Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa

Ini adalah halaman sampul dan halaman terakhir dari kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” karangan seorang ulama Nusantara asal Rawa (Rao, Minangkabau) yang hidup dan berkarir di Makkah pada akhir abad ke-18 M dan awal abad ke-19 M, yaitu Syekh Muhammad Shâlih Râwah (dikenal dengan Syekh Saleh Rawa atau Syekh Saleh Rao, w. 1272 H/ 1856 M).

Kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” berisi ringkasan kajian akan tiga ilmu paling prinsip dan pokok dalam ajaran agama Islam, yaitu ilmu tauhid (teologi), ilmu fikih (yurisprudensi), dan ilmu tasawuf (esoterisme Islam). Kitab ini ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Arab (Jawi).

Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Teologi-Yurisprudensi-Tasawuf Karya Syekh Saleh Rawa

Pada halaman depan kitab ini, nama pengarang tidak dicantumkan. Di sana hanya tertulis judul kitab dan sub-judulnya saja, sekaligus keterangan jika nama pengarang tidak mau disebutkan karena “tidak ingin riya dan menjaga diri”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keterangan jika kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” adalah karya Syikh Saleh Rawa didapati pada halaman terakhir kitab ini, tepatnya pada kolom editor (pentashih) pada versi cetakan Maktabah Musthafâ al-Bâbî al-Halabî, Kairo, pada tahun 1374 Hijri/ 1955 Masehi (setebal 38 halaman). Tertulis di sana;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

(Telah selesai seraya memuji Allah Ta’ala, proses pencetakan kitab “Bidâyatul Mubtadî wa ‘Umdatul Awlâdi” karangan al-‘Allâmah al-Fâdhil Syekh Shâlih al-Jâwî, dalam menerangkan masalah-masalah tauhid dan hal-hal yang diharuskan bagi manusia mengetahuinya daripada perkara syari’at yang dapat memperbaiki hati dan menghilangkan kerusakan. Karya ini ditulis dalam bahasa Jawi [Melayu] dalam rangka menyebarkan ajaran agama Islam di seluruh wilayah negeri Jawi itu).

Dalam kata pengantarnya, Syekh Saleh Rawa mengatakan jika kitab ini merupakan sebuah risalah kecil yang ringkas, yang menghimpun kajian atas perkara-perkara yang harus diketahui oleh setiap Muslim yang mukallaf, dari ilmu tauhid dan fikih. Beliau menulis;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

(Ammâ ba’du. Maka ini adalah sebuah catatan yang lembut, yang menerangkan hal-hal yang harus diketahui oleh setiap Muslim yang mukallaf, daripada masalah-masalah akidah keimanan dan masalah-masalah hukum ibadah. Aku namakan karya ini dengan “Bidâyatul Mubtadî wa ’Umdatul Awlâdi”).

Dalam kolofon, dikatakan bahwa kitab ini diselesaikan oleh pengarangnya pada waktu pagi hari Ahmad, di awal bulan Jumadil Akhir tahun 1254 Hijri (bersamaan dengan bulan Agustus 1938 Masehi). Tertulis di sana;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Dan telah selesai penulisan karya ini pada hari Ahad yang diberkati, di waktu pagi, pada awal bulan Jumadil Akhir tahun 1254 Hijri).

Pengarang kitab ini, yaitu Syekh Saleh Rawa, tidak banyak diketahui oleh para pengkaji sejarah keislaman di Nusantara dan literaturnya. Padahal, beliau adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah dan jaringan intelektual ulama Nusantara—Timur Tengah di awal abad ke-19 M, meneruskan tongkat estafet generasi sebelumnya, yaitu generasi Syekh Abdul Shamad Palembang, Syekh Arsyad Banjar, Syekh Dauwd Pattani, dan Syekh Abdul Rahman Betawi.

Syekh Saleh Rawa satu generasi dengan Syekh Muhammad Azhari ibn Abdullah Palembang, Syekh Muhammad Ali ibn Abdul Rasyid Sumbawa, Syekh Isma’il al-Khalidi Minang, Syekh Abdul Ghani Bima, Syekh Ahmad Khatib Sambas, Syekh Idris Buton, Syekh Abdul Manan Dipamanggala (Tremas), Syekh Hasan Besari (Ponorogo), Syekh Abdul Hamid (Pangeran Diponegoro), dan lain-lain.

Biografi Syekh Saleh Rawa terlacak dalam beberapa kitab hagiografi (“tarâjim” dan “thabaqât”) ulama Makkah yang hidup di abad ke-13 Hijri (19 Masehi), seperti kitab “al-Mukhtashar min Nasyr al-Nûr wa al-Zuhr” karya Syekh Abdullâh Mirdâd (hal. 214), “A’lâmul Makkiyyîn” karya al-Mu’allimî (j. I/ hal. 450), “Fadh al-Malik al-Wahhâb al-Muta’âlî” karya ‘Abd al-Sattâr al-Dihlawî (hal. 706), dan “al-Mukhtashar al-Hâwî fî Tarâjim ‘Ulamâ Bilâd Jâwî” karya alfaqir (hal. 47).

Nama lengkap Syekh Saleh Rawa adalah Muhammad Shâlih Râwah ibn Muhammad Murîd al-Khalwatî al-Sammânî al-Râwî al-Jâwî. Beliau dilahirkan di Kampung Roa (Rawa, Sumatera Barat/ Minangkabau), namun tidak terlacak tarikh kelahirannya.

Beliau lalu pergi ke Makkah dan mermujawarah di sana. Di Kota Suci itu, beliau belajar kepada Syekh Daud Pattani, Syekh Abdul Shamad Palembang, dan Syekh Arsyad Banjar. Beliau juga belajar kepada Syekh Ahmad al-Marzûqî al-Dharir al-Makkî dan Syekh ‘Utsmân al-Dimyâthî al-Makkî. Setelah menempa masa pembelajaran yang cukup lama, beliau kemudian mendapatkan ijazah (lisensi) untuk mengajar di Masjidil Haram.

Syekh Saleh Rawa menulis beberapa karya, di antaranya; (1) “Bidâyatul Mubtadî” yang kita bicarakan ini, dan (2) “Fattul Mubîn” yang diselesaikan pada Zulhijjah tahun 1272 Hijri (Agustus 1856 Masehi). Beliau wafat di Makkah pada tahun 1272 H (1856 M) dan dikuburkan di Pemakaman Ma’la, Makkah. (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal RMI NU, Ulama, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan 13 Ma’had Aly (Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis pesantren). Peresmian yang dilakukan bersamaan dengan Wisuda ke-3 Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asyari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (30/5) ini ditandai dengan pemberian izin pendirian sekaligus nomor statistiknya.

"Hari ini, kita secara resmi menerbitkan SK untuk 13 Mahad Aly yang secara resmi diakui oleh negara," tegas Menag saat memberikan orasi ilmiah Wisuda Mahasantri ke 3 Mahad Aly Hasyim Asyari Tebuireng.

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

"Ini tentu sejarah tersendiri, setelah sekian lama keinginan ini berlangsung. Sebenarnya saya hanya di ujungnya saja. Yang jauh lebih berjasa tentu Menteri Agama terdahulu yang telah memperjuangkan ini sejak lama," tambahnya. Ibarat main bola, Menag mengilustrasikan dirinya hanya mengegolkan bola di depan gawang lawan setelah banyak yang menggiringnya sejak dari belakang (keeper).

Pemberian pengakuan terhadap Mahad Alu ini diawali dengan ditandatanganinya Peraturan Menteri Agama Nomor 71/2015 tentang Mahad Aly oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Menag, Mahad Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

“Mahad Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tegas Menag.

Untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, Menag memastikan setiap Mahad Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu Program Studi. Lebih dari itu, ? program studi dimaksud juga akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus.

“Kementerian Agama memiliki komitmen kuat membangun pusat-pusat unggulan ini. ? Dengan posisi ini, maka Mahad Aly akan tetap ditempatkan sebagai lembaga khusus (khushushul-khushush) yang ada pada pesantren, sebagai lembaga kaderisasi ulama yang mumpuni dan berintegritas,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun ke-13 Ma’had Aly yang telah mengantongi izin pendirian dan nomor statistik tersebut, yaitu:

1) ? Ma’had Aly Saidusshiddiqiyyah, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah Kebon Jeruk (DKI Jakarta)dengan program takhasus (spesialisasi) “Sejarah dan Peradaban Islam” (Tarikh Islami wa Tsaqafatuhu);

2) Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi, Pondok Pesantren Al Asad Kota Jambi (Jambi), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

3) Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Agam (Sumatera Barat), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

4) Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Pondok PesantrenMahadul Ulum Ad Diniyyah Al Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya, Bireun (Aceh), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

5) Ma’had Aly Asadiyah, Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Sulsel), dengan program takhasus “Tafsir dan Ilmu Tafsir” (Tafsir wa Ulumuhu);

6) Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai (Kalsel), dengan program takhasus “Aqidah dan Filsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu);

7) Ma’had Aly salafiyah Syafi’iyah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

8) Ma’had Aly Hasyim Al-Asyary, Pondok PesantrenTebuireng Jombang (Jatim), dengan program takhasus “Hadits dan Ilmu Hadits” (Hadits wa Ulumuhu);

9) Ma’had Aly At-Tarmasi, Pondok Pesantren Tremas (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

10) Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh, Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Jateng), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

11) Ma’had Aly PP Iqna ath-Thalibin, Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang (Jateng),dengan program takhasus “Tasawwuf dan Tarekat” (Tashawwuf wa Thariqatuhu);

12) Ma’had Aly Al Hikamussalafiyah, Pondok Pesantren Madrasah Hikamussalafiyah (MHS)Cirebon (Jabar), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu); dan

13) Ma’had Aly Miftahul Huda, Pondok PesantrenManonjaya Ciamis (Jabar), dengan program takhasus “Aqidah dan FIlsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu).

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Kajian Sunnah, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar kajian seputar  “Moderasi Islam di Indonesia” di café Chellah, Rabat Ville. Acara yang dikemas dalam bincang santai Kopi Darat, Ahad (19/10), ini menghadirkan Ketua Yayasan Muta’allimat Lombok, NTB, Tuan Guru H Hazmi Hamzar dan dosen Studi Islam di UNJ, Andy Hardiyanto.

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia

Menurut Hazmi, konsep Al-Qur’an terhadap manusia sudah jelas, yakni membentuk generasi khaira ummah (umat terbaik). Ajaran Al-Qur’an yang dibawa Rasulullah adalah ajaran yang bersifat universal, yaitu kompatibel dengan berbagai kondisi geografis, sosiologis dan kultur di mana masyarakat tinggal. Nabi Muhammad, sebagai pembawa wahyu adalah tolok ukur seorang pendakwah dalam mengenalkan ajaran-ajaran Islam ke semua sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Melihat keislaman di Indonesia, katanya, yang coraknya beragam, konsep moderatisme menjadi sangat urgen dalam rangka menjadi peredam terlebih di antara konflik berkepanjangan kaum fundamentalis dan kaum liberalis yang seringkali membingungkan masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara Andy mengklasisfikasikan, dalam menyikapi problematika tentang moderasi ini, ia menawarkan solusi di antaranya pendekatan dialogis secara dini dalam pengajaran pendidikan Islam, terlebih di pesantren yaitu dengan mengajarkan berbagai perspektif ajaran Islam yang kaya warna sejak kecil hingga perguruan tinggi agar tidak terjadi pemahaman satu arah dalam berislam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pria yang pernah mengajar bahasa Indonesia kepada para mahasiswa Maroko ini mengatakan, agar teks benar-benar mampu fleksibel terhadap dinamika problematika kontemporer, perlu ditawarkan metode hermeneutika dengan formulasi segitiga dengan memosisikan teks sebagai puncak segitiga itu, kemudian Nabi dan umat pada sisi-sisinya.

“Hermeneutika ini dimaksudkan agar interpretasi teks dalam menawarkan solusi problematika umat tetap relevan dengan kondisi sosial masyarakat tanpa meninggalkan teks itu sendiri juga Nabi sebagai pembawa wahyu,” ujarnya.

Melihat permasalahan itu, menurut analisa H Nasrulloh Afandi, kandidat Doktor Maqasid Syariah di Universitas Al-Qurawiyin, Maroko, kedatangan Wali Songo di Indonesia sebenarnya membawa prinsip-prinsip maqashid syariah. Di antaranya untuk liriayati masholihul ibad (menjaga kemasalahatan umat). Dalam dakwahnya Wali Songo tidak memberangus kebudaya lokal. Ia menaungi semua suku, adat, ras, budaya dan tradisi.

Kemudian, lanjut Nasrul, pada perkembangannya prinsip itu dijalankan oleh Gus Dur. Presiden ke-4 RI ini menerapkan prinsip-prinsip itu di tengah masyarakat yang majemuk. Di era moderat ini kita harus bisa menerapkan prinsip-prinsip itu. Selanjutnya, dalam berdakwah juga harus betul-betul memperhatikan situasi, kondisi dan corak  masyarakat setempat, sehingga apa yang disampaikan bisa diterima seperti halnya Wali Songo.

Turut hadir pula, dosen pengajar bahasa Indonesia di Universutas Mohammed V Rabat, Dr. Sri Marmuah, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko Kusandi El Ghezwa, Wakil Rais Syuriah PCINU Ali Syahbana, serta Wakil Ketua PPI Maroko, H. Abdul Hamid. (Fairuz Ainun Naim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Website Kementerian Agama RI Jawa Timur sebagai portal resmi pemerintah setempat memiliki peran penting dalam memuat konten positif seperti gagasan perdamaian antarumat beragama, toleransi atas perbedaan di dalam agama, dan muatan positif lainnya. Namun disayangkan website Kemenag Jatim memuat panduan sembahyang yang menganulir amaliyah ratusan tahun nahdliyin.

Portal Kemenag Jatim secara eksplisit memojokkan amaliyah warga NU dalam rubrik ‘DATA’. Dalam rubrik ini, portal Kemenag Jatim memuat makalah berisi Dalil dan Gambar Gerakan Sholat Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah karya Ustadz Achmad Rofi’i Lc M Mpd.

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU

Pada sub rubrik ‘PANDUAN SHOLAT’, dikatakan secara jelas, “Dan tidak perlu melafadzkan ‘Usholli….’ melalui mulutnya, akan tetapi niat tersebut cukup digerakkan dan disengajakan oleh hatinya bahwa dia akan sholat.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) H Syaifullah Amin menyayangkan hal ini bisa terjadi di lingkungan Kemenag RI Jatim. Terlebih lagi Jawa Timur merupakan salah satu basis terbesar warga NU. Ini cenderung melukai rasa beragama warga NU.

“Mestinya Kemenag RI harus adil dan menghargai pendapat orang lain. Bahkan adil juga dalam menyiarkan pendapat lain melalui fasilitas kementerian,” kata H Amin, Kamis (11/6) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terutama karena pendapat mayoritas adalah yang memperbolehkan membaca ‘usholli’ sebelum takbiratul ihram. Pendapat mayoritas ini perlu ditenggang.

H Amin menegaskan bahwa kejadian ini harus dijadikan pelajaran oleh pihak Kementerian Agama RI di manapun agar tidak terulang. Atas kasus ini, pihak Kemenag RI perlu lebih berhati-hati memuat konten-kontennya agar lebih bersikap adil sebagai portal pemerintah dan tidak membuat keresahan di masyarakat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Lomba, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember

Jember, NU? Online

Merebaknya aliran-aliran keagamaan yang menyimpang dari kultur arus besar masyarakat Indonesia, membuat sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, merasa khawatir terhadap masa? depan NU sekaligus Indonesia.

Karenanya, akhir pekan lalu mereka mengunjungi Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember untuk melihat secara langsung geliat “penyemaian” kader Aswaja di pesantren yang terletak sekitar 6 kilometer ke arah utara kota Jember itu. Tidak sekadar kunjungan, mereka secara khusus mengaji Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) ke pengasuh utama Nuris, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Situbondo Ngaji Aswaja ke Pesantren Nuris Jember

“Niat kami di sini memang ingin mengaji dan mendalami Aswaja. Sebab, Kiai Muhyiddin merupakan mahaguru panutan Aswaja di Nusantara ini,” ujar Shaleh, salah seorang PAC GP Ansor Banyuputih kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Rabu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Shaleh, dewasa ini aliran Islam garis keras dan kelompok takfiri begitu deras mengguyur Indonesia. Mereka menyerang? amaliah NU tidak hanya lewat udara (media sosial)? tapi juga merongrong NU lewat darat. Secara kasat mata, mereka sudah berani menampakkan diri dan secara sporadis membuat kegiatan untuk memperkenalkan ajarannya di tengah-tengah masyarakat.

Jika gerakan mereka dibiarkan, katanya, bukan tidak mungkin masyarakat benar-benar akan terpengaruh propaganda yang mereka tebarkan. “Ini saya pikir bahaya. Karena mereka militan, agersif. Kalau mereka sudah kuat, tak segan-segan menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendaknya. Nah, sebelum ini menjadi masif, kami selaku pegiat Aswaja ingin mempertebal ilmu tersebut langsung kepada Kiai Muhyiddin,” tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia bertekad untuk terus mendakwahkan Islam Nusantara yang merupakan inti dari ajaran Aswaja ala NU. Yaitu Islam yang moderat, penuh toleransi dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. “Apa yang beliau amanahkan akan kami takdzimi, akan kami teruskan perjuangan beliau, terutama dalam menghahdapi aliran-aliran Islam garis keras,” jelasnya.

Selama dua hari, para kader NU tersebut? mengikuti pengajian “Hujjah Aswaja” yang disampaikan langsung oleh Kiai Muhyiddin. Kepada mereka, ia berpesan agar dapat mengayomi umat. “Antum semua ustadz, yang hadir di sini, masyarakat antum di sana itu, adalah umat antum, kawal, ayomi, itu mereka semua umat antum,” tegasnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sabtu (29/06), kawasan Pendopo LKiS Sorowajan sudah mulai ramai sejak ba’da Maghrib oleh para peserta diskusi bertajuk “Memikirkan Islam dalam Kesatuan Tanpa Keseragaman" yang dimoderatori oleh Gus Irwan Masduqi (Mlangi) dan pembicara Habib Ismail Fajrie Alatas (kandidat doktor di Universitas Michigan) yang akrab disapa dengan nama Habib Aji. Acara ini terselenggara atas kerjasama Jaringan Gusdurian, IPNU-IPPNU DIY, serta Mahasiswa Ahli Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Matan).

Dalam kesempatan ini Habib Aji menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan lokalitas budaya umat dan pluralitas sosial keagamaan, khususnya dalam cakupan Islam. Para ulama, menurut dia, tidaklah cukup hanya menguasai dan memahami tradisi tekstual keagamaan saja, melainkan juga harus memahami kondisi kontekstual masyarakat dengan segala adat budayanya. Sehingga mampu mengakomodasi khazanah keilmuan Islam, fiqh misalnya, perlu disosialisasikan di tengah masyarakat dengan bahasa yang mudah dicerna dan meresap.

Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial

Dengan demikian, para ulama yang terjun di masyarakat tidak hanya mumpuni dalam masalah-masalah keagamaan, tetapi juga bisa menegosiasikan tradisi teks historis dari generasi salafussalih dengan lokalitas yang dihadapi secara riil. Hal ini meniscayakan adanya perbedaan-perbedaan hukum yang khas di setiap daerah yang berbeda secara geografis maupun waktu. Keislaman di suatu daerah di Afrika bisa saja berbeda dengan keislaman masyarakat di pelosok Aceh, atau di sudut Jawa Timur, misalnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun keberagaman itu tetap dapat disatukan, salah satunya dengan tetap dilestarikannya rantaian sanad keilmuan dari murid ke guru, guru ke gurunya, terus bersambung hingga Rasulullah saw. Sanad keilmuan ini bisa menyatukan keberagaman itu karena bersifat trans geografis dan trans historis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menanggapi pertanyaan salah seorang peserta tentang clash yang terjadi sesama umat Islam karena alasan perbedaan, Habib Aji berpendapat tidak perlu ada penyatuan aliran-aliran yang berbeda. Namun di sisi lain, konsepsi terhadap makna persatuan harus ditata. Di sinilah pentingnya dialog intensif antara negara sebagai ranah kekuasaan mentah dan ulama yang bersifat konsultatif.

Dalam tanggapannya, Alissa Wahid (Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian) menyampaikan apresiasi terhadap aktualitas tema yang diangkat dalam diskusi malam itu. Mbak Lisa, begitu ia disapa, juga mempertanyakan bagaimana implementasi yang efektif atas hasil-hasil diskusi di forum-forum semacam ini di tengah masyarakat. Habib Aji menawarkan gagasan pentingnya implementasi ide secara praktis di dalam individu maupun komunitas sendiri, khususnya NU. Ia mengatakan bahwa problem yang dihadapi mayoritas kaum muda NU adalah keengganan untuk bergerak, namun baru bersikap reaktif ketika ada pihak luar yang merongrong akidah maupun amaliah. Inilah titik di mana kaum muda NU harus melakukan introspeksi.

Menurut pandangannya, tidak sedikit anak-anak muda NU yang mengidap penyakit gengsi ketika sudah membahas perkara-perkara pelik keagamaan atau mulai bersentuhan dengan pemikiran-pemikiran modern. Mereka mulai malas untuk terjun di tengah masyarakat dalam rangka memahamkan hal-hal dasar yang sederhana, merasa bukan kelasnya.

Dalam hal ini, Habib Aji mencontohkan sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Menurut Habib Aji, Gus Dur adalah sosok yang tidak hanya mampu berdialog kritis dengan para filsuf kelas dunia, tetapi juga bisa menjalani peran sebagai kiai kampung dengan apik dan berbicara dengan masyarakat yang buta huruf sekalipun. Acara ini diakhiri menjelang pukul 23.00.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zia Ul Haq

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, News, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Akan Bangun Bank Otak, Fakultas Kedokteran UI Konsultasi ke NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis (16/6), sore menerima kunjungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Rombongan FKUI datang dalam rangka mendiskusikan dan mengonsultasikan rencana mereka mendirikan Bank Otak Indonesia (Indonesia Brain Bank/IBB).

Akan Bangun Bank Otak, Fakultas Kedokteran UI Konsultasi ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Akan Bangun Bank Otak, Fakultas Kedokteran UI Konsultasi ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Akan Bangun Bank Otak, Fakultas Kedokteran UI Konsultasi ke NU

Rombongan disambut di kantor Lembaga Kesehatan PBNU, Lantai 7, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Turut hadir sejumlah pengurus LK PBNU dan salah satu anggota Lembaga Bahtsul Masail PBNU. NU menjadi ormas Islam pertama yang dikunjungi mereka sejak rencana pendirian lembaga tersebut.

IBB bergerak dibidang pengumpulan otak dari orang-orang yang secara resmi bersedia mendonorkan otak mereka. IBB didirikan dengan maksud sebagai sarana untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya neurosains yang akan bermanfaat untuk penemuan obat, pendidikan dan lain-lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Budi Wikeko, Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FKUI menjelaskan, di luar negeri seperti Australia bank otak sudah berkembang selama sekitar 20 tahun. Di Indonesia lembaga sejenis belum ada karena masih menyimpan sejumlah persoalan, di antaranya dari segi agama dan budaya.

Padahal, tambahnya, beberapa penyakit yang belum diketahui penyebabnya tak ada diagnosis yang pasti kecuali setelah dilakukan otopsi atau pembedahan langsung terhadap jaringan. “Artinya, bank otak memiliki manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Martina W Nasrun, perwakilan dari FKUI lainnya, mengatakan bahwa tren pertumbuhan demensia yang merupakan penyakit akibat kelainan pada otak terus meningkat di Indonesia. Dari sekitar 1 juta penderita pada 2010 hingga diprediksi bertambah menjadi 2 juta pada 2030.

Sarmidi Husna, pengurus Lembaga Bahtusul Masail PBNU menjelaskan, NU pernah membahas Silent Mentor Program atau program bedah jenazah untuk keperluan pendidikan di dunia kedokteran dan keputusannya boleh. “Namun Silent Mentor kan berbeda dengan bank otak ini, karena Silent Mentor tidak mengambil organ apa dari jenazah,” ujarnya.

Dalam Islam, tuturnya, manusia tak hanya dihormati saat hidup tapi juga ketika sudah menjadi jenazah. Karenanya, soal lembaga bank otak yang akan mengambil organ tubuh manusia selambat-lambatnya enam jam setelah meninggal perlu mendapat kajian lebih dalam dari para kiai.

LBMNU dan FKUI berencana akan menggelar diskusi terbatas bersama para kiai-kiai NU untuk menjernihkan persoalan ini. November nanti, FKUI juga berencana menggelar lokakarya yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat, baik ormas Islam, kelompok budaya, dan lainnya.

Martina menambahkan, nama IBB atau Bank otak Indonesia masih tentatif. Pihaknya akan memikirkan istilah yang paling tepat untuk masyarakat Indonesia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok

Lombok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal . Aroma perhelatan acara Pra-Muktamar NU tercium sangat kuat ketika Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal menjejakkan kaki di Pulau Lombok, Rabu (8/4) siang waktu setempat. Tak sampai satu kilometer meninggalkan Bandar Udara Internasional Lombok, bendera NU terus berkibar, diterpa angin sepoi-sepoi.

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok

Bendera dan umbul-umbul yang berjajar rapat tersebut seolah menyambut kedatangan warga Nahdliyin yang ingin memeriahkan perhelatan pra-muktamar. Selain itu, kain hijau bergambar bola dunia dengan di kelilingi bintang sembilan dan logo muktamar itu seakan hendak mewartakan besarnya warga Nahdliyin di pulau sebelah timur Bali tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari pantauan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, bendera warna hijau tua khas NU, umbul-umbul acara pra-muktamar, dan logo muktamar yang telah dinyatakan menang sayembara terpasang rapi di sepanjang jalan arteri mulai bandara dari hingga lokasi pesantren.

“Padahal, jarak dari sini ke pesantren kurang lebih enam hingga tujuh kilometer. Kalau jarak antara bendera dan umbul-umbul hanya dua meter, rasanya cukup lelah juga kita menghitungnya,” ujar Abdul Hamid sesaat setelah meninggalkan bandara menuju arena pra-muktamar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hamid, kader PMII jebolan UIN Jakarta ini, tampak antusias menceritakan semangat warga Nahdliyin di “bumi para tuan guru” menyambut perhelatan akbar di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, spanduk berukuran besar di perempatan dan pertigaan sepanjang jalan tersebut juga terpasang dengan gagahnya.

Suasana kian semarak ketika memasuki gang Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, tempat perhelatan pra-muktamar. Pengunjung dipastikan terpesona melihat warna-warni hijau tua yang mendominasi mulai depan papan nama pesantren hingga halaman yang berukuran cukup luas.

“Besok pagi, halaman pesantren ini akan penuh dengan warga Nahdliyin. Kurang lebih, 2500-an. Kami mengundang seluruh PCNU se-Provinsi NTB. Para wali santri yang jumlahnya tak kurang 1500 orang,” ujar TGH Taqiuddin Manshur di kediamannya, Rabu sore.

Ditanya soal asal muasal pesantren asuhannya terpilih sebagai tempat pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab singkat. “Sederhana saja sebenarnya. Mungkin karena saya Ketua Tanfidziyah PWNU NTB yang punya pesantren. Itu barangkali ya,” ujarnya gembira.

Hal tak kalah penting, lanjut Tuan Guru, pesantrennya kini sangat strategis menyusul diresmikannya Bandara Internasional Lombok. Bandara tersebut dibuka pertama kali pada 1 Oktober 2011 untuk menggantikan fungsi Bandara Selaparang Mataram. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Aswaja, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah KH Abdul Aziz Masthurro menyampaikan maudlah hasanah pada Reuni Akbar, Halal bi Halal, Pelantikan dan Rapat Kerja Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (KALAM) masa khidmat 2014-2017 di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Tipar Cisaat Sukabumi.

Mustasyar PCNU Kabupaten Sukabumi tersebut mengamanatkan kepada seluruh alumni Al-Masthuriyah untuk tetap istiqomah dalam ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jamaah dan ajaran para kiai dan guru-guru Al-Masthuriyah yang telah diajarkan.

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas

Menurut Kiai Aziz, Al-Masthuriyah selama ini yang tidak terlepas dari lima maqalah para ulama salafus shalih. Pertama, seperti diungkapkan Ibnu Malik dalam kitab populernya Alfiyah yaitu kalamuna lafdzun mufiidun kastaqim, “Al-Masthuriyah akan terus berusaha untuk senantiasa menjadi mahadun mufiidun likulli afrodinnas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Maksud dari kalimat itu, jelas Kiai Aziz, Al-Masthuriyah akan terus berusaha menjadikan lembaga ini membawa faidah tidak hanya bagi Al-Masthuriyah, tidak hanya bagi alumni, tidak hanya bagi umat Islam, namun bagi seluruh umat manusia. Begitu juga para alumninya dimana pun berada dan berprofesi sebagai apapun di masyarakat, harus senantiasa membawa manfaat bagi sekalian umat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kedua, kata adik almarhum Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Fakhruddin Masthuro tersebut, berpihak dan mengikuti pada yang sudah digariskan salafus shalih serta memposisikannya sebagai orang terpandang.

Ketiga, lanjut dia, keutamaan itu ada pada orang-orang terdahulu, seperti yang diungkapkan Ibnu Malik wahua bisabqin haaizun tafdliila. “Maka seluruh alumni Al-Masthuriyah akan mengedepankan akhlakul karimah dan takdzim terhadap orang-orang terdahulu terutama para kiai dan guru-guru yang telah memberinya Ilmu,” katanya pada Halal Bihalal (10/8) lalu tersebut. ?

Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Kiai Aziz menyebut poin keempat, Al-Masthuriyah akan berpegang pada maqalah yang selama ini menjadi jargon Nahdlatul Ulama yaitu almuhaafadhotu ala alqodimi as-sholih, wal akhdu bil jadidil aslah, maka demikian pula tentunya seluruh alumninya.

Sementara yang terakhir, sambung dia, Al-Masthuriyah akan senantiasa bersungguh-sungguh seperti kesungguhan para ulama dalam mencapai dan memberikan manfaat untuk umat, sebagaimana yang disampaikan Al-Ghozali bahwa kesungguhan bisa mendekatkan yang jauh, kesungguhan dapat membuka pintu ilmu dan menghilangkan kebodohan.

Ketua Umum KALAM masa khidmat 2014-2017 H. Abubakar Sidik menyampaikan mengingatkan para alumni agar tetap istiqomah karena dimana pun berada dan profesi apa pun yang disandang alumni Al-Masthuriyah tetap saja tidak akan mengubah kealumniannya.

“Alumni ya tetap alumni apa pun profesinya. Jangan sampai kacang lupa kulit,” ungkapnya pada kegiatan bertema “Kacang Panjang Sanajan Dipotong Dicacag, Tetep Bae Kacang Panjang.”

Salah seorang panitia pelaksana Halal Bihalal, Daden Sukendar bersyukur kegiatan tersebut dihadiri ribuan alumni Al-Masthuriyah. “Alhamdulilah berkah doa dan dukungan semua pihak acara berjalan dengan lancar dan sukses, kami menyebar sekitar 2000 undangan kepada para alumni ditambah informasi lainnya,” ungkap Daden yang didapuk sebagai Sekretaris Umum KALAM masa khidmat 2014-2017. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Klinik warga NU Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ditandai dengan potong tumpeng, penandatanganan plakat di halaman klinik tersebut pada Sabtu (30/5).

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Klinik tersebut dibangun dari iuran warga Rp 500,- setiap hari selama dua tahun. Lembaga kesehatan ini dinamai Klinik Lazisnu, dari nama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Dalam kesempatan itu Wagub mengapresiasi sekali upaya warga yang luar biasa. Karena manfaat dan dampak sosialnya akan besar bagi warga sendiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di desa Nanggerang, yang tak jauh dari pasar Kecamatan Cicurug, warga kebanyakan bermata pencaharian buruh tani. Dengan iuran Rp 500,- per hari tersebut, mereka mampu mengumpulkan uang 24 juta per bulan dan 300 juta per tahun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara, menurut Dedy Mizwar, untuk desa, pemerintah mampu menganggarkan 100 juta per tahun. “Jangan-jangan desa Naggerang tidak perlu ada pemerintah,” kelakarnya. ?

Program tersebut diinisiasi oleh Ketua PCNU Kabupeten Sukabumi KH R Abdul Basith yang tinggal di desa itu dan Kepala Desa Nanggerang.

Kesamaan visi pembangnan desa ini, antara ulama dan pemerintah desa, menurut Dedy Mizwar akan seperti pemerintahan Umar Abdul Aziz. Pada masa itu hampir tidak ditemukan orang yang berhak menerima zakat.

Tapi jika semua desa seperti itu, apakah kewajiban Allah mengenai zakat terhapus? Dedy Mizwar menjawab sendiri, pasti ada yang kekurangan desa lain, kabupaten lain, provinsi lain, atau negara lain.

“Nah, sekarang ada poliklinik, ibu-ibu PKK harus bersinergi dengg ZIS ini untuk memberdayakan lebih jauh lagi,” pintanya di hadapan ratusan warga.

Sambil berseloroh, ia mengatakan, dengan adanya klinik tersebut, warga Desa Naggerang jangan sampai ada yang bercita-cita ingin sakit. Supaya tidak gampang sakit, harus dijaga lingkungannya. Sampah harus dikelola dan diambil manfaatnya. Misalnya untuk pupuk organik.

Ia juga mengimbau untuk melakukan pemberdayaan ekonomi di masyarakat, meningkatkan penghasilannya. Salah satu caranya dengan menggerakkan koperasi.

Setelah peresmian klinik, Dedy Mizwar juga meresmikan pembangunan pesantren lansia Husnul Khotimah yang dikelola Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KHR Abdul Basith.

Hadir pada dua peresmian tersebut Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi beserta beberapa pengurus NU lain, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, News, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif”

PBB, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam kegiatan permukiman Israel sebagai "tindakan provokatif" yang memunculkan pertanyaan tentang komitmen Israel pada solusi dua-negara di tengah meningkatnya rasa frustrasi rakyat Palestina akibat pendudukan selama hampir 50 tahun.

Rakyat Palestina menginginkan suatu negara merdeka di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur, wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif” (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif” (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif”

Putaran terakhir pembicaraan damai gagal pada April 2014 dan kekerasan antara Israel-Palestina telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir.

Israel menegaskan pada Kamis bahwa akan mencadangkan sebidang tanah luas yang subur di Tepi Barat, dekat Yordania, tempat Israel telah mempunyai banyak peternakan di permukiman yang dibangun di atas tanah yang akan dijadikan wilayah negara oleh Palestina.?

Ban juga mengatakan ia "sangat terganggu" dengan laporan bahwa pemerintah Israel yang telah menyetujui rencana pembangunan lebih dari 150 unit rumah baru di "permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki".

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Tindakan provokatif ini akan meningkatkan pertumbuhan populasi pemukim, lebih lanjut meningkatkan ketegangan dan merusak setiap prospek untuk langkah politik ke depan," kata Ban dalam Pertemuan Dewan Keamanan PBB di Timur Tengah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kegiatan permukiman yang terus berlanjut merupakan penghinaan terhadap rakyat Palestina dan masyarakat internasional. Kegiatan itu benar-benar menimbulkan pertanyaan mendasar tentang komitmen Israel pada solusi dua-negara," ujar Sekjen PBB seperti dilansir kantor berita Reuters.

Ban mengatakan rasa frustrasi terus meningkat di kalangan warga Palestina.?

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Samantha Power mengatakan bahwa Washington sangat menentang aktivitas permukiman.

"Langkah-langkah yang bertujuan memajukan program permukiman Israel ... tidak sesuai dengan solusi dua negara dan menimbulkan pertanyaan legal tentang niat jangka panjang Israel," kata Power kepada Dewan Keamanan PBB.

Menurut data statistik pemerintah dan pusat kajian Israel, sekarang ini ada sekitar 550.000 pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Sementara itu, sekitar 350.000 warga Palestina tinggal di Yerusalem Timur dan 2,7 juta lainnya di Tepi Barat.

Kepala delegasi Palestina di PBB Riyad Mansour menyerukan Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan terhadap permukiman Israel.

"Tindakan itu harus melibatkan langkah-langkah dari semua negara dan seterusnya tidak memberikan bantuan agar dapat membuat Israel mempertanggungjawabkan tindakannya," kata Mansour kepada Dewan Keamanan PBB.

Utusan Israel untuk PBB Danny Danon menuduh Dewan Keamanan bersifat "munafik" karena telah mengutuk "serangan teroris" yang dilakukan di tempat lain di dunia tetapi tidak di Israel. Namun, dia tidak membahas tentang permukiman Israel.

"Jalan menuju perdamaian memang panjang dan sulit, tetapi Israel berkomitmen untuk melakukan setiap upaya," ujar Danon kepada Dewan Keamanan PBB.(Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian, Humor Islam, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Salah satu tanggung jawab Nahdlatul Ulama adalah menjaga aset-asetnya seperti masjid supaya tetap menjadi tempat ibadah warga NU. Karenanya, Takmir masjid harus berusaha, jangan sampai aset NU ini pindah tangan kepada golongan lain.

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Demikian yang disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kudus KH Amin Yasin saat menyampaikan mauidhah hasanah pada acara buka bersama dan silaturrahim Takmir Masjid se-Kabupaten Kudus di Masjid Baiturrahim, Dukuh Sambeng, Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/6).

Kiai Amin mengatakan masjid-masjid di lingkungan NU harus jelas kepemilikan tanah wakaf . Hal ini mengantisipasi adanya upaya kelompok lain yang berkeinginan menguasai masjid NU.

"Sertifikat tanah wakaf harus jelas berbadan NU sehingga kepemilikannya aman tidak sampai pindah tangan," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Upaya lainnya, kata dia, dalam penyusunan pengurus masjid harus menempatkan orang-orang yang yang mempunyai latar belakang NU. "Kita tidak boleh kecolongan memilih orang non NU masuk kepengurusan masjid, karena akan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari," tandas Kiai Amin.

Ia menyatakan semua golongan boleh menjalankan ibadah di masjid-masjid NU. Namun, jangan berusaha mewarnai dengan kegiatan-kegiatan tanpa ijin pengurus masjid sehingga akan mengundang keresahan warga masyarakat.

"Upaya demikian sebagai bentuk menciptakan suasana beribadah harus aman tenang, kondusif dan jamaah bisa khusyu," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan yang diprakarsai pengurus Masjid Baiturrahim ini dihadiri ratusan takmir masjid NU se-Kabupaten Kudus. Usai mauidhah, acara dilanjutkan buka bersama. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Cerita, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Tidak diragukan lagi bahwasanya dalam syariat Islam, selain puasa wajib di bulan Ramadhan, kaum muslim pun diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa sunah ini memiliki banyak keutamaan,sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsi, Allah Swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?) ? ? ?

? "Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)." Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi .

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Salah satu keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal - Puasa Enam hari di bulan Syawal memiliki dalil yang shahih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ?

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.?

Sebagian orang meragukan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal, akan tetapi keraguan itu terbantahkan oleh bukti-bukti periwayatan hadits. Perhatikan ungkapan Syeikh Abdullah bin Abdulal- Bassam berikut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal merupakan hadits yang shahih, hadits ini memiliki periwayatan lain di luar hadits Muslim. Selain hadits Muslim yang meriwayatkan hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.” Oleh karena itulah Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal ini tergolong hadits mutawatir.

Hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunah yang boleh dilaksanakan mulai tanggal dua Syawal. Apabila melaksanakan puasa sunah Enam hari ini pada tanggal satu ? Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Dalam hadits disebutkan, dari Abu Said al-Khudri, dia berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? “Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; idul fitri dan idul adha.(maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah . ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Praktik berpuasa 6 hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa di bulan Ramadhan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak. Perbedaannya, pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari yang penting masih di bulan Syawal. Namun apabila merujuk pada firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133, sebaiknya dilaksanakan sesegera mungkin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allah berfirman, “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”.

Demikian saja sekilas tentang Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal. Ingat, tidak ada lagi hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha, jadi pembaca setelah melaksanakan puasa Enam hari di bulan Syawal tak usah lagi merayakannya dan mengucapkan selamat hari raya.

?

Guslik An-Namiri, Ketua Umum Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh, aktivis NU Arab Saudi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pendidikan, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ikatan Pelajar Putri ? NU mendukung putusan MK terkait Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) yang diputuskan Selasa (8/1) kemarin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah pada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal per telepon, Rabu (9/1) pagi. Pelajar Putri NU menyatakan kesepakatan yang sama dengan dengan Mahkamah Konstitusi dalam penghapusan RSBI dan SBI yang diatur dalam UU nomor 20 tahun 2003, pasal 50 ayat 3.

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI

“Pencabutan pasal 50 ayat 3 terkait sistem pendidikan nasional dalam menyelenggarakan RSBI dan SBI, sudah benar. Karena, penyelenggaraan tersebut sangat tidak tepat dengan kondisi dunia pendidikan hari ini,” kata Farida.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Farida menilai bahwa RSBI dan SBI tidak memberikan dampak yang signifikan dalam memperbaiki kualitas pelajar Indonesia. Karenanya, Hasil keputusan yang dilakukan terhadap uji materi UU nomor 20 tahun 2003, menjadi sangat bijak dalam konteks kekinian masalah pendidikan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Pelajar Putri NU menilai bahwa UU tersebut tidak sejalan dengan semangat UUD 1945 yang menjamin seluruh anak Indonesia untuk mendapatkan layanan pendidikan tanpa pembedaan dan diskriminasi. Sementara UU yang mengatur RSBI dan SBI membuat jarak bagi penyelenggaraan pendidikan di tengah masyarakat.

Farida menambahkan bahwa pengesahan UU yang mengatur RSBI dan SBI juga merupakan bukti kepicikan anggota dewan perwakilan rakyat dalam merumuskan UU. Dengan kata lain, kinerja dewan perwakilan rakyat menimbang kasus UU yang mengatur RSBI dan SBI, belum berpihak kepada rakyat banyak dan UUD 1945.

Kita juga berharap ke depan agar anggota dewan lebih cermat dalam merumuskan dan mengesahkan UU karena putusan mereka terkait dengan kepentingan banyak orang, tandas Farida.?

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Fragmen, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif

Situbondo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah terjadinya kekisruhan di berbagai negara Timur Tengah, perhatian dunia tertuju ke Indonesia. Khazanah keilmuan umat Islam Tanah Air harus semakin disebarkan agar bisa diterima khalayak.

Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Publikasi Karya Ulama Nusantara Harus Lebih Intensif

"Karena itu karya ulama Nusantara harus terus dipublikasikan ke penjuru dunia," kata Abu Yazid, Rabu (11/1) malam. Sedangkan tugas ini harus diemban secara serius oleh Lembaga Talif wan Nasyr, lanjut guru besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Dalam pandangan Abu Yazid, Indonesia memiliki kelebihan salah satunya sebagai destinasi kajian. "Bahkan diminati kalangan internasional," kata dosen Pascasarjana Mahad Aly Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jatim ini.?

Untuk dapat menghimpun sejumlah karya tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. "Di antaranya adalah memanfaatkan karya para kiai dan santri di berbagai pesantren," jelasnya. Demikian juga kajian para mahasiswa dan dosen di kampus-kampus.

Baginya, kehadiran LTN di kepengurusan NU harus benar-benar dioptimalkan untuk menjawab tantangan tersebut. Apalagi tidak sedikit dari kiai, santri, dosen hingga mahasiswa yang produktif dalam menulis.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pandangan ini disampaikan Abu Yazid ketika menjadi narasumber pada Seminar Nasional Refleksi 33 Tahun Khittah NU. Kegiatan diselenggarakan di aula Mahad Aly hasil kerja sama ikatan alumni kampus setempat denga ? PW LTN NU Jatim dan TV 9 NUsantara. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Nahdlatul Ulama, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekurangnya ? 250 santri ? mengikuti berbagai cabang perlombaan yang digelar dalam rangka peringtan Hari Jadi ke-6 Radio Komunitas (Rakom) 107,7 Buntet Pesantren (Best) FM Cirebon, Jumat (21/2). Mereka adalah delegasi dari 52 asrama di bawah naungan Buntet Pesantren Cirebon.

Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pacu Kreatifitas, Radio Komunitas Buntet Pesantren Gelar Lomba

Dalam acara yang akan dihelat selama 2 hari ini, para santri dari masing-masing asrama diuji beberapa materi perlombaan, antara lain lomba hafalan nazham Imrithi, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta lomba khitobah bertema “Kesehatan Remaja dan Bahaya Pergaulan Bebas”.?

Ketua panitia M Majdi mengatakan, tujuan digelarnya rangkaian perlombaan ini adalah menguji tingkat kreatifitas para santri. Bukan belaka soal pengetahuan agama, menurut Andi, pengetahuan sosial dan nalar kemasyarakatan santri juga turut teruji, terlebih dalam cabang perlombaan khitobah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sengaja kami angkat persoalan-persoalan sosial sebagai tema lomba khitobah, agar para santri mampu memahami kebutuhan masyarakat sekarang ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas (BPPK) Best FM Ahmad Rovahan mengungkapkan, dalam tahun ke-6 ini radio komunitas yang dipimpinnya akan lebih secara serius memfasilitasi penyaluran bakat dan minat para santri Buntet Pesantren Cirebon.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Agar generasi lulusan pesantren mampu menempati berbagai lini kehidupan masyarakat, tak melulu soal keagamaan, namun semangat pesantren akan mereka bawa ke manapun dalam bidang yang ia tekuni, termasuk dalam dunia penyiaran dan media” ungkap Rovahan.

Rovahan menyebutkan, beberapa alumni yang sempat berkiprah di radio komunitas Best FM sudah mampu menerjuni bidang penyiaran, di antaranya sebagai reporter di media televisi baik nasional maupun lokal.

“Selebihnya, melalui radio komunitas, kami ingin menebar damai melalui udara, kasarnya, keberadaan kami adalah sebagai benteng agar penyiaran radio keagamaan yang bersifat provokatif dan berpotensi kekerasan tidak sampai merangsek ke pendengaran masyarakat,” pungkas Rovahan.

Selain dalam rangka hari jadi Best FM, berbagai perlombaan kreatifitas santri ini juga digelar dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, serta peluncuran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja KHANZA Buntet Pesantren Cirebon. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mendatangi Pesantren Tebuireng Jombang. Mereka meminta maaf kepada keluarga presiden Abdurrahman Wahid atas beredarnya Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dinilai melecehkan Gus Dur.

Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur

“Secara sadar, kami dari Diknas Tulungagung meminta maaf kepada keluarga Gus Dur, atas beredarnya LKS yang dinilai melecehkan,” ujar Bambang Setya Sukarjono, Kepala Dinas Pendidikan, Tulungagung bersama rombongan yang juga diantar keluarga besar PCNU, GP Ansor, Fatayat NU dan IPNU, Senin (17/12).

Bambang mengatakan, pihaknya mengakui keteledoran anak buahnya yang tidak teliti sehingga dalam LKS itu, muncul statemen atau pelajaran yang menyesatkan bagi anak didiknya di Tulungagung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Kita sudah meminta LKS itu dicabut, dan harus dibenahi. Karena tidak hanya presiden Gus Dur juga ada Megawati dan Habibie,”tandasnya.

Senada, Pengurus Cabang NU Tulungagung, Ahyak menyatakan, sudah ada kesepakatan dengan Dinas Pendidikan untuk membenahi buku sejarah yang beredar saat ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Kita tidak ingin generasi kita mencederai tokoh tokoh bangsa, tidak hanya Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi juga Bung Karno, Habibi dan juga Suharto,” tandasnya seraya mengatakan, pihaknya juga sudah memerintahkan guru mata pelajaran sejarah meminta maaf kepada Murid murid atas kesalahan tersebut.

Menanggapi permintaan maaf ini, adik kandung Gus Dur, KH Shalahudin Wahid yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng menyatakan menerima permintaan maaf tersebut. Gus Sholah juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Tulungagung yang menarik buku yang mengajarkan sejarah yang salah. 

“Saya sudah berkomuniksi dengan pak Mahfudz MD, Gus Dur itu bukan jatuh karena korupsi, Gus Dur jatuh karena politik,” jelasnya.

Gus Sholah mengaku heran, mengapa sejarah bangsa ini khususnya terkait Gus Dur yang dituduh jatuh karena Bulogate dan Bruneigate banyak terjadi di beberpa daerah. 

“Ini kan sejarah yang membohongi masyarakat, harus dibenahi. Tidak hanya soal Gus Dur ada beberapa materi yang saat saya baca ternyata juga banyak yang salah,” ujarnya bercerita.

Tidak puas dengan peneriman maaf, rombongan Diknas ini juga meminta pernyataan tertulis dari keluarga Gus Dur untuk disampaikan kepada masyarakat Tulungagung. Usai menerima permintaan maaf, dari Gus Sholah, rombongan  kemudian melakukan ziarah di Makam Gus Dur yang berada dikomplek Pesantren Tebuireng.

Sekedar diketahui, dalam buku LKS kelas II SMA dan MA di Tulungagung memuat pelajaran yang menerangkan bahwa presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur jatuh dari kursi presiden akibat kaus korupsi Bullogate dan Brunaigate.

”Atas beredarnya LKS yang menyesatkan ini, keluarga besar NU Tulungaung mendesak Diknas untuk menariknya dan meminta maaf kepada keluarga Gus Dur,” ujar Robingan Abd Aziz, komandan Banser mengatakan. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, News, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menghadirkan sebanyak 2000 kiai di kota Depok untuk menghadiri halaqah “Membumikan Gerakan Islam Nusantara” di masjid Dian Al-Mahri yang dikenal dengan masjid Kubah Emas, Depok, Kamis (15/5). Selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, halaqah ini rencananya juga dihadiri Joko Widodo dan Mahfud MD.

Silaturahmi alim ulama ini diadakan dalam rangka pelantikan PCNU Depok masa bakti 2013-2018. Istighotsah kubro akan mengawali kegiatan ini.

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Sekretaris PCNU Kota Depok Idham Dharmawan menyatakan kesengajaan panitia menghadirkan dua tokoh ini dengan harapan, “Calon pemimpin negeri ini bisa meneladani cara berpolitik yang diajarkan Walisongo sebagai wujud nyata terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kearifan Walisongo patut menjadi referensi utama penyelesaian konflik sosial, politik, dan keagamaan,” terang Idham yang juga ketua pelaksana pelantikan dalam rilisnya.

Forum ini akan ditutup dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Kota Depok. Kelompok ini akan mengelola kegiatan penyelenggaraan haji, umroh, ziarah, dan wisata rohani dalam dan luar negeri untuk warga dan jama’ah NU Depok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pelantikan ini disusul dengan Musyawarah Kerja NU Kota Depok di kampus STIH IBLAM, Sabtu (17/5). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Pertandingan, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 20 November 2017

Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Banyaknya promosi perjalanan ibadah umrah dengan biaya murah membuat keprihatinan berbagai pihak. Keprihatinan ini muncul karena beberapa kejadian membuktikan pendaftar ibadah umrah gagal diberangkatkan.

Kalaupun diberangkatkan, ada sejumlah pihak yang dikorbankan. Padahal jamaah umrah berangkat dengan niat ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah

Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama ASBIHU Tour and Travel KH Hafidz Taftazani mengingatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar memberi kesadaran kepada masyarakat supaya tidak mudah tergiur dengan promosi biaya murah perjalanan umrah.

“Tokoh agama seperti kiai atau ustadz, dan tokoh masyarakat seperti pejabat harus mengingatkan masyarakat. Jangan justru membiarkan, atau malah menjadi iklan dari perjalanan umrah yang murah. Karena umumnya tokoh agama atau tokoh masyarakat akan dimudahkan mengikuti perjalanan umrah yang murah,” kata Kiai Hafidz kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di kantornya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menyebut perjalanan umrah dengan biaya hanya sekitar Rp14-15 juta sebagai perhitungan di luar nalar sehat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Nalar kita nggak bisa menerima itu. Harga tiket pesawat saja bisa mencapai 1000 dolar, biaya visa 75 dolar. Itu kalau dirupiahkan sudah sekitar 15 juta rupiah. Belum lagi untuk perlengkapan, penginapan, dan biaya selama di Mekah,” kata Kiai Hafidz.

“Masyarakat jangan berpandangan yang penting bisa berangkat. Harus dipikirkan di belakang seperti apa,” tambahnya.

Perjalanan umrah dengan biaya murah hanya sekitar Rp.14-15 juta diyakini menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM) atau subsidi. Jamaah di suatu daerah berangkat umrah karena subsidi dari jamaah dari daerah lain.

“Misalnya jamaah Jakarta disubsidi jamaah Surabaya. Berikutnya jamaah dari Surabaya berangkat karena subsidi dari jamaah Kalimantan. Jamaah dari Kalimantan disubsidi oleh jamaah Sulawesi, dan seterusnya.”

Menurut Kiai Hafidz sistem seperti itu hanya bertahan 5-8 tahun. Di tahun kedelapan, perusahaan bisa hancur karena tidak bisa lagi menemukan calon jamaah yang uangnya digunakan untuk menyubsidi jamaah yang lebih dulu berangkat.

Akibatnya, pihak perusahaan kabur atau menghilangkan jejak dari jamaah yang sudah mendaftar dan membayar. Jika demikian, calon jamaah jelas menjadi bagian yang sangat dirugikan.

Karena itu ASBIHU Tour and Travel sebagai operator Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama mengajak masyarakat untuk menggunakan nalar sehat dalam pembiayaan biaya perjalanan umrah.

Ada baiknya calon jamaah lebih dulu berkonsultasi. Untuk berkonsultasi dengan ASBIHU Tour and Travel masyarakat dapat menghubungi layanan jamaah di nomor telepon 021-85900265 dan 08129919465 (Silvy). (Kendi Setiawan/Alhafiz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 12 November 2017

Lewat Perppu Ormas, NU Konsisten Bela NKRI

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pembelaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengantarkan NU sebagai satu-satunya organisasi sosial keagamaan yang tetap konsisten. Hal itu dibuktikan dengan dukungan NU terhadap lahirnya Peraturan Pemerintah Pengganti (Perppu) UU No 2 Tahun 2017 tentang Ormas, padahal banyak kalangan menolak.

Pandangan ini disampaikan Ahmad Najib AR saat memberikan sambutan pada halal bihalal sekaligus rapat koordinasi yang diselenggrakan di PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Tampak hadir ketua dan pengurus PC Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) NU se-Jawa Timur.

Lewat Perppu Ormas, NU Konsisten Bela NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Perppu Ormas, NU Konsisten Bela NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Perppu Ormas, NU Konsisten Bela NKRI

Menurut Ketua PW LTN NU Jatim tersebut, terbitnya Perppu mengingat semakin menguatnya gerakan anti-Pancasila. "Sementara, Ormas lain sibuk menolak dengan alasan anti-demokrasi dan membungkam kebebasan," katanya, Selasa (25/7).?

Bahkan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), melalui Koordinatornya Yati Andriyani, menuding pihak tertentu berada di balik penerbitan Perppu tersebut.

Dengan penolakan berbagai kalangan seolah NU menjadi musuh bersama. Kendati demikian, berdasar pengalaman yang ada, realita tersebut tidak menyurutkan NU dalam mendukung langkah pemerintah.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Tetapi, demi negara, NU siap menghadapi. Karena kita sudah terbiasa menghadapi situasi sulit seperti ini. Kita harus kuat. Kalau sampai NU jatuh, Indonesia runtuh," kata Gus Najib, sapaan akrabnya.

Gus Najib kemudian mengingatkan, bahwa, tantangan Nahdlatul Ulama ke depan semakin berat. Sekarang semakin jelas, bahwa, NU menjadi target operasi berbagai pihak dengan bermacam-macam isu, tujuannya untuk melemahkan kekuatan NU.

"Ini tugas kita, sebagai kader NU kita harus terus memperkuat barisan. Kita lanjutkan perjuangan para pendiri NU," ungkapnya.

?

Kegiatan ini juga diisi presentasi capaian dari sejumlah PC LTN NU di antaranya Kabupaten Malang serta Pamekasan. Tampak hadir Penasihat PW LTN NU Jatim, KH Maruf Asrori dan Muhammad Kayyis, serta Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Sholeh Hayat. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Doa, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock