Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa

Cianjur, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Lembaga Kesehataan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Cianjur memberikan bantuan cuma-cuma berupa bantuan kaki dan tangan palsu kepada sedikitnya 60 penyandang tuna daksa. Pihak LKNU Cianjur menyerahkan bantuan kepada penyandang tuna daksa yang dating dari pelbagai daerah di Jawa Barat.

Penyandang tuna daksa datang dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Cianjur, Sukabumi, Bandung, Purwakarta, dan Bogor. Penyerahan bantuan diselenggarakan di Kantor PCNU Kabupaten Cianjur Jalan Perintis Kemerdekaan Cianjur, Kamis (22/12).

LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh LKNU Cianjur bekerja sama dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa dan Asuransi Sequis sebagai penyemangat pasien untuk hidup lebih bermakna dan meningkatkan ekonomi dalam keluarga,” ujar Mustasyar PCNU Cianjur dr H Suranto yang mendampingi proses pemasangan kaki dan tangan palsu.

Menurut Ketua LKNU Cianjur dr Hj Mien Suranto, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PCNU Cianjur terhadap penyandang permasalahan sosial bidang kesehatan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini merupakan salah satu langkah terobosan kemanusiaan yang dilakukan PCNU Cianjur dalam? memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya bagi penyandang tuna daksa, karena hal ini tidak tercover oleh program pemerintah melalui BPJS dan lainnya,” katanya.

Ketua PCNU Cianjur KH Choirul Anam menyambut baik atas program kemanusiaan yang dilakukan oleh LKNU Cianjur tersebut. “Harapan kami kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus sehingga kehadiran NU lebih dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo

Nganjuk, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Pengurus Cabang Nadlatul Ulama Kabupaten Nganjuk menginstruksikan kepada lembaga dan banom NU untuk mendirikan posko NU Peduli Bencana dimulai sejak Selasa (11/4). Posko dikoordinatori LAZISNU Nganjuk, LPBHI NU serta Banser.?

Posko NU Peduli Bencana didirikan guna menyalurkan bantuan dari warga NU untuk keluarga korban bencana. Sebagaimana diketahui, hujan mengguyur Dusun SumberBendo, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Hujan menyebabkan bencana longsor yang menewaskan lima korban, yaitu Paidi (55), ? Kodri (15), Doni (23), Dwi (17) dan Bayu (14). Longsor tersebut juga merusak area persawahan dan perkebunan masyarakat setempat.?

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo

Pada Rabu (19/4), posko NU berakhir karena penanganan bencana beralih status menjadi pemulihan. Hal itu ditandai dengan istighatsah dan penyaluran bantuan kepada korban yang di gelar di Masjid Dusun Sumberbendo. Kegiatan dipandu Sekretaris PC.LAZISNU Nganjuk Moch.Masyhuri, sementara pembacaan istighatsah dipimpin Rais Syuriah PC NU Nganjuk KH Ali Musthofa Said.?

Sekretaris PCNU Nganjuk KH Moh. Hasyim Afandi atas nama NU menyampaikan turut bela sungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Ngetos dan khususnya keluarga korban bancana longsor. Serta mengapresiasi seluruh lembaga dan banom NU Nganjuk yang telah bekerja keras membantu proses penanganan bencana.?

Ia berharap sinergi lembaga dan banom NU akan terus terjadi di dalam berbagai kegaiatan NUguna menghadirkan NU sebagai solusi terhadap berbagai kondisi serta permasalahan masyarakat, dan Nadhliyin khususnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada keluarga korban yang dipandu Direktur LAZISNU Nganjuk Subhan Shofwan Hadi bersama pengurus PC Maarif NU Nganjuk Aziz Kabul Budiono. Bantuan yang diberikan berupa uang dan logistik.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Secara rinci, Subhan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyalurkan bantuan dan bekerja keras di Posko NU Peduli Bencana yaitu Fatayat NU, Muslimat NU, LP Maarif NU, Ansor, Pagar Nusa, Banser, SMK Al Busthomi Mojosari, Pesantren Miftahul Ula Nglawak, Yayasan Al Hidayah Cengkok, Yayasan Darul Falah Pandanarum, MI Al Huda Bakalan, alumni SMPN 4 Nganjuk, FKDT Nganjuk, Gus Mujib Sekarputih.

Sesepuh Dusun Sumberbendo, Kiai Rohmad, mewakili keluarga korban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan doa PCNU Nganjuk. Hal senada disampaikan Koordinator Dapur Umum Poskomando BPBD Nganjuk Masruhin.

Meski Posko NU Peduli Bencana Nganjuk telah berakhir, tapi Banser Ngetos pimpinan Abuddan Ganjar Nugroho akan membantu masa transisi pemulihan pasca bencana.? (Lj/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes

Kayong Utara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo meminta kepada seluruh desa di kabupaten setempat untuk menggerakkan ekonomi perdesaan dengan mendirikan badan usaha milik desa atau Bumdes.

Menteri Eko menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada 17 Kementerian dan Lembaga untuk membantu program pembangunan desa.

Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes

?

"Presiden Jokowi dah menginstruksikan kepada 17 kementerian untuk membantu kementerian desa, oleh karena itu, kepala desa, camat dan juga bupati harus menjadi motor dalam menggerakkan perekonomian desa," katanya, Jumat (14/10).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemerintahan Jokowi, imbuh Eko merupakan pemerintahan yang pertama kali memberikan kewenangan ke desa untuk menata ekonominya sendiri. "Satu desa dapat 600-700 juta rupiah setiap tahun. Yang lebih membanggakan dana desa di Kayong Utara juga dapat dana ADD (anggaran dana desa) provinsi dan kabupaten. Total rata 1,5 sampai 2,7 miliar," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Eko, Kayong Utara yang memiliki 120 ribu penduduk, yang dibagi dalam 43 desa, bisa lebih fokus dalam menggarap komoditas yang berskala besar.

"Segera bikin Bumdes, Dirut BRI dan BNI sudah siap membantu. Bumdes juga bisa menjadi tempat untuk menyalurkan KUR. BUMDES bisa ditunjuk untuk menjadi agen BRI dan BNI untuk menyalurkan KUR," jelas Eko.

Selain dengan BRI dan BNI, Kemendesa juga sudah bekerja sama dengan Bulog dalam rangka meningkatan produktivitas pangan di daerah. "Bumdes juga bisa kerja sama dengan Bulog. Ada program warung pangan desa kalau gak salah, yang bisa dimanfaatkan untuk mendistribusikan hasil pertanian masyarakat desa," tandasnya.

Dengan lebih fokus pada salah satu produk tertentu, Kayong Utara diharapkan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa di seluruh Indonesia dalam mengembangkan ekonominya. "Mudah-mudahan kayong utara bisa menjadi percontohan desa-desa di seluruh indonesia," tutupnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Kayong Utara merupakan kabupaten yang penyerapan dana desa paling besar se-Provinsi Kalbar. Dalam pencairan dana desa tahap pertama sudah mencapai 100 persen dan tahap kedua sudah mencapai 52 persen. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah akademisi menyerukan pentingnya Islam moderat untuk masa depan kedamaian di Indonesia. Seruan ini didukung oleh Petisi ratusan akademisi dari 107 PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) dari berbagai kawasan di Indonesia, yang bertemu pada Seminar Nasional dan Call for Paper "Menyemai Militansi Akademisi Berbasis Keilmuan Aswaja" di Universitas Islam Malang, Rabu (17/5).

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara

Seminar ini menandai deklarasi Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Asdanu) yang diikuti dosen-dosen Aswaja dari 107 perguruan tinggi. Asdanu merupakan Asosiasi Dosen Aswaja,? yang diinisiasi oleh Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Islam Raden Rahmat Malang (UNIRA), Universitas Hasyim Asyari Jombang (Unhasy), Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Inistitut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto, Universitas NU Sidoarjo, dan Universitas Sunan Giri.

Hadir pada forum ini, Prof Dr KH Tholhah Hasan (Ketua Dewan Pembina Unisma, Mustasyar PBNU), Prof Dr Abdurrahman Masud (Puslitbang Kementrian Agama), Prof Dr Masykuri (Rektor Unisma), Marsudi Nurwahid (Jurnalis), beberapa rektor perguruan tinggi, serta ratusan dosen-peneliti dari berbagai kampus.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Tholhah Hasan mengungkapkan pentingnya akademisi berpikiran terbuka dan berwawasan luas. Khususnya, tentang perbedaan pemaknaan Ahlussunnah wal Jamaah. "Saya pernah berbincang dengan beberapa pimpinan Islam radikal, ISIS dan FPI. Semuanya mengaku bagian dari Ahlussunnah wal Jamaah. Maka, kita harus jeli dan tegas tentang ideologi aswaja," ungkap Kiai Tolhah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Tolhah menambahkan, bahwa peneliti dan dosen yang memiliki konsentrasi di bidang keislaman harus memahami isu-isu pluralisme lintas madzhab. "Di dalam aswaja, ada perbedaan-perbedaan yang harus dipahami. Antara madzhab Syafii, Maliki, Hanbali dan Hanafi, ada perbedaan-perbedaan mendasar. Harus ada pemahaman pluralis, ini yang harus dilakukan," tegas Kiai Tolhah.

"Aswaja yang dikembangkan Kiai Indonesia, yang kemudian menjadi NU adalah Aswaja yang paling moderat dan toleran,” sambung Menteri Agama era Presiden Gus Dur ini.

Rektor Unisma, Masykuri mengungkapkan, ada dinamika di perguruan tinggi terkait dengan gerakan keislaman. "Saya melakukan riset mendalam di beberapa kampus umum, ada potensi radikal terutama dari mahasiswa yang kuliah di jurusan sains. Sebagian dari mereka membentuk gerakan politik untuk berkontestasi pada kepemimpinan Indonesia masa depan," jelas Masykuri.

Dalam pandangan Masyukri, tindakan pemerintah melarang organisasi radikal sudah tepat. "Langkah Pemerintah melarang HTI sudah tepat, agar tidak mengancam masa depan dan kesatuan Indonesia," ungkap Masykuri.

Ratusan dosen-peneliti yang tergabung dalam Asdanu mendeklarasikan dan mengkampanyekan Islam moderat dalam riset-riset ilmiah dan pengajaran di kampus. (Yusuf Suharto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Khutbah, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

Bojonegoro, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed meminta segenap warga mengawal kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pengawalan niat baik pemerintah melalui BPJS mesti dilakukan untuk mengoptimalkan kerja BPJS.

"Tujuannnya tidak lain agar pada 2019 mendatang kepentingan masyarakt bisa terpenuhi," kata Cholid Ubed yang juga dokter spesialis membuka diskusi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) di gedung PCNU Bojonegoro, Jumat (17/1).

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

BPJS ini, terang Ubed, merupakan niat baik pemerintah. Untuk kerja optimal dan benar-benar menjangkau warga, "Tugas kita mengiring, mengawal agar semua warga bisa terpenuhi."

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, tingkat kepedulian terhadap masyarakat saat ini belum selesai dan perlu ditindaklanjuti. Pasalnya banyak masyarakat di tingkat bawah belum mengetahui dan memahami program baru di dunia kesehatan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

JKN mengambil tema “Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dalam Perspektif Hak Atas Kesehatan”. Pemateri diskusi JKN antara lain Direktur RSUD Bojonegoro Sunhadi, Direktur Amarylis Jakarta Budi, dan Kabag Ops Kepesertaan BPJS Bojonegoro Suharlina. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Habib, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekitar lima ribu massa dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Diniyah (For-Madin) menduduki gedung DPRD Jepara, Rabu (9/1). Ribuan massa yang berkumpul dari gedung NU Jepara terdiri dari berbagai elemen, antara lain Qiroati, Yanbua, RMI, Lakpesdam, Ansor dan IPNU-IPPNU.

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Dalam aksi longmarch dari gedung NU menuju gedung DPRD massa hendak menyampaikan aspirasi kepada dewan terkait digagalkannya Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Diniyah dalam rapat paripurna DPRD 26 Desember 2012 lalu. 

“Digagalkannya Perda Diniyah merupakan bukti bahwa wakil rakyat kita tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. DPRD Jepara telah mempermainkan agama untuk kepentingan politik mereka,” kata Achmad Makhalli koordinator umum aksi sembari membacakan testimoni suara masyarakat Jepara. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ranperda Diniyah merupakan perda inisiatif dari DPRD. Makhalli menyayangkan Ranperda yang diproses dan dikaji Panitia Khusus (Pansus) yang harapannya sesuai dengan kehendak rakyat malah ditolak sendiri oleh Pansus dan Fraksi di DPRD. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini artinya DPRD melakukan tindakan yang “sembrono” karena selain pemborosan anggaran juga berakibat kepada pendidikan diniyah di kabupaten Jepara,” sambung Makhalli. 

H Anas Arbaani dari PCNU mengungkapkan munculnya pro-kontra Ranperda dari masyarakat dan DPRD berdalih belum sempurna dan perlu disempurnakan maka masyarakat tidak perlu terkecoh. Masyarakat lanjut Anas yakin digagalkannya Ranperda tersebut berkiatan dengan pertarungan politik elit dan “kue politik” 2014. 

Karenanya, For-Madin, imbuh Anas, menyatakan sikap menolak politisasi agama untuk kepentingan sesaat, DPRD harus menghilangkan dikotomi pendidikan formal dan non formal, DPRD harus segera menyempurnakan dan mengesahkan Ranperda pendidikan diniyah paling lambat 31 Januari 2013 dan For-Madin akan melakukan pengawalan terhadap proses finalisasi Perda dan Pebup pendidikan Diniyah. 

Dalam aksi sebelum berjalan menuju gedung dewan diawali dahulu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan shalawat serta menyuarakan yel-yel. Didepan gedung dewan secara bergantian menyampaikan orasi dengan lagu, syiiran maupun suara nan lantang. 

“Hai wakil rakyat elengono naliko mlarat/ saiki wes sugih ojo nganti nekad/ ngelengono/ ngelengono besok bakal dadi tanggungan akherat.” Begitu salah satu syiir dari salah satu orator. 

Karena perwakilan dari For-Madin yang tak kunjung keluar akhirnya massa merangsek ke gedung dewan. Meski demikian aksi tidak diwarnai dengan anarkis melainkan doa bersama sekaligus mengakhiri aksi siang itu. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock