Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Syariah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

Mataram, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Peraturan Mentri Pendidkan dan kebudayaan tentang Full Day School (FDS) atau 8 jam per hari serta? lima hari sekolah mendapat? respon keras penolakan dari GP Ansor NTB bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama setempat. Rencananya mereka akan melakukan aksi damai besar-besaran bersama ribuan santri serta banom-banom yang ada di lingkungan NU.

Hal ini disampaikan oleh Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Mataram, Kamis (10/8).

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

GP Ansor NTB rencananya bersama ribuan warga NU termasuk para pimpinan pesantren, madrasah-madrasah, mahasiswa, pemuda, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat dan yang lainnya, akan melakukan aksi besar-besaran menolak Full Day School.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Aksi ini akan kami lakukan sebagai bentuk protes keras kebijakan FDS yang akan diterapkan. Sudah jelas dan tegas kami menolak kebijakan Mendikbud RI Muhadjir," kata Kasubag Humas Kanwil Kemenag Provinsi NTB ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya ini sedang berkoordinasi dan melakukan persiapan untuk aksi menolak kebijakan Full Day School bersama ribuan santri untuk turun aksi di Kota Mataram.

Rencana aksi besar-besaran akan diadakan pada Rabu 16 Agustus 2017 mendatang. Hal ini merupakan bagian dari amanah instruksi PBNU kepada seluruh pengurus wilayah hingga ranting serta banom NU di seluruh Indonesia atas kebijakan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah yang merugikan dan mengancam eksistenis madrasah diniyah.

Di samping itu pihaknya juga menegaskan akan mendesak pemerintah di masing-masing daerah (Gubernur, Walikota, dan Bupati) untuk menolak Permendikbud No 23 tahun 2017 itu.

"Sesuai instruksi dari PBNU, maka kami dari keluarga besar NU NTB berencana menggelar aksi damai untuk menolak Permendikbud 23 tahun 2017 tentang hari sekolah itu," tutupnya. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Semarang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Diponegoro kembali membuat terobosan baru dalam kepengurusan tahun ini dengan mengadakan pelatihan desain grafis menggunakan perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Bertempat di Joglo Pondok Pesantren Insanul Iman, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut diikuti oleh anggota KMNU Undip, baik anggota baru maupun anggota lama, akhir pekan (2/5).

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Tidak hanya menerima teori, dalam pelatihan yang diprakarsai oleh Divisi Informasi dan Komunikasi (Inforkom) KMNU Undip ini para peserta juga diajak untuk praktik langsung dengan laptop masing-masing yang sebelumnya sudah diinstal perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

M Akhsanil Auladi, Ketua Divisi (kadiv) Inforkom KMNU Undip memaparkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan ketertarikan dan mengembangkan minat bakat anggota KMNU Undip dalam bidang desain. Selain itu, minimnya SDM (sumber daya manusia) KMNU Undip yang memiliki bakat di bidang desain juga melatarbelakangi pengadaan kegiatan ini. Selama ini, hanya orang-orang tertentu yang diandalkan dalam pembuatan poster, pamflet, dan hal-hal yang berhubungan dengan desain lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Auladi, penyampaian materi pada pelatihan ini diberikan secara bertahap sehingga lebih memudahkan para peserta untuk mengikuti. Diharapkan, setelah pelatihan ini, semakin banyak anggota yang mumpuni di bidang desain.

“Harapannya, pemerataan SDM yang mempunyai bakat desain di semua divisi, sehingga ketika memerlukan hal-hal yang berkaitan dengan desain tidak perlu lagi bergantung ke orang-orang tertentu, dan masing-masing perwakilan per divisi yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan pengetahuannya ke teman-teman lain yang belum mengikuti,” lanjut pria yang akrab disapa Adi ini.

Acara dibuka secara resmi oleh M Rizqi Arif Fiantono, Wakil Ketua KMNU Undip, mewakili Bagas Ardiyanto, Ketua KMNU Undip yang berhalangan hadir.

Dalam acara ini didatangkan dua pemateri yang berkompeten di bidang Corel Draw dan Photoshop. Pemateri pertama adalah Setyo Eka Rofi, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Undip. Pria asal Wonosobo ini telah bergelut dalam dunia desain sejak bangku SMA. Pemateri  kedua adalah Hery Afiq Maulana, mahasiswa D3 Ilmu Komunikasi Undip yang juga anggota KMNU Undip. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.

Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Berikut isi utuh dari pidato bersebut:

Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 

Tanggal 22 Oktober 2017



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ?

? ? 

Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 

..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  

Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 

Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 

Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (? ? ? ?) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.

Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (? ? ?), jiwa (? ?), nalar (? ?), harta (? ?), keluarga (? ?), dan martabat(? ?) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Jakarta, 22 Oktober 2017

Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.

Ketua Umum

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak meluncurkan program Aplikasi SIAP GRAK (Sistim Aplikasi GP Ansor Banser Kebonagung). Hal ini dilakukan dalam rangka mengupayakan pemberdayaan dan peningkatan taraf ekonomi anggota serta perbaikan pangkalan data.

Ketua Ansor Kebonagung Faishol Nur yang didampingi sekretarisnya Ainul Fuad menjelaskan, aplikasi SIAP GRAK selain sebagai pangkalan data untuk mengetahui profil anggota dari jenis usaha maupun pekerjaan yang dijalaninya dalam keseharian, dalam jangka panjangnya bisa dibuat kerja sama antaranggota.

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

“Aplikasi ini selain sebagai pangkalan data diharapkan bisa meningkatkan ekonomi anggota, menjalin kerja sama antaranggota, dari PAC tinggal mengonekkan antara anggota yang satu dan yang lain” katanya.

Untuk menyukseskan program aplikasi tersebut Faishol Nur beserta pengurusnya dan ketua ranting se-Kecamatan Kebonagung melakukan audiensi dengan Muspika Kebonagung di Kantor Kecamatan Kebonagung Rabu (14/12). Ia berharap dengan bersilaturrahmi dengan berbagai pihak termasuk Muspika bisa mendapatkan dukungan maksimal termasuk peluang usaha yang mungkin bisa digali anggotanya dari pemerintah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Untuk menyukseskan program kami harus menyosialisasikan dan dapat dukungan ke berbagai pihak termasuk pemerintah kita mencoba berbagai peluang usaha yang mungkin bisa digali termasuk dari pemerintah” harapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Camat Kebonagung yang juga pengurus MWCNU H Haryoto yang didampingi Sekcam Suradi di hadapan pengurus Ansor dan Banser merasa senang. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung program yang dicanangkan Ansor karena hal itu termasuk program yang dilaksanakan pemerintahan.

“Kami sangat mendukung program Ansor dalam upaya peningkatan ekonomi anggotanya, kami akan memback up sepenuhnya,” tegasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Syariah, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Operasi Simpati 2015 yang digelar jajaran Polres Jember, Kamis ? (9/4) agak unik. Kali ini polisi tidak memberikan sanksi tilang terhadap ? pengendara yang terjaring razia, namun diberi sanksi lain yang lebih simpati, yaitu diberikan taushiyah oleh seorang ustadz.

Tujuannya agar pengendara yang melanggar disiplin lalu lintas itu, ? bisa sadar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Kita berharap agar ustadz bisa memberikan ceramah agama kepada pengendara yang melanggar, karena ? pelanggaran ini erat kaitannya dengan ajaran agama,” ujar Kapolres Jember, Sabilul Alif.

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah

Dalam operasi ? yang digelar di ruas jalan protokol kemarin, ratusan pengendara terjaring razia karena tidak ? melengkapi kendaraannya dengan surat-surat yang diperlukan seperti STNK, SIM dan sebagainya. Bukan ditilang, mereka malah ? digiring ke depan sebuah musholla terdekat. Di situ sudah ? menunggu aparat kepolisian dan seorang ustadz, Mansur namanya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sang ustadz pun langsung memberikan ‘khotbah’-nya. Di hadapan mereka, ustadz Mansur menegaskan bahwa melanggar peraturan lalu lintas, juga melanggar peraturan agama. “Itu jelas dalam ? ayat al-Qur’an, supaya kita patuh kepada Allah dan rasul-Nya serta ulil amri atau para pemimpin,” ujarnya seraya menyitir ayat yang terkait dengan hal tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan bahwa taat kepada pimpinan berarti juga taat kepada peraturan pemerintah. Peraturan lalu lintas itu dibuat untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Karena itu, katanya, melanggar peraturan lalu lintas itu hukumnya juga melanggar ajaran agama. ? “Jadi pemerintah ? membuat peraturan itu sudah melalui banyak kajian. Makanya mulai sekarang ayo kita disiplin,” urainya.

Setelah mendengarkan ceramah, para pengendara itu diperbolehkan melanjutkan perjalanannya tanpa perlu susah-susah memikir soal tilang. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan Aktivis yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri atau Kopri PMII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melakukan aksi turun ke jalan dan membagi-bagikan selembaran seruan moral dan karangan bunga kepada pengguna jalan dalam rangka memperingati hari kartini yang jatuh pada 21 April kemarin.

Aksi yang dilakukan di bawah Fly Over Pamanukan ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi dari Polsek Pamanukan dan mendapat perhatian dari para pengguna jalan kawasan tersebut. Kendati membuat macet, namun para pengguna jalan sangat antusias menyaksikan orasi dan teatrikal yang menggambarkan korban dari kekerasan dalam rumah tangga dan derita para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi korban ditempat mereka bekerja.

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Menurut Ketua Kopri Subang, Neneng Nurhasanah, aksi yang dilakukan merupakan seruan moral kepada para pengguna jalan terutama kepada kaum perempuan. Bahwa eksistensi perempuan yang saat ini masih merasa terdiskriminasikan, hendaknya bangkit untuk melawan segala bentuk ketidak adilan. Padahal para wakil perempuan yang duduk dikursi wakil rakyat ternyata belum bisa dirasakan manfaatnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saat ini telah cukup banyak perempuan yang terdidik dan menempati posisi-posisi strategis diberbagai sektor kebijakan. Namun, pada kenyataannya masih banyak oknum yang menjadikan kaum perempuan tersudutkan, kebijakan politik yang tidak sensitive gender, KDRT ? yang terus meningkat dan didominasi oleh kaum perempuan, merupakan beberapa contoh betapa perempuan masih dalam jalan terjal,” tegas Neneng.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua IPPNU Cabang Subang, Nurul Jannah bahwa tujuan yang menjadi skala prioritas dari aksi ini adalah penegakan supremasi hukum terhadap orang yang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang saat ini masih merambah disetiap kehidupan rumah tangga.

“Tegakan supremasi hukum terhadap oknum kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu hentikan perdagangan perempuan, jangan jadikan 30% kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen hanya sebagai aksesoris politik, samakan upah pekerja perempuan dengan laki-laki, lindungi dan selamatkan hak-hak tenaga kerja wanita (TKW) dan hentikan segala bentuk diskriminasi perempuan serta ? optimalkan pendidikan pemberdayaan,” papar Nurul.

Ketua Umum PMII Cabang Subang, Ade Mahmudin mengaku sangat apresiatif dengan aksi yang dilakukan oleh wadah perempuan di PMII ini. Pasalanya, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas yang dibangun oleh perempuan agar terciptanya kesetaraan gender dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Aksi tersebut merupakan upaya memberikan pencerahan kepada kaum perempuan terhadap reformulasi kesetaraan gender yang sampai saat ini posisi perempuan seakan menjadi catatan hitam patriarkisme yang dari zaman ke zaman selalu dialami oleh perempuan. Sebab, Undang- Undang No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ternyata belum bisa menjamin perempuan terbebas dari kekerasan. Untuk itu, besar harapan Pemerintah hari ini harus benar-benar melek dengan kondisi nasib perempuan,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pesantren, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock