hanya sebagai kebanggaan diri yang tidak ada artinya dan sebagai pajangan keakuan diri saja.

Lebih dari itu, persoalan hukum yang terjadi di negara ini harus dipikirkan secara serius oleh seluruh komponen bangsa, tak kecuali para santri. Hukum merupakan salah satu bentuk budaya untuk kendali dan regulasi perilaku manusia, baik individual atau kolektif dalam penerapannya. Hukum adalah alat utama kontrol sosial pada masyarakat modern serta dalam masyarakat primitif. Permasalahan hukum di Indonesia adalah salah satu masalah yang harus juga menjadi kajian khusus bagi para santri untuk menjadi bahan diskusi  dan bahan  kajian di kalangan pondok pesantren. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kenyataan yang terjadi dihadapan kita tentang berbagai kasus penangkapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan berbagai kasus yang fariatif mulai korupsi, kolusi, nepotisme, narkoba, maupun kejahatan-kejahatan lain di Indonesia, membuat kita prihatin dan miris, seolah sudah tidak ada lagi kejujuran, kepercayaan dan keterbukaan lagi di negeri ini. Maraknya kasus tersebut membuat pemerintah membangun sejumlah institusi yang bergerak dibidang investigasi dan audit seperti KPK, BPK, BPKP serta perangkat lainnya yang melekat di institusi. Sejumlah pelakupun telah disidang dan dihukum. Namun kasus-kasus serupa masih marak terjadi sampai sekarang, seolah tidak ada rem yang dapat dipakai untuk menghambat laju pertumbuhannya. 

Pertanyaan yang tidak pernah dapat dijawab hingga saat ini adalah. Apakah yang menjadi akar masalah atas kasus yang terjadi tersebut?

Santri Sadar Hukum

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Langkah nyata untuk mengembangkan potensi santri secara individu maupun kelembagaan pesantren terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia adalah dengan cara memahamkan dan meyakinkan santri dengan penguatan materi-materi hukum positif di pesantren, salah satunya adalah dengan memasukkan kurikulum tentang dasar-dasar hukum positif di Indonesia, maupun memberikan penyuluhan hukum kepada santri, serta membangun jaringan antar pesantren dalam penguatan-penguatan materi hukum. 

Edukasi semacam ini mungkin dapat memberikan rasa kepedulian santri, bahwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat maupun dinegara kita ini adalah hukum belum bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan penegakkan hukum belum sepenuhnya di jalankan dengan seadil-adilnya.

Membentuk santri sadar hukum merupakan cita-cita dari seluruh lapisan masyarakat, mereka nantinya diharapkan mampu untuk memberikan rasa keadilan dimasyarakat hingga sendi-sendi dari budaya masyarakat yang berkembang menuju terciptanya suatu sistem masyarakat yang menghargai satu sama lain.  

Membuat santri sadar, cerdas dan peka terhadap hukum bukanlah sesuatu yang mudah dengan membalikkan telapak tangan, banyak yang harus diupayakan oleh unsur-unsur yang terkait untuk memikirkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan selalu memberikan motivasi kepada para santri  untuk selalu memberikan rasa aman, nyaman dan keadilan di masyarakat lewat upaya-upaya pelayanan hukum di masyarakat lewat tindakan nyata, dengan tanpa membedakan golongan, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. 

Cita-cita Mulia

Para santri adalah orang-orang yang taat beragama dan setia terhadap ulama’ dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  peran nyata santri saat ini juga sudah di rasakan oleh seluruh komponen bangsa, tapi upaya memberikan yang terbaik di tengah masyrakat harus terus di lakukan dan ditebarkan agar menjadi manusia yang shaleh.

Agar perjuangan para santri di masyarakat semakin bermanfaat, pesantren maupun santri harus mampu memberanikan diri untuk memberikan pelayan konsultasi hukum secara nyata dan cuma-cuma di masyarakat,  tidak hanya pelayanan konsultasi hukum-hukum agama, tetapi harus juga mampu memberikan pelayanan konsultasi hukum positif yang berkembang di masyarakat, dengan cara membuat pos-pos konsultasi hukum maupun bantuan hukum di setiap pondok pesantren.

Peran serta para santri yang sudah mewarni dunia hukum di Indonesia sudah nyata, dibuktikan dengan banyaknya para praktisi hukum berasal dari kalangan pesantren yang notabenenya dahulu adalah para santri. Santri-santri yang menimba ilmu di pesantren saat ini harus lebih diberikan motivasi, bahwa santri harus mempunyai cita-cita melaksanakan penegakan hukum di Indonesia kedepannya, karena ini menjadi modal terpenting, disalah satu sisi mempelajari ilmu agama secara sungguh-sungguh, disalah satu sisi santri harus juga terpelajar dan terdidik memahami hukum yang berkembang di masyarakat. 

Salah satu konsep untuk masuk wilayah praktis menjadi penegak hukum maupun praktisi hukum adalah santri harus melaksanakan pendidikan hukum formal, sehingga santri dapat mewarnai penegakan hukum dengan mempunyai cita-cita dan menjadi ; hakim, jaksa, advokat, polisi, akademisi di bidang hukum, praktisi hukum, maupun penggiat hukum. Ini bisa menjadi inspirasi dan bahan renungan untuk selalu memahami hukum, karena santri mampu untuk menjalankan penegakan hukum di Indonesia dengan sebaik-baiknya. 





Wallahu A’lam.

(Penulis adalah Direktur IMAN Institute,Pegiat Lingkar Study Kajian Ilmu Hukum-Kota Semarang)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kabar meninggalnya Menteri Agama RI periode 2004-2009 KH M. Maftuh Basyuni viral di media sosial. Kabar ini merupakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia yang telah kehilangan tokoh berintegritas.?

Dikabarkan, pria berusia 77 tahun wafat pada hari Selasa (20/9). Almarhum meninggal di RS Gatot Subroto setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, almarhum Maftuh sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Malaysia. Di rumah sakit tersebut Maftuh sempat menjalani penyinaran untuk penyakit kankernya di sekitar paru-paru.

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Muhammad Maftuh Basyuni, (lahir di Rembang, Jawa Tengah, 4 November 1939) adalah Menteri Agama pada Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Pengadegan Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh tampak hadir di rumah duka, di antaranya Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Sekjen Kemenag Nur Syam, mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, mantan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, dan sejumah tokoh lainnya.

Salah satu Ketua PBNU KH Hasib Wahab yang turut bertakziah sempat mengimami shalat jenazah. Menurut rencana, almarhum akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, setelah sebelumnya di shalatkan di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah. (Red: Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Fragmen, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Majalah NU Sejak 1928

Tidak banyak yang tahu bahwa Nahdlatul Ulama telah memiliki Majalah untuk mengabarkan dan mempublikasikan kegiatannya sejak Shafar 1347 H bertepatan dengan tahun 1928 M. Majalah pertama NU ini ditulis dengan bahasa Jawa dengan tulisan Arab Pegon. ?

Dalam buku sejarwan NU asal Surabaya, Choirul Anam, perkembangan media milik PBNU telah didirikan sejak berkantor di Surabaya. Para ulama pendiri NU, ini mengetahui betul peran media dalam penyebaran dan propaganda untuk mengembangkan organisasi dan ajaran Islam.

Majalah NU Sejak 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah NU Sejak 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah NU Sejak 1928

Dalam terbitan pertamanya, majalah dengan Nama Swara Nahddlatoel Oelama itu dengan redaktur KH Wahab Chasbullah, Direktur Kiai Mas Badul Kohar dan pengarang KH Ahmad Dahlan, KH Mas Alwi bin Abdul Azis dan KH Ridwan.

Majalah NU ini berkantor di Jalan Kawatan Gang Onderling Belang Nomor 9 Surabaya.? Isi majalah selain memberitakan internal kegiatan dan perjuangan NU, juga memuat perkembangan dunia Islam, masalah pemerintahan dan juga ilmu pengetahuan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Soal pemasaran, para pendiri NU dan pengelola majalah ini sangat memahami pasar. Bahkan daftar harga berlangganan majalah dicantumkan. Untuk satu tahun berlangganan seharga 2,50; setengah tahun 1,40, tiga bulan 0,75. Langganan luar daerah dikenakan berbeda terkait ongkos kirim dan ditentukan "uang harus dibayar lebih doeloe."

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tidak hanya soal berlangganan, harga advetorial juga sudah tercantum, baik untuk halaman muka maupun yang di dalam.

Dalam perkembangannya, Majalah Berita Nahdlatul Oelama pada tahun ke-6 atau 1936 H, sudah mencantumkan iklan sebuah toko yang menjual jas dan piayama.

Perkembangan majalah NU ini sepertinya banyak diminati pembaca. Kemudian dibuatlah majalah "Berita Nahdlatul Oelama”, “Oetoesan Nahdlatul Ulama” dengan bahasa bahasa Indonesia.

Perkembangan yang cukup pesat dan untuk keberlangsungan percetakan, KH Wahab Chasbullah bersama beberapa kawannya urunan membeli mesin cetak sendiri. "Begitulah totalitas KH Wahab kepada NU. Sepanjang hidupnya utuk mengembangkan NU," tulis Cak Anam yang juga mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur ini. (Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Pahlawan, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid di Jakarta selama tiga hari Kamis-Sabtu? (17-19/7).

Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 45 pengurus LTM-PWNU dari 20 Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Sumut, Sumsel, Kalsel, Sulsel, Sulteng, Maluku, Sumbar, Riau, Kepri, Lampung, Kalbar, Kaltim.

Dalam kegiatan bertajuk “Revitalisasi Peran Masjid sebagai Pusat Pembangunan Umat” itu LTM-PBNU mencanangkan program revitalisasi peran masjid melalui 7 aksi pemberdayaan. 7 aksi pemberdayaan ini merupakan keinginan hampir seluruh umat Islam di Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Hampir seluruh umat Islam di Indonesia mempunyai tujuh permohonan dalam setiap doa selesai shalat, yaitu selamat agama, sehat jasmani, bertambahnya ilmu, rizki yang berkah, taubat sebelum mati, rahmat menjelang ajal, dan pengampunan setelah mati,” kata KH. Abd. Manan Ketua LTM-PBNU, Jum’at (18/7).

Oleh Lembaga Ta’mir Masjid (LTM), tujuh keinginan masyarakat itu dijabarkan menjadi 7 Aksi Gerakan Masjid sebagai tanggung jawab masjid melayani jamaahnya. Tujuh aksi ini mencerminkan tujuh keinginan umat Islam tersebut dan masjid menjadi pusatnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua LTM-PBNU KH Mansur Syaerozi memaparkan perlunya pengurus menggali kekuatan finansial secara mandiri yang dikelola secara profesional dan transparan.

“Dari jamaah, untuk jamaah. Memanfaatkan kekuatan finansial jamaah untuk memakmurkan jamaah. Hanya dengan begitu fungsi masjid di tengah-tengah masyarakat akan dirasakan manfaatnya oleh jamaah,” kata Mansur Syaerozi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata

Bali, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Terus tingkatkan konsolidasi organisasi, Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama bersama Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang se-provinsi Bali menggelar acara Halal ni Rapat Koordinasi Wilayah. Kegiatan berlangsung tgl 29 Juli 2017 bertempat di Aula Sekolah Tinggi Agama Dharma Bali.?

Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata

Ketua Pengurus Wilayah Pergunu Bali, H. Jumari dalam sambutannya menuturkan bahwa upaya untuk menggerakkan Pergunu terus dilakukan. Ini terbukti sampai saat ini, seluruh kota dan kabupaten sudah terbentuk Pergunu. Ke depan akan dimasifkan lagi hingga tingkat kecamatan.?

"Kita terus bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh untuk menggerakkan Pergunu. Alhamdulillah, seluruh kota dan kabupaten di Bali sudah terbentuk, tinggal kita teruskan pada tingkat kecamatan dan basis sekolah atau madrasah", terang Jumari yang merupakan Ketua STAI Darma Bali.

Lebih lanjut, menurut Jumari bahwa Pergunu ini sangat penting keberadaannya, karena dengan Pergunu nilai Aswaja akan dapat dibumikan mulai sejak dini dan terus mengikuti perkembangan anak. Untuk ia menghimbau agar Guru Pergunu di Pulau Dewata terus berusaha mendakwahkan nilai-nilai Aswaja dan Islam Rahmatan lil alamin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan yang sama, Ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono menyampaikan pentingnya konsolidasi organisasi, tertib administrasi, dan menjalan organisasi pergunu sesuai dengan sistem organisasi profesional. Selain itu, Aris yang hadir untuk serah terima Beasiswa Pergunu kepada Putra-putri terbaik Nahdliyin mengajak agar membumikan Aswaja melalui menanam Rasa, dengan pendekatan amaliyah Annahdliyah.

"PP Pergunu tidak bisa berdiri sendiri, tanpa gerakan dan dukung PW dan PC, maka sangat penting Konsolidasi organisasi, membangun sistem organisasi yang kuat dan profesional. Dalam membumikan Asjawa perlu strategi yang pas, salah satunya dengan menanamkan rasa, melalui amaliyah Annahdliyah,” terang Aris?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pengurus Wilayah Bali, dan Pengurusan Cabang Pergunu se-Bali. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan penyerahan buku kenangan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Meme Islam, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar yang rutin mengajarkan Kitab Ihya Ulumiddin di kediamannya menuturkan beberapa keunikan saat mengajarkan kitab ini kepada santrinya. Salah satunya adalah dengan tidak mengajarkan kitab tersebut secara berurutan dari bagian awal.

"Saya selalu mengajarkannya tidak dari jilid satu tapi dari jilid dua, empat lanjut ke jilid satu dan tiga," kata kiai yang juga rutin membaca Kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman ini, Jumat (30/6).

Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan

Hal ini dilakukannya karena dari berbagai pengalamannya di pesantren di mana ia mengaji, para masayikh juga melakukan hal serupa.

"Kalau ngajinya berurutan biasanya tidak bisa selesai sesuai target ataupun terkadang ada hal-hal aneh yang terjadi," kata alumnus Pesantren Tegalrejo Magelang ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satunya Ia menceritakan kisah di mana para santri didatangi makhluq ghaib yang mencekik leher para santri saat mengaji Kitab Ihya Ulumuddin secara berurutan dari awal. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Alumni Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal? . Para alumni Pondok Pesantren Futuhiyyah yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Alumni Futuhiyyah Yogyakarta (IMAFTA) kembali menggelar Expo Perguruan tinggi pada akhir pekan lalu di halaman Aula Yayasan pesantren wilayah Demak tersebut.

Alumni Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi

Pada kegiatan bertema “Choose for Eduation” pada Sabtu (7/3) lalu digelar berbagai event lainnya seperti try out masuk Perguruan Tinggi Negeri, pameran buku, dan pemutaran film motivasi.?

Ketua panitia kegiatan tersebut, Alvin Noor Sahab, mengatakan expo tersebut untuk memberikan motivasi siswa kelas XII agar semangat dalam belajar dan kuliah. “Bahwasanya belajar tidak hanya sampai SMA seperti yang kita tahu di Indonesia wajib belajar hanya 9 tahun,” katanya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia memperkuat pernyataannya dengan mengutip Hadits Rasulallah SAW yang menegaskan “uthlubul ‘ilma minal hadi ilal lahdi, yaitu ? mencari ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat”.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sekitar 25 undangan, menurut Alvin, disebar IMAFTA ke SMA terdekat di kecamatan Mranggen, Sayung, dan Karangawen, dan sekitar 1500 pelajar telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, sebanyak 10 perguruan tinggi bekerja sama dengan IMAFTA diantaranya UNWAHAS, UNIBA Surakarta, STIKES Surya Global Jogja, STMIK AMIKOM Yogyakarta, ST3 Telkom Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.?

Menurut Alvin, Expo digelar untuk menambah referensi siswa dalam menentukan perguruan tinggi yang akan mereka masuki, dan memberikan pandangan kepada mereka yang buta kuliah.

Sebagai alumni, lanjut dia, IMAFTA mempunyai kewajiban moral menggelar ? kegiatan tersebut sebagai ajang tahunan. “Tahun-tahun ke depan IMAFTA dapat hadir dengan event-event yang tidak kalah luarbiasa,” harapnya. (Ben Zabidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro

Bojonegoro, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pimpinan Cabang (PC) Gerapan Pemuda (GP) Ansor NU Bojonegoro, Jumat (29/4) mendatangi Polres Bojonegoro. Kedatangan badan otonom (Banom) NU yang membidangi kepemudaan itu ke aparat penegak hukum itu untuk mendesak larangan dilaksanakannya Muktamar PDM HTI Kota Bojonegoro, yang direncanakan Ahad (1/5) besok.

Para pengurus PC GP Ansor NU Bojonegoro berseragam, melayangkan surat pernyataan sikap nomor 24/PC/SR/IV/2016 kepada Kapolres Bojonegoro. Selain itu, surat tersebut juga ditembuskan ke PBNU, PP GP Ansor dan Satkornas Banser di Jakarta. Serta Gubernur, PWNU dan PW Ansor Jawa Timur.

GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lakukan Koordinasi dengan Polres Terkait Muktamar HTI Bojonegoro

Termasuk kepada PCNU Bojonegoro, Bupati, Ketua DPRD dan Kodim 0813 Bojonegoro. Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Abdulloh Faizin mendesak agar aparat kepolisian bertindak cepat untuk melarang kegiatan tersebut. Pasalnya kegiatan HTI yang akan digelar bersamaan dibeberapa daerah ini, diduga membawa misi untuk penyebaran ajaran Khilafah yang anti-Pancasila itu.

“Negara ini masih berazaskan Pancasila, jadi jangan coba-coba merusak NKRI dengan azaz yang lain," ungkap kader NU asal Kecamatan Kanor itu.

Dengan didampingi anggota Ansor NU dan Satkorcab Banser Bojonegoro, ia beraudiensi dengan Kasat Intel Polres Bojonegoro Akp Sodiq. Dengan membawa beberapa tuntutan, PC GP Ansor Bojonegoro menyikapi acara Muktamar Tokoh Umat oleh DPD HTI Kota Bojonegoro yang akan diselenggarakan di Gedung Serbaguna.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Diantaranya Polri sebagai alat keamanan negara, agar menjunjung tinggi azas pancasila sebagai ideologi negara dan menjaga keutuhan NKRI. Serta Polri harus bersikap tegas terhadap organisasi yang tidak sehaluan dengan 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berikutnya, demi menjaga kondusifitas masyarakat Kota Bojonegoro, Polri diminta menganulir acara muktamar tokoh umat yang disinyalir membawa misi penyebaran ajaran khilafah islamiyah.?

Sementara itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Satkorcab Banser Bojonegoro siap bekerja sama dengan siapapun untuk menolak gerakan penyebaran ajaran khilafah islamiyah di Bojonegoro dan akan menurunkan spanduk atau tulisan yang tidak sejalan dengan Pancasila dan NKRI.

"Besok kami akan menggelar aksi pernyataan sikap di halaman Polres Bojonegoro untuk membacakan tuntutan kami," pungkas Faizin. (M. Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

NU Kota Pekalongan Punya Radio

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan periode 2012-2017 menggebrak dengan program unggulannya, yakni mendirikan radio komunitas dengan nama "Radio Aswaja FM".

NU Kota Pekalongan Punya Radio (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Pekalongan Punya Radio (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Pekalongan Punya Radio

Meski pendirian radio telah digagas sejak lima tahun yang lalu, namun keinginan mengelola radio sendiri bari bisa dipenuhi pada tahun 2013 bersamaan dengan peluncuran program yang disyahkan pada forum musyawarah kerja cabang (Muskercab) NU yang berlangsung Jumat (22/2) di Gedung Aswaja Pekalongan.

"Selama ini jika akan mempublikasikan berbagai kegiatan di lingkungan NU selalu mengalami kesulitan, terutama penyampaian informasi informasi penting seperti informasi awal ramadhan maupun idul fitri," ujar H. Muhtarom Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan memiliki radio sendiri, ujar Tarom, NU akan lebih leluasa mengembangkan program dakwah ala Ahlussunnah wal Jamaah yang sejuk dan damai. Pasalnya, meski di Pekalongan telah banyak radio bermunculan, akan tetapi belum ada yang bisa mewakili kebutuhan Nahdliyyin.

Radio Aswaja FM melengkapi media yang sebelumnya telah dimiliki PCNU Kota Pekalongan, yakni media online www.nubatik.net yang diharapkan dapat menyebarkan berbagai kegiatan di lingkungan NU, khususnya penanaman nilai nilai ajaran Islam yang ramah bukan Islam yang marah, kata H. Tarom.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peresmian radio yang dilakukan oleh Ketua PBNU Prof. Dr. Ir. Mashum Mahfudz ditandai dengan pembukaan selubung papan nama radio disaksikan Wakil Walikota Pekalongan, Ketua DPRD Kota Pekalongan, pimpinan ormas Islam dan Parpol, tamu undangan dan ratusan delegasi Ranting dan MWC NU se Kota Pekalongan.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq berharap radio Aswaja FM dapat mewarnai pola kehidupan masyarakat Pekalongan dan religius melalui program program yang telah disiapkan oleh manajer radio.

Beberapa program unggulan yang saat ini sedang dipersiapkan ialah "pengajian kitab kuning", "taushiyah kiai", "umat bertanya kiai menjawab" dan problema solusi yang dikemas melalui bahasa dialogis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dikatakan Rofiq, program unggulan pengajian kitab kuning, sebuah acara yang dikemas dalam bentuk rekaman mengkaji kitab kitab klasik karya para ulama salafus sholihin dengan metode bandongan, yakni guru sebagai pembaca kitab dengan berbagai penjelasannya, sedangkan murid atau santri mensyarahi kitab dengan tulisan Arab Pego.

Program pengajian kitab kuning lewat radio diharapkan akan memudahkan para santri atau alumni santri putra-putri bisa mengikuti pengajian tanpa harus datang ke majelis pengajian, akan tetapi cukup mendengarkan lewat radio pada jam jam yang telah ditentukan. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Pemurnian Aqidah, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dana desa tahun 2016 berhasil membangun sepanjang 66.884 kilometer jalan desa, PAUD sebanyak 11.296 unit, dan Posyandu sebanyak 7.524 unit. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat menghadiri pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Gedung Wantimpres Jakarta, Senin (10/4).

Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016

Selanjutnya, dana desa (2016) juga berhasil membangun jembatan sepanjang 511,9 kilometer, pasar desa 1.819 unit, penahan tanah 38.184 unit, tambatan perahu 1.373 unit, air bersih 16.295 unit, sumur 14.034 unit, embung 686 unit, drainase 65.998 unit, irigasi 12.296 unit, Polindes 3.133 unit, dan MCK 37.368 unit.

"Sekarang laporan dana desa yang masuk baru 91 persen, lagi-lagi karena konektivitas. Dari jumlah ini (hasil dana desa) masih bisa bertambah lagi karena laporan belum 100 persen. Mudah-mudahan dengan adanya konektivitas laporan dan data bisa tepat waktu," ujarnya.

Terkait hal tersebut ia mengatakan, telah diberikan aplikasi dari KPK untuk membantu mempermudah proses pelaporan. Selanjutnya, ia juga meminta KPK untuk mengawasi penggunaan dana desa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Laporan yang masuk ke Satgas (Satuan Tugas) dana desa sekitar 200. Setelah dimasukkan ke KPK, tidak sampai 50 yang jadi perkara," ujarnya.

Menteri Eko mengakui, tingginya jumlah dana desa memang berisiko terhadap adanya kasus korupsi. Namun ia juga menegaskan, bahwa ? dana desa diawasi oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang penegakan hukum, Satgas, Kemenkeu, KPK, BPKP, NGO dan masyarakat, sehingga penggunaan dana desa akan benar-benar terpantau. "Karena masalah tansparansi ini penting," ujarnya. (kemendesa.go.id/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (3)

Mataram, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Bendera NU raksasa yang berukuran 40 m X 60 m dan berat 600 kg akan dibentangkan pada Pawa Ta’aruf Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Nusa Tenggara Barat pada Rabu (22/11). Bendera itu diperkirakan akan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Bendera NU Raksasa Seberat 6 Kuintal (3)

“Insyaallah bendera itu positif mendapatakan penghargaan dari MURI yang diatasnamakan Nahdlatul Ulama,” kata Muhammad Hirjan, salah seorang Panitia Daerah Munas dan Konbes NU di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Mataram, Senin malam (20/11).  

Bendera raksasa NU itu, kata dia, akan menjadi persembahan dari NU NTB sebagai rasa bangga atas kebesaran jam’iyah NU yang memiliki warga sekitar 92 juta dan suka cita atas kedatangan ribuan kiai di pulau Lombok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bendera itu, lanjutnya, akan menjadi pembeda dari penyelenggaraan Munas  dan Konbes NU di NTB pada 1997.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengucapkan terima kasih kepada para anggota Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) NTB yang terlibat langsung dalam proses pembuatan bendera yang dikerjakan selama 40 hari itu.  

“Terima kasih kepada semua pihak dalam proses pembuatan, kepada inisiator, Sekjen PBNU, kepada PWNU NTB yang mensupport, juga Lalu Hadrian Irfani Ketua DPW PKB, sebagai penyumbang terbesar pembuatan bendera itu,” tambahnya.

Belasan ribu Nahdliyin NTB dan peserta Munas dan Konbes NU akan menjadi saksi pembentangan bendera itu. Diperkirakan, bendera itu akan diusung seribu orang yang terdiri dari Banser, para santri, dan siswa-siswi Ma’arif NU. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ekonomi yang mandiri digadang menjadi penyemangat bagi para aktivis Muslimat NU Jepara dalam berjuang untuk umat. Mewujudkan hal itu ratusan kader Muslimat NU Jepara antusias mengikuti seminar yang diadakan oleh Bank Indonesia di Hotel Jepara Indah, Sabtu (19/8).

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat

Hadir sebagai pembicara, Anggota Komisi XI DPR RI F-PKB, Fathan Subchi, Manajer Fungsi Pelaksana Bank Indonesia Jawa Tengah, Abdul Rohman. Hadir pula Pimpinan Bank Jateng Kabupaten Jepara, Heri Supriyanto, dan Dinas Koperasi dan UKM Nakertrans Jepara, Nasukha.

Kata Fathan, Muslimat NU harus diberdayakan utamanya dalam bidang pengembangan ekonomi agar perjuangannya menegakkan agama bisa kuat dan solid. Pemerintah perlu terjun secara langsung membina Muslimat agar memiliki jiwa entrepreneur yang mantap.?

"Jiwa enterpreneur harus diasah dengan terjun langsung dalam usaha riil demi mewujudkan kemandirian ekonomi. Kemandirian ekonomi akan berdampak pada kuat dan solidnya muslimat jepara dalam mewujudkan islam yang ramatan lil alamin,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu politisi asal Kabupaten Demak itu juga mengapresiasi atas berdirinya Koperasi Annisa yang dikelola Muslimat NU Jepara. Menurutnya itu bisa menjadi inspirasi bagi Muslimat yang lain untuk berjuang menyejahterakan umat.

"Saya dengar Muslimat Jepara memiliki Koperasi Annisa dan usaha catering. Itu bisa jadi modal dan inspirasi bagi muslimat yg lain untuk berwirausaha," ujar Fathan.

Sementara itu, Manager fungsi pelaksana Bank Indonesia Jawa Tengah, Abdul Rohman menyampaikan bahwa peran UMKM dalam menopang ekonomi nasional sangatlah besar. UMKM juga merupakan penyelamat jitu bagi ekonomi Indonesia sekaligus solusi saat terjadi krisis moneter.

"Alasan Bank Indonesia mendukung program ini dan ikut membangun UMKM adalah untuk menjaga stabilitas moneter," ujar Rohman.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adanya acara ini juga menjadi awal dari hubungan yang kuat antara Bank Indonesia dengan Muslimat NU Jepara dalam membangun jaringan. Acara bertajuk Peran Bank Indonesia dalam Akses Keuangan dan Pengembangan UMKM di Indonesia itu diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan sekaligus bukti kerja sama BI dengan Muslimat NU Jepara. (M. Farid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ikatan Pelajar Putri ? NU mendukung putusan MK terkait Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) yang diputuskan Selasa (8/1) kemarin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah pada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal per telepon, Rabu (9/1) pagi. Pelajar Putri NU menyatakan kesepakatan yang sama dengan dengan Mahkamah Konstitusi dalam penghapusan RSBI dan SBI yang diatur dalam UU nomor 20 tahun 2003, pasal 50 ayat 3.

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI

“Pencabutan pasal 50 ayat 3 terkait sistem pendidikan nasional dalam menyelenggarakan RSBI dan SBI, sudah benar. Karena, penyelenggaraan tersebut sangat tidak tepat dengan kondisi dunia pendidikan hari ini,” kata Farida.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Farida menilai bahwa RSBI dan SBI tidak memberikan dampak yang signifikan dalam memperbaiki kualitas pelajar Indonesia. Karenanya, Hasil keputusan yang dilakukan terhadap uji materi UU nomor 20 tahun 2003, menjadi sangat bijak dalam konteks kekinian masalah pendidikan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Pelajar Putri NU menilai bahwa UU tersebut tidak sejalan dengan semangat UUD 1945 yang menjamin seluruh anak Indonesia untuk mendapatkan layanan pendidikan tanpa pembedaan dan diskriminasi. Sementara UU yang mengatur RSBI dan SBI membuat jarak bagi penyelenggaraan pendidikan di tengah masyarakat.

Farida menambahkan bahwa pengesahan UU yang mengatur RSBI dan SBI juga merupakan bukti kepicikan anggota dewan perwakilan rakyat dalam merumuskan UU. Dengan kata lain, kinerja dewan perwakilan rakyat menimbang kasus UU yang mengatur RSBI dan SBI, belum berpihak kepada rakyat banyak dan UUD 1945.

Kita juga berharap ke depan agar anggota dewan lebih cermat dalam merumuskan dan mengesahkan UU karena putusan mereka terkait dengan kepentingan banyak orang, tandas Farida.?

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Fragmen, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock