Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nasional, Syariah, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

Mataram, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Peraturan Mentri Pendidkan dan kebudayaan tentang Full Day School (FDS) atau 8 jam per hari serta? lima hari sekolah mendapat? respon keras penolakan dari GP Ansor NTB bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama setempat. Rencananya mereka akan melakukan aksi damai besar-besaran bersama ribuan santri serta banom-banom yang ada di lingkungan NU.

Hal ini disampaikan oleh Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di Mataram, Kamis (10/8).

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga NTB Rencanakan Aksi Damai Tolak 5 Hari Sekolah

GP Ansor NTB rencananya bersama ribuan warga NU termasuk para pimpinan pesantren, madrasah-madrasah, mahasiswa, pemuda, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat dan yang lainnya, akan melakukan aksi besar-besaran menolak Full Day School.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Aksi ini akan kami lakukan sebagai bentuk protes keras kebijakan FDS yang akan diterapkan. Sudah jelas dan tegas kami menolak kebijakan Mendikbud RI Muhadjir," kata Kasubag Humas Kanwil Kemenag Provinsi NTB ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pihaknya ini sedang berkoordinasi dan melakukan persiapan untuk aksi menolak kebijakan Full Day School bersama ribuan santri untuk turun aksi di Kota Mataram.

Rencana aksi besar-besaran akan diadakan pada Rabu 16 Agustus 2017 mendatang. Hal ini merupakan bagian dari amanah instruksi PBNU kepada seluruh pengurus wilayah hingga ranting serta banom NU di seluruh Indonesia atas kebijakan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah yang merugikan dan mengancam eksistenis madrasah diniyah.

Di samping itu pihaknya juga menegaskan akan mendesak pemerintah di masing-masing daerah (Gubernur, Walikota, dan Bupati) untuk menolak Permendikbud No 23 tahun 2017 itu.

"Sesuai instruksi dari PBNU, maka kami dari keluarga besar NU NTB berencana menggelar aksi damai untuk menolak Permendikbud 23 tahun 2017 tentang hari sekolah itu," tutupnya. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Semarang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Diponegoro kembali membuat terobosan baru dalam kepengurusan tahun ini dengan mengadakan pelatihan desain grafis menggunakan perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Bertempat di Joglo Pondok Pesantren Insanul Iman, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut diikuti oleh anggota KMNU Undip, baik anggota baru maupun anggota lama, akhir pekan (2/5).

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Tidak hanya menerima teori, dalam pelatihan yang diprakarsai oleh Divisi Informasi dan Komunikasi (Inforkom) KMNU Undip ini para peserta juga diajak untuk praktik langsung dengan laptop masing-masing yang sebelumnya sudah diinstal perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

M Akhsanil Auladi, Ketua Divisi (kadiv) Inforkom KMNU Undip memaparkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan ketertarikan dan mengembangkan minat bakat anggota KMNU Undip dalam bidang desain. Selain itu, minimnya SDM (sumber daya manusia) KMNU Undip yang memiliki bakat di bidang desain juga melatarbelakangi pengadaan kegiatan ini. Selama ini, hanya orang-orang tertentu yang diandalkan dalam pembuatan poster, pamflet, dan hal-hal yang berhubungan dengan desain lainnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Auladi, penyampaian materi pada pelatihan ini diberikan secara bertahap sehingga lebih memudahkan para peserta untuk mengikuti. Diharapkan, setelah pelatihan ini, semakin banyak anggota yang mumpuni di bidang desain.

“Harapannya, pemerataan SDM yang mempunyai bakat desain di semua divisi, sehingga ketika memerlukan hal-hal yang berkaitan dengan desain tidak perlu lagi bergantung ke orang-orang tertentu, dan masing-masing perwakilan per divisi yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan pengetahuannya ke teman-teman lain yang belum mengikuti,” lanjut pria yang akrab disapa Adi ini.

Acara dibuka secara resmi oleh M Rizqi Arif Fiantono, Wakil Ketua KMNU Undip, mewakili Bagas Ardiyanto, Ketua KMNU Undip yang berhalangan hadir.

Dalam acara ini didatangkan dua pemateri yang berkompeten di bidang Corel Draw dan Photoshop. Pemateri pertama adalah Setyo Eka Rofi, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Undip. Pria asal Wonosobo ini telah bergelut dalam dunia desain sejak bangku SMA. Pemateri  kedua adalah Hery Afiq Maulana, mahasiswa D3 Ilmu Komunikasi Undip yang juga anggota KMNU Undip. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.

Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

Berikut isi utuh dari pidato bersebut:

Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 

Tanggal 22 Oktober 2017



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ?

? ? 

Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 

..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  

Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 

Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 

Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (? ? ? ?) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.

Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (? ? ?), jiwa (? ?), nalar (? ?), harta (? ?), keluarga (? ?), dan martabat(? ?) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

Jakarta, 22 Oktober 2017

Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.

Ketua Umum

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 08 Januari 2018

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak meluncurkan program Aplikasi SIAP GRAK (Sistim Aplikasi GP Ansor Banser Kebonagung). Hal ini dilakukan dalam rangka mengupayakan pemberdayaan dan peningkatan taraf ekonomi anggota serta perbaikan pangkalan data.

Ketua Ansor Kebonagung Faishol Nur yang didampingi sekretarisnya Ainul Fuad menjelaskan, aplikasi SIAP GRAK selain sebagai pangkalan data untuk mengetahui profil anggota dari jenis usaha maupun pekerjaan yang dijalaninya dalam keseharian, dalam jangka panjangnya bisa dibuat kerja sama antaranggota.

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kebonagung Luncurkan Aplikasi SIAP GRAK

“Aplikasi ini selain sebagai pangkalan data diharapkan bisa meningkatkan ekonomi anggota, menjalin kerja sama antaranggota, dari PAC tinggal mengonekkan antara anggota yang satu dan yang lain” katanya.

Untuk menyukseskan program aplikasi tersebut Faishol Nur beserta pengurusnya dan ketua ranting se-Kecamatan Kebonagung melakukan audiensi dengan Muspika Kebonagung di Kantor Kecamatan Kebonagung Rabu (14/12). Ia berharap dengan bersilaturrahmi dengan berbagai pihak termasuk Muspika bisa mendapatkan dukungan maksimal termasuk peluang usaha yang mungkin bisa digali anggotanya dari pemerintah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Untuk menyukseskan program kami harus menyosialisasikan dan dapat dukungan ke berbagai pihak termasuk pemerintah kita mencoba berbagai peluang usaha yang mungkin bisa digali termasuk dari pemerintah” harapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Camat Kebonagung yang juga pengurus MWCNU H Haryoto yang didampingi Sekcam Suradi di hadapan pengurus Ansor dan Banser merasa senang. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung program yang dicanangkan Ansor karena hal itu termasuk program yang dilaksanakan pemerintahan.

“Kami sangat mendukung program Ansor dalam upaya peningkatan ekonomi anggotanya, kami akan memback up sepenuhnya,” tegasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Islam, Syariah, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Operasi Simpati 2015 yang digelar jajaran Polres Jember, Kamis ? (9/4) agak unik. Kali ini polisi tidak memberikan sanksi tilang terhadap ? pengendara yang terjaring razia, namun diberi sanksi lain yang lebih simpati, yaitu diberikan taushiyah oleh seorang ustadz.

Tujuannya agar pengendara yang melanggar disiplin lalu lintas itu, ? bisa sadar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Kita berharap agar ustadz bisa memberikan ceramah agama kepada pengendara yang melanggar, karena ? pelanggaran ini erat kaitannya dengan ajaran agama,” ujar Kapolres Jember, Sabilul Alif.

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah

Dalam operasi ? yang digelar di ruas jalan protokol kemarin, ratusan pengendara terjaring razia karena tidak ? melengkapi kendaraannya dengan surat-surat yang diperlukan seperti STNK, SIM dan sebagainya. Bukan ditilang, mereka malah ? digiring ke depan sebuah musholla terdekat. Di situ sudah ? menunggu aparat kepolisian dan seorang ustadz, Mansur namanya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sang ustadz pun langsung memberikan ‘khotbah’-nya. Di hadapan mereka, ustadz Mansur menegaskan bahwa melanggar peraturan lalu lintas, juga melanggar peraturan agama. “Itu jelas dalam ? ayat al-Qur’an, supaya kita patuh kepada Allah dan rasul-Nya serta ulil amri atau para pemimpin,” ujarnya seraya menyitir ayat yang terkait dengan hal tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menambahkan bahwa taat kepada pimpinan berarti juga taat kepada peraturan pemerintah. Peraturan lalu lintas itu dibuat untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Karena itu, katanya, melanggar peraturan lalu lintas itu hukumnya juga melanggar ajaran agama. ? “Jadi pemerintah ? membuat peraturan itu sudah melalui banyak kajian. Makanya mulai sekarang ayo kita disiplin,” urainya.

Setelah mendengarkan ceramah, para pengendara itu diperbolehkan melanjutkan perjalanannya tanpa perlu susah-susah memikir soal tilang. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan Aktivis yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri atau Kopri PMII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melakukan aksi turun ke jalan dan membagi-bagikan selembaran seruan moral dan karangan bunga kepada pengguna jalan dalam rangka memperingati hari kartini yang jatuh pada 21 April kemarin.

Aksi yang dilakukan di bawah Fly Over Pamanukan ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi dari Polsek Pamanukan dan mendapat perhatian dari para pengguna jalan kawasan tersebut. Kendati membuat macet, namun para pengguna jalan sangat antusias menyaksikan orasi dan teatrikal yang menggambarkan korban dari kekerasan dalam rumah tangga dan derita para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi korban ditempat mereka bekerja.

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Menurut Ketua Kopri Subang, Neneng Nurhasanah, aksi yang dilakukan merupakan seruan moral kepada para pengguna jalan terutama kepada kaum perempuan. Bahwa eksistensi perempuan yang saat ini masih merasa terdiskriminasikan, hendaknya bangkit untuk melawan segala bentuk ketidak adilan. Padahal para wakil perempuan yang duduk dikursi wakil rakyat ternyata belum bisa dirasakan manfaatnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saat ini telah cukup banyak perempuan yang terdidik dan menempati posisi-posisi strategis diberbagai sektor kebijakan. Namun, pada kenyataannya masih banyak oknum yang menjadikan kaum perempuan tersudutkan, kebijakan politik yang tidak sensitive gender, KDRT ? yang terus meningkat dan didominasi oleh kaum perempuan, merupakan beberapa contoh betapa perempuan masih dalam jalan terjal,” tegas Neneng.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua IPPNU Cabang Subang, Nurul Jannah bahwa tujuan yang menjadi skala prioritas dari aksi ini adalah penegakan supremasi hukum terhadap orang yang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang saat ini masih merambah disetiap kehidupan rumah tangga.

“Tegakan supremasi hukum terhadap oknum kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu hentikan perdagangan perempuan, jangan jadikan 30% kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen hanya sebagai aksesoris politik, samakan upah pekerja perempuan dengan laki-laki, lindungi dan selamatkan hak-hak tenaga kerja wanita (TKW) dan hentikan segala bentuk diskriminasi perempuan serta ? optimalkan pendidikan pemberdayaan,” papar Nurul.

Ketua Umum PMII Cabang Subang, Ade Mahmudin mengaku sangat apresiatif dengan aksi yang dilakukan oleh wadah perempuan di PMII ini. Pasalanya, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas yang dibangun oleh perempuan agar terciptanya kesetaraan gender dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Aksi tersebut merupakan upaya memberikan pencerahan kepada kaum perempuan terhadap reformulasi kesetaraan gender yang sampai saat ini posisi perempuan seakan menjadi catatan hitam patriarkisme yang dari zaman ke zaman selalu dialami oleh perempuan. Sebab, Undang- Undang No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ternyata belum bisa menjamin perempuan terbebas dari kekerasan. Untuk itu, besar harapan Pemerintah hari ini harus benar-benar melek dengan kondisi nasib perempuan,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pesantren, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Haid secara etimologi berarti mengalir. Sedangkan haid secara terminologi adalah darah yang keluar dari farji/kemaluan seorang wanita setelah umur 9 tahun, dengan sehat (tidak karena sakit), tetapi memang kodrat wanita, dan tidak setelah melahirkan anak. Dasar haid di dalam Al-Qur’an adalah sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (222

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian, Dalil dan Hikmah Haid

Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ayat ini turun–sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim di dalam kitab shahihnya–sebagai respon atas fenomena kaum Yahudi yang memperlakukan wanitanya yang sedang haid dengan tidak manusiawi. Mereka akan mengusirnya, tidak mau tinggal seatap dan enggan makan bersama-sama seoalah-olah wanita ketika haid adalah manusia yang menjijikan. Allah menurunkan ayat ini yang menjelaskan bahwa haid memang darah kotor sehingga dilarang bagi suami untuk melakukan hubungan badan dengannya selama ia haid sampai datang masa suci. Nabi SAW juga menegaskan kembali di dalam sabdanya, “Lakukan apa saja kecuali jimak,” yaitu boleh bagi suami untuk tetap tinggal seatap dengan istrinya, makan bersama dan melakukan aktivitas bersama-sama dengan istrinya seperti biasa ketika suci kecuali berhubungan badan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sedangkan dasar haid dari hadits Nabi SAW adalah sebagaimana tergambar dalam hadits Nabi SAW riwayat Aisyah RA di dalam Shahih Al-Bukhari berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? : ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadits di atas menyebutkan bahwa Aisyah RA saat berhaji dengan Rasulullah SAW dan ketika sampai di Kota Sarf ia menangis karena haid sehingga ia tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya. Rasulullah SAW mencoba menenangkannya dengan mengatakan, “Sungguh ini adalah perkara yang telah ditetapkan Allah untuk anak-anak prempuan keturunan Adam, maka selesaikanlah rangkaian ibadah haji yang harus diselesaikan selain Thawaf.” Aisyah berkata, “Dan (setelah itu) Rasulullah SAW menyembelih sapi untuk para istrinya.”

Cerita Aisyah RA ini mengajarkan kepada seluruh wanita agar tidak perlu bersedih ketika mengalami menstruasi karena hal ini sudah ketentuan Allah SWT yang diberikan kepada setiap wanita dan tentunya ada hikmah dan manfaat di baliknya. Beberapa hikmah dan  manfaat adanya darah haid adalah:

1. Latihan bagi wanita menghadapi cairan sperma yang menjijikkan untuk sebagian wanita. Karena ketika seorang wanita menikah, maka ia harus siap menghadapi cairan suaminya berupa cairan sperma sehingga wanita harus melatih dan membiasakan dirinya menghadapi dan membersihkan darahnya sendiri yakni darah haid sebelum ia akan menghadapi cairan yang lebih menjijikkan lagi yakni sperma.

2. Melatih wanita lebih rajin, tidak jijik dan cekatan. Selain mengurus suami ia juga akan mengurus dan merawat anak-anaknya, membersihkan kotoran-kotorannya dan najis-najisnya. Allah SWT memberikannya latihan stimulasi berupa haid agar ia rajin, tidak merasa jijik dengan najis-najis, cekatan dalam merawat bayi serta mengerti cara mencuci yang baik.

3. Makanan bagi janin di dalam rahim wanita. Karena janin yang ada di dalam rahim seorang wanita tidak dapat makan sebagaimana yang dimakan oleh anak di luar rahim. Tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya. Allah SWT telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dicerna. Oleh karena itu, apabila seorang wanita tidak sedang dalam keadaan hamil, maka darah yang seharusnya dicerna oleh janin itu akan keluar dan menjadi darah haid atau menstruasi. Sementara bagi ibu yang sedang hamil, maka jarang sekali akan mengeluarkan darah haid karena telah dicerna oleh sang janin di dalam kandungannya.

Uraian ini disarikan dari kitab I’anatun Nisa’, Risalatul Mahidh dan Risalah fid Dima’it Thabi‘iyyah lin Nisa’, Shahihul Bukhari, dan Shahih Muslim, At-Tafsirul Munir. Wallahu a‘lam. (Annisa Hasanah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Doa, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama atau LPPNU. Termasuk warga dan pengurus NU sendiri. Upaya memperkenalkan kiprah lembaga ini harus terus dilakukan.

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani

Keluhan akan  hal ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah LPPNU Jawa Timur Wazir Wicaksono saat bertemu sejumlah kelompok tani dan perikanan, serta pegiat UMKM di Jombang, Jawa Timur, Rabu (25/3). Kenyataan ini harus menjadi acuan bagi pengurus untuk kerap menyapa masyarakat, khususnya petani.

“Padahal kalau kita membuka sejarah, peran NU dalam membina dan mendampingi petani telah teruji,” katanya. Saat peristiwa Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) tahun 1965, NU telah mendampingi petani dengan Pertanu atau Persatuan Tani Nahdlatul Ulama, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan kiprah dan rentang sejarah yang demikian panjang ini semestinya warga NU sudah bisa memahami kiprah NU dalam mendamping petani. “Namun kalau kemudian sekarang banyak yang mempertanyakan, mungkin hal tersebut terkait intensitas para pengurus LP2NU dalam mendampingi petani,” tandas pria yang kerap disapa Pak Wazir ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, ada banyak tugas berat yang diemban oleh LPPNU. “Yang kita urusi di samping pertanian, juga perkebunan dan peternakan,” ungkap Pak Wazir. Demikian juga kelautan dan perikanan, hutan dan tata ruang, energi hayati, pembangunan desa hingga lingkungan hidup, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Praktis, dengan tugas yang kian besar itu mengharuskan kami untuk bisa menjadi tempat berdiskusi dan dimintai pertimbangan terkait peraturan yang akan digulirkan,” terangnya.

Kendati demikian, tugas utama dari kepengurusan LPPNU di sejumlah tingkatan adalah melakukan pendidikan kepada petani. “Karena zaman telah berubah maka para petani harus selalu diberikan informasi terkait perkembangan pertanian terbaru,” ungkapnya.

Yang terbaru adalah akan diberlakukannya peringatan dini terkait perubahan cuaca di beberapa daerah. “Ini sangat penting agar petani bisa melakukan persiapan bagi komoditas yang akan ditanam,” terangnya. Karena musin yang ada selama ini kurang bersahabat dan kadang di luar prediksi, lanjutnya.

Dengan pantauan satelit yang bisa diakses di sejumlah desa tersebut, maka para petani dapat dengan tepat menanam tanaman yang sesuai dengan musimnya.  “Karena ilmu yang selama ini digunakan untuk memprediksi musim ternyata tidak sesuai dalam kenyataan,” katanya. Hal ini terbukti, ada yang menanam komoditas tertentu lantaran diperkirakan memasuki musim kemarau, namun ternyata masih terjadi hujan. Akibatnya, tanaman gagal panen dan sejenisnya.

“Tugas berat inilah yang diemban pengurus LPPNU di daerah agar keberadaannya semakin dirasakan masyarakat, khususnya petani,” pungkas Pak Wazir. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Tidak diragukan lagi bahwasanya dalam syariat Islam, selain puasa wajib di bulan Ramadhan, kaum muslim pun diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa sunah ini memiliki banyak keutamaan,sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsi, Allah Swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?) ? ? ?

? "Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)." Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi .

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Salah satu keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal - Puasa Enam hari di bulan Syawal memiliki dalil yang shahih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ?

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.?

Sebagian orang meragukan hadits berpuasa enam hari di bulan Syawal, akan tetapi keraguan itu terbantahkan oleh bukti-bukti periwayatan hadits. Perhatikan ungkapan Syeikh Abdullah bin Abdulal- Bassam berikut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal merupakan hadits yang shahih, hadits ini memiliki periwayatan lain di luar hadits Muslim. Selain hadits Muslim yang meriwayatkan hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi.” Oleh karena itulah Hadits berpuasa Enam hari di bulan Syawal ini tergolong hadits mutawatir.

Hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunah yang boleh dilaksanakan mulai tanggal dua Syawal. Apabila melaksanakan puasa sunah Enam hari ini pada tanggal satu ? Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Dalam hadits disebutkan, dari Abu Said al-Khudri, dia berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? “Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; idul fitri dan idul adha.(maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah . ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Praktik berpuasa 6 hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa di bulan Ramadhan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak. Perbedaannya, pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari yang penting masih di bulan Syawal. Namun apabila merujuk pada firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133, sebaiknya dilaksanakan sesegera mungkin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allah berfirman, “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”.

Demikian saja sekilas tentang Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal. Ingat, tidak ada lagi hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha, jadi pembaca setelah melaksanakan puasa Enam hari di bulan Syawal tak usah lagi merayakannya dan mengucapkan selamat hari raya.

?

Guslik An-Namiri, Ketua Umum Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh, aktivis NU Arab Saudi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pendidikan, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi?

Oleh KH Abdurrahman Wahid. Beberapa tahun yang lampau, seorang ulama dari Pakistan datang pada penulis di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta. Pada saat itu, Benazir Bhutto masih menjabat Perdana Menteri Pakistan. Permintaan orang alim itu adalah agar penulis memerintahkan semua warga NU untuk membacakan surah Al-Fatihah bagi keselamatan Bangsa Pakistan. Mengapa? Karena mereka dipimpin Benazir Bhutto yang berjenis kelamin perempuan. Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda “celakalah sebuah kaum jika dipimpin oleh seorang perempuan”? Penulis menjawab bahwa hadits tersebut disabdakan pada Abad VIII Masehi di Jazirah Arab. Ini berarti diperlukan sebuah penafsiran baru yang berlaku untuk masa kini?

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi?

Pada tempat dan waktu Rasulullah masih hidup itu, konsep kepemimpinan bersifat perorangan -di mana seorang kepala suku harus melakukan hal-hal berikut: memimpin peperangan melawan suku lain, membagi air melalui irigasi di daerah padang pasir yang demikian panas, memimpin karavan perdagangan dari kawasan satu ke kawasan lain dan mendamaikan segala macam persoalan antar para keluarga yang berbeda-beda kepentingan dalam sebuah suku, yang berarti juga dia harus berfungsi membuat dan sekaligus melaksanakan hukum.

Sekarang keadaannya sudah lain, dengan menjadi pemimpin, baik ia presiden maupun perdana menteri sebuah negara, konsep kepemimpinan kini telah dilembagakan/diinstitusionalisasikan. Dalam konteks ini, Perdana Menteri Bhutto tidak boleh mengambil keputusan sendiri, melainkan melalui sidang kabinet yang mayoritas para menterinya adalah kaum lelaki. Kabinet juga tidak boleh menyimpang dari Undang-undang (UU) yang dibuat oleh parlemen yang mayoritas beranggotakan laki-laki. Untuk mengawal mereka, diangkatlah para Hakim Agung yang membentuk Mahkamah Agung (MA), yang anggotanya juga lakilaki. Karenanya, kepemimpinan di tangan perempuan tidak lagi menjadi masalah, karena konsep kepemimpinan itu sendiri telah dilembagakan/ di-institusionalisasi-kan. “Anda memang benar,” demikian kata orang alim Pakistan itu, “tetapi tolong tetap bacakan surah Al-Fatihah untuk keselamatan bangsa Pakistan”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

***

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kisah di atas, dapat dijadikan contoh betapa Arabisasi telah berkembang menjadi Islamisasi -dengan segala konsekuensinya. Hal ini pula yang membuat banyak aspek dari kehidupan kaum muslimin yang dinyatakan dalam simbolisme Arab. Atau dalam bahasa tersebut, simbolisasi itu bahkan sudah begitu merasuk ke dalam kehidupan bangsa-bangsa muslim, sehingga secara tidak terasa Arabisasi disamakan dengan Islamisasi. Sebagai contoh, nama-nama beberapa fakultas di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) juga di-Arabkan; kata syarî’ah untuk hukum Islam, adab untuk sastra Arab, ushûluddin untuk studi gerakan-gerakan Islam dan tarbiyah untuk pendidikan agama. Bahkan fakultas keputrian dinamakan kulliyyat al-banât. Seolah-olah tidak terasa ke-Islaman-nya kalau tidak menggunakan kata-kata bahasa Arab tersebut.

Kalau di IAIN saja, yang sekarang juga disebut UIN (Universitas Islam Negeri) sudah demikian keadaannya, apa pula nama-nama berbagai pondok pesantren. Kebiasaan masa lampau

untuk menunjuk kepada pondok pesantren dengan menggunakan nama sebuah kawasan/tempat, seperti Pondok Pesantren (PP) Lirboyo di Kediri, Tebuireng di Jombang dan Krapyak di Yogyakarta, seolah-olah kurang Islami, kalau tidak menggunakan nama-nama berbahasa Arab. Maka, dipakailah nama PP Al-Munawwir di Yogya -misalnya, sebagai pengganti PP Krapyak.

Demikian juga, sebutan nama untuk hari dalam seminggu. Kalau dahulu orang awam menggunakan kata “Minggu” untuk hari ketujuh dalam almanak, sekarang orang tidak puas kalau tidak menggunakan kata “Ahad”. Padahal kata Minggu, sebenarnya berasal dari bahasa Portugis, “jour dominggo”, yang berarti hari Tuhan. Mengapa demikian? Karena pada hari itu orang-orang Portugis —kulit putih pergi ke Gereja. Sedang pada hari itu, kini kaum muslimin banyak mengadakan kegiatan keagamaan, seperti pengajian. Bukankah dengan demikian, justru kaum muslimin menggunakan hari tutup kantor tersebut sebagai pusat kegiatan kolektif dalam ber-Tuhan?

***

Dengan melihat kenyataan di atas, penulis mempunyai persangkaan bahwa kaum muslimin di Indonesia, sekarang justru sedang asyik bagaimana mewujudkan berbagai keagamaan mereka dengan bentuk dan nama yang diambilkan dari Bahasa Arab. Formalisasi ini, tidak lain adalah kompensasi dari rasa kurang percaya diri terhadap kemampuan bertahan dalam menghadapi “kemajuan Barat”. Seolah-olah Islam akan kalah dari peradaban Barat yang sekuler, jika tidak digunakan kata-kata berbahasa Arab. Tentu saja rasa kurang percaya diri ini juga dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin sekarang di seluruh dunia. Mereka yang tidak pernah mempelajari agama dan ajaran Islam dengan mendalam, langsung kembali ke “akar” Islam, yaitu kitab suci al-Qur’ân dan Hadits Nabi Saw. Dengan demikian, penafsiran mereka atas kedua sumber tertulis agama Islam yang dikenal dengan sebutan dalil naqli, menjadi superficial dan “sangat keras” sekali. Bukankah ini sumber dari terorisme yang kita tolak yang menggunakan nama Islam?

Dari “rujukan langsung” pada kedua sumber pertama Islam itu, juga mengakibatkan sikap sempit yang menolak segala macam penafsiran berdasarkan ilmu-ilmu agama (religious subject). Padahal penafsiran baru itu adalah hasil pengalaman dan pemikiran kaum muslimin dari berbagai kawasan dalam waktu yang sangat panjang. Para “Pemurni Islam” (Islamic puritanism) seperti itu, juga membuat tudingan salah alamat ke arah tradisi Islam yang sudah berkembang di berbagai kawasan selama berabad- abad. Memang ada ekses buruk dari pengalaman perkembangan pemikiran itu, tetapi jawabnya bukanlah berbentuk puritanisme yang berlebihan, melainkan dalam kesadaran membersihkan Islam dari ekses-ekses yang keliru tersebut.

Agama lainpun pernah atau sedang mengalami hal ini, seperti yang dijalani kaum Katholik dewasa ini. Reformasi yang dibawakan oleh berbagai macam kaum Protestan, bagi kaum Katholik dijawab dengan berbagai langkah kontrareformasi semenjak seabad lebih yang lalu. Pengalaman mereka itu yang kemudian berujung pada teologi pembebasan (liberation theology), merupakan perkembangan menarik yang harus dikaji oleh kaum muslimin. Ini adalah pelaksanaan dari adagium “perbedaan pendapat dari para pemimpin, adalah rahmat bagi umat (ikhtilâful a’immah rahmatul ummah).” Adagium tersebut bermula dari ketentuan kitab suci al-Qur’ân: “Ku-jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bangsa agar kalian saling mengenal (Wa ja’alnâkum syu’ûban wa qabâ’ila li ta’ârafû)” (QS al-Hujurat(49):13). Makanya, cara terbaik bagi kedua belah pihak, baik kaum tradisionalis maupun kaum pembaharu dalam Islam, adalah mengakui pluralitas yang dibawakan oleh agama Islam.

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pemurnian Aqidah, IMNU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Pesan-pesan Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga

Manusia dan amalnya tidak dibiarkan begitu saja. Di dalam Al-Qiyaamah{75}:36, Allah berfirman, yang artinya: “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” 

Begitu betahnya manusia hidup di atas dunia. Gemerlapnya, indahnya dunia hingga manusia terlena. Mereka tidak memperhatikan perbuatan (amalnya) yang kelak berguna mengetuk pintu rahmat Allah SWT.

Pesan-pesan Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan-pesan Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan-pesan Sufi tentang Amal Ibadah dan Surga

Karena itulah, surga itu terlalu megah bagi kita, sehingga amal baik pun tidak menjadi jaminan menjadikan kita layak memasukinya. Nabi SAW pun bersabda:

 ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya, “Engkau pun tidak?” Beliau menjawab, “Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku.”

Hadits ini memberi pesan bahwa urusan surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah SWT. Sehingga menjadi aneh bila kita merasa bangga dengan segenap prestasi ibadah, apalagi hingga berani menilai orang lain sebagai ahli neraka atau surga.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menyebut orang yang merasa lebih baik ini sebagai salah satu bentuk kebodohan. Bahkan kepada orang kafir pun Imam Al-Ghazali mengajurkan kita untuk berprasangka baik: tidak menutup kemungkinan orang yang kafir hari ini akan berujung dengan ketaatan kepada Allah di akhir hidupnya. Namun, siapa yang menjamin yang ahli ibadah hari ini bakal mati dalam keadaan husnul khatimah?

Tentang orientasi ibadah yang ingin meraup kenikmatan surgawi, kisah seorang ulama sufi, Fudlail ibn ‘Iyadl bisa menjadi pelajaran. Dalam kitab Raudlatuz Zâhidîn karya ‘Abdul-Malik ‘Alî al-Kalib disebutkan, suatu kali Fudlail ibn Iyadl berkata, "Seandainya saya diminta memilih antara dua hal, yakni dibangkitkan lalu dimasukkan surga atau tidak dibangkitkan sama sekali, saya memilih yang kedua."

Fudlail menunjukkan perasaan malu. Ia merasa tidak pantas menerima ganjaran pahala seandainya ia memang mendapatkannya. Kecintaan Fudlail yang memuncak kepada Tuhannya menghilangkan angan-angan akan pamrih apa pun.

Kisah Fudlail di atas dimuat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal pada kanal Khutbah, Rabu, 19 April 2017 13:43.

Tentang laporan amal manusia dikutip dari tulisan Ust. Ma’ruf Khozin (LTNNU Surabaya) tentang dalil Sya’ban ; 10 Sya’ban 1438 H/7 Mei 2017. Dalam tulisan tersebut, laporan amal manusia ada yang harian, tiap pekan dan tahunan.

Laporan amal harian 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? :? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?

“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka -dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)-, “Dalam keadaan bagaimanakalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)

Laporan amal tiap pekan

“? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ?.“

Dari Abu Hurairah RA., dari Rasulullah SAW bersabda, “Amal manusia akan dilaporkan dalam tiap pekan sebanyak dua kali, hari Senin dan Kamis. Maka Allah SWT mengampuni setiap hamba yang beriman kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya ada kebencian. Maka dikatakan “Biarkan dua orang ini, hingga mereka saling berbaikan” (HR.Muslim).

Laporan amal tahunan

"Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, ia bertanya kepada Rasulullah :"Wahai Rasulullah , saya tidak menjumpai engkau berpuasa di bulan-bulan yang lain sebagaimana Engkau berpuasa di bulan Syaban. Rasulullah Saw menjawab: "Syaban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadlan. Bulan Syaban adalah bulan laporan amal kepada Allah SWT. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa" (HR Nasai No 2356, Ahmad No 21753 dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah. Baca Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar, VI/238. Ibnu Hajar juga menilainya sahih)

Dari paparan diatas, jelas bahwa setiap waktu, setiap saat kita dilarang menjauh dari sang maha kuasa Allah ‘Aza Wazalla. Tapi pada kenyataannya kita sebagai manusia lebih banyak meluangkan waktu untuk dunia yang fana dan sangat dan sangat sedikit untuk meluangkan waktu untuk-Nya. 





Usep Rusmana, warga NU di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung  

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Komitmen IPNU-IPPNU Sulang Jaga Kesuburan 21 Ranting

Rembang, NU online. Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Sulang Rembang, Susman dan Umu Halimah Sofiah, berkomitmen tetap menjaga kesuburan 21 Pimpinan Ranting yang ada.

Komitmen IPNU-IPPNU Sulang Jaga Kesuburan 21 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen IPNU-IPPNU Sulang Jaga Kesuburan 21 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen IPNU-IPPNU Sulang Jaga Kesuburan 21 Ranting

Hal itu disampaikan secara langsung oleh kedua usai terpilih dalam Konfercab IPNI-IPPNU Kecamatan Sulang pada Ahad (7/6), bertempat di Desa Lambangan Kulon Kecamatan Sulang Rembang Jawa Tengah.

Susman dalam pernyataannya kesediaanya dipilih menjabat sebagai ketua IPNU menyampaikan akan tetap menjaga ke aktifan semua ranting agar kegiatannya tetap berjalan seperti biasanya. Kalau kedepan akan mengaktifkan komisariat yang sudah terbentuk tetapi belum aktif sebagaimana Komisariat yang lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya akan mengutamakan menjaga aset ranting yang sudah ada, agar tetap tumbuh subur, Karena memang semua ranting sudah terbentuk, tingga sedikit menambahkan beberapa program kerja yang belum sempat direalisasikan jika memang ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan,” katanya.

Sedangkan Umu Halimah Sofiah sebagai ketua IPPNU yang baru juga mengutarakan hal yang hampir sama. Ia akan mengembangkan ranting yang sudah ada dan meningkatkan kegiatan pengkaderan sebagaimana peraturan yang ada di organisasi IPPNU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya akan lebih optimalkan kegiatan yang sudah ada. Ya tinggal menjalankan kegiatan yang bersifat kaderisasi seperti Makesta dan Lakmud,” katanya.

Dalam akhir pidato keduanya usai terpilih, mereka? berharap kebersamaan dan? dan saling bersinergi antar pengurus yang lama dapat menjadi petunjuk dalam hal membangun IPNU-IPPNU kedepan. (Ahmad Asmui/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota

Jember, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal? . PC Fatayat NU Jember menyelenggarakan Halalbihalal dan Pelatihan Pendataan Anggota Fatayat. Acara yang diselenggarakan di kantor NU, ? Jl Imam Bonjol No 41 A Jember, Jawa Timur. Hadir pada kesempatan ini, seluruh Pengurus Cabang Fatayat Jember, dan Anak Cabang serta ranting.

Dalam tausiyahnya, Katib Syuriyah PCNU Jember, Dr KH MN Harisudin yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan pentingnya memaafkan dalam kehidupan, terutama organisasi.?

Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota

“Memaafkan ini adalah pilar kerukunan dan juga kesatuan. Memaafkan ini dalam Islam meneladani apa yang dilakukan oleh Abu Bakar terhadap Mistah bin Utsasah yang hampir tidak mau memberi makan padanya. Karena Mistah ikut melakukan provokasi bahwa Aisyah berselingkuh dengan Sofwan bin Muattal. Akhirnya, Abu Bakar memaafkan seperti disebut dalam QS Al-Baqarah 134,” kata Kiai yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Jember tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selanjutnya, acara dibuka oleh Kiai Harisudin yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates. “Dengan bacaan bismillah, acara Halalbihalal dan Pelatihan Pendataan Anggota Fatayat resmi kami buka,” katanya yang langsung disambut tepuk meriah oleh peserta yang berjumlah sekitar 100 orang tersebut.

Pada sesi selanjutnya, acara inti pelatihan pendataan anggota Fatayat NU yang dipandu oleh Dewi Masyitah, MPdI dan drg Rina, MKes. Halal bihalal dan Pelatihan Pendataan Anggota Fatayat ini diakhiri dengan mushafahah (salam-salaman) seluruh panitia dan peserta pelatihan. (Red: Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon

Cirebon, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Majelis Pembina Cabang PMII Cirebon Dr Ilman Nafi’a mengingatkan forum konferensi cabang sebagai wadah yang mengakomodasi kader terbaik PMII untuk memimpin. Menurut Ilman, di samping pembelajaran konferensi cabang PMII merupakan cermin dari komitmen kader PMII atas nilai-nilai pergerakan organisasi.

Konfercab ialah sarana menentukan kepemimpinan sehingga memberikan peluang untuk menempatkan kader-kader pilihan sebagai pemimpin di PMII," kata Ilman pada Konfercab ke-38 PMII Cirebon di gedung KNPI kota Cirebon, Rabu (8/10).

Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon

Seluruh kader PMII, pesan Ilman, perlu menyamakan persepsi dan pandangan terkait arah gerakan PMII Cirebon terutama parihal pengaruh politik praktis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Konfercab juga harus menjadi momentum pembelajaran untuk menghindarkan diri dari praktik politik praktis, apalagi menjadi boneka kaum elit politik," pesan Ilman. (A Imam Baehaqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baru Dibuka, Biro Travel Umrah Ansor Purworejo Diserbu Muslimin

Purworejo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sebagai organisasi kepemudaan Islam yang salah satu programnya adalah mengawal nilai-nilai dan doktrin agama Islam, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purworejo terus meningkatkan pelayanan umat. Di antaranya adalah membuka Biro Travel Haji Plus dan umrah bernama Sorban Nusantara (SorbanNU).

Menurut Muhammad Haekal selaku ketua PC GP Ansor Purworejo, meski baru beberapa bulan dibuka, namun SorbanNU sudah mendapat banyak respon positif dari masyarakat.

Baru Dibuka, Biro Travel Umrah Ansor Purworejo Diserbu Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Dibuka, Biro Travel Umrah Ansor Purworejo Diserbu Muslimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Dibuka, Biro Travel Umrah Ansor Purworejo Diserbu Muslimin

"Pertama bulan Mei lalu kita beragkatkan 29 orang. Sedangkan untuk angkatan kedua ini sudah ada 120 orang yang mendaftar," terangnya ketika ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Sabtu (20/10).

"SorbaNU sendiri didirikan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Sedangkan kita di kabupaten menjadi mitra sekaligus perwakilan cabangnya. Alhamdulillah, saya banyak dikontak berbagai cabang-cabang Ansor yang ingin sharing terkait pengelolaan SorbanNU ini," terangnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Branch Manger SorbanNU Purworejo, Harisuddin, terus meningkatkan profesionalitas dan pelayanan seperti mengadakan manasik secara periodik yang diampu langsung oleh para kiai dari PCNU Purworejo seperti KH. Dawud Masykuri dan KH. Attabik Baqir. 

"Untuk periode kedua ini, yang akan berangkat bulan November mendatang, diampu langsung oleh Syuriyah NU Purworejo, KH. Habib Hasan Agil Babud," ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terpisah, KHA Hamid selaku ketua PCNU Purworejo mendukung langkah GP Ansor yang terus berbuat untuk masyarakat. Ia berharap SorbanNU Ansor semakin meningkatkan pelayanannya.

"Kita dari PCNU sih berharap agar pelayanannya terus ditingkatkan. Dengan pelayanan yang baik,  masyarakat semakin trust (percaya) dan nyaman pada SorbanNU," ungkapnya. (Ahmad Naufa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ubudiyah, Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 19 November 2017

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sebuah kesempatan ceramah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pernah menyatakan sungguh sayang jika kita hanya memiliki guru-guru yang masih hidup. Justru mereka, para kiai dan ulama yang telah lama wafat, adalah guru sejati kita. Sebab, menurut tokoh kelahiran Bone (Sulawesi Selatan) itu, mereka yang telah sumare kini tak memiliki kepentingan lagi. Dan baik buruknya seseorang hanya dapat diketahui saat ia telah tiada.

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra (Sumber Gambar : Nu Online)
Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra (Sumber Gambar : Nu Online)

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra

Pemikiran Nasaruddin di atas—juga banyak ulama yang mengatakan hal senada—membuat kami memutuskan untuk menziarahi para guru, ulama, dan kiai. Memanfaatkan hari libur beberapa waktu lalu, kami memulai ziarah tepat 8 pagi. Aroma basah jalanan sisa hujan semalam masih kuat terasa. Dari bilangan Krapyak, Bantul, kami berlima—rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU DIY—langsung menuju makam Dongkelan, makam dari KH Moenawwir, KH Ali Maksum, dan keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak, Bantul. Bacaan tahlil kami lakukan sekitar 20 menit dan perjalanan dimulai lagi. Tepat Pukul 09.15 kami sampai di makam KH Nur Iman atau sering disebut BPH Sandiyo. Makam ini terletak di Mlangi, sekitar 200 meter dari ring road barat. Kalau saat momentum Ramadhan, kampung ini dikenal sebagai sentra mercon kota Yogya.

Makam Mbah Kiai Nur Iman tepat berada di barat Masjid Pathok Negara Mlangi. Saat kami masuk, ada dua orang santri perempuan sedang khusyuk mengaji. Kedatangan kami tampaknya tak mengganggu mereka, terbukti bacaan Qur’an tetap nyaring, stabil dan terus mereka lantunkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sunan Pandanaran

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pukul 10.00 kami meninggalkan Mlangi, kemudian bergegas menuju Bayat, Klaten. Maklum, momentum liburan dan kendaraan luar kota mulai padat memasuki Yogyakarta dari arah timur membuat kami mesti pintar-pintar estimasi waktu. Tujuan kami adalah Makam Sunan Pandanaran, atau Sunan Padang Aran, atau dikenal juga Sunan Bayat. Arah menuju makam cukup gampang. Anda tinggal menuju Klaten dan dari arah Yogya sudah ada papan plang penunjuk jalan menuju makam. Masuk sekitar 8 km dari jalan utama Yogya-Solo.

Makam Sunan Pandanaran terletak di Gunung Cokrokembang. Tak heran Anda mesti menaiki sekitar 250 anak tangga. Bagi yang jarang olahraga, pasti nafas akan cukup tersengal. Tapi Anda tak perlu khawatir, bagi yang tidak kuat, ojek motor siap mengantar Anda sampai atas dengan tarif Rp 7.000 sekali naik. Di samping kiri-kanan tangga terdapat para penjual cinderamata, pakaian, makanan khas, dan sarung termasuk aneka tasbih, cincin akik bahkan alat masak tradisional. Pokoknya komplit!

Semuanya laris dilihat dari banyaknya peziarah yang memborong. “Kiai besar itu sudah wafat saja masih menghidupi banyak orang, sedang kita yang masih hidup justru selalu mencelakakan orang,” tukas teman yang ikut ziarah. 

Sejak pintu kedatangan ada beberapa gapura yang langsung menyambut kedatangan kita. Dimulai dari Gapura Segara Muncar di depan parkiran, Gapura Dhuda yang menyapa di depan anak tangga pertama, Gapura Pangrantungan hingga Gapura Panemut, Pamuncar, Balekencur, Prabayeksa yang keempatnya berada di kompleks makam.

Di samping Gapura Dhuda Anda diwajibkan membayar retribusi masuk Rp 1.000/orang. Sedang di Gapura Pangrantungan Anda akan disambut abdi dalem diminta untuk mendaftarkan diri. Kata seorang abdi dalem yang berjaga, tiap hari ada 1.000 pengunjung yang datang ke sana. “Apalagi kalau bulan Ruwah dan Rejeb, bisa sampai 2.000 orang yang ziarah,” katanya lagi. Di gapura ini, terdapat masjid yang disediakan bagi peziarah sekadar melepas lelah dan untuk menegakkan sholat. Rasa lelah setelah naik tangga akan terbayar dengan pemandangan Kota Klaten dan Yogya dari atas yang sungguh elok rupa. Jajaran pegunungan seribu juga terlihat dan inilah yang disebut Jolosutra. Tempat di mana Sunan Kalijaga ‘menanam’ murid-muridnya untuk menyebarkan agama Islam, sekaligus membentengi masyarakat dari gangguan dari luar.

Kompleks Makam Sunan Bayat cukup eksotis. Bangunannya mirip pura atau Kerajaan Hindu. Didukung dengan masyarakat sekitar yang tampaknya sadar akan potensi ini, maka jadilah ziarah di Makam Sunan Bayat mampu menjadi magnet siapapun yang melakukan perjalanan wisata spiritual.

Saat kami tiba di makam, ternyata ratusan peziarah sedang melafalkan kalimat tahlil. Mereka datang dari Cilacap, Tuban dan Rembang. Pukul 13.30 kami akhiri dan bersegera menuntaskan ziarah hari itu. Keasyikan ziarah dan mengenang kembali jasa serta ajaran mereka yang telah sumare membuat kami lupa untuk santap siang. Kami memilih sebuah restoran di pinggir Jalan Raya Solo-Yogya. 

Tampaknya arus kendaraan yang berjejal ingin masuk ke Yogya sangat padat sekali. Rencana untuk ziarah ke makam KH Zainal Muttaqin, salah seorang putra Sunan Kalijaga yang berada di selatan Bong Supit Bogem terpaksa kami urungkan. Kami berbelok ke selatan menuju Dusun Jolosutro. Di sana terdapat makam Sunan Geseng, murid Sunan Kalijaga lainnya.

Sekitar Pukul 16.00 kami sampai di Dusun Jolosutro yang terelak 5 km di selatan Jalan Yogya-Wonosari km 14. Kami sholat ashar di Masjid Sunan Geseng dan naik menuju makam. Setelah memarkir kendaraan kami hendak jalan kaki menuju makam. Seorang penduduk mengingatkan kami, jalan kaki menuju makam menempuh jarak 1 km dan menghabiskan 30-40 menit. Terjal, naik dan siapapun yang tidak terbiasa akan kewalahan. Untungnya ada penduduk lainnya yang memberitahu, jalan menuju makam relatif mulus dan dapat dilalui kendaraan asal lewat jalur Patuk Gunungkidul. Kami menurut saja. Perkiraan waktu pulang dari makam selepas maghrib tentu tak nyaman jika harus menuruni bukit.

Putar haluan, kami menuju Patuk. Tepat di pos polisi Patuk kami ke selatan, ikuti jalan hingga ada bak air raksasa. Ambil kiri dan menapaki jalan hotmix yang berdasarkan papan keterangan dibangun oleh Pemkab Bantul, sampailah kami di makam Sunan Geseng. Benar saja, kendaraan dapat dibawa sampai kompleks makam. Di sana ada musholla kecil dan kamar mandi dengan air melimpah.

Sunan Geseng atau Pangeran Panggung adalah salah satu putra Brawijaya V yang menjadi murid Sunan Kalijaga. Konon ada 99 makam Sunan Geseng di seluruh nusantara, tapi yang diyakini benar sebagai makamnya ada di tiga tempat: Tuban, Grabag, dan Jolosutro Piyungan. Gus Dur sendiri pernah ziarah di sini dan mengatakan yang paling tepat dari kemungkinan yang ada hanyalah yang di Jolosutro Piyungan.

Tak terasa waktu menunjukkan Pukul 19.00 dan kami memutuskan untuk pulang. Seharian ziarah di kawasan DIY-Jateng tentu menguras tenaga. Namun, kami percaya bahwa mereka yang telah sumare itu memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Dan sepantasnya bagi kita untuk mendoakan mereka, berharap ikatan batin itu selalu terjaga. (abu naja/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Syariah, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Meredam Keakuan, Menumbuhkan Kebersamaan

Khutbah I

Meredam Keakuan, Menumbuhkan Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meredam Keakuan, Menumbuhkan Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meredam Keakuan, Menumbuhkan Kebersamaan

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tahukah Anda kata yang paling banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari? Penelitian tentang hal ini pernah dilakukan, walaupun bukan di tanah air.

Ali Amin, wartawan kawakan dari Mesir, menulis dalam harian Akhbar Al-Yaum bahwa suatu perusahaan telepon merekam lima ratus percakapan dalam rangka mengetahui kata yang paling banyak digunakan. Dan, ternyata, kata tersebut adalah yang menunjuk pada diri pembicara seperti “Aku” atau “Saya. Ia terulang sebanyak 3.999 kali atau sama dengan delapan kali setiap dilakukan suatu percakapan. Sayang, tidak diinfomasikan berapa lama berlangsung setiap percakapan itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rupanya, kata “Aku” atau “Saya” merupakan kata yang paling ringan ,indah dan lezat untuk diucapkan, walaupun sering kali kata tersebut merupakan kata yang “berat” terdengar di telinga mitra bicara kita. Apakah hal ini merupakan indikator tentang mendalamnya individualisme, serta menonjolnya “keakuan” manusia dewasa ini? Mungkin. Tetapi, bukan di sini tempatnya untuk menjawabnya. Yang ingin kita bicarakan adalah pandangan agama tentang hal tersebut.

Tentu saja mustahil kata “Aku” atau “Saya" dihapus dari kamus bahasa manusia. Tetapi manusia dapat dituntut, kapan dan bagaimana ia menggunakannya. Dari Al-Qur’an, kita dapat menemukan petunjuk-petunjuk tersirat melalui ayat-ayatnya yang tersurat.

Tuhan dan manusia menggunakan kata “Aku” atau “Saya”, walaupun diakui bahwa Allah SWT Mahamutlak serta tak ada yang menyamai kebesaran dan keagungan-Nya, namun jarang sekali Dia Yang Mahakuasa itu menggunakan kata-kata “Aku” atau “Saya”. Jika dikhawatirkan timbul kesalahpahaman tentang Zat atau wewenang-Nya barulah kata-kata tersebut digunakan. Pada umumnya, Tuhan menunjuk kepada diri-Nya dengan bentuk jamak, yang antara lain mengandung makna keterlibatan mahluk bersama-Nya dalam aktivitas yang ditunjuk.

Manusia-manusia pilihan Tuhan menggunakan kata “aku” bukan dalam rangka menonjolkan keakuan, tetapi menggambarkan kebutuhan dan kelemahan mereka khususnya di hadapan Allah SWT. Perhatikan, misalnya, ayat berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku.dan tidak pula aku mengetahui yang gaib, dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS al-An‘am: 50).

Demikian juga halnya jika untuk satu dan lain sebab mereka menonjolkan keistimewaan, sebagaimana dicontohkan dalah ayat berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Ini adalah sebagian dari anugerah Tuhanku, dalam rangka mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya) (QS 27 :40).Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS ? Yusuf: 86).

Di samping itu, kalau kata “Aku” mereka gunakan, maka itu dalam rangka menggabungkan diri ke dalam kelompok. Orang-orang terpuji menyatakan keislaman mereka dengan berucap, Dan saya termasuk kelompok orang Muslim, atau Aku diperintahkan menjadi salah seorang dari kaum Muslimin (lihat QS Yunus:72; Fussilat: 33).

Umat Islam dituntut oleh Al-Qur’an untuk mengucapkan:

? ? ? ?

Artinya: “Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon bantuan” (QS al-Fatihah: 5).

Ia tidak dibenarkan mengubah kata “kami” menjadi “aku” walaupun ketika ia shalat sendirian. Hal ini antara lain memberi kesan bahwa keakuan seorang Muslim secara konseptual harus lebur dalam “aku-aku” yang lain. Ia harus selalu bersama orang atau mahluk-mahluk yang lain. Kebersamaan tersebut menghasilkan keterikatan seorang Muslim dengan sesama manusia, sehingga merasakan derita orang lain. ”Bagaikan satu jasad yang memiliki organ-organ; seluruh jasad merasakan keluhan organ lain yang terkecil sekalipun.”

Kiranya dari sini kita dapat memahami,mengapa tokoh Qarun---seorang kaya raya pada masa Musa a.s. yang tidak merasakan derita orang lain-–dikecam Al-Qur’an ketika menonjolkan keakuanya dengan berkata:?

? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku” (QS 28 :78).

Ciri Agama Islam adalah kebersamaan, dan ia harus mewarnai seluruh aktivitas Muslim---termasuk mewarnai ucapan-ucapanya. Wallahu A’lam.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

* Mayoritas isi materi khutbah ini mengutip tulisan M. Quraish Shihab, Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan, 2007 (Bandung: Mizan).?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 05 November 2017

Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar

Pamekasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur Cabang Pakong menjadi perbincangan hangat selama Rapat Anggota Tahunan (RAT) BMTNU area cabang Pamekasan dan Sampang di Aula STAIN, Sabtu (14/1). Pasalnya, BMTNU yang baru berdiri 10 bulan tersebut berhasil meraih omzet sebesar Rp2,3 miliar.

Angka itu merupakan yang terbesar di Kabupaten Pamekasan, kalah sedikit ke Cabang Camplong Kabupaten Sampang yang menembus Rp2,7 miliar. Bedanya, Cabang Camplong sudah bertahun-tahun berdiri dan tertua dibanding BMTNU lainnya.

Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanya 10 Bulan, Omzet BMTNU Pakong Tembus Rp2,3 Miliar

"Ini luar biasa. Kami bangga dengan prestasi para pengelola BMTNU di Kabupaten Pamekasan dan Sampang. Utamanya MWCNU Cabang Pakong yang hanya dalam hitungan 10 bulan sudah mampu menembus omzet Rp2,3 miliar," ujar Direktur Utama MWCNU Jawa Timur Masyudi.

Sementara itu, Ketua MWCNU Pakong KH Zainul Waqud menyatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan para pengurus MWCNU Pakong beserta para banomnya. Warga NU di Pakong memunyai andil besar dalam kemajuan BMTNU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Para pengurus dan warga nahdliyin cukup sadar bahwa BMTNU merupakan salah satu alat perjuangan untuk menggapai kemandirian di bidang ekonomi," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, Syariah, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menyelenggarakan Pembekalan pra-kuliah bagi 29 santri peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama yang diterima di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya (7/8), Dirjen PD Pontren Ace Saefudin memberikan sambutan sekaligus membuka acara “Pembekalan dan Peningkatan” kualitas puluhan santri PBSB yang diterima di jurusan Tasawuf Psikoterapi di kampus setempat.

Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Santri PBSB UIN Bandung Ikuti Pembekalan Pra-kuliah

Selama satu pekan, para santri calon mahasiswa diberikan banyak meteri-materi yang menunjang perkuliahan, di antaranya materi perkenalan jurusan, antropologi kampus, motivasi belajar, metode pembelajaran berbasis IT, manajemen kewirausahaan, dan lain-lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usep Dedi Rustandi saat menyampaikan materi manajemen kewirausahaan menjelaskan, teori-teori manajemen entrepreneurship seharusnya juga bisa diterapkan dalam dunia akademik, seperti dapat lulus dengan nilai bagus. Tentu juga ada usaha-usaha yang anda bisa dapatkan keuntungan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Manajemen entrepreneurship harus kita pahami, karena sadar atau tidak sadar kita akan mengerjakan hal itu,” ujar sekretaris PCNU Kabupaten Bandung ini di hadapan puluhan santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Dosen jurusan Tafsir Hadist tersebut menambah, prinsip-prinsip dalam wirausaha dapat digunakan dalam belajar, seperti mengatur waktu. Waktu tetap akan berjalan tapi antara dikelola dan tidak tentu akan berbeda hasilnya. “Targetnya jelas apabila kita manage waktu dengan baik,” tegasnya, Rabu (12/8).

Sementara itu, salah satu santri PBSB Asrizal mengungkapkan, bahwa dirinya mengikuti program ni karena dirinya Ingin meringankan beban orang tua. “Karena apabila mengukuti PBSB orangtua tidak terbebani lagi,” terangnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Kamis (14/8).

Selain karena ia tertarik muatan ilmu psikologi yang dikaji dalam jurusan Tasawuf Psikoterapi, ia juga masih berkeinginan belajar di pesantren. Sebab, santri yang nanti bakal menjadi mahasiswa peserta PBSB wajib kembali tinggal di pesantren.

Menurut Asrizal, pembekalan pra-kuliah ini sangat penting untuk menunjang pendidikan ke depannya. “Di dalamnya diajari manajemen pendidikan di pesantren dan kampus, apalagi pematerinya orang-orang pintar,” kata santri asal Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone di bawah asuhan KH. Nasarudin Umar, Musytasar PBNU.

Asrizal berharap, pembelajaran ke depannya dapat lebih efektif. Karena ia meyakini kesuksesan tergantung usahanya. “Saya ingin menjadi seorang konselor di pesantren saya nanti. Saya ingin membuka klinik di kampung saya, supaya dapat membantu masyarakat yang nanti membutuhkan konsultasi kejiwaan,” harapnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Syariah, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock