Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

Garut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat H Eman Suryaman menyerukan agar masyarakat di Jawa Barat pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya untuk melaksanakan shalat Istisqa’.

Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekeringan, Ketua PWNU Jabar Serukan Shalat Istisqa’

"Saya berkeliling di daerah-daerah Jawa Barat. Selama ini banyak mendengar dan melihat banyak tanah kering karena tidak adanya hujan yang cukup panjang. Para petani sulit memulai bercocok tanam, situasi panas membuat aktivitas kerja juga tidak optimal," jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Atas dasar itu, Eman menyerukan kepada seluruh para pengurus Nahdlatul Ulama baik dari tingkat wilayah, cabang di kabupaten dan kota, hingga pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk mengadakan shalat Istisqa’ di masing-masing tempat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita berdoa kepada Allah Swt agar berkenan menurunkan hujan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama para petani yang sangat membutuhkan kuncuran berkah dari air hujan," ujarnya berharap.

Sedikit menjelaskan pentingnya shalat Istisqa, Eman memaparkan bahwa benar urusan hujan merupakan hukum alam terkait dengan awan, air, angin dan seterusnya. Sebagai orang Islam yang meyakini dibalik hukum kausalitas/sebab-akibat, Eman berpendapat, ada peranan sang pencipta yang bisa mengubah, mempercepat atau memperlambat proses geraknya. Dari situlah makna shalat dengan substansi permohonan melalui doa, dilakukan sebagai ikhtiar bersama.

Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Nuur, Ayat 43, Eman menyampaikan, bahwa Allah memiliki peranan dalam pengaturan antara awan, air, gunung, laut dan seterusnya.

"....Tidaklah kamu melihat bahwa Allah (mengarak dengan perlahan-lahan) partikel awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan...."

Dengan penuh harap kepada Allah, Eman Suryaman mengajak kebersamaan umat Islam untuk menyampaikan hal tersebut. Seruan Ketua PWNU Jawa Barat ini pada hari yang sama juga sudah disampaikan oleh Eman Suryaman kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada hari yang sama di Bandung di tengah pertemuan Halal Bihalal. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda?

Assalamualaikum Wr. Wb. Kami suami-istri yang baru menikah. Dan selama seminggu saya keluar kota, begitu pulang karena kami tidak tahan kami melakukan hubungan badan pada siang hari di bulan Ramadlan. Yang ingin saya tanyakan apakah kami berdua wajib membayar kaffarat ataukah hanya pihak suami saja yang wajib, mengingat hubungan itu kami lakukan berdua dan sama-sama menikmatinya. Kami mohon penjelasannya, dan atas penjelasannya kami ucapkan terimakasih. (Ali-Sorong)

 

Jawaban

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt, dan bisa menjalankan puasa dengan lancar sampai selesai. Bahwa hubungan badan yang dilarang dan membatalkan puasa adalah hubungan yang dilakukan siang hari, dan pelakunya berhak mendapatkan kaffarat. Larangan ini tidak berlaku untuk hubungan badan yang dilakukan pada malam hari.

Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda? (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda? (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami-Istri Melakukan Hubungan Siang Hari, Siapa yang Didenda?

Yang menjadi persoalan apakah pihak perempuan yang melakukan hubungan di siang hari itu juga berhak mendapatkan kaffarat atau hanya pihak lelaki saja?

Ada dua pendapat ulama dalam hal ini. Menurut madzhab Hanafi dan Maliki jika seorang istri melakukan hubungan badan dengan suaminya maka ia wajib membayar kaffarat. Sedangkan menurut Imam Syafi’i dan Imam Dawud azh-Zhahiri tidak ada kewajiban membayar kaffarat atasnya. Demikian sebagaimana dikemukakan Ibnu Rusyd:

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?..

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Adapun masalah ketiga: yaitu perselisihan mereka (para ulama) tentang kewajiaban membayar kaffarat bagi seorang perempuan yang melakukan jima` dengan suaminya maka Abu Hanifah beserta para pengikutnya dan Imam Malik beserta para pengikutnya mewajibkan ia membayar kaffarat. Sedang menurut Imam Syafii dan Imam Dawud azd-Zhahiri, tidak ada kewajiban kaffarat baginya” (Ibnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, Mesir-Musthafa al-Babi al-Halabi, 1395 H/1975 M, h. 204)

Di antara alasan yang mewajibkan kaffarat, misalnya menurut madzhab Hanafi adalah bahwa sebab yang mewajibkan membayar kaffarat adalah pelanggaran dengan merusak puasa (jinayah al-ifsad). Dan keduanya dianggap berkolaborasi (musyarakah) dan bersama-sama dalam melakukan pelanggara tersebut. Karenanya, baik lelaki maupun pihak perempuan memiliki kewajiban membayat kaffarat.  

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sedangkan di antara alasan yang dikemukakan oleh pandangan kedua yang tidak mewajibkan kaffarat bagi pihak perempuan adalah, karena Rasulullah saw dalam haditsnya hanya memerintahkan kepada pihak laki-laki yang melakukan jima` dengan istrinya pada siang Ramadlan untuk membebaskan budak, jika tidak mampu puasa selama dua bulan berturut-turut, dan jika masih tidak mampu juga maka memberikan makanan kepada enam puluh orang miskin. Yang diwajibkan membayar kaffarat hanya suami, padahal jelas dalam kasus ini pihak perempuan juga terlibat di dalamnya.

Saran kami, ikuti pendapat yang pertama sepanjang bisa dilakukan. Karena jika kita mengikuti pendapat pertama, maka kita juga mengakomodir pendapat kedua. Di samping itu pendapat pertama adalah pendapat yang diikuti mayoritas ulama.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, dan semoga bisa bermanfaat. Dan kami ingatkan jangan sekali-kali mengulangi hal tersebut karena itu jelas melanggar aturan syara’. Puasa adalah sarana untuk menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya dihalalkan, dalam hal ini adalah hubungan suami istri seperti dibahas di atas. Jika merasa tidak kuat menahan, hindari intensitas pertemuan di siang hari. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

?Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam menghadapi perkembangan dunia yang begitu cepat, seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dituntut lebih progresif dan militan dalam banyak hal termasuk teknologi informasi. Jika tidak demikian, kemajuan teknologi itu sendiri yang akan menggilas kader IPNU.

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Progresif, Kader IPNU Bisa Digilas Kemajuan Teknologi

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ?Muhaimin Iskandar mengatakan hal itu saat mengisi seminar Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat IPNU di Hotel Paragon, Jumat (9/12). "Ini fenomena teknologi informasi, yang mampu menggerakkan massa dalam demo 411 dan 212 kemarin," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Cak Imin menambahkan, perubahan yang sangat cepat ini tidak boleh membuat IPNU melemah, justru harus lebih kuat dan tangguh menghadapi segela tantangan ke depan. Inilah pekerjaan rumah pengurus IPNU dalam mengembangkan organisasi.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selamat berjuang kepada pengurus IPNU seluruh Indonesia, dalam menghadapi segala tantangan yang menghadang," tambahnya. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cak Imin menegaskan, IPNU bukanlah organisasi main-main, karena para pelajar dan santri yang tergabung dalam organisasi ini adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Sedini mungkin para pelajar harus memupuk diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, yang kelak akan bermanfaat di kemudian hari.

Lanjut Cak Imin, kondisi bangsa ke depan tergantung di tangan para pelajar, sehingga? diharapkan dapat menjadi generasi yang dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju dan beradab.? Seluruh kader IPNU harus menggunakan teknologi informasi, dengan melihat dari aksi 411 dan 211 kemarin.

"Di tangan pelajar harus tergantung kondisi bangsa ke depan, sehingga bangsa ini lebih maju dan beradab," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Mahbib)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Pertandingan, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jelang pelaksanaan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Jajaran Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, melakukan ziarah ke tiga pendiri NU yang berada di Jombang, Ahad (14/4).?

Konferwil sendiri rencananya digelar pada 31 Mei-1 Juni mendatang di Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.?

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Ziarah pendiri NU, dipimpin langsung Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftakhul Akhyar dan ketua Tanfidziyah, KH Muatawakkil Alallah. Rombongan ulama ulama NU ini tiba di Pesantern Tebuireng Jombang sekitar pukul 12.30. Sebelumnya para pengurus NU Jatim ini mengawali ziarah ke makam KH Khoil Bangkalan yang merupakan guru para pendiri NU, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Rombongan terbagi dua, yang pertama menuju Bangkalan dan yang kedua ke Kediri,” tutur Mashudi Mukhtar, sekretaris PWNU Jatim menuturkan. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai dari makam KH Kholil Bangkalan dan Makam KH Mahrus Kediri, kedua rombongan bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang ini. Tiba di pesantren yang didirikan Rois Akbar, KH Hasyim Asyari rombongan langsung menuju makam yang terletak di Komplek Pesantren tepatnya sebelah barat masjid pesantren dimana terletak makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan juga terdapat makam Gus Dur.

Setelah melakukan tahlil dan doa, selanjutnya rombongan meluncur ke makam KH Bisri Syansuri PP Mambaul Maarif Denanyar serta makam KH Wahab Hasbulloh di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

"Ziarah ini juga mengawali kegiatan Harlah NU serta Konferwil mendatang," tandasnya Mashudi Mukhtar menambahkan.?

Dijelaskannya, “Para kiai dan pengurus NU ziarah ke Bangkalan karena beliau (KH Kholil) yang merestui berdirinya organisasi NU, sedangkan KH Mahrus merupakan Rois pertama," ujarnya di PP Tebuireng.

Dikatannya, Disamping dalam rangka Harlah NU, ? lanjut Mashudi Mukhtar mengungkapan ziarah dilakukan karena PWNU akan segera menggelar Konferensi.?

"Rencananya Konferwil bakal dilaksanakan pada tanggal 31 Mei-1 Juni mendatang di Sidoarjo," imbuhnya.

Terkait pemilihan Konferwil mendatang, dalam proses pemilihan ketua, Mashudi membeberkan, PWNU berencana menggunakan sistem Ahlul Halli ? Wal ? Aqdi (Ahwa).

"Insyaallah itu yang akan digunakan dalam pemilihan di Konferwil mendatang. Sekarang ini tinggal pematanagan saja,"pungkasnya seraya mengatakan untuk pematangan ini PWNU pekan ini akan mengundang PCNU se Jatim untuk membahasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengangguran yang masih tinggi dapat dikurangi dengan membekali pelajar dengan sejumlah keahlian. Apalagi hal itu diimbangi semangat yang tidak kenal lelah seperti yang ditunjukkan para pelajar dan santri.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengajak para pelajar di seluruh Indonesia, untuk mempelajari pendidikan kewirausahaan sebagai bekal untuk membuka lapangan pekerjaan baru di masa mendatang.

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

“Kewirausahaan pun memang selayaknya diperkenalkan dan diajarkan kepada semua pelajar di Indonesia. Semangat kewirausahaan harus ditumbuhkan sejak usia dini agar terus tumbuh dan berkembang, “ kata Muhaimin Iskandar, Senin (24/6) kemain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal tersebut diungkapkan Muhaimin Iskandar saat menjadi inspektur upacara pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang digelar di Ponpes Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembukaan Perkemahan wirakarya yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqiel Siradj yang dilaksanakan pada tanggal 24–29 Juni dan diikuti 2.220 pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kewirausahaan itulah yang selama ini menopang ekonomi negara ini, karena itu kalau adik-adik menjadi wirausahawan akan menjadi penopang negara ini,” katanya. “Saya tidak ingin ada lulusan LP Ma’arif NU yang menganggur," lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya akan bekerja sama dengan LP Maarif NU untuk mendorong semangat kewirausahaan melalui kegiatan pramuka dan pelatihan yang meningkatkan kompetensi remaja NU untuk maju, kreatif, dan produktif.

"Adik-adik harus mampu menangkap potensi lokal, potensi daerah, potensi desa, sebagai peluang untuk berwirausaha,” katanya. “Nanti saya juga akan bekerja sama dengan LP Ma’arif NU untuk menggelar pelatihan seperti itu untuk mengurangi pengangguran terbuka," lanjutnya.

Muhaimin menambahkan saat ini pemerintah sedang merancang agar kurikulum kewirausahaan, yang berorientasi untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Hal tersebut dimaksudkan agar kelak pelajar bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

Ia juga menandaskan bahwa pada masa mendatang akan terus dicarikan kerjasama yang saling menguntungkan antara LP Ma’rif dengan kementeriannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja.?

”Program wirausaha ini mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. hampir 98% dari para pelaku bisnis di Indonesia tergolong dalam kelompok UMKM, maka kekuatan untuk menumbuhkan kelompok usaha ini telah menjadi prioritas pembangunan nasional," ucapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta agar jangan sampai anak cucu masyarakat terjebak dan mudah dipengaruhi oleh budaya dan ajaran lain di luar Islam.

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar

Permintaan tersebut disampaikannya saat menghadiri haflatul imtihan Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Selasa (15/12) malam. Menurutnya, untuk membentengi anak muda saat ini, pesantren menjadi solusi dan pilihan para orang tua.

“Pesantren harus terus berbenah dan melakukan perbaikan. Saat ini ukuran pesantren bukan kuantitas lagi tetapi kualitasnya. Oleh karena itu, tingkatkanlah kualitas pesantren. Sebab pesantren ini sudah menjadi para orang tua untuk membentengi anaknya dari ancaman budaya dan paham-paham lain di luar NU,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Hasan, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren sangat lengkap. Baik urusan dunia maupun akhirat. Masyarakat akan tertarik asalkan aman dan manajemennya bagus. “Kalau manajemennya bagus, maka orang tua akan tertarik menitipkan anaknya di pesantren,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kepada para dewan guru Hasan meminta agar ikhlas mengalirkan ilmu kepada para santrinya. Manajemennya juga harus dirubah dengan mengikuti perkembangan zaman. “Didiklah anak santri ini sebagaimana zaman hari ini. Buatlah manajemen sesuai dengan tuntutan zaman saat ini. Kepada santri, mantapkanlah sekolah disini dengan disiplin. Sebab kalian adalah calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah KH Hafidz Rofi’i Abdul Karim mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan di pesantrennya adalah kombinasi antara salafiyah dan umum. Dimana pagi sampai siang hari santri sekolah umum dan sore hingga malam harinya melakukan aktivitas di pesantren.

“Sesuai dengan SK Kementerian Hukum dan HAM RI, luas pesantren ini mencapai 1,250 hektar. Namun ke depan kami akan terus berupaya untuk memperluas lingkungan pesantren. Mohon doa dan dukungannya demi perbaikan dan kemajuan pesantren,” katanya.

Haflatul imtihan yang diikuti oleh para santri dan wali santri ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sejarah, Pertandingan, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Berbagai cara dilakukan memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, salah satunya adalah pemberian talih asih kepada para pejuang perang kemerdekaan. Hal itu dilakukan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU, (10/11) di Makodim 0814 Jombang.

Sebanyak 7 veteran laskar Hizbullah mendapatkan santunan dari LAZIS NU Jombang bersama puluhan veteran TNI yang ikut berjuang kemerdekaan.?

7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU (Sumber Gambar : Nu Online)
7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU (Sumber Gambar : Nu Online)

7 Veteran Hizbullah Dapat Talih Asih LAZIS NU

"Ini sebagai bentuk kepedulian kita LAZIS NU kepada para pejuang kemerdekaan, karena atas jasa beliau-beliaulah negara kita bisa seperti sekarang ini," ujar H Maulana Syahiduzzaman Ketua LAZIS NU Jombang mengatakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagai generasi penerus, kaum muda harus terus berjuang untuk negara, karena Fatwa Resulusi Jihad KH Hasyim Asyari yang menjadi penggerak semangat perjuangan melawan penjajah hingga kini belum pernah dicabut.

"Kita harus terus berjuang mempertahankan NKRI, kedaulatan dalam segala bidang keumatan keindonesian dan semua perjuangan ini ranah hukumnya masih fardlu ain," tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Para veteran yang mendapatkan tali asih atau santunan ini, dikatakannya terdiri dari ? veteran laskar Hizbullah dan TNI ada sebanyak 35 veteran yang mendapatkan tali asih. Dari lasakar Hizbullah ada sebanyak 7 orang, dan yang paling banyak adalah veteran TNI. Setiap veteran mendapatkan santunan sebesar Rp250 ribu.

Sebelum pemberian santuanan, juga dibacakan tahlil dan doa bagi para pejuang kemerdekaan yang telah gugur di medan perang. Kemudian dilanjutkan testimoni para veteran saat ikut berjuang mengusir penjajah.?

"Kita serahkan dan patuh terhadap kiai, kiai meminta kita berjihad membela negara kita siap dan berangkat hanya menggunakan senjata bambu runcing," ujar Mbah Wahab (89) salah satu pejuang Hizbullah asal Megaluh Jombang dalam testimoninya.

Para santri, lanjut Mbah Wahab sebelum berangkat terlebih dahulu mendapat "gemblegan" oleh 7 kiai sepuh. Mereka dilatih perang dan juga mendapatkan ilmu kekebalan.

"Tidak ada rasa takut sama sekali, kita berperang lebih banyak malam hari, karena senjatanya hanya bambu runcing," imbuh Banser tertua di Jombang ini.

Para veteran yang mendapatkan santunan tidak hanya dari kaum laki laki, dua veteran perang perempuan juga mendapatkan santunan.

"Dulu saya pertamakali membantu memasak, kemudian tergabung di PMI kesehatan. Saat perang di Sumobito kita terdesak, pasukan mundur ke hutan, dan hanya makan paci atau buah mengkudu," tutur Tuminah nenek asal Carangrejo Kesamben.

Hadir dalam silaturrahmi dan pemeberian tali asih bagi veteran Hizbullah dan TNI ini diantaranya, Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar, KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, dan perwakilan Badan Otonom NU. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat mengeluarkan instruksi untuk kader-kadernya agar siaga bencana di daerahnya masing-masing. Siaga bencana ini sejalan dengan maraknya bencana yang terjadi di beberapa daerah seperti Bandung, Garut, Sumedang, Subang, Karawang, Sukabumi, Cianjur dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.

"Dalam beberapa hari terakhir memang sudah terjadi sejumlah bencana baik banjir maupun longsor di beberapa daerah di Jawa Barat," ujar Sekretaris PMII Jawa Barat Ayi Sofwanul Umam (Obay), Selasa (15/11).

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana

Berdasarkan hasil observasinya, Obay ini menyebutkan ihwal kemungkinan bencana akan terus terjadi sampai beberapa bulan ke depan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya mendapatkan informasi bahwa Jawa Barat ini masuk dalam kategori daerah rawan bencana sampai Mei 2017 mendatang," jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut dia, kader-kader PMII harus menjadikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII sebagai spirit untuk melakukan kontribusi nyata terhadap masyarakat ketika berbicara konteks hablum minan nas (hubungan sesama manusia, red) dan hablum minal alam (hubungan dengan alam, red).

"Bahwa tugas aktivis PMII itu sejauh mana memberikan manfaat terhadap sosial masyarakat sekecil apapun," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menyikapi hal tersebut, pihaknya berharap agar kader-kader PMII di Jawa Barat senantiasa memberikan terobosan konstruktif untuk masyarakat.

"Dua hal PR besar yang harus dikerjakan oleh kader PMII, yakni menumbuhkan kesadaran terhadap sosial untuk mempertajam analisa dan pendampingan terhadap masrayakat," pungkas Mantan Ketua PMII Cianjur tersebut. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel

Sulawesi Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang disapa Kang Said melantik pengurus baru lembaga, lajnah, dan badan otonom NU Sulawesi Selatan. Pelantikan digelar di Gedung Graha Pena lantai empat, Sabtu (31/8).

Pelantikan pengurus baru lajnah, lembaga, dan banom NU digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan bersamaan dengan acara halal bihalal dan silaturahmi pengurus NU Sulsel.

PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lantik Pengurus Baru Lembaga dan Banom NU Sulsel

Dalam pelantikan, KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada pengurus baru untuk berkhidmat semaksimal mungkin. Pengurus baru diharapkan mendahulukan kepentingan umat dalam segala hal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Pengurus harus ikhlas bekerja yang terbaik tanpa gaji,” kata Kang Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kang Said mengimbau pengurus NU agar mewaspadai gerakan dan ajaran-ajaran garis keras yang disebarkan dengan pelbagai media. Ia mendorong pengurus NU Sulsel untuk membuat gerakan-gerakan positif dalam membentengi paham Aswaja NU.?

Pelantikan dan halal bihalal ini juga dihadiri oleh ulama sepuh dari pelbagai pesantren di Sulawesi Selatan. Selain itu, Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lembumi) Udhin Palisuri tampil membacakan puisi di hadapan hadirin.

Dalam kesempatan sambutan itu, Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutt HM Sanusi Baco menekankan pentingnya kegiatan silaturahmi yang selain memanjangkan umur, juga memperbanyak rezeki.

(Andi Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Bahtsul Masail, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

Pariaman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pariaman menggealr aksi damai ke gedung DPRD Kota Pariaman, di Manggung, Rabu (11/11/). Aksi demonstrasi digelar dalam rangka hari Pahlawan 10 Nopember 2015.

PMII Kota Pariaman dalam tiga butir tuntutannya meminta agar DPRD Kota Pariaman menjadi pahlawan untuk kemaslahan umat. Kemudian meminta DPRD agar memikirkan kepemudaan sesuai amanat UU No 40 tahun 2009, sebagai wujud estafet pahlawan bangsa.

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

Tuntutan ketiga meminta DPRD Kota Pariaman memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang, demi mewujudkan pahlawan yang diharapkan bukan demi kepentingan politik pribadi atau partai.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Aksi demonstrasi PMII langsung dipimpin Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham. Tapi tak satupun dilayani anggota DPRD Kota Pariaman. Seluruh anggota DPRD Kota Pariaman sedang dinas luar daerah.

Mahasiswa melanjutkan aksinya ke Kantor Balaikota Pariaman di jalan Imam Bonjol Kota Pariaman. Para mahasiswa menggelar aksinya juga dengan berorasi di halaman Kantor Balaikota tersebut. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keterangan Foto: Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham tengah berorasi di halaman Balaikota Pariaman, Rabu (11/11/2015).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Tegal, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir

Kairo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-7 Fatayat NU Mesir memberikan amanah kepada Saidatul Arnia sebagai ketua baru Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat NU Mesir 2015-2016. Dengan demikian mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah ini meraih suara terbanyak mengungguli dari tiga kandidat lainnya, yakni Neneng Khoiriyah, Wardah, dan Faiqoh.

Konfercab yang mengusung tema "Fatayat Menuju Muslimah yang Progressif, Transformatif dan Mandiri" ini berlangsung akhir Oktober kemarin di Auditorium Pesanggrahan District 10, Nasr City, Kairo, Mesir. Saidatul Arnia menjadi ketua baru PCI Fatayat NU Mesir menggantikan Wardatul Humairoh.

Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Guyangan, Ketua Baru Fatayat NU Mesir

Sa’idatul Arnia adalah mahasiswi lulusan Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Pati, Jawa Tengah. Ia pertama kali menempuh studi di Al-Azhar Kairo pada tahun 2011 dengan mengambil kuliah di Fakultas Lughah al-‘Arabiyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Arnia berharap ada kerja sama yang solid dan hubungan saling menopang antara pengurus dan anggota sehingga Fatayat Nu bisa berdiri kuat untuk memajukan organisasi. ?

“Sebagaimana bangunan bisa kokoh jika ditopang oleh pilar-pilar yang kuat. Jika organisasi Fatayat ini ditopang oleh beragam pilar yang saling menguatkan, Fatayat ke depan bisa berjalan lebih baik.” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada ujung sambutan, Arnia juga mengajak seluruh peserta Konfercab untuk menunduk sejenak, mengenang jasa para pendiri Nahdhatul Ulama seraya membacakan surah Al Fatihah untuk dihadiahkan kepada mereka. (Red: Mahbib)

Sumber: masisir.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Santri, Pertandingan, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

KH Ma’ruf Amin: Beda Agama, Madzhab, dan Beda Partai, Harus Saling Menghargai

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa Islam secara teologis adalah agama yang sangat toleran. Islam, kata Kiai Ma’ruf, secara jelas menyebut di dalam Al-Quran bahwa masing-masing beragama sesuai dengan pilihan hatinya.

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf dalam taushiyah pada peringatan Harlah Ke-91 NU di halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (31/1) malam.

KH Ma’ruf Amin: Beda Agama, Madzhab, dan Beda Partai, Harus Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin: Beda Agama, Madzhab, dan Beda Partai, Harus Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin: Beda Agama, Madzhab, dan Beda Partai, Harus Saling Menghargai

“Islam secara teologi itu toleran. Lakum dinukum waliya din (Untukmu agamamu, untuk kami agama kami). Tetapi para ulama menambahkan, lana madzhabuna, walakum madzhabukum (untuk kami madzhab kami, untuk kamu madzhabmu). Ini belum cukup, lana partayuna wa lakum partayukum (untuk kami partai kami, untuk kamu partaimu),” kata Kiai Ma’ruf disambut tepuk tangan para hadirin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Kiai Ma’ruf, NU berdiri di tengah. NU menjaga agar pemahaman agama tidak ektrem ke kiri maupun ke kanan. NU tidak sepakat dengan fundamentalisme kanan, tekstualis, teror, intimidasi, dan ekstremisme sekuler.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kita maju sama-sama. Mari beda agama, beda madzhab, dan beda partai, saling menghargai. Saya minta Ketua Umum PBNU Kiai Said mengambil peran prakarsa menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” tandas Rais Aam PBNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Jumlah Banser terlibat pengamanan arus mudik Idul Fitri 1438 H dengan kesadaran sebagai pengabdian bagi masyarakat dan negara dengan mandiri tidak main-main. Lebih dari 18 ribu kader. Pernyataan itu disampaikan Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeini, di Jakarta, Sabtu (24/6).

"Di Jawa Tengah saja, lima ribu kader turun tangan membantu pengamanan arus mudik. Kader inti Pemuda Ansor terus nyata berbuat dan memberi manfaat di 604 Posko Mudik," ujar H Alfa didampingi Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto.

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

18 Ribu Banser Amankan Arus Mudik Lebaran 2017

Dalam sehari, papar Alfa, rata-rata tiga kali pergantian jaga posko dengan jumlah anggota berkisar lima sampai dua puluh kader. Jika diambil rata-rata 10 kader dikali tiga, maka Banser terlibat pengamanan arus mudik 18.120 orang.

Mengapresiasi kader dalam berkhidmah untuk organisasi dan masyarakat, Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas pun menyambangi sejumlah Posko Mudik Banser dari Jakarta menuju Jawa Tengah.

"Hal tersebut dilakukan panglima tertinggi kami sebagai bentuk terima kasih atas upaya kader yang ikhlas berkhidmah memberi manfaat," ujar Kasatkornas lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jajaran Kasatkornas lain juga turut memantau Posko Mudik Banser. Kepala Satuan Khusus Banser Lalu Lintas Abdul Hafiz bertandang dari satu posko ke posko lain, dari Jakarta hingga Cirebon, Jawa Barat.

Upaya mengapresiasi kader juga dilakukan jajaran Satkornas di Jawa ? Timur. Kepala Satuan Provost Satkornas Banser H Imam Kusnin juga menyambangi Posko Mudik di daerah kelahiran Nahdlatul Ulama itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Posko Mudik Banser terpantau memberi manfaat bagi masyarakat, di Mesuji, Lampung, para pemudik dari Jakarta menuju Bangka Belitung beberapa kali singgah.

"Bahkan petugas dari Koramil yang juga mendirikan Posko tak ? jauh dari kami malah sering kemari, jadinya Posko Mudik kami malah lebih ramai," ujar Kasatkorcab Banser Mesuji Apristiyanto.

Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri menegaskan, sejumlah Posko Mudik Banser di wilayahnya memiliki fasilitas memadai bagi pemudik.

"Tadi kita pantau, Posko Mudik Banser di Kota Bandar Lampung juga banyak dimanfaatkan pemudik untuk istirahat. Alhamdulillah walau mandiri, sahabat-sahabat Banser terus berjaga, bergantian siang malam," kata Tatang lagi.

Kasatkorcab Banser Way Kanan, Lampung Bambang Setiyo mengapresiasi kader yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tahunan itu.

"Tidak ada support dana atas kegiatan ini. Kami benar-benar swadaya. Makanya kami ingin tertawa atas tudingan tendensius sejumlah pihak jika Banser hanya bergerak jika dibayar, mendapatkan sebungkus rokok dan nasi. Kami tegaskan, bahwa berbuat dalam tugas kemanusiaan ialah bagian dari dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin," tegas Bambang.

Di Purworejo, Jawa Tengah, Kasatkorcab Banser setempat Daryanto, membagi sejumlah jajaran pengurus Satkorcab untuk memantau Posko didirikan dengan swadaya.

"Untuk Purworejo ada beberapa titik, antara lain di Butuh, Kutoarjo dan Loano. Kasatkorwil Banser Jawa Tengah sahabat Hasyim Asyari juga sudah berkunjung memastikan kesiapan anggota hingga kelayakan Posko Mudik di daerah kami," ujar Daryanto. (Ferry Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menghadirkan sebanyak 2000 kiai di kota Depok untuk menghadiri halaqah “Membumikan Gerakan Islam Nusantara” di masjid Dian Al-Mahri yang dikenal dengan masjid Kubah Emas, Depok, Kamis (15/5). Selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, halaqah ini rencananya juga dihadiri Joko Widodo dan Mahfud MD.

Silaturahmi alim ulama ini diadakan dalam rangka pelantikan PCNU Depok masa bakti 2013-2018. Istighotsah kubro akan mengawali kegiatan ini.

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Sekretaris PCNU Kota Depok Idham Dharmawan menyatakan kesengajaan panitia menghadirkan dua tokoh ini dengan harapan, “Calon pemimpin negeri ini bisa meneladani cara berpolitik yang diajarkan Walisongo sebagai wujud nyata terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kearifan Walisongo patut menjadi referensi utama penyelesaian konflik sosial, politik, dan keagamaan,” terang Idham yang juga ketua pelaksana pelantikan dalam rilisnya.

Forum ini akan ditutup dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Kota Depok. Kelompok ini akan mengelola kegiatan penyelenggaraan haji, umroh, ziarah, dan wisata rohani dalam dan luar negeri untuk warga dan jama’ah NU Depok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pelantikan ini disusul dengan Musyawarah Kerja NU Kota Depok di kampus STIH IBLAM, Sabtu (17/5). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, Pertandingan, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 15 November 2017

Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman

Beragam tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat Nusantara dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ibarat pepatah, lain lubuk lain pula ikannya. Lain masyarakat, lain pula yang dilakukan dalam menyongsong bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

Di Pariaman, baik Kota Pariaman maupun Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat, menjelang Ramadhan, masyarakat melakukan kegiatan manjalang pusaro. Di sebagian nagari (desa, di Jawa), ada yang menyebutnya ka pusaro atau ratih pusaro. Kegiatan ini dilakukan oleh satu kaum/suku di pandam pekuburan (taman pemakaman) milik kaum tersebut. Misalkan yang mengadakan ka pusaro suku Tanjung di pandam pekuburan kaumnya, hanya diikuti suku Tanjung yang keluarganya dimakamkan di kuburan tersebut. Mereka yang boleh dikuburkan di pandam kuburan itu hanyalah keluarga dari kaum itu sendiri yang berasal dari jalur keturunan ibu. Sedangkan sumando (suami dari perempuan kaum itu), boleh dimakamkan jika sudah mendapat izin dari ninik mamak kaum. Sementara anak-anak dari kaum laki-laki tidak boleh dimakamkan di pandam kuburan kaumnya, melainkan di pandam pekuburan ibunya pula.

Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman

Pada acara ka pusaro ini, kaum perempuan membawa jamba yang berisi nasi dan beragam sambal. Ditambah dengan makanan snack seperti, agar-agar, kue bulu, roti dan buah-buahan seperti pisang, pepaya, semangka dan lainnya. Pelaksanaan manjalang pusaro sudah boleh dilakukan mulai bulan Sa’ban hingga sehari menjelang Ramadhan.

?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Beberapa urang siak (pembaca ayat-ayat Al Qur’an dan doa) duduk di atas hamparan tikar yang sudah disediakan di sekitar kawasan kuburan. Ada juga pandam kuburan yang sudah memiliki bangunan tempat meletakan jamba dan urang siak. Bangunan sederhana tersebut biasanya pondok beratap seng, berlantai semen, namun tidak ada dinding.

Seperti yang dilakukan suku Tanjung di Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, pada Sabtu (14/6/2014), beberapa urang siak kampung duduk bersama anggota kaum. Baik kaum perempuan, laki-laki, anak-anak, muda-mudi, orang dewasa maupun orang tua. Semuanya berkumpul.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Urang siak memulainya dengan membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat Al Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, awal dan akhir surat Al-Baqarah, tahlilan, salawat kepada Nabi Muhammad Saw, dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin salah seorang urang siak. Pada bagian tertentu,? bacaan yang dibaca urang siak juga diikuti oleh seluruh hadirin.? Selesai doa bersama, dilanjutkan makan bersama di tempat yang sudah disediakan. Jika belum ada pondok di sekitar pemakaman, bisa saja di sekitar pemakaman yang tanahnya datar dan tidak ada kuburan dibentangkan tikar.? Semua yang hadir turut makan bersama tanpa kecuali. ?

Saat berlangsung rangkaian tahlilan dan bacaan-bacaan ayat Al-Qur’an, seseorang pemuda menjalankan sumbangan dengan topi atau kotak kepada yang hadir. Masing-masing menyumbang ala kadarnya sesuai dengan kemampuan. Ada yang menyumbang Rp 5.000, 10.000, juga ada yang Rp 50.000, bahkan Rp 100.000. Itu tergantung kondisi ekonomi, makin sehat ekonominya, tentu sumbangannya makin besar.? Sumbangan yang terkumpul diserahkan kepada datuak kaum. Selanjutnya sumbangan dibagi? untuk sadakah (amplop) urang siak yang turut berdo’a dan tahlilan.

Rangkaian acara ka pusaro ini dimulai pagi hari dengan membersihkan lahan pandam pekuburan dari semak belukar yang sudah memenuhi areal pekuburan. Kaum laki-laki dan sebagian perempuan yang ada nenek moyang dan dunsanak (saudara) yang sudah dikuburkan di areal ini datang bergotongroyong bersama-sama. Biasanya menjelang masuknya waktu shalat zuhur, semua lahan sudah bersih. Semuanya kembali ke tempat masing-masing.

Sesaat menjelang waktu Ashar, 3 hingga 6 orang kembali ke areal pandam pekuburan. Persis usai shalat Ashar, semua warga kaum berkumpul yang diiringi pula urang siak ke pandam pekuburan untuk memimpin doa.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman Azwar Tuanku Sidi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Kamis (19/6/2014) tata cara manjalang pusaro di beberapa nagari ada perbedaan. Di Nagari Sintuak, Tapakih, Ulakan, Tobohgadang dilakukan usai lebaran Idul Fitri. Waktunya mulai sehari usai lebaran hingga 6 hari lebaran. Artinya selama waktu puasa enam Syawal. Urang siaknya berkisar antara 8–12 orang. Karena ditambah pula dengan ratik labai (labai=pegawai masjid di nagari). Tentu di hari lebaran Idul Fitri keluarga dari rantau pulang kampung. Sehingga semua keluarga punya kesempatan untuk hadir bersama di pusaro.

“Menjelang Ramadhan,? umumnya warga mengundang beberapa orang siak untuk mando’a. Di rumah, warga menyampaikan maksudnya kepada urang siak, yakni mendoakan para orangtua (leluhur) yang sudah wafat, tanaman dan harta pusaka sawah ladang yang ditinggalkan agar berkah, keluarga yang masih hidup rukun, rezeki penuh berkah,” kata Azwar Tuanku Sidi yang juga Mustasyar PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Padangpariaman ini.

Berbeda di nagari kawasan Kecamatan Sungailimau, manjalang pusaro dinamakan pula ratih pusaro. Menjelang Ramadhan, beberapa keluarga sepakat mengumumkan ratik pusaro dimulai pada hari yang sudah ditetapkan. Jumlah urang siaknya lebih sedikit, cukup 3 orang.

? Ka pusaro ada beberapa hikmah yang dapat dipetik. Pertama, mendekatkan para anggota kaum yang masih hidup pada kuburan. Semua yang hadir teringat akan mati, pada suatu hari kelak juga akan? dikuburkan di pandam pekuburan kaum tersebut. Sehingga selalu mengingat kematian, menjauhi perbuatan dosa dan memperbanyak amal shaleh.

Kedua, memupuk rasa bergotongroyong dengan bersama-sama bersihkan pandam pekuburan. Ketiga, meningkatkan silaturrahmi sesama anggota kaum. Selama ini masing-masing anggota keluarga sibuk dengan urusan sendiri, sudah banyak pula? muncul generasi baru (anak kemenakan) sehingga perlu diperkenalkan dengan dunsanak yang lain. Keempat, memperkenalkan tradisi yang sudah dilakukan kaum sejak lama kepada anak-anak dan generasi muda.

Menurut Azwar, manjalang pusaro sama saja dengan ziarah. Bedanya, ziarah dilakukan kepada kuburan? guru, ulama dan wali Allah. Ziarah waktunya bisa dilakukan kapan saja. Sedangkan ka pusaro? dilakukan pada waktu tertentu kepada kuburan orangtua, nenek/kakek atau keluarga terdekat. “? Tradisi manjalang pusaro ini, kata Azwar, mulai dilakukan sejak Syekh Burhanuddin menyebarkan Islam di Pariaman, umumnya di Minangkabau. Sehingga dapat dikatakan manjalang pusaro ini tradisi yang dikembangkan oleh Syekh Burhanuddin,? Ulakan, untuk mengingatkan umat Islam akan kematian dan tempat akhir perjalanan seorang manusia. Yakni kuburan.

KH. Muhyiddin Abdusshomad dalam Hujjah NU menyebutkan, pada masa awal Islam, Rasulullah Saw. memang melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur, karena khawatir umat Islam akan menjadi penyembah kuburan. Setelah akidah umat Islam kuat, dan tidak ada kekhawatiran untuk berbuat syirik, Rasulullah Saw membolehkan para sahabatnya untuk melakukan ziarah kubur.

“Dari Buraidah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah!. Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat.” (HR. Al-Tirmidzi).

Ketika berziarah, seseorang dianjurkan untuk membaca al-Qur’an atau lainnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,”Bacalah surat Yasin pada orang-orang mati di antara kamu.” (HR. Abu Dawud).

Dalil itu membuktikan bahwa ziarah kubur itu memang dianjurkan. Terlebih jika yang diziarahi itu adalah makam para wali dan orang shaleh. Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian dengan perjalanan ke makam mereka. (Al-Fatawi al-Kubra, juz II, hal. 24).

Ulama salaf Imam al-Syafi’i mencontohkan berziarah ke makam Laits bin Sa’ad dan membaca al-Qur’an sampai khatam di sana (al-Dzakhirah al-Tsaminah, hal. 64). Bahkan diceritakan bahwa Imam Syafi’i jika ada hajat, setiap hari beliau berziarah ke makam Imam Abu Hanifah. Demikian KH. Muhyiddin Abdusshomad menjelaskan.? (Bagindo Armaidi Tanjung)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 10 November 2017

Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Batu prasasti “Perang Sabil” di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, yang menggambarkan kisah perlawan warga Lasem terhadap penjajah Belanda pada tahun 1751 menyedot perhatian warga.

Hal ini terbukti dengan banyaknya para peziarah yang berziarah di makam para kiai di Lasem berhenti sejenak untuk melihat prasasti yang bercerita tentang perjuangan para ulama yang ada di Rembang, khususnya Lasem, saat itu.

Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Batu Prasasti di Lasem Kisahkan Peran Ulama Lawan Penjajah

Wakhidi, salah satu peziarah asal Jepara, mengaku dirinya termenung ketika membaca sepenggal kalimat yang mengkisahkan KH Ali Baedlawi yang membakar semangat warga Lasem melalui mimbar khotib jumat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kata-kata yang terukir di atas batu prasasti ini memang sangat menyentuh hati, jika kita memang orang yang beriman dan mencintai bumi pertiwi kita. Jujur saya sangat terharu dengan sepenggal kisah yang ditulis dalam batu itu meski saya tak tau persis sosok KH Ali Baedlawi,” ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Salah satu pengurus Masjid Jami Lasem Abdullah Hamid yang juga salah seorang pemerhati sejarah di Lasem menjelaskan, keberadaan batu prasasti ini menjadi pengingat dan simbol bahwa peranan kiai bersama masyarakat bukan isapan jempol belaka.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Ini bukti nyata yang disebut pahlawan bukan hanya mereka yang mendapatkan gelar pahlawan nasional. Tetapi para kiai dan alim ulama bareng-bareng masyarakat adalah hal yang wajip ditonjolkan kepada generasi yang akan datang tentang arti dan bukti sebuah perjuangan dalam merebut kemerdekaan,” tuturnya.

Dalam batu seberat puluhan ton itu terukir tulisan, “Sarampunge sembahyang jumuwahan ing Masjid Jami Lasem kang diimami Kiai Ali Baedlawi, nuli wewara maring kabeh umat Islam diajak Perang Sabil ngrabasa nyirnakake? kompeni walanda (Babad Lasem).”

Tulisan berbahasa Jawa itu memiliki arti kurang lebih sebagai berikut, “Sesudah selesai sembahyang Jumat di Masjid Jami Lasem, yang diimami Kiai Ali Baedlawi, lalu mengumumkan kepada semua umat Islam, diajak Perang Sabil menumpas dan memusnahkan Kompeni dan Belanda (Babad Lasem).” (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award

Padang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Propinsi Sumatera Barat memberikan penghargaan Bintang Sembilan Ansor (Bisa) Award tahun 2016 kepada 9 tokoh berpengaruh di Sumatera Barat, 9 tokoh kategori yang berdedikasi dan pengabdian di Ansor Sumatera Barat dan bintang kehormatan kepada mantan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun dan mengawal demokrasi Indonesia.?

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award

Husni sendiri pernah menjadi Sekretaris PW Nahdlatul Ulama Sumatera Barat masa khidmat 2010-2015. ? Penghargaan tersebut diberikan pada acara Doa dan Zikir untuk Bangsa yang digelar, Senin (15/8) malam di aula PWNU Sumbar, Jalan Ciliwung No. 10 Padang.?

Menurut Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Ansor kepada para pendahulu-pendahulu yang sudah berbuat untuk Ansor di Sumatera Barat. "Kita harus menghormati para senior. Mereka sudah berbuat sesuai dengan zamannya," kata Rahmat alumni pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Padangpariaman ini.?

Dikatakan Rahmat, ketika seseorang masuk ke dalam organisasi Ansor, tentu ada yang mengajak atau merekomendasikan sehingga menjadi kader Ansor. Mereka tentu sudah berjasa kepada kita dalam memperkenalkan Ansor sehingga bisa berkidmat hingga hari ini. "Selain itu, kita menjadi besar di Ansor karena ada pihak yang turut membesarkan," tutur Rahmat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terkait dengan sembilan tokoh yang ? diberikan penghargaan kategori tokoh berpengaruh di Sumatera Barat sesuai dengan bidangnya masing-masing. Mereka adalah KH Tuanku Bagindo M. Leter, H. Hendra Irwan Rahim, H. Nasrul Abit, H. Leonardi Harmainy, Dt Bandaro Basa, Alex Indra Lukman, Hj. Tina Hatta, H. Febby Dt. Bangso, HM Sayuti, ? Dt. Panghulu, Rudi Kusuma.?

Sedangkan penerima Bintang Semiblan Ansor (Bisa) Award 2016 kategori dedikasi dan pengabdian di Ansor diberikan kepada Drs. H Darman Harun, Mukhsin Azis, Khusnun Aziz, H Syahrial Baktiar, Rusli Intan Sati, Yulinofri Idris, Taharuddin, Armaidi Tanjung, Zulhardi Z Latif.?

Rangkaian kegiatan Doa dan Zikir untuk Bangsa bertemakan Mengenang jasa ulama dan Tokoh NU untuk Kemerdekaan dan Pembangunan Indonesia, diawali dengan yasinan dan tahlilan 40 hari wafatnya Ketua KPU Husni Kamil Manik, pengukuhan Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor, penganugerahan penghargaan Bintang Sembilan Ansor (Bisa) Award 2016 dan tausyiah sesepuh NU di Sumatera Barat Tuanku Bagindo M. Leter. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Pesantren, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU dengan menggunakan fasilitas gadget mampu menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Lewat program Pilihanku, selama setahun ini Mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget, para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Dalam refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Nia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu merubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.?

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoaks tentang KB,” pujinya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS saja tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.?

Kusnia yang juga Ketua 2 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dipersilahkan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk mensukseskan program KB.

Sebab, BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurang 65 ribu PLKB. “Kehadiran Motivator di tengah-tengan masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.?

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU, karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota PC Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama hanya mensosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB. Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu.

Sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensive. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK dan dasa wisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk melakukan ajakan ber KB. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal IMNU, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai cara tak terkecuali di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dan serentak menyuarakan konten-konten damai kotra-radikalisme agar masyarakat paham serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

"Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya memahami makna jihad," tegas Kiai Maruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Maruf menjelaskan, jihad bukan hanya perang namun jihad bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya. "Banyak ayat Al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku," jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku, radikalisme dan terorisme harus dilawan. "Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang," tegasnya.

Ia menegaskan, non-Muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapa saja membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Oleh karenanya NU sebagai ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama islam) dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan sesama manusia). (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock