Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal ?

Puluhan tim Turnamen Futsal tingkat MI/SD se-Kabupaten Sidoarjo bertanding memperebutkan juara satu, dua dan tiga pada ajang futsal yang diadakan oleh MTs Nurul Huda, Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, di lapangan futsal sekolah setempat, Jumat (3/3).

Menurut Panitia Turnamen Futsal Fathur Rahman, turnamen ini sebagai ajang silaturahim serta mencari bibit unggul dari anak MI atau SD yang mempunyai kelebihan, baik bidang akademik maupun nonakademik yang nantinya akan dikirim ke Koni untuk mengikuti turnamen tingkat nasional.

Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Sekolah, MTs Nurul Huda Gelar Turnamen Futsal Tingkat MI

Turnamen Futsal itu rutin diadakan setiap dua tahun sekali untuk mendorong para pelajar khusunya di Kecamatan Sedati supaya masuk ke MTs Nurul Huda. Turnamen itu sendiri sudah ke empat kalinya diadakan.

"Tahun ini ada sekitar 32 tim futsal yang bertanding. Turnamen ini juga sebagai sarana untuk mengenalkan ke anak-anak tentang keberadaan sekolah MTs Nurul Huda," kata Fathur Rahman.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin mengapresisasi dengan adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, turnamen ini bisa memotivasi anak-anak MI dan SD untuk senantiasa aktif daripada bermain dan membuang waktu secara sia-sia.

"Saya berpesan kepada seluruh peserta agar terus berjuang hingga berprestasi dan selalu menjunjung tinggi sportifitas. Sebab, anak yang senantiasa jujur, sportif akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat," kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Turnamen futsal tingkat MI/SD se-Kabupaten Sidoarjo tahun 2017 ini dibuka Wakil Bupati Sidoarjo ditandai dengan tendangan bola ke gawang, dengan didampingi Kepala Kemenag Sidoarjo H Achmad Rofii, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Mustain Baladan, Ketua LP Maarif Sidoarjo H Misbahudin. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Kajian, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Februari 2018

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang mendukung penuh apa yang menjadi program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Hal itu ditegaskan Ketua GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata saat bersilaturahim dengan sejumlah jurnalis Subang di RM Sate Cijengkol, Sukamelang Rabu (7/12). Acara tersebut dihadiri beberapa media, baika lokal, nasional, cetak, elektronik dan online.

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Dukung Program Gapura (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Dukung Program Gapura

Dalam kesempatan tersebut, Asep mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk terus menjalankan roda pemerintahan yang baik dan bersih serta fokus pada penyelesaiaan masalah sehingga program Gerakan Pembangunan untuk Rakyat (GAPURA) bisa terrealisasikan.

“Apalagi menyangkut persoalan disclaimer, nama baik Subang sangat dipertaruhkan. Untuk itu kami sangat mendukung penuh dan percaya kepada pemerintah daerah untuk mengatasi pesoalan itu,” tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap jurnalis di Kabupaten Subang dalam kiprahnya bekerjasama dengan GP Ansor Kabupaten Subang.

“Untuk itu, silaturahim seperti ini mutlak dilakukan pasca dilantiknya kepengurusan GP Ansor beberapa waktu yang lalu. Tanpa dukungan dari wartawan, kami bukan apa-apa,” ujar Asep.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu, dalam menjalankan roda organisasi, Asep lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. “Saat ini kita sudah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ansoruna yang berlokasi di Tambakdahan. Kedepan, kita akan buka wilayah Subang bagian selatan,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, Daerah, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Doa, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII

Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Bendahara PB PMII Ahmad Ridwan Hasibuan meminta kader-kadernya untuk juga memasuki pesantren, masjid, dan mushola sebagai lapangan pergerakan. Di hadapan pengurus baru PMII Kudus, Ridwan menyatakan bahwa sekarang sudah saatnya PMII kembali ke pesantren, masjid dan kampus.

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Kampus, Pesantren dan Masjid Tunggu Kiprah PMII

Demikian disampaikan Ridwan pada pelantikan PMII Kudus di aula kampus Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Cendekia Utama Kudus, Rabu (11/2) siang.

Menurut Ridwan, kembalinya mahasiswa PMII menuju tiga tempat di atas sangat menolong PMII dan NU mendatang. “Kembalinya kita kepada tiga tempat di atas adalah sebagai bentuk penyelamatan PMII dan penyelamatan NU ke depannya,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menilai, selama ini kader PMII jarang masuk dalam jajaran kepengurusan PBNU. Salah satu sebebanya karena kader PMII tidak memenuhi kriteria sebagai ulama NU. Selain itu, juga keengganan kader PMII secara pribadi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Aktivis PMII perlu kembali mendalami intelektualitas keagamaan, di antaranya dengan kembali mengaji di pesantren. Pesantren mahasiswa juga layak diriuhkan kembali. Sementara itu, penguasaan terhadap masjid-masjid pun penting bagi para kader. Jangan sampai kader terlena hingga masjid banyak dikuasai oleh orang dari luar NU.

Ridwan juga berpesan agar PMII harus kembali ke meja perkuliahan dengan penuh kesungguhan. Beragamnya latar belakang konsentrasi keilmuan para kader menjadi peluang besar pula untuk organisasi.

“Jangan sampai semua anggota terlalu konsen membicarakan dunia politik. Kalau semua arahnya ke politik, maka hanya akan pandai di lapangan. Profesionalitas mahasiswa sesuai dengan bidang jurusan juga penting,” paparnya.

Ia pun menyayangkan para mahasiswa yang justru lebih memilih diskusi PMII ketimbang masuk kelas kuliah. Menurutnya, hal ini sama saja dengan menghambat kreatifitas proses keilmuan para kader.

Pelantikan PMII Kudus ini ditutup dengan pertunjukan seni tari Kretek oleh tim teater Gerak 11. Pelantikan yang dihadiri juga oleh perwakilan pelajar di Kudus ini dirangkai dengan seminar regional bertajuk “Indonesia; Menyongsong ASEAN Community 2015 dengan menghadirkan akademisi STAIN Kudus dan praktisi usaha. (Istahiyyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dengan tema "Membentuk Kader Militan Ideologis dan Berkarakter Ahlusunnah wal-Jama’ah AnnahdLiyah" di gedung Majelis Talim Al-Jalaliyah Kp. Nangka Beurit RT 06/04 Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu pada Sabtu-Ahad, 30 September-1 Oktober.

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Acara yang diselenggarakan enam Pengurus Anak Cabang, meliputi Kecamatan Cicurug, Cidahu, Kalapanunggal, Parakansalak, Bojonggenteng, dan Kabandungan ini diikuti 43 peserta. Namun yang lulus PKD hanya 31 peserta.

Menurut Ketua Panitia, Gusfirli Sumapraja, kaderisasi adalah usaha sadar untuk menananmkan nilai dan ideologi menguatkan karakter dan militansi, meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan potensi  dan kecakapan organisasi serta membangun kapasitas gerakan pada diri kader untuk mempertinggi harkat dan martabat dan meneruskan perjuangan.

Setelah dibaiat, peserta PKD mendapat tugas yang harus dilaksanakan di tempat masing-masing, di antaranya adalah bersilaturahim kepada ustad pertama belajar ngaji. Kemudian bersilaturahim kepada para ajengan setempat. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada silaturahim tersebut, para peserta harus memohon didoakan untuk berorganisasi Ansor.

Tugas lain adalah, para peserta harus hadir pada peringatan Hari Santri yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober di GOR Korpri Sukabumi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada PKD itu dihadiri Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Kapolsek Cidahu AKP Simin A Wibowo, Camat Cidahu Ading Ismail, MWC NU Cicurug/LAZISNU Ade Yogi, Ketua MUI Kecamatan Cidahu Ustad Dudeh Wahyudin serta para jamaah Khatam Al-Quran Cidahu. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Warta, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah

Malang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya ditetapkan kembali menjadi Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) periode 2012 - 2016. Sementara Mudir Aam dipercayakan kepada KH Abdul Muthi Nurhadi yang sebelumnya menjabat sebagai Mudir Idaroh Wustho Jatman Propinsi Jawa Timur.

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah

Keputusan penetapan pasangan Habib Luthfy dan KH Muthi dilakukan melalui sidang Komisi Majelis Ifta yang berlangsung Jumat (13/1) tadi malam, yang dipimpin langsung oleh Habib Luthfy bersama anggota majelis ifta yang diwakili dari unsur Idaroh Aliyah dan Rais Idaroh Wustho yang diambil dari unsur perwakilan Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Sedangkan Posisi Katib Aam, Sekretaris Jendral dan Bendahara Umum masih dijabat pengurus lama yakni KH. Zaini Mawardi, KH. Mohammad Masroni dan Ir. Bambang Iriyanto.   

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Mohammad Masroni kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal mengatakan, hasil sidang majelis ifta baru menghasilkan sebagian kepungurusan idaroh aliyah Jatman, sedangkan kelengkapan kepengurusannya baru akan dibahas pada pertemuan lanjutan tanggal 2 Pebruari 2012 di Pekalongan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sebagaimana dalam tata tertib Muktamar XI Jatman pasal 19 bahwa pengangkatan Rais Aam diserahkan kepada Majelis Ifta sedangkan untuk Mudir Aam dipilih oleh Rais Aam atas pertimbangan Majelis Ifta setelah diajukan oleh peserta muktamar.

Hal ini sangat berbeda pada Muktamar NU yang selama ini berlangsung, dimana proses penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dan kelengkapan pengurus dilakukan melalui rapat tim formatur.

Acara penutupan Muktamar XI Jatman akan dilakukan hari ini, Sabtu (14/1) pagi, oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa yang didahului dengan ceramah dan deklarasi Mahasiswa Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (MATAN) dan pengumuman hasil sidang Majelis Ifta tentang susunan kepengurusan Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah periode 2012 - 2017 hasil Muktamar XI Jatman yang berlangsung di Pesantren Al Munawariyah Bululawang Kabupaten Malang Jawa Timur.

Redaktur     : A.Khoirul Anam

Kontributor : Abdul Muis

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Warta, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)Mahfud MD mendukung penolakan terhadap keberadaan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menurutnya, selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga tidak sejalan dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

"HAM tak selalu mutlak-universal. LGBT bertentangan dengan nilai ketuhanan, moralitas, dan budaya Indonesia. Pasal 28J (UUD)," ujar Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/1).

ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Berbicara mengenai LGBT, menurutnya, seharusnya menjadi kepedulian bersama. Bukan hanya bidang-bidang ilmu tertentu. Ia mengingatkan, berbicara ihwal keberadaan LGBT berbeda dengan mengamati.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga menulis, LGBT merupakan perilaku yang berbahaya dan menjijikan. Namun, untuk penangannya, ia menilai, tidak perlu berlebihan, misalnya dengan pengawalan Brimob. Berbicara mengenai LGBT yang semakin marak, ia mempertanyakan ihwal penerimaan kaum-kaum tersebut dari moralitas nilai-nilai agama.

"Apakah moralitas nilai-nilai agama kita sekarang sudah menerima LGBT?," tulisnya.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bahwa kelompok LGBT tidak boleh masuk kampus.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Masa kampus untuk itu? Ada standar nilai dan standar susila yang harus dijaga. Kampus adalah penjaga moral," katanya, seperti dikutip Antara belum lama ini.

Pernyataan Menteri Nasir mengemuka sebagai reaksi atas keberadaan gerakan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT.

"Begitu dapat informasi, saya langsung hubungi Rektor UI. Ternyata, kegiatan itu tidak mendapatkan izin dari UI," ujarnya.

Beberapa hari terakhir, nama SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Universitas Indonesia) menjadi perbincangan publik di media sosial. SGRC UI mengklaim sebagai organisasi yang memberikan konseling dan edukasi bagi pelaku LGBT. SGRC UI juga membantah sebagai organisasi yang melindungi dan menyebarkan perilaku orientasi seksual menyimpang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan

Sumedang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus melaksanakan safari Pelatihan Muharrik Masjid. Setelah sukses di beberapa kecamatan, kegiatan serupa dilaksanakan di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Ahad (6/3).

Seluruh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari 100 masjid se-Kecamatan Tanjungkerta dikumpulkan di Masjid Darul Quran Al-Hikamussalafiyyah, kecamatan setempat. Mereka dibekali tentang materi ke-NU-an, Aswaja, dan muharrik masjid.

Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberdayaan Masjid-masjid NU di Sumedang Terus Ditingkatkan

Muharik atau penggerak masjid bertugas mengoordinasi masjid-masjid tertentu untuk diperdayakan baik dari segi aktivitas ibadah, pendidikan, ekonomi, dan lainnya. Para peserta juga menerima surat keputusan (SK) masjid yang mereka urus. SK tersebut sengaja dibuatkan oleh pengurus LTM NU Sumedang untuk meperjelas bahwa masjid yang mereka makmurkan yaitu masjid NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh yang membuka kegiatan tersebut menyatakan bahwa saat ini banyak kelompok ekstrem yang hendak menguasai masjid-masjid NU. Mereka datang ke masjid tersebut dan berusaha memprovokasi masyarakat sekitar masjid untuk menyalahkan praktik ubudiyah NU dan menjelek-jelekkan pemerintah.

“Kegiatan pelatihan muharrik masjid saat ini diharapkan jadi momentum untuk bersatunya warga NU dalam memerangi paham-paham yang tidak benar,” ujarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pernyataan ketua PCNU Sumedang diamini oleh ketua LTM NU Sumedang, Eman Sulaeman. Pelatihan muharrik masjid NU berupaya untuk membentengi masjid dari serangan golongan orang-orang yang tidak suka dengan Pancasila, NKRI, dan ubudiah Aswaja ala NU. Karenanya, kegiatan kali ini mengusung tema “Masjid Benteng Pertahanan NU dan NKRI”.

Golongan yang tidak suka dengan NU, kata Eman, terus berupaya menebar fitnah kepada masyarakat dengan membuat propaganda bahwa semua ubudiyah NU adalah bidah. Mereka berusaha menjauhakn kecintaan umat terhadap Baginda Rasulullah SAW dengan melarang membaca shalawat dan tidak boleh memperingati maulidnya. Jika umat sudah tidak cinta kepada Rasulullah SAW maka umat islam akan mudah untuk dipecah belah.

“Kita selaku pengurus DKM harus berani menolak jika ada golongan tersebut mendekati masjid NU. Perlu diingat, kadar bobot kecintaan umat kepada Allah SWT dilihat dari sejauh mana kecintaan umat kepada Rasulullah SAW,” tegas Eman Sulaeman. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Oleh Miftakhur Risal



Dalam berbagai kesempatan, kita sering mendengar soal keterasingan dan keanehan Islam. Bahwa Islam dimulai dengan keadaan yang asing dan aneh, selanjutnya akan berakhir dalam keterasingan dan keanehan pula. Diucapkan dalam khutbah dan ceramah untuk membesarkan hati mereka yang “galau” dalam hijrahnya. Seolah ada pemahaman bahwa Islam yang benar adalah Islam yang teralienasi. Yang asing dan tidak familiar, itulah Islam yang sejati.

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Meninjau Kembali Hadits Islam yang Asing

Seseorang yang pindah (hijrah) dari sifat dan laku non-Islami menuju jalan hidup yang dianggapnya lebih Islami, memang kadang diselimuti kegalauan. Seseorang yang baru saja memutuskan bercadar, misalnya, harus menata diri berjumpa dengan kawan-kawan lamanya yang tidak sepemahaman. Saya tidak ingin membahas soal hukum cadar, tapi kondisi seperti ini jelas memerlukan pegangan yang kuat. Hadits soal “asingnya” Islam adalah satu di antaranya.

Kondisi di atas sebenarnya bukanlah masalah serius. Menjadi genting ketika hadits yang sama digunakan oleh para pendukung radikalisme dan terorisme. Seolah menjadi pembenar bahwa meski tindakannya dikutuk mayoritas umat beragama, ia tetaplah aksi yang heroik. Tidak mengapa ada anggapan? aneh dan “asing”. Toh Islam juga dimulai dari situasi yang aneh dan asing. Kira-kira seperti itulah argumen yang sedang dibangun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Doktrin seperti ini nyata. Kita bisa melacaknya jika memiliki banyak waktu untuk lakukan cyber-patrol. Cukup banyak penghuni dunia maya yang sorak-sorai rayakan aksi teror, alih-alih mengutuknya. Mengambil sisi mendukung tindakan pemerintahan yang (dalam kacamata mereka) thaghut. Hal yang demikian, saya rasa patut diluruskan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadtis keterasingan Islam yang dimaksud, tertuang dalam Shahih Muslim dari Abi Hurairah yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”

Merujuk pada sejarah Islam awal, keadaan asing yang dimaksud cukup beralasan. Nabi diutus dengan ajaran tauhid di tengah masyarakat yang mayoritas menyembah banyak berhala. Islam datang dengan ajaran-ajaran yang sebagian besarnya asing di telinga masyarakat. Keadaan asing yang dimiliki oleh Islam awal ini cocok digambarkan dengan hadits di atas.

Lantas bagaimana dengan keadaan Islam di masa depan? Apakah akan betul-betul asing seperti awal kehadirannya?

Pertama, perlu kita kompromikan hadits tersebut dengan ayat 33 dari at-Taubah yang artinya:

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”

Potongan ayat di atas berbicara mengenai janji Allah yang akan memenangkan Islam atas kelompok lain. “Menang” di sini tentu masih butuh banyak penafsiran. Namun tetap saja, menang dan asing adalah dua hal yang bertolak belakang. Pemenang biasanya akan dikenal, atau yang dikenal biasanya adalah yang menang. Bagaimana mungkin Islam dalam keadaan asing, tapi menjadi pemenang? Atau bagaimana mungkin Islam menang tapi tetap terasing?

Ada banyak tawaran untuk memaknai arti “asing” pada hadits tersebut. Salah satunya dengan mencerna riwayat Sahl bin Sa’d al-Sa’idi. Berdasar riwayat tersebut, ada penambahan kalimat tanya yang berbunyi, “siapakah mereka yang asing itu?” Rasul menjawab, “orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

Dengan mengambil tawaran makna ini, bisa kita ajukan pertanyaan: apakah aksi teror adalah aksi perbaikan? Apakah sekian banyak manusia di Kampung Melayu, misalnya, sedang berbuat kerusakan, sehingga perlu “diperbaiki” dengan bom? Atau bukankah justru pelaku teror itu sedang—literally—melakukan kerusakan itu sendiri? Ini pertanyaan yang mestinya tidak terlalu sulit dijawab.

Alternatif pemaknaan yang kedua adalah dari riwayat Amr bin ‘Ash. Ketika Rasulullah Saw ditanya perihal orang asing yang beruntung tersebut, Rasulullah Saw menjawab, “Mereka (orang asing) adalah orang-orang salih di tengah-tengah mayoritas masyarakat yang buruk. Yang membangkang orang-orang shalih, lebih banyak dari yang menaatinya”.

Dalam kerangka ini, maka perlu dibuat kategori asing:

1. Asing dalam kebenaran di tengah masyarakat yang batil.

2. Asing dalam kebatilan di tengah masyarakat yang benar.

Jadi, tidak serta merta keterasingan dimaknai sebagai sesuatu yang Islami. Salah besar jika ada anggapan “semakin asing seseorang, semakin ia dekat dengan Islam”. Bukan begitu!

Yang juga menarik adalah jika memaknai “orang asing” sebagaimana riwayat Imam Baihaqi yang mengisahkan dialog antara Umar bin Khattab dan Mu’adz bin Jabal. Mu’adz menceritakan pada Umar satu hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi:

“Allah mencintai orang-orang yang tersembunyi, takwa, dan suci. Ketika mereka tidak ada, masyarakat tidak merasa kehilangan; ketika mereka ada, masyarakat tidak menyadari. (Namun demikian) Hati mereka (seperti) lampu-lampu hidayah, mereka keluar (menjauh) dari fitnah”. Gambaran di atas sangat identik dengan laku para sufi. Low profile, tidak menonjolkan diri, hidup damai, dan tentram. Jauh dari hingar-bingar kehidupan duniawi.

Apa pun yang digunakan untuk memaknai “orang asing”, tidak ada satupun yang bisa menjadi pembenar untuk pelaku teror.

Sebebarnya, hadits tersebut juga sama sekali tidak berisi perintah untuk mengasingkan diri. Untuk jauh dari kerumunan. Di banyak kesempatan justru sebaliknya, kita diminta untuk ambil peran dalam kehidupan masyarakat. Umat Islam diminta menjadi ummatan-wasathan. Secara literal berarti umat yang berada di tengah. Namun, secara kontekstual adalah umat yang senantiasa mengambil peran.

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta; penyuka kajian keislaman dan bahasa; penikmat film



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pendidikan, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Suasana berbeda nampak terlihat dari Kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang digelar tahun ini. Kegiatan tahunan di setiap Ramadhan kali ini nampak khidmah dan sejuk seiring lantunan ayat Quran yang dibaca oleh para jamaah.

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an

Sebelum Acara Safari dilaksanakan, setiap desa di Kecamatan yang mengadakan acara tersebut mengirimkan 30 jamaah yang akan menghatamkan Al-Qur’an. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi antara MUI Kabupaten Pringsewu dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan pertama pada Safari yang dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin Kedaung Kecamatan Pardasuka, Kamis (9/6) tersebut diikuti oleh lebih kurang 500 orang jamaah yang terdiri dari Ibu Ibu Muslimat dan Pengurus MUI Kecamatan Pardasuka.

Dalam Kegiatan tersebut, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Ibu Nurrohmah Sujadi nampak langsung memandu Jamaah serta ikut membaca dan menghatamkan 1 juz Al Quran yang sudah diberikan.

Menurut KH Hambali, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memohon barakah dan ridho dari Allah SWT agar cita cita Pringsewu yang Agamis dapat benar benar terealisasi di Kabupaten dengan Motto Bersenyum Manis tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kita akan laksanakan kegiatan Tahtimul Quran di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu mengiringi Kegiatan Safari Ramadhan Pemda. Semoga Allah memberkahi kegiatan ini dan memberkahi Kabupaten Pringsewu," harap KH Hambali yang juga sesepuh JQH NU Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Tokoh, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Dalam rangka menyemarakkan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari, Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) mengadakan lomba foto dan tulisan bagi masyarakat umum dengan tema “Ubah Sampah Jadi Berkah”.

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan

Selasa (23/2), pukul 10.00-15.00 WIB, PP LPBINU akan menyelenggarakan “Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pameran Produk Kerajinan Hasil Daur Ulang” di halaman parkir kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Peserta lomba dapat mengambil foto di arena kegiatan tersebut, sedangkan lomba tulisan bisa dilakukan dari tempat lain, kemudian mempublikasikannya ke media sosial untuk diperlombakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengambilan foto dalam lomba kali ini bisa menggunakan kamera telepon seluler, kamera DSLR, kamera digital, maupun perangkat lain. Peserta dan/atau pemenang lomba tidak dikenai biaya apapun. Untuk informasi lebih detail, para calon peserta dapat membaca syarat dan ketentualnya di situs resmi LPBINU (lpbi-nu.org). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar acara nonton bareng? (nobar) film “Kalam-Kalam Langit” di bioskop XXI Ciwalk Bandung, Jawa Barat. Sekretaris PWNU Jawa Barat H Imron mengaku salut terhadap PBNU yang bekerja sama dengan pihak swasta dalam pembuatan film Kalam-Kalam Langit sebagai media dakwah.

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

“Kalam-Kalam Langit” Diharapkan Kembalikan Citra Positif Pesantren

“Saya ingin sampaikan apresisi bahwa apa yang dilakukan oleh PBNU dalam pembuatan film Kalam-Kalam Langit yang menyuguhkan kehidupan suka duka santri-santri di pesantren. Mudah-mudahan Film ini menjadi media dakwa bagi masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir pula dalam nobar yang berlangsung Sabtu (16/4) itu Bendahara PWNU Jawa Barat H Kurtubi Abdulloh, dan pengurus lembaga dan badan otonom (banom) NU Jawa Barat, di antaranya Pergunu, IPNU, IPPNU, Lakpesdam, Lesbumi, dan RMINU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bendahara PWNU Jawa Barat H Kurtubi Abdulloh berharap film ini bisa mengembalikan citra positif pesantren, yang pada saat ini dilanda dengan isu-isu yang tak sedap berkaitan dengan terorisme.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saya berharap, film Kalam-Kalam langit ini bisa mengembalikan citra positif pesantren. Di tengah maraknya wacana mengenai isu terorisme seperti sekarang, pesantren salah satu lembaga yang turut mendapat stigma negatif sebagai sarang teroris,” tutur Kurtubi Abdulloh.

Nobar kali ini dihadiri oleh sejumlah pemain film “Kalam-Kalam Langit”, antara lain Mathias Muchus, Henidar Amroe, Dimas Seto, dan Elyzia Mulachela. Juga hadir sang produser film, Dhonie Ramadhan. (Saepuloh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Warta, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Bangunkan Sahur Warga Probolinggo dengan Musik Patrol

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sabtu (5/7) dini hari, alunan musik patrol ini terdengar begitu merdu. Warga kelurahan Semampir kecamatan Kraksaan kabupaten Probolinggo terlihat sangat serempak memukul alat musik ala kadarnya yang terbuat dari sisa barang bekas itu. Dengan alat sederhana, mereka membuat harmoni musik yang sangat merdu untuk didengarkan.

Sambil berteriak “sahur-sahur” membangunkan warga untuk sahur, mereka terus memainkan alat musiknya yang terdiri dari jeriken, potongan besi, dan kentongan bambu. Alat musik yang lazimnya dimainkan anak-anak, cukup menarik perhatian orang dewasa untuk terlibat dalam keliling membangunkan sahur ini.

Bangunkan Sahur Warga Probolinggo dengan Musik Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangunkan Sahur Warga Probolinggo dengan Musik Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangunkan Sahur Warga Probolinggo dengan Musik Patrol

Saat ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Lukman salah satu pemain musik patrol mengatakan, alat-alat musik itu didapatkan dengan memanfaatkan beberapa barang bekas yang ada di sekitar rumahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sambil menunggu waktu sahur, maka saya bersama teman-teman membangunkan warga yang masih ingin memasak. Biasanya kami keliling mulai pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Setelah itu kami pulang untuk sahur bersama keluarga,” ujar Lukman.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ungkapan serupa juga disampaikan Aris. Bocah berusia 13 tahun ini mengaku kebagian memukul alat musik kentongan yang terbuat dari bambu. Dia mendapatkan alat musik itu dari ayahnya.

“Ayah yang membuatkan kentongan ini. Jika sudah selesai, alat musik ini dibawa pulang ke rumah masing-masing,” ujar Aris.

Menurut Aris, ia merasa sangat senang jika bulan puasa tiba. Pasalnya, bersama teman-temannya ia bisa memainkan musik patrol berkeliling membangunkan warga untuk sahur. “Alhamdulillah, tiap bulan puasa, saya aktif bermain musik patrol. Soalnya seperti tidak enak jika tidak bergabung dengan teman-teman,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Sejarah, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mendatangi Pesantren Tebuireng Jombang. Mereka meminta maaf kepada keluarga presiden Abdurrahman Wahid atas beredarnya Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dinilai melecehkan Gus Dur.

Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Diknas Tulungagung Minta Maaf pada Keluarga Gus Dur

“Secara sadar, kami dari Diknas Tulungagung meminta maaf kepada keluarga Gus Dur, atas beredarnya LKS yang dinilai melecehkan,” ujar Bambang Setya Sukarjono, Kepala Dinas Pendidikan, Tulungagung bersama rombongan yang juga diantar keluarga besar PCNU, GP Ansor, Fatayat NU dan IPNU, Senin (17/12).

Bambang mengatakan, pihaknya mengakui keteledoran anak buahnya yang tidak teliti sehingga dalam LKS itu, muncul statemen atau pelajaran yang menyesatkan bagi anak didiknya di Tulungagung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Kita sudah meminta LKS itu dicabut, dan harus dibenahi. Karena tidak hanya presiden Gus Dur juga ada Megawati dan Habibie,”tandasnya.

Senada, Pengurus Cabang NU Tulungagung, Ahyak menyatakan, sudah ada kesepakatan dengan Dinas Pendidikan untuk membenahi buku sejarah yang beredar saat ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Kita tidak ingin generasi kita mencederai tokoh tokoh bangsa, tidak hanya Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi juga Bung Karno, Habibi dan juga Suharto,” tandasnya seraya mengatakan, pihaknya juga sudah memerintahkan guru mata pelajaran sejarah meminta maaf kepada Murid murid atas kesalahan tersebut.

Menanggapi permintaan maaf ini, adik kandung Gus Dur, KH Shalahudin Wahid yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng menyatakan menerima permintaan maaf tersebut. Gus Sholah juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Tulungagung yang menarik buku yang mengajarkan sejarah yang salah. 

“Saya sudah berkomuniksi dengan pak Mahfudz MD, Gus Dur itu bukan jatuh karena korupsi, Gus Dur jatuh karena politik,” jelasnya.

Gus Sholah mengaku heran, mengapa sejarah bangsa ini khususnya terkait Gus Dur yang dituduh jatuh karena Bulogate dan Bruneigate banyak terjadi di beberpa daerah. 

“Ini kan sejarah yang membohongi masyarakat, harus dibenahi. Tidak hanya soal Gus Dur ada beberapa materi yang saat saya baca ternyata juga banyak yang salah,” ujarnya bercerita.

Tidak puas dengan peneriman maaf, rombongan Diknas ini juga meminta pernyataan tertulis dari keluarga Gus Dur untuk disampaikan kepada masyarakat Tulungagung. Usai menerima permintaan maaf, dari Gus Sholah, rombongan  kemudian melakukan ziarah di Makam Gus Dur yang berada dikomplek Pesantren Tebuireng.

Sekedar diketahui, dalam buku LKS kelas II SMA dan MA di Tulungagung memuat pelajaran yang menerangkan bahwa presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur jatuh dari kursi presiden akibat kaus korupsi Bullogate dan Brunaigate.

”Atas beredarnya LKS yang menyesatkan ini, keluarga besar NU Tulungaung mendesak Diknas untuk menariknya dan meminta maaf kepada keluarga Gus Dur,” ujar Robingan Abd Aziz, komandan Banser mengatakan. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, News, Sholawat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 30 November 2017

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperjuangkan nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mayoritas adalah warga NU. Hal ini disampaikan Fatimah Angelia, pengurus PCINU Hongkong saat ikut hadir menjadi peserta Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Hongkong Minta PBNU Perjuangkan Nasib TKI

"Kita meminta PBNU memperjuangkan agar tenaga kerja Indonesia (TKI) terutama di Hongkong agar bisa kembali dan kemudian bekerja di Tanah Air," ujarnya saat ditemui di sela-sela pendaftaran Muktamar di GOR Merdeka Jombang, Sabtu (1/9).

PCINU Hongkong mengaku kehadirannya dalam forum permusyawaratan tertinggi di NU ini membawa aspirasi untuk bisa dipikirkan dan diperjuangkan PBNU. "Perempuan TKW (tenaga kerja wanita) ini di sana enggan kembali ke Indonesia. Ini pandangan kurang pas karena jauh dengan suami dan anak-anaknya. Seharusnya kalau sudah punya uang banyak, mereka kembali ke Tanah Air dan bekerja di Tanah Air," kata Fatimah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karenanya, Fatimah yang menjadi pengusaha katering di Hongkong akan meminta PBNU mengirimkan para ustadz ke Hongkong guna memberikan bimbingan dan wawasan keagaman Islam kepada TKI di Hongkong.

"Agar mereka tidak menetap di Hongkong. Saya berharap PBNU bisa memberikan pencerahan dan jalan keluar, kalau sudah punya uang banyak, mereka kembali ke Indonesia dan membuka usaha atau bekerja di Tanah Air saja," kata perempuan asal Surabaya ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 26 November 2017

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Meskipun disebut sebagai Kota Santri, tingkat kejahatan dan tindakan kurang patut dan mengarah kriminalitas di Kabupaten Jombang Jawa Timur masih tinggi. Peredaran narkoba juga cukup memprihantinkan. Belum lagi kian bertambahnya jumlah anak jalanan. Sebagai solusi, harus ada usaha untuk mendirikan madrasah diniyah atau Madin di setiap desa.

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Hal tersebut disampaikan Ny Hj Mundjidah Wahab pada kegiatan wisuda hafidh di Pondok Pesantren Nurul Quran yang berlokasi di Desa Bendungrejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (2/9) malam.

"Saya saksikan sejumlah anak muda lebih memilih mengisi aktifitas di kawasan lampu merah sambil ngamen daripada bersama keluarga," kata perempuan yang juga Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut.

Mereka adalah generasi muda yang harusnya mengisi hidup dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. "Tapi yang dilakukan mereka sangat memprihatinkan," ungkap Nyai Mundjidah.

Bagi putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut, perbaikan karakter adalah solusi agar anak muda tidak terjerumus dengan hal negatif. "Salah satunya adalah mengenalkan mereka dengan pendidikan agama layaknya di pesantren," tandas Wakil Bupati Jombang ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Konsekuensi sebagai Kota Santri yang melekat pada Kabupaten Jombang, maka Nyai Mundjidah akan berupaya menghadirkan madrasah diniyah (madin) di setiap desa. "Ini sebagai jawaban agar sejumlah penyakit masyarakat khususnya yang menghinggapi generasi muda bisa segera ditemukan jalan keluarnya," katanya.

Karena itu dirinya sangat salut kepada para wisudawan penghafal Al-Qur’an yang justru mengisi hari dengan aktivitas bermanfaat. "Kalianlah yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat," katanya.

Diharapkan kehadiran para wisudawan penghafal kalamullah tersebut nantinya bisa menyemarakkan madin yang ada di setiap desa. "Saya yakin bila upaya pendirian madin di setiap desa nantinya akan mampu menekan angka kriminalitas, khususnya para generasi muda," tandasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Olahraga, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 22 November 2017

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Dalam banyak keterangan Rasulullah SAW menyebutkan nikmat dan siksa kubur. Keduanya merupakan ganjaran yang Allah berikan sebelum hari akhir tiba. Kebaikan dan kejahatan seseorang selama di dunia cukup menentukan balasan apa yang akan diterimanya di alam barzakh.

Banyak penghuni alam kubur menerima pelbagai rahmat Allah hanya karena kebaikan yang selama ini dianggap sepele seperti Imam Al-Ghazali yang membiarkan cairan di ujung penanya direguk serangga. Tetapi tidak sedikit penghuni kubur yang disiksa habis-habisan oleh malaikat hanya karena kejahatan yang dipandangnya remeh selagi di dunia.

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Orang yang Tidak Kena Siksa Kubur

Namun demikian siapa nyana keutamaan surat Al-Ikhlash. Kalam Ilahi yang berisi empat ayat ini dapat menghadirkan keridha’an Allah bagi pembacanya di alam kubur. Demikian disebutkan Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyral Karim.

? ? "? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Siapa yang membaca surat Qul Hu sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka telah datang keterangan hadits menyebutkan bahwa ia tidak disiksa dalam kubur. Ia juga aman dari impitan kubur. Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.”

Oleh karenanya, manusia sedapat mungkin berbuat baik kepada sesama mumpung masih hidup. Alangkah baiknya perilaku baik itu dihiasi dengan ucapan yang baik seperti memperbanyak antara lain suratul Ikhlash. Semuanya itu adalah tanaman yang akan berbuah di alam kubur dan di akhirat kelak. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Khutbah, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 12 November 2017

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan

Sarolangun, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kegiatan monitoring dan evaluasi di lingkungan pondok pesantren penting dilakukan guna mengukur peran pendidikan yang dijalankan pesantren selama ini.



Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Ponpes Penting Dilakukan

Pernyataan tersebut diungkapkan Rektor Institut Agama Islam Negeri STS Jambi, Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd saat berbicara dalam seminar tentang manajemen pendidikan pondok pesantren di gedung Bappeda, Sarolangun, Jambi, Kamis (24/5).

Di hadapan para peserta yang mewakili pondok pesantren di seluruh Propinsi Jambi, Latief mengingatkan agar pondok pesantren mampu mensinergikan paradigma keilmuannya dengan pola manajemen pesantren baik yang salafi maupun modern.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam seminar yang terselenggara atas kerjasama antara PWNU Jambi, British Council Jakarta, dan Pemkab Sarolangun itu, Latif mengatakan bahwa ke depan, harus tetap konsisten dalam memperjuangkan ajaran murni Islam melalui kitab-kitab otoritatif (kitab kuning: red) yang selama ini diajarkan di pesantren.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Selain konsisten memperjuangkan ajaran Islam melalui kitab-kitab kuning di bidang fiqih, akhlak, tasawuf, teologi/tauhid dan sebagainya, pesantren juga sudah selayaknya bergerak di bidang pengetauhuan profan (duniawi: red) dengan tawaran program dan manajemen yang mengarah pada manajemen pendidikan modern,” kata Latif.

Sementara itu, ketua panitia seminar, Abdul Qodir Jailany mengungkapkan, sudah saatnya pondok pesantren menata diri dengan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam manajemen pendidikan di pesantren.

“Seminar ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pondok pesantren di Propinsi Jambi dalam hal manajemen pendidikannya,” terang alumnus short course on education management training, Leeds University ini.

Selain Latif, hadir juga sebagai pembicara, Prof. Dr. Lias Hasibuan, MA, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Pascasarjana IAIN STS Jambi, Muliawan (Direktor Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi), dan sejumlah alumni short course manajemen pendidikan di Universitas Leeds, Inggris, seperti Sudarto Murtaufiq, Mulya Rahayu, dan Abdul Qodir Jailany.

Hadir dalam seminar tersebut, Ketua PBNU bidang luar negeri HM Rozy Munir, Ketua PWNU Jambi yang juga Kakanwil Depag Propinsi Jambi H Abdul Kadir Husein, dan Bupati Sarolangun, Drs. H. Hasan Basri Agus MM. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Habib, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 November 2017

GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama

Bolmut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menggelar Seminar Deklarasi Kerukunan Antar Umat Beragama. di Balai Desa Biontong Kecamatan Bolangitang Timur.

Ketua GP Ansor Bolmut Donal Lamunte menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk memupuk nilai toleransi beragama di kalangan pemuda Bolmut dan ekspektasi ke depan Bolmut menjadi contoh kerukunan umat beragama di Provinsi Sulawesi Utara.

GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bolmut Prakarsai Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama

Kegiatan seminar penanaman nilai-nilai toleransi yang berlangsung Sabtu (1/9) ini dirangkaikan dengan Deklarasi Pembentukan Aliansi Pemuda Lintas Agama sebagai embrio penjaga kerukunan umat beragama di Bolmut.

Deklarasi diikuti kurang lebih 100 peserta, termasuk perwakilan pemuda-pemuda gereja, pemuda kecamatan Bolangitang Timur dan kader GP Ansor.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ahmad Modeong mewakili Kemeterian Agama setempat mengatakan, kerukunan antarumat beragama sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Ia menambahkan, pihak kementerian lewat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah melakukan upaya-upaya pemeliharaan kerukunan di Bolmut lewat dialog-dialog yang dilakukan oleh GP Ansor.

Dalam kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Camat Boltim Warsito Sanggilalung ini, juga hadir Pdt Deky Polii sebagai Wakil Ketua BAMAG Bolmut dan Ketua PCNU Bolmut Supriadi Goma.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Supriadi berpendapat, agama diturunkan untuk memberikan pemahaman bahwa perdamaian tidak bisa dibeli dengan apa pun. Agama harus dipahami bukan hanya dari ritual-ritual keagamaan tapi dari aspek sejarah dan budaya sehingga tidak terjebak terhadap radikalisme. (Taufik Paputungan/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta, Habib, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama

Pamekasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Duka mendalam masih dirasakan keluarga besar Pesantren Kebun Baru, Kacok, Palengaan. Kewafatan KH Ach Muafa Syafii Kamis 24 Januari, menyisakan perih jiwa tak terkira. Masyarakat Pamekasan masih diliputi rasa sedih tak tertahankan.

Kiai Muafa, merupakan tipikal sosok kiai kharismatik. Ilmunya tertakar di belantara Nusantara. Bahkan, menembus batas teritorial negara hingga ke Mekkah.

Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama

Setelah empat tahun di Mekkah, Kiai Muafa menetap di kediaman Syaikh Ismail Al-Yamani. Tugasnya semakin bertambah. Sejak tahun 1987 sampai Kiai Muafa boyong pada tahun 1990, Syaikh Ismail menjadikannya sebagai sopir pribadi. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk diketahui, Kiai Muafa mengawali perjalanan hidupnya dengan mengaji kepada ayahandanya, KH Moh Asyari. Setelah itu, ia melanjutkan petualangannya dalam mencari ilmu dengan masuk Sekolah Dasar dan madrasah milik ayahandanya. Itu, ditempuhnya selama 6 tahun.

"Setelah tamat SD dan MI, dalam sejarahnya, beliau ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah umum, tetapi sang ayah tidak merestui. Lalu, Ponpes Sidogiri menjadi pilihan dalam pelabuhan ilmu agama bagi beliau," tutur H Muhammad Ali Wafa, Ketua II Bidang Madrasiyah Kebun Baru.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan, awal mula Kiai Muafa menginjakkan kaki di Sidogiri ialah tahun 1973 M. Ketika itu, ia diterima di kelas enam Ibtidaiyah, setelah mengikuti tes layak masuk. Setamatnya kelas enam Tsanawoyah, ia menjadi utusan reguler mengajar setahun di Desa Baddian Tamanan Bondowoso, sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari selama di Sidogiri.

Setelah menjalankan tugas di Baddian, Kiai Muafa masih melanjutkan pendidikannya di Sidogiri dengan masuk Kuliah Syariah. Dalam menjalankan kewajiban sebagai santri, Kiai Muafa sangat antusias dalam segala bidang.

"Sehingga, tak selang beberapa lama, beliau diangkat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Santri Madura (IKSMA) pada 1981-1982. Kemudian pada 1983-1984, beliau diangkat menjadi wakil kepala MMU Ibtidaiyah," beber KH Ahmad Asir, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Pamekasan.

Menurut pria yang banyak tahu sepak terjang Kiai Muafa ini, pada 1984, Kiai Muafa boyong dari Sidogiri dan langsung ke Mekkah, tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu untuk melanjutkan pendidikannya.

"Selama di Mekkah, beliau menetap di kediaman Syaikh Ismail Al Yamani sekitar tujuh tahun."

Dalam usaha menggapai cita-cita yang luhur, selama di Mekkah, tambahnya, Kiai Muafa juga berguru kepada Syaikh Mohammad Alawi Al-Maliki. Dari Syaikh inilah, Kiai Muafa mendapat ijazah plus Sanad Kitab Kutub as-Sittah.

"Selain itu, beliau juga berguru kepada Syaikh Abdullah al-Lahji, Syaikh Abdullah Dardumzn dan Syaikh Yasin Al-Fadani. Dari ketiga ulama tersebut, beliau lebih banyak mengambil ilmu Nahwu," tukasnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal 

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock