Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik

Pacitan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mudik ke kampung halaman saat lebaran merupakan tradisi tahunan bagi sebagian besar umat Muslim Indonesia. Pada saat itulah terdapat momen untuk berkumpul dengan sanak saudara. ? Hiruk pikuk aktivitas pemudik sudah terasa sejak pertengan bulan Ramadhan.

Di salah satu pesantren tertua di Pulau Jawa, Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan mudik menjelang lebaran menjadi saat yang paling ditunggu para santri. Karena Banyak kisah manis yang mengiringinya. Namun banyak pula santri yang menghabiskan hari lebaran dengan memilih menetap di pondok. Para santri tersebut bukan tidak punya bekal untuk mudik, melainkan mereka tengah menjalani tradisi nahun.

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Tradisi Nahun, Santri Tremas Memilih Tidak Mudik

Hulki Rosyid, salah satu santri asal Pekalongan mengaku sudah dua kali lebaran tidak mudik, ia bersama ratusan santri lainya ingin menghabiskan waktu lebaranya di pondok. Walaupun kadang merasa sedih karena harus jauh dari orang tua dan tidak bisa sungkem secara langsung. Namun, karena ketulusan niatnya suka duka ia jalani untuk terus bersabar menjalani hari raya di pondok. “Mudah-mudahan semakin kerasan di pondok dan tambah semangat dalam mengaji,” ujarnya saat berbincang dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Rabu ( 8/7).?

Riwayat tradisi nahun yang disebut juga tirakat atau lelakon, pertama kali dilakukan oleh santri simbah guru KH. Dimyathi Abdulloh. Dimulai sekitar tahun 1900-an dimana pada saat itu perkembangan pondok sangat pesat sehingga banyak santri yang datang menuntut ilmu dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan ada yang datang dari negara tetangga.

Mengingat letak pondok yang jauh dari kampung halaman mereka waktu itu, sementara alat transportasi juga belum ada sama sekali kecuali gerobak dan sejenisnya, maka dilakukanlah Nahun dalam arti hakiki yaitu tekun belajar dan tidak keluar dari kompleks pondok dalam jangka waktu 3 tahun ataupun 3 bulan dan 3 hari. Mengenai jangka waktu pelaksanaan Nahun sebenarnya tidak ada patokanya dan hanyalah istilah, bahkan pondok pun tidak mengatur tentang hal ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada sebuah kisah yang melatarbelakangi tradisi ini. Suatu hari simbah guru putri, Nyai Khotijah, istri KH Dimyathi Abdulloh yang sedang melakukan tirakat puasa selama 3 tahun, 3 bulan dan 3 hari, mengalami hal yang sangat aneh. Saat ia mencuci beras di sumur untuk dimasak, tiba –tiba beras tersebut berubah menjadi emas. Simbah guru putri pun kaget seraya berdoa. “Yaa..Allah, saya bertirakat bukanlah untuk mengharapkan emas atau harta benda dunia, akan tetapi saya memohon kepada-Mu, ya Allah, jadikanlah Tremas ini bagian dari masyarakat, jadikanlah keluarga termasuk Ahlul’ilmi dan jadikanlah santri-santri yang menuntut ilmu di sini menjadi santri yang barokah,” seraya membuang emas tersebut ke dalam sumur.

Setelah kejadian itu banyak santri yang melakukan tradisi nahun sebagai bentuk tirakat agar kegiatan belajarnya di Pondok Tremas senantiasa lancar dan berhasil mencapai tujuannya hingga terjun di masyarakat kelak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sesuai perkembangan zaman, tradisi ini tetap ditiru oleh generasi selanjutnya meskipun dengan versi yang berbeda-beda. Sekarang ini versi nahun yang berlaku di kalangan santri Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan? ada 3 yaitu, pertama tidak keluar dari kompleks Pondok Tremas, kedua tidak keluar dari wilayah Kabupaten Pacitan, dan ketiga tidak pulang ke rumahnya.

Yang berlaku umum di kalangan santri Pondok Tremas sekarang ini adalah nahun sesuai kategori kedua dan ketiga dengan waktu minimal 3 tahun, dan kebanyakan mereka yang melakukan berasal dari luar Jawa. (Zaenal Faizin/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Quote, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Jayapura, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan kesalahan fatal terkait penulisan sejarah pergantian kepemimpinan Indonesia dari Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke presiden berikutnya.

Dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12), Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mahfud MD mendesak Kemendikbud dan Kemenag untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Kalimat yang menyebutkan bahwa Gus Dur jatuh karena kasus bulogate dan bruneigate pertama kali ditemukan dalam soal ujian Madrasah Aliyah di Jawa Barat (Jabar) yang disusun oleh Kanwil Kemenag setempat. Namun belakangan terkuak bahwa kalimat itu ada dalam beberapa buku sejarah untuk kelas 3 SMA yang diterbitkan oleh dan atas izin Kemendikbud.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Buku itu sangat fatal untuk pelajaran. Mari kita hargai jasa Gus Dur, sebab bagi kami Gus Dur adalah idola kami. Kami minta Kemnedikbud dan Kemenag mengusut tuntas soal ini. ? Siapa penulisnya, pemenang tender dan sebagainya,” kata Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin.

Mahfud MD mengatakan, ada dua kemungkinan dengan adanya buku menyesatkan tersebut. “Pertama penulis ? bodoh, atau memang dengki ingin memfitnah Gus Dur menjatuhkan reputasi Gus Dur,” tandas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kami mendesak agar Kemendiknas maupun Kemenag mengusut tuntas hal ini. Karena soal ujian tersebut menyesatkan, dan bisa mengaburkan sejarah Indonesia. Kami tak terima Gus Dur difitnah semacam itu, karena secara hukum, Gus Dur tak terbukti bersalah,” kata Mahfud.

Adien menengarai adanya upaya pihak tertentu yang ingin membelokkan sejarah Indonesia. ? “Gus Dur itu jatuh murni karena persoalan politik, tak ada kaitan sama sekali dengan bruneigate dan buloggate. Memang sebelumnya Gus Dur dituduh menerima dana itu. Tetapi secara hukum telah dibuktikan bahwa kasus tersebut sama sekali tak melibatkan Gus Dur. Sidang Istimewa penjatuhan Gus Dur tidak terkait dengan dua kasus itu,” kata Adien seperti juga diungkapkan Mahfud MD.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Halaqoh, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jumat (22/3) kemarin, rombongan delegasi PBNU yang di wakili oleh KH Musthafa Aqil (Katib Syuriyah PBNU), KH ? Zulfa Musthafa (Ketua LBM), KH Mahfudz ? Asirun dan ? Doktor H Nasrullah Jasam telah mengadakan pertemuan dengan jajaran petinggi kementrian wakaf ? di Rabat dan disambut baik oleh Dirjen Urusan Agama Islam Dr. Ahmed Kostas.

"Nahdlatul Ulama itu mempunyai paham kegamaan dengan kami, tentu kami ke depan akan lebih pererat lagi hubungan ini," ujar Dr. Ahmed Kostas.?

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Pada hari yang sama kunjungan ini dilanjutkan ke majlis ‘ilmi al a’la Rabat (Badan Pemberdayaan keilmuan pusat ) dengan mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh ? syeikh Dr M. Yesif selaku penasehat raja dan sekjen majlis ilmi al ala Maroko.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan ini Yesif mengatakan, "Saya sangat bangga dengan prinsip NU yang mengedepankan tawassut , tawazun, tasamuh dan itidal, tentu ini sangat tepat kita terapkan dalam medakwahkan islam yang rahmatan lil alamin".?

"Beliau juga salut dengan peran NU yang jamaahnya mencapai 40 juta lebih, bahkan kalau ada waktu longgar ulama NU akan diajak jalan-jalan untuk diperkenalkan dengan seluruh ulama Maroko," kata Muanif Ridwan, ketua tanfidziyah PCINU Maroko.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

H Ali Syahbana, wakil ketua Tanfidziyah PCINU Maroko yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas Organisasi (BPO) PPI Maroko mengatakan, sore harinya rombongan ini menghadiri acara Maulid Nabi biqiraati Maulid Dibai yang bertempat di di masjid Indonesia, Kenitra. ? Acara ini diadakan oleh PCI NU Maroko bekerja sama dengan KBRI Rabat dan al Majlis al Ilmi al Mahalli Kenitra.?

Turut hadir pula Duta Besar ? Republik Indonesia Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja beserta sekprinya, Pensosbud KBRI Rabat, Bpk. Suparman Hasibuan, para pengurus dan anggota PCINU Maroko dan juga sejumlah pengurus dan ? anggota PPI Maroko dan para mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra. .?

Dalam kesempatan ini juga rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi asrama mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam?

Kontributor : Kusnadi El-Ghezwa*?

* Koordinator Departemen Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Talif wa Nasyr PCINU Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Meme Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Kiai Hasyim: Sekolah Melupakan Moral

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mendesak agar sistem pendidikan yang ada saat ini diubah sehingga ada keseimbangan antara intelektual dengan moral.

"Sistem pendidikan yang ada saat ini tidak seimbang. Yang diutamakan saat ini hanya intelektual. Di sekolah, mereka dididik ilmu pengetahuan saja, tapi melupakan pendidikan yang membentuk kepribadian dan karakter," kata Kiai Hasyim, di Jombang, hari ini, menanggapi maraknya kekerasan yang melibatkan para pelajar.

Kiai Hasyim: Sekolah Melupakan Moral (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Sekolah Melupakan Moral (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Sekolah Melupakan Moral

Ia yang hadir dalam acara peluncuran ensiklopedi Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu mengaku sangat prihatin dengan maraknya kekerasan yang melibatkan para pelajar. Mereka terlibat dalam kerusuhan, bahkan ada yang sampai meninggal dunia akibat tawuran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya khawatir, jika pemerintah tidak mengubah sistem pendidikan, terjadinya kekerasan antarpelajar ini akan berkembang luas. Saat ini, yang kelihatan masih di Jakarta, tapi jika dibiarkan bisa meluas sampai daerah.

"Harus ada perbaikan dalam sistem budaya. Anak-anak jangan dijadikan hedonis, pragmatis, instan. Jika dibiarkan, ini tentunya sangat berbahaya," ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jelang pelaksanaan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Jajaran Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, melakukan ziarah ke tiga pendiri NU yang berada di Jombang, Ahad (14/4).?

Konferwil sendiri rencananya digelar pada 31 Mei-1 Juni mendatang di Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.?

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Ziarah pendiri NU, dipimpin langsung Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftakhul Akhyar dan ketua Tanfidziyah, KH Muatawakkil Alallah. Rombongan ulama ulama NU ini tiba di Pesantern Tebuireng Jombang sekitar pukul 12.30. Sebelumnya para pengurus NU Jatim ini mengawali ziarah ke makam KH Khoil Bangkalan yang merupakan guru para pendiri NU, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Rombongan terbagi dua, yang pertama menuju Bangkalan dan yang kedua ke Kediri,” tutur Mashudi Mukhtar, sekretaris PWNU Jatim menuturkan. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai dari makam KH Kholil Bangkalan dan Makam KH Mahrus Kediri, kedua rombongan bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang ini. Tiba di pesantren yang didirikan Rois Akbar, KH Hasyim Asyari rombongan langsung menuju makam yang terletak di Komplek Pesantren tepatnya sebelah barat masjid pesantren dimana terletak makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan juga terdapat makam Gus Dur.

Setelah melakukan tahlil dan doa, selanjutnya rombongan meluncur ke makam KH Bisri Syansuri PP Mambaul Maarif Denanyar serta makam KH Wahab Hasbulloh di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

"Ziarah ini juga mengawali kegiatan Harlah NU serta Konferwil mendatang," tandasnya Mashudi Mukhtar menambahkan.?

Dijelaskannya, “Para kiai dan pengurus NU ziarah ke Bangkalan karena beliau (KH Kholil) yang merestui berdirinya organisasi NU, sedangkan KH Mahrus merupakan Rois pertama," ujarnya di PP Tebuireng.

Dikatannya, Disamping dalam rangka Harlah NU, ? lanjut Mashudi Mukhtar mengungkapan ziarah dilakukan karena PWNU akan segera menggelar Konferensi.?

"Rencananya Konferwil bakal dilaksanakan pada tanggal 31 Mei-1 Juni mendatang di Sidoarjo," imbuhnya.

Terkait pemilihan Konferwil mendatang, dalam proses pemilihan ketua, Mashudi membeberkan, PWNU berencana menggunakan sistem Ahlul Halli ? Wal ? Aqdi (Ahwa).

"Insyaallah itu yang akan digunakan dalam pemilihan di Konferwil mendatang. Sekarang ini tinggal pematanagan saja,"pungkasnya seraya mengatakan untuk pematangan ini PWNU pekan ini akan mengundang PCNU se Jatim untuk membahasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melakukan upgrading atau penyegaran pengurus sekaligus untuk memantapkan kepengurusan Kabupaten Probolinggo periode 2013-2015, Sabtu (10/1).

Wakil Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Yayuk Hasanah mengungkapkan pemantapan pengurus ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para pengurus dalam memberikan pemahaman terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) jabatan masing-masing dalam kepengurusan.

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

“Kami berharap supaya kegiatan ini bisa menambah semangat juang para pengurus untuk menyusun dan menjalankan program kerja sesuai dengan kebutuhan para pelajar NU. Sebab pada dasarnya kita bergabung dengan IPPNU adalah untuk membesarkan dan menampung seluruh aspirasi pelajar NU,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Yayuk, penyegaran sekaligus pemantapan kembali kepengurusan ini sangat penting dilakukan. Sebab selain untuk bisa memperbaiki kualitas diri, pengurus juga harus lebih semangat dalam mengembangkan organisasi IPPNU di Kota Probolinggo.

“Perjuangan itu sangat penting dilakukan dibarengi dengan semangat dalam memperjuangkan dan melestarikan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo,” terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Demi tetap menjaga eksistensi organisasi jelas Yayuk, maka semua pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo harus selalu menjaga kekompakan agar program kerja yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan harapan para pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo.

“Kekompakan ini penting agar apa yang sudah kita programkan bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pemantapan ini merupakan salah satu upaya penguatan SDM di jajaran kepengurusan sebagai langkah mempertajam program kerja yang akan ditetapkan dalam Rakercab mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Quote, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Kamera Digital Memadai untuk Rekam Hilal

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Fasilitas rekaman yang ada di kamera digital sudah cukup memadai untuk mendokumentasikan adanya hilal atau bulan sabit pertama yang menandakan masuknya bulan Ramadhan atau Idul Fitri.

Bukti penggunaan rekaman dengan kamera digital ini sudah dicoba oleh pengurus Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Hendro Setyanto untuk mengabadikan masuknya bulan Sya’ban lalu seperti yang dikatakan dalam presentasi pada silaturrahmi nasional ahli hisab dan ahli rukyat di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Brebes, Jum’at (7/9).

Kamera Digital Memadai untuk Rekam Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kamera Digital Memadai untuk Rekam Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kamera Digital Memadai untuk Rekam Hilal

Lulusan Astronomi ITB ini berharap agar para perukyat dari LFNU bisa melengkapi dirinya dengan alat rekaman yang nantinya bisa disebarkan ke berbagai daerah untuk membuktikan kebenaran hilal yang dilihatnya.

Meskipun demikian, dikatakannya tak sembarang orang bisa secara langsung melakukan rukyat dengan menggunakan rekaman yang lalu diklaim sebagai hilal. Perukyat juga harus memahami ilmu hisab untuk mengetahui posisi bulan secara tepat atau membedakan yang dilihat itu bulan atau bukan.

Penggunaan media elektronik ini sudah digunakan oleh Muslim di Jepang untuk menentukan awal puasa dan Idul Fitri disana. Keberadaan bukti rekaman ini akan sangat membantu apabila ada kontraversi tentang kebenaran rukyat yang dilakukan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peneliti di Boscha Bandung ini juga sangat mendukung adanya rukyat online yang disiarkan melalui TV. “Ini untuk memudahkan masyarakat karena tak semuanya faham berbagai permasalahan hisab dan rukyat,” tandasnya.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, Departemen Agama dan Departemen Komunikasi dan Infomasi bekerjasama melakukan rukyat online yang akan dipancarkan secara langsung di TV melalui lima lokasi yaitu di Aceh, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar. (mkf)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah lama tidak pernah direnovasi, akhirnya Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya yang berada di Jalan A Yani dirombak total. Hal ini dilakukan agar gedung terlihat lebih modern dan cantik.

Hal ini disampaikan Kepala RSI Surabaya kepada sejumlah media saat peresmian kamar operasi baru yang diharapkan bisa menjadi tempat rujukan pasien gawat darurat di wilayah Surabaya selatan dan sekitarnya.

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Pelayanan, RSI Surabaya Lakukan Renovasi Gedung

"Kamar operasi baru ini terdiri dari tiga kamar operasi dan dua ruangan perawatan pascaoperasi. Kami juga tengah merenovasi gedung agar lebih modern, seperti yang ada pada ruang kamar operasi kami,” kata Kepala RSI A Yani, dr Samsul Arifin MARS, Sabtu (24/5).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gedung baru ini, lanjutnya, akan merombak total wajah RSI A Yani dengan desain minimalis modern, sehingga diharapkan wajah RSI akan tampak semakin cantik ketika dilihat dari flyover Wonokromo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Bangunan kami belum pernah direnovasi sejak tahun 70-an. Kami pikir, perubahan yang progresif harus dilakukan untuk semakin menumbuhkan sikap pelayanan kepada pasien,” sambungnya.

Samsul yang juga Humas Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jatim ini mengungkapkan, pembangunan ini dilakukan untuk menyambut pasar bebas dimana Surabaya menjadi kota percontohan di Indonesia untuk masuknya rumah sakit asing. “Kalau tidak melakukan perubahan progresif, kita akan tertinggal ketika AFTA nanti,” ujarnya.

Ketua Yayasan RSI, M Nuh, menyatakan, meski RS tipe C, standarisasi fasilitas kamar operasi baru RSI A Yani ini hampir setara dengan kamar serupa di RSUD Dr Soetomo. “Di bawah satu tingkat dari RSUD Dr Soetomo. Untuk pembangunan gedung baru berlantai 9 kami perkirakan akan selesai dua tahun mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Harsono, menambahkan, penambahan fasilitas dan pembangunan renovasi Gedung RSI A Yani merupakan hal yang tepat dilakukan.

Saat ini, ungkapnya, ada sekitar 450 RS di Jatim, 53 di antaranya merupakan RS Pemerintah. Menurutnya, RS swasta lainnya harus terus melakukan peningkatan fasilitas agar siap ketika nanti mulai masuk RS-RS asing ke Surabaya.

Tampak hadir pada kegiatan ini, Rais PWNU Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar. (Syaifullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelawak sekaligus dai HM Syakirun turut menyemarakkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal yang diselenggarakan pengurus masjid MI Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Jumat (17/1) malam.

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Dalam pengajian yang berlangsung di Jalan Raya depan Terminal Bangsri Kirun, panggilan akrabnya mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. “Teladan kita bukanlah Maradona, Rhoma Irama, Jokowi, Sule dan Tukul Arwana melainkan Muhammad SAW,” tegasnya kepada ribuan jamaah yang hadir.   

Meneladani Nabi kata lelaki asal Madiun Jawa Timur itu dengan mengikuti empat sifat wajibNya; sidiq, amanah, tabligh dan fathanah. “Dengan kejujuran para santri yang kini sedang menuntut ilmu kelak yang akan memimpin bangsa kita Indonesia,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kirun pun menyontohkan tokoh semacam Gus Ipul Wagub Jatim, Ki Entus Susmono Bupati Tegal bisa mewarnai bangsa, sebutnya dengan modal sidiq, kejujuran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam ceramahnya ia juga menceritakan tentang dirinya yang kini banyak mengaji. Hal itu dilakukannya dalam rangka gandul sarung kiai. Golek selamet dunia dan akhirat. “Saya nyedak Ulama agar tidak katut pelawak yang nyedot sabu-sabu,” tambahnya.

Disamping itu, imbuhnya untuk menggapai berkah. “Pedagang untung karena dagangannya laku. Petani panen hasil tandurannya. Bupati lan polisi digaji karena bekerja untuk negara. Lha aku dibayar goro-goro lambeku,” guraunya sembari disambut tawa jamaah.

Agar lambe, (mulutnya, red) berkah itulah ia semakin dekat dengan kiai. “Dengan ilmu hidup menjadi berkah, dengan agama akan terarah dan dengan budaya hidup menjadi indah,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

KH. Mohammad Cholil Bisri (akrab dipanggil Mbah Cholil) lahir tanggal 12 Agustus 1942 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H di Rembang. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH. Bisri Mustofa bin H. Zaenal Mustofa dan Nyai Hj. Marufah binti KH. Cholil Harun Kasingan Rembang.

Pesantren Kasingan Rembang pernah mengalami masa keemasan (sekitar 1935) dengan jumlah santri mencapai 3 ribuan. Sentuhan Mbah Cholil Harun melalui pendidikan pesantren melahirkan alumni yg mumpuni di bidangnya. antara lain: KH. Bisri Mustofa, KH. Machrus Ali Lirboyo, KH. Misbah Mustofa Tuban dll.

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

Mbah Cholil lahir dalam suasana sulit. Saat itu terjadi pergolakan politik nasional akibat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Mbah Cholil beserta keluarganya harus mengungsi dari daerah ke daerah lainnya, bahkan sampai ke Pare Kediri.

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj. Muhsinah binti KH. Soimuri Solo dan dikaruniai 8 putra-putri. berturut-turut putra putri beliau adalah: Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,? Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pendidikan Mbah Cholil di SR, kemudian mengaji dari pesantren ke pesantren. Setelah mengaji dengan abahnya di Rembang, Mbah Cholil bersama adiknya (KH. A. Mustofa Bisri) nyantri di pesantren Lirboyo Kediri. Selain ngaji kitab, dua santri muda ini dikenal suka dengal ilmu kedigdayan juga. Sepak bola adalah olah raga favorit sejak remaja.

Setelah dari Lirboyo, Mbah Cholil pindah nyantri di pesantren Krapyak asuhan Mbah KH. Ali Maksum, sambil kuliah setahun di UIN Yogya. Kuliah di Yogya hanya dilakoni setahun, setelah itu diutus abahnya berangkat ke Makkah untuk mengaji dengan Syekh Alwi Al-Maliki.

Mbah Cholil dikenal sebagai kiai yang politisi. Kiprah politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai NU, PPP, dan PKB. Mbah Cholil adalah penggagas, pendiri dan deklalator PKB. Pernah menjadi anggota dewan DPRD Rembang dan DPR Pusat dari PPP.

Setelah reformasi, Mbah Cholil bergabung dengan PKB. Pernah wakil ketua MPR RI dari Fraksi PKB 2002-2004 dan wakil ketua Dewan Syuro DPP PKB 2002-2005. Mbah Cholil mewarisi abahnya sebagai orator ulung dan politisi.

Aktivitas di Jakarta yang padat tidak pernah melupakan santrinya di Rembang. Perjalanan Rembang Jakarta atau sebaliknya dilakoni setiap minggu, bahkan seminggu dua kali pulang-pergi. Hari selasa adalah hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil pasti untuk mengaji bersama santri-santri sepuh.

Selain aktivitas politik, kegiatan sosial keagamaan lain, seperti melayani pengajian di dalam dan luar kota. Mbah Cholil hampir tdk pernah menginap di luar rumah meski sedang mengisi pengajian di luar kota. Sebisa mungkin pulang ke rumah, sehingga jadwal ngaji tafsir jalalain bakda subuh tetap bisa berjalan bersama santri di pondok.

Mbah Cholil adalah seorang kolumnis di koran. Gagasannya tentang sosial dan politik bisa dibaca melalui tulisan opini di koran. Koran Suara Merdeka, Jawa Pos dan Kompas sering memuat tulisan Mbah Cholil.

Yang luar biasa dan tidak kalah menariknya ulasannya tentang sepak bola. komentar dan prediksinya membuat kagum pembaca. setiap event besar sepak bola, seperti piala dunia atau piala eropa, koran-koran besar selalu memperebutkan ulasannya karena kecemerlangan dalam analisis dan prediksinya.

Hari ini tepat haul beliau, yang wafat 7 Rajab atau 24 Agustus 2004, Mbah Cholil dipanggil kembali oleh Allah SWT. Allahummagfir lahu warhamhu wa afihi wafu? anhu.

Abu Rokhmad, Wakil Dekan FISIP UIN Walisongo & Menantu KH Cholil Bisri



(Baca juga: Mengenal Almarhum KH Cholil Bisri)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berita duka datang dari Indramayu. Kiai muda Mohammad Badrus Salam wafat di usia 43 tahun. Doktor asal Brebes lulusan Sudan yang terkenal sangat ramah di kalangan alumnus sudan itu mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu ((11/6) petang waktu setempat. Almarhum meninggalkan satu Istri dan tiga anak yang masih tinggal di daerah Indramayu.

Pihak keluarga mengkonfirmasi bahwa almarhum sebelumnya tidak pernah mengeluhkan kesehatanya. Keluarga mengaku terkejut atas kejadian ini. Setelah shalat magrib berjamaah, almarhum merasakan tubuhnya lemas, seketika pihak keluarga membawanya ke rumah sakit terdekat untuk diperiksakan. Namun takdir berkata lain, Mohammad Badrus mengembuskan napas terakhirnya saat perjalan menuju rumah sakit setempat.

Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat

Almarhum yang masyhur disapa Mas Badrus ini adalah santri jebolan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Ia berhasil menyelesaikan program studi S1 di Jombang, dan melanjutkan program magister dan doktoralnya di Sudan. Di Sudan sendiri almarhum dikenal aktif dalam jajaran kepengurusan PCINU Sudan. Tercatat ia dipercaya sebagai Rais Syuriyah PCINU Sudan selama dua periode, yakni 2003-2005 silam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satu saudara almarhum yang masih menjalankan program pendidikan magisternya di Sudan, Mohammad Rojikhi memintakan maaf dan keikhlasannya kepada semua pihak yang pernah mempunyai hubungan dengan almarhum. “Atas nama keluarga, memohon maaf apa bila ada salah dari kakak saya, baik disengaja atau tidak. Semoga beliau termasuk golongan yang husnul khatimah amin,” ungkap Rojikhi sebagaimana siaran pers dari PCINU Sudan. (Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Temanggung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Peringatan hari Santri di Temanggung kemarin berlangsung semarak. Sekitar 15 ribu santri tumplek blek memadati halaman Gedung Pemuda Temanggung. Mereka mengikuti apel akbar dalam rangka peringatan hari santri (HSN) 2017 dengan inspektur apel Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan komandan apel sahabat Puryawanto (Banser Ansor Temanggung).

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Apel akbar kemarin, dikemas layaknya upacara kenegaraan, meskipun para santri tetap mengenakan sarung dan peci atau almamater pondok pesantrenya masing-masing, begitu pula dengan santriwatinya. 

Selain diikuti santriwan-santriwati dari pondok pesantren se-Temanggung, para ulama dan kyai serta siswa-siswi dari lembaga pendidikan Maarif NU, peserta apel merupakan seluruh kader badan otonom (banom) NU, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, juga PMII.

Pembacaan teks Pancasila dipimpin oleh Bupati Bambang Sukarno, petugas pembaca ikrar santri indonesia oleh Jakfar Shodiq (Sekretaris Lakpesdam NU Temanggung), pembaca amanat PBNU oleh KH Muhammad Furqon atau Gus Furqon (Ketua PCNU Temanggung) dan pembaca teks resolusi jihad oleh KH Yacub Mubarok (Rais Syuriyah PCNU Temanggung).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Tanfidz PCNU Temanggung KH Muhammad Furqon menuturkan, hari ini (kemarin, red) keluarga besar NU Temanggung bersama santri memperingati hari santri. Dengan peringatan hari santri ini, isi resolusi jihad 22 ktober 1945 silam, bisa menyemai dan memberi semangat para santri sebagaiamana yang telah dilakukan oleh sang pendiri  NU KH Hasyim Asyari.  

"Santri bisa tetap mencintai NKRI dan bisa memberi kenyamanan untuk lingkungan atau masyarakat. Saya berharap, santri bisa meneladai perjunagan KH Hasyim Asyari," harapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Yacub Mubarok menuturkan, dirinya bersama Bupati Temanggung Bambang Sukarno dalam waktu dekat ingin menghadap Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan dan mengusulkan KH Subchi Parakan Temanggung bisa menjadi pahlawan nasisional.

Menurutnya, KH Subchi tidak hanya terkenal di Temanggung dan Indonesia saja, namun juga terkenal sampai Belanda dan Jepang. Beliau merupakan penggerak hebat untuk NKRI, sehingga bisa menghantarkan bangsa dan negara ini ke gerbang kemerdekaan. 

"Atas jasa dan perjuanganya itu, sudah selayaknya negara memberikan pengahargaan. Beliua seorang  patriotis, berjuang untuk kedaimaan, kenyamana dan kemerdekaan. Beliau merupakan aset bangsa dan idola kita semua," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno mengaku siap mengawal dan mengantarkan Yacub Mubarok ke Istana negara untuk menghadap presiden. Menurut Bambang, jasa KH. Subchi saat besar untuk bangsa ini, beliau tidak hanya milik Temanggung, Bangsa Indonesa, tapi juga dunia internasional.

"Sudah sepatnya, belaiu (almarhum KH Subchi) mendapat gelar pahlawan. Dengan momentum hari santri tahun ini, saya berharap santri dan warga Temanggung pada umumnya tetap cinta NKRI, setia terhadap pancasila, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika," pungkasnya. (Ahsan Fauzi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Habib, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) melaunching program Gerakan Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan yang disingkat Gelatik. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sari Pan Pasific, Senin (19/9) ini dihadiri pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta perwakilan organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam sambutannya, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini menjelaskan, program Gelatik dilatarbelakangi maraknya tindak kekerasan yang menimpa anak akhir-akhir ini. Apalagi, sebagai organisasi Fatayat NU juga fokus terhadap kasus-kasus sosial kemasyarakatan salah satunya terkait tindak kekerasan.

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

"Sejak terbentuk memang Fatayat jelas fokus terhadap masalah sosial yang ada. Kali ini, kami khusus memprogramkan Gelatik agar anggota-anggota Fatayat hingga tingkat Pengurus Anak Ranting turut serta melindungi anak-anak dari kekerasan," ujarnya.

Ditambahkan, sementara ini sebagai langkah awal akan program Gelatik akan dilakukan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Lampung Timur sebagai pelopor awal. "Rencana ke depan semoga bisa menyeluruh ke semua tingkatan pengurus Fatayat NU," imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain launching program, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPPPA sebagai tindaklanjut program dalam jangka panjang serta turut serta mengantisipasi masalah kekerasan di Indonesia.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Anak KPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengapresiasi kegiatan yang diprogramkan pihak PP Fatayat NU. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan partisipasi semua elemen untuk menanggulangi masalah kekerasan ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selama ini, pihak KPPPA sudah mencanangkan berbagai program mulai Kota Layak Anak (KLA) hingga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang melibatkan langsung masyarakat dari semua tingkatan," ujarnya.

Dia yakin, kesadaran untuk menjaga anak sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus bersinergi. "Selama ini, masalah-masalah anak terjadi karena orang tua kurang peduli, anak yang tak mampu memahami situasi hingga kurangnya komunikasi antar keluarga," jelasnya. (Mahbib Khoiron)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Kiai, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020."

"Kami telah memasukan surat kepada Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Way Kanan dan mendapat respon positif. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian KLH Arif Radigusman sepakat diadakan pertemuan di institusinya pada Jumat 5 Februari 2016 untuk duduk bersama, menjaring aspirasi berbagai pihak terkait gerakan nasional tersebut," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (4/2), dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Way Kanan

Sejumlah surat berkaitan "Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020" telah disampaikan kepada sejumlah pihak di daerah itu, seperti Forum Komunitas Hijau (FKH), Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah, Kepala Kampung Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Lalu Karang Taruna, Pemuda Muhammadiyah, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Pemuda Katolik, Pemuda Kristen, Palang Merah Indonesia (PMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Forum Karate Indonesia (Forki).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Target sederhana dari aksi akan dilakukan itu adalah masyarakat paham mana sampah organik dan anorganik. Kami akan membuat sekitar 2.000 - 4.000 pamflet untuk dibagikan kepada masyarakat sebelum melakukan serentak gotong royong Bergerak untuk #IndonesiaBebasSampah2020 di sejumlah titik. Kesadaran menangani sampah secara bijak harus ditumbuhkan segegas mungkin," ujar Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung itu lagi.

Respon positif atas aksi tersebut telah disampaikan? Kepala Kampung Lebak Peniangan Tri Wanto. Sekretaris Umum Forki Way Kanan Rahmat bahkan langsung menelepon dan menyatakan siap berpartisipasi aktif setelah menerima surat yang diantarkan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

"Saya pribadi meyakini sampah adalah persoalan bersama. Jika hari ini tidak ada gerakan menanggulangi sampah, nasib lingkungan hidup mendatang sudah jelas menyedihkan. Jangan sampai itu menjadi warisan anak cucu kita," pungkas aktivis Gusdurian itu. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

? ? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Doa, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Beberapa hari terakir ini masyarakat di gemparkan dengan situs nikah siri online. Situs tersebut merupakan bentuk pernikahan secara syari. Namun, hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Perkawinan dan UU Perlindungan Anak. 

KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Traficking dan Eksploitasi Anak Ai Maryati Sholihah, akun membuka layanan lelang keperawanan untuk kawin siri dan kontrak dengan syarat utama usia 14 tahun ke atas.

"Usia 14 tahun tentu masih usia anak yang wajib mendapatkan proteksi maksimal," ungkap Ai Maryati.

Perdagangan orang dengan embel-embel apapun termasuk atas nama agama merupakan kejahatan yang harus kita waspadai. "Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Apalagi trafficking adalah tindakan pidana yang akan dijerat UU Nomor 21/2007 tentang TPPPO," tegasnya.  

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia mengungkapkan, KPAI sudah  berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengecek alamat AW dan kebenaran Akun Partai Ponsel agar proses penyelidikan lebih cepat.

Ditempat yang sama Ketua KPAI, Susanto mengungkapkan, situs nikah siri online justru karena sejumlah faktor. Di antaranya faktor ekonomi, kepuasan seksual, wisata dan ditemukan kasus prostitusi atas nama nikah siri. 

"Trend nikah siri dan kontrak berpotensi menjadi pintu masuk traficking, akhir-akhir ini menjadi persoalan. Bahkan trendnya, muncul bentuk human trafficking gaya lama, dimodifikasi melalui media sosial," ungkap Susanto kepada wartawan, belum lama ini.

Untuk itu, KPAI mengutuk keras modus praktik nikah seperti ini karena berdampak serius bagi tumbuh kembang anak sekaligus menghancurkan masa depan anak. 

Situs nikah sirih online tersebut beredar di salah satu media sosial bernama AW. Dalam hal ini, KPAI sedang mendalami keberadaan akun dimaksud. (Nita Nurdiani Putri/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Halaqoh, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 15 November 2017

Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman

Beragam tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat Nusantara dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ibarat pepatah, lain lubuk lain pula ikannya. Lain masyarakat, lain pula yang dilakukan dalam menyongsong bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

Di Pariaman, baik Kota Pariaman maupun Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat, menjelang Ramadhan, masyarakat melakukan kegiatan manjalang pusaro. Di sebagian nagari (desa, di Jawa), ada yang menyebutnya ka pusaro atau ratih pusaro. Kegiatan ini dilakukan oleh satu kaum/suku di pandam pekuburan (taman pemakaman) milik kaum tersebut. Misalkan yang mengadakan ka pusaro suku Tanjung di pandam pekuburan kaumnya, hanya diikuti suku Tanjung yang keluarganya dimakamkan di kuburan tersebut. Mereka yang boleh dikuburkan di pandam kuburan itu hanyalah keluarga dari kaum itu sendiri yang berasal dari jalur keturunan ibu. Sedangkan sumando (suami dari perempuan kaum itu), boleh dimakamkan jika sudah mendapat izin dari ninik mamak kaum. Sementara anak-anak dari kaum laki-laki tidak boleh dimakamkan di pandam kuburan kaumnya, melainkan di pandam pekuburan ibunya pula.

Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Manjalang Pusaro, Menyambut Ramadhan di Pariaman

Pada acara ka pusaro ini, kaum perempuan membawa jamba yang berisi nasi dan beragam sambal. Ditambah dengan makanan snack seperti, agar-agar, kue bulu, roti dan buah-buahan seperti pisang, pepaya, semangka dan lainnya. Pelaksanaan manjalang pusaro sudah boleh dilakukan mulai bulan Sa’ban hingga sehari menjelang Ramadhan.

?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Beberapa urang siak (pembaca ayat-ayat Al Qur’an dan doa) duduk di atas hamparan tikar yang sudah disediakan di sekitar kawasan kuburan. Ada juga pandam kuburan yang sudah memiliki bangunan tempat meletakan jamba dan urang siak. Bangunan sederhana tersebut biasanya pondok beratap seng, berlantai semen, namun tidak ada dinding.

Seperti yang dilakukan suku Tanjung di Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, pada Sabtu (14/6/2014), beberapa urang siak kampung duduk bersama anggota kaum. Baik kaum perempuan, laki-laki, anak-anak, muda-mudi, orang dewasa maupun orang tua. Semuanya berkumpul.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Urang siak memulainya dengan membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat Al Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, awal dan akhir surat Al-Baqarah, tahlilan, salawat kepada Nabi Muhammad Saw, dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin salah seorang urang siak. Pada bagian tertentu,? bacaan yang dibaca urang siak juga diikuti oleh seluruh hadirin.? Selesai doa bersama, dilanjutkan makan bersama di tempat yang sudah disediakan. Jika belum ada pondok di sekitar pemakaman, bisa saja di sekitar pemakaman yang tanahnya datar dan tidak ada kuburan dibentangkan tikar.? Semua yang hadir turut makan bersama tanpa kecuali. ?

Saat berlangsung rangkaian tahlilan dan bacaan-bacaan ayat Al-Qur’an, seseorang pemuda menjalankan sumbangan dengan topi atau kotak kepada yang hadir. Masing-masing menyumbang ala kadarnya sesuai dengan kemampuan. Ada yang menyumbang Rp 5.000, 10.000, juga ada yang Rp 50.000, bahkan Rp 100.000. Itu tergantung kondisi ekonomi, makin sehat ekonominya, tentu sumbangannya makin besar.? Sumbangan yang terkumpul diserahkan kepada datuak kaum. Selanjutnya sumbangan dibagi? untuk sadakah (amplop) urang siak yang turut berdo’a dan tahlilan.

Rangkaian acara ka pusaro ini dimulai pagi hari dengan membersihkan lahan pandam pekuburan dari semak belukar yang sudah memenuhi areal pekuburan. Kaum laki-laki dan sebagian perempuan yang ada nenek moyang dan dunsanak (saudara) yang sudah dikuburkan di areal ini datang bergotongroyong bersama-sama. Biasanya menjelang masuknya waktu shalat zuhur, semua lahan sudah bersih. Semuanya kembali ke tempat masing-masing.

Sesaat menjelang waktu Ashar, 3 hingga 6 orang kembali ke areal pandam pekuburan. Persis usai shalat Ashar, semua warga kaum berkumpul yang diiringi pula urang siak ke pandam pekuburan untuk memimpin doa.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Tobohgadang Kabupaten Padangpariaman Azwar Tuanku Sidi kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Kamis (19/6/2014) tata cara manjalang pusaro di beberapa nagari ada perbedaan. Di Nagari Sintuak, Tapakih, Ulakan, Tobohgadang dilakukan usai lebaran Idul Fitri. Waktunya mulai sehari usai lebaran hingga 6 hari lebaran. Artinya selama waktu puasa enam Syawal. Urang siaknya berkisar antara 8–12 orang. Karena ditambah pula dengan ratik labai (labai=pegawai masjid di nagari). Tentu di hari lebaran Idul Fitri keluarga dari rantau pulang kampung. Sehingga semua keluarga punya kesempatan untuk hadir bersama di pusaro.

“Menjelang Ramadhan,? umumnya warga mengundang beberapa orang siak untuk mando’a. Di rumah, warga menyampaikan maksudnya kepada urang siak, yakni mendoakan para orangtua (leluhur) yang sudah wafat, tanaman dan harta pusaka sawah ladang yang ditinggalkan agar berkah, keluarga yang masih hidup rukun, rezeki penuh berkah,” kata Azwar Tuanku Sidi yang juga Mustasyar PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Padangpariaman ini.

Berbeda di nagari kawasan Kecamatan Sungailimau, manjalang pusaro dinamakan pula ratih pusaro. Menjelang Ramadhan, beberapa keluarga sepakat mengumumkan ratik pusaro dimulai pada hari yang sudah ditetapkan. Jumlah urang siaknya lebih sedikit, cukup 3 orang.

? Ka pusaro ada beberapa hikmah yang dapat dipetik. Pertama, mendekatkan para anggota kaum yang masih hidup pada kuburan. Semua yang hadir teringat akan mati, pada suatu hari kelak juga akan? dikuburkan di pandam pekuburan kaum tersebut. Sehingga selalu mengingat kematian, menjauhi perbuatan dosa dan memperbanyak amal shaleh.

Kedua, memupuk rasa bergotongroyong dengan bersama-sama bersihkan pandam pekuburan. Ketiga, meningkatkan silaturrahmi sesama anggota kaum. Selama ini masing-masing anggota keluarga sibuk dengan urusan sendiri, sudah banyak pula? muncul generasi baru (anak kemenakan) sehingga perlu diperkenalkan dengan dunsanak yang lain. Keempat, memperkenalkan tradisi yang sudah dilakukan kaum sejak lama kepada anak-anak dan generasi muda.

Menurut Azwar, manjalang pusaro sama saja dengan ziarah. Bedanya, ziarah dilakukan kepada kuburan? guru, ulama dan wali Allah. Ziarah waktunya bisa dilakukan kapan saja. Sedangkan ka pusaro? dilakukan pada waktu tertentu kepada kuburan orangtua, nenek/kakek atau keluarga terdekat. “? Tradisi manjalang pusaro ini, kata Azwar, mulai dilakukan sejak Syekh Burhanuddin menyebarkan Islam di Pariaman, umumnya di Minangkabau. Sehingga dapat dikatakan manjalang pusaro ini tradisi yang dikembangkan oleh Syekh Burhanuddin,? Ulakan, untuk mengingatkan umat Islam akan kematian dan tempat akhir perjalanan seorang manusia. Yakni kuburan.

KH. Muhyiddin Abdusshomad dalam Hujjah NU menyebutkan, pada masa awal Islam, Rasulullah Saw. memang melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur, karena khawatir umat Islam akan menjadi penyembah kuburan. Setelah akidah umat Islam kuat, dan tidak ada kekhawatiran untuk berbuat syirik, Rasulullah Saw membolehkan para sahabatnya untuk melakukan ziarah kubur.

“Dari Buraidah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah!. Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat.” (HR. Al-Tirmidzi).

Ketika berziarah, seseorang dianjurkan untuk membaca al-Qur’an atau lainnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,”Bacalah surat Yasin pada orang-orang mati di antara kamu.” (HR. Abu Dawud).

Dalil itu membuktikan bahwa ziarah kubur itu memang dianjurkan. Terlebih jika yang diziarahi itu adalah makam para wali dan orang shaleh. Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian dengan perjalanan ke makam mereka. (Al-Fatawi al-Kubra, juz II, hal. 24).

Ulama salaf Imam al-Syafi’i mencontohkan berziarah ke makam Laits bin Sa’ad dan membaca al-Qur’an sampai khatam di sana (al-Dzakhirah al-Tsaminah, hal. 64). Bahkan diceritakan bahwa Imam Syafi’i jika ada hajat, setiap hari beliau berziarah ke makam Imam Abu Hanifah. Demikian KH. Muhyiddin Abdusshomad menjelaskan.? (Bagindo Armaidi Tanjung)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 12 November 2017

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan

Sarolangun, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kegiatan monitoring dan evaluasi di lingkungan pondok pesantren penting dilakukan guna mengukur peran pendidikan yang dijalankan pesantren selama ini.



Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan

Pernyataan tersebut diungkapkan Rektor Institut Agama Islam Negeri STS Jambi, Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd saat berbicara dalam seminar tentang manajemen pendidikan pondok pesantren di gedung Bappeda, Sarolangun, Jambi, Kamis (24/5).

Di hadapan para peserta yang mewakili pondok pesantren di seluruh Propinsi Jambi, Latief mengingatkan agar pondok pesantren mampu mensinergikan paradigma keilmuannya dengan pola manajemen pesantren baik yang salafi maupun modern.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam seminar yang terselenggara atas kerjasama antara PWNU Jambi, British Council Jakarta, dan Pemkab Sarolangun itu, Latif mengatakan bahwa ke depan, harus tetap konsisten dalam memperjuangkan ajaran murni Islam melalui kitab-kitab otoritatif (kitab kuning: red) yang selama ini diajarkan di pesantren.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Selain konsisten memperjuangkan ajaran Islam melalui kitab-kitab kuning di bidang fiqih, akhlak, tasawuf, teologi/tauhid dan sebagainya, pesantren juga sudah selayaknya bergerak di bidang pengetauhuan profan (duniawi: red) dengan tawaran program dan manajemen yang mengarah pada manajemen pendidikan modern,” kata Latif.

Sementara itu, ketua panitia seminar, Abdul Qodir Jailany mengungkapkan, sudah saatnya pondok pesantren menata diri dengan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam manajemen pendidikan di pesantren.

“Seminar ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pondok pesantren di Propinsi Jambi dalam hal manajemen pendidikannya,” terang alumnus short course on education management training, Leeds University ini.

Selain Latif, hadir juga sebagai pembicara, Prof. Dr. Lias Hasibuan, MA, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Pascasarjana IAIN STS Jambi, Muliawan (Direktor Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi), dan sejumlah alumni short course manajemen pendidikan di Universitas Leeds, Inggris, seperti Sudarto Murtaufiq, Mulya Rahayu, dan Abdul Qodir Jailany.

Hadir dalam seminar tersebut, Ketua PBNU bidang luar negeri HM Rozy Munir, Ketua PWNU Jambi yang juga Kakanwil Depag Propinsi Jambi H Abdul Kadir Husein, dan Bupati Sarolangun, Drs. H. Hasan Basri Agus MM. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Habib, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 29 September 2017

PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau warga Indonesia di Mesir, terutama para mahasiswa, agar tidak ikut campur urusan politik setempat.

PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tak Perlu Ikut Campur Urusan Politik Mesir

“Kita berharap pada teman-teman, mahasiswa, warga NU tidak usah ikut campur politik di Mesir. Tidak perlu berkomentar secara lisan atau tertulis. Nanti kalau ketahuan malah jadi problem. Keadaan di sana masih tidak kondusif,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada NU Onlne di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (17/7).

Dikatakannya, Mesir dan negara-negara Timur tengah saat ini sedang shock menghadapi eforia demokrasi yang dipelopori oleh para pemuda dan sarjana lulusan Eropa dan Amerika.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dari dulu, bagi orang Arab, pemimpin itu ya yang penting adil. Itu saja. Tidak ada aturan ketat soal cara dia terpilih, dan tidak tidak ada batasan waktu. Setelah generasi muda pulang dari Eropa mereka menginginkan demokrasi; ada pilihan langsung dan batasan waktu. Sebenarnya masih ada tabrakan kultur. Sebagian besar, terutama kalanga tua belum menerima sistem demokrasi,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lebih dari itu, Timur Tengah memang selalu menjadi sasaran pihak-pihak yang tidak senang jika Islam kembali kuat. Indonesia ? sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dalam hal ini dalam hal ini belum diperhitungkan.

“Setiap ada pergolakan politik, Amerika dan negara-negara Eropa pasti mengintip, mengintervensi, bahkan mengendalikan. Mursi dan Ihwanul Muslimin ini kan baru satu tahun sudah diganti. ? Ini jelas sekali, semua orang tahu dan terang benderang bahwa ada intervensi Amerika, tidak perlu analisis yang njelimet,” kata Kang Said.

Menurut Kang Said, saat ini tiga negara yang menjadi simbol kebesaran dunia Muslim sudah hancur; Mesir, Irak dan Suriah.?

“Saya menangis ketika melihat Irak habis, Suriah seperti itu, dan sekarang Mesir terus bergolak. Tiga negara besar yang andalan kualitas dunia Muslim itu sudah hancur-hancuran. Ada satu lagi Maroko, ini pun sudah agak hangat. Namun kultur Maroko agak ? berbeda, kita berharap mudah-mudahan tidak bernasib seperti tiga negara itu,” pungkas Kang Said.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock