Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam rangka peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2014 yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Pengurus Wilayah Ma’arif DIY mengadakan seminar dengan mengangkat tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Seminar yang dilaksanakan di Aula PW NU Jl. MT Haryono 40/42 Yogyakarta, Sabtu (3/4) pukul 09:30 ini diikuti antusias para Kepala Sekolah dan Guru Ma’arif se-DIY.

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

“Kualitas pendidikan ada dua. Pertama, kepemimpinan atau kepala sekolah. Kedua adalah guru. Kepala sekolah adalah kunci. Oleh karenanya, cari kepala sekolah yang baik” ungkap Rochmat Wahab, Ketua Tanfidiyah PW NU DIY.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa kita jangan berpikir 5 atau 10 tahun ke depan. Tapi berpikirlan untuk 100 tahun mendatang. “Mulai saat ini kita bangun pondasinya. Bangunlah pendidikan di kampung sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Sementara Sekjen Kemendikbud RI, Ainun Na’im, selaku narasumber seminar mengatakan, guru harus mendidik dengan baik. Harus mendidik kreatif, berpengetahuan dan berketerampilan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan apa yang diajarkan agama kita, yang ini juga merupakan pesan dan pernyataan tokoh filosofi dunia yang sering dikutip bapak Wapres. Pernyataannya itu adalah bangsa yang sukses itu adalah bangsa yang bisa menyiapkan generasi berikutnya menjadi generasi yang lebih baik dari pada generasi yang sekarang.

“Nah siapa yang menyiapkan generasi mendatang, kita-kita inilah yang mempunyai tanggung jawab menyiapkan generasi lebih baik dari kita. Bagaimana kita bisa menyiapkan generasi yang lebih baik. satu cara yang paling penting adalah pendidikan. pendidikan adalah cara yang paling penting,” katanya.

Menurut dia, tidak ada yang tidak setuju, bahwa pendidikan penting. Pendidikan adalah sampel yang strategis. Sehingga ini universal dan berlaku di mana-mana. “Kalau kita melihat kemajuan bangsa dapat dilihat dari pendidikan,” ungkap Ainun Na’im. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?



Yth Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017



Yth Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

Yth Para Menteri Kabinet Kerja

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Yth Bapak Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

Yth Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, baik jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziyah, a’wan, lembaga, dan banom.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hadirin-hadirat yang dirahmati Allah.

Syukur Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul untuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama2017 yaitu pertemuan minimal dua kali diantara dua muktamar untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam muktamar yang lalu dan menyiapkan pelaksanaan program hingga muktamar mendatang, serta merespon permasalahan aktual yang terjadi pada saat ini. 

Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden yang telah berkenan hadir dan membuka secara resmi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017. Hal itu menunjukkan perhatian besar Bapak Presiden kepada Nahdlatul Ulama. 

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengawal negara dan bangsa dari berbagai ancaman. Tanggung jawab tersebut harus diemban dengan penuh kesadaran oleh semua pengurus NU di setiap tingkatan dan mengajak warga Nahdliyin untuk dengan penuh keikhlasan mengemban tanggung jawab tersebut.

Melalui mars Syubbanul Wathan yang terus-menerus dikumandangkan di lingkungan NU antara lain menyatakan “Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu” karena akan berhadapan dengan santri-santri NU. Kalau pada masa yang lalu NU telah berusaha menjaga dan mengawal negara melalui fatwa jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar PBNU Hadratussyekh Hasyim Asyari yang menyatakan bahwa hukum memerangi kaum penjajah adalah wajib yang kemudian dijadikan Resolusi Jihad oleh PBNU sehingga mendorong masyarakat terutama para santri untuk melawan Belanda sehingga terjadi perang 10 November dan dinyatakan sebagai hari pahlawan. Alhamdulillah tanggal 22 Oktober lahirnya Resolusi Jihad akhirnya juga dinyatakan sebagai Hari Santri Nasional oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2015 walaupun sesudah 70 tahun dari peristiwa terjadinya Resolusi Jihad. Untuk itu, kepada presiden RI Joko Widodo kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya.

Salah satu ancaman yang kita hadapi sekarang ini menurut kami adalah radikalisme dan intoleran. Radikalisme adalah kelompok yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan dasar yang lain. Sedangkan kelompok intoleran adalah kelompok yg dapat merusak keutuhan bangsa.

Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama ini akan membahas upaya-upaya yang sistematis dan terencana dalam menanggulangi bahaya radikalisme dan intoleransi tersebut, yang kemudian dirumuskan menjadi program kerja NU dan rekomendasi Munas/Konbes.

Nahdlatul Ulama tetap istiqamah dalam posisi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945 dari setiap upaya pembelokan arah oleh kelompok-kelompok radikalis agama ataupun sekuler, ekstrimis kanan ataupun kiri, kelompok separatis dan teroris, serta kelompok intoleran. Bagi NU Pancasila dan NKRI sudah final.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Tantangan berikutnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara adalah terkait ekonomi yang berkeadilan. Saat ini, kesenjangan ekonomi di negeri ini sudah sangat terasakan. Bagian terbesar asset ekonomi di negeri ini dikuasai oleh segelintir orang. Sedangkan bagian terbesar masyarakat memperebutkan “remah-remah” sisanya. Hal ini bisa menjadi bom waktu dan bisa memantik terjadinya konflik horizontal yang laten. Oleh karena itu, perlu ada upaya sungguh-sungguh yang terencana untuk mengikis kesenjangan tersebut.

Kami mengapresiasi Bapak Presiden yang telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mengambil langkah dan upaya guna mengikis kesenjangan tersebut. Paradigma baru dalam kebijakan ekonomi yang lebih memprioritaskan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah harus terus didorong dan diformalkan menjadi program utama pemerintah. Ide Presiden memberlakukan kebijakan redistribusi aset dan kemitraan antara usaha kecil-menengah dengan pengusaha besar merupakan terobosan yang perlu diformalkan menjadi kebijakan negara.

Nahdlatul Ulama mendukung upaya yang telah dilakukan presiden tersebut. Sebagai ormas yang besar, NU berkepentingan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Karena sebagian besar warga Nahdliyin adalah masyarakat kecil dan menengah tersebut.

Munas Alim Ulama ini akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu materi pembahasan. Regulasi yang menyebabkan terbukanya peluang kepemilikan asset secara berlebihan akan dikaji secara kritis dan akan dibuat rekomendasi adanya regulasi baru yang memperkuat kebijakan redistribusi aset. 

Munas juga akan merumuskan dari perspektif ajaran agama, bagaimana distribusi aset dilakukan, sejauh mana negara berkewajiban mengatur terkait dengan penguasaan asset dan tanah yang berkeadilan, sehingga tidak terjadi adanya penguasaan asset dan tanah yang berlebihan oleh sekelompok orang, padahal di sisi lain banyak masyarakat yang tidak memilikinya. Munas akan merumuskan upaya apa saja yang akan dilakukan oleh NU terkait dengan masalah ini.





Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Munas dan Konbes juga akan membahas tentang penguatan organisasi NU, agar secara jam’iyah dapat menjalankan tugas-tugas besar terkait kebangsaan dan keumatan. Revitalisasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi (REKONFU) setiap potensi yang dimiliki oleh jam’iyah merupakan upaya yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga NU sebagai ormas yang besar bisa memberikan sumbangsih yang besar pula kepada bangsa dan negara. Terlebih NU sebagai jam’iyah saat ini berada pada penghujung 100 tahun pertama dan akan memasuki 100 tahun kedua. Dalam sebuah hadis disebutkan:

« ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? »





“Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini setiap ujung seratus tahun orang yang memperbarui agama mereka.”

Dalam berjam’iyah, hadis tersebut dapat ditangkap semangat dan konteksnya. Di setiap seratus tahun akan ada orang yang melakukan gerakan pembaruan (harakah tajdidiyah). Nahdlatul Ulama saat ini berada pada penghujung usia seratus tahun, dan setelah itu akan memasuki babak baru fase seratus tahun kedua. Karena itu, kita para pengurus NU di setiap tingkatan harus siap bekerja lebih keras untuk menguatkan jam’iyah kita ini. Kita perbarui semangat kita untuk tetap mengusung cara berfikir dan beragama ala NU (fikrah nahdliyah). Kita perbarui semangat gerakan ke-NU-an (harakah nahdliyyah) di setiap tingkatan organisasi. Kita siapkan runway yang kuat, sehingga diharapkan di awal 100 tahun kedua, Nahdlatul Ulama sudah bisa take off dan tinggal landas secara mulus dan tanpa hambatan berarti.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati

Demikianlah kiranya sambutan saya, mudah-mudahan ada manfaatnya dan dapat dijabarkan melalui persidangan Munas dan Konbes NU ini. Kami berdoa semoga permusyawaratan ini diridhai  oleh Allah SWT dan dapat merumuskan hasil-hasil yang baik. 

Selanjutnya, mohon berkenan Bapak Presiden memberikan sambutannya, dan dilanjutkan membuka secara resmi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tahun 20017.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Mataram, November 2017

Rais ‘Aam,





Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pahlawan, Tegal, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Tidak disebut mendidik jika tidak mengedepankan kasih sayang. Tidak disebut guru jika seseorang tidak bisa memberi keteladanan. Sifat rahman dan memberi uswah hasanah (contoh mulia) itulah kunci pendidikan. Terutama untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). 

Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan

Barangkali karena inspirasi dari prinsip moral para guru PAUD itulah, para peraih juara di Festival PAUD Demak yang digelar di halaman kantor Bupati Demak, Jumat (8/12) memiliki nama yang seirama. 

Di ajang kreativitas membacakan buku cerita dan mendongeng (story telling) yang diikuti 59 PAUD se Kabupaten Demak dan Kota Semarang ini, pemenangnya adalah PAUD Abdurrahman Wahid asal Bonang, Demak. Disusul juara II PAUD Uswatun Hasanah, juga dari Bonang Demak, diikuti juara III PAUD Al-Mubarok dari Kota Demak. 

Adapun juara harapan I sampai III adalah PAUD Bina Sejahtera dari Bonang, PAUD Ceria dari Mranggen (keduanya di Demak), dan PAUD Darul Iman dari Genuk, Kota Semarang. Seluruh peraih juara tersebut mendapat hadiah uang pembinaan dari penyelenggara Fesival, yaitu Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Yayasan AMURT Indonesia Bayu Laksma Pradana memberikan hadiah kepada para pemenang, diiringi tepuk tangan meriah para peserta dan hadirin yang berjumlah 1.200 orang. 

Dalam sambutannya, Bayu mengatakan, AMURT Indonesia sangat menghargai keikhlasan para guru PAUD yang begitu mulia hatinya memberikan ilmunya tanpa imbalan materi kepada para anak anak desa maupun kota. Mereka benar benar memberi harapan adanya generasi yang berakhlak mulia serta berguna bagi bangsa dan negaranya.

Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu AMURT Indonesia memberi layanan pengembangan pendidikan usia dini di wilayah kerja Demak dan Kota Semarang selama ini. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Disebutkan secara jelas, pihak yang membantu adalah para pengurus Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI), para pegiat komunitas peduli PAUD, para pemuka masyarakat, kepala desa, camat, pejabat dinas pendidikan, dan juga kepala daerah dan wakil rakyat. 

"Terima kasih tak terhingga juga kami sampaikan kepada para ibu dan bapak yang mendukung adanya pendidikan usia dini sehingga anak anaknya menjadi siswa PAUD yang luar biasa," tuturnya didampingi para pegiat AMURT Indonesia. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Sambut Maulid Nabi, Jamuri Surakarta Baca Al-Barzanjiy Sebulan Penuh

Solo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Seakan tidak mau kalah dengan kaum bapak, para ibu Muslimat di Solo dan sekitarnya, yang tergabung dalam wadah Jamaah Mahabbah Rosul Putri (Jamuri) Surakarta, pada bulan Rabiul Awwal 1438 H ini siap menggelar estafet kegiatan maulid selama satu bulan penuh.

“Insyaallah selama bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, Jamuri akan kembali mengadakan kegiatan estafet maulid, pembacaan kitab Al-Barzanjiy, yang diselenggarakan berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya,” terang Ketua Jamuri Surakarta, Nyai Hj Sechach Wal’afiyah, Kamis (1/12).

Sambut Maulid Nabi, Jamuri Surakarta Baca Al-Barzanjiy Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Maulid Nabi, Jamuri Surakarta Baca Al-Barzanjiy Sebulan Penuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Maulid Nabi, Jamuri Surakarta Baca Al-Barzanjiy Sebulan Penuh

Dipaparkan Nyai Syechah, yang juga pengurus Muslimat NU tersebut, penyelenggara maulid Jamuri bahkan tidak hanya berada di lingkup Kota Surakarta saja, akan tetapi juga ke daerah lainnya, seperti Sukoharjo, Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Untuk putaran perdana kita adakan hari ini, di Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Surakarta,” ungkapnya.

Setelah itu, tempat akan berpindah-pindah, dan diakhiri pada tanggal 30 Desember 2016 di Masjid Tegalsari Surakarta.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nyai Syechah berharap, acara Jamuri ini apat mewadahi para pecinta Nabi Muhammad saw. “Selain itu para jamaah juga akan mendapat ilmu dari para kiai dan ulama yang akan hadir memberikan ceramah,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, Tegal, Ubudiyah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing?

Kalau ada penduduk baru keluar dari rahim seorang perempuan, otomatis orang tuanya disunahkan menyembelih kambing. Tentu saja sebelum aqiqah orang tua akan bersyukur lebih dahulu. Tetapi perihal berapa jumlah kambing yang mesti diaqiqahkan dan berapa kali aqiqah harus diadakan, bisa dibicarakan lebih lanjut tergantung keadaan.

Muhammad bin Qasim dalam karyanya Fathul Qarib menyebutkan, aqiqah disunahkan kembali bagi orang tua seiring dengan kelahiran anak berikutnya.

Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing? (Sumber Gambar : Nu Online)
Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing? (Sumber Gambar : Nu Online)

Aqiqah Bayi Lelaki dengan 1 Ekor Kambing?

? ? ? ?

Untuk bayi perempuan, lazim disunahkan menyembelih seekor kambing. Sementara aqiqah bayi laki-laki disunahkan menyembelih dua ekor. Jumlah ini menjadi ketentuan. Tetapi kalau keadaan mendesak, aqiqah dengan seekor kambing untuk anak laki-laki bisa mungkin. Tidak mesti dua ekor.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jangan sampai keadaan seperti keterbatasan kemampuan atau kendala lainnya menghalangi orang tua untuk mengamalkan sunah aqiqah. Syekh Nawawi Banten dalam Hasyiyah Fathil Qarib yang lebih dikenal Tausyih ala Ibni Qasim mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, orang tua sudah terhitung mengamalkan sunah aqiqah bagi anak laki-lakinya kendati menyembelih hanya seekor kambing. Pasalnya, Rasulullah SAW sendiri mengaqiqahkan dua cucunya Hasan dan Husein dengan dua ekor domba. Masing-masing satu ekor.

Perihal jumlah aqiqah ini Syekh Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi angkat bicara dalam karyanya, Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sebenarnya satu ekor kambing menjadi batas minimal aqiqah untuk bayi lelaki dan bayi perempuan. Sementara dua ekor kambing merupakan batas minimal kesempurnaan aqiqah untuk bayi laki-laki. Agama sendiri tidak membatasi jumlah kambing untuk kesempurnaan aqiqah.

Dengan kata lain, agama hanya menyebutkan jumlah minimal. Sementara jumlah maksimalnya tidak ada pembatasan. Artinya silakan saja menyembelih berapa ekor kambing untuk bayi laki-laki atau bayi perempuan sesuai kemampuan si orang tua.

Gampangannya, dua ekor kambing buat bayi laki-laki, aqiqah sempurna di garis minimal. Satu ekor saja, aqiqah terbilang cukup tanpa sempurna. Seberapa banyak kambing aqiqah sesuai kemampuan, terhitung sempurna. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Tegal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Ponorogo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I dan Piala Bupati Ponorogo U-18 berlangsung meriah. Sebanyak 32 tim telah berlaga dalam babak penyisihan yang berlangsung selama dua hari, 25 dan 26 Agustus kemarin.

Dari hasil pertandingan yang digelar di empat lapangan sekaligus, Stadion Batoro Katong, Lapangan Seblabur, Lapangan Sumoroto, dan Lapangan Sukosari Babadan, sebanyak 16 tim kesebelasan berhasil lolos ke babak 16 besar.

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Tim Buru Tiket ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Sekretaris Pertandingan LSN Jawa Timur 1 Joko mengatakan, 16 tim akan berlaga dan memperebutkan tiket untuk melenggang ke babak selanjutnya, 8 besar. “Tim dari pesantren Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek lolos ke babak ini. Sedang tim dari Pacitan harus pulang terlebih dahulu,” ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan babak 16 besar kembali digelar pada Sabtu (27/8). Kesebelasan Pesantren Darul Huda Mayak melawan Pesantren Darul Ahkam Madiun. Sementara Pesantren Darul Ulum Magetan akan bertanding dengan Pesantren Arridwan Trenggalek. Kesebelasan Pesantren Hudatul Muna Ponorogo akan berhadapan dengan Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Madiun. Sedangkan tim Pesantren Al-Basmalah Madiun akan melawan kesebelasan Pesantren Al-Mujadadiyah Madiun. Mereka akan bertanding di lapangan Seblabur.

Di Stadion Batoro Katong Ponorogo, kesebelasan Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo berhadapan dengan tim Pesantren Al-Basyariyah Madiun. Pesantren Cokro Kertopati bertanding dengan Pesantren Ainul Ulum Ponorogo. Kesebelasan Pesantren Al-Hidayah Ngawi akan melawan tim Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ponorogo. Sementara kesebelasan Pesantren KH Syamsuddin akan berhadapan dengan tim Pesantren Wisma Whisnu Madiun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu selama dua hari, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal memantau di beberapa lokasi. Kemeriahan begitu terasa di lapangan pertandingan. Setiap tim yang bertanding didukung pendukungnya masing-masing. Mereka yang merupakan para santri itu meneriakan yel-yel khusus dan lantunan shalawat serta bait-bait Nadham Alfiyah dan Nadham Imrithi. Alhasil selama pertandingan berlangsung suasana di lapangan menjadi lebih meriah dan kondusif.

Selain itu pula, Anggota Banser dari GP Ansor Kabupaten Ponorogo disiagakan di setiap lokasi pertandingan. Mereka bertugas menjaga keamanan jalannya pertandingan Liga Santri Nusantara. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Santri, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah KH Abdul Aziz Masthurro menyampaikan maudlah hasanah pada Reuni Akbar, Halal bi Halal, Pelantikan dan Rapat Kerja Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (KALAM) masa khidmat 2014-2017 di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Tipar Cisaat Sukabumi.

Mustasyar PCNU Kabupaten Sukabumi tersebut mengamanatkan kepada seluruh alumni Al-Masthuriyah untuk tetap istiqomah dalam ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jamaah dan ajaran para kiai dan guru-guru Al-Masthuriyah yang telah diajarkan.

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas

Menurut Kiai Aziz, Al-Masthuriyah selama ini yang tidak terlepas dari lima maqalah para ulama salafus shalih. Pertama, seperti diungkapkan Ibnu Malik dalam kitab populernya Alfiyah yaitu kalamuna lafdzun mufiidun kastaqim, “Al-Masthuriyah akan terus berusaha untuk senantiasa menjadi mahadun mufiidun likulli afrodinnas.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Maksud dari kalimat itu, jelas Kiai Aziz, Al-Masthuriyah akan terus berusaha menjadikan lembaga ini membawa faidah tidak hanya bagi Al-Masthuriyah, tidak hanya bagi alumni, tidak hanya bagi umat Islam, namun bagi seluruh umat manusia. Begitu juga para alumninya dimana pun berada dan berprofesi sebagai apapun di masyarakat, harus senantiasa membawa manfaat bagi sekalian umat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kedua, kata adik almarhum Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Fakhruddin Masthuro tersebut, berpihak dan mengikuti pada yang sudah digariskan salafus shalih serta memposisikannya sebagai orang terpandang.

Ketiga, lanjut dia, keutamaan itu ada pada orang-orang terdahulu, seperti yang diungkapkan Ibnu Malik wahua bisabqin haaizun tafdliila. “Maka seluruh alumni Al-Masthuriyah akan mengedepankan akhlakul karimah dan takdzim terhadap orang-orang terdahulu terutama para kiai dan guru-guru yang telah memberinya Ilmu,” katanya pada Halal Bihalal (10/8) lalu tersebut. ?

Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Kiai Aziz menyebut poin keempat, Al-Masthuriyah akan berpegang pada maqalah yang selama ini menjadi jargon Nahdlatul Ulama yaitu almuhaafadhotu ala alqodimi as-sholih, wal akhdu bil jadidil aslah, maka demikian pula tentunya seluruh alumninya.

Sementara yang terakhir, sambung dia, Al-Masthuriyah akan senantiasa bersungguh-sungguh seperti kesungguhan para ulama dalam mencapai dan memberikan manfaat untuk umat, sebagaimana yang disampaikan Al-Ghozali bahwa kesungguhan bisa mendekatkan yang jauh, kesungguhan dapat membuka pintu ilmu dan menghilangkan kebodohan.

Ketua Umum KALAM masa khidmat 2014-2017 H. Abubakar Sidik menyampaikan mengingatkan para alumni agar tetap istiqomah karena dimana pun berada dan profesi apa pun yang disandang alumni Al-Masthuriyah tetap saja tidak akan mengubah kealumniannya.

“Alumni ya tetap alumni apa pun profesinya. Jangan sampai kacang lupa kulit,” ungkapnya pada kegiatan bertema “Kacang Panjang Sanajan Dipotong Dicacag, Tetep Bae Kacang Panjang.”

Salah seorang panitia pelaksana Halal Bihalal, Daden Sukendar bersyukur kegiatan tersebut dihadiri ribuan alumni Al-Masthuriyah. “Alhamdulilah berkah doa dan dukungan semua pihak acara berjalan dengan lancar dan sukses, kami menyebar sekitar 2000 undangan kepada para alumni ditambah informasi lainnya,” ungkap Daden yang didapuk sebagai Sekretaris Umum KALAM masa khidmat 2014-2017. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, News Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Klinik warga NU Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ditandai dengan potong tumpeng, penandatanganan plakat di halaman klinik tersebut pada Sabtu (30/5).

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Klinik tersebut dibangun dari iuran warga Rp 500,- setiap hari selama dua tahun. Lembaga kesehatan ini dinamai Klinik Lazisnu, dari nama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Dalam kesempatan itu Wagub mengapresiasi sekali upaya warga yang luar biasa. Karena manfaat dan dampak sosialnya akan besar bagi warga sendiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di desa Nanggerang, yang tak jauh dari pasar Kecamatan Cicurug, warga kebanyakan bermata pencaharian buruh tani. Dengan iuran Rp 500,- per hari tersebut, mereka mampu mengumpulkan uang 24 juta per bulan dan 300 juta per tahun.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara, menurut Dedy Mizwar, untuk desa, pemerintah mampu menganggarkan 100 juta per tahun. “Jangan-jangan desa Naggerang tidak perlu ada pemerintah,” kelakarnya. ?

Program tersebut diinisiasi oleh Ketua PCNU Kabupeten Sukabumi KH R Abdul Basith yang tinggal di desa itu dan Kepala Desa Nanggerang.

Kesamaan visi pembangnan desa ini, antara ulama dan pemerintah desa, menurut Dedy Mizwar akan seperti pemerintahan Umar Abdul Aziz. Pada masa itu hampir tidak ditemukan orang yang berhak menerima zakat.

Tapi jika semua desa seperti itu, apakah kewajiban Allah mengenai zakat terhapus? Dedy Mizwar menjawab sendiri, pasti ada yang kekurangan desa lain, kabupaten lain, provinsi lain, atau negara lain.

“Nah, sekarang ada poliklinik, ibu-ibu PKK harus bersinergi dengg ZIS ini untuk memberdayakan lebih jauh lagi,” pintanya di hadapan ratusan warga.

Sambil berseloroh, ia mengatakan, dengan adanya klinik tersebut, warga Desa Naggerang jangan sampai ada yang bercita-cita ingin sakit. Supaya tidak gampang sakit, harus dijaga lingkungannya. Sampah harus dikelola dan diambil manfaatnya. Misalnya untuk pupuk organik.

Ia juga mengimbau untuk melakukan pemberdayaan ekonomi di masyarakat, meningkatkan penghasilannya. Salah satu caranya dengan menggerakkan koperasi.

Setelah peresmian klinik, Dedy Mizwar juga meresmikan pembangunan pesantren lansia Husnul Khotimah yang dikelola Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KHR Abdul Basith.

Hadir pada dua peresmian tersebut Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi beserta beberapa pengurus NU lain, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, News, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara

Tangerang Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pendidikan Islam di Indonesia belum dikenal secara meyakinkan di mata dunia internasional. Negeri ini baru dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Oleh karena itu, Dirjen Pendis ingin memperkenalkan potensi pendidikan Islam Indonesia ke mancanegara.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menyampaikan hal tersebut saat membuka lokakarya (workshop) pengelolaan website Ditjen Pendis di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangsel, Selasa (20/6) petang.

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara

Upaya yang bisa dilakukan, kata dia, antara lain melalui media yang dimiliki Ditjen Pendis. Selain website, bisa juga melalui majalah. "Nah, saya ingin majalah Pendis bisa menjangkau seluruh kantor Kedubes negara sahabat di Jakarta. Karena jika ingin berkomunikasi dengan dunia luar paling mudah melalui Kedubesnya," ujar Kamaruddin.

Guru besar UIN Makassar ini secara khusus meminta pengelola majalah Pendis untuk menghadirkan majalah dalam Bahasa Inggris. "Saya tanya ke Pak Muhtadin, bisa nggak majalah kita diterjemahkan ke Bahasa Inggris. Kalau begitu, sekarang saya perintahkan untuk menerjemahkannya," tandas Kamaruddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut dia, penerjemahan majalah Pendis ke Bahasa Inggris diharapkan bisa menjawab tantangan untuk mengkapitalisasi potensi pendidikan Islam di republik ini. "Saya hanya ingin menjangkau mereka. Itu saja," tegasnya.

Mantan Sekretaris Ditjen Pendis ini juga meminta dibuat satu profile tentang lembaga yang dipimpinnya. "Profil berkelas versi English yang informatif harus kita miliki. Nanti kita bagikan ke kantor-kantor Kedubes itu," tambahnya.

Dalam profil tersebut, lanjut dia, menggambarkan bahwa Indonesia satu-satunya negara pemilik lembaga pendidikan Islam terbesar dan terbanyak. "Kita ini mewakili dunia memperjuangkan Islam moderat membendung radikalisme dan kapitalisme," kata Kamaruddin.

Menurut dia, tidak berlebihan jika Indonesia merupakan negara yang paling pantas mewakili dunia untuk berbicara tentang Islam. "Coba bayangkan, kita ini negara majemuk yang paling berpotensi terjadi konflik. Ternyata tidak. Ini semua karena pendidikan Islam sangat berperan," tukasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Expo Pendidikan Islam di Jakarta. Di forum internasional tersebut, ia ingin membuka mata dunia melalui Deklarasi Jakarta tentang Islam moderat. "Saya bercita-cita, deklaratornya nanti RI-1. Saya yakin Pak Menag setuju," pungkas Kamaruddin. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Kajian Islam, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Musholla Toriqoh Hasanah Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung mengadakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan KH Muhlasin dari Purwosari, Lampung Tengah sebagai pengisi taushiyah, Sabtu (22/4) malam.

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

Kiai yang selalu menggunakan logat bahasa Cilacap sebagai ciri khasnya dalam menyampaikan taushiyah ini menjelaskan tentang keutamaan mencari ilmu (ngaji). Dia menerangkan, keutamaan mencari ilmu pahalanya lebih baik dari pada pahala sholat 1.000 rakaat, lebih baik dari menjenguk 1.000 orang sakit, dan menggiring 1.000 jenazah bahkan lebih baik dari 1.000 kali berangkat haji.

"Kenapa? Karena tanpa ilmu dan pengetahuan, kita tidak dapat mengenal Sang Khaliq dengan baik sehingga shalat kita, silaturahmi kita, dan haji kita tidak akan diterima oleh Allah SWT. karena kita tidak tahu ilmunya. Maka, ngaji itu sangat penting dan ngaji adalah sumbernya ilmu,” jelas Kiai Muhlasin.

Tidak hanya itu, melihat fenomena mulai hilangnya kegiatan mengaji di masjid-masjid atau mushola-mushola, dirinya menghimbau agar masjid-masjid dan mushola-mushola dihidupkan dan di ramaikan kembali dengan cara untuk sholat berjamaah dan membudayakan kembali kegiatan mengaji sehingga masjid atau mushola menjadi lebih hidup suasananya.

Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada gurunya, kata dia, maka carikan guru-guru ngaji dari pesantren. Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada anak yang mau mengaji, maka ini tanggung jawab bapak ibu untuk mendidik anak-anaknya agar mau mengaji.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Jangan sampai anak-anak kita menjadi generasi yang bodoh yang tidak tahu ilmu agama. Silakan sekolahkan anak-anak kita setinggi langit, tetapi ingat ngaji harus tetap nomor satu,” tutupnya.

Acara peringatan Isra Miraj tersebut kemudian ditutup dengan doa yang diimami oleh Ustadz Jumangin, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Ambarawa. (Henudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Tegal, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan

Makassar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus harian GP Ansor Makassar mengeluarkan pernyataan penolakan atas rencana rapat dan pawai akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulsel yang akan dilaksanakan lapangan Karebosi Makassar, Ahad (17/5). Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan kampanye ideologi makar terhadap dasar negara Indonesia.

Sekretaris GP Ansor Makassar Ahmad Ahsanul Fadhil meminta pihak kepolisian untuk tidak menerbitkan surat izin pelaksanaan kegiatan rapat dan pawai akbar tersebut.

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Makassar Tolak Pawai Akbar HTI di Karebosi Akhir Pekan

"Kegiatan ini jelas merupakan bentuk perlawanan terhadap ideologi Pancasila. GP Ansor Makassar menolak keras kegiatan ini. Kami telah mengirimkan surat resmi ke pihak kepolisian sebagai pertimbangan untuk mengeluarkan izin," kata Ahsan dalam rilisnya, Selasa (12/5).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua GP Ansor Sulsel H Tonang Cawidu menegaskan, kampanye khilafah yang menjadi tema sentral kelompok HTI tak boleh dibiarkan oleh pemerintah.

"Konsep Khilafah yang digaungkan oleh HTI adalah bentuk makar terhadap ideologi Pancasila. Pemerintah harus mengambil tindakan tertentu. Pancasila sudah final," tegasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tonang juga meminta umat Islam di Sulsel untuk tidak menghadiri kegiatan rapat dan pawai akbar HTI Sulsel. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Khutbah, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

Pariaman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pariaman menggealr aksi damai ke gedung DPRD Kota Pariaman, di Manggung, Rabu (11/11/). Aksi demonstrasi digelar dalam rangka hari Pahlawan 10 Nopember 2015.

PMII Kota Pariaman dalam tiga butir tuntutannya meminta agar DPRD Kota Pariaman menjadi pahlawan untuk kemaslahan umat. Kemudian meminta DPRD agar memikirkan kepemudaan sesuai amanat UU No 40 tahun 2009, sebagai wujud estafet pahlawan bangsa.

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

Tuntutan ketiga meminta DPRD Kota Pariaman memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang, demi mewujudkan pahlawan yang diharapkan bukan demi kepentingan politik pribadi atau partai.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Aksi demonstrasi PMII langsung dipimpin Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham. Tapi tak satupun dilayani anggota DPRD Kota Pariaman. Seluruh anggota DPRD Kota Pariaman sedang dinas luar daerah.

Mahasiswa melanjutkan aksinya ke Kantor Balaikota Pariaman di jalan Imam Bonjol Kota Pariaman. Para mahasiswa menggelar aksinya juga dengan berorasi di halaman Kantor Balaikota tersebut. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keterangan Foto: Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham tengah berorasi di halaman Balaikota Pariaman, Rabu (11/11/2015).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Tegal, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Menjaga Entitas Pesantren Salaf

Dari bilik-bilik sederhana pesantren salaf yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara, dakwah Islam Indonesia yang damai ini dijalankan. Para kiai dengan kerelaan hatinya mengajarkan dan mewariskan berbagai ilmunya kepada para santri. Tanpa terasa, pewarisan ilmu dari generasi ke generasi ini, dan pengembangannya di masyarakat luas telah membentuk karakter Muslim Indonesia sebagaimana adanya saat ini, yang mampu mengombinasikan antara nilai agama dan lokalitas budaya, yang kini semakin menemukan maknanya.

Dengan semakin berkembangnya sistem pendidikan, pengajaran Islam kini lebih banyak bertumpu pada perguruan tinggi Islam, sementara pendidikan ala pesantren salaf dengan berbagai keterbatasannya tidak mampu bersaing. Tetapi ada satu hal yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut, yaitu tafaqquh fiddin, yaitu pemahaman agama secara luas dan mendalam. Pesantren bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Kiai menjadi figur sentral dengan yang menjadi suri teladan dalam bersikap dan berperilaku. Di pesantren, ilmu dimaknai bukan sekadar belajar tetapi juga dicari keberkahannya. Ini sangat berbeda dengan pendekatan di perguruan tinggi yang menempatkan ilmu sebagai obyek kajian dan peran dosen yang sekadar mengajarkan dan memberi nilai kepada mahasiswanya. Dengan proses yang berbeda ini, hasil lulusannya juga menjadi berbeda. Dari pesantren dilahirkan para ulama-ulama besar yang dengan tulus ikhlas mengabdikan diri kepada umat sementara perguruan tinggi Islam lebih banyak mencetak pegawai dan akademisi.

Menjaga Entitas Pesantren Salaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Entitas Pesantren Salaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Entitas Pesantren Salaf

Turunnya minat masyarakat untuk belajar di pesantren salaf ini menjadi keprihatinan banyak pihak, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dikhawatirkan, dalam jangka panjang, terjadi krisis ulama yang selama ini dihasilkan melalui pesantren. Sejauh ini, pesantren tetap berkembang, tetapi segmen yang berkembang adalah santri yang belajar mengaji sambil sekolah, bukan mereka yang benar-benar berniat untuk memperdalam ilmu agama dan menjadi ulama.

Ada banyak kendala yang menyebabkan pesantren salaf kekurangan peminat. Salah satunya adalah legalitas dari pemerintah. Meskipun sebagian besar santrinya tidak ingin menjadi pegawai, tetapi tetap diperlukan formalitas seperti ijazah yang dalam waktu tertentu tetap diperlukan bagi mereka yang membutuhkan. Lulusan pesantren salaf tidak bisa melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi, sekalipun kapasitas keilmuannya sangat memadai. Ijazah juga diperlukan ketika kaum santri memasuki ranah jabatan publik seperti menjadi bupati, walikota, atau jabatan lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Upaya Kementerian Agama untuk mengesahkan eksistensi ma’had aly sebagai pendidikan tinggi bercirikan pesantren melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015 tentang ma’had aly patut diapresiasi. Dengan demikian, lulusannya akan memperoleh status setara sarjana yang ijazahnya bisa digunakan untuk berbagai keperluan, sebagaimana sarjana dari perguruan tinggi Islam atau umum. Tentu hasilnya masih perlu dilihat bagaimana kurikulum yang mengombinasikan tradisi pesantren yang tidak hanya bertumpu pada kepintaran akademik belaka tetapi juga nilai keberkahan dalam belajar dengan tradisi perguruan tinggi yang sangat menekankan sikap kritis terhadap ilmu pengetahuan. ?

Legalitas ini diharapkan juga membuka “pintu” yang lain seperti pemberian bantuan dan beasiswa kepada santri yang selama ini hanya dinikmati oleh mahasiswa dari perguruan tinggi Islam dan umum. Tanpa dukungan tambahan, upaya pesantren untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi akan sangat sulit mengingat pendidikan yang berkualitas membutuhkan sumber daya yang besar.

Di luar pemberian status ma’had aly, pesantren salaf juga perlu berbenah dengan memasukkan kurikulum yang sangat diperlukan alumninya untuk bermasyarakat. Sejauh ini, kurikulum yang ada seolah-orang tidak bergerak. Kitab-kitab yang dikaji dari masa ke masa tetap itu-itu saja, padahal dunia sudah berkembang pesat dan membutuhkan pendekatan baru karena kondisi masyarakat yang dihadapi sudah sangat berubah. Dari fakta yang ada santri yang mampu bersaing adalah mereka yang belajar di pesantren dan kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi.

Jika eksistensi pesantren salaf diabaikan, maka kerugian besar akan menimpa umat Islam Indonesia dalam jangka panjang. Kekhasan dan daya juang yang selama ini selalu dimiliki lulusan pesantren salaf dalam berdakwah di masyarakat, yang tak tergantikan dengan alumni perguruan tinggi, akan hilang. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Doa Pengantin di Malam Pertama

Sebelum melakukan hubungan badan di malam pertama, mempelai pria dianjurkan membaca bismillâh dan mengusap rambut bagian depan mempelai perempuan. Ketika berjumpa pertama kali di kamar pengantin, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pengantin di Malam Pertama

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibih.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Semoga Allah memberkahi setiap kita.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Setelah itu, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih.

Artinya, “Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Kau ciptakan untuknya.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Suni, dan perawi lainnya dari Amr bin Syu‘aib dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah SAW. Doa ini dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri

Lampung Tengah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?



Menjaga NKRI tidak hanya dilakukan dalam bentuk jihad melawan teroris atau kelompok yang mengganggu atau mengancamnya. Namun, memperkuat bidang ekonomi dan kemandirian juga merupakan salah satu bentuk menjaga NKRI dari intervensi pihak luar.

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri

Demikian dikatakan Ketua Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) Muhammad Athoillah di depan para santri dan tokoh NU Lampung yang hadir pada Acara Workshop dan Seminar Santripreneur di Kalirejo Lampung Tengah, Sabtu (19/8).?

Gus Athoillah, begitu pria ini biasa dipanggil, menambahkan bahwa dalam rangka mewujudkan kemandirian tersebut diharapkan kedepan para santri tidak hanya mumpuni dalam bidang ubudiyyah dan diniyyah, tapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman dengan meningkatkan kapasitas dalam kemandirian ekonomi.

Menurutnya, tahun 2020 sampai dengan 2030, penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia remaja dan pemuda. Jika 60 persen dari jumlah pemuda tersebut tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran, Indonesia bisa goyah.

"Hal ini harus diantisipasi dan disiapkan dari sekarang untuk membekali para santri selangkah lebih maju, menjadi pengusaha dan punya akhlak dalam kemandirian ekonomi," kata Ketua Panitia Pusat Hari Santri Nasional (HSN) 2017 ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Oleh karenanya, dalam Peringatan HSN pada tahun ini lanjutnya, panitia mengangkat tema besar yaitu "Santri Mandiri, NKRI Hebat". Dengan tema besar ini ia berharap dapat memicu para santri untuk memiliki semangat usaha agar NKRI tidak goyah seperti Yunani akibat banyaknya pengangguran.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan Ketua PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri yang hadir pada acara yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional tersebut.

"Semangat kemerdekaan dimulai dari Resolusi Jihad yang dikobarkan oleh para santri dan ditetapkan menjadi Hari Santri Nasional. Jadi untuk mengisi kemerdekaan dibutuhkan keterlibatan santri yang kuat secara ekonomi," ujarnya.

Kiai Sholeh menambahkan bahwa workshop yang digelar oleh RMI tersebut dapat menjadi jawaban bagi hal ini dengan mencetak kader santri yang kuat secara ekonomi dan sekaligus menjadi pengusaha yang akan memperkuat NKRI. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 23 November 2017

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Pada April kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Eko Baskoro Harlis mengunjungi rumah Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang, Jawa Timur, Zulfikar Damam Ikhwanto dengan maksud silaturahim.?

Dalam kesempatan itu Eko menyodorkan buku, VCD, tabloid tentang Khilafah Islamiyah. Di dalamnya terdapat penjelasan soal sistem khilafah atau konsep negara di bawah bendera Islam yang diusung oleh HTI.

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang

Eko mulai menjelaskan isi dari tiga barang yang dibawanya itu. Sementara Zulfikar menyimaknya dengan seksama. Setelah selesai memaparkan, Zulfikar langsung menimpali, "Mas, kita ini sama-sama Islam, sampean (anda) syahadat dan shalat, sama. Tapi yang membedakan adalah komitmen kebangsaaan kita," katanya di Jombang, Kamis (5/5/2016).

?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Zulfikar yang dilahirkan di keluarga Nahdlatul Ulama itu menambahkan bahwa sejak lahir ia telah dibekali orang tuanya tentang keberagaman. Indonesia bukan hanya milik Islam, tapi juga warga lain yang berbeda keyakinan.

Keluarga Nahdlatul ulama memang mendapat pendidikan cinta tanah air dari ulama-ulama besar mereka. Istilahnya dalam bahasa Arab adalah hubbul wathan minal iman artinya mencintai tanah air adalah bagian dari iman.

?

"Nah, yang membedakan itu, sampean ini mengikuti ajaran yang mohon maaf yang tidak memberikan pendidikan yang cukup baik terkait dengan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air," katanya lagi.

?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kebhinekaan di NU semakin dipertajam dengan pernyataan ulamanya, kata Zulfikar, yang mengajarkan bahwa negara ini bukan negara agama, tapi juga bukan negara tanpa agama.

?

Eko terdiam sejenak dan kemudian menjawab, "Itulah Gus (panggilan khas untuk orang yang dihormati), ini khilafah rahmatan lil alamin (merahmati semua alam), insyaallah kalau khilafah berdiri yang kafir juga dilindungi dan diayomi," ujarnya. Keterangan Eko soal mimpi tersebut tak mampu meyakinkan Ketua PC GP Ansor Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 09 November 2017

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengharapkan Islam yang moderat di Indonesia yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perlu dijaga.

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme

"Indonesia juga perlu konsiten menjaga sistem moderasi karena kalau sampai lengah dapat menyebabkan ekstremisme. Tidak ada yang menginginkan ini terjadi," kata Susi dalam Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-6 di Jakarta, Kamis (3/11).

Dia menilai Indonesia, yang lebih dari 80 persen penduduknya beragama Islam, terbukti mengakomodasi perbedaan dengan baik.

"Ini adalah tugas kita bersama meyakinkan bahwa tidak ada yang menganggu, mengacaukan, memengaruhi atau memicu ancaman terhadap perdamaian dan kemoderatan. Ekstremisme tidak boleh tumbuh di negeri ini," tegas Susi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Indonesia juga wajib mempromosikan kemoderatan sekaligus mendukung setiap negara menjalankan kedaulatan dalam menyejahterakan rakyatnya, mengingat salah satu ancaman ekstremisme muncul akibat kondisi ekonomi yang buruk seperti pada negara yang gagal menyediakan kebutuhan dasar warganya.

Susi berpesan, setiap negara bangsa harus mampu menjaga komunikasi untuk bekerja sama mengentaskan kemiskinan dan membangun pondasi ekonomi dunia.

"Kalau saling menghargai dan toleransi terjadi, negara dapat menyejahterakan keluarga dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda untuk memahami perbedaan dan belajar toleransi," kata Susi. (Antara/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Tegal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 06 November 2017

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI M Nasir berharap program Pesantren Kilat Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang digelar Gerakan Pemuda Ansor terus berlanjut. Kepada para peserta, ia meminta tetap semangat dalam mengembangkan potensi.

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor

"Saya berharap agar para santri istiqomah dalam belajar," katanya memberi motivasi saat mengunjungi peserta Sanlat Sukses Masuk PTN yang diprakarsai Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Nasir mengingatkan bahwa untuk menjadi orang sukses, semangat haruslah terus dipupuk.

"Kembangkan dan tunjukkan terus potensi diri yang dimiliki," katanya. Karena melalui ikhtiar tanpa kenal lelah dan diimbangi dengan doa, maka kesuksesan akan dapat diraih, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengemukakan, sanlat kali ini memasuki angkatan ke-5 dan akan diselenggarakan setiap tahun di sejumlah pesantren di Jombang secara bergantian.

"Sejak angkatan ke-1, jika dihitung sudah hampir 200 santri yang diterima di sejumlah kampus negeri ternama," katanya. Keuntungan mengikuti sanlat GP Ansor ini, tambahnya, selain mendapat bimbingan belajar dalam menghadapi seleksi masuk kampus negeri, para santri ini juga dibekali dengan paham Aswaja ala NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sanlat GP Ansor Jombang terselenggara atas kerja bersama GP Ansor dengan sejumlah badan otonom, lembaga dan lajnah di PCNU Jombang. "Ini merupakan bentuk kepedulian Ansor dan banom NU terhadap pendidikan kader NU dalam menghadapi masa depan," kata Gus Antok, sapaan akrabnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan motivasi yang diberikan Menristek Dikti.

Turut mendampingi dan menerima kehadiran Menristek Dikti RI adalah Pengasuh Sanlat, H Juaharul Afif, yang juga salah seorang pengasuh pesantren setempat, ketua panitia sanlat Hafis Muaddab dan pengurus lain.

Sekedar diketahui, dari 80 santri yang mengikuti Sanlat, ada 15 yang dinyatakan lolos masuk PTN tanpa tes. Sementara santri lainnya tinggal mengikuti tes tulis, namun telah diberikan pembekalan secara optimal melalui sanlat. Kegiatan tahunan rutin PC GP Ansor Jombang tahun ini dilangsungkan? di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. (Syaifullah/Mahbib)

?

Foto: Menristek Dikti M Nasir (baju batik merah) saat berpose bersama sebagian peserta Sanlat Sukses Masuk PTN

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Kiai, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo mengajak para siswa dan siswi sebagai generasi muda masa depan bangsa untuk bersama-sama ikut menekan angka pernikahan dini. Pasalnya menikah di usia yang masih muda banyak menimbulkan berbagai macam permasalahan di kemudian harinya karena belum siap secara mental mengarungi bahtera rumah tangga.

Muslimat NU Probolinggo bersinergi dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo gencar memberikan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di setiap lembaga pendidikan. Tidak hanya pada siswa, sosialisasi ini juga diberikan kepada wali murid dan guru di masing-masing lembaga pendidikan.

Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo: Stop Pernikahan Dini

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurayati mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membuka pikiran dan menambah wawasan pelajar tentang dampak pernikahan dini.

“Bagaimana nantinya agar remaja mempunyai masa depan yang lebih baik serta mempunyai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri supaya di masa depan nasibnya bisa lebih baik,” katanya, Ahad (7/8).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Nurayati, keterlibatan orang tua menjadi kunci kesuksesan keluarga. Karena banyak anak-anak sukses berkat dukungan dari orang tua dengan cara meningkatkan taraf pendidikannya.

“Karenanya kami meminta kepada para orang tua agar tidak tergesa-gesa menikahkan anaknya di usia muda. Nikahkan anaknya pada usia yang cukup sehingga bisa melalui bahtera rumah tangga dengan baik dan mampu menghadapi cobaan dalam rumah tangga dengan baik pula,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurayati meminta kepada pengurus Muslimat NU di Probolinggo hingga ke tingkat desa agar senantiasa membantu program pemerintah, termasuk dalam mengampanyekan usia nikah pada remaja.

“Kami berharap agar para kader Muslimat NU, khususnya di tingkat desa agar informasi tentang pentingnya menikah di usia matang ini disampaikan di setiap kegiatan Muslimat dengan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat memiliki pemahaman tentang pentingnya menikahkan anak pada usia yang ideal,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Doa, Tegal, RMI NU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock