Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo meluncurkan produk hasil program hibah bina desa (PHBD) di Desa Bluru Kidul, Sidoarjo, Jawa Timur. Peluncuran produk ini untuk mengenalkan olahan kerang yang disulap menjadi krupuk kerang dan bakso kewer (kerang dower), sebagai olahan makanan khas baru di Sidoarjo.

Ketua tim PHBD UNU Sidoarjo, Zakaria Dimas menegaskan, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya warga Desa Bluru Kidul, pihaknya ingin meningkatkan potensi ekonomi warga setempat.

UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo Luncurkan Produk Olahan Kerang

"Desa Bluru Kidul mempunyai potensi ekonomi kreatif yang besar, khususnya di bidang pengelolaan kerang. Apalagi warga setempat mayoritas penduduk yang mata pencahariannya adalah nelayan," kata Dimas, Jumat (14/12) malam.

Tak hanya itu, lanjut Dimas, sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, mahasiswa harus berada di tengah-tengah masyarakat untuk mendukung dan meningkatkan segala kegiatan atau potensi warga tersebut.

Peluncuran produk tersebut dihadiri sekitar 400 peserta, terdiri dari elemen masyarakat Bluru Kidul dan mahasiswa UNU Sidoarjo. Peluncuran itu bermula, saat tim PHBD UNU Sidoarjo mengikuti program Kementerian dan mampu menggeser 4000 kampus se-Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantam Kepala Desa Bluru Kidul Tri Prasetyo menyatakan, produk kreatifivitas dari mahasiswa UNU Sidoarjo bisa menjadi daya tarik pengembangan ekonomi desa, khususnya para nelayan.

"Kami berharap dari program pengembangan desa ini, olahan dengan bahan dasar kerang bisa menjadi icon produk Desa Bluru Kidul yang mampu bersaing di pasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masih dalam peringatan Hari Kartini, Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengadakan Festival Kebaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Brebes, Ahad (24/4) yang diikuti 26 peserta utusan dari PAC IPPNU Se-Kabupaten Brebes dan dihadiri ratusan kader IPPNU.

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

Ketua PC IPPNU Kabupaten Brebes Ade Melly Seftiana ditemui di sela acara menjelaskan bahwa ? kegiatan ini merupakan kali kelima IPPNU menyelenggarakan Festival Kebaya guna meneladani pemikiran dan juga sikap RA Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan kaum perempuan.

”Di era sekarang sudah banyak kaum perempuan yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini, seperti di Kabupaten Brebes juga dipimpin oleh perempuan,” terang Melly

Sementar itu, Ketua Panitia Lia Ulfiyanah menjelaskan beberapa rangkaian kegiatan Festival Kebaya antara lain santunan Anak yatim untuk 80 anak yatim/piatu, kemudian Seminar Produktivitas Perempuan oleh Afiyah Hidayati dari BKBPP Kabupaten Brebes.

Adapun Dewan Juri Festival Kebaya tersebut yaitu Istiqomah Solihin dari PC Muslimat NU Brebes, Siti Khoerotul Aeni dari PW IPPNU Jateng, dan Hj Hidayah Edi Muammar dari HARPI (Himpunan Rias Penganten Indonesia) Cabang Brebes.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Setelah diambil 10 besar peserta di uji wawasannya tentang kebudayaan, kebangsaan, keislaman, ke-IPPNU-an dan menunjukan kemampuan antara lain membaca puisi, Al-Qur’an dan juga menyanyi,” lanjut Lia

Setelah melalui proses penilaian yang ketat keluar sebagai juara I yaitu Siti Laelatul Hana dari PAC IPPNU Tanjung, juara II Mayasari Nuriyah dari PAC IPPNU Brebes, Juara III Noviayani dari PAC IPPNU Larangan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kabag Kesra Setda Kabupaten Brebes H Imron Hisyam, Camat Brebes Eko Purwanto, PCNU Brebes, Pengurus Badan Otonom NU tingkat Kabupaten Brebes, Para Pembina dan Alumni IPPNU. (Bayu/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, PonPes, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

PCNU Cianjur Studi Banding ke Unisnu Jepara

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Mendapat kunjungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, Senin (22/1). Bertempat di ruang seminar lantai 2 Fakultas Sains dan Teknologi acara studi banding dimulai pukul 08.30 WIB.

PCNU Cianjur Studi Banding ke Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cianjur Studi Banding ke Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cianjur Studi Banding ke Unisnu Jepara

Sebanyak 30 orang yang terdiri dari IPNU, IPPNU, LDNU, Pergunu, Lafa NU, LTM NU, PMII dan mahasiswa STISNU disambut oleh Wakil Rektor III H Mustofa Muhtar dan Wakil Rektor II H Hendro Martodjo mewakili Rektor Unisnu Jepara yang dalam waktu yang sama menghadiri acara penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gedung Wanita Jepara.

Studi banding itu merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh PCNU Cianjur sebagai sarana untuk menambah wawasan seputar pengembangan dan tata kelola Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. 

Selain itu studi banding ini juga menjadi sarana menjalin silaturrahim antara PCNU Cianjur dengan Unisnu Jepara.

“Studi banding ini untuk menambah pengetahuan Kami tentang tata kelola Unisnu. Selain itu juga untuk menjalin tali silaturrahim antara kedua lembaga,” ujar KH Deden Usman Ridwan, Wakil Ketua PCNU Cianjur seperti rilis yang diterima redaksi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada dua aspek utama yang menjadi bahan studi banding pada kesempatan itu. Dua aspek tersebut adalah tata kelola bidang kepegawaian, keuangan dan aset serta materi tentang perkembangan dan rencana pengembangan Unisnu yang disampaikan oleh Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Miftah Arifin.

Dalam sambutannya Hendro Martodjo dan Mustofa Muhtar menyampaikan sejarah singkat berdirinya Unisnu dan juga statistik dalam angka. 

Seusai studi banding rombongan PCNU Cianjur melanjutkan perjalanannya menuju ke Tuban dan ziarah ke makam Walisongo. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Penentu kelulusan siswa itu seyogianya diserahkan kepada pihak sekolah. Penentuan kelulusan oleh pemerintah pusat berarti merampas hak guru dan sekolah karena pemerintah hanya menilai prestasi pelajar dari ujian tulis saja.

Demikian tanggapan Drs. Suharyanto, Kepala Sekolah SMK Ma’arif Yogyakarta, terhadap isu kebijakan pemerintah tentang ujian nasional yang akan ditentukan oleh sekolah, saat ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di kantornya, Jl. Hos Cokroaminoto, Sabtu (17/01).

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Dilibatkan dalam Penentuan Kelulusan UN

Ia menjelaskan, memang seharusnya, dalam penentuan kelulusan harus mempertimbangkan budi pekerti, perilaku dan kreativitas siswa. “Kita (guru) tahu siswa kita seperti apa.? Kita bisa menambah nilai bagi anak yang patut ditambah. Misalnya, kalau ada siswa yang rajin sekali masuk sekolah dan berperilaku baik, maka ini akan kita pertimbangkan. Kalau siswa seperti itu dinyatakan tidak lulus kan tidak adil,” ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Suharyanto menjelaskan tentang ketidakadilan lain, misalnya ketika ada siswa yang sering bolos, buruk secara perilaku, tapi lulus karena ia beruntung mennjawab soal dengan benar meski dengan cara mengundi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Budi pekerti, sopan santun, menjadi krisis di sekolah, karena penentuan kelulusan hanya berdasarkan ujian tulis. Kalau kelulusan ditentukan oleh sekolah, itu akan menjadi bahan pertimbangan kelulusan bagi siswa. Kalau kelulusannya ditentukan oleh pusat, guru tidak berhak menilai anak,” tandasnya.

Sampai saat ini, kata Suharyanto, belum ada surat edaran resmi dari pemerintah. “Baik besok ujiannya mau Unas atau apa, ditentukan oleh pemerintah atau sekolah, kita sudah siap. Guru-guru sudah kita bagi tugas, masing-masing guru kita minta untuk menangani dua siswa, untuk mengawal sejak sekarang hingga menjelang ujian," tuturnya. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sejarah, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Yahya Ma’shum: Relawan Desa NU Tak Terkait Program Pemerintah

Batam, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU yang juga ketua tim kerja yang dibentuk oleh PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa Yahya Ma’shum menegaskan, relawan desa yang sedang dikoordinir oleh NU tidak terkait dengan program pendampingan desa yang dlakukan oleh pemerintah.

“Informasi yang salah perlu diluruskan. Relawan desa ini sama sekali tidak ada hubungan dengan program pemerintah,” katanya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lakpesdam di Aswama Haji Kota Batam, Rabu (15/4).

Yahya Ma’shum: Relawan Desa NU Tak Terkait Program Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Ma’shum: Relawan Desa NU Tak Terkait Program Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Ma’shum: Relawan Desa NU Tak Terkait Program Pemerintah

“Kami berharap pengurus Lakpesdam dari berbagai daerah yang hadir memperluas informasi agar jangan sampai seakan-akan tim relawan ini disiapkan untuk melaksanakan program pendampingan yang dilakukan pemerintah,” tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengatakan, Surat Edaran PBNU tertanggal 25 Februari 2015 kepadaPCNU seluruh Indonesia agar membentuk tim relawan desa di setiap pengurus ranting NU dimaksudkan sebagai upaya NU dalam berpastisipasi mengawal UU desa. Relawan NU akan bekerjanya secara voluntary, tidak mengelola dana dan gaji.

Salah satu materi Rakernas V Lakpesdam itu juga membahas program pemberdayaan masyarakat desa. Selain mengawal implementasi UU Desa, program ini dimaksudkan untuk mewujudkan komitmen Lakpesdam NU dalam memperkuat ranting NU di tingkat desa sebagai pusat gerakan NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada PC dan PW lakpesdam yang berhasil menyeleggarakan pelatihan kader penggerak ranting,” kata Yahya.

Ketua PBNU yang juga bagia dari tim untuk pemberdayaan masyarakat desa dalam Rakernas itu juga menegaskan bahwa surat edaran PBNU untuk pembentukan relawan desa di tiap ranting NU tidak berhubungan dengan program pemerintah. “Kita hanya ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan dari UU Desa,” katanya. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melakukan upgrading atau penyegaran pengurus sekaligus untuk memantapkan kepengurusan Kabupaten Probolinggo periode 2013-2015, Sabtu (10/1).

Wakil Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Yayuk Hasanah mengungkapkan pemantapan pengurus ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para pengurus dalam memberikan pemahaman terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) jabatan masing-masing dalam kepengurusan.

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

“Kami berharap supaya kegiatan ini bisa menambah semangat juang para pengurus untuk menyusun dan menjalankan program kerja sesuai dengan kebutuhan para pelajar NU. Sebab pada dasarnya kita bergabung dengan IPPNU adalah untuk membesarkan dan menampung seluruh aspirasi pelajar NU,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Yayuk, penyegaran sekaligus pemantapan kembali kepengurusan ini sangat penting dilakukan. Sebab selain untuk bisa memperbaiki kualitas diri, pengurus juga harus lebih semangat dalam mengembangkan organisasi IPPNU di Kota Probolinggo.

“Perjuangan itu sangat penting dilakukan dibarengi dengan semangat dalam memperjuangkan dan melestarikan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo,” terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Demi tetap menjaga eksistensi organisasi jelas Yayuk, maka semua pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo harus selalu menjaga kekompakan agar program kerja yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan harapan para pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo.

“Kekompakan ini penting agar apa yang sudah kita programkan bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pemantapan ini merupakan salah satu upaya penguatan SDM di jajaran kepengurusan sebagai langkah mempertajam program kerja yang akan ditetapkan dalam Rakercab mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Quote, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

PBNU Bahas RUU Lembaga Keagamaan dan Pesantren

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren di lantai lima, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).

Pada FGD ini hadir Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Umar Syah, Pimpinan Komisi VIII DPR Fraksi PKB Malik Haramain, dan lain-lain. 

PBNU Bahas RUU Lembaga Keagamaan dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bahas RUU Lembaga Keagamaan dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bahas RUU Lembaga Keagamaan dan Pesantren

Panitia membahas tentang Lembaga pendidikan Keagamaan dan Pesantren ini karena perhatian negara terhadap Lembaga ini belum optimal. Sementara di sisi lain, pendidikan merupakan cita-cita kemanusiaan universal yang menjadi tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UUD 1945. 

Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) menginisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren. 

Anggota DPR FKPB H Taufiq Abdullah mengatakan, tujuan utama dari negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, akan  tetapi Nahdlatul Ulama melalui pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan swasta sangat berperan dalam proses mencerdaskan bangsa kurang mendapat perhatian dari negara. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Ketika kita (pesantren) sebagai sub telah melakukan kegiatan mencerdaskan bangsa, mestinya negara berhutang," kata Taufiq. (Husni Sahal/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis mengaku sudah beberapa kali menjadi juru penengah ketegangan antara para dai televisi dan masyarakat yang tidak terima dengan apa yang disampaikan dai tersebut.

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

?

“Saya banyak menyelesaikan masalah itu seperti ketika Ustadz Maulana menyampaikan tentang sopir, pilot itu tidak perlu muslim, Syekh Ali Jaber yang menyinggung masalah qurban, Solmed berkenaan dengan tarif, dan lainnya,” kata Kiai Cholil kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Jakarta, Jumat (16/6).

Agar tidak terjadi lagi ketegangan di masyarakat, ia mengimbau kepada para dai atau penceramah televisi untuk menyampaikan materi-materi yang bersifat khilafiyah tersebut dengan cara seimbang. Mereka juga seharusnya tidak menggunakan pernyataan-pernyataan yang ambigu yang bisa menimbulkan salah paham di ranah publik.

“Jadi dia harus menerangkan dalil A dan B nya. Misalnya tentang qunut saat Salat Subuh, ia harus menjelaskan dalil yang memakai qunut seperti ini dan yang tidak qunut seperti itu. Silahkan dipilih tetapi tidak boleh mencaci yang lain,” urainya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku menghargai siapa saja yang menyampaikan pemikirannya saat berdakwah di televisi. Baginya, seorang dai bertugas untuk memberikan pencerahan, bukan malah menjadi penyebab antara satu dengan yang lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita persilahkan ia menyampaikan pemikirannya, tetapi jangan sampai menimbulkan perdebatan karena nanti kita tidak produktif,” ujar alumni Universitas Malaya Malaysia itu.

Wakil Ketua Lembaga Bahsul Masa’il PBNU periode 2005-2015 itu menambahkan, jika mereka sudah terlanjur melakukan hal itu maka mereka bisa diskor dan tidak dipanggil selama beberapa bulan ke depan sebagai hukumannya.

“Kalau di Damai Indonesiaku, kita diminta untuk menjadi pengawas. Kalau ada protes tentang dai-dai yang menyampaikan khilafiyah dan menyalahkan yang lain, maka mereka akan di-cooling down dan tidak diundang dalam beberapa bulan ke depan,” tutup Ketua Forum Antar Umat Beragam Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan itu. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik?

Di saat semua orang berlarian menghindar, satu wartawan berusaha mewawancarai seorang nenek. Di tengah membumbungnya abu vulkanik Kelud yang begitu tebal, muka si nenek dan wartawan pun tampak seperti di‘meck-up’ tidak karuan.

“Nek, nenek sama siapa? Kok sendirian?” tanya si wartawan sambil berjalan sedikit mengejar si nenek yang sedang panik dengan abu vulkanik di seluruh tubuhnya.

“Sudah tahu sendirian, kok masih nanya?” jawab si nenek sewot.

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Rasanya Terkena Abu Vulkanik?

“Terus kira-kira rasanya gimana nek?” tanya si wartawan lagi tentang abu vulkanik.

Rasakno dewe … (rasain sendiri)!” jawab si nenek sambil bergegas pergi, dan si wartawan hanya mlongo. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Menyikapi situasi politik? Tanah Air yang belakangan kian memanas menyusul akan? dihelatnya? unjuk rasa lanjutan pada 2 Desember mendatang, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor, Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuka posko pendaftaran untuk menghadiri apel kebangsaan di Jakarta pada tanggal 11 Desember? mendatang.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kencong, Muhammad Yasin Yusuf Ghazali, posko tersebut mulai dibuka kemarin guna merespon keinginan para kader Ansor untuk menghadiri apel tersebut.

Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Kader Ansor Kencong dan Jember Siap Hadiri Apel Kebangsaan

“Kami mengkoordinir teman-teman yang mau berangkat ke Jakarta untuk maksud tersebut. Daripada berangkat sendiri-sendiri, kan tidak bisa dikontrol,” ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Kencong, Selasa (22/11).

Yasin menambahkan,? apel kebangsaan tersebut adalah bagian dari komitmen Ansor untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ia memperkirakan sedikitnya? 2000 orang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti apel kebangsaan itu. “Kami target 2.000 orang (dari Kencong) nanti ikut ke Jakarta,” ucapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal yang sama juga dilakukan PC GP Ansor Jember. Menurut Sekretaris? PC GP Ansor Jember Kholidi Zaini, saat ini pihaknya sudah mendata para kader Ansor yang akan ikut apel kebangsaan. Dikatakannya,? mereka sangat antusias mengikuti apel tersebut, karena merasa terpanggil untuk mempertahankan NKRI dan sekaligus mendukung pemerintahan? yang sah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sebab, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak? tertentu yang sengaja menumpang demo tersebut untuk tujuan makar. Kalau sudah makar, maka bukan hanya Ansor musuhnya tapi semua rakyat Indonesia,” jelasnya sambil menambahkan bahwa Ansor Jember akan memberangkatkan 3000 anggota Banser untuk mengikuti apel tersebut.

Menurut Kholidi, sesungguhnya demo lanjutan tidak perlu dilakukan lagi. Sebab, polisi sudah menangani kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok tersebut, bahkan telah menjadikannya? sebagai tersangka. Karena itu, ia mengimbau semua? pihak agar bisa menahan diri dan mempercayakan penanganannya? kepada polisi. “Lho kalau demo lagi, apa substansinya. Karena itu, wajar jika merebak dugaan adanya maksud terselubung (makar) di balik demo tersebut,” urainya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid di Jakarta selama tiga hari Kamis-Sabtu? (17-19/7).

Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsolidasi Nasional Lembaga Tamir Masjid Digelar di Jakarta

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 45 pengurus LTM-PWNU dari 20 Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Sumut, Sumsel, Kalsel, Sulsel, Sulteng, Maluku, Sumbar, Riau, Kepri, Lampung, Kalbar, Kaltim.

Dalam kegiatan bertajuk “Revitalisasi Peran Masjid sebagai Pusat Pembangunan Umat” itu LTM-PBNU mencanangkan program revitalisasi peran masjid melalui 7 aksi pemberdayaan. 7 aksi pemberdayaan ini merupakan keinginan hampir seluruh umat Islam di Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Hampir seluruh umat Islam di Indonesia mempunyai tujuh permohonan dalam setiap doa selesai shalat, yaitu selamat agama, sehat jasmani, bertambahnya ilmu, rizki yang berkah, taubat sebelum mati, rahmat menjelang ajal, dan pengampunan setelah mati,” kata KH. Abd. Manan Ketua LTM-PBNU, Jum’at (18/7).

Oleh Lembaga Ta’mir Masjid (LTM), tujuh keinginan masyarakat itu dijabarkan menjadi 7 Aksi Gerakan Masjid sebagai tanggung jawab masjid melayani jamaahnya. Tujuh aksi ini mencerminkan tujuh keinginan umat Islam tersebut dan masjid menjadi pusatnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua LTM-PBNU KH Mansur Syaerozi memaparkan perlunya pengurus menggali kekuatan finansial secara mandiri yang dikelola secara profesional dan transparan.

“Dari jamaah, untuk jamaah. Memanfaatkan kekuatan finansial jamaah untuk memakmurkan jamaah. Hanya dengan begitu fungsi masjid di tengah-tengah masyarakat akan dirasakan manfaatnya oleh jamaah,” kata Mansur Syaerozi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata

Bali, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Terus tingkatkan konsolidasi organisasi, Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama bersama Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang se-provinsi Bali menggelar acara Halal ni Rapat Koordinasi Wilayah. Kegiatan berlangsung tgl 29 Juli 2017 bertempat di Aula Sekolah Tinggi Agama Dharma Bali.?

Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Bertekad Bumikan Aswaja di Pulau Dewata

Ketua Pengurus Wilayah Pergunu Bali, H. Jumari dalam sambutannya menuturkan bahwa upaya untuk menggerakkan Pergunu terus dilakukan. Ini terbukti sampai saat ini, seluruh kota dan kabupaten sudah terbentuk Pergunu. Ke depan akan dimasifkan lagi hingga tingkat kecamatan.?

"Kita terus bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh untuk menggerakkan Pergunu. Alhamdulillah, seluruh kota dan kabupaten di Bali sudah terbentuk, tinggal kita teruskan pada tingkat kecamatan dan basis sekolah atau madrasah", terang Jumari yang merupakan Ketua STAI Darma Bali.

Lebih lanjut, menurut Jumari bahwa Pergunu ini sangat penting keberadaannya, karena dengan Pergunu nilai Aswaja akan dapat dibumikan mulai sejak dini dan terus mengikuti perkembangan anak. Untuk ia menghimbau agar Guru Pergunu di Pulau Dewata terus berusaha mendakwahkan nilai-nilai Aswaja dan Islam Rahmatan lil alamin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan yang sama, Ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono menyampaikan pentingnya konsolidasi organisasi, tertib administrasi, dan menjalan organisasi pergunu sesuai dengan sistem organisasi profesional. Selain itu, Aris yang hadir untuk serah terima Beasiswa Pergunu kepada Putra-putri terbaik Nahdliyin mengajak agar membumikan Aswaja melalui menanam Rasa, dengan pendekatan amaliyah Annahdliyah.

"PP Pergunu tidak bisa berdiri sendiri, tanpa gerakan dan dukung PW dan PC, maka sangat penting Konsolidasi organisasi, membangun sistem organisasi yang kuat dan profesional. Dalam membumikan Asjawa perlu strategi yang pas, salah satunya dengan menanamkan rasa, melalui amaliyah Annahdliyah,” terang Aris?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pengurus Wilayah Bali, dan Pengurusan Cabang Pergunu se-Bali. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan penyerahan buku kenangan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Meme Islam, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejak pertama lahir, pola pendidikan di pondok pesantren diakui mampu membentuk manusia seutuhnya. Artinya tidak hanya memahami ilmu agama Islam, tetapi lulusan pesantren mampu berkarya di segala bidang kehidupan secara mandiri. Inilah yang dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahwa pesantren merupakan sistem pendidikan paling komplit.

Djarot menyampaikan hal tersebut pada acara peluncuran legalitas Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada berbagai tingkatan seperti Ula, Wustho, dan Ulya oleh Kementerian Agama, Senin (1/8) di Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan ini, Kemenag memberikan SK izin operasional kepada 12 PDF pada tingkat Wustho dan Ulya di seluruh Indonesia.?

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Djarot yang hadir bersama beberapa jajaran pejabat Provinsi DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Timur menegaskan bahwa pesantren tidak hanya fokus mengkaji ilmu agama melalui kitab kuning, tetapi juga mendidik santri berwirausaha dan menghadapi hidup secara mandiri. Hal ini yang menjadikan lulusan pesantren mempunyai dasar dan prinsip yang kokoh ketika terjun di tengah masyarakat.

“Tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar hidup, belajar bertoleransi dengan sesama, belajar saling tolong-menolong satu sama lain, mandiri dan bekerja keras yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan akhlak mulia, iman dan taqwa kepada Allah,” jelas pria asal Blitar ini saat menyampaikan sambutan.

Pendidikan di pesantren, lanjut Djarot, memungkinkan anak memiliki jiwa spiritualitas kokoh karena hari demi hari diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Ruang ini tidak akan dimasuki oleh hal-hal dan perilaku negatif karena santri selalu mengisinya dengan kegiatan keagamaan dan pembelajaran hidup.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Maka jangan heran ketika banyak anak sekarang mudah terjerumus pada perilaku buruk dan negatif karena terlalu banyak ruang kosong pada dirinya yang menyebabkan jiwanya juga kosong,” terang Djarot.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan terus ditempa dengan pendidikan positif dan kerja keras, Djarot yakin lulusan pesantren tidak akan lapuk di makan zaman. Karena santri sudah terbiasa hidup dengan apapun. Menurutnya, tantangan Islam ramah dan toleran yang dibawa para lulusan pesantren kini mendapat tantangan besar ketika mudahnya akses teknologi informasi yang kerap berisi paham keagamaan yang keras dan cenderung kaku. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Nasional, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Tidak diragukan lagi bahwasanya dalam syariat Islam, selain puasa wajib di bulan Ramadhan, kaum muslim pun diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa sunah ini memiliki banyak keutamaan,sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsi, Allah Swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?) ? ? ?

? "Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)." Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi .

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Salah satu keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal - Puasa Enam hari di bulan Syawal memiliki dalil yang shahih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ?

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.?

Sebagian orang meragukan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal, akan tetapi keraguan itu terbantahkan oleh bukti-bukti periwayatan hadits. Perhatikan ungkapan Syeikh Abdullah bin Abdulal- Bassam berikut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal merupakan hadits yang shahih, hadits ini memiliki periwayatan lain di luar hadits Muslim. Selain hadits Muslim yang meriwayatkan hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.” Oleh karena itulah Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal ini tergolong hadits mutawatir.

Hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunah yang boleh dilaksanakan mulai tanggal dua Syawal. Apabila melaksanakan puasa sunah Enam hari ini pada tanggal satu ? Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Dalam hadits disebutkan, dari Abu Said al-Khudri, dia berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? “Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; idul fitri dan idul adha.(maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah . ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Praktik berpuasa 6 hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa di bulan Ramadhan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak. Perbedaannya, pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari yang penting masih di bulan Syawal. Namun apabila merujuk pada firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133, sebaiknya dilaksanakan sesegera mungkin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allah berfirman, “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”.

Demikian saja sekilas tentang Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal. Ingat, tidak ada lagi hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha, jadi pembaca setelah melaksanakan puasa Enam hari di bulan Syawal tak usah lagi merayakannya dan mengucapkan selamat hari raya.

?

Guslik An-Namiri, Ketua Umum Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh, aktivis NU Arab Saudi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pendidikan, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya ditetapkan kembali menjadi Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) periode 2012 - 2016. Sementara Mudir Aam dipercayakan kepada KH Abdul Muthi Nurhadi yang sebelumnya menjabat sebagai Mudir Idaroh Wustho Jatman Propinsi Jawa Timur.

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah

Keputusan penetapan pasangan Habib Luthfy dan KH Muthi dilakukan melalui sidang Komisi Majelis Ifta yang berlangsung Jumat (13/1) tadi malam, yang dipimpin langsung oleh Habib Luthfy bersama anggota majelis ifta yang diwakili dari unsur Idaroh Aliyah dan Rais Idaroh Wustho yang diambil dari unsur perwakilan Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Sedangkan Posisi Katib Aam, Sekretaris Jendral dan Bendahara Umum masih dijabat pengurus lama yakni KH. Zaini Mawardi, KH. Mohammad Masroni dan Ir. Bambang Iriyanto.   

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Mohammad Masroni kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal mengatakan, hasil sidang majelis ifta baru menghasilkan sebagian kepungurusan idaroh aliyah Jatman, sedangkan kelengkapan kepengurusannya baru akan dibahas pada pertemuan lanjutan tanggal 2 Pebruari 2012 di Pekalongan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagaimana dalam tata tertib Muktamar XI Jatman pasal 19 bahwa pengangkatan Rais Aam diserahkan kepada Majelis Ifta sedangkan untuk Mudir Aam dipilih oleh Rais Aam atas pertimbangan Majelis Ifta setelah diajukan oleh peserta muktamar.

Hal ini sangat berbeda pada Muktamar NU yang selama ini berlangsung, dimana proses penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dan kelengkapan pengurus dilakukan melalui rapat tim formatur.

Acara penutupan Muktamar XI Jatman akan dilakukan hari ini, Sabtu (14/1) pagi, oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa yang didahului dengan ceramah dan deklarasi Mahasiswa Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (MATAN) dan pengumuman hasil sidang Majelis Ifta tentang susunan kepengurusan Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah periode 2012 - 2017 hasil Muktamar XI Jatman yang berlangsung di Pesantren Al Munawariyah Bululawang Kabupaten Malang Jawa Timur.

Redaktur     : A.Khoirul Anam

Kontributor : Abdul Muis

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Warta, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

Padangpariaman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Pariaman Satria Efendi ditetapkan sebagai tuanku pada pengangkatan tuanku di pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah (MMI) Sungai Asam kecamatan 2 X 11 VI Lingkungan, Padangpariaman, Sabtu (7/6). Satria dikukuhkan dengan gelar Tuanku Kuning.

Gelar Tuanku dikukuhkan setelah Satria Effendi menempuh pendidikan di MMI selama 6 tahun. Normalnya, gelar itu rata-rata dikukuhkan setelah santri menempuh pendidikan selama 10 tahun.

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

“Alhamdulillah saya menyelesaikannya lebih cepat. Ini berkat dukungan pimpinan pesantren MMI BuyaTuanku Musawir Tuanku Kuning, para guru senior, dan keluarga,” kata Satria Effendi menambahkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wakil pimpinan pesantren MMI Syafrizal Tuanku Bagindo  mengingatkan tuanku yang baru dikukuhkan ini agar selalu memperhatikan larangan bagi seorang tuanku. Di antaranya, ulama tidak boleh digaji, profesi yang harus dijalani dalam keseharian harus pula sesuai dengan status tuanku yang disandangnya. Tetap menjaga adab sebagai seorang tuanku. Pihak keluarga pun diminta menjaga muru’ah tuanku yang disandang anaknya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini penting ditekankan kepada setiap tuanku yang sudah diangkat dan dikukuhkan. Jangan sampai sikap, perilaku, dan adabnya, sama saja dengan sebelum diangkat jadi tuanku. Kita berharap, para tuanku mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang dimilikinya di tengah masyarakat. Perannya sudah ditunggu untuk turut berperan memperbaiki akhlak umat,” kata Syafrizal Tuanku Bagindo.

Mantan Ketua PMII Kota Pariaman Zeki Aliwardana mengatakan, pengukuhan ini semakin memperkuat perjuangan PMII Kota Pariaman dalam mengawal nilai-nilai Islam Aswaja yang rahmatan lil alamin.

“PMII organisasi yang berpahamkan Aswaja memang harus banyak yang berbasis pesantren. Sehingga memudahkan kadernya untuk terus berkomunikasi dengan para tuanku, ulama khas Pariaman ini,” kata Zeki yang kini diamanahkan Ketua GP Ansor Padangpariaman.

Pengukuhan dihadiri pimpinan pesantren MMI Musawir Tuanku Kuning dan ratusan undangan yang terdiri atas alumni, orangtua, keluarga, dan masyarakat sekitar pesantren. Selain Satria,  3 rekan lain menerima gelar. Defri Tanjung bergelar Tuanku Marajo berasal dari Barangan, Lurah Ampalu. Fuad Jamal bergelar Tuanku Sidi berasal dari Bungo Tanjuang Sungai Geringging. Dedi Sulhendra bergelar Tuanku Sinaro berasal dari Sungai Putih Sungai Geringging. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Pendidikan, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Oleh Miftakhur Risal



Dalam berbagai kesempatan, kita sering mendengar soal keterasingan dan keanehan Islam. Bahwa Islam dimulai dengan keadaan yang asing dan aneh, selanjutnya akan berakhir dalam keterasingan dan keanehan pula. Diucapkan dalam khutbah dan ceramah untuk membesarkan hati mereka yang “galau” dalam hijrahnya. Seolah ada pemahaman bahwa Islam yang benar adalah Islam yang teralienasi. Yang asing dan tidak familiar, itulah Islam yang sejati.

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Seseorang yang pindah (hijrah) dari sifat dan laku non-Islami menuju jalan hidup yang dianggapnya lebih Islami, memang kadang diselimuti kegalauan. Seseorang yang baru saja memutuskan bercadar, misalnya, harus menata diri berjumpa dengan kawan-kawan lamanya yang tidak sepemahaman. Saya tidak ingin membahas soal hukum cadar, tapi kondisi seperti ini jelas memerlukan pegangan yang kuat. Hadits soal “asingnya” Islam adalah satu di antaranya.

Kondisi di atas sebenarnya bukanlah masalah serius. Menjadi genting ketika hadits yang sama digunakan oleh para pendukung radikalisme dan terorisme. Seolah menjadi pembenar bahwa meski tindakannya dikutuk mayoritas umat beragama, ia tetaplah aksi yang heroik. Tidak mengapa ada anggapan? aneh dan “asing”. Toh Islam juga dimulai dari situasi yang aneh dan asing. Kira-kira seperti itulah argumen yang sedang dibangun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Doktrin seperti ini nyata. Kita bisa melacaknya jika memiliki banyak waktu untuk lakukan cyber-patrol. Cukup banyak penghuni dunia maya yang sorak-sorai rayakan aksi teror, alih-alih mengutuknya. Mengambil sisi mendukung tindakan pemerintahan yang (dalam kacamata mereka) thaghut. Hal yang demikian, saya rasa patut diluruskan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadtis keterasingan Islam yang dimaksud, tertuang dalam Shahih Muslim dari Abi Hurairah yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”

Merujuk pada sejarah Islam awal, keadaan asing yang dimaksud cukup beralasan. Nabi diutus dengan ajaran tauhid di tengah masyarakat yang mayoritas menyembah banyak berhala. Islam datang dengan ajaran-ajaran yang sebagian besarnya asing di telinga masyarakat. Keadaan asing yang dimiliki oleh Islam awal ini cocok digambarkan dengan hadits di atas.

Lantas bagaimana dengan keadaan Islam di masa depan? Apakah akan betul-betul asing seperti awal kehadirannya?

Pertama, perlu kita kompromikan hadits tersebut dengan ayat 33 dari at-Taubah yang artinya:

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”

Potongan ayat di atas berbicara mengenai janji Allah yang akan memenangkan Islam atas kelompok lain. “Menang” di sini tentu masih butuh banyak penafsiran. Namun tetap saja, menang dan asing adalah dua hal yang bertolak belakang. Pemenang biasanya akan dikenal, atau yang dikenal biasanya adalah yang menang. Bagaimana mungkin Islam dalam keadaan asing, tapi menjadi pemenang? Atau bagaimana mungkin Islam menang tapi tetap terasing?

Ada banyak tawaran untuk memaknai arti “asing” pada hadits tersebut. Salah satunya dengan mencerna riwayat Sahl bin Sa’d al-Sa’idi. Berdasar riwayat tersebut, ada penambahan kalimat tanya yang berbunyi, “siapakah mereka yang asing itu?” Rasul menjawab, “orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

Dengan mengambil tawaran makna ini, bisa kita ajukan pertanyaan: apakah aksi teror adalah aksi perbaikan? Apakah sekian banyak manusia di Kampung Melayu, misalnya, sedang berbuat kerusakan, sehingga perlu “diperbaiki” dengan bom? Atau bukankah justru pelaku teror itu sedang—literally—melakukan kerusakan itu sendiri? Ini pertanyaan yang mestinya tidak terlalu sulit dijawab.

Alternatif pemaknaan yang kedua adalah dari riwayat Amr bin ‘Ash. Ketika Rasulullah Saw ditanya perihal orang asing yang beruntung tersebut, Rasulullah Saw menjawab, “Mereka (orang asing) adalah orang-orang salih di tengah-tengah mayoritas masyarakat yang buruk. Yang membangkang orang-orang shalih, lebih banyak dari yang menaatinya”.

Dalam kerangka ini, maka perlu dibuat kategori asing:

1. Asing dalam kebenaran di tengah masyarakat yang batil.

2. Asing dalam kebatilan di tengah masyarakat yang benar.

Jadi, tidak serta merta keterasingan dimaknai sebagai sesuatu yang Islami. Salah besar jika ada anggapan “semakin asing seseorang, semakin ia dekat dengan Islam”. Bukan begitu!

Yang juga menarik adalah jika memaknai “orang asing” sebagaimana riwayat Imam Baihaqi yang mengisahkan dialog antara Umar bin Khattab dan Mu’adz bin Jabal. Mu’adz menceritakan pada Umar satu hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi:

“Allah mencintai orang-orang yang tersembunyi, takwa, dan suci. Ketika mereka tidak ada, masyarakat tidak merasa kehilangan; ketika mereka ada, masyarakat tidak menyadari. (Namun demikian) Hati mereka (seperti) lampu-lampu hidayah, mereka keluar (menjauh) dari fitnah”. Gambaran di atas sangat identik dengan laku para sufi. Low profile, tidak menonjolkan diri, hidup damai, dan tentram. Jauh dari hingar-bingar kehidupan duniawi.

Apa pun yang digunakan untuk memaknai “orang asing”, tidak ada satupun yang bisa menjadi pembenar untuk pelaku teror.

Sebebarnya, hadits tersebut juga sama sekali tidak berisi perintah untuk mengasingkan diri. Untuk jauh dari kerumunan. Di banyak kesempatan justru sebaliknya, kita diminta untuk ambil peran dalam kehidupan masyarakat. Umat Islam diminta menjadi ummatan-wasathan. Secara literal berarti umat yang berada di tengah. Namun, secara kontekstual adalah umat yang senantiasa mengambil peran.

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta; penyuka kajian keislaman dan bahasa; penikmat film



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel

Sulawesi Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang disapa Kang Said melantik pengurus baru lembaga, lajnah, dan badan otonom NU Sulawesi Selatan. Pelantikan digelar di Gedung Graha Pena lantai empat, Sabtu (31/8).

Pelantikan pengurus baru lajnah, lembaga, dan banom NU digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan bersamaan dengan acara halal bihalal dan silaturahmi pengurus NU Sulsel.

PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel

Dalam pelantikan, KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada pengurus baru untuk berkhidmat semaksimal mungkin. Pengurus baru diharapkan mendahulukan kepentingan umat dalam segala hal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Pengurus harus ikhlas bekerja yang terbaik tanpa gaji,” kata Kang Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kang Said mengimbau pengurus NU agar mewaspadai gerakan dan ajaran-ajaran garis keras yang disebarkan dengan pelbagai media. Ia mendorong pengurus NU Sulsel untuk membuat gerakan-gerakan positif dalam membentengi paham Aswaja NU.?

Pelantikan dan halal bihalal ini juga dihadiri oleh ulama sepuh dari pelbagai pesantren di Sulawesi Selatan. Selain itu, Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lembumi) Udhin Palisuri tampil membacakan puisi di hadapan hadirin.

Dalam kesempatan sambutan itu, Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutt HM Sanusi Baco menekankan pentingnya kegiatan silaturahmi yang selain memanjangkan umur, juga memperbanyak rezeki.

(Andi Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Bahtsul Masail, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ribuan Santri Wonosobo Adakan Festival Yanbu’a

Wonosobo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ribuan santri Taman Pendidikan al-Qur’an, Madrasah Diniyah, dan Majelis Taklim se-Kabupaten Wonosobo memadati Alun-alun, Gedung Adipura, serta Masjid Agung Jami Wonosobo, Ahad (19/2).

Para santri dari lembaga pendidikan yang menggunakan metode Yanbu’a (Thoriqoh Baca Tulis dan Menghafal al-Qur’an) ini tengah melaksanakan kegiatan tahunan, Festival Yanbu’a.?

Ribuan Santri Wonosobo Adakan Festival Yanbu’a (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Wonosobo Adakan Festival Yanbu’a (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Wonosobo Adakan Festival Yanbu’a

Festival Yanbu’a yang menjadi agenda rutin Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Wonosobo ini meliputi kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an dan Hifdzil Qur’an (lomba seni baca dan menghafal al-Qur-an), Khottil Qur’an , Menggambar, Karikatur, Karya ilmiah Al quran, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an ? serta resensi kitab.

Festival kali ini, dua minggu sebelumnya diadakan halaqoh Ustadz-ustadzah bersama KH M. Ulil Albab Arwani dari Kudus sebagai muallif kitab Yanbu’a dan juga A’wan Syuriyah PBNU. Dalam kesempatan Halaqoh tersebut, Kiai Bab (panggilan akrabnya) memberikan materi Qiro’ah, riwayat serta Thoriq dalam pembacaan al-Qur’an, serta penulisan al-Qur’an Rosm Utsmani.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam Festival kali ini juga diadakan lounching penulisan al Qur’an Rosm utsmani dari santri TPQ. Kegiatan ini merupakan manistasi kecintaan kita kepada al qur’an dan sekalaigus tanggung jawab terhadap peradaban umat islam dan bangsa Indonesia dalam membangun generasi yang unggu. Sebab tidak akan muncul peradaban yang baik manakala tanpa ada ikhtiar untuk mencapai itu.?

“Peradaban akan terangi al Qur’an mankala ada pembelajaran al Qur’an. Jadi belajar al qur’an adalah membangun peradaban. Ngaji adalah berperadaban, berperadaban bertarti keren, maka ngaji adalah keren,” ujar Ustadz Saifudin Koordinator festival dalam sambutannya.

Kegiatan bertema “Ngaji itu keren” tersebut berlangsung sehari penuh. Selain menjadi ajang silaturahmi para pegiat al-Qur’an, momen ini juga untuk memotivasi anak agar semakin giat belajar dan mencintai kitab suci itu.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di tengah-tengah para ustadz, wali santri, para santri, dan kiai, turut hadir Habib Aqil Ba’abud dan kyai Muhadzir dalam acara pembukaan. Kegiatan yang semakin meriah dari tahun ke tahun ini diawali dengan pawai ta’aruf keliling kota Wonosobo yang diikuti para santri, wali santri, dan pengurus dengan iringan kesenian.

Kegiatan ini akan berakhir pada bulan maret 2017 dengan acara Khotmil Qur’an serta pentas seni dan ditutup dengan pembagian Piala. (Murdianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Lomba, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Rais Syuriyah PCNU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim mengingatkan masyarakat untuk mendahulukan husnuzzhan atau berbaik sangka terhadap orang lain. Menurutnya, di era sekarang ini orang mudah sekali menjatuhkan vonis terhadap orang lain tanpa melakukan tabayyun atau verifikasi terlebih dahulu.

Demikian disampaikan Kiai Lukman pada halaqah Aswaja An-Nahdliyyah yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan di aula Darul Marfu‘, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (17/9) siang.

Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Zaman Fitnah, Syuriyah PCNU Jaksel Imbau Nahdliyin Kedepankan Tabayun

“Kita harus mengedepankan husnuzzhan. Sekarang masalah sepele itu dibesar-besarkan. Contoh, soal pesan singkat atau sms tidak dibalas saja, itu sudah nyangka macam-macam,” kata Kiai Lukman di hadapan peserta halaqah Aswaja An-Nahdliyyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengingatkan warga NU untuk mewaspadai banjir informasi yang keluar-masuk lewat hape. Zaman ini, kata dia, banyak orang kerepotan memastikan kebenaran berita. Ia mengajak nahdliyin untuk menjauhkan diri dari su’uzhan hanya karena informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Waspada terima informasi. Mana yang informasi yang provokatif dan mana yang hoaks itu sudah sulit dibedakan,” kata Kiai Lukman.

Halaqah ini diisi dengan dua sesi diskusi dengan tema berbeda. Satu sesi membahas materi Aswaja An-Nahdliyah mulai dari sikap keislaman hingga sikap kebangsaan. Sementara sesi kedua membahas dinamika NU paling aktual di lingkungan Jakarta Selatan mulai dari sikap politik hingga pembahasan plang NU di masjid-masjid. (Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Santri, Ulama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock