Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak

Purworejo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Forum konferensi GP Ansor Purworejo di pesantren Al-Anwar Maron, Ahad (21/12), mengamanahkan H Muhammad Haikal untuk menggerakkan pemuda NU ini untuk masa bakti 2014-2018. Kepada peserta forum dan banom NU lainnya, Haikal meminta kerja sama dalam mengimplementasikan program NU.

"Tentu ini merupakan amanah yang tidak ringan mengingat tantangan organisasi ke depan yang semakin berat. Untuk itu organisasi ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari segenap elemen badan otonom NU serta kader Ansor khususnya," kata Haikal.

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin GP Ansor Purworejo, Haikal Minta Dukungan Semua Pihak

Sebelumnya, forum ini mendiskusikan tantangan implementasi ajaran Aswaja di era global.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Sekarang kelompok-kelompok ekstrem tumbuh subur. Untuk mengantisipasi itu, tentu semua kader NU, terutama kaum muda yang tergabung dalam wadah Ansor harus paham dan mengimplementasikan dalam kegiatan dakwah," kata pengasuh pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudhori yang hadir sebagai narasumber diskusi.

Pria yang lazim disapa Gus Yusuf juga mengingatkan bahaya dari gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI. Menurutnya, Ansor memiliki tanggung jawab sekaligus mempunya peran strategis dalam ikut menjaga keutuhan NKRI.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada diungkapkan narasumber lainnya, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Tsaquf. Menurut Gus Yahya, NU dilihat dari sejarah lahirnya pada 1926 ikut membidani lahirnya NKRI yang diproklamasikan pada 1945. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bagi NU untuk berjuang mempertahankan NKRI dari potensi dan ancaman yang bisa mengganggu keutuhannya.

"Saya harap para kader Ansor mulai memahami konstelasi perang ideologi di era global. Dengan pemahaman itu, upaya antisipasi terhadap ancaman ajaran Aswaja bisa dideteksi sedini mungkin. Mari kita berikan pemahaman Aswaja terhadap generasi-generasi penerus kita," ajaknya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak kurang dari sepuluh ribu ibu-ibu dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di arena Kongres Ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak Rabu (23/11) malam. Hingga Jumat (25/11) padatnya arena kongres tak membuat asrama yang dibangun sejak tahun 1974 itu penuh sampah.

Di sepanjang pagar dan dinding gedung utama hingga lapangan manasik, berjejer karangan bunga dan spanduk ucapan selamat atas perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat NU. Sejumlah spanduk iklan menggelorakan kebersihan, tampak memberi sugesti tersendiri bagi para peserta.

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Sejuknya suasana Kongres Muslimat NU diakui petugas keamanan Asrama Haji Pondok Gede, Triokarno (33). “Banyak organisasi bikin kegiatan di sini. Tapi memang, baru kali ini semua panitia dan peserta juga terlibat dan komitmen dalam urusan kebersihan,” paparnya, Jumat (25/11).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Trio teringat, kongres sebuah organisasi tertentu yang dihelat tahun 2013 lalu. “Dulu pernah ada kongres ricuh di sini sampe bakar-bakaran. Kalau kongres yang ini, sepekan sebelum kegiatan, kami sudah diajak berembuk oleh panitia. Dari urusan keamanan sampai urusan kebersihan. Kami merasa sangat terbantu. Karena NU menurunkan banyak relawan,” imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk urusan kebersihan saja, menurut Trio, ada 150 relawan yang terlibat. Belum untuk urusan keamanan, konsumsi dan sebagainya. Itu, kata Trio, disampaikan Panitia Kongres dalam rapat gabungan bersama pengelola Asrama Haji, Kamis (17/11).

“Mereka yang berkaos biru itu dari pelajar, yang berkaos putih dari Banser. Yang berbatik dari mahasiswa NU (PMII) katanya. Termasuk dari TNI dan Kepolisian juga ikut serta membantu. Jadi kalau ada yang perlu digotong, mereka semua sigap membantu,” jelasnya.

Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Panitia Kongres Muslimat Ke-17 NU Rizky Wijayanti mengungkapkan, para peserta memang diberi arahan khusus oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU untuk menyukseskan kegiatan, tak hanya dari sisi acara, tapi juga dari sisi kebersihan.

“Ini inisiatif dari Muslimat untuk memberi teladan bagi yang lain. Bahwa dalam berkegiatan apa pun, dengan massa sebanyak apa pun, kita bisa berkomitmen menjaga lingkungan,” kata Rizky.

Kampanye menjaga lingkungan itu, bahkan juga didengungkan berkali-kali di ruang Media Centre. Para panitia tak henti-hentinya mengingatkan para jurnalis untuk membuang sampah bekas makan dan minum, di tempat yang telah disediakan. “Tolong ya wartawan yang ganteng dan cantik, setelah makan, sisanya jangan ditinggal di meja. Tapi dibuang ke tempat sampah ini,” kata Enny Jamilah, panitia yang standby di ruang Media Centre. (Abdul Malik Mughni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Beirut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia”  di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Dalam release yang dikirimkan ke Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kongres yang mengambil syiar : “Bersama Menuju Islam Rahmatan Lil-Alamin” ini akan diawali dengan seminar internasional yang akan membahas tentang :

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

• “Reformasi Dunia Arab dan Implikasinya terhadap Masa Depan Dunia Islam dalam Prespektif Ulama Timur Tengah”, ( Narasumber: Dr. Said Ramadhan Al-Bouthy, Ketua Persatuan Ulama Negeri-negeri Syam )

• “Masa depan Palestina dan Masjidil Aqsa di Tengah Pergolakan Politik Timur Tengah dan Duina Global”, ( Narasumber: Praktisi Politik Lebanon dan Palestina)

• Fenomena Global Radikalisasi Atas Nama Agama dan Strategi Menghadapinya (Narasumber: ICIS, BNPT, Global University-Lebanon)

Selain itu, Kongres juga akan membahas secara internal tentang :

• Penguatan Koordinasi PCI Luar Negeri dan Perluasan Network di Negara-negara PCI

• Strategi Perlindungan Faham Aswaja di Tanah Air dari Gerakan anti Aswaja (Trans-nasional-Radikal)

• Perumusan Konsep Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama

Secara global, diharapkan dari Kongres ini akan tercipta sebuah pemahaman mendalam dan mendetail kepada kalangan luas tentang realitas yang faktual tentang fenomena Arab Spring di Timur Tengah, terwujudnya partisipasi umat Islam Indonesia, khususnya Nahdliyyin, dalam gerakan global mendukung kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama, mengembalikan citra Islam sebagai rahmatan lil Alamin melalui upaya de-radikalisasi paham keagamaan.

Sementara secara lingkup organisasi, diharapkan akan membuka jaringan kerjasama internasional antara PCI-PCI dengan negara setempat dalam bidang pendidikan, keagamaan, interfatih dialogue, kebudayaan, ekonomi dalam rangka mendukung gerakan total diplomatic yang dicanangkan pemerintah RI.

Disamping itu, diharapkan dari kongres ini akan tercapai perumusan bersama upaya-upaya kongkrit dalam rangka membendung gerakan radikal anti ajaran Aswaja/Ahlussnunnah Wal Jamaah yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan ukhuwah sesama umat dan anak bangsa serta mencari bentuk dan konsep yang terpadu dalam mewujudkan ekonomi keumatan yang lebih berkeadilan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jelang pelaksanaan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Jajaran Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, melakukan ziarah ke tiga pendiri NU yang berada di Jombang, Ahad (14/4).?

Konferwil sendiri rencananya digelar pada 31 Mei-1 Juni mendatang di Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.?

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Ziarahi Makam Para Pendiri NU

Ziarah pendiri NU, dipimpin langsung Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftakhul Akhyar dan ketua Tanfidziyah, KH Muatawakkil Alallah. Rombongan ulama ulama NU ini tiba di Pesantern Tebuireng Jombang sekitar pukul 12.30. Sebelumnya para pengurus NU Jatim ini mengawali ziarah ke makam KH Khoil Bangkalan yang merupakan guru para pendiri NU, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Rombongan terbagi dua, yang pertama menuju Bangkalan dan yang kedua ke Kediri,” tutur Mashudi Mukhtar, sekretaris PWNU Jatim menuturkan. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai dari makam KH Kholil Bangkalan dan Makam KH Mahrus Kediri, kedua rombongan bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang ini. Tiba di pesantren yang didirikan Rois Akbar, KH Hasyim Asyari rombongan langsung menuju makam yang terletak di Komplek Pesantren tepatnya sebelah barat masjid pesantren dimana terletak makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan juga terdapat makam Gus Dur.

Setelah melakukan tahlil dan doa, selanjutnya rombongan meluncur ke makam KH Bisri Syansuri PP Mambaul Maarif Denanyar serta makam KH Wahab Hasbulloh di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

"Ziarah ini juga mengawali kegiatan Harlah NU serta Konferwil mendatang," tandasnya Mashudi Mukhtar menambahkan.?

Dijelaskannya, “Para kiai dan pengurus NU ziarah ke Bangkalan karena beliau (KH Kholil) yang merestui berdirinya organisasi NU, sedangkan KH Mahrus merupakan Rois pertama," ujarnya di PP Tebuireng.

Dikatannya, Disamping dalam rangka Harlah NU, ? lanjut Mashudi Mukhtar mengungkapan ziarah dilakukan karena PWNU akan segera menggelar Konferensi.?

"Rencananya Konferwil bakal dilaksanakan pada tanggal 31 Mei-1 Juni mendatang di Sidoarjo," imbuhnya.

Terkait pemilihan Konferwil mendatang, dalam proses pemilihan ketua, Mashudi membeberkan, PWNU berencana menggunakan sistem Ahlul Halli ? Wal ? Aqdi (Ahwa).

"Insyaallah itu yang akan digunakan dalam pemilihan di Konferwil mendatang. Sekarang ini tinggal pematanagan saja,"pungkasnya seraya mengatakan untuk pematangan ini PWNU pekan ini akan mengundang PCNU se Jatim untuk membahasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan, Quote Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

Boyolali, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Masing-masing calon ketua umum IPNU memaparkan gagasan utama kepemimpinanya. Sejumlah gagasan segar muncul dari calon asal Jakarta M Said, calon asal Jabar Asep Irfan Mujahid, dan calon asal Surabaya Abdurrazak.

Di hadapan peserta kongres, Said menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya mengembalikan IPNU sebagai organisasi pelajar dan santri.

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Calon Ketua Umum IPNU Sampaikan Misi Kepemimpinan

"Pelajar dan santri tidak perlu terburu-buru masuk dalam pusaran politik praktis," ujar Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kaderisasi di pesantren menjadi prioritas utamanya jika terpilih.

"Soal mahasiswa, kita serahkan saja pada formulasi PBNU," kata Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sementara Asep menyatakan tekadnya untuk membuat model kaderisasi yang menghapus disparitas antara pelajar NU di Jawa dan luar Jawa.

"IPNU harus menjadi organisasi yang tanggap dan adaptif dengan arus global," kata Asep.

Sedangkan Abdurrazak berjanji untuk meneguhkan kaderisasi di tingkat Komisariat dan Ranting sebagai akar.

"Membangun sinergi internal dan membangun komunikasi antara IPNU dan NU," ujar razak.

Razak lolos sebagai calon Ketum IPNU setelah melalui voting karena statusnya yang belum lulus S1. Sebanyak 147 suara mendukung status S1 sebagai syarat calon. Sementara 212 suara menyatakan kebolehan pelajar yang tengah menempuh studi S1 sebagai calon ketum. Sedangkan 30 suara tersisa menyatakan abstain. (Aji najmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Pesantren, Anti Hoax Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengangguran yang masih tinggi dapat dikurangi dengan membekali pelajar dengan sejumlah keahlian. Apalagi hal itu diimbangi semangat yang tidak kenal lelah seperti yang ditunjukkan para pelajar dan santri.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengajak para pelajar di seluruh Indonesia, untuk mempelajari pendidikan kewirausahaan sebagai bekal untuk membuka lapangan pekerjaan baru di masa mendatang.

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhaimin Iskandar: Jangan Ada Lulusan Maarif Nganggur

“Kewirausahaan pun memang selayaknya diperkenalkan dan diajarkan kepada semua pelajar di Indonesia. Semangat kewirausahaan harus ditumbuhkan sejak usia dini agar terus tumbuh dan berkembang, “ kata Muhaimin Iskandar, Senin (24/6) kemain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal tersebut diungkapkan Muhaimin Iskandar saat menjadi inspektur upacara pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) yang digelar di Ponpes Babussalam, Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pembukaan Perkemahan wirakarya yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqiel Siradj yang dilaksanakan pada tanggal 24–29 Juni dan diikuti 2.220 pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kewirausahaan itulah yang selama ini menopang ekonomi negara ini, karena itu kalau adik-adik menjadi wirausahawan akan menjadi penopang negara ini,” katanya. “Saya tidak ingin ada lulusan LP Ma’arif NU yang menganggur," lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya akan bekerja sama dengan LP Maarif NU untuk mendorong semangat kewirausahaan melalui kegiatan pramuka dan pelatihan yang meningkatkan kompetensi remaja NU untuk maju, kreatif, dan produktif.

"Adik-adik harus mampu menangkap potensi lokal, potensi daerah, potensi desa, sebagai peluang untuk berwirausaha,” katanya. “Nanti saya juga akan bekerja sama dengan LP Ma’arif NU untuk menggelar pelatihan seperti itu untuk mengurangi pengangguran terbuka," lanjutnya.

Muhaimin menambahkan saat ini pemerintah sedang merancang agar kurikulum kewirausahaan, yang berorientasi untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Hal tersebut dimaksudkan agar kelak pelajar bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

Ia juga menandaskan bahwa pada masa mendatang akan terus dicarikan kerjasama yang saling menguntungkan antara LP Ma’rif dengan kementeriannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja.?

”Program wirausaha ini mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. hampir 98% dari para pelaku bisnis di Indonesia tergolong dalam kelompok UMKM, maka kekuatan untuk menumbuhkan kelompok usaha ini telah menjadi prioritas pembangunan nasional," ucapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal



Dalam rangka mempererat tali silaturahim sesama kaum santri dan para pendekar, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Senin sore (25/12) menggelar Pencak Dor di kompleks Madrasah Aliyah Mualimin Mualimat Rembang (M3R).

Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Santri Antusias Ikuti Pencak Dor Pagar Nusa Rembang

Para pendekar dari sejumlah pondok pesantren dari dalam dan luar kota Rembang seperti, Kediri (Jawa Timur) Pati, Grobogan, Demak (Jawa Tengah), juga beberapa pendekar dari daerah Cirebon turut naik panggung, memeriahkan tradisi pondok pesantren Nahdlatul Ulama.

Salah satu panitia dari Pagar Nusa Cabang Rembang, Ahwan, menjelaskan, Pencak Dor merupakan tradisi pesantren yang baru pertama kali digelar pihaknya. 

"Ini baru pertama kali digelar di Kabupaten Rembang, dan mungkin juga yang pertama di Jawa Tengah. Melihat antusias, kemungkinan tahun depan akan kita gelar lagi," kata Ahwan.

Ia menambahkan, dengan adanya panggung tarung bebas, tapi tetap menjunjung sportivitas dengan semboyan "di atas lawan di bawah kawan". 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertandingan seni beladiri pencak yang identik dengan nama besar KH Maksum Djauhari, lanjutnya, juga mempertemukan antara sahabat satu daerah dengan daerah lain. 

Arianal Khak Ahmad, santri asal Cirebon bercerita, pencak dor bagian dari hobinya sejak masih nyantri di pondok pesantren Lirboyo. Saat mendapatkan kabar ada panggung yang menjadi kesukaannya, ia bersemangat untuk datang.   

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya asli santri Cirebon. Dulu pernah mondok di Lirboyo. Setelah itu, mondok di Grobogan sekarang. Tadi pagi dikabari temen Lirboyo ada acara yang sangat mengejutkan.Kumpul teman Lirboyo lagi. Dari kecil sangat suka menggeluti dunia persilatan utamanya Pagar Nusa," jelasnya. 

Pria yang biasa dipanggil Aria itu, terakhir kali naik panggung pencak dor pada 2013 di Lirboyo. Semenjak pindah di Grobogan, dia sempat empat tahun tidak mendapatkan teman untuk berlatih silat. Dan baru di Rembang ia kembali mendapatkannya.

Selain para pendekar Pagar Nusa, yang beradu tanding di atas pentas, nampak juga empat pendekar dari perguruan lain yang tertarik untuk mencoba empuknya panggung kebanggan para pendekar dari kaum santri NU itu. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Dunia bisnis, lingkungan, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang keberadaannya saling mendukung. Jika terjadi ketimpangan pada satu sisi, maka masalah, cepat atau lambat akan muncul. Manusia menyesuaikan diri dengan alam untuk mencapai harmoni. Kemajuan teknologi menyebabkan manusia mampu mengendalikan kekuatan alam. Keserakahan manusia yang tidak ada batas ini menyebabkan mereka berusaha mengeksploitasi alam, yang merusak keseimbangan ekosistem. Akhirnya, bencanalah yang timbul dengan manusia sebagai korbannya.

Kemajuan teknologi untuk mengeksploitasi alam menyebabkan dunia usaha memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut untuk berekspansi dari satu tempat ke tempat lain yang dinilainya masih memiliki potensi keuntungan. Konflik dengan masyarakat lokal di mana industri akan dibangun tak habis-habisnya muncul. Di pesisir selatan pantai Pulau Jawa, konflik terkait penambangan pasir besi muncul di berbagai tempat. Bahkan sampai menimbulkan korban nyawa sebagaimana dialami oleh Salim Kancil di Pasuruan (2015) yang dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Konflik juga muncul akibat rencana eksploitasi sumberdaya air yang muncul di Serang Banten dan beberapa daerah lainnya. Konflik lahan antara masyarakat adat dan pengusaha perkebunan juga tak ada habis-habisnya. Belakangan, masalah yang mengemuka adalah rencana pembangunan pabrik semen di daerah Rembang.

Bencana alam yang muncul dari tahun ke tahun akibat eksploitas alam adalah pembakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan. Pembersihan lahan dengan membakar memang ongkosnya murah, tetapi masyarakat luaslah yang harus menanggung akibatnya. Binatang-binatang penghuni hutan banyak yang mati, masyarakat adat pun harus menyingkir. Daerah yang mata airnya diambil oleh perusahaan air minum membuat para petani kekurangan air saat kemarau. Bekas galian pasir besi juga menimbulkan kerusakan alam karena banyak pengusaha yang tidak melakukan rehabilitasi sesudahnya. Bencana lumpur Lapindo menjadi tragedi bagi mayarakat di Sidoarjo. Daftar tersebut akan sangat panjang jika disebut satu per satu.

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Bisnis, Masyarakat, dan Lingkungan

Secara sosial saat sebuah industri akan masuk ke suatu daerah yang akan mengeksploitasi alam, masyarakat pun biasanya terpecah, antara yang setuju dengan masuknya industri tersebut dengan yang menolaknya. Pengusaha membentuk kelompok-kelompok yang mendukungnya dan membiayanya. Yang tidak setuju, merasa selalu terancam karena kapan saja bisa terusir dari tempatnya hidup. 

Bagi dunia bisnis, yang tujuan utamanya adalah untuk meraih keuntungan, penyelamatan lingkungan berarti adanya ongkos tambahan yang harus dipikul sehingga bisa mengurangi keuntungan yang diharapkan. Tak banyak industri yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam, apalagi ditambah pula dengan penegakan hukum (yang) juga masih lemah. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masyarakat yang berhasil ‘mengusir’ perusahaan-perusahaan yang akan mengeksploitasi daerahnya biasanya memiliki aktor intelektual yang mampu memimpin dan menggerakkan masyarakat untuk melawan, memiliki jaringan nasional hingga internasional serta memiliki napas panjang untuk membela daerahnya. Para aktivis NU yang ada di berbagai daerah, dapat mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi masalah dengan dunia usaha. Upaya perlawanan dengan cara kekuatan fisik dengan mudah dipatahkan karena perusahaan mampu menyewa pengamanan swasta atau oknum aparat keamanan. 

Sejarah membuktikan, melawan korporasi dengan modal kuat bukanlah hal yang mudah. Mereka mampu menyewa para akademisi yang bisa memberikan legitimasi atas tindakan mereka. Ahli-ahli hukum terbaik juga bisa diminta untuk membela kepentingan mereka. Para pakar hubungan masyarakat juga bisa diminta untuk memoles citra perusahaan sebaik mungkin bahwa apa yang mereka lakukan tidak melanggar hukum atau etika.  

Kemajuan teknologi informasi, dapat dimanfaatkan oleh jejaring masyarakat dan kelompok pembela lingkungan untuk melindungi kepentingan mereka. Ada banyak LSM yang bergerak dalam perlindungan lingkungan yang mampu memberikan bantuan. Ada banyak ahli hukum yang bisa memberikan advokasi terhadap permasalah yang mereka miliki. Sosial media juga dapat digunakan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kantor pusat perusahaan yang biasanya terletak di pusat-pusat bisnis di ibukota negara menentukan seluruh kebijakan strategis di daerah operasinya. Daerah operasi perusahaan yang lokasinya jauh di pedalaman atau bahkan di tengah hutan menyebabkan para pengambil kebijakan kurang memiliki sensitivitas atas dampak yang ditimbulkan atas operasi yang dilakukan. Pertimbangan utama mereka adalah untung dan rugi. Bahkan perusahaan dengan gampang bisa dijual kepada perusahaan lainnya dengan gampangnya. 

Pengembangan sektor usaha juga didukung untuk pengembangan perekonomian. Mereka mampu menciptakan lapangan kerja, membayar pajak dan memberi nilai tambah atas produk yang sebelumnya bernilai rendah. Para pengusaha adalah orang-orang  yang berani mengambil risiko dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ata suatu produk yang sebelumnya belum tersedia. Jadi wajarlah jika mereka mendapat keuntungan lebih atas risiko yang mereka ambil. Kemajuan dunia ini sesungguhnya terjadi berkat adanya para pengusaha. Jika usaha tersebut dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka kita harus memberi dukungan lebih karena sesungguhnya perusahaan tersebut adalah milik rakyat. Keuntungan yang didapat akan kembali lagi kepada rakyat melalui deviden yang dibagikan kepada pemerintah sebagai pemegang saham. Tetapi semua usaha yang dilakukan harus sesuai dengan regulasi yang ada. 

Di sinilah peran pemerintah yang seharusnya mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Bagaimana dampak lingkungan yang akan muncul jika sebuah bisnis dilakukan bisa dilakukan melalui analisis amdal. Kepentingan masyarakat juga harus terakomodasi dengan baik karena mereka yang akan terkena dampak pertama kali jika ada masalah. Dalam banyak kasus, ketika sebuah perusahaan mau masuk, masing-masing pihak berusaha memaksimalkan kepentingannya. Penduduk lokal berusaha menjual tanah setinggi-tingginya, oknum aparat berusaha mempersulit perizinan, pecinta lingkungan tidak ingin alam dieksploitasi sejengkal saja. Jika masing-masing pihak tidak mau mengakomodasi kepentingannya, maka masyarakat secara luas pulalah yang harus menanggung akibatnya. Harga produk yang dijual akan menjadi mahal karena adanya biaya-biaya siluman yang dimasukkan sebagai bagian dari ongkos produksi. 

Jika pemerintah tegas dalam penegakan aturan dan masyarakat bisa bersatu dalam membela kepentingannya, maka para pengusaha tidak akan berani lagi bermain dalam ranah abu-abu karena ongkos yang mereka keluarkan akan sangat besar. Dan kerugian besar akan mereka alami jika akhirnya harus mundur akibat perlawanan masyarakat. Kemudahan dan kepastian usaha sangat penting untuk mendorong tumbuhnya bisnis, tetapi bisnis yang membawa manfaat bagi semua pemangku kepentingannya, para investor, masyarakat, pemerintah, dan kelestarian alam itu sendiri. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, AlaNu, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

Oleh Mh Nurul Huda



Dalam tradisi Islam, dan saya rasa juga tradisi agama-agama dan spiritualitas dunia, bumi dan alam raya merupakan anugerah. Karena itu, bila pembaca suka, anggaplah upaya kolektif pengembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi yang tak terpisahkan dari rasa syukur dan takjub atas semesta dunia ini sebagai sebuah ajakan.

Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)
Perihal Masa Depan yang Misterius (V) (Sumber Gambar : Nu Online)

Perihal Masa Depan yang Misterius (V)

“Bila pembaca suka” ini saya sertakan, mengingat penulis sendiri mengerti bahwa sekarang kita tengah hidup di dunia dengan cara berpikir “yang tertentu” yang sangat dominan. Kita termasuk saya tersedot ke dalamnya. Kita sudah masuk dan jauh tenggelam dalam cara itu. Ia sudah begitu dominan, meluas, menubuh, dan mewujud dalam bahasa dan tindakan keseharian. Bahkan untuk menolak cara berpikir itu,akan dirasakan ada keanehan yang bila dibuatkan “meme” niscaya membuat orang terpingkal-pingkal menertawai dirinya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Cara berpikir “yang tertentu” ini adalah cara berpikir yang bersifat kalkulatif. Kita berpikir tentang segala hal, termasuk alam dan sesama manusia di sekitar kita, demi tujuan tertentu. Berpikir sesuatu terutama agar dapat memakainya semata. Berpikir sesuatu demi untuk direkayasa dan dimanipulasi.? Berpikir untuk dapat menguasai dan mengeksploitasi.

Tentu saja cara berpikir berperhitungan telah ada sejak masa lampau. Tetapi, wujud tindak berpikir kalkulatifnya tidak sehebat dan mendominasi kehidupan di zaman ini. Yakni zaman modern dengan pemahamannya yang baru dan modern atas “dunia ada yang menakjubkan”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Semesta ini, semula, dipandang anugerah yang menakjubkan. Dunia yang mempesona, kata Max Weber; yang disyukuri dan dikagumi oleh para penghuninya. Di dalamnya, manusia berpikir dan merenungi pesonanya. Dan berpikir merupakan aktivitas manusia yang jenuin, yang ikhlas, sebagai tindak penerimaan atas anugerah itudi dalam diri.Karena itubiasanya cara berpikir ini selaluterhubung erat dengan Tuhan, yang baik (the good), yang indah (the beauty), dan tentu saja mencakup, namun tidak sekadar terbatas pada, yang benar (the right). Inilah juga pengertian klasik yang terkandung didalam kata “filsafat”, suatu pandangan hidup, pencarian kearifan,yang dilakukan oleh para pemikir tradisional namun tidak menjadi arus utama di zaman modern.

Rene Descartes, si anak zaman yang hidup di hadapan krisis moral dan politik, membuka mindset modernitas. Tujuan utama pemikiran tidak lain dan tidak bukan adalah sains. Suatu aktivitas berpikir yang tertentu yang diyakini memberi manusa kepastian dalam mengelola dan mengontrol rimba raya dunia.

“Aku berpikir maka aku ada”, katanya. Artinya manusia adalah sesuatu yang berpikirdan kebenarannya bersifat pasti; sedangkan dihadapan pikiran ini segala sesuatu hanyalah kebetulan-kebetulan atauomong kosong yang dangkal. Hanya lewat sains yakni cara berpikir yang dibangun diatas fondasi rasio matematis, bukan teks suci keagamaan, kehidupan yang sulit dan tak menyenangkandi dunia dianggapmenjadi lebih mudah.

Itulah gagasan utama di ambang modernitas, ketika pengetahuan Abad Pertengahan dibuang sia-sia lalu kekosongan pondasi pengetahuan ini digantikan oleh rasio dan kehendak manusia yang absolut. Descartes membatasi dan mereduksi pikiran manusia (mind, intelek)pada rasio matematis belaka. Cara berpikir ini lalu menggelinding deras,dan fisika matematisdiproyeksikan pada kehidupan sosial dan alam, sehingga yang terakhir inipun dapat dikalkulasi secara matematis.

Cara berpikir kita yang semata teknokratis dan demi kegunaan produktif kita sendiridapat membawa konsekuensi merendahkan cara berpikir tradisional yang kita anggap tidak produktif. Lalu secara pragmatis kita cepat-cepat mencari cara bagaimana bisa secara efektif dan efisien mengontrol dunia dan kehidupan. Dunia ini kita kontrol, kita bentuk semata sebagai sumberdaya untuk memuaskan apapun yang kita kehendaki, entah melalui alat-alat elektronik ataupun melalui bahasa dan pemikiran.

Tersedot ke dalam alam pikiran itu, kita tidak hanya turut berpartisipasi aktif dan meluas dalam menghancurkan alam tapi juga menjadi korban dari kehendak otonomkita sendiri. Penjajahan, tragedi genocide dan bom nuklir, perang dunia, konflik sosial, kekerasan politik, kerusakan alam dan perubahan iklim, peningkatan kesenjangan ekonomi dan bencana kelaparan terjadi dalam kualitas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.Dalam cara berpikir, kita seolah melupakan bahwa dunia kehidupan ini adalah pemberian, anugerah, dan karunia.

Seorang filsuf terkemuka Martin Heidegger mengingat kita semua:The most thought-provoking thing in our thought-provoking time is that we are still not thinking. Sesuatu yang paling menggusarkan-pemikiran di zaman yang menggusarkan-pemikiran kita ini adalah bahwa kita masih juga tidak berpikir. Melalui teknologi, bahasa dan pemikiran yang kita bangun, ternyata kitatidak jua mengenali siapa diri kita sendiri yang dianugerahi tinggal bersama di duniayang fana ini. [bersambung]



Penulis adalah Dosen Sosiologi UNU Indonesia, Jakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Kajian Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017

Bener Meriah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Kabupaten Bener Meriah senang sekali diberi kesempatan sebagai tuan rumah kompetisi Liga Santri  Nusantara (LSN) Region Sumatera 2, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Demikian disampaikan oleh Bupati Bener Meriah Ahmadi dalam sambutan kick off LSN Region 2, Selasa pagi (12/9), di lapangan Bataliyon 114/Satria Musarq, Kabupaten Bener Meriah.

Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bener Meriah Dukung Penuh LSN 2017

Dia mengatakan keterbatasan penyelenggaraan tidak boleh menyurutkan semangat pertandingan. "Sebagai pengganti kekurangan penyelenggaraan, bupati Bener Meriah akan memberikan hadiah untuk kategori pencipta gol terbanyak dan pemain terbaik kompetisi ini," kata bupati disambut tepuk tangan tidak kurang dari 500 orang dari pelbagai unsur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ahmadi meminta para santri di seluruh Aceh, khususnya yang bertanding di Sumatera Region 2 menunjukkan kemampuannya dalam bidang olahraga, tidak hanya pandai mengaji.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Kompetisi ini adalah kesempatan para santri menunjukkan kemahiran di bidang olahraga, tidak hanya mengaji. Semangat, sportif, dan yang serius. Yang juara nanti akan ke Bandung. Di sana akan ketemu santri seluruh Indonesia," terang Ahmadi berapi-api.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Region Sumatera Region 2 Tgk. Bahruddin mengungkapkan rasa syukur atas pembukaan yang telah sukses dilaksanakan. "Ini kesuksesan kita bersama pihak pesantren, teungku,  pemda, TNI, PSSI dan masyarakat Bener Meriah. Semoga hasilnya nanti terbaik untuk kita semua," ujar Bahruddin seusai acara pembukaan. dilaksanakann dan kekompakan semua pihak.

LSN di Aceh tahun ini dibagi dua region dari 5 region di Pulau Sumatera. Region pertama meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Sigli, Aceh Utara, Bireuen, Kota Loksumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiyang, dan Kota Sabang. Pertandingan akan diadakan di lapangan KH Murtadha, Banda Aceh.

Dan region kedua meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Luwes, Aceh Tenggara, Subulussalam, Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Kota Semeulu.

"Aceh dibagi jadi dua karena luasnya daerah dan banyaknya pesantren mengikuti LSN tahun lalu. Permintaan ini dari dayah-dayah, santri-santri senang bola, para teungku pun mantan pemain bola banyak sekali," terang Bahruddin.

Secara keseluruhan LSN di Aceh diikuti 45 tim dari pondok pesantren dengan 23 pertandingan. Dua tim pemenang dari masing-masing region akan bertanding di Bandung, Oktober mendatang. (Hamzah Sahal)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Santri, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Subang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan Aktivis yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri atau Kopri PMII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melakukan aksi turun ke jalan dan membagi-bagikan selembaran seruan moral dan karangan bunga kepada pengguna jalan dalam rangka memperingati hari kartini yang jatuh pada 21 April kemarin.

Aksi yang dilakukan di bawah Fly Over Pamanukan ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi dari Polsek Pamanukan dan mendapat perhatian dari para pengguna jalan kawasan tersebut. Kendati membuat macet, namun para pengguna jalan sangat antusias menyaksikan orasi dan teatrikal yang menggambarkan korban dari kekerasan dalam rumah tangga dan derita para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi korban ditempat mereka bekerja.

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII-IPPNU Sebar Bunga dan Selebaran

Menurut Ketua Kopri Subang, Neneng Nurhasanah, aksi yang dilakukan merupakan seruan moral kepada para pengguna jalan terutama kepada kaum perempuan. Bahwa eksistensi perempuan yang saat ini masih merasa terdiskriminasikan, hendaknya bangkit untuk melawan segala bentuk ketidak adilan. Padahal para wakil perempuan yang duduk dikursi wakil rakyat ternyata belum bisa dirasakan manfaatnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Saat ini telah cukup banyak perempuan yang terdidik dan menempati posisi-posisi strategis diberbagai sektor kebijakan. Namun, pada kenyataannya masih banyak oknum yang menjadikan kaum perempuan tersudutkan, kebijakan politik yang tidak sensitive gender, KDRT ? yang terus meningkat dan didominasi oleh kaum perempuan, merupakan beberapa contoh betapa perempuan masih dalam jalan terjal,” tegas Neneng.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua IPPNU Cabang Subang, Nurul Jannah bahwa tujuan yang menjadi skala prioritas dari aksi ini adalah penegakan supremasi hukum terhadap orang yang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang saat ini masih merambah disetiap kehidupan rumah tangga.

“Tegakan supremasi hukum terhadap oknum kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu hentikan perdagangan perempuan, jangan jadikan 30% kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen hanya sebagai aksesoris politik, samakan upah pekerja perempuan dengan laki-laki, lindungi dan selamatkan hak-hak tenaga kerja wanita (TKW) dan hentikan segala bentuk diskriminasi perempuan serta ? optimalkan pendidikan pemberdayaan,” papar Nurul.

Ketua Umum PMII Cabang Subang, Ade Mahmudin mengaku sangat apresiatif dengan aksi yang dilakukan oleh wadah perempuan di PMII ini. Pasalanya, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas yang dibangun oleh perempuan agar terciptanya kesetaraan gender dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Aksi tersebut merupakan upaya memberikan pencerahan kepada kaum perempuan terhadap reformulasi kesetaraan gender yang sampai saat ini posisi perempuan seakan menjadi catatan hitam patriarkisme yang dari zaman ke zaman selalu dialami oleh perempuan. Sebab, Undang- Undang No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ternyata belum bisa menjamin perempuan terbebas dari kekerasan. Untuk itu, besar harapan Pemerintah hari ini harus benar-benar melek dengan kondisi nasib perempuan,” pungkas Ade.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Syariah, Pesantren, Internasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara

Tangerang Selatan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pendidikan Islam di Indonesia belum dikenal secara meyakinkan di mata dunia internasional. Negeri ini baru dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Oleh karena itu, Dirjen Pendis ingin memperkenalkan potensi pendidikan Islam Indonesia ke mancanegara.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menyampaikan hal tersebut saat membuka lokakarya (workshop) pengelolaan website Ditjen Pendis di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangsel, Selasa (20/6) petang.

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Pendidikan Islam di Indonesia Perlu Didorong ke Mancanegara

Upaya yang bisa dilakukan, kata dia, antara lain melalui media yang dimiliki Ditjen Pendis. Selain website, bisa juga melalui majalah. "Nah, saya ingin majalah Pendis bisa menjangkau seluruh kantor Kedubes negara sahabat di Jakarta. Karena jika ingin berkomunikasi dengan dunia luar paling mudah melalui Kedubesnya," ujar Kamaruddin.

Guru besar UIN Makassar ini secara khusus meminta pengelola majalah Pendis untuk menghadirkan majalah dalam Bahasa Inggris. "Saya tanya ke Pak Muhtadin, bisa nggak majalah kita diterjemahkan ke Bahasa Inggris. Kalau begitu, sekarang saya perintahkan untuk menerjemahkannya," tandas Kamaruddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut dia, penerjemahan majalah Pendis ke Bahasa Inggris diharapkan bisa menjawab tantangan untuk mengkapitalisasi potensi pendidikan Islam di republik ini. "Saya hanya ingin menjangkau mereka. Itu saja," tegasnya.

Mantan Sekretaris Ditjen Pendis ini juga meminta dibuat satu profile tentang lembaga yang dipimpinnya. "Profil berkelas versi English yang informatif harus kita miliki. Nanti kita bagikan ke kantor-kantor Kedubes itu," tambahnya.

Dalam profil tersebut, lanjut dia, menggambarkan bahwa Indonesia satu-satunya negara pemilik lembaga pendidikan Islam terbesar dan terbanyak. "Kita ini mewakili dunia memperjuangkan Islam moderat membendung radikalisme dan kapitalisme," kata Kamaruddin.

Menurut dia, tidak berlebihan jika Indonesia merupakan negara yang paling pantas mewakili dunia untuk berbicara tentang Islam. "Coba bayangkan, kita ini negara majemuk yang paling berpotensi terjadi konflik. Ternyata tidak. Ini semua karena pendidikan Islam sangat berperan," tukasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Expo Pendidikan Islam di Jakarta. Di forum internasional tersebut, ia ingin membuka mata dunia melalui Deklarasi Jakarta tentang Islam moderat. "Saya bercita-cita, deklaratornya nanti RI-1. Saya yakin Pak Menag setuju," pungkas Kamaruddin. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Kajian Islam, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam

Bagi sebagian masyarakat Islam di Nusantara bulan Muharram adalah bulan istimewa. Sebagai bulan pertama tahun hijriyah, Muharram menjadi ruang ruang muhasabah (intropeksi diri) akan amal masa lalu guna menjadi pedoman langkah masa depan. Muharram menjadi serambi sebuah rumah yang berisikan sebelas bulan lainnya. Oleh karena itu Muharram dipercaya memantulkan nuansa peribadatan seseorang dalam satu tahun ke depan. Seperti halnya serambi yang bagus biasaya dimiliki sebuah rumah yang mewah. Begitu pula bulan Muharram, amal yang shalih di bulan ini mencitrakan sebelas bulan lainnya. Dengan demikian Muharram mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan lainnya. Wajar saja jika umat muslim berbondong-bondong melakukan kebaikan dan sedekah pada bulan ini.Secara historis, bulan Muharram juga memiliki keistimewaan. Pada bulan inilah Nabi Muhammad saw. memutuskan berpindah dari Makkah menuju Madinah demi kesuksesan dakwah Islam. Bulan ini merupakan waktu yang berharga yang di dalamnya Rasulullah saw menemukan kunci keberhasilan dakwah Islam yaitu hijrah. Hijrah yang berarti pindah tidak semata-mata mencari ruang yang sesuai untuk berdakwah, ruang yang lebih minim bahaya, ruang yang lebih kondusif. Tidak. Karena Rasulullah saw sendiri tidak pernah takut dengan berbagai ancaman kafir Makkah. Namun hijrah memiliki makna lain yaitu berpindah, merubah dan me-upgrade- semangat pada tataran yang lebih tinggi. Secara psikologis, suasana yang baru, kawan baru, tantangan baru akan menjadikan semangat diri dan jiwa seseorang lebih dinamis. Mengenai semangat hijrah ini Rasulullah saw sendiri dalam sebuah haditsnya pernah bersabda.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam



Artinya: Dari Amirul Muminin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah ? bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan (amal) tergantun niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

Dalam asbabul wurud diceritakan ada seorang sahabat yang melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah dengan niatan mengawini seorang perempuan bernama Ummu Qais. Karena niatnya itulah maka ia tidak mendapatkan keutamaan hijrah. Bahkan proses hijrah sahabat tersebut dijuluki dengan Hijratu Ummu Qais. Ini menunjukkan bahwa niat seseorang sangatlah penting. Niat bukanlah sekedar motifasi belaka, karena di dalam niat itu Allah titipkan sebuah pahala yang secara otomatis akan me-cover segala yang kita lakukan dalam sisi-Nya. Inilah yang membedakan bulan Muharram dengan lainnya. Muharram menjadi berbeda karena di dalamnya ada kejadian yang sangat berharga bagi Agama Islam yaitu Hijrah Rasulullah saw.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain itu Muharram menjadi berbeda karena hari ke-sepuluh dalam bulan ini dipadati dengan nilai yang sarat dengan sejarah, yang lebih dikenal dengan hari asyura atau hari kesepuluh pada bulan Muharram. Karena pada hari asyura itulah (seperti yang termaktub dalam Ianatut Thalibin) Allah untuk pertama kali menciptakan dunia, dan pada hari yang sama pula Allah akan mengakhiri kehidupan di dunia (qiyamat). Pada hari asyura pula Allah mencipta Lauh Mahfudh dan Qalam, menurunkan hujan untuk pertama kalinya, menurunkan rahmat di atas bumi. Dan pada hari asyura itu Allah mengangkat Nabi Isa as. ke atas langit. Dan pada hari asyura itulah Nabi Nuh as. turun dari kapal setelah berlayar karena banjir bandang. Sesampainya di daratan Nabi Nuh as. bertanya kepada pada umatnya "masihkah ada bekal pelayaran yang tersisa untuk dimakan?" kemudian mereka menjawab "masih ya Nabi" Kemudian Nabi Nuh memerintahkan untuk mengaduk sisa-sisa makanan itu menjadi adonan bubur, dan disedekahkan ke semua orang. Karena itulah kita mengenal bubur suro. Yaitu bubur yang dibikin untuk menghormati hari asyuro yang diterjemahkan dalam bahasa kita menjadi bubur untuk selametan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bubur suro merupakan pengejawentahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang Selma ini diberikan oleh Allah swt. Namun dibalik itu bubur suro (jawa) selain simbol dari keselamatan juga pengabadian atas kemenangan Nabi Musa as, dan hancurnya bala Firaun yang terjadi pada hari asyuro juga. Oleh karena itu barang siapa berpuasa dihari asyura seperti berpuasa selama satu tahun penuh, karena puasa di hari asyura seperti puasanya para Nabi. Intinya hari syura adalah hari istimewa. Banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini diantaranya adalah pelipat gandaan pahala bagi yang melaksanakan ibadah pada hari itu. Hari ini adalah hari kasih sayang, dianjurkan oleh semua muslim untuk melaksanakan kebaikan, menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu.

Bagi kelompok syiah hari kesepuluh bulan Muharram sangatlah penting. Karena pada hari inilah tepatnya tahun 61 H Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib sang Cucu Rasulullah saw terbunuh oleh Yazid bin Muawiyah. Pembunuhan ini lebih tepat bila disebut dengan pembantaian karena tidak seimbangnya dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan. Pembantaian ini terjadi di padang Karbala ketika dalam perjalanan menuju Irak.

Tentunya berbagai kejadian sejarah tersebut mulai dari sejarah transcendental yang berhubungan langsung proses penciptaan hujan oleh Allah swt hingga hijrah Rasulullah saw dan terbunuhnya Husain cucu Rasulullah saw. tidak boleh terhapus dari memori kolektif maupun individu generasi Muslim. Kejadian-kejadian dalam sejarah ini harus selalu dipupuk dengan subur sebagai salah satu media pendidikan kepahlawanan dalam Islam.

Berbagai metode peawatan sejarah ini terejawantahkan dalam berbagai tradisi kolaitas. Di Jawa misalnya kita mengenal bubur abang dan bubur putih yang dibagikan dan disajikan pada hari asyura tidak lain untuk merawat ingatan sejarah tersebut secara perlambang. Bubur putih bermakna rasa syukur akan panjngnya umur hingga mendapatkan tahun baru kembali, semoga kehidupan tambah makmur. Seperti rasa syukunya Nabi Nuh setelah berlayar dari banjir bandang, seperti syukurnya Nabi Musa setelah mengalahkan Firaun. Disamping itu Bubur Putih merupakan lambing kebenaran dan kesucian hati yang selalu menang dalam catatan sejarah yang panjang. Meskipun kemenangan itu tidak selamanya identik dengan kekuasaan, seperti Sayyidina Husain sebagai kelompok putihan yang ditumpas oleh Yazid bin Muaswiyyah sang penguasa laknat.

Sedangkan Bubur Abang (bubur merah) adalah pembanding yang selalu hadir dalam kehidupan di dunia berpasang-pasangan. Ada indah ada buruk, ada kebaikan ada kejahatan. Semoga semua hal-hal buruk itu senantiasa dijauhkan oleh Allah dari kita amien. Jadi bubur suro ini yang berwarna merah dan putih merupakan representasi dari rasa syukur yang mendalam. Atas segala karunia Allah swt. Dan yang lebih penting dari itu semua, Bubur Suro merupakan wahana untuk merawat ingatan akan adanya sejarah besar dalam Islam.

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ahlussunnah, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

LTN PBNU Kawal Aduan Masyarakat Terkait Situs Radikal

Pandeglang,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Juri Ardiantoro menegaskan, sebagai wujud peran NU kepada keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, NU akan melakukan pengawalan terhadap pelaporan situs-situs radikal kepada pemerintah.

“Untuk mengawal pelaporan tersebut, LTN PBNU telah membuka email khusus situs.radikal@nu.or.id dan situs-radikal@nu.or.id untuk menerima laporan dari masyarakat yang selama ini merasa resah dengan keberadaan situs-situs tersebut,” katanya pada pembukaan pelatihan jurnalistik dan media sosial di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama, Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu sore (23/1).

LTN PBNU Kawal Aduan Masyarakat Terkait Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN PBNU Kawal Aduan Masyarakat Terkait Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN PBNU Kawal Aduan Masyarakat Terkait Situs Radikal

Hingga sore ini, kata Juri, sudah 35 url situs radikal yang masuk dalam pantauan NU. Ia memperkirakan, jumlahnya akan terus bertambah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Juri, aduan-aduan dari warga tersebut, dalam jangka waktu tertentu, akan direkap. Kemudian akan diserahkan kepada pemerintah, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informasi. (Kominfo).

“Kemudian eksekusinya diserahkan kepada pemerintah karena itu wewenang mereka,” lanjut doktor bidang sosiologi ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Langkah LTN PBNU tersebut, tambahnya, sejalan dengan sikap pemerintah. Presiden Joko Widodo dalamm rapat terbatas di istana negara pada 21 Januari 2016 lalu memerintahkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara untuk menutup situs-situs radikal.

Pelatihan jurnalistik dan penggunaan media sosial dilaksanakan dua hari. Kegiatan tersebut diikuti remaja santri dari tiga kabuppaten yaitu Pandeglang, Serang, dan Lebak. Sebelumnya LTN juga mengadakan dua kali pelatihan internal lembaga dan banom NU.

Pelatihan tersebut merupakan rangkaian dari program roadshow pelatihan jurnalistik dan sosmed LTN PBNU ke pesantren-pesantren NU. Instruktur kegiatan tersebut adalah Ayi Fahmi, Hari Usmayadi, Malik Mughni, Abdullah Alawi. (Agus Susanto/AA)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Doa Pengantin di Malam Pertama

Sebelum melakukan hubungan badan di malam pertama, mempelai pria dianjurkan membaca bismillâh dan mengusap rambut bagian depan mempelai perempuan. Ketika berjumpa pertama kali di kamar pengantin, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pengantin di Malam Pertama

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibih.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Artinya, “Semoga Allah memberkahi setiap kita.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Setelah itu, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih.

Artinya, “Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Kau ciptakan untuknya.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Suni, dan perawi lainnya dari Amr bin Syu‘aib dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah SAW. Doa ini dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tegal, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan

Padang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas mengungkapkan, kegiatan JI tak bisa hilang begitu saja, menyusul kriminalisasi kelompok garis keras ini oleh pemerintah dan masyarakat. Nama JI mungkin lenyap dari peredaran tapi gerilya mereka akan terus menjalar dengan berbagai rupa.

Nasir menyampaikan hal itu di sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid (LTMNU) Region II PWNU Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi, yang digelar di Padang, Sumbar, 30 Juni-1 Juli 2012. Menurutnya, hingga kini kegiatan jaringan bawah tanah JI masih dirasakan tetap aktif meskipun dengan menggunakan nama organisasi yang baru.

Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan

“Bila nama JI sudah tak lagi mendapatkan tempat di masyarakat, maka mereka membentuk organisasi baru dengan nama baru tapi anggotanya tetap dan tujuannya juga sama,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Hal ini dikarenakan, keseluruhan gerakan mereka ditopang oleh fanatisme ideologi yang sangat mengakar. Keyakinan tetang status kafir Negara Kesatuan Republik Indonesia menguatkan tekad mereka untuk melakukan pemberontakan dengan berbagai cara.

Hadir dalam Rapimnas untuk empat propinsi ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) Sukanto, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), perwakilan Gubernur Sumbar, sejumlah kader muda NU, dan beberapa organisasi sayap NU.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Ketua Pengurus Pusat LTMNU, Rapimnas bertema “Wujudkan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat” ini salah satunya dalam rangka pencerahan umat berbasis tempat ibadah. Sebagai pusat ritual keseharian umat Islam, masjid mesti terlindungi dari masuknya ideologi yang dapat mengancam kemaslahatan dan keharmonisan masyarakat.

“Kita semua menyadari, benih-benih kekerasan dan terorisme atas nama agama sudah meyusup ke dalam masjid. Karena itu, LTMNU punya tanggung jawab menyelesaikan hal itu,” ujarnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Fragmen, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 21 November 2017

Doa-doa yang Menyertai Gerakan Wudhu

Islam yang merupakan agama rahmatan lil ‘alamin sangat memberikan perhatian yang besar terhadap kebersihan dan kesucian. Salah satu bukti nyata ialah pensyariatan thaharah (bersuci) yang menjadi syarat sah pelaksanaan beberapa ibadah. Di dalam bersuci, ada penghargaan terhadap watak dasar manusia yang pada dasarnya mencintai kebersihan, sekaligus bentuk penghargaan terhadap Sang Khaliq saat kita menghadap-Nya.

Wudhu merupakan satu di antara bentuk bersuci yang disyariatkan dalam Islam. Pada saat berwudhu, kita diperintahkan untuk membersihkan beberapa anggota tubuh kita, baik dengan cara mencuci maupun mengusapnya.

Doa-doa yang Menyertai Gerakan Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa-doa yang Menyertai Gerakan Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa-doa yang Menyertai Gerakan Wudhu

Jika kita perhatikan, sebenarnya gerakan wudhu tidaklah jauh berbeda dengan tindakan mencuci muka dan lainnya yang bukan ibadah. Bedanya adalah wudhu merupakan bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah. Dengan demikian, agar wudhu yang kita lakukan semakin bertambah kualitas ketaatannyya, berikut ini akan kami paparkan beberapa doa yang menyertai gerakan wudhu, sebagaimana telah kami sarikan dari kitab karya Syekh Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyidil Abrâr, (Surabaya: Kharisma, 1998).

Dengan menyertakan doa dalam setiap gerakan wudhu, diharapkan wudhu yang kita lakukan bisa bertambah kualitas makna ibadahnya. Doa-doa tersebut ialah:

 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

1. Saat membasuh telapak tangan sebanyak 3 kali, berdoa:

? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Allâhumma ihfadh yadi min ma’âshîka kullahâ

Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.”

 

2. Saat berkumur, disunnahkan berdoa di dalam hati:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma a’inni ‘alâ dzikrika wa syukrika, Allâhumma asqini min haudli nabiyyika shallallâhu ‘alaihi wa sallam ka’san lâ adzma’a ba’dahu Abadan

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

3. Ketika membersihkan lubang hidung, pada saat menghirup air, dalam hati berdoa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma Arihni Raaihatal jannah. Allâhumma lâ tahrimni râihata ni’amika wa jannatika

Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga.”

Sedangkan ketika mengeluarkan air dari lubang hidung, berdoa:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma innî a’ûdzu bika min rawâihin nâr wa sû`i dâr

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya aroma neraka, dan dari buruknya tempat kembali.”

4. Saat membasuh wajah, berdoa:

? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujûhun wa taswaddu wujûh

Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

Doa ini dipanjatkan agar di akhirat kelak Allah menggolongkan kita sebagai orang baik, dimana saat berkumpul di padang mahsyar, orang baik dicirikan dengan berwajah putih, dan sebaliknya orang jelek dicirikan dengan berwajah hitam kusam.

5. Saat membasuh tangan kanan, berdoa:

? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma a’thinî kitâbi biyamîni, wa hâsibnî hisâban yasîran

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma laa tu’thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri

“Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

Tentang doa diatas, kelak di akhirat nanti, Allah akan memberikan pada semua manusia, catatan amal mereka masing-masing. Apabila manusia tersebut amalnya baik, maka ia akan menerima kitab amalnya dengan tangan kanan dan berhadapan muka, namun apabila amalnya jelek, maka ia akan menerima kitab amalnya dengan tangan kiri dan diberikan dari balik punggung.

6. Saat mengusap kepala, berdoa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





Allâhumma harrim sya’ri wa basyari ‘ala an-nâri wa adzilni tahta ‘arsyika yauma lâ dzilla illa dzilluka.

Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

7. Saat mengusap telinga, berdoa:

? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma ij’alni minalladzîna yastami’ûnal qaula fayattabi’ûna ahsanahu.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.”

8. Saat membasuh kaki kanan berdoa:

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma ij’alhu sa’yan masykûran wa dzamban maghfûran wa ‘amalan mutaqabbalan. Allâhumma tsabbit qadami ‘ala shirâthi yauma tazila fîhi al-aqdâm.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

Dan saat membasuh kaki kiri berdoa: 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma innî a’ûdzu bika an tanzila qadamî ‘anish-shirâthi yauma tanzilu fîhi aqdâmul munâfiqîn

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”

Terkait doa di atas, kelak di akhirat, semua manusia akan melewati jembatan shirathal mustaqim, yakni jembatan yang dibawahnya terdapat jurang menuju neraka, dan di ujung jembatan terdapat surga. Orang yang beriman niscaya akan mampu melewati jembatan tersebut dan menuju surga, sementara orang munafik, banyak yang tergelincir dan masuk ke jurang neraka. 

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 19 November 2017

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sebuah kesempatan ceramah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pernah menyatakan sungguh sayang jika kita hanya memiliki guru-guru yang masih hidup. Justru mereka, para kiai dan ulama yang telah lama wafat, adalah guru sejati kita. Sebab, menurut tokoh kelahiran Bone (Sulawesi Selatan) itu, mereka yang telah sumare kini tak memiliki kepentingan lagi. Dan baik buruknya seseorang hanya dapat diketahui saat ia telah tiada.

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra (Sumber Gambar : Nu Online)
Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra (Sumber Gambar : Nu Online)

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra

Pemikiran Nasaruddin di atas—juga banyak ulama yang mengatakan hal senada—membuat kami memutuskan untuk menziarahi para guru, ulama, dan kiai. Memanfaatkan hari libur beberapa waktu lalu, kami memulai ziarah tepat 8 pagi. Aroma basah jalanan sisa hujan semalam masih kuat terasa. Dari bilangan Krapyak, Bantul, kami berlima—rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU DIY—langsung menuju makam Dongkelan, makam dari KH Moenawwir, KH Ali Maksum, dan keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak, Bantul. Bacaan tahlil kami lakukan sekitar 20 menit dan perjalanan dimulai lagi. Tepat Pukul 09.15 kami sampai di makam KH Nur Iman atau sering disebut BPH Sandiyo. Makam ini terletak di Mlangi, sekitar 200 meter dari ring road barat. Kalau saat momentum Ramadhan, kampung ini dikenal sebagai sentra mercon kota Yogya.

Makam Mbah Kiai Nur Iman tepat berada di barat Masjid Pathok Negara Mlangi. Saat kami masuk, ada dua orang santri perempuan sedang khusyuk mengaji. Kedatangan kami tampaknya tak mengganggu mereka, terbukti bacaan Qur’an tetap nyaring, stabil dan terus mereka lantunkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sunan Pandanaran

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pukul 10.00 kami meninggalkan Mlangi, kemudian bergegas menuju Bayat, Klaten. Maklum, momentum liburan dan kendaraan luar kota mulai padat memasuki Yogyakarta dari arah timur membuat kami mesti pintar-pintar estimasi waktu. Tujuan kami adalah Makam Sunan Pandanaran, atau Sunan Padang Aran, atau dikenal juga Sunan Bayat. Arah menuju makam cukup gampang. Anda tinggal menuju Klaten dan dari arah Yogya sudah ada papan plang penunjuk jalan menuju makam. Masuk sekitar 8 km dari jalan utama Yogya-Solo.

Makam Sunan Pandanaran terletak di Gunung Cokrokembang. Tak heran Anda mesti menaiki sekitar 250 anak tangga. Bagi yang jarang olahraga, pasti nafas akan cukup tersengal. Tapi Anda tak perlu khawatir, bagi yang tidak kuat, ojek motor siap mengantar Anda sampai atas dengan tarif Rp 7.000 sekali naik. Di samping kiri-kanan tangga terdapat para penjual cinderamata, pakaian, makanan khas, dan sarung termasuk aneka tasbih, cincin akik bahkan alat masak tradisional. Pokoknya komplit!

Semuanya laris dilihat dari banyaknya peziarah yang memborong. “Kiai besar itu sudah wafat saja masih menghidupi banyak orang, sedang kita yang masih hidup justru selalu mencelakakan orang,” tukas teman yang ikut ziarah. 

Sejak pintu kedatangan ada beberapa gapura yang langsung menyambut kedatangan kita. Dimulai dari Gapura Segara Muncar di depan parkiran, Gapura Dhuda yang menyapa di depan anak tangga pertama, Gapura Pangrantungan hingga Gapura Panemut, Pamuncar, Balekencur, Prabayeksa yang keempatnya berada di kompleks makam.

Di samping Gapura Dhuda Anda diwajibkan membayar retribusi masuk Rp 1.000/orang. Sedang di Gapura Pangrantungan Anda akan disambut abdi dalem diminta untuk mendaftarkan diri. Kata seorang abdi dalem yang berjaga, tiap hari ada 1.000 pengunjung yang datang ke sana. “Apalagi kalau bulan Ruwah dan Rejeb, bisa sampai 2.000 orang yang ziarah,” katanya lagi. Di gapura ini, terdapat masjid yang disediakan bagi peziarah sekadar melepas lelah dan untuk menegakkan sholat. Rasa lelah setelah naik tangga akan terbayar dengan pemandangan Kota Klaten dan Yogya dari atas yang sungguh elok rupa. Jajaran pegunungan seribu juga terlihat dan inilah yang disebut Jolosutra. Tempat di mana Sunan Kalijaga ‘menanam’ murid-muridnya untuk menyebarkan agama Islam, sekaligus membentengi masyarakat dari gangguan dari luar.

Kompleks Makam Sunan Bayat cukup eksotis. Bangunannya mirip pura atau Kerajaan Hindu. Didukung dengan masyarakat sekitar yang tampaknya sadar akan potensi ini, maka jadilah ziarah di Makam Sunan Bayat mampu menjadi magnet siapapun yang melakukan perjalanan wisata spiritual.

Saat kami tiba di makam, ternyata ratusan peziarah sedang melafalkan kalimat tahlil. Mereka datang dari Cilacap, Tuban dan Rembang. Pukul 13.30 kami akhiri dan bersegera menuntaskan ziarah hari itu. Keasyikan ziarah dan mengenang kembali jasa serta ajaran mereka yang telah sumare membuat kami lupa untuk santap siang. Kami memilih sebuah restoran di pinggir Jalan Raya Solo-Yogya. 

Tampaknya arus kendaraan yang berjejal ingin masuk ke Yogya sangat padat sekali. Rencana untuk ziarah ke makam KH Zainal Muttaqin, salah seorang putra Sunan Kalijaga yang berada di selatan Bong Supit Bogem terpaksa kami urungkan. Kami berbelok ke selatan menuju Dusun Jolosutro. Di sana terdapat makam Sunan Geseng, murid Sunan Kalijaga lainnya.

Sekitar Pukul 16.00 kami sampai di Dusun Jolosutro yang terelak 5 km di selatan Jalan Yogya-Wonosari km 14. Kami sholat ashar di Masjid Sunan Geseng dan naik menuju makam. Setelah memarkir kendaraan kami hendak jalan kaki menuju makam. Seorang penduduk mengingatkan kami, jalan kaki menuju makam menempuh jarak 1 km dan menghabiskan 30-40 menit. Terjal, naik dan siapapun yang tidak terbiasa akan kewalahan. Untungnya ada penduduk lainnya yang memberitahu, jalan menuju makam relatif mulus dan dapat dilalui kendaraan asal lewat jalur Patuk Gunungkidul. Kami menurut saja. Perkiraan waktu pulang dari makam selepas maghrib tentu tak nyaman jika harus menuruni bukit.

Putar haluan, kami menuju Patuk. Tepat di pos polisi Patuk kami ke selatan, ikuti jalan hingga ada bak air raksasa. Ambil kiri dan menapaki jalan hotmix yang berdasarkan papan keterangan dibangun oleh Pemkab Bantul, sampailah kami di makam Sunan Geseng. Benar saja, kendaraan dapat dibawa sampai kompleks makam. Di sana ada musholla kecil dan kamar mandi dengan air melimpah.

Sunan Geseng atau Pangeran Panggung adalah salah satu putra Brawijaya V yang menjadi murid Sunan Kalijaga. Konon ada 99 makam Sunan Geseng di seluruh nusantara, tapi yang diyakini benar sebagai makamnya ada di tiga tempat: Tuban, Grabag, dan Jolosutro Piyungan. Gus Dur sendiri pernah ziarah di sini dan mengatakan yang paling tepat dari kemungkinan yang ada hanyalah yang di Jolosutro Piyungan.

Tak terasa waktu menunjukkan Pukul 19.00 dan kami memutuskan untuk pulang. Seharian ziarah di kawasan DIY-Jateng tentu menguras tenaga. Namun, kami percaya bahwa mereka yang telah sumare itu memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Dan sepantasnya bagi kita untuk mendoakan mereka, berharap ikatan batin itu selalu terjaga. (abu naja/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Syariah, Pesantren Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 10 November 2017

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award

Padang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Propinsi Sumatera Barat memberikan penghargaan Bintang Sembilan Ansor (Bisa) Award tahun 2016 kepada 9 tokoh berpengaruh di Sumatera Barat, 9 tokoh kategori yang berdedikasi dan pengabdian di Ansor Sumatera Barat dan bintang kehormatan kepada mantan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun dan mengawal demokrasi Indonesia.?

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Anugerahkan Bintang Sembilan Ansor Award

Husni sendiri pernah menjadi Sekretaris PW Nahdlatul Ulama Sumatera Barat masa khidmat 2010-2015. ? Penghargaan tersebut diberikan pada acara Doa dan Zikir untuk Bangsa yang digelar, Senin (15/8) malam di aula PWNU Sumbar, Jalan Ciliwung No. 10 Padang.?

Menurut Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Ansor kepada para pendahulu-pendahulu yang sudah berbuat untuk Ansor di Sumatera Barat. "Kita harus menghormati para senior. Mereka sudah berbuat sesuai dengan zamannya," kata Rahmat alumni pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Padangpariaman ini.?

Dikatakan Rahmat, ketika seseorang masuk ke dalam organisasi Ansor, tentu ada yang mengajak atau merekomendasikan sehingga menjadi kader Ansor. Mereka tentu sudah berjasa kepada kita dalam memperkenalkan Ansor sehingga bisa berkidmat hingga hari ini. "Selain itu, kita menjadi besar di Ansor karena ada pihak yang turut membesarkan," tutur Rahmat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Terkait dengan sembilan tokoh yang ? diberikan penghargaan kategori tokoh berpengaruh di Sumatera Barat sesuai dengan bidangnya masing-masing. Mereka adalah KH Tuanku Bagindo M. Leter, H. Hendra Irwan Rahim, H. Nasrul Abit, H. Leonardi Harmainy, Dt Bandaro Basa, Alex Indra Lukman, Hj. Tina Hatta, H. Febby Dt. Bangso, HM Sayuti, ? Dt. Panghulu, Rudi Kusuma.?

Sedangkan penerima Bintang Semiblan Ansor (Bisa) Award 2016 kategori dedikasi dan pengabdian di Ansor diberikan kepada Drs. H Darman Harun, Mukhsin Azis, Khusnun Aziz, H Syahrial Baktiar, Rusli Intan Sati, Yulinofri Idris, Taharuddin, Armaidi Tanjung, Zulhardi Z Latif.?

Rangkaian kegiatan Doa dan Zikir untuk Bangsa bertemakan Mengenang jasa ulama dan Tokoh NU untuk Kemerdekaan dan Pembangunan Indonesia, diawali dengan yasinan dan tahlilan 40 hari wafatnya Ketua KPU Husni Kamil Manik, pengukuhan Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor, penganugerahan penghargaan Bintang Sembilan Ansor (Bisa) Award 2016 dan tausyiah sesepuh NU di Sumatera Barat Tuanku Bagindo M. Leter. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pertandingan, Pesantren, Meme Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tolak Tambang Kendeng, Warga Tegaldowo Berkemah 2 Tahun

Rembang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Dalam upaya penyelamatan sumber mata air yang ada di Gunung Kendeng Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah, hingga saat ini warga masih mendirikan kemah sebagai wujud penolakan penambangan Gunung Kendeng sebagai bahan baku pembuatan semen, yang disinyalir dipenuhi dengan tipu daya dan merugikan masyarakat.?

Sebut saja Sulasmi (39) warga Dukuh Suntri Desa Tegaldowo dilokasi perkemahan warga menjelaskan, jika sudah 27 bulan dirinya bersama warga yang lain berkemah di jalan masuk menuju lokasi pabrik semen. Pada Lebaran kemarin, ia bersama ratusan warga yang lain menggelar salat idul fitri di tempat perkemahan, sebagai mana lebaran 2014-205 yang digelar ditempat yang sama.

Tolak Tambang Kendeng, Warga Tegaldowo Berkemah 2 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Tambang Kendeng, Warga Tegaldowo Berkemah 2 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Tambang Kendeng, Warga Tegaldowo Berkemah 2 Tahun

"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya kita menggelar salat di jalan depan ini lomas, seperti lebaran dua tahun sebelumnya. Kita disini 27 bulan, tepatnya tiga kali kita berlebaran disini,” terangnya, Rabu (20/7).

Sulasmi beranggapan jika pembelian lahan dipenuhi dengan rekayasa. Ia menambahkan jika gunung kendeng dihabiskan entah apa yang terjadi pada anak cucunya kelak.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dulu sebelum ada mata air di Gunung Kendeng warga Tegaldowo pernah mengalami kekeringan yang panjang. Untuk kebutuhan air sehari-hari, warga harus menempuh jarak puluhan kilometer di desa tetangga. Kok sekarang dengan mudahnya sumber air mau dimusnahkan,” ucapnya.

Sulastri menceritakan, jika Kecamatan Gunem kususnya Tegaldowo merupakan kawasan subur dengan hasil bumi yang melimpah. Jagung, padi, sayuran, dan buah-buahan tumbuh subur di kawasan pegunungan ini.

Dalam perbincangan dengan warga di bumi perkemahan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal disuguhhi dengan aneka masakan daerah seperti nasi jagung, dan nasi beras beserta lalapan sambel terong dan sayur asem yang pedasnya luar biasa. Dikarenakan bahan baku semua masakan warga merupakan hasil bumi dan kekayaan alam yang hingga saat ini masih dapat dirasakan warga sekitar.

Melalui Sulastri, warga sangat menyayangkan hasil putusan PTUN yang memenangkan pihak penambang. Ia menyampaikan kekecewaannya bersama warga yang lain dengan bermunajat kepada Allah SWT.

"Saya hanya wong tani mas, masak kita diajak berbicara masalah Amdal, ya jelas kita tidak ngeryti, tidak tau. Kalau kita ditanya berapa hasil panen jagung kemari ya saya tahu, sepuluh juta tiap kali panen. Kalau saya ditanya kamu punya aret, pacul ya saya bisa jawab,” tuturnya. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Lomba, Amalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock