Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sambutan positif diberikan Menpora Imam Nahrawi terhadap rencana kegiatan Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia yang diprakarsai oleh Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Banser Ansor Nahdlatul Ulama. Kegiatan yang akan diikuti 20 ribu peserta lebih dan dilaksanakan 16 hingga 17 Desember 2017 di Kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo. 

 

Hal itu di sampaikan Menpora saat menggelar jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12) sore didampingi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala. 

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

 

"Kegiatan beberapa organisasi pemuda ini sangat positif di tengah upaya menyatukan semua elemen bangsa sesuai dengan tagline Kemenpora, Ayo Pemuda Berani Bersatu, karena berani mewujudkan tagline #Berani Bersatu dan komitmen kita semua untuk menjaga bumu," ujar Menpora. 

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya berharap even itu menjadi rule model percontohan sebuah kebersamaan yang damai diantara segenap ormas pemuda di tanah air.  "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda tanah air yang berani bersatu menatap keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis karena ini adalah kekayaan bangsa Indonesia," harapnya.

 

Selain apel dan kemah pada acara yang mengangkat tema besar Pemuda Hebat Jaga Bumi ini juga ada beberapa kegiatan lain seperti olahraga, pelepasan pemuda tanggap bencana, menanam pohon dan lain sebagainya. "Semoga inisiasi silaturakhim ini sebagai upaya mendorong adanya ikatan hati dan membangun pemahaman bersama diantara pemuda-pemuda Islam tanah air berjalan baik sebagai jawaban atas ujaran kebencian, saling hujat yang ada dan menggembirakan perbedaan untuk menyatukan," ujar Dahnil.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Sementara itu Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala menyampaikan hal senada, GP Ansor selalu mendukung Kemenpora dalam rangka menyatukan seluruh pemuda Indonesia. "Dengan adanya Apel Banser dan Kemah KOKAM ini sangat menginspirasi dan menyampaikan pesan sejuk pada kedamaian bangsa Indonesia khususnya dan seluruh umat Islam sedunia pada umumnya," tambah Hasan Sagala. 

 

Ia akan menyampaikan pesan damai itu ke level paling bawah. "Kami tidak ingin hanya level pusat saja yang harmoni tetapi menjadi kesatuan di provinsi, kabupaten hingga ke tingkat ke paling rendah, kami harap acara seperti ini dapat terus digelorakan dan menjadi agenda di tingkatan paling bawah," tuturnya. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Kementerian Pertanian melalui Kementerian Perdagangan dalam waktu dekat mengimpor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam. Kebijakan impor beras disebabkan terjadi kelangkaan beras, sehingga harganya terus merangkak naik. 

Pada forum diskusi bulanan yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) di Jakarta, Kamis (18/1), Guru Besar Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin menganggap kebijakan impor bagi ekonom bukan hal yang baru. Namun, ia berharap agar ada perbaikan ke depannya. 

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)
Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

"Perbaiki produksi, merevisi inpres, revisi Harga Eceran Tertinggi (HET), baru dipantau secara ketat," katanya. 

Selain itu, menurut Bustanul Arifin, impor beras yang dilakukan pemerintah sebaiknya jangan disalurkan pada saat musim panen. Sebaliknya, katanya, harus digunakan untuk stabilisasi harga. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia ini berharap agar pemerintah membenahi manajemen stok karena hal tersebut menjadi sangat penting bagi pemerintah dan bulog. 

Pada forum yang mengusung tema Impor Beras: Antara Klaim Swasemba Pangan, Gagal Panen, atau Permainan Mafia ini, Bustanul menganggap tidak adanya mafia yang bermain dibalik melonjaknya harga beras. 

"Biasanya kalau digertak dengan impor harga menurun, tapi sampai hari ini harga gak turun-turun. Berarti jangan-jangan barang gak ada barang beneran. Masa mafia mau memainkan selama itu, kan gak mungkin juga logikanya," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Daerah, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Februari 2018

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang mendukung penuh apa yang menjadi program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Hal itu ditegaskan Ketua GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata saat bersilaturahim dengan sejumlah jurnalis Subang di RM Sate Cijengkol, Sukamelang Rabu (7/12). Acara tersebut dihadiri beberapa media, baika lokal, nasional, cetak, elektronik dan online.

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Dukung Program Gapura (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura

Dalam kesempatan tersebut, Asep mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk terus menjalankan roda pemerintahan yang baik dan bersih serta fokus pada penyelesaiaan masalah sehingga program Gerakan Pembangunan untuk Rakyat (GAPURA) bisa terrealisasikan.

“Apalagi menyangkut persoalan disclaimer, nama baik Subang sangat dipertaruhkan. Untuk itu kami sangat mendukung penuh dan percaya kepada pemerintah daerah untuk mengatasi pesoalan itu,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap jurnalis di Kabupaten Subang dalam kiprahnya bekerjasama dengan GP Ansor Kabupaten Subang.

“Untuk itu, silaturahim seperti ini mutlak dilakukan pasca dilantiknya kepengurusan GP Ansor beberapa waktu yang lalu. Tanpa dukungan dari wartawan, kami bukan apa-apa,” ujar Asep.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu, dalam menjalankan roda organisasi, Asep lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. “Saat ini kita sudah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ansoruna yang berlokasi di Tambakdahan. Kedepan, kita akan buka wilayah Subang bagian selatan,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Daerah, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.. Dalam rangka meningkatkan wawasan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), PCNU Jember, Jawa Timur? menggelar “Dauroh Aswaja Internasional” dengan menghadirkan pemateri guru besar Global University Beirut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy. Acara yang dihelat di auditorium Universitas Islam Jember (UIJ) itu dihadiri oleh 200-an peserta yang terdiri dari para kiai dan pengurus NU.

Dalam sambutannya yang menggunakan bahasa Arab, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin menekankan pentingnya pengurus NU meningkatkan wawasan ke-Aswaja-an global. Sebab, ancaman yang dihadapi NU Indonesia sama dengan yang dihadapi Ahlussunah wal Jama’ah di negara Timur Tengah. Yaitu kelompok radikal, dalam hal ini Salafi.

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)
Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Menurut Gus Aab –sapaan arkabnya--? untuk menghadapi keusilan kaum Salafi tidak hanya dibutuhkan ilmu dan wawasan yang luas, tapi juga kecerdikan. Gus Aab lalu bercerita soal seseorang? warga? Madura yang bertahun-tahun merantau ke Arab Saudi. Suatu ketika, orang tersebut pulang kampung. Merasa sudah hebat, ia menantang seorang kiai dengan mengajukan 3 persoalan. “Kalau sampeyan bisa menjawab pertanyaan saya, saya akan berguru kepada sampeyan,” tukas Gus Aab menirukan ucapan orang tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satu dari 3 persoalan yang dia ajukan adalah bahwa setan dan jin tidak akan mempan dibakar api neraka. Mengapa? Karena setan dan neraka terdiri dari bahan yang sama, yaitu api. Jadi, dalam pandangan dia, api neraka tidak mungkin bisa membakar setan dan jin.

Untungya, lanjut Gus Aab, kiai tersebut cerdik dan alim. Begitu selesai mengajukan pertanyaan, si kiai langsung menampar orang tersebut hingga pingsan. Setelah siuman, si kiai bertanya bagaimana rasanya ditempeleng? Dia menjawab sakit. Bahkan dia mengaku sangat sakit. “Lho kok bisa, tangan saya dan pipi Anda, bahannya sama, yaitu kulit, tulang dan daging. Tapi kok anda merasa sakit,” ujar Gus Aab menirukan kata-kata kiai tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rupanya kiai itu cerdik dan pintar. Menurut Gus Aab, Untuk menghadapi kaum radikal dan kalangan yang kesukaannya menyerang amaliah warga NU, diperlukan kecerdikan, walaupun harus menghindari perbuatan kasar. “Dan saya yakin Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy, juga sosok yang alim dan cerdik,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya,? Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy mengingatkan warga NU agar selalu mewaspadai gerakan kelompok radikal seperti Salafi. Sebab, di negara mana pun mereka berada, nyaris selalu membikin ulah. “Beruntunglah Indonesia selalu damai, maka marilah kita rawat kedamaian itu,” tukasnya dalam bahasa Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy berkenan memberikan 4 kitab Aswaja kepada masing-masing peserta, yang langsung dibawanya dari Beirut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang mengabdi di Desa Geneng Batealit bekerja sama dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kabupaten Jepara mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk.

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Geneng, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (9/2) itu diikuti 30 peserta yang merupakan pelaku usaha kecil se-Desa Geneng, di antaranya usaha batik tulis Jepara, sirup Jahe, kerajinan aksesori, meubel, catering, dan lainnya.

Lukman Ihsanuddin, koordinator desa kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan pengembangan dan pemasaran produk merupakan progam KKN Unisnu Desa Geneng. Tujuannya untuk mengenalkan potensi daerah, seperti batik tulis Jepara, boga, dan kerajinan aksesori kepada masyarakat Jepara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kegiatan ini kami sesuaikan dengan tema KKN Unisnu 2016, yaitu ‘Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan’. Dan kami mengajak kerja sama dengan BPC Hipmi Jepara, karena organisasi tersebut memiliki jaringan bisnis yang luas," tambah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umun BPC Hipmi Kabupaten Jepara Syamsul Anwar mengatakan, pihaknya memang merasa bertugas untuk menularkan semangat dan pengalaman dalam berwirausaha untuk mengembangkan dunia usaha di Kabupaten Jepara.

"Kami tidak hanya memikirkan pekerjaan dalam bisnis usaha yang kami jalani, tapi juga memikirkan bagaimana agar dunia usaha yang sudah ada bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, dan kami mendampingi pada pelaku usaha agar bisa mengakses pasar sehingga produk-produk lokal bisa ekspor," kata Syamsul.

Ia juga menambahkan, batik tulis Jepara perlu diperjuangkan seperti halnya kain tenun Troso yang awal-awal juga membutuhkaan perjuangan bersama, dan hasilnya sekarang tenun Troso menjadi andalan bagi Jepara, dan tidak menutup kemungkinan batik tulis Jepara juga akan seperti tenun Troso.

Dwi Bambang Hermawan, petinggi Desa Geneng menyampaikan terima kasih kepada Tim KKN Unisnu dan Hipmi Jepara yang telah mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk bagi warga Desa Geneng.

"Ini juga ikut membantu progam Pemerintah desa Geneng dalam meminimalisir pengangguran, sehingga menciptakan penghasilan bagi warga kami. Dan pengembangan dalam dunia usaha perlunya menekankan pada produk dengan selalu kreatif dan inovatif," tambah pria berumur 33 tahun ini.

Pelatihan yang dimoderatori Miswan Anshori, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum, memberikan pengantar pentingnya strategi dalam mengembangkan dan memasarkan usaha dalam dunia bisnis, salah satunya yaitu dengan fokus pada usaha.

"Menjadi pengusaha jangan cepat menyerah, dan jadikan kegagalan sebagai cambuk untuk bangkit menjadi lebih baik," kata Muhammad Habli Mubarok, narasumber dalam pelatihan tersebut.

Ia memberikan strategi pada peserta pelatihan dalam pengembangan usaha, yaitu harus fokus dalam masa depan usaha, fokus kesempatan dengan 80 persen peluang, dan 20 persen problem. Sukses apa yang ada dan buatlah itu semua menjadi sebuah kejadian nyata.

Peserta tampak sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, terlihat dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Ibu April, salah satu pembatik Desa Geneng, menanyakan bagaimana membangun mental dalam berwirausaha.

Lain halnya yang ditanyakan Faridatun, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Geneng yang memproduksi sirup jahe. Ia menanyakan tentang kiat bersaing dalam memasarkan produk. Adapun yang ditanyakan oleh Siti Rofiatun pengrajin aksesoris, sudah beberapa kali memasarkan produknya, tapi terkadang masih belum bisa memasarkan secara luas.

"Membangun mental wirausaha harus berani, karena dunia usaha kadang juga ada untung dan ruginya. Memasarkan produk agar bisa bersaing perlunya dibuat yang menarik kemasannya, bagaimana izin administrasinya dan tentunya label. Lakukan promosi terus menerus, sehingga produk tersebut menjadi dikenal banyak orang," jawab Mubarok.

"Hipmi merupakan mitra dari Pemerintah Kabupaten Jepara untuk membangun dan mencarikan solusi atas apa yang menjadi masalah bagi pelaku usaha," tambah Syamsul saat memberikan kesimpulan dalam pelatihan tersebut. (Muhammad Miqdad Syaroni/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Daerah, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Jalan-jalan ke Dalam Diri

Oleh Aswab Mahasin

Manusia dalam dirinya mempunyai empat hal: harapan, keinginan, kegelisahan, dan penderitaan. Siapapun mereka, sekaya apapun mereka, dan semiskin apapun mereka—empat hal tersebut pasti ada dalam diri manusia. Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu berusaha dan berpikir kreatif agar tidak terpenjara oleh empat hal itu. Untuk apa? Sebagai cara manusia bereksistensi.

Jalan-jalan ke Dalam Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan-jalan ke Dalam Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan-jalan ke Dalam Diri

Dalam kehidupan ini, manusia sering dirundung masalah, dari mulai yang biasa-biasa saja, sampai dengan yang terberat. Kadangkala dalam posisi tertentu tidak sedikit yang merasa kesulitan dan lelah menghadapi masalah. Padahal, jika kita mau berpikir, masalah terbesar kehidupan manusia bukanlah masalah, tapi tanpa masalah. Kenapa? manusia akan mengalami kekosongan, manusia tidak akan “menjadi”, ia berada pada ruang hampa, tanpa bisa dinilai dan tanpa penilaian. Artinya, ia kehilangan eksistensinya. 

Manusia dilemparkan ke dunia di awali dengan masalah, Nabi Adam dan Ibu Hawa menghuni dunia ini dimulai dengan kisah “masalah”, putra Nabi Adam saling membunuh adalah “masalah”. Itu sebagai cara Allah SWT agar manusia “menjadi”, tanpa kekosongan. Karena dalam proses menjadi itu manusia berbuat, bertindak, berpikir, dan berkenalan. Perjalanan itu berlaku hingga sekarang, semua manusia berusaha untuk “menjadi” dan bereksistensi. 

Perjalanan dalam proses “menjadi”—manusia dipaksa untuk berhadapan dengan manusia lainnya, yang sama-sama punya keinginan, punya harapan, punya kegelisahan, dan punya penderitaan. Sehingga antara manusia satu dengan manusia lainnya mengalami benturan kepentingan. Di sini terkadang manusia lupa diri dan lupa akan dirinya. 

Ini yang paling berbahaya, manusia harus berdamai dengan dirinya sendiri. Tanpa berdamai, susah bagi kita untuk menyelesaikan masalah. Konsekuensinya, kalau tidak lari dari masalah, tergerus oleh masalah, dengan kata lain terhempas dari persaingan hidup. Persaingan jangan dimaknai sebagai saling menjatuhkan, melainkan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berlomba dalam kebaikan, berarti tidak melakukan kecurangan. Bermain sepak bola tidak boleh ujug-ujug kita ambil bolanya pakai tangan, kita bawa lari sampai gawang, lalu kita masukan ke gawang lawan. Ini pasti kena kartu merah. Artinya, sama saja kita menambah masalah hidup kita yang sudah penuh masalah.

Dengan demikian, kita dituntut mengenal diri dan menjabat tangan sendiri. Dengan mengenal diri akan mengenal aturan, berarti apa? Kesadaran yang akan terlahir.“Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu” –seseorang yang mengetahui jati dirinya, maka ia akan mengetahui Tuhannya. Telah jelas bukan? Masalahnya pada diri kita sendiri, yang paling susah dari manusia itu merendahkan diri sendiri untuk menghantam kesombongan, dan mengeluarkan kewarasan untuk mengejek kearifan. Seringnya, kearifan kita berbarengan dengan kesombongan kita.

Mengenali diri praktiknya tidaklah mudah. Tidak setiap orang dengan sendirinya kenal terhadap kesejatian diri. Setiap orang bisa saja mengenali wajahnya melalui cermin atau foto, namun bukan itu maksudnya, ini perjalanan ke dalam diri. Kenapa orang buta yang tak pernah melihat wajahnya tapi mengenali dirinya, karena ‘menjabat tangan sendiri’ tidak hanya sekedar fisik, tetapi kedalaman jati diri. 

Diri adalah keakuan, atau ego, dan dalam bahasa Arab disebut nafs, pada hakikatnya bersifat transenden, dapat melewati batas-batas fisiknya yang bersifat materi yang terbingkai dalam ruang dan waktu tertentu. Karena itu, keakuan manusia bisa kembali ke masa lalu, seperti masa kanak-kanak atau masa remaja, meskipun saat ini sudah memasuki usia-usia lanjut. Demikian halnya juga dengan keakuan seseorang bisa berada di tempat lain meskipun sebenarnya ia berada di sini. Semua itu dimungkinkan terjadi, karena sifat transendennya ego itu sendiri. (Prof. Dr. Musya Asy’ari, Dialektika Agama untuk Pembebasan Spiritual, [Yogayakarta: LESFI, 2002]. Hlm. 4)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Memasuki diri, keakuan atau ego yang transenden diperlukan kemampuan untuk mengenali jati diri secara benar, yaitu dengan memahami, memasuki dan menyatu dalam substansi jati diri yang aktual, yang terbangun dari berbagai komponen yang membentuk suatu kepribadian dalam aktualitas tindakan atau karyanya, baik komponen yang fisik maupun komponen yang metafisik. (Prof. Dr. Musya Asy’ari: 2002)

Allah SWT Berfirman, “Dan Allah telah menyempurnakan bagimu nikmat zahir dan nikmat batin.” (QS. Lukman: 20). Dalam surat Adh-Dhariyat ayat 21, Allah berfirman, “Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya”. Selain itu, dalam Hadits Qudsi, “Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai,dan dalam mahligai itu ada dada, dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya, dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad), dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf), dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr), dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku kata Allah.”

Dengan demikian, mengenali diri selalu bersifat ke dalam dirisebagai manhaj/metode memahami Tuhannya, agar kita tidak lupa bahwa kita adalah manusia, tidak sepantasnya berlaku seperti Tuhan. Manusia diciptakan tidak lain untuk beribadah kepada Allah. Dengan demikian, proses perjalanan ke dalam diri harus dengan penghayatan yang mendalam, jujur akan setiap tindakan dan tidak boleh merasa benar.

Dalam perspektif tasawuf, yang dimaksud dengan diri manusia (al-nafs al-insaniyah) bukanlah diri dalam pengertian fisiologi yang bersifat kebendaan (maddi), atau diri sebagaimana dipahami dalam psikologi yang lebih bersifat kehewanan. Tetapi diri yang dimaksudkan oleh ahli tasawuf ialah diri asali manusia yang secara fitrahnya (human nature) mempunyai kecenderungan menyembah Allah Taala. Konsep fitrah dalam Islam menuntut bahwa manusia dari segi sifat dasarnya adalah beragama tauhid.

Menurut al-Qur’an, sejak awal penciptaan Adam sudah terdapat perjanjian (mithaq) dan kesaksian (syahadah) daripada jiwa manusia, hanya Allah yang merupakan Tuhan sebenarnya, tiada yang lain. (lihat QS. Al-A’raf: 172). (Abdul Rahman Haji Abdullah, Wacana Falsafah Ilmu: Analisis Konsep-konsep Asas dan Falsafah Pendidikan Negara [Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd, 2005]. Hlm. 89-90)

Sebab itu, orang yang sudah mampu mengenal dirinya, selalu digambarkan sebagai sosok yang arif, bijaksana, suka menolong, dan penuh pesona kebaikan. Berbeda sebaliknya, orang yang masih jauh akan pengenalan diri, hidupnya belum berdamai dengan siapapun, ia arogan, sembrono, dan semaunya sendiri.

Zaman now, kita banyak menemukan orang yang semaunya sendiri. Kemaren, ada seorang suami menembak istrinya, kejadian ini aneh bin ajaib. Saya tidak tahu masalahnya apa, namun tidak ada prinsip kemanusiaan satu pun yang mengizinkan seseorang membunuh, apalagi istrinya sendiri. Sebelum-sebelumnya, ada kejadian anak membunuh orang tuanya, orang tua membunuh anaknya, dan ada orang tua memperkosa anaknya. Orang-orang ini maunya apa?

Kalau boleh usul, Indonesia dengan berbagai macam kegaduhannya, harus ada pembersihan jiwa nasional (Tazkiyyat al-nafs) atau penyucian hati nasional (tasfiyah al-qalb). Jangan hanya patah hati saja yang nasional, tapi pembersihan diri juga harus digerakan secara nasional. Yang disayangkan, setiap aktifitas keagamaan ada muatan politiknya, bukannya jadi bersih malah semakin kotor (baca: gaduh). Lantas bagaimana?

Pembersihan jiwa dan hati nasional, bukan berarti berkumpul sampai mengumpulkan puluhan juta atau ratusan juta orang, tidak. Melainkan, tumbuh kesadaran dari setiap individu, kelompok, organisasi, dan pemerintahnya juga, untuk satu sama lain saling mengingatkan, menjaga sikap, menjaga lisan, menjaga tulisan, menjaga ujaran, dan meminimalisir semua tindakan yang dapat menyulut perpecahan. Minimal, satu sama lain dari kita mau bercermin dan berintrospeksi diri. 

  

Menjalin kesatuan umat seperti itu memang tidak mudah, kalau begitu alternatifnya adalah melalui jalur pendidikan: sekolah, pesantren, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Atau melalui mushola-mushola, dimana peran kiai kampung, memberikan pemahaman terhadap anak didiknya yang mengaji. “La yu’minu ahadukum hatta yuhibbu liakhihi kama yuhibbu linafsihi”—tidak beriman seseorang hinga ia dapat mencintai saudaranya seperti ia mencitai dirinya sendiri. “Al fitnatu asyaddu minal qatli”—fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. “Inna ba’dla zanni ismun”—sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. 

Penulis adalah Pembaca Setia Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Pemerintah Daerah Banten, sebagai daerah provinsi yang masih muda, untuk menjaga aset Banten dari investor asing. Banten merupakan satu dari daerah industri potensial di Indonesia.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum PBNU dalam sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten di jalan raya Jakarta, Kemang, Kota Serang, Rabu (30/1) Sore.

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Di hadapan sedikitnya 4000 warga NU Banten, Kang Said menyatakan, penjagaan aset bukan berarti menutup diri dari para pemodal asing. Dia menegaskan, penerimaan para investor harus ditimbang dengan matang. Jajaran PWNU dan banom NU Banten terlihat duduk di barisan depan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jangan sampai para investor asing itu mengeruk kekayaan Banten habis-habisan karena ketidakcermatan,” tegas Kang Said di hadapan hadirin, termasuk Hj. Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten.

Nahdlatul Ulama mengajarkan keterbukaan dengan siapa saja. Tetapi, keterbukaan tidak bersifat mutlak. Keterbukaan termasuk bagi pemodal asing, harus dibatasi oleh kemaslahatan khususnya bagi masyarakat Banten, tambah Kang Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Kang Said, Daerah Banten memiliki kekayaan alam dan sumber perekonomian yang luar biasa. Sejumlah aset disebutkan seperti Lapangan Udara Internasional Sukarno-Hatta, Pelabuhan Merak, industri baja di Cilegon, dan ratusan pabrik pada sejumlah titik kawasan industri Banten.

Kalau kontrak perjanjian dengan investor asing lebih menguntungkan mereka, maka kesalahan tersebut akan mencelakai warga Banten. Padahal, mayoritas warganya adalah nahdliyin. Dan, Nahdliyin Banten akan bernasib seperti warga Papua di wilayah Freeport atau warga Kalimantan di sekitar korporasi Newmont, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock