Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan 13 Ma’had Aly (Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis pesantren). Peresmian yang dilakukan bersamaan dengan Wisuda ke-3 Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asyari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (30/5) ini ditandai dengan pemberian izin pendirian sekaligus nomor statistiknya.

"Hari ini, kita secara resmi menerbitkan SK untuk 13 Mahad Aly yang secara resmi diakui oleh negara," tegas Menag saat memberikan orasi ilmiah Wisuda Mahasantri ke 3 Mahad Aly Hasyim Asyari Tebuireng.

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 13 Mahad Aly yang Diresmikan oleh Menteri Agama

"Ini tentu sejarah tersendiri, setelah sekian lama keinginan ini berlangsung. Sebenarnya saya hanya di ujungnya saja. Yang jauh lebih berjasa tentu Menteri Agama terdahulu yang telah memperjuangkan ini sejak lama," tambahnya. Ibarat main bola, Menag mengilustrasikan dirinya hanya mengegolkan bola di depan gawang lawan setelah banyak yang menggiringnya sejak dari belakang (keeper).

Pemberian pengakuan terhadap Mahad Alu ini diawali dengan ditandatanganinya Peraturan Menteri Agama Nomor 71/2015 tentang Mahad Aly oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Menag, Mahad Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

“Mahad Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tegas Menag.

Untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, Menag memastikan setiap Mahad Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu Program Studi. Lebih dari itu, ? program studi dimaksud juga akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus.

“Kementerian Agama memiliki komitmen kuat membangun pusat-pusat unggulan ini. ? Dengan posisi ini, maka Mahad Aly akan tetap ditempatkan sebagai lembaga khusus (khushushul-khushush) yang ada pada pesantren, sebagai lembaga kaderisasi ulama yang mumpuni dan berintegritas,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun ke-13 Ma’had Aly yang telah mengantongi izin pendirian dan nomor statistik tersebut, yaitu:

1) ? Ma’had Aly Saidusshiddiqiyyah, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah Kebon Jeruk (DKI Jakarta)dengan program takhasus (spesialisasi) “Sejarah dan Peradaban Islam” (Tarikh Islami wa Tsaqafatuhu);

2) Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi, Pondok Pesantren Al Asad Kota Jambi (Jambi), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

3) Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Agam (Sumatera Barat), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

4) Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Pondok PesantrenMahadul Ulum Ad Diniyyah Al Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya, Bireun (Aceh), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

5) Ma’had Aly Asadiyah, Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Sulsel), dengan program takhasus “Tafsir dan Ilmu Tafsir” (Tafsir wa Ulumuhu);

6) Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai (Kalsel), dengan program takhasus “Aqidah dan Filsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu);

7) Ma’had Aly salafiyah Syafi’iyah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

8) Ma’had Aly Hasyim Al-Asyary, Pondok PesantrenTebuireng Jombang (Jatim), dengan program takhasus “Hadits dan Ilmu Hadits” (Hadits wa Ulumuhu);

9) Ma’had Aly At-Tarmasi, Pondok Pesantren Tremas (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

10) Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh, Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Jateng), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);

11) Ma’had Aly PP Iqna ath-Thalibin, Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang (Jateng),dengan program takhasus “Tasawwuf dan Tarekat” (Tashawwuf wa Thariqatuhu);

12) Ma’had Aly Al Hikamussalafiyah, Pondok Pesantren Madrasah Hikamussalafiyah (MHS)Cirebon (Jabar), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu); dan

13) Ma’had Aly Miftahul Huda, Pondok PesantrenManonjaya Ciamis (Jabar), dengan program takhasus “Aqidah dan FIlsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu).

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Kajian Sunnah, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jumat (22/2) besok akan menggelar kegiatan halaqah dengan tema "Optimalisasi pengelolaan dana umat lewat LAZISNU" bertempat di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan.

Kegiatan halaqah sebagai pra acara Muskercab NU akan dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) KH Masyhuri Malik dan Direktur Eksekutif Drs. H. Amir Maruf, MA bertindak sebagai nara sumber.

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal mengatakan, untuk mensosialisasikan lembaga baru bentukan PCNU, halaqah diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam khususnya di lingkungan NU. Pasalnya, meski sudah ada beberapa lembaga pengelola zakat di Kota Pekalongan, di lingkungan NU sendiri belum sepenuhnya diterima dengan baik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, jika saja pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan secara optimal, akan banyak dana yang bisa dikelola untuk pemberdayaan masyarakat.

"Saya sangat optimis, pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan dengan baik dan dananya dapat untuk pemberdayaan ummat baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan halaqah yang akan berlangsung pagi mulai jam 08.00 s/d 11.00  akan diikuti oleh 500 peserta dari jajaran pengurus cabang, MWC dan Ranting NU seKota Pekalongan, beberapa kiyai dan ulama serta para pengusaha di lingkungan NU.

Sementara itu, usai shalat Jumat Pengurus Cabang NU periode 2012 - 2017 akan dilantik oleh PWNU Jawa Tengah dilanjutkan dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) membahas pendalaman program untuk kegiatan tahun 2013 - 2014.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah mengintensifkan diskusi di kalangan pelajar. Diskusi digelar rutin sebulan sekali sebagai ajang silaturahim dan pendalaman wawasan.

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Seperti yang diselenggarakan di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (21/9). Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Zacky Al Aman mengatakan, setiap pertemuan ada beberapa tema yang akan diangkat. “Selain Aswaja, tema nasionalisme, kenakalan pelajar, pembelajaran kurikulum 2013 akan diangkat pula,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pembina Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menyataan, sikap kritis dan penambahan wawasan perlu dimiliki setiap pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung IPNU-IPPNU. Hal ini penting dilakukan agar pelajar NU tidak terkesan kerdil, meskipun penampilannya hanya berpakaian sarung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Daya pikir, nalar dan wawasan kita harus cemerlang, meski hanya berbusana sarungan,” tuturnya saat mengisi Diskusi Pelajar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, pelajar NU harus berkualitas dengan menggali berbagai potensi yang ada dalam diri sendiri agar bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan banyaknya pemikiran yang didiskusikan, akan membuahkan solusi,” terangnya.

Dalam diskusi perdana, Toni mengupas tentang Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja). Menurutnya, Aswaja adalah suatu keluarga/kaum yang menjalankan sunnah Nabi muhammad SAW dan para penerusnya yaitu para sahabat, tabiin dan selanjutnya hingga para alim ulama. “Al -ulama warosatul anbiya,  ulama yaitu pewaris Nabi,” tegasnya.

Aswaja ala Nahdlatul Ulama lebih mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Sehingga ketika ada perbedaan atau ikhtilaf dijadikan sebagai rahmat bukan sebagai awal datangnya konflik. “Dengan rahmatan lil Alamin insya Allah hidup kita akan menjadi damai,” tuturnya di hadapan 70 peserta diskusi.

Zaki berharap, Diskusi Pelajar Ahadan juga bisa menambah wawasan dan tumbuhnya minat belajar bagi para pelajar dan generasi muda NU. (Wasdiun/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Kiai, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba

Tulang Bawang Barat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Guna terus merekatkan silaturahmi dengan pengurus ormas dan insan pers di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, penasehat IKA PMII menggelar halal bihalal di Rumah Dinas (Rumdis) di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (6-7-2017).

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Penasehat IKA PMII Gelar Halal Bihalal Bersama Dewan Kesenian Tubaba

Acara yang berlangsung sederhana tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintahan, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tubaba, kemudian para insan pers/media, organisasi kemahasiawaan, organisasi masyarakat (ormas) seperti Pemuda Pancasila (PP), Oi, Pemuda Siliwangi, Dewan Kesenian Tubaba, IKA-PMII, Paguyuban Jawa Barat (Pajar),, serta masyarakat umum.

Fauzi Hasan mengatakan, silaturahmi ini dimaksudkan untuk saling mempererat silaturahmi antarormas dan insan pers di Kabupaten Tubaba, sebab dengan silaturahmi akan memberikan dampak bagi kemajuan Kabupaten Tubaba dan tidak gampang terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar (hoaks).

"Dengan silaturahmi dapat saling berkomunikasi dan saling mengenal dengan baik, dapat berpikir bersama untuk kemajuan Tubaba, sehingga orientasinya tidak saling menunjukkan kehebatan tetapi kebersamaan,"ungkapnya.

Dalam sambutan penasehat IKA PMII Tubaba, ini menambahkan pihaknya selaku wakil bupati berpesan pertama kepada Dewan Kesenian Tubaba untuk aktif kembali. Diakuinya sebelum pemilihan bupati dan wakil bupati dirinya membekukan sementara kegiatan Dewan Kesenian untuk menghindari adanya anggapan bahwa dia menunggangi Dewan Kesenian untuk menjadi wakil bupati.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sekarang, mari kita aktif kembali, dan Bupati Umar Ahmad akan terus mengikuti langkah dan men-support kita," paparnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk PMII, Fauzi berpesan walaupun kepengurusan baru terbentuk dan belum dilantik pihaknya sangat berterima kasih PMII bisa dibentuk di kabupaten setempat, dengan terbentuknya IKA PMII ini ke depan orientasinya tidak mengedepankan kegagahan organisasi tetapi kepada bagaimana memajukan kabupaten Tubaba dengan bersatu dengan semua unsur yang ada.

"Saya juga kader PMII dan pertama mengikuti pelatihan kader dasar pada tahun 1979 di Wonosobo, saat ini masuk Kabupaten Pringsewu. Mari organisasi ini kita gunakan untuk belajar memimpin, bekerjasama dalam berorganisasi dan jika ini bisa dijalankan kunci kesuksesan ada disini," ungkapnya.

Dirinya juga sangat mengapresiasi dengan gerakan yang dilakukan oleh ormas Oi, walaupun gerakannya kecil tapi sangat menyentuh seperti melakukan gerakan bersih-bersih di tempat-tempat umum, dan di pasar-pasar. Untuk HIPMI ia berpesan dapat mengadakan kegiatan yang dapat memotivasi para pemuda untuk menjadi pebisnis dan orang sukses.

Sementara untuk PWI dan insan pers pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih yang telah memberikan dukungannya selama ini dalam menyebarkan informasi yang baik kepada masyakarat dalam bentuk kritik tentang pembangunan dan saran, "Pemberitaan merupakan sebuah respek yang sangat besar bagi pergerakan pembangunan di Kabupaten Tubaba.”

Fauzi berharap, ke depan seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan di kabupaten setempat,"Saya tidak keberatan rumah dinas ini digunakan untuk kegiatan apapun yang sifatnya positif, dan Bupati Umar Ahmad juga berpesan ormas dan masyarakat dapat memanfaatkan gedung Sesat Agung yang berada di Islamik Center dengan maksimal," pungkasnya.

Sementara perwakilan ormas dan insan pers yang hadir, Edi Zulkarnaen selaku Ketua PWI Tubaba mengucapkan banyak terima kasih telah mengundang insan pers dan ormas se-Tubaba untuk menghadiri acara halal bihalal ini,"Semoga jalinan silaturahmi dapat terus terjalin dan terjaga dengan baik," singkatnya.(Gati Susanto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Anti Hoax, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi

Selasa pagi hari, 30 Dzulqodah 1433H penanggalan Saudi Arabia yang bertepatan dengan 16 Oktober 2012 di Buraydah sekitar 300km dari Riyadh, sebuah pertanyaan saya lontarkan pada Dr. Saleh (Mantan Ketua Lembaga Astronomi Nasional Arab Saudi), "Mengapa kita mesti melaksanakan rukyat hilal ketika kita sudah meyakini hilal tidak ada?".

Tahun lalu, selaku anggota Lajnah Falakiyah PBNU, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pelakanaan rukyat awal Dzulhijjah 1433H, salah satu rukyat hilal yang sangat penting bagi Arab Saudi, khususnya, karena berkaitan dengan penetapan Hari Arofah. Hal ini dikarenakan meskipun Kerajaan Saudi menggunakan kalender Hijriyah untuk kehidupan sehari-harinya, untuk penetapan ibadahnya seperti puasa, Idul Fitri dan Haji tetap disandarkan pada pelaksanaan rukyat hilal.

Paling tidak terdapat 9 titik rukyat hilal, sehingga ketika disampaikan terdapat lebih dari 100 titik rukyat di Indonesia terlihat mereka sangat surprise. Saya tidak tahu mengapa mereka terlihat surprise, mungkin karena kagum dengan antusias umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan Rukyat atau karena menghitung jumlah biaya yang digunakan untuk kegiatan 100 titik tersebut.

Pada kesempatan itu, penulis mendapat kesempatan rukyat di Unayzah yang tidak jauh dari Buraydah dimana terdapat masjid syekh Utsaimin yang merupakan salah satu panutan Umat Islam di Saudi Arabia. Penulis mendapat kesempatan untuk ziarah di Masjid Beliau.

Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Rukyatul Hilal di Arab Saudi

Posisi hilal akhir Dzulqodah 1433H ketika pelaksanaan rukyat ada sbb,: Ijtima : Senin, 29 Dzulqodah 1432 Jam 15:02 dengan ketinggian hilal ketika matahari tenggelam sebesar -2derajat 47menit . Hal ini menunjukkan meskipun Ijtima telah terjadi sebelum matahari tenggelam, hilal telah terbenam terlebih dahulu dibandingkan dengan matahari meskipun diyakini sebelum matahari, sabit bulan telah terbentuk. Dalam penanggalan Arab Saudi sebelumnya yang menggunakan kriteria ijtima qobla ghurub, Ummul Quro selaku lembaga yang berwenang terhadap kalender akan menetapkan keesokan harinya, selasa, sebagai tanggal 1 Dzulhijjah 1433H.

Namun seiring berkembangnya pemahaman akan penampakan hilal, kriteria kalender ummul Quro menambahkan syarat bulan terbenam setelah matahari sebagai mana yang kita kenal di Indonesia sebagai kriteria Wujudul Hilal. Sehingga dalam kalender resminya, 1 Dzulhijjah 1433H bertepatan dengan Rabu, 17 Oktober 2012.

Meski kalender menggunakan kriteria wujudul hilal, ternyata sering kali dijumpai pelaksanaan ibadah yang disandarkan pada hasil rukyat di Arab Saudi lebih cepat dari kalender yang telah dibuat. Hal tersebut tentunya sangat aneh bin ajaib terutama bagi mereka yang memahami permasalahan hisab dan rukyat dengan baik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam bahasa sederhana, tidaklah mungkin saudara-saudara kita yang menganut rukyat hilal sebagai penetapan ibadahnya lebih cepat dibandingkan dengan saudara-saudara kita yang menganut hisab wujudul hilal. Jika hal tersebut terjadi maka dapat dipastikan pelaksanaan rukyat hilalnya tidak betul. Terkecuali perukyat mampu melihat hilal sebelum matahari tenggelam sebagai mana yang dilakukan para pemburu sabit bulan siang hari sebagaimana yang juga dilakukan oleh Observatorium Bosscha-Lembang.

Dengan data posisi astronomis tersebut dapat dipastikan pada tanggal 29 Dzukaidah 1433H tersebut tidak akan ada kesaksian rukyat hilal. Kalaupun terdapat kesaksian rukyat hilal maka Majlis Hakim akan menolak kesaksian tersebut. Hal ini dikarenakan sejak tahun 1432H pemerintah arah saudi menggunakan kriteria visibilitas hilal dengan batas minimum 0 derajat. Selama ketinggian Bulan diatas ufuk pada saat matahari tenggelam maka kesaksian rukyat hilal dapat diterima. Sehingga dapat dibilang kriteria imkan rukyat di arab saudi adalah wujudul hilal. Meskipun demikian pelaksanaan rukyat tetap dilaksanakan, karena pada saat tersebut tanggal 29 dan demkian ketentuan ulama Arab Saudi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dr. Saleh selaku seorang ilmuwan tampak tidak terlalu ingin lebih jauh membahas kewenangan ulama. Selaku Ilmuwan, tugasnya adalah memberikan masukan dari sisi sains kepada pihak berwenang akan mungkin tidaknya hilal terlihat. Pertanyaan serupa sering dilontarkan kepada ahli hisab NU yang menganut paham rukyat untuk pelaksanaan ibadahnya. Salah satu jawabannya adalah: Istikmal tersebut didasarkan oleh hasil rukyat bukan hasil hisab. Jika istikmal didasarkan pada hasil hisab maka pada dasarnya NU juga sudah beralih ke Hisab. Meskipun sebenarnya untuk menolak adanya kesaksian rukyat hilal juga didasarkan pada kriteria Hisab Imkan Rukyat Mabims (2-3-8).

Setelah matahari terbenam, seluruh peserta rukyat yang terdiri tidak lebih dari 10 orang menunaikan sholat magrib serta minum teh dan kopi dan kemudian pulang dengan perjanjian keesokan harinya mereka akan datang ke lokasi rukyat hilal kembali.

Secara umum pelaksanaan rukyat hilal di arab saudi sangat sederhana karena diselenggarakan di pinggir jalan raya ditengah hamparan pasir. Keberadaan debu pasir dapat dikenali dengan mudah dari warna ufuk yang berwarna kecoklatan dibandingkan dengan warna biru langit di daerah sekitar zenith. Pengaruh debu pasir yang mencapai ketinggian 2-3 derajat tersebut memberi keyakinan bahwa hilal dengan ketinggian 4 derajat sekalipun tidak akan mudah dilihat dari wilayah padang pasir tersebut, kerkecuali kondisi atmosfernya lebih baik lagi. Hal inilah yang mendasari keyakinan penulis, Arab saudi akan melaksanakan awal puasanya pada hari Rabu, 2 Ramadhan 1434H sekalipun pada tanggal 29 Syaban 1432H hilal di Arab Saudi sudah tergolong wujud dan kesaksian rukyat, jika ada, dapat diterima.

Dalam berbagai kesempatan, penulis sampaikan bahwa ada kemungkinan (besar) Arab saudi yang dianggap sebagai acuan dan patokan umat Islam, akan memulai puasa pada hari Rabu, 2 Ramadhan 1434H sekalipun dalam kalendernya 1 Ramadhan 1434H bertepatan dengan hari selasa 9 Juli 2013. Sekalipun secara astronomis, penetapan awal bulan untuk ibadahnya di Arab Saudi tidak bisa menjadi patokan benar dan salahnya penanggalan Hijriyah di Indonesia. Karena selama belum ada kesepakatan akan adanya penanggalan hijriyah internasional maka pada dasarnya sah-sah saja setiap wilayah membuat kalender ibadahnya.

Untuk memastikan hal tersebut penulis mengkontak teman yang sedang menunaikan umroh Ramadhan dan mengkabarkan bahwa di Madinah pada hari Senin belum dilaksanakan Shalat Tarawih. Hal ini menunjukkan, Puasa baru akan dimulai pada hari Rabu, 2 Ramadhan 1434H. Sepintas, bagi masyarakat Indonesia hal tersebut terasa aneh dan seringkali pelaksanaan ibadah menjadi barometer benar-tidaknya sebuah kalender yang dibuat.

Hal tersebut dikarenakan Kalender yang dibuat untuk keperluan ibadah sehingga lambat laun tanpa disadari muncul pemahaman bahwa Puasa Ramadhan itu dilaksanakan pada tanggal 1 Ramadhan. Padahal kalau kita tengok sejarah Islam, penanggalan Hijriyah ada karena tuntutan administrasi negara pada zaman Umar bin Khatab, r.a. BUKAN tuntutan pelaksanaan ibadah.

Bagi masyarakat Saudi, perbedaan antara kalender dengan pelaksanaan ibadah bukan hal yang aneh. Karena Kalender di arab saudi dibuat untuk keperluan sosial sehari-hari sebagaimana yang dipraktekkan pada zaman Umar bin Khatab sehingga menuntut adanya kepastian tanggal sebagaimana kalender Masehi.

 

Hendro Setyanto

Pengurus Lajnah Falakiyah PBNU

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an

Oleh Muhammad Yunus



Upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda yang berkarakter kuat patut diacungi jempol. Beberapa langkah strategis sebagai langkah ikhtiar sudah dilakukan. Instrument pendidikan digodok. Aturan mainpun dikeluarkan. Hal ini terlihat dari usaha Presiden mengeluarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Yang menarik adalah pidato presiden ketika menyampaikan isi Perpers ini dihadapan ulama dengan mengatakan “Perpres tersebut jadi pekerjaan besar bagi pemerintah dan pondok pesantren.”

Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Keluarga Luqman Hakim yang Diabadikan Al-Qur’an

Pidato Pak Presiden tersebut mengindikasikan akan sinergisitas umara dan ulama yang begitu kuat. Mr. Presiden menyakini dengan sepenuh hati bahwa hanya dengan usaha bersama (ulama  dan pemerintah) cita-cita mempersiapakn generasi muda berkarakter kuat tersebut dapat tercapai. Seperti yang kita ketahui bersama arus informasi yang begitu dahsat dan massif tidak dapat membendung  virus budaya dari luar negeri yang tidak sejalan dengan budaya Indonesia. 

Menurut Jokowi Indonesia mempunyai budaya kesopanan, kesantuan, integritas, kejujuran, hormat pada ulama, para kiai, para ustadz, para gurunya, dan kepada sesamanya. Hal ini harus terus diperkuat melalui pendidikan yang ada di Indonesia mulai dari sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Sebagai usaha ikut serta mensukseskan program PPK  tersebut, sebagai orang tua, hemat penulis perlu untuk aktif membina putra putri kita. Anak kita tidak sekedar menjadi tanggung jawab sekolah, pondok pesantren, orang tua sebagai pendidikan pertama dan utama harus menyadari akan pentingnya menanamkan pendidikan karakter yang disebutkan di atas. Dalam konteks inilah ada baiknya kita mencontoh kehidupan keluarga Luqman yang diabadikan dalam Al Quran QS Al Luqman ayat 13-19. 

Dalam ayat-ayat tersebut disebutkan sedikitnya tujuh ajaran utama dan pertama yang patut kita renungkan dan implementasikan kepada putra-putri kita. Pertama adalah ajaran kepada putra putri kita tentang ketauhidan. Ajaran untuk tidak mempersekutukan Allah adalah langkah awal agar manusia dapat sukses hidup di dunia sampai di akherat. Karena sesungguhnya ilmu yang dimiliki manusia ini hanya oleh dan karena kehendak Allah SWT. Tidak ada daya dan upaya manusia selain kekuatan Allah SWT. Putra putri kita harus disadarkan akan hal itu dan ini menjadi pendidikan yang utama dan pertama. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berikutnya adalah pendidikan untuk berbakti dan menghormat kepada kedua orang tua. Luqman mengingatkan kepada anaknya bahwa ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka menghormat kepada kedua orang tua adalah bentuk syukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua. Tidak cukup hanya kepada orang tua, Luqman juga meminta kepada anaknya untuk berbuat baik kepada sesama meskipun hanya seberat biji sawi, niscaya Allah akan memberinya balasan berupa kebaikan juga. Jika pendidikan hormat kepada sesama ini berhasil maka radikalisme dan fundamentalisme atas dasar agama tidak akan terjadi. Karena manusia akan sadar bahwa keluarga terbentuk atas ikatan. Seluruh manusia ini adalah keluarga Karena terikat dalam penciptaan yang sama yaitu dari Allah SWT.

Selanjutnya, Luqman meminta anaknya untuk mendirikan shalat. Perintah mendirikan shalat ini disandingkan dengan perintah untuk selalu melakukan hal yang baik dan mencegah kemungkran. Shalat adalah tiang agama. Shalatlah yang menjaga hubungan manusia dengan Rabnya tetap tersambung. Shalat adalah kebutuhan hidup yang hakiki. Shalatlah yang merawat manusia istiqomah menjadi hamba dan mengantarkannya menjadi khalifah yang kuat. Pendidikan karakter akan kuat jika generasi muda mampu menjaga shalatnya. Jika generasi muda sudah lalai akan shalatnya maka karakter tidak akan dicapai.

Pesan Luqman berikutnya kepada anaknya adalah tidak bersikap sombong dan angkuh. Sombong dan angkuh bukanlah karakter manusia, melainkan karakter jin, ciptaan Allah dari api. Seperti yang kita ketahui, jin dikeluarkan dari surga-Nya karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap ciptaan Allah yang lain. Jin tidak patut ketika diminta sujud kapada Adam hanya karena dirinya merasa lebih baik dari Adam. Perasaan lebih baik inilah yang menjadi persoalan dan petaka kehidupan manusia. Tidak jarang kerusakan di muka bumi ini karena kesombongan dan keangkuhan manusia. Jika manusia sadar akan dirinya yang hina maka sombong dan angkuh tidak patut berada dalam dirinya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terakhir pesan Luqman adalah perintah untuk hidup sederhana dan melunakkan suara. Akhir-akhir ini kehidupan semakin hedon. Suka memamerkan kekayaan kepada manusia yang lain. Suara seringkali sudah tidak santun lagi. Suara bukan hanya apa yang keluar dari mulut manusia, tapi suara tulisan juga dalam katagori ini. Zaman hoax akhir-akhir ini mengindikasikan suara kita tidak lagi lunak. Ujaran kebencian kepada sesama seakan-akan hal mudah yang dilakukan manusia saat ini. Jika generasi muda kita tidak diajarin untuk melunakkan suara dalam artian hati-hati dalam membuat status atau tulisan dimedia sosial maka karakter yang kuat tersebut akan sulit dicapai.

Inilah sejatinya yang menjadi pekerjaan rumah ulama dan umara dan kita semuanya. Mari berjuang bersama dalam program PPK  ini. Masa depan bangsa ini bergantung dari para generasi muda saat ini. Akhirnya ada baiknya kita renungkan lanjutan ayat dalam QS Al Luqman tersebut ayat 20 yang berbunyi: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang ada di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang  membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.” Tidak ada keraguan untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat jika kita mampu menjalankan pendidikan karakter dalam kisah keluarga Luqman ini.





Penulis adalah Wakil Dekan III FKIP Unisma, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting

Bondowoso, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal? . Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonosari mengadakan Konferensi Pimpinan Anak cabang (Konferencab) masa khidmat 2015-2018. Koferencab di Kantor Desa Pasarejo tersebut dihadiri 12 desa Pimpinan Ranting (PR).?

Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferancab GP Ansor Wonosari Diikuti 12 Ranting

Hadir pada pembukaan, Kepala Desa Paserejo, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Wonosari, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Bondowoso, serta Pimpinan Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Wonosari.?

Acara pada Ahad (13/9) dibuka Camat Wonosari Suryadi. Ia mengatakan siapa yang nantinya terpilih itu merupakan amanat. “Mari kita jalin komonikasi dua arah, komonikasi yang bermakna untuk bersama demi kemajuan desa serta bangsa dan negara," imbaunya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzzamil mengatakan, Konferencab ini berlangsung secara bertahap mengingat masa khidmat PAC-PAC bersamaan berakhir empat bulan lalu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia melanjutkan, pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2 GP Ansor Jawa Timur mempunyai dua amanah yaitu: per tanggal 20 September ada workshop deradikalisasi agama dan akreditasi yang dilakukan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor.

Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor yang hadir dalam Konferencab GP Ansor Wonosari adalah 12 desa yaitu: Kapuran, Jumpong, Wonosari, Lombok Wetan, Sumber Kalong, Pasarejo, Traktakan, Tumpeng, Lombok Kulon, Palalangan, Bendoarum, dan Tangsil Wetan.

Pada pemilihan, peserta memilih Wasil sebagai ketua. Ia mendapat 9 suara sementara Yayan1 suara. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sabtu (29/06), kawasan Pendopo LKiS Sorowajan sudah mulai ramai sejak ba’da Maghrib oleh para peserta diskusi bertajuk “Memikirkan Islam dalam Kesatuan Tanpa Keseragaman" yang dimoderatori oleh Gus Irwan Masduqi (Mlangi) dan pembicara Habib Ismail Fajrie Alatas (kandidat doktor di Universitas Michigan) yang akrab disapa dengan nama Habib Aji. Acara ini terselenggara atas kerjasama Jaringan Gusdurian, IPNU-IPPNU DIY, serta Mahasiswa Ahli Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Matan).

Dalam kesempatan ini Habib Aji menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan lokalitas budaya umat dan pluralitas sosial keagamaan, khususnya dalam cakupan Islam. Para ulama, menurut dia, tidaklah cukup hanya menguasai dan memahami tradisi tekstual keagamaan saja, melainkan juga harus memahami kondisi kontekstual masyarakat dengan segala adat budayanya. Sehingga mampu mengakomodasi khazanah keilmuan Islam, fiqh misalnya, perlu disosialisasikan di tengah masyarakat dengan bahasa yang mudah dicerna dan meresap.

Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama harus Sinergikan Teks Agama dan Realitas Sosial

Dengan demikian, para ulama yang terjun di masyarakat tidak hanya mumpuni dalam masalah-masalah keagamaan, tetapi juga bisa menegosiasikan tradisi teks historis dari generasi salafussalih dengan lokalitas yang dihadapi secara riil. Hal ini meniscayakan adanya perbedaan-perbedaan hukum yang khas di setiap daerah yang berbeda secara geografis maupun waktu. Keislaman di suatu daerah di Afrika bisa saja berbeda dengan keislaman masyarakat di pelosok Aceh, atau di sudut Jawa Timur, misalnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Namun keberagaman itu tetap dapat disatukan, salah satunya dengan tetap dilestarikannya rantaian sanad keilmuan dari murid ke guru, guru ke gurunya, terus bersambung hingga Rasulullah saw. Sanad keilmuan ini bisa menyatukan keberagaman itu karena bersifat trans geografis dan trans historis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menanggapi pertanyaan salah seorang peserta tentang clash yang terjadi sesama umat Islam karena alasan perbedaan, Habib Aji berpendapat tidak perlu ada penyatuan aliran-aliran yang berbeda. Namun di sisi lain, konsepsi terhadap makna persatuan harus ditata. Di sinilah pentingnya dialog intensif antara negara sebagai ranah kekuasaan mentah dan ulama yang bersifat konsultatif.

Dalam tanggapannya, Alissa Wahid (Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian) menyampaikan apresiasi terhadap aktualitas tema yang diangkat dalam diskusi malam itu. Mbak Lisa, begitu ia disapa, juga mempertanyakan bagaimana implementasi yang efektif atas hasil-hasil diskusi di forum-forum semacam ini di tengah masyarakat. Habib Aji menawarkan gagasan pentingnya implementasi ide secara praktis di dalam individu maupun komunitas sendiri, khususnya NU. Ia mengatakan bahwa problem yang dihadapi mayoritas kaum muda NU adalah keengganan untuk bergerak, namun baru bersikap reaktif ketika ada pihak luar yang merongrong akidah maupun amaliah. Inilah titik di mana kaum muda NU harus melakukan introspeksi.

Menurut pandangannya, tidak sedikit anak-anak muda NU yang mengidap penyakit gengsi ketika sudah membahas perkara-perkara pelik keagamaan atau mulai bersentuhan dengan pemikiran-pemikiran modern. Mereka mulai malas untuk terjun di tengah masyarakat dalam rangka memahamkan hal-hal dasar yang sederhana, merasa bukan kelasnya.

Dalam hal ini, Habib Aji mencontohkan sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Menurut Habib Aji, Gus Dur adalah sosok yang tidak hanya mampu berdialog kritis dengan para filsuf kelas dunia, tetapi juga bisa menjalani peran sebagai kiai kampung dengan apik dan berbicara dengan masyarakat yang buta huruf sekalipun. Acara ini diakhiri menjelang pukul 23.00.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zia Ul Haq

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, News, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Angin puting beliung yang meluluh-lantakkan puluhan rumah di Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur,? masih menyisakan duka bagi korban ataupun warga yang kehilangan tempat tinggal.? Raut muka yang sedih sekaligus kepasrahan jiwa? mereka tampak ketika rombongan PCNU Jember mengunjungi Desa Karangkedawung dan Desa Lampeji untuk memberikan bantuan, Ahad (15/1).

Dua desa tersebut adalah yang paling parah terpapar angin puting beliung. Bu Jasmi adalah salah satu warga Desa Karangkedawung yang rumahnya rata dengan tanah. Selain kehilangan rumah, janda tersebut juga nyaris kehilangan nyawanya kalau saja tak segera keluar rumah ketika angin berputar itu datang.

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Bantu Korban Angin Puting Beliung

“Meski cedera sedikit di bahu, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan. Dan saya juga ucapkan terima kasih kepada NU Jember atas bantuannya? kepada saya,” ucapnya dalam bahasa Madura saat menerima bantuan yang diserahkan oleh Ketua PCNU Jember KH Abdulah Syamsul Arifin.

Dahsyatnya amukan puting beliung tersebut juga diungkapkan Kiai Baidlowi. Ketua Pengurus Ranting NU Desa Lampeji ini mengisahkan kronologi terjadinya bencana alam itu. Dikatakannya, saat dirinya dan warga lainnya tak begitu lama istirahat setelah jumatan, datanglah angin yang disertai hujan dengan suara menderu. Sejurus kemudian rumah-rumah pun roboh dan banyak pepohonan tumbang. Rumah Kiai Baidlowi sendiri dan mushala di sebelahnya tertimpa pohon sengon besar hingga menghancurkan atapnya. “Sangat mengerikan. Suara angin menderu begitu rupa,” ucanya di hadapan rombongan PCNU Jember seraya mengucapkan terima kasih.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Gus A’ab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin, menyatakan bahwa? bantuan tersebut sebagai bentuk perhatiannya terhadap warga yang menjadi korban angin puting beliung, apalagi mereka adalah warga NU. Menurutnya, datangnya bencana alam harus dilihat sebagai peringatan agar manusia semakin takut kepada Allah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Semua ada hikmahnya. Kami berharap agar warga bersabar dan mengambil? hikmah? dari bencana alam yang terjadi,” tukasnya singkat saat menyerahkan bantuan yang berupa sembako dan uang.

Selain rombongan PCNU, di lokasi bencana ternyata juga hadir sejumlah anggota Bagana (Banser Tanggap Bencana) yang sudah beberapa hari berjibaku memperbaiki rumah warga. Mereka dipimpin Sekretaris dan penasehat GP Ansor Jember, Kholidi Zaini dan H. Miftahul Ulum. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, AlaSantri, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh mengatakan untuk memajukan wakaf nasional, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pemetaan potensi wakaf.

“Lalu menetapkan langkah-langkah untuk mentransformasikannya menjadi kekuatan riil,” demikian Nuh tak lama setelah penetapannya sebagai Ketua Pelaksana BWI, Rabu (29/11) di Jakarta.

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mohammad Nuh Paparkan Langkah-langkah Majukan Wakaf Indonesia

(Baca: Mohammad Nuh Nahkodai Badan Wakaf Indonesia)

Pria yang juga Ketua PBNU itu menegaskan BWI akan memperbesar input wakaf dan memperkuat dalam tata tata kelolanya. Dalam melaksanakan kerja-kerja wakaf di BWI, ia menekankan akan mengedepankan kebersamaan dan menjauhi pertengkaran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Karena dengan kebersamaan kita bisa kuat, tetapi dengan pertengkaran kita akan kehilangan tiga hal, yaitu keberkahan, energi, dan kesempatan,” Nuh menambahkan.

Pihaknya berkeyakinan jika transformasi potensi wakaf menjadi kekuatan riil berhasil dilakukan bersama para nazhir, dampaknya akan sangat besar untuk mengangkat marwah Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang.

Sebelunnya ia menegaskan dengan terpilihnya anggota BWI, harus ditunaikan dengan kinerja sebaik-baiknya.

"Untuk memajukan wakaf nasional sehingga wakaf bisa berkontribusi lebih besar untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara," tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, AlaNu, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Pati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Suara hentakan kaki puluhan pemuda ramai pada Jumat (25/3) sekitar pukul lima pagi selepas sembahyang subuh berjamaah. Dengan penuh semangat mereka melakukan senam pinguin sebelum mengawali aktivitas mereka hari itu.

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Begitulah cara Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyegarkan para peserta pendidikan dan latihan (diklat) atau kaderisasi di kecamatan setempat. Puluhan pemuda tersebut adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati

Menurut Ketua PAC GP Ansor Wedarijaksa Ahmad Halimi, olahraga ini cocok untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa peserta diklat agar selalu fit dalam setiap kegiatan. “Badan akan terasa enteng setelah melakukan senam pagi,” tuturnya. Dia juga menambahkan kalau peserta diklat akan menjadi fokus disetiap kegiatan setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan senam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Setelah senam peserta lantas berjalan kaki memutari keindahan alam Desa Tluwuk, Wedarijaksa, Pati. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta diklat dan juga warga sekitar. Di sela perjalanan peserta diklat diwajibkan membawa kantong plastik yang digunakan untuk menyisir sampah di jalan yang mereka lalui.

“Peserta memang harus mempunyai tubuh yang fit karena banyaknya kegiatan yang nanti dilakukan” ungkap Instruktur diklat Ahmad Thohir. Tubuh yang sehat akan menumbuhkan jiwa yang kuat, jiwa yang kuat akan membuat otak bekerja dengan maksimal. Dengan siklus yang seperti itu, peserta harus menjaga tubuh dan pikiran sebaik mungkin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peserta diklat mencapai 93 orang dari target peserta 70 orang. “Kebanyakan memang berasal dari kecamatan Wedarijaksa, tapi tidak sedikit yang berasal dari luar wilayah Wedarijaksa,” ucap ketua panitia, Ahmad Halimi.? “Peserta diklat memang sengaja kami batasi, karena terbatasnya tempat” imbuhnya.

PAC GP Ansor Wedarijaksa mengadakan diklat tidak hanya karena perintah dari PC GP Ansor Kabupaten tetapi dari ranting yang memang mengusulkan untuk segera mengadakan pengaderan Banser. (Hasannudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Doa, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah

Pati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. KH. Abdul Ghaffar Rozien, M. Ed (Gus Rozin) selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) meresmikan Pusat Fatwa Bank Syariah, The Center of Shariah Banking Fatwa (CSiF), Rabu, (14/1) ditandai dengan pmotongan tumpeng di depan puluhan undangan yang hadir. Selaku Direktur Pusat, STAIMAFA menunjuk Dr. Jamal Mamur Asmani, MA.?

Menurut Jamal, lembaga syariah menjadi kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat muslim, mulai dari lembaga keuangan, hotel, kolam renang dan bidang usaha lainnya yang memiliki label syariah.

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah

“Ini menjadi keharusan pemikir muslim untuk mengontekstualisasikan dan mentransformasikan fiqh muamalah di zaman sekarang,” ujarnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kelahiran The Center of Shariah Banking Fatwa (CSiF), kata Jamal, berawal dari kunjungan studi banding mahasiswa Perbankan Syariah ke Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DNS-MUI) dua tahun yang lalu.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kemudian, lanjutnya, lahir gagasan untuk membuat lembaga yang menjadi partner DSN-MUI sebagai pemberi masukan saran dan kritik. Selain itu, tambah Jamal, untuk mengurangi jarak antara perbankan konvensional dan syariah dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI.?

“Sebagian fatwa yang dikeluarkan oleh DNS-MUI kadang tidak membumi (tidak menyentuh masyarakat), sebab itu lembaga ini ingin mengusulkan metode fatwa baru yang dapat diterima oleh praktisi lembaga keuangan," ungkapnya.?

Wilayah kerja CSIF ini, ucap Jamal, juga akan mempelajari metode fatwa yang dikeluarkan oleh DNS-MUI untuk ikut menyosialisasikan fatwa kepada pihak-pihak terkait dan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat kelembagaan CSiF.?

Selain CSiF, STAIMAFA juga memiliki Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Pusat Bahasa Mathali’ul Falah (Pushami), Fiqh Sosial Institute (FISI) dan The North Cost Center (NCC).?

Setelah peresmian dilanjutkan dengan seminar bertema Menggagas Pembaharuan Metodologi Fatwa Perbankan Syariah dengan narasumber Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA, Muhammad Niam Sutaman, LLM dan KH. Shalahuddin al-Ayyubi, M.Si (Katib Syuriyah PBNU). (M. Zulfa/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Bahtsul Masail, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat mengeluarkan instruksi untuk kader-kadernya agar siaga bencana di daerahnya masing-masing. Siaga bencana ini sejalan dengan maraknya bencana yang terjadi di beberapa daerah seperti Bandung, Garut, Sumedang, Subang, Karawang, Sukabumi, Cianjur dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.

"Dalam beberapa hari terakhir memang sudah terjadi sejumlah bencana baik banjir maupun longsor di beberapa daerah di Jawa Barat," ujar Sekretaris PMII Jawa Barat Ayi Sofwanul Umam (Obay), Selasa (15/11).

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana

Berdasarkan hasil observasinya, Obay ini menyebutkan ihwal kemungkinan bencana akan terus terjadi sampai beberapa bulan ke depan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya mendapatkan informasi bahwa Jawa Barat ini masuk dalam kategori daerah rawan bencana sampai Mei 2017 mendatang," jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut dia, kader-kader PMII harus menjadikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII sebagai spirit untuk melakukan kontribusi nyata terhadap masyarakat ketika berbicara konteks hablum minan nas (hubungan sesama manusia, red) dan hablum minal alam (hubungan dengan alam, red).

"Bahwa tugas aktivis PMII itu sejauh mana memberikan manfaat terhadap sosial masyarakat sekecil apapun," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menyikapi hal tersebut, pihaknya berharap agar kader-kader PMII di Jawa Barat senantiasa memberikan terobosan konstruktif untuk masyarakat.

"Dua hal PR besar yang harus dikerjakan oleh kader PMII, yakni menumbuhkan kesadaran terhadap sosial untuk mempertajam analisa dan pendampingan terhadap masrayakat," pungkas Mantan Ketua PMII Cianjur tersebut. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

?Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, agar prahara hukum yang menimpa Mahkamah Konstitusi (MK) tak terulang kembali.

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

"Semua hakim MK harus siap hidup miskin agar selama menjadi hakim tak mau menerima suap terkait perkara yang sedang dihadapi," kata Hasyim Muzadi saat menjadi tampil sebagai pakar pada uji kelayakan dan kepatuhan calon hakim MK di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Karena itulah, sebelum menjadi hakim, mereka harus mamantapkan niat tulusnya menjadi hakim agar di tengah jalan tak mudah tergoda oleh rayuan menerima suap. "Termasuk meminta izin dan meminta kesediaan istrinya untuk hidup miskin. Karena istri bisa menjadi salah satu provokator terjadinya suap," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hukum di Indonesia, kata Hasyim, sekarang terasa jauh dari keadilan. Padahal tujuan hukum sebenarnya adalah keadilan. "Hukum di Indonesia masih prosedural. Karena. Itu, hukum kerap jauh dari rasa keadilan," jelas pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PBNU juga menekankan pentingnya kejujuran hakim saat berhadapan langsung dengan suap. Calon hakim yang sekarang seorang akademisi, misalnya, sulit melakukan korupsi karena di kampus tak ada yang dikorupsi.

"?Kalau sudah berada di MK, rayuan untuk menerima suap sangat besar. Seperti yang menimpa Akil Mochtar. Karena itulah, kejujuran menjadi kunci utama untuk tegaknya hukum yang berkeadilan di Indonesia," katanya.

Hasyim Muzadi lebih menekankan kejujuran karena dalam pandangannya mencari orang pintar dan ahli hukum sangat mudah. Yang sulitnya, katanya, adalah mencari orang yang jujur. "Orang pintar banyak. Yang sulit orang jujur. Sayangnya, orang jujur banyak yang tak pintar-pintar," terangnya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Kiai, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua I Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur Hasanudin Tiro menyatakan, arus globalisasi yang ditandai derasnya arus informasi dan teknologi adalah suatu tantangan besar bagi kaum terpelajar dan pergerakan. Generasi muda selain harus mempunyai kematangan pikiran juga harus mempunyai kedalaman spiritualnya

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Kematangan Pikiran dan Kedalaman Spiritual

Maka pihaknya selaku ketua I PKC PMII Jatim segera menggelar Sekolah Kader Wilayah (SKW). Yang mana SKW ini adalah kaderisasi non-formal tertinggi di tingkat PMII Jawa timur dan merupakan sebuah Pelatihan Integral ke-materi-an, ke-fasilitator-an, kedisiplinan dan keagamaan.

“Sekolah kader wilayah (SKW) adalah pelatihan non-formal PKC PMII Jatim

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebuah pelatihan integral antara pematerian, kedisiplinan dan keagamaan. Globalisasi yang ditandai dengan derasnya  gelombang informasi dan teknologi sudah berkembang sedemikian rupa,” terangnya saat di temui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Kamis (10/1) di kantor PKC PMII Jawa Timur.

Tantangan ini harus kita hadapi dengan mempersiapkan genersi Bangsa yang tidak hanya maju di bidang intelektual tapi juga kematangan jiwa dan kedalaman spiritual,” lanjutnya.  

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun out put dari Sekolah Kader Wilayah (SKW) adalah lahirnya idiolog-Idiolog handal yang dimiliki oleh pengurus cabang PMII di seluruh jawa timur. Yang kemudian dapat meneruskan kaderisasi di tingkat daerah masing-masing.

“Adapun kegiatan ini out putnya adalah lahirnya ideolog dan tim pelatih inti di masing2 cabang PMII se Jawa Timur,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut pihaknya saat ini sedang menggodong rencana kegiatan tersebut karena kegiatan ini butuh waktu dan tenaga yang sangat ekstra maka dibutuhkan kekuatan dan fikiran yang cukup. bulan depan tanggal 13 Februari sudah dapat dilaksanakan. 

"Insyaallah 13 Februari 2013 sudah siap semuanya saat ini kita sedang menggodonk rangkain kegiatan tersebut, termasuk input pakar, mempersiapkan ketentuan peserta, dan buku-buku yang harus dibaca oleh calon peserta dalam kegiatan tersebut," pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Anang Romli

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) melaunching program Gerakan Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan yang disingkat Gelatik. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sari Pan Pasific, Senin (19/9) ini dihadiri pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta perwakilan organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam sambutannya, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini menjelaskan, program Gelatik dilatarbelakangi maraknya tindak kekerasan yang menimpa anak akhir-akhir ini. Apalagi, sebagai organisasi Fatayat NU juga fokus terhadap kasus-kasus sosial kemasyarakatan salah satunya terkait tindak kekerasan.

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

"Sejak terbentuk memang Fatayat jelas fokus terhadap masalah sosial yang ada. Kali ini, kami khusus memprogramkan Gelatik agar anggota-anggota Fatayat hingga tingkat Pengurus Anak Ranting turut serta melindungi anak-anak dari kekerasan," ujarnya.

Ditambahkan, sementara ini sebagai langkah awal akan program Gelatik akan dilakukan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Lampung Timur sebagai pelopor awal. "Rencana ke depan semoga bisa menyeluruh ke semua tingkatan pengurus Fatayat NU," imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain launching program, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPPPA sebagai tindaklanjut program dalam jangka panjang serta turut serta mengantisipasi masalah kekerasan di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Anak KPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengapresiasi kegiatan yang diprogramkan pihak PP Fatayat NU. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan partisipasi semua elemen untuk menanggulangi masalah kekerasan ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selama ini, pihak KPPPA sudah mencanangkan berbagai program mulai Kota Layak Anak (KLA) hingga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang melibatkan langsung masyarakat dari semua tingkatan," ujarnya.

Dia yakin, kesadaran untuk menjaga anak sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus bersinergi. "Selama ini, masalah-masalah anak terjadi karena orang tua kurang peduli, anak yang tak mampu memahami situasi hingga kurangnya komunikasi antar keluarga," jelasnya. (Mahbib Khoiron)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Kiai, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Musholla Toriqoh Hasanah Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung mengadakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan KH Muhlasin dari Purwosari, Lampung Tengah sebagai pengisi taushiyah, Sabtu (22/4) malam.

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

Kiai yang selalu menggunakan logat bahasa Cilacap sebagai ciri khasnya dalam menyampaikan taushiyah ini menjelaskan tentang keutamaan mencari ilmu (ngaji). Dia menerangkan, keutamaan mencari ilmu pahalanya lebih baik dari pada pahala sholat 1.000 rakaat, lebih baik dari menjenguk 1.000 orang sakit, dan menggiring 1.000 jenazah bahkan lebih baik dari 1.000 kali berangkat haji.

"Kenapa? Karena tanpa ilmu dan pengetahuan, kita tidak dapat mengenal Sang Khaliq dengan baik sehingga shalat kita, silaturahmi kita, dan haji kita tidak akan diterima oleh Allah SWT. karena kita tidak tahu ilmunya. Maka, ngaji itu sangat penting dan ngaji adalah sumbernya ilmu,” jelas Kiai Muhlasin.

Tidak hanya itu, melihat fenomena mulai hilangnya kegiatan mengaji di masjid-masjid atau mushola-mushola, dirinya menghimbau agar masjid-masjid dan mushola-mushola dihidupkan dan di ramaikan kembali dengan cara untuk sholat berjamaah dan membudayakan kembali kegiatan mengaji sehingga masjid atau mushola menjadi lebih hidup suasananya.

Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada gurunya, kata dia, maka carikan guru-guru ngaji dari pesantren. Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada anak yang mau mengaji, maka ini tanggung jawab bapak ibu untuk mendidik anak-anaknya agar mau mengaji.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Jangan sampai anak-anak kita menjadi generasi yang bodoh yang tidak tahu ilmu agama. Silakan sekolahkan anak-anak kita setinggi langit, tetapi ingat ngaji harus tetap nomor satu,” tutupnya.

Acara peringatan Isra Miraj tersebut kemudian ditutup dengan doa yang diimami oleh Ustadz Jumangin, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Ambarawa. (Henudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Tegal, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Banser Se-Eks-Kawedanan Selokaton Siap Hadang Radikalisme

Sukorejo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Dalam rangka mendorong bergulirnya Gerakan Peduli Bunderan Sukorejo, anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama [Banser] se-eks Kawedanan Selokaton, melakukan kegiatan bersih-bersih di area alun-alun Sukorejo, Kendal, Ahad, 14 Februari 2016, termasuk membantu proses evakuasi sebuah truk bermuatan bibit ayam yang ringsek karena tertimpa pohon karet yang tumbang di bagian barat alun-alun.?

Banser Se-Eks-Kawedanan Selokaton Siap Hadang Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Se-Eks-Kawedanan Selokaton Siap Hadang Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Se-Eks-Kawedanan Selokaton Siap Hadang Radikalisme

Kegiatan yang dilakukan pada pagi hari itu dilanjutkan dengan long march menuju Pondok Pesantren Ar-Rahmat, pimpinan Gus Reza Pahlevi, yang berlokasi tepat di sebelah barat Pasar Sukorejo untuk menerima pembekalan dan pembuatan Kartu Tanda Anggota [KTA].?

Dalam sambutannya, Wahidin Said yang mewakili Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah menyampaikan, bahwa sebagai kader NU, Banser hendaknya mampu menjadi garda terdepan untuk menghadang berseminya benih-benih radikalisme di Indonesia.?

“Jika setiap anggota Banser mampu melindungi lingkungannya masing-masing, insyaallah, negara kita akan semakin aman,” demikian imbuh Said.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Ahmad Dimyati, narasumber asal Ambarawa, dalam pembekalannya menegaskan bahwa Banser mempunyai posisi yang sangat strategis untuk turut serta menjaga keutuhan NKRI.?

“Karena itulah, Banser harus terus meningkatkan kapasitasnya. Harus mempunyai kepekaan yang tinggi dan waspada terhadap kian berkembangnya radikalisme. Selain itu, Banser harus selalu ingat, bahwa amar ma’ruf, haruslah dilakukan dengan cara-cara yang ma’ruf. Nahi munkar, haruslah dilakukan dengan cara-cara yang ma’ruf juga. Melawan kekerasan, janganlah dengan kekerasan,“ tambahnya.?

Pada kesempatan itu, Ahmad Dimyati juga mengajak segenap anggota Banser untuk introspeksi. “Hari ini, banyak orang yang mengaku berani mati, tapi takut lapar. Karena takut lapar itulah, maka, banyak orang yang kalap, nekat mencuri apa yang bukan haknya, sehingga akhirnya harus mati gara-gara babak-belur dihajar warga. Na’udzubillah. Coba bayangkan, seseorang harus mati, hanya gara-gara takut lapar. Sudah mencuri, tidak sempat menikmati hasilnya, mati pula.”?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Banser, demikian ditambahkan oleh Dimyati, seharusnya mampu menjadi pribadi yang berkarakter kuat. Berani lapar, takut mati. Berani lapar, artinya tidak mau menghalalkan segala macam cara, demi mencapai sukses hidupnya. Takut mati, karena merasa belum cukup mengumpulkan bekal untuk menghadapi maut.

Pada kesempatan yang sama, Ellen Kurnialis yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kendal pada periode yang lalu juga memaparkan, bahwa untuk masa-masa mendatang, tantangan Banser terhitung jauh lebih berat, karena gerakan radikalisme didukung oleh kemampuan finansial yang kuat.?

“Namun demikian, Banser tidak boleh patah semangat. Yang penting , pupuklah semangat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para sesepuh NU.“ (Siti Alfijah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Pusat Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (PP LPBHNU) terus mengupayakan penyuluhan dan bantuan hukum kepada masyarakat khususnya warga NU. Langkah ini diwujudkan dengan membentuk lembaga di tiap pengurus cabang sebagai wadah pengaduan masyarakat.

“Bagaimana kita bisa menampung keluhan masyarakat jika tidak ada wadah yang menampung,” ujar Ketua PP LPBHNU Royandi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Jumat (13/5) saat mengumpulkan para PCNU di DKI Jakarta untuk menyosialisasikan misi tersebut.?

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Adakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga di Tiap Cabang

Forum yang dihadiri juga oleh para pengurus LPBHNU cabang, penyuluh, dan profesional di bidang hukum ini juga sekaligus mendengarkan berbagai persoalan hukum yang mendera masyarakat di masing-masing wilayah.

Royandi menjelaskan bahwa langkah serupa telah dilakukan di berbagai wilayah seperti di Yogyakarta, Bali, NTB, dan Jambi. Ke depannya, setiap wilayah atau provinsi sudah terbentuk LPBHNU di setiap cabang.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Pembentukan LPBHNU di setiap cabang ini penting agar masyarakat lebih mudah menjangkau ketika membutuhkan penyuluhan dan bantuan hukum,” tutur pria berkaca mata ini.

Seperti yang telah diamanatkan PBNU, lanjutnya, LPBHNU bertanggung jawab untuk memberikan advokasi hukum, penyuluhan, dan mengkritisi Rancangan Undang-undang yang sifatnya merugikan masyarakat dan warga NU.

Selain itu, imbuhnya, LPBHNU yang telah terbentuk juga bertanggung jawab mengadakan kajian hukum dan menanggapi isu-isu terkini di bidang hukum yang berkembang di tengah masyakarat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“LPBHNU sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah sehingga teman-teman pengurus bisa bergerak. Kita juga sudah mengadakan kontrak kerja dengan Kemenkumham. Hal ini dalam rangka memberdayakan lembaga di masing-masing cabang,” tukas Royandi.

Dari diskusi yang berkembang, masing-masing cabang mengutarakan bahwa masyarakat banyak yang memberikan pengaduan atas ketidakadilan hukum, tetapi sumber daya manusia di LPBHNU sangat kurang. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan pimpinan pusat ini sangat berarti agar masyarakat yang sebagian besar merupakan warga NU bisa mendapatkan penyuluhan dan bantuan hukum secara layak. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Kiai, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 28 November 2017

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)

Jawaban

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.

Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kiai, Kajian, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock