Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Karawang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi korban banjir di sejumlah titik, salah satunya di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Lokasi tersebut merupakan salah satu kecamatan terparah dari 16 kecamatan di Karawang yang terkena banjir.

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Karawang Bantu Evakuasi Korban Banjir

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Karawang, Ade Permana SH mengatakan, banjir di Karawang saat ini, merupakan banjir terparah dalam dua tahun terakhir akibat luapan Sungai Citarum. "Wilayah yang terkena banjir mencapai 16 kecamatan, dengan puluhan ribu rumah terendam dan empat orang yang meninggal dunia," katanya, Selasa (22/1).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Melihat kenyataan tersebut, pihaknya menerjunkan anggota Banser untuk membantu evakuasi korban banjir. Kegiatan yang dilakukan, mulai dari evakuasi korban, hingga memperbaiki tanggul yang jebol. "Anggota kita bergerak dengan cepat, bahkan salah satu anggota Banser yang menemukan dan membawa jenazah salah satu korban banjir untuk dievakuasi," ucapnya.

Selain bantuan tenaga, lanjut Ade, GP Ansor juga memberikan bantuan logistik untuk korban banjir yang disebar ke beberapa titik. Bantuan tersebut didapat dari hasil penggalangan anggota Ansor dan juga masyarakat. "Kita juga mengirim bantuan logistik untuk korban banjir," tuturnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena banjir di Karawang terjadi tiap tahun, Ade meminta kepada Pemkab Karawang, untuk bisa mengantisipasi datangnya banjir pada musim hujan tahun mendatang. "Carikan solusi yang tepat, agar banjir tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat kalau setiap tahun harus merasakan banjir. Tentunya, secara materi dan psikologis pasti terganggu," pungkasnya. 

Keterangan foto: Banser dan anggota Pramuka membantu mengangkut karung berisi pasir untuk menahan air di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Syariah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Oleh KH Yahya C. Staquf

Saya bukannya telah menjadi "kami-AFI-nen" sehingga menggebu-gebu membelanya. Posting saya kali ini, walaupun ada hubungannya dengan Afi, tapi fokus saya bukan pada Afi-nya sebagai pribadi. Saya terperangah pada bagaimana orang bisa membenci seorang anak-anak! Seumuran anak saya!

Mereka membeci anak-anak sedemikian rupa sampai-sampai membungkus kebencian itu dengan alasan keagamaan yang mereka buat-buat supaya terlihat sebagai "kebencian relijius" yang layak dibalas dengan pahala Allah Subhaanahu wa-Taaalaa. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Alangkah menakutkannya agama kebencian itu!

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Lihat di screen capture ini, bagaimana orang mengotak-atik nama anak --hatiku teriris setiap teringat bahwa ini cuma tentang seorang anak, seperti anakku dan anak kalian, yang kita semua ingin supaya kelak menjadi orang baik dan berguna-- itu supaya kelihatan punya makna yang batil:

"Apakah di akhirat ada surga?"

Lalu dihakimi sebagai ungkapan meragukan atau bahkan mengingkari keberadaan surga di akhirat. Itu pikiran keji yang tak mungkin terbit selain dari akar kebencian yang mewatak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertama, penterjemahan itu salah. Kalau diarabkan, kalimat itu akan menjadi:

? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Afii nihaaya(tin) faraadiisU?" Perhatikan: "U" (dlommah), bukan "A" (fathah), karena dengan terjemahan macam itu berarti kalimah "faraadiisu" secara gramatikal (nahwu) berkedudukan sebagai "mubtada muakhkhor" yang marfu, alamat rafa-nya dlommah (U), bukan fathah (A).

Kedua, itu cuma pertanyaan. Kalau jawabannya "naam" (iya), mau apa?

Husnudhdhon saya, "A" pada "Afi" itu bukan dari hamzah, melainkan dari ain. Jadi, arabnya:

? ? ?

"Aafi nihaaya(tan) faraadiisa"

Yang artinya: "Sentosakanlah (Yaa Allah) pada penghujung --akhirat-- (dengan karunia) sorga-sorga". "Nihaayatan" manshub sebagai "dhorof", "faraadiisa" (dengan fathah) manshub dengan beberapa wajah, salah satunya sebagai maful bih dari amil yang dibuang, taqdirnya: "urzuq (faraadiisa)".

Bahwa huruf "A" di situ tidak diberi apostrop sebagai tanda ain, itu kan biasa dalam nama-nama dengan tulisan latin. Seperti contoh nama Zaenal Maarif, misalnya. Kalau "a" pada "Maarif" itu dianggap hamzah, bukan ain, artinya jadi "Hiasan Bundelan-bundelan", bukan "Hiasan Pengetahuan-pengetahuan" sebagaimana --husnudhdhon saya-- dimaksudkan oleh pemberi nama.

Semoga Allah Subhaanahu Wa Taaala memelihara agama ini dari permainan orang-orang dengki yang menuntut pahala bagi kebencian mereka.









Penulis adalah Katib Aam PBNU. Tulisan tersebut merupakan status Facebook penulis sejam setelah diunggah di akun pribadinya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

Palu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5). Pada kesempatan itu, Presiden meminta kepada masyarakat Indonesia untuk berhenti dari saling memghujat, memfitnah, mendemo, demi keutuhan persatuan Indonesia.?

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

"Jangan lupa jaga persatuan kita. Kita ini saudara," katanya pada kongres bertema "Meneguhkan Konsensus Negara untuk Indonesia Berkeadaban" yang berlangsung 15-19 Mei itu?

Menurut presiden yang akrab disapa Jokowi itu, jika masyarakat terus-terusan saling menghina, menghujat, dan mendemo, maka Indonesia tidak maju-maju, jauh tertinggal dari negara-negara lain.

"Habis energi kita kalau terus-terusan pada hal-hal kaya ini," katanya.

Jokowi mengingatkan bahwa, perbedaan yang ada pada Indonesia baik dari segi agama, suku, bahasa dan yang lainnya merupakan hukum dan takdir Tuhan yang harus disyukuri.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? "Kita memang berbeda, kita beraneka ragam. Tapi inilah kekuatan kita," katanya.?

Jokowi didampingi Menko PMK Puan Maharani, Gubernur Sulawesi Tengah Loki Janggola, dan ketua Umum PB PMII Aminudin Maruf membuka kongres dengan menabuh bedug.?

"Dengan mengucapkan bismillahirrahim. Kongres Ke-19 dibuka, " ujar jokowi diikuti menabuh bedug.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tampak hadir kabinet kerja seperti Menpora Imam Nahrawi, Menristekdikti M. Natsir, Menakertrans Hanif Dakiri, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan lain-lain. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Kuningan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat Banser adalah kelompok muda Nahdlatul Ulama gagah berani yang bertugas untuk mengawal para ulama. Banser juga merupakan “pendobrak” utama sejarah bangsa Indonesia.

“Secara kronologis, Banser didirikan sebagai bentengnya para ulama, kiai yang berhaluan ahlusunnah wal jamaah. Karenanya, Banser merupakan sebuah pilar kekuatan GP Ansor dan Nahdlatul Ulama serta bangsa Indonesia,” kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kuningan, Jawa Barat, Mup Muplihudin, dalam upacara pembaretan para anggota Banser Kuningan, Senin (2/4).

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser sebagai Bentengnya Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser sebagai Bentengnya Para Ulama

Setelah dua hari dididik dan dilatih di lapangan terbuka, 110 kader Satuan Kordinasi Cabang Banser Kuningan melakukan pembaretan. Pembaretan dilakukan secara simbolis oleh Bupati H Aang Hamid Suganda di halaman balai Desa Pajambon, Minggu (1/4).

Hadir pada kesempatan itu, Bupati H Aang Hamid Suganda, Sekda Drs H Momon Rochmana MM, Kadishub Drs Nandang Sudrajat, Kepala Bawasda Yeddi Chandra SH MH, Ketua Tanfidz PCNU KH Mahmud Silahudin, Ketua GP Ansor Mup Muplihudin dan ratusan Banser serta masyarakat sekitar.

Mup Muplihudin mengatakan, Banser merupakan semi otonom dari GP Ansor. Dimana kebijakan Banser tidak akan terlepas dari komando GP Ansor.

Proses kaderisasi Banser ke depan, kata dia, sangat ditentukan oleh baik tidaknya proses usaha saat ini. Sebab, diklat merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa diukur sesaat setelah kegiatan ini berlangsung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Insya Allah melalui proses kaderisasi yang matang dan terarah, Banser ke depan akan mampu menghadapi berbagai tuntutan masyarakat serta perkembangannya,” ujar Mup.

Sementara Bupati H Aang Hmaid Suganda mengakui, banyak sekali kiprah yang telah diberikan GP Ansor, baik melalui kegiatan sosial maupun kegiatan pembangunan di bidang lainnya. Sehingga, bermanfaat dan dirasakan berarti oleh masyarakat luas.(ksd)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Amalan, Nahdlatul, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf mengatakan karikatur The Jakarta Post yang dinilai menghina dan menyinggung Islam lahir dari cara berpikir islamofobia.

PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nilai Kartun The Jakarta Post Hina Islam

"Karikatur The Jakarta Post, apa pun alasannya, sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat apalagi dari sudut kebenaran keyakinan keagamaan," kata Slamet kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Slamet mengatakan islamofobia adalah sikap dasar yang berawal dari kebencian dan kecurigaan terhadap umat Islam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Slamet, munculnya karikatur ini menegaskan sikap terselubung yang selama ini dirasakan pembaca tentang kebijaksanaan redaksional surat kabar berbahasa Inggris yang terbit di Jakarta itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya melihat jelas karikatur itu adalah bentuk penistaan dan penodaan atas suatu agama yang memiliki penganut terbesar di negeri ini," tuturnya.

Publik Indonesia dikejutkan oleh pemuatan karikatur dalam The Jakarta Post edisi 3 Juli yang menyinggung umat Islam.?

Dalam karikatur tersebut ada beberapa unsur yang dinilai menghina dan menyinggung agama Islam, karena ? simbol dan tulisan-tulisan dalam karikatur itu adalah tulisan yang memiliki makna penting dalam akidah Islam.

Di dalam karikatur itu terdapat kalimat "Laa ilaaha illallaah" di atas gambar tengkorak, padahal kalimat itu mengandung kesaksian sekaligus penyerahan diri kepada kekuasaan Allah SWT.

Selain itu, juga terdapat lafaz Allah dan Rasulullah di dalam lingkaran tengkorak. Lafaz Allah dan Rasulullah adalah unsur akidah Islam paling fundamental.

Minta maaf

Setelah sebelumnya meminta maaf melalui situs berita daringnya, harian The Jakarta Post dalam edisi Selasa secara resmi menyampaikan permintaan maaf dan mencabut karikatur yang dinilai telah menghina dan menyinggung umat Islam.

Pernyataan tersebut dimuat di halaman pertama surat kabar berbahasa Inggris itu. Harian Jakarta Post menyebutkan bahwa pada karikatur yang dimuat di halaman 7 pada 3 Juli terdapat simbol-simbol agama yang dinilai telah menghina.

Harian tersebut menyatakan penyesalannya atas kesalahan penilaian yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk memfitnah atau tidak menghargai agama apapun.

Jakarta Post mengklarifikasi bahwa tujuan mereka terhadap karikatur itu adalah untuk mengkritisi pengunaan simbol-simbol agama secara umum, terutama dalam bendera kelompok ISIS di Irak dan Suriah, untuk melakukan tindak kekerasan bahkan terhadap sesama Muslim.

Di sisi lain, karikatur itu juga ditujukan untuk mengecam kelompok ISIS yang mengancam akan menyerang Kakbah di Mekkah yang menjadi salah satu agenda politiknya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Temanggung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Temanggung sebenarnya telah membudaya. Pada praktik kehidupan sehari-hari, kerukunan antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan. Hal tersebut harus terus dipupuk untuk mengantisipasi konflik dengan latar belakang agama.

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi Agama di Temanggung Terus Dipupuk

Hal tersebut disampaikan Bupati Temanggung, Bambang Sukarno pada resepsi HUT RI ke-68, yang diselenggarakan Jaringan GUSDURian dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung, Selasa petang (27/8). 

“Temanggung sudah terjalin dengan baik. Harus kita pupuk dan kembangkan,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi, Dandim 0706/Temanggung, Letkol Inf Ganardyto Herry, Wakapolres Kompol Suwandi, Wakil Ketua DPRD Temanggung, Muhammad Amin, Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Abdul Arif. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dialog ini adalah salah satu cara untuk menjalin kerukunan tersebut,” paparnya.

Dalam kegiatan yang dimoderatori Abaz Zahrotien ini, menghadirkan dua pembicara, masing-masing Pendeta Darmanto Lemuel dan Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid.

Ketua panitia kegiatan, Andreas Kristianto, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan hubungan antar agama yang harmonis. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan seluruh agama yang ada di daerah penghasil tembakau ini.  

“Ini langkah awal menjalin toleransi,” papar pria yang calon pendeta GKI ini.

Alissa mengatakan, Indonesia diancam dengan adanya gerakan intoleransi yang semakin menguat dan masuk ke masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan pendampingan dan pengawalan yang kuat terhadap keragaman yang ada. 

“Indonesia dibangun atas keragaman, untuk itu harus dijaga dengan kuat, bagaimanapun caranya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk menjaga keragaman merupakan tanggungjawab bersama seluruh unsur masyarakat. Dalam menjaga keragaman tersebut, peran serta masyarakat sangat dominan untuk membentuk tatanan sosal berdasarkan Pancasila. 

“Ancaman terbesar adalah perpecahan, untuk itu harus dijaga,” tandas putri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid ini. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Daerah, Nasional, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menghadapi Ujian Nasional (UN) awal April 2016, seluruh guru dan siswa kelas akhir SMAN 1 Jombang dibekali dengan motivasi spiritual. Bentuk kegiatan yang digelar mengikuti berbagai amaliyah nahdliyah. Mereka melangsungkan shalat dhuha, shalat hajat, istighotsah, tahlil dan shalawatan di lapangan basket sekolah setempat, Jumat (1/4).

"Karena meskipun kalian belajar giat dan rajin, tapi melupakan Allah, itu kosong," kata Kepala SMAN 1 Sih Wihartini. Ia mendorong semua siswa untuk mengikuti kegiatan dengan serius mulai dari awal sampai akhir.

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

"Kepada siapa lagi kita akan memohon pertolongan jika tidak kepada Allah," ujarnya di depan para peserta.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh guru agama Islam. Naskah istighotsah yang dibaca adalah susunan Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang KH Muhammad Romli Tamim yang juga dikenal sebagai mursyid tarekat Qadiriyah Naqshabandiyah. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegiatan seperti ini secara rutin digelar di SMAN 1 Jombang. "Biasanya kita gelar menjelang ujian, baik UN, UAS maupun UTS," kata Mukani, guru agama Islam sekolah tersebut.

Amaliyah nahdliyah ini dipilih, lanjutnya, karena terbukti sesuai dengan kultur masyarakat Jombang. "Juga diharapkan membekali mereka saat di peguruan tinggi nanti, karena di sana pasti banyak gempuran ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan kerangka NKRI," ujarnya.

Alumni Pesantren Seblak Jombang ini menjelaskan bahwa untuk siswa yang nonmuslim juga digelar peribadatan sesuai agama masing-masing. "Tempatnya di ruang perpustakaan," katanya.

Hal ini merupakan wujud dari sikap toleransi yang sudah menjadi kultur SMAN 1 Jombang. "Sikap ini sejalan dengan ajaran tasamuh dalam budaya NU," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dilakukan sekolah-sekolah lain. Di level SMA se-Jombang, kegiatan serupa sudah digelar di Masjid Agung Jombang, Selasa (29/3). Pesertanya adalah seluruh siswa akhir dari SMA se-Jombang baik negeri maupun swasta.

"Kegiatan ini diapresiasi positif oleh Wakil Bupati Jombang saat memberikan sambutan. Bahkan Wakil Bupati Ibu Nyai Mundjidah Wahab yang juga Ketua Muslimat NU Jombang meminta kegiatan positif ini dilanjutkan di sekolah masing-masing," pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Ulama-Umara Bersatu, Negara Makmur

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Negara yang aman, makmur sentosa dan gemah ripah loh jinawi merupakan impian semua orang baik dari penyelenggara negara ulama dan rakyatnya. Namun hal itu akan terwujud jikalau kedua unsur baik ulama dan umara bisa bersatu padu saling mengisi dan saling membutuhkan untuk kesejahteraan rakyat.

Ulama-Umara Bersatu, Negara  Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama-Umara Bersatu, Negara Makmur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama-Umara Bersatu, Negara Makmur

“Jika ulama dan umara termasuk tentara bersatu maka akan terbentuklah negara yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur, rakyatnya bisa konsentrasi bekerja, beribadah dengan tenang,” kata Habib Sholeh Al Jufri dari solo saat menyampaikan mauidhoh hasanah dihadapan para ulama, muspida dan prajurit TNI di Makodim 0716 Demak, Ahad (28/9) lalu.

Habib mencontohkan sistem yang dipakai para wali saat mendirikan pemerintahan Islam yakni kerajaan Bintoro Demak yang dilakukan oleh Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga yang dibantu para wali lainnya yang pada akhirnya mengangkat Sultan Fattah sebagai Raja pertama Kerajaan Bintoro Demak yang menguasai tanah Jawa tanpa adanya konflik apapun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sudah menjadi cita cita luhur para pendahulu menyatukan fisi antara ulama umara dari pusat sampai tingkat dusun yang sudah tertata rapi dengan pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang dibentuk TNI, kita tinggal menjaganya saja,”imbuh Habib Sholeh Al jufri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu komandan kodim 0716 Demak letkol CZI Ari Ariyanto merasa berterima kasih kepada para ulama se kabupaten Demak yang selama ini dianggap telah membantu menjadikan Demak jauh dari konflik sehingga aman,

“Kami merasa bersyukur bisa hidup ditengah tengah para ulama yang selama ini banyak membantu kami, sehingga prajurit saya dilapangan bisa bekerja dengan ringan karena panjenengan semua telah membantu,” tegas letkol CZI Ari Ariyanto

Pengajian umum yang diselenggarakan bareng forum komunikasi ulama umara Kabupaten Demak dengan Komando Distrik Militer 0716 Demak dalam rangka hari ulang tahun ke 64 ? Kodam IV Diponegoro dan Tentara Nasional Indonesia ke 69 bertempat di makodim 0716 Demak Ahad malam senin 28/9 dihadiri para ulama se Kabupaten Demak, ketua MUI KH Moh Asyiq, Muspida dan anggota prajurit Kodim 0716 Demak. Adapun rentetan acara semalam Itighotsah dipimpin KH zainal Arifin Maksum, tahlil KH Ghozali Ikhsan do’a penutup oleh pengasuh pesantren Futuhiyyah Mranggen KH Hanif Muslih. (A Shiddiq Sugiarto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Maros, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus MWCNU Biringkanayya Kota Makassar dalam waktu dekat akan mendata semua masjid di kecamatan Biringkanayya. Keputusan dalam rapat kerja di Villa Nahdliyyin Pucak Desa Purnakarya, Tanralili, Maros, Ahad (5/4) ini, diambil sebagai kerja jangka pendek untuk mengetahui gambaran riil kekuatan Aswaja NU di daerah Biringkanayya.

Agenda terdekat lainnya ialah pembentukan lembaga dakwah, lembaga amil zakat, infaq dan sadaqah, sarasehan pemantapan kader generasi muda NU, dan pembentukan lembaga ekonomi Nahdliyyin.

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Ketua MWCNU Biringkanayya H Abdur Razak Mustafa mengatakan, dalam rapat kerja ini pengurus hanya mengagendakan dan merumuskan sejumlah program yang dapat direalisasikan sebagai prioritas utama dalam waktu dekat sesuai kebutuhan umat dan masyarakat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kegiatan akreditasi masjid sengaja kami jadikan prioritas utama untuk mengukur keterlibatan orang-orang NU mengurus masjid di sekitar pemukimannya. Sejak awal ulama selalu memusatkan pembinaan umat di masjid,” kata Razak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan, kalau sekarang karakter berbangsa dan bernegara jadi persoalan besar di Indonesia tentu fungsi masjid sangat strategis dan harus mendapat perhatian, terutama di dalam menangkal gerakan radikal yang jadi kecemasan berbagai pihak.

Menurut Razak, gambaran ril jumlah masjid yang betul-betul diurus sepenuhnya oleh warga NU sangat dibutuhkan. Dengan begitu, akan terlihat bagaimana pelaksanaan ibadah dan kegiatan pengajian di masjid itu.

Kategori akreditasi masjid NU meliputi tiga hal. Kalau semua pengurus masjid itu orang NU, menjaharkan basmalah, qunut Subuh dan pengajian rutin kitab kuning, maka sudah bisa dipastikan masjid itu diberi sertifikat akreditasi A.

Sebaliknya, jika pengurusnya hanya bebarapa orang saja dari kalangan NU besar kemungkinannya hanya terakreditasi B atau C.

“Manfaat akreditasi masjid ini akan memudahkan pengurus NU dan ulama NU membuat peta dakwah dan pembinaan umat berdasarkan konsep Aswaja versi NU,” tandasnya.

Untuk mempercepat pekerjaan ini, pekan depan MWCNU Biringkanayya kembali menggelar rapat teknis yang diikuti pengurus lengkap MWCNU dan juga seluruh pengurus ranting sekecamatan Biringkanayya. (Abdul Jurlan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dana desa tahun 2016 berhasil membangun sepanjang 66.884 kilometer jalan desa, PAUD sebanyak 11.296 unit, dan Posyandu sebanyak 7.524 unit. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat menghadiri pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Gedung Wantimpres Jakarta, Senin (10/4).

Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes PDTT Beberkan Hasil Penggunaan Dana Desa 2016

Selanjutnya, dana desa (2016) juga berhasil membangun jembatan sepanjang 511,9 kilometer, pasar desa 1.819 unit, penahan tanah 38.184 unit, tambatan perahu 1.373 unit, air bersih 16.295 unit, sumur 14.034 unit, embung 686 unit, drainase 65.998 unit, irigasi 12.296 unit, Polindes 3.133 unit, dan MCK 37.368 unit.

"Sekarang laporan dana desa yang masuk baru 91 persen, lagi-lagi karena konektivitas. Dari jumlah ini (hasil dana desa) masih bisa bertambah lagi karena laporan belum 100 persen. Mudah-mudahan dengan adanya konektivitas laporan dan data bisa tepat waktu," ujarnya.

Terkait hal tersebut ia mengatakan, telah diberikan aplikasi dari KPK untuk membantu mempermudah proses pelaporan. Selanjutnya, ia juga meminta KPK untuk mengawasi penggunaan dana desa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Laporan yang masuk ke Satgas (Satuan Tugas) dana desa sekitar 200. Setelah dimasukkan ke KPK, tidak sampai 50 yang jadi perkara," ujarnya.

Menteri Eko mengakui, tingginya jumlah dana desa memang berisiko terhadap adanya kasus korupsi. Namun ia juga menegaskan, bahwa ? dana desa diawasi oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang penegakan hukum, Satgas, Kemenkeu, KPK, BPKP, NGO dan masyarakat, sehingga penggunaan dana desa akan benar-benar terpantau. "Karena masalah tansparansi ini penting," ujarnya. (kemendesa.go.id/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejak pertama lahir, pola pendidikan di pondok pesantren diakui mampu membentuk manusia seutuhnya. Artinya tidak hanya memahami ilmu agama Islam, tetapi lulusan pesantren mampu berkarya di segala bidang kehidupan secara mandiri. Inilah yang dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahwa pesantren merupakan sistem pendidikan paling komplit.

Djarot menyampaikan hal tersebut pada acara peluncuran legalitas Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada berbagai tingkatan seperti Ula, Wustho, dan Ulya oleh Kementerian Agama, Senin (1/8) di Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan ini, Kemenag memberikan SK izin operasional kepada 12 PDF pada tingkat Wustho dan Ulya di seluruh Indonesia.?

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub DKI: Pesantren adalah Sistem Pendidikan Paling Komplit

Djarot yang hadir bersama beberapa jajaran pejabat Provinsi DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Timur menegaskan bahwa pesantren tidak hanya fokus mengkaji ilmu agama melalui kitab kuning, tetapi juga mendidik santri berwirausaha dan menghadapi hidup secara mandiri. Hal ini yang menjadikan lulusan pesantren mempunyai dasar dan prinsip yang kokoh ketika terjun di tengah masyarakat.

“Tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar hidup, belajar bertoleransi dengan sesama, belajar saling tolong-menolong satu sama lain, mandiri dan bekerja keras yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan akhlak mulia, iman dan taqwa kepada Allah,” jelas pria asal Blitar ini saat menyampaikan sambutan.

Pendidikan di pesantren, lanjut Djarot, memungkinkan anak memiliki jiwa spiritualitas kokoh karena hari demi hari diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Ruang ini tidak akan dimasuki oleh hal-hal dan perilaku negatif karena santri selalu mengisinya dengan kegiatan keagamaan dan pembelajaran hidup.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Maka jangan heran ketika banyak anak sekarang mudah terjerumus pada perilaku buruk dan negatif karena terlalu banyak ruang kosong pada dirinya yang menyebabkan jiwanya juga kosong,” terang Djarot.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan terus ditempa dengan pendidikan positif dan kerja keras, Djarot yakin lulusan pesantren tidak akan lapuk di makan zaman. Karena santri sudah terbiasa hidup dengan apapun. Menurutnya, tantangan Islam ramah dan toleran yang dibawa para lulusan pesantren kini mendapat tantangan besar ketika mudahnya akses teknologi informasi yang kerap berisi paham keagamaan yang keras dan cenderung kaku. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Nasional, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri

Lampung Tengah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Menjaga NKRI tidak hanya dilakukan dalam bentuk jihad melawan teroris atau kelompok yang mengganggu atau mengancamnya. Namun, memperkuat bidang ekonomi dan kemandirian juga merupakan salah satu bentuk menjaga NKRI dari intervensi pihak luar.

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri

Demikian dikatakan Ketua Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) Muhammad Athoillah di depan para santri dan tokoh NU Lampung yang hadir pada Acara Workshop dan Seminar Santripreneur di Kalirejo Lampung Tengah, Sabtu (19/8).?

Gus Athoillah, begitu pria ini biasa dipanggil, menambahkan bahwa dalam rangka mewujudkan kemandirian tersebut diharapkan kedepan para santri tidak hanya mumpuni dalam bidang ubudiyyah dan diniyyah, tapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman dengan meningkatkan kapasitas dalam kemandirian ekonomi.

Menurutnya, tahun 2020 sampai dengan 2030, penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia remaja dan pemuda. Jika 60 persen dari jumlah pemuda tersebut tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran, Indonesia bisa goyah.

"Hal ini harus diantisipasi dan disiapkan dari sekarang untuk membekali para santri selangkah lebih maju, menjadi pengusaha dan punya akhlak dalam kemandirian ekonomi," kata Ketua Panitia Pusat Hari Santri Nasional (HSN) 2017 ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Oleh karenanya, dalam Peringatan HSN pada tahun ini lanjutnya, panitia mengangkat tema besar yaitu "Santri Mandiri, NKRI Hebat". Dengan tema besar ini ia berharap dapat memicu para santri untuk memiliki semangat usaha agar NKRI tidak goyah seperti Yunani akibat banyaknya pengangguran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan Ketua PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri yang hadir pada acara yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional tersebut.

"Semangat kemerdekaan dimulai dari Resolusi Jihad yang dikobarkan oleh para santri dan ditetapkan menjadi Hari Santri Nasional. Jadi untuk mengisi kemerdekaan dibutuhkan keterlibatan santri yang kuat secara ekonomi," ujarnya.

Kiai Sholeh menambahkan bahwa workshop yang digelar oleh RMI tersebut dapat menjadi jawaban bagi hal ini dengan mencetak kader santri yang kuat secara ekonomi dan sekaligus menjadi pengusaha yang akan memperkuat NKRI. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Banda Aceh, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banda Aceh merekrut anggota baru melalui "Masa Penerimaan Anggota Baru" (Mapaba) Sabtu 8-9 Oktober di Aula Gedung Dispora Aceh.

Pada pembukaan, kegiatan tersebut dihadiri PWNU Aceh, PCNU Kota Banda Aceh, IPNU Aceh, PKC PMII Aceh dan juga beberapa perwakilan dari Pengurus Cabang PMII se-Aceh.

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Mapaba bertema "Membangun Integritas, Mencetak Kader Pembela Bangsa Penegak Agama” ini diikuti 57 peserta dari mahasiswa dari UIN Ar-Raniry, UNSYIAH, USM dan UNMUHA.

Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmaluddin mengatakan, pengkaderan akan terus dilakukan karena kewajiban organisasi. "Pengurus Cabang sudah membentuk Tim Kaderisasi untuk mengawal berjalannya agenda pengkaderan yang dipusatkan di beberapa kampus," jelasnya.

Akmal berharap Mapaba tahun ini berjalan sebagimana yang diharapkan bersama. "Dengan ini kami sangat berharap, semoga kader-kader yang ada mampu membawa PMII Kota Banda Aceh lebih baik lagi ke depan," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Mabincab PMII Kota Banda Aceh, Tgk. Asnawi M. Amin berharap warga pergerakan menjadi garda terdepan menjaga nilai-nilai Aswaja yang sudah melekat dikalangan kader PMII.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak hanya itu, menurut dia, PMII hrus menggunakan rumus menerima nilai-nilai baru yang lebih baik sehingga menjadi kader militan berbasis intelektual yang siap memberikan kontribusi untuk Aceh khususnya dan Indonesia secara umum.

Setelah acara pembukaan selesai, para peserta disuguhkan dengan beberapa materi tentang Nilai Dasar Pegerakan (NDP), Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, dan materi-mater ke-PMII-an lainnya. (Fauzi Efend/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Judul: Dialog Problematika Umat

Penulis: KH. MA Sahal Mahfudz

Penerbit: Khalista Surabaya dan LTN PBNU

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Sosial Ala KH MA Sahal Mahfudh

Cetakan: I, Januari 2011

Tebal: xii+464 hal.

Peresensi: Ahmad Shiddiq *


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Orang mengenal Kiai Sahal sebagai sosok kiai yang bersahaja. Namun, di balik kesederhanaannya, pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati, Jawa Tengah ini memiliki keluasan ilmu yang jarang dimiliki oleh kiai kebanyakan. Tidak salah kalau kemudian dalam penelitian yang dilakukan Dr Muzammil Qomar, beliau disejajarkan dengan nama-nama besar semisal (alm) KH Achmad Shiddiq sebagai tokoh yang mempunyai pemikiran liberal. Bahkan? beberapa waktu yang lalu kiai bernama lengkap Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz ini di anugerahi Doctor Honoris Causa (Dr HC) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta karena keteguhannya dalam fikih Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Sahal adalah figur, pemimpin, ekonom, pendobrak kebekuan, kemunduran, kemiskinan, dan latar belakang. Sosok multidisipliner dan dinamisator kalangan pesantren serta Nahdlatul Ulama, dua lembaga yang membesarkan juga dibesarkannya. Sebagai ulama, Kiai Sahal tidak diragukan lagi kapasitas keilmuan agamanya, khususnya penguasaan terhadap kitab kuning atau al-turast al-islami. Kapasitas keulamaan ini terlihat dari karya yang sangat banyak meliputi berbagai aspek keilmuan.

Dunia pesantren maupun akademisi begitu memberikan apresiasi sekaligus kepercayaan kepadanya untuk bisa mentransformasikan keilmuan di berbagai tempat, termasuk lewat berbagai media yang telah memberikan kesempatan kepada beliau untuk mengisi rubrik khusus sebagai kolumnis maupun forum dialog atau bathsul masail, yang diantaranya menjadi buku ini.

Dengan pemikiran yang tajam, ia mampu memberikan solusi secara kronologis, jelas, transparan dan sistematis dari setiap problema umat yang disodorkan kepadanya. Disini dibahas tuntas problematika mengenai bersuci, shalat, puasa Ramadhan, zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, haji, rumah tangga, antara tuntutan ibadah dan rekayasa teknologi, akidah-akhlak, mengagungkan kitab suci, makanan, dan etika sosial.

Bagi Kiai Sahal, fiqh bukanlah konsep dogmatif-normatif, tapi konsep aktif-progresif. Fiqh harus bersenyewa langsung dengan ‘af al al-mutakallifin sikap perilaku, kondisi, dan sepak terjang orang-orang muslim dalam semua aspek kehidupan, baik ibadah maupun mu’amalah (interaksi sosial ekonomi). Kiai Sahal tidak menerima kalau fiqh dihina sebagai ilmu yang stagnan, sumber kejumudan dan kemunduran umat, fiqh justru ilmu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan riil umat, oleh karena itu fiqh harus didinamisir dan revitalisir agar konsepnya mampu mendorong dan menggerakkan umat Islam meningkatkan aspek ekonominya demi mencapai kebahagian dunia-akhirat.

Kontekstualisasi dan aktualisasi fiqh adalah dua term yang selalu dikampanyekan Kiai Sahal baik secara ‘qauli (teks) melalui acara seminar, simposium, dan sejenisnya. ‘kitabi (tulisan) dikoran, majalah, makalah, serta fi’li (tindakan) dalam bentuk aksi langsung di tengah masyarakat dengan program-program riil dan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam buku ini, jelas bahwa umat Islam sekarang dalam sebuah kebingungan menghadapi dunia modern. Dunia modern yang selama ini dibanggakan oleh masyarakat, ternyata malah menyisakan problem yang memprihatinkan. Dunia modern diagung-agungkan dengan berbagai kecanggihan informasi, transportasi, dan alat-alat teknologi lainnya ternyata gagal membentuk pribadi muslim yang luhur dan mampu mengorbankan serta pengabdian dirinya untuk masyarakat. Semua orang dengan bangga berkata sebagai orang modern, tetapi ternyata hatinya berpenyakit dan begitu menyedihkan bila ditinjau dalam segi agama.

Bagi Kiai Sahal, kebenaran sesuatu selain dari dalil-dalil naqliyah juga bisa berasal dari dalil aqliyah. Memang al-Qur’an dan al-Hadits merupakan sumber hidayah yang paling utama dan esensial bagi umat Islam. Namun peran akal juga tidaklah kalah penting. Dalam beberapa ayat, peran akal sangat istimewa bahkan orang-orang yang diberi ilmu derajatnya tinggi dihadapannya. Hasil pemikiran sains yang berkembang sekarang dapat kita jadikan sebagai petunjuk untuk mempertebal keimanan asalkan tidak bertentangan dengan ketetapan syariah. Dengan demikian, sains dan ilmu pengetahuan yang bersumber dari akal pikiran bukan bid’ah, atau kemusyrikan dan kekufuran. Bahkan sains dan ilmu pengetahuan diperintahkan Allah untuk dipelajari dan dikembangkan. Ini penting karena berguna meningkatkan kualitas hidup manusia dan bahkan bisa mempertebal iman.

Pergulatan panjang Kiai Sahal dalam lapangan fiqh sosial ini ternyata membawa perubahan besar dan dahsyat dalam lapangan pemikiran pesantren dan akademis? (perguruan tinggi), ekonomi kerakyatan, kebudayaan, kelembagaan (pesantren dan NU), dan politik kebangsaan. Dari kalangan peasntren, pemikiran progresif fiqh sosial Kiai Sahal mendorong santri dan Gus-Gus muda pesantren belajar secara mendalam ilmu usul fiqh dan mengembangkan untuk merespons tantangan modernisasi sekarang ini. Lalu muncullah pemikir-pemikir muda pesantren dan NU progresif, transformatif, dan inovatif, dan mereka jauh lebih berani keluar mainstream pemikiran NU, tetapi tetap dalam koridor ahlusunnah wal jamaah.



Dengan demikian, dilihat dari kacamata akademik pesantren Kiai Sahal mampu menyediakan informasi yang komprehensif dan cermat dalam menganalisis serta akurat dalam menyajikan jawaban-jawaban umat. Rais Aam PBNU ini, telah lebih maju dengan memberikan tawaran gagasan-gagasan segar terkait problematika umat dengan pengembangan qawaid ushuliyah untuk menjadikan fiqh sebagai bagian dari peradaban modern.

Wal-hasil buku setebal 464 ini dapat menjadi inspirasi kaum muda dalam mengembangkan lebih jauh gagasan-gagasan ulama sekaliber KH MA Sahal Mahfudz dan tentunya patut menjadikan buku ini, rujukan menemukan jawaban hukum Islam yang berkaitan problematika umat. Selain mudah dibaca oleh siapa saja, buku ini memberikan jawaban nuansa berbeda yang disesuaikan dengan zaman kontemporer. Waallahu a’lamu bi al-shawab.

*) Penulis Santri Pesantren Luhur Al-Husna dan Redaktur Pena Pesantren Surabaya Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Humor Islam, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Untuk mendorong partisipasi warga khususnya pemuda di bidang penganggaran, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Jepara mengadakan Pelatihan Perencanaan dan Pengaggaran Desa Inklusif, di Ruang Serbaguna DPRD Jepara, belum lama ini.?

Pelatihan itu membekali pemuda agar paham dan terlibat aktif dalam perencanaan penganggaran di desa. Pelatihan diikuti oleh beberapa elemen pemuda yaitu kader peduli desa, IPNU-IPPNU, PMII, Fatayat, dan lain-lain.?

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Dorong Pemuda Aktif dalam Penganggaran Desa

Para pemuda diharapkan mau kembali melihat desa sebagai lahan untuk belajar sekaligus mengabdi, serta mau terlibat dalam proses-proses krusial dalam membangun desa, khususnya di bidang penganggaran.?

Nur Rohmad, project officer program peduli dari Lakpesdam NU, Senin (26/09/16) mengatakan, hal itu harus ditunjang dengan kemampuan teknis yang memadai untuk berpartisipasi serta mendorong anggaran supaya inklusif. Anggaran yang mencerminkan terakomodirnya berbagai kepentingan dan tidak mendiskriminasi kaum-kaum minoritas, baik minoritas secara sosial, ekonomi, keyakinan, politik, budaya dan lain-lainnya.?

“Setiap warga desa terlepas apa pun latar belakangnya mempunyai hak yang sama untuk ikut dalam proses pembangunan di desa,” kata dia sebagaimana rilis yang dikirim kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Muhamadun, mewakili pengurus Lakpesdam PCNU Jepara mengutarakan hal-hal ? yang terkait dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti pelatihan yang dilakukan pada kesempatan ini ? adalah salah satu fokus kerja pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Lakpesdam.?

“Jika hari ini sebagian pemuda masih sebatas menjadi penonton dalam proses-proses penganggaran di desa, harapannya ke depan mampu mewarnai untuk membahas anggaran. Kalau masyarakat pemahamannya kurang bahkan tidak mau tahu tentang tentang proses-proses penganggaran maka anggaran rentan disalahgunakan,” kata Muhamadun.

Adib Akrom, salah satu pemateri yang juga menjabat sebagai tenaga ahli pendamping desa Kabupaten Pati mengatakan, salah satu filosofi penting yang harus dipahami dalam partisipasi di bidang penganggaran adalah, “Saya tahu, sadar, siap, dan melakukan”. Filosofi ini, kata Adib, berarti bahwa kerja-kerja pendampingan itu butuh proses, karena ternyata di tengah besarnya dana desa masih banyak pemuda yang tidak tahu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Secara normatif, jelasnya peraturan tentang penganggaran desa sudah bagus, seperti tercermin dalam Permendagri No 114/2014 yaitu proses dan tahapan kegiatan penganggaran yang dilaksanakan Pemdes harus melibatkan Badan Perwakilan Desa (BPD) dan masyarakat.?

Tapi, lanjut Adib Akrom, permasalahan di lapangan seringkali terjadi, misalnya musyawarah desa seringkali dihadiri oleh orang-orang yang sama dari waktu ke waktu. Banyak pihak yang tidak tahu akan adanya proses penganggaran di desa. Padahal Salah satu tujuan ? dari proses-

proses penganggaran adalah berdaya, berdaya secara ekonomi, berdaya secara partisipatif, berdaya secara politik.

Sementara itu, M Syariful Wai pemateri sesi kedua yang juga pernah aktif sebagai pengurus PP Lakpesdam, menandaskan anggaran tidak hanya soal apa yang harus dilakukan menurut peraturan, tetapi juga soal kesepakatan-kesepakatan di balik meja antar kekuatan-kekuatan politik yang ada. Ini memungkinkan terdapat kelompok masyarakat yang marginal dalam struktur sosial dimana mereka tidak mendapat perhatian. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Nasional, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Hasyim: Budaya Bangsa Kita Sedang dalam Bahaya

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, budaya bangsa Indonesia saat ini sedang terancam, akibat masuknya budaya luar yang sulit dibendung. Karena itu, harus ada upaya yang tertata rapi agar budaya ketimuran yang selama ini diikuti oleh bangsa Indonesia tidak hilang.

“Budaya bangsa kita bisa hilang, karena masuknya budaya luar. Harus ada upaya agar budaya kita dapat dipertahankan,” kata Hasyim kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Jakarta, Selasa (23/5).

Dalam hal berpakaian, Hasyim mencontohkan, bangsa Indonesia telah banyak meninggalkan tata dan norma bangsa yang asli. Kini, banyak masyarakat yang bangga memakai pakaian yang tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan, sebagaimana dipakai orang Timur. ”Pakaian yang dipakai sekarang banyak yang sudah tidak sopan,” ungkapnya.

Karena itu, kata Hasyim, PBNU saat ini menggalang kerjasama dengan ormas-ormas lain, terutama dengan PP Muhamadiyah untuk melakukan gerakan semacam kampanye untuk mengajak masyarakat berperilaku dan berpakaian sopan. ”PBNU dan Muhamadiyah kini sedang menjalin kerjasama untuk kampanye berperilaku sopan,” jelas kiai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur ini.

Mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini menambahkan, Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) sangat penting artinya untuk melindungi budaya bangsa agar tidak luntur oleh pengaruh budaya luar. Karena itulah, PBNU mendukung penuh RUU yang saat ini masih dalam proses penggodokan di DPR. ”Jadi, selain untuk menjaga moral bangsa, RUU APP juga untuk menjaga budaya bangsa,” jelasnya.

Menanggapi semakin memanasnya kontroversi seputar RUU APP, Hasyim mengatakan, banyak pihak yang bermain dalam aksi penolakan RUU tersebut. Pihak-pihak yang bermain itu salah satunya dari kelompok pemilik bisnis hiburan dan kapitalisme. Mereka bersikukuh menolak RUU itu karena takut bisnisnya akan mati. ”Kalau RUU APP itu disahkan yang rugikan mereka itu. Karena itulah, pertarungan soal RUU APP menjadi sangat kuat,” katanya. (amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Kiai, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hasyim: Budaya Bangsa Kita Sedang dalam Bahaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Budaya Bangsa Kita Sedang dalam Bahaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Budaya Bangsa Kita Sedang dalam Bahaya

Jumat, 29 September 2017

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan

Malam itu, Rabu (19/7), warga Nahdliyin di Desa Timbangreja Kecamatan Lebasiu Kabupaten Tegal menunggu awal datangnya bulan Ramadhan dari hasil sidang Itsbat dari pemerintah melalui Kementrian ? Agama. Ada tradisi yang sudah disiapkan oleh warga sambut jelang Ramadhan, unggah-unggahan.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia unggah-unggahan artinya kenaikan. Bentuk dari tradisi ini adalah warga desa yang mayoritas warga Nahdliyin memberikan sedekah dengan mengadakan selamatan kirim doa. Mereka membawa makanan seadanya dan menurut kemampuan setiap warga.?

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan

Makanan yang disediakan oleh warga ada dua macam yaitu makanan yang akan di bagikan dan makanan yang akan di makan bersama-sama setelah selamatan. Sebelum makan dibagi atau dimakan bersama ? tersebut dikumpulkan dimusholla atau Masjid terdekat, dan semua warga berkumpul .?

Salah satu warga, Ustadz Mahmuludin (37) menuturkan, unggah-unggahan merupakan tradisi yang dilakukan oleh setiap warga dua hari jelang Ramadhan dan tidak dilakukan bulan-bulan lain seolah-olah menjadi amalan wajib sambut datangnya bulan Ramadhan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saya pernah diceritai oleh kiai Rahmat (Alm.) yang merupakan kiai sepuh zaman dulu yang juga merupakan penggiat NU, bahwa tardisi unggah-unggahan diharapakan kualitas hidup kita mengalami kenaikan, dan bulan ramadhan itu merupakan sarana untuk ? menaikan kualitas hidup, diantaranya kualitas hidup bermasyarakat dan meningkatkan iman,” jelas Mahmul .

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Rahmat juga menafsirkan, lanjut Mahmul, tentang makan bersama setelah selamatan , merupakan kebersamaan karena tidak masuk akal kalau sudah kumpul bersama kemudian makan bersama dalam satu nampan secara bersama-sama kemudian menjadikan ? saling membenci, yang ada adalah rasa bungah (senang) .?

Mahmul , yang ditemui Rabu (18/7) malam setelah mengikuti taradisi unggah-unggahan juga menggangap bahwa tradisi semacam itu tidak buruk dan patut dilaksanakan karena tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. “Justru disinilah simbol kerukukan umat akan terpelihara dengan baik," tururnya.

Selian Mahmuludin, salah satu tokoh terkemuka Ustadz Khambali menambahkan , unggah-unggahan merupakan bentuk silaturahmi antar umat manusia yang disebut dengan hablum minanas dan unsure lain dari unggah-unggahan terdapat juga hablum minallah dengan berkirim doa dan memuja Gusti Allah.?

“Unggah-unggahan dalam doa tersebut merupakan bentuk berterima kasih kepada orang-orang terdahulu yang telah membawa Islam sehingga sampai kepada umat yang ada sekarang ini," katanya?

Pada zaman dulu, lanjut Ustadz Khambali, makanan yang disajikan dlam unggaha-unggahan adalah jenis kue apem yang kalau istilahkan dengan menggunakan bahsa Arab itu Afuwun artinya minta maaf dan saling memaafkan, jadi isi dari unggah-unggahan tersebut adalah serentetan kegiatan untuk menyambut bulan suci agar jiwa kita juga bersih atau suci .?

“Jadi diawali dengan batin yang suci dan diakhir ramadhan ? kita juga akan menjumpai hari raya idul fitri dengan fitrah yang suci, dengan demikian akan semakin kualitas hidup kita," tutur Rois Syuriah PR. NU Desa Timbangreja . ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 12 September 2017

Salah Niat, "Amar Ma’ruf Nahi Munkar" Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur mengingatkan agar berhati-hati dalam bersikap terhadap adanya kemungkaran. Karena jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam menyikapi kemungkaran tersebut, ujungnya akan berbahaya kepada diri sendiri.

KH Azizi menilai bahwa memang benar Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah bagian dari perintah agama. Namun demikian, jika dilakukan dengan niatan yang tidak benar, tidak murni karena untuk menjunjung kalimah Allah, maka akan sia-sia.

Salah Niat, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Niat, Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Niat, "Amar Ma’ruf Nahi Munkar" Bisa Timbulkan Kemungkaran Baru

“Ingat, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa dibalik amar ma’ruf nahi munkar. Sedikit saja bergeser niatnya, maka itu adalah kemungkaran,” katanya di hadapan para wakil dari cabang NU se Jawa Timur dalam acara Bahtsul Masail Islam Nusantara di Aula Gedung Utama Rektorat Universitas Negeri Malang, Sabtu (13/2/2016) lalu.

Kiai Blitar yang juga alumni Lirboyo ini kemudian menjelaskan mengapa di balik amar ma’ruf nahi mungkar ada kemungkaran. Ia menjelaskan alasan-alasan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

“Imam Al-Ghazali mengatakan demikian karena jika terjadi kesalahan niat dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar maka akan ada kemungkaran yang lain. Kemungkaran itu berupa: merendahkan orang lain, merasa benar sendiri sedang yang lain salah, sombong dan melakukan kerusakan,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa Al-Quran sama sekali tidak memerintahkan Umat Islam memusnahkan semua kemungkaran di muka bumi. Melainkan Al-Quran memerintahkan kita untuk menolaknya saja.

“Ingat, bahwa kalimatnya dalam Al-Quran adalah wa’mur bil ma’rufi wanha anil munkar. Jadi kita diperintahkan untuk menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Bukan membasminya,” paparnya.

“Di mana-mana kemungkaran itu pasti ada dalam kehidupan di dunia. Itu adalah sunnatullah bahwa ada kebaikan ada keburukan. Jadi tidak dapat kita sirnakan yang namanya kemungkaran. Hanya saja jika kita menolak dan mencegahnya, akan mendapat pahala,” tambahnya. (Ahmad Nur Kholis/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Pondok Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 September 2017

Ketum Fatayat: Lindungi Perempuan dan Anak dari Paham Radikal

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Penyebaran paham radikal dan terorisme tidak hanya menyasar kaum laki-laki dan generasi muda, tetapi juga telah menjadikan kaum perempuan dan anak-anak sasaran propaganda mereka.

"Penyebaran paham radikal terorisme di kalangan perempuan dan anak-anak sudah sangat butuh perhatian. Artinya, bila kita ingin Indonesia aman dan tenteram, kaum perempuan pun harus ikut bergerak, bersatu, dan bekerja keras dalam memerangi paham negatif tersebut," jelas Anggia Ermarini, Ketua Umum Fatayat NU, pada Seminar Kebangsaan di NU Center, Sumber, Cirebon, Selasa (12/12).

Menurut Anggia, saat ini perempuan dan anak-anak menjadi sasaran utama para radikalis. Karenanya perempuan harus sadar dan waspada bahwa gerakan ini sangat berbahaya bagi anak-anak dan generasi.

Ketum Fatayat: Lindungi Perempuan dan Anak dari Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Fatayat: Lindungi Perempuan dan Anak dari Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Fatayat: Lindungi Perempuan dan Anak dari Paham Radikal

"Tujuan dari gerakan radikal-terorisme adalah bagaimana NKRI hancur dan Pancasila tidak lagi digunakan sebagai ideologi berbangsa dan bernegara," kata Anggia.

Indonesia sebagai negara yang warganya mayoritas beragama Islam terkenal sebagai negara yang ramah. Oleh karena itu banyak cara bagaimana kita mencegah dan melindungi perempuan dan anak-anak dari sasaran kaum radikal-terorisme.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita bisa menghindarinya dan melindungi anak-anak dengan mengajarkan ngaji, mengajarkan akhlak yang baik, mengajarkan toleransi dengan cara menghargai satu sama lain. Menebarkan nilai-nilai yang ramah, meningkatkan pendidikan perempuan," ungkapnya.

Pada seminar yang dihelat PC Fatayat NU Cirebon ini, Anggia mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk bisa mendeteksi tanda-tanda masuknya radikal-terorisme di lingkungannya. Salah satu cara yang kelompok radikal-terorisme lakukan adalah dengan mendirikan PAUD untuk mendidik anak menjadi calon mujahid, tetapi dijauhkan dari para kiai.

"Jika kita tidak mempunyai pondasi yang kuat maka kita akan mudah untuk dipengaruhi dan akan ragu dengan ilmu-ilmu dari para kiai kita. Karena itu, perempuan Indonesia harus bersatu dan bangkit untuk membendung ancaman radikalisme dan terorisme," tegas Anggia.

Hadir dalam acara tersebut Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Hj Ijah Bahijah; Marzuki Rais dari Fahmina Institute; dan H Sanawi, perwakilan Polres Cirebon. (Ayub Al Ansori/Kendi Setiawan)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock