Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Oleh KH Yahya C. Staquf

Saya bukannya telah menjadi "kami-AFI-nen" sehingga menggebu-gebu membelanya. Posting saya kali ini, walaupun ada hubungannya dengan Afi, tapi fokus saya bukan pada Afi-nya sebagai pribadi. Saya terperangah pada bagaimana orang bisa membenci seorang anak-anak! Seumuran anak saya!

Mereka membeci anak-anak sedemikian rupa sampai-sampai membungkus kebencian itu dengan alasan keagamaan yang mereka buat-buat supaya terlihat sebagai "kebencian relijius" yang layak dibalas dengan pahala Allah Subhaanahu wa-Taaalaa. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Alangkah menakutkannya agama kebencian itu!

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Lihat di screen capture ini, bagaimana orang mengotak-atik nama anak --hatiku teriris setiap teringat bahwa ini cuma tentang seorang anak, seperti anakku dan anak kalian, yang kita semua ingin supaya kelak menjadi orang baik dan berguna-- itu supaya kelihatan punya makna yang batil:

"Apakah di akhirat ada surga?"

Lalu dihakimi sebagai ungkapan meragukan atau bahkan mengingkari keberadaan surga di akhirat. Itu pikiran keji yang tak mungkin terbit selain dari akar kebencian yang mewatak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertama, penterjemahan itu salah. Kalau diarabkan, kalimat itu akan menjadi:

? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Afii nihaaya(tin) faraadiisU?" Perhatikan: "U" (dlommah), bukan "A" (fathah), karena dengan terjemahan macam itu berarti kalimah "faraadiisu" secara gramatikal (nahwu) berkedudukan sebagai "mubtada muakhkhor" yang marfu, alamat rafa-nya dlommah (U), bukan fathah (A).

Kedua, itu cuma pertanyaan. Kalau jawabannya "naam" (iya), mau apa?

Husnudhdhon saya, "A" pada "Afi" itu bukan dari hamzah, melainkan dari ain. Jadi, arabnya:

? ? ?

"Aafi nihaaya(tan) faraadiisa"

Yang artinya: "Sentosakanlah (Yaa Allah) pada penghujung --akhirat-- (dengan karunia) sorga-sorga". "Nihaayatan" manshub sebagai "dhorof", "faraadiisa" (dengan fathah) manshub dengan beberapa wajah, salah satunya sebagai maful bih dari amil yang dibuang, taqdirnya: "urzuq (faraadiisa)".

Bahwa huruf "A" di situ tidak diberi apostrop sebagai tanda ain, itu kan biasa dalam nama-nama dengan tulisan latin. Seperti contoh nama Zaenal Maarif, misalnya. Kalau "a" pada "Maarif" itu dianggap hamzah, bukan ain, artinya jadi "Hiasan Bundelan-bundelan", bukan "Hiasan Pengetahuan-pengetahuan" sebagaimana --husnudhdhon saya-- dimaksudkan oleh pemberi nama.

Semoga Allah Subhaanahu Wa Taaala memelihara agama ini dari permainan orang-orang dengki yang menuntut pahala bagi kebencian mereka.









Penulis adalah Katib Aam PBNU. Tulisan tersebut merupakan status Facebook penulis sejam setelah diunggah di akun pribadinya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

Boyolali, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Masing-masing calon ketua umum IPNU memaparkan gagasan utama kepemimpinanya. Sejumlah gagasan segar muncul dari calon asal Jakarta M Said, calon asal Jabar Asep Irfan Mujahid, dan calon asal Surabaya Abdurrazak.

Di hadapan peserta kongres, Said menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya mengembalikan IPNU sebagai organisasi pelajar dan santri.

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

"Pelajar dan santri tidak perlu terburu-buru masuk dalam pusaran politik praktis," ujar Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kaderisasi di pesantren menjadi prioritas utamanya jika terpilih.

"Soal mahasiswa, kita serahkan saja pada formulasi PBNU," kata Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara Asep menyatakan tekadnya untuk membuat model kaderisasi yang menghapus disparitas antara pelajar NU di Jawa dan luar Jawa.

"IPNU harus menjadi organisasi yang tanggap dan adaptif dengan arus global," kata Asep.

Sedangkan Abdurrazak berjanji untuk meneguhkan kaderisasi di tingkat Komisariat dan Ranting sebagai akar.

"Membangun sinergi internal dan membangun komunikasi antara IPNU dan NU," ujar razak.

Razak lolos sebagai calon Ketum IPNU setelah melalui voting karena statusnya yang belum lulus S1. Sebanyak 147 suara mendukung status S1 sebagai syarat calon. Sementara 212 suara menyatakan kebolehan pelajar yang tengah menempuh studi S1 sebagai calon ketum. Sedangkan 30 suara tersisa menyatakan abstain. (Aji najmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Pesantren, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jumat (22/2) besok akan menggelar kegiatan halaqah dengan tema "Optimalisasi pengelolaan dana umat lewat LAZISNU" bertempat di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan.

Kegiatan halaqah sebagai pra acara Muskercab NU akan dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) KH Masyhuri Malik dan Direktur Eksekutif Drs. H. Amir Maruf, MA bertindak sebagai nara sumber.

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal mengatakan, untuk mensosialisasikan lembaga baru bentukan PCNU, halaqah diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam khususnya di lingkungan NU. Pasalnya, meski sudah ada beberapa lembaga pengelola zakat di Kota Pekalongan, di lingkungan NU sendiri belum sepenuhnya diterima dengan baik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, jika saja pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan secara optimal, akan banyak dana yang bisa dikelola untuk pemberdayaan masyarakat.

"Saya sangat optimis, pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan dengan baik dan dananya dapat untuk pemberdayaan ummat baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan halaqah yang akan berlangsung pagi mulai jam 08.00 s/d 11.00  akan diikuti oleh 500 peserta dari jajaran pengurus cabang, MWC dan Ranting NU seKota Pekalongan, beberapa kiyai dan ulama serta para pengusaha di lingkungan NU.

Sementara itu, usai shalat Jumat Pengurus Cabang NU periode 2012 - 2017 akan dilantik oleh PWNU Jawa Tengah dilanjutkan dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) membahas pendalaman program untuk kegiatan tahun 2013 - 2014.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba

Tulang Bawang Barat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Guna terus merekatkan silaturahmi dengan pengurus ormas dan insan pers di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, penasehat IKA PMII menggelar halal bihalal di Rumah Dinas (Rumdis) di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (6-7-2017).

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba

Acara yang berlangsung sederhana tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintahan, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tubaba, kemudian para insan pers/media, organisasi kemahasiawaan, organisasi masyarakat (ormas) seperti Pemuda Pancasila (PP), Oi, Pemuda Siliwangi, Dewan Kesenian Tubaba, IKA-PMII, Paguyuban Jawa Barat (Pajar),, serta masyarakat umum.

Fauzi Hasan mengatakan, silaturahmi ini dimaksudkan untuk saling mempererat silaturahmi antarormas dan insan pers di Kabupaten Tubaba, sebab dengan silaturahmi akan memberikan dampak bagi kemajuan Kabupaten Tubaba dan tidak gampang terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar (hoaks).

"Dengan silaturahmi dapat saling berkomunikasi dan saling mengenal dengan baik, dapat berpikir bersama untuk kemajuan Tubaba, sehingga orientasinya tidak saling menunjukkan kehebatan tetapi kebersamaan,"ungkapnya.

Dalam sambutan penasehat IKA PMII Tubaba, ini menambahkan pihaknya selaku wakil bupati berpesan pertama kepada Dewan Kesenian Tubaba untuk aktif kembali. Diakuinya sebelum pemilihan bupati dan wakil bupati dirinya membekukan sementara kegiatan Dewan Kesenian untuk menghindari adanya anggapan bahwa dia menunggangi Dewan Kesenian untuk menjadi wakil bupati.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sekarang, mari kita aktif kembali, dan Bupati Umar Ahmad akan terus mengikuti langkah dan men-support kita," paparnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk PMII, Fauzi berpesan walaupun kepengurusan baru terbentuk dan belum dilantik pihaknya sangat berterima kasih PMII bisa dibentuk di kabupaten setempat, dengan terbentuknya IKA PMII ini ke depan orientasinya tidak mengedepankan kegagahan organisasi tetapi kepada bagaimana memajukan kabupaten Tubaba dengan bersatu dengan semua unsur yang ada.

"Saya juga kader PMII dan pertama mengikuti pelatihan kader dasar pada tahun 1979 di Wonosobo, saat ini masuk Kabupaten Pringsewu. Mari organisasi ini kita gunakan untuk belajar memimpin, bekerjasama dalam berorganisasi dan jika ini bisa dijalankan kunci kesuksesan ada disini," ungkapnya.

Dirinya juga sangat mengapresiasi dengan gerakan yang dilakukan oleh ormas Oi, walaupun gerakannya kecil tapi sangat menyentuh seperti melakukan gerakan bersih-bersih di tempat-tempat umum, dan di pasar-pasar. Untuk HIPMI ia berpesan dapat mengadakan kegiatan yang dapat memotivasi para pemuda untuk menjadi pebisnis dan orang sukses.

Sementara untuk PWI dan insan pers pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih yang telah memberikan dukungannya selama ini dalam menyebarkan informasi yang baik kepada masyakarat dalam bentuk kritik tentang pembangunan dan saran, "Pemberitaan merupakan sebuah respek yang sangat besar bagi pergerakan pembangunan di Kabupaten Tubaba.”

Fauzi berharap, ke depan seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan di kabupaten setempat,"Saya tidak keberatan rumah dinas ini digunakan untuk kegiatan apapun yang sifatnya positif, dan Bupati Umar Ahmad juga berpesan ormas dan masyarakat dapat memanfaatkan gedung Sesat Agung yang berada di Islamik Center dengan maksimal," pungkasnya.

Sementara perwakilan ormas dan insan pers yang hadir, Edi Zulkarnaen selaku Ketua PWI Tubaba mengucapkan banyak terima kasih telah mengundang insan pers dan ormas se-Tubaba untuk menghadiri acara halal bihalal ini,"Semoga jalinan silaturahmi dapat terus terjalin dan terjaga dengan baik," singkatnya.(Gati Susanto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Anti Hoax, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Plh Masdar F. Mas’udi nyatakan bahwa dimasa yang akan datang pendidikan Islam perlu disederhanakan karena sebenarnya banyak hal-hal yang sederhana seperti sholat dan wudlu yang bisa dipelajari dalam waktu waktu satu atau dua jam oleh para ahli dilakukan proses satistifikasi dan pencanggihan.

“Seharusnya pendidikan dalam hal ini cukup 10 persen saja sedangkan energi yang 90 persen dikembangkan untuk memajukan peradaban Islam. Saat ini Islam mengalami keruntuhan peradaban yang menyedihkan,” ungkapnya

Hal tersebut dikemukakan ketika berbicara dalam acara bedah buku: Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia, Anatomi Keberadaan Madrasah dan PTAI karya H. Arief Furchon MA, Ph.D Kamis 22 Juli 2004 yang diadakan oleh STAINU di Gedung PBNU.

Pada zaman dahulu, para sahabat belajar tentang sholat cukup dari melihat saja. Ini sebenarnya hal yang sangat teknis dan kalau memang perlu di bahas secara mendetail, mungkin hanya kalangan pasca doktoral saja yang perlu memikirkannya sedangkan masyarakat cukup mengetahui hal-hal yang umum saja.

Direktur P3M tersebut juga mengemukakan bahwa saat ini kita belum memiliki tradisi akademis untuk mengkritisi, membahas, dan sekaligus menemukan ilmu pengetahuan.  “Yang ada adalah konservasi atau mempertahankan nilai-nilai lama dari pengetahuan yang ada,” tambahnya.

Bukan hanya di pesantren, tradisi akademik tersebut juga belum bisa berkembang baik di perguruan tinggi karena belum ada budaya yang mendukungnya.

Berkaitan dengan Madrasah sebagai model pendidikan Islam, Masdar menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan formalisasi pendidikan Islam yang berakar dari pesantren. Namun demikian madrasah juga mengalami perkembangan sesuai dengan konteks kekinian.(mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Jumat, 19 Januari 2018

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), berharap kader NU bisa menjadi Guberur Jawa Timur. Untuk itu, cucu pendiri NU ini berharap menghadapi pemilihan Gubernur 2013 mendatang Kader NU harus menyatu.

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berharap Kader NU Pimpin Jatim

"Pada pilbug mendatang menurut saya jangan ada lagi kader NU yang sama sama ngotot maju mencalonkan diri akibatnya suara NU terpecah. ? Calon Gubernurnya ? harus satu ? saja, jangan ada calon dua orang, termasuk ada yang mencalonkan wakil gubernur,” ujarnya menjawab wartawan disela sela menerima kunjungan mantan wakilpresiden Jusuf Kalla, Senin (17/12).

Cucu pendiri NU ini sangat berharap dalam pilgub Jatim 2013 ? mendatang ? agar kader NU bisa menjadi Gubernur. Untuk menentukan siapa calon gubernur yang layak ? bakal running ? mendatang adik kandung Gus Dur ini berharap PWNU melakukan survey.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Harus. Untuk gubernur Jawa Timur menurut saya saatnya dari NU, siapa yang menentukan kader NU yang layak dan patut menjadi Gubernur harus dilakukan survey bersama,”tandas ? Gus Sholah menambahkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun, meski mendukung kader NU maju menjadi orang nomor satu di Jatim, Gus Sholah ? tidak menginginkan NU secara kelembagaan terlibat aktif dalam pemilihan ” Tidak bolehlah, NU secara organisasi ikut terlibat aktif dalam politik,”tandasnya.

Tugas NU lanjutnya adalah hanya menentukan siapa yang layak untuk maju merebut Gubernur. Untuk itu dirinya menyarankan agar PWNU dan PW Muslimat duduk bersama untuk kemudian melakukan survey bersama guna menentukan siapa kandidat yang dimaui warganya.

”Karena ? sekarang yang muncul dua orang yakni Gus Ipul sama Khofifah. Maka menurut saya harus dilakukan survey bersama siapa yang paling layak menjadi Gubernur Jatim, ”pungkasnya seraya mengusulkan ? kalau perlu menyewa lembaga survey yang benar benar kompeten untuk menentukan kandidat.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdrrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Untuk mengantisipasi datangnya bencana banjir dan tanah longsor karena kian seringnya turun hujan, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Jember, Jawa Timur membentuk tim Bagana (Banser Tanggap Bencana) untuk terlibat dalam penanganan bencana alam, khususnya di wilayah Kencong dan sekitarnya.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kencong Muhammad Yasin Yusuf Ghazali, tim inti Bagana? berjumlah 9 anggota Banser yang baru-baru ini telah mengikuti Diklatsus soal kebencanaan di Trenggalek.

Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana

“Saya kira tim Bagana penting sekali mengingat wilayah Kencong juga rawan bencana, khususnya di Paseban, Puger dan sebagainya,” tukasnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal melalui sambungan telepon seluler, Senin (26/9).

Yasin menambahkan, tim khusus untuk menangani bencana memang harus selalu siap. Sebab, datangnya bencana kadang tiba-tiba karena terkait dengan kemarahan alam. Oleh karena itu, selain membentuk tim Bagana, PC GP Ansor Kencong juga telah lama melakukan penghijauan di sekian banyak bantaran sungai. Tujuannya adalah mencegah terjadinya banjir dalam jangka panjang.

“Kami juga giat melakukan penghijauan. Alam ini harsu kita jaga dan pelihara. Pepohonan terutama yang ada di bantaran sungai, jangan seenaknya dibabat,” ujarnya.

Dikatakan Yasin, penanganan bencana merupakan salah satu dari sekian tugas sosial anggota Banser. Dimanapun dan dalam hal apa pun, Banser seharusnya turun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga keberadaan Banser dirasakan oleh masyarakat, yang ujung-ujungnya memberikan citra positif kepada NU, meskipun tujuannya bukan untuk mencari pencitraan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Tugas utama Banser adalah sebagai benteng ulama, baik secara fisik maupun moral. Maksudnya, Banser juga wajib mengawal ajaran Ashlussunnah wal Jama’ah. Selain itu, juga ada tugas sosial seperti penanganan bencana, kerja bakti dan sebagainya,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak meluncurkan program Aplikasi SIAP GRAK (Sistim Aplikasi GP Ansor Banser Kebonagung). Hal ini dilakukan dalam rangka mengupayakan pemberdayaan dan peningkatan taraf ekonomi anggota serta perbaikan pangkalan data.

Ketua Ansor Kebonagung Faishol Nur yang didampingi sekretarisnya Ainul Fuad menjelaskan, aplikasi SIAP GRAK selain sebagai pangkalan data untuk mengetahui profil anggota dari jenis usaha maupun pekerjaan yang dijalaninya dalam keseharian, dalam jangka panjangnya bisa dibuat kerja sama antaranggota.

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

“Aplikasi ini selain sebagai pangkalan data diharapkan bisa meningkatkan ekonomi anggota, menjalin kerja sama antaranggota, dari PAC tinggal mengonekkan antara anggota yang satu dan yang lain” katanya.

Untuk menyukseskan program aplikasi tersebut Faishol Nur beserta pengurusnya dan ketua ranting se-Kecamatan Kebonagung melakukan audiensi dengan Muspika Kebonagung di Kantor Kecamatan Kebonagung Rabu (14/12). Ia berharap dengan bersilaturrahmi dengan berbagai pihak termasuk Muspika bisa mendapatkan dukungan maksimal termasuk peluang usaha yang mungkin bisa digali anggotanya dari pemerintah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Untuk menyukseskan program kami harus menyosialisasikan dan dapat dukungan ke berbagai pihak termasuk pemerintah kita mencoba berbagai peluang usaha yang mungkin bisa digali termasuk dari pemerintah” harapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Camat Kebonagung yang juga pengurus MWCNU H Haryoto yang didampingi Sekcam Suradi di hadapan pengurus Ansor dan Banser merasa senang. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung program yang dicanangkan Ansor karena hal itu termasuk program yang dilaksanakan pemerintahan.

“Kami sangat mendukung program Ansor dalam upaya peningkatan ekonomi anggotanya, kami akan memback up sepenuhnya,” tegasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Syariah, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah

Pati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. KH. Abdul Ghaffar Rozien, M. Ed (Gus Rozin) selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) meresmikan Pusat Fatwa Bank Syariah, The Center of Shariah Banking Fatwa (CSiF), Rabu, (14/1) ditandai dengan pmotongan tumpeng di depan puluhan undangan yang hadir. Selaku Direktur Pusat, STAIMAFA menunjuk Dr. Jamal Mamur Asmani, MA.?

Menurut Jamal, lembaga syariah menjadi kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat muslim, mulai dari lembaga keuangan, hotel, kolam renang dan bidang usaha lainnya yang memiliki label syariah.

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah

“Ini menjadi keharusan pemikir muslim untuk mengontekstualisasikan dan mentransformasikan fiqh muamalah di zaman sekarang,” ujarnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kelahiran The Center of Shariah Banking Fatwa (CSiF), kata Jamal, berawal dari kunjungan studi banding mahasiswa Perbankan Syariah ke Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DNS-MUI) dua tahun yang lalu.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kemudian, lanjutnya, lahir gagasan untuk membuat lembaga yang menjadi partner DSN-MUI sebagai pemberi masukan saran dan kritik. Selain itu, tambah Jamal, untuk mengurangi jarak antara perbankan konvensional dan syariah dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI.?

“Sebagian fatwa yang dikeluarkan oleh DNS-MUI kadang tidak membumi (tidak menyentuh masyarakat), sebab itu lembaga ini ingin mengusulkan metode fatwa baru yang dapat diterima oleh praktisi lembaga keuangan," ungkapnya.?

Wilayah kerja CSIF ini, ucap Jamal, juga akan mempelajari metode fatwa yang dikeluarkan oleh DNS-MUI untuk ikut menyosialisasikan fatwa kepada pihak-pihak terkait dan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat kelembagaan CSiF.?

Selain CSiF, STAIMAFA juga memiliki Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Pusat Bahasa Mathali’ul Falah (Pushami), Fiqh Sosial Institute (FISI) dan The North Cost Center (NCC).?

Setelah peresmian dilanjutkan dengan seminar bertema Menggagas Pembaharuan Metodologi Fatwa Perbankan Syariah dengan narasumber Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA, Muhammad Niam Sutaman, LLM dan KH. Shalahuddin al-Ayyubi, M.Si (Katib Syuriyah PBNU). (M. Zulfa/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Bahtsul Masail, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Produk Unggulan Sarbumusi Jember Diapresiasi Bupati

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - DPC Sarbumusi Jember tidak hanya fokus dalam pergerakan dan pendampingan buruh, tapi juga berupaya menggali potensi keterampilan dan kerajinan para anggotanya. Semangat inilah yang tercermin dalam keikutsertaan DPC Sarbumusi Jember dalam Pameran dan Bazar Produk Unggulan Home Industri di halaman gedung RRI Jember, Ahad (26/2).

Menurut Ketua DPC Sarbumusi Jember Umar Faruk, tak sedikit dari anggota Sarbumusi yang mempunyai industri rumahan, tapi kurang berkembang karena terkendala pemasaran.

“Karena itu, kami berharap ini ajang yang bagus untuk memperkenalkan produk-produk kami,” tukasnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Produk Unggulan Sarbumusi Jember Diapresiasi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
Produk Unggulan Sarbumusi Jember Diapresiasi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

Produk Unggulan Sarbumusi Jember Diapresiasi Bupati

Harapan Faruq tersebut tampaknya bak gayung bersambut. Bupati Jember yang berkenan hadir dan sempat meninjau sejumlah stan, tertarik dengan produk kerajinan tangan anggota Sarbumusi.

Menurut Faruq, bupati wanita pertama Jember itu tertarik dengan produk kerajinan tangan berupa mainan lego buatan Indra Wijaya. Bahkan saat itu Bupati Faida langsung menanyakan siapa pembuatnya seraya meminta penjaga stan Sarbumusi agar dia bisa menguhubungi staf bupati di lain waktu.

“Mainan tersebut biasa disebut lego. Bupati tertarik karena mainan itu terbuat dari kayu. Sebab, yang ada sekarang mainan serupa itu sudah dibuat dari bahan plastik. Mainan tersebut memberi kemudahan pada anak usia dini untuk bermain dan belajar,” jelas Faruk.

Dalam pameran dan bazar tersebut, DPC Sarbumusi Jember memamerkan beberapa poduk unggulan, di antaranya adalah kopi Sarbumusi (buatan Pak Mansur, Ambulu), susu kedelai (buatan Pak Hartono, Perumahan Kebonagung), asinan buah salak (buatan Rian, Wirolegi), keripik pisang dan aneka camilan (buatan Mak Yayak, Jelbuk).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Semua itu hasil home industry sahabat-sahabat anggota Sarbumusi,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

NU Pasca-Peristiwa Aksi 212

Oleh Fatih Maftuh

212—sebutan aksi super damai Jumat, 2 Desember 2016 di kawasan Monas Jakarta—konon mencengangkan dunia. Aksi massa yang biasanya dalam hitungan puluhan ribu orang, 212 memobilisasi ratusan ribu. Aksi massa besar yang biasanya dibumbui praktek rusuh, 212 berlangsung sangat damai. Aksi massa akbar yang biasanya menyisakan sampah dan pengrusakan taman, 212 berakhir dengan kesan bersih dan rapih. 212 banjir pujian publik. Ingat sambutan dan pekik takbir Presiden Joko Widodo usai Jumatan bersama jamaah Aksi?

NU Pasca-Peristiwa Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pasca-Peristiwa Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pasca-Peristiwa Aksi 212

Masih misteri bagaimana 212 bisa terorganisasi. Adakah karena FPI Habib Rizieq? Selama ini pengerahan massa FPI dalam berbagai momen hanya bergerombol dan terkenal anarkis atas nama nahi munkar. Adakah karena isu penistaan agama? Bukan kali ini saja isu penistaan kitab suci mengemuka. Adakah karena semangat khilafah? Dalam urusan ancaman atas NKRI, Polri dan TNI tidak mungkin mentoleransi. Adakah karena sentimen Wahabi? Aliran ini tidak lazim dengan demo dan festival shalawatan. Adakah karena kepentingan Pilkada DKI? Massa 212 melibatkan peserta dari berbagai daerah yang tidak ada hubungannya dengan DKI. Demikian misteri sehingga 212 diglorifikasi sebagai gerakan suci atas nama Tuhan. Konsekuensinya, upaya? merasionalisasikan 212 atau apatis dengan 212 --apalagi mengkritisinya--? menjadi sasaran buli.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adalah Nahdlatul Ulama (NU) korbannya. NU dibuli habis di medsos. Seabrek sebutan negatif menyasar para tokoh dan pengurus NU. Resonansi Islam Nusantara yang menjadi trade-mark NU bagai tenggelam dalam kubangan hina versus Islam militan. Aktivis NU merasa kewalahan dengan arus cacian dan olok-olok. Bahkan tidak sedikit di antara Nahdliyin sendiri pun termakan dan larut dalam tradisi buli --melupakan martabat kiai.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jamiyyah NU memang tidak mendorong warganya untuk ikut dalam 212. PBNU melalui Lembaga Bahtsul Masailnya mengeluarkan simpulan tidak sah bershalat jumat di jalan umum. Salah seorang tokohnya men-tweet kalau rencana shalat di sepanjang jalan MH Thamrin itu bidah besar. Alih-alih ikut 212, pesantren-pesantren Nahdliyin seperti Lirboyo, Tebuireng, Langitan, Sarang, Lasem, Kajen, dan Babakan Ciwaringin lebih asyik mengaji sebagaimana kesehariannya.

212 sudah berlalu. Apa akan ada aksi serupa atau aksi lanjutan ke depan? Belum ada berita resmi. Bagaimana dengan NU? Apa akan ada reposisi sebagai adjustment atas dampak 212? Ataukah NU akan terpolarisasi antara NU Rais Am dan NU Ketua Umum? Ataukah NU akan semakin mengkristal dalam watak kebangsaannya? Sambil menuggu perkembangan apa yang akan terjadi dengan NU paska 212, beberapa catatan kecil berikut mungkin bisa diperhatikan.

Tradisi konflik dalam sejarah NU sudah menjadi watak. Pernyataan ini jangan buru-buru diterima. Ada catatannya, yakni bahwa konflik dalam tradisi NU bukanlah pertengkaran atau perseteruan, tetapi lebih pada perbedaan pendekatan dalam merespons permasalahan. Sebabnya sederhana, yakni adanya independensi pada setiap kiai, karena satu sama lain tidak ada pretensi saling menguasai. Bukankah jamiyyah bertugas untuk menyatukan? Memang. Tetapi dalam NU, persatuan tidak menafikan kemandirian dan perbedaan. Fenomena inilah yang sering dipahami di permukaan sebagai konflik.

Tidak dipungkiri NU lekat dengan kultur Jawa-santri. Ciri menonjol kultur ini adalah respek terhadap habaib di satu sisi dan respek terhadap budaya lokal di sisi lain. Apa yang diminta dan diperintah Habaib hampir pasti dijalankan. Namun dalam keseharian Nahdliyin berbaur dengan kehidupan masyarakat sebagaimana adanya. Para kiai bersedia menemani kalangan yang minimalis dalam beragama. Tidak heran jika simbol kekiyaian tidak selalu identik dengan nuansa Arab. Santrinisasi yang dilakukan kiai lebih bersifat substantif sehingga terkesan membela budaya lokal dari pada budaya Arab.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Corak pemikiran keagamaan di kalangan NU sederhananya bergerak antara fiqh dan tasawwuf. Interaksi antara dua pendekatan yang menonjol ini membuat produk pemikiran NU tegas tetapi lentur. Tegas dalam kedudukan hukumnya, tetapi lentur dalam proses penerapannya. Dalam banyak kasus, kesan lentur lebih dominan sehingga dianggap plin-plan oleh kalangan yang ketat dengan syariah. Walaupun, dalam kenyataannya, kelenturan itu justru menguntungkan kepentingan orang banyak.

Pola politik NU lebih menekankan komitmen kebangsaan. Ini berbeda dengan pola politik Islam-puritan yang bersikeras menerapk? n syariah sebagaimana dipahaminya. Bagi kelompok ini, sebuah negara-bangsa harus tunduk pada formalitas Islam. Sementara bagi NU, Pancasila adalah asas final NKRI. Menjalankan Pancasila adalah menjalankan Islam. Walau bernama Pancasila, ideologi negara ini sejalan dengan ajaran Islam sebagaimana diperjuangkan para kiai yang ikut menyusun konstitusi negara ini. Sebaliknya, menjalankan apa yang disebut syariat Islam dengan menentang Pancasila, akan membahayakan NKRI dan pada gilirannya merugikan perjuangan Islam yang sebenarnya. Dengan Pancasila, hubungan Islam dan negara dipandang sudah selesai. Posisi ini bukan tanpa argumen al-Quran dan al-Hadits sebagaimana lazimnya para kiai berfikir dan bertindak.

Demikian total komitmen NU terhadap Pancasila dan NKRI sehingga siapa saja yang menyelewengkan atau berusaha memecah belahnya, akan dilawan habis. Dalam sejarah, NU tidak ragu berjihad untuk mengusir penjajah yang melanggar kedaulatan NKRI. Sejarah juga mencatat kegigihan relawan Nahdliyin dalam mengganyang PKI yang mempreteli Pancasila. Begitupun NU tidak mentoleransi gerakan pendirian Negara Islam yang akan menggantikan NKRI. NU sangat sadar mana gerakan Islam sebagai sebuah dakwah amar makruf nahi munkar dan mana gerakan Islam sebagai alat pemburu kepentingan.

Gerakan politik Islam dimungkinkan muncul dalam alam demokrasi. Bahkan tidak jarang resonansinya mencuat begitu kuat dan memukau. Kalangan a-historis mudah termakan dan larut begitu saja dalam jargon-jargon kitab suci yang diusung politik Islam ini.? Dalam waktu bersamaan, gerakan kebangsaan berbasis budaya lokal tidak jarang menunjukan posisi alergi terhadap peran agama. Arti dan peran ajaran agama direduksi dan bahkan cenderung dinafikan. Kekuatan moral agama pun cenderung terabaikan alias dijauhkan dari Pancasila. Dua arus dan pola politik ekstrem ini akan terus bertarung dan seringkali mempertaruhkan keberlangsungan NKRI. Adalah NU—dari kalangan Islam—yang mengambil posisi penyeimbang dan pemersatu, konsisten dengan Pancasila dan setia dengan NKRI.

Dinamika dan konstalasi politik terus bergerak. Kehadiran NU sangat vital dan menjadi target perhatian semua faksi. Dengan pengalamannya yang panjang dan pola keberagamaannya yang istiqamah dan toleran, NU harus semakin cerdas dan berani. Penetrasi politik Islam belakangan sangat tinggi sebagai reaksi atas kekuatan politik kebangsaan yang mendominasi berbagai lini pemerintahan. Sangat mungkin muncul reaksi balik yang menekan politik Islam pada gilirannya. Pertarungan boleh jadi akan terus memanas, tetapi politik adiluhung NU harus terus hidup dan menjadi pemersatu semua elemen bangsa. Tidak dalam posisi terjepit, melainkan dalam posisi terdepan untuk mengawal Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI. Wallahu alam bish-shawab.

Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat

Padang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Para ulama dinilai berperan penting dalam menggerakkan dan mendorong perekonomian umat berbasis nagari, karena berpeluang langsung dekat dengan masyarakat serta mempu membangun paradigma berpikir untuk meningkatkan ekonominya.

"Para ulama diharapkan mampu memberikan terobosan kepada masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomiannya," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (14/6) kemarin.

Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat

Hasyim hadir di Padang dalam rangka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) XII NU Sumbar tahun 2007 M/1428 H di Asrama Haji Parupuk Tabing Padang, diikuti sekitar 150 pengurus dari wilayah kabupaten/kota di daerah itu.

Menurut dia, menggerakkan perekonomian masyarakat berbasis nagari tersebut berpeluang besar membantu pengentasan kemiskinan, sehingga rakyat tidak perlu menjual akidahnya karena kelaparan.

Dia menyebutkan terkadang banyak ulama tidak menyadari kebutuhan umatnya, dengan hanya memberikan ceramah tanpa mengerti sebenarnya apa yang dibutuhkan umatnya. "Orang sedang lapar kemudian diceramahi, mana mungkin masuk," ujarnya.

Terkait kondisi itu, menurut dia, sebuah organisasi keagamaan, dalam hal ini perlu menindaklanjuti dengan membentuk usaha bersama guna mensejahterakan seluruh anggota.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jika hal tersebut dapat terwujud maka dalam mendukung pendanaan sebuah organisasi keagamaan seperti NU tidak perlu terlalu tergantung dari dukungan dana pemerintah maupun anggotanya, namun dapat diperoleh dari kegiatan perekonomian dilakukan sendiri.

Dia mencontohan Pengurus Wilayah Jambi dan DKI Jakarta yang telah memiliki usaha perkebunan dengan luasnya hampir ribuan hektar yang diusahakan secara swadaya.

Pada kedua wilayah tersebut mereka mengusahakan kebun karet dan sawit sehingga kini telah mampu membiayai diri sendiri. "Jika telah ada usaha tersebut tidak perlu lagi tergantung dukungan dana dari berbagai pihak dan bisa mandiri serta dapat melakukan berbagai kegiatan," ujarnya.

Sekretaris Daerah Sumbar, Yohanes Dahlan, dalam kesempatan tersebut menyebutkan, kini para ulama NU dihadapkan pada tantangan besar untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama khususnya di Sumbar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kehidupan beragama, kata dia, kini telah mulai menurun dengan berkurangnya kuantitas dan kualitas ibadah, serta maraknya tindakan merusak moral seperti berjangkitnya sejumlah penyakit masyarakat.

Kondisi ini, katanya harus menjadi perhatian ulama dan menjadi agenda penting dalam musyawarah wilayah ini, ujarnya.

Dia para ulama NU juga diharapkan mampu menjadi kader guna menggerakkan perekonomian umat untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dan memerangi kemiskinan. (ant/sul)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekurangnya ? 250 santri ? mengikuti berbagai cabang perlombaan yang digelar dalam rangka peringtan Hari Jadi ke-6 Radio Komunitas (Rakom) 107,7 Buntet Pesantren (Best) FM Cirebon, Jumat (21/2). Mereka adalah delegasi dari 52 asrama di bawah naungan Buntet Pesantren Cirebon.

Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba

Dalam acara yang akan dihelat selama 2 hari ini, para santri dari masing-masing asrama diuji beberapa materi perlombaan, antara lain lomba hafalan nazham Imrithi, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta lomba khitobah bertema “Kesehatan Remaja dan Bahaya Pergaulan Bebas”.?

Ketua panitia M Majdi mengatakan, tujuan digelarnya rangkaian perlombaan ini adalah menguji tingkat kreatifitas para santri. Bukan belaka soal pengetahuan agama, menurut Andi, pengetahuan sosial dan nalar kemasyarakatan santri juga turut teruji, terlebih dalam cabang perlombaan khitobah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sengaja kami angkat persoalan-persoalan sosial sebagai tema lomba khitobah, agar para santri mampu memahami kebutuhan masyarakat sekarang ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas (BPPK) Best FM Ahmad Rovahan mengungkapkan, dalam tahun ke-6 ini radio komunitas yang dipimpinnya akan lebih secara serius memfasilitasi penyaluran bakat dan minat para santri Buntet Pesantren Cirebon.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Agar generasi lulusan pesantren mampu menempati berbagai lini kehidupan masyarakat, tak melulu soal keagamaan, namun semangat pesantren akan mereka bawa ke manapun dalam bidang yang ia tekuni, termasuk dalam dunia penyiaran dan media” ungkap Rovahan.

Rovahan menyebutkan, beberapa alumni yang sempat berkiprah di radio komunitas Best FM sudah mampu menerjuni bidang penyiaran, di antaranya sebagai reporter di media televisi baik nasional maupun lokal.

“Selebihnya, melalui radio komunitas, kami ingin menebar damai melalui udara, kasarnya, keberadaan kami adalah sebagai benteng agar penyiaran radio keagamaan yang bersifat provokatif dan berpotensi kekerasan tidak sampai merangsek ke pendengaran masyarakat,” pungkas Rovahan.

Selain dalam rangka hari jadi Best FM, berbagai perlombaan kreatifitas santri ini juga digelar dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, serta peluncuran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja KHANZA Buntet Pesantren Cirebon. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar acara nonton bareng? (nobar) film “Kalam-Kalam Langit” di bioskop XXI Ciwalk Bandung, Jawa Barat. Sekretaris PWNU Jawa Barat H Imron mengaku salut terhadap PBNU yang bekerja sama dengan pihak swasta dalam pembuatan film Kalam-Kalam Langit sebagai media dakwah.

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren

“Saya ingin sampaikan apresisi bahwa apa yang dilakukan oleh PBNU dalam pembuatan film Kalam-Kalam Langit yang menyuguhkan kehidupan suka duka santri-santri di pesantren. Mudah-mudahan Film ini menjadi media dakwa bagi masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir pula dalam nobar yang berlangsung Sabtu (16/4) itu Bendahara PWNU Jawa Barat H Kurtubi Abdulloh, dan pengurus lembaga dan badan otonom (banom) NU Jawa Barat, di antaranya Pergunu, IPNU, IPPNU, Lakpesdam, Lesbumi, dan RMINU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bendahara PWNU Jawa Barat H Kurtubi Abdulloh berharap film ini bisa mengembalikan citra positif pesantren, yang pada saat ini dilanda dengan isu-isu yang tak sedap berkaitan dengan terorisme.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saya berharap, film Kalam-Kalam langit ini bisa mengembalikan citra positif pesantren. Di tengah maraknya wacana mengenai isu terorisme seperti sekarang, pesantren salah satu lembaga yang turut mendapat stigma negatif sebagai sarang teroris,” tutur Kurtubi Abdulloh.

Nobar kali ini dihadiri oleh sejumlah pemain film “Kalam-Kalam Langit”, antara lain Mathias Muchus, Henidar Amroe, Dimas Seto, dan Elyzia Mulachela. Juga hadir sang produser film, Dhonie Ramadhan. (Saepuloh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Warta, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Jumlah Banser terlibat pengamanan arus mudik Idul Fitri 1438 H dengan kesadaran sebagai pengabdian bagi masyarakat dan negara dengan mandiri tidak main-main. Lebih dari 18 ribu kader. Pernyataan itu disampaikan Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeini, di Jakarta, Sabtu (24/6).

"Di Jawa Tengah saja, lima ribu kader turun tangan membantu pengamanan arus mudik. Kader inti Pemuda Ansor terus nyata berbuat dan memberi manfaat di 604 Posko Mudik," ujar H Alfa didampingi Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto.

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017

Dalam sehari, papar Alfa, rata-rata tiga kali pergantian jaga posko dengan jumlah anggota berkisar lima sampai dua puluh kader. Jika diambil rata-rata 10 kader dikali tiga, maka Banser terlibat pengamanan arus mudik 18.120 orang.

Mengapresiasi kader dalam berkhidmah untuk organisasi dan masyarakat, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas pun menyambangi sejumlah Posko Mudik Banser dari Jakarta menuju Jawa Tengah.

"Hal tersebut dilakukan panglima tertinggi kami sebagai bentuk terima kasih atas upaya kader yang ikhlas berkhidmah memberi manfaat," ujar Kasatkornas lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jajaran Kasatkornas lain juga turut memantau Posko Mudik Banser. Kepala Satuan Khusus Banser Lalu Lintas Abdul Hafiz bertandang dari satu posko ke posko lain, dari Jakarta hingga Cirebon, Jawa Barat.

Upaya mengapresiasi kader juga dilakukan jajaran Satkornas di Jawa ? Timur. Kepala Satuan Provost Satkornas Banser H Imam Kusnin juga menyambangi Posko Mudik di daerah kelahiran Nahdlatul Ulama itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Posko Mudik Banser terpantau memberi manfaat bagi masyarakat, di Mesuji, Lampung, para pemudik dari Jakarta menuju Bangka Belitung beberapa kali singgah.

"Bahkan petugas dari Koramil yang juga mendirikan Posko tak ? jauh dari kami malah sering kemari, jadinya Posko Mudik kami malah lebih ramai," ujar Kasatkorcab Banser Mesuji Apristiyanto.

Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri menegaskan, sejumlah Posko Mudik Banser di wilayahnya memiliki fasilitas memadai bagi pemudik.

"Tadi kita pantau, Posko Mudik Banser di Kota Bandar Lampung juga banyak dimanfaatkan pemudik untuk istirahat. Alhamdulillah walau mandiri, sahabat-sahabat Banser terus berjaga, bergantian siang malam," kata Tatang lagi.

Kasatkorcab Banser Way Kanan, Lampung Bambang Setiyo mengapresiasi kader yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tahunan itu.

"Tidak ada support dana atas kegiatan ini. Kami benar-benar swadaya. Makanya kami ingin tertawa atas tudingan tendensius sejumlah pihak jika Banser hanya bergerak jika dibayar, mendapatkan sebungkus rokok dan nasi. Kami tegaskan, bahwa berbuat dalam tugas kemanusiaan ialah bagian dari dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin," tegas Bambang.

Di Purworejo, Jawa Tengah, Kasatkorcab Banser setempat Daryanto, membagi sejumlah jajaran pengurus Satkorcab untuk memantau Posko didirikan dengan swadaya.

"Untuk Purworejo ada beberapa titik, antara lain di Butuh, Kutoarjo dan Loano. Kasatkorwil Banser Jawa Tengah sahabat Hasyim Asyari juga sudah berkunjung memastikan kesiapan anggota hingga kelayakan Posko Mudik di daerah kami," ujar Daryanto. (Ferry Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi”

Serang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Banten menggelar bedah buku "Jihad NU Melawan Korupsi" dan training of trainer (TOT) kader penggerak antikorupsi di Gedung PWNU Banten, Kota Serang, 26-28 November 2016.

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi”

Lakpesdam PWNU Banten juga telah membentuk Forum Muda NU Banten yang akan mendorong para calon kepala daerah untuk menandatangani Pakta Integritas Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten. Pakta integritas diharapkan bisa menjadi kontrak politik bagi calon kepala daerah untuk melawan korupsi di Banten, berkomitmen dalam membenahi birokrasi pemerintahan yang bersih, transparan dan membela kepentkngan masyarakat.

“Kegiatan ini dihelat untuk menggalang semangat antikorupsi di kalangan generasi muda di Banten. Lakpesdam menggandeng KPK dan PPATK serta sejumlah lembaga yang konsen di isu antikorupsi, untuk melakukan diseminasi problem korupsi untuk kalangan pesantren dan aktivis Islam di Banten,” papar Abdul Malik Mughni, Sekretaris Lakpesdam PWNU Banten.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Buku Jihad NU Melawan Korupsi, kata Malik, akan menjadi bahasan utama dalam berbagai halaqah dan “Pesantren Anti-Korupsi” yang akan diluncurkan menjelang? Hari Anti Korupsi, 9 Desember mendatang. “Insyaallah diselenggarakan berkala di PWNU, PCNU, MWC hingga Ranting-ranting NU se-Banten. Halaqah antikorupsi, semoga bisa disinkronkan dengan kegiatan lailatul ijtima yang rutin diadakan oleh para pengurus NU di berbagai tingakatan,” ujarnya. .? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Buku Jihad NU Melawan Korupsi berisi pengenalan terhadap jenis korupsi, dan berbagai putusan? hasil bahtsul masail NU yang berkaitan dengan semangat perlawanan terhadap korupsi.? Selain aktivis dan akademisi NU, sejumlah pesantren di Banten,? juga akan menjadi mitra untuk kampanye anti korupsi ini.

(Klik di Sini untuk Mengunduh Buku “Jihad NU Melawan Korupsi”)

Dalam pembahasan bedah buku antara Lakpesdam NU dan Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama bersama komponen bangsa berkomitmen dalam hal pencegahan korupsi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kepolisian diduga menjadi tujuan operasi bom bunuh diri yang meneror Jakarta semalam, Rabu (24/5). Terbukti dengan pemilihan lokasi yang berada di tempat polisi berjaga di Halte Kampung Melayu dan menewaskan 2 korban dari pihak aparat.?

Terkait teror ini Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf, menilai bahwa serangan ini sengaja untuk merusak ketertiban sosial.

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

"Polisi adalah ujung tombak pemeliharaan tertib sosial. Karena tertib sosial dikerangkai dengan hukum dan polisi berdiri tepat di pagar-pagarnya. Kalau polisi rontok, itu adalah awal dari rontoknya hukum yang berarti juga rontoknya tertib sosial," tuturnya.

Lebih lanjut, menurut beliau, kalau gerakan radikal Islam berhasil sampai tahap ini, langkah berikutnya tinggal mengganti dengan kekuatan paksa fisik punya mereka. Inilah transformasi strategi mutakhir gerakan radikal. Ketimbang meneror masyarakat luas yang susah ditakut-takuti, mendingan fokus meneror polisi.?

"Kalau polisi bisa dibikin takut keluar ke jalanan, takut menjalankan tugas, kalau ruang-ruang publik disterilkan dari polisi, masyarakat tinggal kumpulan ternak yang bingung. Tertib sosial kehilangan pagar. Itulah saatnya serigala-serigala menghambur menerjang," tambahnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Beliau pun memberikan pertanyaan penting, sebenarnya, apa inti gagasan radikalisme Islam? Melawan tertib sosial yang ada saat ini. Mengapa? Karena mereka anggap dholim, tidak Islam, thoghut dan seterusnya. Mau mereka apa? Meruntuhkan tertib sosial yang ada ini untuk diganti dengan konstruk yang mereka teorikan berdasarkan imajinasi mereka tentang kejayaan politik Islam di masa lalu. (Dedik Priyanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 23 November 2017

Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU

Mulai 2010, pengaderan menjadi salah satu program prioritas NU mengingat adanya tantangan baru yang dihadapi terkait dengan situasi yang berubah. Hingga kini, proses pengaderan terus berjalan dengan massif. Pada era awal 2010 lalu itu, pengaderan bersifat nasional dengan peserta dari perwakilan tingkat provinsi. Para kader terlatih di tingkat provinsi ini kemudian menjadi instruktur yang bertugas melakukan pengaderan di tingkat bawahnya. 

Dengan demikian pengaderan bisa dilakukan secara berjenjang dan terstruktur secara rapi. Di Jawa Timur dan beberapa daerah di Jawa Tengah, pengaderan tersebut sudah mencapai level MWCNU atau badan otonom di level cabang. Program ini terus diperluas bagi pengurus atau warga yang belum sempat mengikutinya, mengingat terbatasnya kuota dalam satu kali pengaderan dan besarnya minat untuk mengikuti proses tersebut.

Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU

Disiplin dan kemandirian menjadi penekanan program ini. Selama proses pengaderan yang berlangsung sekitar tiga hari, seluruh peserta harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Jika tidak memenuhi unsur kehadiran, mereka dianggap gugur atau tidak lulus dalam pengaderan ini. Kemandirian berarti bahwa penyelenggaraan kegiatan ini sepenuhnya ditanggung oleh peserta sendiri. Karena itu, mereka harus membayar biaya tertentu agar bisa mengikuti kegiatan ini. Hal ini sekaligus untuk menguji, seberapa jauh mereka berani berkorban untuk kepentingan organisasi sebelum meminta orang lain untuk berkorban. Hal ini sekaligus menunjukkan, komitmen mereka bagi NU bukan sekedar wacana, tetapi juga terbukti dengan aksi nyata. 

Setelah kegiatan pengaderan selesai di kelas, dilanjutkan dengan program lanjutan yang disesuaikan dengan masing-masing daerah. Salah satu program yang paling massif dan cukup berhasil adalah penggalangan dana Koin NU untuk mendorong kemandirian operasional organisasi. Kesuksesan program penggalangan dana ini menjadikan banyak daerah ingin mengetahui cara-cara mengorganisir warga NU dengan lebih baik. 

Urgensi pengaderan dalam era kekinian adalah semakin beragamnya gerakan keagamaan di Indonesia. Zaman dahulu, identitas Islam di Indonesia dengan mudah dapat dipilah-pilah dengan tegas antara satu kelompok dengan kelompok lain. Kini, banyak sekali varian gerakannya. Mereka yang mengklaim sebagai gerakan aswaja juga berjibun. Bahkan ada kelompok-kelompok kecil merasa sebagai pemilik sah kebenaran tafsir agama. Warga NU perlu tahu apa membedakan antara NU dengan organisasi lainnya atau apa beda Aswaja an Nahdliyah dengan klaim aswaja lainnya. Dari sini mulai dikenalkan apa itu NU yang sebenarnya, ajaran keagamaannya, ciri khususnya, pandangannya terhadap nasionalisme, dan hal-hal lainnya. Semuanya dikupas secara tuntas. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Para peserta merasa mendapat pencerahan setelah mengikuti pengaderan ini. Dari obrolan dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, mereka mendapat pemahaman baru tentang NU dan merasa dikuatkan ideologi ke-NU-annya. Selama ini sebagian besar mereka mengenal NU karena menjalankan amaliyah NU. Kini mereka dikenalkan mengapa harus mengikuti NU bukan hanya secara amaliyah saja, tetapi juga harus meningkat dalam gerakan organisasi. 

Mereka yang ikut pengaderan ini bukan hanya remaja atau pemuda, tetapi juga warga NU dengan kategori senior, termasuk para syuriyah NU di beberapa daerah. Mereka rela meninggalkan kesibukannya selama bebeapa hari untuk mendapatkan penyegaran tentang ke-NU-an setelah selama ini disibukkan mengajar mengajar mengaji atau mencari nafkah. Ini secara jelas menunjukkan ghirah untuk ber-NU sangat besar.

Tentu saja, keberhasilan pengaderan yang terlihat dari antusiame warga NU di berbagai level untuk mengikuti karena metode kesesuaian materi yang dibutuhkan, metode pengajaran yang pas dan terutama dampak yang dihasilkan setelah pengaderan berupa aktivitas NU yang lebih hidup di daerah-daerah yang yang pengurusnya sudah dilakukan penyegaran. Promosi dengan cara getok tular menjadi saran yang efektif di lingkungan NU. 

Keberhasilan proses pengaderan di kantong-kantong NU harus dilanjutkan di daerah-daerah lain di mana komunitas NU masih perlu diperkuat dan dikembangkan. Daerah-daerah di luar Jawa yang amaliyah ibadahnya berciri khas NU tetapi belum mengidentifikasi diri secara kuat sebagai warga NU bisa menjadi prioritas. Tantangan yang ada kini adalah, menjalankan amaliyah saja tidak cukup jika tidak disertai dengan jamiyah yang kuat. Kata-kata bijak yang sudah dipahami secara luas, mereka yang bisa mengorganisir diri dengan kuat akan menjadi pemenang. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melalui pengaderan ini, penguatan jamiyah NU akan terus berlangsung, menyesuaikan diri dengan zaman baru dengan tantangan barunya. Karakter generasi millennial yang terlahir di zaman internet ini tentu sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Merekalah yang akan menjadi pemimpin NU pada era 20-30 mendatang. Kemampuan untuk meader dan menanamkan ideologi NU hari ini akan menentukan masa depan NU. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock