Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Syariah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sambutan positif diberikan Menpora Imam Nahrawi terhadap rencana kegiatan Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia yang diprakarsai oleh Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Banser Ansor Nahdlatul Ulama. Kegiatan yang akan diikuti 20 ribu peserta lebih dan dilaksanakan 16 hingga 17 Desember 2017 di Kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo. 

 

Hal itu di sampaikan Menpora saat menggelar jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12) sore didampingi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala. 

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

 

"Kegiatan beberapa organisasi pemuda ini sangat positif di tengah upaya menyatukan semua elemen bangsa sesuai dengan tagline Kemenpora, Ayo Pemuda Berani Bersatu, karena berani mewujudkan tagline #Berani Bersatu dan komitmen kita semua untuk menjaga bumu," ujar Menpora. 

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya berharap even itu menjadi rule model percontohan sebuah kebersamaan yang damai diantara segenap ormas pemuda di tanah air.  "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda tanah air yang berani bersatu menatap keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis karena ini adalah kekayaan bangsa Indonesia," harapnya.

 

Selain apel dan kemah pada acara yang mengangkat tema besar Pemuda Hebat Jaga Bumi ini juga ada beberapa kegiatan lain seperti olahraga, pelepasan pemuda tanggap bencana, menanam pohon dan lain sebagainya. "Semoga inisiasi silaturakhim ini sebagai upaya mendorong adanya ikatan hati dan membangun pemahaman bersama diantara pemuda-pemuda Islam tanah air berjalan baik sebagai jawaban atas ujaran kebencian, saling hujat yang ada dan menggembirakan perbedaan untuk menyatukan," ujar Dahnil.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Sementara itu Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala menyampaikan hal senada, GP Ansor selalu mendukung Kemenpora dalam rangka menyatukan seluruh pemuda Indonesia. "Dengan adanya Apel Banser dan Kemah KOKAM ini sangat menginspirasi dan menyampaikan pesan sejuk pada kedamaian bangsa Indonesia khususnya dan seluruh umat Islam sedunia pada umumnya," tambah Hasan Sagala. 

 

Ia akan menyampaikan pesan damai itu ke level paling bawah. "Kami tidak ingin hanya level pusat saja yang harmoni tetapi menjadi kesatuan di provinsi, kabupaten hingga ke tingkat ke paling rendah, kami harap acara seperti ini dapat terus digelorakan dan menjadi agenda di tingkatan paling bawah," tuturnya. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Website Kementerian Agama RI Jawa Timur sebagai portal resmi pemerintah setempat memiliki peran penting dalam memuat konten positif seperti gagasan perdamaian antarumat beragama, toleransi atas perbedaan di dalam agama, dan muatan positif lainnya. Namun disayangkan website Kemenag Jatim memuat panduan sembahyang yang menganulir amaliyah ratusan tahun nahdliyin.

Portal Kemenag Jatim secara eksplisit memojokkan amaliyah warga NU dalam rubrik ‘DATA’. Dalam rubrik ini, portal Kemenag Jatim memuat makalah berisi Dalil dan Gambar Gerakan Sholat Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah karya Ustadz Achmad Rofi’i Lc M Mpd.

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU

Pada sub rubrik ‘PANDUAN SHOLAT’, dikatakan secara jelas, “Dan tidak perlu melafadzkan ‘Usholli….’ melalui mulutnya, akan tetapi niat tersebut cukup digerakkan dan disengajakan oleh hatinya bahwa dia akan sholat.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) H Syaifullah Amin menyayangkan hal ini bisa terjadi di lingkungan Kemenag RI Jatim. Terlebih lagi Jawa Timur merupakan salah satu basis terbesar warga NU. Ini cenderung melukai rasa beragama warga NU.

“Mestinya Kemenag RI harus adil dan menghargai pendapat orang lain. Bahkan adil juga dalam menyiarkan pendapat lain melalui fasilitas kementerian,” kata H Amin, Kamis (11/6) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terutama karena pendapat mayoritas adalah yang memperbolehkan membaca ‘usholli’ sebelum takbiratul ihram. Pendapat mayoritas ini perlu ditenggang.

H Amin menegaskan bahwa kejadian ini harus dijadikan pelajaran oleh pihak Kementerian Agama RI di manapun agar tidak terulang. Atas kasus ini, pihak Kemenag RI perlu lebih berhati-hati memuat konten-kontennya agar lebih bersikap adil sebagai portal pemerintah dan tidak membuat keresahan di masyarakat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Lomba, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

?Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam menghadapi perkembangan dunia yang begitu cepat, seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dituntut lebih progresif dan militan dalam banyak hal termasuk teknologi informasi. Jika tidak demikian, kemajuan teknologi itu sendiri yang akan menggilas kader IPNU.

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ?Muhaimin Iskandar mengatakan hal itu saat mengisi seminar Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat IPNU di Hotel Paragon, Jumat (9/12). "Ini fenomena teknologi informasi, yang mampu menggerakkan massa dalam demo 411 dan 212 kemarin," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Cak Imin menambahkan, perubahan yang sangat cepat ini tidak boleh membuat IPNU melemah, justru harus lebih kuat dan tangguh menghadapi segela tantangan ke depan. Inilah pekerjaan rumah pengurus IPNU dalam mengembangkan organisasi.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selamat berjuang kepada pengurus IPNU seluruh Indonesia, dalam menghadapi segala tantangan yang menghadang," tambahnya. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Imin menegaskan, IPNU bukanlah organisasi main-main, karena para pelajar dan santri yang tergabung dalam organisasi ini adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Sedini mungkin para pelajar harus memupuk diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, yang kelak akan bermanfaat di kemudian hari.

Lanjut Cak Imin, kondisi bangsa ke depan tergantung di tangan para pelajar, sehingga? diharapkan dapat menjadi generasi yang dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju dan beradab.? Seluruh kader IPNU harus menggunakan teknologi informasi, dengan melihat dari aksi 411 dan 211 kemarin.

"Di tangan pelajar harus tergantung kondisi bangsa ke depan, sehingga bangsa ini lebih maju dan beradab," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Mahbib)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Pertandingan, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Semarang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Diponegoro kembali membuat terobosan baru dalam kepengurusan tahun ini dengan mengadakan pelatihan desain grafis menggunakan perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Bertempat di Joglo Pondok Pesantren Insanul Iman, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut diikuti oleh anggota KMNU Undip, baik anggota baru maupun anggota lama, akhir pekan (2/5).

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Tidak hanya menerima teori, dalam pelatihan yang diprakarsai oleh Divisi Informasi dan Komunikasi (Inforkom) KMNU Undip ini para peserta juga diajak untuk praktik langsung dengan laptop masing-masing yang sebelumnya sudah diinstal perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

M Akhsanil Auladi, Ketua Divisi (kadiv) Inforkom KMNU Undip memaparkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan ketertarikan dan mengembangkan minat bakat anggota KMNU Undip dalam bidang desain. Selain itu, minimnya SDM (sumber daya manusia) KMNU Undip yang memiliki bakat di bidang desain juga melatarbelakangi pengadaan kegiatan ini. Selama ini, hanya orang-orang tertentu yang diandalkan dalam pembuatan poster, pamflet, dan hal-hal yang berhubungan dengan desain lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Auladi, penyampaian materi pada pelatihan ini diberikan secara bertahap sehingga lebih memudahkan para peserta untuk mengikuti. Diharapkan, setelah pelatihan ini, semakin banyak anggota yang mumpuni di bidang desain.

“Harapannya, pemerataan SDM yang mempunyai bakat desain di semua divisi, sehingga ketika memerlukan hal-hal yang berkaitan dengan desain tidak perlu lagi bergantung ke orang-orang tertentu, dan masing-masing perwakilan per divisi yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan pengetahuannya ke teman-teman lain yang belum mengikuti,” lanjut pria yang akrab disapa Adi ini.

Acara dibuka secara resmi oleh M Rizqi Arif Fiantono, Wakil Ketua KMNU Undip, mewakili Bagas Ardiyanto, Ketua KMNU Undip yang berhalangan hadir.

Dalam acara ini didatangkan dua pemateri yang berkompeten di bidang Corel Draw dan Photoshop. Pemateri pertama adalah Setyo Eka Rofi, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Undip. Pria asal Wonosobo ini telah bergelut dalam dunia desain sejak bangku SMA. Pemateri  kedua adalah Hery Afiq Maulana, mahasiswa D3 Ilmu Komunikasi Undip yang juga anggota KMNU Undip. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis mengaku sudah beberapa kali menjadi juru penengah ketegangan antara para dai televisi dan masyarakat yang tidak terima dengan apa yang disampaikan dai tersebut.

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

?

“Saya banyak menyelesaikan masalah itu seperti ketika Ustadz Maulana menyampaikan tentang sopir, pilot itu tidak perlu muslim, Syekh Ali Jaber yang menyinggung masalah qurban, Solmed berkenaan dengan tarif, dan lainnya,” kata Kiai Cholil kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Jakarta, Jumat (16/6).

Agar tidak terjadi lagi ketegangan di masyarakat, ia mengimbau kepada para dai atau penceramah televisi untuk menyampaikan materi-materi yang bersifat khilafiyah tersebut dengan cara seimbang. Mereka juga seharusnya tidak menggunakan pernyataan-pernyataan yang ambigu yang bisa menimbulkan salah paham di ranah publik.

“Jadi dia harus menerangkan dalil A dan B nya. Misalnya tentang qunut saat Salat Subuh, ia harus menjelaskan dalil yang memakai qunut seperti ini dan yang tidak qunut seperti itu. Silahkan dipilih tetapi tidak boleh mencaci yang lain,” urainya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku menghargai siapa saja yang menyampaikan pemikirannya saat berdakwah di televisi. Baginya, seorang dai bertugas untuk memberikan pencerahan, bukan malah menjadi penyebab antara satu dengan yang lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita persilahkan ia menyampaikan pemikirannya, tetapi jangan sampai menimbulkan perdebatan karena nanti kita tidak produktif,” ujar alumni Universitas Malaya Malaysia itu.

Wakil Ketua Lembaga Bahsul Masa’il PBNU periode 2005-2015 itu menambahkan, jika mereka sudah terlanjur melakukan hal itu maka mereka bisa diskor dan tidak dipanggil selama beberapa bulan ke depan sebagai hukumannya.

“Kalau di Damai Indonesiaku, kita diminta untuk menjadi pengawas. Kalau ada protes tentang dai-dai yang menyampaikan khilafiyah dan menyalahkan yang lain, maka mereka akan di-cooling down dan tidak diundang dalam beberapa bulan ke depan,” tutup Ketua Forum Antar Umat Beragam Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan itu. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Pemerintah Daerah Banten, sebagai daerah provinsi yang masih muda, untuk menjaga aset Banten dari investor asing. Banten merupakan satu dari daerah industri potensial di Indonesia.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum PBNU dalam sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten di jalan raya Jakarta, Kemang, Kota Serang, Rabu (30/1) Sore.

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Di hadapan sedikitnya 4000 warga NU Banten, Kang Said menyatakan, penjagaan aset bukan berarti menutup diri dari para pemodal asing. Dia menegaskan, penerimaan para investor harus ditimbang dengan matang. Jajaran PWNU dan banom NU Banten terlihat duduk di barisan depan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jangan sampai para investor asing itu mengeruk kekayaan Banten habis-habisan karena ketidakcermatan,” tegas Kang Said di hadapan hadirin, termasuk Hj. Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten.

Nahdlatul Ulama mengajarkan keterbukaan dengan siapa saja. Tetapi, keterbukaan tidak bersifat mutlak. Keterbukaan termasuk bagi pemodal asing, harus dibatasi oleh kemaslahatan khususnya bagi masyarakat Banten, tambah Kang Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Kang Said, Daerah Banten memiliki kekayaan alam dan sumber perekonomian yang luar biasa. Sejumlah aset disebutkan seperti Lapangan Udara Internasional Sukarno-Hatta, Pelabuhan Merak, industri baja di Cilegon, dan ratusan pabrik pada sejumlah titik kawasan industri Banten.

Kalau kontrak perjanjian dengan investor asing lebih menguntungkan mereka, maka kesalahan tersebut akan mencelakai warga Banten. Padahal, mayoritas warganya adalah nahdliyin. Dan, Nahdliyin Banten akan bernasib seperti warga Papua di wilayah Freeport atau warga Kalimantan di sekitar korporasi Newmont, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock