Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kebersihan sebagian dari Iman. Demikian kalimat pertama Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pagelaran H Bahrodin saat mengisi Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) disusul dengan ajakan kepada jamaah untuk menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

“Pola hidup bersih dapat ditempuh melalui 5 hal yang merupakan pilar Program Pemerintah STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat )," jelasnya di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Ahad (3/1),

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Kelima pilar tersebut, menurutnya, meliputi setop buang air besar sembarangan, cuci tangan memakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan dengan sehat, mengelola sampah dengan benar dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan benar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku prihatin terhadap kondisi banyaknya warga Indonesia yang masih buang air tidak pada tempatnya. "Budaya ini mengakibatkan Indonesia termasuk negara nomor 2 terjorok di dunia di bawah Negara Laos yang berada di posisi pertama," terang duta STBM di Kecamatan Pagelaran ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahrodin mengingatkan fakta bahwa masyarakat Indonesia adalah mayoritas beragama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang Islam yang belum mempraktikkan hidup bersih dan sehat seperti anjuran Rasulullah.

"Banyak sekali hadits Rasul yang menjadi dasar tentang kebersihan khususnya masalah sanitasi. Hal ini menunjukkan bahwa Rasul sangat perduli dengan masalah kebersihan," tambah Bahrodin yang pada November 2015 diundang untuk mempresentasikan konsep “Jihad Sanitasi" yang dirintisnya pada Konfrensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Jakarta.

Salah satu contoh hadits Nabi, lanjutnya, adalah larangan Nabi kepada umatnya untuk buang air baik kecil maupun besar di air tergenang, air mengalir, di jalanan dan juga di tempat bernaung seperti pohon dan tempat-tempat umum.

"Inilah yang mendasari saya untuk terus menyosialisasikan pola hidup sehat melalui Konsep Jihad Sanitasi. Karena Jihad adalah mengajak ke arah yang lebih baik maka mengajak orang lain untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan lingkungan ke arah yang lebih sehat dan bersih termasuk dalam jihad," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, AlaSantri, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 28 Februari 2018

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mahasiswa NU yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PTNU Nusantara Kota Tangerang menggalang dana untuk membantu korban banjir di daerah Jakarta dan sekitarnya.?

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Kegiatan yang dilakukan pada Senin, (9/2) ini menerjunkan para mahasiswa di jalan-jalan untuk menampung dana dari para pengguna jalan untuk disalurkan kepada korban banjir di kawasan Kapuk Muara, Jakarta Utara, salah satu kawasan terparah banjir Jakarta.

“Alhamdulilah kami bisa memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir setelah seharian kami melakukan penggalangan dana di jalanan di tengah guyuran hujan,” ujar Idrus Steven Maulana Yusuf, Presiden BEM PTNU Nusantara melalui rilis yang diterima Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia mengatakan, bantuan dana ini berupa uang tunai,beras dan pakaian yang disumbangkan dari para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa PTNU Nusantara yang disalurkan melalui Posko Peduli Banjir di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Idrus berpendapat, musibah bisa menimpa kepada siapa saja, tidak terkecuali warga Kapuk, karena itu setiap manusia memiliki kewajiban untuk saling menolong.

Siska Uliyana, Sekjen BEM PTNU menambahkan, bencana banjir yang menimpa warga Ibu Kota kali ini tentu menyisakan penderitaan dan kesedihan yang mendalam.

Akibat banjir itu, tambahnya, warga kehilangan ? harta benda mereka, karena itu sudah sepantasnya Mahasiswa PTNU Nusantara turun ke masyarakat untuk ? membantu warga yang sedang ? membutuhkan bantuan.?

“Sebab, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh mereka dari aksi sosial kita bersama,” paparnya.

Anggota BEM PTNU lainnya, Maya Afandi mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga yang tertimpa musibah. “Semoga aksi ini dapat menumbuhkan kepedulian kita bersama dari seluruh lapisan masyarakat,” harapnya. (Red: Fathoni)?

?

Foto: Kondisi banjir di daerah Kapuk, Jakarta Utara (@BPBDJakarta).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Sholawat, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat untuk berhati-hati pada ajaran agama yang didakwahkan secara gelap-gelapan dan eksklusif karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Dulu, Islam didakwahkan secara terang-terangan.?

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

“Kita harus mencurigai dan memantau ajaran seperti itu, apalagi ajarannya sampai meresahkan masyarakat karena ada pengikutnya yang lari dan minggat,” katanya, Rabu di Gedung PBNU (27/1).

Kiai Said juga meminta agar aparat keamanan menindak setiap kelompok atau organisasi massa yang berpotensi mengurangi, merusak, dan mengganggu integritas masyarakat.?

“Tapi kalau ormas yang keberadaannya membangun masyarakat, ya, NU, Muhammadiyah. Kalau ada ormas yang aktitasnya menganggu dan merusak, harus ditindak,” imbuhnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menegaskan, setiap kelompok yang mengatasnamakan agama Islam, harus sesuai dengan prinsip Islam, yaitu rukun iman dan rukun Islam.?

“Kita bisa beda dengan Muhammadiyah dan Persis, tetapi dalam prinsip shalat lima waktu, kita tidak beda. Shalat lima waktu wajib, puasa wajib, dan lainnya.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau orang Islam tidak shalat, itu dosa, tetapi kalau mengingkari bahwa shalat itu wajib, itu sesat namanya. Orang tidak puasa itu berdosa, tetapi mengingkari bahwa puasa itu tidak wajib, maka sesat,” paparnya.?

Bagaimana jika ada ajaran yang mengembangkan keyakinan seperti itu. Kiai Said menjelaskan, bagi para pengikutnya, mereka adalah korban yang harus di bimbing dan diberi pencerahan supaya normal kembali. Tapi bagi pentolannya, harus ada sanksi hukum. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, PonPes, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemerintah Indonesia meminta Badan Program Pembangunan milik PBB atau United Nations Development Program (UNDP) untuk menghentikan aliran dana bagi kegiatan kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin, mengungkapkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memanggil perwakilan UNDP di Jakarta untuk mengklarifikasi berita adanya aliran dana tersebut ke Indonesia.

Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Minta UNDP Hentikan Aliran Dana LGBT

"UNDP di Indonesia sudah dipanggil ke Bappenas untuk menjelaskan apa yang terjadi. (UNDP) Yang di sini (mengaku) tidak tahu dan tidak mengikuti proyek itu, (dana) itu UNDP di Thailand. Oleh karena itu diminta secara organisasi untuk memberitahukan ke Thailand supaya jangan melaksanakan itu," kata Wapres Kalla.

Sebelumnya, diberitakan UNDP bekerja sama dengan Kedutaan Besar Swedia di Bangkok dan Badan Bantuan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengucurkan dana sebesar 8 juta dolar AS untuk mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan kaum LGBT.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam keterangannya, UNDP menyebutkan bahwa proyek ini dimulai pada Desember 2014 hingga September 2017.

Sejumlah tujuan dari dibentuknya proyek tersebut adalah untuk mendukung kaum LGBT dalam mengetahui hak mereka, termasuk hak hukum dalam melaporkan pelanggaran hak asasi manusia yang dialami mereka.

Hasil yang ingin dicapai dari proyek tersebut salah satunya adalah untuk meningkatkan kemampuan organisasi non-profit LGBT untuk memobilisasi, menyokong dan berkontribusi melalui dialog, kebijakan dan aktivitas pemberdayaan komunitas. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

IPNU Rancang Program 2015 Pencegahan Terorisme di Sekolah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Pusat IPNU mempersiapkan sejumlah program konkret penanggulangan terorisme di kalangan pelajar pada 2015 mendatang. Mereka akan menyosialisasikan program ini kepada seluruh pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia. Mereka akan mengambil 10 provinsi dan 10 kabupaten di Indonesia sebagai model.

IPNU Rancang Program 2015 Pencegahan Terorisme di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Rancang Program 2015 Pencegahan Terorisme di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Rancang Program 2015 Pencegahan Terorisme di Sekolah

“Sasarannya pelajar di sekolah-sekolah umum seluruh Indonesia termasuk juga mereka yang seusia pelajar,” kata Ketua Umum PP IPNU Hairul Anam Haritsah kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Selasa (11/11) sore.

Menurut Anam, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada akhir Oktober kemarin mengadakan pertemuan dengan IPNU dan sejumlah organ kepemudaan lainnya. Pihak BNPT meminta IPNU dan lainnya untuk membuat sejumlah program pencegahan terorisme di sekolah-sekolah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita pada pertemuan itu menyerahkan data-data perkembangan rohis dan sistem pengajarannya se-Indonesia kepada BNPT,” ujar Anam.

Untuk program 2015 mendatang, IPNU antara lain akan melakukan konsolidasi ke sekolah-sekolah. Di sana pihaknya menggelar dialog pengenalan Islam rahmatan lil alamin kepada pelajar dan guru agama selain mendistribusikan buku-buku dengan konten Islam moderat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kita, kata Anam, akan membuka pengajian kitab kuning bagi aktivis rohis. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Kyai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Pontianak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Setelah menjadi juara umum di beberapa KSM sebelumnya, di KSM 2016 yang berlangsung di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mereka juga menyabet titel serupa.

Jawa Timur berhasil meraih juara umum Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 Tahun 2016. Jawa Timur berhak mendapat gelar sebagai juara umum dengan menyabet 11 piala, dengan rincian 9 emas pada bidang lomba; Matematika, IPA (MI), Matematika, Biologi, Fisika (MTs), Matematika, Biologi, Kimia, Ekonomi (MA), dan 2 perak; Geografi, Fisika (MA). Juara 2 diraih kontingen Jawa Tengah dengan 6 emas dan 5 perak, sementara peringkat 3 diraih Provinsi Jawa Barat dengan perolehan 5 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Lomba ditutup pada Jumat (26/8) malam. Setelah melalui persaingan ketat, lahirlah para juara. Selanjutnya para juara tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 4777 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemenang Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional 2016 di Pontianak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan keterangan laman Direktorat Pendidikan Madrasah, para pemenang lomba yang ditetapkan dalam keputusan ini akan mendapatkan penghargaan berupa: medali, piagam penghargaan, dan bantuan studi apresiasi prestasi. Berikut rincian penghargaan:

Madrasah Ibtidaiyah (MI):

Medali Emas : 5.000.000,-

Medali Perak : 4.000.000,-

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Medali Perunggu : 3.000.000,-

?

Madrasah Tsanawiyah (MTs):

Medali Emas : Rp. 6.000.000,-

Medali Perak : Rp. 5.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 4.000.000,-

Madrasah Aliyah (MA):

Medali Emas : Rp. 7.000.000,-

Medali Perak : Rp. 6.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 5.000.000,-

?

Peraih penghargaan :

1) The Best Overall : Rp. 3.000.000,-

2) The Best Theory : Rp. 3.000.000,-

3) The Best Exploration/Experiment: Rp. 3.000.000,-

Adapun rincian detail nama-nama siswa peraih medali di KSM 2016 dari tingkat MI, MTs, MA, dan MAN IC dapat dilihat di sini: Website Direktorat Pendidikan Madrasah.?





(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah

Salah satu yang menyemangati Agus Sunyoto menyusun Atlas Wali Songo adalah ketika ia membuka Ensiklopedia Islam terbitan Ikhtiar Baru van Hoeve. Dalam ensiklopedi yang berjilid-jilid itu ternyata Wali Songo, tokoh-tokohnya, dan karya tidak dicantumkan. Artinya Wali Songo dianggap bukan bagian dari sejarah Islam Nusantara.

Padahal para penyebar Islam di Indonesia yang datang belakangan dituliskan secara panjang lebar. “Yang muncul dalam Ensiklopedia Islam itu malah tiga serangkai yang membawa faham Wahabi ke Indonesia: Haji Miskin, Haji Sumanik, Haji Piabang,” kata Agus Sunyoto pada Peluncuran Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto di PBNU Jakarta, Juli 2012 lalu.

Sementara khazanah kebudayaan Islam Nusantara pada zaman Wali Songo seperti karya sastra, seni musik, seni rupa, seni pertunjukan, seni suara, desain, arsitektur, filsafat, tasawuf, hukum, tata negara, etika, ilmu falak, sistem kalender, ilmu pengobatan yang lahir dan berkembang pada masa Wali Songo tidak disinggung.

Bukan hanya “orientalis” yang mencampakkan sejarah Wali Songo. Yang agak lucu, aspek kesejarahan Wali Songo ini juga digugat secara terang-terangan dalam berbagai karya tulis para akademisi dari kampus-kampus Islam yang memakai nama Wali Songo dan tokoh-tokohnya sebagai nama kampus mereka.

Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Wali Songo Tidak Dianggap Sejarah

Mengapa Wali Songo tidak dianggap sejarah, hanya dianggap sekedar mitos dan bukan fakta? Apakah ada upaya-upaya sistematis untuk menghilangkan Wali Songo dan ajaran-ajarannya dari sejarah peradaban umat Islam? Silakan menyusun sendiri jawaban untuk pertanyaan itu.

Atlas Wali Songo yang disusun selama bertahun-tahun itu bermaksud untuk menghadirkan Wali Songo sebagai fakta sejarah. Dengan dilengkapi berbagai bukti sejarah, buku ini telah menjawab berbagai keraguan para sejarawan konvensional.

Dan barangkali usaha Agus Sunyoto tidak sia-sia. Tak kurang, arkeolog kenamaan dari Universitas Indonesia Mundardjito dalam pengantar buku itu memberikan apresiasi yang cukup positif terhadap karyanya. Harian umum Kompas (6/7/2012) juga tak segan mengebut Atlas Wali Songo sebagai buku pertama yang menuliskan Wali Songo sebagai fakta sejarah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Paling tidak, sekarang ini, para para peziarah yang datang ke makam para tokoh Wali Songo setiap waktu dan silih berganti tidak hanya berhadapan dengan mitos dan kisah-kisah karomah, tetapi juga warisan luhur berupa khazanah, karya-karya, ajaran-ajaran dan metode dakwah dari para penyebar Islam Nusantara itu.

?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

A. Khoirul Anam

Serial ini ditulis dalam rangka menyambut kegiatan Pengajian dan Bedah Buku Atlas Walisongo untuk memperingati Harlah NU dan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman PBNU, Jakarta, 31 Januari dan 1 Februari 2013.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali

Pada tahun 1958, ada yang menyebutkan pada tahun 1950, Presiden Soekarno berkunjung ke Mataram, melalui bandara Selaparang, Ampenan. Tujuannya untuk meresmikan kantor gubernur Nusatenggara Barat (NTB).

Rencana kedatangannya, telah tersiar jauh hari sebelumnya oleh warga di pulau Lombok itu, termasuk oleh Tuan Guru Haji (TGH) Saleh Hambali. Jika kejadian itu tahun 198, saat itu berarti ia adalah Rais Syuriyah PWNU NTB. Saat itu NU masih berstatus partai. ?

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali

Tuan Guru itu sebetulnya dikenal masyarakat sebagai orang yang rendah hati dan jarang berkomunikasi dengan pihak luar, apalagi dengan seorang presiden. Namun, entah kenapa, dengan percaya diri ia menegaskan, bahwa Bung Karno akan berkunjung ke pesantrennya, Darul Qur’an di desa Bengkel. Sebuah desa yang akan dilalui Bung Karno jika melalui Ampenan. ?

Akan mampirnya Bung Karno, dikemukakan Tuan Guru kepada para santrinya. Salah seorang saksi hidup peristiwa itu adalah Ustadz Asmaun dari desa Bonder, Lombok Tengah yang diceritakan anaknya, Syaifullah. Ketua PWNU NTB saat ini, TGH Taqiudin Mansur juga membenarkan kisah itu.? Dia mendngar cerita itu dari ayahnya, TGH Mansur, santri Darul Qur’an saat itu. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Para santri merasa heran kenapa Tuan Guru Soleh Hambali bisa seyakin itu karena tidak ada pemberitahuan dari pihak mana pun tentang berkunjungnya Bung Karno ke pesantren Darul Qur’an.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Beberapa hari menjelang kedatangan, di agenda protokoler kepresidenan tetap tidak ada jadwal Presiden Soekarno ke pondok. Namun, TGH Saleh Hambali malah meminta para santri menyiapkan podium penyambutan.

Di hari kedatangan Bung Karno, dari bandara Selaparang Ampenan menuju kota Mataram, semua santri disuruh keluar oleh TGH Saleh Hambali.

Menurut Syaifullah, TGH Saleh berkata kepada santri-santrinya, jika Bung Karno adalah pemimpin yang benar, dia akan mampir ke pesantren Darul Qur’an.

Menurut Syaifullah, TGH Saleh waktu itu menulis ayat Al-Quran di dinding pesantren, yaitu “Fawaillul lil mushallin.” Namun, dalam pada catatan Yusuf Tantowi, ayat yang ditulis TGH Saleh adalah “Fa ammal yatima fala taqhar, wa amma sya ila fala tanhar” dan dia tidak menuliskannya di tembok, melainkan dibentangkan di atas spanduk.

Ternyata, ketika Bung Karno melewati pondok pesantren Darul Qur’an, ia benar-benar mampir. Hal itu di luar dugaan pasukan pengawal yang berada di paling depan. Mereka tidak mengetahui orang yang dikawalnya telah mampir pada tempat yang tidak dijadwalkan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tokoh, Kajian Sunnah, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Buruh Migrant Indonesia (BMI) Macau memberikan 40 paket bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Barang bantuan berupa peralatan memasak, tikar, sarung, mukena, sajadah, buku tulis, bolpoin, tas, sandal, dan minyak goreng. Penyerahan bantuan dilakukan oleh tim NU Care LAZISNU NTB, Jumat (20/1) siang di Bima.?

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

BMI Macau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTB

Daerah-daerah yang menerima bantuan adalah dua wilayah di Kelurahan Manggemaci, meliputi RT 10 RW 04 dan RT 01 RW 02 Kota Bima; serta satu wilayah di Sarae yakni RT 05 RW 02.

Siti Fatimah, perwakilan BMI Macau menyampaikan syukur dan terima kasih atas bantuan NU Care LAZISNU NTB yang telah menyalurkan bantuan dari para sahabat BMI di Macau.

“Hanya kata syukur dan terima kasih yang bisa kami haturkan. Semoga Allah SWT membalas atas segala amal kita semua. Dan semoga menjadi berkah buat saudara kita,” ungkap Siti Fatimah yang anggota keluarganya banyak mengalami dampak banjir di Bima.

Senada, Direktur NU Care LAZISNU NTB, Refreandi mengucapkan terimakasih atas bantuan BMI Macau untuk warga terdampak banjir Bima, serta atas kepercayaan menyalurkan bantuan melalui NU Care.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu Direktur Penyaluran NU Care LAZISNU, Slamet Tuhari Ng di Jakarta, berharap sinergitas antara BMI Macau dan NU Care dapat terus terjalin, tidak hanya pada momen kali, tetapi juga pada hal-hal lainnya dalam pembangunan umat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk

Oleh Nine Adien Maulana



Masa Lalu



Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ijtihad Pengelolaan Zakat di Pacarpeluk

Dulu di Pacarpeluk Megaluh Jombang belum ada lembaga amil zakat, infak dan sedekah yang resmi. Jika ada warga yang telah mengetahui dan sadar akan kewajibannya mengeluarkan zakat maal, maka ia menyalurkannya secara mandiri. Warga menghitung sendiri berapa kadar hartanya harus dikeluarkan zakatnya. Setelah itu, ia menyalurkannya secara mandiri. Ia membagikannya kepada pihak yang berhak, khususnya fakir miskin di sekitarnya. Ada yang melakukannya dengan cara mengirimkannya secara langsung kepada pihak yang berhak. Ada pula yang mengundang pihak yang berhak itu untuk mengambil dan menerima bagian zakat.

Tidak banyak warga yang mengeluarkan zakat maal. Maklum masih banyak warga yang belum mengetahui dan sadar akan kewajibannya itu. Oleh karena itu, mengeluarkan zakat maal menjadi sangat elitis dan memiliki nilai prestise.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lain halnya dengan zakat fitri. Karena hampir semua warga yang beragama Islam di desa ini mengeluarkan zakat fitri, maka kegiatan ini menjadi sangat populis dan masif. Kegiatan ini menambah kuatnya syiar Islam pada bulan Ramadhan.

Demi pertimbangan kemudahan dan kemaslahatan dalam pengelolaannya, maka masyarakat membentuk kepanitiaan di tiap dusun yang dipusatkan pada masjid atau mushalla tertentu. Perangkat desa menjadi fasilitator bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mengorganisir kepanitian zakat fitri.

Panitia pengelolaan zakat fitri ini mengumpulkan beras zakat fitri dengan dua model. Model pertama, panitia berkeliling dari rumah ke rumah warga untuk memungut zakat fitrinya. Model kedua, panitia tidak berkeliling namun stand by di tempat pengumpulan zakat fitri. Warga yang berzakat datang menyetorkan zakat fitrinya.

Setelah beras zakat fitri itu terkumpul baik dengan model pertama maupun model kedua, maka panitia itu kemudian mengemasinya dengan ukuran tertentu. Biasanya ukurannya disamakan dengan kadar satu bagian zakat fitri. Setelah itu panitia itu mendata orang-orang yang bisa dikategorikan ke dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat. Karena sekarang hampir mustahil bisa menemukan delapan golongan itu di suatu daerah, maka biasa golongan yang bisa ditemukan hanya fakir, miskin, amil, gharim, sabilillah. Tiga golongan lainnya yakni, muallaf, untuk membebaskan budak dan ibnu sabil sangat jarang bisa dijumpai.

Meskipun tidak sepenuhnya sesuai dengan definisi rigid dalam kitab-kitab fiqih klasik, golongan fakir dan miskin paling banyak mendapat jatah porsinya. Golongan gharim dianggap kondisional. Jika ada, maka biasanya dimasukkan dalam golongan fakir dan miskin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dua golongan sisanya, yakni amil dan sabilillah biasanya diijtihadi dengan hasil yang sering memicu tanda tanya atau protes terhadapnya. Golongan amil diijtihadi sebagai panitia pengelola zakat fitri, sehingga mereka akhirnya mendapat bagian zakat fitri itu dengan mengatasnamakan diri sebagai amil. Sabilillah diijtihadi sebagai para imam dan marbot masjid dan mushalla, para guru TPQ, pengelola panti asuhan, masjid dan pondok pesantren. Pihak-pihak ini pula yang akhirnya diberi jatah beras zakat fitri itu sebagai golongan sabilillah.

Ijtihad pemaknaan golongan amil dan sabilillah ini yang sering menjadi rasan-rasan? atau gunjingan warga. Mereka mendapat ? bagian yang lebih banyak daripada yang dibagikan kepada tiap warga yang masuk golongan fakir dan miskin. Rasan-rasan itu semakin kuat jika ternyata mereka yang diijtihadi sebagai golongan amil dan sabilillah itu ternyata orang-orang yang status ekonominya jauh lebih baik daripada golongan fakir dan miskin.





Rasan-rasan ini hanya sebatas wacana yang tidak dicarikan jalan keluarnya. Tidak ada yang berani membenahinya. Banyak orang merasakan adanya ketidakpatutan, namun tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiknya.

Masa Kini

Kondisi itu kita telah menjadi masa lalu. Sejak beroperasinya Unit Pengumpul Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) yang digerakkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk, pengelolaan zakat, khususnya fitri di desa ini mulai dibenahi. Lembaga ini merupakan kepanjangan tangan Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (NU Care-LAZISNU) Jombang yang dikelola oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang.

UPZISNU Pacarpeluk telah beroperasi dengan menerima dan mengelola zakat, infaq dan sedekah serta fidyah warga. Warga telah mulai sadar akan kewajibannya, sehingga secara mandiri datang ke UPZISNU Pacarpeluk untuk menyetorkan zakat mereka. Selain itu Gerakan Pacarpeluk Bersedekah yang dimotori oleh UPZISNU ini juga telah menjadi sarana bagi warga untuk membiasakan diri bersedekah dengan mengisi kaleng-kaleng sedekah yang telah diterimanya. Kurang lebih telah ada sekitar 400 warga yang bersedia dengan suka rela menjadi donator. Mereka telah berkomitmen tiap hari menyisihkan uang koin Rp500.00 untuk dimasukkan dalam kaleng sedekah itu. ?

Dana sedekah yang terkumpul itu akan dikelola oleh UPZISNU sebagai upaya menghadirkan kesejahteraan bagi warga yang lemah secara ekonomi (dhu’afa) dan menghidupkan syiar Islam di desa Pacarpeluk. UPZISNU ini tidak berlebihan jika dikatakan sebagai sarana saling menghidupi jama’ah dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama khususnya di Pacarpeluk.

UPZISNU Pacarpeluk sebagai kepanjangan tangan lembaga amil zakat yang sah dikelola oleh Nahdlatul Ulama praktis telah memiliki dana operasional yang diambilkan dari perolehan zakat, infak dan sedekah yang dikelolanya. Dengan maksud untuk membenahi pengelolaan zakat fitri yang diselenggarakan oleh panita-panita zakat di tiap dusun, UPZISNU Pacarpeluk bermusyawarah dengan panitia-panitia untuk pembaharuan pengelolaannya secara lebih tepat baik secara organisasi maupun syar’i.

Langkah pertama yang dilakukan oleh UPZISNU Pacarpeluk adalah menyamakan persepsi bahwa sebenarnya panitia-panitia zakat yang bersifat sementara (adhoc) itu tidak bisa serta-merta disamakan dengan amil zakat yang berhak mengambil dan menerima bagian beras zakat fitri itu. Setelah hal ini diterima, maka langkah berikutnya adalah penawaran solusi atas kebutuhan biaya operasional untuk pengelolaan zakat fitri itu. ? ?

Solusi pertama yang ditawarkan oleh UPZISNU Pacarpeluk kepada para panitia zakat fitri adalah dengan memungut tambahan biaya operasional kepada para muzakki sebesar Rp1.000,00 atau Rp2.000,00 untuk tiap jiwa yang berzakat. Biaya itu bisa digunakan untuk untuk segala kebutuhan operasional pengelolaan zakat fitri, sehingga panitia tidak mengurangi beras zakat fitri dengan alasan digunakan untuk biaya operasional. ?

Panitia zakat itu juga tidak lagi diperkenankan mengambil bagian jatah amil untuk diri mereka. Panitia zakat tetap mengalokasikan jatah amil dan disalurkan kepada lembaga amil zakat UPZISNU Pacarpeluk. Perolehan jatah bagian zakat fitri itu dimasukkan dalam kas untuk dikelola dalam berbagai program yang dimiliki oleh lembaga amil zakat itu.

Dengan berbagai argumentasi, para panitia zakat fitri itu tidak bisa menerima tawaran solusi pertama itu. UPZISNU Pacarpeluk kemudian menawarkan solusi kedua, yaitu panitia zakat fitri tidak perlu memungut tambahan biaya operasional kepada para muzakki. Karena UPZISNU Pacarpeluk telah memiliki kas, maka seluruh biaya operasional pengelolaan zakat fitri itu ditanggung oleh lembaga amil ini. Panitia zakat fitri tinggal menjalankan segala hal yang terkait dengan pengelolaan zakat fitri itu, tanpa harus mengurangi beras zakat fitri untuk biaya operasional dan mengambil bagian jatah beras atas nama amil. Bagian jatah beras atas nama amil itu tetap dialokasikan dan diberikan kepada lembaga amil UPZISNU Pacarpeluk.

Secara mufakat semua panitia menyetujui tawaran solusi kedua ini. Panitia tinggal mengelola dana dan perlengkapan yang telah disediakan oleh UPZISNU Pacarpeluk. Dengan demikian eksistensi UPZISNU Pacarpeluk benar-benar nyata berperan dalam pengelolaan zakat fitri, meskipun dalam tataran praktis lokal ditangani oleh para panitia zakat fitri itu.

Sebagai sebuah upaya ijtihad dalam pengelolaan zakat, pengurus UPZISNU Pacarpeluk tetap sadar jika pilihan ijtihad ini pasti ada celah untuk dikritik dan dibenahi. Oleh karena itu pengurus UPZISNU Pacarpeluk membuka diri untuk menerima segala saran demi kemaslahatan dan kesempurnaan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah agar potensi ekonomi umat Islam ini dapat benar-benar dikelola secara kreatif, profesional dan amanah tanpa menyimpang prinsip-prinsip syariat demi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan umat Islam.?

Penulis adalah ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pacarpeluk

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Hadits, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren

Hari itu, para kiai, santri, dan masyarakat Buntet Pesantren telah bersiap menerima kedatangan tamu agung dari Rembang, Kiai Ma’sum Lasem.

Tiba di Buntet Pesantren, Kiai Ma’shum langsung disambut dengan shalawat yang dilantunkan oleh KH Fuad Hasyim, KH Busyrol Karim, dan dua qari internasional dari Buntet Pesantren, yakni KH Fuad Zen dan KH Jawahir Dahlan.

Lantunan merdu shalawat dari kitab al-Barzanji itu diiringi dengan tabuhan genjring oleh keempat kiai tersebut. Suara genjring yang berasal dari Palembang seketika membius Mbah Ma’shum.

Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kiai Ma’shum Lasem Menangis di Buntet Pesantren

Saat itu pula, Mbah Ma’shum menangis sembari ngendika (berucap), “Mboten. Mboten haram. Mboten haram (Tidak. Tidak haram. Tidak haram).”

Kiai Ma’shum konon pernah mengharamkan genjring karena beberapa hal. Tetapi, begitu melihat tabuhan genjring di Buntet, beliau langsung menarik pernyataannya.

Selain Mbah Ma’shum, beberapa ulama lain yang pernah datang ke Buntet Pesantren juga disambut dengan tabuhan genjring, seperti Musniduddunya Syaikh Yasin al-Fadani dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hadis, Malang, al-Habib Abdullah Bafaqih. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baca Fragmen lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi

Paris, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Satu lagi pengurus NU di luar negeri berhasil menyelesaikan pendidikan S3-nya. Bendahara PCINU Prancis, Hayuning Anggrahita berhasil meraih gelar doktor di bidang geografi dan perencanaan wilayah (“Géographie et aménagement”) dari Université Paris IV Sorbonne.

Menurut siaran pers PCINU Prancis Sabtu (28/6), Hayuning Anggrahita berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Le Marketing Social est-il la solution au problème de la consommation d’eau à Jakarta?” (“Apakah Social Marketing dapat menjadi solusi bagi permasalahan konsumsi air di Jakarta?”) di hadapan lima penguji pada 26 Juni 2014.

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi

Disertasi Hayuning mendapatkan predikat “très honorable avec félicitations du jury”, suatu predikat tertinggi yang diberikan kepada seorang doktor dalam sistem pendidikan Prancis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam disertasinya Hayuning meneliti permasalahan air di Jakarta, dengan melihat kesenjangan antara sumberdaya air yang melimpah di Jakarta dan akses terhadap air bersih yang tidak setara di antara warga Jakarta.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan pengamatan Hayuning, persepsi tentang air yang melimpah cenderung mendorong konsumsi air secara boros. Penelitiannya menemukan bahwa pendekatan “social marketing” dapat mendorong warga Jakarta untuk menghemat konsumsi air.

Selama menempuh pendidikan S3, Hayuning mendapat dua penghargaan, Premier Prix concours de posters scientifiques yang diberikan École Doctorale de Géographie de Paris, Institut de géographie de Paris tahun 2012, dan Lauréate de Prix Mahar Schutzenberger Association Franco-indonésienne pour le Développement des Sciences (AFIDES) tahun 2013.

Keberhasilan Hayuning meraih gelar doktor memberi motivasi tersendiri bagi para mahasiswa NU yang sedang menempuh pendidikan mereka baik S2 maupun S3 di ibu kota Prancis tersebut. (Red: Abdullah Alawi)

      

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Hadits, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Pusat Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (PP LPBHNU) terus mengupayakan penyuluhan dan bantuan hukum kepada masyarakat khususnya warga NU. Langkah ini diwujudkan dengan membentuk lembaga di tiap pengurus cabang sebagai wadah pengaduan masyarakat.

“Bagaimana kita bisa menampung keluhan masyarakat jika tidak ada wadah yang menampung,” ujar Ketua PP LPBHNU Royandi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Jumat (13/5) saat mengumpulkan para PCNU di DKI Jakarta untuk menyosialisasikan misi tersebut.?

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang

Forum yang dihadiri juga oleh para pengurus LPBHNU cabang, penyuluh, dan profesional di bidang hukum ini juga sekaligus mendengarkan berbagai persoalan hukum yang mendera masyarakat di masing-masing wilayah.

Royandi menjelaskan bahwa langkah serupa telah dilakukan di berbagai wilayah seperti di Yogyakarta, Bali, NTB, dan Jambi. Ke depannya, setiap wilayah atau provinsi sudah terbentuk LPBHNU di setiap cabang.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Pembentukan LPBHNU di setiap cabang ini penting agar masyarakat lebih mudah menjangkau ketika membutuhkan penyuluhan dan bantuan hukum,” tutur pria berkaca mata ini.

Seperti yang telah diamanatkan PBNU, lanjutnya, LPBHNU bertanggung jawab untuk memberikan advokasi hukum, penyuluhan, dan mengkritisi Rancangan Undang-undang yang sifatnya merugikan masyarakat dan warga NU.

Selain itu, imbuhnya, LPBHNU yang telah terbentuk juga bertanggung jawab mengadakan kajian hukum dan menanggapi isu-isu terkini di bidang hukum yang berkembang di tengah masyakarat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“LPBHNU sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah sehingga teman-teman pengurus bisa bergerak. Kita juga sudah mengadakan kontrak kerja dengan Kemenkumham. Hal ini dalam rangka memberdayakan lembaga di masing-masing cabang,” tukas Royandi.

Dari diskusi yang berkembang, masing-masing cabang mengutarakan bahwa masyarakat banyak yang memberikan pengaduan atas ketidakadilan hukum, tetapi sumber daya manusia di LPBHNU sangat kurang. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan pimpinan pusat ini sangat berarti agar masyarakat yang sebagian besar merupakan warga NU bisa mendapatkan penyuluhan dan bantuan hukum secara layak. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Kiai, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kedatangan rombongan Kirab Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad di Kudus Senin (19/10) malam bukan hanya sekedar ziarah ke makam KHR Asnawi di Komplek Makam Menara Kudus. Di depan makam pendiri NU itu, mereka juga mengucapkan lima poin ikrar santri sebagai wujud meneguhkan komitmen menjaga dan mempertahankan ideologi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua PBNU H Aizuddin Abdurrahman memimpin pengucapan Ikrar Santri Indonesia yang diikuti semua rombongan dan warga NU Kudus. Diawali pembacaan dua syahadat, mereka menyatakan siap ? berpegang teguh pada aqidah ajaran, nilai dan tradisi Islam Aswaja.

Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI

"Sebagai santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, bertanah air satu, tanah air Indonesia, berideologi Pancasila, berkonstitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tuggal Ika," ucapnya diikuti semua anggota rombongan.

Berikut secara keseluruhan teks Ikrar Santri Indonesia yang dibacakan oleh Ketua PBNU H Aizuddin Abdurrahman:

Ikrar Santri Indonesia

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bismillahirrahmanirrahim,? Asyhadu allaa Ilaaha Illallah, Wasyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Kami santri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikrar :

1. Sebagai santri NKRI, berpegang teguh pada aqidah ajaran ? nilai dan tradisi islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

2. Sebagai santri NKRI, bertanah air satu, ? tanah air Indonesia, berideologi negara satu, ? ideologi Pancasila, berkonstitusi satu, UUD 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Sebagai santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan ? raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.

4. Sebagai santri NKRI, berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Idonesia yang berkeadilan

5. Sebagai santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan ? Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya ? yang bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama. (Qomarul Adib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ribuan Nahdliyin Hadiri Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ribuan Nahdliyin dari kabupaten Demak dan sekitarnya Sabtu (22/9) tadi malam menghadiri tahlil umum dan pengajian kebangsaan dalam rangka memperingati 1000 hari wafatnya presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Kegiatan diselenggarakan Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ? (MWCNU) kecamatan Demak Kota di Serambi Masjid Agung Demak.

Ribuan Nahdliyin Hadiri Peringatan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Hadiri Peringatan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Hadiri Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Ketua MWCNU Demak Kota K Yatin Ch ditengah tengah acara kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk mengenang sang guru bangsa yang juga tokoh yang sangat disegani di kalangan para kiai dan tokoh masyarakat lainnya. Menurutnya, warga NU merasa seakan Gus Dur belum wafat dan masih hidup.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saking cintanya pada Gus Dur mereka itu seakan ndak percaya kalau Gus Dur sudah sedo, sehingga ? acara nyewu ini dianggap seperti acara NU yang menghadirkan Gus Dur di tengah tengah jamaah,” kata K Yatin.

Lebih lanjut K Yatin menyampaikan dalam acara tersebut sengaja MWC NU kerja sama dengan Ansor Demak pesantren dikabupaten Demak, Ahbabul Musthofa dan Takmir Masjid Agung Demak

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Selain dengan PC Ansor kami menggandeng ? pesantren Attaslim Kracaan Demak asuhan KH M Nurul Huda, Pesantren BUQ Betengan Asuhan KH R Harir Muhammad, Fathul Huda asuhan KH Zainal Arifin Ma’shum, Subulussalam asuhan KH Hafidz Kasri, Nurul Hikmah, Al Istiqomah, Assujudiyyah, Ahbabul Musthofa dan takmir Masjid Demak,” tambahnya.

Tahlil dan pengajian semalam terhitung sangat istimewa selain dihadiri ribuan nahdliyin yang meluber sampai alun alun tersebut juga dihadiri para kiai, habaib, masyayikh serta menghadirkan tiga mubalig kondang yang pernah berjuang bareng bersama Gus Dur, diantaranya KH Yahya Cholil Staquf (juru bicara kepresidenan saat Gus Dur Menjabat), KH Nuril Arifin (mantan panglima Pasukan Berani Mati) serta KH Buchori Masruri (mantan ketua PWNU Jawa Tengah). Ketiga kiai tersebut dalam mauidhohnya mengulas manaqib atau biografi Gus Dur.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

Poligami dan Berburu Kebaikan

Ubaid dan Umar merupakan alumni pondok pesantren. Semenjak di pondok keduanya selalu berburu dan bersaing dalam hal kebaikan, terutama di shalat lima waktu. Tapi pada kenyataannya Ubaid selalu kalah dari Umar.

Suatu ketika Ubaid bertanya sama temannya itu. "Kang, kenapa sampean kok datang ke masjid selalu lebih cepat dari saya?”

Poligami dan Berburu Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Poligami dan Berburu Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Poligami dan Berburu Kebaikan

"Soalnya istri saya dua. Istri yang pertama membangunkan saya dan istri yang kedua menyiapkan perlengkapan shalat saya," jawab Umar santai.

Selang beberapa bulan, Ubaid pun berpoligami. Harapannya bisa seperti Umar. Benar, setelah poligami Ubaid hampir selalu terlihat lebih awal dari Umar berada di masjid.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kok sampean sekarang bisa mendahului saya datangnya, Kang? Resepnya apa?” Tanya Umar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya takut pulang ke rumah istri pertama yang marah-marah, jadi saya tiap hari tidur di masjid,” jawab Ubaid. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 14 Oktober 2017

Beginilah Perkembangan Istilah Aswaja dari Zaman ke Zaman

Bawean, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah Islam murni sebagaimana diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Demikian disampaikan Ustadz Faris Khoirul Anam, dalam bedah buku Khazanah Aswaja di Bawean di dua tempat, pertama ? di masjid An-Nur Sangkapura pada Kamis malam (23/03/’17) dan bedah buku kedua bertempat di RA Muslimat NU di Desa Daun yang diikuti delegasi Fatayat se-Bawean pada Jumat, (24/03/’17). Bedah buku menghadirkan dua pembedah yang merupakan tim penulis buku, yaitu Ustadz Faris Khoirul Anam dan Ustadz Yusuf Suharto.

Beginilah Perkembangan Istilah Aswaja dari Zaman ke Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Beginilah Perkembangan Istilah Aswaja dari Zaman ke Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Beginilah Perkembangan Istilah Aswaja dari Zaman ke Zaman

Bedah buku yang diikuti utusan lima MWCNU di lingkungan PCNU Bawean, juga para pengurus ranting itu dihadiri Ketua PCNU Bawean, Kiai Fauzi Rouf, Direktur Aswaja NU Center PCNU Bawean, Kiai Syamsuddin. Berbicara dalam kesempatan pertama, anggota Dewan Pakar Aswaja NU Center PWNU Jatim ini menyampaikan anatomi buku secara global dan kemudian menyampaikan fase perkembangan istilah Ahlussunnah wal Jama’ah. ?

“Aswaja sebagai manhaj atau metodologi itu sudah ada sejak Nabi dan dipraktekkan oleh para sahabat. Namun secara ideologi dirumuskan kembali oleh terutama Syekh Abul Hasan Al-Asyari dan Abu Manshur al-Maturidy,”demikian dikatakan Direktur Aswaja NU Center Kota Malang ini. “Perumusan kembali ? itu disebabkan adanya penyimpangan-penyimpanag dari ajaran Islam murni di zaman Nabi, misalnya Syiah, Muktazilah dan Khawarij. Pada dinamika berikutnya Aswaja menjadi landasan institusi atau dasar organisasi misalnya dilakukan oleh Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, dan lainnya.”

Sementara itu Yusuf Suharto menyampaikan bahwa istilah Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai Islam murni itu pernah diprediksikan oleh Rasulullah dalam hadits perpecahan umat Islam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau mengacu pada yang disampaikan Imam Al-Ghazali dan Imam Syahrastany maka istilah Ahlussunnah wal Jamaah itu pernah dikenalkan Nabi dalam hadits perpecahan umat sebagaimana disampaikan kedua beliau dalam salah satu kitabnya.”

“Sebagai istilah, Ahlussunnah wal Jama’ah juga dipakai Imam Abul Hasan dalam kitab Maqalutl Islamiyyin Wakhtilaful Mushallin,” ujar Direktur Aswaja NU Center Jombang ini.

“Menurut Syekh Abdul Qadir Jilany sunnah itu adalah thariqahnya Rasulullah dan jamaah itu adalah apa yang disepakati para sahabat di era Khulafaur Rasyidin. Dari sini kita bisa menyimpulkan, dengan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah itu adalah golongan yang mengikuti sunnahnya Rasulullah dan sunnahnya para sahabat pada masa Khulafaur Rasyidin. Al-Jamaah juga diartikan sebagai golongana mayoritas. Dengan demikian aswaja juga mereka yang mengikuti pemahaman dan pengamalan jumhur umat Islam dalam pokok-pokok akidah.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dalam kenyataannya, mayoritas umat Islam hingga kini dalam aqidah mengikuti rumusan Syekh Abul Hasan Al-Asy’ari, dan Syekh Abu Manshur al-Maturidy, dalam fikih mengikuti mazhab empat dan dalam tasawuf mengikuti Imam Junaed, Imam Ghazali atau Imam Abul Hasan as-Syadzily.”

Dalam sesi tanya jawab Ustadz Faris menjawab pertanyaan tentang bid’ah mengatakan,

“Bid’ah itu bukan hukum, tetapi merupakan perilaku, karena hukum itu cuma ada lima. NU yang mengakui keabsahan bid’ah hasanah adalah representasi pemahaman mayoritas ulama karena mayoritas empat madzhab mengakui keberadaan bid’ah hasanah.Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 23 Agustus 2017

‘Jihad’ ke Suriah, Belanda Cabut Kewarganegaraan 4 Warganya

Hague, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemerintah Belanda tidak memberi toleransi kepada warganya yang terindikasi terlibat dalam terorisme. Langkah-langkah politik administratif dilakukan untuk membendung gejala ekstremisme di negaranya.

‘Jihad’ ke Suriah, Belanda Cabut Kewarganegaraan 4 Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Jihad’ ke Suriah, Belanda Cabut Kewarganegaraan 4 Warganya (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Jihad’ ke Suriah, Belanda Cabut Kewarganegaraan 4 Warganya

Baru saja menteri kehakiman negeri kincir angin itu mencabut status kewarganegaraan empat orang warganya diduga kuat melakukan perjalanan ke zona konflik dan bergabung dengan organisasi teroris.

(Baca juga: Kisah Pilu Satu Keluarga asal Indonesia Gabung ISIS di Suriah)

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kepada wartawan di Parlemen Belanda, Rabu (12/9), seperti dikutip AP, Menteri Kehakiman Belanda Stef Blok mengatakan, keempat orang tersebut diyakini telah melakukan perjalanan ke Suriah. Menurutnya, mereka semua berkebangsaan ganda, yakni Belanda dan Maroko.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mereka yang identitasnya belum dipublikasikan itu juga mendapat julukan sebagai "makhluk asing yang tak diinginkan," yang berarti mereka tidak dapat secara sah kembali ke Belanda atau ke negara lain di zona perjalanan paspor Schengen Uni Eropa.

Sejumlah warga Belanda telah pergi ke Suriah dan Irak dalam beberapa tahun terakhir untuk bergabung dengan kelompok ekstremis yang mengatasnamakan nama Islam. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Tokoh, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 18 Agustus 2017

Syiarkan Islam, STIT Pringsewu Rutin Gelar Festival Ke-3 Rebana

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Sekolah Tinggi Agama Islam (STIT) Pringsewu menggelar kegiatan Festival Rebana setiap tahunnya. Kali ketiga ini pihak STIT mensyiarkan Islam lewat festival rebana untuk mengembangkan kreativitas remaja Islam di Pringsewu.

"Festival Rebana ini merupakan agenda tahunan. Ini kali ketiga. Tujuannya untuk mengembangkan dan meluaskan syiar Islam di Bumi Jejama Secancacan Kabupaten Pringsewu," demikian kata salah satu Dosen STIT Pringsewu yang juga panitia kegiatan Abdul Hamid, Sabtu (29/10).

Syiarkan Islam, STIT Pringsewu Rutin Gelar Festival Ke-3 Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiarkan Islam, STIT Pringsewu Rutin Gelar Festival Ke-3 Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiarkan Islam, STIT Pringsewu Rutin Gelar Festival Ke-3 Rebana

Ustadz Hamid menambahkan bahwa kegiatan tahunan ini juga ditujukan untuk memelihara nilai seni dan budaya yang bersumber dari Islam.

"Kita berharap kegiatan ini juga dapat menumbuhkembangkan kreativitas di kalangan generasi muda dan menangkal budaya negatif yang berasal dari luar," kata ustadz yang mengasuh Pesantren Baitul Quran ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan festival ini terbagi atas dua kategori, untuk kalangan ibu-ibu dan remaja. "Pada tahun ini kategori ibu-ibu diikuti oleh 42 grup dan remaja ada 12 grup," jelasnya. Kegiatan masuk dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1438 Hijriyah yang dibuka oleh Ketua STIT Pringsewu Sri Hartati.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rais Syuriyah MWCNU Ambarawa Kiai Abah Anom dalam pembukaan ini menyampaikan hikmah tahun baru dan pentingnya melestarikan budaya Islam. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

Kisah KH Asad Syamsul Arifin Ajak Preman Shalat Jumat

Salah satu hal yang luar biasa dari sosok kiai adalah kearifannya dalam berdakwah. Sebagaimana yang dicontohkan oleh KHR. Asad Syamsul Arifin pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo, Jawa Timur saat menyuruh para preman di daerah Bondowoso untuk ikut shalat Jumat.

Cerita yang disampaikan oleh salah seorang santrinya, H Ikrom Hasan kepada penulis ini bermula dari kehebatan ilmu kanuragan Kiai Asad. Tak hanya ilmu agama yang dikuasai oleh kiai yang baru saja ditetapkan sebagai pahlawan Nasional itu, tapi juga ilmu bela diri dan sejenisnya.

Kisah KH Asad Syamsul Arifin Ajak Preman Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah KH Asad Syamsul Arifin Ajak Preman Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah KH Asad Syamsul Arifin Ajak Preman Shalat Jumat

Berkat reputasinya dalam dunia persilatan tersebut, banyak preman, jawara, bromocorah wa alaa alihi wa ashabih yang segan kepada Kiai Asad. Jadi, tidak heran jika apa yang diucapkan oleh Kiai Asad menjadi semacam perintah yang wajib untuk dipatuhi. Bagi mereka, mematuhi perintah Kiai Asad adalah suatu kebanggaan tersendiri.

Meski demikian, Kiai Asad tidak serta merta memaksa mereka untuk melakukan shalat, misalnya. Pemaksaan dalam hal beragama, bagi Kiai Asad, bukanlah cara yang tepat untuk diterapkan dalam berdakwah. Apalagi bagi kalangan yang awam dari ilmu agama.

Kiai Asad punya cara tersendiri untuk mendakwahi mereka. Dalam suatu kesempatan, Kiai Asad mengumpulkan para preman tersebut. Di pertemuan itu, Kiai Asad minta tolong kepada kepala preman itu untuk menjagakan sandal para jamaah shalat Jumat yang kerap hilang.

"Sandal jamaah di maajid ini sering hilang kalau sholat Jumat, saya bisa minta tolong untuk menjagakannya agar tidak hilang?" pinta Kiai Asad.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Seketika dedengkot para preman itu, menyanggupinya. "Gampang itu, Kiai. Paling yang mencuri ya anak buah saya. Biar saya yang akan menjaga," tanggapnya dengan bangga.

Pertemuan pun diakhiri dengan kesepakatan sebagaimana di atas. Kiai Asad berpamitan seraya mengucapkan terima kasih kepada para preman tersebut.

Hari Jumat pun tiba. Si dedengkot preman itu tampak berjaga di dekat masjid. Berkat pengawasannya tersebut, tak ada sepasang sandal pun yang hilang. Begitupun jumat berikutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hingga pada Jumat keempat, si dedengkot preman yang menjaga sandal itu merasa ada yang aneh. Sebagai sosok yang disegani dan ditakuti banyak orang, ia merasa tidak kelasnya untuk melakukan tugas tersebut.?

"Masak sih saya menjaga sandal tukang becak, penjual kacang dan orang-orang remeh itu," gugatnya. "Seharusnya saya juga sholat dan sandal saya yang dijaga," imbuhnya.

Persoalan itu, lantas ia adukan ke Kiai Asad. Dengan tenang Kiai Asad balik bertanya. "Kalau sampean ikut sholat, lantas siapa yang menjaga sandalnya?"

"Tenang, Kiai," jawab si dedengkot preman. "Saya punya banyak anak buah. Biar mereka yang menjaga, saya yang sholat," tegasnya.

Kiai Asad pun menyetujuinya sembari mengucap syukur dalam hati atas hidayah yang tak langsung diberikan kepada si preman tersebut.

Proses itu pun berlanjut ke preman lainnya. Saat disuruh menjaga sandal, ia pun merasa aneh. "Masak, preman suruh menjagakan sandal preman," gugatnya balik. Akhirnya, mereka satu per satu pun ikut sholat Jumat.

Demikianlah cara Kiai Asad mendakwahkan ajaran-ajaran Islam. Penuh kearifan, tanpa ada pemaksaan yang terkadang berujung pada pemberontakan.

Namun, lanjut H Ikrom, selama proses dakwah tersebut, Kiai Asad tak pernah berhenti bertaqarub kepada Allah. Ia bermunajat meminta kepada Sang Kholik untuk memberikan hidayah kepada para preman tersebut. Berkat kekuatan doa Kiai Asad itulah, para preman mendapatkan hidayah.?

(Barrur Rohim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Internasional, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock