Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

Garut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menyerukan agar masyarakat di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk melaksanakan shalat Istisqa’.

Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

"Saya berkeliling di daerah-daerah Jawa Barat. Selama ini banyak mendengar dan melihat banyak tanah kering karena tidak adanya hujan yang cukup panjang. Para petani sulit memulai bercocok tanam, situasi panas membuat aktivitas kerja juga tidak optimal," jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Atas dasar itu, Eman menyerukan kepada seluruh para pengurus Nahdlatul Ulama baik dari tingkat wilayah, cabang di kabupaten dan kota, hingga pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat Istisqa’ di masing-masing tempat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita berdoa kepada Allah Swt agar berkenan menurunkan hujan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkan kuncuran berkah dari air hujan," ujarnya berharap.

Sedikit menjelaskan pentingnya shalat Istisqa, Eman memaparkan bahwa benar urusan hujan merupakan hukum alam terkait dengan awan, air, angin dan seterusnya. Sebagai orang Islam yang meyakini dibalik hukum kausalitas/sebab-akibat, Eman berpendapat, ada peranan sang pencipta yang bisa mengubah, mempercepat atau memperlambat proses geraknya. Dari situlah makna shalat dengan substansi permohonan melalui doa, dilakukan sebagai ikhtiar bersama.

Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Nuur, Ayat 43, Eman menyampaikan, bahwa Allah memiliki peranan dalam pengaturan antara awan, air, gunung, laut dan seterusnya.

"....Tidaklah kamu melihat bahwa Allah (mengarak dengan perlahan-lahan) partikel awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan...."

Dengan penuh harap kepada Allah, Eman Suryaman mengajak kebersamaan umat Islam untuk menyampaikan hal tersebut. Seruan Ketua PWNU Jawa Barat ini pada hari yang sama juga sudah disampaikan oleh Eman Suryaman kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari yang sama di Bandung di tengah pertemuan Halal Bihalal. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Badan Pelaksana Mabarot Nahdlatul Ulama (BPMNU), KH Hambali Zuhdi menyambut baik atas prestasi RSI Siti Hajar Sidoarjo yang telah meraih penghargaan Status Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPKL) peringkat pertama. Menurutnya, pengelolaan limbah itu harus diperhatikan dengan baik. Memang yang paling sering disoroti itu masalah limbah.

"Semoga ke depan pengelolaan limbah bisa dilakukan dengan baik. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang taat. Dan mudah-mudahan dengan syukuran siang ini, Allah SWT menambah kenikmatan di Rumah Sakit ini," kata Kiai Hambali disela-sela tasyakuran di ruang pertemuan Darun Naim 3, Kamis (2/2).

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

BPMNU: Pengelolaan Limbah Harus Diperhatikan dengan Baik

Kiai Hambali berharap, RSI Siti Hajar Sidoarjo, semakin hari semakin baik dan menjadi Rumah Sakit yang selalu dibanggakan warga Sidoarjo dan sekitarnya."Semoga kemajuan di Siti Hajar semakin baik, semakin dicintai utamanya warga Nahdliyin dan umumnya masyarakat Sidoarjo," harapnya.

Senada juga dikatakan oleh Wakil Direktur RSI Siti Hajar, H Zuhdi Mansur, ia mengatakan bahwa mengelolah limbah itu gampang-gampang sulit. Pasalnya limbah yang sudah dibuang harus diolah kembali.

"Mengelola limbah itu tidak ngawur dan ada tehniknya. Limbah yang sudah dibuang pun harus ada standartnya. Karena penanganan limbah itu banyak yang menyoroti," tutup pria yang akrab disapa Abah Zuhdi itu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Kuningan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat Banser adalah kelompok muda Nahdlatul Ulama gagah berani yang bertugas untuk mengawal para ulama. Banser juga merupakan “pendobrak” utama sejarah bangsa Indonesia.

“Secara kronologis, Banser didirikan sebagai bentengnya para ulama, kiai yang berhaluan ahlusunnah wal jamaah. Karenanya, Banser merupakan sebuah pilar kekuatan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia,” kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kuningan, Jawa Barat, Mup Muplihudin, dalam upacara pembaretan para anggota Banser Kuningan, Senin (2/4).

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Setelah dua hari dididik dan dilatih di lapangan terbuka, 110 kader Satuan Kordinasi Cabang Banser Kuningan melakukan pembaretan. Pembaretan dilakukan secara simbolis oleh Bupati H Aang Hamid Suganda di halaman balai Desa Pajambon, Minggu (1/4).

Hadir pada kesempatan itu, Bupati H Aang Hamid Suganda, Sekda Drs H Momon Rochmana MM, Kadishub Drs Nandang Sudrajat, Kepala Bawasda Yeddi Chandra SH MH, Ketua Tanfidz PCNU KH Mahmud Silahudin, Ketua GP Ansor Mup Muplihudin dan ratusan Banser serta masyarakat sekitar.

Mup Muplihudin mengatakan, Banser merupakan semi otonom dari GP Ansor. Dimana kebijakan Banser tidak akan terlepas dari komando GP Ansor.

Proses kaderisasi Banser ke depan, kata dia, sangat ditentukan oleh baik tidaknya proses usaha saat ini. Sebab, diklat merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa diukur sesaat setelah kegiatan ini berlangsung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Insya Allah melalui proses kaderisasi yang matang dan terarah, Banser ke depan akan mampu menghadapi berbagai tuntutan masyarakat serta perkembangannya,” ujar Mup.

Sementara Bupati H Aang Hmaid Suganda mengakui, banyak sekali kiprah yang telah diberikan GP Ansor, baik melalui kegiatan sosial maupun kegiatan pembangunan di bidang lainnya. Sehingga, bermanfaat dan dirasakan berarti oleh masyarakat luas.(ksd)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Nahdlatul, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Tentang Najis yang Dimaafkan

Assalamu’alaikum. Redaksi NU kalau boleh saya mau bertanya, saya tinggal di Saudi Arabia. Penduduk di sini sepertinya tidak terlalu memperdulikan soal najis. Setiap waktu shalat, saat mereka keluar dari toilet tidak memakai sandal. Walaupun memakai sandal, mereka lepas sandal mereka dari jauh sehingga kaki mereka dalam keadaan basah berjalan masuk masjid melewati lantai yang basah pula bekas sandal dari toilet. Beberapa teman mengaku enggan ke masjid karena takut najis. Saya ingin memperoleh penjelasan dari redaksi NU mengenai hal ini. Saya membaca setiap jawaban redaksi selalu bagus dalam menjawab pertanyaan. Terimakasih. Wassalam. (Sholehuddin)

---

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh. Semoga kita semua warga Indonesia selalu sehat wal afiyat dimanapun berada.

Saudara penanya, semoga Allah senantiasa menaungi  anda dan warga Indonesia  dengan kasih sayang-Nya. 

Tentang Najis yang Dimaafkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentang Najis yang Dimaafkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentang Najis yang Dimaafkan

Termasuk syarat sah dan harus dipenuhi oleh seseorang yang akan melaksanaka shalat dalam kondisi normal adalah suci badan, pakaian serta tempat dari hadast dan najis. Persyaratan ini berlandaskan sebuah hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh imam Abu Dawud:  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Allah tidak akan menerima sedekah dari hasil penipuan, dan juga (tidak akan menerima) shalat yang dilakukan dalam keadaan tidak suci.” 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mengingat pentingnya status “suci” inilah barangkali yang menjadikan teman-teman saudara cenderung berhati-hati dalam menghindari anggapan mereka tentang ke-najis-an suatu benda yang mungkin oleh sebagian orang dianggap berlebihan karena enggan datang ke masjid gara-gara masalah ini.

Saudara Sholehuddin di Arab Saudi yang kami hormati.

Menurut hemat kami lantai yang basah bekas sandal dari toilet tersebut tidak mesti dihukumi najis/tidak suci selama tidak kasat mata bahwa orang yang keluar dari toilet serta tidak memakai sandal tersebut masih terkena/membawa najis atau ada najis yang menempel kakinya serta belum disucikan dan kelihatan secara nyata wujud materi (‘ainiyyah) yang membekas pada lantai.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam pandangan madzhab Syafii ada penjelasan yang menerangkan bahwa termasuk  najis yang dima’fu (dimaafkan) ketika mengenai pakaian dan air adalah yang tidak kelihatan materi/bendanya oleh pandangan mata kita. Dalam I’anat at-Thalibin dijelaskan: 

  ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?…? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: ketahuilah bahwasannya najis terbagi menjadi empat:

1. Najis yang tidak dima’fu (diampuni/tolelir) baik ketika mengenai pakaian maupun air, seperti kotoran dan kencing manusia.

2. Najis yang dima’fu ketika mengenai pakaian dan air seperti najis yang tidak terlihat oleh pandangan mata

3. Najis yang dima’fu  hanya untuk pakaian, tidak untuk air seperti sedikitnya darah.

4. Najis yang dima’fu hanya untuk air (ketika didalamnya) tidak untuk pakaian, seperti bangkai binatang yang tidak mengalirkan darah.

Dari bagian kedua, dapat dipahami bahwa  lantai yang basah bekas sandal dari toilet tersebut masih dapat dikategorikan najis yang ma’fu dengan catatan tidak ada wujud nyata najis yang berada diatasnya.

Oleh karena itu keengganan saudara-saudara kita untuk datang ke masjid dengan alasan tersebut patut dipertimbangkan kembali.

Mudah-mudahan jawaban ini dapat diterima dan dipahami dengan baik. Dan  semoga Allah selalu menggerakkan hati serta jiwa kita  untuk ikut memakmurkan masjid sehinga kita layak mendapatkan gelar rajulun qalbuhu muta’alliqun bi al-masajid. Amin.

Wallahu waliyyut taufiq.

Maftukhan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Hari ke dua puasa Ramadlan, Sofiyah (67) ? nenek asal Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini baru menapakkan kakinya di Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. Kedatanggannya di Pesantren KH Romly Tamim ini untuk nyantri selama bulan puasa.?

Di Pesantren Rejoso ini, tradisi nyantri atau mondok selama bulan puasa bagi kaum lanjut usia (Lansia) memang sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun. ? Karena rata-rata yang nyantri adalah mereka pengikut Tarikat ? Qodiriyah wan Naqsabandiyah.

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali

“ Alhamdulillah, kalau berada di pesantren ini, saya lebih bisa tekun ibadah, ? terutama saat bulan puasa ramadlan seperti sekarang,”tutur Sofiyah saat ditemui diserambi masjid Induk pesantren yang berdiri sejak 1885 tersebut.

Selama seminggu berada di pesantren, nenek Sofiyah yang telah memiliki enam cucu ini mengaku telah menyelesaikan membaca Al Quran dua kali khatam.

“Saya sudah tiga kali puasa nyantri di sini. Puasa tahun lalu, Alhamdulillah bisa mengkhatamkan Al Quran sebanyak lima kali. Sudah begitu, ibadah pendukung lainnya juga lebih fokus. Seperti zikir salat malam, hingga mengaji kitab,”imbuhnya wanita dengan lima anak ini menambahkan.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bersama nenek Sofiyah ada sebanyak 160 lansia yang mengikuti pesantren selama bulan puasa Ramadlan di Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang. Mereka biasanya diantar oleh anak atau keluarganya untuk mondok. ? Ketika puasa hendak berakhir, para santri lansia ini akan dijemput oleh keluarganya.?

Bagaimana dengan kebutuhan sehari hari ? karena sudah menjadi budaya di pesantren, untuk kebutuhan makan minum banyak warung yang menyajika makanan di sekitar pesantren.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Cholil Dahlan, mengatakan ? tradisi nyantri atau mondok selama bulan puasa bagi kaum Lanjut Usia (Lansia) di pesantren Darul Ulum sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun. "Sudah sejak zaman kakek saya dulu. Karena memang kebanyakan dari mereka adalah jamaah Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah yang berpusat di PPDU," ujar Kiai Cholil.

Pada Ramadlan kali ini terdapat 160 orang yang datang dari berbagai daerah. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan Ramadan tahun sebelumnya. Karena banyaknya para lansia, mereka di tempatkan di dua lokasi. “Pertama di masjid utama, kemudian kedua berada di asrama putri PPDU. Seluruh lansia itu selalu mengikuti kegiatan pengajian yang digelar di masjid induk,”jelasnya.

Selama berada di pesantren, ratusan lansia itu mendapatkan berbagai macam materi pelajaran. Mulai dari ibadah murni seperti salat, zakat, dan puasa, hingga menjalankan ibadah tambahan seperti zikir, kajian kitab, serta matri tentang akhlak.?

"Pada pagi hari para lansia mengaji selama dua jam setelah salat duha. Kemudian mengaji lagi secara jamaah setelah azar selama satu jam. Kedatangan para lansia ini ingin melakukan ribat atau ibadah selama 24 sehari selama bulan puasa," ujar Kiai Cholil sembari mengatakan bahwa para lansia itu tidak ditarik biaya selama berada di pesantren.(Muslim Abdurahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor

Maroko, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dengan nilai Summa Cumlaude, Mustasyar PCINU Maroko H Muhammad Shofin Sugito berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji di aula utama perpustakaan Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah Fes, Maroko, Senin (7/4).

Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PCINU Maroko Raih Gelar Doktor

Pada disertasi berjudul "Al-Hiwar ad-Diniy-ast-Tsaqafi wa atsaruhu fi Ma’arif al-Wahyi; dirasah qadhaya wa namadhij (Dialog Agama-Budaya dan Pengaruhnya pada Horizon Pemahaman Wahyu)", Shofin memaparkan risalah universal langit yang dibawa Nabi Muhammad Saw, yakni untuk seluruh makhluk di alam.

“Sehingga, risalah samawiyah ini akan terus bergulat dan berdialog dengan variasi pemikiran dan kebudayaan manusia dan bangsa di berbagai tempat dan masa hingga hari kiamat nanti,” kata Shofin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut Shofin mengungkapkan, Islam sebagai agama langit tidak begitu saja turun ke bumi seperti makhluk luar angkasa yang asing dan menyendiri. Islam bersosial-diri dan berdialog dengan berbagai pola pikir dan kebudayaan masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Demikianlah yang diejawantahkan Nabi Muhammad SAW pembawa risalah langit dan para sahabat penerus estafet kepemimpinan umatnya,” tambahnya. 

Disertasi ini diuji oleh pakar semiotik Sayyid Mohamed Zuhair, pakar studi Quran-Sunnah dan Maqashid Syari’ah Idris Charqie, pakar Perbandingan Agama Lichaedhar Zohouth, dan pakar Pemikiran Islam Modern Al-Hassan Hamdouchi.

“Saya mendapati kuatnya bahasa Arab dan penyampaiannya dalam disertasi anak Indonesia ini. Saya kagum dari caranya meramu dan menyajikan banyak tema-tema lama (turats) yang terlupakan,” kata Idris Charqie.

Atas predikat Musyarraf Jiddan (Summa Cumlaude) yang diraih Shofin, Dubes RI untuk kerajaan Maroko H Tosari Widjaja beserta para staf, anggota PPI Maroko, dan warga Indonesia di Maroko memberikan apresiasi luar biasa.

H Tosari Widjaja menyatakan pihaknya akan meningkatkan jembatan peradaban Indonesia-Maroko terutama pada bidang keislaman dan budaya. Kerja sama itu akan memperkaya khazanah informasi ilmiah terkait Islam Indonesia melalui pertukaran dosen dan mahasiswa.

Ia juga berharap, disertasi itu dicetak setelah diperbaiki sesuai catatan para penguji untuk dimanfaatkan ilmunya. (Kusnadi El-Ghezwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Amalan, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah masyarakat Kabupaten Way Kanan, Lampung menilai Gerakan Pemuda Ansor setempat bergerak cepat dan nyata dalam berkarya membantu warga di daerah itu.

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat  Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

"Masyarakat butuh gerakan nyata seperti ini. Tidak perlu kelamaan didata tapi tidak dapat apa-apa," ujar Ketua RT 2 RK 2 Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Teguh, ? di Way Kanan, Ahad (11/6).

Apresiasi Teguh disampaikan setelah menyaksikan warganya mendapat bantuan kambing betina kerjasama Pemuda Ansor dengan Pandu Farm.

Senada Teguh, Sri Yani, ibunda dari Qory Tika Ningtias Vizani yang juga mendapat bantuan kambing betina menilai Pemuda Ansor Way Kanan selalu memberikan inisiatif, kepedulian dan gerakan dalam keikutsertaan membangun masyarakat.

"Semoga Ansor bisa terus memberikan manfaat bagi yang membutuhkan," ujar warga RT 02 / RW 04, Dusun Madiun, Kampung Setia Negara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembagian kambing betina bagi sepuluh anak yatim di Kecamatan Baradatu dilakukan Pemuda Ansor Way Kanan dalam tempo kurang dari satu minggu setelah pengumuman.

Upaya tersebut diharapkan bisa mendorong anak yatim untuk mandiri sehingga kambing disalurkan tersebut harus dipelihara dan tidak boleh dijual setelah diserahkan.

"Ketua PC GP Ansor Way Kanan sahabat Gatot Arifianto berharap upaya ini bisa mendorong anak yatim untuk mempunyai mental wirausaha sejak dini karena hal tersebut merupakan bagian pendidikan karakter," ujar kader Ansor Way Kanan Very Triyono setelah berkeliling menyalurkan kambing bagi anak yatim.

Setelah dirawat dan bisa beranak, hasilnya murni untuk mereka (anak yatim). Ansor Way Kanan tidak meminta laba dalam bentuk nominal. Namun meminta anak yatim bisa berdaya, sebab hidup tidak layak dijalani dengan menunggu santunan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

"Kedewasaan, kreativitas, kemandirian tidak mungkin tercapai dengan jalan pemanjaan. Dengan segala kekurangan yang ada, Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki program Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat), ingin terus bergerak, berkarya, membuktikan diri sebagai organisasi milik masyarakat," ujar Very. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Santri, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Tuban, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren mempunyai peran penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengajak pondok pesantren bisa berperan aktif dalam membangun desa.

"Keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, khususnya di perdesaan. Lembaga pendidikan Islam selain menjalankan misi mencerdaskan masyarakat berdasarkan ajaran Islam serta membangun sikap dan perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, juga dapat pula berperan strategis menjadi lokomotif perubahan masyarakat desa menuju arah dan kondisi yang lebih bermartabat, maju dan sejahtera," ujar Marwan Jafar saat menghadiri acara di Yayasan Sunnatunnur, Senori, Tuban, Ahad (26/7), sebagaiman siaran pers yang diterima Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Oleh karena itu di era Pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini, imbuh Menteri Marwan, lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren harus mampu berperan nyata dalam mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Pembangunan Desa yang mengemban amanat UU Desa 6/2014.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sekaligus mewujudkan Nawa Cita ketiga ‘membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan’," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan juga menjelaskan tujuan dari pembangunan desa yakni untuk mewujudkan desa mandiri yang maju ekonomi secara ekonomi, memiliki pelayanan dasar yang baik, dan masyarakatnya berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan.

Menurut Menteri Marwan, kewenangan Desa yang sangat besar sekarang ini dalam pelaksanaan Pembangunan Desa termasuk mengelola langsung Dana Desa harus menjadi barokah yang mampu mewujudkan tujuan Pembangunan Desa.

"Jangan sampai dana desa, justru menjadi musibah yang penuh dengan penyimpangan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Disinilah peran lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren sangat dibutuhkan, khususnya dalam ikut mengawasi dan mengawal penggunaan Dana Desa secara amanah, transparan, akuntabel," tandasnya.

Lembaga pendidikan islam menurut Menteri Marwan mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar, mengingat keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian integral dari desa itu sendiri.

"Para alumninya banyak yang berkiprah di desa sebagai kyai, ustadz, muballigh maupun tokoh masyarakat desa. Selain itu juga sebagian besar keluarga peserta didik lembaga pendidikan Islam banyak yang dari desa, dan secara sosial ekonomi relatif masih membutuhkan pemberdayaan," pungkasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda III. Kali ini acara wisuda digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. 

“Wisuda bukan berarti proses belajar itu berhenti, ini langkah awal dalam mempertanggungjawabkan keilmuan kita sebagai seorang sarjana di masyarakat,” ujar Ketua STAINU Jakarta, HM Mujib Qulyubi, MH dalam sambutannya di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Rabu (7/5).

Sebuah lembaga pendidikan, kata Mujib menyitir Pakar Pendidikan NU, Prof Dr KH M Tolhah Hasan, mengalami tiga transformasi, yang pertama adalah tahap bertahan, kedua yaitu tahap berkembang, dan yang ketiga ialah tahap bersaing. STAINU Jakarta, lanjut Mujib, telah melalui ketiga tahap tersebut dengan baik.  

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Sementara itu, H Abdul Wahid Hasyim, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menuturkan bahwa STAINU Jakarta telah berkontribusi nyata untuk masyarakat dalam mencetak lulusan-lulusannya. “Oleh karena itu, STAINU Jakarta harus terus membangun sumber daya yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Untuk dapat melakukan itu, lanjut Hasyim, STAINU Jakarta juga harus senantiasa meningkatkan kualitas Dosen-dosennya, sebab merekalah pencetak lulusan berkualitas. “Untuk wisudawan dan wisudawati, masyarakat menunggu kiprah kalian, selamat bekerja,” pungkas Hasyim.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat RI H Djan Faridz dalam kertas sambutan yang dibawakan oleh asistennya Dr Muhammad Dimyati mengingatkan, dalam tahap bersaing ini, STAINU Jakarta dapat menerapkan strategi yang disebut Diamond In Diamond Out (DIDO) yaitu masuknya emas, keluarnya harus berlian. “Artinya, STAINU Jakarta harus membangun dan memperkuat,” ungkapnya.

Pada wisuda kali ini, STAINU Jakarta telah meluluskan sebanyak 222 wisudawan dan wisudawati. Wisuda kali ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU H Marsudi Suhud, Pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah Dr KH Nur Muhammas Iskandar SQ, Anggota DPR RI yang juga Dosen STAINU Jakarta, H Djazilul Fawaid, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kemendikbud RI Prof Ir H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai, Pondok Pesantren, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzdi menyatakan paham Sunni maupun Syiah yang dianut oleh masyarakat di Madura itu masih menjadi bagian dari Islam. 

Kiai Hasyim menyatakan hal itu di Malang, Sabtu, 1 September. Untuk meredam sekaligus mengupayakan penyelesaian konflik antara Sunni dengan Syiah di Sampang, katanya, akhir pekan depan (8/9) dirinya bersama PWNU Jatim akan ke Sampang. 

KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam

"Sebaiknya para ulama ini melakukan dakwah yang isinya bimbingan dan penyuluhan serta argumen-argumen yang benar, jangan pakai kekerasan. Kelompok minoritas itu kalau dikerasi justru akan tambah militan," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dan, tegasnya, yang lebih penting lagi, ulama yang tidak cocok dengan ulama lain jangan menggaet umat lainnya agar perbedaan paham ini tetap bisa hidup dan berkembang secara berdampingan tanpa harus melakukan kekerasan.

"Kita berharap masalah ini secara perlahan bisa dituntaskan dengan baik," tegasnya. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Hasyim juga mengakui, masyarakat di Madura cenderung lebih taat kepada ulama ketimbang ajaran yang termaktub dalam kitab suci (syariat). Oleh karena itu, peran ulama untuk mendamaikan dua paham yang berselisih ini sangat penting dan sentral.

"Oleh karena itu, para ulama di Sampang ini harus didukung dengan berbagai informasi yang lebih luas agar penyelesaian konflik tersebut lebih obyektif dan proporsional, apalagi ulama di Madura memiliki peran penting sebagai panutan umat," tegasnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus menerbitkan tiga buku baru kemarin (20/6). Ketiga buku terbitan Mata Air Publishing itu terdiri dari satu buku kumpulan puisi berjudul Aku Manusia dan dua buku kumpulan esai Agama Anugerah, Agama Manusia dan Sang Pemimpin.

Menurut Rizal Wijaya dari Mata Air Publishing, tujuan menerbitkan buku ini adalah untuk menyebarkan pemahaman keislaman dari ulama yang memang dikenal memiliki ilmu yang luas dan mendapatkan ilmunya dari berbagai sumber.

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru

"Sehingga melalui karya dan pemandangan Gus Mus ini orang-orang akan lebih memahami agama dan tidak disalahpahami dari sisi yang sempit saja," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu, tambah Rizal, penerbitan 3 buku ini juga mempunyai misi untuk menebarkan pemahaman agama dan keberagamaan yang menyejukkan, serta menyajikan pengetahuan agama secara utuh mulai dari kulit hingga esensinya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Mata Air mengajak kembali umat untuk gemar membaca melalui tulisan yg ringan tetapi berbobot," tutup pria yang juga mengelola kanal Gus Mus TV itu.

Terbitnya tiga karya ini juga menambah deretan karya dan buku yang telah diterbitkan oleh pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin (Rembang) ini. Beberapa buku itu antara lain Rubaiyat Angin dan Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II, Jakarta, 1995). Pahlawan dan Tikus (kumpulan pusisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996). Mahakiai Hasyim Asyari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996) dan lain-lain. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Aceh Besar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Aceh Besar, Aceh masa khidmah 2014-2019 resmi dilantik di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Dilib Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Selasa 23 Agustus 2016. Pelantikan dan naskah baiat dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh.

PCNU Kabupaten Aceh Besar dipimpin duet Syuriah Tgk. Saifullah dan Ketua Tanfidziyah Tgk. Dhiauddin Idris.

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Pelantikan dihadiri ratusan warga mulai dari pelajar, santri, para pengurus, beserta banom-banom NU mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU. Dari jajaran pejabat hadir Wakil Bupati Aceh Besar Samsul Rizal, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kapolres, Dandim, Para SKPD, Muspika, dan lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tgk. Dhiauddin Idris dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah Ahlussunnah wal-Jamaah sehingga NU Aceh Besar ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Aceh Besar mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinnginya kepada pengurus PCNU Aceh Besar atas kerja sama dalam pembinaan generasi baik budaya, dan pendidikan agama sehingga terciptanya masyarakat yang penuh iman, taqwa dan berakhlak mulia.

Sambutan dari PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali dan PBNU Imam Pituduh menyampaikan sama-sama mengajak nahdliyin untuk selalu memperjuangkan Ahlussunnah wal-Jamaah dalam konsep dan kerja nyata. Dalam sambutannya, Imam Pituduh, meminta untuk berkomitmen mendirikan Universiatas Nahdlatul Ulama (UNU) di Aceh Besar.

"Dengan kerja sama yang baik, kita berinisiatif untuk mendirikan UNU di Aceh Besar, dan sudi kiranya Pemerintah Daerah Aceh Besar untuk mempercepat proses legalitas hibah tanah tempat pendirian UNU," ujar Imam. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Judul: Dialog Problematika Umat

Penulis: KH. MA Sahal Mahfudz

Penerbit: Khalista Surabaya dan LTN PBNU

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Cetakan: I, Januari 2011

Tebal: xii+464 hal.

Peresensi: Ahmad Shiddiq *


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Orang mengenal Kiai Sahal sebagai sosok kiai yang bersahaja. Namun, di balik kesederhanaannya, pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati, Jawa Tengah ini memiliki keluasan ilmu yang jarang dimiliki oleh kiai kebanyakan. Tidak salah kalau kemudian dalam penelitian yang dilakukan Dr Muzammil Qomar, beliau disejajarkan dengan nama-nama besar semisal (alm) KH Achmad Shiddiq sebagai tokoh yang mempunyai pemikiran liberal. Bahkan? beberapa waktu yang lalu kiai bernama lengkap Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz ini di anugerahi Doctor Honoris Causa (Dr HC) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta karena keteguhannya dalam fikih Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Sahal adalah figur, pemimpin, ekonom, pendobrak kebekuan, kemunduran, kemiskinan, dan latar belakang. Sosok multidisipliner dan dinamisator kalangan pesantren serta Nahdlatul Ulama, dua lembaga yang membesarkan juga dibesarkannya. Sebagai ulama, Kiai Sahal tidak diragukan lagi kapasitas keilmuan agamanya, khususnya penguasaan terhadap kitab kuning atau al-turast al-islami. Kapasitas keulamaan ini terlihat dari karya yang sangat banyak meliputi berbagai aspek keilmuan.

Dunia pesantren maupun akademisi begitu memberikan apresiasi sekaligus kepercayaan kepadanya untuk bisa mentransformasikan keilmuan di berbagai tempat, termasuk lewat berbagai media yang telah memberikan kesempatan kepada beliau untuk mengisi rubrik khusus sebagai kolumnis maupun forum dialog atau bathsul masail, yang diantaranya menjadi buku ini.

Dengan pemikiran yang tajam, ia mampu memberikan solusi secara kronologis, jelas, transparan dan sistematis dari setiap problema umat yang disodorkan kepadanya. Disini dibahas tuntas problematika mengenai bersuci, shalat, puasa Ramadhan, zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, haji, rumah tangga, antara tuntutan ibadah dan rekayasa teknologi, akidah-akhlak, mengagungkan kitab suci, makanan, dan etika sosial.

Bagi Kiai Sahal, fiqh bukanlah konsep dogmatif-normatif, tapi konsep aktif-progresif. Fiqh harus bersenyewa langsung dengan ‘af al al-mutakallifin sikap perilaku, kondisi, dan sepak terjang orang-orang muslim dalam semua aspek kehidupan, baik ibadah maupun mu’amalah (interaksi sosial ekonomi). Kiai Sahal tidak menerima kalau fiqh dihina sebagai ilmu yang stagnan, sumber kejumudan dan kemunduran umat, fiqh justru ilmu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan riil umat, oleh karena itu fiqh harus didinamisir dan revitalisir agar konsepnya mampu mendorong dan menggerakkan umat Islam meningkatkan aspek ekonominya demi mencapai kebahagian dunia-akhirat.

Kontekstualisasi dan aktualisasi fiqh adalah dua term yang selalu dikampanyekan Kiai Sahal baik secara ‘qauli (teks) melalui acara seminar, simposium, dan sejenisnya. ‘kitabi (tulisan) dikoran, majalah, makalah, serta fi’li (tindakan) dalam bentuk aksi langsung di tengah masyarakat dengan program-program riil dan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam buku ini, jelas bahwa umat Islam sekarang dalam sebuah kebingungan menghadapi dunia modern. Dunia modern yang selama ini dibanggakan oleh masyarakat, ternyata malah menyisakan problem yang memprihatinkan. Dunia modern diagung-agungkan dengan berbagai kecanggihan informasi, transportasi, dan alat-alat teknologi lainnya ternyata gagal membentuk pribadi muslim yang luhur dan mampu mengorbankan serta pengabdian dirinya untuk masyarakat. Semua orang dengan bangga berkata sebagai orang modern, tetapi ternyata hatinya berpenyakit dan begitu menyedihkan bila ditinjau dalam segi agama.

Bagi Kiai Sahal, kebenaran sesuatu selain dari dalil-dalil naqliyah juga bisa berasal dari dalil aqliyah. Memang al-Qur’an dan al-Hadits merupakan sumber hidayah yang paling utama dan esensial bagi umat Islam. Namun peran akal juga tidaklah kalah penting. Dalam beberapa ayat, peran akal sangat istimewa bahkan orang-orang yang diberi ilmu derajatnya tinggi dihadapannya. Hasil pemikiran sains yang berkembang sekarang dapat kita jadikan sebagai petunjuk untuk mempertebal keimanan asalkan tidak bertentangan dengan ketetapan syariah. Dengan demikian, sains dan ilmu pengetahuan yang bersumber dari akal pikiran bukan bid’ah, atau kemusyrikan dan kekufuran. Bahkan sains dan ilmu pengetahuan diperintahkan Allah untuk dipelajari dan dikembangkan. Ini penting karena berguna meningkatkan kualitas hidup manusia dan bahkan bisa mempertebal iman.

Pergulatan panjang Kiai Sahal dalam lapangan fiqh sosial ini ternyata membawa perubahan besar dan dahsyat dalam lapangan pemikiran pesantren dan akademis? (perguruan tinggi), ekonomi kerakyatan, kebudayaan, kelembagaan (pesantren dan NU), dan politik kebangsaan. Dari kalangan peasntren, pemikiran progresif fiqh sosial Kiai Sahal mendorong santri dan Gus-Gus muda pesantren belajar secara mendalam ilmu usul fiqh dan mengembangkan untuk merespons tantangan modernisasi sekarang ini. Lalu muncullah pemikir-pemikir muda pesantren dan NU progresif, transformatif, dan inovatif, dan mereka jauh lebih berani keluar mainstream pemikiran NU, tetapi tetap dalam koridor ahlusunnah wal jamaah.



Dengan demikian, dilihat dari kacamata akademik pesantren Kiai Sahal mampu menyediakan informasi yang komprehensif dan cermat dalam menganalisis serta akurat dalam menyajikan jawaban-jawaban umat. Rais Aam PBNU ini, telah lebih maju dengan memberikan tawaran gagasan-gagasan segar terkait problematika umat dengan pengembangan qawaid ushuliyah untuk menjadikan fiqh sebagai bagian dari peradaban modern.

Wal-hasil buku setebal 464 ini dapat menjadi inspirasi kaum muda dalam mengembangkan lebih jauh gagasan-gagasan ulama sekaliber KH MA Sahal Mahfudz dan tentunya patut menjadikan buku ini, rujukan menemukan jawaban hukum Islam yang berkaitan problematika umat. Selain mudah dibaca oleh siapa saja, buku ini memberikan jawaban nuansa berbeda yang disesuaikan dengan zaman kontemporer. Waallahu a’lamu bi al-shawab.

*) Penulis Santri Pesantren Luhur Al-Husna dan Redaktur Pena Pesantren Surabaya Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Humor Islam, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Pusat Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (PP LPBHNU) terus mengupayakan penyuluhan dan bantuan hukum kepada masyarakat khususnya warga NU. Langkah ini diwujudkan dengan membentuk lembaga di tiap pengurus cabang sebagai wadah pengaduan masyarakat.

“Bagaimana kita bisa menampung keluhan masyarakat jika tidak ada wadah yang menampung,” ujar Ketua PP LPBHNU Royandi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Jumat (13/5) saat mengumpulkan para PCNU di DKI Jakarta untuk menyosialisasikan misi tersebut.?

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang

Forum yang dihadiri juga oleh para pengurus LPBHNU cabang, penyuluh, dan profesional di bidang hukum ini juga sekaligus mendengarkan berbagai persoalan hukum yang mendera masyarakat di masing-masing wilayah.

Royandi menjelaskan bahwa langkah serupa telah dilakukan di berbagai wilayah seperti di Yogyakarta, Bali, NTB, dan Jambi. Ke depannya, setiap wilayah atau provinsi sudah terbentuk LPBHNU di setiap cabang.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Pembentukan LPBHNU di setiap cabang ini penting agar masyarakat lebih mudah menjangkau ketika membutuhkan penyuluhan dan bantuan hukum,” tutur pria berkaca mata ini.

Seperti yang telah diamanatkan PBNU, lanjutnya, LPBHNU bertanggung jawab untuk memberikan advokasi hukum, penyuluhan, dan mengkritisi Rancangan Undang-undang yang sifatnya merugikan masyarakat dan warga NU.

Selain itu, imbuhnya, LPBHNU yang telah terbentuk juga bertanggung jawab mengadakan kajian hukum dan menanggapi isu-isu terkini di bidang hukum yang berkembang di tengah masyakarat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“LPBHNU sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah sehingga teman-teman pengurus bisa bergerak. Kita juga sudah mengadakan kontrak kerja dengan Kemenkumham. Hal ini dalam rangka memberdayakan lembaga di masing-masing cabang,” tukas Royandi.

Dari diskusi yang berkembang, masing-masing cabang mengutarakan bahwa masyarakat banyak yang memberikan pengaduan atas ketidakadilan hukum, tetapi sumber daya manusia di LPBHNU sangat kurang. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan pimpinan pusat ini sangat berarti agar masyarakat yang sebagian besar merupakan warga NU bisa mendapatkan penyuluhan dan bantuan hukum secara layak. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Kiai, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kepolisian diduga menjadi tujuan operasi bom bunuh diri yang meneror Jakarta semalam, Rabu (24/5). Terbukti dengan pemilihan lokasi yang berada di tempat polisi berjaga di Halte Kampung Melayu dan menewaskan 2 korban dari pihak aparat.?

Terkait teror ini Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf, menilai bahwa serangan ini sengaja untuk merusak ketertiban sosial.

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

"Polisi adalah ujung tombak pemeliharaan tertib sosial. Karena tertib sosial dikerangkai dengan hukum dan polisi berdiri tepat di pagar-pagarnya. Kalau polisi rontok, itu adalah awal dari rontoknya hukum yang berarti juga rontoknya tertib sosial," tuturnya.

Lebih lanjut, menurut beliau, kalau gerakan radikal Islam berhasil sampai tahap ini, langkah berikutnya tinggal mengganti dengan kekuatan paksa fisik punya mereka. Inilah transformasi strategi mutakhir gerakan radikal. Ketimbang meneror masyarakat luas yang susah ditakut-takuti, mendingan fokus meneror polisi.?

"Kalau polisi bisa dibikin takut keluar ke jalanan, takut menjalankan tugas, kalau ruang-ruang publik disterilkan dari polisi, masyarakat tinggal kumpulan ternak yang bingung. Tertib sosial kehilangan pagar. Itulah saatnya serigala-serigala menghambur menerjang," tambahnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Beliau pun memberikan pertanyaan penting, sebenarnya, apa inti gagasan radikalisme Islam? Melawan tertib sosial yang ada saat ini. Mengapa? Karena mereka anggap dholim, tidak Islam, thoghut dan seterusnya. Mau mereka apa? Meruntuhkan tertib sosial yang ada ini untuk diganti dengan konstruk yang mereka teorikan berdasarkan imajinasi mereka tentang kejayaan politik Islam di masa lalu. (Dedik Priyanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

KTT OKI Dorong Boikot Produk Israel

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, para peserta Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Kelima Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) akan mendorong masyarakat internasional untuk memboikot produk Israel.

KTT OKI Dorong Boikot Produk Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
KTT OKI Dorong Boikot Produk Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

KTT OKI Dorong Boikot Produk Israel

"Negara-negara OKI mengutuk tindakan Israel. Kami menyerukan pengakhiran penjajahan Israel dan pembentukan negara Palestina atas dasar solusi dua negara," kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Balai Sidang Jakarta, Senin.

Menurut Jokowi, para pemimpin negara Islam yang hadir dalam KTT tersebut menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi konkret bagi Palestina dan Kota Kudus Yerusalem, termasuk menerapkan pemecahan masalah satu wilayah dua negara (two state solution).

Seluruh negara, ditegaskan Presiden Jokowi, juga telah menyatakan komitmen untuk melindungi Al Quds Al Syarif (Kota Kudus Yerusalem) melalui pemberian dana bantuan bagi Al Quds Fund.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Negara-negara OKI juga mendukung rekonsiliasi Palestina, dan juga kesepakatan-kesepakatan itu tercakup dalam dua dokumen," kata Presiden.

Dokumen pertama adalah Deklarasi Jakarta (Jakarta Declaration) sebagai inisiatif Indonesia yang mencakup langkah konkret pimpinan dunia Islam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kemudian, dokumen kedua adalah resolusi yang menegaskan komitmen OKI untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan terjaminnya perdamaian di Al Quds Al Syarif (Kota Kudus Yerusalem).

KTT LB ke-5 OKI dihadiri oleh 605 delegasi dari 55 negara dan dua organisasi internasional.

Berkaitan dengan hubungan bilateral Indonesia-Palestina, Presiden Jokowi juga menegaskan terus berlangsung harmonis, dan dalam waktu dekat Indonesia mendirikan Kantor Konsul Kehormatan di Ramallah, Palestina.

Pemerintah RI juga telah mencairkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina senilai satu juta dolar Amerika Serikat (AS) pada Desember 2016.

Indonesia juga berkomitmen melanjutkan program pembangunan kapasitas sesuai kebutuhan Palestina, dan juga dukungan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Kota Kudus Yerusalem, demikian Presiden Jokowi. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 24 November 2017

Ribuan Pasukan Banser Apel Setia NKRI

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se eks Karesidenan Pekalongan menggelar apel pasukan di Alun-alun Kota Pekalongan Selasa (12/2) mengucapkan janji setia membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ribuan Pasukan Banser Apel Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pasukan Banser Apel Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pasukan Banser Apel Setia NKRI

Apel dihadiri Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah Habib Luthfy bin Yahya sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Nusron Wahid, Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah Jabir Al Faruqi serta ratusan tamu undangan dari Pekalongan dan sekitarnya.

Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid dalam pengarahannya di hadapan ribuan anggota Banser mengatakan, Banser sebagai benteng Nahdlatul Ulama, harus setia dan menjunjung tinggi NKRI, Bagi Ansor NKRI adalah harga mati. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, akhir akhir ini NKRI mulai digoyang oleh sekelompok masyarakat yang ingin mengganti ideologi dengan harapan agar NKRI menjadi bercerai berai.

"Kita tidak rela NKRI dipecah belah oleh segelintir orang, maka Banser sebagai benteng Nahdlatul Ulama harus membela dengan sekuat tenaga," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagai mayoritas pemeluk agama Islam di Indonesia dan sekaligus sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda yang terbesar, kiprah kita sangat dinantikan oleh negara negara Timur Tengah. Jika kita lengah, maka kehancuran akan menimpa Indonesia. Oleh karena itu, sebagai pasukan yang berada di garis depan, Banser harus siap membela NKRI sampai titik darah penghabisan.

Acara gelar pasukan Banser sekaligus menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H yang diselenggarakan Khodimul Maulid Kanzus Sholawat Habib Luthfy diawali dengan kirab merah putih menyusuri jalan sepanjang 10 km diikuti oleh TNI, Polri, Banser dan pelajar NU.

Dikatakan Nusron, kegiatan yang sama juga akan digelar di wilayah wilayah lain di seluruh Indonesia dengan tujuan yang sama, yakni meneguhkan komitmen membela NKRI.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 21 November 2017

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah pengurus teras PP Muslimat NU, PP Fayatat NU dan PP IPPNU mengadakan pertemuan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta. Mereka membahas partisipasi konkret yang bisa dilakukan untuk mengawasi dan memantau pemilu awal bulan depan demi kelangsungan pemilu yang jujur dan demokratis.

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (20/3), mereka sepakat bahwa pemantauan pemilu ini perlu melibatkan banyak elemen masyarakat. Dengan demikian, publik terpanggil untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi baik di lapangan maupun KPUD setempat.

Manajer Proyek Pendidikan Pemilih PP Muslimat NU Susianah Afandi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Senin (24/3) mengatakan, “Di era pengembangan teknologi informasi seperti saat ini, partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan Pemilu dapat berjalan efektif dan efesien dengan hadirnya media sosial yang mudah diakses dan murah.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Perhatian perempuan NU untuk terlibat aktif dalam pemilu didasarkan pada itikad untuk mengembalikan pemilu sebagai milik rakyat. Rakyat yang berdaulat sudah seharusnya mengawasi pemilu secara langsung sehingga dihasilkan pemilu yang demokratis dan berkualitas.

Di akhir pertemuan, tiga badan otonom NU tersebut pada pekan ini berencana menandatangani nota kesepahaman dengan Bawaslu terkait dukungan terhadap Gerakan 1 Juta Relawan Pengawas Pemilu. Tampak hadir dalam pertemuan ini PP IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan LMND. (Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Amalan, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 16 November 2017

Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Di samping menjaga kesehatan dan menyiapkan kebutuhan selama satu bulan lebih di tanah suci, para calon jamaah haji juga harus mempersiapkan mental agar bisa merampungkan ibadah dengan baik. Yang juga sangat menentukan adalah kemurnian hati agar titel sebagai haji mabrur bisa diraih.

"Ibadah haji mensyaratkan kekuatan fisik jamaah karena akan melakukan sejumlah ibadah yang membutuhkan tenaga ekstra," kata H Farmadi Hasyim, Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Senin (10/8).

Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Bulan Haji, Calon Jamaah Harus Jaga Niat

Mempersiapkan bekal sejak dini dan menempuh perjalanan panjang sejak dari rumah hingga ke pemondokan dan ke tanah suci tentu membutuhkan kondisi tubuh yang prima, lanjutnya. "Karena itu selama menunggu jadwal keberangkatan, disarankan jamaah untuk meperbanyak olahraga sebagai latihan agar saat melaksanakan ibadah tidak mengalami masalah," ungkapnya.

Dan Ustadz Farmadi, sapaan akrabnya yakin bahwa materi seputar hal ini telah disampaikan saat manasik yang diikuti calon jamaah. "Tinggal mengingat dan menjalankan seluruh anjuran itu dengan baik," kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yang juga sangat penting untuk diperhatikan adalah terus lurus dalam menata niat. "Karena factor inilah yang akan sangat diuji selama pelaksanaan ibadah haji," terangnya. Bertemu dengan kaum muslimin dari berbagai daerah dan negara, tentu juga diiringi dengan tabiat dan beragam pula, lanjutnya.

"Dibutuhkan kebesaran hati, kelapangan jiwa dan lurusnya niat agar selama pelaksanaan haji, para jamaah mampu mengendalikan diri dan emosi," tandasnya. Apalagi pada perlaksanaan haji kali ini cuaca lumayan terik, maka kesabaran dan kemurnian niat sangat menentukan, lanjutnya.

?

"Diperkirakan kloter pertama jamaah haji Indonesia akan berada di Asrama Haji tanggal 20 Agustus," pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 15 November 2017

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Banjir besar yang melanda Jakarta telah menimbulkan penderitaan bagi banyak orang. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)  telah mendirikan posko banjir di gedung PBNU jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Posko buka selama 24 jam.

“Kami menerima bantuan apa saja yang bisa dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi korban banjir. Bantuan bisa berupa barang atau uang dan bisa ditransfer ke sejumlah rekening Lazis NU,” kata Direktur Lazis NU Amir Makruf.

LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Informasi lebih lanjut dalam langsung menghubungi call center Lazis NU di 0813 9800 9800.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hari ini Lazis NU telah memberikan bantuan dan pengobatan massal kepada korban banjir di Pandeglang Banten.

“Bantuan yang diberikan akan kami distribusikan secepatnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Amir.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menjelaskan, untuk proses evakuasi, Lazis NU percaya pemerintah bersama aparat TNI dan Polri akan mampu mengatasi. Lazis NU akan konsentrasi pada proses recovery baik di pengungsian atau pemberian bantuan pasca banjir.

 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock