Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah mengintensifkan diskusi di kalangan pelajar. Diskusi digelar rutin sebulan sekali sebagai ajang silaturahim dan pendalaman wawasan.

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Seperti yang diselenggarakan di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (21/9). Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Zacky Al Aman mengatakan, setiap pertemuan ada beberapa tema yang akan diangkat. “Selain Aswaja, tema nasionalisme, kenakalan pelajar, pembelajaran kurikulum 2013 akan diangkat pula,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pembina Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menyataan, sikap kritis dan penambahan wawasan perlu dimiliki setiap pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung IPNU-IPPNU. Hal ini penting dilakukan agar pelajar NU tidak terkesan kerdil, meskipun penampilannya hanya berpakaian sarung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Daya pikir, nalar dan wawasan kita harus cemerlang, meski hanya berbusana sarungan,” tuturnya saat mengisi Diskusi Pelajar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, pelajar NU harus berkualitas dengan menggali berbagai potensi yang ada dalam diri sendiri agar bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan banyaknya pemikiran yang didiskusikan, akan membuahkan solusi,” terangnya.

Dalam diskusi perdana, Toni mengupas tentang Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja). Menurutnya, Aswaja adalah suatu keluarga/kaum yang menjalankan sunnah Nabi muhammad SAW dan para penerusnya yaitu para sahabat, tabiin dan selanjutnya hingga para alim ulama. “Al -ulama warosatul anbiya,  ulama yaitu pewaris Nabi,” tegasnya.

Aswaja ala Nahdlatul Ulama lebih mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Sehingga ketika ada perbedaan atau ikhtilaf dijadikan sebagai rahmat bukan sebagai awal datangnya konflik. “Dengan rahmatan lil Alamin insya Allah hidup kita akan menjadi damai,” tuturnya di hadapan 70 peserta diskusi.

Zaki berharap, Diskusi Pelajar Ahadan juga bisa menambah wawasan dan tumbuhnya minat belajar bagi para pelajar dan generasi muda NU. (Wasdiun/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Kiai, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Bupati Dedi Mulyadi: Saya Pilih Surganya NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Bupati Purwakarta, Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir sebagai salah seorang pembicara dalam Seminar Nasional Sarung Nusantara yang digelar Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU, Kamis (6/4) di Gedung PBNU Jakarta. Dalam seminar tersebut, ia diplot sebagai seorang Budayawan yang lekat dengan sarung.

Bupati Dedi Mulyadi: Saya Pilih Surganya NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Dedi Mulyadi: Saya Pilih Surganya NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Dedi Mulyadi: Saya Pilih Surganya NU

Dalam kesempatan seminar bersarung itu, Dedi Mulyadi yang juga mengenakan sarung bersama narasumber lain, KH Agus Sunyoto dan Prof Imam Suprayogo mengungkapkan kesannya setiap kali berada di tengah Nahadlatul Ulama (NU).?

Baginya, NU memberikan pelajaran berharga tentang Islam secara menyeluruh tanpa harus menanggalkan identitasnya sebagai orang Sunda.

“Enaknya di NU itu, saya bisa belajar Islam secara menyeluruh dengan tetap menjadi orang Sunda. Jadi, saya memilih surganya NU, ringan, tidak berat,” ungkap Kang Dedi, sapaannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan pemaparannya terkait sarung, Bupati yang dinilai berhasil dalam mengangkat budaya Sunda itu menjelaskan bahwa sarung juga telah lama menjadi identitas budaya dalam diri orang-orang Sunda dalam sejarah kosmologinya.?

“Tepatnya pada masa Kerajaan Galuh Pakuan sebelum lahirnya Kerajaan Padjadjaran,” jelas pria yang kerap memakai ‘udeng-udeng’ khas Sunda di kepalanya ini.

Dedi mengurai sarung secara filosofis, terutama dalam perspektif Budaya Sunda. Dia mengartikan sarung dengan mengurai kata “Sa” dan “Rung”.

“Sa dalam bahasa Sunda berarti tidak terbatas, berlebihan. Ini sifat dasar manusia yang di dalam dirinya mengandung tanah, air, udara, dan api. Sudah mempunyai sertifikat tanah, tetapi manusia terus ingin memperlebar kepemilikan tanahnya,” ujar Kang Dedi, sapaan akrabnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Begitu juga dengan air, imbuhnya, manusia mempunyai kecenderungan memompa air sebanyak-banyaknya, padahal yang diminum hanya dua gelas. Menurutnya, udara dan api juga sama yang jika dimanfaatkan atau dikuasai secara belebihan akan mendatangkan bencana.

“Sebab itu diteruskan dengan kata ‘Rung’, artinya dikurung. Segala ketamakan manusia yang terdapat dalam keempat unsur tersebut berusaha dibatasi atau dikurung,” jelas Kepala Daerah yang mempunyai misi penguatan seni dan budaya Indonesia dalam tata kelola pemerintahannya ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam

Pontianak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ada perbedaan antara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) dengan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ)?

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ JQH NU Gunakan Bacaan Riwayat Tujuh Imam

“Seluruh cabangnya sama. Tapi kini, di JQH, ada pengembangan cabang tambahan, yaitu qiroatul kutub, pembacaan kitab kuning dan ulumul Qur’an,” ujar anggota dewan juri MTQ JQH NU, Hj. Maslahah Zen.

Lalu, sambung dewan juri cabang tahfidh 5 juz ini, ada perbedaan dalam sistemnya. Dalam cabang tilawah dewasa misalnya, kalau di LPTQ, tidak ada cara pembaacaan Al-Quran imam-imam lain. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau di JQH mengembangkan pembacaan Al-Quran dengan dengan tujuh riwayat. Bedanya di situ,” tambahnya.  

Selain itu, di JQH, ayat yang mesti dibaca peserta, iramanya sudah ditentukan panitia, “Peserta mengambil maqro melalui amplop. Di situ ditentukan oleh panitia. Kalau LPTQ peserta menentukan sendiri lagunya. Peserta bebas yang menenntukan,” tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hj. Rofiatu Sa’adah dari Kepulauan Riau menjelaskan lebih rinci, “Jadi begini, kalau di LPTQ, yang ditentukan ayatnya, lagunya terserah peserta. Tapi kalau di JQH, ayat sama lagunya sudah ditentukan bahwa kamu misalnya harus membawakan lagu hejaz, shaba. Sudah sepaket. Bisa, tidak bisa; suka, tidak suka, peserta otomatis harus menempilkannya,” tuturnya.

Contoh, sambung Rofiah yang juga pengurus JQHNU Kepri, peserta mendapat ayat riwayat Qolun yang bisa dibaca dengan tiga wajah. Ketiganya harus disertakan dengan lagu yang sudah ditentukan. Jadi, peserta berulang-ulang membaca satu ayat dengan cara membaca yang berbeda-beda.

“Menurut saya pribadi, peserta MTQ di JQH harus lebih siap dan berbobot karena tingkat keilmuannya juga harus lebih berbobot. Diterapkan seperti itu, dikarenakan pesertaJQH kan mayoritas dari pesantren,” ujarnya.

Tapi, menurut Rofiah, dengan sistem demikian, peserta banyak yang keberatan. Namun bukan berarti kualitas mereka yang kurang, tapi penguasaan keilmuan yang belun siap. 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman

Pariaman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Mahasiswa harus menyiapkan dirinya menjadi pemimpin dan wirausahawan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Karenanya selagi mahasiswa harus fokus belajar baik di dalam kampus, maupun di luar kampus.

Demikian terungkap dalam seminar nasional yang digelar Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sumbar, Sabtu (30/9) di hall Saiyo Sakato, Pariaman.

Seminar menampilkan narasumber Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumatera Barat Syamsul Bahri  dan Ketua GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana dengan moderator Wakil Ketua II STIE Sumbar Satria Effendi Tuanku Kuning. Seminar dibuka Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyudin.

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama, 100 Mahasiwa Ikuti Mapaba PMII di Kota Pariaman

Mardison menyampaikan, saat ini kondisi generasi muda terbelah. Di satu sisi banyak yang melakukan tindakan negatif yang merugikan diri sendiri dan masyarakat di lingkungannya. Di sisi lain, banyak pula generasi muda  bertindak positif dengan berbagai kegiatan yang bermanfaatkan. "Bagaimana kita bersama merangkul generasi muda yang bertindak negatif tersebut berubah menjadi bertindak positif dalam hidupnya," kata Mardison.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, generasi muda yang diharapkan adalah generasi yang sehat, islami, mampu berkarya, inovatif, kreatif. Generasi muda semacam inilah yang lebih siap jadi pemimpin dan pengusaha sebagaimana tema dari seminar ini. PMII sebagai wadah organisasi mahasiswa tentu diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang mandiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Zeki Aliwardana dalam paparannya menyebutkan, pemimpin harus menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik menggunakan kewenangannya secara cerdas dan peka sehingga menjadi sangat berwenang tanpa sewenang-wenang.

"Menjadi pemimpin bukan berarti mendapatkan hak untuk memerintah. Tetapi justru kewajiban memberi teladan sehingga orang lain bisa menerima perintahnya tanpa merasa direndahkan," kata Zeki Aliwardana yang mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Ia menambahkan, karakteristik pribadi pemimpin yang harus memiliki kecerdasan cukup tinggi, kecakapan berkomunikasi, kecakapan mendidik, emosi terkendali, memiliki motivasi berprestasi, kepercayaan diri dan ambisi. Pemimpin yang tidak memiliki karakteristik tersebut, tidak akan pernah menjadi pemimpin sukses.

Syamsul Bahri menyebutkan, wirausahawan dan kepemimpinan saling terkait. Pemimpin yang mandiri adalah pemimpin yang mampu mengayomi orang-orang yang dipimpinnya. Wirausahawan bagaimana pun harus bermanfaat bagi lingkungannya. Begitu pula pemimpin, harus bermanfaat bagi orang di lingkungannya.

Ketua PK PMII STIE Sumbar Zulkifli mengatakan, seminar nasional dan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) ke-X yang diikuti 100 peserta bertemakan, Melahirkan Pemimpin dan Pengusaha yang Kreatif, Inovatif Menuju Indonesia Mandiri.

"Ini Mapaba pertama di Kota Pariaman yang paling banyak pesertanya. Sehingga Ketua GP Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana memberikan penghargaan kepada PK PMII STIE Sumbar yang diserahkan usai seminar menjelang sesi Mapaba dimulai," kata Zulkifli. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia Mastuki memberikan penjelasan mengenai maksud dari pernyataan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin tentang merangkul dan mengayomi pelaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menurut Mastuki, yang dimaksud Menteri Agama tentang merangkul dan mengayomi, ialah mengajak para pelaku LGBT untuk kembali kepada jalan yang benar. 

Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul (Sumber Gambar : Nu Online)
Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul (Sumber Gambar : Nu Online)

Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul

Mastuki menegaskan bahwa sikap semua agama terhadap perilaku LGBT sudah jelas, yakni melarang dan dianggap sebagai perbuatan yang menyimpang. "Semua agama," kata Mastuki melalui sambungan telepon, Kamis (21/12) di Jakarta. 

Begitu pun di dalam hukum positif seperti dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan bahwa perkawinan LGBT tidak diperkenankan. Di dalam UU tersebut, katanya, yang namanya perkawinan itu antara laki-laki dan perempuan. 

"Jadi di sisi ini sudah tidak ada masalah," jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta ini. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, dari sisi agama, para pelaku LGBT sebaiknya tidak dimusuhi, tapi seharusnya disadarkan kembali dengan berbagai cara seperti dilakukan edukasi atau pembinaan agar perilaku menyimpang itu kembali ke jalan yang benar.

"Makanya agama itu penting untuk menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh kaum LGBT ini," pungkas pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu. (Husni Sahal/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Internasional, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perjuangan Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ibarat kristal. Dimensi pemikirannya sangat luas bagi bangsa Indonesia, khusunya NU. Sehingga apa yang telah dilakukannya harus dilanjutkan.

Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal

Demikian disampaikan Alissa Wahid dalam dialog "Mengenal Gus Dur Lebih Dekat; Membedah Pemikiran Gus Dur" yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (27/4).

Putri sulung Gus Dur itu kemudian menceritakan perjuangan ayahnya. Ia mencontohkan pembelaan Gus Dur terhadap Inul tidak lantaran cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari itu, demen dengan goyangannya, “Melainkan Inul Daratista pada kasus itu, adalah perempuan yang ditindas,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terkait warisan ayahnya, koordinator Jaringan Gusdurian itu menyontohkan, sosok Gus Dur merupakan pemimpin Islam yang ramah dan rahmat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Alissa menyatakan, Gus Dur juga memberikan Nahdlatul Ulama pandangan keragaman. Era 80-90-an, lanjut Alissa, NU merupakan komponen besar yang kuat di masyarakat Indonesia maupun dunia. Di samping itu, sebagai tokoh penghubung antariman dan seorang pemimpin publik.

Ia yang juga seorang psikolog keluarga mengungkapkan, meski hanya 21 bulan memimpin Indonesia, namun Gus Dur telah memisahkan militer dan polisi, menteri pertahanan dari orang sipil, menghapus organ negara yang korup, mendamaikan Tionghoa dan masih banyak lagi perjuangan untuk Indonesia.

“Bapak sebagai orang NU, sebagai publik, maupun seorang presiden, tetap melandasinya untuk kepentingan rakyat,” ungkap alumnus UGM Yogyakarta.

Alissa juga menambahkan, Gus Dur jika dirinci, mempunyai 9 nilai dasar, yakni ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, persaudaraan, pembebasan, kesederhanaan, kesatria, kearifan lokal. Dari 9 nilai dasar itu, sebenarnya Gus Dur mudah dipahami dari berbagai lensa (perspektif, red).

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 19 November 2017

Hukum Daging Babi dan Organ Lainnya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Terlebih dahulu saya minta maaf. Kami mau menanyakan soal keharaman babi. Sebagaimana yang kami ketahui sejak kecil dari guru-guru kami, babi adalah hewan yang diharamkan termasuk juga kulit maupun tulangnya. Tetapi saya agak kebingunan ketika tetangga baik kami yang non-Muslim menyanggah bahwa yang diharamkan dalam Al-Qur`an adalah daging babi, bukan kulitnya. Bagaimana sebenarnya penafsiran ayat 173 Surat Al-Baqarah? Mohon penjelasannya dalam soal ini. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Bina Setiawan/Jakarta)

Hukum Daging Babi dan Organ Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Daging Babi dan Organ Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Daging Babi dan Organ Lainnya

Jawaban

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Umat Islam menyakini bahwa bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang ketika disembelih tidak disebut nama selain Allah adalah haram untuk dimakan. Hal ini dengan jelas termaktub dalam firman Allah swt salah satunya adalah dalam surat Al-Baqarah ayat 173 sebagaimana yang dikemukakan penanya di atas.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Al-Baqarah [2]: 173).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lantas apa yang dimaksud frase firman Allah wa lahmal khizir (dan daging babi)? Apakah hanya sebatas daging babinya atau juga mencakup juga organ tubuh yang lain? Dalam hal ini setidaknya ada dua pandangan. Yaitu pandangan Dawud Az-Zhahiri dan pandangan jumhurul ulama.

Dawud Az-Zhahiri menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “daging babi” dalam ayat tersebut adalah daging itu sendiri, bukan selainnya sesuai dengan bunyi nash. Konsekuesninya adalah keharamannya hanya terbatas pada daging babi itu sendiri.

Sedang menurut jumhurul ulama, “daging babi” itu maksudnya adalah bukan hanya sebatas dagingnya, tetapi mencakup semua organ tubuh lainnya. Penyebutan daging babi lebih karena daging itu merupakan organ tubuh babi yang paling banyak dimanfaatkan. Jadi penggunaan kata “daging babi” untuk mengingatkan keseluruhan organ tubuhnya.

Dengan kata lain, menyebutkan sebagian organ tubuh babi tetapi maksudnya adalah keseluruhannya. Dalam bahasa Arab hal ini sudah maklum, dan dikenal dengan istilah majaz mursal. Konsekuensinya adalah keharaman babi itu bukan hanya sebatas dagingnya tetapi juga mencakup organ tubuh lainnya.

{ ? ? } ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ada dua pendapat dalam memahami frase ayat ‘wa lahmal khinzir’ (dan daging babi). Pertama, keharamannya hanya sebatas daging babi, bukan yang lainnya sesuai bunyi nash. Ini adalah pendapat Dawud bin Ali. Kedua, keharamannya itu umum mencakup semua organ tubuh babi. Sedangkan nash yang hanya menyebutkan sebatas dagingnya itu dimaksudkan untuk mengingatkan keseluruhan bagian organnya karena sebagian besar organ tubuh babi adalah dagingnya,” (Lihat Al-Mawardi, An-Nukat wal ‘Uyun, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, juz I, halaman 222).

Pandangan Dawud Az-Zhahiri yang menyatakan keharaman babi hanya sebatas dagingnya sebagaimana dikemukakan di atas ternyata tidak selaras dengan pandangan penerusnya yaitu Ibnu Hazm.

Menurut Ibnu Hazm, haram memakan sesuatu apapun dari babi. Bahkan memanfaatkan rambutnya saja, menurut Ibnu Hazm, tidak diperbolehkan. Konskuensinya adalah keharaman babi bukan hanya sebatas dagingnya, tetapi juga mencakup organ tubuh lainnya, berbeda dengan pandangan Dawud Azh-Zhahiri.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Abu Muhammad berkata, tidak halal memakan sesuatu apapun dari babi, baik daging, lemak, kulit, urat, tulang rawan, usus, otak, tulang, kepala, organ tubuh lainnya, susu, dan rambutnya, baik jantan maupun betina, kecil maupun besar. Begitu juga tidak halal mengambil manfaat rambut babi baik untuk manik-manik atau selainnya,” (Lihat Muhammad Ibnu Hazm, Al-Muhalla, Beirut, Darul Fikr, juz VII, halaman 388).

Dengan mengikuti pandangan jumhurul ulama atau mayoritas ulama, dapat disimpulkan bahwa keharaman babi bukan hanya sebatas dagingnya, tetapi mencakup semua organ tubuhnya yang lain. Mengenai pandangan Dawud Azh-Zhahiri yang menyatakan keharaman babi hanya sebatas dagingnya, justru malah tidak diamini Ibnu Hazm yang notabene adalah penerus pemikirannya.

Saran kami, hindari makanan yang mengandung unsur babi karena itu diharamkan.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 10 November 2017

KMNU Unila Punya Ketua Baru

Bandarlampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) secara resmi memilih Ahmad Nur Fuadi sebagai ketua baru periode 2016-2017 dalam Musyawarah Anggota yang digelar di Kantor Kesekretariatan KMNU Unila, Bandarlampung, Lampung.





KMNU Unila Punya Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Unila Punya Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Unila Punya Ketua Baru

Fuad, begitu ia biasa dipanggil, menggantikan ketua periode sebelumnya, Ahmad Saroji El-Shirozy. Fuad adalah mantan Kepala Departemen SKD KMNU Unila.?



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Setelah terpilih menjadi Ketua Umum pada Ahad (17/01/16) malam itu, Fuad menyatakan bahwa amanah yang diembannya sangat berat. Mahasiswa FKIP Unila Jurusan Fisika ini berharap bisa menunaikannya dengan baik. Ia mendasarkan niatnya pada usaha mencari ridha Allah, bentuk cinta kepada Nabi Muhammad, serta cinta terhadap tanah air NKRI.



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Pemuda berkacamata yang merupakan alumni MAN 1 Pringsewu ini meyakini bahwa berorganisasi, lebih-lebih di KMNU, merupakan sebuah cara lain untuk mencari Ilmu dan pengalaman yang tidak didapatkan di pelajaran atau materi kuliah.?





"Berorganisasi itu cari ilmu dengan aktif di organisasi. Kalau berorganisasi di KMNU insyallah tidak cuma ilmu yang didapat. Kalau aktif dan ikhlas berkhidmah maka kita juga akan dapat barokah doanya para ulama, masyayikh, dan muasis NU," ungkapnya. (Muhammad Faizin/Mahbib). Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian, Makam, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 01 November 2017

Pencetak Banyak Hafidzah

Hari itu, langit dan bumi pesantren Babakan-Ciwaringin-Cirebon tiba-tiba ‘basah’. Bukan karena hujan lebat yang menimbulkan genangan banjir, melainkan karena para keluarga, santri, dan masyarakat meneteskan tangis air mata. Salah seorang ulama perempuan yang hafizhah itu wafat meninggalkan semuanya.

Sosok ulama perempuan hafizhah itu tak lain, Nyai Hj Izzah Syathori Fuad Amin, salah seorang pengasuh pesantren Bapenpori (Balai Pendidikan Pondok Putri) al-Istiqomah, putri dari al-Maghfurlah KH Abdullah Syathori (sesepuh pesantren Dar al-Tauhid, Arjawinangun), dan istri mendiang KH Fuad Amin (sesepuh pesantren Raudlatut Tholibin, Babakan-Ciwaringin). Beliau dipanggil oleh-Nya, 3 September 2013.

Nyai Izzah adalah sosok yang istiqomah dalam mencerdaskan umat, melalui pengajian rutin; pengajian kitab kuning maupun al-Qur’an. Tak mengenal kata lelah dan bosan dalam hal mengajar ngaji kepada para santri maupun masyarakat luas. Ini terbukti, salah satunya saat upacara pemakaman mendiang. Tak seperti biasanya, ribuan orang berjejalan dan sesak memenuhi areal maqbarah Raudlatut Tholibin.

Pencetak Banyak Hafidzah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencetak Banyak Hafidzah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencetak Banyak Hafidzah

Tak tahu ada berapa kali sesi shalat jenazah saat itu, baik yang berlangsung di pelataran masjid maupun saat sudah dimakamkan. Saya begitu yakin, ini karomah dan keistimewaan dari seorang hamba yang begitu mencintai dan mengabdikan sepenuh hidupnya demi dan untuk kelestarian al-Qur’an.

Pengajian yang istiqomah dilakukan Nyai Izzah pun sederhana. Untuk pengajian jami’iyah rutin mingguan, beliau hadir di hadapan para ibu-ibu menjelaskan berbagai macam ilmu. Pengajian seperti ini berlangsung di Babakan dan Arjawinangun. Jamaah pun menyimak dan berikutnya menampung banyak pertanyaan bernada keluh kesah seputar kehidupan agama, sosial, dan ekonomi rumah tangganya.

Nyai Maryam Abdullah, salah seorang menantu mendiang pernah bercerita: “Sering kali saya menyaksikan setiap malam Jum’at, beliau (al-Marhumah) hendak pergi mengajar pengajian ibu-ibu di Arjawinangun, walaupun dalam kondisi hujan, dan sekalipun harus naik becak tetap dilakoninya. Sebagai pemimpin jami’iyah di Babakan dan Arjawinangun beliau dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas dan memiliki karakter mobilisator.”

Sementara saat di pesantren, Nyai Izzah akan setia membimbing para santriwati. Mengaji al-Qur’an misalnya, para santriwati berbaris rapi, bergiliran menyetorkan bacaan al-Qur’annya. Saking banyaknya santriwati yang ingin belajar mengaji al-Qur’an kepada beliau, setiap sesi setoran bacaan, beliau sanggup menyimak tidak kurang dari enam orang sekaligus secara bersamaan, masing-masing tiga orang santriwati di baris sebelah kanan dan kiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak hanya para santriwati, semua para Nyai yang ada di pesantren Babakan-Ciwaringin belajar mengaji al-Qur’an kepadanya. Beliaulah memang ulama perempuan paling otoritatif dalam bidang al-Qur’an baik di wilayah pesantren Babakan-Ciwaringin, pada khususnya, Cirebon dan Jawa Barat pada umumnya.

Jika ditelusuri jejak intelektualnya, Nyai Izzah sendiri mesantren dan belajar mengaji langsung kepada al-Maghfurlah KH Mahfudh Mas’ud, pimpinan pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Ia pun mampu menghafal al-Qur’an (hafizhah) dalam waktu yang relatif singkat, hanya 9 bulan.

Demikianlah, maka pesantren Bapenpori al-Istiqomah, masyhur sebagai pesantren yang istiqomah mencetak para hafizhah, santriwati penghafal al-Qur’an. Putera-putrinya pun demikian, cerdas dan hafizh-hafizhah. Itu semua tak lain merupakan buah dari keberkahan, kecerdasan, dan keistiqomahan Nyai Izzah sebagai pengasuh dan pendidik di pesantren.

Yang sangat mengesankan, banyak di antara kaum ibu yang awalnya buta huruf al-Qur’an atau bahkan lidahnya susah untuk melafadzkan ayat-ayat al-Qur’an tetapi akhirnya fasih dan hafal surat-surat penting

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Saking istiqomahnya beliau dalam hal mengaji, saat hendak bepergian jauh pun beliau selalu mempertimbangkan agar tidak ketinggalan waktu mengaji. Setahu saya beliau juga orangnya ulet dan telaten dalam mengajar. Siapapun yang ingin mengaji kepada beliau mulai dari kalangan anak-anak sampai orang tua pasti dilayaninya dengan senang hati.

KH Thohari Shodiq, salah seorang pengasuh pesantren Raudlatut Tholibin, berkali-kali menegaskan bahwa Nyai Izzah adalah satu-satunya Nyai sepuh yang alim, terutama dalam hal kajian kitab kuning. Selain alim dalam kajian al-Qur’an.

Akhirnya, kita memanjatkan do’a, semoga Nyai Izzah berbahagia di bawah naungan surga-Nya. Demikian juga yang ditinggalkan, baik para santri, keluarga, dan masyarakat dapat tabah serta menimba keteladanan, keistiqomahan, dan keikhlasan dari seorang ulama perempuan yang hafizhah ini. Amin.

?

Mamang M. Haerudin

Ketua LP3M STID AL-Biruni Cirebon, khadim al-Ma’had pesantren Raudlatut Tholibin Babakan-Ciwaringin.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Sholawat, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 13 Oktober 2017

Pelajar NU Adakan Penggalangan Dana

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan pelajar NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pimpinan Cabang Rembang adakan solidaritas peduli Gaza.

Pelajar NU Adakan Penggalangan Dana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Adakan Penggalangan Dana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Adakan Penggalangan Dana

Acara yang akan dilaksanakan Rabu pagi (23/7) itu akan dimulai di bundaran tugu lilin depan pasar Rembang. Aksi yang dilakukan oleh puluhan pelajar NU ini adalah merupakan upaya penggalangan dana untuk korban kekerasan yang dilakukan Israel kepada Palestina, khususnya penduduk sekitar Gaza.

Ahmad Qoif Ijnurin, sebagai promotor utama penggerak solidaritas ini mengatakan, “Aksi ini kami tunjukkan atas wujud dari kepedulian kami sebagai pelajar NU Kabupaten Rembang terhadap saudara-saudara kita umat Islam yang ada di Palestina.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam aksi ini rencananya penggalangan dana akan dilakukan di pasar, jalan raya dan juga akan masuk ke perkampungan di Kota Rembang. Tak ketinggalan pula iuran yang akan dilakukan oleh pengurus dan anggota IPNU-IPPNU Pimpinan Cabang Rembang.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam penggalangan dana ini, kami akan turun ke pasar, jalan raya, perkampungan dan iuran dari pengurus serta anggota," jelas remaja yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang IPNU Rembang itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga menambahkan, penggalangan dana juga dilaksanakan di setiap Ranting dan Komisariat serta sembilan Pimpinan Anak Cabang di Kabupaten Rembang. Sejauh ini, tambah Qoif sapaan akrapnya, Komisariat YSPIS Sedan yang telah melakukan penggalian dana kemanusian yang total jumlahnya mencapai satu jutaan.

“Dana yang nantinya terkumpul, akan kami salurkan dalam bentuk uang. Karena kami tidak tahu apa saja kebutuhan yang sekiranya di butuhkan penduduk Palestina,” imbuh remaja yg akrab disapa Qoif itu.

Qoif berharap, dengan adanya upaya penggalangan dana ini penduduk Palestina yang menjadi korban kekejaman Israel dapat sedikit terbantu. “Kami tidak ada target, berapapun hasilnya tetap akan segera kami salurkan.”

Dalam aksi tersebut juga diikuti beberapa tokoh NU Kabupaten Rembang, Salah satunya adalah tokoh NU yang lebih akrab disapa Gus Burhan, tutupnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.



IPNU/IPPNU Desa Klampis, Kecamatan Jatibarang Brebes dan Yayasan Langit Pitu juga melakukan penggalangan dana Palestina.

Penggalangan dana dilakukan saat peringatan Nuzulul Quran, di Masjid Baitul Makmurom desa setempat, Senin (21/7/14).

“Membantu Palestina tidak hanya dengan sebuah doa, tapi harus dibantu materi juga,” kata Fitria Nurjanah yang juga pengasuh Langit Pitu.

Dana tersebut akan terus diakumulasikan dengan event-event selanjutnya yang menjadi agenda wajib panitia dalam membantu Palestina. “Semoga hal kecil yang kami lakukan berdampak besar bagi saudara-saudara kami di bumi Al Aqso” tambah Ketua PR IPNU Klampis Sandy.



Sementara itu, IPNU-IPPNU Kabupaten Klaten juga mengadakan doa bersama untuk kedamaian dan kemaslahatan masyarakat Gaza Palestina yang dipimpin oleh KH Drs. Nawawi Syafii, Ahad.

Ketua IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mengadakan kegiatan penggalangan dana yang akan disalurkan ke LAZISNU PBNU.? (aan ainun najib/ahmad asmui/wasdiun/ajie najmuddin/ mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Ma’ruf: Amputasi Intoleransi

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengungkapkan Indonesia adalah negara berdasarkan kesepakatan. Ada sebuah interdependensi, juga ada banyak perbedaan pendapat. Hal itu tidak menjadi masalah, namun yang menjadi masalah adalah adalah judgment personal tentang pengkafiran. 

Kiai Ma’ruf: Amputasi Intoleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf: Amputasi Intoleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf: Amputasi Intoleransi

“Karena itu kita harus hapus, amputasi intoleransi, itu harus dihilangkan,” kata Kiai Ma’ruf Amin dalam Seminar Nasional Menakar Kepentingan Ukhuwah Islamiyah dengan Kepentingan Bangsa di STAI Al Anwar Sarang Rembang, Jawa Tengah, Senin (25/09).

Amputasi dan penghapusan, lanjut Kiai Maruf juga harus dilakukan terhadap cara berpikir yang mengarah kepada intoleransi, seperti dilakukan para tekstualis.

“Toleransi harus dibangun. Indonesia telah melewati berbagai beda pendapat sebelum merdeka yang hasil finalnya Pancasila sebagai dasar negara,” ujarnya.

Menurut Kiai Ma’ruf Islam, ada tiga masalah krusial terkait kehidupan masyarakat Indonesia, yakni keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Ketiganya harus saling bersinergi, agar Indonesia menjadi bangsa yang utuh dan toleran, karena  intoleransi disebabkan salah tafsir mengenai keislaman, kebangsan, dan kemanusiaan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jika ketiga poin di atas tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi benturan, berarti akan menimbulkan perpecahan NKRI,” tegasnya.

“Urusan Islam, kebangsaan, dan kemanusian itu harusnya saling menguatkan dan menjaga,” tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena itu, Kiai Maruf mengaku bangga dengan adanya perguruan tinggi berbasis pesantren seperti STAI Al Anwar. 

“STAI Al Anwar menjadi tempat yang dapat menyiapkan generasi lanjut sebagai tokoh-tokoh masyarakat yang mengerti bagaimana perpaduan antara keislaman, kemanusiaan dan kebangsaan," pungkasnya. (Aji Pangestu/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Lomba, Makam, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 04 Oktober 2017

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi 

Banyuwangi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Santri Design Community (SDC) Kabupaten Banyuwangi menggelar pelatihan design grafis untuk santri dan kader-kader IPNU IPPNU setempat. Pelatihan bertajuk "Madrasah Design Chapter Banyuwangi" dilaksanakan di Aula Kantor PCNU Banyuwangi. Minggu (11/6) pagi.

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

SDC Gelar Madrasah Design untuk Santri Banyuwangi

Ketua Santri Design Community, Dodik Nur Cahyo mengatakan bahwa SDC merupakan komunitas yang digagas oleh para santri pesantren yang tersebar di berbagai daerah. Selain untuk melatih santri-santri dan kader-kader NU asal Banyuwangi, gelaran ini juga digunakan untuk pembentukan SDC Kabupaten Banyuwangi.

" Kita yakin dari komunitas SDC ini, akan lahir santri-santri yang menjadi inisiator designer yang kreatif dan handal," jelas Dodik.

Dodik menambahkan, terjun ke dalam dunia design memiliki dua tujuan. Pertama adalah sebagai media dakwah dan yang kedua adalah untuk media pembelajaran bagi kader muda NU yang lebih banyak dari santri dan kader IPNU-IPPNU. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Tak jarang beberapa hikmah di dapat, saat kita memiliki keahlian design dan jaringan dengan pihak luar, salah satunya akan mendatangkan tambahan rezeki.  Dan ini sebagai motivasi kita untuk terus berkarya dan berkarya," jelas pemuda asal Ponorogo.

Kegiatan bertajuk ‘Madrasah Design’ lanjut Dodik, selain untuk melatih santri-santri dan kader-kader muda NU asal Banyuwangi, juga untuk pembentukan SDC Kabupaten Banyuwangi. 

Dalam kelas ‘Madrasah Design’ini, beberapa materi penting akan diberikan diantarana mulai pembuatan logo sampai brosur, CorelDraw dan Adobe Photoshop. design grafis. “Kelas design ini kami berikan batasan peserta. Karena antusias peserta cukup banyak,” ujar ketua Panitia M. Khoirul Abda.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sofyan Sauri salah satu santri yang menjadi peserta pelatihan menuturkan, madrasah desin bagi santri ini diharapkan bisa memberikan ilmu baru terutama untuk kepentingan dakwah di media social agar bisa mewarnai dakwah yang sejuk dan ramah. 

"Karena menurut saya dakwah bukan hanya melalui ceramah dan tulisan sebagaimana sering kita temukan. Dewasa ini kita juga membutuhkan sarana dakwah berupa desaign grafis meme-meme yang menyejukkan. Bukan meme-meme ujaran kebencian dan kekerasan yang sering berkeliaran di media sosial, sebagaimana sarana dakwah mereka di luar kalangan nahdliyin," tutur Sofyan. (M. Sholeh Kurniawan / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 26 Juli 2017

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam penentuan tanggal baru, negara-negara Islam ternyata lebih banyak menggunakan metode ru’yah atau melihat dengan mata telanjang daripada hisab atau cukup dengan perhitungan matematis dalam penentuan awal bulan. Perbedaan penggunaan metode ini menyebabkan seringnya terjadi perbedaan awal puasa atau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“Saudi Arabia, Syiria, Libya dan dunia Islam lainnya memakai ru’yah dalam penentuan bulan baru,” ungkap Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam pembukaan pelatihan Hisab dan Ru’yah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah NU (LFNU) di Gd. PBNU, Jum’at.

Namun diingatkan oleh pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut bahwa metode ru’yah hanya efektif digunakan di daerah khatulistiwa dimana kemunculan bulan sabit dapat selalu diamati.

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ru’yah Lebih Banyak Dipakai daripada Hisab

“Makanya, kalau ada uang saya ingin mengajak para pengurus Falakiyah pergi ke daerah sub tropis. Disini selisih satu derajat saja, orang wani gegeran, padahal disana matahari saja belum tentu muncul setiap hari,” tambahnya.

Dijelaskannya bahwa pengetahuan dan wawasan seperti ini diperlukan meskipun belum tentu digunakan di Indonesia karena situasinya memang berbeda. Diceritakannya bahwa metode penentuan waktu sholat yang ada dalam fikih tak bisa digunakan di negara seperti Eropa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

‘Disini tanda-tanda maghrib kalau sudah muncul mego abang, padahal disana meganya saja tidak ada,” ujarnya. Karena itu, penentuan waktu sholat mengikuti daerah yang paling dekat dengan kondisi normal.

Dalam salah satu kunjungannya ke New York, ia juga pernah menemukan satu masjid menghadap ke barat sedangkan satunya lagi menghadap ke timur. “Mereka berargumentasi bahwa jaraknya ke Makkah sama baik dari Barat maupun Timur,” paparnya.

Ketua Lajnah Falakiyah KH Ghozalie Masroeri mengungkapkan bahwa pelatihan hisab dan ru’yah tingkat pemula ini merupakan upaya untuk transfer pengetahuan untuk para kader muda NU yang diharapkan bisa menggantikan para seniornya saat ini.

Sejumlah sesepuh lajnah falakiyah seperti KH Muntari Abdullah yang sudah berumur 86 menyempatkan hadir, demikian pula KH Hasan Basri dari Gresik. Pelatihan ini akan diselenggarakan di Ponpes Al Itqon Cengkareng. Selain belajar teori, para peserta akan diajak praktek langsung agar bisa menentukan tanggal dan menentukan arah kiblat. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 02 Mei 2017

Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Ulil Abshar Abdallla mengingatkan kepada Netizen NU agar tetap memosisikan media sosial sebagai wasilah atau alat untuk menyatakan pendapat tanpa harus kehilangan perspektif.?

Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu

"Walaupun alat ini penting tetapi yang lebih penting lagi adalah sebetulnya di dalam tubuh temen-temen NU memproses pendapat itu," ujarnya saat menjadi pembicara pada Halal Bihalal & Sarasehan Netizen NU di PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/7).

Menurutnya, jika netizen NU mempunyai alat yang canggih, tetapi jika tidak memiliki pendapat yang dikemukakan ke publik, maka hanya akan menjadi buih di dalam lautan media sosial.?

"Konten itu menentukan sekali, "katanya.?

Ia juga menganjurkan agar Netizen NU tidak hanya memfokuskan pada viral, melainkan juga kontennya harus baik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Konten yang baik akan bertahan lama, dan konten yang isinya maki-maki pada akhirnya akan cepat hilang, "katanya.?

Dari semua itu yang tidak kalah penting, katanya, berproses (membaca, dan belajar). Karena di dalamnya terjadi perang opini. "Dan pendapat yang bermutu akan bertahan lama," katanya. (Husni Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal IMNU, Makam, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 Februari 2017

Fatayat Wajib Desain Dakwahnya agar Diterima Anak Muda

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Wakil Gubernur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan, gerakan radikalisme telah ada di sekitar kita. Untuk itu, ia mendorong implementasi sejumlah rekomendasi hasil muktamar.

"Pertama adalah, NU termasuk Fatayat hendaknya mewaspadai gerakan radikalisme di Tanah Air," terang ketua panitia daerah Muktamar ke-33 NU ini pada forum Kongres Fatayat NU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (19/9).

Fatayat Wajib Desain Dakwahnya agar Diterima Anak Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Wajib Desain Dakwahnya agar Diterima Anak Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Wajib Desain Dakwahnya agar Diterima Anak Muda

"Yang kedua, NU harus bisa diterima anak muda," pesannya. Menurut Gus Ipul, para pengurus Fatayat NU memiliki kewajiban untuk mendesain dakwah agar bisa diterima anak muda yang jumlahnya sangat banyak. Bahkan secara khusus, ia berharap agar sejumlah media sosial dapat dioptimalkan untuk semakin mendekatkan anak muda dengan NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Yang ketiga, NU harus mampu melahirkan pemimpin dan kader yang berbasis keulamaan," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena dalam pandangannya, kebesaran NU sangat bergantung dengan komitmen para pengurusnya untuk melahirkan kader dan pemimpin yang memiliki ciri keulamaan tersebut.

"Dulu NU didirikan dengan pemikiran, akidah dan ekonomi yang kuat," ujarnya. Karenanya, tugas berat yang harus diemban NU, termasuk di dalamnya adalah Fatayat untuk mengembalikan kejayaan NU tersebut, pungkasnya.? (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 September 2016

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril

Seorang wanita dari Bani Israil pernah datang kepada Nabi Musa ‘alaihissalam dan berkata, “Wahai Nabi Allah, aku telah melakukan dosa yang besar, aku telah bertobat kepada Allah SWT. Maka, mohonkanlah kepada Allah agar Dia mengampuni dosa dan menerima tobatku!”

Nabi Musa penasaran dengan dosa besar apa yang telah dilakukan. “Wahai perempuan, apa dosa yang engkau maksud itu?”

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril

Perempuan menjawab, “Aku berzina dan melahrkan anak. Setelah lahir anak itu langsung aku bunuh.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nabi Musa tidak habis pikir dengan perilaku perempuan itu. “Keluarlah, wahai orang yang bejat (fajirah), supaya tidak turun api dari langit yang dapat membakar kami semua akibat perilakumu!”

Mendapat respon tersebut, si perempuan pun keluar dengan hati tersayat-sayat.

Tak selang lama, Malaikat Jibril turun dan memperingatkan Nabi Musa, “Wahai Musa, Tuhan Yang Maha Luhur titip pesan. ‘Apa gerangan engkau mengusir wanita yang bertobat tadi?’ Tahukah engkau keburukan yang lebih parah dari yang dilakukan perempuan itu?’”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Perbuatan siapa yang lebih parah dari permpuan tadi?” Tanya Nabi Musa.

“Perbuatan orang meninggalkan shalat dengan sengaja,” jawab Jibril.

Cerita tersebut memperingatkan dan menegaskan akan kedudukan shalat bagi umat Islam. Sudah jamak kita dengar hadits: “shalat ialah tiang agama. Barangsiapa menegakkan shalat sama dengan meneguhkan agama, dan barangsiapa meninggalkan shalat sama dengan merobohkan agama itu sendiri”. Selain itu, tidak pantas bagi siapa pun memutus harapan seseorang yang memiliki niat berubah menuju lebih baik. Sebab, kasih sayang dan pengampunan Allah melebihi keburukan-keburukan manusia. (Ali Makhrus)



Cerita diolah dari kitab "Irsyadul Ibad" karya Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al Malibariy, tt (Surabaya: al-Hidayah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Kyai, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 April 2016

Perempuan Ini Minta Pemerintah Tegas Sikapi Organisasi Khilafah

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantan Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah meminta pemerintah tegas menolak keberadaan organisasi yang mengusung dan memperjuangkan berdirinya khilafah di Indonesia. Pasalnya hal ini dianggap telah mencederai nilai pancasila dan kebangsaan.

"Pemerintah harus tegas menolak dan berani membubarkan keberadaan organisasi yang memperjuangkan berdirinya khilafah. Karena itu jelas bertentangan dengan NKRI," ujar Ida Fauziyah   ditemui usai Sosialisasi Empat Pilar dalam penguatan Wawasan Kebangsaan di hadapan santri dan mahasiswa di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (17/4).

Perempuan Ini Minta Pemerintah Tegas Sikapi Organisasi Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Ini Minta Pemerintah Tegas Sikapi Organisasi Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Ini Minta Pemerintah Tegas Sikapi Organisasi Khilafah

Ida mengakui, hak kebebasan berserikat dan berkumpul sehingga memunculkan organisasi yang bertentangan dengan NKRI menjadi kendala pemerintah untuk membubarkan. Namun menurutnya, jika ada organisasi semacam HTI yang memperjuangkan berdirinya khilafah, maka pemerintah harus mengambil tindakan tegas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"NKRI sudah final. Kalau ada organisasi yang mau mengubah, maka pemerintah harus tegas membubarkan," tambah Ida.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pelajar, santri dan mahasiswa, alumni Pesantren Tambakberas ini diminta menggelorakan kembali nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan serta wawasan kebangsaan di masyarakat. Karena Pancasila adalah ideologi yang kini semakin terabaikan oleh generasi muda bangsa. "Nilai-nilai Pancasila seperti musyawarah-mufakat, gotong-royong di kalangan masyarakat kini jarang digunakan," ujarnya.

Memudarnya pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda perlu menjadi perhatian serius semua pihak. "Hasil penelitian salah satu lembaga survei sungguh sangat mengejutkan saya. Karena kalangan muda, pelajar, dan mahasiswa mengganggap ideologi Pancasila tidak penting, ini sangat memprihatinkan," tandasnya.

Ida kemudian mencontohkan kasus Zaskia Gotik yang akhirnya dianggap melecehkan simbol negara dan menjadi viral di dunia maya. "Bisa jadi apa yang disampaikan Zaskia adalah spontanitas dan sekadar lucu-lucuan. Atau karena ketidaktahuannya.  Tapi apapun motifnya, kejadian tersebut menambah kekhawatiran kita terhadap kelestarian pilar-pilar kebangsaan Indonesia,” imbuh Ida.

Padahal dalam menyusun Pancasila para pendiri Bangsa ini dengan susah payah mengakomodasi dan menyatukan berbagai suku, agama, dan budaya. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, salah satu tokoh NU terlibat dalam persiapan kemerdekaan, KH Wahid Hasyim.

"KH A Wahid Hasyim berhasil memasukkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila sebagai ganti dari Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya. Gagasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 06 Januari 2013

Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengumumkan prediksi bahwa pada Rabu, 31 Januari 2018, berlangsung gerhana bulan total. Selama fenomena alam iini berlangsung umat Islam dianjurkan mengisinya dengan ibadah.

Kabar tersebut beredar melalui Maklumat Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 042/Lf-PBNU/I/2018 tentang Gerhana Bulan Total 2018, yang ditandatangani, Ahad (20/1). Maklumat ini juga berpijak pada hasil Musyawarah Penyerasian Hisab Lembaga Falakiyah PBNU di Jepara, Jawa Tengah pada 13 sampai dengan 15 Mei 2016.

Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Maklumat PBNU tentang Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Secara rinci Lembaga Falakiyah PBNU mengumumkan bahwa proses gerhana bulan total (GBT) melalui beberapa fase sebagai berikut:

1. Awal Gerhana Penumbra: 17:51:15 WIB

2. Awal Gerhana Bulan Sebagian: 18:48:27 WIB

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

3. Awal GBT: 19:51:47 WIB

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

4. Pertengahan/Puncak GBT: 20:29:49 WIB

5. Akhir GBT: 21:07:51 WIB

6. Akhir Gerhana Bulan Sebagian: 22:11:11 WIB

7. Akhir Gerhana Bulan Penumbra: 23:08:27 WIB

Lembaga Falakiyah PBNU juga menyeru kepada kaum Muslimin, Nahdliyyin, pengurus NU dan lembaga NU di seluruh tingkatan untuk melaksanakan pengamatan gerhana dan mensyiarkan secara syari GBT dengan dzikir, shalat, khutbah, dan amal saleh lainnya. 

(Baca: Hukum Shalat Gerhana dan Tata Caranya)

(Baca: Shalat Gerhana Bisa Dilakukan Sendirian)“Kepada seluruh jajaran Lembaga Falakiyah NU di seluruh tingkatan, agar melakukan koordinasi untuk melaksanakan pengamatan dan ibadah. Serta mendokumentasikan proses gerhana tersebut sampai purna secara teknis-astronomis. Kemudian melaporkannya,” bunyi surat maklumat yang ditandantangani Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri.

Musyawarah Penyerasian Hisab Lembaga Falakiyah PBNU di Jepara yang diikuti oleh para ahli falak, astronom, dan ahli rukyah NU itu mengambil keputusan hisab jamai berbasis tahqiqi-tadqiqi-ashri-kontemporer yang meliputi hisab awal bulan, roshdul qiblat, gerhana, dan masalah astronomis lainnya. Keputusan itu berlaku untuk masa beberapa tahun di antaranya telah kami umumkan melalui penerbitan almanak tiap tahun. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Jadwal Kajian, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 06 April 2011

NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Seminar nasional hasil kerjasama Nahdliyin Nusantara (NahNu) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memberi ruang seluas-luasnya bagi warga NU untuk mendapatkan akses investasi keuangan.

NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan

Ketua Umum NahNu Miftahul Aziz mengatakan hal tersebut kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di sela-sela seminar yang dihelat di lantai 8 gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Selasa (30/9) siang. Seminar mengusung tema “Combined Assurance pada Industri Jasa Keuangan: Upaya mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang Sehat dan Stabil”.

Menurut Aziz, masyarakat harus mengerti bahwa hari ini industri keuangan sedang melakukan berbagai pembenahan. Dalam hal ini, OJK yang memiliki hak atau fungsi pengaturan dan pengawasan industri keuangan membuat satu desain insurance yang terintegrasi. Desain itu nantinya diberlakukan pada industri keuangan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Itu penting karena pascakrisis 1998 isu tentang stabilitas sistem keuangan yang bisa tercipta ketika jasa keuangan kita sehat maka dibutuhkan satu insurance yang berbeda dengan asuransi pada umumnya. Ini adalah jaminan adanya manajemen resiko yang baik, ada good goverment yang baik, serta tata kelola keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sehingga, lanjut dia, program memperluas akses investasi untuk masyarakat agar mereka memiliki akses kepada industri keuangan bisa berhasil karena mereka merasa nyaman.

Nahdliyin sebagai penduduk mayoritas di republik ini, bagi Aziz, sangat diuntungkan adanya jasa keuangan yang sehat ini. “Jika otoritas keuangan ini sehat, negara ini sehat, maka manfaat yang paling besar tentu didapat warga Nahdliyin. Sebaliknya, kalau buruk maka yang dirugikan adalah Nahdliyin juga,” tegasnya. (musthofa asrori/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 09 Juni 2008

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang?

Oleh Badrul Munir

Hari raya Idul Adha sudah di depan mata kita, hari suci di mana umat Islam sedunia di tanah suci Mekkah melaksanan puncak ibadah haji. Sebuah ritual internasional yang diikuti jutaan umat Islam dari seluruh dunia dalam rangka memperingati “napak tilas” Nabi Ibrahim yang mempertunjukan kepada kita semua tentang arti sebuah ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Bagi kita yang tidak berhaji disyariatkan untuk merayakan Idul Qurban dengan beberapa ritual mulai puasa Arofah, shalat Idul adha dan penyembelihan hewan Qurban dan lainnya

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang?

Penyembelihan qurban pada hakikatnya mengandung nilai pendidikan anak yang luar biasa, sebuah pendidikan kepada anak yang dicatat dengan tinta emas sebagai pendidikan ideal untuk membentuk anak yang shalih.

Beberapa poin penting dalam pendidikan Nabi Ibrahim kepada anaknya mencakup visi, misi, kurikulum dan lingkungan dalam pendidikan anak:

Pertama: visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh yang menyembah hanya kepada Allah SWT. Dalam penantian panjang beliau berdoa agar diberi generasi saleh yang dapat melanjutkan perjuangan agama tauhid. Visi Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam al-Qur’an: "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." (Q.S. Ash Shaaffaat: 100)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kedua, misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Ketaatan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah ada di sekitarnya.

Ketiga, kurikulum pendidikan Ibrahim juga sangat lengkap. Muatannya telah menyentuh kebutuhan dasar manusia. Aspek yang dikembangkan meliputi: Tilawah untuk pencerahan intelektual, Tazkiyah untuk penguatan spiritual, Taklim untuk pengembangan keilmuan dan Hikmah sebagai panduan operasional dalam amal-amal kebajikan. Muatan-muatan strategis pendidikan Ibrahim tersebut, Allah SWT telah jelaskan secara terperinci dalam firman-Nya:

Keempat Lingkungan pendidikan Ibrahim untuk putranya bersih dari virus aqidah dan akhlaq. Beliau dijauhkan dari berhala dunia, pikiran sesat, budaya jahiliyah dan prilaku sosial yang tercela. Hal ini dipilih agar fikiran dan jiwanya terhindar dari kebiasaan buruk di sekitarnya.

Selain jauh dari perilaku yang tercelah, tempat pendidikan Ismail juga dirancang menjadi satu kesatuan dengan pusat ibadah ‘Baitullah’. Hal ini dipilih agar Ismail tumbuh dalam suasana spritual, beribadah (shalat) hanya untuk Allah SWT. Kiat ini sangat strategis karena faktor lingkungan sangat berpengaruh kepada perkembangan kejiwaan anak di sekitarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemilihan tempat (bi’ah) yang strategis untuk pendidikan Ismail secara khusus Allah SWT abadikan dalam al-Qur’an.

Larangan dan Keresahan

Namun menjelang hari raya Idul Adha seperti saat ini ada beberapa isu yang menyeruak di masyarakat di Indonesia, yang pertama idul adha jatuh pada hari apa (ada perbedaan atau tidak) dan yang kedua (khusus untuk warga Jakarta) masih bolehkah menyembelih hewan kurban di sekolah?

Hal ini merujuk pada Instruksi Gubernur No 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan dan Pemotongan Hewan. Di dalamnya termasuk ada larangan menyembelih hewan kurban di sekolah. Beberapa alasan yang dipakai oleh Pempov Jakarta tentang aturan ini yakni kekhawatiran menyebarnya penyakit dari hewan ke manusia (dalam istilah medis zoonosis) dan juga menghindari dampak psiologis berupa traumatik terhadap anak akibat proses pemotongan hewan kurban tersebut. Sebagai solusinya pemerintah provinsi Jakarta menyiapkan rumah pemotongan hewan (RPH) untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam penyembelihan kurban.

Sebagai seorang pemimpin daerah maka tugas utama bagi seorang gubernur adalah mengatur segala hal yang berada di wilayah kerjanya. Dalam hal berkurban instruksi Gubernur sangat tepat, terutama mengatur tempat penjualan hewan kurban. Sudah lazim di kota-kota bahkan di seluruh daerah menjelang hari raya kurban, banyak fasilitas umum yang di sulap menjadi pasar hewan, hal ini berakibat kumuh dan bau tidak sedap menyebar kemana-mana, belum lagi masalah kesehatan hewan yang belum terkontrol yang berakibat menyebarnya penyakit hewan ke manusia (zoonosis).

Namun dalam hal pelarangan penyembelihan kurban di sekolah perlu dikaji lebih dalam karena bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Sebagai seorang pemimpin Gubernur Basuki Cahaya Purnama harus mendapat pemahaman yang utuh tentang ritual ibadah kurban, sebuah ibadah yang mengandung unsur pendidikan moral sosial dan sangat kental dengan tradisi masyarakat Indonesia. Berbeda dengan ibadah shalat, puasa atau bersedekah misalnya dimana ibadah tersebut harus disamarkan dan lebih utama tanpa dilihat orang lain, tetapi ibadah penyembelihan hewan kurban harus ditampakkan sebagai syiar ritual keagamaan karena memang tuntutan ajaran agama Islam demikian.

Satu hal lagi yang perlu diketahui oleh gubernur Ahok di dalam penyembelihan kurban juga sangat kental dengan kearifan lokal yang terus dijaga dan akan diwariskan terhadap anak keturunan masyarakat Islam, kearifan lokal tersebut pemahaman berupa nilai keikhlasan, pengorbanan, kerja sama, sifat saling membantu dan lainnya yang semua bermuara keteladalan Nabi Ibrahim kepada murid sekolah tersebut.

Beberapa komentar gubernur Ahok yang mengatakan di arab saudi tidak ada penyembelihan hewan kurban di masjid dan sekolah dan semua dilakukan di pusat penyembelihan kurban semakin menunjukan betapa sang gubernur DKI ini belum memahami secara utuh makna sebuah ibadah kurban dan haji. Pernyataan diatas sama dengan mengapa di Jakarta masih sering banjir, macet dan kriminal sedangkan di Singapura tidak?

Trauma psikologi. Alasan lain adalah kekhawatiran dampak trauma psikologi akibat prosesi pemotongan hewan kurban yang disaksikan secara langsung oleh anak-anak sekolah dasar.

Ilmu neurobehavior menerangkan usia sekolah dasar (7-12 tahun) saat perkembangan otak di lobus frontalis dan parietalis (dahi dan pelipis), satu hal yag menonjol adalah mulai berkembangnya fungsi kognisi (berfikir, logika, analisis), kreatifitas dan kemampuan berbahasa.

Di bagian otak pelipis atau sistem emosi anak SD sudah mulai menunjukkan hal yang berperan, kegemaran meniru apa yang dilihat dan didengar sangat dominan apalagi sifat imajinatif sebagai seorang anak yang dibawa dari kecil masih terbawa.

Bagian otak yang mengatur psikomotor juga berkembang secara maksimal sehingga anak SD cenderung senang bergerak, bermain mengerjakan sesuatu secara langsung dan senang bekerja dalam suatu kelompok.

Apapun stimulus atau paparan yang masuk ke otak sangat mempengaruhi perilaku anak (termasuk siswa SD), setiap stimulus akan terekam kuat di area memori (sistem limbik), apalagi bila saat kejadian ada nuansa emosi yang menyertainya maka memori akan terpatri kuat , maka paparan yang diterima anakharus paparan yang positif sehingga kelak akan menjadi dasar perilaku positif

Prosesi penyembelihan hewan kurban yang disaksikan secara langsung oleh ratusan mata anak SD dikhawatirkan mempengaruhi psikologis mereka yakni timbul rasa takut berlebihan (fobia) atau justru timbul sifat atau perilaku kekerasan(agresifitas).

Hal tersebut secara teori bisa terjadi manakala kejadian penyembelihan hewan kurban berulang dan anak didik tidak memiliki pemahaman kognisi tentang syariat kurban, tatacara penyembelihan kurban secara islami dan manfaat berkurban untuk meningkatkan jiwa sosial anak kepada lingkungan sekitarnya. Dan di sinilah tantangan pihak sekolah (guru dan pengajar) dan orang tua untuk memberi pemahaman yang utuh tentang syariat berkurban kepada anak secara runtut dan utuh.

Seperti yang saya jabarkan di atas saat usia SD adalah saat perkembangan sel saraf lobus frontalis sangat optimal sehingga kemampuan kognisi dan kemampuan bahasa sangat maksimal.Guru dihadapan siswa SD merupakan sosok “idola” bagi dia, guru adalah sumber ilmu, segala ucapannya akan merasuk dengan kuat di pikiran mereka, hal ini berbeda dengan siswa SMP SMA dimana daya kritisnya sudah sangat terasa dan tidak menjadikan ucapan guru sebagai satu satunya sumber ilmu.

Bila paparan tentang keutamaan kurban sudah terekam dengan kuat di pikiran anak didik, maka pada saat prosesi penyembelihan hewan kurban maka yang terbentuk di pikiran anak bukan “pembantaian hewan kurban” akan tetapi lebih dari itu adalah suatu ajaran yang luhur tentang pengorbanan ketaatan hamba kepada perintah Tuhannya, dan ini lebih terekam kuat dalam perilaku dibanding rasa “kasihan” hewan tidak bersalah dipotong lehernya(fobia) atau “suka cita” melihat hewan kurban tergelepar tidak berdaya sesaat setelah dipotong lehernya (agresifitas).

Jadi pelarangan pemotongan hewan kurban di lingkungan sekolah yang dikhawatirkan menjadikan dampak psikologis negatif berupa fobia atau agresif menurut hemat kami berlebihan dan tidak ada dasar ilmiahnya yang kuat , justru sebaliknya suatu proses pembelajaran langsung (hand on) untuk membentuk peribadi dengan kesalehan ritual dan sosial.

Sebagai langkah cerdas pemerintah daerah harus lebih memberi pelayanan berupa pemeriksaan hewan kurban dan memberi bantuan teknis lainnya agar prosesi penyembelihan kurban di masyarakat dan sekolah berjalan dengan aman dan hikmat tanpa harus mengorbankan makna sebuah penyembelihan kurban

Semoga pemerintah atau pemerintah daerah tidak merivisi aturan larangan berkurban di sekolah yang kontra produktif dan bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat. Satu hal lain adalah kemungkinan melanggar undang-undang dasar 1945 tentang “kebebasan beragama dan tentang hak mendapat pendidikan”

Sebaliknya pemerintah dan pemerintah daerah harus lebih fokus meningkatkan kesejahteraan seperti menstabilkan harga, menciptakan lapangan kerja, menurunkan penggangguran, meningkatkan ekonomi dan lainnya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan

Semoga intruksi gubernur ini segera direvisis khususnya tentang larangan kurban, dan tidak ada lagi pemimpin daerah yang mengeluarkan intrusksi tidak edukatif seperti itu, kalaupun dipaksa diterapkan maka sungguh intruksi itu tidak layak dan tidak perlu dilaksanakan khususnya larangan meyembelih kurban di sekolah dan masjid. Selamat berkurban (di sekolah dan masjid)...

*) Penulis adalah dokter spesialis saraf  RS Saiful Anwar; Dosen Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita, PonPes, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock