Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa

Cianjur, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Lembaga Kesehataan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Cianjur memberikan bantuan cuma-cuma berupa bantuan kaki dan tangan palsu kepada sedikitnya 60 penyandang tuna daksa. Pihak LKNU Cianjur menyerahkan bantuan kepada penyandang tuna daksa yang dating dari pelbagai daerah di Jawa Barat.

Penyandang tuna daksa datang dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Cianjur, Sukabumi, Bandung, Purwakarta, dan Bogor. Penyerahan bantuan diselenggarakan di Kantor PCNU Kabupaten Cianjur Jalan Perintis Kemerdekaan Cianjur, Kamis (22/12).

LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Cianjur Turunkan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu kepada 60 Tuna Daksa

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh LKNU Cianjur bekerja sama dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa dan Asuransi Sequis sebagai penyemangat pasien untuk hidup lebih bermakna dan meningkatkan ekonomi dalam keluarga,” ujar Mustasyar PCNU Cianjur dr H Suranto yang mendampingi proses pemasangan kaki dan tangan palsu.

Menurut Ketua LKNU Cianjur dr Hj Mien Suranto, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PCNU Cianjur terhadap penyandang permasalahan sosial bidang kesehatan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini merupakan salah satu langkah terobosan kemanusiaan yang dilakukan PCNU Cianjur dalam? memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya bagi penyandang tuna daksa, karena hal ini tidak tercover oleh program pemerintah melalui BPJS dan lainnya,” katanya.

Ketua PCNU Cianjur KH Choirul Anam menyambut baik atas program kemanusiaan yang dilakukan oleh LKNU Cianjur tersebut. “Harapan kami kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus sehingga kehadiran NU lebih dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Lamonan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari program GP Ansor. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumberdadi yang mayoritas adalah petani,  Pengurus Ranting GP Ansor Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jawa Timur  bersinergi denganLembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama menggulirkan 5758_Maju Mapan.

Melalui 5758_Maju mapan, GP Ansor Sumberdadi melakukan gerakan pemberdayaan petani dengan memanfaatkan limbah disekitar menjadi pupuk organik cair dan pupuk kandang. Hal itu sesuai dengan tujuan 5758_Maju yaitu menciptakan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, ramah lingkungan dengan biaya yang terjangkau oleh petani di desa.

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberdadi Kembangkan Pertanian Organik

Program yang juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pelestarian Lingkungan (LPPL) Kalibrantas Lamongan, beberapa jenis pupuk organik cair MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dikembangkan terdiri dari MOL Buah, MOL Mojo, MOL Rebung, MOL Bonggol pisang dan Pestisida nabati. Selain itu juga pembuatan pupuk kandang dari limbah kotoran ternak.  

Muklisin, Koordinator dari program, mengatakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik cukup melimpah dan mudah didapatkan, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkannya dalam pertanian organik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Bahan-bahan dari alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyedia unsur hara maupun pengendali organisme penganggu tanaman dan hama penyakit pada tanaman,” kata pria yang telah mendapatkan penghargaan Pemuda Mandiri dari Pemkab Lamongan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017,

Ketua LPNU 5758_Maju Mapan PR GP Ansor Sumberdadi, M. Saiful Alam, mengatakan Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan mikro organisme setempat (lokal).

Cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik/dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang berada di tempat tersebut.

"Bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Bisa juga memanfaatkan limbah buah-buahan," terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan diperlukan waktu untuk dapat melihat hasil dari pengelolaan pertanian secara organik. Namun ia menegaskan paling tidak ini dapat dijadikan salah satu solusi bagi petani di tengah kelangkaan pupuk dan mahalnya biaya produksi pertanian yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

"Untuk berikutnya kita juga akan mengembangkan biogas dari kotoran sapi,” kata Sukamto, Ketua PR GP Ansor Sumberdadi dan pendidik di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan.

Ir. Achmad Yani Mashudi, Direktur LPPL Kalibrantas Lamongan menyatakan siap bekerjasama dengan PR GP Ansor Sumberdadi untuk mengembangkan biogas di masyarakat. LPPL Kalibrantas sendiri telah mengembangkan biogas sejak tahun 2009 melalui Program Pengabdian Masyarakat dari Ponpes Al Hikam Malang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo

Nganjuk, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Pengurus Cabang Nadlatul Ulama Kabupaten Nganjuk menginstruksikan kepada lembaga dan banom NU untuk mendirikan posko NU Peduli Bencana dimulai sejak Selasa (11/4). Posko dikoordinatori LAZISNU Nganjuk, LPBHI NU serta Banser.?

Posko NU Peduli Bencana didirikan guna menyalurkan bantuan dari warga NU untuk keluarga korban bencana. Sebagaimana diketahui, hujan mengguyur Dusun SumberBendo, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Hujan menyebabkan bencana longsor yang menewaskan lima korban, yaitu Paidi (55), ? Kodri (15), Doni (23), Dwi (17) dan Bayu (14). Longsor tersebut juga merusak area persawahan dan perkebunan masyarakat setempat.?

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Besar NU Nganjuk Bentuk Posko Bencana di Dusun Sumber Bendo

Pada Rabu (19/4), posko NU berakhir karena penanganan bencana beralih status menjadi pemulihan. Hal itu ditandai dengan istighatsah dan penyaluran bantuan kepada korban yang di gelar di Masjid Dusun Sumberbendo. Kegiatan dipandu Sekretaris PC.LAZISNU Nganjuk Moch.Masyhuri, sementara pembacaan istighatsah dipimpin Rais Syuriah PC NU Nganjuk KH Ali Musthofa Said.?

Sekretaris PCNU Nganjuk KH Moh. Hasyim Afandi atas nama NU menyampaikan turut bela sungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Ngetos dan khususnya keluarga korban bancana longsor. Serta mengapresiasi seluruh lembaga dan banom NU Nganjuk yang telah bekerja keras membantu proses penanganan bencana.?

Ia berharap sinergi lembaga dan banom NU akan terus terjadi di dalam berbagai kegaiatan NUguna menghadirkan NU sebagai solusi terhadap berbagai kondisi serta permasalahan masyarakat, dan Nadhliyin khususnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada keluarga korban yang dipandu Direktur LAZISNU Nganjuk Subhan Shofwan Hadi bersama pengurus PC Maarif NU Nganjuk Aziz Kabul Budiono. Bantuan yang diberikan berupa uang dan logistik.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Secara rinci, Subhan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyalurkan bantuan dan bekerja keras di Posko NU Peduli Bencana yaitu Fatayat NU, Muslimat NU, LP Maarif NU, Ansor, Pagar Nusa, Banser, SMK Al Busthomi Mojosari, Pesantren Miftahul Ula Nglawak, Yayasan Al Hidayah Cengkok, Yayasan Darul Falah Pandanarum, MI Al Huda Bakalan, alumni SMPN 4 Nganjuk, FKDT Nganjuk, Gus Mujib Sekarputih.

Sesepuh Dusun Sumberbendo, Kiai Rohmad, mewakili keluarga korban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan doa PCNU Nganjuk. Hal senada disampaikan Koordinator Dapur Umum Poskomando BPBD Nganjuk Masruhin.

Meski Posko NU Peduli Bencana Nganjuk telah berakhir, tapi Banser Ngetos pimpinan Abuddan Ganjar Nugroho akan membantu masa transisi pemulihan pasca bencana.? (Lj/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes

Kayong Utara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo meminta kepada seluruh desa di kabupaten setempat untuk menggerakkan ekonomi perdesaan dengan mendirikan badan usaha milik desa atau Bumdes.

Menteri Eko menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada 17 Kementerian dan Lembaga untuk membantu program pembangunan desa.

Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa Ajak 43 Kepala Desa Dirikan Bumdes

?

"Presiden Jokowi dah menginstruksikan kepada 17 kementerian untuk membantu kementerian desa, oleh karena itu, kepala desa, camat dan juga bupati harus menjadi motor dalam menggerakkan perekonomian desa," katanya, Jumat (14/10).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemerintahan Jokowi, imbuh Eko merupakan pemerintahan yang pertama kali memberikan kewenangan ke desa untuk menata ekonominya sendiri. "Satu desa dapat 600-700 juta rupiah setiap tahun. Yang lebih membanggakan dana desa di Kayong Utara juga dapat dana ADD (anggaran dana desa) provinsi dan kabupaten. Total rata 1,5 sampai 2,7 miliar," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Eko, Kayong Utara yang memiliki 120 ribu penduduk, yang dibagi dalam 43 desa, bisa lebih fokus dalam menggarap komoditas yang berskala besar.

"Segera bikin Bumdes, Dirut BRI dan BNI sudah siap membantu. Bumdes juga bisa menjadi tempat untuk menyalurkan KUR. BUMDES bisa ditunjuk untuk menjadi agen BRI dan BNI untuk menyalurkan KUR," jelas Eko.

Selain dengan BRI dan BNI, Kemendesa juga sudah bekerja sama dengan Bulog dalam rangka meningkatan produktivitas pangan di daerah. "Bumdes juga bisa kerja sama dengan Bulog. Ada program warung pangan desa kalau gak salah, yang bisa dimanfaatkan untuk mendistribusikan hasil pertanian masyarakat desa," tandasnya.

Dengan lebih fokus pada salah satu produk tertentu, Kayong Utara diharapkan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa di seluruh Indonesia dalam mengembangkan ekonominya. "Mudah-mudahan kayong utara bisa menjadi percontohan desa-desa di seluruh indonesia," tutupnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Kayong Utara merupakan kabupaten yang penyerapan dana desa paling besar se-Provinsi Kalbar. Dalam pencairan dana desa tahap pertama sudah mencapai 100 persen dan tahap kedua sudah mencapai 52 persen. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah akademisi menyerukan pentingnya Islam moderat untuk masa depan kedamaian di Indonesia. Seruan ini didukung oleh Petisi ratusan akademisi dari 107 PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) dari berbagai kawasan di Indonesia, yang bertemu pada Seminar Nasional dan Call for Paper "Menyemai Militansi Akademisi Berbasis Keilmuan Aswaja" di Universitas Islam Malang, Rabu (17/5).

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

107 PTAI Se-Indonesia Deklarasikan Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara

Seminar ini menandai deklarasi Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Asdanu) yang diikuti dosen-dosen Aswaja dari 107 perguruan tinggi. Asdanu merupakan Asosiasi Dosen Aswaja,? yang diinisiasi oleh Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Islam Raden Rahmat Malang (UNIRA), Universitas Hasyim Asyari Jombang (Unhasy), Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Inistitut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto, Universitas NU Sidoarjo, dan Universitas Sunan Giri.

Hadir pada forum ini, Prof Dr KH Tholhah Hasan (Ketua Dewan Pembina Unisma, Mustasyar PBNU), Prof Dr Abdurrahman Masud (Puslitbang Kementrian Agama), Prof Dr Masykuri (Rektor Unisma), Marsudi Nurwahid (Jurnalis), beberapa rektor perguruan tinggi, serta ratusan dosen-peneliti dari berbagai kampus.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Tholhah Hasan mengungkapkan pentingnya akademisi berpikiran terbuka dan berwawasan luas. Khususnya, tentang perbedaan pemaknaan Ahlussunnah wal Jamaah. "Saya pernah berbincang dengan beberapa pimpinan Islam radikal, ISIS dan FPI. Semuanya mengaku bagian dari Ahlussunnah wal Jamaah. Maka, kita harus jeli dan tegas tentang ideologi aswaja," ungkap Kiai Tolhah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Tolhah menambahkan, bahwa peneliti dan dosen yang memiliki konsentrasi di bidang keislaman harus memahami isu-isu pluralisme lintas madzhab. "Di dalam aswaja, ada perbedaan-perbedaan yang harus dipahami. Antara madzhab Syafii, Maliki, Hanbali dan Hanafi, ada perbedaan-perbedaan mendasar. Harus ada pemahaman pluralis, ini yang harus dilakukan," tegas Kiai Tolhah.

"Aswaja yang dikembangkan Kiai Indonesia, yang kemudian menjadi NU adalah Aswaja yang paling moderat dan toleran,” sambung Menteri Agama era Presiden Gus Dur ini.

Rektor Unisma, Masykuri mengungkapkan, ada dinamika di perguruan tinggi terkait dengan gerakan keislaman. "Saya melakukan riset mendalam di beberapa kampus umum, ada potensi radikal terutama dari mahasiswa yang kuliah di jurusan sains. Sebagian dari mereka membentuk gerakan politik untuk berkontestasi pada kepemimpinan Indonesia masa depan," jelas Masykuri.

Dalam pandangan Masyukri, tindakan pemerintah melarang organisasi radikal sudah tepat. "Langkah Pemerintah melarang HTI sudah tepat, agar tidak mengancam masa depan dan kesatuan Indonesia," ungkap Masykuri.

Ratusan dosen-peneliti yang tergabung dalam Asdanu mendeklarasikan dan mengkampanyekan Islam moderat dalam riset-riset ilmiah dan pengajaran di kampus. (Yusuf Suharto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Khutbah, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

Bojonegoro, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed meminta segenap warga mengawal kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pengawalan niat baik pemerintah melalui BPJS mesti dilakukan untuk mengoptimalkan kerja BPJS.

"Tujuannnya tidak lain agar pada 2019 mendatang kepentingan masyarakt bisa terpenuhi," kata Cholid Ubed yang juga dokter spesialis membuka diskusi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) di gedung PCNU Bojonegoro, Jumat (17/1).

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

BPJS ini, terang Ubed, merupakan niat baik pemerintah. Untuk kerja optimal dan benar-benar menjangkau warga, "Tugas kita mengiring, mengawal agar semua warga bisa terpenuhi."

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, tingkat kepedulian terhadap masyarakat saat ini belum selesai dan perlu ditindaklanjuti. Pasalnya banyak masyarakat di tingkat bawah belum mengetahui dan memahami program baru di dunia kesehatan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

JKN mengambil tema “Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dalam Perspektif Hak Atas Kesehatan”. Pemateri diskusi JKN antara lain Direktur RSUD Bojonegoro Sunhadi, Direktur Amarylis Jakarta Budi, dan Kabag Ops Kepesertaan BPJS Bojonegoro Suharlina. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Habib, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekitar lima ribu massa dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Diniyah (For-Madin) menduduki gedung DPRD Jepara, Rabu (9/1). Ribuan massa yang berkumpul dari gedung NU Jepara terdiri dari berbagai elemen, antara lain Qiroati, Yanbua, RMI, Lakpesdam, Ansor dan IPNU-IPPNU.

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Dalam aksi longmarch dari gedung NU menuju gedung DPRD massa hendak menyampaikan aspirasi kepada dewan terkait digagalkannya Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Diniyah dalam rapat paripurna DPRD 26 Desember 2012 lalu. 

“Digagalkannya Perda Diniyah merupakan bukti bahwa wakil rakyat kita tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. DPRD Jepara telah mempermainkan agama untuk kepentingan politik mereka,” kata Achmad Makhalli koordinator umum aksi sembari membacakan testimoni suara masyarakat Jepara. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ranperda Diniyah merupakan perda inisiatif dari DPRD. Makhalli menyayangkan Ranperda yang diproses dan dikaji Panitia Khusus (Pansus) yang harapannya sesuai dengan kehendak rakyat malah ditolak sendiri oleh Pansus dan Fraksi di DPRD. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini artinya DPRD melakukan tindakan yang “sembrono” karena selain pemborosan anggaran juga berakibat kepada pendidikan diniyah di kabupaten Jepara,” sambung Makhalli. 

H Anas Arbaani dari PCNU mengungkapkan munculnya pro-kontra Ranperda dari masyarakat dan DPRD berdalih belum sempurna dan perlu disempurnakan maka masyarakat tidak perlu terkecoh. Masyarakat lanjut Anas yakin digagalkannya Ranperda tersebut berkiatan dengan pertarungan politik elit dan “kue politik” 2014. 

Karenanya, For-Madin, imbuh Anas, menyatakan sikap menolak politisasi agama untuk kepentingan sesaat, DPRD harus menghilangkan dikotomi pendidikan formal dan non formal, DPRD harus segera menyempurnakan dan mengesahkan Ranperda pendidikan diniyah paling lambat 31 Januari 2013 dan For-Madin akan melakukan pengawalan terhadap proses finalisasi Perda dan Pebup pendidikan Diniyah. 

Dalam aksi sebelum berjalan menuju gedung dewan diawali dahulu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan shalawat serta menyuarakan yel-yel. Didepan gedung dewan secara bergantian menyampaikan orasi dengan lagu, syiiran maupun suara nan lantang. 

“Hai wakil rakyat elengono naliko mlarat/ saiki wes sugih ojo nganti nekad/ ngelengono/ ngelengono besok bakal dadi tanggungan akherat.” Begitu salah satu syiir dari salah satu orator. 

Karena perwakilan dari For-Madin yang tak kunjung keluar akhirnya massa merangsek ke gedung dewan. Meski demikian aksi tidak diwarnai dengan anarkis melainkan doa bersama sekaligus mengakhiri aksi siang itu. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi kembali melepas tim medis untuk pengungsi Rohingya pada Senin (11/12) malam di gedung PBNU, Jakarta Pusat. Tim medis yang terbentuk atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini merupakan keberangkatan gelombang ketiga. 

Setelah pelepasan, tim medis dari NU akan langsung bergabung dengan Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan rencananya berangkat bersama-sama ke Bangladesh pada Kamis (14/12) untuk membantu pengungsi Rohingya yang mulai terserang berbagai penyakit. 

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas yang didaulat melepas tim medis meminta agar masyarakat Indonesia bersyukur atas kedamaian yang diberikan Allah SWT.  

Robikin mengatakan, Indonesia yang terdiri atas beragam agama, etnis, bahasa, dan budaya masih bisa menjaga kedamaian karena Islam sebagai mayoritas di Indonesia menganut Islam yang toleran. 

"Islam yang melindungi minoritas. Islam yang menghargai perbedaan," jelasnya. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara kembalinya NU memberangkatkan tim medis, kata Robikin, sebagai bentuk keprihatinan dan komitmen kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya di Bangladesh. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia berharap, aksi yang dilakukan NU bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain untuk terciptanya perdamaian dunia. 

"Kami berharap bahwa nilainya bisa ditularkan, bisa disalurkan ke dunia, sehingga masyarakat dunia akan mencapai perdamaian abadi," jelasnya. 

Turut mendampingi pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris PBNU H Isfah Abidal Azis, Ketua LAZISNU Syamsul Huda, dan Wakil Sekretaris LPBI PBNU Ubaidillah Sadewa. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor

Tulungagung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Instruktur Nasional Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor KH Ahmad Nadhif mengatakan, NU dan Ansor beserta badan otonom NU lainnya didirikan bertujuan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja).

Hal ini ditegaskannya saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) angkatan ke IV Pimpinan Cabang GP Ansor Tulungagung, 18 April lalu di Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jawa Timur.

Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Tujuan Didirikan dan Tugas GP Ansor

Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Gus Nadhif, ini Ansor beserta Bansernya harus menjadi garda terdepan untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja ini. “Tugas Ansor dan Banser adalah mempertahankan dan mengembangkan ajaran ini,” tandasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, Aswaja adalah paham yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas. Dalam fiqih menganut pada mazhab yang empat, Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Juga mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi? dalam bidang akidah. Sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Aswaja diikuti mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya NU. Karena di dalamnya mempuyai beragam konsep yang jelas dan dilandasi dengan dalil-dalil yang qath’i. Adapun salah satu konsep yang terkandung dalam ajaran Aswaja yaitu, tawasuth, tasamuh, tawazun, dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Yang dimaksud tawasuth (moderat), adalah sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam. Tawazun (seimbang), adalah sebuah keseimbangan keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia menghitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang proporsional. “Amar ma’ruf nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran,” katanya.

Ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah, lanjutnya, adalah sebagai benteng akidah amaliah warga NU. Tantangan besar yang dihadapi warga NU, yaitu mewaspadai beberapa aliran yang akhir-akhir ini mulai berkembang di Indonesia.

Pelatihan Kader Dasar angkatan ke IV ini diikuti 84 peserta. Mereka utusan dari beberapa ranting GP Ansor di Kecamatan Gondang Tulungagung. Meski pelatihan tingkat Cabang, PKD angkatan IV ini termasuk pelatihan yang? istimewa karena dihadiri instruktur nasional. Selain Gus Nadhif, ada Kepala Satkornas Banser H Alfa Isneini, Abdul Azis, H Imam Kusnin Ahmad, dan beberapa instruktur PW Ansor Jawa Timur. (Red/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, AlaSantri, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

PCNU Purbalingga Dilantik

Purbalingga, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga masa hidmah 2013-2018 resmi dilantik di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kedungjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada Senin 27 Januari 2014.

PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Purbalingga Dilantik

PCNU Kabupaten Purbalingga dipimpin duet di syuriah H. Nurkholis Ahmadi, sementara dan tanfidiyah H. Suroso Abdul Rozak.

Pelantikan dihadiri ribuan warga mulai dari pelajar IPNU-IPPNU, para pengurus dari tingkat ranting hingga pengurus MWC se-Kabupaten Purbalingga, beserta banom-banomnya mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari jajaran pejabat hadir mewakili Bupati Purbalingga yaitu Asisten 2, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, Kapolres, Dandim dan yang lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

H. Suroso Abdul Rozak dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah, sehingga NU Purbalingga ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Sambutan dari PWNU disampaikan KH. Arja Amroni dan PBNU oleh KH Imam Azis sama-sama mengajak Nahdliyin untuk meneladani almarhum Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh yang belum lama ini wafat. (Torik Jahidin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Humor Islam, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kain Tapis khas Lampung yang merupakan pakaian adat suku Lampung berbahan kain tenun benang kapas dan biasanya disulam dengan benang emas dan perak ini rencananya akan menjadi produk andalan HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) Lampung yang akan ikut serta pada Pameran Indonesia Terpadu 2016 di Aljazair bulan November 2016 mendatang.

HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Lampung Siap Pasarkan Kain Tapis di Pameran Internasional Aljazair

Dipilihnya Kain Tapis menurut H Abdul Karim, disamping sebagai ikon budaya daerah Lampung kain ini juga merupakan salah satu warisan budaya kebanggaan nusantara.

"Kita ingin kain tapis ini dikenal di eropa, sehingga menarik minat para turis berkunjung dan otomatis dapat menggerakkan ekonomi pengrajin kain tapis setempat," terang Ketua HIPSI Lampung di kediamanya Jalan Terminal Raja Basa, Bandar Lampung, Rabu (7/9).

Seperti diberitakan sebelumnya Pameran Indonesia Terpadu akan berlangsung 23-27 November 2016 oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) berkedudukan di Aljazair. Pameran yang bertujuan memasarkan dan peningkatan ekspor produk indonesia ini diikuti oleh pelaku usaha dan industri tanah air dari berbagai produk manufaktur, migas dan nonmigas serta consumer goods.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hipsi NU turut berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan berbagai varian produk unggulanya seperti kopi Lanang Wali limbung dari Jawa Tengah, Kopi luak dari Lampung dan beberapa produk herbal kesehatan dari Hipsi Jawa Timur.

Terpisah Ketua Umum HIPSI, Mohammad Ghozali saat dihubungi menambahkan, selain Aljazair, misi dagang HIPSI melalui delegasi khusus juga ke Turki, Prancis dan Qatar.

"Khusus Turki ada dua agenda. Petama meeting bisnis dengan jaringan TITA (Turkey Indonesia Trade Association). Kedua dengan pengusaha jaringan pesantren Sulaymaniah yang mana lewat jaringan ini banyak berdiri pesantren Tahfidzul quran di Indonesia," pungkasnya. (Fathurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pemurnian Aqidah, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

Memaknai Ramadhan sebagai Bulan Muhasabah

Oleh Muhammad Qomarudin



Pertengahan Ramadhan ini, bangsa Indonesia kembali diguncang nestapa. Momentum bulan Ramadhan sebagai bulan sakral nan suci bagi kaum Muslimin untuk menjalankan ibadah teriringi oleh ujian yang begitu berat. Bencana banjir dan tanah longsor kembali mengguncang 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang meliputi? Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan kota Solo. Bencana tersebut mengakibatkan 35 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, dan ratusan rumah rusak (Jawa Pos, 20 Juni 2016).

Memaknai Ramadhan sebagai Bulan Muhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Memaknai Ramadhan sebagai Bulan Muhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)

Memaknai Ramadhan sebagai Bulan Muhasabah

Bencana alam di atas adalah secuil dari bukti tanda kebesaran Allah SWT. Peristiwa memilukan tersebut merupakan sunnatullah yang menyimpan berbagai hikmah dan pelajaran di dalamnya. Salah satu hikmah tersebut adalah kewajiban kita untuk terus menjaga alam dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi kerusakan di muka bumi sebagaimana Firman Allah SWT dalam Ar Ruum: 41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah SWT menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Ayat di atas secara implisit menyadarkan kita akan berlakunya hukum timbal balik yang terjadi secara alamiah di muka bumi ini. Jika kita menjaga alam sebagai salah satu makhluk Allah SWT dengan baik, maka ia akan memberikan respon yang baik bahkan lebih baik kepada kita. Begitu juga sebalikanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Satu hal hikmah yang bisa kita raih dari bencana alam di Jawa Tengah ini adalah terjadi pada bulan Ramadhan yang notabene banyak dari kaum Muslimin sedang menjalankan ibadah dengan porsi lebih semangat. Itulah kekuasaan Allah SWT. Bencana apa pun, kapan pun dan dimana pun merupakan hak prerogratif sekaligus bukti rahasia Allah SWT sebagai pencipta makhluk (Al-Khaliq) dan sang penguasa jagad raya (Al-Mulk). Tidak ada satu pun makhluk di muka bumi ini yang dapat menyamai atau menandingi kebesaran Allah SWT. Kita sebagai hamba-Nya dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan introspeksi diri.

Jika itu terjadi, maka akan muncul berbagai pertanyaan reflektif dan evaluatif sebagai berikut. Seberapa besar rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang tercurah? Seberapa besar tekad kita dalam beribadah dalam bulan yang penuh maghfirah ini? Seberapa luas upaya kita dalam berkasih sayang kepada makhluk di sekitar kita?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tiga pertanyaan di atas seharusnya dapat menjadi bahan pijakan untuk mengevaluasi sejauh mana diri kita dalam memaknai Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Kita pun mahfum, keistimewaan bulan Ramadhan sangatlah besar dan tiada bandingnya. Ia bak samudra dan limpahan air di atasnya dapat diibaratkan sebagai pahala yang terlimpah luas. Pada fase awal, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa dengan “hanya” merasa gembira dalam menyambut Ramadhan saja dapat menghindarkan diri dari api neraka, apalagi bila kita mampu melewatinya dengan ibadah yang baik pula. Sungguh luar biasa pesona Ramadhan tersebut.

Namun terkadang diri ini alpa, ada beberapa hal yang salah dalam pola pikir kita dalam memaknai Ramadhan. Kita sering melabeli Ramadhan sebagai bulan untuk bermalas-malasan. Wajar memang, dengan berpuasa, energi dan fungsi organ tubuh terasa lebih lemah sehingga berdampak pada perilaku bermalas-malasan dalam beraktivitas. Karena hal itulah, sering kita mendapati banyak dari kita menjadikan tempat-tempat strategis untuk menabung pahala seperti masjid dan mushala digunakan hanya untuk sekadar tidur-tiduran. Ironi memang, maka berlaku produktif dalam memanfaatkan setiap detik Ramadhan dengan perilaku yang benar merupakan pilihan terbaik bagi kita.

Ramadhan bukan hanya menganjurkan kita untuk beribadah, baik sunah maupun wajib, ia juga memberikan kita makna besar untuk mengorelasikan hablum minallah (interaksi individual dengan Allah SWT) dan hablum minannas (interaksi sosial dengan makhluk) secara seimbang. Hal ini memanglah benar adanya. Mengingat dr. Ratib an-Nabusi, ulama terkemuka Suriah pernah mengatakan, ibadah formal (syar’iyah) seseorang tidak diterima selama ibadah interaktif (ta’amuliyah) tidak benar.? ? ? ? ?

Pada pekan awal Ramadhan ini, kita mendapati pro kontra tentang larangan berjualan pada siang hari. Maka di sinilah diperlukan kesadaran hati dan kepekaan jiwa dari semua pihak yang berkepentingan. Seberapa manfaat dan madarat dari setiap aturan perlu dikaji ulang secara rasional dan sistematis. Maka menghargai—seseorang yang tidak berkewajiban puasa—juga menjadi titik poin yang patut mendapatkan perhatian. Inilah bentuk apresiasi pada makna keberagaman yang tercipta di negeri ini secara turun temurun.

Pada perkembangan selanjutnya di pertengahan bulan Ramadhan, bangsa ini, terutama kaum muslimin kembali diuji dengan adanya pemberitaan tentang penodaan agama Islam yang dilakukan oleh oknum remaja di Banyuwangi dan Tulungagung. Kedua daerah tersebut ada di wilayah Jawa Timur. Keduanya menggunakan jejaring sosial Facebook sebagai media untuk menjalankan aksi kejinya.

Lantas, bagaimanakah kita menyikapi fenomena ini? Rentetan kasus dan bencana alam yang datang silih berganti menunjukkan betapa besar cinta Allah SWT yang tercurah kepada umat Islam. Maka berlaku penuh kesabaran adalah jalan yang ditempuh dalam melewati fase ini. Bersabar bukan berarti pasif akan tetapi justru lebih aktif dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukankah kesabaran dapat mendatangkan pertolongan dari setiap kesusahan? Jika hal ini terlaksana, bukan tidak mungkin akan tercipta pribadi muslim yang tegar, taat dan berakhlakul karimah.

Bagaimanakah cara menumbuhkan kasih sayang kepada sesama manusia? Marilah kita belajar dari cara Rasulullah SAW dalam menyayangi keluarganya. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan murah senyum. Hal itulah yang menjadikan beliau disegani tidak hanya oleh sahabatnya, tetapi juga musuh-musuhnya sehingga dengan kewibawaan dan kesederhanaanya, beliau mampu meluluhkan hati kaum kafir sehingga mereka berbondong-bondong masuk Islam. Adapun bentuk kasih sayang Rasulullah SAW termaktub dalam QS Ali Imran (159) yang berbunyi “maka berkat rahmah Allah SWT engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah SWT mencintai orang yang bertawakal”

Marilah kita jadikan kembali Ramadhan ini sebagai bulan intropkesi (syahrul muhasabah) untuk merenungi makna setiap langkah kita dalam meniti kehidupan di muka bumi sebagai bekal untuk akhirat nanti sehingga kita bisa berlaku adil dalam beribadah maupun kepada sesama.? Semoga!

Penulis adalah Alumnus Pondok Pesantren Attanwir Talun, Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur; Pengurus Bidang Kaderisasi PC IPNU Bojonegoro



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Berita, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

Sulawesi Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bantaeng dan Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Selatan mempersiapkan pelatihan kader lanjut se-Indonesia. PKL rencananya diadakan di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, pertengahan Desember 2013.

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

Dalam rangka persiapan teknis, Pengurus PC PMII Bantaeng dan PKC PMII Sulsel bertemu Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Hotel Marina Beach, Rabu (6/11).

PKL se-Indonesia bertema "Merebut Kekuatan Ekonomi Menuju Kepemimpinan Nasional Yang Berdaulat". Kegiatan ini rencanaya berlangsung selama enam hari. Persitiwa nasional ini disambut baik Bupati Bantaeng.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sudah menjadi kewajiban anak bangsa untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing sehingga mempunyai karakter kepemimpinan masa depan,” kata Nurdin Abdullah kepada sejumlah pengurus PMII.

PKL ini merupakan salah satu program kerja PC PMII Bantaeng masa khidmat 2013-2014. Dalam PKL, sejumlah isu dibahas seperti Pertahanan Nasional, Keislaman, Geo-ekopol, situasi internasional, nasional, dan lokal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penempatan PKL di Bantaeng diharapkan mampu meningkatkan dan memperkenalkan wisata kabupaten Bantaeng ke seluruh sahabat-sahabat cabang se-Indonesia yang bertepatan hari jadi Butta toa Bantaeng.

Ketua PC PMII Bantaeng Ahmad Makmur mengatakan, sejak hadirnya PMII di Bantaeng pada 1999 hingga kini telah melahirkan berbagai kader kompetens di basis pengetahuan ke-PMII-an. Bantaeng layak dijadikan tempat PKL se-Indonesia karena laju perkembangan pembangunan daerahnya, pelayanan publiknya, destinasi wisatanya yang memadai hingga sampai keterbukaan pemerintahan daerah yang selalu respon dengan kegiatan positif kepemudaan dan kemahasiswaan.

“Itu semua menjadi patokan atau tolak ukur kelayakan kabupaten Bantaeng dijadikan pusat kegiatan PKL PMII,” tegas Makmur.

Ketua PKC PMII Sulsel Ismail Mangngaga mengatakan, dengan jadwal padat materi di kegiatan ini, para peserta dituntut untuk berkosentrasi penuh. Jika tidak, mereka akan melewatkan pemateri-pemateri berkompten di bidangnya yang didatangkan panitia. Sedangkan susunan materi yang disusun panitia mengacu pada silabus terbitan PB PMII. (Ahmad Qkho/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Cerita, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 November 2017

GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Riau mengimbau agar perguruan tinggi konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masuknya ideologi HTI yang memproklamirkan khilafah dan antidemokrasi di kampus merupakan ancaman yang nyata bagi keberlangsungan NKRI di masa mendatang.

GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Riau Ingatkan Kampus Jaga NKRI dari HTI

Hal ini disampaikan untuk menanggapi kegiatan Indonesia Congress of Muslim Student (ICMS) yang dihelat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jumat (17/10) ini di Kampus Universitas Islam Riau (UIR) dengan tema "We Need Khilafah Not Democracy),

"Kalau HTI menolak demokrasi dan mendukung khilafah, berarti sudah menolak Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi acuan kita berbangsa dan bernegara. Yang semacam ini seharusnya tidak dibiarkan leluasa merekrut mahasiswa kita di kampus-kampus," kata Wakil Ketua GP Ansor Riau Purwaji dalam siaran pers kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, klaim HTI untuk mendeklarasikan bersama 5000 mahasiswa di UIR sudah jelas-jelas menginginkan NKRI bubar dan itu berarti mengingkari hasil perjuangan para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia.

Sejak masuk ke Indonesia tahun 1980-an HTI memang terus menggalang dukungan untuk mengganti sistem negara kita yang berdasar Pancasila menjadi negara dengan sistem yang mereka sebut khilafah Islamiyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terkait hal itu, Purwaji meminta pihak kampus, Polri dan pemerintah daerah Riau mengantisipasi kemungkinan lahirnya pemikiran yang akan mengancam keberlangsungan NKRI di masa depan.

"Kampus harus hati-hati memantau gerakan seperti yang dilakukan HTI dan gerakan fundamentalis Islam lainnya. Dan Polri juga jangan seenaknya ngasih izin kegiatan mereka, sebab orang mengajak NKRI bubar kok dibiarkan dan dikasi izin," tandasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 September 2017

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Sampang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Organisasi yang menamakan diri Silaturrahim Ikhwan dan Akhwat Thoriqoh Naqsyabandiyah (Sitqon) Gersempal menunjukkan komitmennya terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan kesetiaannya terhadap Tanah Air.

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Persaudaraan Tarekat Naqsyabandiyah Komit Setia Aswaja dan NKRI

Salah satu Pembina Sitqon Pusat, KH Syafiuddin Abdul Wahid berharap Sitqon sebagai wadah persaudaraan penganut tarekat Naqsabandiyah berpegang teguh dengan Ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamah dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, serta tradisi dan ajaran ulama-ulama salafus salih.

Syaifuddin juga mengingatkan kepada anggota untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak gerakan-gerakan ekstrem yang mengatasnamakan Islam tapi hendak menghancurkan Nusantara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal ini disampaikan seiring dengan momen penyelenggaraan Majelis Dzikir dan Haul Akbar Masyayikh Thoriqoh An-Naqsyabandiyah Mudzhari Gersempal oleh Pengurus SITQON Pusat di Masjid Agung Sampang, Sampang, Jawa Timur, akhir pekan kemarin (14/2).

Hadir dalam perhelatan tersebut Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), para ulama, habib, pejabat setempat, Imam Khwajagan Naqsyabandiyah Gersempal, dan pengurus Sitqon dari pusat, cabang, hingga ranting.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Ketua Panitia, KH Nuruddin JC, selama hampir satu tahun ini, Sitqon sudah terbentuk di 16 Cabang yang menyebar di Indonesia dengan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan bagian pendidikan dan dakwah, bagian humas, bagian media dan informasi, bagian perekonomian, serta bagian seni dan budaya.

Nuruddin berharap ke depan pembentukan pengurus cabang Sitqon di kabupaten lainnya dapat terbentuk yang tujuannya di antaranya sebagai syiar islam, memasyarakatkan tarekat dan berpartsipasi dalam pembangunan bangsa.

Sementara Gus Ipul berpendapat, tarekat merupakan ajaran yang mengajak orang masuk surga dengan rombongan. "Karena ingin masuk surga secara rombongan, maka harus ada pemimpinnya yaitu mursyid atau dalam bahasa kita sebagai penerang yang mengarahkan jalan-jalannya sehingga pada akhirnya memperoleh ridha Allah SWT,” katanya.

Karena itu, menurutnya, seorang Mursyid tentunya harus memiliki sanad dan silsilah yang akhirnya bersambung kepada Rosulullah SAW. “Justru dengan majelis-majelis dzikir seperti  ini negara kita  diselamatkan oleh Allah SWT, sementara di negara-negara Islam lainnya seperti Suriah, Irak dan lainnya sedang mengalami kehancuran,” sambung Gus Ipul. (Dedi Haryono/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal? . Ragam cara memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-68 RI. Salah satunya yang dilakukan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh, yaitu menggelar “pesta rakyat” berupa makan gratis jajanan rakyat dan pawai kesenian tradisional.

Lebih kurang tiga ribu orang tumplek di lapangan pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Songgom Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, (17/8). Hadirin dihibur penampilan grup Nasida Ria Semarang sejak pukul 13.00 – 16.00.?

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh

Dengan irama yang khas, grup legendaris pimpinan Kholiq Zein itu selama tiga jam membawakan lebih dari 25 lagu andalannya. Antara lain Merdeka Membangun, Palestina, Anakku, Seni Tradisional, Masyitoh Indonesia, Nasib Desaku, Tiga Perkara, Bertaubatlah dan lain sebagainya.

Selain penampilan Nasida Ria, pada Minggu (18/8) pagi digelar Pawai Kesenian Tradisional, antara lain Seni Kuntulan Tegalglagah, Barongsai Banjaratma, Calung Bumiayu, Rebana dan lain-lain.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masyarakat Jatirokeh dan sekitarnya kembali dibuat tersenyum gembira dengan pawai yang meriah itu dari halaman pondok hingga ke Kantor Kecamatan Songgom.?

Pengasuh Pesantren Al Falah Drs KH Nasrudin mengatakan, kita harus nguri-uri (menghidupkan) budaya tradisional dan gemar makan ala rakyat. Menurutnya, budaya kita yang adiluhung harus dilestarikan walau harus berhadapan dengan modernisasi global.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Untuk itu perlu perlindungan dari pemerintah, selain dari rakyat itu sendiri yang nguri-uri,” katanya di sela kegiatan pesta rakyat di komplek pondok pesantren.?

Langkah yang tepat yakni pemerintah harus menerbitkan undang-undang kebudayaan sebagai payung hukum kelestarian kebudayaan kita. “DPR sedang mengupayakan diterbitkannya undang-undang tentang Kebudayaan,” tutur Nasrudin yang juga wakil rakyat di DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Hasil cipta masyarakat, kata Nasrudin, seperti lagu, buku, budaya dan bentuk-bentuk kesenian lain banyak yang dibajak. Bahkan beberapa waktu yang lalu diklaim sebagai kebudayaan negara tetangga.?

“Ini sangat naif kalau kita sendiri tidak melindunginya. Hasil cipta karya manusia yang adiluhung harus ada payung hukumnya dengan penerbitan Undang-Undang Kebudayaan,” tandas anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olah raga, pariwisata dan perpustakaan nasional.?

Termasuk, jajanan ala rakyat yang beraneka ragam tumbuh dari berbagai pelosok tanah air harus pula di dilestarikan. “Walau hidup di Jakarta, makanan ala rakyat sangat klangenan dan sering dicari warga Ibu Kota,” terangnya.

Nasrudin mengajak makan bersama tetangga dan rakyat Brebes sebagai bentuk kecintaan dan kebersamaan dengan rakyat. Apalagi di hari Kemerdekaan ke-68 RI akan memiliki makna yang mendasar. Bahwa kita sudah merdeka jangan sampai ada yang kelaparan. Untuk itu perlu berbagi bersama, jangan sampai ada masyarakat Brebes yang tidak makan.?

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita, Habib, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 15 Juni 2017

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI

Semarang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sedikitnya 3000 pesilat mengikuti apel akbar Pagar Nusa di di lapangan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Ahad (29/3). Dalam acara itu, mereka mengucapkan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Repuiblik Indonesia (NKRI).

Diawali dengan takbir tiga kali, ikrar itu dibaca Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali secara sepotong-potong, kemudian diikuti semua peserta apel. Berikut bunyi teks ikrar kesetiaan Pagar Nusa dengan disaksikan ratusan tamu undangan.

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Bunyi Ikrar Kesetiaan Pagar Nusa kepada NKRI

 

Bismillahirrahmanirrahim

Asyhadu alla ilaaha illa-Llah, wa asyhadu anna muhammadar rasululuLlah, radlitu billahi rabba.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kami keluarga besar Pencak Silat Pagar Nusa seluruh Indonesia, berikrar:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertama, menjaga ukhuwah diniyyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah, untuk keberlangsungan dakwah islamiyah ala Ahlussunnah wal Jamaah, demi keutuhan NKRI dan kedamaian umat manusia.

Dua, mengawal perjuangan NU, kiai dan pesantren dalam menjaga ideologi, amalan, dan tradisi Aswaja, dari gempuran atau ajaran radikalisme.

Tiga, senantiasa meningkatkan keimanan, memperkokoh kebangsaan, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Usai ikrar, H. Asad menyampaikan tausiyah kepada pesilat Pagar Nusa. Ia mengajak Pagar Nusa meneruskan perjuangan para wali dan ulama yang telah melahirkan Nahdlatul Ulama. Saat ini, katanya, NU telah menjadi tulang punggung bangsa Indonesia.

 

Asad juga menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan perwujudan ayat Al-Quran yang berbunyi wama arsalnaaka illa rahmatallil alamin. "Islam itu rahmat untuk semesta alam, bukam Islam berdarah-berdarah. Bukan pula Islam yang membunuh orang tanpa alasan tetapi Islam yang penuh kasih sayang," tandasnya.

Di akhir tausiyahnya, Asad mempertegas komitmen Pagar Nusa bahwa NKRI harga Mati. "Kalau saya tanya siapa kita, jawab NU. Siapa kita, Pagar Nusa. NKRI harga mati, Pancasila Jaya," katanya penuh semangat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Mei 2017

Militer Suriah Umumkan Gencatan Senjata Selama 7 Hari

Damaskus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Militer Suriah mengumumkan pemberlakuan gencatatan senjata di seluruh negeri selama tujuh hari, dimulai pada Senin. Hal ini dilaporkan kantor berita negara SANA. Penghentian pertempuran dimulai sejak pukul 07.00 waktu setempat dan akan diterapkan hingga 19 September.?

Namun, militer Suriah mengatakan pihaknya tetap memiliki hak untuk menindak pelanggaran apa pun yang kemungkinan dilakukan oleh para pemberontak. Pernyataan gencatan senjata itu dikeluarkan militer sebagai bagian dari kesepakatan yang tercapai baru-baru ini antara negara-negara adidaya.?

Militer Suriah Umumkan Gencatan Senjata Selama 7 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Militer Suriah Umumkan Gencatan Senjata Selama 7 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Militer Suriah Umumkan Gencatan Senjata Selama 7 Hari

Pada Sabtu dini hari, negara adikuasa Amerika Serikat dan Rusia mengumumkan bahwa kesepakatan bersejarah telah tercapai menyangkut gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah, yang akan menandai awal hari raya kaum Muslim, Idul Adha.?

Gencatan senjata selama satu pekan itu juga termasuk pembukaan akses bagi bantuan kemanusiaan serta operasi militer bersama terhadap kelompok-kelompok teroris terlarang.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Semua serangan dan serangan udara akan dihentikan dan akses tanpa halangan akan diberikan ke wilayah-wilayah yang terkepung, termasuk di kota utara, Aleppo, demikian menurut kesepakatan yang dicapai. Pemerintah Suriah mengatakan pihaknya menyambut baik kesepakatan tersebut. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Mei 2017

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Berbagai situasi dan aktifitas di dalam Masjid hampir senantiasa mencerminkan kondisi masyarakat sekelilingnya. Semangat dan sikap keberagamaan mereka dapat diidentifikasi dari masjidnya.

Demikian disampaian Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang digelar PCNU Kabupaten Kudus di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (10/3) petang.

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Kiai Masdar mencontohkan, ketika sejumlah kegiatan yang digelar tidak menyentuh problem sosial yang aktual saat itu maka hal tersebut penanda bahwa masyarakat dan tokoh keagamaannya sedang kekurangan hasrat untuk mengubah keadaan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Khotib jumatnya ngomognya jauh-jauh, tidak ada hubungannya dengan masalah di masyaraktnya. Lalu jamaah yang mendengarkan pada tidur semua. Kira-kira masyaraktnya kita ya seperti itu,” katanya.

Hal serupa juga terjadi saat tokoh-tokoh masjid gemar menyalahkan dan menuding sesat umat Islam lainnya lantaran disusupi kelompok garis keras. ”Itu potret bahwa umat Islam sedang terserang virus galak,” imbuh Kiai Masdar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk itu, kiai kelahiran Purwokerto ini mendorong warga NU dari pusat hingga ranting untuk mengelola masjidnya secara benar. Menurut dia, salah satu faktor kelemahan umat Islam Indonesia adalah tidak berfungsinya masjid sebagai wadah gerakan untuk masalah agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

”Kalau ingin merevitalisasi masyarakat titik tolaknya harus dari masjid,” tegasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Doa, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 12 Maret 2017

Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu

Menyapu dua telinga termasuk dalam sunah wudhu. Meratakan air di semua bagian luar telinga sangat dianjurkan dalam berwudhu. Berikut ini doa yang perlu dibaca saat menyapu dua telinga.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu

Allahummaj‘alnî minalladzîna yastami‘ûnal qaula fayattabi‘ûna ’ahsanah. Allahumma ’asmi‘nî munâdiyal jannati fil jannati ma‘al abrâr.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Hai Tuhanku, jadikanlah aku termasuk orang yang mendengar perkataan, lalu mengikuti yang lebih baik. Hai Tuhanku, perdengarkanlah aku bunyi-bunyian surga di dalam surga bersama orang-orang yang membuat bakti,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, AlaSantri, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock