Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Syariah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sambutan positif diberikan Menpora Imam Nahrawi terhadap rencana kegiatan Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia yang diprakarsai oleh Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Banser Ansor Nahdlatul Ulama. Kegiatan yang akan diikuti 20 ribu peserta lebih dan dilaksanakan 16 hingga 17 Desember 2017 di Kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo. 

 

Hal itu di sampaikan Menpora saat menggelar jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12) sore didampingi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala. 

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

 

"Kegiatan beberapa organisasi pemuda ini sangat positif di tengah upaya menyatukan semua elemen bangsa sesuai dengan tagline Kemenpora, Ayo Pemuda Berani Bersatu, karena berani mewujudkan tagline #Berani Bersatu dan komitmen kita semua untuk menjaga bumu," ujar Menpora. 

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya berharap even itu menjadi rule model percontohan sebuah kebersamaan yang damai diantara segenap ormas pemuda di tanah air.  "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda tanah air yang berani bersatu menatap keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis karena ini adalah kekayaan bangsa Indonesia," harapnya.

 

Selain apel dan kemah pada acara yang mengangkat tema besar Pemuda Hebat Jaga Bumi ini juga ada beberapa kegiatan lain seperti olahraga, pelepasan pemuda tanggap bencana, menanam pohon dan lain sebagainya. "Semoga inisiasi silaturakhim ini sebagai upaya mendorong adanya ikatan hati dan membangun pemahaman bersama diantara pemuda-pemuda Islam tanah air berjalan baik sebagai jawaban atas ujaran kebencian, saling hujat yang ada dan menggembirakan perbedaan untuk menyatukan," ujar Dahnil.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Sementara itu Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala menyampaikan hal senada, GP Ansor selalu mendukung Kemenpora dalam rangka menyatukan seluruh pemuda Indonesia. "Dengan adanya Apel Banser dan Kemah KOKAM ini sangat menginspirasi dan menyampaikan pesan sejuk pada kedamaian bangsa Indonesia khususnya dan seluruh umat Islam sedunia pada umumnya," tambah Hasan Sagala. 

 

Ia akan menyampaikan pesan damai itu ke level paling bawah. "Kami tidak ingin hanya level pusat saja yang harmoni tetapi menjadi kesatuan di provinsi, kabupaten hingga ke tingkat ke paling rendah, kami harap acara seperti ini dapat terus digelorakan dan menjadi agenda di tingkatan paling bawah," tuturnya. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Website Kementerian Agama RI Jawa Timur sebagai portal resmi pemerintah setempat memiliki peran penting dalam memuat konten positif seperti gagasan perdamaian antarumat beragama, toleransi atas perbedaan di dalam agama, dan muatan positif lainnya. Namun disayangkan website Kemenag Jatim memuat panduan sembahyang yang menganulir amaliyah ratusan tahun nahdliyin.

Portal Kemenag Jatim secara eksplisit memojokkan amaliyah warga NU dalam rubrik ‘DATA’. Dalam rubrik ini, portal Kemenag Jatim memuat makalah berisi Dalil dan Gambar Gerakan Sholat Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah karya Ustadz Achmad Rofi’i Lc M Mpd.

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Website Kemenag Jawa Timur Sudutkan Amaliyah NU

Pada sub rubrik ‘PANDUAN SHOLAT’, dikatakan secara jelas, “Dan tidak perlu melafadzkan ‘Usholli….’ melalui mulutnya, akan tetapi niat tersebut cukup digerakkan dan disengajakan oleh hatinya bahwa dia akan sholat.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) H Syaifullah Amin menyayangkan hal ini bisa terjadi di lingkungan Kemenag RI Jatim. Terlebih lagi Jawa Timur merupakan salah satu basis terbesar warga NU. Ini cenderung melukai rasa beragama warga NU.

“Mestinya Kemenag RI harus adil dan menghargai pendapat orang lain. Bahkan adil juga dalam menyiarkan pendapat lain melalui fasilitas kementerian,” kata H Amin, Kamis (11/6) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terutama karena pendapat mayoritas adalah yang memperbolehkan membaca ‘usholli’ sebelum takbiratul ihram. Pendapat mayoritas ini perlu ditenggang.

H Amin menegaskan bahwa kejadian ini harus dijadikan pelajaran oleh pihak Kementerian Agama RI di manapun agar tidak terulang. Atas kasus ini, pihak Kemenag RI perlu lebih berhati-hati memuat konten-kontennya agar lebih bersikap adil sebagai portal pemerintah dan tidak membuat keresahan di masyarakat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Lomba, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

?Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam menghadapi perkembangan dunia yang begitu cepat, seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dituntut lebih progresif dan militan dalam banyak hal termasuk teknologi informasi. Jika tidak demikian, kemajuan teknologi itu sendiri yang akan menggilas kader IPNU.

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ?Muhaimin Iskandar mengatakan hal itu saat mengisi seminar Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat IPNU di Hotel Paragon, Jumat (9/12). "Ini fenomena teknologi informasi, yang mampu menggerakkan massa dalam demo 411 dan 212 kemarin," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Cak Imin menambahkan, perubahan yang sangat cepat ini tidak boleh membuat IPNU melemah, justru harus lebih kuat dan tangguh menghadapi segela tantangan ke depan. Inilah pekerjaan rumah pengurus IPNU dalam mengembangkan organisasi.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selamat berjuang kepada pengurus IPNU seluruh Indonesia, dalam menghadapi segala tantangan yang menghadang," tambahnya. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Imin menegaskan, IPNU bukanlah organisasi main-main, karena para pelajar dan santri yang tergabung dalam organisasi ini adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Sedini mungkin para pelajar harus memupuk diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, yang kelak akan bermanfaat di kemudian hari.

Lanjut Cak Imin, kondisi bangsa ke depan tergantung di tangan para pelajar, sehingga? diharapkan dapat menjadi generasi yang dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju dan beradab.? Seluruh kader IPNU harus menggunakan teknologi informasi, dengan melihat dari aksi 411 dan 211 kemarin.

"Di tangan pelajar harus tergantung kondisi bangsa ke depan, sehingga bangsa ini lebih maju dan beradab," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Mahbib)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Pertandingan, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Semarang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Diponegoro kembali membuat terobosan baru dalam kepengurusan tahun ini dengan mengadakan pelatihan desain grafis menggunakan perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Bertempat di Joglo Pondok Pesantren Insanul Iman, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut diikuti oleh anggota KMNU Undip, baik anggota baru maupun anggota lama, akhir pekan (2/5).

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Tidak hanya menerima teori, dalam pelatihan yang diprakarsai oleh Divisi Informasi dan Komunikasi (Inforkom) KMNU Undip ini para peserta juga diajak untuk praktik langsung dengan laptop masing-masing yang sebelumnya sudah diinstal perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

M Akhsanil Auladi, Ketua Divisi (kadiv) Inforkom KMNU Undip memaparkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan ketertarikan dan mengembangkan minat bakat anggota KMNU Undip dalam bidang desain. Selain itu, minimnya SDM (sumber daya manusia) KMNU Undip yang memiliki bakat di bidang desain juga melatarbelakangi pengadaan kegiatan ini. Selama ini, hanya orang-orang tertentu yang diandalkan dalam pembuatan poster, pamflet, dan hal-hal yang berhubungan dengan desain lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Auladi, penyampaian materi pada pelatihan ini diberikan secara bertahap sehingga lebih memudahkan para peserta untuk mengikuti. Diharapkan, setelah pelatihan ini, semakin banyak anggota yang mumpuni di bidang desain.

“Harapannya, pemerataan SDM yang mempunyai bakat desain di semua divisi, sehingga ketika memerlukan hal-hal yang berkaitan dengan desain tidak perlu lagi bergantung ke orang-orang tertentu, dan masing-masing perwakilan per divisi yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan pengetahuannya ke teman-teman lain yang belum mengikuti,” lanjut pria yang akrab disapa Adi ini.

Acara dibuka secara resmi oleh M Rizqi Arif Fiantono, Wakil Ketua KMNU Undip, mewakili Bagas Ardiyanto, Ketua KMNU Undip yang berhalangan hadir.

Dalam acara ini didatangkan dua pemateri yang berkompeten di bidang Corel Draw dan Photoshop. Pemateri pertama adalah Setyo Eka Rofi, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Undip. Pria asal Wonosobo ini telah bergelut dalam dunia desain sejak bangku SMA. Pemateri  kedua adalah Hery Afiq Maulana, mahasiswa D3 Ilmu Komunikasi Undip yang juga anggota KMNU Undip. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis mengaku sudah beberapa kali menjadi juru penengah ketegangan antara para dai televisi dan masyarakat yang tidak terima dengan apa yang disampaikan dai tersebut.

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

?

“Saya banyak menyelesaikan masalah itu seperti ketika Ustadz Maulana menyampaikan tentang sopir, pilot itu tidak perlu muslim, Syekh Ali Jaber yang menyinggung masalah qurban, Solmed berkenaan dengan tarif, dan lainnya,” kata Kiai Cholil kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Jakarta, Jumat (16/6).

Agar tidak terjadi lagi ketegangan di masyarakat, ia mengimbau kepada para dai atau penceramah televisi untuk menyampaikan materi-materi yang bersifat khilafiyah tersebut dengan cara seimbang. Mereka juga seharusnya tidak menggunakan pernyataan-pernyataan yang ambigu yang bisa menimbulkan salah paham di ranah publik.

“Jadi dia harus menerangkan dalil A dan B nya. Misalnya tentang qunut saat Salat Subuh, ia harus menjelaskan dalil yang memakai qunut seperti ini dan yang tidak qunut seperti itu. Silahkan dipilih tetapi tidak boleh mencaci yang lain,” urainya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku menghargai siapa saja yang menyampaikan pemikirannya saat berdakwah di televisi. Baginya, seorang dai bertugas untuk memberikan pencerahan, bukan malah menjadi penyebab antara satu dengan yang lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita persilahkan ia menyampaikan pemikirannya, tetapi jangan sampai menimbulkan perdebatan karena nanti kita tidak produktif,” ujar alumni Universitas Malaya Malaysia itu.

Wakil Ketua Lembaga Bahsul Masa’il PBNU periode 2005-2015 itu menambahkan, jika mereka sudah terlanjur melakukan hal itu maka mereka bisa diskor dan tidak dipanggil selama beberapa bulan ke depan sebagai hukumannya.

“Kalau di Damai Indonesiaku, kita diminta untuk menjadi pengawas. Kalau ada protes tentang dai-dai yang menyampaikan khilafiyah dan menyalahkan yang lain, maka mereka akan di-cooling down dan tidak diundang dalam beberapa bulan ke depan,” tutup Ketua Forum Antar Umat Beragam Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan itu. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Pemerintah Daerah Banten, sebagai daerah provinsi yang masih muda, untuk menjaga aset Banten dari investor asing. Banten merupakan satu dari daerah industri potensial di Indonesia.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum PBNU dalam sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten di jalan raya Jakarta, Kemang, Kota Serang, Rabu (30/1) Sore.

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Di hadapan sedikitnya 4000 warga NU Banten, Kang Said menyatakan, penjagaan aset bukan berarti menutup diri dari para pemodal asing. Dia menegaskan, penerimaan para investor harus ditimbang dengan matang. Jajaran PWNU dan banom NU Banten terlihat duduk di barisan depan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jangan sampai para investor asing itu mengeruk kekayaan Banten habis-habisan karena ketidakcermatan,” tegas Kang Said di hadapan hadirin, termasuk Hj. Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten.

Nahdlatul Ulama mengajarkan keterbukaan dengan siapa saja. Tetapi, keterbukaan tidak bersifat mutlak. Keterbukaan termasuk bagi pemodal asing, harus dibatasi oleh kemaslahatan khususnya bagi masyarakat Banten, tambah Kang Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Kang Said, Daerah Banten memiliki kekayaan alam dan sumber perekonomian yang luar biasa. Sejumlah aset disebutkan seperti Lapangan Udara Internasional Sukarno-Hatta, Pelabuhan Merak, industri baja di Cilegon, dan ratusan pabrik pada sejumlah titik kawasan industri Banten.

Kalau kontrak perjanjian dengan investor asing lebih menguntungkan mereka, maka kesalahan tersebut akan mencelakai warga Banten. Padahal, mayoritas warganya adalah nahdliyin. Dan, Nahdliyin Banten akan bernasib seperti warga Papua di wilayah Freeport atau warga Kalimantan di sekitar korporasi Newmont, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Pontianak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Setelah menjadi juara umum di beberapa KSM sebelumnya, di KSM 2016 yang berlangsung di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mereka juga menyabet titel serupa.

Jawa Timur berhasil meraih juara umum Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 Tahun 2016. Jawa Timur berhak mendapat gelar sebagai juara umum dengan menyabet 11 piala, dengan rincian 9 emas pada bidang lomba; Matematika, IPA (MI), Matematika, Biologi, Fisika (MTs), Matematika, Biologi, Kimia, Ekonomi (MA), dan 2 perak; Geografi, Fisika (MA). Juara 2 diraih kontingen Jawa Tengah dengan 6 emas dan 5 perak, sementara peringkat 3 diraih Provinsi Jawa Barat dengan perolehan 5 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Lomba ditutup pada Jumat (26/8) malam. Setelah melalui persaingan ketat, lahirlah para juara. Selanjutnya para juara tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 4777 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemenang Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional 2016 di Pontianak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan keterangan laman Direktorat Pendidikan Madrasah, para pemenang lomba yang ditetapkan dalam keputusan ini akan mendapatkan penghargaan berupa: medali, piagam penghargaan, dan bantuan studi apresiasi prestasi. Berikut rincian penghargaan:

Madrasah Ibtidaiyah (MI):

Medali Emas : 5.000.000,-

Medali Perak : 4.000.000,-

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Medali Perunggu : 3.000.000,-

?

Madrasah Tsanawiyah (MTs):

Medali Emas : Rp. 6.000.000,-

Medali Perak : Rp. 5.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 4.000.000,-

Madrasah Aliyah (MA):

Medali Emas : Rp. 7.000.000,-

Medali Perak : Rp. 6.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 5.000.000,-

?

Peraih penghargaan :

1) The Best Overall : Rp. 3.000.000,-

2) The Best Theory : Rp. 3.000.000,-

3) The Best Exploration/Experiment: Rp. 3.000.000,-

Adapun rincian detail nama-nama siswa peraih medali di KSM 2016 dari tingkat MI, MTs, MA, dan MAN IC dapat dilihat di sini: Website Direktorat Pendidikan Madrasah.?





(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia Mastuki memberikan penjelasan mengenai maksud dari pernyataan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin tentang merangkul dan mengayomi pelaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menurut Mastuki, yang dimaksud Menteri Agama tentang merangkul dan mengayomi, ialah mengajak para pelaku LGBT untuk kembali kepada jalan yang benar. 

Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul (Sumber Gambar : Nu Online)
Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul (Sumber Gambar : Nu Online)

Perilaku LGBT Menyimpang, tetapi Orangnya Harus Dirangkul

Mastuki menegaskan bahwa sikap semua agama terhadap perilaku LGBT sudah jelas, yakni melarang dan dianggap sebagai perbuatan yang menyimpang. "Semua agama," kata Mastuki melalui sambungan telepon, Kamis (21/12) di Jakarta. 

Begitu pun di dalam hukum positif seperti dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan bahwa perkawinan LGBT tidak diperkenankan. Di dalam UU tersebut, katanya, yang namanya perkawinan itu antara laki-laki dan perempuan. 

"Jadi di sisi ini sudah tidak ada masalah," jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta ini. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, dari sisi agama, para pelaku LGBT sebaiknya tidak dimusuhi, tapi seharusnya disadarkan kembali dengan berbagai cara seperti dilakukan edukasi atau pembinaan agar perilaku menyimpang itu kembali ke jalan yang benar.

"Makanya agama itu penting untuk menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh kaum LGBT ini," pungkas pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu. (Husni Sahal/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Internasional, Pahlawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan fokus membangun ekonomi di kawasan pedesaan.

NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-BUMN Sepakat Bangun Ekonomi Pedesaan

Turut menandatangani kerja sama tersebut Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (1/8) petang. Menurut Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, langkah ini penting dilakukan mengingat ekonomi Indonesia yang masih bermasalah.

Kang Said menilai, klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,5 persen selama ini tak berarti apa-apa karena tetap dijumpai ketimpangan. “Harta yang didapatkan pemerintah itu harus ada pemerataan. Jangan hanya berputar-putar di kalngan orang kaya saja,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melalui ini, lanjutnya, PBNU akan mengembangkan gerakan desa maslahat yang bertumpu pada tujuan terwujudnya masyarakat yang berdaulat di bidang pangan, energi, dan konservasi. “Itulah tugas BUMN dan bersama-sama Nahdlatul Ulama. Insyaallah,” katanya.

Dalam sambutannya, Dahlan mengungkapkan kerja sama ini akan dijalankan LPPNU dan PT BUMN Lestari Hijau. Mantan dirut PLN ini mengaku sebelumnya telah melakukan program serupa di sejumlah daerah, seperti Bogor dan Jember di sektor peternakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melalui metode agroforestry, program ini diharapkan sanggup mengangkat masyarakat di wilayah pedesaan dari belenggu kemiskinan. Menurut Dahlan, dari 35 juta rakyat miskin di Indonesia, 5 juta di antaranya hanya bisa ditolong lewat santunan karena alasan usia, penyakit, perilaku, dan lain sebagainya. Sementara sisanya 30 juta, masih potensial untuk diberdayakan.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan Aktivis yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri atau Kopri PMII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melakukan aksi turun ke jalan dan membagi-bagikan selembaran seruan moral dan karangan bunga kepada pengguna jalan dalam rangka memperingati hari kartini yang jatuh pada 21 April kemarin.

Aksi yang dilakukan di bawah Fly Over Pamanukan ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi dari Polsek Pamanukan dan mendapat perhatian dari para pengguna jalan kawasan tersebut. Kendati membuat macet, namun para pengguna jalan sangat antusias menyaksikan orasi dan teatrikal yang menggambarkan korban dari kekerasan dalam rumah tangga dan derita para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi korban ditempat mereka bekerja.

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Menurut Ketua Kopri Subang, Neneng Nurhasanah, aksi yang dilakukan merupakan seruan moral kepada para pengguna jalan terutama kepada kaum perempuan. Bahwa eksistensi perempuan yang saat ini masih merasa terdiskriminasikan, hendaknya bangkit untuk melawan segala bentuk ketidak adilan. Padahal para wakil perempuan yang duduk dikursi wakil rakyat ternyata belum bisa dirasakan manfaatnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saat ini telah cukup banyak perempuan yang terdidik dan menempati posisi-posisi strategis diberbagai sektor kebijakan. Namun, pada kenyataannya masih banyak oknum yang menjadikan kaum perempuan tersudutkan, kebijakan politik yang tidak sensitive gender, KDRT ? yang terus meningkat dan didominasi oleh kaum perempuan, merupakan beberapa contoh betapa perempuan masih dalam jalan terjal,” tegas Neneng.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua IPPNU Cabang Subang, Nurul Jannah bahwa tujuan yang menjadi skala prioritas dari aksi ini adalah penegakan supremasi hukum terhadap orang yang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang saat ini masih merambah disetiap kehidupan rumah tangga.

“Tegakan supremasi hukum terhadap oknum kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu hentikan perdagangan perempuan, jangan jadikan 30% kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen hanya sebagai aksesoris politik, samakan upah pekerja perempuan dengan laki-laki, lindungi dan selamatkan hak-hak tenaga kerja wanita (TKW) dan hentikan segala bentuk diskriminasi perempuan serta ? optimalkan pendidikan pemberdayaan,” papar Nurul.

Ketua Umum PMII Cabang Subang, Ade Mahmudin mengaku sangat apresiatif dengan aksi yang dilakukan oleh wadah perempuan di PMII ini. Pasalanya, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas yang dibangun oleh perempuan agar terciptanya kesetaraan gender dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Aksi tersebut merupakan upaya memberikan pencerahan kepada kaum perempuan terhadap reformulasi kesetaraan gender yang sampai saat ini posisi perempuan seakan menjadi catatan hitam patriarkisme yang dari zaman ke zaman selalu dialami oleh perempuan. Sebab, Undang- Undang No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ternyata belum bisa menjamin perempuan terbebas dari kekerasan. Untuk itu, besar harapan Pemerintah hari ini harus benar-benar melek dengan kondisi nasib perempuan,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pesantren, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

?Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, agar prahara hukum yang menimpa Mahkamah Konstitusi (MK) tak terulang kembali.

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Hakim Harus Siap Miskin

"Semua hakim MK harus siap hidup miskin agar selama menjadi hakim tak mau menerima suap terkait perkara yang sedang dihadapi," kata Hasyim Muzadi saat menjadi tampil sebagai pakar pada uji kelayakan dan kepatuhan calon hakim MK di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Karena itulah, sebelum menjadi hakim, mereka harus mamantapkan niat tulusnya menjadi hakim agar di tengah jalan tak mudah tergoda oleh rayuan menerima suap. "Termasuk meminta izin dan meminta kesediaan istrinya untuk hidup miskin. Karena istri bisa menjadi salah satu provokator terjadinya suap," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hukum di Indonesia, kata Hasyim, sekarang terasa jauh dari keadilan. Padahal tujuan hukum sebenarnya adalah keadilan. "Hukum di Indonesia masih prosedural. Karena. Itu, hukum kerap jauh dari rasa keadilan," jelas pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PBNU juga menekankan pentingnya kejujuran hakim saat berhadapan langsung dengan suap. Calon hakim yang sekarang seorang akademisi, misalnya, sulit melakukan korupsi karena di kampus tak ada yang dikorupsi.

"?Kalau sudah berada di MK, rayuan untuk menerima suap sangat besar. Seperti yang menimpa Akil Mochtar. Karena itulah, kejujuran menjadi kunci utama untuk tegaknya hukum yang berkeadilan di Indonesia," katanya.

Hasyim Muzadi lebih menekankan kejujuran karena dalam pandangannya mencari orang pintar dan ahli hukum sangat mudah. Yang sulitnya, katanya, adalah mencari orang yang jujur. "Orang pintar banyak. Yang sulit orang jujur. Sayangnya, orang jujur banyak yang tak pintar-pintar," terangnya. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Kiai, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Tarawih Cepat? Mengapa Tidak! Ini Panduannya

Di bulan Ramadhan, selalu saja diwarnai dengan pandangan negatif terhadap pelaksanaan shalat tarawih yang dilakukan dengan cepat. Padahal shalat cepat bisa saja dilakukan bila memahami aturan yang dijelaskan ulama madzhab. Dahulu, para ulama pun shalat ratusan, bahkan ribuan rakaat hanya dalam satu malam.

Selama syarat dan rukun shalat terpenuhi dengan baik, maka shalat apapun hukumnya sah secara fiqh, baik shalat cepat maupun lambat. Adapun soal diterima atau tidak oleh Allah SWT, itu hak prerogratif Allah untuk menerima atau sebaliknya.

Tarawih Cepat? Mengapa Tidak! Ini Panduannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Cepat? Mengapa Tidak! Ini Panduannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Cepat? Mengapa Tidak! Ini Panduannya

Memang, seringkali shalat cepat mengabaikan salah satu rukun daripada shalat. Namun, pada dasarnya pengabaian terhadap bagian dari rukun shalat itu bukan disebabkan cepat atau lambatnya shalat, tetapi kebanyakan karena kurang memahami terhadap rukun (fardlu) shalat.

Shalat cepat, mengapa tidak! Di dalam shalat, rukun (fardlu) yang bersifat qauliyah, antara lain takbiratul ihram, surah al-Fatihah, tasyahud dan shalawat dalam tasyahud, serta salam. Adapun bacaan lainnya termasuk daripada sunnah-sunnah shalat yang tidak akan menyebabkan shalat tidak sah atau batal bila meninggalkannya. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada beberapa tips secara fiqih sebagai aturan dalam melaksanakan shalat dengan cepat.

1. Niat dan Takbir

Takbiratul Ihram dilakukan bersamaan dengan niat di dalam hati. Keduanya merupakan bagian daripada rukun shalat. Lafadz takbiratul Ihram adalah Allahu Akbar (? ?) atau Allahul Akbar (? ?). Dua lafadz takbir ini diperbolehkan, kecuali oleh Imam Malik, sehingga ulama menyarankan agar hanya menggunakan lafadz "Allahu Akbar", untuk menghindari khilaf ulama.

Niat di dalam hati. Adapun melafadzkan niat dihukumi sunnah agar lisan bisa membantu hati dalam menghadirkan niat. Niat shalat wajib hanya perlu memenuhi 3 unsur, yaitu: (1). Qashdul fiil (menyengaja suatu perbuatan) seperti lafadh Ushalli (sengaja aku shalat...); (2). Tayin (menentukan jenis shalat), seperti Dhuhur, Asar, dan lain-lain; dan (3) Fardliyyah (menyatakan kefardluannya), seperti lafadz Fardlan.

Sedangkan shalat sunnah (kecuali sunnah muthlaq) hanya perlu memenuhi 2 unsur, yaitu Qashdul Fili dan Tayin. Misalnya shalat tarawih, maka niatnya cukup dengan lafadh "sengaja aku shalat tarawih" atau "sengaja aku shalat qiyam ramadlan", sudah mencukupi.

Setelah takbir disunnahkan membaca doa Iftitah, dan ini bisa ditinggalkan.

2. Membaca Surah Al-Fatihah

Membaca surah al-Fatihah hukumnya wajib, tidak bisa ditinggalkan. Dalam hadits shahih dijelaskan "? ? ? ? ? (Tidak shalat kecuali dengan surah Al-Fatihah)". Dalam hal ini, diperlukan kemahiran membaca cepat dengan tetap menjaga makhrijul huruf dan tajwidnya. Bila mampu, boleh saja membaca dengan satu kali nafas atau washol seluruhnya selama tidak mengubah makna.

Membaca surah al-Quran setelah al-Fatihah, hukumnya sunnah. Bila ditinggalkan maka tidak disunnahkan sujud sahwi. Oleh karena, Imam hendaknya tetap membaca surah walaupun pendek, bahkan walaupun satu ayat.

Sedangkan bagi makmum, sering kali tidak memiliki cukup waktu membaca surah Al-Fatihah bila menunggu imam selesai. Oleh karena itu, makmum hendaknya bisa memperkirakan lama bacaan surah Imam atau membaca al-Fatihah bersamaan dengan Imam, atau pada pertengahan bacaan Al-Fatihah imam lalu disambung kembali saat selesai mengucapkan amin. 

Dalam membaca surah al-Fatihah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

a. Ulama Syafii dan ulama lainnya memperbolehkan membaca surah Al-Fatihah dalam shalat dengan salah satu qiraah sabah, dan tidak membolehkan qiraah syaddah. Namun apabila membaca dengan qiraah syaddah tanpa terjadi perubahan pada maknanya, tidak ada tambahan atau pengurangan huruf maka shalatnya tetap sah.

b. Wajib membaca surah Al-Fatihah dengan keseluruhan huruf-hurufnya dan tasydid-tasydinya yang berjumlah 14 tasydid.

c. Apabila membaca dengan Lahn (irama/langgam) yang mengubah makna maka tidak sah bacaan dan shalatnya bila disengaja. Bila tidak sengaja maka wajib diulang bacaannya.

3. Ruku, Itidal, Sujud dan Duduk Diantara Dua Sujud

Yang terpenting dari rukun-rukun shalat diatas adalah thumaninah. Thumaniah adalah berhenti sejenak setelah bergerak, lamanya sekadar membaca tasbih (Subhanallah). Kira-kira 1 detik atau tidak sampai 1 detik.

Bacaan dalam ruku, itidal, sujud dan duduk diantara dua sujud hukumnya sunnah, sehingga bisa ditinggalkan. Namun shalat cepat, bacaan tersebut  sangat mencukupi untuk membacanya sehingga sebaiknya tidak ditinggalkan.

4. Tasyahud 

Tasyahud akhir hukumnya wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan. Sedangkan tasyahhud awal bagi shalat yang lebih dari 2 rakaat hukumnya sunnah,  sehingga bisa saja ditinggalkan, tetapi disunnahkan sujud sahwi, baik ditinggalkan karena lupa maupun sengaja. Tasyahhud dibaca secara sir (lirih) berdasarkan ijma kaum muslimin. 

Shalat tarawih dikerjakan dengan 2 rakaat satu kali salam, artinya hanya ada tasyahhud akhir. 

Bacaan Tasyahhud

Ada beberapa bacaan tasyahhud sebagaimana dalam riwayat-riwayat hadits. Diantaranya :

a. Riwayat Ibnu Masud : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

b. Riwayat Ibnu Abbas : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

c. Riwayat Abu Musa al-Asyari : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

d. Riwayat lainnya : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

e. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

f. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

g. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

h. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Imam Al-Baihaqi mengatakan bahwa yang tsabit dari Rasulullah Saw ada tiga hadits: hadits Ibnu Masud, Ibnu Abbas dan Abu Musa al-Asyari. Ulama lainnya mengatakan bahwa ketiganya shahih, dan yang paling shahih hadits Ibnu Masud.

Imam al-Nawawi mengatakan, boleh memakai tasyahhud yang mana saja, sebagaimana nash Imam al-Syafii dan ulama lainnya. Namun, menurut Imam al-Syafii, yang paling utama (afdlol) adalah hadits Ibnu Abbas karena ada tambahan lafadh al-Mubarakatu (?). 

Bolehkah Membuang Bagian Daripada Tasyahhud?

Dalam hal ini, ada beberapa rincian, bahwa lafadz al-Mubarakatu, al-Shalawatu, al-Thayyibatu, dan al-Zakiyyatu (? ? ? ?) hukumnya sunnah, bukan syarat daripada tasyahhud. 

Seandainya pun membuang semuanya lalu mempersingkatnya menjadi "At-Tahiyyatu Lillahi Assalamualaika Ayyuhannabiyyu... dan seterusnya (? ? ? ? ? ? ... ? ?), maka hukumnya boleh. Dalam hal ini, tidak ada perbedaan didalam madzhab Syafiiyah. 

Sedangkan lafadh "Assalamualaika Ayyuhannabiyyu .. dan seterusnya (? ? ? ? ... ? ?), wajib dibaca semuanya. Tetapi dalam dalam ini pun masih ada pengecualian yaitu pada lafadh "Wa Rahmatullah wa Barakatuh (? ? ?)".

Bolehkah Membuang Lafadh "? ? ?"?

Dalam hal ini, setidaknya ada tiga pendapat:

Pertama, pendapat yang paling shahih, adalah tidak boleh membuang satu pun dari lafadh tersebut. 

Kedua, boleh membuang dua lafadh tersebut"? ? ?".

Ketiga, boleh membuang lafadh "wa Barakatuh ( ?)", tetapi tidak boleh membuang lafadh "wa Rahmatullah (? ?)".

Diantara ulama Syafiiyah, ada yang mengatakan bahwa boleh mempersingkat tasyahhud dengan semisal lafadh ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Lafadh Salam dalam Tasyahhud

Lafadh salam dalam banyak riwayat menggunakan Alif Lam (AL), yaitu ? ? ? ? dan ? ?.., namun sebagian riwayat ada yang tidak menyertakan Ali Lam (AL) yaitu ?. 

Sebagian ulama Syafiiyah mengatakan, keduanya (baik dengan AL atau tanpa AL) hukumnya boleh, namun yang paling utama (afdlol) adalah menggunakan Alil Lam (AL) karena riwayatnya lebih banyak dan dalam rangka kehati-hatian (ihtiyath).

Tertib dalam Membaca Tasyahhud

Tertib (urut) dalam membaca tasyahhud hukumnya sunnah, tidak wajib. Seandainya pun mendahulukan bagian satu dengan yang lain, maka diperbolehkan menurut pendapat yang shahih yang dipilih (al-shahih al-mukhtar). Tetapi ada pula pendapat yang tidak memperbolehkan.

5. Shalawat Kepada Nabi Saw

Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw setelah tasyahhud akhir hukumnya wajib, sehingga tidak sah shalat seseorang apabila meninggalkan shalawat. Sedangkan shalawat kepada keluarga Nabi tidak wajib dalam madzhab Syafii, namun hukumnya sunnah menurut pendapat yang shahih serta masyhur. Sebagian ulama Syafii mengatakan tetap wajib.

Lafadh shalawat yang afdlol adalah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Diantaranya juga yang wajib adalah boleh menggunakan lafadh ? ? ? ? atau ? ? ? ? atau ? ? ? ? atau ? ? ? ?, tetapi didalam madzhab Syafii ada yang tidak membolehkan lafadh tersebut kecuali lafadh Allahumma Shalli alaa Muhammad (? ? ? ?).

Doa setelah tasyahhud hukum sunnah, sehingga bisa ditinggalkan.

6. Salam

Salam dalam rangka keluar dari shalat termasuk bagian daripada rukun/fardlu shalat. Bila ditinggalkan maka tidak sah shalat seseorang. Salam yang sempurna menggunakan lafadh Assalamualaikum wa Rahmatullah ? ? ? ? ke kanan satu kali dan ke kiri satu kali.

Salam yang wajib hanya satu kali, sedangkan salam kedua hukumnya sunnah sehingga bila ditinggalkan tidak akan merusak shalat.

Lafadh Salam

Lafadh salam adalah Assalamualaikum (? ?). Bila mengucapkan salam dengan Salamun Alaikum (? ?) tidak mencukupi menurut pendapat yang lebih shahih (Ashoh), tetapi menurut pendapat yang Ashoh, boleh seandainya mengucapkan salam dengan lafadh Alaikumussalam (? ?).

Demikian beberapa hal terkait dengan mempersingkat shalat, namun tetap menjaga aturan-aturan yang sudah diterangkan oleh para ulama. Semoga bermanfaat.

Abdurrohim, Alumni Pondok Pesantren Manbaus Salam al-Islami Bangkalan Madura.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Asep Irfan Mujahid menjelaskan bahwa ada tiga yang akan menjadi titik pijak dalam memimpin IPNU selama tiga tahun ke depan.?

“Melaksanakan apa yang menjadi mandat kongres, itu yang pertama. Yang kedua, menjabarkan visi misi saya (ketika menjadi calon Ketua Umum IPNU dulu), dan merangkum masukan dari rekan-rekan pusat dan daerah,” tutur Asep kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal saat diwawancarai di Kantor IPNU Lantai 5 Gedung PBNU.

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Menurutnya, ketiga hal tersebut akan diwujudkan ke dalam beberapa agenda seperti penguatan organisasi dan kaderisasi. Ia berupaya untuk menerbitkan beberapa regulasi untuk mendorong adminsitrasi yang tertib dan menjadi pedoman tata kelola administrasi di berbagai tingkatan. ? ?

“Adapun untuk membangun disiplin organisasi, kita menekankan kepada seluruh unsur pimpinan untuk senantiasa melakukan penguatan dan pengembangan sayap-sayap IPNU,” katanya.

Selain itu, laki-laki asal Ciamis tersebut akan memperkuat dan membangun kembali tata nilai kaderisasi. Ia akan menekankan pada format pelaksanaan kaderisasi yang berbasis pada doktrin Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah menerapkan nilai-nilai aswaja pada kader-kader IPNU. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau berbicara doktrin itu tidak ada tawar menawar. Ini qunut, ini tahlil, faidahnya dan dalilnya ini. Berbeda kalau bicara pada tataran ideologi ideologi. Kalau ideologi kan kerangkanya, kenapa ini bisa qunut? jadi akan semakin mengembang kajiannya,” papar Asep.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah ini menjadi nafas besar, landasan besar dari pelaksanaan kaderisasi IPNU selama tiga tahun ke depan,” lanjutnya.

Asep menilai bahwa kaderisasi secara formal adalah tugas dan tanggungjawab bersama pengurus baik tingkat pusat maupun daerah. Ia menyerukan kepada pimpinan IPNU yang ada untuk mengadakan dan memperkuat sektor kaderisasi. ?

“Jadi ini (kaderisasi formal) bukan hanya tugas pusat atau daerah saja. Ini tugas kita semua,” pungkasnya. ? ?

Agenda terdekat yang akan dilaksakan PP IPNU adalah Rakornas (Rapat Kordinasi Nasional) organisasi dan kaderisasi. Tujuan dari agenda ini adalah untuk merapihkan kembali metode yang berkaitan dengan tata kelola organisasi dan kaderisasi serta mensinkronisasikan program-program antar Bidang dan Lembaga IPNU. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Daerah, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet

Lirboyo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat pesantren untuk memenuhi konten-konten internet dengan nilai-nilai baik yang diajarkan oleh para kiai pesantren. Sejalan dengan itu, Menag berharap masyarakat pesantren dapat melakukan inovasi strategi dakwah Islamiyah yang ramah di bumi Nusantara.?

Menurutnya, dakwah ke depan tidak hanya dilakukan secara konvensional, tapi juga sudah harus memanfaatkan perangkat teknologi. demikian berita yang dilansir dari situs kemenag.go.id

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet

“Saya berharap alumni pesantren jangan gagap teknologi. Umat yang mesti dilayani bukan cuma berada di masjid, tapi juga di dunia maya, internet, seperti facebook, twitter, dan lainnya,” harap Menag saat memberikan sambutan pada Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) III Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) dan Rakernas Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) di Aula Mu’tamar, Pesantren Lirboyo, Kediri, Senin (25/05) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir pada kegiatan yang mengambil tema “Menjalin Ukhuwwah Demi Berkhidmah untuk Umat dan Bangsa”, para Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, para pengurus cabang Himasal seluruh Indonesia, serta ribuan alumni dan santri Pesantren Lirboyo.

“Penuhilah konten-konten di internet dengan hal-hal baik yang diajarkan para kiai pesantren. Hapus dahaga para pencari ilmu dan wacana keislaman dengan konten yang bermutu dan ajaran yang benar,” tuturnya sembari mengingatkan bahwa jangan sampai para pencari referensi justru mendapatkan asupan konten yang bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu, Menag juga berharap para alumni pesantren mampu meneruskan semangat transformasi KH Hasyim Asy’ari dan para sesepuh pesantren. Upaya transformasi, menurut Menag sangat diperlukan dalam menghadapi era Masyarakat Akonomi ASEAN (MEA). ?

“Kita harus siap beradaptasi dengan tren pertumbuhan ekonomi. Industiaslisasi dan modernisasi semakin menggeliat dan kita tidak boleh diam,” katanya.

Selain membentengi masyarakat dari dampak buruk industriaslisasi dan modernisasi, Menag berharap pesantren juga dapat menyuplai kebutuhan SDM seiring pertumbuhan ekonomi.?

“Pesantren diharapkan tak cuma menghasilkan ahli doa dan ahli kitab kuning, tapi juga ilmuan, pengusaha, dan tenaga teknis yang salih dan berintegritas,” harap Menag.

Meski demikian, Menag menggarisbawahi bahwa proses modernisasi lembaga pesantren tidak boleh melunturkan karakter dan jati diri peantren itu sendiri sebagai lembaga tafaqquh fiddin dan lembaga pembentuk karakter bangsa.?

“Transformasi pesantren senantiasa memlihara dan mempertahankan karakter pesantren sesuai jargon almuhafadhatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al akhdzu bi al jaded al ashlah,” terang Menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Saat bertemu dengan Ketua-Ketua Pengurus Cabang Nahdltul Ulama Se-Provinsi Lampung Gubernur Lampung Ridho Ficardo menyatakan bahwa Para Kiai dan Ulama NU adalah para orang tua Penjaga NKRI. Ia juga menyatakan bahwa NU adalah salah satu organisasai pendiri negara Indonesia ini.

"Mayoritas yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesian adalah para laskar santri dan kiyai yang perang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia sampai mati dan sahid adalah santri-santri dan kiyai kiyai NU," katanya saat pertemuan di Mahan Agung, Kamis Malam (12/4).

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Pada kesempatan tersebut Ia juga menjelaskan bahwa bahwa dirinya dan keluarganya adalah orang NU tulen. "Saya ? serta keluarga besar saya dan mbah-mbah saya adalah warga Nahdlatul Ulama, mungkin di Lampung kurang terkenal ke-NUan Saya, tapi Kalau di Tulung Agung Jawa Timur, karena keluarga kami adalah santri dan Jamaah dari Pondok Pesantren Peta, Asuhan Kiyai Jalil, maka tidak di ragukan lagi ke-NUan saya dan keluarga," Kata Gubernur Muda ini.

Ridho juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung selalu bersinergi denga NU dalam membangun Bumi Rua Jurai ini. Salah satu Pembangunan disektor keagamaan dicontohkannya dengan program rutin tahunan yang telah Ia canangkan berupa Ziarah Wali Songo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertahun menurutnya sudah diberangkatkan sekitar 6000 warga Provinsi Lampung untuk Program Wisata religi ziarah wali songo. Dan pada tahun ini lanjutnya akan ditambah dengan ziarah ke beberapa Kiai Pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Internasional, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. KH Muchit Muzadi berharap, Resolusi Jihad akan segera dibukukan seperti “Atlas Walisongo” yang ditulis Agus Sunyoto, agar perjuangan para ulama tersebut tertulis dan didokumentasikan secara rapi.

Hal ini disampaikan ketika berkunjung ke Pesantren Global, Malang, yang dipimpin oleh KH Agus Sunyoto, Senin (15/04). Mbah Muchit merupakan satu-satunya murid Kiai Hasyim Asy’ari yang masih hidup. Pada kesempatan itu, ia menceritakan sejarah perjuangan para ulama pada masa kemerdekaan di Mangliyawan Pakis Malang.

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

“Di sisa umur saya ini, saya hanya bisa berharap kemanfaatan dari apa yang saya lakukan bersama Mbah Hasyim dan bisa saya ceritakan sekarang, semoga ke depan ada yang menarasikan Resolusi Jihad dalam bentuk buku supaya bisa dimanfaatkan banyak orang,” ungkapnya pada Agus Sunyoto dan para santri yang hadir di Pesantren Global.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai yang rutin mengisi kajian di pesantren al-Hikam Malang ini menyayangkan, beberapa ormas Islam sendiri tidak lagi mengindahkan perjuangan para ulama dan Pancasila.

Menurutnya, tanpa dicetuskannya Resolusi Jihad oleh Mbah Hasyim dan para Ulama, peristiwa 10 November, pengusiran tentara Belanda dan Inggris di tanah Surabaya tidak akan pernah terjadi. Pada saat itu, Kiai Hasyim selaku pimpinan Hizbullah, menyerukan; wajib bagi masyarakat muslim untuk membantu arek-arek Surabaya mengusir Inggris, hingga peristiwa 10 November terjadi semua Masyarakat Indonesia menyambut dengan takbir.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mbah Hasyim juga menyuarakan, “Jika perang melawan Inggris ataupun Belanda bukan saja membela negara, tapi juga perang fi sabilillah,” kata Kiai Muchit menirukan.

Sangat keliru, jika negara ini dan Pancasila bukan berdasarkan Islam, “Karena yang ikut berjuang didalamnya adalah para ulama, bahkan Mbah Hasyim sendiri,” tegasnya.

Begitupun dengan Pancasila, “Sila pertama yakni ketuhanan yang maha Esa dan empat setelahnya berazaskan dalam al-Qur’an yakni amanuu wa amilus sholihaat,” tambahnya lagi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Untuk mendorong partisipasi warga khususnya pemuda di bidang penganggaran, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Jepara mengadakan Pelatihan Perencanaan dan Pengaggaran Desa Inklusif, di Ruang Serbaguna DPRD Jepara, belum lama ini.?

Pelatihan itu membekali pemuda agar paham dan terlibat aktif dalam perencanaan penganggaran di desa. Pelatihan diikuti oleh beberapa elemen pemuda yaitu kader peduli desa, IPNU-IPPNU, PMII, Fatayat, dan lain-lain.?

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa

Para pemuda diharapkan mau kembali melihat desa sebagai lahan untuk belajar sekaligus mengabdi, serta mau terlibat dalam proses-proses krusial dalam membangun desa, khususnya di bidang penganggaran.?

Nur Rohmad, project officer program peduli dari Lakpesdam NU, Senin (26/09/16) mengatakan, hal itu harus ditunjang dengan kemampuan teknis yang memadai untuk berpartisipasi serta mendorong anggaran supaya inklusif. Anggaran yang mencerminkan terakomodirnya berbagai kepentingan dan tidak mendiskriminasi kaum-kaum minoritas, baik minoritas secara sosial, ekonomi, keyakinan, politik, budaya dan lain-lainnya.?

“Setiap warga desa terlepas apa pun latar belakangnya mempunyai hak yang sama untuk ikut dalam proses pembangunan di desa,” kata dia sebagaimana rilis yang dikirim kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Muhamadun, mewakili pengurus Lakpesdam PCNU Jepara mengutarakan hal-hal ? yang terkait dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti pelatihan yang dilakukan pada kesempatan ini ? adalah salah satu fokus kerja pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Lakpesdam.?

“Jika hari ini sebagian pemuda masih sebatas menjadi penonton dalam proses-proses penganggaran di desa, harapannya ke depan mampu mewarnai untuk membahas anggaran. Kalau masyarakat pemahamannya kurang bahkan tidak mau tahu tentang tentang proses-proses penganggaran maka anggaran rentan disalahgunakan,” kata Muhamadun.

Adib Akrom, salah satu pemateri yang juga menjabat sebagai tenaga ahli pendamping desa Kabupaten Pati mengatakan, salah satu filosofi penting yang harus dipahami dalam partisipasi di bidang penganggaran adalah, “Saya tahu, sadar, siap, dan melakukan”. Filosofi ini, kata Adib, berarti bahwa kerja-kerja pendampingan itu butuh proses, karena ternyata di tengah besarnya dana desa masih banyak pemuda yang tidak tahu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Secara normatif, jelasnya peraturan tentang penganggaran desa sudah bagus, seperti tercermin dalam Permendagri No 114/2014 yaitu proses dan tahapan kegiatan penganggaran yang dilaksanakan Pemdes harus melibatkan Badan Perwakilan Desa (BPD) dan masyarakat.?

Tapi, lanjut Adib Akrom, permasalahan di lapangan seringkali terjadi, misalnya musyawarah desa seringkali dihadiri oleh orang-orang yang sama dari waktu ke waktu. Banyak pihak yang tidak tahu akan adanya proses penganggaran di desa. Padahal Salah satu tujuan ? dari proses-

proses penganggaran adalah berdaya, berdaya secara ekonomi, berdaya secara partisipatif, berdaya secara politik.

Sementara itu, M Syariful Wai pemateri sesi kedua yang juga pernah aktif sebagai pengurus PP Lakpesdam, menandaskan anggaran tidak hanya soal apa yang harus dilakukan menurut peraturan, tetapi juga soal kesepakatan-kesepakatan di balik meja antar kekuatan-kekuatan politik yang ada. Ini memungkinkan terdapat kelompok masyarakat yang marginal dalam struktur sosial dimana mereka tidak mendapat perhatian. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Nasional, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 03 November 2017

Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia

Surakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Saat ini generasi muda banyak yang mulai diracuni dengan paham keagamaan yang radikal, sehingga mereka berkeyakinan bahwa membunuh adalah bagian dari jihad. Mereka juga sangat merusak kebhinekaan bangsa ini karena begitu mudah mengafirkan orang-orang yang tidak sepaham atau sealiran.

"Radikalisme adalah persoalan serius. Ini ancaman yang merusak kebangsaan dan mencoreng agama Islam yang seharusnya dipahami dan diamalkan sebagai rahmatan lil alamin," kata Ketua PBNU Nusron Wahid pada acara Pelantikan Pengurus Cabang NU dan GP Ansor Cabang Kabupaten Karanganyar Periode 2015-2020, di Pendopo Bupati Karanganyar, Sabtu (5/3).

Kegiatan yang juga dirangkai Silaturahim Ulama Se-Eks Karesidenan Surakarta serta Dialog Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia ini turut dihadiri Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar, KH Ubaidillah Shodaqoh, dan Khatib Amm PBNU KH Yahya C Staquf.?

Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tokoh Ini Mengancam Indonesia

Dalam kesempatan sama, KH Miftakhul Akhyar mengungkapkan, mereka yang mengatasnamakan Islam tetapi melakukan perusakan dan tindakan teror sejatinya telah berlaku anti-Islam.

"Banyak yang mengaku berjuang untuk Islam dengan mengatasnamakan jihad, tapi pemahaman jihadnya salah sehingga yang ada teror dan sejatinya perlakuan mereka anti Islam," ungkap Kiai Miftah.

Sementara itu, Menko Polhukam, Luhut Panjaitan menyatakan, PBNU dan Ansor sebagai kekuatan besar Islam di Indonesia harus terus-menerus melakukan suatu upaya bahwa Islam harus menonjolkan perdamaian.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Luhut menyebut sejumlah tokoh yang patut diwaspadai lantaran terafiliasi gerakan pro negara Islam Irak-Suriah seperti, pendiri Jamaah Ansharul Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir dan pendiri Katibah Al Iman, Abu Husna yang keluar dari penjara Agustus 2015. Namun untuk Baasyir, sekarang lebih condong ke kelompok Al Qaeda.

Mengingat ancaman begitu nyata, Luhut berharap semua pihak ikut mengambil langkah pencegahan teror. Kalau masyarakat, lurah, camat, kepala desa saling memberi informasi, apalagi bekerjasama dengan intelijen, maka aksi radikalisme dan terorisme akan bisa secepatnya dicegah. (Ahmad Rosyidi/Zunus)



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Ungkapan ini senapas dengan ajaran Islam yang di satu sisi manusia diimbau untuk senantiasa berusaha dalam meraih cita-cita. Tapi di sisi lain diperintahkan pula untuk berpasrah diri kepada Allah soal hasil dari usaha tersebut. Sikap ini merupakan sebuah kesimbangan (tawazun) yang menjauhkan seorang hamba dari perilaku terlalu mengandalkan dirinya sendiri lalu melupakan campur tangan Tuhan di dalamnya.

Rasulullah SAW bersabda:

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ?

Artinya, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah, dan keduanya mengandung kebaikan. Berupayalah maksimal untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa tak berdaya. Apabila engkau tertimpa musibah, jangan katakan ‘Seandainya aku berbuat begini, tentu akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan setan," (HR Muslim).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadits di atas menyiratkan pesan tentang pentingnya bersikap tegar, optimistis, tidak berpikir mundur, dan tidak cengeng, dengan mengembalikan urusan kepada Allah. Ketika seseorang mengalami kegagalan atau peristiwa yang tidak seperti yang didambakan, sepatutnya mengucapkan:

? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Qaddarallâhû wa mâ syâ-a fa‘ala

Artinya, "Allah telah menentukan takdirnya dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki."

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock