Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemuda, sesungguhnya bukan sekadar bagian dari lapisan sosial dalam masyarakat, sebab mereka memainkan peranan penting dalam perubahan sosial. Jauh daripada itu, pemuda merupakan konsepsi yang menerobos definisi pelapisan sosial tersebut, terutama terkait konsepsi nilai-nilai.

Demikianlah salah satu poin penting yang mengemuka pada diskusi Mengokohkan Kemanusiaan Indonesia  yang Adil dan Beradab, di Kedai Aer Mantjoer, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10).

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Pemuda harus dapat memberikan pemaknaan yang nyata dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban dalam hidup berbangsa dan bernegara yang bermuara pada peningkatan kualitas kemanusiaan Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa (Pancasilais).

Pemuda juga harus mampu meneguhkan nilai-nilai spiritualitas Nusantara sebagai nilai-nilai luhur bangsa serta rasa cinta tanah air dan kemanusiaan untuk saling berbagi serta sikap saling welas-asih; meningkatkan semangat nasionalisme atas asas kekeluargaan, kebudayaan, dan kebangsaan; serta menumbuhkembangkan kembali sikap menghargai kemajemukan serta menghindari setiap upaya pengingkaran terhadap pluralitas bangsa Indonesia yang setiap saat dapat saja muncul ke permukaan. 

Pada acara yang digelar dalam rangka Refleksi 89 Tahun Soempah Pemoeda , juga ditegaskan pemuda hendaknya dapat menghilangkan rasa prejudise atas barrier of psicology (batas psikologis/prasangka) terhadap sesama anak bangsa yang multi etnis, ras, suku, budaya, bahasa dan agama, terhadap sesama anak bangsa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemuda atau generasi muda adalah konsep-konsep yang sering mewujud pada nilai-nilai herois-nasionalisme. Hal ini disebabkan keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah, tetapi lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural.

“Pemuda harapan bangsa,” “Pemuda pemilik masa depan bangsa,” dan sebagainya, betapa mensyaratkan nilai yang melekat pada kata “pemuda”. Pernyataan ini, dalam konteks Indonesia sebagai bangsa, menemukan jejaknya. Sebab, berbicara sosok pemuda memang identik dengan nilai-nilai dan peran kesejarahan yang selalu melekat padanya. Sosok pemuda selalu terkait dengan peran sosial-politik dan kebangsaan. Ini dapat dipahami mengingat hakikat perubahan sosial-politik yang selalu tercitrakan pada sosok pemuda. Citra pemuda Indonesia tidak lepas dari catatan sejarah yang telah diukirnya sendiri. 

Betapa peristiwa-peristiwa besar di negeri ini dilalui dan digerakkan oleh pemuda. Sejarah mencatat bahwa Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, merupakan rekayasa sosial-politik para pemuda Indonesia dalam menggerakkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia melawan penjajah kolonial. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tonggak penting itu direkatkan lagi oleh Ikrar/Sumpah Pemuda, yang menegaskan kesatuan niat, kebualatan tekad dan semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa nasional Indonesia, pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Lalu, semangat nasionalisme tersebut mengkristal dan menemukan momentumnya saat diproklamirkannya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarano dan Hatta.   

Tidak mengherankan jika kemerdekaan Indonesia tak lepas dari gerakan “revolusi kaum muda.” Prestasi dan citra kaum muda Indonesia begitu menyejarah sepanjang berdirinya Republik Indonesia. Pergantian rezim ke rezim di Indonesia juga melibatkan pemuda. Sedemikian melekatnya nilai-nilai kepeloporan dan semangat kebangsaannya, tentu saja ini menjadi beban  sekaligus tanggungjawab moral sosial pemuda Indonesia ke depan.

Diskusi tersebut juga  merupakan agenda pre-launching buku  Indonesia Rumah Kita karya Abdul Ghopur & Rizky Afriono. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

GP Ansor Surabaya Baca Hizib Nashar dan Istighotsah Untuk Palestina

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Tidak cukup mengecam aksi biadab zionis Israel, Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya melalui Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor menggelar doa bersama. Mereka mengadakan istighotsah dan membaca Hizb Nashar di dalamnya.

Hal ini merupakan bentuk keprihatinan guna menanggapi konflik yang semakin memanas terkait pemblokadean pintu masuk masjid Al-Aqsha Palestina dan pelarangan aktivitas ibadah umat Islam oleh tentara Israel.

GP Ansor Surabaya Baca Hizib Nashar dan Istighotsah Untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Surabaya Baca Hizib Nashar dan Istighotsah Untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Surabaya Baca Hizib Nashar dan Istighotsah Untuk Palestina

Doa bersama ini diikuti seluruh pengurus harian GP Ansor, Majelis Rijalul Ansor Pengurus Anak Cabang (PAC), dan Pengurus Ranting (PR) se-Kota Surabaya di Gedung Hoofdbestuur PCNU Kota Surabaya, Kamis (27/7).

"Doa bersama dengan membaca istighotsah dan Hizb Nashar ini sebagai gerak batin kita untuk memohon pertolongan kepada Allah agar Masjid Al-Aqsa yang merupakan sebagai tempat suci ketiga umat Islam segera dibebaskan dari belenggu Israel," kata Ketua Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor Kota Surabaya M Mundir.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga berharap, semoga ada upaya nyata dari PBB setelah mengeluarkan ultimatumnya kepada Israel atas desakan negara-negara anggota termasuk Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Harapan saya kepada PBB, umat Islam di Palestina tidak dibatasi dalam haknya beribadah melaksanakan shalat Jumat," kata Mundir.

Selain kegiatan ini, upaya lain dari Rijalul Ansor Kota Surabaya untuk menindaklanjuti imbauan dari PBNU adalah pengamalan dan penyebaran sahabat-sahabat Ansor se-Kota Surabaya atas pembacaan qunut nazilah pada shalat-shalat fardhu dan shalat Jumat di beberapa Masjid Kota Surabaya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Penolakan terhadap kebijakan Menteri Pendidikan tentang five day school (FDS) kian meIuas hingga pelosok desa. Demikian itu tampak dari berbagai upaya yang dilakukan GP Ansor Kecamatan Dawe yang kompak akan melakukan doa bersama masyarakat.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dawe, Mohammad Sahlan, menyampaikan dirinya telah menginstruksikan kepada para pengurus ranting agar menggelar pembacaan hizib dan Shalawat Nariyah di daerahnya masing-masing. Hal itu dilakukan sebagaimana anjuran yang disampaikan oleh Pengurus RMI NU Pusat.?

Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembacaan Hizib, Doa Penolak FDS Secara Santun

“Iya akan dibaca serentak di waktu yang sama, tapi di tempat yang berbeda-beda karena kami telah intruksikan untuk membacanya baik di rumah, masjid, mushalla atau di manapun berada,” katanya, Rabu (12/7).

Menurut Sahlan, langkah itu sangat penting mengingat dampak yang ditimbulkan bisa saja membahayakan generasi Islam di masa mendatang. Alasannya, jika FDS dijalankan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang merupakan pusatnya pendidikan dasar Islam yang akan tergerus.

“Ini sangat membahayakan kader generasi penerus Islam yang nantinya dikhawatirkan akan mudah terjerumus ke dalam paham radikalisme Islam,” ungkap pengasuh madrasah Tasywiqul Qur’an Kudus itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Disamping itu, lanjut Sahlan, membaca hizb/dzikir adalah salah satu cara yang dianggap mujarab untuk berdoa pada Allah SWT. Tujuannya yaitu agar negeri ini diberi keselamatan dan diberikan jalan yang benar dan baik. Pembacaan hizb dan doa bersama itu juga dianggapnya sebagai penolakan dengan cara yang santun terhadap kebijakan FDS.

“ITU sekaligus bentuk santun penolakan FDS dari pada berdemontrasi memacetkan jalan sambil berteriak,” bebernya.

Senada dengan dia, anggota IPPNU Komisariat MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus, Tsania Laila Maghfiroh, mengatakan dengan cara itu NU teguh memegang prinsip menjaga sikap santun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Bagus sih, itu upaya NU untuk menolak FDS tpi secara halus, lewat doa-doa,” katanya.

Menurut Tsania, porsi belajar anak tidak bisa dipaksakan sama. Ia menilai FDS bukanlah solusi terakhir dari kebijakan pendidikan yang tepat. “Pasti ada metode pembelajaran yang lebih baik dari FDS,” katanya. (M. Farid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Pesantren Cilacap Lahirkan Seniman Violin

Sagaf Faozata Adzkiya adalah violinis muda yang memiliki pengalaman pentas mendunia dibesarkan dalam keluarga pesantren di Cilacap, Jawa Tengah. Di kala kecil, ia sering bermain rebana di lingkungan rumahnya.

Ia menamatkan belajarnya di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta dengan instrumen violin pada tahun 2003. Ia kemudian melanjutkan studinya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan instrumen yang sama. Ia menamatkan ISI pada tahun 2011.

Pesantren Cilacap Lahirkan Seniman Violin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Cilacap Lahirkan Seniman Violin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Cilacap Lahirkan Seniman Violin

Ia memiliki sejumlah pengalaman pentas. Pengalaman pentasnya antara lain, pernah menjadi anggota orkestra kemerdekaan 17 Agustus  (Gita Bahana Nusantara) di Istana Merdeka tahun 2002, 2007, 2008, 2009, 2010; menjadi anggota Southeast Asian Youth Orchestra And Wind Ansamble (SAYOWE) di Bangkok tahun 2004, 2007, 2008; mengikuti ISI Japan workshop di Tokyo tahun 2007.

Bersama Buffa String Quartet, ia mendampingi Midori String Quartet di Yogyakarta tahun 2010. Ia pernah menjadi anggota Asian Simphoni Orchestra di Vietnam tahun 2011. Di tahun 2012, ia mengikuti Cambodian Music Festival di Pnom Penh. Terakhir, ia bermain solo bersama Ngayogstringkarta String Orchestra di Malang tahun 2013.Pada malam pidato kebudayaan dan Hadiah Asrul Sani dalam rangka 10 tahun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, ia akan mementaskan instrumental violin lagu Indonesia Raya, Selawat Badar, dan beberapa lagu lainnya di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam.

Bagaimana proses perjumpaan seorang Sagaf dengan dunia violin yang mengantarkannya ke panggung-panggung nasional maupun internasional, berikut ini merupakan hasil wawancara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan violinis muda berbakat melalui telepon, Kamis (21/3) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bagaimana keterkaitan Anda secara pribadi dengan NU?

Masalahnya dari kecil, saya mengetahui NU. Keluarga saya itu mengelola pesantren dari mbah, bapak, dan paklik. Waktu kecil, saya ikut pesantren di daerah Mejenang. Pengelolaan pesantren diteruskan oleh paklik tepatnya di daerah Paku Haji, Majenang, Cilacap Jawa Tengah. Jadi, dari kecil, saya sangat dekat dengan dengan pesantren.

Pernah masuk pondok pesantren?

Saya belum pernah mondok. Tetapi, saya hanya ikut pengajian mbah di pesantren.

Sempat mengaji apa saja?

Saya ikut mengaji Alquran. Kalau mengaji kitab kuning, saya hanya ikut sebentar, tidak sampai selesai.

Kitab apa saja?

Kitab Safinah. Itu pun tidak sampai tamat karena langsung masuk sekolah musik di Yogyakarta.

Sekolah apa?

Saya ambil jurusan musik di Yogyakarta.

Apa tanggapan orang tua?

Awalnya mereka menentang. Tetapi, saya menunjukkan antusias serius di musik. Saya juga meminta mereka dengan agak sedikit merayu seperti anak kecil.

Apa yang membuat Anda mencintai NU?

Setahu saya, penanaman dakwah lewat seni dan budaya. Secara awamnya seperti itu. Ada rebana dan selawatan. Kalau di Muhammadiyah, perihal seperti itu dianggap bid‘ah. Kalau di NU, perihal kayak begitu nyaman-nyaman saja. Karena saya senang dengan kesenian, sikap NU seperti itu sangat membahagiakan saya.

Siapa tokoh NU yang Anda suka?

Salah satunya Gus Dur. Dia memahami musik mulai dari klasik, kontemporer sekaligus aneka genre musik.

Bagaimana cara Anda menjalani hidup sebagai warga NU?

Menurut saya, semua hal  kehidupan bagi warga NU bisa dibuat sederhana. Mungkin bisa diartikan, warga NU itu tidak memaksakan diri untuk menunjukkan identitas. Setiap orang memang harus mempunyai tingkat pemikiran yang tinggi. Warga NU terbukti bisa. Hanya saja warga NU tidak menunjukkan kemampuannya. Saya menjalani kehidupan sesederhana mungkin, tidak eksklusif dan sebagainya. Dari NU, saya menyukai sikap hidup yang lebih merakyat.

Bagaimana cerita kedekatan Anda dengan violin?

Pada awalnya saya suka bermusik pada saat SMP. Saya belajar gitar otodidak. Saya menonton acara musik di televisi. Saya membaca majalah-majalah musik. Semuanya menunjukkan semangat tinggi saya untuk belajar musik.Awalnya saya bermain gitar. Ketika semakin giat belajar otodidak, seorang saudara menyarankan saya sekolah musik di Yogyakarta. Sampai di Yogyakarta, komunitas gitar di sekolah musik itu kurang produkif. Sementara violin dan orkestranya maju pesat. Lalu saya berkeinginan mempelajari instrumen yang ada di orkestra itu. Saya jatuh cinta pada violin. Violin alat musik gesek yang suaranya lebih tinggi dari viola.

Jadi, pintu masuk saya dalam bermusik melalui saudara itu. Karena ia menyarankan saya masuk ke sekolah musik itu.

Rencananya Anda mementaskan Selawat Badar dengan violin?

Saya akan menampilkan pengalaman bermusik. Saya akan menampilkan instrumentalnya saja Saya hanya menyampaikan notasi, namun aku tidak berpikir akan detail dari Selawat Badar. Dengan penampilan itu, saya kira pendengar akan tergugah “Oh, itu lagu Selawat Badar”. Dalam pementasan itu, saya hanya memberi pengantar melodinya yang akan membuat setiap orang bernyanyi. Jadi saya memberikan ruang bagi pendengar untuk menelaah sendiri. Instrumental itu tidak menunjukkan detail Selawat Badar.

Sebelum di PBNU, Anda pernah mementaskan Selawat Badar?

Dulu, saya pernah bermain rebana. Ibu saya di rumah, cukup aktif di kegiatan rebanaan. Saya terkadang diminta mengiringi musikal, dinamik, dan ritmisnya. Jadi saya mengarahkan dari segi musikalnya saja. Pesertanya adalah ibu-ibu. Rebanaan itu waktu kecil.

Selain Selawat Badar, lagu apa yang pernah Anda dengar?

Selawat, kasidah, grup Nasidaria, Wafiq Azizah, dan semacamnya. Karena, bapak sering memutar lagu-lagu itu. Jadi saya mengetahui itu secara tidak langsung. Namun, saya tidak terlalu fanatic sehingga menutup diri dari jenis musik lainnya.

Sebentar lagi Anda akan bermain di PBNU. Apa tanggapan Anda?

Saya sangat bangga. Tadi saya sempat mengabarkan perihal itu melalui telepon kepada keluarga di Cilacap. Keluarga di rumah sangat antusias. Mereka mengucapkan, “Selamat! Sukses!” Mereka sangat bangga.

 

Staf Redaksi: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Untuk mengantisipasi datangnya bencana banjir dan tanah longsor karena kian seringnya turun hujan, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Jember, Jawa Timur membentuk tim Bagana (Banser Tanggap Bencana) untuk terlibat dalam penanganan bencana alam, khususnya di wilayah Kencong dan sekitarnya.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kencong Muhammad Yasin Yusuf Ghazali, tim inti Bagana? berjumlah 9 anggota Banser yang baru-baru ini telah mengikuti Diklatsus soal kebencanaan di Trenggalek.

Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kencong Bentuk Tim Tangani Bencana

“Saya kira tim Bagana penting sekali mengingat wilayah Kencong juga rawan bencana, khususnya di Paseban, Puger dan sebagainya,” tukasnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal melalui sambungan telepon seluler, Senin (26/9).

Yasin menambahkan, tim khusus untuk menangani bencana memang harus selalu siap. Sebab, datangnya bencana kadang tiba-tiba karena terkait dengan kemarahan alam. Oleh karena itu, selain membentuk tim Bagana, PC GP Ansor Kencong juga telah lama melakukan penghijauan di sekian banyak bantaran sungai. Tujuannya adalah mencegah terjadinya banjir dalam jangka panjang.

“Kami juga giat melakukan penghijauan. Alam ini harsu kita jaga dan pelihara. Pepohonan terutama yang ada di bantaran sungai, jangan seenaknya dibabat,” ujarnya.

Dikatakan Yasin, penanganan bencana merupakan salah satu dari sekian tugas sosial anggota Banser. Dimanapun dan dalam hal apa pun, Banser seharusnya turun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga keberadaan Banser dirasakan oleh masyarakat, yang ujung-ujungnya memberikan citra positif kepada NU, meskipun tujuannya bukan untuk mencari pencitraan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Tugas utama Banser adalah sebagai benteng ulama, baik secara fisik maupun moral. Maksudnya, Banser juga wajib mengawal ajaran Ashlussunnah wal Jama’ah. Selain itu, juga ada tugas sosial seperti penanganan bencana, kerja bakti dan sebagainya,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah akademisi menyerukan pentingnya Islam moderat untuk masa depan kedamaian di Indonesia. Seruan ini didukung oleh Petisi ratusan akademisi dari 107 PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) dari berbagai kawasan di Indonesia, yang bertemu pada Seminar Nasional dan Call for Paper "Menyemai Militansi Akademisi Berbasis Keilmuan Aswaja" di Universitas Islam Malang, Rabu (17/5).

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara

Seminar ini menandai deklarasi Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Asdanu) yang diikuti dosen-dosen Aswaja dari 107 perguruan tinggi. Asdanu merupakan Asosiasi Dosen Aswaja,? yang diinisiasi oleh Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Islam Raden Rahmat Malang (UNIRA), Universitas Hasyim Asyari Jombang (Unhasy), Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Inistitut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto, Universitas NU Sidoarjo, dan Universitas Sunan Giri.

Hadir pada forum ini, Prof Dr KH Tholhah Hasan (Ketua Dewan Pembina Unisma, Mustasyar PBNU), Prof Dr Abdurrahman Masud (Puslitbang Kementrian Agama), Prof Dr Masykuri (Rektor Unisma), Marsudi Nurwahid (Jurnalis), beberapa rektor perguruan tinggi, serta ratusan dosen-peneliti dari berbagai kampus.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Tholhah Hasan mengungkapkan pentingnya akademisi berpikiran terbuka dan berwawasan luas. Khususnya, tentang perbedaan pemaknaan Ahlussunnah wal Jamaah. "Saya pernah berbincang dengan beberapa pimpinan Islam radikal, ISIS dan FPI. Semuanya mengaku bagian dari Ahlussunnah wal Jamaah. Maka, kita harus jeli dan tegas tentang ideologi aswaja," ungkap Kiai Tolhah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Tolhah menambahkan, bahwa peneliti dan dosen yang memiliki konsentrasi di bidang keislaman harus memahami isu-isu pluralisme lintas madzhab. "Di dalam aswaja, ada perbedaan-perbedaan yang harus dipahami. Antara madzhab Syafii, Maliki, Hanbali dan Hanafi, ada perbedaan-perbedaan mendasar. Harus ada pemahaman pluralis, ini yang harus dilakukan," tegas Kiai Tolhah.

"Aswaja yang dikembangkan Kiai Indonesia, yang kemudian menjadi NU adalah Aswaja yang paling moderat dan toleran,” sambung Menteri Agama era Presiden Gus Dur ini.

Rektor Unisma, Masykuri mengungkapkan, ada dinamika di perguruan tinggi terkait dengan gerakan keislaman. "Saya melakukan riset mendalam di beberapa kampus umum, ada potensi radikal terutama dari mahasiswa yang kuliah di jurusan sains. Sebagian dari mereka membentuk gerakan politik untuk berkontestasi pada kepemimpinan Indonesia masa depan," jelas Masykuri.

Dalam pandangan Masyukri, tindakan pemerintah melarang organisasi radikal sudah tepat. "Langkah Pemerintah melarang HTI sudah tepat, agar tidak mengancam masa depan dan kesatuan Indonesia," ungkap Masykuri.

Ratusan dosen-peneliti yang tergabung dalam Asdanu mendeklarasikan dan mengkampanyekan Islam moderat dalam riset-riset ilmiah dan pengajaran di kampus. (Yusuf Suharto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Khutbah, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU

Pekalongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Belum banyaknya tulisan mengenai sejarah perjalanan NU mulai dari proses berdirinya pada tahun 1926 hingga kini, membuat Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya merasa khawatir.

Menurutnya, tulisan-tulisan tentang proses berdirinya NU oleh Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari dan para kiai lainnya sangat penting untuk direkonstruksi dan dibaca oleh kader-kader muda NU.

Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda Diminta Rekonstruksi Sejarah NU

Hal tersebut dikatakan Habib Luthfi saat memberikan tausyiyah dihadapan ribuan warga nahdliyyin Pekalongan dan sekitarnya saat mengikuti istighotsah kubro yang digelar Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati 84 tahun berdirinya NU, Sabtu malam (30/1) di Masjid Agung Al Jami Kauman Pekalongan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, proses berdirinya NU mengandung makna yang sangat dalam, bagaimana sesungguhnya ulama besar yang akhirnya menjadi Rais Akbar NU itu menjalani sebuah ritual untuk membentuk organisasi Islam dengan haluan ahlus sunnah wal jamaah.

Meski saat ini telah banyak buku yang menulis tentang kelahiran NU, akan tetapi belum banyak yang dapat digali dan disajikan kepada generasi muda NU. Karena sesungguhnya dibalik proses kelahiran NU, mengandung makna yang dapat dijadikan contoh dan tauladan bagi kader NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melihat kondisi yang demikian, Habib Luthfi meminta kepada generasi muda NU agar melakukan rekonstruksi ulang tentang sejarah kelahiran NU dengan versi lain yang lebih lengkap. Jika hal itu dapat diwujudkan, akan menjadi khasanah baru bagi perkembangan Nahdlatul Ulama ke depan.

Acara istighotsah kubro meski digelar secara sederhana, yakni dibarengkan dengan kegiatan pengajian rutin kitab Al Bajuri dihadiri ribuan ummat Islam. Jika biasanya setiap kegiatan seremonial, PCNU selalu mengundang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Namun untuk kali ini sengaja tidak mengundangnya.

Meskipun demikian, kegiatan Peringatan Hari lahir NU ke 84 di Kota Pekalongan tetap berlangsung dengan meriah. Beberapa kegiatan sosial seperti pengobatan gratis di empat ranting dan donor darah menjadi aksi sosial yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Tidak heran, jika setiap kegiatan sosial digelar selalu dipadati warga. (amz)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaSantri, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan

Makassar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus harian GP Ansor Makassar mengeluarkan pernyataan penolakan atas rencana rapat dan pawai akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulsel yang akan dilaksanakan lapangan Karebosi Makassar, Ahad (17/5). Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan kampanye ideologi makar terhadap dasar negara Indonesia.

Sekretaris GP Ansor Makassar Ahmad Ahsanul Fadhil meminta pihak kepolisian untuk tidak menerbitkan surat izin pelaksanaan kegiatan rapat dan pawai akbar tersebut.

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan

"Kegiatan ini jelas merupakan bentuk perlawanan terhadap ideologi Pancasila. GP Ansor Makassar menolak keras kegiatan ini. Kami telah mengirimkan surat resmi ke pihak kepolisian sebagai pertimbangan untuk mengeluarkan izin," kata Ahsan dalam rilisnya, Selasa (12/5).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua GP Ansor Sulsel H Tonang Cawidu menegaskan, kampanye khilafah yang menjadi tema sentral kelompok HTI tak boleh dibiarkan oleh pemerintah.

"Konsep Khilafah yang digaungkan oleh HTI adalah bentuk makar terhadap ideologi Pancasila. Pemerintah harus mengambil tindakan tertentu. Pancasila sudah final," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tonang juga meminta umat Islam di Sulsel untuk tidak menghadiri kegiatan rapat dan pawai akbar HTI Sulsel. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Khutbah, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Gus Dur Sumbang Canda

Untuk menggalang dana, rumah sahabat anak Puspita, mengundang KH Abdurrahman Wahid dalam acara Bercanda Bersama Gus Dur. Acara tersebut, dihadiri para donatur lintas iman, para aktivis, mahasiswa, dan warga Nahdliyin.

Selepas acara, Gus Dur berjanji kepada Aang, ketua Yayasan Puspita, akan menyumbangkan uang sebesar lima puluh juta rupiah. Aang pung tenang, anak jalanan yang ia asuh di Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak akan kelaparan.

Setelah seminggu, tak ada kabar orang suruhan Gus Dur mengantar uang. Dua minggu, tiga minggu, bahkan hampir sebulan, belum juga ada tanda-tanda uang itu diantarkan.

Gus Dur Sumbang Canda (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sumbang Canda (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sumbang Canda

Karena penasaran, Aang pun sowan ke Ciganjur, kediaman Gus Dur. Dalam percakapan, ia menanyakan uang yang dijanjikannya.

“Uang apa?”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Uang yang dijanjikan Njenengan pas acara Bercanda Bersama Gus Dur,” jelas Aang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Oh, itu. Nama acaranya kan bercanda, ya sumbangannya juga bercanda.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Khutbah, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017

Palembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Penganughrahan Santri Award 2017 yang diinisiatori oleh Pondok Pesantren Aulia Cendekia Palembang langsung mendapat respon positif dari masyarakat. Berbagai usulan nama mulai masuk ke panitia dan juga mitra inbox media partner baik melalui Facebook, Twitter dan juga Instagram.?

"Sejak kita umumkan sudah banyak usulan, baik melalui relasi jejaring seperti laporan panitia, maupun ke saya pribadi melalui grup dan chat Whatshap," kata pengasuh Pondok Pesantren Aulia Cendikia, KH Hendra Zainuddin saat dikonfirmasi, Selasa (8/8).?

Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi dan Cak Imin Masuk Nominasi Santri Award 2017

Diketahui, penganugerahan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2017. Ada lima kategori penghargaan yang akan diberikan dalam acara ini. Kelimanya, yakni kategori Bapak Santri Indonesia, kategori Bapak Santri Sumsel, kategori Perusahaan, BUMN, BUMD, dan Perbankan, Kategori Pondok Pesantren Terbaik, serta Kategori Alumni Pesantren.

"Beberapa nama sudah diulsulkan, tapi yang paling banyak respon adalah bapak santri Indonesia, dua nama mendominasi, yakni Presiden Jokowi dan ketum PKB, A Muhaimin Iskandar," kata Hendra.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dijelaskan, masyarakat memasukkan nama juga bukan tanpa alasan. Mereka usul lengkap dengan ulasan kenapa kedua tokoh tersebut kayak mendapatkan penghargaan. Jokowi misalnya, dinilai layak karena peringatan hari santri jatuh tanggal 22 ini ditetapkan di era pemerintahannya. Belum lagi bebedapa kebijakannya yang berpihak kepada pesantren.?

"Jokowi juga dikenal dekat dengan ulama dan selalu meminta nasehat kiai pesantren dalam situasi pemerintahan," ungkapnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lalu, A Muhaimin Iskandar atau Cak imin dinilai dekat dengat pesantren. Kerapkali inisiator Nusantara Mengaji tersebut membuat program untuk melestarikan khazanah pesantren. Seperti program Nusantara Mengaji dan lomba baca kitab kuning yang menjadi ciri khas pesantren.?

"Kedua program ini menyentuh san melibatkan langsung pesantren sehingga dinilai layak mendapatkan pengharaan santri award," tuturnya.?

Masih menurut Hendra, Santri Award ini diberikan pada mereka yang telah berjasa dan berkontribusi terhadap kemajuan pondok pesantren di Indonesia dan di Sumsel.?

"Kita masih terus menghimpun masukan dan nama, agar panitia dan masyarakat dapat memberikan penghargaan ini," tambahnya.?

Ia mengajak masyarakat Palembang dan Sumsel yang merasa mengenal atau mengetahui tokoh, perusahaan, atau yang masuk dalam lima kategori tersebut, dapat menyampaikannya dalam komentar Facebook atau sosial media Pesantren Aulia Cendekia.

Atau juga bisa menuliskannya di kolom komentar Facebook, Instagram, dan Twitter media partner event ini. (Abdul Malik Syafei/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah, Kiai, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 23 November 2017

Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai

Banyumas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Crops Brigade Pembangunan (CBP) dan Krops Pelajar Putri (KPP) Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas menggelar acara bakti sosial. Mereka membersikan pantai Widara Payung Kabupaten Cilacap, Kamis (11/5).

Acara ini digelar untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H. "Bulan Ramadhan bulan suci. Jadi mari kita sambut bulan suci ini dengan membersihkan lingkungan," kata Komandan CBP Banyumas Imam.

Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengampanyekan laut bersih. "Kita harus selalu menjaga alam, termasuk pantai dan laut," lanjut Imam.

Ia juga mengimbau warga sekitar pantai Widara Payung Cilacap untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pantai agar tetap bersih dan asri. "Kalau bersih enak dipandang mata, terlihat sejuk dan damai," jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain anggota CBP dan KPP Kabupaten Banyumas, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa perwakilan dari CBP dan KKP Kabupaten Cilacap dan Kebumen.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Ada 99 anggota dari tiga Kabupaten, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Namun paling banyak dari Banyumas," kata Wahyu, ketua panita kegiatan.

Langkah kegiatan organisasi sayap IPNU dan IPPNU ini untuk bersih-bersih pantai mendapat respon yang baik dari warga sekitar pantai.

"Saya acungkan jempol untuk mereka, khususnya yang dari luar Cilacap. Mereka rela datang untuk membersihkan sekadar pantai," kata Ali Fuadi, warga Cilacap yang saat itu berada di lokasi. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Humor Islam, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 22 November 2017

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Dalam banyak keterangan Rasulullah SAW menyebutkan nikmat dan siksa kubur. Keduanya merupakan ganjaran yang Allah berikan sebelum hari akhir tiba. Kebaikan dan kejahatan seseorang selama di dunia cukup menentukan balasan apa yang akan diterimanya di alam barzakh.

Banyak penghuni alam kubur menerima pelbagai rahmat Allah hanya karena kebaikan yang selama ini dianggap sepele seperti Imam Al-Ghazali yang membiarkan cairan di ujung penanya direguk serangga. Tetapi tidak sedikit penghuni kubur yang disiksa habis-habisan oleh malaikat hanya karena kejahatan yang dipandangnya remeh selagi di dunia.

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Namun demikian siapa nyana keutamaan surat Al-Ikhlash. Kalam Ilahi yang berisi empat ayat ini dapat menghadirkan keridha’an Allah bagi pembacanya di alam kubur. Demikian disebutkan Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyral Karim.

? ? "? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Siapa yang membaca surat Qul Hu sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka telah datang keterangan hadits menyebutkan bahwa ia tidak disiksa dalam kubur. Ia juga aman dari impitan kubur. Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.”

Oleh karenanya, manusia sedapat mungkin berbuat baik kepada sesama mumpung masih hidup. Alangkah baiknya perilaku baik itu dihiasi dengan ucapan yang baik seperti memperbanyak antara lain suratul Ikhlash. Semuanya itu adalah tanaman yang akan berbuah di alam kubur dan di akhirat kelak. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road

Sidoarjo Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Banyak cara yang bisa dilakukan warga Nahdliyin untuk mendapatkan pahala di bulan Ramadhan khususnya pada malam Lailatul Qodar. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo, Jawa Timur ini.

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road (Sumber Gambar : Nu Online)
Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road (Sumber Gambar : Nu Online)

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, PC PMII Sidoarjo membagikan 1000 bungkus nasi kepada warga Sidoarjo yang hendak menyantap sahur. Mereka menyusuri sepanjang jalan Sidoarjo mulai dari depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo menuju pasar Larangan hingga berhenti di kantor PCNU Sidoarjo, jalan Airlangga Sidoarjo, Jawa Timur.

"Pada sahur on the road ini, kami membagikan 1000 bungkus nasi sebagai simbol 10 hari terakhir Ramadhan dan memburu berkah malam 1000 bulan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah kecintaan kita kepada sesama sebagai bukti nilai dasar pergerakan yaitu hablum minannas," kata Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muhammad Mahmuda, Selasa (28/6).

Sahur on the road yang digagas oleh PC PMII Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Nampak antusias, warga yang mengetahui aktivis muda NU ini membawa bungkusan nasi, warga pun berdatangan dan berebut ingin mendapatkan nasi tersebut. Tak ayal, sampai terjadi aksi saling dorong sesama warga yang ingin mendapatkan nasi tersebut. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah, Ahlussunnah, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 05 November 2017

Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar

Pamekasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur Cabang Pakong menjadi perbincangan hangat selama Rapat Anggota Tahunan (RAT) BMTNU area cabang Pamekasan dan Sampang di Aula STAIN, Sabtu (14/1). Pasalnya, BMTNU yang baru berdiri 10 bulan tersebut berhasil meraih omzet sebesar Rp2,3 miliar.

Angka itu merupakan yang terbesar di Kabupaten Pamekasan, kalah sedikit ke Cabang Camplong Kabupaten Sampang yang menembus Rp2,7 miliar. Bedanya, Cabang Camplong sudah bertahun-tahun berdiri dan tertua dibanding BMTNU lainnya.

Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar

"Ini luar biasa. Kami bangga dengan prestasi para pengelola BMTNU di Kabupaten Pamekasan dan Sampang. Utamanya MWCNU Cabang Pakong yang hanya dalam hitungan 10 bulan sudah mampu menembus omzet Rp2,3 miliar," ujar Direktur Utama MWCNU Jawa Timur Masyudi.

Sementara itu, Ketua MWCNU Pakong KH Zainul Waqud menyatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan para pengurus MWCNU Pakong beserta para banomnya. Warga NU di Pakong memunyai andil besar dalam kemajuan BMTNU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Para pengurus dan warga nahdliyin cukup sadar bahwa BMTNU merupakan salah satu alat perjuangan untuk menggapai kemandirian di bidang ekonomi," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Syariah, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 03 November 2017

Demi Kebaikan Kaderisasi NU, MWCNU Galis Rangkul Ansor-Fatayat & IPNU-IPPNU

Pamekasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kekhawatiran akan merosotnya kaderisasi NU mulai disadari banyak pihak. Dan ini pasti terjadi kalau keberadaan Ansor, Fatayat, IPNU, maupun IPPNU kurang diperhatikan oleh para pengurus NU. Inilah yang melatarbelakangi pengurus MWCNU Galis mengadakan acara pembinaan Banom NU Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU Galis dengan melibatkan para pengurus cabang Banom tersebut.

Demi Kebaikan Kaderisasi NU, MWCNU Galis Rangkul Ansor-Fatayat & IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Kebaikan Kaderisasi NU, MWCNU Galis Rangkul Ansor-Fatayat & IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Kebaikan Kaderisasi NU, MWCNU Galis Rangkul Ansor-Fatayat & IPNU-IPPNU

Demikian disampaikan ketua MWCNU Galis Pamekasan KH Abd Hannan Zarkasi dalam sambutan di kantornya di tengah-tengah puluhan aktivis Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU Galis, Kamis (29/3) malam. Hadir pula Rais MWCNU Galis KH Abd Mannan Fadholi, para pembina IPNU-IPPNU Galis, pengurus IPNU-IPPNU dan PAC Ansor Galis, para ketua Pimpinan Ranting Ansor Galis, serta pengurus harian PC Ansor dan PC IPNU Pamekasan.

“Kekhawatiran saya cukup beralasan karena tak jarang dijumpai acara-acara muslimatan, misalnya, yang sepi dari para pemudi. Dianggapnya kurang modern dan sebagainya,” kata Kiai Zarkasi. “Saya pun pesimis dengan kaderisasi NU setelah kita.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 Upaya MWC NU Galis mengadakan acara pembinaan, lanjutnya, ialah sebagai landasan pijak dalam merumuskan kegiatan organisasi ke-NU-an agar menyentuh semua lapisan masyarakat. Dan keterlibatan Banom NU sangat diharapkan berperan besar untuk mewujudkan hal itu.

Seusai sambutan, dilanjutkan dengan acara inti berupa pembinaan dari PC Ansor dan PC IPNU Pamekasan. Ketua PAC Ansor Galis Hafiluddin didapok sebagai pemandu jalannya acara pembinaan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, satu hal yang menjadi kesepakatan utama ialah berkenaan dengan pola kaderisasi Ansor dan IPNU-IPPNU Galis, yaitu pembentukan Pimpinan Ranting Ansor dan IPNU-IPPNU Galis yang dilakukan secara lebih maksimal. Khusus penanganan PK-PR IPNU-IPPNU, keterlibatan PAC Ansor sangat diharapkan oleh para pengurus MWCNU Galis.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Untuk menumbuhkan semangat berkhidmat kepada organisasi, sejumlah pengurus harian Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang, Jawa Timur, bersilaturrahmi ke para sesepuh perempuan NU yang aktif berjuang di Muslimat tempo dulu.

"Apa yang kami lakukan sekarang sebenarnya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kiprah pendahulu," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang Hj Aisyah Muhammad di sela-sela kunjungan tersebut, Senin (3/3).

Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh

Bagi cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini, semangat para aktivis Muslimat periode awal sangat luar biasa. "Dengan keterbatasan sarana yang ada ditambah kesibukan sebagai perempuan di rumah maupun profesi lain, masih menyempatkan untuk berkhidmat bagi umat," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena itu untuk mengenang perjalanan dan kiprah mereka, para pengurus melakukan silaturahim. "Besar harapan hal ini akan memberkan spirit bagi perjuangan kami para penerus untuk tidak capek dalam berbuat demi umat," ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kegiatan ini sejumlah pengurus harian turut serta. Mereka bersilaturahim ke Amah, salah seorang aktivis Muslimat NU di Kecamatan Mojowarno. "Kami juga mengunjungi Hj Fatimah yang juga aktivis Muslimat pada zamannya di Kecamatan Jogoroto," katanya.

Tidak jarang para pengurus harus meneteskan air mata ketika para sesepuh menceritakan kiprah mereka saat mengabdi. "Hal ini menambah keyakinan kami bahwa melayani umat adalah ibadah tak ternilai," kata Bu Is, sapaan akrabnya.

Para sesepuh mengingatkan agar aktivis muda sekarang untuk terus dibimbing dan diajak peduli dengan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan warga. "Kalau tidak mereka, siapa lagi yang akan meneruskan dakwah ini," kata Bu Is menirukan wejangan sesepuh. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Humor Islam, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Doa ketika Melihat Langit

Segala ciptaan baik di alam raya maupun dalam diri manusia adalah tanda atau ayat (keagungan) Allah. Sehingga, saat seseorang menyaksikan ciptaan, apa saja, semestinya juga membawa kepada pengalaman ruhaniyah akan kemahabesaran itu. Demikian pula ketika melihat langit. Dalam hadits shahih, Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca doa berikut ini yang merupakan kutipan dari Surat Ali Imran ayat 191:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa ketika Melihat Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Melihat Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Melihat Langit

Rabbanâ mâ khalaqta hâdzâ bâthilan subhânaka faqinâ ‘adzâban nâr

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Khutbah, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 21 September 2017

Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - PWNU Jawa Barat siang ini mendapatkan tamu istimewa. Mereka menerima kunjungan rombongan dari komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan (Komnas Perempuan) di Kantor PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung, Senin (6/2). Rombongan dari Komnas Perempuan disambut oleh perwakilan pengurus PWNU serta badan otonom perempuan yang terdiri dari PW Muslimat NU, Fatayat NU dan IPPNU.

Masruchah dari Komnas Perempuan menyampaikan, kekerasan terhadap perempuan menjadi isu yang sangat serius dan harus ditangani oleh seluruh pihak. Ia mengapresiasi NU yang selama ini memberikan perhatian terhadap sejumlah isu kekerasan perempuan serta mengapresiasi atas komitmen NU yang kemudian menuangkannya dalam Muktamar dan Munas NU yang lalu atas penyikapan, pencegahan, dan penanganan kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual.

Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Komnas Perempuan Gandeng PWNU Jabar

"Peran strategis NU sejak dahulu memang sangat diperhitungkan, NU selalu memberikan pandangan kepada negara dan membentuk sikap umat dan bangsa. Selama ini banyak terjadinya diskriminasi terhadap perempuan atas nama agama. Sehingga peran penting para ulama dan umat beragama sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan rentan pemiskinan dan kekerasan seperti TKW, korban kekerasan dan lainnya," kata Masruchah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Komnas perempuan selalu mendorong pemerintah agar selalu bertindak adil kepada semua pihak. Komnas Perempuan memandang, saat ini kekerasan bukan hanya dilakukan di wilayah domestik, tetapi dapat dilakukan oleh publik.

Sekretaris Muslimat NU Jabar Hj Nani menyampaikan, kasus kekerasan perempuan saat ini memang menjadi bagian perhatian penting Muslimat NU. Banyak kiprah Muslimat NU yang betrkaitan dengan penanganan kekerasan perempuan di Jawa Barat.

Menurut Ketua Fatayat NU Jabar Yayah Fajriah, Fataat NU memiliki visi dan misi yang sama dalam penghapus kekerasan perempuan. Saat ini Fatayat telah melakukan pendampingan kepada eks TKW di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat yang memiliki jumlah TKW yang besar. Pendampingan yang dimaksud melalui pemberdayaan ekonomi kreatif. Selain itu juga Fatayat NU membuka layanan konsultasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sebagai organisasi pelajar putri, IPPNU juga memberikan perhatian serius terhadap isu-isu kekerasan perempuan. Ini juga terkait dengan isu moralitas pelajar saat ini yang mengkhawatirkan. Saat ini IPPNU Jawa Barat lebih konsen di bagian kampanye penghapusan pernikahan dini, mengingat tingginya angka perceraian salah satunya dipicu karena menikah di usia dini, dan faktor menikah usia dini salah satunya adalah karena kecelakaan sehingga ini akhirnya saling berkaitan dengan moral," Ketua IPPNU Jawa Barat Nurul Fatonah.

Atas kesamaan visi, Komnas Perempuan memandang PWNU dan banomnya merupakan mitra yang tepat dalam mengatasi permasalahan kekerasan di Jawa Barat. Terlebih NU yang memiliki basis massa yang besar dan mengakar sampai tingkat bawah. Hadir dalam pertemuan ini jaringan Komnas Perempuan di Jawa Barat seperti Safa Institute, Fathimiyah, Jakatarub, dan Fopulis. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 15 September 2017

Ayolah Sahabatku

Oleh Eko Petruk?



Untuk Sahabat/Sahabati Pergerakan pada ulang tahun PMII ke-57

Ayolah Sahabatku!

Ayolah Sahabatku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayolah Sahabatku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayolah Sahabatku

Apa kamu sudah kenyang menikmati hidangan ulang tahun?

Apa kamu sudah senang bertukar hadiah?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Apa kamu sudah selesai memanjatkan doa?

Ayolah Sahabatku!

Segera kita pamitan

Kita harus sadar bahwa waktu sudah memasuki senja

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

dan sebentar lagi malam

Aku tidak mau jika nanti kita gelagapan, lupa jalan pulang

dan aku tidak mau mendengar keluhmu kalau dalam perjalanan kakimu menginjak tai

atau terluka kena krikil, duri, beling, dan paku

Aku tidak mengada-ada

Kau tengoklah sendiri dengan matamu!

Waktu semakin senja!

Ayolah Sahabatku

Kita pulang sekarang!

Meskipun kamu yakin bahwa yang baik selalu berbiak

Kamu juga harus meyakini bahwa yang jahat pun lebih cepat berlipat

Aku tidak mau kita mati konyol malam ini, kena tenun Calon Arang dan para penerusnya

Karena besok pagi kita harus bersama-sama Bapak dan Ibu menjaga hasil bumi dari Hamaspaton yang tak henti membuat banyak petani merugi

Yogyakarta, 17 April 2017





Eko Petruk atau Eko Nurwahyudin lahir di Kebumen, 11 Januari 1996. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 27 Agustus 2017

Menjadi Imam di Pertengahan Shalat

Assalamualaikum. Ustadz saya mau bartanya. Apabila saya sedang shalat wajib sendiri atau makmum masbuk lalu ada yang menepuk pundak saya yang berarti saya menjadi imam apakah bacaan yang sedang saya baca dilanjutkan saja atau harus diulang dari al-Fatihah? Terima kasih. wassalamualaikum.. (Deri Kurnia, Sukabumi)

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Saudara penanya yang mudah-mudahan selalu diridhai Allah.?

Mengerjakan shalat fardhu dengan berjama’ah keutamaannya melebihi shalat yang dikerjakan sendirian dua puluh tujuh derajat. Begitulah salah satu pesan Rasulullah saw kepada umatnya terkait dengan keutamaan shalat berjama’ah. Hal ini menunjukkan bahwa melaksanakan shalat fardhu dengan berjama’ah sangat bernilai dan berharga dalam kacamata syariat.? ?

Menjadi Imam di Pertengahan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Imam di Pertengahan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Imam di Pertengahan Shalat

Dalam pelaksanaan shalat berjama’ah, keserasian dan keselarasan baik ucapan maupun gerakan? antara imam dan makmum harus terjaga.? Oleh karena itu ada beberapa ketentuan? yang harus dilaksanakan oleh makmum diantaranya adalah posisinya yang harus berada di belakang imam dan ia tidak diperkenankan mendahului imam dalam berbagai gerakan serta pembacaan surat al-Fatihah ketika sang imam membacanya dengan suara keras (jahr).?

Saudara Deri Kurnia? di Sukabumi yang kami hormati.

Menanggapi permasalahan saudara, tentang apakah seseorang ketika dimakmumi (dijadikan imam) oleh orang lain di tengah-tengah shalatnya, ia mengulangi bacaan al-Fatihah dari awal ataukah ia melanjutkan bacaannya, kami berpendapat bahwa ia tidak perlu mengulanginya lagi dari awal dan tetap melanjutkan bacaan yang dijalankan. Pendapat kami ini mengacu kitab Fath al-Mu’in karya Syekh Zainuddin al-Malibari. Dalam kitab tersebut beliau (penulis) memberi penjelasan sebagai berikut:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ?. Artinya; “Apabila seseorang niat bermakmum di tengah-tengah pelaksanaan shalat, ia harus menyesuaikan dengan imam.”

Dari rujukan ini sangat jelas bahwa seharusnya sang makmum yang menyesuaikan shalatnya dengan? shalat sang imam bukan sebaliknya.

Demikian jawaban kami, mudah-mudahan dengan jawaban ini, gairah untuk shalat berjama’ah semakin meningkat dalam diri kita semua. Amin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

(Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock