Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Jayapura, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan kesalahan fatal terkait penulisan sejarah pergantian kepemimpinan Indonesia dari Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke presiden berikutnya.

Dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12), Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Mahfud MD mendesak Kemendikbud dan Kemenag untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendikbud dan Kemenag Lakukan Kesalahan Fatal

Kalimat yang menyebutkan bahwa Gus Dur jatuh karena kasus bulogate dan bruneigate pertama kali ditemukan dalam soal ujian Madrasah Aliyah di Jawa Barat (Jabar) yang disusun oleh Kanwil Kemenag setempat. Namun belakangan terkuak bahwa kalimat itu ada dalam beberapa buku sejarah untuk kelas 3 SMA yang diterbitkan oleh dan atas izin Kemendikbud.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Buku itu sangat fatal untuk pelajaran. Mari kita hargai jasa Gus Dur, sebab bagi kami Gus Dur adalah idola kami. Kami minta Kemnedikbud dan Kemenag mengusut tuntas soal ini. ? Siapa penulisnya, pemenang tender dan sebagainya,” kata Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin.

Mahfud MD mengatakan, ada dua kemungkinan dengan adanya buku menyesatkan tersebut. “Pertama penulis ? bodoh, atau memang dengki ingin memfitnah Gus Dur menjatuhkan reputasi Gus Dur,” tandas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kami mendesak agar Kemendiknas maupun Kemenag mengusut tuntas hal ini. Karena soal ujian tersebut menyesatkan, dan bisa mengaburkan sejarah Indonesia. Kami tak terima Gus Dur difitnah semacam itu, karena secara hukum, Gus Dur tak terbukti bersalah,” kata Mahfud.

Adien menengarai adanya upaya pihak tertentu yang ingin membelokkan sejarah Indonesia. ? “Gus Dur itu jatuh murni karena persoalan politik, tak ada kaitan sama sekali dengan bruneigate dan buloggate. Memang sebelumnya Gus Dur dituduh menerima dana itu. Tetapi secara hukum telah dibuktikan bahwa kasus tersebut sama sekali tak melibatkan Gus Dur. Sidang Istimewa penjatuhan Gus Dur tidak terkait dengan dua kasus itu,” kata Adien seperti juga diungkapkan Mahfud MD.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Malik

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Halaqoh, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kiai Muhammad Yamin tutup usia, Ahad (19/10), bakda ashar. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kudus, Jawa Tengah.

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah MWCNU Kaliori Tutup Usia

Menurut KH Ali Armani, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kaliori, Kiai Yamin sudah lama menderita penyakit gula. Tetapi dengan penuh semangat, ia tetap aktif di setiap kegiatan NU, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.

"Mbah Yamin sosok yang sangat penyemangat,. Lebaran kemarin saja memaksa untuk pulang meski dirawat di rumah sakit hanya untuk dapat bersilaturahim dengan para pengurus NU dan para santri,” ujanrya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ali Armani menambahkan, di duania pendidikan sosok Kiai Yamin merupakan pionir bagi berdirinya madrasah diniyah awaliyah Tuhfatul Huda Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori. Madrasah ini telah melahirkan ribuan santri yang desa Desa Pengkol dan sekitarnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Mbah Yamin adalah guru bagi para santri yang ada di wilayah Kecamaan Kaliori. Kiprahnya di dunia pendidikan pesantren sudah tidah diragukan lagi,” tuturnya.

Kiai Muhammad Yamin lahir di Rembang 10 November 1951, dan wafat dalam usia ke-64 tahun. Ia merupakan warga Desa Pengkol Kecamatan Kaliori. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Fragmen, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah alumni perguruan tinggi dan ma’had di Suriah yang berasal dari Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3). Mereka memastikan tidak ada alumni yang terlibat dalam kelompok teroris ISIS yang berpusat di Suriah dan Irak.

Pertemuan juga dihadiri sejumlah warga dan pengajar asal Suriah. Berikut ini bunyi lengkap rekomendasi pertemuan alumni tersebut:

--

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

Pada acara pertemuan dan silaturahim nasional yang ke-4, dilaksanakan di Villa SM. Cisarua Bogor tanggal 28-29 Maret 2015, kami perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah (al-Syami) menyatakan:

Mengecam setiap tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berkonflik, yang menciderai nilai-nilai agama dan kemanusian. Perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah tidak pernah bergabung, mendukung atau berafiliasi dengan kelompok-kelompok teroris dan separatis apa pun di Suriah. Pertemuan dan silaturahim juga mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

Mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini presiden melalui kementerian luar negeri, untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di Suriah. Mendukung sepenuhnya sikap pemerintah Indonesia agar terus bersikap netral dalam menyikapi konflik di Suriah dan selalu mengedapankan human security. Aktivitas Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Suriah hendaknya dilandasi dengan keyakinan bahwa dialog dan pemilu serta solusi politik merupakan cara terbaik dalam penyelesaian konflik, bukan solusi militer. Memohon pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam membantu penanganan korban konflik dalam bentuk misi-misi kemanusian. Mendukung organisasi dan lembaga kemanusian dan perdamaian, baik lokal maupun internasional, sebagai second track diplomacy, untuk terus mengusahakan masuknya bantuan-bantuan kemanusian yang strategis, agar tidak terjadi konflik yang terus berkepanjangan. Meminta pers media agar tidak mengaitkan peristiwa dan aktor pertikaian dan teror di Suriah dan Timur Tengah secara umum dengan aliran atau agama Islam. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Red: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Mencicipi Berkat Maulid Nabi

Tanpa harus menunggu instruksi RW atau RT, warga NU sudah mengerti dari sononya untuk menyediakan aneka penganan dan makanan untuk dihidangkan dalam perayaan maulid Nabi Muhamad SAW.

Penganan maupun makanan yang tidak setiap hari tergeletak di meja sarapan pagi, bisa keluar begitu saja di perayaan maulid sebagai berkat. Penganan basah maupun kering khas di lingkungan masing-masing, mengobati kerinduan mereka pada makanan-makanan langka tersebut.

Penganan siap lahap antara lain adalah kue pisang, ketimus, gemblong, dodol, uli, ketan, lemper, dan lainnya. Kecuali itu, perayaan maulid juga dihadiri aneka buah-buahan baik yang panen musim setahun sekali atau lebih.

Mencicipi Berkat Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencicipi Berkat Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencicipi Berkat Maulid Nabi

Dalam menyajikan hidangan maulid, warga NU sekenanya saja mengemas berkat. Kemasan yang dipakai berupa daun pisang, plastik, kertas nasi, hingga daun jati. Ada juga yang menggabungkan antara plastik dan daun pisang. Bahkan, ada pula yang membungkus makanan dalam keranjang dari anyaman bambu. Itu sah saja ditinjau dari hukum agama maupun hukum positif.

Isi berkat tentu saja bukan urusan kiai apalagi jajaran perangkat desa. Isi berkat ditentukan oleh individu masyarakat sendiri. Nasi boleh sama. Perkara lauknya, itu putusan yang tidak akan pernah bulat hingga hari Kiamat. Lauk berkat boleh daging kerbau, sapi, ikan bandeng, ikan emas, ikan mujahir, ayam atau telurnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Boleh jadi daging itu dimasak model goreng, semur, rendang, atau dendeng. Untuk ayam, ada kekhususan sedikit selain aneka model di atas. Warga NU juga kerap menyajikannya dalam bentuk opor atau dimasak banjir kecap. Yang pasti, nasi itu tidak dibiarkan sendirian. Akan terlihat janggal kalau nasi putih sendirian mendekam di dalam berkat.

Ini pelajaran awal yang baik buat para remaja perihal hak yang nilainya melebihi harga sepuluh kilo daging. Aneka warna penganan dan lauk meramaikan perayaan maulid tanpa ada pembatasan atau pengawasan dari institusi apapun. Penganan yang terlalu manis atau asin juga tidak membuat mereka cerewet seperti pengunjung restoran.

Berkat maulid berupa penganan masuk tidak hanya ke dalam rongga tubuh mereka. Berkat juga bisa masuk ke alam pikiran mereka. Bayangkan, kehadiran beragam makanan membuat kanak-kanak yang belum mengerti dunia kegirangan. Meskipun pasti kebagian, kanak-kanak berebutan menjambret makanan dari tangan panitia.

Kanak-kanak seperti kesetanan. Kalau keadaan sudah demikian, imbauan tertib panitia takkan diindahkan. Mereka hanya mengerti berebut. Titik. Tetapi, melihat kekisruhan kecil itu, orang dewasa hanya tertawa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berkat Gaya Muslimat NU Depok

Dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhamad SAW. pada 1434 H yang bertepatan pada tahun 2013, pengurus Muslimat NU Depok tidak mau tertinggal kaum Nahdliyin. Mereka mengumpulkan paling sedikit dua ribu kadernya di Masjid Dian Al-Mahri yang masyhur dikenal ‘Masjid Kubah Emas’, jalan Meruyung, Kecamatan Limo Depok, Senin (28/1) pagi.

Hanya saja perayaan maulid tahun ini meleset jauh makanan dan penganan di atas. Mereka terima undangan dari majelis taklim, lalu datang hanya membawa diri tanpa makanan apapun. Karena, berkat sudah disediakan panitia maulid. Hal ini dipandang ringan saja oleh para hadirin.

Pulang mendengarkan sifat luhur Nabi Muhamad SAW, kaum ibu Muslimat NU Depok hanya menenteng kepalan-kepalan garam mentah. Tak ada semur kerbau, opor ayam, pecak bandeng, atau keributan kanak-kanak berebut berkat.

Bagi umat Islam pengamal setia maulid atau penentangnya, berkat berupa garam mentah tidak lazim sama sekali. Sesuatu di luar kelaziman akan mendatangkan guncangan di tengah masyarakat. Setuju dengan model berkat demikian? Silakan. Tidak setuju? Anggap saja angin lalu.

Yang masih menggantung, apa maksudnya pengurus Muslimat NU Depok membekali garam mentah sebagai berkat? Apa karena kaum ibu dinilai lebih akrab dengan cobek? Mungkin boleh jadi kaum ibu dinilai lebih mandiri dalam mengolah makanan yang senantiasa bercengkerama dengan garam?

Pengurus Muslimat NU Depok mungkin hanya ingin mengingatkan bahwa garam merupakan satu kebutuhan dasar bagi manusia. Tanpa garam, orang bisa diserbu penyakit gondok. Tak ada garam, kelezatan masakan pun berkurang drastis seperti benda jatuh dari lantai lima langsung menuju lubang sumur.

Boleh jadi berkat berisi garam mentah merupakan cara kaum ibu NU membela nasib petani garam Indonesia yang terhuyung-huyung akibat kebijakan impor garam oleh pemerintah setahun terakhir.

Berkat garam Muslimat NU Depok boleh jadi merupakan kelanjutan dari kongres Asosiasi Petani Garam Nusantara, Aspegnu 11-12 Juli 2012 di Madura atas pelbagai soal terkait garam nasional. Bagi-bagi garam merupakan partisipasi Muslimat NU agar petani garam dalam negeri tidak menjadi “Anak itik mati di lumbung padi” atau alih profesi menjadi importir garam.

Sadar akan kepentingan umum, Muslimat NU Depok sanggup mengurungkan niat untuk berdemonstrasi yang akan menimbulkan kebisingan selain kemacetan. Dalam hal ini, kaum ibu Muslimat NU tidak mau gegabah menyikapi masalah garam nasional. Karena, salah-salah ambil sikap dapat merumitkan persoalan yang sebenarnya mudah.

Karena itu, mereka berinisiatif untuk memilih bentuk berkat maulid tahun ini dengan garam mentah dalam arti harfiah. Artinya, berkat itu benar-benar garam mentah yang dibawa pulang oleh 2000 kader Muslimat NU Depok. Mereka akan bercerita berkat pada suami, anak, dan anak menantu mereka. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelawak sekaligus dai HM Syakirun turut menyemarakkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal yang diselenggarakan pengurus masjid MI Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Jumat (17/1) malam.

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Kita Bukan Maradona, Tapi...

Dalam pengajian yang berlangsung di Jalan Raya depan Terminal Bangsri Kirun, panggilan akrabnya mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. “Teladan kita bukanlah Maradona, Rhoma Irama, Jokowi, Sule dan Tukul Arwana melainkan Muhammad SAW,” tegasnya kepada ribuan jamaah yang hadir.   

Meneladani Nabi kata lelaki asal Madiun Jawa Timur itu dengan mengikuti empat sifat wajibNya; sidiq, amanah, tabligh dan fathanah. “Dengan kejujuran para santri yang kini sedang menuntut ilmu kelak yang akan memimpin bangsa kita Indonesia,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kirun pun menyontohkan tokoh semacam Gus Ipul Wagub Jatim, Ki Entus Susmono Bupati Tegal bisa mewarnai bangsa, sebutnya dengan modal sidiq, kejujuran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam ceramahnya ia juga menceritakan tentang dirinya yang kini banyak mengaji. Hal itu dilakukannya dalam rangka gandul sarung kiai. Golek selamet dunia dan akhirat. “Saya nyedak Ulama agar tidak katut pelawak yang nyedot sabu-sabu,” tambahnya.

Disamping itu, imbuhnya untuk menggapai berkah. “Pedagang untung karena dagangannya laku. Petani panen hasil tandurannya. Bupati lan polisi digaji karena bekerja untuk negara. Lha aku dibayar goro-goro lambeku,” guraunya sembari disambut tawa jamaah.

Agar lambe, (mulutnya, red) berkah itulah ia semakin dekat dengan kiai. “Dengan ilmu hidup menjadi berkah, dengan agama akan terarah dan dengan budaya hidup menjadi indah,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

Klaten, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Manusia diciptakan dari tanah. Seyogianya kita mencontoh sifat tanah. Meski diinjak-injak, diludahi dan lain sebagainya, tanah tetap memberi manfaat kepada makhluk Allah.

Demikian ungkapan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam acara Klaten Berdzikir dan bershalawat di Desa Glodogan, Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (13/9) malam. Dalam kesempatan ini Habib Syech mengajak para jamaah supaya meniru akhlaq Nabi yang senantiasa memaafkan sesama manusia.

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Tebarkan Kedamaian, Ciptakan Lingkungan Pemaaf!

"Banyak kisah Nabi Muhammad yang patut kita teladani soal akhlak beliau. Meski  Nabi seringkali dizalimi, namun yang dilakukan olehnya adalah memilih bersabar dan memaafkan. Meski Nabi mampu dan punya hak untuk marah, namun tidak dilakukannya," kata Habib Syech.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sifat pemaaf, lanjutnya, adalah ketika kita mampu sejak awal memaafkan orang yang menzalimi kita. Akan lebih baik kita minta kepada Allah supaya memberi pencerahan kepada orang yang berbuat zalim dan kita memaafkannya.

"Ini zaman akhir. Zaman yang butuh manusia-manusia berakhlaq, pemaaf, dan beradab. Tebarkan kedamaian. Ciptakan lingkungan pemaaf. Karena hal yang demikian itu penting untuk membangun masyarakat yang damai", tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Soal Pilkada atau lain sebagainya, Habib Syech mengatakan, silakan anda bebas memilih, asalkan tidak saling mencaci.

Habib Syech mengimbau jamaah untuk senantiasa rukun kepada makhluk yang sama-sama tercipta dari tanah. Jangan suka ikut campur persoalan yang bukan urusan kita. Karena, banyak oknum yang saling lempar opini dan itu sifatnya provokasi untuk memancing emosi. (Anwar Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sekitar lima ribu massa dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Diniyah (For-Madin) menduduki gedung DPRD Jepara, Rabu (9/1). Ribuan massa yang berkumpul dari gedung NU Jepara terdiri dari berbagai elemen, antara lain Qiroati, Yanbua, RMI, Lakpesdam, Ansor dan IPNU-IPPNU.

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Dalam aksi longmarch dari gedung NU menuju gedung DPRD massa hendak menyampaikan aspirasi kepada dewan terkait digagalkannya Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Diniyah dalam rapat paripurna DPRD 26 Desember 2012 lalu. 

“Digagalkannya Perda Diniyah merupakan bukti bahwa wakil rakyat kita tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. DPRD Jepara telah mempermainkan agama untuk kepentingan politik mereka,” kata Achmad Makhalli koordinator umum aksi sembari membacakan testimoni suara masyarakat Jepara. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ranperda Diniyah merupakan perda inisiatif dari DPRD. Makhalli menyayangkan Ranperda yang diproses dan dikaji Panitia Khusus (Pansus) yang harapannya sesuai dengan kehendak rakyat malah ditolak sendiri oleh Pansus dan Fraksi di DPRD. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini artinya DPRD melakukan tindakan yang “sembrono” karena selain pemborosan anggaran juga berakibat kepada pendidikan diniyah di kabupaten Jepara,” sambung Makhalli. 

H Anas Arbaani dari PCNU mengungkapkan munculnya pro-kontra Ranperda dari masyarakat dan DPRD berdalih belum sempurna dan perlu disempurnakan maka masyarakat tidak perlu terkecoh. Masyarakat lanjut Anas yakin digagalkannya Ranperda tersebut berkiatan dengan pertarungan politik elit dan “kue politik” 2014. 

Karenanya, For-Madin, imbuh Anas, menyatakan sikap menolak politisasi agama untuk kepentingan sesaat, DPRD harus menghilangkan dikotomi pendidikan formal dan non formal, DPRD harus segera menyempurnakan dan mengesahkan Ranperda pendidikan diniyah paling lambat 31 Januari 2013 dan For-Madin akan melakukan pengawalan terhadap proses finalisasi Perda dan Pebup pendidikan Diniyah. 

Dalam aksi sebelum berjalan menuju gedung dewan diawali dahulu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan shalawat serta menyuarakan yel-yel. Didepan gedung dewan secara bergantian menyampaikan orasi dengan lagu, syiiran maupun suara nan lantang. 

“Hai wakil rakyat elengono naliko mlarat/ saiki wes sugih ojo nganti nekad/ ngelengono/ ngelengono besok bakal dadi tanggungan akherat.” Begitu salah satu syiir dari salah satu orator. 

Karena perwakilan dari For-Madin yang tak kunjung keluar akhirnya massa merangsek ke gedung dewan. Meski demikian aksi tidak diwarnai dengan anarkis melainkan doa bersama sekaligus mengakhiri aksi siang itu. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Cerita, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka memperingati Harlah ke-92, Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah menyelenggarakan haul massal yang digelar di Gedung MWCNU setempat, Jumat (8/5).

Kegiatan yang diikuti ribuan jamaah ini menghadirkan penceramah dari Grobogan, KH Mahyan Ahmad. Hadir juga Ketua MWCNU Kalinyamatan, KH Muhsinin dan Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Samsuri.

Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Wujud Bakti kepada Orang Tua

Dalam penyampaian mauidhoh hasanahnya, Kiai Mahyan yang sering ceramah di Korea, Tiongkok dan Hongkong ini menjelaskan tentang pentingnya pelaksanaan haul? sebagai wujud dari birrul walidain serta berbuat baik kepada orang tua.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Haul menika gawe bungah atine wong tua (haul membuat hati orang tua senang),” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Mahyan, bentuk bakti kepada kedua orang tua bisa dilakukan meski mereka telah tiada. Karena itu, kepada orang tua atau leluhur yang telah tiada harus sering-sering didoakan.

“Sebelum panjenengan menziarahi para wali, panjenengan terlebih dahulu menziarahi orang tua yang telah mendahului,” pesannya kepada ribuan hadirin.

Sementara, wujud bakti kepada kedua orang tua yang masih hidup bisa dilakukan dengan meminta maaf jika bersalah tanpa menunggu hari raya. Harapannya, dengan ridlo orang tua akan menjadi berkah hidup.

Pengasuh pesantren Tahfidzul Quran ini juga menjelaskan tentang orang yang akan celaka di akhirat yakni orang selalu menyakiti perasaan orang tua, orang yang kaya tapi pelit dan orang yang memutus tali silaturahim.

Wong kang nglarakno atine wong tuo, meski apal Alquran, kaji bolak-balek lan ilmune sundul langit besok ora bakal mambu apa meneh mlebu swargane Allah Swt (Orang yang menyakiti hati orang tua meski hafal Alquran berkali-kali dan ilmunya banyak maka tidak akan mencium bau surga, sehingga masuk surga pun mustahil,” jelasnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Ahlussunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi

Pacitan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pelajar NU di Pacitan, Jawa Timur, gerah dengan pemerintah daerah setempat yang memberikan izin kepada salah satu perusahaan sepeda motor ternama yang menggelar peluncuran produk sepeda motor baru dengan menampilkan pertunjukkan yang mengarah kepada unsur pornoaksi. Pasalnya, selain digelar di tempat terbuka, alun-alun kota, acara tersebut juga disaksikan oleh anak-anak dibawah umur.

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pacitan Layangkan Protes ke Bupati soal Pornoaksi

Keresahan dan keprihatinan Pelajar NU Pacitan sangat beralasan, sebab selama ini Pacitan dikenal sebagai daerah yang masih menjunjung tinggi norma agama dan kearifan budaya lokal yang santun. Mereka tidak ingin pacitan menjadi seperti kota-kota besar yang terlalu bebas mempertontonkan aksi vulgar gadis berbusana minim didepan khalayak dan anak kecil.

“Sebagai organisasi kepemudaan dan pelajar, IPNU-IPPNU Pacitan sangat menyayangkan adanya kejadian ? dan acara tersebut,” kata Ketua IPNU Pacitan, Amrudin di Pacitan, Senin (5/8) malam.

Sebagai wujud keperihatinan atas kelalaian dan lemahnya pengawasan perizinan acara tersebut. IPNU-IPPNU Pacitan segera mengambil sikap dengan melayangkan surat protes kepada Bupati Pacitan dengan tembusan kepada Kapolres Pacitan, Dandim 0801 Pacitan, Kepala Satpol PP, Kepala PM dan Perizinan Pacitan, dan Ketua MUI Pacitan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

IPNU-IPPNU Pacitan melalui surat bernomor: 21/PC/C/7354-7455/VII/XI/2016, berisi tiga point, Antara lain, pertama, meminta Bupati memperhatikan proses pemberian ijin kegiatan (memberikan syarat bahwa kegiatan tidak mengandung unsur pornografi/pornoaksi dan/atau syarat lainya.

Kedua, meminta agar dilakukan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan masyarakat terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan pada masyarakat, dan dapat menghentikan secara langsung jika didapati unsure melanggar hukum.

Ketiga, memberikan peringatan sampai dengan pemberian sanksi kepada pihak yang melanggar ketentuan, sekaligus sebagai peringatan untuk pihak yang akan menyelengarakan acara serupa.

“Badan PM dan perizinan Pacitan berkilah, hanya berwenang memberikan izin atas pengunaan alun-alun, dan tidak sampai pada isi acara itu berbentuk apa. Ini menunjukkan bahwa prosedur perizinan di Pacitan begitu lemah dan tidak adanya kontrol atas acara itu,” jelas Amrudin dengan nada geram.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Apalagi, lanjut Amruddin, bila dalam perizinan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan saat pengajuan izin acara, maka acara yang dimaksud boleh dibubarkan, lebi-lebih acara tersebut sudah mengandung unsur pornoaksi yang dapat mempengaruhi moral dan ahlak masyarakat.

Sementara itu, IPNU-IPPNU menganggap Polres Pacitan sebagai pihak yang paling bertangungjawab atas kejadian ini. Sebab walaupun acara tersebut digelar ditempat yang hanya berjarak 100 meter dari Mapolres Pacitan, pihak yang berwajib seakan tutup mata dengan alasan tidak mengetahui apabila acara sampai terjadi seperti itu.

“Kami sudah melayangkan surat ke Kapolres Pacitan dan hanya diterima oleh Kasi umum dan tidak bertemu dengan Kapolres. Pihak polres hanya menjanjikan akan mengkonfirmasi lewat telpon. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi. Tapi surat sudah masuk dan akan dinaikkan” imbuhnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Amrudin berharap kepada Pemerintah Daerah dan seluruh element masyarakat untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal yang berasaskan toleransi, sopan-santun dan tidak lepas dari nilai agama.

“Bila kejadian serupa masih terulang kembali, maka tidak menutup kemungkinan IPNU-IPPNU akan melakukan langkah yang lebih tegas lagi.” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu 3 September 2016 lalu, aksi vulgar dengan menampilkan model leadis wash ? yang beraksi diatas motor saat peluncuran sebuah produk sepeda motor ternama berhasil diabadikan oleh beberapa orang penonton. Gambar yang diambil lewat kamera HP itu kemudian di unggah di media sosial facebook, dan terjadilanh pro kontra atas penyelenggaraan acara tersebut.?

Tidak sedikit masyarakat yang memberikan komentar negatif dengan aksi tersebut. Apalagi kegiatan itu digelar di alun-alun kota Pacitan yang notabene sangat dekat dengan pusat pemerintahan dan tempat Ibadah umat muslim Pacitan. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Warga NU sekarang dihadapkan pada berbagai persoalan yang timbul di masyarakat baik itu maraknya kemungkaran yang merebak dengan munculnya berbagai penyakit masyarakat. Belum lagi masalah berbagai aliran dan radikalisme merupakan tanggung jawab NU untuk ikut andil bersama pemangku pemerintahan dalam menanggulanginya.

“Kami sangat prihatin dengan merebaknya hiburan malam liar seperti tempat karaoke yang cenderung sebagai transaksi prostitusi. NU harus mampu ikut memberantasnya bersama pemerintah,” kata Katib Syuriyah NU Demak KH Muhammad Afif Zuhri saat memberikan wejangan pada pengurus NU dari cabang sampai ranting pada halal bihalal dan istighotsah kebangsaan yang diselenggarakan PCNU Demak di Gedung IHM NU Demak Jalan Yudhomenggalan Bintoro, Demak, Selasa (2/8) malam.

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Menurut Kiai Afif, ada berbagai langkah untuk bisa menanggulanginya yakni dengan pendekatan pada pejabat selaku pemangku kepentingan, dengan lisan melalui berbagai forum pengajian dan mesin organisasi serta do’a baik secara bersama-sama maupun dalam kesendirian.

“Dengan sosialisasi, kerja sama dengan pemerintah serta do’a bersama warga NU ini jika bisa telampaui saya yakin semuanya bisa tertanggulangi dan terselesaikan,” tutur Kiai Afif.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadir pada kesempatan itu Ketua JATMAN Jateng KH Zaini Mawardi, staf ahli Bupati Demak Edi Jatmiko, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq serta pengurus NU Demak, lembaga dan banom, MWCNU serta ranting NU se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Cerita, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi

Bintan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Zaenal selalu ketua terpilih Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, secara resmi dilantik di Gedung Nasional Tanjunguban, Jumat (27/6) malam. Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Bidang Organisasi dan Kaderisasi Wilayah II (Riau, Sumut dan Kepri) GP Ansor Hasan Basri Sagala, mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid.

Dalam acara pengukuhan tersebut, Hasan Basri mengatakan, pelantikan jangan menjadi kegiatan seremonial belaka. Para pengurus baru mesti sanggup meneruskannya dengan kerja-kerja konkret, seperti mengadakan kaderisasi melalui Diklatsar (pendidikan dan lantiahn dasar) dan PKD (pelatihan kepemimpinan dasar).

Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru GP Ansor Bintan Diminta Utamakan Kaderisasi

Zaenal, dalam sambutannya, selain berjanji akan berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bintan dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Kepri, juga akan menekankan proses kaderisasi dalam masa kepengurusannya. "Pengkaderan akan menjadi prioritas," kata Zaenal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua PW GP Ansor Kepri Barurochim juga mengingatkan, pelantikan merupakan bagian kecil dari keorganisasian. Menurutnya, saat ini GP Ansor berbasis kualitas bukan sekadar kuantitas seperti dulu. Kalau tidak melaksanakan pengkaderan maka tidak keluar SK kepengurusan dari PP. "Syarat administrasi pengkaderan harus dilaksanakan," kata Barurochim.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kasat Binmas Polres Bintan AKP Tasriadi mengatakan Polres Bintan bersedia menjadi narasumber berbagai pelatihan dan Diksar dalam bela negara. "Saya siap menjadi narasumber GP Ansor, maupun Banser dengan gratis, tanpa dipungut biaya," katanya.

Dukungan terhadap GP Ansor Bintan juga datang  dari anggota DPRD Bintan, Indra Setiawan. Ia mengaku akan mendukung, bahkan memfasilitasi, pelaksanaan kaderisasi GP Ansor dan Banser. "Kami tidak akan pernah tinggal diam. Namun selalu mendukung pembangunan moral bangsa," terang Indra alias Een, anggota Komisi III DPRD Bintan.

Pada pelantikan ini dipercaya sebagai Wakil Sekretaris, Mukhamad Rofik, yang merupakan wartawan Koran Sindo Batam, Penasehat Forum Wartawan Persatuan Jurnalis Bintan (PJB), juga Ketua Bidang Publikasi Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Halaqoh, Doa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

Bandar Lampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina mengatakan bahwa Pergarakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi yang sangat besar di Indonesia. Jadi, bergabung dalam PMII adalah sebuah keberuntungan yang harus tetap dijalankan dan dinikmati prosesnya.

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

“PMII adalah organisasi besar yang banyak melahirkan orang-orang besar, maka tak ada kata penyesalan (bagi mahasiswa) jika ingin benar-bener berproses dengan baik, setelah wisuda pasti menikmati hasilnya,” ujarnya.

Motivasi tersebut Erlina sampaikan saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2016 yang diselenggarakan PMII Universitas Lampung (Unila) di Gedung DPD KNPI Provinsi Lampung, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (24/09).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Adapun kegiatan Mapaba PMII Unila tahun 2016 mengangkat tema “Gali Potensi Diri, Bersama PMII Raih Ridho Ilahi”.

Menurut Riyan Agung Pamudi, Ketua Pelaksana, tema ini diangkat karena setiap kader yang sudah tergabung dalam PMII memiliki kemampuan, baik kemampuan agama, manajemen organisasi, atau lainnya. Sehingga selama menjadi mahasiswa bergabung dalam PMII adalah keputusan yang tepat. “PMII ini organisasi yang tepat untuk mahasiswa,” ucapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peserta Mapaba yang berjumlah 100 mahasiswa baru dari seluruh Fakultas di Universitas Lampung ini tampak sangat antusias. Dengan jumlah 100 peserta Mapaba, agenda penerimaan anggota baru adalah yang tersebesar dilakukan PMII setempat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (Imam Mahmud/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, AlaSantri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Beberapa hari terakir ini masyarakat di gemparkan dengan situs nikah siri online. Situs tersebut merupakan bentuk pernikahan secara syari. Namun, hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Perkawinan dan UU Perlindungan Anak. 

KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI: Situs Nikah Siri Online Langgar Dua Undang-Undang

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Traficking dan Eksploitasi Anak Ai Maryati Sholihah, akun membuka layanan lelang keperawanan untuk kawin siri dan kontrak dengan syarat utama usia 14 tahun ke atas.

"Usia 14 tahun tentu masih usia anak yang wajib mendapatkan proteksi maksimal," ungkap Ai Maryati.

Perdagangan orang dengan embel-embel apapun termasuk atas nama agama merupakan kejahatan yang harus kita waspadai. "Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Apalagi trafficking adalah tindakan pidana yang akan dijerat UU Nomor 21/2007 tentang TPPPO," tegasnya.  

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia mengungkapkan, KPAI sudah  berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengecek alamat AW dan kebenaran Akun Partai Ponsel agar proses penyelidikan lebih cepat.

Ditempat yang sama Ketua KPAI, Susanto mengungkapkan, situs nikah siri online justru karena sejumlah faktor. Di antaranya faktor ekonomi, kepuasan seksual, wisata dan ditemukan kasus prostitusi atas nama nikah siri. 

"Trend nikah siri dan kontrak berpotensi menjadi pintu masuk traficking, akhir-akhir ini menjadi persoalan. Bahkan trendnya, muncul bentuk human trafficking gaya lama, dimodifikasi melalui media sosial," ungkap Susanto kepada wartawan, belum lama ini.

Untuk itu, KPAI mengutuk keras modus praktik nikah seperti ini karena berdampak serius bagi tumbuh kembang anak sekaligus menghancurkan masa depan anak. 

Situs nikah sirih online tersebut beredar di salah satu media sosial bernama AW. Dalam hal ini, KPAI sedang mendalami keberadaan akun dimaksud. (Nita Nurdiani Putri/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Halaqoh, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi

Paris, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Satu lagi pengurus NU di luar negeri berhasil menyelesaikan pendidikan S3-nya. Bendahara PCINU Prancis, Hayuning Anggrahita berhasil meraih gelar doktor di bidang geografi dan perencanaan wilayah (“Géographie et aménagement”) dari Université Paris IV Sorbonne.

Menurut siaran pers PCINU Prancis Sabtu (28/6), Hayuning Anggrahita berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Le Marketing Social est-il la solution au problème de la consommation d’eau à Jakarta?” (“Apakah Social Marketing dapat menjadi solusi bagi permasalahan konsumsi air di Jakarta?”) di hadapan lima penguji pada 26 Juni 2014.

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Bendahara NU Prancis Raih Doktor Geografi

Disertasi Hayuning mendapatkan predikat “très honorable avec félicitations du jury”, suatu predikat tertinggi yang diberikan kepada seorang doktor dalam sistem pendidikan Prancis.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam disertasinya Hayuning meneliti permasalahan air di Jakarta, dengan melihat kesenjangan antara sumberdaya air yang melimpah di Jakarta dan akses terhadap air bersih yang tidak setara di antara warga Jakarta.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berdasarkan pengamatan Hayuning, persepsi tentang air yang melimpah cenderung mendorong konsumsi air secara boros. Penelitiannya menemukan bahwa pendekatan “social marketing” dapat mendorong warga Jakarta untuk menghemat konsumsi air.

Selama menempuh pendidikan S3, Hayuning mendapat dua penghargaan, Premier Prix concours de posters scientifiques yang diberikan École Doctorale de Géographie de Paris, Institut de géographie de Paris tahun 2012, dan Lauréate de Prix Mahar Schutzenberger Association Franco-indonésienne pour le Développement des Sciences (AFIDES) tahun 2013.

Keberhasilan Hayuning meraih gelar doktor memberi motivasi tersendiri bagi para mahasiswa NU yang sedang menempuh pendidikan mereka baik S2 maupun S3 di ibu kota Prancis tersebut. (Red: Abdullah Alawi)

      

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Hadits, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 23 November 2017

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

Depok, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ada yang istimewa pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9) petang. Dua narasumber sangat kontras satu sama lain. Pertama, Menteri Agama Republik Indonesia ke-21, Lukman Hakim Saifuddin. Kedua, Emil Elestianto Dardak, PhD, peraih gelar doktor termuda pada usia 22 tahun dari Ritsumeikan Asia Pasific University Jepang. Usut punya usut, pria ini adalah mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang.

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

Emil, sapaan akrabnya, menceritakan saat dirinya mengambil S2 dan S3 di Jepang, sebuah negara kepulauan mirip Indonesia, belum ada organisasi sebagai wahana diskusi tentang keislaman dan kemajuan teknologi. Kemudian ia bersama kawan-kawannya mendirikan NU di Jepang.

?

“Kami mahasiswa Indonesia di Jepang saat itu butuh wahana silaturahim. Sayangnya, belum ada untuk sekedar tempat bicara dan diskusi tentang keislaman yang ramah. Maka, kami mendirikan NU di sana,” ujar suami artis Arumi Bachsin ini kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal usai berbicara sebagai narasumber pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah, Senin (15/9).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dia menambahkan, saat itu Rais Syuriah pertama Pak Kharirie. Kemudian penerusnya Pak Agus Zainal Arifin (sekarang dekan di ITS). “Kalau saya mulai aktif sebagai salah satu ketua, yaitu bidang Hubungan Pemerintah, sejak 2005. Nah, ketua umum saat itu Indra Singawinata,” sebutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kepengurusannya, lanjut Emil, di PCINU pernah membuat program “Santri Nelayan” untuk membantu pesantren di daerah pesisir. Program tersebut berupa pembuatan soft ware Quran Digital, fasilitas teknologi informasi (IT), dan perangkat komputer untuk para santri agar mereka dapat beradaptasi dengan teknologi terkini. Hal tersebut dilakukan supaya proses belajar-mengajar di pesantren lebih efisien.

Menyinggung soal isu kemaritiman, Emil mengatakan belum lama ini koran Singapura The Street Time memuat pendapatnya mengenai poros maritim yang didengungkan Presiden terpilih Joko Widodo. Bagi dia, kunci terpenting poros maritim adalah mengaitkannya dengan kesatuan nasional. Isu ini sangat strategis di mana penduduk pesisir yang mayoritas warga Nahdliyin itu merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita ini kan pulau-pulau besar. Satu pulau bisa melebihi satu negara. Tapi apa yang bisa merekatkan kita jadi satu? Lautan di negeri ini mestinya menjadi penyatu bukan pemisah. Jadi, penyatu Indonesia itu ya lautan. Oleh karena itu, perlu dibangun infrastruktur pelabuhan yang membuat ongkos membeli barang dalam negeri lebih murah daripada mengirim keluar. Sedangkan hari ini kebalikannya,” tutur dia.

?

Emil menekankan tidak berarti serta-merta ketika Indonesia berorientasi maritim lalu konektivitas di darat terlupakan. “Kita bikin pelabuhan tapi tidak tersambung ke mana-mana kan percuma. Justru harus ada konektivitas antara pelabuhan dengan pusat-pusat produksi. Jadi, logistik jadi terpadu. Itu yang penting,” tegasnya.

Emil bercerita, ia pernah meneliti tentang link and match. Kenapa di sebuah desa bisa tertinggal dari sisi SDM dan teknologi. Karena apa yang diajarkan di sekolah tidak dapat diaplikasikan di lingkungannya. “Harus ada satu keterpaduan di hilir dan di hulu. Misalnya, kita pengen nelayan menggunakan teknologi perkapalan atau penangkapan ikannya, ada demand di hilir. Di hulunya kita profit. Jadi, mindset mulai anak SD hingga SMA harus match,” paparnya.

Cucu KH Dardak asal Trenggalek Jawa Timur ini menambahkan, ilmu yang diperoleh sejalan dengan apa yang bisa dikaryakan di situ. Jadi kemampuan santri untuk mengoperasikan penangkapan ikan berbasis teknologi itu menjadi penting. Ia merasa, pesantren di mana-mana itu balance. Orang yang memiliki kondisi spiritual yang baik berada dalam kondisi belajar yang kondusif.

“Itu yang kami lihat. Dia bisa punya etos kerja. Jadi, harus dikaitkan ajaran Islam itu ke dalam etos belajar dan etos kerja yang baik. Karena sekarang ini SDM kita justru karakternya yang harus didorong, nggak cuma kemampuan teknis. Nah, format belajar yang menggunakan pendekatan pesantren itu diharapkan menjadi satu dobrakan ke arah sana,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Ubudiyah, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti nguri-nguri tradisi nyadran sebelum datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi nyadran merupakan salah satu tradisi dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, dengan nyekar dan membaca yasin, tahlil dan doa di pemakaman para leluhur Bupati.

“Sebagai anak, saya berusaha untuk birul walidain kepada orang tua dengan nyadran,” ungkap Bupati usai melaksanakan kegiatan nyadran di Makam Keluarga Pesurungan Lor, Kota Tegal, Jumat (3/6).

Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Kebijakan Cuti Nyekar Jelang Ramadhan bagi PNS Pemkab Brebes

Bupati menjelaskan, kegiatan nyadran bagi pegawai di lingkungan Pemkab Brebes sudah menjadi kebijakan yang dikeluarkan sejak dulu. Bahkan mereka diberi hak cuti nyadran selama dua hari terutama bagi pegawai yang rumahnya di luar kota. Pemkab telah membuat surat edaran tentang pengaturan cuti tahunan keperluan nyadran dan penetapan jam kerja PNS selama bulan Ramadhan tahun 2016.?

“PNS diberi hak untuk cuti dua hari bagi yang menginginkan, tetapi kebanyakan tidak diambil cuti tersebut,” kata Bupati.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Saat nyadran, Bupati dan Suami Kompol H Warsidin serta anaknya Elshinta membaca surat Yasin, Tahlil dan Doa yang dipimpin KH Muzani. Tampak juga para pejabat di lingkungan Pemkab Brebes turut mendampingi nyadran keluarga Bupati.?

Mereka tampak kusyu memanjatkan doa disamping makam H Ismail bin H Ali Jabidi di pemakaman keluarga Desa Pesurungan Lor. Sebelumnya, mereka juga membaca yasin, tahlil dan doa diatas pusara makam ayah dan Ibu dari Kompol Warsidin yakni Hj Rejeh binti Salwi dan H Siryad bin Daman di Pemakaman Umum Desa Krandon, Kota Tegal.

Menurut catatan sejarah, Nyadran berasal dari tradisi Hindu-Budha. Sejak abad ke-15 para Walisongo menggabungkan tradisi tersebut dengan dakwahnya, agar agama Islam dapat dengan mudah diterima. Pada awalnya para wali berusaha meluruskan kepercayaan yang ada pada masyarakat Jawa saat itu tentang pemujaan roh yang dalam agam Islam dinilai musrik.?

Agar tidak berbenturan dengan tradisi Jawa saat itu, maka para wali tidak menghapuskan adat tersebut, melainkan menyelaraskan dan mengisinya dengan ajaran Islam, yaitu dengan pembacaan ayat Al-Qur’an, tahlil, dan doa. Nyadran dipahami sebagai bentuk hubungan antara leluhur dengan sesama manusia dan dengan Tuhan. (Wasdiun/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian, Habib, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah meletakkan batu pertama pembangunan kampus II IAI Al-Khoziny di jalan KHR Abbas II/7 Buduran, Sidoarjo, Rabu (18/3). Pihak kampus berencana mendirikan sepenuhnya bangunan di atas lahan seluas 80 x 50 meter.

Rektor Institut Agama Islam Al-Khoziny DR KH Asep Syaifudin Chalim mengatakan, beberapa bulan lalu nama STAI sudah berubah menjadi institut.

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Al-Khoziny Buduran Bangun Kampus II

Awalnya IAI Al-Khoziny hanya memiliki dua jurusan, Tarbiyah dan Ahwal Al-Syakhshiyah. Kini STAI Al-Khoziny berubah status menjadi institut. Kampus ini sementara memiliki tiga fakultas untuk S1 dan dua fakultas untuk S2.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Setelah status kampus berubah, Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk membangun kampus II. Padahal pekan lalu kami baru melunasi tanah ini. Sekarang alhamdulillah pembangunan sudah dimulai. Semoga barokah juga melimpah bagi pemilik tanah sebelumnya," kata Kiai Asep.

Pihak kampus akan membuat 66 ruangan dari pembangunan gedung ini. Dengan bangunan 4 lantai, pihak kampus juga mengalokasikan ruang untuk 8 perkantoran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bangunan setelah jadi nanti berbentuk O sehingga ada ruangan yang bisa digunakan untuk kepentingan wisuda dengan kapasitas 3.000 hadirin.

“Mari kita berdoa semoga pembangunan ini terlaksana atas doa ulama sekalian," kata Ketua Umum PP Persatuan Guru NU (Pergunu). (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 04 November 2017

PBNU Bekukan PWNU Kalsel

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), berdasarkan Surat Keputusan (SK) PBNU Nomer: 195/A.II.03/3/2007 membekukan kepengurusan Pengurus Wilayah NU Kalimantan Selatan (Kalsel). Untuk melanjutkan roda organisasi, PBNU membentuk caretaker untuk mempersiapkan penyelenggaraan konferensi wilayah (konferwil) selambat-lambatnya 1 bulan setelah terbitnya SK PBNU dan menjalankan fungsi administrasi keorganisasian.

Ketua PBNU H Ahmad Bagdja yang juga Ketua Caretaker menjelaskan, pembekuan itu dikarenakan adanya rangkap jabatan politik. Selain itu dikarenakan sebagian pengurus wafat atau tidak aktif karena berbagai alasan sehingga percepatan konferwil menjadi pilihan daripada perombakan (reshuffle) kepengurusan.

Ketua PWNU Kalsel H. Rusdiasyah sekarang merangkap jabatan menjadi salah satu pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Beberapa pengurus juga ada yang rangkap jabatan menjadi pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau Partai Golongan Karya (Partai Golkar).

PBNU Bekukan PWNU Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bekukan PWNU Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bekukan PWNU Kalsel

Sebenarnya, PWNU setempat telah mengagendakan pelaksanaan konferwil yang dipercepat pada 14-15 Maret lalu. Namun kegiatan tersebut tidak terlaksana. “Ini menjadi alasan bagi PBNU untuk membentuk caretaker,” tandas Bagdja kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, di Banjarmasin, Selasa (24/4).

Selanjutnya, PBNU juga meminta agar PWNU Kalsel masa jabatan 2003-2008 memberikan pertanggungjawaban tertulis sejak Juni 2003 sampai akhir Maret 2007.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Susunan caretaker yang terbentuk dipimpin oleh H Ahmad Bagdja dengan Wakil Ketua merangkap anggota Dr H Artani Hasbi, Drs H Taufiq R Abdullah sebagai Sekretaris merangkap anggota, Drs H Masrur Ainun Najih sebagai anggota dan H Asmui Suhaimi, SE, MBA sebagai anggota.

Bagdja bersama timnya saat ini tengah berada di Banjarmasin Kalsel sedang melakukan koordinasi dalam upaya penyelenggaraan percepatan Konferwil. Ia berharap minggu kedua atau ketiga Mei mendatang, Konferwil sudah terselenggara. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Ketua MUI Lampung Nilai Tepat Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas

Bandarlampung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid mengatakan bahwa langkah Pemerintah yang bertindak tegas dengan membubarkan ormas keagamaan yang akan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah sudah tepat.

"Penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 oleh Pemerintah bukanlah tindakan otoriter ataupun represif. Ini merupakan langkah preventif melalui regulasi perundang undangan untuk menghindari perongrongan kesatuan dan keutuhan negara," jelasnya, Jumat (21/7/17).

Ketua MUI Lampung Nilai Tepat Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua MUI Lampung Nilai Tepat Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua MUI Lampung Nilai Tepat Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas

Ia menambahkan, Islam yang tepat diaplikasikan di Indonesia adalah Islam moderat (wasathiyyah). Salah satu wujud dari watak washatiyyah, menurutnya, adalah menerima Pancasila sebagai sesuatu yang sah dalam pandangan Islam untuk menjadi dasar Negara Indonesia.

Ia menjelaskan, karakter moderat Islam berlandaskan ajaran Al-Quran dan As-sunnah sebagai sumber primer. Selain itu sumber-sumber sekunder juga menjadi landasan pemikiran yang mengacu pada dua sumber primer tersebut, seperti ijma dan qiyas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Islam wasathiyyah juga menjadikan ijtihad sebagai otoritas dan aktivitas khusus bagi orang orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang tidak mudah untuk dipenuhi," jelasnya di depan peserta Workshop Multikulturalisme Intern Umat Islam di Bandarlampung.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Islam moderat juga berpegang teguh pada petunjuk Al-Quran dalam melakukan dakwah? amar maruf nahi munkar, yaitu dakwah dengan hikmah atau kearifan, mauidzatul hasanah dan mujadalah bil husna (berdiskusi dengan baik).

Penyebarluasan pemahaman keagamaan yang moderat, lanjutnya, menekankan pentingnya toleransi dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat yang majemuk tanpa ada kekerasan. "Islam tidak membenarkan adanya kekerasan baik kekerasan pemikiran maupun kekerasan tindakan," katanya.

Islam, imbuhnya, juga tidak membenarkan terorisme serta menilainya sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beradab. "Jika terjadi konflik dalam masyarakat, Islam mengajarkan untuk menyelesaikannya dengan perdamaian," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Hikmah, Halaqoh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 September 2017

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

Semarang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf kembali menegaskan pentingnya nasionalisme. Ia mengajak warga untuk tetap bersatu, saling menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi konstitusi.

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Serukan Jamaah Hormati Perbedaan

“Saya ingin NKRI tetap utuh, maka dari itu hormatilah perbedaan, hormatilah pemimpin, hormatilah polisi, dan sebagainya,” katanya di hadapan ribuan jamaah yang memadati acara Pengajian Akbar dan Maulidur Rasul di halaman Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/10) malam.

Dalam acara bertema “Gunungpati Bershalawat” itu, Habib Syech berpesan agar warga Indonesia tetap bershalawat, supaya negara Indonesia tetap selamat. “Ayo kita bersatu dengan landasan agama dan UUD (Undang-Undang Dasar 1945). Semoga negeri kita selamat, Indonesia tetap kuat, tetap satu,” imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di akhir pengajian, Habib Syech dan jama’ah menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh polisi setempat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengajian akbar ini digelar Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Al-islamy Gunungpati. Ribuan orang tampak antusias berbondong-bondong mengahdiri lokasi acara. Seperti M Syafiqul Umam, santri Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang yang saat itu ikut bershalawat. Dia mengaku merasa sangat bahagia bisa ikut bershalawat bersama Habib Syech.

“Saya merasa senang dan hati saya merasa sejuk ketika bershalawat, Mas,” kata mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang ini. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Halaqoh, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock