Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung

Temanggung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Alissa Qautrunnada Wahid mengirimkan bantuan air bersih dan penampung air di desa Tlogopucang kecamatan Kandangan kabupaten Temanggung. Putri sulung Gus Dur ini bersama komunitas lintas agama secara simbolis menyerahkan bantuan yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Dalam kegiatan ini, telah disumbang air bersih yang bekerjasama dengan BPBD Temanggung, puluhan water torrent. Kegiatan ini digerakkan oleh GUSDURian Temanggung, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Katholik St Petrus dan Paulus, TITD Cahaya Sakti, GPdI, Paduan Suara GKI Kelapa Cengkir Jakarta, Ehipassiko Family Club, KSP Mitra Abadi Jaya dan elemen lainnya.

Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Air, Alissa Wahid Kirim Bantuan di Temanggung

Alissa didampingi oleh Romo Petrus Santoso, Pendeta Darmanto Lemuel, Pendeta Hoo Hwa Hooi, Pendeta Simon, serta sejumlah tokoh agama lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bantuan ini dikumpulkan dari para dermawan lintas agama. Para tokoh agama yang ada memberikan kontribusinya dengan menyumbangkan harta, tenaga, dan waktunya untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana kekeringan, dalam hal ini di Tlogopucang," kata Alissa.

Menurut Alissa, kekeringan tidak hanya menjadi keprihatinan, namun butuh tindakan nyata menyelamatkan masyarakat dari krisis air. Bantuan yang disalurkan melalui Jaringan GUSDURian ini pada dasarnya hanya bersifat sementara karena tidak mengatasi akar persoalan. Namun kebutuhan yang mendesak, sifat sementara itu diprioritaskan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Yang permanen misalnya membuat sumur bor atau saluran air yang mencukupi kebutuhan seluruh warga," paparnya.

Kepala BPBD Temanggung Agus Sudaryono menjelaskan, jika semula kekeringan di wilayah lereng Sindoro dan Sumbing ini hanya tujuh kecamatan, pada akhir Agustus jumlah tersebut meningkat menjadi 11 kecamatan. Angka tersebut diprediksikan akan terus meningkat apabila kekeringan masih berlangsung.

"Ada 56 dusun sekarang yang mengalami kekeringan," tutur Agus.

Agus menambahkan, total anggaran penanganan kekeringan di kabupaten Temanggung sebanyak Rp 80 juta. Jumlah ini telah dikurangi dengan distribusi yang dilakukan selama ini. Anggaran yang menipis telah dibantu oleh pihak ketiga baik perusahaan maupun organisasi.

"Termasuk dalam hal ini GUSDURian Temanggung," tandas Agus. (Abaz Zahrotin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik

Sleman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menjelang tahun 2014, warga NU menjadi seperti gadis-gadis cantik yang akan dipinang seorang pria. Kalau ingin berhasil, maka meminangnya dan maharnya harus baik.

Demikian perumpamaan menarik yang disampaikan oleh KH Asyhari Abta, Rais Syuriah PWNU DIY, dalam sambutannya pada acara Syawalan dan Pamitan Calon Jama’ah Haji Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta, Sabtu (31/08), di Halaman Gedung SDNU, Jl. Ringroad Barat, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Perumpamaan yang disampaikan tersebut memiliki pesan akan pentingnya bagi warga NU untuk tetap bersikap netral terhadap semua partai politik, menjelang Pemilu tahun 2014 nanti. Karena warga NU dapat dipastikan akan ‘dipinang’ oleh berbagai partai politik.

KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Asyhari Abta: 2014, NU Seperti Gadis Cantik

“Kita mendukung politik kebangsaan, bukan kepentingan. Kita harus bersikap netral dan sama terhadap semua partai politik. Warga NU juga jangan sampai memakai label NU untuk kepentingan seseorang,” himbaunya dihadapan warga NU Yogyakarta pagi menjelang siang itu.

KH Asyhari Abta menambahkan, bahwa tidak ada kebenaran muthlak di dalam dunia politik. Ia juga menekankan akan pentingnya “Akhlaqul Karimah” dalam Pemilu nanti.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sikap NU harus diperjelas lagi, jangan sampai NU jadi tunggangan, atau kendaraan bagi politik. Siapapun yang ingin memanfaatkan warga NU, harus dengan akhlaqul karimah,” tandasnya.

Acara yang berlangsung pagi hingga siang tersebut dimeriahkan oleh Group Rebana SDNU Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta, serta dihadiri pula oleh Al-Habib KH Said Agil Husin Al-Munawar sebagai Pembicara, PBNU, Perwakilan Gubernur DIY, segenap warga Nahdliyin Se-Yogyakarta, Calon Jama’ah Haji NU Yogyakarta, PCNU, IPNU-IPPNU, serta para wali murid SDNU. (Dwi Khoirotun Nisa’/Anam)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Menganiaya Anjing?

Sebagian umat Islam mungkin beranggapan bahwa anjing adalah hewan yang paling menjijikan setelah babi. Saking jijiknya, tak jarang ditemukan di beberapa perkampungan, anjing dijadikan objek kekesalan dan kemarahan. Setiap ada anjing yang lewat, entah apa salahnya, tubuhnya selalu dihujani dengan batu-batu. Anjing malang itu pun lari sambil terkaing-kaing.

Sikap antianjing ini sekilas memang memiliki dukungan dari hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:

Menganiaya Anjing? (Sumber Gambar : Nu Online)
Menganiaya Anjing? (Sumber Gambar : Nu Online)

Menganiaya Anjing?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh anjing kecuali anjing pemburu, anjing penjaga gembala dan penjaga ternak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan hadits ini dipahami bahwa diperbolehkan membunuh anjing yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan manusia. Bila dia bisa digunakan sebagai penjaga gembala, rumah, dan ternak, kita tidak diperbolehkan membunuhnya.

Akan tetapi, sebenarnya para ulama berbeda pendapat mengenai makna dan maksud hadits di atas. Ada yang memahami larangan Nabi dalam hadits tersebut dikhususkan untuk anjing yang membahayakan saja, karena konteks kemunculan hadis ini di saat banyaknya anjing yang mengganggu dan membahayakan manusia.

Ada pula yang berpendapat bahwa hadits membunuh anjing sudah di-nasakh (dihapus) oleh hadits lain yang menunjukkan larangan membunuhnya. Maka dari itu, Imam al-Harmain (Abu Ma’ali al-Juwaini) menuturkan dalam karyanya Nihayatul Mathlab fi Dirayatil Madzhab,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

Anjing yang tidak bisa dimanfaatkan dan tidak pula membahayakan, tidak boleh dibunuh. Kami telah menjelaskan permasalahan ini dalam pembahasan “Perburuan Pada Waktu Manasik” ketika menyinggung hewan-hewan fasik (berbahaya). Memang ada riwayat sahih yang menyatakan Nabi SAW memerintah membunuh anjing dan kemudian pada satu riwayat dikatakan Nabi SAW melarangnya. Penjelasan rinci masalah ini sudah kami jelaskan. Sesungguhnya perintah Nabi untuk membunuh anjing hitam itu sudah di-nasakh (dihapus).

Pada hakikatnya, manusia tidak hanya dituntut menghormati sesama manusia. Binatang dan tumbuhan pun perlu dijaga, dirawat, dan dilindungi kehidupannya. Demikian pula dengan anjing walaupun ia termasuk hewan yang diharamkan secara syariat. Tetapi bukan berarti ia boleh disakiti ataupun dibunuh dengan seenaknya.

Ia boleh dibunuh bila membahayakan dan merusak kenyaman manusia, misalnya anjing gila. Sedangkan anjing yang tidak berbahaya sekalipun tidak ada gunanya, tidak dibolehkan bagi kita untuk menyakiti dan membunuhnya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Cerita, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi

Jakarta,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Fenomena keagamaan mutakhir, menunjukkan gejala semakin mengerasnya kelompok Muslim radikal. Kelompok-kelompok Islam yang melakukan aksi politik dengan simbol agama, mengabaikan tradisi-tradisi yang selama ini menjadi strategi dakwah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj mengungkapkan betapa pergerakan ormas-ormas Islam yang menyingkirkan tradisi, melupakan sejarah panjang dakwah Islam di negeri ini.

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi

Hal ini, disampaikan Kiai Said, menjelang Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama, di kantor PBNU, Jakarta, pada Sabtu (28/01/2017). Peringatan Harlah NU akan diselenggarakan pada 30-31 Januari 2017.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Mereka yang berdakwah dengan kekerasan dan memusuhi seni budaya, lupa dengan sejarah hadirnya Islam di bumi Nusantara. Dakwah Wali Songo dengan cara damai, menggunakan rasa dan seni. Medianya berupa wayang dan suluk-suluk yang menguatkan rasa," ungkap Kiai Said.

Menurut Kiai Said, memahami cara dakwah Wali Songo, harus bertahap hingga komprehensif. "Dakwah para wali itu merangkul, bukan memukul. Misalnya, mereka yang suka slametan diajak slametan dulu, yang kemudian diisi dengan ritual Islam, membaca ayat-ayat Al-Quran dan shalawat. Wayang juga sama, ada pesan tentang syahadat dan ajaran Islam," jelas Kiai Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Said berpesan, agar pendakwah Islam haruslah belajar dari Wali Songo. "Strategi Wali Songo dan kiai-kiai pesantren berhasil mengislamkan orang kafir. Ini sudah terbukti. Bukan malah mengkafir-kafirkan orang," terang Kiai Said.

Dalam uraiannya, Kiai Said menjelaskan tentang pentingnya fiqih, akhlak dan tasawuf sebagai rangkaian yang tidak bisa putus.

Menurut Kiai Said, dengan memahami hukum Islam, teladan sikap Rasulullah dan puncak spiritualitas, maka Islam akan menjadi agama yang sejuk dan ramah, bukan agama yang mengerikan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha

Lampung Tengah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Selama dua hari berturut-turut Sabtu-Ahad, (11-12/6) keluarga besar Fatayat NU Lampung Tengah bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia menggelar Pendidikan Kewirausahaan di Balai Diklatda Kotagajah Lampung Tengah.

Ketua Fatayat NU Lampung Tengah Hj Maratus Sholihah mengatakan, manfaat jangka panjang pelatihan kewirausahaan ini adalah memperat tali silaturahmi Fatayat NU se-Lampung Tengah sekaligus menambah wawasan tentang teori dan praktik berwirausaha bagi perempuan muda NU.

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha

"Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang tidak lain adalah kader-kader Fatayat NU se-Lampung Tengah, dengan mengusung tema ‘Pelatihan Kewirausahaan Melalui Gerakan Nasional Kewirausahaan Bagi Organisasi Masyarakat’," tambah Hj Mar’atus Sholihah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Siti Maysaroh, salah satu peserta pelatihan kewirausahaan yang juga Ketua Fatayat NU Kotagajah menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, kesempatan ini jarang ditemukan di tempat-tempat lainnnya. Ia berharap pelatihan ini berkelanjutan.

Hadir dalam pendidikan ini Ketua NU Lampung Tengah Kiai A Jailani MS, Dosen IAIM NU Metro Drs Aminan, Sekretaris Fatayat NU Lampung Hj Nurhayati, Kemenkop dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Indriyana, Kabid Dinas Koperasi dan UKM Lampung Tengah Erwanto, Wakil Bendahara Lakpesdam NU Lampung Tengah Syarifah Handayani, dan puluhan aktivis muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemuda Ansor Sidoarjo menanam sebanyak 350 pohon jenis sengon, trembesi dan mahoni. Mereka menempatkan pohon bantuan dari Dinas Kehutanan Jatim itu di sepanjang jalan raya Prambon hingga kecamatan Krian, Sidoarjo, Ahad (12/4).

Penanaman pohon dilakukan guna meminimalisir terjadinya pemanasan global serta melakukan upaya keselamatan dunia. Pengurus GP Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan pohon sebanyak 1.000 pohon.

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengatakan, penanaman pohon tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Harlah Ke-81 Ansor atas kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dipilihnya wilayah tersebut mengingat lokasinya masih belum ada pohon pelindung yang ditanam di pinggir jalan raya Prambon hingga Krian Sidoarjo," kata Slamet Budiono.

Menurut Sekretaris GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, dengan penanaman pohon itu diharapkan Sidoarjo menjadi hijau dan tidak gersang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saat ini waktunya untuk membiasakan diri menanam kebaikan, baik itu menanam pohon maupun menanamkan amal perbuatan yang baik," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Budaya, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelawak sekaligus dai HM Syakirun turut menyemarakkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal yang diselenggarakan pengurus masjid MI Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Jumat (17/1) malam.

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Dalam pengajian yang berlangsung di Jalan Raya depan Terminal Bangsri Kirun, panggilan akrabnya mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. “Teladan kita bukanlah Maradona, Rhoma Irama, Jokowi, Sule dan Tukul Arwana melainkan Muhammad SAW,” tegasnya kepada ribuan jamaah yang hadir.   

Meneladani Nabi kata lelaki asal Madiun Jawa Timur itu dengan mengikuti empat sifat wajibNya; sidiq, amanah, tabligh dan fathanah. “Dengan kejujuran para santri yang kini sedang menuntut ilmu kelak yang akan memimpin bangsa kita Indonesia,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kirun pun menyontohkan tokoh semacam Gus Ipul Wagub Jatim, Ki Entus Susmono Bupati Tegal bisa mewarnai bangsa, sebutnya dengan modal sidiq, kejujuran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam ceramahnya ia juga menceritakan tentang dirinya yang kini banyak mengaji. Hal itu dilakukannya dalam rangka gandul sarung kiai. Golek selamet dunia dan akhirat. “Saya nyedak Ulama agar tidak katut pelawak yang nyedot sabu-sabu,” tambahnya.

Disamping itu, imbuhnya untuk menggapai berkah. “Pedagang untung karena dagangannya laku. Petani panen hasil tandurannya. Bupati lan polisi digaji karena bekerja untuk negara. Lha aku dibayar goro-goro lambeku,” guraunya sembari disambut tawa jamaah.

Agar lambe, (mulutnya, red) berkah itulah ia semakin dekat dengan kiai. “Dengan ilmu hidup menjadi berkah, dengan agama akan terarah dan dengan budaya hidup menjadi indah,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejak Jum’at (13/3) lalu, Pondok Pesantren Tebuireng dikejutkan dengan telpon dengan modus santri sakit dan memeras wali santri dengan dana yang tidak sedikit.

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng

Pelaku menelepon walisantri mengabarkan bahwa putra/putri-nya sedang dalam keadaan darurat di rumah sakit, baik penyakit dalam maupun penyakit sebab kecelakaan. Seperti yang disampaikan Ustadz Amin Muthohar, Pembina Kamar KH. Saifudin Zuhri 203.

Dia mendapatkan sms dari walisantri yang mengaku telah mentransfer uang sebesar 1 juta rupiah kepada seseorang yang mengaku dari pihak pesantren, Senin (16/3) kemarin. Orang itu mengabarkan bahwa anak walisantri tersebut yang bernama Muhammad Aan, Santri SMP A. Wahid Hasyim, telah jatuh dari lantai 3 wisma dan membutuhkan dana untuk pengobatan darurat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dia itu pakek nomor telepon tiga kali denga satu jenis operator tapi beda nomornya,” ungkap Ustadz Amin. Hal yang sama juga terjadi pada beberapa santri lain. Menurut penuturan dari Ustadzah Vevi Alfi, beberapa hari ini khususnya hari Jum’at lalu terjadi lima kali kejadian penipuan. Namun pihak pengurus Pesantren Tebuireng Putri tanggap untuk langsung memberikan informasi penipuan.

“Untung saja sejak kejadian pertama walisantri yang menjadi korban dan pihak pesantren terus saling memberi informasi, sehingga nggak ada yang kena,” ungkap Mahasiswi Ma’had Aly Tebuireng tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu penipuan yang sama juga melanda SMA Trensains Tebuireng 2 di Jombok Ngoro Jombang. Ustadz Rendika, Waka Bidang Kesiswaan SMA Trensains mengatakan bahwa santriwati berinisial H.N.A.K. juga menjadi korban dengan modus santri terpeleset di kamar mandi Hingga gagar otak lalu pelaku meminta uang biaya oprasi kepada walisantri sebesar 17 juta rupiah.

Selain santri SMP dan santriwati Pesantren Putri Tebuireng, dan SMA Trensains hal serupa juga melanda Robith al-Hannan, santri kelas 3 Mts Salafiyah Syafi’iyyah kamar Haji Kalla 201. Kerugian yang ia dan keluarga alami mencapai 20 juta. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengabarkan bahwa Hannan kritis di rumah sakit sebab kecelakaan parah.

Ustadz Syamsul, Sekretaris Pondok Pesantren Tebuireng ketika dikonfirmasi via WhatsApp menerangkan bahwa kejadian ini memang sangat menggemparkan Tebuireng. Pasalnya kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Kita masih menyelidiki belum ada kepastian. Karena ada beberapa kemungkinan.”, ungkap Ustadz Syamsul. Dia juga menegaskan bahwa pelaku tidak sendirian melainkan berkelompok, laki-laki dan perempuan. “Masyarakat khususnya walisantri harus berhati-hati, karena modus mereka akan membuat korban panik dan tanpa sadar mentransfer uang”, tambahnya. (Abror/Anam)

Ilustrasi: tebuireng.org

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Salah satu tanggung jawab Nahdlatul Ulama adalah menjaga aset-asetnya seperti masjid supaya tetap menjadi tempat ibadah warga NU. Karenanya, Takmir masjid harus berusaha, jangan sampai aset NU ini pindah tangan kepada golongan lain.

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Demikian yang disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kudus KH Amin Yasin saat menyampaikan mauidhah hasanah pada acara buka bersama dan silaturrahim Takmir Masjid se-Kabupaten Kudus di Masjid Baiturrahim, Dukuh Sambeng, Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/6).

Kiai Amin mengatakan masjid-masjid di lingkungan NU harus jelas kepemilikan tanah wakaf . Hal ini mengantisipasi adanya upaya kelompok lain yang berkeinginan menguasai masjid NU.

"Sertifikat tanah wakaf harus jelas berbadan NU sehingga kepemilikannya aman tidak sampai pindah tangan," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Upaya lainnya, kata dia, dalam penyusunan pengurus masjid harus menempatkan orang-orang yang yang mempunyai latar belakang NU. "Kita tidak boleh kecolongan memilih orang non NU masuk kepengurusan masjid, karena akan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari," tandas Kiai Amin.

Ia menyatakan semua golongan boleh menjalankan ibadah di masjid-masjid NU. Namun, jangan berusaha mewarnai dengan kegiatan-kegiatan tanpa ijin pengurus masjid sehingga akan mengundang keresahan warga masyarakat.

"Upaya demikian sebagai bentuk menciptakan suasana beribadah harus aman tenang, kondusif dan jamaah bisa khusyu," tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan yang diprakarsai pengurus Masjid Baiturrahim ini dihadiri ratusan takmir masjid NU se-Kabupaten Kudus. Usai mauidhah, acara dilanjutkan buka bersama. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Cerita, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekitar lima ribu massa dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Diniyah (For-Madin) menduduki gedung DPRD Jepara, Rabu (9/1). Ribuan massa yang berkumpul dari gedung NU Jepara terdiri dari berbagai elemen, antara lain Qiroati, Yanbua, RMI, Lakpesdam, Ansor dan IPNU-IPPNU.

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Dalam aksi longmarch dari gedung NU menuju gedung DPRD massa hendak menyampaikan aspirasi kepada dewan terkait digagalkannya Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Diniyah dalam rapat paripurna DPRD 26 Desember 2012 lalu. 

“Digagalkannya Perda Diniyah merupakan bukti bahwa wakil rakyat kita tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. DPRD Jepara telah mempermainkan agama untuk kepentingan politik mereka,” kata Achmad Makhalli koordinator umum aksi sembari membacakan testimoni suara masyarakat Jepara. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ranperda Diniyah merupakan perda inisiatif dari DPRD. Makhalli menyayangkan Ranperda yang diproses dan dikaji Panitia Khusus (Pansus) yang harapannya sesuai dengan kehendak rakyat malah ditolak sendiri oleh Pansus dan Fraksi di DPRD. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini artinya DPRD melakukan tindakan yang “sembrono” karena selain pemborosan anggaran juga berakibat kepada pendidikan diniyah di kabupaten Jepara,” sambung Makhalli. 

H Anas Arbaani dari PCNU mengungkapkan munculnya pro-kontra Ranperda dari masyarakat dan DPRD berdalih belum sempurna dan perlu disempurnakan maka masyarakat tidak perlu terkecoh. Masyarakat lanjut Anas yakin digagalkannya Ranperda tersebut berkiatan dengan pertarungan politik elit dan “kue politik” 2014. 

Karenanya, For-Madin, imbuh Anas, menyatakan sikap menolak politisasi agama untuk kepentingan sesaat, DPRD harus menghilangkan dikotomi pendidikan formal dan non formal, DPRD harus segera menyempurnakan dan mengesahkan Ranperda pendidikan diniyah paling lambat 31 Januari 2013 dan For-Madin akan melakukan pengawalan terhadap proses finalisasi Perda dan Pebup pendidikan Diniyah. 

Dalam aksi sebelum berjalan menuju gedung dewan diawali dahulu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan shalawat serta menyuarakan yel-yel. Didepan gedung dewan secara bergantian menyampaikan orasi dengan lagu, syiiran maupun suara nan lantang. 

“Hai wakil rakyat elengono naliko mlarat/ saiki wes sugih ojo nganti nekad/ ngelengono/ ngelengono besok bakal dadi tanggungan akherat.” Begitu salah satu syiir dari salah satu orator. 

Karena perwakilan dari For-Madin yang tak kunjung keluar akhirnya massa merangsek ke gedung dewan. Meski demikian aksi tidak diwarnai dengan anarkis melainkan doa bersama sekaligus mengakhiri aksi siang itu. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Warga NU sekarang dihadapkan pada berbagai persoalan yang timbul di masyarakat baik itu maraknya kemungkaran yang merebak dengan munculnya berbagai penyakit masyarakat. Belum lagi masalah berbagai aliran dan radikalisme merupakan tanggung jawab NU untuk ikut andil bersama pemangku pemerintahan dalam menanggulanginya.

“Kami sangat prihatin dengan merebaknya hiburan malam liar seperti tempat karaoke yang cenderung sebagai transaksi prostitusi. NU harus mampu ikut memberantasnya bersama pemerintah,” kata Katib Syuriyah NU Demak KH Muhammad Afif Zuhri saat memberikan wejangan pada pengurus NU dari cabang sampai ranting pada halal bihalal dan istighotsah kebangsaan yang diselenggarakan PCNU Demak di Gedung IHM NU Demak Jalan Yudhomenggalan Bintoro, Demak, Selasa (2/8) malam.

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Menurut Kiai Afif, ada berbagai langkah untuk bisa menanggulanginya yakni dengan pendekatan pada pejabat selaku pemangku kepentingan, dengan lisan melalui berbagai forum pengajian dan mesin organisasi serta do’a baik secara bersama-sama maupun dalam kesendirian.

“Dengan sosialisasi, kerja sama dengan pemerintah serta do’a bersama warga NU ini jika bisa telampaui saya yakin semuanya bisa tertanggulangi dan terselesaikan,” tutur Kiai Afif.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir pada kesempatan itu Ketua JATMAN Jateng KH Zaini Mawardi, staf ahli Bupati Demak Edi Jatmiko, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq serta pengurus NU Demak, lembaga dan banom, MWCNU serta ranting NU se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Cerita, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Saat bertemu dengan Ketua-Ketua Pengurus Cabang Nahdltul Ulama Se-Provinsi Lampung Gubernur Lampung Ridho Ficardo menyatakan bahwa Para Kiai dan Ulama NU adalah para orang tua Penjaga NKRI. Ia juga menyatakan bahwa NU adalah salah satu organisasai pendiri negara Indonesia ini.

"Mayoritas yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesian adalah para laskar santri dan kiyai yang perang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia sampai mati dan sahid adalah santri-santri dan kiyai kiyai NU," katanya saat pertemuan di Mahan Agung, Kamis Malam (12/4).

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Lampung: Kiai-kiai NU Orang Tua Kita Penjaga NKRI

Pada kesempatan tersebut Ia juga menjelaskan bahwa bahwa dirinya dan keluarganya adalah orang NU tulen. "Saya ? serta keluarga besar saya dan mbah-mbah saya adalah warga Nahdlatul Ulama, mungkin di Lampung kurang terkenal ke-NUan Saya, tapi Kalau di Tulung Agung Jawa Timur, karena keluarga kami adalah santri dan Jamaah dari Pondok Pesantren Peta, Asuhan Kiyai Jalil, maka tidak di ragukan lagi ke-NUan saya dan keluarga," Kata Gubernur Muda ini.

Ridho juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung selalu bersinergi denga NU dalam membangun Bumi Rua Jurai ini. Salah satu Pembangunan disektor keagamaan dicontohkannya dengan program rutin tahunan yang telah Ia canangkan berupa Ziarah Wali Songo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertahun menurutnya sudah diberangkatkan sekitar 6000 warga Provinsi Lampung untuk Program Wisata religi ziarah wali songo. Dan pada tahun ini lanjutnya akan ditambah dengan ziarah ke beberapa Kiai Pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Internasional, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi”

Serang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Banten menggelar bedah buku "Jihad NU Melawan Korupsi" dan training of trainer (TOT) kader penggerak antikorupsi di Gedung PWNU Banten, Kota Serang, 26-28 November 2016.

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng KPK, Lakpesdam Banten Bedah “Jihad NU Melawan Korupsi”

Lakpesdam PWNU Banten juga telah membentuk Forum Muda NU Banten yang akan mendorong para calon kepala daerah untuk menandatangani Pakta Integritas Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten. Pakta integritas diharapkan bisa menjadi kontrak politik bagi calon kepala daerah untuk melawan korupsi di Banten, berkomitmen dalam membenahi birokrasi pemerintahan yang bersih, transparan dan membela kepentkngan masyarakat.

“Kegiatan ini dihelat untuk menggalang semangat antikorupsi di kalangan generasi muda di Banten. Lakpesdam menggandeng KPK dan PPATK serta sejumlah lembaga yang konsen di isu antikorupsi, untuk melakukan diseminasi problem korupsi untuk kalangan pesantren dan aktivis Islam di Banten,” papar Abdul Malik Mughni, Sekretaris Lakpesdam PWNU Banten.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Buku Jihad NU Melawan Korupsi, kata Malik, akan menjadi bahasan utama dalam berbagai halaqah dan “Pesantren Anti-Korupsi” yang akan diluncurkan menjelang? Hari Anti Korupsi, 9 Desember mendatang. “Insyaallah diselenggarakan berkala di PWNU, PCNU, MWC hingga Ranting-ranting NU se-Banten. Halaqah antikorupsi, semoga bisa disinkronkan dengan kegiatan lailatul ijtima yang rutin diadakan oleh para pengurus NU di berbagai tingakatan,” ujarnya. .? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Buku Jihad NU Melawan Korupsi berisi pengenalan terhadap jenis korupsi, dan berbagai putusan? hasil bahtsul masail NU yang berkaitan dengan semangat perlawanan terhadap korupsi.? Selain aktivis dan akademisi NU, sejumlah pesantren di Banten,? juga akan menjadi mitra untuk kampanye anti korupsi ini.

(Klik di Sini untuk Mengunduh Buku “Jihad NU Melawan Korupsi”)

Dalam pembahasan bedah buku antara Lakpesdam NU dan Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama bersama komponen bangsa berkomitmen dalam hal pencegahan korupsi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

Sulawesi Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bantaeng dan Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Selatan mempersiapkan pelatihan kader lanjut se-Indonesia. PKL rencananya diadakan di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, pertengahan Desember 2013.

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

Dalam rangka persiapan teknis, Pengurus PC PMII Bantaeng dan PKC PMII Sulsel bertemu Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Hotel Marina Beach, Rabu (6/11).

PKL se-Indonesia bertema "Merebut Kekuatan Ekonomi Menuju Kepemimpinan Nasional Yang Berdaulat". Kegiatan ini rencanaya berlangsung selama enam hari. Persitiwa nasional ini disambut baik Bupati Bantaeng.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sudah menjadi kewajiban anak bangsa untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing sehingga mempunyai karakter kepemimpinan masa depan,” kata Nurdin Abdullah kepada sejumlah pengurus PMII.

PKL ini merupakan salah satu program kerja PC PMII Bantaeng masa khidmat 2013-2014. Dalam PKL, sejumlah isu dibahas seperti Pertahanan Nasional, Keislaman, Geo-ekopol, situasi internasional, nasional, dan lokal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penempatan PKL di Bantaeng diharapkan mampu meningkatkan dan memperkenalkan wisata kabupaten Bantaeng ke seluruh sahabat-sahabat cabang se-Indonesia yang bertepatan hari jadi Butta toa Bantaeng.

Ketua PC PMII Bantaeng Ahmad Makmur mengatakan, sejak hadirnya PMII di Bantaeng pada 1999 hingga kini telah melahirkan berbagai kader kompetens di basis pengetahuan ke-PMII-an. Bantaeng layak dijadikan tempat PKL se-Indonesia karena laju perkembangan pembangunan daerahnya, pelayanan publiknya, destinasi wisatanya yang memadai hingga sampai keterbukaan pemerintahan daerah yang selalu respon dengan kegiatan positif kepemudaan dan kemahasiswaan.

“Itu semua menjadi patokan atau tolak ukur kelayakan kabupaten Bantaeng dijadikan pusat kegiatan PKL PMII,” tegas Makmur.

Ketua PKC PMII Sulsel Ismail Mangngaga mengatakan, dengan jadwal padat materi di kegiatan ini, para peserta dituntut untuk berkosentrasi penuh. Jika tidak, mereka akan melewatkan pemateri-pemateri berkompten di bidangnya yang didatangkan panitia. Sedangkan susunan materi yang disusun panitia mengacu pada silabus terbitan PB PMII. (Ahmad Qkho/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Cerita, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017

Palembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Penganughrahan Santri Award 2017 yang diinisiatori oleh Pondok Pesantren Aulia Cendekia Palembang langsung mendapat respon positif dari masyarakat. Berbagai usulan nama mulai masuk ke panitia dan juga mitra inbox media partner baik melalui Facebook, Twitter dan juga Instagram.?

"Sejak kita umumkan sudah banyak usulan, baik melalui relasi jejaring seperti laporan panitia, maupun ke saya pribadi melalui grup dan chat Whatshap," kata pengasuh Pondok Pesantren Aulia Cendikia, KH Hendra Zainuddin saat dikonfirmasi, Selasa (8/8).?

Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017

Diketahui, penganugerahan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2017. Ada lima kategori penghargaan yang akan diberikan dalam acara ini. Kelimanya, yakni kategori Bapak Santri Indonesia, kategori Bapak Santri Sumsel, kategori Perusahaan, BUMN, BUMD, dan Perbankan, Kategori Pondok Pesantren Terbaik, serta Kategori Alumni Pesantren.

"Beberapa nama sudah diulsulkan, tapi yang paling banyak respon adalah bapak santri Indonesia, dua nama mendominasi, yakni Presiden Jokowi dan ketum PKB, A Muhaimin Iskandar," kata Hendra.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dijelaskan, masyarakat memasukkan nama juga bukan tanpa alasan. Mereka usul lengkap dengan ulasan kenapa kedua tokoh tersebut kayak mendapatkan penghargaan. Jokowi misalnya, dinilai layak karena peringatan hari santri jatuh tanggal 22 ini ditetapkan di era pemerintahannya. Belum lagi bebedapa kebijakannya yang berpihak kepada pesantren.?

"Jokowi juga dikenal dekat dengan ulama dan selalu meminta nasehat kiai pesantren dalam situasi pemerintahan," ungkapnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lalu, A Muhaimin Iskandar atau Cak imin dinilai dekat dengat pesantren. Kerapkali inisiator Nusantara Mengaji tersebut membuat program untuk melestarikan khazanah pesantren. Seperti program Nusantara Mengaji dan lomba baca kitab kuning yang menjadi ciri khas pesantren.?

"Kedua program ini menyentuh san melibatkan langsung pesantren sehingga dinilai layak mendapatkan pengharaan santri award," tuturnya.?

Masih menurut Hendra, Santri Award ini diberikan pada mereka yang telah berjasa dan berkontribusi terhadap kemajuan pondok pesantren di Indonesia dan di Sumsel.?

"Kita masih terus menghimpun masukan dan nama, agar panitia dan masyarakat dapat memberikan penghargaan ini," tambahnya.?

Ia mengajak masyarakat Palembang dan Sumsel yang merasa mengenal atau mengetahui tokoh, perusahaan, atau yang masuk dalam lima kategori tersebut, dapat menyampaikannya dalam komentar Facebook atau sosial media Pesantren Aulia Cendekia.

Atau juga bisa menuliskannya di kolom komentar Facebook, Instagram, dan Twitter media partner event ini. (Abdul Malik Syafei/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah, Kiai, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 02 November 2017

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Putri sulung Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid menyatakan bahwa Isomil (International Summit of The Moderate Islamic Leaders) yang diselenggarakan PBNU merupakan sikap dan langkah proaktif NU dalam mengampanyekan Islam ramah melalui karakter Islam Nusantara yang masih menjadi tema besarnya.

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Isomil Langkah Proaktif NU Wujudkan Islam Ramah

Hal ini disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian ini kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal saat memenuhi undangan acara pembukaan Isomil, Senin (9/5) di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

“Saat ini wajah Islam di dunia yang muncul wajah Islam yang marah. Sebab itu, karakter Islam Nusantara yang lentur dan inklusif sangat dibutuhkan di tengah kondisi dunia Islam khususnya di Timur Tengah yang dipenuhi dengan radikalisme dan tindakan terorisme,” jelas Alissa.

Dia menerangkan, tak sedikit penduduk dunia yang terkesan dengan cara beragama di Indonesia. Hal ini memberi dampak bahwa banyak warga dunia yang berharap pada Indonesia untuk terus memberikan inspirasi dan mendorong perdamaian dunia.

Perempuan yang kini aktif menjabat sebagai Sekretaris LKKNU ini juga menceritakan ketika beberapa minggu yang lalu dirinya memenuhi undangan pertemuan International di Berlin dan negara-negara muslim. Di sana, terang Alissa, yang muncul adalah wajah Islam yang bengis dalam menyikapi berbagai perbedaan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sebab itu kemudian ketika mereka melihat keharmonisa Islam di Indonesia, mereka semacam mendapatkan oase di di tengah padang pasar yang panas dan gersang,” tutur anak pertama Gus Dur dari empat bersaudara ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keharmonisan di Indonesia yang telah tumbuh dan teguh selama berabad-abad jangan sampai ternodai dengan perilaku beragama yang marah, keras, tertutup, dan anti-perbedaan. “Karena kalau sedikit-sedikit menolak perbedaan, pokoknya harus begini dan begitu, maka yang timbul pemahaman hitam putih yang mengarah pada radikalisme,” terang Alissa. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

Pangkep, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ikatan Alumni Pondok Pesantran Annahdlah (IAPAN) Makassar bekerja sama dengan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah mengadakan "English Camp" (perkampungan bahasa Inggris) bagi para santri, 4-8 April 2015, di Sumpang Bita, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti empat puluh santri dari berbagai jurusan setelah melalui seleksi yang cukup ketat. Abdul Latif sebagai ketua panitia mengungkapkan, sebelum kegiatan ini dilaksanakan, ratusan calon peserta mengikuti tes lisan maupun tulisan.

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

"Peserta diwajibkan menghafal minimal lima ratus? kosakata (vocabulary) dan ungkapan (expressions) dalam bahasa Inggris," ungkap Latif.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Ketua IAPAN Makassar Firdaus Dahlan, dengan memadukan konsep outdoor dan indoor, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai bahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris. Dua bulan yang lalu para santri ini juga mengikuti perkampungan Bahasa Arab.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kemampuan yang dimaksud seperti grammar (tata bahasa), speaking (berbicara),? reading (membaca), writing (menulis) dan listening (mendengar)," imbuh Firdaus. (Muhammad Nur/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Ubudiyah, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Menjelang bulan suci Ramadhan, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Jombang mengeluarkan surat berisi imbauan khususnya kepada warga masyarakat setempat yang beragama Islam. Surat itu penting untuk diperhatikan guna menyamakan persepsi dalam penetapan awal Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1438 H.

"Lembaga Falakiyah NU Jombang mengimbau kepada seluruh umat Kabupaten Jombang untuk memperhatikan hal-hal sudah ditulis di surat imbauan," kata Ketua LFNU Jombang Mamuri As, Rabu (24/5).

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Jombang Keluarkan Imbauan Soal Awal Ramadhan

Ia mengatakan, terkait penetapan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah 1438 H, semua sistem hisab memang sudah memiliki ketetapan yang sama jauh hari sebelumnya. Tetapi untuk pelaksanaan ibadahnya (1 Ramadhan dan 1 Syawwal), masyarakat harus menunggu hasil sidang istbat yang dipimpin Menteri Agama RI.

LFNU Jombang menyatakan bahwa pada hari rukyah 29 Syaban 1438 H Jumat Legi, 26 Mei 2017 M ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia antara 6 derajat 56 menit sampai 8 derajat 58 menit. Untuk pelaksanaan ibadah (1 Ramadhan), masyarakat harus menunggu hasil sidang istbat awal Ramadhan yang dipimpin Menteri Agama RI.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara untuk penetapan awal Syawwal 1438 H, semua sistem hisab menyepakati bahwa ijtimak menjelang awal Syawwal jatuh pada hari Sabtu Kliwon 24 Juni 2017 bertepatan pada 29 Ramadhan 1438 sekitar pukul 09;31 WIB.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada hari rukyah 29 Ramadhan 1438, 24 Juni 2017, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia antara 2 derajat 16 menit sampai dengan 4 derajat 21 menit. Untuk pelaksanaan ibadah (1 Syawal), masyaakat harus menunggu hasil sidang istbat awal Syawwal yang dipimpin Menteri Agama RI. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Cerita, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 September 2017

KHR Cece Suryadin, Putera Pendiri NU Subang Wafat

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal? . KH Raden Cece Suryadin, putra dari pendiri PC NU Kabupaten Subang KH Syamsuddin Sulaiman wafat, Senin (9/2) pagi pukul 05.00 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kepergian kiai yang juga aktif sebagai Mustasyar PC NU Subang ini meninggalkan duka mendalam bagi para tokoh NU dan masyarakat Subang.

Pemakaman Pimpinan Ponpes al-Huda Pungangan Patokbeusi ini dilakukan di kampung halamannya di komplek pemakaman keluarga KH Syamsuddin, Dusun Pungangan Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat.

KHR Cece Suryadin, Putera Pendiri NU Subang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KHR Cece Suryadin, Putera Pendiri NU Subang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KHR Cece Suryadin, Putera Pendiri NU Subang Wafat

Sebelum dimakamkan, ribuan santri, kiai serta tokoh NU menyolati jenazahnya di Masjid Jami Al-Huda Pungangan. Santri dan masyarakat sekitar berebut untuk bisa memegang kranda yang membawa jenazah Kiai Cece menuju pemakaman.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Hari ini kita bersama-sama hadir menyaksikan proses pemakaman ulama besar dan guru masyarakat, maka patutlah jika kita semua bersedih atas wafatnya beliau," ujar Ketua PC NU Subang, KH Musfieq Amrullah di komplek pemakaman.

Dia menambahkan, karena sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW Man lam yahzan bimautil ulama fahuwa munafiq, barang siapa yang tidak sedih atas wafatnya ulama maka dia termasuk orang yang munafik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, Kiai Raden Cece merupakan ulama yang memiliki jasa besar, karena sudah turut serta dalam mencerdaskan masyarakat, sudah banyak menyampaikan hukum-hukum Allah kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Subang.?

"Saya yakin beliau juga sudah mengkader putra-putranya beserta para santrinya untuk menneruskan perjuangannya," ujarnya.

Dia menyampaikan, bahwa pendiri NU Subang, KH Mama Syamsuddin telah melahirkan ulama besar yakni KH Raden Cece Suryadin ini, dan tentu diharapkan keturunan-keturunannya juga bisa menjadi ulama besar yang bisa membimbing masyarakat menuju jalan Allah SWT.

Kiai Musfieq juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada KH Raden Cece beserta keluarga, karena sudah bisa menyumbangkan pengetahuan keagamaannya untuk kemajuan pendidikan Islam khususnya di Kabupaten Subang.

"Saya atas nama pribadi dan PC NU Kabupaten Subang meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada beliau dan keluarga," pungkasnya. (Zaenal Mutaqin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 30 Agustus 2017

Pemimpin itu Harus Es Fanta dan Coca Cola

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Seorang pemimpin akan dimintai tanggung jawab tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim mengatakan bahwa pemimpin itu harus memenuhi berbagai macam kriteria.

Pemimpin itu Harus Es Fanta dan Coca Cola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin itu Harus Es Fanta dan Coca Cola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin itu Harus Es Fanta dan Coca Cola

"Pemimpin itu minumannya es fanta dan coca cola," katanya mengawali perbincangan seputar kriteria pemimpin yang harus dimiliki umat Islam, Rabu (22/6).

Es fanta merupakan kependekan dari shidiq, fathonah, amanah dan tabligh. Taufiq menambahkan bahwa ketika pemimpin memiliki sifat seperti Rasulullah tersebut, maka bisa dipastikan ia adalah tipe pemimpin ideal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu minuman seorang pemimpin adalah coca cola yang merupakan akronim dari komunikatif, karisma, komitmen dan landscape atau berpengalaman.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Seorang pemimpin harus memiliki track record yang baik dalam memimpin. Jangan sampai kita memilih pemimpin yang hanya mencoba-coba yang di baliknya hanya ingin mencari keuntungan pribadi," tandasnya.

Apalagi, tambahnya, kultur dalam NU tidak mengajarkan untuk memburu jabatan, mengajukan diri untuk menjadi pemimpin apalagi sampai melakukan hal hal yang melanggar hukum syariat Islam untuk tujuan kekuasaan.

Taufiq berharap agar semua ummat Islam selalu memgedepankan kriteria tersebut dalam memilih seorang pemimpin. "Pilihan tepat dalam memilih seorang pemimpin, akan membawa kemaslahatan untuk semua, namun ketika tidak tepat dalam memilih pemimpin, siap-siap untuk menelan rasa kecewa," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Sejarah, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock