Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Kementerian Pertanian melalui Kementerian Perdagangan dalam waktu dekat mengimpor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam. Kebijakan impor beras disebabkan terjadi kelangkaan beras, sehingga harganya terus merangkak naik. 

Pada forum diskusi bulanan yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) di Jakarta, Kamis (18/1), Guru Besar Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin menganggap kebijakan impor bagi ekonom bukan hal yang baru. Namun, ia berharap agar ada perbaikan ke depannya. 

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)
Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

"Perbaiki produksi, merevisi inpres, revisi Harga Eceran Tertinggi (HET), baru dipantau secara ketat," katanya. 

Selain itu, menurut Bustanul Arifin, impor beras yang dilakukan pemerintah sebaiknya jangan disalurkan pada saat musim panen. Sebaliknya, katanya, harus digunakan untuk stabilisasi harga. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia ini berharap agar pemerintah membenahi manajemen stok karena hal tersebut menjadi sangat penting bagi pemerintah dan bulog. 

Pada forum yang mengusung tema Impor Beras: Antara Klaim Swasemba Pangan, Gagal Panen, atau Permainan Mafia ini, Bustanul menganggap tidak adanya mafia yang bermain dibalik melonjaknya harga beras. 

"Biasanya kalau digertak dengan impor harga menurun, tapi sampai hari ini harga gak turun-turun. Berarti jangan-jangan barang gak ada barang beneran. Masa mafia mau memainkan selama itu, kan gak mungkin juga logikanya," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Daerah, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Sumedang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Sumedang memberikan penyuluhan hukum berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, HIV/AIDS, dan sosialisasi undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Mereka bertujuan untuk menggugah kesadaran hukum terutama di kalangan pelajar di Sumedang.

Acara yang bertempat di Gedung Islamic Center Sumedang ini dihadiri seribu pelajar yang mewakili sekolah-sekolah setingkat SMA yang ada di Sumedang.

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumedang Gelar Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Ringan

Ketua LPBHNU Sumedang Jandri Ginting sebagai penggagas kegiatan ini mengatakan bahwa penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-93 NU. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah pelajar. Para pelajar biasanya ingin mencoba dan menikmati hal-hal baru.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Para pelajar sekarang dijadikan objek pemasaran narkoba. Sebab itu NU tertantang untuk mengingatkan bahaya narkoba kepada kaum pelajar dengan cara mengadakan kegiatan ini.

“Para pelajar sekarang banyak yang terjerat pidana ringan. Hal itu mungkin disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang undang-undang tindak pidana ringan (tipiring). Dalam kesempatan penyuluhan ini disosialisasikan juga tentang undang-undang tipiring,” tandas Jandri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua NU Sumedang H Sadulloh dan Sekda Kabupaten Sumedang H Zaenal Alimin.

H Sadulloh mengatakan bahwa NU Sumedang siap memerangi narkoba. Ketika seseorang mengonsumsi narkoba, akan muncul kejahatan-kejahatan lain yang diakibatkan oleh narkoba tersebut.

“Gara-gara orang mengonsumsi narkoba, orang tersebut bisa membunuh, mencuri, memerkosa, dan berbuat kejahatan lainnya. Karena itu stop narkoba dari sekarang,” kata H Sadulloh.

Sementara Zainal Alimin berpesan agar berhati dengan pikiran karena pikiran bisa menjadikan perkataan. Perkatan bisa memunculkan perbuatan yang membuatnya menjadi terbiasa. “Mari berpikir positif dan jauhi narkoba supaya nasib kita menjadi orang-orang yang baik.” (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB

Mataram, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menyambut baik seminar LPBHNU NTB yang dihadiri Kepala BPN NTB, Kepolisian, dan pengadilan tinggi agama NTB ini. Pihak PWNU NTB berharap instansi terkait seperti BPN NTB dan pihak aparat untuk melakukan aksi nyata dalam menyelesaikan masalah pertanahan di Lombok dan sekitarnya.

Ketua PWNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur menyatakan terima kasih kepada para hadirin atas perhatiannya pada isu pertanahan di kawasan NTB. Taqiuddin Mansur menilai isu pertanahan merupakan persoalan masyarakat yang sangat krusial dan agak rumit.

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB

“Kami berharap khususnya narasumber dan instansi terkait tidak berhenti sampai pada seminar, tetapi perlu ada tindak lanjutnya,” kata Taqiuddin Mansur di akhir seminar di aula kantor PWNU NTB jalan Pendidikan nomor 6 Mataram, Senin (16/3).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga mendukung inisiatif awal dari Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) NTB untuk mengangkat wacana pertanahan di NTB. Langkah konkret ke depan, kata Mansur, LPBHNU NTB perlu melakukan pendampingan di masyarakat soal pertanahan.

Sementara Ketua BPN NTB Budi Suryanto menyatakan siap menjalankan tugas sesuai undang-undang. Saat ini, menurutnya, ia baru menjajaki masalah pertanahan di NTB. “Saya baru 5 bulan tugas di sini.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia berjanji akan segera menyelesaikan persolan tanah dan melakukan pendekatan berbasis spiritual, secara kekeluargaan, dan sejenisnya. Kalau dengan cara ini juga buntu, penyelesaian secara hukum merupakan jalan terakhir.

“Karena BPN tidak berwewnang untuk memutuskan perkara hukum melainkan menerbitkan sertifikat jika sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya menekankan kepada jajarannya untuk manata ketertiban administrasi agar tidak ada sertifikat ganda,” tandas Budi. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah pengguna anggaran/barang yang melaksanakan fungsi eksekutif agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik. Dengan dukungan dimilikinya tersebut, ujar Fadilatul Rahman Fikri dari Komunitas Pemuda Ramik Ragom Kabupaten Way Kanan, Lampung, gerakan dilakukan semestinya tidak kalah dengan upaya-upaya nyata Pemuda Ansor.

SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

SKPD Way Kanan: Jangan Kalah Gesit dengan Ansor

"Dengan kewenangan mengelola anggaran sendiri, seharusnya SKPD Way Kanan cepat tanggap dalam realisasi APBD. Bukan malah terseok-seok, bahkan terkesan kalah sprint (berlari cepat) dengan Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan dalam kerja-kerja sosial yang tanpa dukungan anggaran daerah sekalipun, tetap ikhlas berbuat yang bermanfaat bagi publik," kata dia, di Blambangan Umpu, Ahad (23/7).

Ia menyebut, tanpa ditunjang APBD, kiprah GP Ansor di Way Kanan selalu ada dan terpublikasikan, antara lain, donor darah, berbagi buku migrasi aman bagi 227 kepala kampung, 14 camat dan 89 SMA sederajat, sedekah oksigen, menggalang bantuan dana untuk penderita tumor, hingga menyelenggarakan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) bagi pelajar kurang mampu tapi berprestasi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Pemimpin berkompeten sangat penting dimiliki tiap-tiap SKPD untuk dapat memanajemen kegiatan program-program kerakyatan sebagai pelaksanaan visi misi pemerintah Kabupaten Way Kanan periode 2016-2021," kata Rahman lagi.

Menurut dia pula, publikasi kegiatan SKPD juga penting dipublikasikan. "Ini era transparansi, masyarakat wajib tahu dan mencari tahu kegiatan SKPD yang didanai baik dari APBD atau APBN sebagai fungsi kontrol. Ketidakmampuan SKPD menerjemahkan visi misi pemerintah berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menjelang pelantikan Bupati Raden Adipati Surya dan Wakil Bupati Edward Anthony pada Rabu 17 Februari 2016, Ketua Komisi A DPRD Way Kanan, Hendra juga menyatakan tugas berat harus dilakukan pasangan tersebut ialah menyusun kabinet sesuai bidang dan keahlianya supaya mampu menerjemahkan dan melaksanakan rencana program kerja dalam kepemimpinan lima tahun mendatang. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Tokoh Agama Jangan Ikut Sembahyangi Jenazah Koruptor

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Untuk mengambil peran dalam pemberantasan korupsi, tokoh agama diharapkan tidak menghadiri sembahyang jenazah mereka yang terbukti korupsi. Tokoh agama perlu mengambil tindakan tersebut sebagai upaya strategis di tengah masyarakat.

Tokoh Agama Jangan Ikut Sembahyangi Jenazah Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Agama Jangan Ikut Sembahyangi Jenazah Koruptor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Agama Jangan Ikut Sembahyangi Jenazah Koruptor

Hal ini dikemukakan oleh KH. Malik Madani, Katib Aam PBNU dalam diskusi terbuka dengan tajuk ‘Meneguhkan Gerakan Agama Antikorupsi’ yang diselenggarakan Lakpesdam NU di gedung PBNU, Kamis (22/11) petang.

“Putusan NU mengatakan demikian. Jadi sembahyang jenazah koruptor cukup dilakukan kalangan orang awam saja,” kata Katib Aam di hadapan sedikitnya empat puluh orang peserta diskusi yang juga dihadiri oleh penasihat KPK, tokoh agama Katolik dan Konghucu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Kiai Malik, para tokoh agama bukan hanya menggemakan suara moral antikorupsi. Mereka juga bisa mengambil peran konkret dalam mengatasi persoalan korupsi. Para tokoh agama, kiai, pendeta, biksu, bisa antara lain memboikot pengurusan jenazah koruptor.

Kiai Malik menambahkan, putusan NU itu tidak berarti melarang masyarakat untuk menyembahyangkan jenazah koruptor. Karena, pengurusan jenazah itu wajib kifayah mulai dari pemandian, pengafanan, penyembahyangan, dan penguburan. Hanya saja, wajib kifayah itu menjadi gugur saat diwakili oleh segelintir masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Putusan NU itu berlaku bagi kalangan kiai saja. Untuk umat Islam yang bukan kiai atau tokoh agama, tetap berkewajiban untuk mengurusi jenazah koruptor,” imbuhnya.

Putusan NU itu bernilai strategis karena kiai, ulama, dan tokoh agama merupakan barisan terdepan dalam kehidupan keberagamaan di tengah masyarakat. Cara-cara konkret tokoh agama seperti itu tidak bisa dianggap sepele. Tindakan itu cukup menggentarkan mereka yang berniat korupsi mengingat masyarakat Indonesia masih terbilang religius yang menggantungkan upacara-upacara keagamaan kepada tokoh agama, tegasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sejarah, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi

Pacitan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelajar NU di Pacitan, Jawa Timur, gerah dengan pemerintah daerah setempat yang memberikan izin kepada salah satu perusahaan sepeda motor ternama yang menggelar peluncuran produk sepeda motor baru dengan menampilkan pertunjukkan yang mengarah kepada unsur pornoaksi. Pasalnya, selain digelar di tempat terbuka, alun-alun kota, acara tersebut juga disaksikan oleh anak-anak dibawah umur.

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi

Keresahan dan keprihatinan Pelajar NU Pacitan sangat beralasan, sebab selama ini Pacitan dikenal sebagai daerah yang masih menjunjung tinggi norma agama dan kearifan budaya lokal yang santun. Mereka tidak ingin pacitan menjadi seperti kota-kota besar yang terlalu bebas mempertontonkan aksi vulgar gadis berbusana minim didepan khalayak dan anak kecil.

“Sebagai organisasi kepemudaan dan pelajar, IPNU-IPPNU Pacitan sangat menyayangkan adanya kejadian ? dan acara tersebut,” kata Ketua IPNU Pacitan, Amrudin di Pacitan, Senin (5/8) malam.

Sebagai wujud keperihatinan atas kelalaian dan lemahnya pengawasan perizinan acara tersebut. IPNU-IPPNU Pacitan segera mengambil sikap dengan melayangkan surat protes kepada Bupati Pacitan dengan tembusan kepada Kapolres Pacitan, Dandim 0801 Pacitan, Kepala Satpol PP, Kepala PM dan Perizinan Pacitan, dan Ketua MUI Pacitan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

IPNU-IPPNU Pacitan melalui surat bernomor: 21/PC/C/7354-7455/VII/XI/2016, berisi tiga point, Antara lain, pertama, meminta Bupati memperhatikan proses pemberian ijin kegiatan (memberikan syarat bahwa kegiatan tidak mengandung unsur pornografi/pornoaksi dan/atau syarat lainya.

Kedua, meminta agar dilakukan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan masyarakat terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan pada masyarakat, dan dapat menghentikan secara langsung jika didapati unsure melanggar hukum.

Ketiga, memberikan peringatan sampai dengan pemberian sanksi kepada pihak yang melanggar ketentuan, sekaligus sebagai peringatan untuk pihak yang akan menyelengarakan acara serupa.

“Badan PM dan perizinan Pacitan berkilah, hanya berwenang memberikan izin atas pengunaan alun-alun, dan tidak sampai pada isi acara itu berbentuk apa. Ini menunjukkan bahwa prosedur perizinan di Pacitan begitu lemah dan tidak adanya kontrol atas acara itu,” jelas Amrudin dengan nada geram.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Apalagi, lanjut Amruddin, bila dalam perizinan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan saat pengajuan izin acara, maka acara yang dimaksud boleh dibubarkan, lebi-lebih acara tersebut sudah mengandung unsur pornoaksi yang dapat mempengaruhi moral dan ahlak masyarakat.

Sementara itu, IPNU-IPPNU menganggap Polres Pacitan sebagai pihak yang paling bertangungjawab atas kejadian ini. Sebab walaupun acara tersebut digelar ditempat yang hanya berjarak 100 meter dari Mapolres Pacitan, pihak yang berwajib seakan tutup mata dengan alasan tidak mengetahui apabila acara sampai terjadi seperti itu.

“Kami sudah melayangkan surat ke Kapolres Pacitan dan hanya diterima oleh Kasi umum dan tidak bertemu dengan Kapolres. Pihak polres hanya menjanjikan akan mengkonfirmasi lewat telpon. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi. Tapi surat sudah masuk dan akan dinaikkan” imbuhnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Amrudin berharap kepada Pemerintah Daerah dan seluruh element masyarakat untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal yang berasaskan toleransi, sopan-santun dan tidak lepas dari nilai agama.

“Bila kejadian serupa masih terulang kembali, maka tidak menutup kemungkinan IPNU-IPPNU akan melakukan langkah yang lebih tegas lagi.” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu 3 September 2016 lalu, aksi vulgar dengan menampilkan model leadis wash ? yang beraksi diatas motor saat peluncuran sebuah produk sepeda motor ternama berhasil diabadikan oleh beberapa orang penonton. Gambar yang diambil lewat kamera HP itu kemudian di unggah di media sosial facebook, dan terjadilanh pro kontra atas penyelenggaraan acara tersebut.?

Tidak sedikit masyarakat yang memberikan komentar negatif dengan aksi tersebut. Apalagi kegiatan itu digelar di alun-alun kota Pacitan yang notabene sangat dekat dengan pusat pemerintahan dan tempat Ibadah umat muslim Pacitan. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Sebelum memasuki rutinitas belajar, ratusan siswa dan siswi baru SMAN 8 angkatan 2017-2018 mendiskusikan masalah keindonesiaan di Jalan Taman Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/7) pagi. Mereka yang berasal dari berbagai jurusan menyampaikan imajinasi mereka terkait keindonesiaan dari pelbagai sudut pandang.

Sebagian siswa menyoroti masalah ujaran kebencian di media sosial. Ada juga pelajar yang mengamati perilaku para pemuka agama yang jauh dari semangat agama itu sendiri. Sementara sebagian lagi mempertanyakan perilaku orang-orang dewasa yang justru memberikan contoh buruk bagi kalangan remaja dan anak-anak.

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan

Diskusi ini fasilitasi oleh sejumlah narasumber dari Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) dan Angkatan 88.

“Kami dari LKSB mengajak kita semua untuk bersama-sama peduli terhadap kondisi lingkungan sosial kebangsaan kita. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan dialog kebangsaan bagi remaja dengan memberikan dan menanamkan wawasan kebangsaan dan kenusantaraan,” kata Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Ghopur yang kini Wakil Ketua Bidang Litbang Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU (LPBHNU), diskusi-diskusi keindonesiaan ini penting agar di masa mendatang bangsa ini masih memiliki harapan besar akan majunya peradaban bangsa Indonesia yang santun dan ramah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Diskusi keindonesiaan ini terselenggara atas inisiatif alumni SMA N 8 Angkatan 88. Alumni SMA N 8 Angkatan 88 mengamati terus gejala keindonesiaan belakangan ini. Mereka prihatin atas fenomena yang belakangan tercederai oleh sejumlah aksi intoleran, upaya-upaya melemahkan dasar-dasar negara, dan ancaman disintegrasi.

“Saya sebagai alumni SMA 8 Angkatan 88 merasa sangat concern dengan maraknya perilaku yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa sehingga saya merasa diperlukan usaha-usaha untuk merekatkan kembali integritas bangsa. Ini saya mulai dari siswa-siswi baru almamater kami, SMA 8,” kata Midi Haryani, dokter spesialis kulit dan penyakit kelamin, yang mewakili alumni SMAN 8 Angkatan 88. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Karnaval batik Lasem yang rencananya digelar Jum‘at mendatang (18/10) turut meramaikan haul para syekh Rembang Jawa Tengah. Batik tulis Lasem akan dipamerkan dalam pesta rakyat.

Batik tulis lasem adalah batik asli asal kota Rembang ? yang menjadi kebanggaan warga kota Lasem. Batik-batik ini akan dipamerkan dengan produk-produk yang dimodifikasi dari barang bekas.

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh

Karnaval Batik Lasem sengaja digelar sebagai ajang perkenalan masyarakat tentang batik tulis asal Kecamatan Lasem.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Panitia Pandu mengatakan pihaknya bekerjasama dengan SMK Umar Fatah untuk membuat kostum modifikasi yang akan dipamerkan. Perpaduan produk barang bekas dan batik diolah menjadi aksesoris.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hingga kini, lanjut pandu, sudah ada sekitar 50 kostum batik yang sudah terkumpul dan siap dipamerkan pada 18 Oktober mendatang.

Menurut pandu, adanya ide untuk mengangkat batik tulis Lasem melalui acara haul tahunan yang biasa dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di pulau Jawa.

“Batik tulis Lasem yang sudah dimodifikasi dengan suatu bentuk dan barang tidak kalah menarik dengan busana atau pun produk lain merk luar negeri. Menurut pandu harga dari batik tulis Lasem sendiri cukup relatif terjangkau, apalagi masyarakat Lasem masih aktif dalam memproduksi batik tulis,” kata Pandu.

Kali ini, kata Pandu, hasil karya anak SMK akan dipamerkan. Mereka generasi penerus yang akan melanjutkan para perajin batik tulis Lasem pada tahun-tahun berikutnya. Batik tulis Lasem sangat pantas dipakai kalangan muda, dewasa, dan orang tua. Tak heran jika komunitas pecinta seni dan sejarah mempunyai inisiatif untuk memamerkan hasil karya masyarakat Lasem. (Ahmad Asmu’i/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Sunnah, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom

Magelang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Bertempat di gedung SMK IT Ma’arif NU kota Magelang, Ahad (19/02) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Magelang mengadakan pengukuhan dan pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Banom) dan beberapa Lembaga dan Lajnah yang baru saja terbentuk.

Dua Banom baru yang dikukuhkan adalah Jam’iyyah Ahli Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), melengkapi tiga Banom yang telah ada sebelumnya yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, dan Gerakan Pemuda Ansor NU.

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom

Adapun empat Lembaga dan satu Lajnah? yang berhasil terbentuk adalah Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), serta Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nampak hadir dalam acara tersebut walikota Magelang, ketua DPRD Kota Magelang, sekretaris daerah Kota Magelang, pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Magelang, pejabat kantor Kementrian Agama Kota Magelang, PCNU Kabupaten Magelang, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Ketua PCNU Kota Magelang, Abdurrosyid Achmad dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan Banom, Lembaga, dan Lajnah sebagai perangkat organisasi NU sebagaimana diatur dalam AD/ART NU dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia menyatakan lebih lanjut, Nahdlatul Ulama adalah perkumpulan/jam’iyyah diniyyah islamiyyah ijtima’iyyah (organisasi sosial keagamaan Islam) yang berdiri untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkat dan martabat manusia. NU yang menganut faham Ahlussunnah wal Jama’ah senantiasa berikhtiar mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat dan demi terciptanya rahmat bagi semesta.

Melalui Badan Otonom, Lembaga, dan Lajnah yang dibentuk, NU menjalankan misinya melaksanakan usaha-usaha di bidang agama, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan usaha-usaha lain melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.

Dalam konteks Kota Magelang, Badan Otonom, Lembaga, dan Lajnah yang ada diharapkan akan turut membantu terwujudnya masyarakat Kota Magelang yang sejahtera lahir dan batin.

Dalam sambutannya, Walikota Magelang pun menaruh harapan yang besar terhadap organisasi yang sudah ada sejak tahun 1926 ini. “Semoga dengan dikukuhkan dan dilantiknya Banom, Lemabaga dan Lajnah ini, akan turut mendukung terciptanya visi kota Magelang sebagai kota jasa yang maju, profesional, sejahtera, dan berkeadilan” paparnya.

Walikota juga berterimakasih kepada pengurus dan warga NU kota Magelang, atas partisipasinya selama ini dalam mendukung dan berperan serta di dalam berbagai kegiatan keagamaan, maupun kegiatan sosial lainya sehingga dapat menghidupkan suasana kota Magelang, yang bisa membawa pengaruh positif terhadap masyarakat.

“Dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan terimakasih kepada NU kota Magelang, karena telah ikut berperan serta di dalam mendukung program pemerintah kota dan menciptakan suasana kondusif dan sejuk” imbuhnya.

Pimpinan Cabang Badan Otonom, Lemabaga, dan Lajnah NU Kota Magelang yang terbentuk, dikukuhkan dan dilantik langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Magelang? KH Mansyur Siraj.

Dia berpesan kepada jajaran pengurus NU agar senantiasa mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat (tawassut), seimbang (tawazun), dan toleran (tasamuh).

Dengan demikian, pengurus dan warga NU akan selalu mampu menyikapi dinamika perkembangan kehidupan masyarakat secara arif dan bijaksana, serta mampu hidup berdampingan dan bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat. Akhirnya, akan terjadi interaksi yang baik antara NU dengan masyarakat, saling memahami, saling menghormati, dan saling memberikan kemanfaatan sehingga tercipta kehidupan masyarakat Kota Magelang yang damai, adil, dan sejahtera.? ? ? ?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang meluncurkan sistem voucher infaq dan sedekah untuk program Ramadhan. Setelah diluncurkan tiga hari, LAZISNU Jombang berhasil mengumpulkan dana sebesar sepuluh juta rupiah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua LAZISNU Jombang M Makmun di tengah-tengah sosialisasi program LAZISNU Jombang dalam Rapat Koordinasi menjelang Ramadhan NU Jombang di Aula NU setempat, Ahad (29/5).

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jombang Sukses Kumpulkan Dana Umat melalui Voucher

Sistem pengumpulan dana infaq dan sedekah dengan menggunakan voucher merupakan cara baru bagi LAZISNU Jombang setelah berjalan sekitar 8 tahun, terhitung sejak 2009.

Menurut Makmun, voucher yang dikeluarkan oleh LAZISNU Jombang untuk sementara ini hanya untuk program bulan Ramadhan. "Nilai yang tercantum dalam setiap voucher sebesar Rp. 20.000. selama tiga hari setelah peluncuran, alhamdulillah kita sudah berhasil menjual 500 voucher dengan nilai 10 juta rupiah," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sistem voucher ini akan terus dikembangkan tidak saja hanya untuk program Ramadhan. Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, LAZISNU Jombang dalam bulan Ramadhan 1437 H ini mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain berbagi takjil dengan empat pesantren lansia, wakaf Al-Quran, parsel lebaran untuk pengurus musholla, jariyah karpet (jaket) untuk musholla dan masjid, tebar mukena di musholla-musholla umum dan santunan anak yatim.

Beberapa hari ini, sebelum masuk bulan Ramadhan Lazisnu Jombang sudah menyalurkan dana untuk perbaikan dua musholla di wilayah Kudu dan Peterongan Kabupaten Jombang.

"Ini juga bagian dari program Ramadhan", katanya. (Ma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 20 November 2017

Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Banyaknya promosi perjalanan ibadah umrah dengan biaya murah membuat keprihatinan berbagai pihak. Keprihatinan ini muncul karena beberapa kejadian membuktikan pendaftar ibadah umrah gagal diberangkatkan.

Kalaupun diberangkatkan, ada sejumlah pihak yang dikorbankan. Padahal jamaah umrah berangkat dengan niat ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fakta di Balik Paket Murah Perjalanan Umrah

Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama ASBIHU Tour and Travel KH Hafidz Taftazani mengingatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar memberi kesadaran kepada masyarakat supaya tidak mudah tergiur dengan promosi biaya murah perjalanan umrah.

“Tokoh agama seperti kiai atau ustadz, dan tokoh masyarakat seperti pejabat harus mengingatkan masyarakat. Jangan justru membiarkan, atau malah menjadi iklan dari perjalanan umrah yang murah. Karena umumnya tokoh agama atau tokoh masyarakat akan dimudahkan mengikuti perjalanan umrah yang murah,” kata Kiai Hafidz kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di kantornya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menyebut perjalanan umrah dengan biaya hanya sekitar Rp14-15 juta sebagai perhitungan di luar nalar sehat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Nalar kita nggak bisa menerima itu. Harga tiket pesawat saja bisa mencapai 1000 dolar, biaya visa 75 dolar. Itu kalau dirupiahkan sudah sekitar 15 juta rupiah. Belum lagi untuk perlengkapan, penginapan, dan biaya selama di Mekah,” kata Kiai Hafidz.

“Masyarakat jangan berpandangan yang penting bisa berangkat. Harus dipikirkan di belakang seperti apa,” tambahnya.

Perjalanan umrah dengan biaya murah hanya sekitar Rp.14-15 juta diyakini menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM) atau subsidi. Jamaah di suatu daerah berangkat umrah karena subsidi dari jamaah dari daerah lain.

“Misalnya jamaah Jakarta disubsidi jamaah Surabaya. Berikutnya jamaah dari Surabaya berangkat karena subsidi dari jamaah Kalimantan. Jamaah dari Kalimantan disubsidi oleh jamaah Sulawesi, dan seterusnya.”

Menurut Kiai Hafidz sistem seperti itu hanya bertahan 5-8 tahun. Di tahun kedelapan, perusahaan bisa hancur karena tidak bisa lagi menemukan calon jamaah yang uangnya digunakan untuk menyubsidi jamaah yang lebih dulu berangkat.

Akibatnya, pihak perusahaan kabur atau menghilangkan jejak dari jamaah yang sudah mendaftar dan membayar. Jika demikian, calon jamaah jelas menjadi bagian yang sangat dirugikan.

Karena itu ASBIHU Tour and Travel sebagai operator Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama mengajak masyarakat untuk menggunakan nalar sehat dalam pembiayaan biaya perjalanan umrah.

Ada baiknya calon jamaah lebih dulu berkonsultasi. Untuk berkonsultasi dengan ASBIHU Tour and Travel masyarakat dapat menghubungi layanan jamaah di nomor telepon 021-85900265 dan 08129919465 (Silvy). (Kendi Setiawan/Alhafiz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

Jombang,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) yang lebih akrab disebut Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur akan melangsungkan gawe besar yakni peringatan seabad madrasah dan 191 tahun pesantrennya. Untuk menyambut itu kepanitiaan mengupayakan pusat dokumentasi atau museum.

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tambakberas Berburu Bukti Sejarah

"Kami terus berburu testimoni atau pengakuan dari para pelaku sejarah, dalam hal ini siapa saja yang mengetahui kiprah pesantren di masa awal," kata divisi dokumen, H Muhyiddin Zainul Arifin, Sabtu (26/3).

Bersama panitia yang lain, H Muhyiddin melakukan serangkaian wawancara dan pencarian dokumen demi mengukuhkan keberadaan dan kiprah para pendahulu maupun pesantren. "Sejumlah sesepuh yang masih bisa diajak komunikasi terkait kiprah para pendahulu pesantren satu demi satu kami datangi," katanya. Demikian pula dokumen yang membenarkan usia madrasah serta sejumlah barang penting dari para pengasuh masa awal juga terus diupayakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bahkan ada piagam yang berhasil ditemukan panitia yang menerangkan bahwa usia madrasah ternyata lebih tua dari data yang dimiliki panitia," terang dosen di Universitas KH Abdul Wahab Chasbullah atau Unwaha Jombang ini. Demikian pula benda bersejarah yang pernah dimiliki para pendahulu pesantren turut diinventarisir, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagai langkah awal dan berdasarkan masukan saat koordinasi dengan anggota devisi telah disepakati untuk menggali data dari para putra dan putri pengasuh. "Para panitia sudah kami bagi agar bisa menyebar ke sejumlah dzurriyah atau keluarga pesantren," katanya. Karena dari para keluarga dalem tersebut nantinya akan muncul temuan baru atau bahkan rekomendasi siapa saja yang layak untuk dikonfirmasi terkait kiprah para pendahulu pesantren.

"Kami akan mengumpulkan sebanyak mungkin pandangan dan pengakuan hingga barang bersejarah dari berbagai kalangan sebagai upaya untuk mengungkap kiprah para sesepuh dan pendahulu," ungkapnya. Beberapa keluarga juga tidak berkeberatan berbagi koleksi foto dan benda pusaka yang nantinya akan dipamerkan. "Tidak menutup kemungkinan, foto dan dokumen serta benda bersejarah tersebut belum terpublikasi," lanjutnya.

Terhadap pihak yang tidak berkenan untuk menyerahkan benda bersejarah yang ada kaitannya dengan pesantren dan para pengasuh, divisi ini tidak akan memaksa. "Kami bisa menggunakan kamera atau scan agar bisa mendapatkan materi yang ada," jelasnya. Dan nantinya seluruh koleksi tersebut akan dipamerkan di Gedung Serba Guna KH Abdullah Said dari tanggal 27 hingga 2 Juni.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesantren Tambakberas yang didirikan tahun 1825 oleh salah satu pasukan Pangeran Diponegoro yang membentengi Jawa yakni Abdussalam yang lebih populer dengan nama Mbah Saichah akan memperingati ulang tahun. Dan di pesantren yang mulai mengenalkan model madrasah secara klasikal tahun 1915 ini juga mengadakan sejumlah kegiatan dari mulai 26 April hingga 4 Juni mendatang. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Santri, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 September 2017

Denyut Pesantren di Pulau Dewata

Letak Dusun Banjar Kembang, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, ratusan meter saja dari bibir Selat Bali. Angin pantainya tak putus menerpa penduduknya yang kental akan kultur Melayu. Suasananya demikian sejuk, seteduh iklim pendidikan Pondok Pesantren Miftahul Hikmah di ujung barat Pulau Dewata itu.

Pesantren asuhan Mustasyar PCNU Jembrana KH Muhammad Yasin ini menjadi salah satu lambang bagi keharmonisan dan pertumbuhan Islam di provinsi berpenganut Hindu mayoritas. Pergumulan dengan masyarakat non-muslim bukan halangan untuk tetap eksis dan mengembangkan diri.

Denyut Pesantren di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)
Denyut Pesantren di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)

Denyut Pesantren di Pulau Dewata

Datuk Yasin, sapaan akrab KH Muhammad Yasin, merintis Pesantren Miftahul Hikmah sejak tahun 1958. Kerja keras, komitmen, dan ketulusan membuat dirinya berhasil membangun di atas lahan wakaf seluas kurang lebih 600 meter persegi di Jalan Pantai Selatan No 4, Desa Cupel. Tak ada klaim, jerih payah itu dilakukan sendirian. Kerendahan hatinya berucap, ini berkat kerja sama dari masyarakat sekitar pesantren.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Selamat datang di rumah sendiri. Masyarakat adalah keluarga besar pesantren, bukan undangan, tapi menjadi tamu di rumahnya sendiri,” tuturnya menyambut ratusan pengunjung pada peringatan Hari Jadi ke-54 dan Haflah Imtihan Pesantren Miftahul Hikmah beberapa waktu lalu.

Apresiasi masyarakat tergolong tinggi. Buktinya, mereka aktif dalam sejumlah kegiatan pesantren, termasuk menyantrikan putra-putri mereka ke pesantren. Maklum, Jembrana merupakan daerah dengan populasi muslim yang cukup banyak. Di banding kabupaten lain, gema azan lebih kerap terdengar di sini. Tak ketinggalan, tradisi tahlil, slametan, dan ziarah kubur juga mewarnai keseharian masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai berusia 79 tahun ini menyadari, pesantrennya—sebagaimana umumnya di Bali—memang tidak seperti pesantren-pesantren di Jawa. Ia merasakan perbedaan tantangan dengan sejumlah pesantren yang pernah ia singahi bertahun-tahun, antara lain di daerah Banyuwangi, Jombang, dan Semarang.

Data terakhir menyebutkan, jumlah santri mencapai 240 anak. Dari total tersebut, 124 adalah santri TPQ sedangkan sisanya merupakan santri Madrasah Diniyah (Ula dan Wustho). Di tambah jamaah pengajian kitab kuning di Masjid Baitus Salam samping Pesantren, jumlahnya kira-kira 600 orang. Hanya beberapa santri saja yang bersedia tinggal di gotakan pesantren.

“Karena mereka tidak tinggal di sini, maka kontrol pendidikannya menjadi sulit. Dengan demikian pesantren membutuhkan peran banyak dari orang tua wali,” ujarnya. Mayoritas santri berasal dari daerah setempat, sementara pengajar sebagian masih tergantung pada tenaga Guru Tugas yang dikirim oleh sejumlah pesantren, seperti Pondok Pesantren Sidogiri.?

Meski punya sejumlah keterbatasan, Datuk Yasin mengaku puas dapat mengabdi kepada masyarakat melalui pendidikan. Di tengah kesibukannya sebagai pengurus NU dan MUI Jembrana, ia istiqomah meluangkan waktu untuk mengajar secara langsung.

“Pesantren ini tujuannya menciptakan bibit unggul yang dapat dikembangkan lagi di luar secara maksimal. Di daerah ini susah mendapatkan pendidikan ala pesantren,” terang kiai yang sejak 1964 aktif di berbagai organisasi NU ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 September 2017

Hari Kemanusiaan Sedunia, LPBINU Jelaskan Kompleksitas Tantangan Kemanusiaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Problem kemanusiaan semakin kompleks. Hal ini dipengaruhi tidak hanya oleh sebuah bencana, tetapi juga problem pelik seperti pemanasan global dan perubahan iklim. Untuk mengatasi hal ini, hendaknya individu atau lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk saling sinergi dan bekerja sama agar bisa diatasi dengan baik.

Demikian pesan Hari Kemanusiaan Sedunia (World humanitarian Day) 19 Agustus yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) M. Ali Yusuf, Kamis (18/8) di Jakarta. Dia mengungkapkan, saat ini LPBINU telah menggandeng berbagai lembaga bencana dan kemanusiaan agar problem sosial bisa diatasi secara maksimal.

Hari Kemanusiaan Sedunia, LPBINU Jelaskan Kompleksitas Tantangan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kemanusiaan Sedunia, LPBINU Jelaskan Kompleksitas Tantangan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kemanusiaan Sedunia, LPBINU Jelaskan Kompleksitas Tantangan Kemanusiaan

“Urusan kemanusiaan merupakan urusan bersama. Membantu sesama dengan tidak memandang identitas dan status sangatlah penting untuk diperhatikan dengan tidak mengedepankan ego sektoral,” ujar Ali Yusuf.

Hal ini dia katakan terkait individu atau kelompok yang selama ini masih mengedapankan ego kelompok dalam mobilitas membantu korban bencana. Padahal menurutnya, sinergi sangatlah penting sehingga distribusi bantuan berjalan dengan maksimal untuk kepentingan kemanusiaan.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, kerja sama ini sangat krusial sebab antara tantangan dengan cara yang digunakan dalam menanggulangi bencana lebih besar tantangannya. Karena penyebab bencana saat ini begitu kompleks sehingga harus mendukung satu sama lain. Pihaknya juga telah berupaya mengoptimalkan joint protocol dengan membentuk Forum Kemanusiaan (Humanitarian Forum) yang terdiri dari berbagai lembaga kemanusiaan dari lintas agama.

“Saling share informasi kepada lembaga mitra. Hal ini juga dilakukan agar bantuan tidak menumpuk di satu tempat. Terkadang daerah satu penuh dengan bantuan, tetapi daerah lain kurang mendapat perhatian,” jelas Ali Yusuf.

Dia juga menegaskan, problem krusial lain dari sebuah bencana adalah ekonomi. Hal ini perlu diperhatikan betul karena sangat banyak penopang-penopang ekonomi ikut mengalami kerusakan, seperti lahan pertanian, usaha dagang, dan lain-lain.?

“Jika tidak dilayani, tentu hal ini akan menimbulkan bencana kemanusiaan lanjutan. Sebab itulah, lembaga pertanian dan perekonomian harus turut berperan,” tandasnya. (Fathoni)?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 24 Juli 2017

TGH Shaleh Hambali, Jimat NU di Pulau Lombok

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mempunyai luas sekitar 4,7 kilometer persegi menjadi wilayah dakwah Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Shaleh Hambali (1895-1968). Ulama kharismatik dari Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, NTB ini merupakan Rais Syuriyah pertama PWNU NTB.

Dakwah untuk menyebarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang dilakukannya di Pulau Lombok tidaklah mudah mengingat tantangan saat itu kerap membahayakan jiwa dan raganya bahkan mengancam kehidupan masyarakat. Seperti dakwah yang dilakukan ketika pemberontakan PKI juga terjadi di Lombok.

Ulama yang juga dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bengkel ini menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat. Mereka merasa terancam dengan gerakan PKI yang tidak segan melakukan kekerasan kepada masyarakat saat itu. Kemudian, TGH Shaleh Hambali yang dikenal sebagai ulama istimewa yang banyak memiliki karomah menurut warga sekitar dijadikan tempat mengadu dan meminta nasihat.

TGH Shaleh Hambali, Jimat NU di Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
TGH Shaleh Hambali, Jimat NU di Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

TGH Shaleh Hambali, Jimat NU di Pulau Lombok

Masyarakat berduyun-duyun mendatangi kediaman Tuan Guru Bengkel yang saat itu sudah mendirikan Pondok Pesantren Darul Qur’an. Mereka meminta bimbingan Tuan Guru Bengkel untuk menghadapi ancaman yang dilakukan para oknum PKI yang membahayakan jiwanya.

Selain memberikan sejumlah wirid dan doa, TGH Shaleh Hambali juga memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat agar mereka menancapkan bendera Nahdlatul Ulama (NU) di depan rumahnya masing-masing. Tuan Guru Bengkel menjamin keamanan masyarakat dengan bendera NU tersebut.

Cerita tersebut diriwayatkan oleh Cucu TGH Shaleh Hambali, TGH Halisussabri. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal berkesempatan menemui Tuan Guru Halisussabri di Pondok Pesantren Darul Qur’an di tengah perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU pada 23-25 November 2017 di NTB.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saat itu masyarakat ramai-ramai mencancapkan bendera NU. Masing-masing mereka melukis sendiri lambang NU dengan cara disemprot,” ujar TGH Halisussabri.

Bagi masyarakat Lombok, Tuan Guru Bengkel selama ini mampu mengayomi masyarakat dengan karomah dan keistimewaannya. Oleh sebab itu, ulama yang lahir pada 7 Ramadhan 1313 ini dijadikan semacam jimat perlindungan dari keaganasan PKI.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bukan hanya pada ilmu keagamaan, kesaktiannya juga juga diakui ketika para tokoh nasional juga kerap berkunjung kepadanya untuk meminta nasihat saat Indonesia dalam kondisi terjajah. Tokoh-tokoh NU seperti KH Wahab Chasbullah, KH Saifuddin Zuhri, Subhan ZE, dan lain-lain pernah menyambangi kediaman Tuan Guru Bengkel.

Begitu juga Presiden Seokarno. Ia pernah mendatangi Tuan Guru Bengkel pada 1953. Kedatangannya itu juga disambut antusias masyarakat Desa Bengkel. Soekarno dengan gaya khasnya memberikan orasi di tengah-tengah masyarakat Bengkel saat itu. Dokumentasi tersebut terpampang jelas di ruang galeri Pesantren Darul Qur’an.

Saat ini, TGH Shaleh Hambali bisa dikatakan sebagai patok utama ulama yang berjasa menyebarkan NU dan Aswaja di tanah Nusa Tenggara Barat. Ia mempunyai optimisme tinggi ketika jam’iyah NU memiliki visi mendakwahkan Islam dengan sebenar-benarnya dan sebaiknya-baiknya serta memperkuat wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme di dada bangsa Indonesia.

Saat ini, ulama yang mangkat pada Sabtu, 15 Jumadil Akhir bertepatan dengan tanggal 7 September 1968 itu dimakamkan di depan Masjid Jami’ Shaleh Hambali di Bengkel. Masjid ini terletak sekitar 200 meter dari Pondok Pesantren Darul Qur’an di Jalan TGH Shaleh Hambali. Saat ini pesantren dipimpin oleh sang cucu, TGH Halisussabri itu memiliki santri sekitar 1500 orang yang berasal dari berbagai daerah seperti Bali dan Sumbawa. Juga mengembangkan sejumlah lembaga sosial, seperti panti asuhan anak yatim.

Riwayat Tuan Guru Bengkel

Nama kecilnya adalah Muhammad Shaleh, sedangkan Hambali dibelakang nama tersebut adalah dinisbatkan kepada nama ayahnya yang bernama Hambali. Dia adalah putra bungsu dari delapan bersaudara, yaitu Abu, Fatimah, Amsiah, Rukiyah, Selamin, Syamsiyah, Khadijah, dan Muhammad Shaleh. Beliau adalah putra dari pasangan Hambali dan Halimah (alias Inaq Fatimah). 

Dia dilahirkan hampir mirip dengan kelahiran Rasulullah SAW, artinya ketika masih dalam kandungan berumur 6 bulan ayahnya dipanggil menghadap oleh Yang Maha Kuasa (meninggal dunia), dan ketika dia telah lahir dan telah berumur 6 bulan, dia ditinggal oleh ibundanya tercinta menyusul ayahnya (meninggal dunia). Maka ketika itu jadilah dia anak yatim piatu yang tidak mempunyai ayah dan ibu. Kemudian ia diambil dan diasuh oleh pamannya yang bernama H Abdullah (alias Bapak Rajab).

Menurut informasi yang dihimpun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Muhammad Shaleh dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius dan taat menjalankan agama. Orang tua dia adalah warga biasa yang memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada syiar Islam di kampungnya, sekalipun bapaknya bukan seorang kiai (Tuan Guru). Tetapi ia dikenal sebagai orang yang memiliki ghirah keislaman yang tinggi dan dikenal sebagai khadam kiai.

Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali mulai belajar mengaji pada usia 7 tahun. Dia belajar agama secara teratur kepada seorang guru Al-Qur’an yang ahli tajwid bernama Ramli alias Guru Sumbawa di Desa kelahirannya Bengkel. Ini merupakan langkah awal dari pola umum pendidikan Islam tradisional. Anak-anak seusianya kala itu mulai diajarkan membaca ejaan Arab.

Seusai belajar pada Ramli, 5 tahun lamanya, TGH Shaleh Hambali melanjutkan pendidikan ke Mekkah selama lebih kurang 9 tahun, yakni pada tahun 1912 hingga 1921. Ia juga menuntut ilmu agama kepada sejumlah ulama, baik fiqih, tafsir, tasawuf, dan ilmu-ilmu agama yang lain. Keberangkatan dia ke tanah suci Mekkah juga bersama ibu angkatnya (Inaq Rajab-istri H Abdullah) sampai ibu angkatnya meninggal dunia di Mekkah pada bulan haji. 

Selama menuntut ilmu di Mekkah, dia banyak belajar kepada sejumlah ulama terkemuka, diantaranya adalah: Syekh Said al-Yamani, Syekh Hasan bin Syekh Said al-Yamani, Syekh Alawi Maliki al-Makki, Syekh Hamdan al-Maghrabi, Syekh Abdusstar Hindi, Syekh Said al-Hadrawi Makki, Syekh Muhammad Arsyad, Syekh Shaleh Bafadhol, Syekh Ali Umairah al-Fayumi al-Mishra.

Selain kepada ulama-ulama di atas, dia juga belajar kepada ulama-ulama Indonesia yang bermukim di tanah suci, antara lain, TGH Umar (Sumbawa), TGH Muhammad Irsyad (Sumbawa), TGH Haji Utsman (Serawak), KH Muchtar (Bogor), KH Misbah (Banten), TGH Abdul Ghani (Jemberana-Bali), TGH Abdurrahman (Jemberana-Bali), TGH Utsman (Pontianak), TGH Umar (Kelayu-Lombok), TGH Abdul Hamid (Pagutan-Lombok), TGH Asy’ari (Sekarbela-Lombok), dan TGH Yahya (Jerowaru-Lombok).

Kitab-kitab tasawuf yang banyak dipelajari oleh Tuan Guru Bengkel pada guru-gurunya adalah kitab-kitab yang ditulis oleh Imam Ghazali seperti: Minhajul Abidin, Bidayatul Hidayah, dan Ihya’ Ulumuddin. Lalu, kitab Kifayatul Atqiya’ karangan Sayyid Abu Bakar bin Muhammad Syata al-Dimyathi yang merupakan komentar dari Kifayatul Atqiya’ ila Thariqatul Awliya’ karya Zainuddin al-Malibary. Kemudian kitab Hidayatus Salikin dan Sairus Salikin karya Syekh Abdus Shomad Al-Palimbani dalam bahasa melayu.

Bagi Tuan Guru Bengkel, dakwah jangan hanya berupa ceramah dan kata-kata, tetapi juga karya. Dakwah akan abadi jika menuliskannya dalam bentuk karya. Tercatat, TGH Shaleh Hambali mempunyai 17 karya kitab.

Saat ini, keberadaan 17 kitab dan manuskrip karya Tuan Guru Bangkel ditashih oleh seorang nazir atau pemangku, Baehaqi Syakbani bin TGH Muhammad Zain Masbagik. Adapun 17 kitab karya Tuan Guru Bengkel sebagai berikut:

1. Luqhtatul Jawharati fi Bayanil Ghina Iwalmutaqqirati (selesai ditulis Jumat, 13 Januari 1933).

2. Permaiduri (1969)

3. Ilmu Mantiq (1969)

4. Hidyatul Atfali fi Tajwidi Kalam Ilahil Muta’ali (1934)

5. Ta’limus Shibyani bi Gahyatil Bayani (1935)

6. Washiyyatul Mustafa Li Ali Al-Murtadha (1937)

7. Al-Mawa Izus Shalihiyyati Fil Ahaditsin Nabawiyyati (1945)

8. Manzharul Amradi fi Bayani Qith A’thin Minal I’tiqadi ( editor, 1949)

9. Intan Berlian (Perhiasan) Laki Perempuan (1951)

10. Risalah Kecil Pada Menyatakan Thawaf Perempuan yang Haid atau Nifas (1954)

11. Jamuan Tersaji pada Manasik Haji (1952)

12. Cempaka Mulia Perhiasan Manusia (1956)

13. Bintang Perniagaan pada Kelebihan Perusahaan (1957)

14. Jalan Kemenangan pada Menyatakan Jalan Taubat yang Sebenarnya (1964)

15. Tujuh Belas Wirid (Ratiul Barakah) (1965)

16. Piagama Beserta Ayat Al-Qur’an

17. Dalilul Haul

Sebelum wafat, ia sempat berwasiat kepada keluarga dan segenap santrinya, wasiat itu berbunyi: Pertama, peliharalah persatuan dan kesatuan di antara sesamamu. Kedua, belajarlah pada guru yang beraliran Ahlussunnah wal Jamaah. Ketiga, peliharalah Yayasan Perguruan Darul Qur’an dan usahakanlah agar berkembang. 

Pesan tersebut terlukis rapi di dinding pesantren agar menjadi perhatian para muridnya. Ia juga selalu menekankan wawasan kebangsaan kepada para santrinya serta agar terus memegang teguh ajaran para ulama dan pendiri bangsa. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah, Doa, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 20 Juli 2017

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

Solo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Duet KH Shofwan Fauzi-Ahamd Helmi Sakdillah kembali memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta, Jawa Tengah. Keduanya terpilih secara aklamasi, setelah sebelumnya menggunakan cara musyawarah mufakat, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke XIV, yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu (25/12).

Saat ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Helmi mengatakan dalam kepemimpinannya untuk periode 2013-2018 nanti, akan tetap mengutamakan pengaaderan.

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

“Persoalan kaderisasi tetap menjadi prioritas kami. Harapannya kita dapat menggiatkan NU mulai dari ranting sampai tingkat cabang,” terangnya, Kamis (26/12).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Tanfidziyah NU Solo tersebut, menjelaskan NU akan besar apabila didukung semua pihak. Salah satunya yakni dari para generasi muda. “Kini banyak dari generasi muda, yang sudah mulai nampak kiprahnya di NU Solo,” ungkapnya.

Selain masalah pengkaderan, Helmi juga akan menggarap pemberdayaan ekonomi warganya. “PCNU mendukung melalui MWC (Majelis Wakil Cabang) dan Banom (badan otonom), untuk membuat koperasi yang dapat mensejahterakan warga,” papar penasihat MUI Solo tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Harapannya ke depan dengan kolaborasi antara program yang lama dan baru, dapat membuat NU Solo lebih baik. “Semoga bisa membawa lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Internasional, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Juni 2017

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Sekretaris Jenderal Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Eko Darwanto menyayangkan banyaknya pengusaha yang mencurigai para buruh ketika membentuk serikat buruh sebagai wadah penyaluran aspirasi.

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Sayangkan Banyak Pengusaha Tak Paham UU Ketenagakerjaan

“Kita bikin serikat buruh dianggap melawan,” kata Eko Darwanto pada acara Kopi Darat Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).

Menurut Eko, hal itu karena banyak pengusaha yang tidak paham mengenai Undang-Undang ketenagakerjaan, dan hubungan industri.

Padahal, katanya, seorang pengusaha harus mengizinkan serikat buruh di dalam. “Kalau tidak diizinkan, terkena pidana itu,” katanya

Oleh karenanya, Eko mengingatkan tugas serikat buruh untuk mendorong supaya teman-teman buruh menyadari haknya. Selain itu, ia juga mengingatkan pengusaha dan pemerintah supaya perusahaan ini diberikan pemahaman yang jelas soal hubungan industrial yang baik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada acara yang bertema “NU, Negara & Pemberdayaan Pekerja/Buruh Indonesia” ini, Eko juga menjelaskan tentang berbagai kewajiban pengusaha yang harus diberikan kepada para buruh.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Pengusaha harus memenuhi kewajibannya sebagai pengusaha; membayarkan gaji, menyiapkan pesangon, THR, jaminan sosial, banyak,” katanya

Selain Eko Darwanto, hadir juga sebagai pembicara Suharyono (ILO Indonesia), dan Muchtar Said (Dosen UNU Indonesia). (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 06 April 2017

Sekjen PBNU: Pilkada DKI Jakarta Bukti Kedewasaan Berdemokrasi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kontestasi Pilkada DKI Jakarta telah kita lewati bersama. Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, pasangan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno unggul atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Sekjen PBNU: Pilkada DKI Jakarta Bukti Kedewasaan Berdemokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU: Pilkada DKI Jakarta Bukti Kedewasaan Berdemokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU: Pilkada DKI Jakarta Bukti Kedewasaan Berdemokrasi

Menanggapi hal itu, yang penting untuk dikedepankan adalah sikap kedewasaan dan kematangan dalam menyikapi hasil Pilkada.

Hal itu disampaikan Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, Rabu (19/4) di Jakarta. Menurut pria kelahiran Cirebon ini, pilkada sangat menyita perhatian publik, bahkan menguras energi. 

"Pilgub DKI terbilang sangat istimewa, bukan hanya menyita perhatian publik nasional bahkan publik internasional pun ikut menyimak setiap tahapan demi tahapan serta keramaian yang menyertainya," jelas Helmy.

Lebih jauh, lanjut Helmy, ajang Pilkada DKI Jakarta bisa dijadikan momentum untuk menggunakan serta merawat akal sehat dan rasionalitas dalam menentukan pilihan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Orang yang dewasa itu selalu bisa mempertanggung jawabkan pilihannya. Akal sehat harus digunakan dengan baik," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Saat dimintai tanggapan soal hasil hitung cepat, Helmy mengatakan yang berhasil menjadi pemenang tentu saja disebabkan oleh kerja keras, keuletan, keitikamahan, dan perjuangan yang sungguh-sungguh untuk merebut simpati rakyat. 

"Selamat kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Yang paling penting dan harus dilakukan adalah secepat mungkin merangkul dan bersikap dewasa agar rakyat tidak semakin terpolarisasi," tambah Helmy mengakhiri. (Fariz Aliniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 27 Februari 2017

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Sumedang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan pelatihan pesantren hijau, manajemen bank sampah, dan pengelolaan sampah kepada santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (16/5).

Rombongan LPBI PBNU yang datang ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyaj berjumlah lima orang, Ai Rosita yang menjabat sebagai kepala sekretariatan LPBI, Yusuf Dullah sebagai Wakil Ketua LPBI, Ersuwanda sebagai anggota tanggap darurat LPBI,  M Lukman sebagai anggota perubahan iklim LPBI, dan Binti Soleha sebagai anggota tanggap darurat LPBI.

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Lurah Santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Dede Rohmat Apandi mengatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan ini dilaksanakan yaitu sampah yang ada di pesantren saat ini sudah semakin banyak dan belum ada solusi yang tepat bagaimana cara pengelolaan sampah tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Seiring dengan berjalannya waktu, santri Al-Hikamussalafiyyah saat ini semakin banyak. Sekitar 700 santri setiap hari mengonsumsi makanan yang berpotensi menyisakan sampah. Sampah ini manjadi masalah utama di pesantren dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikannya," kata Dede.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Solusi saat ini yang dilakukan yaitu semua jenis sampah dikumpulkan di suatu tempat dan dibakar. Ketika sampah dibakar, asap yang dikeluarkannya malah memunculkan masalah baru.

“Saya yakin jika sampah-sampah tersebut dimanfaatkan dengan baik bisa dijadikan sebuah produk yang lebih bermanfaat. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi solusi yang tepat. Sampah uang asalnya selalu jadi masalah bisa membawa berkah,” tutup Dede.

Sementara perwakilan dari LPBI PBNU, Lukman mengatakan, tujuan kami datang ke pesantren-pesantren untuk melatih santri-santrinya mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat. Mereka dilatih membuat bros, kerajinan, membuat tempat duduk, membuat meja untuk mengaji, membuat pupuk kompos, dan lain-lain yang bahan dasarnya dari sampah yang berada di pesantren.

Lukman berharap Pesantren Al-Hikamussalafiyyah menjadi contoh pesantren-pesantren lain yang ada di Sumedang dalam hal mengelola sampah. Semoga manajemen bank sampahnya juga berjalan. Jika produk-produk hasil dari pengolahan sampahnya sudah layak jual, LPBI LBNU siap menampung hasilnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Quote, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 29 Januari 2017

Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Sebagai seorang pemimpin sebuah ibu kota negara, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dari awal kepemimpinannya sebagai suksesor Jokowi banyak mendapat sorotan publik. Selain cara dia mereformasi birokrasi di DKI Jakarta, pria yang didukung Gus Dur saat maju dalam Pilkada Provinsi Bangka Belitung ini juga berkali-kali mendapat kecaman karena gaya komunikasinya yang kerap menabrak batas-batas kesantunan.

Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumus Menghadapi Ahok ala Gus Mus

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus kembali melontarkan penilaiannya terhadap tokoh yang dikenal bersih tetapi keras ini. Gus Mus menuliskan penilainnya dalam akun Facebook pribadinya pada 13 September 2016 lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini mengatakan secara gamblang bahwa sebagai virus, makhluk yang diciptakan Allah bernama Ahok --Gubernur DKI-- itu memang luar biasa. Ia menyerang otak dan menghilangkan akal sehat banyak orang, termasuk mereka yang seharusnya sangat waras.?

“Parahnya lagi; penyakit yang diakibatkannya, menular dengan cepat. Mewabah. Hanya mereka yang dirahmati Allah saja yang selamat dari wabah ini,” tulis Pj Rais Aam PBNU 2014-2015 ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lalu adakah penangkalnya, kata Gus Mus, ada; yaitu sebagaimana penangkal virus-virus lain yang menyerang penalaran: bersikaplah sedang-sedang saja dalam segala hal.

“Jangan berlebih-lebihan. Termasuk sedang-sedang saja dalam menyenangi dan tidak berlebih-lebihan dalam membenci,” tandasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock