Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat untuk berhati-hati pada ajaran agama yang didakwahkan secara gelap-gelapan dan eksklusif karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Dulu, Islam didakwahkan secara terang-terangan.?

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

“Kita harus mencurigai dan memantau ajaran seperti itu, apalagi ajarannya sampai meresahkan masyarakat karena ada pengikutnya yang lari dan minggat,” katanya, Rabu di Gedung PBNU (27/1).

Kiai Said juga meminta agar aparat keamanan menindak setiap kelompok atau organisasi massa yang berpotensi mengurangi, merusak, dan mengganggu integritas masyarakat.?

“Tapi kalau ormas yang keberadaannya membangun masyarakat, ya, NU, Muhammadiyah. Kalau ada ormas yang aktitasnya menganggu dan merusak, harus ditindak,” imbuhnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menegaskan, setiap kelompok yang mengatasnamakan agama Islam, harus sesuai dengan prinsip Islam, yaitu rukun iman dan rukun Islam.?

“Kita bisa beda dengan Muhammadiyah dan Persis, tetapi dalam prinsip shalat lima waktu, kita tidak beda. Shalat lima waktu wajib, puasa wajib, dan lainnya.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau orang Islam tidak shalat, itu dosa, tetapi kalau mengingkari bahwa shalat itu wajib, itu sesat namanya. Orang tidak puasa itu berdosa, tetapi mengingkari bahwa puasa itu tidak wajib, maka sesat,” paparnya.?

Bagaimana jika ada ajaran yang mengembangkan keyakinan seperti itu. Kiai Said menjelaskan, bagi para pengikutnya, mereka adalah korban yang harus di bimbing dan diberi pencerahan supaya normal kembali. Tapi bagi pentolannya, harus ada sanksi hukum. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, PonPes, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Santri, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Habib Umar Muthohar menyampaikan taushiyah pada acara peringatan Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ? di komplek Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) lalu.

Sebagaimana haul Gus Dur yang diadakan tahun-tahun sebelumnya. Pada haul Gus Dur kali ini pun jajaran pejabat, ulama, seniman dan segenap masyarakat pecintai Gus Dur ? memadati tempat haul untuk memperingati, dan meneladani bapak bangsa.

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Jamaah atas Taushiyah Habib Umar di Haul Gus Dur

Setelah acara usai, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal berkesempatan mewawancarai Syukur (30), dan Mamang M. Haerudin (26) untuk memberikan respon terhadap taushiyah Habib Umar.

Menurut Syukur, taushiyah Habib Umar penuh dengan humor yang menyegarkan. Kita diajarkan untuk tidak gampang marah, tidak arogan, menjauhi caci-maki. ?

“Oleh karenanya, kita harus bersikap moderat dalam memahami atau menyikapi kehidupan beragama ini,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara kata Mamang M. Haerudin, Habib Umar ceramahnya sangat menghibur, dan ini menjadi teladan buat kita semua, terutama bagaimana dalam beragama tidak harus kaku, cepat tersinggung, dan cepat marah.?

“Kita bisa meneladani keberislaman Habib Umar sebagaimana Habib Umar meneladani Gus Dur,” imbuhnya.

Dalam penyampainnya, Habib Umar banyak melontarkan joke-joke yang membuat hadirin tidak ngantuk, banyak yang tertawa lepas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita dalam berkehidupan itu harus santai seperti ber-humor, tapi humor yang tidak kehilangan arah, humor yang penuh makna,” pungkasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kajian Tafsir Al-Qur’an pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung PCNU Pringsewu, Lampung, sudah memasuki pembahasan Surat al-Lahab. Kajian mingguan yang dilaksanakan untuk umum mulai dari pukul 06.00 sampai pukul 07.00 ini selalu diasuh oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu H. Sujadi.

Dengan referensi Tafsir Jalalain dan beberapa referensi kitab lainnya, ustadz penghafal Al-Qur’an ini memberikan penjelasan tentang asbabun nuzul atau sebab diturunkannya surat yang didalamnya menceritakan orang yang suka memprovokasi dan menghalangi perjuangan Nabi Muhammad dalam mensyiarkan Islam di Kota Makkah.

Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Pagi NU Pringsewu Bahas Abu Lahab Sang Provokator

Menurutnya, dalam Surat al-Lahab ini dikisahkan bagaimana paman Nabi sendiri yang bernama Abu Lahab menentang ajaran Islam yang dibawa keponakannya. Abu Lahab atau bernama asli Abdul Uzza bin Abdul Mutholib tak sendirian, istrinya pun yang bernama Ummu Jamilah juga memprovokasi kaum Quraisy untuk menentang syiar Islam tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Abah Sujadi, begitu ia piasa disapa, mengatakan bahwa dalam setiap perjuangan akan selalu ada saja orang yang menghalangi, memprovokasi, dan mengajak orang lain untuk menyerang perjuangan yang sedang dilakukan. "Maka itu ada istilah musuh dalam selimut seperti perjuangan Nabi yang ditentang oleh pamannya sendiri, yaitu Abu Lahab," katanya.

Namun, Abah Sujadi yang merupakan alumni Pesantren Quran Kalibeber Jawa Tengah ini menyampaikan bahwa optimisme harus terus ditanamkan dalam hati untuk terus melakukan perjuangan. "Allah melindungi orang-orang yang benar-benar berjuang di jalan-Nya," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, setiap perjuangan menegakkan agama Islam pasti melalui medan yang penuh tantangan. Adalah sunnatullah sesuatu diciptakan oleh Allah berlawan-lawanan. Ada pahala ada siksa, ada yang setuju ada yang menyerang dan merongrong, dan seterusnya.

"Namun siapa saja yang menentang risalah Allah, mereka tidak akan berhasil dan akan rusak segala sesuatu yang diusahakannya di dunia," katanya.

Jamaah tampak antusias mengikuti kajian tafsir ini. Salah satunya adalah Mustangin yang berasal dari Kecamatan Banyumas. Menurutnya Kajian Tafsir yang diasuh oleh H. Sujadi sangat penting sekali untuk lebih memahami ayat Al-Qur’an sehingga tidak seenaknya sendiri menafsirkannya.

"Zaman sekarang banyak sekali orang yang menafsirkan sendiri melalui Al-Qur’an terjemahan dengan modal keilmuan yang minim. Padahal menafsirkan Al-Qur’an membutuhkan kemampuan berbagai disiplin keilmuan," katanya.

Menurutnya H. Sujadi merupakan sosok yang memiliki kemampuan tersebut. Selain hafidz Al-Qur’an dan alumni pesantren Al-Qur’an, silsilah keilmuannya juga jelas. "Pringsewu bangga memiliki ulama seperti beliau yang Istiqomah dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat dan umat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Plh Masdar F. Mas’udi nyatakan bahwa dimasa yang akan datang pendidikan Islam perlu disederhanakan karena sebenarnya banyak hal-hal yang sederhana seperti sholat dan wudlu yang bisa dipelajari dalam waktu waktu satu atau dua jam oleh para ahli dilakukan proses satistifikasi dan pencanggihan.

“Seharusnya pendidikan dalam hal ini cukup 10 persen saja sedangkan energi yang 90 persen dikembangkan untuk memajukan peradaban Islam. Saat ini Islam mengalami keruntuhan peradaban yang menyedihkan,” ungkapnya

Hal tersebut dikemukakan ketika berbicara dalam acara bedah buku: Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia, Anatomi Keberadaan Madrasah dan PTAI karya H. Arief Furchon MA, Ph.D Kamis 22 Juli 2004 yang diadakan oleh STAINU di Gedung PBNU.

Pada zaman dahulu, para sahabat belajar tentang sholat cukup dari melihat saja. Ini sebenarnya hal yang sangat teknis dan kalau memang perlu di bahas secara mendetail, mungkin hanya kalangan pasca doktoral saja yang perlu memikirkannya sedangkan masyarakat cukup mengetahui hal-hal yang umum saja.

Direktur P3M tersebut juga mengemukakan bahwa saat ini kita belum memiliki tradisi akademis untuk mengkritisi, membahas, dan sekaligus menemukan ilmu pengetahuan.  “Yang ada adalah konservasi atau mempertahankan nilai-nilai lama dari pengetahuan yang ada,” tambahnya.

Bukan hanya di pesantren, tradisi akademik tersebut juga belum bisa berkembang baik di perguruan tinggi karena belum ada budaya yang mendukungnya.

Berkaitan dengan Madrasah sebagai model pendidikan Islam, Masdar menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan formalisasi pendidikan Islam yang berakar dari pesantren. Namun demikian madrasah juga mengalami perkembangan sesuai dengan konteks kekinian.(mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Senin, 15 Januari 2018

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah masyarakat Kabupaten Way Kanan, Lampung menilai Gerakan Pemuda Ansor setempat bergerak cepat dan nyata dalam berkarya membantu warga di daerah itu.

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat  Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagi Kambing, Ini Kata Masyarakat Way Kanan Mengenai Ansor

"Masyarakat butuh gerakan nyata seperti ini. Tidak perlu kelamaan didata tapi tidak dapat apa-apa," ujar Ketua RT 2 RK 2 Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Teguh, ? di Way Kanan, Ahad (11/6).

Apresiasi Teguh disampaikan setelah menyaksikan warganya mendapat bantuan kambing betina kerjasama Pemuda Ansor dengan Pandu Farm.

Senada Teguh, Sri Yani, ibunda dari Qory Tika Ningtias Vizani yang juga mendapat bantuan kambing betina menilai Pemuda Ansor Way Kanan selalu memberikan inisiatif, kepedulian dan gerakan dalam keikutsertaan membangun masyarakat.

"Semoga Ansor bisa terus memberikan manfaat bagi yang membutuhkan," ujar warga RT 02 / RW 04, Dusun Madiun, Kampung Setia Negara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembagian kambing betina bagi sepuluh anak yatim di Kecamatan Baradatu dilakukan Pemuda Ansor Way Kanan dalam tempo kurang dari satu minggu setelah pengumuman.

Upaya tersebut diharapkan bisa mendorong anak yatim untuk mandiri sehingga kambing disalurkan tersebut harus dipelihara dan tidak boleh dijual setelah diserahkan.

"Ketua PC GP Ansor Way Kanan sahabat Gatot Arifianto berharap upaya ini bisa mendorong anak yatim untuk mempunyai mental wirausaha sejak dini karena hal tersebut merupakan bagian pendidikan karakter," ujar kader Ansor Way Kanan Very Triyono setelah berkeliling menyalurkan kambing bagi anak yatim.

Setelah dirawat dan bisa beranak, hasilnya murni untuk mereka (anak yatim). Ansor Way Kanan tidak meminta laba dalam bentuk nominal. Namun meminta anak yatim bisa berdaya, sebab hidup tidak layak dijalani dengan menunggu santunan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

"Kedewasaan, kreativitas, kemandirian tidak mungkin tercapai dengan jalan pemanjaan. Dengan segala kekurangan yang ada, Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki program Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat), ingin terus bergerak, berkarya, membuktikan diri sebagai organisasi milik masyarakat," ujar Very. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Santri, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Ponorogo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I dan Piala Bupati Ponorogo U-18 berlangsung meriah. Sebanyak 32 tim telah berlaga dalam babak penyisihan yang berlangsung selama dua hari, 25 dan 26 Agustus kemarin.

Dari hasil pertandingan yang digelar di empat lapangan sekaligus, Stadion Batoro Katong, Lapangan Seblabur, Lapangan Sumoroto, dan Lapangan Sukosari Babadan, sebanyak 16 tim kesebelasan berhasil lolos ke babak 16 besar.

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Sekretaris Pertandingan LSN Jawa Timur 1 Joko mengatakan, 16 tim akan berlaga dan memperebutkan tiket untuk melenggang ke babak selanjutnya, 8 besar. “Tim dari pesantren Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek lolos ke babak ini. Sedang tim dari Pacitan harus pulang terlebih dahulu,” ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan babak 16 besar kembali digelar pada Sabtu (27/8). Kesebelasan Pesantren Darul Huda Mayak melawan Pesantren Darul Ahkam Madiun. Sementara Pesantren Darul Ulum Magetan akan bertanding dengan Pesantren Arridwan Trenggalek. Kesebelasan Pesantren Hudatul Muna Ponorogo akan berhadapan dengan Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Madiun. Sedangkan tim Pesantren Al-Basmalah Madiun akan melawan kesebelasan Pesantren Al-Mujadadiyah Madiun. Mereka akan bertanding di lapangan Seblabur.

Di Stadion Batoro Katong Ponorogo, kesebelasan Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo berhadapan dengan tim Pesantren Al-Basyariyah Madiun. Pesantren Cokro Kertopati bertanding dengan Pesantren Ainul Ulum Ponorogo. Kesebelasan Pesantren Al-Hidayah Ngawi akan melawan tim Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ponorogo. Sementara kesebelasan Pesantren KH Syamsuddin akan berhadapan dengan tim Pesantren Wisma Whisnu Madiun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu selama dua hari, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal memantau di beberapa lokasi. Kemeriahan begitu terasa di lapangan pertandingan. Setiap tim yang bertanding didukung pendukungnya masing-masing. Mereka yang merupakan para santri itu meneriakan yel-yel khusus dan lantunan shalawat serta bait-bait Nadham Alfiyah dan Nadham Imrithi. Alhasil selama pertandingan berlangsung suasana di lapangan menjadi lebih meriah dan kondusif.

Selain itu pula, Anggota Banser dari GP Ansor Kabupaten Ponorogo disiagakan di setiap lokasi pertandingan. Mereka bertugas menjaga keamanan jalannya pertandingan Liga Santri Nusantara. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Santri, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock