Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2014 yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Pengurus Wilayah Ma’arif DIY mengadakan seminar dengan mengangkat tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Seminar yang dilaksanakan di Aula PW NU Jl. MT Haryono 40/42 Yogyakarta, Sabtu (3/4) pukul 09:30 ini diikuti antusias para Kepala Sekolah dan Guru Ma’arif se-DIY.

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

“Kualitas pendidikan ada dua. Pertama, kepemimpinan atau kepala sekolah. Kedua adalah guru. Kepala sekolah adalah kunci. Oleh karenanya, cari kepala sekolah yang baik” ungkap Rochmat Wahab, Ketua Tanfidiyah PW NU DIY.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa kita jangan berpikir 5 atau 10 tahun ke depan. Tapi berpikirlan untuk 100 tahun mendatang. “Mulai saat ini kita bangun pondasinya. Bangunlah pendidikan di kampung sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Sementara Sekjen Kemendikbud RI, Ainun Na’im, selaku narasumber seminar mengatakan, guru harus mendidik dengan baik. Harus mendidik kreatif, berpengetahuan dan berketerampilan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan apa yang diajarkan agama kita, yang ini juga merupakan pesan dan pernyataan tokoh filosofi dunia yang sering dikutip bapak Wapres. Pernyataannya itu adalah bangsa yang sukses itu adalah bangsa yang bisa menyiapkan generasi berikutnya menjadi generasi yang lebih baik dari pada generasi yang sekarang.

“Nah siapa yang menyiapkan generasi mendatang, kita-kita inilah yang mempunyai tanggung jawab menyiapkan generasi lebih baik dari kita. Bagaimana kita bisa menyiapkan generasi yang lebih baik. satu cara yang paling penting adalah pendidikan. pendidikan adalah cara yang paling penting,” katanya.

Menurut dia, tidak ada yang tidak setuju, bahwa pendidikan penting. Pendidikan adalah sampel yang strategis. Sehingga ini universal dan berlaku di mana-mana. “Kalau kita melihat kemajuan bangsa dapat dilihat dari pendidikan,” ungkap Ainun Na’im. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Jayapura, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan kesalahan fatal terkait penulisan sejarah pergantian kepemimpinan Indonesia dari Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke presiden berikutnya.

Dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12), Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mahfud MD mendesak Kemendikbud dan Kemenag untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Kalimat yang menyebutkan bahwa Gus Dur jatuh karena kasus bulogate dan bruneigate pertama kali ditemukan dalam soal ujian Madrasah Aliyah di Jawa Barat (Jabar) yang disusun oleh Kanwil Kemenag setempat. Namun belakangan terkuak bahwa kalimat itu ada dalam beberapa buku sejarah untuk kelas 3 SMA yang diterbitkan oleh dan atas izin Kemendikbud.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Buku itu sangat fatal untuk pelajaran. Mari kita hargai jasa Gus Dur, sebab bagi kami Gus Dur adalah idola kami. Kami minta Kemnedikbud dan Kemenag mengusut tuntas soal ini. ? Siapa penulisnya, pemenang tender dan sebagainya,” kata Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin.

Mahfud MD mengatakan, ada dua kemungkinan dengan adanya buku menyesatkan tersebut. “Pertama penulis ? bodoh, atau memang dengki ingin memfitnah Gus Dur menjatuhkan reputasi Gus Dur,” tandas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kami mendesak agar Kemendiknas maupun Kemenag mengusut tuntas hal ini. Karena soal ujian tersebut menyesatkan, dan bisa mengaburkan sejarah Indonesia. Kami tak terima Gus Dur difitnah semacam itu, karena secara hukum, Gus Dur tak terbukti bersalah,” kata Mahfud.

Adien menengarai adanya upaya pihak tertentu yang ingin membelokkan sejarah Indonesia. ? “Gus Dur itu jatuh murni karena persoalan politik, tak ada kaitan sama sekali dengan bruneigate dan buloggate. Memang sebelumnya Gus Dur dituduh menerima dana itu. Tetapi secara hukum telah dibuktikan bahwa kasus tersebut sama sekali tak melibatkan Gus Dur. Sidang Istimewa penjatuhan Gus Dur tidak terkait dengan dua kasus itu,” kata Adien seperti juga diungkapkan Mahfud MD.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Halaqoh, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

Boyolali, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Masing-masing calon ketua umum IPNU memaparkan gagasan utama kepemimpinanya. Sejumlah gagasan segar muncul dari calon asal Jakarta M Said, calon asal Jabar Asep Irfan Mujahid, dan calon asal Surabaya Abdurrazak.

Di hadapan peserta kongres, Said menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya mengembalikan IPNU sebagai organisasi pelajar dan santri.

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

"Pelajar dan santri tidak perlu terburu-buru masuk dalam pusaran politik praktis," ujar Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kaderisasi di pesantren menjadi prioritas utamanya jika terpilih.

"Soal mahasiswa, kita serahkan saja pada formulasi PBNU," kata Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara Asep menyatakan tekadnya untuk membuat model kaderisasi yang menghapus disparitas antara pelajar NU di Jawa dan luar Jawa.

"IPNU harus menjadi organisasi yang tanggap dan adaptif dengan arus global," kata Asep.

Sedangkan Abdurrazak berjanji untuk meneguhkan kaderisasi di tingkat Komisariat dan Ranting sebagai akar.

"Membangun sinergi internal dan membangun komunikasi antara IPNU dan NU," ujar razak.

Razak lolos sebagai calon Ketum IPNU setelah melalui voting karena statusnya yang belum lulus S1. Sebanyak 147 suara mendukung status S1 sebagai syarat calon. Sementara 212 suara menyatakan kebolehan pelajar yang tengah menempuh studi S1 sebagai calon ketum. Sedangkan 30 suara tersisa menyatakan abstain. (Aji najmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Pesantren, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat

Oleh Ja’far Tamam

Dewasa ini Indonesia gerah melihat beragam pertikaian yang terjadi akibat  perbedaan pemahaman-pemahaman keagamaan yang kurang mendapatkan ruang untuk mendialogkan perkara permasalahan. Diskursus agama selalu menjadi hal yang manis untuk diperbincangkan dalam segala konteks kehidupan. Membahas agama adalah membahas sentimen yang mudah untuk dipanaskan dan dijadikan kuda tunggangan berbagai kepentingan. Baik itu politik, bisnis, diplomasi antar negara dan lain-lain.Selagi dibungkus dengan agama,sebuah perkara akan naik pamor.

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat

Prof Nasaruddin Umar, dalam koran harian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal (27 Oktober 2017) mengatakan bahwa bahasa agama mempunyai kekuatan luar biasa. Bahasa agama bisa digunakan untuk memotivasi orang untuk berpartisipasi terhadap pembangunan atau sebaliknya bisa juga digunakan untuk menggunting partisipasi masyarakat di dalam sebuah program. 

Bahasa agama juga bisa digunakan untuk memicu konflik yang pada saatnya melahirkan jatuh korban. Dengan demikian, bahasa agama perlu dikelola dengan baik. Demikian Nasaruddin Umar. 

Islam sebagai agama yang mengusung kerahmatan amat membenci segala praktik yang menimbulkan keresahan di kalangan masyrakat. Islam bahkan menjadi pemersatu dua kubu yang saling bermusuhan sejak awal kedatangannya. Sebut saja suku Aus dan Khazraj, keduanya merupakan dua suku Arab di Madinah yang saling bermusuhan sejak lama. Namun, tak lama sejak kedatangan Muhammad, melalui utusan bernama Mus’ab bin Umair, masyrakat Madinah berduyun-duyun memasuki Islam dan dengan sendirinya mereka terjalin dalam satu ukhuwah yang kokoh. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bukan hanya jalinan ukhuwah Islamiyah yang membuat mereka mengakhiri dendam abadi, jalinan ukhuwah basyariyyah (persaudaraan sesama manusia)lah yang pada akhirnya juga membuat mereka tersadar bahwa permusuhan bukanlah jalan terbaik dalam melangsungkan proses bermasyarakat dan merancang sebuah peradaban mulia. 

Kaum intelektual, menurut Ali Syariati, adalahpelanjut perjuangan Nabi, baik dalam merancang persatuan dan kesatuan masayarakat, atau lainnya. Dalam bahasa Persia Ali Syariati mengistilahkannya dengan “rausyanfikr” (pemikir yang tercerahkan).

Ali Syariati melanjutkan, terjemahan yang paling tepat untuk istilah rausyanfikr adalah kaum intelektual dalam arti yang sebenarnya. Kaum intelektual bukan sarjana, yang hanya menunjukkan kelompok orang yang sudah melewati pendidikan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. Mereka juga bukan sekadar ilmuwan, yang mendalami dan mengembangkan ilmu dengan penalaran dan penelitian. 

Mereka adalah kelompok orang yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya, menangkap aspirasi mereka, merumuskannya dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang, menawarkan strategi dan alternatif pemecahan masalah. (Ali Syariati, Ideologi Kaum Intelektual, 1993:14-15)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kaum rausyanfikr yang diharapkan adalah para alumni pesantren. Pesantren, sebagai sebuah institusi yang memasyarakatkan pemahaman moderat Islam dalam proses pembelajarannya, saat mereka kembali ke daerah masing-masing, merupakan duta rausyanfikr di setiap masyarakat yang mereka tinggali. 

Idris Jauhari dalam sebuah bukunya Alumni Pesantren Sebagai Perekat Umat mengatakan, sebagai sebuah lembaga pendidikan, pesantren dituntut untuk mendidik para santri agar mereka memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan menyikapi perbedaan. 

Alumni pesantren mesti diarahkan untuk menjadi agen-agen perekat sosial (agent of social cohesion), agen-agen yang mampu dengan jernih dan tepat menempatkan diri di tengah perbedaan sesuai fungsi dan posisi masing-masing, bukan orang yang gampang terjebak dalam politisasi perbedaan dan konflik kepentingan secara tidak strategis. (Idris Jauhari, 2005:2)

Sebagai langkah lanjut mewujudkan cita-cita persatuan ini adalah dengan meyakini bahwa perbedaan merupakan fitrah yang tak bisa dihindari. Perbedaan adalah khasanah kehidupan yang perlu dirayakan. Dan, hal ini tak bisa diwujudkan kecuali dengan perasaan saling menghargai dan membuka ruang dialog antara kedua belah pihak yang berbeda.

Al-Qur’an menegaskan,

“Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kami dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan berusku-suku agar kamu saling mengenal, Sesunguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Mahamengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat {49}: 13)

Idris Jauhari mengomentari ayat di atas bahwa umat Islam dituntut tidak saja untuk menyadari adanya perbedaan tersebut, tetapi juga untuk melakukan upaya-upaya perkenalan dan pengenalan terhadap keragaman itu sendiri, serta berbagai hal yang melatarbelakangi dan memotivasinya. 

Penulis adalah alumnus Institut PTIQ Jakarta dan pegiat kajian hadits di Darussunnah International Institute For Hadith Science, Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Habib, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Indonesia harus dijaga dari gerakan radikalisme, dan ini tugas bersama, ujar Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tumpah ruah di lapangan Korpri pemerintah setempat.

Kurang lebih tiga puluh ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung Tumpah ruah memenuhi lapangan , Selasa (29/8) menolak Full Day School (FDS) melalui rapat akbar.

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung

Dedi menyatakan, ia telah mengamati kondisi terkini. "Insya Allah, jika pimpinan DPRD turun sudah klir. Kita bersyukur, ulama-ulama kita terus berperan aktif membendung radikalisme," kata dia lagi.

Selepas ini, Dedi menegaskan segera memanggil Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyampaikan aspirasi warga NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Tidak ada diskusi lagi untuk menyikapi FDS, cukup satu kata, tolak. Sekali tolak tetap tolak, tegas dan jelas," ujar Sekretaris GP Ansor Lampung Budi H Yunanto menambahkan.

Rapat akbar dihadiri seluruh unsur Badan Otonom (Banom) NU dari 15 kabupaten/kota yaitu IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat NU, HIPSI, Pagar Nusa, Sarbumusi, PMII dan perwakilan pesantren di Bumi Ruwai Jurai itu, orasi dilakukan bergantian.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kami santri masih butuh bimbingan kiai-kiai," ujar Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ichwan Aji Wibowo. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Tafsir Ayat-ayat tentang Puasa Ramadhan

Uraian Al-Quran tentang puasa Ramadhan ditemukan dalam surat Al-Baqarah (2): 183, 184, 185, dan 187. Ini berarti bahwa puasa Ramadhan baru diwajibkan setelah Nabi Saw tiba di Madinah, karena ulama Al-Qur’an sepakat bahwa surat Al-Baqarah turun di Madinah. Para Sejarawan menyatakan bahwa kewajiban melaksanakan puasa Ramadhan ditetapkan Allah pada 10 Syaban tahun kedua Hijrah.

Apakah kewajiban itu langsung ditetapkan oleh Al-Qur’an selama sebutan penuh, ataukah bertahap? Kalau melihat sikap Al-Qur’an yang seringkali melakukan penahapan dalam perintah-perintahnya, maka agaknya kewajiban berpuasa pun dapat dikatakan demikian. Ayat 184 yang menyatakan ayyaman madudat (beberapa hari tertentu) dipahami oleh sementara ulama sebagai tiga hari dalam sebutan yang merupakan tahap awal dari kewajiban berpuasa. Hari-hari tersebut kemudian diperpanjang dengan turunnya Al-Baqarah ayat 185:

“Barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) pada bulan itu (Ramadhan), maka hendaklah ia berpuasa (selama bulan itu), dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya.”

Tafsir Ayat-ayat tentang Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafsir Ayat-ayat tentang Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafsir Ayat-ayat tentang Puasa Ramadhan

Pemahaman semacam ini menjadikan ayat-ayat puasa Ramadhan terputus-putus tidak menjadi satu kesatuan. Merujuk kepada ketiga ayat puasa Ramadhan sebagai satu kesatuan, salah seorang Mufassir Indonesia M. Quraish Shihab (2000) mendukung pendapat ulama yang menyatakan bahwa Al-Qur’an mewajibkannya tanpa penahapan.

Memang, tidak mustahil bahwa Nabi dan sahabatnya telah melakukan puasa sunnah sebelumnya. Namun itu bukan kewajiban dari Al-Qur’an, apalagi tidak ditemukan satu ayat pun yang berbicara tentang puasa sunnah tertentu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Uraian Al-Quran tentang kewajiban puasa di bulan Ramadhan, dimulai dengan satu pendahuluan yang mendorong umat Islam untuk melaksanakannya dengan baik, tanpa sedikit kekesalan pun.

Perhatikan surat Al-Baqarah: 185. Ia dimulai dengan panggilan mesra, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa." Di sini tidak dijelaskan siapa yang mewajibkan, belum juga dijelaskan berapa kewajiban puasa itu, tetapi terlebih dahulu dikemukakan bahwa, "sebagaimana diwajibkan terhadap umat-umat sebelum kamu." Jika  demikian, maka wajar pula jika umat Islam  melaksanakannya, apalagi tujuan puasa tersebut adalah untuk kepentingan yang berpuasa sendiri yakni "agar kamu bertakwa (terhindar dari siksa)."

Kemudian Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah: 186 menjelaskan bahwa kewajiban itu  bukannya sepanjang tahun, tetapi hanya "beberapa hari tertentu," itu pun hanya diwajibkan bagi yang berada di kampung halaman tempat tinggalnya, dan dalam keadaan sehat, sehingga "barang siapa sakit atau dalam  perjalanan," maka dia (boleh) tidak berpuasa dan menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk digantikannya pada hari-hari yang lain.

"Sedang yang merasa sangat berat berpuasa, maka (sebagai gantinya) dia harus membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin." Penjelasan di atas ditutup dengan pernyataan bahwa "berpuasa adalah baik."

Setelah itu disusul dengan penjelasan tentang keistimewaan bulan Ramadhan, dan dari sini datang perintah-Nya untuk berpuasa pada bulan tersebut, tetapi kembali diingatkan bahwa orang yang sakit dan dalam perjalanan (boleh) tidak berpuasa dengan memberikan penegasan mengenai peraturan berpuasa sebagaimana disebut sebelumnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Ayat tentang kewajiban puasa Ramadhan ditutup dengan, "Allah menghendaki kemudahan untuk kamu bukan kesulitan," lalu diakhiri dengan perintah bertakbir dan bersyukur. Ayat 186 tidak berbicara tentang puasa, tetapi tentang doa. Penempatan uraian tentang doa atau penyisipannya dalam uraian Al-Qur’an tentang puasa tentu mempunyai rahasia tersendiri.

Agaknya ia mengisyaratkan bahwa berdoa di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, dan karena itu ayat tersebut menegaskan bahwa, "Allah dekat kepada hamba-hamba-Nya dan menerima doa siapa yang berdoa."

Selanjutnya ayat 187 antara lain menyangkut izin melakukan hubungan seks di malam Ramadhan, di samping penjelasan tentang lamanya puasa yang harus dikerjakan, yakni dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Banyak informasi dan tuntunan yang dapat ditarik  dari ayat-ayat di atas berkaitan dengan hukum maupun tujuan puasa.

(Fathoni Ahmad)

Disunting dari M. Quraish Shihab dalam buku karyanya “Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhui atas Pelbagai Persoalan Umat” (Mizan, 2000).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama, yang diagendakan digelar September mendatang.

"Tadi saya sampaikan, yang dulu-dulu Munas Konbes NU yang hadir adalah Wakil Presiden. Tapi tadi saya juga menyampaikan kali ini jika berkenan Presiden yang hadir, dan Alhamdulillah beliau bersedia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan SBY di Istana Negara, Selasa kemarin (29/5).

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menemui SBY di Istana Negara dengan didampingi oleh Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud dan Ketua Panitia Munas dan Konbes Alim Ulama H. Dedi Wahidi. Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, dan Seskab Dipo Alam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Kiai Said menjelaskan, tema Munas kali ini yaitu Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Di kesempatan yang sama PBNU juga menyampaikan akan digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) NU di Pontianak pada tanggal 3 Juli mendatang yang rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI ? Boediono.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Sholawat, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat

Bondowoso, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Salah seorang ulama panutan masyarakat Bondowoso KH Imam Hasan meninggal dunia. Pengasuh Pesantren Kauman Al-Hasani Allathifi Bondowoso ini adalah sosok yang tegas dalam menyampaikan kebenaran.

“Kematian memang musibah, tapi musibah yang lebih besar lagi lupa dengan kematian," kata Wakil Bupati Bondowoso H Salwa Arifin dalam sambutan atas nama masyarakat seusai acara pemakaman di rumah kediaman duka kompleks Pesantren Kauman Jalan KH Zainal Arifin Kelurahan Kuta Kulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, Jumat (6/05) pagi.

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Bondowoso berduka cita. Ia berharap semoga amal ibadahnya, amal shaleh diterima Allah SWT. Semoga ditempatkan yang sempurna.

Turut hadir mengantar almarhum para kiai, para pengasuh pesantren seperti KH Muhyiddin Abdus Somad, KH Abdul Qodir Syam, KH Asyari Pasha, KH Imam Darmawi, KH Ahmad Sodiq, warga masyarakat daerah sekitarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Almarhum KH Imam Hasan wafat pada usia 63 tahun di rumah kediamannya, Kamis (5/5) sore. Pemakaman almarhum berlangsung di kompleks Pesantren Kauman, Jumat (6/5) pagi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta agar jangan sampai anak cucu masyarakat terjebak dan mudah dipengaruhi oleh budaya dan ajaran lain di luar Islam.

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Bentengi Anak Muda dari Budaya dan Ajaran Luar

Permintaan tersebut disampaikannya saat menghadiri haflatul imtihan Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Selasa (15/12) malam. Menurutnya, untuk membentengi anak muda saat ini, pesantren menjadi solusi dan pilihan para orang tua.

“Pesantren harus terus berbenah dan melakukan perbaikan. Saat ini ukuran pesantren bukan kuantitas lagi tetapi kualitasnya. Oleh karena itu, tingkatkanlah kualitas pesantren. Sebab pesantren ini sudah menjadi para orang tua untuk membentengi anaknya dari ancaman budaya dan paham-paham lain di luar NU,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Hasan, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren sangat lengkap. Baik urusan dunia maupun akhirat. Masyarakat akan tertarik asalkan aman dan manajemennya bagus. “Kalau manajemennya bagus, maka orang tua akan tertarik menitipkan anaknya di pesantren,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kepada para dewan guru Hasan meminta agar ikhlas mengalirkan ilmu kepada para santrinya. Manajemennya juga harus dirubah dengan mengikuti perkembangan zaman. “Didiklah anak santri ini sebagaimana zaman hari ini. Buatlah manajemen sesuai dengan tuntutan zaman saat ini. Kepada santri, mantapkanlah sekolah disini dengan disiplin. Sebab kalian adalah calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah KH Hafidz Rofi’i Abdul Karim mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan di pesantrennya adalah kombinasi antara salafiyah dan umum. Dimana pagi sampai siang hari santri sekolah umum dan sore hingga malam harinya melakukan aktivitas di pesantren.

“Sesuai dengan SK Kementerian Hukum dan HAM RI, luas pesantren ini mencapai 1,250 hektar. Namun ke depan kami akan terus berupaya untuk memperluas lingkungan pesantren. Mohon doa dan dukungannya demi perbaikan dan kemajuan pesantren,” katanya.

Haflatul imtihan yang diikuti oleh para santri dan wali santri ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sejarah, Pertandingan, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Tanah yang telah diwakafkan, khususnya untuk masjid atau lembaga sosial sebaikya segera di-akte-kan. Hal ini untuk menghindari terjadinya permasalahan hukum di kemudian hari. Sebab, tanah wakaf memang rawan disengketakan, atau malah dicaplok pihak lain.?

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Pengambilalihan Masjid NU dengan Cara Santun

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (PC LWPNU) Jember, H. Muhammad Arifin menyikapi maraknya pergerakan kelompok radikal untuk merebut masjid NU di sejumlah tempat. Menurutnya, sertifkat atau akte kepemilikan teramat penting, bahkan sama pentingnya dengan tanah itu sendiri. Sebab, tanpa bukti kepemilikan tanah itu bisa hilang.?

"Kalau beli tanah atau kita mendapat wakaf tanah, beda dengan beli mobil. Kalau beli mobil, walaupun kita tidak punya BPKB, tapi mobil tetap bisa pindah tangan. Tapi kalau beli tanah, yang bisa kita bawa adalah aktenya. Sedangkan tanahnya tetap. Karenanya, rawan sengketa," ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di sela-sela kegiatan di Arjasa, Kamis (25/8).

Arifin menambahkan, sengketa biasa muncul setelah orang yang mewakafkan meninggal dunia. Karena berbagai kepentingan para ahli warisnya, maka ? terjadilah saling gugat soal kepemilikan tanah yang sudah diwakafkan itu. Karenanya bukti kepemilikan yang sah, sangat penting, lebih-lebih untuk masjid. "Kalau tanah untuk masjid atau lembaga pendidikan sudah ada akte wakafnya, misalnya untuk NU, itu sudah tenang. Siapapun yang berusaha merebut, tidak bisa," jelasnya.

Namun, yang perlu diwaspadai, katanya, adalah model-model pengambil-alihan masjid dengan cara yang santun. Biasanya, mereka berbaik hati kepada pengelola atau takmir masjid dengan menawarkan bantuan baik materi maupun tenaga yang dalihnya untuk kemakmuran masjid. Namun lambat-laun pengelolaan masjidpun diambil alih, sehingga akhirnya masjid tersebut benar-benar lepas dari NU.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Celakanya, takmir masjid lama pun pasrah, misalnya dengan mengatakan, biarlah mereka sama-sama Islam, ibadah mereka juga bagus," tuturnya.

Putra Kangean, Madura itu menegaskan, saat ini pihaknya tengah menginventaris aset-aset NU, termasuk masjid dan lembaga milik pengurus atau orang NU yang berdiri di atas tanah wakaf. Selanjutnya, mereka akan difasilitasi untuk dilakukan balik nama.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kami siap memfasilitasi itu, gratis. Aset NU atau Nahdliyin yang lembaganya digunakan untuk kepentingan umum, ternyata yang di-akte-kan cuma sekitar 30 persen," pungkasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pengurus Wilayah NU Jawa Barat meminta 27 Pengurus Cabang NU se-Jawa Barat untuk aktif di dunia maya, hal ini dilakukan untuk menjawab perkembangan zaman yang semakin pesat dan masyarakat lebih banyak beraktivitas melalui internet.

Demikian disampaikan Iip Yahya, Pemimpin Redaksi website nujabar.or.id pada pertemuan admin PCNU se-Jawa Barat di Kantor PWNU Jabar, Sabtu (12/7)

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya

"NU itu organisasi besar tapi kalau kita kurang aktif di dunia maya akan terlihat kecil, sebab saat ini masyarakat lebih banyak beraktivitas di dunia maya," tandasnya.

Dikatakannya, PCNU diminta untuk membuat website organisasi dengan domain or.id, dari 27 PCNU yang ada di Jawa Barat baru beberapa saja yang sudah mempunyai website organisasi dengan domain or.id, yaitu Majalengka, Garut dan Sumedang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Selain website, PCNU juga harus punya medsos, minimal facebook dan twitter, PCNU lalu meneruskan kepada MWCNU di wilayahnya masing-masing agar MWCNU punya akun facebook," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Targetnya, kata dia, dalam satu tahun ke depan PCNU yang ada di Jawa Barat sudah punya website dan medsos, sedangkan MWCNU sudah punya facebook dan semua kegiatan-kegiatan NU yang ada di daerah bisa diketahui dan diakses oleh semua orang.

"Kita siap memberikan bantuan teknis pembuatan web dan pelatihan," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing?

Kalau ada penduduk baru keluar dari rahim seorang perempuan, otomatis orang tuanya disunahkan menyembelih kambing. Tentu saja sebelum aqiqah orang tua akan bersyukur lebih dahulu. Tetapi perihal berapa jumlah kambing yang mesti diaqiqahkan dan berapa kali aqiqah harus diadakan, bisa dibicarakan lebih lanjut tergantung keadaan.

Muhammad bin Qasim dalam karyanya Fathul Qarib menyebutkan, aqiqah disunahkan kembali bagi orang tua seiring dengan kelahiran anak berikutnya.

Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing? (Sumber Gambar : Nu Online)
Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing? (Sumber Gambar : Nu Online)

Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing?

? ? ? ?

Untuk bayi perempuan, lazim disunahkan menyembelih seekor kambing. Sementara aqiqah bayi laki-laki disunahkan menyembelih dua ekor. Jumlah ini menjadi ketentuan. Tetapi kalau keadaan mendesak, aqiqah dengan seekor kambing untuk anak laki-laki bisa mungkin. Tidak mesti dua ekor.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jangan sampai keadaan seperti keterbatasan kemampuan atau kendala lainnya menghalangi orang tua untuk mengamalkan sunah aqiqah. Syekh Nawawi Banten dalam Hasyiyah Fathil Qarib yang lebih dikenal Tausyih ala Ibni Qasim mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, orang tua sudah terhitung mengamalkan sunah aqiqah bagi anak laki-lakinya kendati menyembelih hanya seekor kambing. Pasalnya, Rasulullah SAW sendiri mengaqiqahkan dua cucunya Hasan dan Husein dengan dua ekor domba. Masing-masing satu ekor.

Perihal jumlah aqiqah ini Syekh Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi angkat bicara dalam karyanya, Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sebenarnya satu ekor kambing menjadi batas minimal aqiqah untuk bayi lelaki dan bayi perempuan. Sementara dua ekor kambing merupakan batas minimal kesempurnaan aqiqah untuk bayi laki-laki. Agama sendiri tidak membatasi jumlah kambing untuk kesempurnaan aqiqah.

Dengan kata lain, agama hanya menyebutkan jumlah minimal. Sementara jumlah maksimalnya tidak ada pembatasan. Artinya silakan saja menyembelih berapa ekor kambing untuk bayi laki-laki atau bayi perempuan sesuai kemampuan si orang tua.

Gampangannya, dua ekor kambing buat bayi laki-laki, aqiqah sempurna di garis minimal. Satu ekor saja, aqiqah terbilang cukup tanpa sempurna. Seberapa banyak kambing aqiqah sesuai kemampuan, terhitung sempurna. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Tegal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Operasi Simpati 2015 yang digelar jajaran Polres Jember, Kamis ? (9/4) agak unik. Kali ini polisi tidak memberikan sanksi tilang terhadap ? pengendara yang terjaring razia, namun diberi sanksi lain yang lebih simpati, yaitu diberikan taushiyah oleh seorang ustadz.

Tujuannya agar pengendara yang melanggar disiplin lalu lintas itu, ? bisa sadar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Kita berharap agar ustadz bisa memberikan ceramah agama kepada pengendara yang melanggar, karena ? pelanggaran ini erat kaitannya dengan ajaran agama,” ujar Kapolres Jember, Sabilul Alif.

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah

Dalam operasi ? yang digelar di ruas jalan protokol kemarin, ratusan pengendara terjaring razia karena tidak ? melengkapi kendaraannya dengan surat-surat yang diperlukan seperti STNK, SIM dan sebagainya. Bukan ditilang, mereka malah ? digiring ke depan sebuah musholla terdekat. Di situ sudah ? menunggu aparat kepolisian dan seorang ustadz, Mansur namanya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sang ustadz pun langsung memberikan ‘khotbah’-nya. Di hadapan mereka, ustadz Mansur menegaskan bahwa melanggar peraturan lalu lintas, juga melanggar peraturan agama. “Itu jelas dalam ? ayat al-Qur’an, supaya kita patuh kepada Allah dan rasul-Nya serta ulil amri atau para pemimpin,” ujarnya seraya menyitir ayat yang terkait dengan hal tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan bahwa taat kepada pimpinan berarti juga taat kepada peraturan pemerintah. Peraturan lalu lintas itu dibuat untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Karena itu, katanya, melanggar peraturan lalu lintas itu hukumnya juga melanggar ajaran agama. ? “Jadi pemerintah ? membuat peraturan itu sudah melalui banyak kajian. Makanya mulai sekarang ayo kita disiplin,” urainya.

Setelah mendengarkan ceramah, para pengendara itu diperbolehkan melanjutkan perjalanannya tanpa perlu susah-susah memikir soal tilang. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Pilkada Usai, Mimbar Agama Damai

Oleh Slamet



Agama dan politik memang dua hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Adapun agama, selain mengatur kehidupan vertikal antara manusia dengan Tuhannya, juga menjadi pedoman atas etika pergaulan antara manusia dengan sesamanya. Sementara itu, politik menjadi pengatur sistem kehidupan manusia dalam bernegara yang tentu saja tak bisa dipisahkan dari kekuasaan (power). Lalu, apa jadinya jika agama dan politik dicampuradukkan? Tentu yang terjadi adalah ‘politisasi agama’. Artinya, politik akan mencari pembenaran atas kepentingannya dengan dalih teks-teks agama. Begitu pun agama yang? telah menyediakan seperangkat teks yang mampu ditafsirkan sesuai dengan kepentingan pembacanya. Benang merah ‘kemesraan’ agama dan politik ini salah satunya disebabkan karena sifat teks agama yang sangat ‘fleksibel’ dan sifat politik yang sangat pragmatis.

Pilkada Usai, Mimbar Agama Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Usai, Mimbar Agama Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Usai, Mimbar Agama Damai

Alhasil, ketika teks-teks agama disampaikan oleh orang atau kelompok yang berkepentingan dengan politik, maka nilai agama akan ‘penuh dengan kepentingan’ dan teks agama tidak lagi menjadi netral. Dalam konteks ini, teks agama kemudian dijadikan legitimasi atas kepentingan politik yang tetap ‘terbungkus’ rapi dalam ‘baju’ agama. Tidak bisa dipungkiri, fenomena inilah yang sempat ‘mewabah’ di Indonesia. Teks-teks agama yang awalnya digunakan untuk kemaslahatan umat, kemudian ditarik-tarik dalam percaturan kepentingan, hingga ‘berhasil’ mengubah mimbar-mimbar suci agama menjadi mimbar politik.

Alhasil, mimbar agama yang sejatinya berfungsi sebagai ‘panggung kecil’ untuk menyampaikan ajaran agama yang humanis kepada para pemeluknya, justru berubah menjadi mimbar-mimbar politik yang ‘bengis’ yang menjadi ‘medan pertarungan’ antar kelompok pemilik kepentingan. Bahkan parahnya lagi, hujatan, cacian, ujaran kebencina, fitnah hingga ajakan untuk melawan pemerintahan yang sah dikumandangkan secara terbuka melalui mimbar-mimbar agama yang suci.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Apakah ini penistaan? Jelas ini adalah penistaan, karena para pengkhotbah yang syarat dengan kepentingan telah melakukan disfungsionalisasi mimbar agama. Disfungsionalisasi yang dimaksud tidak lain adalah mengubah mimbar agama menjadi mimbar politik. Sebut saja, kasus penodaan Lambang Negara, fitnah terhadap tradisi lokal, hingga dugaan penistaan terhadap agama lain yang kesemuanya dilakukan melalui mimbar agama. Alhasil, jarak antara mimbar agama dengan mimbar politik tak lebih tebal dari kulit ari, karena kenyataanya muatan-muatan dalam mimbar agama telah ‘dirasuki’ oleh materi-materi politik. Akibatnya, untuk membedakan antara materi agama atau materi politik sangatlah susah, karena keduanya berbaur dalam simbol dan berbaju ‘agama’.

Pengembalian Fungsi Mimbar

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mimbar agama adalah ‘panggung suci’ yang memiliki magnet besar dalam menggerakan umat. Ajaran-ajaran yang disampaikan melalui mimbar, akan menjadi referensi bagi umatnya, terkhusus mereka yang berasal dari golongan yang minim terhadap tradisi literasi. Di sinilah posisi penyampai materi dalam mimbar sangatlah vital, karena secara personal ia tidak saja menjadi panutan, namun materi yang disampaikan akan menjadi rujukan. Singkatnya, umat akan bisa ‘dengan mudah’ digerakkan dari sebuah ‘panggung suci’ yang bernama mimbar. Lalu siapa yang menjadi penentu arah materi mimbar tersebut? Tidak lain dan tidak bukan adalah para tokoh agamanya.

Oleh karenanya, jika tokoh agama yang seharusnya menjadi penentu arah materi mimbar menjadi bagian dari kelompok kepentingan, maka umat yang akan menjadi ‘korban’. Mimbar-mimbar yang seharusnya menjadi penerang, berbalik menjadi panggung yang mengerikan karena sarat dengan kepentingan. Pun dengan para umatnya yang seharusnya menjadi pembelajar dan pendengar, harus ‘dipusingkan’ dengan materi hujatan, cacian, ujaran kebencian bahkan hasutan dan berakhir pada ‘perang saudara’. Tentu ini hal yang sangat menyedihkan.

Pertarungan politik pun telah memeras keringat dan mengorbankan banyak hal, mulai dari hubungan pertemanan hingga disfungsionalisasi mimbar agama. Namun, pertarungan politik tidak boleh berlarut-larut sampai menjadi penghalang rekonsiliasi antar kelompok kepentingan. Jika hal ini tidak terjadi, pertarungan politik yang awalnya menjadi pertarungan antar kelompok, bukan tidak mungkin akan menjadi pertarungan ‘atas nama agama’. Mengapa? Karena mereka pernah memanfaatkan mimbar agama untuk melakukan ‘doktrinasi’ politik.

Namun, kini Pilkada telah usai, saatnya mimbar agama kembali damai dan kembali difungsikan sebagaimana mestinya. Tidak lain sebagai panggung untuk berbagi ilmu pengetahuan untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Pertarungan dalam Pilkada memang tidak bisa dihindarkan dan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, pemanfaatan mimbar agama sebagai panggung politik harus dihentikan, karena ada hal yang lebih besar yang harus diprioritaskan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal ini, butuh kelapangan hati dari tokoh agama agar lebih mengutamakan kepentingan umat yang lebih besar dan menyudahi kepentingan politik yang pragmatis.

Sekali lagi, bahwa tokoh agama adalah panutan umat. Maka sudah seharusnya posisi dari tokoh agama adalah mencerahkan umatnya untuk mengarungi kehidupan dengan damai dan harmonis, sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Sangat sayang jika umat tidak lagi memiliki panutan karena tokoh-tokohnya menggunakan “baju agama” untuk kepentingan politiknya.

Penulis adalah Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi

Paris, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Satu lagi pengurus NU di luar negeri berhasil menyelesaikan pendidikan S3-nya. Bendahara PCINU Prancis, Hayuning Anggrahita berhasil meraih gelar doktor di bidang geografi dan perencanaan wilayah (“Géographie et aménagement”) dari Université Paris IV Sorbonne.

Menurut siaran pers PCINU Prancis Sabtu (28/6), Hayuning Anggrahita berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Le Marketing Social est-il la solution au problème de la consommation d’eau à Jakarta?” (“Apakah Social Marketing dapat menjadi solusi bagi permasalahan konsumsi air di Jakarta?”) di hadapan lima penguji pada 26 Juni 2014.

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi

Disertasi Hayuning mendapatkan predikat “très honorable avec félicitations du jury”, suatu predikat tertinggi yang diberikan kepada seorang doktor dalam sistem pendidikan Prancis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam disertasinya Hayuning meneliti permasalahan air di Jakarta, dengan melihat kesenjangan antara sumberdaya air yang melimpah di Jakarta dan akses terhadap air bersih yang tidak setara di antara warga Jakarta.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan pengamatan Hayuning, persepsi tentang air yang melimpah cenderung mendorong konsumsi air secara boros. Penelitiannya menemukan bahwa pendekatan “social marketing” dapat mendorong warga Jakarta untuk menghemat konsumsi air.

Selama menempuh pendidikan S3, Hayuning mendapat dua penghargaan, Premier Prix concours de posters scientifiques yang diberikan École Doctorale de Géographie de Paris, Institut de géographie de Paris tahun 2012, dan Lauréate de Prix Mahar Schutzenberger Association Franco-indonésienne pour le Développement des Sciences (AFIDES) tahun 2013.

Keberhasilan Hayuning meraih gelar doktor memberi motivasi tersendiri bagi para mahasiswa NU yang sedang menempuh pendidikan mereka baik S2 maupun S3 di ibu kota Prancis tersebut. (Red: Abdullah Alawi)

      

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Hadits, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Jokowi Deklarasi Hari Santri Nasional Diiringi Shalawat Badar

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Eksistensi kaum santri di Indonesia semakin diakui dengan ditetapkannya Hari Santri Nasional (HSN) oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden No 22 tahun 2015. Jokowi secara langsung mendeklarasikan Hari Santri di Masjid Istiqlal, 22 Oktober 2015.

Para santri yang memenuhi masjid Istiqlal sontak mengumandangkan shalawat Badar begitu Presiden Jokowi secara resmi mendeklarasikan Hari Santri Nasional.?

Jokowi Deklarasi Hari Santri Nasional Diiringi Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Deklarasi Hari Santri Nasional Diiringi Shalawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Deklarasi Hari Santri Nasional Diiringi Shalawat Badar

Ribuan santri berduyun-duyun datang ke Masjid Istiqlal untuk ikut merasakan kegembiraan atas penetapan Hari Santri Nasional. Mereka datang dengan identitasnya pesantren atau sekolahnya masing-masing. Raut gembira dan bangga tampak jelas di wajah mereka.?

Jokowi menyatakan, perjuangan republik Indonesia tak terwujud jika tak ada semangat jihad. Jihad keindonesiaan dan kebangsaan untuk kemerdekaan.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, perjuangan tidak akan terwujud apabila tidak ada cita-cita bersama untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum.?

“Sejarah mencatat, para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan elemen bangsa menyusun kekuatan di daerah terpencil, mengatur stategi, mengajarkan kesadaran arti kemerdekaan,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut para tokoh santri seperti KH Hasyim Asy’ari (NU), KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), KH Ahmad Hasan (Persis), KH Ahmad Syurkati (Al Irsyad), dan lainnya sebagai orang-orang yang berperan aktif dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.? “Dengan sejarah itu, saya yakin penetapan hari santri tidak akan menimbulkan sekat-sekat sosial ataupun memicu polarisasi antara santri dan non santri. Tapi sebaliknya, akan memperkuat semangat kebangsaan. Akan mempertebal cinta tanah air atau memperkokoh integrasi,” paparnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, jika santri pada zaman dahulu ikut berjuang secara fisik mempertahankan kemerdekaan, maka dalam konteks saat ini, santri harus ikut memperjuangkan kesejahteraan, ilmu pengetahuan dan teknologi dan ia optimis dengan peran santri yang semakin besar bangsa Indonesia akan mampu menghadapi hambatan dan tantangan.?

“Saya percaya dengan keragaman kita sebagai bangsa, suku, agama atau budaya, melengkapi nilai-nilai untuk saling menghargai, saling menjaga tolransi dan saling memperkuat persaudaraan antar bangsa.” (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya

Puasa terbagi dua macam: puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib ialah puasa yang diharuskan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya, puasa Ramadhan. Sementara puasa sunnah ialah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikerjakan dan tidak berdosa orang yang meninggalkannya. Dalam kitab fikih, ada banyak macam puasa sunnah, mulai yang mingguan, bulanan, dan tahunan.

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya

Dari sekian banyak puasa sunnah, puasa Sya’ban termasuk puasa yang paling banyak keutamaan dan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya. Bahkan Rasulullah SAW sendiri sangat senang melakukan puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa di bulan tersebut. Oleh sebab itu, Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayatul Zein mengatakan:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Puasa Sya’ban (disunnahkan) karena Rasulullah SAW menyukai puasa pada bulan itu. Siapa yang puasa Sya’ban, dia akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW di hari akhirat kelak.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penjelasan Syekh Nawawi ini diperkuat oleh banyak hadis dan kesaksian sahabat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menyukai puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa pada bulan tersebut. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Ibnu Khuzaimah menampilkan sebuah riwayat dari ‘Aisyah,? dia berkata:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bulan yang paling disukai Rasulullah SAW untuk berpuasa ialah Sya’ban, kemudian dilanjutkan dengan puasa Ramadhan”

? ? ?

Dalam riwayat al-Bukhari, ‘Aisyah? mengatakan:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku tidak melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat melihat beliau banyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban.

Selain dua riwayat di atas, ada banyak hadis shahih lain yang memperkuat kesunnahan puasa Sya’ban. Paling tidak dua hadis di atas sudah menggambarkan kecintaan Rasul pada bulan Sya’ban. Di antara hikmah puasa Sya’ban, menurut Syeikh Nawawi, orang yang memperbanyak puasa pada bulan tersebut akan mendapatkan syafaat Rasul di hari akhirat kelak, sebab sudah melakukan amalan ibadah yang disukai Rasulullah SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, RMI NU, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo

Situbondo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Hari kedua pelaksanaan Konferensi Internasional diisi dengan pemaparan Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars, KH A Hasyim Muzadi. Di hadapan para peserta yang memadati aula Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo (P2S3), ia menjelaskan peran penting pesantren ini dalam perjalanan bangsa.

Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Ingatkan Peran Penting Pesantren Sukorejo

Kiai Hasyim, sapaan akrabnya menandaskan bahwa kegiatan ini awalnya adalah keinginan dari Pengasuh P2S3 kala itu yakni KHR A Fawaid Asad agar menjelang usia pesantren yang ke seratus tahun dapat mendatangkan mufti dari berbagai negara, khususnya dari Timur Tengah.

"Pesan kedua dari pengasuh kala itu adalah diharapkan saya membantu perkembangan pesantren dalam waktu-waktu mendatang," kata Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini (30/3).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Saat mendiskusikan hal tersebut, Kiai Hasyim menyanggupi keinginan KHR A Fawaid Asad tersebut dengan berbagai pertimbangan.?

"Pertama, karena Sukorejo adalah jimat NU," katanya. "Dan NU adalah jimat bagi negara Indonesia," lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yang kedua adalah karena P2S3 telah menorehkan sejarah dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1983 yang merupakan tonggak bagi diterimanya Pancasila sebagai dasar negara.

"Atas pertimbangan inilah akhirnya saya menyanggupi pelaksanaan Konferensi Internasional untuk dilaksanakan di pesantren ini," terang mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Pertimbangan berikutnya adalah dari pesantren ini telah dirumuskan Khittah 1926 yang menandaskan bahwa NU memiliki tugas untuk membawa politik tingkat tinggi, bukan politik kekuasaan jangka pendek.

"Dengan Khittah yang diputuskan di pesantren ini, akhirnya NU kembali kepada jati diri pendirian yang sebenarnya," terangnya. Dengan keputusan tersebut, maka NU harus bisa menghimpun secara baik pemikiran, manhaj dan gerakan hingga kepemimpinan untuk Indonesia pada masa mendatang.

Karena itu, Kiai Hasyim sangat berharap lewat pelaksanaan acara ini, para peserta dapat memahami makna penting dari pelaksanaan Konferensi Internasional.

Saat pemaparan, Kiai Hasyim didampingi Ketua Panitia Nasihin Hasan.?

Kegiatan konferensi berlangsung sejak Sabtu (29/3) dan akan ditutup Ahad siang. Para mufti dunia telah memberikan pandangan mereka perihal Islam masa depan. Di antara para mufti yang hadir antara lain ulama asal Syiria Syekh Wahbah Az-Zuhaili, Syaikh Mahdi As-Sumaidai (Irak), Syaikh Abdul Karim Ad-Dibaghiy (Aljazair) serta sejumlah mufti lain yang berjumlah lima belas orang. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal AlaNu, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 29 November 2017

Pelatihan Pelatih Silat Tingkat Nasional Dimulai

Sleman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional Pencak Silat Nahdhatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa resmi dibuka, Senin (03/03). Pelatihan akan berlangsung selama tujuh hari ke depan (3-9/3), di Gedung Youth Centre Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta.

Acara tersebut dibuka Majelis Pendekar Pencak Silat PSNU Pagar Nusa, yang diwakili oleh Zainal. Sebelum membuka, Zainal menyampaikan mengapa pelatihan tersebut perlu diadakan.

Pelatihan Pelatih Silat Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Pelatih Silat Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Pelatih Silat Tingkat Nasional Dimulai

Pihaknya mengatakan bahwa salah satu hal utama adalah karena masalah penyeragaman gerakan dasar yang harus sesuai dengan buku panduan. “Sebab selama ini belum ada yang sama antara daerah satu dengan yang lain,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan penuturan ketua panitia, M. Roghib, acara pelatihan pelatih nasional ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang merupakan delegasi dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan sebagainya.

Hadir dalam kesempatan itu beberapa tamu undangan, seperti PCNU Sleman, Polres Sleman, TNI, Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa DIY, Pimpinan Pusat PS NU Pagar Nusa, dan sejumlah undangan lain, termasuk pendiri PSNU Pagar Nusa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Acara pun tampak meriah dengan penampilan group hadrah PMII Ashram Bangsa dan sejumlah atraksi dari PSNU Pagar Nusa. Keduanya berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sebelumnya, dikatakan bahwa acara pelatihan pelatih ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Harlah Ke-28 Pagar Nusa, dan telah didahului oleh beberapa kegiatan lain. Seperti bedah buku, silaturrahmi majelis pendekar Pagar Nusa, dan puncak peringatan Harlah yang berlangsung di Cibinong, Jawa Barat.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari peringatan hari lahir (Harlah) Pagar Nusa yang jatuh pada tanggal 3 Januari. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

.

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Tokoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 November 2017

GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama

Bolmut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menggelar Seminar Deklarasi Kerukunan Antar Umat Beragama. di Balai Desa Biontong Kecamatan Bolangitang Timur.

Ketua GP Ansor Bolmut Donal Lamunte menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk memupuk nilai toleransi beragama di kalangan pemuda Bolmut dan ekspektasi ke depan Bolmut menjadi contoh kerukunan umat beragama di Provinsi Sulawesi Utara.

GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama

Kegiatan seminar penanaman nilai-nilai toleransi yang berlangsung Sabtu (1/9) ini dirangkaikan dengan Deklarasi Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama sebagai embrio penjaga kerukunan umat beragama di Bolmut.

Deklarasi diikuti kurang lebih 100 peserta, termasuk perwakilan pemuda-pemuda gereja, pemuda kecamatan Bolangitang Timur dan kader GP Ansor.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ahmad Modeong mewakili Kemeterian Agama setempat mengatakan, kerukunan antarumat beragama sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Ia menambahkan, pihak kementerian lewat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah melakukan upaya-upaya pemeliharaan kerukunan di Bolmut lewat dialog-dialog yang dilakukan oleh GP Ansor.

Dalam kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Camat Boltim Warsito Sanggilalung ini, juga hadir Pdt Deky Polii sebagai Wakil Ketua BAMAG Bolmut dan Ketua PCNU Bolmut Supriadi Goma.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Supriadi berpendapat, agama diturunkan untuk memberikan pemahaman bahwa perdamaian tidak bisa dibeli dengan apa pun. Agama harus dipahami bukan hanya dari ritual-ritual keagamaan tapi dari aspek sejarah dan budaya sehingga tidak terjebak terhadap radikalisme. (Taufik Paputungan/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Habib, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock