Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mustasyar PBNU KH.Syaroni Ahmadi mengawali pengajian bulan Ramadhan di Masjid Menara Kudus, Ahad Fajar (12/6) lalu. Pada hari kedua, Senin (13/6), kiai kharismatik ini melanjutkan mengkaji kitab Tafsir Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 122-125..

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad, Al-Qur’an, dan Puasa Jadi Syafaat Umat Islam

Pada kesempatan itu, KH Syaroni menerangkan tentang syafaat bagi umat Islam. Diterangkan, pengertian syafaat adalan meminta pertolongan kebaikan kepada orang lain untuk orang lain pula.

?

"Memahami bab syafaat sangat rumit sekali sehingga perlu penjelasan yang luas.Kadang-kadang disebut syafaat itu ada, kadang-kadang pula tidak ada. Keterangannya sama-sama dari Al-Quran," kata kiai yang biasa disapa Mbah Syaroni dengan bahasa Jawa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Ia menjelaskan syafaat bagi umat Islam akan ada di dunia dan di akhirat nanti. Sementara bagi orang kafir, hanya didapat di dunia tetapi di akhirat tidak mendapatkannya.

?

"Ayat-ayat Al-Quran? yang menyebut tidak ada syafaat itu keterangan dikhususkan bagi orang kafir yang di akhirat tidak mendapatkannya.Bahkan di hari kiamat, orang kafir pada ngomong sambil menangis, misal dikembalikan lagi hidup di dunia mereka akan memilih menjadi Islam. Karena mereks melihat umat islam bisa saling memberi pertolongan," urai Mbah Syaroni.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Di antara yang bisa memberi syafaat orang Islam di hari kiamat nanti, lanjut mbah Syaroni, adalah Kanjeng Nabi, Al-Quran dan puasa. Diuraikan, Nabi Muhammad menjadi salah satu nabi yang memiliki doa mustajab yang akan digunakan untuk menolong memberikan syafaat secara merata bagi umatnya yang tidak musyrik pada hari akhir nanti.

?

"Semua umat Islam yang tidak musyrik akan menerima syafaat kanjeng Nabi. Karenanya, ulama sepuh dulu sering mengucapkan syi’iran ‘huwal habibul ladzi turja syafaatahu.. tujuannya untuk mengharap syafaatnya Nabi," imbuh Mbah Syaroni.

?

Dijelaskan pula, puasa dan Al-Quran akan menjelma menjadi makhluk besar gagah dan ganteng yang akan memberi syafaat kepada umat Islam. "Ketika mau memberi syafaat, kedua makhluk itu (jelmaan puasa dan Quran) meminta izin kepada Allah, dan Allah mengizini.

?

"Puasa dan Quran bilang Gusti orang ini selalu puasa menahan lapar, mengekang hawa nafsunya dan selalu membaca alquran tiap malam, bolehkah sya memberi syafaat orang ini? Allah menjawab ya silahkan," tutur mbah Syaroni seraya mengutip keterangan hadits Nabi.

?

Sementara? pada pengajian perdana, Ahad (12/6), mbah Syaroni mengingatkan kebahagiaan orang puasa. Dijelaskan, setiap orang puasa akan meraih kebahagiaan dalam berpuasa yakni waktu berbuka puasa dan saat bertemu rabbi-nya.

?

Pengajian Tafsir Al-Qur’an yang diasuh Mbah Syaroni berlangsung setiap hari selepas subuh selama bulan Ramadhan. Ribuan jamaah dari berbagai daerah Kudus dan sekitarnya memadati ruangan dan pelataran masjid Menara Kudus.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, 90 persen pendidikan agama jenjang dasar dan menengah yang formal di Indonesia berstatus swasta dan 10 persen adalah negeri. Jumlah ini menunjukkan, peran masyarakat bagi pencerdasan bangsa sangat signifikan.

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suryadharma: Madrasah NU Turut Cerdaskan Bangsa

Menurut Suryadharma, dari 90 persen tersebut, 13 ribu lebih berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU. Institusi pendidikan itu meliputi sekolah setingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Ditambah pesantren, sambung Suryadharma, peran ini menjadi semakin nyata. "Ini suatu yang luar biasa dan karenanya harus dijaga dengan baik dengan menjaga dan memelihara keberlangsungannya," katanya dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU di Jakarta, Senin (21/1).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Suryadharma menilai, dengan potensi yang besar ini sudah semestinya madrasah-madrasah swasta mendapat perlakukan yang layak dari pemerintah.

"Oleh karenanya, saya berteriak-teriak meminta walikota, bupati, dan gubernur jangan haramkan APBD untuk membantu sekolah agama," sebut Menteri Agama Suryadharma Ali.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, hadir Medikbud RI Mohammad Nuh, Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi. Usai memberi sambutan, Menteri Agama membuka secara resmi Rakernas LP Ma’arif NU.



Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Beirut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia”  di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Dalam release yang dikirimkan ke Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kongres yang mengambil syiar : “Bersama Menuju Islam Rahmatan Lil-Alamin” ini akan diawali dengan seminar internasional yang akan membahas tentang :

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

• “Reformasi Dunia Arab dan Implikasinya terhadap Masa Depan Dunia Islam dalam Prespektif Ulama Timur Tengah”, ( Narasumber: Dr. Said Ramadhan Al-Bouthy, Ketua Persatuan Ulama Negeri-negeri Syam )

• “Masa depan Palestina dan Masjidil Aqsa di Tengah Pergolakan Politik Timur Tengah dan Duina Global”, ( Narasumber: Praktisi Politik Lebanon dan Palestina)

• Fenomena Global Radikalisasi Atas Nama Agama dan Strategi Menghadapinya (Narasumber: ICIS, BNPT, Global University-Lebanon)

Selain itu, Kongres juga akan membahas secara internal tentang :

• Penguatan Koordinasi PCI Luar Negeri dan Perluasan Network di Negara-negara PCI

• Strategi Perlindungan Faham Aswaja di Tanah Air dari Gerakan anti Aswaja (Trans-nasional-Radikal)

• Perumusan Konsep Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama

Secara global, diharapkan dari Kongres ini akan tercipta sebuah pemahaman mendalam dan mendetail kepada kalangan luas tentang realitas yang faktual tentang fenomena Arab Spring di Timur Tengah, terwujudnya partisipasi umat Islam Indonesia, khususnya Nahdliyyin, dalam gerakan global mendukung kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama, mengembalikan citra Islam sebagai rahmatan lil Alamin melalui upaya de-radikalisasi paham keagamaan.

Sementara secara lingkup organisasi, diharapkan akan membuka jaringan kerjasama internasional antara PCI-PCI dengan negara setempat dalam bidang pendidikan, keagamaan, interfatih dialogue, kebudayaan, ekonomi dalam rangka mendukung gerakan total diplomatic yang dicanangkan pemerintah RI.

Disamping itu, diharapkan dari kongres ini akan tercapai perumusan bersama upaya-upaya kongkrit dalam rangka membendung gerakan radikal anti ajaran Aswaja/Ahlussnunnah Wal Jamaah yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan ukhuwah sesama umat dan anak bangsa serta mencari bentuk dan konsep yang terpadu dalam mewujudkan ekonomi keumatan yang lebih berkeadilan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Kuningan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat Banser adalah kelompok muda Nahdlatul Ulama gagah berani yang bertugas untuk mengawal para ulama. Banser juga merupakan “pendobrak” utama sejarah bangsa Indonesia.

“Secara kronologis, Banser didirikan sebagai bentengnya para ulama, kiai yang berhaluan ahlusunnah wal jamaah. Karenanya, Banser merupakan sebuah pilar kekuatan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia,” kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kuningan, Jawa Barat, Mup Muplihudin, dalam upacara pembaretan para anggota Banser Kuningan, Senin (2/4).

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Setelah dua hari dididik dan dilatih di lapangan terbuka, 110 kader Satuan Kordinasi Cabang Banser Kuningan melakukan pembaretan. Pembaretan dilakukan secara simbolis oleh Bupati H Aang Hamid Suganda di halaman balai Desa Pajambon, Minggu (1/4).

Hadir pada kesempatan itu, Bupati H Aang Hamid Suganda, Sekda Drs H Momon Rochmana MM, Kadishub Drs Nandang Sudrajat, Kepala Bawasda Yeddi Chandra SH MH, Ketua Tanfidz PCNU KH Mahmud Silahudin, Ketua GP Ansor Mup Muplihudin dan ratusan Banser serta masyarakat sekitar.

Mup Muplihudin mengatakan, Banser merupakan semi otonom dari GP Ansor. Dimana kebijakan Banser tidak akan terlepas dari komando GP Ansor.

Proses kaderisasi Banser ke depan, kata dia, sangat ditentukan oleh baik tidaknya proses usaha saat ini. Sebab, diklat merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa diukur sesaat setelah kegiatan ini berlangsung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Insya Allah melalui proses kaderisasi yang matang dan terarah, Banser ke depan akan mampu menghadapi berbagai tuntutan masyarakat serta perkembangannya,” ujar Mup.

Sementara Bupati H Aang Hmaid Suganda mengakui, banyak sekali kiprah yang telah diberikan GP Ansor, baik melalui kegiatan sosial maupun kegiatan pembangunan di bidang lainnya. Sehingga, bermanfaat dan dirasakan berarti oleh masyarakat luas.(ksd)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Nahdlatul, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur

Lombok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kurang lebih 20 tahun silam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 1997 dihelat di Lombok. Tepatnya di Pondok Pesantren Qomarul Huda Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB asuhan Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin.

Banyak kesan yang di kenang oleh warga Nahdliyin di Lombok saat itu. Seperti yang dialami H Mahdan, salah satu tokoh NU di Lombok yang juga saat Munas 1997 ikut menjadi saksi sejarah. 

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur

Dia pun menceritakan ketika almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menunjukkan kesederahaan sebagai Ketum Umum PBNU dimana saat itu Gus Dur memilih mobil sedan milik H Mahdan untuk dibawanya ke lokasi.

"Saat itu berjejeran mobil yang siap menjemput Gus Dur di Bandara Rembiga Mataram, tapi beliau menujuk mobil sedan yang disopirin oleh H Sarki untuk membawanya ke lokasi acara pas turun dari pesawat," kata pria berusia sekitar 70 tahun ini, Selasa (4/10) di kediamannya Desa Gerung Selatan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat yang menjadi tempat rapat panitia daerah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hingga kini mobil tersebut masih tampak bagus dan terawat, karena baginya ada keberkahan sehingga dipelihara dengan baik, hanya keberkahan yang kita harapkan di NU ini, jangan harap yang lain.

Mahdan yang pensiunan Bulog NTB ini menceritakan ketika Munas dan Konbes NU hendak dibuka. Gus Dur memnggilnya dan menyuruhnya duduk disampingnya. Lalu ia pun duduk disampingnya sembari di tepuk punggugnya oleh Gus Dur. 

Dia hanya bisa menangkap pesan dan isyarat tersebut agar NU dipelihara, diurus, dan dijaga olehnya. Oleh karena itu, dia mengajak kepada semua panitia agar tidak setengah-setengah menyukseskan acara Munas.

“Mari kita dukung Munas dan Konbes NU 2017 ini semampu kita," serunya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Ubudiyah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Tanah yang telah diwakafkan, khususnya untuk masjid atau lembaga sosial sebaikya segera di-akte-kan. Hal ini untuk menghindari terjadinya permasalahan hukum di kemudian hari. Sebab, tanah wakaf memang rawan disengketakan, atau malah dicaplok pihak lain.?

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (PC LWPNU) Jember, H. Muhammad Arifin menyikapi maraknya pergerakan kelompok radikal untuk merebut masjid NU di sejumlah tempat. Menurutnya, sertifkat atau akte kepemilikan teramat penting, bahkan sama pentingnya dengan tanah itu sendiri. Sebab, tanpa bukti kepemilikan tanah itu bisa hilang.?

"Kalau beli tanah atau kita mendapat wakaf tanah, beda dengan beli mobil. Kalau beli mobil, walaupun kita tidak punya BPKB, tapi mobil tetap bisa pindah tangan. Tapi kalau beli tanah, yang bisa kita bawa adalah aktenya. Sedangkan tanahnya tetap. Karenanya, rawan sengketa," ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di sela-sela kegiatan di Arjasa, Kamis (25/8).

Arifin menambahkan, sengketa biasa muncul setelah orang yang mewakafkan meninggal dunia. Karena berbagai kepentingan para ahli warisnya, maka ? terjadilah saling gugat soal kepemilikan tanah yang sudah diwakafkan itu. Karenanya bukti kepemilikan yang sah, sangat penting, lebih-lebih untuk masjid. "Kalau tanah untuk masjid atau lembaga pendidikan sudah ada akte wakafnya, misalnya untuk NU, itu sudah tenang. Siapapun yang berusaha merebut, tidak bisa," jelasnya.

Namun, yang perlu diwaspadai, katanya, adalah model-model pengambil-alihan masjid dengan cara yang santun. Biasanya, mereka berbaik hati kepada pengelola atau takmir masjid dengan menawarkan bantuan baik materi maupun tenaga yang dalihnya untuk kemakmuran masjid. Namun lambat-laun pengelolaan masjidpun diambil alih, sehingga akhirnya masjid tersebut benar-benar lepas dari NU.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Celakanya, takmir masjid lama pun pasrah, misalnya dengan mengatakan, biarlah mereka sama-sama Islam, ibadah mereka juga bagus," tuturnya.

Putra Kangean, Madura itu menegaskan, saat ini pihaknya tengah menginventaris aset-aset NU, termasuk masjid dan lembaga milik pengurus atau orang NU yang berdiri di atas tanah wakaf. Selanjutnya, mereka akan difasilitasi untuk dilakukan balik nama.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kami siap memfasilitasi itu, gratis. Aset NU atau Nahdliyin yang lembaganya digunakan untuk kepentingan umum, ternyata yang di-akte-kan cuma sekitar 30 persen," pungkasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016

Lamongan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran Jawa Timur dan Festival Santri Berprestasi (Fantasi) Nasional akan digelar pada 23-25 Desember 2016 mendatang. Berbagai bersiapan dilakukan oleh panitia. Pesantren Sunan Drajat, Lamongan dipilih sebagai tempat MTQ Jawa Timur ke 13.

"Pesantren Sunan Drajat dinilai sudah sangat layak menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur dengan didukung sejumlah sarana prasarana yang ada di pesantren," kata H Zainul Arifin, Ketua PW JQH NU Jatim.

Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jadi Tuan Rumah MTQ dan Fantasi 2016

Untuk mematangkan persiapan, panitia wilayah (Pusat) telah melakukan survei tempat pembukaan, penginapan peserta, pawai taaruf hingga pada tempat pendaftaran. Setelah melakukan survei, panitia pusat melaksanakan rapat gabungan dengan panitia JQH NU Cabang Lamongan dan panitia pesantren pada Ahad (21/8).

"Rapat perdana ini untuk taaruf antara panitia pusat, panitia cabang dan panitia pesantren, supaya kenal siapa saja anggota timnya," lanjut pria kelahiran Sidoarjo ini.

KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pesantren Sunan Drajat mengatakan sangat senang pesantrennya menjadi tuan rumah event ahlil Quran ini. "Kalau ini sukses, kami siap menjadi tuan rumah MTQ tingkat Nasional," kata Kiai Ghofur saat ditemui di kediamannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk mensukseskan acara ini Kiai Ghofur siap menutupi apa yang menjadi kekurangan panitia MTQ dan Fantasi. Direncanakan Presiden RI akan membuka perhelatan Fantasi Nasional dan MTQ Jawa Timur. "Nanti saya coba membangun komunikasi dengan Presiden RI," kata Kiai Ghofur dihadapan panitia Fantasi dan MTQ Jatim ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rencana kehadiran Presiden RI ini disambut positif oleh panitia yang sebelumnya hanya direncanakan menghadirkan Menteri Agama RI dan Ketua Umum PBNU. "Kalau Presiden RI yang membuka ini menjadi sejarah baru bagi Fantasi Nasional yang pertama kali dihelat di Jawa Timur ini," kata H Syaroful Minan, Ketua Panitia MTQ dan Fantasi. (Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Lomba, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perjuangan Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ibarat kristal. Dimensi pemikirannya sangat luas bagi bangsa Indonesia, khusunya NU. Sehingga apa yang telah dilakukannya harus dilanjutkan.

Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Gus Dur Ibarat Kristal

Demikian disampaikan Alissa Wahid dalam dialog "Mengenal Gus Dur Lebih Dekat; Membedah Pemikiran Gus Dur" yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (27/4).

Putri sulung Gus Dur itu kemudian menceritakan perjuangan ayahnya. Ia mencontohkan pembelaan Gus Dur terhadap Inul tidak lantaran cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari itu, demen dengan goyangannya, “Melainkan Inul Daratista pada kasus itu, adalah perempuan yang ditindas,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terkait warisan ayahnya, koordinator Jaringan Gusdurian itu menyontohkan, sosok Gus Dur merupakan pemimpin Islam yang ramah dan rahmat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Alissa menyatakan, Gus Dur juga memberikan Nahdlatul Ulama pandangan keragaman. Era 80-90-an, lanjut Alissa, NU merupakan komponen besar yang kuat di masyarakat Indonesia maupun dunia. Di samping itu, sebagai tokoh penghubung antariman dan seorang pemimpin publik.

Ia yang juga seorang psikolog keluarga mengungkapkan, meski hanya 21 bulan memimpin Indonesia, namun Gus Dur telah memisahkan militer dan polisi, menteri pertahanan dari orang sipil, menghapus organ negara yang korup, mendamaikan Tionghoa dan masih banyak lagi perjuangan untuk Indonesia.

“Bapak sebagai orang NU, sebagai publik, maupun seorang presiden, tetap melandasinya untuk kepentingan rakyat,” ungkap alumnus UGM Yogyakarta.

Alissa juga menambahkan, Gus Dur jika dirinci, mempunyai 9 nilai dasar, yakni ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, persaudaraan, pembebasan, kesederhanaan, kesatria, kearifan lokal. Dari 9 nilai dasar itu, sebenarnya Gus Dur mudah dipahami dari berbagai lensa (perspektif, red).

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Makam, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengklaim, angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan. Menurutnya, penurunan ini terjadi setelah program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai harapan.

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

“Secara bertahap, angka kemiskinan terus turun, dari 12,9 persen kini tinggal 11,25 persen. Dan kita targetkan penurunan itu bisa mencapai 10 persen,” ujarnya usai bersilaturrahmi dengan beberapa Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Selasa (15/7).

Hadir dalam acara kunjungan Menkokesra ini Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Abdul Wahab, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, serta Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan KH Dimyati Rimly. Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Nyono Suharly dan Munjdiah Wahab, juga turut mendampinginya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Meski telah mengalami penurunan, Agung mengakui, pada akhir-akhir ini program penanggulangan kemiskinan mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan beberpa hal yang belum bisa berjalan maksimal. “Namun secara keseluruhan angka kemiskinan mengalami penurunan, termasuk angka penganguran juga mengalami penurunan,” imbuhnya.

Agung berharap, program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan kementriannya bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih mendatang. Salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri (PNPM Mandiri).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Siapapun presidennya, saya berharap PNPM ini bisa dilanjutkan,” pintanya seraya mengatakan, pihaknya sudah membuat rekomendasi untuk disampaikan kepada presiden terpilih nanti.

Mengapa PNPM? Menko Kesra yang juga wakil ketua DPP Golkar ini mengungkapkan,  alasannya karena PNPM sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat khususnya dipedesaan. “Yakni untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, air, pembangunan ekonomi, dan juga sosial kemasyarakatan, dan proyeknya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, dalam pelaksanaannya di lapangan, PNPM melibatkan masyarakat langsung dan secara nasional untuk angka kebocorannya sangat minim. “Secara nasional, angka kebocorannya  hanya 0,02 persen,” tandasnya.

Sementara itu, dalam safarinya ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Agung menyerahkan bantuan ke pesantren di antaranya untuk koperasi pesantren sebesar Rp 200 juta, sembako dari BAZNAS sebesar Rp 50 juta, serta sertifikat peserta BPJS untuk kalangan pesantren.

Menko Kesra juga menyerahkan sertifikat Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 33,05 miliar dari PNPM Mandiri, serta bantuan untuk pembangunan museum sebesar Rp 20 Miliar dari Dirjen Kebudayaan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Meme Islam, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jamiyyah dengan jamaah terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi organisasi yang didirikan para kiai ini.

“Kita harus bangga di Indonesia masih ada PMII, NU dan pesantren,” kata Hanif Dhakiri, Sekkretaris Jendral Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) dalam Pelantikan Pengurus Cabang IKA-PMII Jepara di Hotel d’Season Bandengan, Jepara, Jawa Tengah.

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Dalam acara yang berlangsung Jumat (6/11) malam itu, Menteri Ketenagakerjaan RI ini berpandangan, lembaga yang bernaung di NU harus selalu siap berkompetisi dengan lembaga apa pun. Pesantren, misal Hanif, boleh mengelola SMA, SMP atau pun SMK tetapi ada yang tidak boleh ditinggalkan yakni tradisi salaf, nguri-nguri kitab kuning.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Siswa SMK yang bisa ngelas dan bisa baca kitab kuning ini kan luar biasa. Ini adalah nilai lebih kita menjaga khazanah budaya,” paparnya kepada ratusan hadirin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sehingga khazanah budaya, lanjut dia, tetap dijaga. Lelaki 43 tahun itu menambahkan, NU merupakan satu-satu organisasi yang menjalankan “irasionalitas politik”. Saat Pilkada, para caleg NU lebih sering melakukan ziarah, sowan kiai minta restu, dan sebagainya.

Meski demikian ada juga yang menjadi DPR. Hal itu tidak lain merupakan bentuk upaya spiritual juga didukung ikhtiar lahiriyah. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Umum PB IKA-PMII Ahmad Muqowam, Ketua IKA PMII Jawa Tengah Noor Ahmad, dan ratusan tamu undangan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Jadwal Kajian, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Tidak kurang 604 Posko Mudik Lebaran pada tahun 2017 ini didirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Indonesia. Ratusan posko mudik lebaran ini didirikan secara sukarela dan mandiri oleh kader Inti Gerakan Pemuda Ansor, dan tersebar mulai dari Jakarta hingga Papua.

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

?

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeini, Selasa (20/6) di Jakarta mengatakan posko mudik lebaran yang didirikan Banser pada tahun 2017 ini jauh lebih banyak disbanding tahun 2016 lalu.?

“Pada tahun ini, total posko mudik yang didirikan Banser tidak kurang dari 604 posko. Ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat 201 posko mudik lebaran,”bebernya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan Alfa, ratusan posko Banser ini tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari ibu kota Jakarta hingga Papua. Menariknya, seluruh posko tersebut didirikan mandiri, menampik tudingan tendensius sejumlah pihak, Banser bergerak karena sebungkus rokok dan nasi bungkus.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ini tanda jelas dan tegas, bahwa Banser sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor selalu mengambil peran positif dan bermanfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa,’imbuhnya.

Mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini mengapresiasi semangat atau ghirah dalam gerakan (harakah) Banser di sejumlah provinsi di Indonesia dalam mendarmabaktikan diri dalam kegiatan kemanusiaan itu.

? “Terimakasih kepada seluruh kader yang terus bergerak menunjukkan Banser sebagai organisasi yang maslahat untuk umat untuk bangsa," tandas Alfa Isnaini mengatakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Alfa membeberkan, beberapa posko mudik lebaran yang didirikan Banser diantaranya berada di Sumatera sebanyak 50 posko, dan dari jumlah tersebut, 50 persen berada di Provinsi Lampung. Kemudian di DKI Jakarta sendiri, ? Banser mendirikan sebanyak 6 posko mudik lebaran.

Di Propinsi Banten, ? terdapat 10 posko mudik lebaran kemudian Jawa Barat 83 posko. Lalu di Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing ada 201 posko, dan di Yogyakarta terdapat 12 posko.

Posko Mudik lebaran juga didirkan Banser di Pulau Dewata. Di Bali initidak kurang sebanyak 41 posko mudik lebaran didirikan Banser. Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur atau NTT, Nusa Tenggara Barat atau NTB, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

"Dari jumlah tersebut yang menjadi skala prioritas sebanyak 250 titik, tersebar di Lampung sejumlah 22, lalu Banten dan DKI Jakarta masing-masing 6 posko. Lantas Jawa Barat 35 posko, ? Jawa Tengah 110 posko, ? Jawa Timur ? 59 posko dan DIY 12 posko," bebernya.

Skala prioritas itu, lanjutnya ? didasarkan pada intensitas kunjungan pada tahun 2016, prediksi ? jumlah pemudik dan tingkat masalah dihadapi. Setiap posko mudik yang didirkan Banser dikatakan Dansatkornas Banser ini mengungkapkan menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, hingga fasilitas WiFi di sejumlah posko di Jawa Tengah.

“Dari ratusan posko mudik lebaran itu, ribuan kader inti Gerakan Pemuda Ansor akan membantu mengurai kemacetan sudah pasti terjadi dan menekan angka kecelakaan, “ pungkas Alfa Isnaeini.(Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Nahdlatul, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Shalawat Nariyah, Tuduhan Syirik, dan Ilmu Sharaf Dasar

Popularitas shalawat Nariyah di kalangan umat Islam di Nusantara memang tak terbantahkan. Namun, apakah ia lantas bersih dari para penolaknya? Ternyata tidak. Sebuah fenomena yang sesungguhnya sangat lumrah dalam kehidupan beragama.

Lewat beragam sudut, beberapa orang melancarkan vonis bahwa pengamalan shalawat Nariyah termasuk melenceng dari ajaran Rasulullah alias bid’ah. Sebagian yang lain mengahakimi secara lebih ekstrem: syirik atau menyekutukan Allah.

Shalawat Nariyah, Tuduhan Syirik, dan Ilmu Sharaf Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Nariyah, Tuduhan Syirik, dan Ilmu Sharaf Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Nariyah, Tuduhan Syirik, dan Ilmu Sharaf Dasar

Vonis bid’ah umumnya berangkat dari alasan tak ditemukannya hadits atau ayat spesifik tentang shalawat Nariyah. Sementara tuduhan syirik berasal dari analisa terjemahan atas redaksi shalawat yang dinilai mengandung unsur kemusyrikan. Yang terakhir ini menarik, karena tuduhan “sekejam” itu ternyata justru muncul hanya dari analisa kebahasaan. Benarkah demikian?

Kita simak dulu redaksi shalawat Nariyah secara lengkap sebagai berikut:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Perhatian para penuduh shalat Nariyah mengandung kesyirikan umumnya tertuju pada empat kalimat berurutan di bawah ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kalimat-kalimat itu pun dirinci lalu diterjemahkan begini:

? ? ?

Artinya: "Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad."

? ? ?

Artinya: "Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad."

? ? ?

Artinya: "Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad."

? ? ?

Artinya: "Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad."

Menurut para penuduh itu, empat kalimat tersebut sarat kesyirikan karena secara terjemahan mengandung pengakuan bahwa Nabi Muhammad memiliki kemampuan yang hanya dimiliki Allah, seperti bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa hanyalah Allah.



Bantahan dari Ilmu Sharaf dan Nahwu Dasar


Shalawat Nariyah atau disebut juga shalawat Tâziyah atau shalawat Tafrîjiyah berasal bukan dari Indonesia. Ia dikarang oleh ulama besar asal Maroko, Syekh Ahmad At-Tazi al-Maghribi (Maroko), dan diamalkan melalui sanad muttashil oleh ulama-ulama di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali Mufti Mesir Syekh Ali Jumah yang memperoleh sanad sempurna dari gurunya Syaikh Abdullah al-Ghummar, seorang ahli hadits dari Maroko.

Jika shalawat Nariyah dianggap syirik, ada beberapa kemungkinan. Pertama, para ulama pengamal shalawat itu tak mengerti tentang prinsip-prinsip tauhid. Ini tentu mustahil karena mereka besar justru karena keteguhan dan keluasan ilmu mereka terhadap dasar-dasar ajaran Islam. Kedua, pengarang shalawat Nariyah, termasuk para pengikutnya, ceroboh dalam mencermati redaksi tersebut sehingga terjerumus kepada kesyirikan. Kemungkinan ini juga sangat kecil karena persoalan bahasa adalah perkara teknis yang tentu sudah dikuasai oleh mereka yang sudah menyandang reputasi kelilmuan dan karya yang tak biasa. Ketiga, para penuduhlah yang justru ceroboh dalam menghakimi, tanpa mencermati secara seksama dalil shalawat secara umum, termasuk juga aspek redaksional dari shalawat Nariyah.

Dilihat dari segi ilmu nahwu, empat kalimat di atas merupakan shilah dari kata sambung (isim maushul) ? yang berposisi sebagai na‘at atau menyifati kata ?.

Untuk menjernihkan persoalan, mari kita cermati satu per satu kalimat tersebut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Pertama, ? ? ? .




Dalam kacamata ilmu sharaf, kata ? merupakan fi’il mudlari‘ dari kata ?. Bentuk ini mengikuti wazan ? yang memiliki fungsi/faedah ? ? (dampak dari ?). Demikian penjelasan yang kita dapatkan bila kita membuka kitab sharaf dasar, al-Amtsilah at-Tashrîfiyyah, karya Syekh Muhammad Ma’shum bin ‘Ali.

Contoh:

? ? ?

“Saya memecahkan kaca maka pecahlah kaca itu.” Dengan bahasa lain, kaca itu pecah (?) karena dampak dari tindakan subjek “saya” yang memecahkan.

Contoh lain:

? ? ? ?

“Allah telah melepas beberapa ikatan (kesulitan) maka lepaslah ikatan itu.” Dengan bahasa lain, ikatan-ikatan itu lepas karena Allahlah yang melepaskannya.

Di sini kita mencermati bahwa wazan ? mengandaikan adanya “pelaku tersembunyi” karena ia sekadar ekspresi dampak atau kibat dari pekerjaan sebelumnya.

Kalau ? ? ? dimaknai bahwa secara mutlak Nabi Muhammad melepas ikatan-ikatan itu tentu adalah kesimpulan yang keliru, karena tambahan bihi di sini menunjukkan pengertian perantara (wasilah). Pelaku tersembunyinya tetaplah Allah—sebagaimana faedah ? ?.

Hal ini mengingatkan kita pada kalimat doa:

? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ?

“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah ikatan/kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

Kedua, ? ? ?. Senada dengan penjelasan di atas, ? merupakan fi’il mudlari‘ dari kata ?, yang juga mengikuti wazan ?. Faedahnya pun sama ? ? (dampak dari ?).

Ketika dikatakan ? ? ? maka dapat diandaikan bahwa ? ? ? ?. Dengan demikian, Allah-lah yang membuka atau menyingkap bencana/kesusahan, bukan Nabi Muhammad.

Ketiga, ? ? ?. Kata ? adalah fi’il mudlari‘ dalam bentuk pasif (mabni majhûl). Dalam ilmu nahwu, fi’il mabni majhul tak menyebutkan fa’il karena dianggap sudah diketahui atau sengaja disembunyikan. Kata ? menjadi naibul fa’il (pengganti fa’il). Ini mirip ketika kita mengatakan “anjing dipukul” maka kita bisa mengandaikan adanya pelaku pemukulan yang sedang disamarkan.

Dengan demikian kita bisa mengandaikan kalimat lebih lengkap dari susunan tersebut.

? ? ?

“Allah akan mengabulkan kebutuhan-kebutuhan.”



Keempat, ? ? ?




Penjelasan ini juga nyaris sama dengan kasus ? ? ?. Singkatnya, Nabi Muhammad bukan secara mutlak memiliki kemampuan memberikan keinginan-keinginan karena Allah-lah yang melakukan hal itu yang dalam kalimat tersebut disembunyikan. Fa’il tidak disebutkan karena dianggap sudah diketahui.

Alhasil, dapat dipahami bahwa tuduhan syirik atas kalimat-kalimat itu sesungguhnya keliru. Sebab, kemampuan melepas kesulitan, menghilangkan bencana/kesusahan, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan-keinginan secara mutlak hanya dimiliki Allah. Dan ini pula yang dimaksudkan pengarang shalawat Nariyah, dengan susunan redaksi shalawat yang tidak sembrono. Hanya saja, dalam redaksi shalawat Nariyah tersebut diimbuhkan kata bihi yang berarti melalui perantara Rasulullah, sebagai bentuk tawassul.

Bahasa Arab dan bahasa Indonesia memang memiliki logika khas masing-masing. Karena itu analisa redaksi Arab tanpa meneliti struktur bakunya bisa menjerumuskan kepada pemahaman yang keliru. Lebih terjerumus lagi, bila seseorang membuat telaah, apalagi penilaian, hanya dengan modal teks terjemahan. Wallahu a’lam. (Mahbib Khoiron)

(Baca juga: Menjawab Penggugat Shalawat Nariyah)


Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah

Tegal, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal . Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal mengisi peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke-69 dengan menggelar kegiatan donor, Ahad ( 17/8). Kegiatan hasil kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tegal ini berlangsung di kantor NU setempat, Jalan Ahmad Yani 21 Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

Ketua panitia, H Muslikh, mengatakan, donor darah merupakan wujud kepedulian warga NU terhadap masyarakat yang membutuhkan darah. Ia menilai aksi kemanusiaan ini penting dilakukan sebagai rasa kemanusiaan. “Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini,” katanya.

NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah

Jumlah pendonor dalam aksi ini adalah 23 orang dari total yang calon pendonor mengajukan sekitar 50 orang. Kegiatan dimulai dari pukul 10.00 WIB.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasy’ari mengatakan, NU sekarang bukan hanya mengandalkan jamaah tetapi juga jam’iyah (organisasi). “Sekarang kita lihat kontribusi warga NU untuk bangsa dan negara. Untuk itu kita upayakan lebih di refleksi kemerdekaan ini mari kita tingkatkan kontribusi kita sebagai warga NU dan pengabdian kita kepad bangsa dan negara,” pesannya

Halal Bihalal

Aksi donor darah menjadi satu rangkaian dengan dengan acara halal bihalal para pengurus NU Tegal dari unsur lembaga, lajnah, maupun badan otonom (banom). Halal bihalal dihadiri ratusan warga NU Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihak panitia mengundang sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Arja Imroni? sebagai pembicara. Dalam tausiyahnya, ia mengatakan, masa depan NU itu berada di generasi muda. Jika NU tidak fokus terhadap generasi muda maka akan semakin sulit untuk mengembangkan NU di masa depan.

“Untuk itu saya berpesan agar NU Kabupaten Tegal tetap? memperhatikan itu, Maa’rif adalah salah pelopornya untuk memastikan masa depan NU,” pesan Arja.

Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman mengimbau warga NU untuk tidak terpancing dengan isu-isu nasional seperti ISIS. “Kita tetap jaga persatuan dan kesatuan umat jangan sampai kita menghabiskan tenaga terhadap hal-hal yang kurang semestinya diurusi (secara berlebihan) oleh NU,” imbaunya.

Pengasuh Pondoik Pesantren Al Abror Yamansari tersebut juga meminta agar warga NU bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan gedung serbaguna NU hingga tuntas.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh para pengurus dari PCNU Kabupaten Tegal, PWNU Jawa Tengah, MWC se-Kabupaten Tegal, badan otonom NU tingkat kabupaten dan hingga ranting. Bupati yang juga ketua satkorcab Banser Kabupaten Tegal, Enthus Susmano, beserta Wakil Bupati Tegal yang juga Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Umi Azizah juga datang dalam acara tersebut. (Abdul Muiz/Mahbib)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 19 November 2017

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Senin siang (1/6) Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Pluit Jakarta Utara bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 Jama’ah, rombongan ini dipimpin oleh KH Endang Badarahman.?

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Dalam sambutannya KH Syarif menyampaikan kegiatan silaturrahmi ini merupakan rangkaian agenda ziarah ke Waliyullah, yakni di Sunan Kalijaga Kadilangu Demak, Sunan Kudus, serta Sunan Muria. Ia juga menyampaikan kegiatan ini penting dilakukan untuk mengenalkan sekaligus meneladani para Wali Allah kepada para jama’ah.?

Kegiatan silaturrahmi ini diterima langsung oleh KH Muhammad Hanif Muslih, selaku pengasuh Pesantren Futuhiyyah dengan didampingi H Ahmad Faizurrahman Hanif selaku wakil pengasuh Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan silaturrahmi dilaksanakan di Aula Pesantren dengan agenda acara pembukaan, sambutan oleh pimpinan Majlis Ta’lim Al Mukhlisin, dan sambutan sekaligus Washiyat serta ditutup dengan do’a oleh KH Muhammad Hanif Muslih.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Muhammad Hanif Muslih berwasiat untuk senantiasa melestarikan amalan-amalan para ulama terdahulu, terutama ala Ahlussunnah wal Jama’ah, diantaranya adalah amalan ziarah kubur, dzikir kepada Allah, serta amalan-amalan lain yang sudah diajarkan oleh para ulama terdahulu.?

“Walaupun sekarang banyak faham yang tidak suka terhadap amalan-amalan tersebut, bahkan ada yang mengklaim bahwa amalan-amalan tersebut termasuk bid’ah, bahkan juga ada yang mengklaim termasuk amalan yang syirik,” terang KH Hanif. (abdus shomad/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Pahlawan, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah meletakkan batu pertama pembangunan kampus II IAI Al-Khoziny di jalan KHR Abbas II/7 Buduran, Sidoarjo, Rabu (18/3). Pihak kampus berencana mendirikan sepenuhnya bangunan di atas lahan seluas 80 x 50 meter.

Rektor Institut Agama Islam Al-Khoziny DR KH Asep Syaifudin Chalim mengatakan, beberapa bulan lalu nama STAI sudah berubah menjadi institut.

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II

Awalnya IAI Al-Khoziny hanya memiliki dua jurusan, Tarbiyah dan Ahwal Al-Syakhshiyah. Kini STAI Al-Khoziny berubah status menjadi institut. Kampus ini sementara memiliki tiga fakultas untuk S1 dan dua fakultas untuk S2.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Setelah status kampus berubah, Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk membangun kampus II. Padahal pekan lalu kami baru melunasi tanah ini. Sekarang alhamdulillah pembangunan sudah dimulai. Semoga barokah juga melimpah bagi pemilik tanah sebelumnya," kata Kiai Asep.

Pihak kampus akan membuat 66 ruangan dari pembangunan gedung ini. Dengan bangunan 4 lantai, pihak kampus juga mengalokasikan ruang untuk 8 perkantoran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bangunan setelah jadi nanti berbentuk O sehingga ada ruangan yang bisa digunakan untuk kepentingan wisuda dengan kapasitas 3.000 hadirin.

“Mari kita berdoa semoga pembangunan ini terlaksana atas doa ulama sekalian," kata Ketua Umum PP Persatuan Guru NU (Pergunu). (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 06 November 2017

Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi

"Alangkah agungnya Rasul yang selalu dihiasi oleh budi pekerti yang sangat mulia itu. Kepribadiannya selalu diselimuti kebaikan. Wajahnya selalu dihiasi oleh senyum keramahan yang menawan. Dia lemah lemah lembut ibarat bunga, mengundang pesona ibarat bulan purnama, luas kedermawanannya ibarat samudera, dan sangat pasti cita-citanya ibarat perjalanan masa." Demikian gambaran Imam al-Busyiri tentang kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?  ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Moralitas dalam Maulid Nabi

Ma’asyiral Muslimin Hafidzakumullah

Marilah kita bersama-sama berdo’a kepada Allah SWT agar kita senantiasa berada di bawah naungan rahmat-Nya. Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada-Nya, Sebab taqwa merupakan jembatan bagi kita untuk menggapai ridha dan kemulian di sisi-Nya, baik di dunia maupun akhirat. Sebagaimana firman Allah:

? ? ? ? ?.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisiku ialah orang yang bertaqwa.” (QS: al-Hujurat, 14)

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa 12 Rabi’ul Awal 1435 H, kita bersama-sama memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Adalah sudah menjadi tradisi mayoritas umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi tersebut. Bagi muslim Indonesia, tradisi maulid  sudah membumi di benak kolektif masyarakat. Peringatan maulid merupakan salah satu bukti kecintaan kita terhadap Nabi SAW. Ungkapan cinta itu diluapkan dengan ekpresi yang beraneka ragam. Misalnya, di Yogyakarta dan Surakarta kita menemukan sekaten, di banjar ada istilah Baayun Maulid, demikian pula di daerah-daerah lain, mereka memiliki istilah dan tradisi sendiri dalam memperingati maulid Nabi SAW.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peringatan maulid Nabi memiliki dampak positif dalam pembentukan karakter umat Islam. Pada acara itu kita bisa mendengar berbagai macam ceramah yang menjelaskan tentang sosok Nabi Muhammad SAW. Mungkin saja, bayangan Nabi SAW itu sudah terlupakan dalam benak kita, lantaran kesibukan dunia. Seorang pemimpin bisa jadi sudah lupa bagaimana cara memimpin masyarakat yang benar, wakil rakyat mungkin saja lupa dengan janji-janjinya selama ini, para pejabat yang sudah lupa bagaimana cara menyimpan uang rakyat, sehingga banyak uang rakyat yang tercecer ke kantong pribadinya,  dan bisa jadi sebagai muslim kita sudah lupa bagaimana berakhlak mulia. Momentum maulid Nabi ini sangat tepat dijadikan sarana untuk melawan penyakit amnesia yang tengah mewabah itu. 

 

Jama’ah Jum’at yang berbahagia

Ada banyak contoh yang dapat kita tiru dari Rasulullah SAW. Jika al-Qur`an diibaratkan mutiara yang memantulkan beraneka ragam warna cahaya, demikian pula dengan Nabi SAW. Kita bisa memetik hikmah apasaja yang terdapat dalam diri beliau. Terutama perihal akhlak dan budi pekertinya. Allah SWT berfirman.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS: al-Ahdzab ayat 21)

 Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

 ? ? ? ? 

Dan sesungguhnya, kamu (muhammad) benar-benar berbudi perketi yang agung (QS. Al-Qalam 68: 4)

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa dalam diri Nabi tertanam akhlak yang mulia. Keelokan perangainya itu tidak hanya diakui kalangan Islam saja, non-muslim pun memuji akan akhlaknya tersebut. Tak heran di usia belia rasul dijuluki dengan gelar al-Amin, dan kejujurannya tersohor ke saentaro dunia. Kebaikan akhlaknya itu digambarkan  Imam al-Bushiri dalam gubahan syairnya: “Alangkah agungnya Rasul yang selalu dihiasi oleh budi pekerti yang sangat mulia itu. Kepribadiannya selalu diselimuti kebaikan. Wajahnya selalu dihiasi oleh senyum keramahan yang menawan. Dia lemah lemah lembut ibarat bunga, mengundang pesona ibarat bulan purnama, luas kedermawanannya ibarat samudera, dan sangat pasti cita-citanya ibarat perjalanan masa.”

Kaum muslimin yang dirahmati Allah.

Misi utama diutusnya Nabi SAW ke permukaan bumi ini ialah untuk memperbaiki akhlak manusia. Syeikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul kaifa nata’amal ma’a al-Qur`an, menyebutkan salah satu tujuan dari syari’at Islam ialah untuk menyucikan hati manusia dan meluruskan akhlak. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah disampaikan bahwa Nabi bersabda:

? ? ? ? ?. “Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus hanyalah untuk menyempurnakan (memperbaiki) akhlak manusia.” (HR: al-Baihaqi)

 

Dengan modal akhlak yang mulia itu pula Islam menyebar dalam tempo yang sangat singkat di Jazirah Arab. Praktik kehidupan Nabi, baik di Mekah ataupun Madinah, memberi gambaran kepada kita bahwa peranan akhlak dalam kehidupan ini sangatlah urgen. Penerimaan masyarakat terhadap kebenaran yang disampaikan sangat berkaitan dengan moral si penuturnya. Kebenaran akan meresap cepat ke dalam hati sabubari apabila disampaikan dengan cara-cara yang santun seperti yang dicontohkan Nabi SAW.

 

Hadirin yang berbahagia

Berbicara mengenai moral atau akhlak pada hari ini membuat  air mata kita menetes. Bagaimana tidak, hampir setiap hari media cetak maupun elektronik mengabarkan kepada kita perihal kemungkaran sosial yang terjadi di negeri ini. Bukan berati negeri ini penuh dengan penjahat, tidak. Namun, suara kejahatan  lebih masih ketimbang kebaikan. Menengok kembali  kepribadian Nabi SAW adalah solusi nyata untuk keluar dari jeratan masalah ini. Rasul telah mencontohkan kepada kita bagaimana mengatur negara yang baik dan masyarakat yang bermoral. Dalam menjalankan kekuasaan Rasulullah SAW selalu menekankan aspek kebaikan, kejujuran, kaselahan, dan keadilan bagi semua kalangan tanpa memandang warna kulit, keyakinan, serta ras.

Selain itu, Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti agar umatnya tidak selalu menuruti hawa nafsunya. Karena hawa nafsu sumber kemungkaran dan kemerosotan akhlak. Orang akan mudah terjerumus untuk korupsi, menipu, dan kemungkaran sosial lainnya jika terlalu menuruti nafsu rakusnya.  Bahkan Rasulullah mengancam status keimanan umatnya yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan ‘Amr bin al-‘Ash, Nabi berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”     

 Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah SWT

 

Demikianlah khutbah jum’at kali ini. Semoga dengan peringatan maulid Nabi ini dapat membawa perubahan dalam tingkah laku kita. Peringatan maulid bukan hanya sekedar formalitas atau seremonial belaka. Lebih dari itu, peringatan maulid sebagai sarana bagi kita untuk menambah wawasan tentang kehidupan Nabi SAW, kemudian  mengamalkan dan mengkontekstualkan dalam kehidupan sehari-hari.      

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. . Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

(Pen. H.Ferdiansyah/Red. Ulil H)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 05 November 2017

Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Teka-teki siapa yang akan maju sebagai kandidat Ketua PWNU Jatim mulai beredar. Ini mengindikasikan bahwa semakin banyak pilihan untuk menentukan kader terbaik.

Seperti yang mengemuka di beberapa media, ada sejumlah nama yang telah siap bersaing pada Konferesi Wilayah NU Jawa Timur mendatang, khususnya untuk jabatan calon ketua tanfidziyah. ? Beberapa bahkan telah melakukan komunikasi intensif dengan pemilik hal suara, yakni Pengurus Cabang NU di kabupaten dan kota.

Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Gus Sholah, Pak Dur Siap Pimpin NU Jatim

Yang lumayan serius itu adalah Kiai Haji Abdurrahman Utsman atau yang lebih akrab dipanggil Pak Dur. Mantan Ketua PCNU Jombang ini mengatakan bahwa hampir semua PCNU se Jatim telah didatangi. “Dan jawaban mereka juga beragam,” katanya saat dijumpai di kediamannya di Jombang pagi tadi (1/5).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sejumlah PCNU telah memberikan jawaban atas silaturahim tersebut. “Ada yang mendukung langsung pencalonan saya,” lanjutnya. ? Ada juga PCNU yang masih menunggu perkembangan. “Dan ada juga yang masih akan membawa agenda tersebut pada rapat internal pengurus harian,” kata mantan anggota DPRD Jatim ini.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bagi Pak Dur, apa yang telah dilakukannya dengan mendatangi PCNU se Jatim sebagai bagian dari kesungguhan dirinya untuk meyakinkan mereka. “Ini juga amanah dari pesan KH Shalahuddin Wahid atau Gus Sholah yang berpesan kepada saya untuk bekerja keras,” tandasnya.?

Rupanya Gus Sholah yang juga ? Pengasuh Pesantren Tebuireng ini merestui keinginan Pak Dur untuk maju sebagai Ketua PWNU Jatim. “Kerja keras itu bisa dimaknai dengan melakukan silaturahim ke sejumlah PCNU,” katanya. Dan Gus Sholah juga tidak keberatan kalau namanya disertakan pada kegiatan silaturahim ke para kiai dan pengurus PCNU tersebut.?

Cucu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari ini juga menitipkan beberapa pesan kepadanya. ? “Pertama, saya harus bisa melakukan pembenahan internal NU,” katanya. “Yang kedua, jangan menjadikan NU sebagai alat transaksional,” lanjutnya. Yang ketiga, mengakomodir para inteklektual dalam kepengurusan NU dan yang juga tidak kalah penting adalah meneguhkan Khittah NU.?

“Saya berharap bisa melakukan yang terbaik bagi NU Jawa Timur,” katanya. Yang juga tidak bisa dielakkan adalah kontrol dan kendali dari para kiai serta ulama di level kepengurusan syuriyah. ? “Karena pada hakikatnya ketua tanfidziyah hanya melaksanakan amanah konferwil dengan pengawasan ketat rais dan jajaran syuriyah,” terangnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 01 November 2017

Kiai Hasyim: NU Jimatnya Agama dan Negara

Depok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jam’iyyah Nahdlatul Ulama harus dipertahankan, dibela, dan dikembangkan sesuai dengan relnya dan sesuai dengan zamannya. Karena sesungguhnya NU adalah jimatnya agama dan negara. Di tangan NU, akan tercipta suasana rahmatan li al-nahdliyin, rahmatan li al-muslimin dan rahmatan li al-Indunisiyyin.

Kiai Hasyim: NU Jimatnya Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: NU Jimatnya Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: NU Jimatnya Agama dan Negara

Rais Syuriah PBNU KH A Hasyim Muzadi mengatakan hal tersebut pada acara pelantikan pengurus lembaga dan lajnah sekaligus peluncuran website PCNU Depok, Ahad (14/9/14) siang. Para pengurus PCNU dan ratusan warga Nahdliyin yang memenuhi gedung olahraga Yayasan Pendidikan Islam Al-Muhtadin Depok tampak khidmat mendengarkan mauidzah hasanah Pengasuh Pesantren Al-Hikam itu.

Setelah mengucapkan selamat kepada segenap pengurus NU yang baru saja dilantik, Kiai Hasyim berpesan agar para pengurus semangat mengurusi NU. “Sekarang banyak orang senang jadi pengurus, tapi ndak senang ngurus. Malah beberapa jadi urusan di mana-mana. Pengurus NU hendaknya betul-betul mengurusi,” ujarnya mengawali ceramah disambut senyum simpul hadirin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut mantan Ketua Umum PBNU ini, dari dulu NU tidak suka mencaci-maki golongan lain. Akan tetapi, kalau dicaci-maki justru sudah menjadi langganan. Yang terpenting, di tangan NU juga akan terjadi rahmatan li al-Indunissiyyin. “Indonesia akan mendapat rahmat. Kenapa? Karena NU punya ajaran bagaimana mempertahankan dirinya dari beberapa pandangan di kalangan sesama Islam,” tuturnya.

Selain itu, tambah Kiai Hasyim, NU juga memiliki cara tersendiri bagaimana mempertahankan aqidah dan syariah tanpa berkelahi dengan orang lain, baik sesama agama maupun dengan lintas agama. Sehingga NU membawa rahmat untuk seluruh masyarakat dalam suasana ketenangan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Yang paling penting, di dalam pikiran NU tidak membenturkan antara agama dan negara. Tetapi kita memasukkan nilai agama dalam negara itu. Sekalipun tidak secara tekstual tapi secara kontekstual (ma’nawiyah). Sekalipun tidak secara formal tapi secara substansial. Sehingga akan terjaga hubungan agama dan negara tanpa harus membenturkan negara kepada agama atau sebaliknya,” urainya.

Kiai Hasyim berpendapat, seandainya orang Islam di luar Indonesia, khususnya di Arab dan Timur Tengah, mau menggunakan manhaj NU maka tidak akan perang seperti sekarang ini. “Muslim di negara kita adalah separo jumlah muslim seluruh dunia. Tapi kita tidak pernah ribut karena ada NU di sini,” ungkapnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tokoh, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

Pangkep, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ikatan Alumni Pondok Pesantran Annahdlah (IAPAN) Makassar bekerja sama dengan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah mengadakan "English Camp" (perkampungan bahasa Inggris) bagi para santri, 4-8 April 2015, di Sumpang Bita, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti empat puluh santri dari berbagai jurusan setelah melalui seleksi yang cukup ketat. Abdul Latif sebagai ketua panitia mengungkapkan, sebelum kegiatan ini dilaksanakan, ratusan calon peserta mengikuti tes lisan maupun tulisan.

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

“English Camp” bagi Para Santri di Pangkep Sulsel

"Peserta diwajibkan menghafal minimal lima ratus? kosakata (vocabulary) dan ungkapan (expressions) dalam bahasa Inggris," ungkap Latif.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Ketua IAPAN Makassar Firdaus Dahlan, dengan memadukan konsep outdoor dan indoor, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai bahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris. Dua bulan yang lalu para santri ini juga mengikuti perkampungan Bahasa Arab.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kemampuan yang dimaksud seperti grammar (tata bahasa), speaking (berbicara),? reading (membaca), writing (menulis) dan listening (mendengar)," imbuh Firdaus. (Muhammad Nur/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Ubudiyah, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Doa ketika Melihat Langit

Segala ciptaan baik di alam raya maupun dalam diri manusia adalah tanda atau ayat (keagungan) Allah. Sehingga, saat seseorang menyaksikan ciptaan, apa saja, semestinya juga membawa kepada pengalaman ruhaniyah akan kemahabesaran itu. Demikian pula ketika melihat langit. Dalam hadits shahih, Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca doa berikut ini yang merupakan kutipan dari Surat Ali Imran ayat 191:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa ketika Melihat Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Melihat Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Melihat Langit

Rabbanâ mâ khalaqta hâdzâ bâthilan subhânaka faqinâ ‘adzâban nâr

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Khutbah, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock