Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sambutan positif diberikan Menpora Imam Nahrawi terhadap rencana kegiatan Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia yang diprakarsai oleh Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Banser Ansor Nahdlatul Ulama. Kegiatan yang akan diikuti 20 ribu peserta lebih dan dilaksanakan 16 hingga 17 Desember 2017 di Kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo. 

 

Hal itu di sampaikan Menpora saat menggelar jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12) sore didampingi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala. 

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Akan Pertemukan Banser-Kokam di Apel Kebangsaan Pemuda Islam

 

"Kegiatan beberapa organisasi pemuda ini sangat positif di tengah upaya menyatukan semua elemen bangsa sesuai dengan tagline Kemenpora, Ayo Pemuda Berani Bersatu, karena berani mewujudkan tagline #Berani Bersatu dan komitmen kita semua untuk menjaga bumu," ujar Menpora. 

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya berharap even itu menjadi rule model percontohan sebuah kebersamaan yang damai diantara segenap ormas pemuda di tanah air.  "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda tanah air yang berani bersatu menatap keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis karena ini adalah kekayaan bangsa Indonesia," harapnya.

 

Selain apel dan kemah pada acara yang mengangkat tema besar Pemuda Hebat Jaga Bumi ini juga ada beberapa kegiatan lain seperti olahraga, pelepasan pemuda tanggap bencana, menanam pohon dan lain sebagainya. "Semoga inisiasi silaturakhim ini sebagai upaya mendorong adanya ikatan hati dan membangun pemahaman bersama diantara pemuda-pemuda Islam tanah air berjalan baik sebagai jawaban atas ujaran kebencian, saling hujat yang ada dan menggembirakan perbedaan untuk menyatukan," ujar Dahnil.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Sementara itu Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Hasan Sagala menyampaikan hal senada, GP Ansor selalu mendukung Kemenpora dalam rangka menyatukan seluruh pemuda Indonesia. "Dengan adanya Apel Banser dan Kemah KOKAM ini sangat menginspirasi dan menyampaikan pesan sejuk pada kedamaian bangsa Indonesia khususnya dan seluruh umat Islam sedunia pada umumnya," tambah Hasan Sagala. 

 

Ia akan menyampaikan pesan damai itu ke level paling bawah. "Kami tidak ingin hanya level pusat saja yang harmoni tetapi menjadi kesatuan di provinsi, kabupaten hingga ke tingkat ke paling rendah, kami harap acara seperti ini dapat terus digelorakan dan menjadi agenda di tingkatan paling bawah," tuturnya. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Kementerian Pertanian melalui Kementerian Perdagangan dalam waktu dekat mengimpor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam. Kebijakan impor beras disebabkan terjadi kelangkaan beras, sehingga harganya terus merangkak naik. 

Pada forum diskusi bulanan yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) di Jakarta, Kamis (18/1), Guru Besar Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin menganggap kebijakan impor bagi ekonom bukan hal yang baru. Namun, ia berharap agar ada perbaikan ke depannya. 

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)
Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

"Perbaiki produksi, merevisi inpres, revisi Harga Eceran Tertinggi (HET), baru dipantau secara ketat," katanya. 

Selain itu, menurut Bustanul Arifin, impor beras yang dilakukan pemerintah sebaiknya jangan disalurkan pada saat musim panen. Sebaliknya, katanya, harus digunakan untuk stabilisasi harga. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia ini berharap agar pemerintah membenahi manajemen stok karena hal tersebut menjadi sangat penting bagi pemerintah dan bulog. 

Pada forum yang mengusung tema Impor Beras: Antara Klaim Swasemba Pangan, Gagal Panen, atau Permainan Mafia ini, Bustanul menganggap tidak adanya mafia yang bermain dibalik melonjaknya harga beras. 

"Biasanya kalau digertak dengan impor harga menurun, tapi sampai hari ini harga gak turun-turun. Berarti jangan-jangan barang gak ada barang beneran. Masa mafia mau memainkan selama itu, kan gak mungkin juga logikanya," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Daerah, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Februari 2018

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang mendukung penuh apa yang menjadi program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Hal itu ditegaskan Ketua GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata saat bersilaturahim dengan sejumlah jurnalis Subang di RM Sate Cijengkol, Sukamelang Rabu (7/12). Acara tersebut dihadiri beberapa media, baika lokal, nasional, cetak, elektronik dan online.

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Dukung Program Gapura (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura

Dalam kesempatan tersebut, Asep mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk terus menjalankan roda pemerintahan yang baik dan bersih serta fokus pada penyelesaiaan masalah sehingga program Gerakan Pembangunan untuk Rakyat (GAPURA) bisa terrealisasikan.

“Apalagi menyangkut persoalan disclaimer, nama baik Subang sangat dipertaruhkan. Untuk itu kami sangat mendukung penuh dan percaya kepada pemerintah daerah untuk mengatasi pesoalan itu,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap jurnalis di Kabupaten Subang dalam kiprahnya bekerjasama dengan GP Ansor Kabupaten Subang.

“Untuk itu, silaturahim seperti ini mutlak dilakukan pasca dilantiknya kepengurusan GP Ansor beberapa waktu yang lalu. Tanpa dukungan dari wartawan, kami bukan apa-apa,” ujar Asep.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu, dalam menjalankan roda organisasi, Asep lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. “Saat ini kita sudah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ansoruna yang berlokasi di Tambakdahan. Kedepan, kita akan buka wilayah Subang bagian selatan,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Daerah, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.. Dalam rangka meningkatkan wawasan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), PCNU Jember, Jawa Timur? menggelar “Dauroh Aswaja Internasional” dengan menghadirkan pemateri guru besar Global University Beirut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy. Acara yang dihelat di auditorium Universitas Islam Jember (UIJ) itu dihadiri oleh 200-an peserta yang terdiri dari para kiai dan pengurus NU.

Dalam sambutannya yang menggunakan bahasa Arab, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin menekankan pentingnya pengurus NU meningkatkan wawasan ke-Aswaja-an global. Sebab, ancaman yang dihadapi NU Indonesia sama dengan yang dihadapi Ahlussunah wal Jama’ah di negara Timur Tengah. Yaitu kelompok radikal, dalam hal ini Salafi.

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)
Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy (Sumber Gambar : Nu Online)

Dauroh Aswaja PCNU Jember Hadirkan Syekh Samir Khauli al-Husainy

Menurut Gus Aab –sapaan arkabnya--? untuk menghadapi keusilan kaum Salafi tidak hanya dibutuhkan ilmu dan wawasan yang luas, tapi juga kecerdikan. Gus Aab lalu bercerita soal seseorang? warga? Madura yang bertahun-tahun merantau ke Arab Saudi. Suatu ketika, orang tersebut pulang kampung. Merasa sudah hebat, ia menantang seorang kiai dengan mengajukan 3 persoalan. “Kalau sampeyan bisa menjawab pertanyaan saya, saya akan berguru kepada sampeyan,” tukas Gus Aab menirukan ucapan orang tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satu dari 3 persoalan yang dia ajukan adalah bahwa setan dan jin tidak akan mempan dibakar api neraka. Mengapa? Karena setan dan neraka terdiri dari bahan yang sama, yaitu api. Jadi, dalam pandangan dia, api neraka tidak mungkin bisa membakar setan dan jin.

Untungya, lanjut Gus Aab, kiai tersebut cerdik dan alim. Begitu selesai mengajukan pertanyaan, si kiai langsung menampar orang tersebut hingga pingsan. Setelah siuman, si kiai bertanya bagaimana rasanya ditempeleng? Dia menjawab sakit. Bahkan dia mengaku sangat sakit. “Lho kok bisa, tangan saya dan pipi Anda, bahannya sama, yaitu kulit, tulang dan daging. Tapi kok anda merasa sakit,” ujar Gus Aab menirukan kata-kata kiai tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rupanya kiai itu cerdik dan pintar. Menurut Gus Aab, Untuk menghadapi kaum radikal dan kalangan yang kesukaannya menyerang amaliah warga NU, diperlukan kecerdikan, walaupun harus menghindari perbuatan kasar. “Dan saya yakin Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy, juga sosok yang alim dan cerdik,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya,? Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy mengingatkan warga NU agar selalu mewaspadai gerakan kelompok radikal seperti Salafi. Sebab, di negara mana pun mereka berada, nyaris selalu membikin ulah. “Beruntunglah Indonesia selalu damai, maka marilah kita rawat kedamaian itu,” tukasnya dalam bahasa Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh DR. Samir Khauli al-Husainy berkenan memberikan 4 kitab Aswaja kepada masing-masing peserta, yang langsung dibawanya dari Beirut. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang mengabdi di Desa Geneng Batealit bekerja sama dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kabupaten Jepara mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk.

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Geneng, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (9/2) itu diikuti 30 peserta yang merupakan pelaku usaha kecil se-Desa Geneng, di antaranya usaha batik tulis Jepara, sirup Jahe, kerajinan aksesori, meubel, catering, dan lainnya.

Lukman Ihsanuddin, koordinator desa kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan pengembangan dan pemasaran produk merupakan progam KKN Unisnu Desa Geneng. Tujuannya untuk mengenalkan potensi daerah, seperti batik tulis Jepara, boga, dan kerajinan aksesori kepada masyarakat Jepara.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kegiatan ini kami sesuaikan dengan tema KKN Unisnu 2016, yaitu ‘Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan’. Dan kami mengajak kerja sama dengan BPC Hipmi Jepara, karena organisasi tersebut memiliki jaringan bisnis yang luas," tambah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umun BPC Hipmi Kabupaten Jepara Syamsul Anwar mengatakan, pihaknya memang merasa bertugas untuk menularkan semangat dan pengalaman dalam berwirausaha untuk mengembangkan dunia usaha di Kabupaten Jepara.

"Kami tidak hanya memikirkan pekerjaan dalam bisnis usaha yang kami jalani, tapi juga memikirkan bagaimana agar dunia usaha yang sudah ada bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, dan kami mendampingi pada pelaku usaha agar bisa mengakses pasar sehingga produk-produk lokal bisa ekspor," kata Syamsul.

Ia juga menambahkan, batik tulis Jepara perlu diperjuangkan seperti halnya kain tenun Troso yang awal-awal juga membutuhkaan perjuangan bersama, dan hasilnya sekarang tenun Troso menjadi andalan bagi Jepara, dan tidak menutup kemungkinan batik tulis Jepara juga akan seperti tenun Troso.

Dwi Bambang Hermawan, petinggi Desa Geneng menyampaikan terima kasih kepada Tim KKN Unisnu dan Hipmi Jepara yang telah mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk bagi warga Desa Geneng.

"Ini juga ikut membantu progam Pemerintah desa Geneng dalam meminimalisir pengangguran, sehingga menciptakan penghasilan bagi warga kami. Dan pengembangan dalam dunia usaha perlunya menekankan pada produk dengan selalu kreatif dan inovatif," tambah pria berumur 33 tahun ini.

Pelatihan yang dimoderatori Miswan Anshori, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum, memberikan pengantar pentingnya strategi dalam mengembangkan dan memasarkan usaha dalam dunia bisnis, salah satunya yaitu dengan fokus pada usaha.

"Menjadi pengusaha jangan cepat menyerah, dan jadikan kegagalan sebagai cambuk untuk bangkit menjadi lebih baik," kata Muhammad Habli Mubarok, narasumber dalam pelatihan tersebut.

Ia memberikan strategi pada peserta pelatihan dalam pengembangan usaha, yaitu harus fokus dalam masa depan usaha, fokus kesempatan dengan 80 persen peluang, dan 20 persen problem. Sukses apa yang ada dan buatlah itu semua menjadi sebuah kejadian nyata.

Peserta tampak sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, terlihat dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Ibu April, salah satu pembatik Desa Geneng, menanyakan bagaimana membangun mental dalam berwirausaha.

Lain halnya yang ditanyakan Faridatun, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Geneng yang memproduksi sirup jahe. Ia menanyakan tentang kiat bersaing dalam memasarkan produk. Adapun yang ditanyakan oleh Siti Rofiatun pengrajin aksesoris, sudah beberapa kali memasarkan produknya, tapi terkadang masih belum bisa memasarkan secara luas.

"Membangun mental wirausaha harus berani, karena dunia usaha kadang juga ada untung dan ruginya. Memasarkan produk agar bisa bersaing perlunya dibuat yang menarik kemasannya, bagaimana izin administrasinya dan tentunya label. Lakukan promosi terus menerus, sehingga produk tersebut menjadi dikenal banyak orang," jawab Mubarok.

"Hipmi merupakan mitra dari Pemerintah Kabupaten Jepara untuk membangun dan mencarikan solusi atas apa yang menjadi masalah bagi pelaku usaha," tambah Syamsul saat memberikan kesimpulan dalam pelatihan tersebut. (Muhammad Miqdad Syaroni/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Daerah, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Jalan-jalan ke Dalam Diri

Oleh Aswab Mahasin

Manusia dalam dirinya mempunyai empat hal: harapan, keinginan, kegelisahan, dan penderitaan. Siapapun mereka, sekaya apapun mereka, dan semiskin apapun mereka—empat hal tersebut pasti ada dalam diri manusia. Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu berusaha dan berpikir kreatif agar tidak terpenjara oleh empat hal itu. Untuk apa? Sebagai cara manusia bereksistensi.

Jalan-jalan ke Dalam Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan-jalan ke Dalam Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan-jalan ke Dalam Diri

Dalam kehidupan ini, manusia sering dirundung masalah, dari mulai yang biasa-biasa saja, sampai dengan yang terberat. Kadangkala dalam posisi tertentu tidak sedikit yang merasa kesulitan dan lelah menghadapi masalah. Padahal, jika kita mau berpikir, masalah terbesar kehidupan manusia bukanlah masalah, tapi tanpa masalah. Kenapa? manusia akan mengalami kekosongan, manusia tidak akan “menjadi”, ia berada pada ruang hampa, tanpa bisa dinilai dan tanpa penilaian. Artinya, ia kehilangan eksistensinya. 

Manusia dilemparkan ke dunia di awali dengan masalah, Nabi Adam dan Ibu Hawa menghuni dunia ini dimulai dengan kisah “masalah”, putra Nabi Adam saling membunuh adalah “masalah”. Itu sebagai cara Allah SWT agar manusia “menjadi”, tanpa kekosongan. Karena dalam proses menjadi itu manusia berbuat, bertindak, berpikir, dan berkenalan. Perjalanan itu berlaku hingga sekarang, semua manusia berusaha untuk “menjadi” dan bereksistensi. 

Perjalanan dalam proses “menjadi”—manusia dipaksa untuk berhadapan dengan manusia lainnya, yang sama-sama punya keinginan, punya harapan, punya kegelisahan, dan punya penderitaan. Sehingga antara manusia satu dengan manusia lainnya mengalami benturan kepentingan. Di sini terkadang manusia lupa diri dan lupa akan dirinya. 

Ini yang paling berbahaya, manusia harus berdamai dengan dirinya sendiri. Tanpa berdamai, susah bagi kita untuk menyelesaikan masalah. Konsekuensinya, kalau tidak lari dari masalah, tergerus oleh masalah, dengan kata lain terhempas dari persaingan hidup. Persaingan jangan dimaknai sebagai saling menjatuhkan, melainkan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berlomba dalam kebaikan, berarti tidak melakukan kecurangan. Bermain sepak bola tidak boleh ujug-ujug kita ambil bolanya pakai tangan, kita bawa lari sampai gawang, lalu kita masukan ke gawang lawan. Ini pasti kena kartu merah. Artinya, sama saja kita menambah masalah hidup kita yang sudah penuh masalah.

Dengan demikian, kita dituntut mengenal diri dan menjabat tangan sendiri. Dengan mengenal diri akan mengenal aturan, berarti apa? Kesadaran yang akan terlahir.“Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu” –seseorang yang mengetahui jati dirinya, maka ia akan mengetahui Tuhannya. Telah jelas bukan? Masalahnya pada diri kita sendiri, yang paling susah dari manusia itu merendahkan diri sendiri untuk menghantam kesombongan, dan mengeluarkan kewarasan untuk mengejek kearifan. Seringnya, kearifan kita berbarengan dengan kesombongan kita.

Mengenali diri praktiknya tidaklah mudah. Tidak setiap orang dengan sendirinya kenal terhadap kesejatian diri. Setiap orang bisa saja mengenali wajahnya melalui cermin atau foto, namun bukan itu maksudnya, ini perjalanan ke dalam diri. Kenapa orang buta yang tak pernah melihat wajahnya tapi mengenali dirinya, karena ‘menjabat tangan sendiri’ tidak hanya sekedar fisik, tetapi kedalaman jati diri. 

Diri adalah keakuan, atau ego, dan dalam bahasa Arab disebut nafs, pada hakikatnya bersifat transenden, dapat melewati batas-batas fisiknya yang bersifat materi yang terbingkai dalam ruang dan waktu tertentu. Karena itu, keakuan manusia bisa kembali ke masa lalu, seperti masa kanak-kanak atau masa remaja, meskipun saat ini sudah memasuki usia-usia lanjut. Demikian halnya juga dengan keakuan seseorang bisa berada di tempat lain meskipun sebenarnya ia berada di sini. Semua itu dimungkinkan terjadi, karena sifat transendennya ego itu sendiri. (Prof. Dr. Musya Asy’ari, Dialektika Agama untuk Pembebasan Spiritual, [Yogayakarta: LESFI, 2002]. Hlm. 4)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Memasuki diri, keakuan atau ego yang transenden diperlukan kemampuan untuk mengenali jati diri secara benar, yaitu dengan memahami, memasuki dan menyatu dalam substansi jati diri yang aktual, yang terbangun dari berbagai komponen yang membentuk suatu kepribadian dalam aktualitas tindakan atau karyanya, baik komponen yang fisik maupun komponen yang metafisik. (Prof. Dr. Musya Asy’ari: 2002)

Allah SWT Berfirman, “Dan Allah telah menyempurnakan bagimu nikmat zahir dan nikmat batin.” (QS. Lukman: 20). Dalam surat Adh-Dhariyat ayat 21, Allah berfirman, “Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya”. Selain itu, dalam Hadits Qudsi, “Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai,dan dalam mahligai itu ada dada, dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya, dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad), dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf), dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr), dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku kata Allah.”

Dengan demikian, mengenali diri selalu bersifat ke dalam dirisebagai manhaj/metode memahami Tuhannya, agar kita tidak lupa bahwa kita adalah manusia, tidak sepantasnya berlaku seperti Tuhan. Manusia diciptakan tidak lain untuk beribadah kepada Allah. Dengan demikian, proses perjalanan ke dalam diri harus dengan penghayatan yang mendalam, jujur akan setiap tindakan dan tidak boleh merasa benar.

Dalam perspektif tasawuf, yang dimaksud dengan diri manusia (al-nafs al-insaniyah) bukanlah diri dalam pengertian fisiologi yang bersifat kebendaan (maddi), atau diri sebagaimana dipahami dalam psikologi yang lebih bersifat kehewanan. Tetapi diri yang dimaksudkan oleh ahli tasawuf ialah diri asali manusia yang secara fitrahnya (human nature) mempunyai kecenderungan menyembah Allah Taala. Konsep fitrah dalam Islam menuntut bahwa manusia dari segi sifat dasarnya adalah beragama tauhid.

Menurut al-Qur’an, sejak awal penciptaan Adam sudah terdapat perjanjian (mithaq) dan kesaksian (syahadah) daripada jiwa manusia, hanya Allah yang merupakan Tuhan sebenarnya, tiada yang lain. (lihat QS. Al-A’raf: 172). (Abdul Rahman Haji Abdullah, Wacana Falsafah Ilmu: Analisis Konsep-konsep Asas dan Falsafah Pendidikan Negara [Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd, 2005]. Hlm. 89-90)

Sebab itu, orang yang sudah mampu mengenal dirinya, selalu digambarkan sebagai sosok yang arif, bijaksana, suka menolong, dan penuh pesona kebaikan. Berbeda sebaliknya, orang yang masih jauh akan pengenalan diri, hidupnya belum berdamai dengan siapapun, ia arogan, sembrono, dan semaunya sendiri.

Zaman now, kita banyak menemukan orang yang semaunya sendiri. Kemaren, ada seorang suami menembak istrinya, kejadian ini aneh bin ajaib. Saya tidak tahu masalahnya apa, namun tidak ada prinsip kemanusiaan satu pun yang mengizinkan seseorang membunuh, apalagi istrinya sendiri. Sebelum-sebelumnya, ada kejadian anak membunuh orang tuanya, orang tua membunuh anaknya, dan ada orang tua memperkosa anaknya. Orang-orang ini maunya apa?

Kalau boleh usul, Indonesia dengan berbagai macam kegaduhannya, harus ada pembersihan jiwa nasional (Tazkiyyat al-nafs) atau penyucian hati nasional (tasfiyah al-qalb). Jangan hanya patah hati saja yang nasional, tapi pembersihan diri juga harus digerakan secara nasional. Yang disayangkan, setiap aktifitas keagamaan ada muatan politiknya, bukannya jadi bersih malah semakin kotor (baca: gaduh). Lantas bagaimana?

Pembersihan jiwa dan hati nasional, bukan berarti berkumpul sampai mengumpulkan puluhan juta atau ratusan juta orang, tidak. Melainkan, tumbuh kesadaran dari setiap individu, kelompok, organisasi, dan pemerintahnya juga, untuk satu sama lain saling mengingatkan, menjaga sikap, menjaga lisan, menjaga tulisan, menjaga ujaran, dan meminimalisir semua tindakan yang dapat menyulut perpecahan. Minimal, satu sama lain dari kita mau bercermin dan berintrospeksi diri. 

  

Menjalin kesatuan umat seperti itu memang tidak mudah, kalau begitu alternatifnya adalah melalui jalur pendidikan: sekolah, pesantren, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Atau melalui mushola-mushola, dimana peran kiai kampung, memberikan pemahaman terhadap anak didiknya yang mengaji. “La yu’minu ahadukum hatta yuhibbu liakhihi kama yuhibbu linafsihi”—tidak beriman seseorang hinga ia dapat mencintai saudaranya seperti ia mencitai dirinya sendiri. “Al fitnatu asyaddu minal qatli”—fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. “Inna ba’dla zanni ismun”—sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. 

Penulis adalah Pembaca Setia Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Aswaja, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Pemerintah Daerah Banten, sebagai daerah provinsi yang masih muda, untuk menjaga aset Banten dari investor asing. Banten merupakan satu dari daerah industri potensial di Indonesia.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum PBNU dalam sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten di jalan raya Jakarta, Kemang, Kota Serang, Rabu (30/1) Sore.

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Di hadapan sedikitnya 4000 warga NU Banten, Kang Said menyatakan, penjagaan aset bukan berarti menutup diri dari para pemodal asing. Dia menegaskan, penerimaan para investor harus ditimbang dengan matang. Jajaran PWNU dan banom NU Banten terlihat duduk di barisan depan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jangan sampai para investor asing itu mengeruk kekayaan Banten habis-habisan karena ketidakcermatan,” tegas Kang Said di hadapan hadirin, termasuk Hj. Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten.

Nahdlatul Ulama mengajarkan keterbukaan dengan siapa saja. Tetapi, keterbukaan tidak bersifat mutlak. Keterbukaan termasuk bagi pemodal asing, harus dibatasi oleh kemaslahatan khususnya bagi masyarakat Banten, tambah Kang Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Kang Said, Daerah Banten memiliki kekayaan alam dan sumber perekonomian yang luar biasa. Sejumlah aset disebutkan seperti Lapangan Udara Internasional Sukarno-Hatta, Pelabuhan Merak, industri baja di Cilegon, dan ratusan pabrik pada sejumlah titik kawasan industri Banten.

Kalau kontrak perjanjian dengan investor asing lebih menguntungkan mereka, maka kesalahan tersebut akan mencelakai warga Banten. Padahal, mayoritas warganya adalah nahdliyin. Dan, Nahdliyin Banten akan bernasib seperti warga Papua di wilayah Freeport atau warga Kalimantan di sekitar korporasi Newmont, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Ini Penjelasan Soal Kriteria Perempuan Haid

Banyuwangi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Banyuwangi ? menggelar acara pengajian fiqih kewanitaan.? Ngaji kitab ‘ Fiqih Muhimmatun Nisa’ ini, diasuh oleh Ust Ahmad Surur di gelar di lantai II Aula Kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (20/06) malam.

?

Ini Penjelasan Soal Kriteria Perempuan Haid (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Soal Kriteria Perempuan Haid (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Soal Kriteria Perempuan Haid

Dalam keterangannya, Surur menyampaikan ada lebih dari tiga tipologi perempuan saat kondisi haid. Pertama Mubtada Ghoirul Mumayyizah, yaitu wanita yang pertama kali mengalami Haid sedang ia tidak mengetahui dan tidak dapat membedakan jenis-jenis darah haid.

?

"Kedua ialah Mubtada Mumayyizah mereka perempuan yang baru pertama kali Haid dan mampu membedakan jenis-jenis darah. Karena jenis darah orang perempuan disini ada yang kriteria kuat dan ada pula yang lemah," jelas Surur dihadapan puluhan kader-kader NU Kecamatan Banyuwangi.

?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Jenis kedua ini biasanya sejak dini seorang ibu telah memberikan pelajaran haid terlebih dahulu kepada anak-anak wanitanya. Ini suatu kebanggaan tersendiri, jika memiliki orang tua yang alim," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

?

Adapun yang ketiga, imbuh Surur, Mutada Ghoiru Mumayyizah. Yakni seorang wanita yang sudah pernah haid, sedang wanita tersebut masih belum dapat membedakan jenis-jenis darah haid.

?

"Mutada Mumayyizah adalah tipe haid wanita yang keempat. Jadi wanita tipe seperti ini adalah tipe wanita sholehah. Karena mereka sudah pernah mengalamai haid dan dia tahu hukum, kebiasaan, serta dapat membedakan mana jenis-jenis darah yang kuat ataupun lemah. Semoga dengan kalian mengaji pengajian secara rutin ini, menkadikan kalian semakin tahu dan paham masalah darah kewanitaan," jelas Surur.

?

Jenis orang yang bingung alias tidak tahu apa-apa tentang Haid dan sudah seringkali haid adalah jenis wanita yang kelima. Yakni yang disebut sebagai wanita Mutakhayyirah, kata Surur.

?

"Ini sering terjadi di kalangan wanita kebanyakan saat ini. Pokok keluar darah ia hukumi haid. Padahal ketika kita sudah mengtahui, tidak seperti itu kan. Adakalanya darah itu bisa jadi istihadloh. Karenanya wajib bagi seorang perempuan untuk mempelajari hukum-hukum darah haid," tegas Surur.

?

"Dan ketika sang suami dari wanita haid ini masih belum faham dalam wawasan darah kewanitaan. Maka, wajib atas suami yersebut untuk memberikan izin untuk belajar mengaji tentang masalah ini kepada sang istri," sambung Surur.

?

Sementara Ketua PAC IPPNU Kecamatan Banyuwangi, Fitriyah menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk terus mengaji dengan istiqomah.

?

"Karena ilmu ini sangat dibutuhkan, kelak kalian para wanita menjadi seorang ibu. Begitu juga mereka dari rekan-rekan yang hadir akan menjadi seorang pemimpin atas istrinya," tandas Fitriyah.

?

Fitriyah berharap semoga dengan diskusi ini memberikan keberkahan. "Ya, saya berharap semoga acara ini terus berjalan dengan istiqomah. Karena kajian-kajian Syariat Islam seperti ini sangat dibutuhkan para pemuda-pemudi. Selain sebagai bekal esok mereka dewasa, juga sebagai pencerahan ilmu dari setiap amal untuk menambah keberkahan," tandas Fitriyah.

?

Kegiatan rutin pengajian fiqih ini dilaksanakan setiap malam Rabu. Dan dimulai setelah sholat Isya’. Namun ketika selama bulan ramadhan ini dilaksanakan saat usai sholat tarawih. (M. Sholeh Kurniawan/ Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Temanggung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Temanggung sebenarnya telah membudaya. Pada praktik kehidupan sehari-hari, kerukunan antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan. Hal tersebut harus terus dipupuk untuk mengantisipasi konflik dengan latar belakang agama.

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Hal tersebut disampaikan Bupati Temanggung, Bambang Sukarno pada resepsi HUT RI ke-68, yang diselenggarakan Jaringan GUSDURian dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung, Selasa petang (27/8). 

“Temanggung sudah terjalin dengan baik. Harus kita pupuk dan kembangkan,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, Dandim 0706/Temanggung, Letkol Inf Ganardyto Herry, Wakapolres Kompol Suwandi, Wakil Ketua DPRD Temanggung, Muhammad Amin, Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Abdul Arif. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dialog ini adalah salah satu cara untuk menjalin kerukunan tersebut,” paparnya.

Dalam kegiatan yang dimoderatori Abaz Zahrotien ini, menghadirkan dua pembicara, masing-masing Pendeta Darmanto Lemuel dan Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid.

Ketua panitia kegiatan, Andreas Kristianto, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan hubungan antar agama yang harmonis. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh agama yang ada di daerah penghasil tembakau ini.  

“Ini langkah awal menjalin toleransi,” papar pria yang calon pendeta GKI ini.

Alissa mengatakan, Indonesia diancam dengan adanya gerakan intoleransi yang semakin menguat dan masuk ke masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan pendampingan dan pengawalan yang kuat terhadap keragaman yang ada. 

“Indonesia dibangun atas keragaman, untuk itu harus dijaga dengan kuat, bagaimanapun caranya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menjaga keragaman merupakan tanggungjawab bersama seluruh unsur masyarakat. Dalam menjaga keragaman tersebut, peran serta masyarakat sangat dominan untuk membentuk tatanan sosal berdasarkan Pancasila. 

“Ancaman terbesar adalah perpecahan, untuk itu harus dijaga,” tandas putri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid ini. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Nasional, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Ponorogo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I dan Piala Bupati Ponorogo U-18 berlangsung meriah. Sebanyak 32 tim telah berlaga dalam babak penyisihan yang berlangsung selama dua hari, 25 dan 26 Agustus kemarin.

Dari hasil pertandingan yang digelar di empat lapangan sekaligus, Stadion Batoro Katong, Lapangan Seblabur, Lapangan Sumoroto, dan Lapangan Sukosari Babadan, sebanyak 16 tim kesebelasan berhasil lolos ke babak 16 besar.

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Sekretaris Pertandingan LSN Jawa Timur 1 Joko mengatakan, 16 tim akan berlaga dan memperebutkan tiket untuk melenggang ke babak selanjutnya, 8 besar. “Tim dari pesantren Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek lolos ke babak ini. Sedang tim dari Pacitan harus pulang terlebih dahulu,” ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan babak 16 besar kembali digelar pada Sabtu (27/8). Kesebelasan Pesantren Darul Huda Mayak melawan Pesantren Darul Ahkam Madiun. Sementara Pesantren Darul Ulum Magetan akan bertanding dengan Pesantren Arridwan Trenggalek. Kesebelasan Pesantren Hudatul Muna Ponorogo akan berhadapan dengan Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Madiun. Sedangkan tim Pesantren Al-Basmalah Madiun akan melawan kesebelasan Pesantren Al-Mujadadiyah Madiun. Mereka akan bertanding di lapangan Seblabur.

Di Stadion Batoro Katong Ponorogo, kesebelasan Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo berhadapan dengan tim Pesantren Al-Basyariyah Madiun. Pesantren Cokro Kertopati bertanding dengan Pesantren Ainul Ulum Ponorogo. Kesebelasan Pesantren Al-Hidayah Ngawi akan melawan tim Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ponorogo. Sementara kesebelasan Pesantren KH Syamsuddin akan berhadapan dengan tim Pesantren Wisma Whisnu Madiun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu selama dua hari, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal memantau di beberapa lokasi. Kemeriahan begitu terasa di lapangan pertandingan. Setiap tim yang bertanding didukung pendukungnya masing-masing. Mereka yang merupakan para santri itu meneriakan yel-yel khusus dan lantunan shalawat serta bait-bait Nadham Alfiyah dan Nadham Imrithi. Alhasil selama pertandingan berlangsung suasana di lapangan menjadi lebih meriah dan kondusif.

Selain itu pula, Anggota Banser dari GP Ansor Kabupaten Ponorogo disiagakan di setiap lokasi pertandingan. Mereka bertugas menjaga keamanan jalannya pertandingan Liga Santri Nusantara. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Santri, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Keraton Yogyakarta menggelar upacara Grebeg Syawal, Kamis (8/8). Ratusan warga yang mengikuti acara tersebut berebut Gunungan Lanang yang merupakan sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 1 Syawal 1434 Hijriyah.

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Pihak Keraton mengeluarkan tujuh buah gunungan yang terdiri dari tiga Gunungan Lanang (putra), dan tiga Gunungan Estri (putri) serta satu Gunungan Awohan (buah). Tujuh gunungan yang terdiri dari buah-buahan dan hasil bumi lainnya dihantarkan dari Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman dan Kepatihan mulai pukul 10.00 WIB.

Selanjutnya gunungan yang dikenal dengan nama Gunungan Lanang ini akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir. Menurut kepercayaan, mereka yang berhasil memperoleh hasil bumi dari gunungan akan mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Diantara warga yang hadir, Jaya, menuturkan dia rutin mengikuti acara ini setiap tahunnya. "Saya selalu mengajak anak dan istri saya agar nanti tetap bisa nguri-uri kebudayaan dan bisa menjadi pembelajaran bagi anak saya juga," ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun ini tidak lepas dari pengaruh Islam di Jawa. Grebeg ini merupakan wujud ucapan terima kasih pada Tuhan karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan, juga sebagai ritual dalam menyambut tahun baru Hijriah atau Islam.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, PonPes, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

Padangpariaman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Pariaman Satria Efendi ditetapkan sebagai tuanku pada pengangkatan tuanku di pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah (MMI) Sungai Asam kecamatan 2 X 11 VI Lingkungan, Padangpariaman, Sabtu (7/6). Satria dikukuhkan dengan gelar Tuanku Kuning.

Gelar Tuanku dikukuhkan setelah Satria Effendi menempuh pendidikan di MMI selama 6 tahun. Normalnya, gelar itu rata-rata dikukuhkan setelah santri menempuh pendidikan selama 10 tahun.

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Tuanku Dikukuhkan Untuk Ketua PMII Pariaman

“Alhamdulillah saya menyelesaikannya lebih cepat. Ini berkat dukungan pimpinan pesantren MMI BuyaTuanku Musawir Tuanku Kuning, para guru senior, dan keluarga,” kata Satria Effendi menambahkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wakil pimpinan pesantren MMI Syafrizal Tuanku Bagindo  mengingatkan tuanku yang baru dikukuhkan ini agar selalu memperhatikan larangan bagi seorang tuanku. Di antaranya, ulama tidak boleh digaji, profesi yang harus dijalani dalam keseharian harus pula sesuai dengan status tuanku yang disandangnya. Tetap menjaga adab sebagai seorang tuanku. Pihak keluarga pun diminta menjaga muru’ah tuanku yang disandang anaknya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini penting ditekankan kepada setiap tuanku yang sudah diangkat dan dikukuhkan. Jangan sampai sikap, perilaku, dan adabnya, sama saja dengan sebelum diangkat jadi tuanku. Kita berharap, para tuanku mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang dimilikinya di tengah masyarakat. Perannya sudah ditunggu untuk turut berperan memperbaiki akhlak umat,” kata Syafrizal Tuanku Bagindo.

Mantan Ketua PMII Kota Pariaman Zeki Aliwardana mengatakan, pengukuhan ini semakin memperkuat perjuangan PMII Kota Pariaman dalam mengawal nilai-nilai Islam Aswaja yang rahmatan lil alamin.

“PMII organisasi yang berpahamkan Aswaja memang harus banyak yang berbasis pesantren. Sehingga memudahkan kadernya untuk terus berkomunikasi dengan para tuanku, ulama khas Pariaman ini,” kata Zeki yang kini diamanahkan Ketua GP Ansor Padangpariaman.

Pengukuhan dihadiri pimpinan pesantren MMI Musawir Tuanku Kuning dan ratusan undangan yang terdiri atas alumni, orangtua, keluarga, dan masyarakat sekitar pesantren. Selain Satria,  3 rekan lain menerima gelar. Defri Tanjung bergelar Tuanku Marajo berasal dari Barangan, Lurah Ampalu. Fuad Jamal bergelar Tuanku Sidi berasal dari Bungo Tanjuang Sungai Geringging. Dedi Sulhendra bergelar Tuanku Sinaro berasal dari Sungai Putih Sungai Geringging. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Pendidikan, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Asep Irfan Mujahid menjelaskan bahwa ada tiga yang akan menjadi titik pijak dalam memimpin IPNU selama tiga tahun ke depan.?

“Melaksanakan apa yang menjadi mandat kongres, itu yang pertama. Yang kedua, menjabarkan visi misi saya (ketika menjadi calon Ketua Umum IPNU dulu), dan merangkum masukan dari rekan-rekan pusat dan daerah,” tutur Asep kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal saat diwawancarai di Kantor IPNU Lantai 5 Gedung PBNU.

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Menurutnya, ketiga hal tersebut akan diwujudkan ke dalam beberapa agenda seperti penguatan organisasi dan kaderisasi. Ia berupaya untuk menerbitkan beberapa regulasi untuk mendorong adminsitrasi yang tertib dan menjadi pedoman tata kelola administrasi di berbagai tingkatan. ? ?

“Adapun untuk membangun disiplin organisasi, kita menekankan kepada seluruh unsur pimpinan untuk senantiasa melakukan penguatan dan pengembangan sayap-sayap IPNU,” katanya.

Selain itu, laki-laki asal Ciamis tersebut akan memperkuat dan membangun kembali tata nilai kaderisasi. Ia akan menekankan pada format pelaksanaan kaderisasi yang berbasis pada doktrin Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah menerapkan nilai-nilai aswaja pada kader-kader IPNU. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau berbicara doktrin itu tidak ada tawar menawar. Ini qunut, ini tahlil, faidahnya dan dalilnya ini. Berbeda kalau bicara pada tataran ideologi ideologi. Kalau ideologi kan kerangkanya, kenapa ini bisa qunut? jadi akan semakin mengembang kajiannya,” papar Asep.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah ini menjadi nafas besar, landasan besar dari pelaksanaan kaderisasi IPNU selama tiga tahun ke depan,” lanjutnya.

Asep menilai bahwa kaderisasi secara formal adalah tugas dan tanggungjawab bersama pengurus baik tingkat pusat maupun daerah. Ia menyerukan kepada pimpinan IPNU yang ada untuk mengadakan dan memperkuat sektor kaderisasi. ?

“Jadi ini (kaderisasi formal) bukan hanya tugas pusat atau daerah saja. Ini tugas kita semua,” pungkasnya. ? ?

Agenda terdekat yang akan dilaksakan PP IPNU adalah Rakornas (Rapat Kordinasi Nasional) organisasi dan kaderisasi. Tujuan dari agenda ini adalah untuk merapihkan kembali metode yang berkaitan dengan tata kelola organisasi dan kaderisasi serta mensinkronisasikan program-program antar Bidang dan Lembaga IPNU. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Daerah, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa

PBNU Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan Islam Nusantara adalah Islam yang menjadi inspirasi budaya, menjadi semangat nasionalisme dan cinta tanah air, serta menghormati keragaman.

“Tolong jangan dipahami mazhab baru, aliran baru, tapi tipologi Islam, Islam Nusantara adalah Islam pesantren, Islam para Wali Songo,” katanya pada pidato pembukaan Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (24/7).

Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Kiai Kampung Jaga Kepribadian Bangsa

Pleno yang diadakan di Kempek ini, katanya, sangat tepat momentumnya karena saat ini umat Islam dunia kehilangan kepribadian. Islam Timur Tengah tidak mampu menghadapi globalisasi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut kiai lulusan Pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini, bahwa Islam Indonesia sampai saat ini masih memiliki kepribadian. Hal ini tidak lepas dari peran penting dari kiai-kiai NU di desa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Meskipun kadang kualitas ilmunya sederhana, kata dia, kiai NU yang ada di desa berfungsi dan berperan dalam kemasyarakatannya, risalahnya sangat berfungsi. Bangsa Indonesia aman, tenteram, disamping peran besar kepolisian, juga kiai-kiai seperti itu.

“Islam Nusantara ternyata telah teruji merawat, membimbing masyarakat berbudaya, dan berkepribadian. Mereka tidak mengajarkan perang saudara untuk mencapai tujuannya. Islam Nusantara mampu menjaga keutuhan NKRI. Tidak ada kiai NU di kampung begini caranya ngebom,” jelasnya pada rapat bertema “Meneguhkan Islam Nusantara Menuju Kemandirian Ekonomi Warga”.

Tapi justru kiai NU, mengajarkan jangan bertengkar dengan sesama, jangan konflik, harus sabar, dan besar hari. Kiai kecil di kampung tersebut membangun karakter bangsa dan kepribadian. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Karnaval batik Lasem yang rencananya digelar Jum‘at mendatang (18/10) turut meramaikan haul para syekh Rembang Jawa Tengah. Batik tulis Lasem akan dipamerkan dalam pesta rakyat.

Batik tulis lasem adalah batik asli asal kota Rembang ? yang menjadi kebanggaan warga kota Lasem. Batik-batik ini akan dipamerkan dengan produk-produk yang dimodifikasi dari barang bekas.

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh

Karnaval Batik Lasem sengaja digelar sebagai ajang perkenalan masyarakat tentang batik tulis asal Kecamatan Lasem.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Panitia Pandu mengatakan pihaknya bekerjasama dengan SMK Umar Fatah untuk membuat kostum modifikasi yang akan dipamerkan. Perpaduan produk barang bekas dan batik diolah menjadi aksesoris.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hingga kini, lanjut pandu, sudah ada sekitar 50 kostum batik yang sudah terkumpul dan siap dipamerkan pada 18 Oktober mendatang.

Menurut pandu, adanya ide untuk mengangkat batik tulis Lasem melalui acara haul tahunan yang biasa dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di pulau Jawa.

“Batik tulis Lasem yang sudah dimodifikasi dengan suatu bentuk dan barang tidak kalah menarik dengan busana atau pun produk lain merk luar negeri. Menurut pandu harga dari batik tulis Lasem sendiri cukup relatif terjangkau, apalagi masyarakat Lasem masih aktif dalam memproduksi batik tulis,” kata Pandu.

Kali ini, kata Pandu, hasil karya anak SMK akan dipamerkan. Mereka generasi penerus yang akan melanjutkan para perajin batik tulis Lasem pada tahun-tahun berikutnya. Batik tulis Lasem sangat pantas dipakai kalangan muda, dewasa, dan orang tua. Tak heran jika komunitas pecinta seni dan sejarah mempunyai inisiatif untuk memamerkan hasil karya masyarakat Lasem. (Ahmad Asmu’i/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Sunnah, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Jenazah Bayi yang Meninggal Sebelum Dipotong Ari-arinya

Masyarakat kita cukup akrab dengan istilah ari-ari. Organ yang dalam bahasa medisnya disebut plasenta ini terdapat di dalam rahim yang terbentuk sementara saat terjadi kehamilan. Plasenta berfungsi menyalurkan nutrisi dan oksigen pada janin, juga membuang zat sisa dari darah bayi. Ari-ari juga mampu mengadaptasi suhu janin agar sesuai dengan yang dibutuhkan, serta menghadang infeksi internal.

Bayi sangat membutuhkan ari-ari karena melalui organ itu ia mendapatkan asupan makanan dan keperluan lainnya yang menunjang keberlangsungan hidup dirinya. Ketika bayi lahir, ari-ari tak dibutuhkan lagi dan karenanya dipotong lalu dikubur dalam tanah.

Jenazah Bayi yang Meninggal Sebelum Dipotong Ari-arinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenazah Bayi yang Meninggal Sebelum Dipotong Ari-arinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenazah Bayi yang Meninggal Sebelum Dipotong Ari-arinya

Dalam beberapa kasus, kadang bayi lahir dan meninggal dunia ketika ari-ari (masyimah) belum diputus. Pertanyaan lalu muncul seputar cara merawat jenazah si bayi: apakah ari-ari tersebut dipotong baru kemudian jenazah dikebumikan atau ari-ari dibiarkan menempel saja lalu dikubur bersama tubuh si bayi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ari-ari bayi tetap sejatinya adalah bagian dari organ manusia meskipun ia dipotong lalu dibuang saat bayi dilahirkan. Sebab, plasenta diputus bukan karena ia datang dari luar (bukan bagian dari organ manusia) melainkan karena sudah tak dibutuhkan lagi perannya. Karena bagian dari tubuh manusia maka—dari sudut pandang fiqih—ia sesungguhnya suci dan cara diperlakukan sebagaimana tubuh manusia lainnya, termasuk saat menjadi mayat.

Persoalan tersebut pernah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-3 di Surabaya pada 28 September 1928. Muktamirin berpendapat bahwa plasenta tidak perlu dipotong bahkan harus dirawat bersama-sama jenazah si bayi karena ia berstatus hukum suci.

Kesimpulan ini dilandaskan pada pendapat dalam Hasyiyah al-Syirwani:

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bagian yang terpisah seperti ari-ari yang terdapat pada bayi, jika berasal dari manusia hukumnya suci, sedangkan dari selain manusia hukumnya najis. Adapun bagian yang terpisah setelah kematiannya, maka hukumnya seperti jenazahnya tanpa ada perbedaan pendapat. (Abdul Hamid al-Syirwani, Hasyiyah al-Syirwani ‘ala Tuhfah al-Muhtaj [Beirut: Dar al-Fikr, 1418H/1997 M], Cet. I, Jilid I, h. 318).

Dengan demikian, bayi yang lahir dalam kondisi meninggal dunia tak usah buru-buru memotong ari-ari selayaknya bayi hidup, lalu dikubur secara terpisah. Ari-ari atau plasenta sebagaimana organ tubuh lainnya dibiarkan melekat lalu dikubur bersamaan dengan jasad si bayi. Wallahu a’lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

NU Sudan Gelar Seminar Internasional Bahas Metodologi Fatwa

Khartoum, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan Sabtu (5/03) lalu menyelenggarakan Seminar Ineternasional bertajuk Metodologi Fatwa, dengan tema “Metodologi Fatwa Perspektif Majma’ Fiqih Sudan dan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama’.?

Bekerjasama sama dengan Majma’ Fiqih Sudan, sebuah lembaga nasional yang menangani perkara fatwa hukum Islam di Sudan, Seminar yang diselenggarakan di Aula Muktamar Holy Quran Society Khartoum Sudan ini menghadirkan narasumber dari Majma’ Fiqih pada bidang fatwa Syekh Muhmmad Ibrahim Muhammad Hamid sebagai perwakilan dari Syekh Prof Dr Ishom al Bashir, mufti Sudan yang dijadwalkan menjadi narasumber akan tetapi ? berhalangan hadir karena sedang sakit.?

NU Sudan Gelar Seminar Internasional Bahas Metodologi Fatwa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sudan Gelar Seminar Internasional Bahas Metodologi Fatwa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sudan Gelar Seminar Internasional Bahas Metodologi Fatwa

Sedangkan narasumber dari pihak Nahdlatul Ulama adalah Dr Muhammad Afifullah al Rifa’i, yang juga sebagai salah satu Mustasyar PCINU Sudan. Dan hadir sebagai Moderator Ribut Nur Huda, selaku ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama Sudan (Lakpesdam).

Acara yang berlangsung sekitar tiga setengah jam tersebut diawali dengan penampilan Jamiyyah Syifaul Qulub, grup Rebana PCINU Sudan. Kemudian pembukaan dari pembawa acara, setelah itu pembacaan ayat suci al Quran dan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh H. Sidik Ismanto Rais Syuriah PCINU Sudan. Dan sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Djumara Supriadi yang mewakili Duta Besar RI untuk Sudan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Aula Muktamar yang berkapasitas kurang lebih seratus tujuh puluhan orang tersebut penuh dengan peserta yang hadir dari berbagai Negara selain dari Indonesia sendiri, seperti Syria, Thailand, Filipina, Sudan, Nigeria, Somalia dan Negara Afrika yang secara umum adalah kalangan Mahasiswa. Adapun WNI yang hadir adalah sebagian staf KBRI Sudan, perwakilan PPI Sudan, delegasi kekeluargaan yang terdapat di Sudan dan seluruh warga Nahdliyin Sudan.?

Seminar yang bertepatan dengan rangkaian Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama oleh PCINU Sudan, juga sebagai penutupan proyek kajian mingguan Lakpesdam tentang Metodologi Istinbath (Ushul Fiqih) Madzhab empat, yang mana makalah hasil kajian tersebut akan dibukukan di akhir periode.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Narasumber pertama Syekh Muhammad Ibrahim menyampaikan bahwa Indonesia dan Sudan sama-sama memegang madzhab tasawuf. Dia yang pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 2011 ke PBNU Jakarta atas nama oraganisasi Darul Arqom Sudan mengenal dengan baik oraganisasi NU di Jakarta. Disamping itu dia juga menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi terbesar di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Menurutnya jumlah warga NU jauh lebih banyak dari jumlah penduduk Sudan sebanding dua kali lipat atau bahkan lebih. ?

“Saya telah berkunjung ke Indonesia, dan juga ke Kantor Nahdlatul Ulama di Jakarta atas nama Organisasi Darul Arqam beberapa tahun lalu, dan saya melihat bahwa Nahdlatul Ulama adalah Organisasi Keagamaan terbesar di Dunia yang anggotanya melebihi penduduk Sudan dua kali lipat,” ujar Direktur Utama Organisasi Darul Arqam tersebut...

Fathoni, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal | Senin, 07 Maret 2016 19:02

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia agar melakukan tobat nasional. Karena bencana alam dan bencana sosial yang datang bertubi-tubi menimpa negeri ini sudah di luar kemampuan manusia lagi untuk menghentikannya.

“Menjauhi perbuatan yang langsung atau tidak langsung menyebabkan murka Allah, seperti melakukan kezaliman, kepalsuan atau kepura-puraan, kebohongan, pengrusakan kehormatan dan martabat sesama, pengrusakan keseimbangan alam, korupsi/keserakahan, pengkhianatan hukum, pengkhianatan terhadap amanat, menelantarkan penderitaan rakyat kecil dan sebagainya,” demikian salah satu butir seruan yang dibacakan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di hadapan wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (16/1)

PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional

Hasyim meminta seruan tersebut dapat disiarkan seluas-luasnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, hal tersebut bukan hanya untuk kepentingan NU semata, melainkan untuk kepentingan dan keselamatan seluruh bangsa. “Ini tidak hanya untuk NU, tapi untuk bangsa Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, PBNU menyerukan hal yang sama kepada warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Pimpinan tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Tanah Air itu meminta kepada seluruh nahdliyin untuk melakukan puasa sunnah tasu’a dan asyura yang dimulai dengan puasa sunnah mutlaqah sejak tanggal 1-10 Muharram 1428 H/20-30 Januari 2007. PBNU juga mengimbau sebanyak mungkin ber-istighfar dan membaca hauqolah (mohon kekuatan kepada Allah).

Hasyim menegaskan, segala persoalan yang menimpa bangsa Indonesia saat ini adalah akibat dari perbuatan dan kesalahan yang dilakukan bersama-sama. Oleh karenanya, untuk mengakhiri hal itu semua dan permohonan ampun terhadap Tuhan harus dilakukan secara bersama-sama pula.

“Koruptor kecil dikejar-kejar, sementara koruptor besar digelarkan karpet merah (tanda penghormatan), illegal logging, kelaparan jamaah haji, hilangnya pesawat Adam Air, kasus lumpur Lapindo yang sampai saat ini belum selesai, dan lain sebagainya, semuanya adalah kesalahan kolektif kita sebagai bangsa,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu. (rif)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Persatuan Guru Nahdlatul Uama (Pergunu) bekerjasama dengan Universitas Islam Nusantara (Uninus) memberikan beasiswa pascasarjana S2 dan S3 bagi guru-guru NU kuliah di Uninus. Beasiswa tersebut berbentuk parsial, sehingga para guru NU hanya membayar 50 persen dari biaya kuliahnya.

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

"Beasiswa ini dimulai pada masa perkuliahan tahun akademik 2016-2017 dengan jumlah mahasiswa S2 PAI sebanyak 87 orang, S2 Manajemen Pendidikan sebanyak 47 orang dan S3 Ilmu Pendidikan sebanyak 37 orang," papar Ketua PP Pergunu H Saepuloh, di ruang kerjanya, Kamis (20/9).

Saepuloh mengatakan untuk tahun akademik 2017-2018 beasiswa diraih oleh 104 orang untuk S2 PAI. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya.

"Sedangkan untuk S2 Manajemen Pendidikan dan S3 Ilmu Pendidikan masih dalam tahap seleksi dan akan diumumkan dalam waktu secepatnya," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terkait persyaratan mendapatkan beasiswa tersebut, Saepuloh menjelaskan calon mahasiswa penerima beasiswa harus mempunyai kartu tanda anggota (KTA) Pergunu, rekomendasi dari PW Pergunu, dan lolos seleksi akademik di Uninus.

Selain dengan Uninus, Pergunu juga menjalin kerja sama dengan Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto memberikan beasiswa penuh untuk program S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Beasiswa S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam di Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), ini beasiswa full yang meliputi biaya kuliah, uang makan, asrama, dan pengajian di pondok pesantren," tutur Saepuloh

Beasiswa mahasiswa IKHAC diberikan kepada 68 orang guru NU perwakilan dari semua provinsi, dengan ketentuan mendapatkan rekomendasi dari PW Pergunu atau PWNU serta siap tinggal di Pondok Pesantren Amanatul Ummah selama mengikuti pendidikan. (Awis Saepuloh/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah

Tegal, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal . Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal mengisi peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke-69 dengan menggelar kegiatan donor, Ahad ( 17/8). Kegiatan hasil kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Tegal ini berlangsung di kantor NU setempat, Jalan Ahmad Yani 21 Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

Ketua panitia, H Muslikh, mengatakan, donor darah merupakan wujud kepedulian warga NU terhadap masyarakat yang membutuhkan darah. Ia menilai aksi kemanusiaan ini penting dilakukan sebagai rasa kemanusiaan. “Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini,” katanya.

NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tegal Isi Hari Kemerdekaan dengan Donor Darah

Jumlah pendonor dalam aksi ini adalah 23 orang dari total yang calon pendonor mengajukan sekitar 50 orang. Kegiatan dimulai dari pukul 10.00 WIB.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasy’ari mengatakan, NU sekarang bukan hanya mengandalkan jamaah tetapi juga jam’iyah (organisasi). “Sekarang kita lihat kontribusi warga NU untuk bangsa dan negara. Untuk itu kita upayakan lebih di refleksi kemerdekaan ini mari kita tingkatkan kontribusi kita sebagai warga NU dan pengabdian kita kepad bangsa dan negara,” pesannya

Halal Bihalal

Aksi donor darah menjadi satu rangkaian dengan dengan acara halal bihalal para pengurus NU Tegal dari unsur lembaga, lajnah, maupun badan otonom (banom). Halal bihalal dihadiri ratusan warga NU Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihak panitia mengundang sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Arja Imroni? sebagai pembicara. Dalam tausiyahnya, ia mengatakan, masa depan NU itu berada di generasi muda. Jika NU tidak fokus terhadap generasi muda maka akan semakin sulit untuk mengembangkan NU di masa depan.

“Untuk itu saya berpesan agar NU Kabupaten Tegal tetap? memperhatikan itu, Maa’rif adalah salah pelopornya untuk memastikan masa depan NU,” pesan Arja.

Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman mengimbau warga NU untuk tidak terpancing dengan isu-isu nasional seperti ISIS. “Kita tetap jaga persatuan dan kesatuan umat jangan sampai kita menghabiskan tenaga terhadap hal-hal yang kurang semestinya diurusi (secara berlebihan) oleh NU,” imbaunya.

Pengasuh Pondoik Pesantren Al Abror Yamansari tersebut juga meminta agar warga NU bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan gedung serbaguna NU hingga tuntas.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh para pengurus dari PCNU Kabupaten Tegal, PWNU Jawa Tengah, MWC se-Kabupaten Tegal, badan otonom NU tingkat kabupaten dan hingga ranting. Bupati yang juga ketua satkorcab Banser Kabupaten Tegal, Enthus Susmano, beserta Wakil Bupati Tegal yang juga Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Umi Azizah juga datang dalam acara tersebut. (Abdul Muiz/Mahbib)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock