Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

Brebes, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Masih dalam peringatan Hari Kartini, Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengadakan Festival Kebaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Brebes, Ahad (24/4) yang diikuti 26 peserta utusan dari PAC IPPNU Se-Kabupaten Brebes dan dihadiri ratusan kader IPPNU.

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahaan Festival Kebaya oleh IPPNU Brebes

Ketua PC IPPNU Kabupaten Brebes Ade Melly Seftiana ditemui di sela acara menjelaskan bahwa ? kegiatan ini merupakan kali kelima IPPNU menyelenggarakan Festival Kebaya guna meneladani pemikiran dan juga sikap RA Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan kaum perempuan.

”Di era sekarang sudah banyak kaum perempuan yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini, seperti di Kabupaten Brebes juga dipimpin oleh perempuan,” terang Melly

Sementar itu, Ketua Panitia Lia Ulfiyanah menjelaskan beberapa rangkaian kegiatan Festival Kebaya antara lain santunan Anak yatim untuk 80 anak yatim/piatu, kemudian Seminar Produktivitas Perempuan oleh Afiyah Hidayati dari BKBPP Kabupaten Brebes.

Adapun Dewan Juri Festival Kebaya tersebut yaitu Istiqomah Solihin dari PC Muslimat NU Brebes, Siti Khoerotul Aeni dari PW IPPNU Jateng, dan Hj Hidayah Edi Muammar dari HARPI (Himpunan Rias Penganten Indonesia) Cabang Brebes.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Setelah diambil 10 besar peserta di uji wawasannya tentang kebudayaan, kebangsaan, keislaman, ke-IPPNU-an dan menunjukan kemampuan antara lain membaca puisi, Al-Qur’an dan juga menyanyi,” lanjut Lia

Setelah melalui proses penilaian yang ketat keluar sebagai juara I yaitu Siti Laelatul Hana dari PAC IPPNU Tanjung, juara II Mayasari Nuriyah dari PAC IPPNU Brebes, Juara III Noviayani dari PAC IPPNU Larangan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kabag Kesra Setda Kabupaten Brebes H Imron Hisyam, Camat Brebes Eko Purwanto, PCNU Brebes, Pengurus Badan Otonom NU tingkat Kabupaten Brebes, Para Pembina dan Alumni IPPNU. (Bayu/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nusantara, PonPes, Pendidikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat untuk berhati-hati pada ajaran agama yang didakwahkan secara gelap-gelapan dan eksklusif karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Dulu, Islam didakwahkan secara terang-terangan.?

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Hati-hati Dakwah yang Dilakukan secara Gelap-gelapan

“Kita harus mencurigai dan memantau ajaran seperti itu, apalagi ajarannya sampai meresahkan masyarakat karena ada pengikutnya yang lari dan minggat,” katanya, Rabu di Gedung PBNU (27/1).

Kiai Said juga meminta agar aparat keamanan menindak setiap kelompok atau organisasi massa yang berpotensi mengurangi, merusak, dan mengganggu integritas masyarakat.?

“Tapi kalau ormas yang keberadaannya membangun masyarakat, ya, NU, Muhammadiyah. Kalau ada ormas yang aktitasnya menganggu dan merusak, harus ditindak,” imbuhnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menegaskan, setiap kelompok yang mengatasnamakan agama Islam, harus sesuai dengan prinsip Islam, yaitu rukun iman dan rukun Islam.?

“Kita bisa beda dengan Muhammadiyah dan Persis, tetapi dalam prinsip shalat lima waktu, kita tidak beda. Shalat lima waktu wajib, puasa wajib, dan lainnya.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau orang Islam tidak shalat, itu dosa, tetapi kalau mengingkari bahwa shalat itu wajib, itu sesat namanya. Orang tidak puasa itu berdosa, tetapi mengingkari bahwa puasa itu tidak wajib, maka sesat,” paparnya.?

Bagaimana jika ada ajaran yang mengembangkan keyakinan seperti itu. Kiai Said menjelaskan, bagi para pengikutnya, mereka adalah korban yang harus di bimbing dan diberi pencerahan supaya normal kembali. Tapi bagi pentolannya, harus ada sanksi hukum. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hadits, PonPes, Santri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid

Demak, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlarul Ulama (MWC NU) kecamatan Guntur Kabupaten Demak Ahad (10/3)  telah mengadakan musyawarah kerja (Musker) di Aula kantor kecamatan Guntur. 

Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Musker Camat Guntur Beri Bantuan Hibah Masjid

Dalam pengarahannya ketua tanfidziyah Kiai Tamim Romli menyampikan Musker yang diikuti oleh pengurus pleno MWC, ranting, lembaga, lajnah dan badan otonom NU se Kecamatan Guntur tersebut bertujuan mengevalausi dan merumuskan prioritas program tiap tahun dengan berbagai solusi terhadap program yang kurang berjalan baik. 

"Dalam merencanakan program kita mengambil yang sederhana, mudah dan bisa dijalankan Disamping itu hendaknya program seharusnya bisa menumbuhkkan semangat berjamiyah dan  memberikan manfaat kepada warga NU," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia menandaskan memasuki era globalisasi, NU harus tampil didepan dan mengambil peran yang maksimal dalam mengantisipasi perubahan zaman sekaligus kontribusi positif tetap eksis dalam bingkai Islam Aswaja.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Budaya globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan kita makanya perlu pemahaman bersama maupun bersikap profesional. Dari sini, peran NU sangat signifikan dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya..  

Tak kalah menarik dan berita sangat menggembirakan dalam forum musker itu dengan hadirnya camat Guntur H Mohammad Syahri yang juga sebagai musytasar NU Guntur dimana walau datangnya terlambat ditengah tengah berlangsungnya rapat, saat diberi waktu untuk memberikan sambutan mantan satkorcab Banser Grobogan tersebut memberikan bantuan hibah empat masjid kepada empat ranting masing masing sejumlah Rp.10.000.000 yaitu ranting Tlogorejo, Sidokumpul, Blerong dan Trimulyo

“Dalam kesempatan  ini kami memberikan bantuan hibah kepada empat masjid dimana dalam penggunaannya bisa untuk memperbaiki masjid bapak bapak yang belum sempurna, dan ini insyaallah bertahap, silahkan dibagi pengurusnya” tutur HM Syahri yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta musker

Lebih lanjut Syahri meminta kepada pengurus dan ranting penerima bantuan untuk bisa dipergunakan sesuai peruntukannya dan bisa dipertanggungjawabkan denan laporan pertanggung jawabannya (LPJ),

“Hibah dari Pemda ini jikalau takmirnya bisa mempertanggungjawabkannya maka tahun berikutnya akan diberikan lagi, tentunya gentian pada ranting lain,” pintanya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : A Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Tokoh, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal 

Kementerian Pertanian melalui Kementerian Perdagangan dalam waktu dekat mengimpor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam. Kebijakan impor beras disebabkan terjadi kelangkaan beras, sehingga harganya terus merangkak naik. 

Pada forum diskusi bulanan yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) di Jakarta, Kamis (18/1), Guru Besar Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin menganggap kebijakan impor bagi ekonom bukan hal yang baru. Namun, ia berharap agar ada perbaikan ke depannya. 

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)
Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen (Sumber Gambar : Nu Online)

Beras Impor Jangan Disalurkan saat Musim Panen

"Perbaiki produksi, merevisi inpres, revisi Harga Eceran Tertinggi (HET), baru dipantau secara ketat," katanya. 

Selain itu, menurut Bustanul Arifin, impor beras yang dilakukan pemerintah sebaiknya jangan disalurkan pada saat musim panen. Sebaliknya, katanya, harus digunakan untuk stabilisasi harga. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia ini berharap agar pemerintah membenahi manajemen stok karena hal tersebut menjadi sangat penting bagi pemerintah dan bulog. 

Pada forum yang mengusung tema Impor Beras: Antara Klaim Swasemba Pangan, Gagal Panen, atau Permainan Mafia ini, Bustanul menganggap tidak adanya mafia yang bermain dibalik melonjaknya harga beras. 

"Biasanya kalau digertak dengan impor harga menurun, tapi sampai hari ini harga gak turun-turun. Berarti jangan-jangan barang gak ada barang beneran. Masa mafia mau memainkan selama itu, kan gak mungkin juga logikanya," jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Daerah, Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satu bentuk baru penyaluran dana Koin Sedekah Pacarpeluk adalah besuk warga sakit yang rawat inap (opname). Hal ini menjadi hasil kesepakatan rapat antara Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk, Pengurus UPZISNU Pacarpeluk, dan Pemerintah Desa Pacarpeluk, Jombang, Jawa Timur.



Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Besuk Warga Opname, Terbaru dari UPZISNU Pacarpeluk

Nine Adien Maulana, Ketua PRNU Pacarpeluk mengatakan rapat yang diselenggarakan pada Senin malam, 2 Oktober 2017 di Masjid Baitul Muslimin Dusun Peluk itu juga menyepakati besaran santunan minimal yaitu Rp200.000,-(dua ratus ribu rupiah). 

“Hal ini berlaku untuk semua warga Pacarpeluk baik yang menjadi donatur Kaleng Koin Sedekah maupun tidak, baik yang termasuk warga NU maupun selain NU,” kata Nine, Ahad (5/11).

Nine menambahkan, program tersebut disinergikan dengan Pemerintah Desa khususnya Rukun Tetangga (RT) setempat. Hal ini diharapkan bisa membangkitkan kembali tradisi kebersamaan yang baik dalam menjenguk dan mendoakan orang yang sakit.  

Hingga berita ini ditulis, program telah terealisasi sedikitnya dua kali, yakni mengunjungi Rawi, warga dusun Peluk yang dirawat di RSUD Ploso; juga Imam Syafii, warga Dusun Peluk yang dirawat di RSUD Jombang. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Alhamdulillah melalui program ini kerukunan, kekompakan dan keguyuban (keakraban) warga Pacarpeluk tampak sangat nyata.” ucap Bambang Suirman, Kepala Desa Pacarpeluk. 

Program tersebut juga melengkapi penyaluran yang telah berjalan selama ini, yaitu Santunan Duka Kematian, Jaminan Kesehatan (Kartu Pacarpeluk Sehat), dan Santunan Persalinan bagi pemilik Kartu Pacarpeluk Sehat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bentuk-bentuk penyaluran dana sedekah akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan. 

(Baca juga: Semakin Banyak Warga Pacarpeluk Rasakan Manfaat Kartu Ini)

(Baca juga: UPZISNU Pacarpeluk Bantu Biaya Persalinan Warga Pemegang KPS)



PRNU Pacarpeluk, UPZISNU Pacarpeluk, dan Pemerintah Desa Pacarpeluk terus berkordinasi dalam merespon kebutuhan masyarakat yang bisa diusahakan oleh pengelolaan dana koin sedekah secara proposional.(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kajian Sunnah, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat

Oleh Ja’far Tamam

Dewasa ini Indonesia gerah melihat beragam pertikaian yang terjadi akibat  perbedaan pemahaman-pemahaman keagamaan yang kurang mendapatkan ruang untuk mendialogkan perkara permasalahan. Diskursus agama selalu menjadi hal yang manis untuk diperbincangkan dalam segala konteks kehidupan. Membahas agama adalah membahas sentimen yang mudah untuk dipanaskan dan dijadikan kuda tunggangan berbagai kepentingan. Baik itu politik, bisnis, diplomasi antar negara dan lain-lain.Selagi dibungkus dengan agama,sebuah perkara akan naik pamor.

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat

Prof Nasaruddin Umar, dalam koran harian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal (27 Oktober 2017) mengatakan bahwa bahasa agama mempunyai kekuatan luar biasa. Bahasa agama bisa digunakan untuk memotivasi orang untuk berpartisipasi terhadap pembangunan atau sebaliknya bisa juga digunakan untuk menggunting partisipasi masyarakat di dalam sebuah program. 

Bahasa agama juga bisa digunakan untuk memicu konflik yang pada saatnya melahirkan jatuh korban. Dengan demikian, bahasa agama perlu dikelola dengan baik. Demikian Nasaruddin Umar. 

Islam sebagai agama yang mengusung kerahmatan amat membenci segala praktik yang menimbulkan keresahan di kalangan masyrakat. Islam bahkan menjadi pemersatu dua kubu yang saling bermusuhan sejak awal kedatangannya. Sebut saja suku Aus dan Khazraj, keduanya merupakan dua suku Arab di Madinah yang saling bermusuhan sejak lama. Namun, tak lama sejak kedatangan Muhammad, melalui utusan bernama Mus’ab bin Umair, masyrakat Madinah berduyun-duyun memasuki Islam dan dengan sendirinya mereka terjalin dalam satu ukhuwah yang kokoh. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bukan hanya jalinan ukhuwah Islamiyah yang membuat mereka mengakhiri dendam abadi, jalinan ukhuwah basyariyyah (persaudaraan sesama manusia)lah yang pada akhirnya juga membuat mereka tersadar bahwa permusuhan bukanlah jalan terbaik dalam melangsungkan proses bermasyarakat dan merancang sebuah peradaban mulia. 

Kaum intelektual, menurut Ali Syariati, adalahpelanjut perjuangan Nabi, baik dalam merancang persatuan dan kesatuan masayarakat, atau lainnya. Dalam bahasa Persia Ali Syariati mengistilahkannya dengan “rausyanfikr” (pemikir yang tercerahkan).

Ali Syariati melanjutkan, terjemahan yang paling tepat untuk istilah rausyanfikr adalah kaum intelektual dalam arti yang sebenarnya. Kaum intelektual bukan sarjana, yang hanya menunjukkan kelompok orang yang sudah melewati pendidikan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. Mereka juga bukan sekadar ilmuwan, yang mendalami dan mengembangkan ilmu dengan penalaran dan penelitian. 

Mereka adalah kelompok orang yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya, menangkap aspirasi mereka, merumuskannya dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang, menawarkan strategi dan alternatif pemecahan masalah. (Ali Syariati, Ideologi Kaum Intelektual, 1993:14-15)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kaum rausyanfikr yang diharapkan adalah para alumni pesantren. Pesantren, sebagai sebuah institusi yang memasyarakatkan pemahaman moderat Islam dalam proses pembelajarannya, saat mereka kembali ke daerah masing-masing, merupakan duta rausyanfikr di setiap masyarakat yang mereka tinggali. 

Idris Jauhari dalam sebuah bukunya Alumni Pesantren Sebagai Perekat Umat mengatakan, sebagai sebuah lembaga pendidikan, pesantren dituntut untuk mendidik para santri agar mereka memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan menyikapi perbedaan. 

Alumni pesantren mesti diarahkan untuk menjadi agen-agen perekat sosial (agent of social cohesion), agen-agen yang mampu dengan jernih dan tepat menempatkan diri di tengah perbedaan sesuai fungsi dan posisi masing-masing, bukan orang yang gampang terjebak dalam politisasi perbedaan dan konflik kepentingan secara tidak strategis. (Idris Jauhari, 2005:2)

Sebagai langkah lanjut mewujudkan cita-cita persatuan ini adalah dengan meyakini bahwa perbedaan merupakan fitrah yang tak bisa dihindari. Perbedaan adalah khasanah kehidupan yang perlu dirayakan. Dan, hal ini tak bisa diwujudkan kecuali dengan perasaan saling menghargai dan membuka ruang dialog antara kedua belah pihak yang berbeda.

Al-Qur’an menegaskan,

“Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kami dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan berusku-suku agar kamu saling mengenal, Sesunguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Mahamengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat {49}: 13)

Idris Jauhari mengomentari ayat di atas bahwa umat Islam dituntut tidak saja untuk menyadari adanya perbedaan tersebut, tetapi juga untuk melakukan upaya-upaya perkenalan dan pengenalan terhadap keragaman itu sendiri, serta berbagai hal yang melatarbelakangi dan memotivasinya. 

Penulis adalah alumnus Institut PTIQ Jakarta dan pegiat kajian hadits di Darussunnah International Institute For Hadith Science, Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Habib, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Sarbumusi Kawal Kebijakan THR Buruh

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) akan terus memantau praktik perusahaan dalam menerapkan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR). Kebijakan ini dikeluarkan oleh Kemenakertrans untuk menanggulangi lonjakan kebutuhan buruh atau karyawan di sekitar hari raya.

“Kemenakertrans menetapkan bahwa setiap perusahaan harus mencairkan dana THR paling lambat 7 hari sebelum hari H. Kebijakan ini bersifat wajib,” tegas Baitul Khairi, wakil sekretaris PP Sarbumusi saat dikonfirmasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal di lantai dua Gedung PP Sarbumusi, jalan Raden Saleh I nomor 7 A, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Sarbumusi Kawal Kebijakan THR Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Kawal Kebijakan THR Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Kawal Kebijakan THR Buruh

Mengingat besarnya kebutuhan buruh menjelang hari H, PP Sarbumusi menghimbau kepada seluruh pengurus Sarbumusi di tingkat wilayah dan cabang untuk terus melakukan kontrol dan pemantauan atas penerapan putusan Kemenakertrans.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“PP Sarbumusi mengimbau pengurus wilayah atau cabang yang menemukan pelanggaran untuk segera melakukan verifikasi,” tambah Khairi, hasil verifikasi ini akan dilanjutkan sebagai bahan advokasi untuk melakukan tindakan-tindakan hukum.

Di kursi kerja, ia menjelaskan kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal bahwa keputusan Kemenakertrans ini bersifat mengikat. Perusahaan yang mencoba berbuat ‘nakal’, bisa dikenakan sanksi pidana.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kebijakan itu menetapkan bahwa setiap karyawan tetap, berhak menerima dana THR sebesar satu bulan gaji plus tunjangan yang biasa diterima setiap bulannya. Sementara karyawan baru yang belum satu tahun bekerja, berhak menerima dana THR sebesar setengah gaji. Untuk dana THR karyawan baru, perusahaan bisa bernego dengan yang bersangkutan.

“Pelaksanaan pencairan dana THR tahun ini relatif lancar,” ungkap Khairi. Adalah sebuah keniscayaan karena Kemenakertrans mengumumkan dini ketetapan THR tersebut.

Adapun penerapan putusan Kemenakertrans tidak berlaku bagi karyawan kontrak (tenaga outsourching). Karena, ada undang-undang tersendiri yang mengatur masalah tersebut.

“Sementara PP Sarbumusi mendorong Kemenakertrans untuk merevisi Undang-Undang terkait tenaga outsourcing,” tutup Khairi.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Nahdlatul Ulama, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

Bojonegoro, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed meminta segenap warga mengawal kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pengawalan niat baik pemerintah melalui BPJS mesti dilakukan untuk mengoptimalkan kerja BPJS.

"Tujuannnya tidak lain agar pada 2019 mendatang kepentingan masyarakt bisa terpenuhi," kata Cholid Ubed yang juga dokter spesialis membuka diskusi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) di gedung PCNU Bojonegoro, Jumat (17/1).

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

BPJS ini, terang Ubed, merupakan niat baik pemerintah. Untuk kerja optimal dan benar-benar menjangkau warga, "Tugas kita mengiring, mengawal agar semua warga bisa terpenuhi."

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, tingkat kepedulian terhadap masyarakat saat ini belum selesai dan perlu ditindaklanjuti. Pasalnya banyak masyarakat di tingkat bawah belum mengetahui dan memahami program baru di dunia kesehatan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

JKN mengambil tema “Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dalam Perspektif Hak Atas Kesehatan”. Pemateri diskusi JKN antara lain Direktur RSUD Bojonegoro Sunhadi, Direktur Amarylis Jakarta Budi, dan Kabag Ops Kepesertaan BPJS Bojonegoro Suharlina. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Habib, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru

Pamekasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Perjalanan bahtsul masail yang digelar Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pamekasan berlangsung seru, akhir pekan kemarin (12/5) dan bertempat di pendopo Kecamatan Pegantenan. Pengasuh pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Larangan, Pamekasan, KH Syaifuddin Syam bertindak sebagai mushahhih.

Keseruan tersebut tidak terlepas dari semangat peserta. Pasalnya, para pengurus MWC NU dari 13 kecamatan di Pamekasan saling beradu argumen dengan ragam kitab kuning di tangannya. Sekitar 3 jam dihabiskan untuk berdiskusi guna mengupas tuntas 2 masalah, yaitu tentang penggunaan ruang kelas di luar peruntukannya dan khatib Jumat meninggalkan rukun/syarat khutbah.

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail LBMNU Pamekasan Berlangsung Seru

Sebagaimana dimaklumi, deskripsi masalah yang pertama berangkat dari fakta yang sering terjadi di Madura. Ada suatu yayasan mengelola beberapa unit lembaga, yaitu PAUD, RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK yang waktu pelaksanaannya dilaksanakan pagi hari, juga Madrasah Diniyah yang waktu belajarnya sore atau malam hari.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari deskripsi masalah tersebut, diajukan 2 pertanyaan. Pertama, bagaimana hukumnya menggunakan ruang kelas yang peruntukan bantuannya untuk MI dipergunakan oleh unit lembaga yang lain yang waktu belajarnya bersamaan? Kedua, bolehkah unit lembaga yang waktu belajarnya tidak bersamaan dengan MI seperti Madrasah Diniyah mempergunakan ruang kelas tersebut, mengingat tidak sesuai peruntukan dan pada saat itu tidak dipakai?

Adapun deskripsi masalah berikutnya juga berangkat dari kenyataan. Pasalnya, khatbah Jumat termasuk salah satu syarat sahnya sembahyang Jumat. Dalam khatbah tersebut ditentukan rukun dan syarat sahnya. Berkaitan dengan hal tersebut, terjadi dalam pelaksanaan sembahyang Jumat seorang khotib meninggalkan salah satu syarat atau rukun khutbah. Mamum tahu, sembahyang lagi di rumahnya dengan niat sembahyang Zuhur.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ada 2 pertanyaan yang diajukan. Pertama ialah wajibkah mamum mengingatkan khotib tersebut dan bagaimana caranya? Kedua, kalau khotib diingatkan tetap tidak menghiraukan, apa yang harus dilakukan mamum selanjutnya?

Dari penelusuran kitab kuning yang dilakukan peserta bahtsul masail, dicetuskanlah beberapa jawaban atas permasalahan di atas.

Jawaban dari permasalahan yang pertama ialah tidak boleh, kecuali ada qorinah yang dikembalikan kepada urf.

Adapun permasalahan yang kedua dijawab wajib, cuma cara menegur khotib masih mauquf, belum disepakati.

Tetapi dalam sambutannya, ketua NU Pamekasan KH Abd Ghoffar menegaskan bahwa takmir masjid punya wewenang untuk menegur dan meluruskan kesalahan khutbah Jumat dari khotib dimaksud.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Ulama, Humor Islam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Keraton Yogyakarta menggelar upacara Grebeg Syawal, Kamis (8/8). Ratusan warga yang mengikuti acara tersebut berebut Gunungan Lanang yang merupakan sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 1 Syawal 1434 Hijriyah.

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Pihak Keraton mengeluarkan tujuh buah gunungan yang terdiri dari tiga Gunungan Lanang (putra), dan tiga Gunungan Estri (putri) serta satu Gunungan Awohan (buah). Tujuh gunungan yang terdiri dari buah-buahan dan hasil bumi lainnya dihantarkan dari Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman dan Kepatihan mulai pukul 10.00 WIB.

Selanjutnya gunungan yang dikenal dengan nama Gunungan Lanang ini akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir. Menurut kepercayaan, mereka yang berhasil memperoleh hasil bumi dari gunungan akan mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Diantara warga yang hadir, Jaya, menuturkan dia rutin mengikuti acara ini setiap tahunnya. "Saya selalu mengajak anak dan istri saya agar nanti tetap bisa nguri-uri kebudayaan dan bisa menjadi pembelajaran bagi anak saya juga," ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun ini tidak lepas dari pengaruh Islam di Jawa. Grebeg ini merupakan wujud ucapan terima kasih pada Tuhan karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan, juga sebagai ritual dalam menyambut tahun baru Hijriah atau Islam.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Ulama, PonPes, Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk kembali kepada makna luhur Idul Fitri. Perkara pilpres yang sudah masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK), sebaiknya diselesaikan secara hukum. Masyarakat tidak perlu ramai-ramai karena memang tidak diperlukan oleh hukum.

Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilpres Tak Boleh Mengoyak Persaudaraan Nasional

"Yang diperlukan adalah bukti dan pembuktian. Tidak memerlukan nafsu politik dan kegaduhan masyarakat. Kembalikan pada makna luhur idul fitri," kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Rabu (29/7).

Menurutnya, polarisasi pilpres tempo hari tidak boleh mengoyak silaturrahmi kaum muslimin dan persaudaraan nasional. "Pilpres untuk bangsa, bukan bangsa harus koyak karena pilpres. Politik harus untuk kepentingan agama, bukan agama untuk kepentingan politik," kata pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Islam, kata Hasyim, mengajarkan bahwa politik adalah alat yang tujuannya adalah keluhuran nilai agama. "Kita harus berpolitik agama bukan beragama politik. Politik agama adalah politik yang bernafaskan nilai luhur agama. Sedangkan agama politik adalah politik yang mengorbankan agama asal politiknya nyampai," katanya.

"Jangan sampai kaum muslimin jangan sampai terjebak dalam strategi menghalalkan semua cara  yang dikenal zaman belanda dulu sebagai " het doel heileg de middelen," tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Mantan ketua umum PBNU ini mengatakan, Idul Fitri adalah hari raya kemanusiaan. "Jadi yang hari raya adalah humanity (kemanusiaan) kita. Kita sebagai manusialah yang meraih kemenangan dlm idul Fitri ini. Idul Fitri kembali ke ahsani taqwim, yakni wujud makhluk Allah yang terluhur konstruksinya secara lahir batin," paparnya.

Umat Islam, tambahnya, dituntut menyempurnakan hubungannya kepada Allah tanpa melupakan penyempurnaan terhadap eksistensi dan peran sebagai makhluk sosial dengan segala pernik-pernik tata hubungan sosialnya . "Oleh karenanya silaturahim dan saling memaafkan serta tolong menolong antara si kaya dan si miskin merupakan pilar pokok Idul Fitri .

Namun, katanya, mewujudkan nilai luhur Idul Fitri dalam praktek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa tidak mudah. Termasuk oleh para pemimpin masyarakat itu sendiri yang seharusnya memberi teladan .

"Memang problem umat beragama bukanlah pada pemahaman agamanya tapi bagaimana mefaktakan ajaran itu dalam perilaku kemasyarakatan sehari-hari," pungkasnya. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Asep Irfan Mujahid menjelaskan bahwa ada tiga yang akan menjadi titik pijak dalam memimpin IPNU selama tiga tahun ke depan.?

“Melaksanakan apa yang menjadi mandat kongres, itu yang pertama. Yang kedua, menjabarkan visi misi saya (ketika menjadi calon Ketua Umum IPNU dulu), dan merangkum masukan dari rekan-rekan pusat dan daerah,” tutur Asep kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal saat diwawancarai di Kantor IPNU Lantai 5 Gedung PBNU.

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Fokus Benahi Organisasi dan Kaderisasi

Menurutnya, ketiga hal tersebut akan diwujudkan ke dalam beberapa agenda seperti penguatan organisasi dan kaderisasi. Ia berupaya untuk menerbitkan beberapa regulasi untuk mendorong adminsitrasi yang tertib dan menjadi pedoman tata kelola administrasi di berbagai tingkatan. ? ?

“Adapun untuk membangun disiplin organisasi, kita menekankan kepada seluruh unsur pimpinan untuk senantiasa melakukan penguatan dan pengembangan sayap-sayap IPNU,” katanya.

Selain itu, laki-laki asal Ciamis tersebut akan memperkuat dan membangun kembali tata nilai kaderisasi. Ia akan menekankan pada format pelaksanaan kaderisasi yang berbasis pada doktrin Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah menerapkan nilai-nilai aswaja pada kader-kader IPNU. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kalau berbicara doktrin itu tidak ada tawar menawar. Ini qunut, ini tahlil, faidahnya dan dalilnya ini. Berbeda kalau bicara pada tataran ideologi ideologi. Kalau ideologi kan kerangkanya, kenapa ini bisa qunut? jadi akan semakin mengembang kajiannya,” papar Asep.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah ini menjadi nafas besar, landasan besar dari pelaksanaan kaderisasi IPNU selama tiga tahun ke depan,” lanjutnya.

Asep menilai bahwa kaderisasi secara formal adalah tugas dan tanggungjawab bersama pengurus baik tingkat pusat maupun daerah. Ia menyerukan kepada pimpinan IPNU yang ada untuk mengadakan dan memperkuat sektor kaderisasi. ?

“Jadi ini (kaderisasi formal) bukan hanya tugas pusat atau daerah saja. Ini tugas kita semua,” pungkasnya. ? ?

Agenda terdekat yang akan dilaksakan PP IPNU adalah Rakornas (Rapat Kordinasi Nasional) organisasi dan kaderisasi. Tujuan dari agenda ini adalah untuk merapihkan kembali metode yang berkaitan dengan tata kelola organisasi dan kaderisasi serta mensinkronisasikan program-program antar Bidang dan Lembaga IPNU. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Internasional, Daerah, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Tidak kurang 604 Posko Mudik Lebaran pada tahun 2017 ini didirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Indonesia. Ratusan posko mudik lebaran ini didirikan secara sukarela dan mandiri oleh kader Inti Gerakan Pemuda Ansor, dan tersebar mulai dari Jakarta hingga Papua.

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Indonesia Dirikan 604 Posko Mudik Lebaran Secara Mandiri

?

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeini, Selasa (20/6) di Jakarta mengatakan posko mudik lebaran yang didirikan Banser pada tahun 2017 ini jauh lebih banyak disbanding tahun 2016 lalu.?

“Pada tahun ini, total posko mudik yang didirikan Banser tidak kurang dari 604 posko. Ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat 201 posko mudik lebaran,”bebernya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dikatakan Alfa, ratusan posko Banser ini tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari ibu kota Jakarta hingga Papua. Menariknya, seluruh posko tersebut didirikan mandiri, menampik tudingan tendensius sejumlah pihak, Banser bergerak karena sebungkus rokok dan nasi bungkus.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ini tanda jelas dan tegas, bahwa Banser sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor selalu mengambil peran positif dan bermanfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa,’imbuhnya.

Mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini mengapresiasi semangat atau ghirah dalam gerakan (harakah) Banser di sejumlah provinsi di Indonesia dalam mendarmabaktikan diri dalam kegiatan kemanusiaan itu.

? “Terimakasih kepada seluruh kader yang terus bergerak menunjukkan Banser sebagai organisasi yang maslahat untuk umat untuk bangsa," tandas Alfa Isnaini mengatakan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Alfa membeberkan, beberapa posko mudik lebaran yang didirikan Banser diantaranya berada di Sumatera sebanyak 50 posko, dan dari jumlah tersebut, 50 persen berada di Provinsi Lampung. Kemudian di DKI Jakarta sendiri, ? Banser mendirikan sebanyak 6 posko mudik lebaran.

Di Propinsi Banten, ? terdapat 10 posko mudik lebaran kemudian Jawa Barat 83 posko. Lalu di Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing ada 201 posko, dan di Yogyakarta terdapat 12 posko.

Posko Mudik lebaran juga didirkan Banser di Pulau Dewata. Di Bali initidak kurang sebanyak 41 posko mudik lebaran didirikan Banser. Selanjutnya di Nusa Tenggara Timur atau NTT, Nusa Tenggara Barat atau NTB, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

"Dari jumlah tersebut yang menjadi skala prioritas sebanyak 250 titik, tersebar di Lampung sejumlah 22, lalu Banten dan DKI Jakarta masing-masing 6 posko. Lantas Jawa Barat 35 posko, ? Jawa Tengah 110 posko, ? Jawa Timur ? 59 posko dan DIY 12 posko," bebernya.

Skala prioritas itu, lanjutnya ? didasarkan pada intensitas kunjungan pada tahun 2016, prediksi ? jumlah pemudik dan tingkat masalah dihadapi. Setiap posko mudik yang didirkan Banser dikatakan Dansatkornas Banser ini mengungkapkan menyediakan informasi seputar kondisi lalu lintas, jalur alternatif, tempat peristirahatan, tempat Shalat, hingga fasilitas WiFi di sejumlah posko di Jawa Tengah.

“Dari ratusan posko mudik lebaran itu, ribuan kader inti Gerakan Pemuda Ansor akan membantu mengurai kemacetan sudah pasti terjadi dan menekan angka kecelakaan, “ pungkas Alfa Isnaeini.(Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Nahdlatul, Olahraga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 05 November 2017

Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pakar Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung, Basuki Suhardiman menilai, ide Islam Nusantara yang diusung Nahdlatul Ulama merupakan peluang untuk menunjukkan jati diri bangsa.

Sebab selama ini menurutnya, memang ada jenis keislaman yang secara unik dalam sejarah Islam di Indonesia. Dan jenis ini menurut Basuki bukan hal baru. Adapun guliran slogan Islam Nusantara itu dinilai bagian dari marketing, atau pemasaran gagasan pemikiran.

Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar IT ITB: Islam Nusantara Bisa Gerakkan Kebangkitan Teknologi

"Sebagai orang teknik yang sering menggali khazanah sejarah teknologi, Islam Nusantara itu cukup bagus untuk membangkitkan gairah generasi mengenal sejarah masa lalu. Sejarah Wali Songo misalnya bukan semata urusan dakwah dalam ruang lingkup seni dan akhlak saja, melainkan juga kaya akan legacy (warisan) ekonomi, teknologi, dan mesin tempur, "ujarnya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Senin (29/8).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Peneliti Comlabs ITB yang sering aktif terlibat diskusi di PWNU Jawa Barat itu menilai, bahwa kajian Islam Nusantara harus menukik pada histori teknologi karena sekarang bangsa kita sudah tertidur lama dalam urusan teknologi.

"Ada rekam jejak dari sejarah jika sebuah bangsa tidak melakukan inovasi, tidak melakukan reengineering pasti akan mengalami keruntuhan karena kalah dalam kompetisi. Khilaffah Ottoman mundur akibat beku dalam sains dan teknologi. Majapahit bahkan runtuh karena tidak melakukan pembaharuan. Dan kejayaan Demak dengan Wali Songo-nya maju karena inovatif," paparnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Basuki melanjutkan, Wali Songo kreatif dalam urusan dakwah. Misalnya mengubah wayang golek menjadi wayang kulit sebagai siasat atau kompromi supaya kesenian bisa laras dengan doktrin fiqih. Kemudian Raden Rahmat Ngampel juga kreatif dalam membuat skema pertanian sehingga hasil panen di kawasan Jawa Timur lebih baik, di Cirebon Sunan Gunung Jati juga banyak melakukan terobosan seperti memasok sarana perdagangan dari pedalaman dibawa ke pelabuhan.

"Kita kaya akan sejarah.Cuma memang bangsa kita ini termasuk kategori kelas rendah dalam urusan baca, menempati level paling bawah setara dengan negara Zambia. Akibatnya kita menjadi semacam bangsa yang zero naratif nation," kritiknya.

Menurut Basuki, sebuah bangsa bisa maju ukuran umumnya bisa dilihat dari punya tradisi membaca, bagus dalam urusan matematika, dan cakap menguasai ilmu alam.

"Kalau membaca saja tidak pernah, bagaimana bisa maju urusan matematika dan ilmu alam?" Orang-orang NU punya tradisi membawa, karena itu gerakan membaca perlu digulirkan oleh PBNU, apalagi Ketua Umum PBNU-nya juga pinter sejarah," jelasnya.

Karena itu menurut pria asal Sidoarjo ini, gema Islam Nusantara yang paling mendasar adalah mengambil gerakan literasi, terutama sejarah, berlanjut pada pengembangan kesusastraan, lalu riset pada sains.

? "Ini kesempatan baik di mana ada ide besar yang dikembangkan oleh organisasi besar. Dulu kiai-kiai tradisional pun tergolong kreatif dalam menjawab persoalan masyarakat. Sekarang harus dilakukan," pesannya. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Anti Hoax, Meme Islam, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 02 November 2017

Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU!

Probolinggo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, Ahad (8/5) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting baik lembaga dan badan otonom (banom).

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini juga dimeriahkan dengan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor binaan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo. Secara bersama-sama mereka dengan khusyu melantunkan sholawat dan dzikir.

Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU!

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi Saifullah mengajak para pengurus NU agar kembali mengingat pidato yang disampaikan oleh pendiri dan Rais Akbar Hadhratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari pada saat didirikannya NU pada 16 Rajab tahun 1344 H/31 Januari 1926 M di Kota Surabaya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa dimana dalam QS. Al-Ahzab ayat 45-46, intinya hendaknya kita bisa menjadi saksi untuk memberikan kabar gembira dan menyeru kepada Allah serta sebagai pelita yang selalu menyinari. Di sinilah peran kita hendaknya berfungsi sesuai maqamnya masing-masing,” katanya.

Kiai Abdul Hadi juga menyampaikan bahwa dirinya pernah sowan kepada KH Hasan Abdul Wafi, pengarang Shalawat An-Nahdliyah dan Rais Syuriyah PCNU Kraksaan pada masanya yang berkata bahwa NU itu sekalipun tidak ada pengurusnya akan tetap hidup hingga akhir zaman, karena NU telah direstui para ulama dan waliyullah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jadi, pengurus NU harus bisa membesarkan NU dan bukan mencari besar di NU. Menghidupkan NU dan bukan mencari hidup di NU. Serta berkorban untuk NU dan bukan mengorbankan NU,” jelasnya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, pengurus NU harus ikhlas berjuang dengan senantiasa memegang teguh dawuhnya Pendiri dan pejuang NU. “Pengurus NU jangan pernah khawatir akan keberkahan hidupnya, biarlah Allah SWT yang akan memudahkan serta mencukupi kebutuhan hidup kita sehari-hari,” terangnya.

Sementara Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin Al Hariri menyampaikan bahwa para pejuang NU hendaknya memiliki komitmen dan ikhlas, sehingga segala bentuk perjuangannya akan menjadi amal shalih bagi semua. “Keikhlasan akan memberikan bekas yang sesungguhnya serta mampu membangkitkan keimanan kita akan Allah SWT dengan segala Qoda’ dan Qadar-Nya,” katanya.

Menurutnya, peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini dilakukan sebagai ungkapan gembira sekaligus syukur atas perjalanan Rasulullah dalam menerima perintah sholat fardlu lima waktu yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. “Singkatnya ini adalah hari ulang tahun sholat bagi kita,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Ansor Banjarsari Kembangkan Budidaya Jamur Tiram dan Peternakan Domba

Ciamis, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terus melakukan gebrakan-gebrakan kreatif dalam menghidupkan organisasi.

Ansor Banjarsari Kembangkan Budidaya Jamur Tiram dan Peternakan Domba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Banjarsari Kembangkan Budidaya Jamur Tiram dan Peternakan Domba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Banjarsari Kembangkan Budidaya Jamur Tiram dan Peternakan Domba

Tak hanya menjalankan aktivitas keorganisasian yang bersifat keagamaan, namun di tengah-tengah masyarakat mereka juga mengembangkan bidang ekonomi dalam rangka mengurangi angka pengangguran di kalangan pemuda.

Di awal tahun 2018 ini, GP Ansor Kecamatan Banjarsari menggagas sejumlah kegiatan ekonomi berupa budidaya jamur tiram dan peternakan domba. Berkat kegigihan anggota dan kepengurusan, serta dukungan dari berbagai pihak, para pemuda Ansor ini semakin bersemangat menunjukkan kemandiriannya dalam berorganisasi.

Faisal Arrofik, Wakil Ketua 2 Bidang Pengembangan Ekonomi GP Ansor PAC Banjarsari, menjelaskan, gagasan pengembangan ekonomi di organisasi Ansor ini merupakan salah satu jawaban dari kegelisahan para pemuda pada persoalan ekonomi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, melalui pendekatan kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi akan mengantarkan para anggota Ansor di Banjarsari semakin peka terhadap berbagai peluang yang bernilai ekonomis. Hal itu terinspirasi gerakan Nahdlatut Tujjar yang mana menggerakkan ummat dengan pengembangan ekonomi.

"Di wilayah Banjarsari khususnya, budidaya jamur tiram cukup menjanjikan dan pasarnya kita pun sudah jelas. Dengan potensi yang ada, kita berusaha semaksimal mungkin agar anggota Ansor semakin berdaya dan juga organiasasinya semakin hidup," terang Faisal kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal.

Berbekal dana dari iuran anggota, kas organisasi serta dari para donatur, lanjut Faisal, GP Ansor Banjarsari bertekad terus mengembangkan berbagai kegiatan produktif di bidang ekonomi, termasuk peternakan domba yang saat ini sudah berjalan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Pada prinsipnya, jika kita mampu melihat peluang dan merealisasikannya dengan kegiatan yang nyata, apalagi di bidang ekonomi, saya yakin persoalan-persoalan bangsa ini seperti pengangguran dan kemiskinan mampu diminimalisir. Tentunya sebelum melangkah lebih luas, kita tata terlebih dahulu dari diri kita sendiri, dari organisasi kita sendiri," pungkasnya. (Muhafid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 20 September 2017

Kunjungi Pusat Rehabilitasi, Pelajar Berbagi Donasi

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Sejumlah siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Darul Ulum Peterongan Jombang mengadakan kunjungan ke Yayasan Penuh Warna “Griya Cinta Kasih” di Desa Sumbermulyo, Jogoto, Ahad (7/4).

Kunjungi Pusat Rehabilitasi, Pelajar Berbagi Donasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Pusat Rehabilitasi, Pelajar Berbagi Donasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Pusat Rehabilitasi, Pelajar Berbagi Donasi

Kegiatan tersebut merupakan puncak dari aktifitas ekstra kurikuler jurnalistik yang sudah berlangsung hampir setahun. Sedangkan Griya Cinta Kasih (GCK) adalah tempat rehabilitasi bagi orang-orang yang mengalami depresi dan keterbelakangan mental. 

Dipilihnya GCK lantaran lokasinya dekat dengan sekolah SMPN 3. “Disamping itu agar kita lebih mengenal lingkungan sekitar,” tandas Yusuf Suharto, salah seorang pembina ekstra kurikuler jurnalistik di sekolah tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selama di GCK, para siswa melakukan kunjungan sekaligus melihat dari dekat para pasien dengan berbagai kondisinya. Mereka bahkan berkesempatan melakukan dialog dengan sejumlah pasien dari balik pintu dan jendela besi. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kami iba dan prihatin dengan kondisi mereka,” tandas Rizka, panitia dari unsur putri. Sedangkan Dziaul Haq tidak bisa menyembunyikan kekaguman atas keuletan sejumlah relawan dan pengurus yang menderma bhaktikan untuk kegiatan sosial ini. “Kiprah pengurus dan relawan layak diacungi jempol,” tandasnya.

Dalam sambutannya, salah seorang relawan GCK menandaskan bahwa yang akhirnya membuat manusia lupa ingatan dan depresi adalah lantaran tidak bisa menerima kenyataan hidup.

“Yang terjadi lantaran telah merasa berusaha optimal dan berdoa, namun yang dianggap tidak kesampean, mereka akhirnya stres dan depresi seperti ini,” kata Ajiz, seorang relawan di GCK.

Usai melakukan kunjungan, para siswa menyerahkan bantuan eksidentil berupa uang dan beberapa barang layak pakai lainnya.  Sumbangan itu diperoleh dari usaha spontanitas ke sejumlah kelas di sekolah ini. “Alhamdulillah hasil yang diperoleh cukup membanggakan,” kata MS Nugroho, salah seorang guru di sekolah ini.

Ke depan, aktifitas sosial seperti ini akan terus diupayakan intensitasnya agar para pelajar memiliki pengetahuan yang memadai, juga kepedulian terhadap suasana di sekitarnya.

Foto: Siswa SMPN3 serahkan bantuan kepada pengurus GCK

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 06 Maret 2017

KMNU Unila Gelar Konsolidasi ke Pesantren dan Pengurus

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Lampung mengadakan acara "KMNU On The Way". Mereka mengunjungi para kiai di pesantren dan juga kediaman beberapa pengurus KMNU Unila masa khidmat 2015-2016. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus, anggota, dan DPO, mengambil rute Bandar Lampung - Lampung Tengah.

Pada kegiatan selama Ahad-Senin (25-26/4), mereka mengunjungi Yayasan Roudhotus Sholawat Banjar Agung (YRSBA) Lampung Tengah asuhan Kiai Kodarisman dan pesantren Mambaut Tholibin di kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah.

KMNU Unila Gelar Konsolidasi ke Pesantren dan Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Unila Gelar Konsolidasi ke Pesantren dan Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Unila Gelar Konsolidasi ke Pesantren dan Pengurus

Mereka juga mengunjungi kediaman Kepala Departemen Infokom Dwi Wahyudi yang berdekatan dengan Yayasan Roudhotus Sholawat Banjar Agung dan juga kediaman Ketua KMNU Unila Ahmad Saroji yang berdekatan dengan pesantren Mambaut Tholibin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tujuan utama kunjungan mereka ialah kholwat Habib Malik Abdullah bin Ali Nurul Alam di kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah. Ia merupakan leluhur Sunan Gunung Jati. Berdasarkan informasi, di tempat tersebut diadakan Haul Habib Malik Abdullah bin Ali Nurul Alam pada 26 April 2015.

Alhamdulillah, kegiatan tersebut berjalan lancar. Meski harus menerjang hujan dan panas, melalui jalan yang penuh lubang, duduk di jok motor berjam-jam lamanya, semangat peserta tetap terjaga berkat nasehat para kiai ketika KMNU Unila sowan melalui agenda KMNU Unila OTW (On The Way),” ujar Dwi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Pemurnian Aqidah, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 02 Februari 2017

PBNU Perlu Program Tangkal Budaya Asing

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Merosotnya moralitas bangsa ? dan masuknya budaya asing yang bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia harus mendapat perhatian khusus oleh PBNU. Perhatian tersebut akan terlihat dari program-program kerja yang dihasil selama berlangsungnya Muktamar NU yang berlangsung di Jombang awal Agustus 2015 ini.?

Hal itu mengemukakan pada sidang Komisi Program Muktamar ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga ? Ketua PP LP Maarif, ? dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU.?

Pengurus PCNU Kota Palembang Musawir mengungkapkan, perlu program menangkal budaya asing maupun yang tumbuh dari Indonesia yang merusak nilai-nilai moral anak bangsa. ? Tayangan ? film dan sinetron di sejumlah televisi swasta nasional banyak yang tidak mendidik, bahkan mengajarkan nilai-nilai tak bermoral.?

PBNU Perlu Program Tangkal Budaya Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Perlu Program Tangkal Budaya Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Perlu Program Tangkal Budaya Asing

"Untuk itu, bagaimana PBNU hadir dengan program yang mampu menangkal budaya dari ? tayangan-tayangan televisi tersebut. Karena Tayangan tersebut masuk ke kamar-kamar ? anak-anak di seluruh pelosok negeri," tambah Musawir.?

Seiring dengan itu, Imran dari PC Bandung mempersoalkan belum tergambarnya program PBNU terkait penyalahgunaan narkoba, merosotnya moralitas, perzinaan, kebebasan pergaulan, dampak IT (informasi teknologi). Dengan adanya program tersebut, berarti PBNU ? peduli dengan ? bangsa ini.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Karena masalah penyalahgunaan narkoba, moralitas, perzinaan, pergaulan bebas dan dampak negatif IT bisa menghancurkan bangsa ini," katanya.?

Mayoritas warga NU berada di daerah ? pinggiran. Mereka dikuasai oleh ? media televisi, tapi ? bukan media milik NU dan bernuansa NU. Untuk itu, harus ada media (televisi) yang bisa dijadikan sarana komunikasi dari pusat hingga ranting. Media IT satu-satunya cara membangun kekuatan NU ke depan, tambahnya.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ahmad Jaelani dari PCNU Lampung Tengah, Propinsi Lampung mengungkapkan kalau Wahabi dulu ada di Timur Tengah, tapi sekarang sudah banyak ada di Indonesia. Kehadirannya ? sudah meresahkan masyarakat di Indonesia. Untuk itu, sangat penting mengirimkan buku-buku aswaja dan amaliah NU ke daerah-daerah. Kalau pun ada di PCNU buku tersebut, tapi lebih indah kalau PBNU yang mengirimkan ke PCNU sehingga seragam seluruh Indonesia.?

Ahmad Jaelani juga mengusulkan, PBNU tidak hanya memperbanyak buku-buku bernuansa NU dari berbagai sisi. Alasannya, mayoritas warga NU tidak gemar membaca buku. Jadi VCD ini penting bagi warga NU yang tidak gemar membaca. ? VCD amaliah dan dalil-dalil dari ? amaliah NU dalam bentuk VCD bisa disaksikan berulang-ulang sampai pendengarnya paham. Langkah awal bisa mencetak sejuta VCD yang disebar ke berbagai wilayah dan cabang di Indonesia. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Nusantara, Kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Oktober 2015

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Sorong, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Sorong menggelar pelatihan kewirausahaan selama tiga hari Kamis-Sabtu (25-27/7) di Hotel Syahid Mariat, Sorong, Papua Barat.

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari kelompok tani “Nahdlatul Bustan” Kabupaten Sorong yang bertujuan meningkatkan minat serta teknologi pertanian. Acara dibuka oleh Bupati Sorong sedangkan narasumber dari dinas-dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten Sorong.

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Ketua LPPNU Kabupaten Sorong, Muhammad Rais menjelaskan pelatihan kewirausahaan serta penguatan kelembagaan petani sangat penting dilakukan, mengingat berbagai kendala masih membelenggu petani di Indonesia. Lemahnya materi, permodalan hingga minimnya teknologi, lanjutnya, berdampak pada minimnya kesejahteraan petani.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Pertanian ini potensi besar untuk dikembangkan. Ingat saat krisis moneter terjadi tahun 1997 silam, pertanian adalah sektor terkuat yang mampu bertahan menghadapi krisis panjang tersebut,” ujarnya, Kamis (25/7).

Dalam pelatihan itu, LPPNU membahas tentang bagaimana pembentukan koperasi sebagai langkah awal dalam kewirausahaan kelompok tani “Nahdlatul Bustan” ini, dimana kelompok tani ini belum mempunyai wadah untuk mengumpulkan modal awal dalam usaha tanaman kakao.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurut Rais, pelatihan kewirausahaan ini akan terus dilakukan berkesinambungan. “Ini pelatihan yang kedua kalinya. Kepengurusan LPPNU Kabupaten Sorong sudah ada hingga ke tingkatan kampung. Inilah gunanya lembaga yang kita miliki ini. Kita akan terus memberi motivasi, ilmu serta memfasilitasi masyarakat untuk bisa memanfaatkan program yang telah disediakan pemerintah ke depannya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal News, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock