Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ribuan Santri Madrasah Qudsiyyah mendeklarasikan tentang kemandirian ekonomi pada Selasa (2/8). Mereka secara bersama-sama berikrar “santri mandiri” yang dipimpin Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (Yapiq) KH Najib Hasan didampingi Sekretaris Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Miftah Fakih.

Kegiatan berlangsung di lapangan Qudsiyyah JL KHR Asnawi Kudus tersebut diawali melantunkan Shalawat Asnawiyah. Kemudian para santri mengikuti bacaan ikrar. Salah satu bunyi pernyataannya, santri nusantara menolak hegemoni, tekanan dan pemanfaatan yang dapat merusak tatanan ekonomi santri.

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Qudsiyyah Deklarasikan Santri Mandiri Tolak Hegemoni Ekonomi

Berikut bunyi teks lengkap deklarasi santri mandiri yang ditandatangani KH Najib Hasan dan KH Miftah Fakih:

Pertama, santri nusantara menyatakan kemandirian ekonomi untuk mewujudkan peradaban yang berkeadilan dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kedua,santri nusantara selalu menjalin ukhuwah taawuniyah untuk menumbuhkembangkan berbagai potensi demi tercapainya izzul Islam wal muslimin dalam panji-panji Ahlussunnah waljamaah.

Ketiga, santri nusantara menolak berbagai hegemoni, tekanan dan pemanfaatan yang dapat merusak tatanan ekonomi santri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebelumnya, Sekretaris Panitia Abdul Jalil mengatakan deklarasi “santri mandiri” merupakan dekontruksi salafi yang tidak hanya mengaji, melainkan juga bisa mandiri tanpa harus bergantung dengan pada orang lain.

"Ini bagian menjalankan ajaran konsep Gusjigang yang dibawa Sunan Kudus dimana santri harus pandai mengaji juga harus mandiri," ujarnya dalam konperensi pers panitia satu abad Qudsiyyah.

Deklarasi santri mandiri ini merupakan tindak lanjut dari halaqah “santri mandiri” yang berlangsung di hotel Qudsiyyah. Usai kegiatan, dilanjutkan penulisan mushaf Al Quran 30 juz oleh ribuan santri Qudsiyyah di panggung expo dan UMKM. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 28 Februari 2018

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan 13 Ma’had Aly (Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis pesantren). Peresmian yang dilakukan bersamaan dengan Wisuda ke-3 Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asyari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (30/5) ini ditandai dengan pemberian izin pendirian sekaligus nomor statistiknya.

"Hari ini, kita secara resmi menerbitkan SK untuk 13 Mahad Aly yang secara resmi diakui oleh negara," tegas Menag saat memberikan orasi ilmiah Wisuda Mahasantri ke 3 Mahad Aly Hasyim Asyari Tebuireng.

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

"Ini tentu sejarah tersendiri, setelah sekian lama keinginan ini berlangsung. Sebenarnya saya hanya di ujungnya saja. Yang jauh lebih berjasa tentu Menteri Agama terdahulu yang telah memperjuangkan ini sejak lama," tambahnya. Ibarat main bola, Menag mengilustrasikan dirinya hanya mengegolkan bola di depan gawang lawan setelah banyak yang menggiringnya sejak dari belakang (keeper).

Pemberian pengakuan terhadap Mahad Alu ini diawali dengan ditandatanganinya Peraturan Menteri Agama Nomor 71/2015 tentang Mahad Aly oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Menag, Mahad Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

“Mahad Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tegas Menag.

Untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, Menag memastikan setiap Mahad Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu Program Studi. Lebih dari itu, ? program studi dimaksud juga akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus.

“Kementerian Agama memiliki komitmen kuat membangun pusat-pusat unggulan ini. ? Dengan posisi ini, maka Mahad Aly akan tetap ditempatkan sebagai lembaga khusus (khushushul-khushush) yang ada pada pesantren, sebagai lembaga kaderisasi ulama yang mumpuni dan berintegritas,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun ke-13 Ma’had Aly yang telah mengantongi izin pendirian dan nomor statistik tersebut, yaitu:

1) ? Ma’had Aly Saidusshiddiqiyyah, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah Kebon Jeruk (DKI Jakarta)dengan program takhasus (spesialisasi) “Sejarah dan Peradaban Islam” (Tarikh Islami wa Tsaqafatuhu);

2) Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi, Pondok Pesantren Al Asad Kota Jambi (Jambi), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

3) Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Agam (Sumatera Barat), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

4) Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Pondok PesantrenMahadul Ulum Ad Diniyyah Al Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya, Bireun (Aceh), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

5) Ma’had Aly Asadiyah, Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Sulsel), dengan program takhasus “Tafsir dan Ilmu Tafsir” (Tafsir wa Ulumuhu);

6) Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai (Kalsel), dengan program takhasus “Aqidah dan Filsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu);

7) Ma’had Aly salafiyah Syafi’iyah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

8) Ma’had Aly Hasyim Al-Asyary, Pondok PesantrenTebuireng Jombang (Jatim), dengan program takhasus “Hadits dan Ilmu Hadits” (Hadits wa Ulumuhu);

9) Ma’had Aly At-Tarmasi, Pondok Pesantren Tremas (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

10) Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh, Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Jateng), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

11) Ma’had Aly PP Iqna ath-Thalibin, Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang (Jateng),dengan program takhasus “Tasawwuf dan Tarekat” (Tashawwuf wa Thariqatuhu);

12) Ma’had Aly Al Hikamussalafiyah, Pondok Pesantren Madrasah Hikamussalafiyah (MHS)Cirebon (Jabar), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu); dan

13) Ma’had Aly Miftahul Huda, Pondok PesantrenManonjaya Ciamis (Jabar), dengan program takhasus “Aqidah dan FIlsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu).

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Kajian Sunnah, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satu bentuk baru penyaluran dana Koin Sedekah Pacarpeluk adalah besuk warga sakit yang rawat inap (opname). Hal ini menjadi hasil kesepakatan rapat antara Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk, Pengurus UPZISNU Pacarpeluk, dan Pemerintah Desa Pacarpeluk, Jombang, Jawa Timur.



Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk

Nine Adien Maulana, Ketua PRNU Pacarpeluk mengatakan rapat yang diselenggarakan pada Senin malam, 2 Oktober 2017 di Masjid Baitul Muslimin Dusun Peluk itu juga menyepakati besaran santunan minimal yaitu Rp200.000,-(dua ratus ribu rupiah). 

“Hal ini berlaku untuk semua warga Pacarpeluk baik yang menjadi donatur Kaleng Koin Sedekah maupun tidak, baik yang termasuk warga NU maupun selain NU,” kata Nine, Ahad (5/11).

Nine menambahkan, program tersebut disinergikan dengan Pemerintah Desa khususnya Rukun Tetangga (RT) setempat. Hal ini diharapkan bisa membangkitkan kembali tradisi kebersamaan yang baik dalam menjenguk dan mendoakan orang yang sakit.  

Hingga berita ini ditulis, program telah terealisasi sedikitnya dua kali, yakni mengunjungi Rawi, warga dusun Peluk yang dirawat di RSUD Ploso; juga Imam Syafii, warga Dusun Peluk yang dirawat di RSUD Jombang. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Alhamdulillah melalui program ini kerukunan, kekompakan dan keguyuban (keakraban) warga Pacarpeluk tampak sangat nyata.” ucap Bambang Suirman, Kepala Desa Pacarpeluk. 

Program tersebut juga melengkapi penyaluran yang telah berjalan selama ini, yaitu Santunan Duka Kematian, Jaminan Kesehatan (Kartu Pacarpeluk Sehat), dan Santunan Persalinan bagi pemilik Kartu Pacarpeluk Sehat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bentuk-bentuk penyaluran dana sedekah akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan. 

(Baca juga: Semakin Banyak Warga Pacarpeluk Rasakan Manfaat Kartu Ini)

(Baca juga: UPZISNU Pacarpeluk Bantu Biaya Persalinan Warga Pemegang KPS)



PRNU Pacarpeluk, UPZISNU Pacarpeluk, dan Pemerintah Desa Pacarpeluk terus berkordinasi dalam merespon kebutuhan masyarakat yang bisa diusahakan oleh pengelolaan dana koin sedekah secara proposional.(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Tegal, Ubudiyah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Majalah NU Sejak 1928

Tidak banyak yang tahu bahwa Nahdlatul Ulama telah memiliki Majalah untuk mengabarkan dan mempublikasikan kegiatannya sejak Shafar 1347 H bertepatan dengan tahun 1928 M. Majalah pertama NU ini ditulis dengan bahasa Jawa dengan tulisan Arab Pegon. ?

Dalam buku sejarwan NU asal Surabaya, Choirul Anam, perkembangan media milik PBNU telah didirikan sejak berkantor di Surabaya. Para ulama pendiri NU, ini mengetahui betul peran media dalam penyebaran dan propaganda untuk mengembangkan organisasi dan ajaran Islam.

Majalah NU Sejak 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah NU Sejak 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah NU Sejak 1928

Dalam terbitan pertamanya, majalah dengan Nama Swara Nahddlatoel Oelama itu dengan redaktur KH Wahab Chasbullah, Direktur Kiai Mas Badul Kohar dan pengarang KH Ahmad Dahlan, KH Mas Alwi bin Abdul Azis dan KH Ridwan.

Majalah NU ini berkantor di Jalan Kawatan Gang Onderling Belang Nomor 9 Surabaya.? Isi majalah selain memberitakan internal kegiatan dan perjuangan NU, juga memuat perkembangan dunia Islam, masalah pemerintahan dan juga ilmu pengetahuan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Soal pemasaran, para pendiri NU dan pengelola majalah ini sangat memahami pasar. Bahkan daftar harga berlangganan majalah dicantumkan. Untuk satu tahun berlangganan seharga 2,50; setengah tahun 1,40, tiga bulan 0,75. Langganan luar daerah dikenakan berbeda terkait ongkos kirim dan ditentukan "uang harus dibayar lebih doeloe."

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tidak hanya soal berlangganan, harga advetorial juga sudah tercantum, baik untuk halaman muka maupun yang di dalam.

Dalam perkembangannya, Majalah Berita Nahdlatul Oelama pada tahun ke-6 atau 1936 H, sudah mencantumkan iklan sebuah toko yang menjual jas dan piayama.

Perkembangan majalah NU ini sepertinya banyak diminati pembaca. Kemudian dibuatlah majalah "Berita Nahdlatul Oelama”, “Oetoesan Nahdlatul Ulama” dengan bahasa bahasa Indonesia.

Perkembangan yang cukup pesat dan untuk keberlangsungan percetakan, KH Wahab Chasbullah bersama beberapa kawannya urunan membeli mesin cetak sendiri. "Begitulah totalitas KH Wahab kepada NU. Sepanjang hidupnya utuk mengembangkan NU," tulis Cak Anam yang juga mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur ini. (Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Pahlawan, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali

Pada tahun 1958, ada yang menyebutkan pada tahun 1950, Presiden Soekarno berkunjung ke Mataram, melalui bandara Selaparang, Ampenan. Tujuannya untuk meresmikan kantor gubernur Nusatenggara Barat (NTB).

Rencana kedatangannya, telah tersiar jauh hari sebelumnya oleh warga di pulau Lombok itu, termasuk oleh Tuan Guru Haji (TGH) Saleh Hambali. Jika kejadian itu tahun 198, saat itu berarti ia adalah Rais Syuriyah PWNU NTB. Saat itu NU masih berstatus partai. ?

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali

Tuan Guru itu sebetulnya dikenal masyarakat sebagai orang yang rendah hati dan jarang berkomunikasi dengan pihak luar, apalagi dengan seorang presiden. Namun, entah kenapa, dengan percaya diri ia menegaskan, bahwa Bung Karno akan berkunjung ke pesantrennya, Darul Qur’an di desa Bengkel. Sebuah desa yang akan dilalui Bung Karno jika melalui Ampenan. ?

Akan mampirnya Bung Karno, dikemukakan Tuan Guru kepada para santrinya. Salah seorang saksi hidup peristiwa itu adalah Ustadz Asmaun dari desa Bonder, Lombok Tengah yang diceritakan anaknya, Syaifullah. Ketua PWNU NTB saat ini, TGH Taqiudin Mansur juga membenarkan kisah itu.? Dia mendngar cerita itu dari ayahnya, TGH Mansur, santri Darul Qur’an saat itu. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Para santri merasa heran kenapa Tuan Guru Soleh Hambali bisa seyakin itu karena tidak ada pemberitahuan dari pihak mana pun tentang berkunjungnya Bung Karno ke pesantren Darul Qur’an.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Beberapa hari menjelang kedatangan, di agenda protokoler kepresidenan tetap tidak ada jadwal Presiden Soekarno ke pondok. Namun, TGH Saleh Hambali malah meminta para santri menyiapkan podium penyambutan.

Di hari kedatangan Bung Karno, dari bandara Selaparang Ampenan menuju kota Mataram, semua santri disuruh keluar oleh TGH Saleh Hambali.

Menurut Syaifullah, TGH Saleh berkata kepada santri-santrinya, jika Bung Karno adalah pemimpin yang benar, dia akan mampir ke pesantren Darul Qur’an.

Menurut Syaifullah, TGH Saleh waktu itu menulis ayat Al-Quran di dinding pesantren, yaitu “Fawaillul lil mushallin.” Namun, dalam pada catatan Yusuf Tantowi, ayat yang ditulis TGH Saleh adalah “Fa ammal yatima fala taqhar, wa amma sya ila fala tanhar” dan dia tidak menuliskannya di tembok, melainkan dibentangkan di atas spanduk.

Ternyata, ketika Bung Karno melewati pondok pesantren Darul Qur’an, ia benar-benar mampir. Hal itu di luar dugaan pasukan pengawal yang berada di paling depan. Mereka tidak mengetahui orang yang dikawalnya telah mampir pada tempat yang tidak dijadwalkan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tokoh, Kajian Sunnah, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar yang rutin mengajarkan Kitab Ihya Ulumiddin di kediamannya menuturkan beberapa keunikan saat mengajarkan kitab ini kepada santrinya. Salah satunya adalah dengan tidak mengajarkan kitab tersebut secara berurutan dari bagian awal.

"Saya selalu mengajarkannya tidak dari jilid satu tapi dari jilid dua, empat lanjut ke jilid satu dan tiga," kata kiai yang juga rutin membaca Kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman ini, Jumat (30/6).

Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Kenapa Ngaji Ihya Ulumiddin Karya Al-Ghazali Tidak Berurutan

Hal ini dilakukannya karena dari berbagai pengalamannya di pesantren di mana ia mengaji, para masayikh juga melakukan hal serupa.

"Kalau ngajinya berurutan biasanya tidak bisa selesai sesuai target ataupun terkadang ada hal-hal aneh yang terjadi," kata alumnus Pesantren Tegalrejo Magelang ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satunya Ia menceritakan kisah di mana para santri didatangi makhluq ghaib yang mencekik leher para santri saat mengaji Kitab Ihya Ulumuddin secara berurutan dari awal. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Salah satu tanggung jawab Nahdlatul Ulama adalah menjaga aset-asetnya seperti masjid supaya tetap menjadi tempat ibadah warga NU. Karenanya, Takmir masjid harus berusaha, jangan sampai aset NU ini pindah tangan kepada golongan lain.

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Demikian yang disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kudus KH Amin Yasin saat menyampaikan mauidhah hasanah pada acara buka bersama dan silaturrahim Takmir Masjid se-Kabupaten Kudus di Masjid Baiturrahim, Dukuh Sambeng, Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/6).

Kiai Amin mengatakan masjid-masjid di lingkungan NU harus jelas kepemilikan tanah wakaf . Hal ini mengantisipasi adanya upaya kelompok lain yang berkeinginan menguasai masjid NU.

"Sertifikat tanah wakaf harus jelas berbadan NU sehingga kepemilikannya aman tidak sampai pindah tangan," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Upaya lainnya, kata dia, dalam penyusunan pengurus masjid harus menempatkan orang-orang yang yang mempunyai latar belakang NU. "Kita tidak boleh kecolongan memilih orang non NU masuk kepengurusan masjid, karena akan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari," tandas Kiai Amin.

Ia menyatakan semua golongan boleh menjalankan ibadah di masjid-masjid NU. Namun, jangan berusaha mewarnai dengan kegiatan-kegiatan tanpa ijin pengurus masjid sehingga akan mengundang keresahan warga masyarakat.

"Upaya demikian sebagai bentuk menciptakan suasana beribadah harus aman tenang, kondusif dan jamaah bisa khusyu," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan yang diprakarsai pengurus Masjid Baiturrahim ini dihadiri ratusan takmir masjid NU se-Kabupaten Kudus. Usai mauidhah, acara dilanjutkan buka bersama. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Cerita, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua I Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur Hasanudin Tiro menyatakan, arus globalisasi yang ditandai derasnya arus informasi dan teknologi adalah suatu tantangan besar bagi kaum terpelajar dan pergerakan. Generasi muda selain harus mempunyai kematangan pikiran juga harus mempunyai kedalaman spiritualnya

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual

Maka pihaknya selaku ketua I PKC PMII Jatim segera menggelar Sekolah Kader Wilayah (SKW). Yang mana SKW ini adalah kaderisasi non-formal tertinggi di tingkat PMII Jawa timur dan merupakan sebuah Pelatihan Integral ke-materi-an, ke-fasilitator-an, kedisiplinan dan keagamaan.

“Sekolah kader wilayah (SKW) adalah pelatihan non-formal PKC PMII Jatim

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebuah pelatihan integral antara pematerian, kedisiplinan dan keagamaan. Globalisasi yang ditandai dengan derasnya  gelombang informasi dan teknologi sudah berkembang sedemikian rupa,” terangnya saat di temui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Kamis (10/1) di kantor PKC PMII Jawa Timur.

Tantangan ini harus kita hadapi dengan mempersiapkan genersi Bangsa yang tidak hanya maju di bidang intelektual tapi juga kematangan jiwa dan kedalaman spiritual,” lanjutnya.  

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun out put dari Sekolah Kader Wilayah (SKW) adalah lahirnya idiolog-Idiolog handal yang dimiliki oleh pengurus cabang PMII di seluruh jawa timur. Yang kemudian dapat meneruskan kaderisasi di tingkat daerah masing-masing.

“Adapun kegiatan ini out putnya adalah lahirnya ideolog dan tim pelatih inti di masing2 cabang PMII se Jawa Timur,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut pihaknya saat ini sedang menggodong rencana kegiatan tersebut karena kegiatan ini butuh waktu dan tenaga yang sangat ekstra maka dibutuhkan kekuatan dan fikiran yang cukup. bulan depan tanggal 13 Februari sudah dapat dilaksanakan. 

"Insyaallah 13 Februari 2013 sudah siap semuanya saat ini kita sedang menggodonk rangkain kegiatan tersebut, termasuk input pakar, mempersiapkan ketentuan peserta, dan buku-buku yang harus dibaca oleh calon peserta dalam kegiatan tersebut," pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Pagar Nusa Syiarkan Istighotsah dan Ziarah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa H Aizuddin Abdurrahman atau Gus Aiz mengatakan, salah satu tugas anggota pagar nusa sebagai “pagarnya NU dan bangsa” adalah ikut melestarikan dan menyiarkan berbagai tradisi keagamaan yang telah dikembangkan oleh para ulama terdahulu.

Demikian disampaikan Gus Aiz saat memberikan kata sambutan acara istighotsah kubro di masjid at-Taubah, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa Kliwon (25/6) malam yang dihadiri para dewan khos Pagar Nusa dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pagar Nusa Syiarkan Istighotsah dan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Syiarkan Istighotsah dan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Syiarkan Istighotsah dan Ziarah

Menurut Gus Aiz, PP Pagar Nusa rutin menggelar istighotsah setiap Selasa Kliwon di masjid An-Nahdliyah lantai dasar PBNU. Kali ini istigotsah rutin diselenggarakan di masjid al-taubah yang berada di samping makam Habib Ahmad bin Alwi al-Haddad atau dikenal dengan Habib Kuncung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Harapannya kita bisa menyiarkan istighotsah dan ziarah (kubur) itu sendiri. Selain itu kegiatan ini akan menjadi media silaturrahmi antara anggota Pagar Nusa dan antar warga masyarakat,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, kegiatan istighotsah rutin ini menjadi bagian dari olah spiritual yang di kembangkan di lingkungan para pendekar Pagar Nusa. “Selain lembaga ketabiban dan kanuragan, kita juga ada olah spiritual,” katan cucu pendiri NU itu.

Istighotsah kubro kali ini mengambil tema “Pagar Nusa Bersholawat: Merekatkan NKRI dengan Shalawat”. Usai istighotsah yang dipimpin oleh KH Fuad Anwar diadakan pembacaan Shalawat Nariyah bersama yang didahului oleh penyampaian testimoni tentang faedah Shalawat Nariyah oleh H. Rhoma Irama yang juga anggota dewan pembina Pagar Nusa.

Kegiatan dilanjutkan dengan taushiyah dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang berlangsung hingga tengah malam.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo

Situbondo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Di Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, Tim Kirab Resolusi Jihad 2016 disambut penampilan hadrah Walisongi, Kamis (13/10) malam. Tidak hanya itu, iring-iringan pawai dari santri sepanjang dua kilometer, turut mengiringi Tim Kirab memasuki Ponpes Walisongo.

Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo

Begitu tim tiba di Pondok Pesantren asuhan KH Kholil Asad Syamsul Arifin, upacara penyambutan segera digelar. Bupati Situbondo Dadang Widiarto, Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam, Ketua PCNU Situbondo KH Zaini Samhadi, turut hadir. KH Ahmad Khusyari dan Pengasuh Ponpes Walisongo KH Kholil Asad Syamsul Arifin memberikan taushiyah.

Menurut KH Kholil Asad Syamsul Arifin, Islam adalah agama perdamaian, persatuan, kemanusiaan dan kemerdekaan. Oleh karena itu, umat Islam, harus membantu menciptakan terciptanya perdamaian, persatuan, kemanusiaan, dan kemerdekaan. Dunia pesantren berperan besar dalam kesemuanya itu.

Usai tausiyah oleh KH Kholil, peserta diajak bersholawat. Sholawat yang dibacakan adalah solawat Nariyah. Dipimpin langsung KH Kholil, solawat Nariyah dibawakan dengan beberapa jenis nada atau cengkok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Iringan musik hadrah dengan dominasi kendang khas Situbondo mengiringi salawat. Tak ayal, lapangan tempat berlangsungnya acara bergemuruh karena ribuan santri yang hadir turut bersemangat menyatu dalam alunan solawat Nariyah.

Dari Ponpes Walisongo, Tim sebenarnya diagendakan berpindah untuk selanjutnya menginap di kantor PCNU Situbondo. Namun agenda mendadak berubah karena pihak ponpes menginformasikan bahwa malam itu santri ponpes telah menyiapkan pentas budaya.

Beberapa anggota tim yang sudah bersiap menuju bus pun, kembali memadati panggung. Adalah Tabbhuen Walisongo, kelompok teater Ponpes Walisongo yang telah menyiapkan pertunjukan. Malam itu, mereka membawakan judul "Setetes Embun di Tengah Padang Tandus".

Pentas teater yang menerjunkan tak kurang dari empat puluh personel, berkisah tentang perjuangan KH Hasyim Asyari dalam masa perang kemerdekaan 1945 hingga melahirkan Resolusi Jihad. Pentas ini didukung antara lain Ahmad Hidayatullah sebagai KH Hasyim Asyari, Moh Wafi sebagai KH Wahab Hasbullah, Aguswedi sebagai KH Bisri Sansuri, Ahmad Dardiri sebagai Jenderal Sudirman, ? Mohammad Amin Toha sebagai Bung Tomo, Mohammad Aqibatul Lutfi sebagai Bung Karno, Mohammad Zaini sebagai Bung Hatta, dan Ahmad Jailani sebagai Ibunda Bung Tomo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk mendekatkan nuansa Surabaya 1945 ke masyarakat terkini, cerita dilengkapi tokoh tambahan Kusno Wibowo dan Markesot yang juga dimainkan secara apik oleh Abdul Wafi dan Ariyanto.

Pentas yang sesekali diiringi ilustrasi musik berupa lagu bernuansa hadrah, berakhir lewat tengah malam. Mohammad Alimus Syahid, penulis cerita, yang ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal selepas pentas, mengatakan pementasan ini merupakan produksi ke-15 kelompok teater mereka. Kisah yang ditampilkan adalah dorongan atau ide langsung dari KH Kholil Asad. Tema ini sesuai dengan Resolusi Jihad NU dan Hari Santri Nasional.

Sebelum dipentaskan, Ali merombak naskah hingga tiga kali. Penulisan naskah ini dilakukan juga dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada KH Agus Sunyoto. Tujuannya agar ada keakuratan cerita karena terkait dengan sejarah. Selain itu, konsultasi juga dilakukan dengan PWNU Jawa Timur.

Kemeriahan solawat Nariyah dan pentas teater, menjadi suguhan istimewa dari Ponpes Walisongo ? yang sulit dilupakan dalam perjalanan Kirab Resolusi Jihad 2016. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai, Habib, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sebagai salah satu tradisi intelektual keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Muslim nusantara, Bahtsul Masail diharapkan bisa mengawal arah perjalanan bangsa agar tidak keluar dari cita-cita reformasi dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar berharap Bahtsul Masail yang sudah menjadi tradisi di kalangan kaum Nahdliyin, tidak hanya terbatas pada pembahasan masalah ubudiyah (peribadatan) saja, akan tetapi juga membahas masalah-masalah kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Marwan Harap Forum Bahtsul Masail Bahas Persoalan Desa

"Forum Bahtsul Masail harus bisa bersinergi dengan pemerintah untuk membahas berbagai masalah aktual yang berdampak pada kesejahteraan rakyat," ujar Menteri Marwan dalam sambutannya saat membuka forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Denanya, Jombang, Sabtu (4/4).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan membahas berbagai permasalahan yang aktual, Menteri Marwan yang juga sebagai warga Nahdliyin, berharap pelaksanaan program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa menjadi salah satu pembahasan dalam forum Bahtsul Masail tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, untuk dibahas apakah materi dan substansinya ? sudah cukup atau masih perlu penyempurnaan dalam berbagai aspeknya," ujar Menteri Marwan.

Menurut politisi PKB tersebut, keikutsertaan Ulama dan Pondok Pesantren dalam mengawasi penggunaan dana desa untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, penting untuk dibahas bagaimana hukumnya.

"Dalam hal ini, saya berharap para Kiai dan Pengasuh Pesantren ikut mendukung dan berperan serta dalam pelaksanaan program ini yang akan dikelola langsung oleh Pemerintah Desa bersama masyarakat desa," imbuhnya.

Dengan hadirnya Kementerian Desa yang fokus dan lokusnya adalah masyarakat yang ada di perdesaan, Menteri Marwan, berharap program ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi warga NU dan Pesantren."Dengan mayoritas warga NU yang hidup di perdesaan saya berharap program ini bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya bersama warga desa lainnya," tandasnya. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

PBNU Minta Pemerintah Dukung Muslim Rohingya

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta pemerintah memberi dukungan terhadap nasib muslim Rohingnya di Myamar yang sekarang ini nasibnya sangat menderita dan diperlakukan sebagai warga negera kelas dua di negeri tersebut.

“Pemerintah dapat menggunakan posisinya sebagai ketua Asean, agar pemerintah Myamar memperhatikan nasib muslim Rohingya,” katanya di gedung PBNU, Rabu (25/7).

PBNU Minta Pemerintah Dukung Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah Dukung Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah Dukung Muslim Rohingya

Ia menegaskan, keyakinan beragama harus dilindungi di setiap negara. Merupakan fakta yang memperihatinkan ketika muslim menjadi minoritas di sebuah negara, nasibnya seringkali terlunta-lunta dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di lingkungan Asean saja seperti Thailand Selatan, Philipina, atau Myamar, mereka didiskriminasi dan ketika meminta perhatian pemerintah, dianggap membangkang atau melakukan perlawanan.

Salah satu faktor terabaikannya umat Islam adalah belum adanya kekuatan kekuatan komunitas muslim internasional yang mampu memberi tekanan terhadap negera-negara yang mendiskriminasikan minoritas muslim. Ini tentu berbeda dengan umat lain yang ketika menghadapi masalah, mendapat dukungan penuh komunitas internasional dengan menggunakan alasan atas nama hak asasi manusia atau lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 29 September 2017

PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau warga Indonesia di Mesir, terutama para mahasiswa, agar tidak ikut campur urusan politik setempat.

PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir

“Kita berharap pada teman-teman, mahasiswa, warga NU tidak usah ikut campur politik di Mesir. Tidak perlu berkomentar secara lisan atau tertulis. Nanti kalau ketahuan malah jadi problem. Keadaan di sana masih tidak kondusif,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada NU Onlne di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (17/7).

Dikatakannya, Mesir dan negara-negara Timur tengah saat ini sedang shock menghadapi eforia demokrasi yang dipelopori oleh para pemuda dan sarjana lulusan Eropa dan Amerika.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dari dulu, bagi orang Arab, pemimpin itu ya yang penting adil. Itu saja. Tidak ada aturan ketat soal cara dia terpilih, dan tidak tidak ada batasan waktu. Setelah generasi muda pulang dari Eropa mereka menginginkan demokrasi; ada pilihan langsung dan batasan waktu. Sebenarnya masih ada tabrakan kultur. Sebagian besar, terutama kalanga tua belum menerima sistem demokrasi,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lebih dari itu, Timur Tengah memang selalu menjadi sasaran pihak-pihak yang tidak senang jika Islam kembali kuat. Indonesia ? sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dalam hal ini dalam hal ini belum diperhitungkan.

“Setiap ada pergolakan politik, Amerika dan negara-negara Eropa pasti mengintip, mengintervensi, bahkan mengendalikan. Mursi dan Ihwanul Muslimin ini kan baru satu tahun sudah diganti. ? Ini jelas sekali, semua orang tahu dan terang benderang bahwa ada intervensi Amerika, tidak perlu analisis yang njelimet,” kata Kang Said.

Menurut Kang Said, saat ini tiga negara yang menjadi simbol kebesaran dunia Muslim sudah hancur; Mesir, Irak dan Suriah.?

“Saya menangis ketika melihat Irak habis, Suriah seperti itu, dan sekarang Mesir terus bergolak. Tiga negara besar yang andalan kualitas dunia Muslim itu sudah hancur-hancuran. Ada satu lagi Maroko, ini pun sudah agak hangat. Namun kultur Maroko agak ? berbeda, kita berharap mudah-mudahan tidak bernasib seperti tiga negara itu,” pungkas Kang Said.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 September 2017

Vacum 6 Tahun, Ini Gebrakan PCNU Tapanuli Selatan

Sipirok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua PCNU Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara H. Ihwan Nasution mengatakan, pada tahun 2015 ini akan melakukan gebrakan baru setelah 6 tahun vakum. Di antaranya konsolidasi organisasi NU sampai ke tingkat ranting serta pembinaan wawasan ke-NU-an kepada warga nahdliyyin.

Hal itu disampaikannya di Sekretariat PCNU Tapanuli Selatan seusai menggelar Rapat Harian Pengurus Sabtu (10/01). Rapat yang dihadiri segenap pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah ini membahas rencana tersebut yang akan difinalisasi dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bulan depan.

Vacum 6 Tahun, Ini Gebrakan PCNU Tapanuli Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Vacum 6 Tahun, Ini Gebrakan PCNU Tapanuli Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Vacum 6 Tahun, Ini Gebrakan PCNU Tapanuli Selatan

"NU yang vakum kegiatan selama 6 tahun belakangan ini harus kita bangkitkan lagi di Bumi Tapanuli Selatan ini " tegas Ketua PCNU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Langkah pertama yang akan kita lakukan adalah mengisi kepengurusan MWC sebanyak 14 kecamatan agar nantinya yang menjadi ujung tombak melakukan konsolidasi organisasi NU ke ranting-ranting. “Kita tergetkan akhir Januari 2015 MWC di 14 kecamatan ini sudah terbentuk kembali,” tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan pembinaan wawasan ke-NU-an untuk warga nahdliyyin sangat perlu dilakukan untuk membangkitkan emosional sebagai warga NU.

Tak hanya itu, PCNU juga akan menginventarisir dan mengelola kembali aset-aset NU seperti madrasah sebagai tempat pendidikan awal ke-NU-an bagi generasi muda NU. Di samping itu kita akan lestarikan lailatul ijtima dan mengadakan pembinaan wawasan ke-NU-an yang berdasarkan Ahlussunnah Wal Jamaah kepada warga NU di Tapanuli Selatan.

Selain fokus pada dua aspek tersebut PCNU juga akan melakukan dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan agar terbentuk jalinan kerja sama antara ulama dan umaro dalam membangun Tapanuli Selatan.

Dalam mendukung program-program tersebut PCNU Tapanuli Selatan akan segera mengaktifkan Lembaga dan Lajnah terkait dan mendorong Badan Otonom seperti Muslimat NU, GP Ansor dan Fatayat NU untuk turut serta mewujudkan tujuan PCNU tersebut.

Para pengurus yang hadir mengamini pernyataan Ketua PCNU tadi dan siap mendukung program kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang 2015 ini. Mereka pun yakin dengan kekompakan para pengurus dan niat yang tulus, tujuan untuk membangkitkan kembali NU di Tapanuli Selatan akan dapat terwujud.

NU di Tapanuli Selatan memang mengalami kevakuman kegiatan selama 6 tahun ini yang membawa dampak buruk bagi warga NU sendiri. Padahal lebih dari 60% penduduknya merupakan kaum nahdliyyin. Ciri khas NU yang selama ini melekat pada masyarakat Tapanuli Selatan menghilang sedikit demi sedikit. Padahal daerah tersebut merupakan tempat lahirnya banyak ulama-ulama NU Sumatera Utara bahkan nasional. (Riza Lubis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 22 Maret 2017

Workshop Pengkaderan IPPNU Siap Digelar

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Workshop Pengkaderan Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) siap digelar. Forum yang akan merumuskan sistem, metode dan strategi pengkaderan paling mutakhir di organisasi berbasis pelajar puteri NU itu akan dilaksanakan pada 4-7 Januari mendatang di Vila Lacitra, Cipanas, Bogor, Jawa Barat.

Workshop Pengkaderan IPPNU Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Workshop Pengkaderan IPPNU Siap Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Workshop Pengkaderan IPPNU Siap Digelar

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi akan membuka secara resmi acara yang akan diikuti 50 peserta perwakilan dari pengurus wilayah (PW) IPPNU seluruh Indonesia tersebut. Upacara pembukaan akan dilakukan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta.Sejumlah tokoh NU direncanakan akan hadir dalam acara tersebut. Antara lain Ketua PBNU, Masdar Farid Mas’udi dan Ahmad Bagdja. Beberapa mantan Ketua Umum IPPNU, Ulfa Masfufah dan Ratu Dian Hatifah pun dijadwalkan turut hadir. Mereka akan memberikan masukan dalam kaitannya dengan pengkaderan di NU.

Sebagaimana diberitakan situs ini, kurang optimalnya proses pengkaderan di NU, terutama pula di IPPNU menjadi alasan utama diselenggarakannya acara tersebut. Selain itu, acara tersebut juga merupakan bagian dari upaya untuk merevisi buku pedoman metode pengakaderan yang sudah ada. Karena metode yang ada dalam buku tersebut dirasa kurang relevan lagi.

“Yang jelas perlu evaluasi atas proses pengkaderan kita (IPPNU) selama ini. Dari workshop itu diharapkan ditemukan rumusan atau formula baru pada pengkaderan IPPNU,” kata Ketua Umum PP IPPNU Wafa Patria Umma kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (2/1).

Pada workshop itu, lanjut Wafa, setiap pimpinan wilayah (PW) diberi kesempatan untuk menjelaskan potensi dan tantangan pengkaderan IPPNU di masing-masing daerah. Harapannya, katanya, dapat ditemukan rumusan baru pengkaderan organisasi yang dipimpinnya, selain juga meminta masukan dari para tokoh NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara, hingga berita ini diturunkan, sejumlah peserta sudah mulai bedatangan, terutama peserta dari luar pulau Jawa. Di antaranya, perwakilan dari PW Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimatan Selatan, Bengkulu, Papua, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Buku Saku Aswaja

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain akan merumuskan kembali sistem pengkaderan yang nantinya akan disusun dalam bentuk buku pedoman, Wafa mengatakan, IPPNU juga akan menerbitkan buku saku yang berisi tentang ajaran atau paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)—sebagaimana dianut NU. Hal itu, katanya, dilakukan juga untuk mendukung proses pengkaderan.

Buku saku Aswaja yang akan dibuat dalam format sederhana itu, imbuhnya, nantinya akan dibagikan secara gratis untuk setiap kader. “Biar kalau ada kader IPPNU yang nggak paham Aswaja, bisa langsung baca buku saku itu,” ungkapnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Humor Islam, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 08 Desember 2012

Inilah Empat Larangan Puasa

Setiap ibadah memiliki aturan main dan tata cara pelaksanannya. Dalam fikih aturan itu dikenal dengan istilah rukun dan syarat. Rukun berati sesuatu yang mesti dilaksanakan pada saat beribadah. Sementara syarat ialah sesuatu yang harus dipenuhi sebelum beribadah berlangsung. Apabila kedua hal ini sudah dilakukan dan dipenuhi, baru sebuah amaliah dapat dikatakan sah.

Karena puasa termasuk ibadah, ia memiliki beberapa aturan main yang harus dipatuhi. Puasa dianggap batal jika aturan main tersebut dilanggar dan tidak dipatuhi.

Inilah Empat Larangan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Empat Larangan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Empat Larangan Puasa

Dalam Fathul Qarib karya Ibnu Qasim Al-Ghazi disebutkan bahwa terdapat empat kewajiban bagi orang berpuasa. Berikut ini rinciannya:

Niat

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

(? ? ? ? ?): ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Terdapat empat kewajiban bagi orang puasa: pertama ialah niat. Niat yang dimaksud tentu di dalam hati. Apabila puasa yang dikerjakan adalah puasa wajib, seperti puasa Ramadhan atau puasa nadzar, niatlah dari malam hari.? Di samping itu, tanamkan di dalam hati bahwa puasa yang dilakukan adalah puasa wajib, seperti puasa Ramadhan. Niat puasa yang sempurna ialah, ‘Sengaja aku puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah SWT.”

Tidak makan dan Minum di Siang Hari

(?) ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak makan dan minum (siang hari) dengan sengaja, meskipun sedikit. Akan tetapi tidak dihukumi batal bila makan karena lupa atau tidak tahu.”

Tidak Berhubungan Badan di Siang Hari

? (?) ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak diperbolehkan berhubungan badan di siang hari, kecuali lupa dan hukumnya disamakan dengan makan.”

Tidak Muntah dengan Sengaja

(?) ? (? ?) ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak diperbolehkan juga muntah dengan sengaja dan tidak batal bila tidak sengaja.”

Demikianlah empat hal yang harus diperhatikan bagi orang yang puasa: niat, tidak makan dan minum, tidak berhubungan badan, tidak muntah dengan sengaja di siang hari. Aturan ini tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Orang yang melanggar aturan ini, puasanya dianggap batal kecuali lupa. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Ahlussunnah, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 September 2010

Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) terus melakukan pembenahan internal di tubuh perguruan tinggi NU. Mereka akan mengawalinya dengan penyederhanaan fakultas yang terlalu banyak di sebuah perguruan tinggi.

“Penguatan kelembagaan melalui efisiensi. Jangan terlalu banyak fakultas,” Ketua LPTNU M Nasir dalam pertemuan terbatas di Gedung PBNU, Selasa (8/11) sore.

Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kelembagaan, LPTNU Rekomendasikan Penyederhanaan Fakultas

Menurut M Nasir yang juga Menristek Dikti ini, sebuah kampus ke depan hanya memiliki beberapa fakultas. Satu fakultas boleh menaungi ratusan prodi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita akan satukan semua prodi yang satu rumpun dalam satu fakultas. Cukup tiga atau empat fakultas dalam satu kampus. Fakultas Fisip dan Humaniora, Fakultas Kesehatan, Fakultas Mipa dan Teknik. Semua prodi yang satu rumpun masuk ke dalam satu fakultas,” jelas M Nasir.

Fakultas hukum, humaniora, kebudayaan, ekonomi, menurutnya, bisa disatukan dalam satu fakultas dengan rumpun ilmu sosial. Sementara semua prodi yang berkenaan dengan sains digabung dalam naungan fakultas MIPA dan teknik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penyederhanaan ini, kata M Nasir, akan diujicobakan pada perguruan tinggi di lingkungan NU.

Di samping penyederhanaan fakultas, penguatan kelembagaan itu juga dilakukan dengan peningkatan kualitas tenaga pengajar. “Profesionalitas ini yang kita junjung tinggi,” pungkasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Sejarah, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 19 Oktober 2008

Syuriyah PCNU Sumenep Ajak Warga Tolak Politik Uang

Sumenep, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriyah PCNU Sumenep KH Ahmad Basyir berpesan kepada warga Sumenep untuk menjunjung tinggi etika politik di dalam Islam. Kiai Basyir menekankan cara-cara konstitusional dalam mencari suara dalam pilkada serentak pada bulan depan.

"Berpolitiklah yang santun, dan jangan terpengaruh politik uang," demikian Kiai Basyir dalam taushiyahnya pada acara bahtsul masail yang rutin digelar PCNU Sumenep, Sabtu (7/11).

Syuriyah PCNU Sumenep Ajak Warga Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriyah PCNU Sumenep Ajak Warga Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriyah PCNU Sumenep Ajak Warga Tolak Politik Uang

Rais Syuriyah PCNU Sumenep mengingatkan warga bahwa sebentar lagi di Sumenep akan dilaksanakan pilkada. Ia meminta seluruh warga NU tetap teguh berjuang dan mempertahankan ajaran Islam Aswaja ala NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahtsul masail tingkat PCNU merupakan kegiatan rutin tiap bulan yang dilakukan secara bergiliran di setiap MWCNU. Kali ini yang bertindak selaku tuan rumah adalah MWCNU Kota dan ditempatkan di masjid Riyadus Shalihin, perum BSA Kolor.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai dibuka dengan tahlil dan sholawatan bersama, seluruh pengurus NU sekabupaten Sumenep  yang hadir dengan khusyuk dan antusias mengikuti acara yang dibagi dalam dua komisi, komisi syuriyah yang membahas persoalan zakat fitrah dalam bentuk uang dan persoalan mewakilkan wali hakim oleh kepala KUA.

Sementara komisi tanfidziyah membahas hasil seminar agraria yang digelar beberapa waktu lalu.

Ada hal menarik dalam kegiatan bahtsul masail kali ini karena sebelum acara dimulai  dilakukan pelantikan pengurus MWC Kota masa khidmat 2015-2020 yang kembali dipercayakan kepada duet KH Mundzir dan KH Taufik Syakur. (Dayat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Olahraga, Tokoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock