Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik

Pacitan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mudik ke kampung halaman saat lebaran merupakan tradisi tahunan bagi sebagian besar umat Muslim Indonesia. Pada saat itulah terdapat momen untuk berkumpul dengan sanak saudara. ? Hiruk pikuk aktivitas pemudik sudah terasa sejak pertengan bulan Ramadhan.

Di salah satu pesantren tertua di Pulau Jawa, Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan mudik menjelang lebaran menjadi saat yang paling ditunggu para santri. Karena Banyak kisah manis yang mengiringinya. Namun banyak pula santri yang menghabiskan hari lebaran dengan memilih menetap di pondok. Para santri tersebut bukan tidak punya bekal untuk mudik, melainkan mereka tengah menjalani tradisi nahun.

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik

Hulki Rosyid, salah satu santri asal Pekalongan mengaku sudah dua kali lebaran tidak mudik, ia bersama ratusan santri lainya ingin menghabiskan waktu lebaranya di pondok. Walaupun kadang merasa sedih karena harus jauh dari orang tua dan tidak bisa sungkem secara langsung. Namun, karena ketulusan niatnya suka duka ia jalani untuk terus bersabar menjalani hari raya di pondok. “Mudah-mudahan semakin kerasan di pondok dan tambah semangat dalam mengaji,” ujarnya saat berbincang dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Rabu ( 8/7).?

Riwayat tradisi nahun yang disebut juga tirakat atau lelakon, pertama kali dilakukan oleh santri simbah guru KH. Dimyathi Abdulloh. Dimulai sekitar tahun 1900-an dimana pada saat itu perkembangan pondok sangat pesat sehingga banyak santri yang datang menuntut ilmu dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan ada yang datang dari negara tetangga.

Mengingat letak pondok yang jauh dari kampung halaman mereka waktu itu, sementara alat transportasi juga belum ada sama sekali kecuali gerobak dan sejenisnya, maka dilakukanlah Nahun dalam arti hakiki yaitu tekun belajar dan tidak keluar dari kompleks pondok dalam jangka waktu 3 tahun ataupun 3 bulan dan 3 hari. Mengenai jangka waktu pelaksanaan Nahun sebenarnya tidak ada patokanya dan hanyalah istilah, bahkan pondok pun tidak mengatur tentang hal ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada sebuah kisah yang melatarbelakangi tradisi ini. Suatu hari simbah guru putri, Nyai Khotijah, istri KH Dimyathi Abdulloh yang sedang melakukan tirakat puasa selama 3 tahun, 3 bulan dan 3 hari, mengalami hal yang sangat aneh. Saat ia mencuci beras di sumur untuk dimasak, tiba –tiba beras tersebut berubah menjadi emas. Simbah guru putri pun kaget seraya berdoa. “Yaa..Allah, saya bertirakat bukanlah untuk mengharapkan emas atau harta benda dunia, akan tetapi saya memohon kepada-Mu, ya Allah, jadikanlah Tremas ini bagian dari masyarakat, jadikanlah keluarga termasuk Ahlul’ilmi dan jadikanlah santri-santri yang menuntut ilmu di sini menjadi santri yang barokah,” seraya membuang emas tersebut ke dalam sumur.

Setelah kejadian itu banyak santri yang melakukan tradisi nahun sebagai bentuk tirakat agar kegiatan belajarnya di Pondok Tremas senantiasa lancar dan berhasil mencapai tujuannya hingga terjun di masyarakat kelak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sesuai perkembangan zaman, tradisi ini tetap ditiru oleh generasi selanjutnya meskipun dengan versi yang berbeda-beda. Sekarang ini versi nahun yang berlaku di kalangan santri Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan? ada 3 yaitu, pertama tidak keluar dari kompleks Pondok Tremas, kedua tidak keluar dari wilayah Kabupaten Pacitan, dan ketiga tidak pulang ke rumahnya.

Yang berlaku umum di kalangan santri Pondok Tremas sekarang ini adalah nahun sesuai kategori kedua dan ketiga dengan waktu minimal 3 tahun, dan kebanyakan mereka yang melakukan berasal dari luar Jawa. (Zaenal Faizin/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Quote, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal (27/10).

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah TegalMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengajak kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk berperan aktif bangun desa. Menurut Eko, kader NU telah tersebar di berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, sehingga memiliki peran yang sangat strategis.

"Setelah era reformasi dengan banyaknya kader NU di berbagai partai, birokrasi pemerintahan, dan instansi lain, saya yakin kader-kader NU akan lebih berperan memajukan bangsa ini," ujarnya pada peletakan Batu Pertama Universitas Nahdlatul Ulama di Jakarta, Rabu (10/8).

Menteri Eko mengatakan, 70 tahun Indonesia merdeka, NU telah menjadi garda terdepan kemerdekaan Indonesia. NU juga telah membuktikan meskipun dalam masa kritis, maraknya terorisme, dan radikalisme, NU tetap menjadi garda terdepan.

"Lebih dari separuh masyarakat kita hidup di desa. Peran lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan NU ini juga sangat penting sekali. Peran NU demi mensejahaterakan desa-desa kita dan mensejahterakan Indonesia," ujarnya.

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa

Ia melanjutkan, pembangunan desa di Indonesia sebanyak 74.754 desa, tidak bisa diatasi jika hanya mengandalkan tenaga pemerintah. Dibutuhkan komitmen semua komponen bangsa dan NU selaku Ormas Islam terbesar di Indonesia untuk turut berpartisipasi dan mengawasi.

"Desa-desa kita masih ada yang masih tertinggal dan maju. yang tertinggal kita fasilitasi dulu infrastruktur dasarnya, untuk yang sudah maju infrastrukturnya kita kembangkan sektor ekonominya," ujarnya.(Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa?

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Warga Indonesia memiliki keinginan yang tinggi untuk naik haji ke Mekah. Meski sudah mendapatkan jatah paling banyak jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya–yaitu 221 ribu kuota, namun antrian haji di Indonesia cukup lama. Bahkan, ada yang harus menunggu higga sepuluh tahun lebih.

Melihat kondisi seperti itu, warga Indonesia tidak mati kutu. Karena ingin berangkat haji cepat, ada dari mereka yang berangkat haji dari negara tetangga. Tahun 2016, ada kasus warga Negara Indonesia berangkat haji dari Filipina, yakni mereka ‘menggunakan jatah haji’ negara Filipina yang tersisa banyak karena hanya sedikit orang Filipina yang berangkat haji. 

Sesuai dengan hasil penelitian Baltibang Diklat Kemenag RI tahun 2016, proses pendaftaran dan pembuatan dokumen paspor/surat jalan haji negara Filipina dilakukan secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu. Karenanya Pemerintah Filipina menahan 177 orang Indonesia terkait hal ini. Mereka ditahan di Special Intensive Care Area (SICA) dengan fasilitas yang sangat minim. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Filipina menyediakan konsumsi selama mereka ditahan.

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa?

Pembebasan dan pemulangan 177 calon jamaah haji yang gagal berangkat haji melalui negara Filipina melibatkan banyak peran dari Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar RI di Manila. 

Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 62 UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen; Pasal 63 angka (1) dan Pasal 64 angka (1) UU 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji; dan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana penipuan dengan ancaman 12 tahun penjara. Dalam kasus ini, Pemerintah Filipina juga akan mengadili pihak-pihak yang terlibat di Mahkamah Filipina. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Agar kejadian yang tidak diinginkan tersebut tidak terulang kembali, maka ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Pertama, Kasi haji dan umrah di setiap Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota

sudah seharusnya meningkatkan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji. Kedua, Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) untuk lebih mensosialisasikan Pasal 9 ayat (1) PP 79/2012 terkait ketentuan melaksanakan ibadah haji dari luar negeri.

Intinya, pelayanan haji dan umroh di Indonesia sudah semestinya menjadi perhatian khusus pemerintah mengingat animo masyarakat Indonesia yang begitu tinggi. Kalau hal ini tidak ditangani dengan serius, maka ke depan bukan hal yang tidak mungkin jika warga Indonesia melakukan hal-hal yang lebih nekat lagi. (A Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Banyumas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Idul Fitri 1438 H alangkah baiknya digunakan sebagai ajang silaturahmi nasional untuk saling bermaafan sesama anak bangsa dan sesama manusia. Hal itu disampaikan KH Habib Mahfud ketika ditemui di kediamaanya di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas, Selasa (27/6).

"Karena gelaran politik (Pilkada DKI) kemarin, seolah-olah kita menjadi bangsa yang terpecah pecah, tersekat-sekat, karena hanya beda pilihan atau beda pendapat sedikit saja. Idul Fitri tahun ini alangkah baiknya kita gunakan sebagi ajang saling silaturahmi, saling memaafkan dan saling berjabat tangan lagi," lanjutnya.

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Idul Fitri juga merupakan budaya yang penting bagi bangsa Indonesia karena bisa menjadi pengingat bahwa kita ini berbeda tapi satu, kita berbeda tapi bisa disatukan.

"Kita ini sebenarnya bineka, tapi sepertinya sekarang kita lupa bahwa kita bineka. Ingat bangsa Indonesia itu bineka tunggal ika," tegas Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Miftahul Huda itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mudik juga bukan hanya berarti sebatas kembali ke kampung halaman. Mudik juga bisa diartikan lebih luas lagi, yaitu kembali ke fitrah manusia, kembali ke fitrah bangsa Indonesia, dan kembali ke sejarahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Makna mudik yang tepat sekarang adalah kita kembali menjadi bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya, yang berbineka, yang hubbul wathan," kata kiai muda yang aktif di GP Ansor itu.

Pluralitas, lanjut KH Habib Mahfud, bukan suatu yang dibuat-buat, tapi merupakan nikmat yang harus disyukuri, supaya bisa litaaruf.

"Kalau sudah seperti itu, ingsa Allah kita telah menjadi manusia yang saleh secara ritual dan sosial," pangkas Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo ini. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemuda Ansor Sidoarjo menanam sebanyak 350 pohon jenis sengon, trembesi dan mahoni. Mereka menempatkan pohon bantuan dari Dinas Kehutanan Jatim itu di sepanjang jalan raya Prambon hingga kecamatan Krian, Sidoarjo, Ahad (12/4).

Penanaman pohon dilakukan guna meminimalisir terjadinya pemanasan global serta melakukan upaya keselamatan dunia. Pengurus GP Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan pohon sebanyak 1.000 pohon.

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengatakan, penanaman pohon tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Harlah Ke-81 Ansor atas kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dipilihnya wilayah tersebut mengingat lokasinya masih belum ada pohon pelindung yang ditanam di pinggir jalan raya Prambon hingga Krian Sidoarjo," kata Slamet Budiono.

Menurut Sekretaris GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, dengan penanaman pohon itu diharapkan Sidoarjo menjadi hijau dan tidak gersang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saat ini waktunya untuk membiasakan diri menanam kebaikan, baik itu menanam pohon maupun menanamkan amal perbuatan yang baik," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Budaya, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik?

Di saat semua orang berlarian menghindar, satu wartawan berusaha mewawancarai seorang nenek. Di tengah membumbungnya abu vulkanik Kelud yang begitu tebal, muka si nenek dan wartawan pun tampak seperti di‘meck-up’ tidak karuan.

“Nek, nenek sama siapa? Kok sendirian?” tanya si wartawan sambil berjalan sedikit mengejar si nenek yang sedang panik dengan abu vulkanik di seluruh tubuhnya.

“Sudah tahu sendirian, kok masih nanya?” jawab si nenek sewot.

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik?

“Terus kira-kira rasanya gimana nek?” tanya si wartawan lagi tentang abu vulkanik.

Rasakno dewe … (rasain sendiri)!” jawab si nenek sambil bergegas pergi, dan si wartawan hanya mlongo. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru

Pamekasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perjalanan bahtsul masail yang digelar Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pamekasan berlangsung seru, akhir pekan kemarin (12/5) dan bertempat di pendopo Kecamatan Pegantenan. Pengasuh pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Larangan, Pamekasan, KH Syaifuddin Syam bertindak sebagai mushahhih.

Keseruan tersebut tidak terlepas dari semangat peserta. Pasalnya, para pengurus MWC NU dari 13 kecamatan di Pamekasan saling beradu argumen dengan ragam kitab kuning di tangannya. Sekitar 3 jam dihabiskan untuk berdiskusi guna mengupas tuntas 2 masalah, yaitu tentang penggunaan ruang kelas di luar peruntukannya dan khatib Jumat meninggalkan rukun/syarat khutbah.

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru

Sebagaimana dimaklumi, deskripsi masalah yang pertama berangkat dari fakta yang sering terjadi di Madura. Ada suatu yayasan mengelola beberapa unit lembaga, yaitu PAUD, RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK yang waktu pelaksanaannya dilaksanakan pagi hari, juga Madrasah Diniyah yang waktu belajarnya sore atau malam hari.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari deskripsi masalah tersebut, diajukan 2 pertanyaan. Pertama, bagaimana hukumnya menggunakan ruang kelas yang peruntukan bantuannya untuk MI dipergunakan oleh unit lembaga yang lain yang waktu belajarnya bersamaan? Kedua, bolehkah unit lembaga yang waktu belajarnya tidak bersamaan dengan MI seperti Madrasah Diniyah mempergunakan ruang kelas tersebut, mengingat tidak sesuai peruntukan dan pada saat itu tidak dipakai?

Adapun deskripsi masalah berikutnya juga berangkat dari kenyataan. Pasalnya, khatbah Jumat termasuk salah satu syarat sahnya sembahyang Jumat. Dalam khatbah tersebut ditentukan rukun dan syarat sahnya. Berkaitan dengan hal tersebut, terjadi dalam pelaksanaan sembahyang Jumat seorang khotib meninggalkan salah satu syarat atau rukun khutbah. Mamum tahu, sembahyang lagi di rumahnya dengan niat sembahyang Zuhur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada 2 pertanyaan yang diajukan. Pertama ialah wajibkah mamum mengingatkan khotib tersebut dan bagaimana caranya? Kedua, kalau khotib diingatkan tetap tidak menghiraukan, apa yang harus dilakukan mamum selanjutnya?

Dari penelusuran kitab kuning yang dilakukan peserta bahtsul masail, dicetuskanlah beberapa jawaban atas permasalahan di atas.

Jawaban dari permasalahan yang pertama ialah tidak boleh, kecuali ada qorinah yang dikembalikan kepada urf.

Adapun permasalahan yang kedua dijawab wajib, cuma cara menegur khotib masih mauquf, belum disepakati.

Tetapi dalam sambutannya, ketua NU Pamekasan KH Abd Ghoffar menegaskan bahwa takmir masjid punya wewenang untuk menegur dan meluruskan kesalahan khutbah Jumat dari khotib dimaksud.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Ulama, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Ikapas Nisam Galang Dana dan Do’a Untuk Palestina

Nisam, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ribuan masyarakat Aceh Utara dan Lhokseumawe memadati halaman komplek Dayah Darut Thalibin Gp. Keutapang, Kec. Nisam, Aceh Utara untuk menghadiri dzikir akbar dan do’a bersama untuk Palestina yang dilakukan pada Senin malam (03/8).

Acara yang bertajuk Satu Juta Umat Islam bershalawat, dan berdo’a untuk Palestina ini dilaksanakan oleh Ikatan Pemuda dan Santri (Ikapas) Kecamatan Nisam bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe.

Ikapas Nisam Galang Dana dan Do’a Untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikapas Nisam Galang Dana dan Do’a Untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikapas Nisam Galang Dana dan Do’a Untuk Palestina

Dzikir dan shalawat akbar dipandu oleh Majelis Zikir dan Shalawat Zikra al-Hasani LPI Mudi Mesjid Raya Samalanga, dan Tausiah oleh Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab dari Jeunieb.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam tausiah, Ayah Sop memberikan semangat juang yang luar biasa supaya tetap maju membela Islam dan Muslimin.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Yahudi hari ini tidak hanya menguasai Palestina tetapi mereka menguasai dunia, termasuk negeri kita. Konsep Yahudi dalam menguasai dunia adalah karena mereka menggunakan seluruh harta, ilmu, semangat dan segala-galanya untuk mengalahkan umat Islam, inilah konsep Islam yang telah kita tinggalkan,” ujar Ayah Sop.

“Umat Islam hari ini sangat pelit untuk menyumbang hartanya untuk agama, banyak mesjid terlantar, tetapi pembangunan rumah untuk pribadinya tidak ada kendala, semua dicurahkan untuk nafsunya. Tapi tidak untuk agama,” lanjut Ayah.

Anak-anak umat Islam tidak lagi dihantarkan ke pesantren untuk menjadi ulama. Jikapun ada hanya bahagian kecil saja, yang bangai, yang cacat, yang ka batat sahao hana le so ngui, nayan tajok U dayah (yang bodoh, cacat, bandel yang tidak diterima dimana-mana, mereka yang kita antarkan ke pesantren). Demikian sekelumit nasihat Ayah.

Selain dihadiri oleh ribuan masyarakat dari Aceh Utara dan Lhokseumawe juga dihadiri oleh para tokoh masyarakat, Muspika Nisam dan ulama, seperti Abati Babah Buloh, Ayah Nurdin Keutapang, Abu Hasballah Nisam, Waled Jala, ? Krueng Geukueh, Abi Muslim at-Thahiri MA, Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe dan PK 1. 2 dan 3.

Sebelum Zikir Akbar dimulai acara dimulai dengan sambutan Panitia Tgk. Abdul Munir, Sambutan Bapak Camat Nisam, Fauzan dan sambutan Abu Hasballah, selaku dewan Pembina Ikapas Nisam.

Selain agenda Zikir dan Do’a, kesempatan ini juga dimamfaatkan penggalangan dana untuk dikirim kepada para mujahidin Palestina, dalam kesempatan ini Abi Muslim berperan mengarahkan warga untuk mendukung kaum muslimin Palestina dan memberikan informasi terkini tentang keadaan Palestina. Sumbangan terkumpul mencapai 5 juta lebih.

Terakhir di tutup dengan penyerahan cindera mata kepada Majelis Zikra al-Hasani dan kepada Ayah Sop, kemudian pembagian hadiah juara ujian TPQ Ikapas yang digelar selama Ramadhan di Dyah Nurul Mubin Al-Aziziyah Gp. Mns. Cut Kec. Nisam. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Nahdlatul Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dengan tema "Membentuk Kader Militan Ideologis dan Berkarakter Ahlusunnah wal-Jama’ah AnnahdLiyah" di gedung Majelis Talim Al-Jalaliyah Kp. Nangka Beurit RT 06/04 Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu pada Sabtu-Ahad, 30 September-1 Oktober.

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Acara yang diselenggarakan enam Pengurus Anak Cabang, meliputi Kecamatan Cicurug, Cidahu, Kalapanunggal, Parakansalak, Bojonggenteng, dan Kabandungan ini diikuti 43 peserta. Namun yang lulus PKD hanya 31 peserta.

Menurut Ketua Panitia, Gusfirli Sumapraja, kaderisasi adalah usaha sadar untuk menananmkan nilai dan ideologi menguatkan karakter dan militansi, meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan potensi  dan kecakapan organisasi serta membangun kapasitas gerakan pada diri kader untuk mempertinggi harkat dan martabat dan meneruskan perjuangan.

Setelah dibaiat, peserta PKD mendapat tugas yang harus dilaksanakan di tempat masing-masing, di antaranya adalah bersilaturahim kepada ustad pertama belajar ngaji. Kemudian bersilaturahim kepada para ajengan setempat. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada silaturahim tersebut, para peserta harus memohon didoakan untuk berorganisasi Ansor.

Tugas lain adalah, para peserta harus hadir pada peringatan Hari Santri yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober di GOR Korpri Sukabumi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada PKD itu dihadiri Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Kapolsek Cidahu AKP Simin A Wibowo, Camat Cidahu Ading Ismail, MWC NU Cicurug/LAZISNU Ade Yogi, Ketua MUI Kecamatan Cidahu Ustad Dudeh Wahyudin serta para jamaah Khatam Al-Quran Cidahu. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Warta, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Klinik warga NU Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ditandai dengan potong tumpeng, penandatanganan plakat di halaman klinik tersebut pada Sabtu (30/5).

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Klinik tersebut dibangun dari iuran warga Rp 500,- setiap hari selama dua tahun. Lembaga kesehatan ini dinamai Klinik Lazisnu, dari nama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Dalam kesempatan itu Wagub mengapresiasi sekali upaya warga yang luar biasa. Karena manfaat dan dampak sosialnya akan besar bagi warga sendiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di desa Nanggerang, yang tak jauh dari pasar Kecamatan Cicurug, warga kebanyakan bermata pencaharian buruh tani. Dengan iuran Rp 500,- per hari tersebut, mereka mampu mengumpulkan uang 24 juta per bulan dan 300 juta per tahun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara, menurut Dedy Mizwar, untuk desa, pemerintah mampu menganggarkan 100 juta per tahun. “Jangan-jangan desa Naggerang tidak perlu ada pemerintah,” kelakarnya. ?

Program tersebut diinisiasi oleh Ketua PCNU Kabupeten Sukabumi KH R Abdul Basith yang tinggal di desa itu dan Kepala Desa Nanggerang.

Kesamaan visi pembangnan desa ini, antara ulama dan pemerintah desa, menurut Dedy Mizwar akan seperti pemerintahan Umar Abdul Aziz. Pada masa itu hampir tidak ditemukan orang yang berhak menerima zakat.

Tapi jika semua desa seperti itu, apakah kewajiban Allah mengenai zakat terhapus? Dedy Mizwar menjawab sendiri, pasti ada yang kekurangan desa lain, kabupaten lain, provinsi lain, atau negara lain.

“Nah, sekarang ada poliklinik, ibu-ibu PKK harus bersinergi dengg ZIS ini untuk memberdayakan lebih jauh lagi,” pintanya di hadapan ratusan warga.

Sambil berseloroh, ia mengatakan, dengan adanya klinik tersebut, warga Desa Naggerang jangan sampai ada yang bercita-cita ingin sakit. Supaya tidak gampang sakit, harus dijaga lingkungannya. Sampah harus dikelola dan diambil manfaatnya. Misalnya untuk pupuk organik.

Ia juga mengimbau untuk melakukan pemberdayaan ekonomi di masyarakat, meningkatkan penghasilannya. Salah satu caranya dengan menggerakkan koperasi.

Setelah peresmian klinik, Dedy Mizwar juga meresmikan pembangunan pesantren lansia Husnul Khotimah yang dikelola Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KHR Abdul Basith.

Hadir pada dua peresmian tersebut Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi beserta beberapa pengurus NU lain, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, News, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif”

PBB, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam kegiatan permukiman Israel sebagai "tindakan provokatif" yang memunculkan pertanyaan tentang komitmen Israel pada solusi dua-negara di tengah meningkatnya rasa frustrasi rakyat Palestina akibat pendudukan selama hampir 50 tahun.

Rakyat Palestina menginginkan suatu negara merdeka di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur, wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif” (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif” (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif”

Putaran terakhir pembicaraan damai gagal pada April 2014 dan kekerasan antara Israel-Palestina telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir.

Israel menegaskan pada Kamis bahwa akan mencadangkan sebidang tanah luas yang subur di Tepi Barat, dekat Yordania, tempat Israel telah mempunyai banyak peternakan di permukiman yang dibangun di atas tanah yang akan dijadikan wilayah negara oleh Palestina.?

Ban juga mengatakan ia "sangat terganggu" dengan laporan bahwa pemerintah Israel yang telah menyetujui rencana pembangunan lebih dari 150 unit rumah baru di "permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki".

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Tindakan provokatif ini akan meningkatkan pertumbuhan populasi pemukim, lebih lanjut meningkatkan ketegangan dan merusak setiap prospek untuk langkah politik ke depan," kata Ban dalam Pertemuan Dewan Keamanan PBB di Timur Tengah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kegiatan permukiman yang terus berlanjut merupakan penghinaan terhadap rakyat Palestina dan masyarakat internasional. Kegiatan itu benar-benar menimbulkan pertanyaan mendasar tentang komitmen Israel pada solusi dua-negara," ujar Sekjen PBB seperti dilansir kantor berita Reuters.

Ban mengatakan rasa frustrasi terus meningkat di kalangan warga Palestina.?

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Samantha Power mengatakan bahwa Washington sangat menentang aktivitas permukiman.

"Langkah-langkah yang bertujuan memajukan program permukiman Israel ... tidak sesuai dengan solusi dua negara dan menimbulkan pertanyaan legal tentang niat jangka panjang Israel," kata Power kepada Dewan Keamanan PBB.

Menurut data statistik pemerintah dan pusat kajian Israel, sekarang ini ada sekitar 550.000 pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Sementara itu, sekitar 350.000 warga Palestina tinggal di Yerusalem Timur dan 2,7 juta lainnya di Tepi Barat.

Kepala delegasi Palestina di PBB Riyad Mansour menyerukan Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan terhadap permukiman Israel.

"Tindakan itu harus melibatkan langkah-langkah dari semua negara dan seterusnya tidak memberikan bantuan agar dapat membuat Israel mempertanggungjawabkan tindakannya," kata Mansour kepada Dewan Keamanan PBB.

Utusan Israel untuk PBB Danny Danon menuduh Dewan Keamanan bersifat "munafik" karena telah mengutuk "serangan teroris" yang dilakukan di tempat lain di dunia tetapi tidak di Israel. Namun, dia tidak membahas tentang permukiman Israel.

"Jalan menuju perdamaian memang panjang dan sulit, tetapi Israel berkomitmen untuk melakukan setiap upaya," ujar Danon kepada Dewan Keamanan PBB.(Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian, Humor Islam, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejak pertama lahir, pola pendidikan di pondok pesantren diakui mampu membentuk manusia seutuhnya. Artinya tidak hanya memahami ilmu agama Islam, tetapi lulusan pesantren mampu berkarya di segala bidang kehidupan secara mandiri. Inilah yang dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahwa pesantren merupakan sistem pendidikan paling komplit.

Djarot menyampaikan hal tersebut pada acara peluncuran legalitas Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada berbagai tingkatan seperti Ula, Wustho, dan Ulya oleh Kementerian Agama, Senin (1/8) di Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan ini, Kemenag memberikan SK izin operasional kepada 12 PDF pada tingkat Wustho dan Ulya di seluruh Indonesia.?

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Djarot yang hadir bersama beberapa jajaran pejabat Provinsi DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Timur menegaskan bahwa pesantren tidak hanya fokus mengkaji ilmu agama melalui kitab kuning, tetapi juga mendidik santri berwirausaha dan menghadapi hidup secara mandiri. Hal ini yang menjadikan lulusan pesantren mempunyai dasar dan prinsip yang kokoh ketika terjun di tengah masyarakat.

“Tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar hidup, belajar bertoleransi dengan sesama, belajar saling tolong-menolong satu sama lain, mandiri dan bekerja keras yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan akhlak mulia, iman dan taqwa kepada Allah,” jelas pria asal Blitar ini saat menyampaikan sambutan.

Pendidikan di pesantren, lanjut Djarot, memungkinkan anak memiliki jiwa spiritualitas kokoh karena hari demi hari diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Ruang ini tidak akan dimasuki oleh hal-hal dan perilaku negatif karena santri selalu mengisinya dengan kegiatan keagamaan dan pembelajaran hidup.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Maka jangan heran ketika banyak anak sekarang mudah terjerumus pada perilaku buruk dan negatif karena terlalu banyak ruang kosong pada dirinya yang menyebabkan jiwanya juga kosong,” terang Djarot.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan terus ditempa dengan pendidikan positif dan kerja keras, Djarot yakin lulusan pesantren tidak akan lapuk di makan zaman. Karena santri sudah terbiasa hidup dengan apapun. Menurutnya, tantangan Islam ramah dan toleran yang dibawa para lulusan pesantren kini mendapat tantangan besar ketika mudahnya akses teknologi informasi yang kerap berisi paham keagamaan yang keras dan cenderung kaku. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Nasional, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Kering, Dinas Cipta Karya Bantu Sirami Debu Kempek

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon, Jawa Barat turut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasionnal (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2012. Dinas itu menurunkan satu tim untuk menyiram debu di halaman pesantren Kempek.   

“Kami diperintahkahkan pimpinan kami untuk menyiram debu di halaman pesantren Kempek yang kekeringan dan penuh debu karena kemarau. Tapi kami tidak mungkin menghilangkannya. Hanya mengurangi,” ujar Wartono salah seorang petugas.

Kering, Dinas Cipta Karya Bantu Sirami Debu Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)
Kering, Dinas Cipta Karya Bantu Sirami Debu Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)

Kering, Dinas Cipta Karya Bantu Sirami Debu Kempek

Menurutnya, Dinas Cipta Karya menurunkan satu unit mobil pengangkut air, dengan 6 orang petugas per hari. Mereka akan menyiram halaman selama Munas-Konbes berlangsung (14-17/9). Hingga pukul 16.00, mereka sudah menghabiskan 15 ribu liter air yang diambil dari kali Arjawinangun.

Wartono mengaku ia kenal NU sejak kecil. “NU itu kan ormas Islam,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut dia, ajaran NU itu bisa diterima di berbagai kalangan termasuk dirinya. “Ajaran NU tidak sulit dan bisa diterima semua kalangan,” jelasnya. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berbeda dengan ormas lain, sambung Wartono, sepertinya hanya bisa dipahami kalangan tertentu.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

PCNU Purbalingga Dilantik

Purbalingga, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga masa hidmah 2013-2018 resmi dilantik di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kedungjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada Senin 27 Januari 2014.

PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Purbalingga Dilantik

PCNU Kabupaten Purbalingga dipimpin duet di syuriah H. Nurkholis Ahmadi, sementara dan tanfidiyah H. Suroso Abdul Rozak.

Pelantikan dihadiri ribuan warga mulai dari pelajar IPNU-IPPNU, para pengurus dari tingkat ranting hingga pengurus MWC se-Kabupaten Purbalingga, beserta banom-banomnya mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari jajaran pejabat hadir mewakili Bupati Purbalingga yaitu Asisten 2, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, Kapolres, Dandim dan yang lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

H. Suroso Abdul Rozak dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah, sehingga NU Purbalingga ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Sambutan dari PWNU disampaikan KH. Arja Amroni dan PBNU oleh KH Imam Azis sama-sama mengajak Nahdliyin untuk meneladani almarhum Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh yang belum lama ini wafat. (Torik Jahidin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Humor Islam, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Judul: Dialog Problematika Umat

Penulis: KH. MA Sahal Mahfudz

Penerbit: Khalista Surabaya dan LTN PBNU

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Cetakan: I, Januari 2011

Tebal: xii+464 hal.

Peresensi: Ahmad Shiddiq *


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Orang mengenal Kiai Sahal sebagai sosok kiai yang bersahaja. Namun, di balik kesederhanaannya, pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati, Jawa Tengah ini memiliki keluasan ilmu yang jarang dimiliki oleh kiai kebanyakan. Tidak salah kalau kemudian dalam penelitian yang dilakukan Dr Muzammil Qomar, beliau disejajarkan dengan nama-nama besar semisal (alm) KH Achmad Shiddiq sebagai tokoh yang mempunyai pemikiran liberal. Bahkan? beberapa waktu yang lalu kiai bernama lengkap Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz ini di anugerahi Doctor Honoris Causa (Dr HC) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta karena keteguhannya dalam fikih Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Sahal adalah figur, pemimpin, ekonom, pendobrak kebekuan, kemunduran, kemiskinan, dan latar belakang. Sosok multidisipliner dan dinamisator kalangan pesantren serta Nahdlatul Ulama, dua lembaga yang membesarkan juga dibesarkannya. Sebagai ulama, Kiai Sahal tidak diragukan lagi kapasitas keilmuan agamanya, khususnya penguasaan terhadap kitab kuning atau al-turast al-islami. Kapasitas keulamaan ini terlihat dari karya yang sangat banyak meliputi berbagai aspek keilmuan.

Dunia pesantren maupun akademisi begitu memberikan apresiasi sekaligus kepercayaan kepadanya untuk bisa mentransformasikan keilmuan di berbagai tempat, termasuk lewat berbagai media yang telah memberikan kesempatan kepada beliau untuk mengisi rubrik khusus sebagai kolumnis maupun forum dialog atau bathsul masail, yang diantaranya menjadi buku ini.

Dengan pemikiran yang tajam, ia mampu memberikan solusi secara kronologis, jelas, transparan dan sistematis dari setiap problema umat yang disodorkan kepadanya. Disini dibahas tuntas problematika mengenai bersuci, shalat, puasa Ramadhan, zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, haji, rumah tangga, antara tuntutan ibadah dan rekayasa teknologi, akidah-akhlak, mengagungkan kitab suci, makanan, dan etika sosial.

Bagi Kiai Sahal, fiqh bukanlah konsep dogmatif-normatif, tapi konsep aktif-progresif. Fiqh harus bersenyewa langsung dengan ‘af al al-mutakallifin sikap perilaku, kondisi, dan sepak terjang orang-orang muslim dalam semua aspek kehidupan, baik ibadah maupun mu’amalah (interaksi sosial ekonomi). Kiai Sahal tidak menerima kalau fiqh dihina sebagai ilmu yang stagnan, sumber kejumudan dan kemunduran umat, fiqh justru ilmu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan riil umat, oleh karena itu fiqh harus didinamisir dan revitalisir agar konsepnya mampu mendorong dan menggerakkan umat Islam meningkatkan aspek ekonominya demi mencapai kebahagian dunia-akhirat.

Kontekstualisasi dan aktualisasi fiqh adalah dua term yang selalu dikampanyekan Kiai Sahal baik secara ‘qauli (teks) melalui acara seminar, simposium, dan sejenisnya. ‘kitabi (tulisan) dikoran, majalah, makalah, serta fi’li (tindakan) dalam bentuk aksi langsung di tengah masyarakat dengan program-program riil dan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam buku ini, jelas bahwa umat Islam sekarang dalam sebuah kebingungan menghadapi dunia modern. Dunia modern yang selama ini dibanggakan oleh masyarakat, ternyata malah menyisakan problem yang memprihatinkan. Dunia modern diagung-agungkan dengan berbagai kecanggihan informasi, transportasi, dan alat-alat teknologi lainnya ternyata gagal membentuk pribadi muslim yang luhur dan mampu mengorbankan serta pengabdian dirinya untuk masyarakat. Semua orang dengan bangga berkata sebagai orang modern, tetapi ternyata hatinya berpenyakit dan begitu menyedihkan bila ditinjau dalam segi agama.

Bagi Kiai Sahal, kebenaran sesuatu selain dari dalil-dalil naqliyah juga bisa berasal dari dalil aqliyah. Memang al-Qur’an dan al-Hadits merupakan sumber hidayah yang paling utama dan esensial bagi umat Islam. Namun peran akal juga tidaklah kalah penting. Dalam beberapa ayat, peran akal sangat istimewa bahkan orang-orang yang diberi ilmu derajatnya tinggi dihadapannya. Hasil pemikiran sains yang berkembang sekarang dapat kita jadikan sebagai petunjuk untuk mempertebal keimanan asalkan tidak bertentangan dengan ketetapan syariah. Dengan demikian, sains dan ilmu pengetahuan yang bersumber dari akal pikiran bukan bid’ah, atau kemusyrikan dan kekufuran. Bahkan sains dan ilmu pengetahuan diperintahkan Allah untuk dipelajari dan dikembangkan. Ini penting karena berguna meningkatkan kualitas hidup manusia dan bahkan bisa mempertebal iman.

Pergulatan panjang Kiai Sahal dalam lapangan fiqh sosial ini ternyata membawa perubahan besar dan dahsyat dalam lapangan pemikiran pesantren dan akademis? (perguruan tinggi), ekonomi kerakyatan, kebudayaan, kelembagaan (pesantren dan NU), dan politik kebangsaan. Dari kalangan peasntren, pemikiran progresif fiqh sosial Kiai Sahal mendorong santri dan Gus-Gus muda pesantren belajar secara mendalam ilmu usul fiqh dan mengembangkan untuk merespons tantangan modernisasi sekarang ini. Lalu muncullah pemikir-pemikir muda pesantren dan NU progresif, transformatif, dan inovatif, dan mereka jauh lebih berani keluar mainstream pemikiran NU, tetapi tetap dalam koridor ahlusunnah wal jamaah.



Dengan demikian, dilihat dari kacamata akademik pesantren Kiai Sahal mampu menyediakan informasi yang komprehensif dan cermat dalam menganalisis serta akurat dalam menyajikan jawaban-jawaban umat. Rais Aam PBNU ini, telah lebih maju dengan memberikan tawaran gagasan-gagasan segar terkait problematika umat dengan pengembangan qawaid ushuliyah untuk menjadikan fiqh sebagai bagian dari peradaban modern.

Wal-hasil buku setebal 464 ini dapat menjadi inspirasi kaum muda dalam mengembangkan lebih jauh gagasan-gagasan ulama sekaliber KH MA Sahal Mahfudz dan tentunya patut menjadikan buku ini, rujukan menemukan jawaban hukum Islam yang berkaitan problematika umat. Selain mudah dibaca oleh siapa saja, buku ini memberikan jawaban nuansa berbeda yang disesuaikan dengan zaman kontemporer. Waallahu a’lamu bi al-shawab.

*) Penulis Santri Pesantren Luhur Al-Husna dan Redaktur Pena Pesantren Surabaya Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Humor Islam, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperjuangkan nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mayoritas adalah warga NU. Hal ini disampaikan Fatimah Angelia, pengurus PCINU Hongkong saat ikut hadir menjadi peserta Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI

"Kita meminta PBNU memperjuangkan agar tenaga kerja Indonesia (TKI) terutama di Hongkong agar bisa kembali dan kemudian bekerja di Tanah Air," ujarnya saat ditemui di sela-sela pendaftaran Muktamar di GOR Merdeka Jombang, Sabtu (1/9).

PCINU Hongkong mengaku kehadirannya dalam forum permusyawaratan tertinggi di NU ini membawa aspirasi untuk bisa dipikirkan dan diperjuangkan PBNU. "Perempuan TKW (tenaga kerja wanita) ini di sana enggan kembali ke Indonesia. Ini pandangan kurang pas karena jauh dengan suami dan anak-anaknya. Seharusnya kalau sudah punya uang banyak, mereka kembali ke Tanah Air dan bekerja di Tanah Air," kata Fatimah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karenanya, Fatimah yang menjadi pengusaha katering di Hongkong akan meminta PBNU mengirimkan para ustadz ke Hongkong guna memberikan bimbingan dan wawasan keagaman Islam kepada TKI di Hongkong.

"Agar mereka tidak menetap di Hongkong. Saya berharap PBNU bisa memberikan pencerahan dan jalan keluar, kalau sudah punya uang banyak, mereka kembali ke Indonesia dan membuka usaha atau bekerja di Tanah Air saja," kata perempuan asal Surabaya ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri mengungkapkan bahwa saat ini banyak perilaku dan pengamalan ajaran Islam yang salah kaprah karena berkebalikan dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah.

“Salah kaprah karena dilakukan oleh banyak orang dan akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja,” tuturnya dalam launching Majalah Mata Air yang diterbitkan oleh komunitas Mata Air di Jakarta, Kamis malam.

Melihat banyaknya fenomena salah kaprah ini, Gus Mus berencana menerbitkan buku tentang fenomana ini. “Saya akan menerbitkan buku tentang 30 kelakuan yang tidak sesuai dengan perintah Rasulullah, mudah-mudahan segera jadi karena contohnya terus berkembang,” imbuhnya.

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam

Pengasuh Ponpes Raudlatut Tholibien ini mencontohkan tentang perilaku disiplin yang dialaminya di Arab Saudi dan Jepang, dua negara yang pernah dikunjunginya. Saat pemeriksaan visa diperlukan waktu lima jam di bandara Arab Saudi karena perilaku petugas yang kurang disiplin sementara di Jepang, hanya perlu waktu 2 menit dengan pelayanan yang memuaskan.

“Padahal Arab Saudi ini jelas-jelas negara Islam dan Jepang negara yang menganut agama Shinto. Saya jadi berfikir, yang masuk surga nanti yang sholat tapi tak mengikuti ajaran Rasulullah atau yang tak sholat tapi mengikuti ajaran Rasulullah,” tandasnya.

Gus Mus juga menuturkan bahwa berislam merupakan wasilah atau jalan sementara tujuannya adalah Allah. Demikian juga mengikuti partai atau mengikuti ormas seperti NU semuanya adalah wasilah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sayangnya kita banyak wasilah, terlalu banyak mampir-mampir. Seandainya tujuannya Surabaya, kita mampir ke Cirebon, ke Semarang dan lainnya sehingga tujuannya malah tak kesampaian,” imbuhnya.

Majalah Mata Air yang memiliki motto Jernih Berbagi Rahmat ini merupakan sebagian dari produk komunitas Mata Air. Mereka juga memiliki website dengan alamat www.gusmus.net. Bulletin Jum’at Mata Air, pengajian tafsir tiap malam Jum’at sampai dengan pemberian beasiswa kepara para aktifis.

Di Jakarta, komunitas yang terbuka bagi siapa saja ini didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kiai, intelektual dan professional seperti Habib Luthfi bin Yahya, Drs. As’ad Said Ali, KH Masdar F. Mas’udi, KH Muadx Thohir dan KH Thantowi Jauhari. Komunitas yang sama juga sudah ada di Jogja, Semarang dan Surabaya.

Nama Mata Air dipilih karena karinduan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Kanjeng Nabi Muhammad. Nilai-nilai tersebut bersumber dari “Mata Air” ajaran kanjeng nabi yang jernih dan belum tercemar peradaban modern.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Komunitas mata air adalah komunitas anak cucu adam untuk berbagi rasa dan peduli melalui berbagai aktifitas. “Siapapun orangnya yang senantiasa menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda dan mengasihi sesame, dipersilahkan untuk bergabung,” katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 23 November 2017

Inayah: Kita Perlu Kembangkan Kemimpinan Etis dan Tawadlu

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Untuk mengatasi beragam masalah kebangsaan seperti kemiskinan, bencana alam, korupsi, konflik dan kekerasan, Indonesia perlu mengembangkan gerakan kepemimpinan yang bertumpu pada nilai-nilai etis dan kerendahhatian (tawadlu). Cita-cita ini mesti menjadi sebuah gerakan bersama yang dimulai dari para pemimpin, di tingkat lokal hingga nasional.

“Kepemimpinan etis itu ukurannya kepatutan, moralitas umum, dan kemaslahatan bersama, bukan sekedar hukum formal dan pencitraan di media,” tandas Inayah Wahid, puteri keempat sekaligus Panitia 5 Tahun Wafatnya KH. Abdurrahman Wahid di Jakarta, Jumat (21/12).

Inayah: Kita Perlu Kembangkan Kemimpinan Etis dan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)
Inayah: Kita Perlu Kembangkan Kemimpinan Etis dan Tawadlu (Sumber Gambar : Nu Online)

Inayah: Kita Perlu Kembangkan Kemimpinan Etis dan Tawadlu

Kepemimpinan etis dan tawadlu ini yang sengaja diangkat dalam kegiatan 5 Tahun Wafatnya KH. Abdurrahman Wahid. “Selama ini kita sering disuguhkan tontotan tingkah pemimpin, di tingkat nasional maupun daerah yang memamerkan kemewahan dan tindakan yang bertolak belakang antara perkataan dan perbuatan. Ada pemimpin yang kekayaannya menumpuk di tengah hidup warganya yang menghadapi busung lapar,” Inayah memberi alasan.

Jika tujuan dasar pemimpin adalah memenuhi kepentingan umat, jelas Inayah, maka seorang pemimpin harus betul-betul mengerti dan peka terhadap apa yang dirasakan umat yang dipimpinnya. Jika sebagian besar umat masih menghadapi masalah kesulitan ekonomi, maka kepemimpinan etis tidak akan memamerkan kemewahan dan kekayaan, meski memang sebetulnya memiliki cukup kekayaan. Ini bukti bahwa ia mengerti betul yang dirasakan umat yang dipimpinnya. 

“Menurut kami sekeluarga, tema kepemimpinan etis dan tawadlu ini penting untuk dimunculkan tahun ini karena pergantian kepemimpinan di Indonesia. Ini pengingat bagi para pemimpin agar dalam kepemimpinannya mereka tawadlu kepada kepentingan umat. Kepentingan umatlah yang utama. Bukan kepentingan diri sendiri atau kelompok,” tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena yang dipegang adalah nilai-nilai etis, maka pemimpin tipe ini tidak akan hanya melihat sebuah masalah dari sisi formalitas hukum. Apalagi hukum di negeri ini mudah dibelokan. Dengan pegangan nilai-nilai etis itu, lanjut Inayah, seorang pemimpin akan berani mengambil resiko dan terobosan agar nilai-nilai etis bisa dicapai.

Menurut Koordinator Positive Movement ini, itulah pelajaran yang ia ambil dari sikap dan perjuangan sang ayahanda yang melakukan beberapa terobosan ketika menjadi Presiden. Misalnya, mencabut larangan perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa, mengembalikan nama dari Irian Barat menjadi Papua, meminta pengampunan bagi buruh migran yang dihukum mati, menandatangani UU pengadilan HAM, dan lain-lain. Gus Dur, demikian sapaan akrabnya, selalu mengutip kaidah “kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya, bergantung pada kemaslahatan atau kesejahteraan”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dalam mengambil kebijakan, Gus Dur berusaha mengutamakan kepntingan rakyat ketimbang kelompok. Bahkan ketika kepentingan kelompok berbenturan dengan kepentingan masyarakat, beliau memilih melaksanakan kepentingan masyarakat luas, daripada kelompoknya. Inilah yang kami harapkan dapat diadopsi oleh pemerintahan yang baru ini,” tambahnya.

Menurut Inayah, visi kepemimpinan semacam ini bisa menjadi gerakan kuat jika dibarengi dengan upaya melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Tidak hanya terbatas di pemerintahan dan politik, tapi di semua bidang kehidupan dan mulai dari tingkat yang paling kecil, termasuk diri pribadi. “Dan ini sangat strategis jika ditopang lewat pendidikan di berbagai level, formal maupun informal, termasuk pendidikan di dalam keluarga.”

Tahun ini, tradisi tahunan keluarga mantan Presiden RI ke-4 itu akan digelar Sabtu (27/12) malam, di rumah keluarga besar KH Abdurrahman Wahid, Ciganjur, Jakarta Selatan. Selain pembacaan tahlil oleh pengasuh Pesantren Al-Aziziyah Denanyar Jombang, Jawa Timur KH. Azis Masyhuri, acara tersebut juga akan diisi testimoni tentang kehidupan Presiden ke-4 RI tersebut. Di antaranya penampilan dari pelawak Mohamad Syakirun alias Kirun dan penulis Presiden Gus Dur Untold Stories, Priyo Sambadha. Sementara taushiyah, ceramah agama akan dibawakan Si Celurit Emas dari Madura: KH. Dzawawi Imron.

Acara akan dimeriahkan pula dengan tarian sufi, pertunjukan lukisan bayangan pasir oleh seniman asal bandung Jafar Fauzan, dan pembacaan puisi Arab yang dibuat khusus KH. Husein Muhammad, murid Gus Dur yang juga mantan komisioner Komnas Perempuan. (red: Anam). Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock