Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Penyebaran informasi yang masif melalui berbagai saluran media menyebabkan banjir informasi yang sulit ditentukan keshahihannya. Untuk itu, keberadaan para dai muda di tengah masyarakat harus mampu menjadi penuntun bagi masyarakat dalam memilih dan memilah informasi, agar tidak terjebak pada informasi palsu atau Hoax.?

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikapi Maraknya Hoax, Dai Muda Tingkatkan Kemampuan Literasi Media

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia, Moh. Nur Huda menyatakan, para dai memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan pencerahan pada masyarakat, agar tidak tertipu pada informasi yang keliru.?

Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan kompetensi literasi media pada dai muda yang hadir di tengah masyarakat. FKDMI, bersama dengan Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan menyelenggarakan Pelatihan Kader Dai Tingkat Nasional tahun 2017 tahap 1, dengan salah satu fokus bahasan menangkal informasi palsu (Hoax) di tengah masyarakat, dengan peningkatan kompetensi literasi media bagi para dai muda.?

Pelatihan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Januari 2017 di Kampus STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Matraman Jakarta Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pelatihan kader dai ini akan diikuti oleh seratus orang dai muda yang ada di Jakarta dan utusan dari FKDMI tingkat wilayah. FKDMI berharap, dengan pelatihan ini, para dai mampu menjadi pelita bagi masyarakat di tengah membanjirnya informasi baik yang benar ataupun palsu.?

Apalagi kondisi sosial masyarakat saat ini yang cenderung tegang dan berpotensi menimbulkan gesekan antar-umat beragama.?

“Jangan sampai para da’i tidak mampu mengarahkan masyarakat pada kebenaran, lantaran informasi palsu (hoax) dikemas sedemikian rupa seolah-olah itu adalah shahih,” ujar Huda.?

Huda juga mengingatkan empat sifat Rasulullah yang harus senantiasa diteladani oleh para da’i muda, yakni: Siddik (berkata benar), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya) dan Fathonah (cerdas).?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jika para dai senantiasa meneladani empat sifat ini, niscaya tidak ada celah sedikitpun untuk ikut serta menyuburkan informasi ? palsu yang cenderung memecah belah persatuan bangsa”, ujarnya.?

Dirinya berharap, pelatihan dai ini dapat menghasilkan kader-kader dai yang mumpuni dan ikut membina masyarakat dalam mewujudkan tatanan yang Islami. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Ahlussunnah, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Isrofil Amar merencanakan dalam waktu dekat ini pembentukan organisasi baru, yaitu Laskar Bela Negara. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat kelembagaan internal NU di Kota Santri ini.

Di samping itu kondisi kesatuan bangsa di tanah air dan ideologi Pancasila belakangan ini seringkali mendapat gangguan juga tak luput dari sorotan dibentuknya organisasi tersebut.

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

"Insya Allah sebentar lagi NU akan membentuk satu organisasi, yaitu Laskar Bela Negara," kata salah satu dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu, Kamis (9/2).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Isrofil menjelaskan, dalam struktur organisasi tersebut tersusun dari kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan warga nahdliyin di struktur lainnya. "Yang ini kepengurusannya kami susun beserta GP Ansor," jelasnya di Jombang.

Untuk lebih memperkuat dalam berdirinya organisasi ini, Kiai Isrofil juga akan meminta masukan kepada Bupati Jombang, pihak Polres juga Dandim. "Suatu ketika kami akan menghadap kepada bupati, dandim, dan bapak kapolres untuk mohon nasihat bagaimana sebaiknya, jadi NU itu sekali NU, tetap NU," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun demikian, hingga saat ini ia belum menentukan waktu tepatnya peluncuran organisasi tersebut. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Ulama, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Banyumas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Idul Fitri 1438 H alangkah baiknya digunakan sebagai ajang silaturahmi nasional untuk saling bermaafan sesama anak bangsa dan sesama manusia. Hal itu disampaikan KH Habib Mahfud ketika ditemui di kediamaanya di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas, Selasa (27/6).

"Karena gelaran politik (Pilkada DKI) kemarin, seolah-olah kita menjadi bangsa yang terpecah pecah, tersekat-sekat, karena hanya beda pilihan atau beda pendapat sedikit saja. Idul Fitri tahun ini alangkah baiknya kita gunakan sebagi ajang saling silaturahmi, saling memaafkan dan saling berjabat tangan lagi," lanjutnya.

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Fitri, Momentum Silaturahmi Nasional Pascapilkada DKI Jakarta

Idul Fitri juga merupakan budaya yang penting bagi bangsa Indonesia karena bisa menjadi pengingat bahwa kita ini berbeda tapi satu, kita berbeda tapi bisa disatukan.

"Kita ini sebenarnya bineka, tapi sepertinya sekarang kita lupa bahwa kita bineka. Ingat bangsa Indonesia itu bineka tunggal ika," tegas Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Miftahul Huda itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mudik juga bukan hanya berarti sebatas kembali ke kampung halaman. Mudik juga bisa diartikan lebih luas lagi, yaitu kembali ke fitrah manusia, kembali ke fitrah bangsa Indonesia, dan kembali ke sejarahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Makna mudik yang tepat sekarang adalah kita kembali menjadi bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya, yang berbineka, yang hubbul wathan," kata kiai muda yang aktif di GP Ansor itu.

Pluralitas, lanjut KH Habib Mahfud, bukan suatu yang dibuat-buat, tapi merupakan nikmat yang harus disyukuri, supaya bisa litaaruf.

"Kalau sudah seperti itu, ingsa Allah kita telah menjadi manusia yang saleh secara ritual dan sosial," pangkas Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo ini. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.

Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Berikut isi utuh dari pidato bersebut:

Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 

Tanggal 22 Oktober 2017



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ?

? ? 

Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 

..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  

Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 

Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 

Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (? ? ? ?) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.

Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (? ? ?), jiwa (? ?), nalar (? ?), harta (? ?), keluarga (? ?), dan martabat(? ?) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Jakarta, 22 Oktober 2017

Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.

Ketua Umum

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini berharap semua warga negara Indonesia dengan berbagai latar belakang agama, ras dan lainnya bisa bersatu kembali.?

"Apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kepercayaannya. Itu adalah keluarga Indonesia," katanya saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal dan Silaturahim Lintas Agama di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (24 /7).

Pada acara yang bertemakan "Merawat Kebinekaan, Menjaga NKRI" ini, perempuan yang juga dosen Universitas Indonesia ini berharap agar tidak berhenti hari ini, melainkan kedepan harus saling bergandengan tangan.?

Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Ajak Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan Jihad Sosial

"Terutama jihad (bergandengan tangan) memerangi kemiskinan, jihad kebodohan, jihad memerangi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak terutama," kata Anggia.?

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa semua ini bisa memberikan kemanfaatan yang lebih kepada manusia yang lebih maksimal.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita sangat berharap acara ini nanti bisa menelurkan kesepakatan aksi tidak hanya komitmen tapi juga aksi untuk bisa bersama-sama menyelamatkan bangsa ini. Melakukan gerakan sederhana untuk masyarakat luas," terangnya.?

Acara ini juga diharapkan bisa memiliki kontribusi secara luas apapun latar belakanganya.

“Mudah-mudahan bisa memberikan impact ? yang luar biasa. Tidak hanya di Fatayat tapi juga diperluas lagi,”?

Acara ini dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Robikin Emas, Ketua PBNU H. Umar Syah dan berbagai tokoh agama serta aliran kepercayaan. (Husni Sahal/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tokoh, Ahlussunnah, Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Buruh Migrant Indonesia (BMI) Macau memberikan 40 paket bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Barang bantuan berupa peralatan memasak, tikar, sarung, mukena, sajadah, buku tulis, bolpoin, tas, sandal, dan minyak goreng. Penyerahan bantuan dilakukan oleh tim NU Care LAZISNU NTB, Jumat (20/1) siang di Bima.?

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB

Daerah-daerah yang menerima bantuan adalah dua wilayah di Kelurahan Manggemaci, meliputi RT 10 RW 04 dan RT 01 RW 02 Kota Bima; serta satu wilayah di Sarae yakni RT 05 RW 02.

Siti Fatimah, perwakilan BMI Macau menyampaikan syukur dan terima kasih atas bantuan NU Care LAZISNU NTB yang telah menyalurkan bantuan dari para sahabat BMI di Macau.

“Hanya kata syukur dan terima kasih yang bisa kami haturkan. Semoga Allah SWT membalas atas segala amal kita semua. Dan semoga menjadi berkah buat saudara kita,” ungkap Siti Fatimah yang anggota keluarganya banyak mengalami dampak banjir di Bima.

Senada, Direktur NU Care LAZISNU NTB, Refreandi mengucapkan terimakasih atas bantuan BMI Macau untuk warga terdampak banjir Bima, serta atas kepercayaan menyalurkan bantuan melalui NU Care.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu Direktur Penyaluran NU Care LAZISNU, Slamet Tuhari Ng di Jakarta, berharap sinergitas antara BMI Macau dan NU Care dapat terus terjalin, tidak hanya pada momen kali, tetapi juga pada hal-hal lainnya dalam pembangunan umat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka memperingati Harlah ke-92, Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah menyelenggarakan haul massal yang digelar di Gedung MWCNU setempat, Jumat (8/5).

Kegiatan yang diikuti ribuan jamaah ini menghadirkan penceramah dari Grobogan, KH Mahyan Ahmad. Hadir juga Ketua MWCNU Kalinyamatan, KH Muhsinin dan Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Samsuri.

Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua

Dalam penyampaian mauidhoh hasanahnya, Kiai Mahyan yang sering ceramah di Korea, Tiongkok dan Hongkong ini menjelaskan tentang pentingnya pelaksanaan haul? sebagai wujud dari birrul walidain serta berbuat baik kepada orang tua.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Haul menika gawe bungah atine wong tua (haul membuat hati orang tua senang),” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Mahyan, bentuk bakti kepada kedua orang tua bisa dilakukan meski mereka telah tiada. Karena itu, kepada orang tua atau leluhur yang telah tiada harus sering-sering didoakan.

“Sebelum panjenengan menziarahi para wali, panjenengan terlebih dahulu menziarahi orang tua yang telah mendahului,” pesannya kepada ribuan hadirin.

Sementara, wujud bakti kepada kedua orang tua yang masih hidup bisa dilakukan dengan meminta maaf jika bersalah tanpa menunggu hari raya. Harapannya, dengan ridlo orang tua akan menjadi berkah hidup.

Pengasuh pesantren Tahfidzul Quran ini juga menjelaskan tentang orang yang akan celaka di akhirat yakni orang selalu menyakiti perasaan orang tua, orang yang kaya tapi pelit dan orang yang memutus tali silaturahim.

Wong kang nglarakno atine wong tuo, meski apal Alquran, kaji bolak-balek lan ilmune sundul langit besok ora bakal mambu apa meneh mlebu swargane Allah Swt (Orang yang menyakiti hati orang tua meski hafal Alquran berkali-kali dan ilmunya banyak maka tidak akan mencium bau surga, sehingga masuk surga pun mustahil,” jelasnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam

Bagi sebagian masyarakat Islam di Nusantara bulan Muharram adalah bulan istimewa. Sebagai bulan pertama tahun hijriyah, Muharram menjadi ruang ruang muhasabah (intropeksi diri) akan amal masa lalu guna menjadi pedoman langkah masa depan. Muharram menjadi serambi sebuah rumah yang berisikan sebelas bulan lainnya. Oleh karena itu Muharram dipercaya memantulkan nuansa peribadatan seseorang dalam satu tahun ke depan. Seperti halnya serambi yang bagus biasaya dimiliki sebuah rumah yang mewah. Begitu pula bulan Muharram, amal yang shalih di bulan ini mencitrakan sebelas bulan lainnya. Dengan demikian Muharram mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan lainnya. Wajar saja jika umat muslim berbondong-bondong melakukan kebaikan dan sedekah pada bulan ini.Secara historis, bulan Muharram juga memiliki keistimewaan. Pada bulan inilah Nabi Muhammad saw. memutuskan berpindah dari Makkah menuju Madinah demi kesuksesan dakwah Islam. Bulan ini merupakan waktu yang berharga yang di dalamnya Rasulullah saw menemukan kunci keberhasilan dakwah Islam yaitu hijrah. Hijrah yang berarti pindah tidak semata-mata mencari ruang yang sesuai untuk berdakwah, ruang yang lebih minim bahaya, ruang yang lebih kondusif. Tidak. Karena Rasulullah saw sendiri tidak pernah takut dengan berbagai ancaman kafir Makkah. Namun hijrah memiliki makna lain yaitu berpindah, merubah dan me-upgrade- semangat pada tataran yang lebih tinggi. Secara psikologis, suasana yang baru, kawan baru, tantangan baru akan menjadikan semangat diri dan jiwa seseorang lebih dinamis. Mengenai semangat hijrah ini Rasulullah saw sendiri dalam sebuah haditsnya pernah bersabda.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam



Artinya: Dari Amirul Muminin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah ? bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan (amal) tergantun niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

Dalam asbabul wurud diceritakan ada seorang sahabat yang melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah dengan niatan mengawini seorang perempuan bernama Ummu Qais. Karena niatnya itulah maka ia tidak mendapatkan keutamaan hijrah. Bahkan proses hijrah sahabat tersebut dijuluki dengan Hijratu Ummu Qais. Ini menunjukkan bahwa niat seseorang sangatlah penting. Niat bukanlah sekedar motifasi belaka, karena di dalam niat itu Allah titipkan sebuah pahala yang secara otomatis akan me-cover segala yang kita lakukan dalam sisi-Nya. Inilah yang membedakan bulan Muharram dengan lainnya. Muharram menjadi berbeda karena di dalamnya ada kejadian yang sangat berharga bagi Agama Islam yaitu Hijrah Rasulullah saw.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu Muharram menjadi berbeda karena hari ke-sepuluh dalam bulan ini dipadati dengan nilai yang sarat dengan sejarah, yang lebih dikenal dengan hari asyura atau hari kesepuluh pada bulan Muharram. Karena pada hari asyura itulah (seperti yang termaktub dalam Ianatut Thalibin) Allah untuk pertama kali menciptakan dunia, dan pada hari yang sama pula Allah akan mengakhiri kehidupan di dunia (qiyamat). Pada hari asyura pula Allah mencipta Lauh Mahfudh dan Qalam, menurunkan hujan untuk pertama kalinya, menurunkan rahmat di atas bumi. Dan pada hari asyura itu Allah mengangkat Nabi Isa as. ke atas langit. Dan pada hari asyura itulah Nabi Nuh as. turun dari kapal setelah berlayar karena banjir bandang. Sesampainya di daratan Nabi Nuh as. bertanya kepada pada umatnya "masihkah ada bekal pelayaran yang tersisa untuk dimakan?" kemudian mereka menjawab "masih ya Nabi" Kemudian Nabi Nuh memerintahkan untuk mengaduk sisa-sisa makanan itu menjadi adonan bubur, dan disedekahkan ke semua orang. Karena itulah kita mengenal bubur suro. Yaitu bubur yang dibikin untuk menghormati hari asyuro yang diterjemahkan dalam bahasa kita menjadi bubur untuk selametan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bubur suro merupakan pengejawentahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang Selma ini diberikan oleh Allah swt. Namun dibalik itu bubur suro (jawa) selain simbol dari keselamatan juga pengabadian atas kemenangan Nabi Musa as, dan hancurnya bala Firaun yang terjadi pada hari asyuro juga. Oleh karena itu barang siapa berpuasa dihari asyura seperti berpuasa selama satu tahun penuh, karena puasa di hari asyura seperti puasanya para Nabi. Intinya hari syura adalah hari istimewa. Banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini diantaranya adalah pelipat gandaan pahala bagi yang melaksanakan ibadah pada hari itu. Hari ini adalah hari kasih sayang, dianjurkan oleh semua muslim untuk melaksanakan kebaikan, menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu.

Bagi kelompok syiah hari kesepuluh bulan Muharram sangatlah penting. Karena pada hari inilah tepatnya tahun 61 H Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib sang Cucu Rasulullah saw terbunuh oleh Yazid bin Muawiyah. Pembunuhan ini lebih tepat bila disebut dengan pembantaian karena tidak seimbangnya dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan. Pembantaian ini terjadi di padang Karbala ketika dalam perjalanan menuju Irak.

Tentunya berbagai kejadian sejarah tersebut mulai dari sejarah transcendental yang berhubungan langsung proses penciptaan hujan oleh Allah swt hingga hijrah Rasulullah saw dan terbunuhnya Husain cucu Rasulullah saw. tidak boleh terhapus dari memori kolektif maupun individu generasi Muslim. Kejadian-kejadian dalam sejarah ini harus selalu dipupuk dengan subur sebagai salah satu media pendidikan kepahlawanan dalam Islam.

Berbagai metode peawatan sejarah ini terejawantahkan dalam berbagai tradisi kolaitas. Di Jawa misalnya kita mengenal bubur abang dan bubur putih yang dibagikan dan disajikan pada hari asyura tidak lain untuk merawat ingatan sejarah tersebut secara perlambang. Bubur putih bermakna rasa syukur akan panjngnya umur hingga mendapatkan tahun baru kembali, semoga kehidupan tambah makmur. Seperti rasa syukunya Nabi Nuh setelah berlayar dari banjir bandang, seperti syukurnya Nabi Musa setelah mengalahkan Firaun. Disamping itu Bubur Putih merupakan lambing kebenaran dan kesucian hati yang selalu menang dalam catatan sejarah yang panjang. Meskipun kemenangan itu tidak selamanya identik dengan kekuasaan, seperti Sayyidina Husain sebagai kelompok putihan yang ditumpas oleh Yazid bin Muaswiyyah sang penguasa laknat.

Sedangkan Bubur Abang (bubur merah) adalah pembanding yang selalu hadir dalam kehidupan di dunia berpasang-pasangan. Ada indah ada buruk, ada kebaikan ada kejahatan. Semoga semua hal-hal buruk itu senantiasa dijauhkan oleh Allah dari kita amien. Jadi bubur suro ini yang berwarna merah dan putih merupakan representasi dari rasa syukur yang mendalam. Atas segala karunia Allah swt. Dan yang lebih penting dari itu semua, Bubur Suro merupakan wahana untuk merawat ingatan akan adanya sejarah besar dalam Islam.

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mengambil momentum hari Assyura pada 10 Muharram 1439 ini, Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU merilis versi beta laman www.nahdlatululama.id. 

“Portal tersebut menjadi solusi kebutuhan Nahdliyin dengan layanan yang disediakan,” kata Ketua LTN PBNU, Hari Usmayadi, Ahad (1/10).

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin

Ia menyebut, layanan disiapkan meliputi Kalkulator Zakat, Cari Ustadz, Info Pesantren, Sekolah, Perguruan Tinggi, Buku dan Koleksi Perpustakaan PBNU, Aplikasi Islami, Mesin Pencari NU, dan biografi Ulama serta info Ziarah, serta Tuntunan Ibadah. 

“Layanan Kalkulator Zakat memberikan kemudahan bagi kalangan awam untuk menghitung zakat yang harus dikeluarkan untuk selanjutnya diarahkan untuk membayar zakat ke LAZISNU sebagaimana arahan dari Ketua PP LAZISNU Syamsul Huda.” terangnya.

Sementara Cari Ustadz berkolaborasi dengan Lembaga Dakwah NU menampilkan data profil ustadz sesuai wilayahnya. 

“Sementara ini profil ustad yang tersedia berada wilayah Jawa dan Bali, sehingga memberikan kemudahan bagi perkantoran yang mencari ustadz untuk keperluan seperti khatib Jumat dan kajian keislaman,” lanjut pria yang akrab disapa Cak Usma. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mesin pencari memberikan kemudahan dan jaminan keselamatan pencarian artikel keislaman, karena hasil pencarian yang bersumber dari Google sudah disaring sedemikian rupa untuk keselamatan Nahdliyin. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Usma menegaskan web juga menyajikan lebih dari 6.000 judul buku yang selama ini tersimpan di Perpustakaan PBNU, sehingga memberikan kemudahan bagi para pencari literatur keislamaan ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.

“Semoga layanan ini dapat bermanfaat bagi Nahdliyin meskipun masih rilis versi beta,” ungkapnya.

Pengembangan aplikasi lainnya dan pengayaan data, Cak Usma mengatakan masih terus berjalan dan menjadi project yang berkesinambungan. (Red Kendi Setiawan)









Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, AlaSantri, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

PCNU Purbalingga Dilantik

Purbalingga, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga masa hidmah 2013-2018 resmi dilantik di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kedungjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada Senin 27 Januari 2014.

PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Purbalingga Dilantik

PCNU Kabupaten Purbalingga dipimpin duet di syuriah H. Nurkholis Ahmadi, sementara dan tanfidiyah H. Suroso Abdul Rozak.

Pelantikan dihadiri ribuan warga mulai dari pelajar IPNU-IPPNU, para pengurus dari tingkat ranting hingga pengurus MWC se-Kabupaten Purbalingga, beserta banom-banomnya mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari jajaran pejabat hadir mewakili Bupati Purbalingga yaitu Asisten 2, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, Kapolres, Dandim dan yang lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

H. Suroso Abdul Rozak dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah, sehingga NU Purbalingga ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Sambutan dari PWNU disampaikan KH. Arja Amroni dan PBNU oleh KH Imam Azis sama-sama mengajak Nahdliyin untuk meneladani almarhum Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh yang belum lama ini wafat. (Torik Jahidin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Humor Islam, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

P3M Kulon Progo Gelar Pelatihan Penelitian Partisipatif

Kulon Progo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menggelar pelatihan penelitian partisipatif di Pondok Pesantren Nurul Dholam, Pengasih, Kulon Progo. Peserta pelatihan merupakan para pengurus masjid di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (7/9).

P3M Kulon Progo Gelar Pelatihan Penelitian Partisipatif (Sumber Gambar : Nu Online)
P3M Kulon Progo Gelar Pelatihan Penelitian Partisipatif (Sumber Gambar : Nu Online)

P3M Kulon Progo Gelar Pelatihan Penelitian Partisipatif

Di hari Sabtu yang merupakan hari ketiga pelatihan, para peserta ditugasi langsung untuk terjun di masyarakat. Sementara dua hari sebelumnya, para peserta dibekali dengan sejumlah teori praktis terkait penelitian partisipatif.

Peserta yang berjumlah dua puluh satu orang dibagi menjadi tiga kelompok besar. Tiga kelompok menjalankan tugas penelitian di dusun berbeda.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Penelitian-penelitian yang selama ini dilakukan menempatkan masyarakat sebagai objek. Sementara penelitian partisipatif ini menjadikan masyarakat subjek penelitian. Artinya, dalam penelitian partisipatif, peneliti dan masyarakat yang diteliti sama-sama bekerja sama dalam melakukan penelitian,” kata KH Hilmy Ali yang menjadi narasumber dalam pelatihan.?

Ketika ditanya mengenai harapan dari pelatihan ini, salah satu peserta menginginkan para takmir masjid bisa ikut andil dalam pemerintahan dan bisa memberikan sumbangsih nyata terhadap masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau harapan itu terwujud, maka fungsi masjid akan kembali sebagaimana masjid di zaman Rasulullah yang bukan hanya berfungsi untuk ibadah mahdhah, tapi juga untuk ibadah ghairu mahdah (ibadah murni),” jelas perwakilan dari Majid Kokap Kulon Progo Chandra.

Pelatihan rencananya akan berakhir hari Senin (9/9). Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan takmir ? lima masjid se-Kulon Progo.

(Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 20 November 2017

Resolusi Jihad dan Kontekstualisasi Fiqih Pesantren

Oleh Khoirul Anwar



Pada tanggal 22 Oktober 1945, pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, bersama para kiai NU lainnya menyatakan bahwa hukum berperang melawan penjajah adalah fardlu ‘ain, yakni menjadi kewajiban setiap individu muslim, laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak kecil, bersenjata atau tidak. Wajib ‘ain ini berlaku bagi umat Islam yang berada di dalam lingkaran jarak 94 kilometer tempat kedudukan musuh.

Resolusi Jihad dan Kontekstualisasi Fiqih Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad dan Kontekstualisasi Fiqih Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad dan Kontekstualisasi Fiqih Pesantren

Sedangkan bagi umat Islam yang berada di luar jarak itu hukumnya fardlu kifâyah, kecuali apabila musuh tidak bisa dikalahkan maka hukumnya menjadi fardlu ‘ain supaya umat Islam bisa menang. Musuh di sini maksudnya para penjajah Belanda dan sekutunya.

Seruan perang di atas murni diambil dari literatur fiqih yang biasa diajarkan di pondok pesantren, yakni fiqih madzhab Syâfi’î. Dalam kitab Fathu al-Qarîb al-Mujîb karya Syaikh Muhammad bin Qâsim al-Ghazî (w. 918 H) dijelaskan, bahwa perintah jihad melawan orang-orang kafir pasca Nabi Muhammad wafat ada dua, yaitu: 1) fardlu kifâyah dalam setiap tahun apabila orang-orang kafir berada di negaranya sendiri, dan 2) fardlu ‘ain apabila orang-orang kafir sudah masuk ke dalam negara Islam atau berada di wilayah sekitarnya. (Al-Ghazî, tt: 58-59).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gagasan Resolusi Jihad yang diambil dari kitab kuning ini sangat menarik. Alasannya, dalam literatur fiqih kerap dipahami bahwa jihad ialah perang melawan orang-orang kafir (non muslim). Perang dilakukan demi tersebarnya agama Islam dengan menundukkan orang-orang kafir. Rumusan fiqih ini berpijak pada hadis Nabi: “Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka berkata ‘tidak ada Tuhan selain Allah’ (Umirtu an uqâtila an-nâsa hattâ yaqûlû lâ ilaha illallah).”

Sementara para kiai dan santri NU yang menggagas Resolusi Jihad memahami bahwa perang dilakukan demi mempertahankan tanah air. Baginya, mempertahankan tanah air bagian dari manifestasi rasa cinta terhadap tanah kelahiran. Dalam maqâlah yang sangat popular di kalangan warga nahdliyyîn disebutkan: “Mencintai tanah air bagian dari iman (Hubbu al-wathan min al-îmân).”

Di sini para kiai telah mendialogkan teks-teks yang ditulis puluhan abad lalu untuk kemudian dikontekstualisasikan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat Indonesia saat itu, yakni jihâd di jalan Allah bukan “karena agama memerintahkan memerangi non muslim supaya mereka masuk atau tunduk kepada agama Islam”, melainkan “karena memperjuangkan kemerdekaan tanah air dari kaki-kaki penjajah”.

Bisa diandaikan, jika para penjajah itu kebetulan beragama Islam, pasti Resolusi Jihad akan tetap diterbitkan. Karena yang menjadi alasan terbitnya peristiwa bersejarah itu bukan terletak pada identitas agama penjajah, melainkan perilaku penjajahan itu sendiri, yakni hendak merebut hak kemerdekaan bangsa ini dan melakukan kejahatan serta kezaliman.



Kontekstualisasi Fiqih


Kontekstualisasi fiqih perang di atas tidak mungkin terjadi tanpa ada kesadaran lokalitas dari para kiai dan santri NU masa lampau. Baginya, fiqih bukan harus dipahami “apa adanya”, melainkan harus memperhatikan “ada apanya” atau kepentingan yang hendak digapai. Narasi fiqih adalah narasi realitas tempat di mana fiqih itu diproduksi, sehingga pemahaman atas sejarah sosial mutlak diperlukan demi menyingkap kehendak yang dimaksud penulis teks (mu`allif).

Pertimbangan aspek lokalitas atau konteks ini terlihat diperhatikan betul dalam keputusan-keputusan hukum yang diberikan para kiai masa lampau. Selain Resolusi Jihad, misalnya hukum memakai jas dan dasi. Pada masa penjajahan, hukum memakai jas dan dasi haram karena menyerupai para penjajah (tasyabbuh), tapi setelah merdeka KH. Wahab Chasbullah memakainya. Hukum berubah seiring dengan perubahan konteks.

Dengan mempertimbangkan konteks fiqih, maka fatwa-fatwa yang berpijak darinya akan banyak memberikan mashlahat kepada umat dan tidak menjadi bara api yang membakar perseteruan di antara anak bangsa.

Kini seiring dengan berjalannya waktu, banyak persolan-persoalan bangsa yang harus diselesaikan. Para kiai dan santri sebagai penerus perjuangan Mbah Hasyim Asy’ari dan para kiai pendahulu lainnya, punya tanggung jawab untuk memberikan jawaban-jawaban dan solusi keagamaan yang kontekstual dan meneduhkan.

Fatwa-fatwa keagamaan dari para kiai dan santri, terutama yang berkaitan dengan hubungan antar umat beragama dan persamaan hak warga negara sangat ditunggu oleh khalayak umum. Fatwa di sini tentunya fatwa yang kontekstual dan mencitrakan Islam rahmatan li al-‘âlamîn. Karenanya, melalui Hari Santri Nasional yang menjadi pengingat bagi masyarakat atas perjuangan para kiai dan santri masa lalu dalam memperjuangkan kemerdekaan, para kiai dan santri masa kini dituntut untuk melanjutkan pengawalan terhadap keutuhan NKRI dengan merawat keragaman dalam persatuan bangsa Indonesia.

Khoirul Anwar, warga NU, tinggal di Bukit Walisongo Ngaliyan Semarang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road

Sidoarjo Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Banyak cara yang bisa dilakukan warga Nahdliyin untuk mendapatkan pahala di bulan Ramadhan khususnya pada malam Lailatul Qodar. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo, Jawa Timur ini.

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road (Sumber Gambar : Nu Online)
Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road (Sumber Gambar : Nu Online)

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, PC PMII Sidoarjo membagikan 1000 bungkus nasi kepada warga Sidoarjo yang hendak menyantap sahur. Mereka menyusuri sepanjang jalan Sidoarjo mulai dari depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo menuju pasar Larangan hingga berhenti di kantor PCNU Sidoarjo, jalan Airlangga Sidoarjo, Jawa Timur.

"Pada sahur on the road ini, kami membagikan 1000 bungkus nasi sebagai simbol 10 hari terakhir Ramadhan dan memburu berkah malam 1000 bulan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah kecintaan kita kepada sesama sebagai bukti nilai dasar pergerakan yaitu hablum minannas," kata Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muhammad Mahmuda, Selasa (28/6).

Sahur on the road yang digagas oleh PC PMII Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Nampak antusias, warga yang mengetahui aktivis muda NU ini membawa bungkusan nasi, warga pun berdatangan dan berebut ingin mendapatkan nasi tersebut. Tak ayal, sampai terjadi aksi saling dorong sesama warga yang ingin mendapatkan nasi tersebut. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah, Ahlussunnah, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 15 November 2017

Pasar Rakyat NU Giliran di Banyumas

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh PBNU tiba gilirannya di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (4-5/5).

Pembukaan resmi Pasar Rakyat yang bekerjasama dengan PCNU Kabupaten Banyumas diadakan pada Sabtu pagi ini dengan diawali pembacaan tahlil dan doa serta sambutan dari PBNU dan pejabat setempat.

Pasar Rakyat NU Giliran di Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Giliran di Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Giliran di Banyumas

Seperti biasa, even Pasar Rakyat diawali dengan pelatihan wirausaha dan broadcasting pada Sabtu pagi oleh tim khusus.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pasar rakyat menyediakan berbagai jenis kebutuhan. Secara khusus di setiap even panitia menyediakan paket sembako murah yang berisi beras, mie instant, dan minyak goreng bintang sembilan. 

Konsumen yang membawa kartu tanda anggota NU (Kartanu) mendapat diskon Rp 2.000 dari pembeli lainnya. Pasar rakyat ini juga menyediakan stand-stand produk daerah setempat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan juga diiringi dengan panggung hiburan dan beberapa jenis hiburan lain seperti kesenian daerah, dangdut, shalawat dan perlombaan anak-anak.

Pasar Rakyat diadakan di 48 kota di pulau Jawa. Kabupaten Banyumas mendapat gelaran yang ke-38. Pasar rakyat telah dimulai sejak April 2012. PBNU menunjuk PT Umat Power sebagai pelaksana kegiatan dan bekerja sama dengan PWNU/ PCNU atau pondok pesantren setempat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 05 November 2017

Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Teka-teki siapa yang akan maju sebagai kandidat Ketua PWNU Jatim mulai beredar. Ini mengindikasikan bahwa semakin banyak pilihan untuk menentukan kader terbaik.

Seperti yang mengemuka di beberapa media, ada sejumlah nama yang telah siap bersaing pada Konferesi Wilayah NU Jawa Timur mendatang, khususnya untuk jabatan calon ketua tanfidziyah. ? Beberapa bahkan telah melakukan komunikasi intensif dengan pemilik hal suara, yakni Pengurus Cabang NU di kabupaten dan kota.

Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim

Yang lumayan serius itu adalah Kiai Haji Abdurrahman Utsman atau yang lebih akrab dipanggil Pak Dur. Mantan Ketua PCNU Jombang ini mengatakan bahwa hampir semua PCNU se Jatim telah didatangi. “Dan jawaban mereka juga beragam,” katanya saat dijumpai di kediamannya di Jombang pagi tadi (1/5).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sejumlah PCNU telah memberikan jawaban atas silaturahim tersebut. “Ada yang mendukung langsung pencalonan saya,” lanjutnya. ? Ada juga PCNU yang masih menunggu perkembangan. “Dan ada juga yang masih akan membawa agenda tersebut pada rapat internal pengurus harian,” kata mantan anggota DPRD Jatim ini.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bagi Pak Dur, apa yang telah dilakukannya dengan mendatangi PCNU se Jatim sebagai bagian dari kesungguhan dirinya untuk meyakinkan mereka. “Ini juga amanah dari pesan KH Shalahuddin Wahid atau Gus Sholah yang berpesan kepada saya untuk bekerja keras,” tandasnya.?

Rupanya Gus Sholah yang juga ? Pengasuh Pesantren Tebuireng ini merestui keinginan Pak Dur untuk maju sebagai Ketua PWNU Jatim. “Kerja keras itu bisa dimaknai dengan melakukan silaturahim ke sejumlah PCNU,” katanya. Dan Gus Sholah juga tidak keberatan kalau namanya disertakan pada kegiatan silaturahim ke para kiai dan pengurus PCNU tersebut.?

Cucu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ini juga menitipkan beberapa pesan kepadanya. ? “Pertama, saya harus bisa melakukan pembenahan internal NU,” katanya. “Yang kedua, jangan menjadikan NU sebagai alat transaksional,” lanjutnya. Yang ketiga, mengakomodir para inteklektual dalam kepengurusan NU dan yang juga tidak kalah penting adalah meneguhkan Khittah NU.?

“Saya berharap bisa melakukan yang terbaik bagi NU Jawa Timur,” katanya. Yang juga tidak bisa dielakkan adalah kontrol dan kendali dari para kiai serta ulama di level kepengurusan syuriyah. ? “Karena pada hakikatnya ketua tanfidziyah hanya melaksanakan amanah konferwil dengan pengawasan ketat rais dan jajaran syuriyah,” terangnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 September 2017

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Ciputat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. KH Akhmad Sodiq menjelaskan bahwa tujuan diajarkannya tarekat adalah untuk melembutkan dan melenturkan perasaan seseorang.

“Tarekat digunakan untuk melembutkan perasaan. Semua sifat buruk akan dilenturkan dengan tarekat,” kata Kiai Sodiq saat menjadi pembicara pada acara Safari Ramadlan Menepis Radikalisme dengan Spiritualisme di Masjid Fathullah, Kampus UIN Ciputat, Rabu (8/6). ?

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Bertarekat? Ini Lima Cara Mengubah Sifat Buruk Manusia

Kiai Sodiq menerangkan, ada lima cara yang bisa mengubah sifat buruk menjadi baik. “Sifat buruk bisa diubah dengan cepat adalah dengan dzikir, ibadah, wuquful qolbi, tawajjuh, dan mujahadah riyadhoh (pembiasaan),” jelas dosen UIN Jakarta tersebut.

Menurutnya, di sekolah hanya menggunakan mujahadah riyadhoh atau pembiasaan sebagai metode untuk mengubah sifat jelek seseorang agar menjadi baik, tetapi kalau di tarekat semuanya diajarkan dan digunakan. Kelima cara tersebut terangkum ke dalam satu wadah, yaitu ibadah.

Ia mengumpamakan sifat jelek itu seperti es batu, sedangkan ibadah itu ibarat matahari.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Semakin kuat sinarnya, maka semakin cepat dan mudah es batu tersebut hancur,” tegasnya.?

Lebih lanjut, Kiai Sodiq menjelaskan bahwa tidak sedikit mursyid atau ahli tarekat yang menolak anak muda untuk bergabung ke dalam kelompok tarekat yang mereka pimpin, hal tersebut dikarenakan mereka sangat menjaga tarekat.

“Kalau ada mursyid yang tidak mau mengijazahkan tarekat, jangan su’udzan. Mungkin dia sangat berhati-hati,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Ahlu At-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An- Nahdliyah (Matan) Cabang Ciputat Ahmad Atmo Prawiro menjelaskan, keberadaan Matan bisa menjadi organisasi alternatif di tengah-tengah mahasiswa yang berpikiran pragmatis.

Pengurus Matan Cabang Ciputat dilantik pada 11 April 2016 di Masjid Fathullah. Mereka secara rutin mengelar pengajian dan diskusi tarekat melalui Café Sufi. (Muchlishon Rochmat/Zunus) ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 21 Agustus 2017

Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri

Depok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Politik uang dalam Pemilu 2014 mulai menjadi bumerang setelah membagi-bagi uang dan barang, banyak caleg tetap tidak mendapatkan cukup suara sehingga gagal melenggang ke dewan perwakilan. Kecewa, marah dan stress membuat mereka melakukan beragam ulah mulai dari mencuri kotak suara, memblokir perumahan bahkan hingga bunuh diri.

Ulah keterlaluan dilakukan caleg yang tidak lolos seleksi pemilu legislatif. Beberapa bantuan yang sempat diberikan ke masyarakat mereka tarik lagi. Di Tulungagung, Jawa Timur seorang caleg menarik kembali sumbangan material untuk pembangunan sebuah mushola, sementara di Kolaka, Sulawesi Tenggara sebuah mushola disegel.

Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkah Polah Caleg Gagal, Dari Segel Mushola sampai Bunuh Diri

Pembangunan mushola di RT 2 RT 2 Desa Majan, Kecamatan Kedung Waru, Tulungagung, bisa jadi akan terhambat. Pasalnya, material bantunan Haji Miftahul Huda, seorang caleg Partai Hanura ditarik kembali, gara-gara dia kecewa karena perolehan suaranya pada pemilu legislatif 9 April lalu di luar harapan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Material berupa 2000 batu bata, 10 zak semen dan satu truk pasir memang diberikan Miftahul Huda untuk pembangunan mushola saat masa kampanye lalu melalui salah satu tim suksesnya. Namun Miftahul menarik kembali sumbangan ini, karena di tempat ini ia hanya memperoleh 29 suara di RT 2 RW 2 Desa Majan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai pencoblosan, caleg dari PKS, Muhammad Taufiq (50) misalnya kecewa dan marah karena perolehan suaranya minim. Pria ini ditemani Asmad (50) tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Saat itu, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Tanpa permisi, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara di TPS tersebut. 

"Merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara, kedua pelaku pergi ke TKP dan mengambil kotak suara secara paksa, kemudian dibawa ke rumah saudara Taufik," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie sambil menambahkan bahwa kedua pelaku kemudian diamankan Panwascam Tambelangan. 

Penarikan bantuan gara-gara caleg gagal juga terjadi di Sulawesi Tenggara. Seorang kepala desa di Kabupaten Kolaka menyegel sebuah sekolah Taman Kanak Kanak dan Tempat Pendidikan Anak Usia Dini. Bahkan mengancam akan mengusir seluruh guru dan kepala sekolahnya setelah dua orang caleg titipan sang kades kalah di TPS dusun ini. 

Menurut Kepala Sekolah TK, Darma, dua caleg titipan kades yakni dari Partai PKP dan PDIP gagal memperoleh cukup suara. Akibat penyegelan ini sebanyak 27 siswa TK terpaksa belajar di rumahnya masing-masing 

Lain lagi dengan Witarsa, sehari pascapencoblosan lelaki ini dibawa anggota keluarganya ke sebuah padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Caleg dari Partai Demokrat untuk Dapil Jabar X ini mengalami stres akibat perolehan suaranya sangat minim, sehingga gagal menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Padahal, modal yang dikeluarkannya sangat besar.

Ketika dibawa ke padepokan itu, Witarsa masih mengenakan seragam Partai Demokrat. Dia menjalani pengobatan di padepokan dengan cara dimandikan dulu, lantas dibacakan ayat-ayat suci Al- Quran.

Saat menjalani pengobatan dari Ustadz Ujang Bustomi Witarsa bahkan sempat menangis. Dia mengaku stres karena perolehan suara untuknya sangat minim. Padahal, modal yang dikeluarkan sangat besar. Ia mengaku pusing dengan tagihan utang sebesar Rp 300 juta.

Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anselmus Petrus Youw, nekat menutup jalan masuk Perumahan Satpol PP dengan balok kayu, karena warga setempat tidak memilih dirinya saat Pemilu 2014.

"Benar, Anselmus memblokir perumahan karena warga setempat tidak memilih dia," kata anggota Panitia Pengawas Pemilu Distrik Nabire, Micky sambil menambahkan bahwa mantan bupati Nabire itu merasa kecewa karena sudah memberikan tanahnya untuk pembangunan perumahan, namun warga setempat tidak mencoblosnya.

Bersama puluhan pendukungnya, dia menutup gapura masuk perumahan di Kampung Wadio, Kelurahan Bumi Wonorejo, Nabire, Papua. Mereka merusak pangkalan ojek dan kantor kepala desa. Massa juga sempat mengancam petugas TPS dan ketua RT setempat agar perolehan suara caleg yang didukungnya lebih banyak. 

"Beberapa orang masuk rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo. Warga setempat ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah. Situasi mereda setelah aparat keamanan bersiaga di lokasi.

Gantung Diri

Nyaris terjadi pertumpahan darah di Kabupaten Bangkalan, tepatnya di Dusun Shebuh, Desa Tobadung, Kecamatan Klampis. Kejadian bermula ketika caleg NasDem, Abdul Azis, mengecek TPS 3 di Dusun Shebah. Gerak-gerik Aziz dicurigai oleh H Halim yang merupakan caleg dari Gerindra. 

Perselisihan terjadi di antara kedua caleg tersebut. Halim mengeluarkan celurit yang dibawanya dan menantang duel Abdul Azis. "Namun dapat dipisahkan oleh Kapolsek, Kasat Narkoba, sehingga mereka bisa menahan diri dan didamaikan," kata Kadiv Humas Ronny F Sompie.

Tindakan nekat dan tragis bahkan dilakukan seorang ibu muda dengan inisial S yang gagal menjadi caleg. Anggota sebuah partai asal kota Banjar, Jawa Barat ini memilih bunuh diri saat dia tidak berhasil menjadi calon anggota dewan.

Wanita itu mencalonkan diri untuk Dapil I kota Banjar dengan nomor urut 8. Namun saat mengetahui dia gagal, depresi dan bisikan setan membuat S bunuh diri dan mayatnya ditemukan di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

Di Banda Aceh, para caleg yang gagal bersembunyi di rumah ketua partai. Eanm calon wakil rakyat lokal tak berani pulang ke rumah. Alasannya, mereka belum bisa membayar uang saksi yang diordernya menjaga TPS. 

Salah satu caleg, Junaidi, mengaku kerap mendapat telepon dan menerima pesan singkat dari para saksi. Ia sebenarnya ingin melunasi honor saksi. Hanya saja, ia tidak punya uang. Apalagi, berdasarkan penghitungan suara internal, ia kalah. "Sekarang kami terpaksa harus menginap di rumah ketua partai."

Ketua DPD Partai Hanura Banda Aceh, Abdul Jabar mengaku belum mampu membayar honor saksi karena dana dari DPP Hanura belum dikirim. Hingga saat ini, dia berusaha mencari solusi atas kejadian ini dan berharap ada kucuran dana.

Membagi-bagikan uang dikira menjadi salah satu cara untuk menarik simpati dan itulah yang dilakukan salah satu caleg parpol (Y) di kota Bogor. Saat kampanye, Y meminta bantuan tim suksesnya yakni SB untuk memberikan ratusan buku tabungan di Kampung Muara, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat senilai Rp50 ribu setiap buku.

Saat itu Y sangat pede bisa meraih suara. Nyatanya, ketika pemilu usai dan suara dihitung, dari total DPT yang ada 900 suara, Y hanya meraih di bawah 10 suara. Mungkin Y akhirnya menyadari apa arti pemberi harapan palsu (PHP). Dia kemudian menarik lagi buku tabungan yang sempat dibagi-bagikan itu.

Tekanan saat gagal menjadi caleg memang besar, apalagi jika mengingat besarnya uang yang harus dikeluarkan dan bingung untuk membayarnya. Banyak yang terkena stress berat seperti dialami caleg dari Tangerang ini.

Pria dari Dapil Tangerang berusia 40 tahun langsung marah-marah saat tahu bahwa dia kalah dalam pemilu. Bahkan sore harinya usai pencolblosan, dia langsung stress dan merangkak di pinggir jalan sambil membawa cangkir meminta uang kepada setiap orang yang lewat. Kalimat yang diucapkannya: "Kembalikan uang saya." 

Caleg non anggota legislatif memang rentan mengalami depresi pasca Pemilu 2014. Sebab hampir seluruh biaya kampanye sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Pemilu Nomor 8 tahun 2012, dibebankan pada caleg yang maju. 

Menurut anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh, fenomena caleg stress karena gagal menjadi anggota dewan akan ditanggung oleh negara sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

Menjadi anggota dewan ternyata menjadi impian banyak orang dan mereka rela berkorban apapun untuk mewujudkan mimpi itu. Sayangnya, mereka siap menang tetapi tidak siap kalah. Maka stress-lah yang didapat. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Lomba, Habib, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 27 Juli 2017

Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Diantara faktor yang menyebabkan kondisi Indonesia terpuruk adalah semakin maraknya praktik korupsi oleh para elit negeri ini. Salah satu upaya untuk membasmi korupsi adalah dengan meningkatkan spiritualitas melalui tasawuf.

Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Basmi Korupsi dengan Tasawuf

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta, Selatan, Jumat (4/10)

“Menteri gajinya sudah cukup, bupati sudah cukup, bensinnya, pembantunya, sopir, semuanya digaji oleh pemerintah. Menteri itu sudah staf khusus, staf ahli, asisten, deputi, sekretaris pribadi, bensin mobilnya, tukang masak di rumahnya itu ditanggung negara semua,” papar kiai asal Cirebon tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ternyata, Kiai Said menambahkan, mereka masih merasa kurang, “Kalau masih kurang, berarti jauh dari sifat-sifat sufi. Coba kalau terima, coba kalau qonaah, alhamdulillah sudah cukup, tidak akan korupsi,” paparnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Kang Said tersebut menyatakan bahwa salah besar jika ada yang mengatakan tasawuf yang menjadikan penyebab kemunduran Islam, justru tasawuflah yang mendorong agar spirit kualitas manusia menjadi dinamis dan memberikan semangat yang tinggi.

“Tasawuf tidak membuat manusia pusing, sedih dengan urusan-urusan tektek bengek. Hanya sedih karena Allah. Yang menyebabkan kemunduran Islam adalah hubbu dunya, rebutan jabatan, rebutan harta, takut kelaparan, takut miskin takut mati,” tambahnya.

Jika saja para pejabat dan pemimpin negeri ini memiliki kualitas spiritual yang tinggi maka mereka akan menghindari korupsi, untuk menuju kualitas spiritualitas tersebut dapat ditempuh dengan tasawuf. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock