Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kebersihan sebagian dari Iman. Demikian kalimat pertama Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pagelaran H Bahrodin saat mengisi Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) disusul dengan ajakan kepada jamaah untuk menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

“Pola hidup bersih dapat ditempuh melalui 5 hal yang merupakan pilar Program Pemerintah STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat )," jelasnya di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Ahad (3/1),

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Pagelaran Pringsewu Ajak Warga Benahi Sanitasi lewat 5 Pilar

Kelima pilar tersebut, menurutnya, meliputi setop buang air besar sembarangan, cuci tangan memakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan dengan sehat, mengelola sampah dengan benar dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan benar.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia mengaku prihatin terhadap kondisi banyaknya warga Indonesia yang masih buang air tidak pada tempatnya. "Budaya ini mengakibatkan Indonesia termasuk negara nomor 2 terjorok di dunia di bawah Negara Laos yang berada di posisi pertama," terang duta STBM di Kecamatan Pagelaran ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahrodin mengingatkan fakta bahwa masyarakat Indonesia adalah mayoritas beragama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang Islam yang belum mempraktikkan hidup bersih dan sehat seperti anjuran Rasulullah.

"Banyak sekali hadits Rasul yang menjadi dasar tentang kebersihan khususnya masalah sanitasi. Hal ini menunjukkan bahwa Rasul sangat perduli dengan masalah kebersihan," tambah Bahrodin yang pada November 2015 diundang untuk mempresentasikan konsep “Jihad Sanitasi" yang dirintisnya pada Konfrensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) di Jakarta.

Salah satu contoh hadits Nabi, lanjutnya, adalah larangan Nabi kepada umatnya untuk buang air baik kecil maupun besar di air tergenang, air mengalir, di jalanan dan juga di tempat bernaung seperti pohon dan tempat-tempat umum.

"Inilah yang mendasari saya untuk terus menyosialisasikan pola hidup sehat melalui Konsep Jihad Sanitasi. Karena Jihad adalah mengajak ke arah yang lebih baik maka mengajak orang lain untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan lingkungan ke arah yang lebih sehat dan bersih termasuk dalam jihad," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, AlaSantri, Hadits Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Pati, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurussalam Dr KH A. Sahal Mahfudh yang juga Rais Aam PBNU mahasiswa atau santri yang telah lulus dari lembaga pendidikan agar mampu menjadi tauladan bagi masyarakat.

Kiai Sahal menyampaikan hal itu dalam acara wisudah pertama Sekolah Tingga Agama Islam Mathaliul Falah (STAIMAFA) Kajen-Pati, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Dalam kesempatan itu, Kiai Sahal juga menekankan pentingnya rasa syukur. “Syukur tidak hanya sekedar mengucap kata hamdalah, tetapi lebih dari itu. Yaitu pada bagaimana kita bersyukur kepada Allah, juga bagaimana kita meningkatkan kinerja diri,” tegasnya di depan 65 wisudawan-wisudawati dan wali murid serta tamu undangan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia berpesan agar keberhasilan dalam menyelesaikan studi tidak lantas menimbulkan rasa bangga, karena amanat dan tanggung jawab yang dibawa tidaklah mudah. 

Acara yang bertempat di aula kampus itu juga dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kepala Kantor Kementerian Agama Pati Drs H. Ahmad Mudzakir MSi,  Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah dan rektor IAIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Muhibbin M. Ag.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kesempatan itu, Ketua STAIMAFA, H. Abdul Ghaffar Razien, M.Ed, mengatakan dirinya sangat bersyukur atas kerja keras seluruh dosen dan mahasiswa di kampus itu, hingga pada prosesi wisuda. 

Ia juga mengatakan bahwa wisuda kali ini menjadi tonggak sejarah mencetak mahasiswa-santri yang memiliki kontribusi dalam pengembangan masyarakat. 

“Prosesi wisuda ini merupakan tonggak sejarah (milestone) bagi lembaga STAIAMAFA, agar dalam perkembangan berikutnya dalam mengabdi kepada masyarakat dengan sistem perguruan tinggi riset berbasis nilai-nilai pesantren,” ungkapnya. Razien juga mengharapkan agar mahasiswa tidak berhenti berproses setelah wisuda, namun terus belajar dan mengabdi dengan karakter mahasiswa yang memperjuangkan nilai-nilai moral berbasis pesantren.  

Sementara itu, dalam pidato laporan akademik oleh Wakhrodli M.Si (Pembantu Ketua STAIMAFA), menjelaskan bahwa wisuda perdana ini terdiri dari 16 mahasiswa prodi PMI (Perkembangan Masyarakat Islam), 24 Mahasiswa prodi PBA (Pendidikan Bahasa Arab) dan 25 mahasiswa prodi PS (Perbankan Syari’ah). Dari 65 peserta, 23% meraih peringkat mumtaz atau istemewa, dengan IPK tertinggi 3,79.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Munawir Aziz

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Bahtsul Masail Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan

Saat ini, sosok Kiai yang setara dengan Kiai Bisri Musthofa telah jarang ditemui. Kiai Bisri Musthofa merupakan sosok yang lengkap: Kiai, Budayawan, Muballigh, Politisi, Orator, dan Muallif (penulis). Sungguh, sosok Kiai yang memiliki kecerdasan lengkap. Ayahanda Kiai Mustofa Bisri dan Kiai Cholil Bisri ini menjadi referensi bagi santri dan tokoh negara. Tak heran, Kiai Sahal Mahfudh menyebut Kiai Bisri sebagai sosok yang memukau pada zamannya.

KH Bisri Musthofa lahir di Rembang, pada tahun 1914. Beliau putra pasangan KH. Zainal Musthafa dan Siti Khadijah, terlahir dengan nama Mashadi yang kemudian diganti dengan sebutan Bisri. Pada tahun 1923, KH. Zainal Musthofa menunaikan ibadah haji bersama istinya, Nyai Siti Khadijah, dengan membawa anak-anak mereka yang masih kecil. Setelah menunaikan ibadah haji, di pelabuhan Jeddah, Kiai Zainal jatuh sakit hingga wafat. Kiai Zainal dimakamkan di Jeddah, sedangkan istri dan putra-putranya kembali ke Indonesia.

KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Bisri Musthofa: Singa Podium Pejuang Kemerdekaan

Ketika sampai di Indonesia, Bisri bersama adik-adiknya yang masih belia, diasuh oleh kakak tirinya, KH. Zuhdi (ayah Prof. Drs. Masfu Zuhdi), serta dibantu oleh Mukhtar (suami Hj. Maskanah). Bisri kecil menempuh pendidikan di Sekolah Ongko Loro (Sekolah Rakyat atau Sekolah Dasar untuk Bumi Putera), hingga selesai. Bisri kecil mengaji di pesantren Kasingan, Rembang di bawah bimbingan Kiai Kholil. Bisri juga mengaji kepada Syaikh Mashum Lasem, yang menjadi ulama besar di kawasan pesisir utara Jawa. Kiai Mashum merupakan sahabat Kiai Hasyim Asyarie, juga terlibat dalam pendirian Nahdlatul Ulama. Bisri muda juga tabarrukan kepada Kiai Dimyati Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Dengan demikian, sanad keilmuan Kiai Bisri jelas tersambung dengan ulama-ulama di Jawa, yang menjadi jaringan ulama Nusantara. Kiai Bisri suntuk mengaji kepada Kiai Kholil Haroen, Kiai Mashum Lasem dan beberapa ulama lain.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Santri Kelana

Sebagai santri, Bisri muda memang dikenal gigih dan santun. Kecerdasan dan penguasaaan atas kitab-kitab kuning, serta sikap moral tawadhu terhadap Kiai, menjadikan Bisri dekat dengan Kiainya, Kiai Kholil Haroen. Kemudian, Kiai Kholil menjodohkan santrinya ini dengan putrinya, Marfuah binti Kholil. Pernikahan pasangan santri ini, berlangsung pada 1935, dengan dikarunai beberapa putra-putri: Kholil Bisri, Musthofa Bisri, Adib Bisri, Audah, Najikah, Labib, Nihayah dan Atikah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Setelah menikah dengan putri Kiai Kholil, Bisri muda berniat melanjutkan petualangan keilmuan (rihlah ilmiah). Semangat belajar sebagai santri kelana memuncak pada diri Bisri muda. Akhirnya, jejak langkahnya untuk mengaji mendapat kesempatan, dengan melanjutkan tabarrukan kepada Kiai Kamil, Karang Geneng Rembang. Pada 1936, Kiai Bisri menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan mengaji kepada ulama-ulama Hijaz. Di antaranya guru-gurunya: Syeikh Hamdan al-Maghribi, Syeikh Alwi al-Maliki, Sayyid Amin, Syeikh Hasan Massyat dan Sayyid Alwi. Selain itu, Kiai Bisri juga mengaji kepada ulama-ulam Hijaz asal Nusantara, yakni KH. Abdul Muhaimin (menantu KH. Hasyim Asyarie) dan KH. Bakir (Yogyakarta).

Setelah setahun belajar kepada ulama Hijaz, Kiai Bisri pulang ke tanah air pada 1937. Kiai Bisri kemudian membantu mertuanya, KH. Kholil Kasingan mengasuh pesantren di Rembang. Setelah itu, Kiai Bisri bersama keluarga memutuskan untuk menetap di Leteh, dengan mendidik santri dan mendirikan pesantren Raudlatut Thalibin.

Dalam mengasuh santri, Kiai Bisri sangat gigih dalam memberikan perhatian dan penanaman nilai-nilai kepada anak didik, dengan mengenalkan ibadah sedini mungkin, budi pekerti, tata krama dan tradisi-tradisi pesantren yang menjadi benteng perjuangan para kiai. Kiai Bisri menganggap bahwa hubungan antara kiai dan santri harus dekat, sebagaimana hubungan antara Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad.

Kiai Bisri berpandangan bahwa syariat Islam dapat terlakasana di Indonesia, namun ? tanpa harus menggunakan formalisme agama dalam bentuk negara Islam (Darul Islam). Kiai Bisri mendukung konsep Pancasila sebagai wawasan Nusantara, serta pilar NKRI. Beliau mendorong komunikasi antara Ulama dan Zuama, yang bertujuan mencetak kader-kader handal di Nahdlatul Ulama. Pada konteks ini, Kiai Bisri berpandangan bahwa, perjuangan bisa dilakukan dengan dua cara: yakni jalur politik dan jalur dakwah/pendidikan (Zainal Huda, 2005: 108).

Perjuangan Keindonesiaan

Menurut Kiai Sahal Mahfudh (2005), Kiai Bisri Musthofa memang "sosok yang luar biasa pada zamannya (faridu ashrihi). Bukan hanya keilmuannya yang luas, namun juga daya tariknya, daya simpatik dan daya pikat yang memukau siapa saja yang berhadapa dengan beliau. Apalagi, ketika beliau sedang berpidato di depan khalayak ramai, dapat dipastikan para pendengar terpukau dan terpingkal-pingkal karena gaya bicara, aksen suara dan lelucon-leluconnnya yang segar.

Kiai Bisri Musthofa juga dikenal sebagai penyair, yang sering menggubah syair dari bahasa Arab ke Bahasa Jawa, yang mudah dipahami publik. Kiai Bisri, di antaranya menggubah syair Ngudi Susilo dan Tombo Ati. Syair Ngudi Susilo merupakan syair yang berisikan pesan-pesan moral yang ditujukan bagi anak-anak tentang cara menghormati dan berbakti kepada orang tua (birrul walidain). Sedangkan, syair Tombo Ati merupakan syair terjemahan dari kata-kata mutiara Sayyidina Ali bin Abi Thalib (Zinul Huda, 2005: 80). Tidak banyak yang mengetahui bahwa Tombo Ati dalam versi Jawa merupakan gubahan Kiai Bisri. Syair ini, saat ini banyak dilantunkan dalam grup shalawat dan musik, di antaranya sering dinyanyikan Kiai Kanjeng dan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib).

Kiai Bisri dikenal sebagai orator yang kondang, beliau memberikan ceramah di berbagai daerah. Kemampuan komunikasi yang handal di atas panggung, menjadikan Kiai Bisri disebut sebagai Singa Podium. Dalam catatan Saifuddin Zuhri (1983: 27), Kiai Bisri mampu mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit menjadi begitu gamblang, mudah dicerna baik orang-orang perkotaan maupun warga desa yang bermukim di kampung-kampung. Dalam orasi Kiai Bisri, hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, sesuatu yang membosankan menjadi mengasyikkan, hal sepele menjadi amat penting. Selain itu, kritik Kiai Bisri sangat tajam, dengan karakter khas berupa gojlokan dan guyonan ala pesantren. Kritikan spontan dan segar, menjadi strategi komunikasi yang tepat, sehingga pihak yang dikritik tidak merasa tersinggung atau marah. Inilah kelebihan Kiai Bisri sebagai muballigh, orator dan kiai yang paham politik.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Kiai Bisri juga bergerak untuk melawan pasukan Kolonial. Bersama para kiai, Kiai Bisri terlibat langsung dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Ketika itu, Laskar Santri menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa. Barisan santri yang tergabung dalam Laskar Hizbullah dan Sabilillah telah dibentuk dibeberapa daerah. Laskah Hizbullah dikomando oleh Kiai Zainul Arifin, sedangkan Laskar Sabilillah dipimpin Kiai Masjkur Malang. Pada 22 Oktober 1945, Kiai Hasyim Asyarie menyerukan Resolusi Jihad, sebagai panggilan perjuangan para santri, pemuda dan warga untuk berperang melawan penjajah. Perjuangan ini menjadi bagian dari keimanan, demi tegaknya kemaslahatan bangsa Indonesia.

Resolusi Jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asyarie mengandung tiga unsur penting: Pertama, tiap muslim—tua, muda, dan miskin sekalipun—wajib memerangi orang kafir yang merintangi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kedua, pejuang yang mati dalam perang kemerdekan layak disebut Syuhada. Ketiga, warga Indonesia yang memihak penjajah dianggap sebagai pemecah belah persatuan nasional, maka harus dihukum mati. Di samping itu, haram hukumnya mundur ketika berhadapan dengan penjajah dalam radius 94 km (jarak diperbolehkannya qashar sholat). Di luar radius itu, dianggap fardhu kifayah (kewajiban kolektif). Tentu saja, hal ini menjadi pelecut semangat ? para santri untuk berjuang menegakkan kemerdekaan Indonesia.

Untuk mendukung perjuangan para santri, Kiai Hasyim Asyarie mengundang beberapa kiai untuk bergabung. Laskar santri dalam barisan Hizbullah dan Sabilillah perlu didukung oleh para kiai. Pada waktu itu, Kiai Bisri Musthofa turun langsung ke medan pertempuran, bersama para kiai lain, di antaranya Kiai Abbas Buntet ? dan Kiai Amin Babakan Cirebon. Bahkan, rombongan Kiai Abbas Buntet singgah terlebih dulu di Rembang, untuk kemudian bersama Kiai Bisri melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Dalam bidang politik, Kiai Bisri pernah menjadi anggota konstituante. Perjuangannya dapat dilacak ketika beliau berkecimpung di parlemen maupun di luar struktur negara. Kiai Bisri juga dikenal sebagai sosok yang mendukung ide Soekarno, yakni konsep Nasakom (Nasionalis, Sosialis, Komunis). Kiai Bisri memberi catatan, bahwa ketika pihak yang berbeda ideologi, harus bersaing secara sehat dalam koridor keindonesiaan, dengan tetap mempertahankan NKRI. Akan tetapi, Kiai Bisri juga menjadi pengkritik paling tajam ketika Nasakom menjadi pahara politik. Diplomasi politik Kiai Bisri tidak hanya di ranah lokal, namun juga berpengaruh pada kebijakan politik nasional.

Jurus diplomasi politik Kiai Bisri layak dicontoh. Beliau tidak memisahkan politik dan agama, sehingga dalam menghadapi lawan-lawan politiknya, beliau tetap menggunakan etika dan fiqh sebagai referensi bersikap. Karena itu, tidak pernah dijumpai konflik antara Kiai Bisri dengan lawan-lawan politiknya. Aktifis NU pada zamannya, sangat menghormati Kiai Bisri, semisal KH. Idham Cholid, KH. Akhmad Syaichu, Subhan ZE dan beberapa kiai lain.

Kiai Bisri termasuk penulis (muallif) yang produktif. Karya-karyanya melimpah, dengan warna yang beragam. Sebagian besar, karyanya ditulis untuk memberi pemahaman kepada masyarakat awam. Karya-karya Kiai Bisri Musthafa meliputi berbagai macam ilmu tauhid, fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, ilmu-ilmu kebahasaan Arab (nahwu, sharaf dan ilmu alat lainnya), hadits, akhlak, dan lain sebagainya. Salah satu karya fenomenal adalah Tafsir al-Ibriz, yang ditulis dalam Jawa Pegon. Karya beliau lebih dari 30 judul, di antaranya: Terjemah Bulughul Maram, Terjemah Lathaiful Isyarah, al-ikhsar fi ilm at-tafsir, Munyah adh-Dhaman (Nuzul al-Quran), Terjemah al-Faraid al-Bahiyah, Terjemah as-Sulam al-Munauraq, (Indonesia oleh KH. Khalil Bisri), Tanwir ad-Dunyam, Sanif as-Shalah, Terjemah Aqidah al-Awam, Terjemah Durar al-Bayan, Ausath al-Masalik (al-Khulashah), Syarh al-Ajrumiyah, Syarh ash-Shaaf al-Imrithi, Rafiq al-Hujjaj, Manasik Haji, at-Taliqah al-Mufidah Li al-Qasidah al-Munfarijah, Islam dan Shalat, Washaya al-Aba li al-Abna, Al-Mujahadah wa ar-Riyadhah, Tarikh al-Auliya, Al-Haqibah (kumpulan doa) jilid I-II, Syiir Rajabiyah, Ahl as-Sunnah wa al-Jamaah, Syiir Budi Pekerti, Al-Asma wa al-Aurad, Syiir Pemilu, Zad az-Zuama wa Dzakirat al-Khutaba, Pedoman Pidato, Primbon, Mudzakirah Juyub Al-Hujjaj dan lain sebagainya.

Kiai Bisri Musthofa wafat pada usia 63 tahun, pada 16 Februari 1977. Ketika itu, warga Indonesia sedang menyongsong pemilu 1977 pada masa Orde Baru. Santri Nusantara membutuhkan sosok-sosok dengan kecerdasan lengkap dalam diri Kiai Bisri Musthofa. Alfaatihah.

Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN PBNU, Editor in-Chief islami.co dan Dewan Redaksi Penerbit Mizan.

Sumber:

Akhmad Zainul Huda, Mutiara dari Pesantren: Perjalanan Khidmah KH. Bisri Musthofa. Yogyakarta: LKIS. 2005.

Saifuddin Zuhri. Berangkat dari Pesantren. Jakarta, Gunung Agung, 1987.

Zainul Milal Bizawie, Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad : Garda Depan Menegakkan Indonesia, 1945-1949, Jakarta: Pustaka Compass, 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Pemurnian Aqidah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kamis Pagi (16/3) sekitar pukul 06.15 WIB Ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Hasyim Muzadi berpulang ke Rahmatullah. Kiai Hasyim Muzadi, Ketua PBNU periode 1999-2009 dipanggil Allah SWT setelah beberapa kali dirawat dirumah sakit pada usia 72 tahun.

Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua MUI Lampung Kenang Kejenakaan KH Hasyim Muzadi

Pendiri International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini merupakan Ulama yang kiprahnya sudah mendunia. Keuletan dan komitmennya dalam menyebarkan Islam rahmatan lil alamin sudah diakui oleh dunia.

Kesan inilah yang dirasakan oleh Ketua MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid ? pernah mendampingi lawatan Kiai Hasyim ke luar negeri dalam rangka syiar Islam.

"Saya tidak hanya kenal, bahkan memiliki hubungan dekat. Saya pernah diberi kesempatan untuk mendampingi beliau ke Negeri China selama 8 hari pada 4-12 Juni 2007 untuk melakukan muhibbah, dan menyebarkan paham Islam rahmatan lil alamin pada komunitas muslim di negri tirai bambu itu," kata Kiai Khairuddin yang saat itu menjadi Ketua PWNU Provinsi Lampung periode 2002-2007.

Menurutnya, Kiyai Hasyim Muzadi adalah sosok yang populer dan populis. Ia adalah seorang agamawan dan sekaligus negarawan. "Wawasan beliau sangat luas, tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga sangat mendalam pengatahuannya tentang politik, hukum, budaya dan sejarah," tegasnya, Kamis siang (16/3).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain sebagai seorang ulama kharismatik tambahnya, Kiyai Hasyim juga merupakan seorang kiai yang sangat jenaka. "Saya ingat betul kumpulan kejenakaan beliau dirangkum dalam sebuah buku," jelas Kiai Khairuddin yang juga memiliki selera humor yang tinggi ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pemikiran Kiai Hasyim menurutnya sangat orisinil dan visioner jauh kedepan. "Sering beliau mengatakan, orang zaman dulu itu, kalau ngomong sesuatu yang berat, yang rumit, bisa dibicarakan dengan cara yang mudah. Sementara orang zaman sekarang, ngomong hal mudah, tapi dibicarakan dengan cara yang sulit dan ruwet. Menurut mereka semakin rumit ngomongnya semakin ilmiah," kata Kiai Khairuddin diiringi senyum khasnya.

Kiai Khairuddin berharap ummat Islam khususnya warga NU mampu meneladani kiprah dan kepribadiannya. "Kami warga NU bangga punya tokoh panutan seperti beliau. Kami sangat terkesan dengan kesantunan dan kearifan beliau. Kami butuh tokoh seperti beliau. Selamat jalan Pak Kiai Hasyim, semoga Allah SWT memberi tempat yang mulia, amin," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Bahtsul Masail, Habib, Lomba Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat

Oleh Ja’far Tamam

Dewasa ini Indonesia gerah melihat beragam pertikaian yang terjadi akibat  perbedaan pemahaman-pemahaman keagamaan yang kurang mendapatkan ruang untuk mendialogkan perkara permasalahan. Diskursus agama selalu menjadi hal yang manis untuk diperbincangkan dalam segala konteks kehidupan. Membahas agama adalah membahas sentimen yang mudah untuk dipanaskan dan dijadikan kuda tunggangan berbagai kepentingan. Baik itu politik, bisnis, diplomasi antar negara dan lain-lain.Selagi dibungkus dengan agama,sebuah perkara akan naik pamor.

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Rausyanfikr’ dan Solusi Persatuan Umat

Prof Nasaruddin Umar, dalam koran harian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal (27 Oktober 2017) mengatakan bahwa bahasa agama mempunyai kekuatan luar biasa. Bahasa agama bisa digunakan untuk memotivasi orang untuk berpartisipasi terhadap pembangunan atau sebaliknya bisa juga digunakan untuk menggunting partisipasi masyarakat di dalam sebuah program. 

Bahasa agama juga bisa digunakan untuk memicu konflik yang pada saatnya melahirkan jatuh korban. Dengan demikian, bahasa agama perlu dikelola dengan baik. Demikian Nasaruddin Umar. 

Islam sebagai agama yang mengusung kerahmatan amat membenci segala praktik yang menimbulkan keresahan di kalangan masyrakat. Islam bahkan menjadi pemersatu dua kubu yang saling bermusuhan sejak awal kedatangannya. Sebut saja suku Aus dan Khazraj, keduanya merupakan dua suku Arab di Madinah yang saling bermusuhan sejak lama. Namun, tak lama sejak kedatangan Muhammad, melalui utusan bernama Mus’ab bin Umair, masyrakat Madinah berduyun-duyun memasuki Islam dan dengan sendirinya mereka terjalin dalam satu ukhuwah yang kokoh. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bukan hanya jalinan ukhuwah Islamiyah yang membuat mereka mengakhiri dendam abadi, jalinan ukhuwah basyariyyah (persaudaraan sesama manusia)lah yang pada akhirnya juga membuat mereka tersadar bahwa permusuhan bukanlah jalan terbaik dalam melangsungkan proses bermasyarakat dan merancang sebuah peradaban mulia. 

Kaum intelektual, menurut Ali Syariati, adalahpelanjut perjuangan Nabi, baik dalam merancang persatuan dan kesatuan masayarakat, atau lainnya. Dalam bahasa Persia Ali Syariati mengistilahkannya dengan “rausyanfikr” (pemikir yang tercerahkan).

Ali Syariati melanjutkan, terjemahan yang paling tepat untuk istilah rausyanfikr adalah kaum intelektual dalam arti yang sebenarnya. Kaum intelektual bukan sarjana, yang hanya menunjukkan kelompok orang yang sudah melewati pendidikan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. Mereka juga bukan sekadar ilmuwan, yang mendalami dan mengembangkan ilmu dengan penalaran dan penelitian. 

Mereka adalah kelompok orang yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya, menangkap aspirasi mereka, merumuskannya dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang, menawarkan strategi dan alternatif pemecahan masalah. (Ali Syariati, Ideologi Kaum Intelektual, 1993:14-15)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Di antara kaum rausyanfikr yang diharapkan adalah para alumni pesantren. Pesantren, sebagai sebuah institusi yang memasyarakatkan pemahaman moderat Islam dalam proses pembelajarannya, saat mereka kembali ke daerah masing-masing, merupakan duta rausyanfikr di setiap masyarakat yang mereka tinggali. 

Idris Jauhari dalam sebuah bukunya Alumni Pesantren Sebagai Perekat Umat mengatakan, sebagai sebuah lembaga pendidikan, pesantren dituntut untuk mendidik para santri agar mereka memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan menyikapi perbedaan. 

Alumni pesantren mesti diarahkan untuk menjadi agen-agen perekat sosial (agent of social cohesion), agen-agen yang mampu dengan jernih dan tepat menempatkan diri di tengah perbedaan sesuai fungsi dan posisi masing-masing, bukan orang yang gampang terjebak dalam politisasi perbedaan dan konflik kepentingan secara tidak strategis. (Idris Jauhari, 2005:2)

Sebagai langkah lanjut mewujudkan cita-cita persatuan ini adalah dengan meyakini bahwa perbedaan merupakan fitrah yang tak bisa dihindari. Perbedaan adalah khasanah kehidupan yang perlu dirayakan. Dan, hal ini tak bisa diwujudkan kecuali dengan perasaan saling menghargai dan membuka ruang dialog antara kedua belah pihak yang berbeda.

Al-Qur’an menegaskan,

“Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kami dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan berusku-suku agar kamu saling mengenal, Sesunguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Mahamengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat {49}: 13)

Idris Jauhari mengomentari ayat di atas bahwa umat Islam dituntut tidak saja untuk menyadari adanya perbedaan tersebut, tetapi juga untuk melakukan upaya-upaya perkenalan dan pengenalan terhadap keragaman itu sendiri, serta berbagai hal yang melatarbelakangi dan memotivasinya. 

Penulis adalah alumnus Institut PTIQ Jakarta dan pegiat kajian hadits di Darussunnah International Institute For Hadith Science, Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, Habib, PonPes Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi

Jakarta,Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Fenomena keagamaan mutakhir, menunjukkan gejala semakin mengerasnya kelompok Muslim radikal. Kelompok-kelompok Islam yang melakukan aksi politik dengan simbol agama, mengabaikan tradisi-tradisi yang selama ini menjadi strategi dakwah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj mengungkapkan betapa pergerakan ormas-ormas Islam yang menyingkirkan tradisi, melupakan sejarah panjang dakwah Islam di negeri ini.

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi

Hal ini, disampaikan Kiai Said, menjelang Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama, di kantor PBNU, Jakarta, pada Sabtu (28/01/2017). Peringatan Harlah NU akan diselenggarakan pada 30-31 Januari 2017.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Mereka yang berdakwah dengan kekerasan dan memusuhi seni budaya, lupa dengan sejarah hadirnya Islam di bumi Nusantara. Dakwah Wali Songo dengan cara damai, menggunakan rasa dan seni. Medianya berupa wayang dan suluk-suluk yang menguatkan rasa," ungkap Kiai Said.

Menurut Kiai Said, memahami cara dakwah Wali Songo, harus bertahap hingga komprehensif. "Dakwah para wali itu merangkul, bukan memukul. Misalnya, mereka yang suka slametan diajak slametan dulu, yang kemudian diisi dengan ritual Islam, membaca ayat-ayat Al-Quran dan shalawat. Wayang juga sama, ada pesan tentang syahadat dan ajaran Islam," jelas Kiai Said.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kiai Said berpesan, agar pendakwah Islam haruslah belajar dari Wali Songo. "Strategi Wali Songo dan kiai-kiai pesantren berhasil mengislamkan orang kafir. Ini sudah terbukti. Bukan malah mengkafir-kafirkan orang," terang Kiai Said.

Dalam uraiannya, Kiai Said menjelaskan tentang pentingnya fiqih, akhlak dan tasawuf sebagai rangkaian yang tidak bisa putus.

Menurut Kiai Said, dengan memahami hukum Islam, teladan sikap Rasulullah dan puncak spiritualitas, maka Islam akan menjadi agama yang sejuk dan ramah, bukan agama yang mengerikan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah TegalMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengajak kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk berperan aktif bangun desa. Menurut Eko, kader NU telah tersebar di berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, sehingga memiliki peran yang sangat strategis.

"Setelah era reformasi dengan banyaknya kader NU di berbagai partai, birokrasi pemerintahan, dan instansi lain, saya yakin kader-kader NU akan lebih berperan memajukan bangsa ini," ujarnya pada peletakan Batu Pertama Universitas Nahdlatul Ulama di Jakarta, Rabu (10/8).

Menteri Eko mengatakan, 70 tahun Indonesia merdeka, NU telah menjadi garda terdepan kemerdekaan Indonesia. NU juga telah membuktikan meskipun dalam masa kritis, maraknya terorisme, dan radikalisme, NU tetap menjadi garda terdepan.

"Lebih dari separuh masyarakat kita hidup di desa. Peran lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan NU ini juga sangat penting sekali. Peran NU demi mensejahaterakan desa-desa kita dan mensejahterakan Indonesia," ujarnya.

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperan Strategis, Mendes Ajak NU Aktif Bangun Desa

Ia melanjutkan, pembangunan desa di Indonesia sebanyak 74.754 desa, tidak bisa diatasi jika hanya mengandalkan tenaga pemerintah. Dibutuhkan komitmen semua komponen bangsa dan NU selaku Ormas Islam terbesar di Indonesia untuk turut berpartisipasi dan mengawasi.

"Desa-desa kita masih ada yang masih tertinggal dan maju. yang tertinggal kita fasilitasi dulu infrastruktur dasarnya, untuk yang sudah maju infrastrukturnya kita kembangkan sektor ekonominya," ujarnya.(Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

Bojonegoro, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed meminta segenap warga mengawal kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pengawalan niat baik pemerintah melalui BPJS mesti dilakukan untuk mengoptimalkan kerja BPJS.

"Tujuannnya tidak lain agar pada 2019 mendatang kepentingan masyarakt bisa terpenuhi," kata Cholid Ubed yang juga dokter spesialis membuka diskusi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) di gedung PCNU Bojonegoro, Jumat (17/1).

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

BPJS ini, terang Ubed, merupakan niat baik pemerintah. Untuk kerja optimal dan benar-benar menjangkau warga, "Tugas kita mengiring, mengawal agar semua warga bisa terpenuhi."

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menurutnya, tingkat kepedulian terhadap masyarakat saat ini belum selesai dan perlu ditindaklanjuti. Pasalnya banyak masyarakat di tingkat bawah belum mengetahui dan memahami program baru di dunia kesehatan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

JKN mengambil tema “Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dalam Perspektif Hak Atas Kesehatan”. Pemateri diskusi JKN antara lain Direktur RSUD Bojonegoro Sunhadi, Direktur Amarylis Jakarta Budi, dan Kabag Ops Kepesertaan BPJS Bojonegoro Suharlina. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal PonPes, Habib, Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Berita duka datang dari Indramayu. Kiai muda Mohammad Badrus Salam wafat di usia 43 tahun. Doktor asal Brebes lulusan Sudan yang terkenal sangat ramah di kalangan alumnus sudan itu mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu ((11/6) petang waktu setempat. Almarhum meninggalkan satu Istri dan tiga anak yang masih tinggal di daerah Indramayu.

Pihak keluarga mengkonfirmasi bahwa almarhum sebelumnya tidak pernah mengeluhkan kesehatanya. Keluarga mengaku terkejut atas kejadian ini. Setelah shalat magrib berjamaah, almarhum merasakan tubuhnya lemas, seketika pihak keluarga membawanya ke rumah sakit terdekat untuk diperiksakan. Namun takdir berkata lain, Mohammad Badrus mengembuskan napas terakhirnya saat perjalan menuju rumah sakit setempat.

Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Rais Syuriyah PCINU Sudan Wafat

Almarhum yang masyhur disapa Mas Badrus ini adalah santri jebolan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Ia berhasil menyelesaikan program studi S1 di Jombang, dan melanjutkan program magister dan doktoralnya di Sudan. Di Sudan sendiri almarhum dikenal aktif dalam jajaran kepengurusan PCINU Sudan. Tercatat ia dipercaya sebagai Rais Syuriyah PCINU Sudan selama dua periode, yakni 2003-2005 silam.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Salah satu saudara almarhum yang masih menjalankan program pendidikan magisternya di Sudan, Mohammad Rojikhi memintakan maaf dan keikhlasannya kepada semua pihak yang pernah mempunyai hubungan dengan almarhum. “Atas nama keluarga, memohon maaf apa bila ada salah dari kakak saya, baik disengaja atau tidak. Semoga beliau termasuk golongan yang husnul khatimah amin,” ungkap Rojikhi sebagaimana siaran pers dari PCINU Sudan. (Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Temanggung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Peringatan hari Santri di Temanggung kemarin berlangsung semarak. Sekitar 15 ribu santri tumplek blek memadati halaman Gedung Pemuda Temanggung. Mereka mengikuti apel akbar dalam rangka peringatan hari santri (HSN) 2017 dengan inspektur apel Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan komandan apel sahabat Puryawanto (Banser Ansor Temanggung).

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Temanggung Usul Kiai Subchi Bambu Runcing Jadi Pahlawan Nasional

Apel akbar kemarin, dikemas layaknya upacara kenegaraan, meskipun para santri tetap mengenakan sarung dan peci atau almamater pondok pesantrenya masing-masing, begitu pula dengan santriwatinya. 

Selain diikuti santriwan-santriwati dari pondok pesantren se-Temanggung, para ulama dan kyai serta siswa-siswi dari lembaga pendidikan Maarif NU, peserta apel merupakan seluruh kader badan otonom (banom) NU, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, juga PMII.

Pembacaan teks Pancasila dipimpin oleh Bupati Bambang Sukarno, petugas pembaca ikrar santri indonesia oleh Jakfar Shodiq (Sekretaris Lakpesdam NU Temanggung), pembaca amanat PBNU oleh KH Muhammad Furqon atau Gus Furqon (Ketua PCNU Temanggung) dan pembaca teks resolusi jihad oleh KH Yacub Mubarok (Rais Syuriyah PCNU Temanggung).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ketua Tanfidz PCNU Temanggung KH Muhammad Furqon menuturkan, hari ini (kemarin, red) keluarga besar NU Temanggung bersama santri memperingati hari santri. Dengan peringatan hari santri ini, isi resolusi jihad 22 ktober 1945 silam, bisa menyemai dan memberi semangat para santri sebagaiamana yang telah dilakukan oleh sang pendiri  NU KH Hasyim Asyari.  

"Santri bisa tetap mencintai NKRI dan bisa memberi kenyamanan untuk lingkungan atau masyarakat. Saya berharap, santri bisa meneladai perjunagan KH Hasyim Asyari," harapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Yacub Mubarok menuturkan, dirinya bersama Bupati Temanggung Bambang Sukarno dalam waktu dekat ingin menghadap Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan dan mengusulkan KH Subchi Parakan Temanggung bisa menjadi pahlawan nasisional.

Menurutnya, KH Subchi tidak hanya terkenal di Temanggung dan Indonesia saja, namun juga terkenal sampai Belanda dan Jepang. Beliau merupakan penggerak hebat untuk NKRI, sehingga bisa menghantarkan bangsa dan negara ini ke gerbang kemerdekaan. 

"Atas jasa dan perjuanganya itu, sudah selayaknya negara memberikan pengahargaan. Beliua seorang  patriotis, berjuang untuk kedaimaan, kenyamana dan kemerdekaan. Beliau merupakan aset bangsa dan idola kita semua," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno mengaku siap mengawal dan mengantarkan Yacub Mubarok ke Istana negara untuk menghadap presiden. Menurut Bambang, jasa KH. Subchi saat besar untuk bangsa ini, beliau tidak hanya milik Temanggung, Bangsa Indonesa, tapi juga dunia internasional.

"Sudah sepatnya, belaiu (almarhum KH Subchi) mendapat gelar pahlawan. Dengan momentum hari santri tahun ini, saya berharap santri dan warga Temanggung pada umumnya tetap cinta NKRI, setia terhadap pancasila, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika," pungkasnya. (Ahsan Fauzi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Habib, Nusantara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengklaim, angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan. Menurutnya, penurunan ini terjadi setelah program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai harapan.

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Tambakberas, Menko Kesra Klaim Kemiskinan Menurun

“Secara bertahap, angka kemiskinan terus turun, dari 12,9 persen kini tinggal 11,25 persen. Dan kita targetkan penurunan itu bisa mencapai 10 persen,” ujarnya usai bersilaturrahmi dengan beberapa Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Selasa (15/7).

Hadir dalam acara kunjungan Menkokesra ini Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Abdul Wahab, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid, serta Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan KH Dimyati Rimly. Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Nyono Suharly dan Munjdiah Wahab, juga turut mendampinginya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Meski telah mengalami penurunan, Agung mengakui, pada akhir-akhir ini program penanggulangan kemiskinan mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan beberpa hal yang belum bisa berjalan maksimal. “Namun secara keseluruhan angka kemiskinan mengalami penurunan, termasuk angka penganguran juga mengalami penurunan,” imbuhnya.

Agung berharap, program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan kementriannya bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih mendatang. Salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri (PNPM Mandiri).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

”Siapapun presidennya, saya berharap PNPM ini bisa dilanjutkan,” pintanya seraya mengatakan, pihaknya sudah membuat rekomendasi untuk disampaikan kepada presiden terpilih nanti.

Mengapa PNPM? Menko Kesra yang juga wakil ketua DPP Golkar ini mengungkapkan,  alasannya karena PNPM sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat khususnya dipedesaan. “Yakni untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, air, pembangunan ekonomi, dan juga sosial kemasyarakatan, dan proyeknya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, dalam pelaksanaannya di lapangan, PNPM melibatkan masyarakat langsung dan secara nasional untuk angka kebocorannya sangat minim. “Secara nasional, angka kebocorannya  hanya 0,02 persen,” tandasnya.

Sementara itu, dalam safarinya ke Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Agung menyerahkan bantuan ke pesantren di antaranya untuk koperasi pesantren sebesar Rp 200 juta, sembako dari BAZNAS sebesar Rp 50 juta, serta sertifikat peserta BPJS untuk kalangan pesantren.

Menko Kesra juga menyerahkan sertifikat Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 33,05 miliar dari PNPM Mandiri, serta bantuan untuk pembangunan museum sebesar Rp 20 Miliar dari Dirjen Kebudayaan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Meme Islam, Nahdlatul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

Pringsewu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Musholla Toriqoh Hasanah Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung mengadakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan KH Muhlasin dari Purwosari, Lampung Tengah sebagai pengisi taushiyah, Sabtu (22/4) malam.

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

Kiai yang selalu menggunakan logat bahasa Cilacap sebagai ciri khasnya dalam menyampaikan taushiyah ini menjelaskan tentang keutamaan mencari ilmu (ngaji). Dia menerangkan, keutamaan mencari ilmu pahalanya lebih baik dari pada pahala sholat 1.000 rakaat, lebih baik dari menjenguk 1.000 orang sakit, dan menggiring 1.000 jenazah bahkan lebih baik dari 1.000 kali berangkat haji.

"Kenapa? Karena tanpa ilmu dan pengetahuan, kita tidak dapat mengenal Sang Khaliq dengan baik sehingga shalat kita, silaturahmi kita, dan haji kita tidak akan diterima oleh Allah SWT. karena kita tidak tahu ilmunya. Maka, ngaji itu sangat penting dan ngaji adalah sumbernya ilmu,” jelas Kiai Muhlasin.

Tidak hanya itu, melihat fenomena mulai hilangnya kegiatan mengaji di masjid-masjid atau mushola-mushola, dirinya menghimbau agar masjid-masjid dan mushola-mushola dihidupkan dan di ramaikan kembali dengan cara untuk sholat berjamaah dan membudayakan kembali kegiatan mengaji sehingga masjid atau mushola menjadi lebih hidup suasananya.

Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada gurunya, kata dia, maka carikan guru-guru ngaji dari pesantren. Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada anak yang mau mengaji, maka ini tanggung jawab bapak ibu untuk mendidik anak-anaknya agar mau mengaji.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Jangan sampai anak-anak kita menjadi generasi yang bodoh yang tidak tahu ilmu agama. Silakan sekolahkan anak-anak kita setinggi langit, tetapi ingat ngaji harus tetap nomor satu,” tutupnya.

Acara peringatan Isra Miraj tersebut kemudian ditutup dengan doa yang diimami oleh Ustadz Jumangin, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Ambarawa. (Henudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Tegal, Kiai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Legalitas Ma’had Aly Resmi Diakui Negara

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai unsur pemerintah telah meresmikan legalitas Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi khas pesantren, Senin (30/5) bertempat di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. ? Legalitas ini tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015 tentang Ma’had Aly. Legalitas ini juga menjadikan Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Islam dan Umum.

Legalitas Ma’had Aly Resmi Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Legalitas Ma’had Aly Resmi Diakui Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Legalitas Ma’had Aly Resmi Diakui Negara

“Hari ini kita me-launching? 13 pendirian Ma’had Aly secara formal. Ingin kami tegaskan bahwa Ma’had Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren,” ujar Menag.

Lukman menegaskan bahwa PMA tersebut tidak saja memastikan legalitas Ma’had Aly dalam sistem pendidikan nasional, melainkan juga memperjelas kesungguhan komitmen Pemerintah untuk mewujudkan Ma’had Aly setara dan semartabat dengan lembaga pendidikan tinggi agama dan lembaga pendidikan tinggi umum. “Baik dalam pengakuan, status, lulusan, maupun perhatian Pemerintah terhadap keberlangsungan dan pengembangannya,” jelasnya.

Sementera itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin mengatakan, cita-cita mulia untuk mewujudkan Ma’had Aly sebagai instrumen kelembagaan permanen untuk menjawab problem mendasar yang dihadapi umat Islam Indonesia, semakin mendapatkan momentumnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sejumlah persoalan terkait dengan semakin langkanya kiai dan ulama yang berintegritas, berkarakter, dan berwawasan keindonesiaan, akan terjawab melalui layanan pendidikan keagamaan Islam tingkat tinggi di Ma’had Aly,” ujar Kamaruddin.

Dengan demikian, imbuhnya, posisi Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam menjadi sangat signifikan dan strategis bagi masa depan bangsa Indonesia.?

Kamaruddin juga menjelaskan bahwa Ma’had Aly harus bermimpi menjadi World Class University dengan spesifikasi keilmuan agama. “Artinya, kitab atau muqarrar yang dibaca di berbagai universitas ternama di dunia juga dikaji di Ma’had Aly sehingga lembaga ini tidak hanya mempunyai distingsi, tetapi juga mempunyai keunggulan untuk mencetak para kader ulama berkualitas,” tandas Kamaruddin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal





Proses peresmian ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H Mohsen; Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Shalahuddin Wahid; Kasubdit Pendidikan Diniyah, H Ahmad Zayadi, dan para pejabat Kanwil Kemenag Provinsi, Mudhir Mahad Aly, para santri Tebuireng serta para pejabat terkait. Sebelum peresmian, telah diselenggarakan Wisuda Ke-3 Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asari Tebuireng. ? (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Presiden Nikaragua Kunjungi Venezuela

Caracas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, Minggu (3/6), tiba di Caracas dalam sebuah kunjungan solidaritas terhadap pemerintah Venezuela yang menutup sebuah stasiun televisi oposisi RCTV (Radio Caracas Television).

Seperti dilaporkan sumber Prensa Latina, keputusan Chaves untuk tidak memperpanjang lisensi siaran RCTV itu telah mengundang banyak protes dari media-media internasional.

Presiden Nikaragua Kunjungi Venezuela (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Nikaragua Kunjungi Venezuela (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Nikaragua Kunjungi Venezuela

Dalam sebuah demonstrasi besar mendukung keputusan pemerintahannya itu, Chaves menegaskan bahwa kunjungan Ortega adalah untuk memberikan dukungan atas sikapnya yang tegas mengganti stasiun televisi oposisi itu dengan TVES, sebuah stasiun milik pemerintah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Chaves mengatakan, keputusannya itu mendapat dukungan melalui pesan-pesan yang dikirim para pemimpin negara-negara di kawasan Amerika Latin seperti Fidel Castro (Cuba), Evo Morales (Bolivia), Luiz Inacio da Silva (Brazil), dan Alvaro Uribe (Colombia).

Sementara itu, menurut sumber Associated Press (AP), Senin (4/6), Ortega menuding Amerika Serikat (AS) berada di balik unjuk rasa ribuan mahasiswa menentang keputusan Chaves yang meminta RCTV menghentikan siarannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saya melihat anak-anak muda di media berbaris dan berunjuk rasa. Ini sangat menyedihkan. Mereka telah diracuni oleh kebencian," terang Ortega mengomentari sejumlah demonstrasi besar-besaran belakangan ini yang menuduh Chaves membatasi kebebasan berkespresi.

Dalam siaran itu, selain memberikan dukungan atas keputusan Chaves menutup RCTV, Ortega juga mengingatkan untuk menentang "Yankee intervension (intervensi orang Amerika: red).

Seperti dikatakan Menlu Nikaragua, Samuel Santos, setelah melakukan kunjungan solidaritas ke Venezuela, Ortega juga akan berkunjung ke sejumlah negara, seperti Lybia, Aljazair, Iran, dan Italia. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo

Situbondo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Di Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, Tim Kirab Resolusi Jihad 2016 disambut penampilan hadrah Walisongi, Kamis (13/10) malam. Tidak hanya itu, iring-iringan pawai dari santri sepanjang dua kilometer, turut mengiringi Tim Kirab memasuki Ponpes Walisongo.

Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Nariyah dan Pentas Teater Sambut Kirab Resolusi Jihad di Situbondo

Begitu tim tiba di Pondok Pesantren asuhan KH Kholil Asad Syamsul Arifin, upacara penyambutan segera digelar. Bupati Situbondo Dadang Widiarto, Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam, Ketua PCNU Situbondo KH Zaini Samhadi, turut hadir. KH Ahmad Khusyari dan Pengasuh Ponpes Walisongo KH Kholil Asad Syamsul Arifin memberikan taushiyah.

Menurut KH Kholil Asad Syamsul Arifin, Islam adalah agama perdamaian, persatuan, kemanusiaan dan kemerdekaan. Oleh karena itu, umat Islam, harus membantu menciptakan terciptanya perdamaian, persatuan, kemanusiaan, dan kemerdekaan. Dunia pesantren berperan besar dalam kesemuanya itu.

Usai tausiyah oleh KH Kholil, peserta diajak bersholawat. Sholawat yang dibacakan adalah solawat Nariyah. Dipimpin langsung KH Kholil, solawat Nariyah dibawakan dengan beberapa jenis nada atau cengkok.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Iringan musik hadrah dengan dominasi kendang khas Situbondo mengiringi salawat. Tak ayal, lapangan tempat berlangsungnya acara bergemuruh karena ribuan santri yang hadir turut bersemangat menyatu dalam alunan solawat Nariyah.

Dari Ponpes Walisongo, Tim sebenarnya diagendakan berpindah untuk selanjutnya menginap di kantor PCNU Situbondo. Namun agenda mendadak berubah karena pihak ponpes menginformasikan bahwa malam itu santri ponpes telah menyiapkan pentas budaya.

Beberapa anggota tim yang sudah bersiap menuju bus pun, kembali memadati panggung. Adalah Tabbhuen Walisongo, kelompok teater Ponpes Walisongo yang telah menyiapkan pertunjukan. Malam itu, mereka membawakan judul "Setetes Embun di Tengah Padang Tandus".

Pentas teater yang menerjunkan tak kurang dari empat puluh personel, berkisah tentang perjuangan KH Hasyim Asyari dalam masa perang kemerdekaan 1945 hingga melahirkan Resolusi Jihad. Pentas ini didukung antara lain Ahmad Hidayatullah sebagai KH Hasyim Asyari, Moh Wafi sebagai KH Wahab Hasbullah, Aguswedi sebagai KH Bisri Sansuri, Ahmad Dardiri sebagai Jenderal Sudirman, ? Mohammad Amin Toha sebagai Bung Tomo, Mohammad Aqibatul Lutfi sebagai Bung Karno, Mohammad Zaini sebagai Bung Hatta, dan Ahmad Jailani sebagai Ibunda Bung Tomo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk mendekatkan nuansa Surabaya 1945 ke masyarakat terkini, cerita dilengkapi tokoh tambahan Kusno Wibowo dan Markesot yang juga dimainkan secara apik oleh Abdul Wafi dan Ariyanto.

Pentas yang sesekali diiringi ilustrasi musik berupa lagu bernuansa hadrah, berakhir lewat tengah malam. Mohammad Alimus Syahid, penulis cerita, yang ditemui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal selepas pentas, mengatakan pementasan ini merupakan produksi ke-15 kelompok teater mereka. Kisah yang ditampilkan adalah dorongan atau ide langsung dari KH Kholil Asad. Tema ini sesuai dengan Resolusi Jihad NU dan Hari Santri Nasional.

Sebelum dipentaskan, Ali merombak naskah hingga tiga kali. Penulisan naskah ini dilakukan juga dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada KH Agus Sunyoto. Tujuannya agar ada keakuratan cerita karena terkait dengan sejarah. Selain itu, konsultasi juga dilakukan dengan PWNU Jawa Timur.

Kemeriahan solawat Nariyah dan pentas teater, menjadi suguhan istimewa dari Ponpes Walisongo ? yang sulit dilupakan dalam perjalanan Kirab Resolusi Jihad 2016. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Kyai, Habib, Kajian Sunnah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang Qurotul Aini mengajak para pemuda setempat untuk meningkatkan amal baik di bulan Ramadhan. Menurut Aini, kesempatan Ramadhan dapat diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti tadarus Al-Quran, bersedekah, dan perbuatan manfaat lainnya.

Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya kitab umat Islam, Al-Quran. Sebagai umat Muslim, para pemuda di Jombang sudah seharusnya memelihara kitab suci tersebut dengan meningkatkan bacaannya di bulan Ramadhan ini.

Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Ajak Pemuda Perbanyak Ngaji dan Sedekah

"Sering munajat diri, perbanyak sedekah, qiyamul lail, terlebih tadarus. Karena syahru Ramadhan adalah syahrul Quran. Ramadhan itu bulannya Al-Quran," katanya kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal, Kamis (9/6) kemarin.

Aini menambahkan, pada bulan tersebut umat Islam memiliki kesempatan besar untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT dan beramal baik kepada sesama. "Bulan Ramadhan, semua setan mulai dari tipe A hingga Z dipenjara. Kalau sampai masih ada yang berbuat negatif berarti itu nafsu dari masing-masing individu yang masih berkeliaran," ucapnya sambil tersenyum.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk itu, ia mengajak para pemuda mulai memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya. "Harus diisi dengan kegiatan postif, yang negatif dikurangi bahkan kalau perlu dihapus. Minimal menahan hawa nafsu," ujarnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KMNU Nasional Bakal Helat Olimpiade Seni Budaya NU

Bandung, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Presidium Nasional (Presnas) 5 berencana akan menyelenggarakan Nahdlatul Ulama Science and Cultural Art Olympiad (NU-santara) 2015 pada 16-18 Oktober di Bogor, Jawa Barat.

Olimpiade ilmu dan seni budaya NU tersebut merupakan bgian dari upaya KMNU mewujudkan visinya, yakni sebagai pusat kajian keislaman yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah di? perguruan tinggi.

KMNU Nasional Bakal Helat Olimpiade Seni Budaya NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Nasional Bakal Helat Olimpiade Seni Budaya NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Nasional Bakal Helat Olimpiade Seni Budaya NU

Abdul Rahman (Presnas 5) di Bandung mengemukakan, NU-santara 2015 diadakan dengan tujuan menggali potensi, minat dan bakat, serta ajang mengapresiasi prestasi para mahasiswa Nahdlatul Ulama yang memiliki kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan iman dan taqwa (Imtaq) yang mumpuni.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Kegiatan ini terdiri dari empat rangkaian acara, yaitu Lomba Tingkat Nasional, Pelatihan Nasional, Forum Pembina KMNU Se-Indonesia, Seminar Kebangsaan dan Kontemplasi Budaya,” tambah Umam selaku Ketua Panitia NU-santara 2015.

Lomba Tingkat Nasional meliputi Lomba Esai, Lomba Cipta Mars KMNU, Lomba Hadrah, dan Lomba Musabaqoh Qiraatul Kutub dengan kategori peserta mahasiwa D3/S1. Sementara Pelatihan Nasional terdiri dari Pelatihan Administrasi dan Keuangan, Pelatihan Jurnalistik dan IT, Pelatihan NU-Training, Pelatihan Kajian dan Dakwah Aswaja, serta Pelatihan Ke-NU-an dan Ke-KMNU-an yang dikhususkan bagi delegasi dari 12 KMNU perguruan tinggi. ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk Seminar Kebangsaan dan Kontemplasi Budaya, KMNU mengundang masyarakat secara umum untuk ikut berpartisipasi.? Panitia berharap serangkaian acara tersebut menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa NU.

“Mohon doanya kepada semua pihak semoga NU-santara 2015 dapat berjalan dengan sukses dan berkah. Amiin,” tutup Puguh selaku SC NU-santara 2015. Info lengkap perihal tentang ini bisa dilihat dengan mengunjungi web resmi panitia http://nu-santara.kmnu.or.id/. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, Fragmen, Aswaja Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Gus Dur Sumbang Canda

Untuk menggalang dana, rumah sahabat anak Puspita, mengundang KH Abdurrahman Wahid dalam acara Bercanda Bersama Gus Dur. Acara tersebut, dihadiri para donatur lintas iman, para aktivis, mahasiswa, dan warga Nahdliyin.

Selepas acara, Gus Dur berjanji kepada Aang, ketua Yayasan Puspita, akan menyumbangkan uang sebesar lima puluh juta rupiah. Aang pung tenang, anak jalanan yang ia asuh di Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak akan kelaparan.

Setelah seminggu, tak ada kabar orang suruhan Gus Dur mengantar uang. Dua minggu, tiga minggu, bahkan hampir sebulan, belum juga ada tanda-tanda uang itu diantarkan.

Gus Dur Sumbang Canda (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sumbang Canda (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sumbang Canda

Karena penasaran, Aang pun sowan ke Ciganjur, kediaman Gus Dur. Dalam percakapan, ia menanyakan uang yang dijanjikannya.

“Uang apa?”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Uang yang dijanjikan Njenengan pas acara Bercanda Bersama Gus Dur,” jelas Aang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Oh, itu. Nama acaranya kan bercanda, ya sumbangannya juga bercanda.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pondok Pesantren, Khutbah, Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Bimbingan Haji KBIH NU Kebumen Diikuti 19 Majelis

Kebumen, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIH NU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memulai bimbingan manasik haji, Ahad (4/5), di aula kantor PCNU Kebumen. Pembukaan secara resmi dilakukan ketua PCNU setempat, KH Masykur.

Acara ini diikuti para utusan dari 19 majelis manasik haji NU se-Kebumen dan 48 calon jamaah haji 2014. Hadir juga Ketua KBIH NU Kebumen KH Tahrir Masror, KH Yusuf Solahidun, KH Muhlas Kutasari, KH Sahri Al Amin, KH Syukron Humaidi, dan sejumlah pengurus PCNU Kebumen.

Bimbingan Haji KBIH NU Kebumen Diikuti 19 Majelis (Sumber Gambar : Nu Online)
Bimbingan Haji KBIH NU Kebumen Diikuti 19 Majelis (Sumber Gambar : Nu Online)

Bimbingan Haji KBIH NU Kebumen Diikuti 19 Majelis

Dalam kesempatan itu, Masykur menekankan pentingnya pembinaan manasik haji menurut , tata cara peribadatan ala NU. Menurutnya, hal ini sekaligus sebagai pembentengan diri para jamaah agar tak mudah beralih paham.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Jangan sampai warga NU pergi haji kemudian pulang kembali malahan kehilangan tatacara ibadahnya sendiri,” katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh KH Tahrir Masror dan KH Yusuf Solahudin tentang akhlaqul karimah, niat, dan ihram. (Hasc, Somadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Madrasah tsanawiyah An Nahdlah yang didirikan oleh para aktifis muda NU empat tahun lalu telah membuktikan keberadaannya dengan segudang prestasi yang diraih oleh para siswanya.



Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Tahun Berdiri, Madrasah An Nahdlah Raih Segudang Prestasi

Beberapa prestasi yang berhasil diraih diantaranya adalah lulusan terbaik Matematika pada Ujian Nasional se-Depok 2009, juara umum olimpiade MIPA se-Depok tahun 2009, juara umum porseni Muharram se-Jabodetabek tahun 2008, juara I lomba pidato Bahasa Arab satu windu pesantren Rafah Bogor 2008, serta sejumlah prestasi lainnya.

“Dan Alhamdulillah, tahun ini, kami bisa meloloskan tiga orang siswa An Nahdlah untuk belajar di MAN Insan Cendikia, sekolah favorit yang dikelola Kemenag bersaing dengan ribuan anak lainnya,” kata Direktur Direktur Sekolah Asrorun Niam Sholeh dalam acara haflah akhirus sanah atau acara akhir tahun yang diselenggarakan di Pondok Petir Sawangan Depok, Sabtu (26/6).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak heran, segudang prestasi ini mampu diraih karena para siswa yang belajar di sekolah yang memberikan beasiswa penuh ini merupakan anak-anak yang pada tingkat SD harus memiliki ranking 1-3 pada kelas 4-6.

Kebanyakan mereka yang belajar di sekolah ini berasal dari luar daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung dan lainnya. Sekolah juga didukung oleh peralatan yang memadai seperti asrama yang representative, laboratorium komputer dan bahasa, jaringan TV edukasi, pengasuh lulusan pesantren salaf serta kegiatan ekstrakulikuler yang didasarkan pada minat dan bakat masing-masing siswa dengan dipandu pembimbing khusus.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Salah satu motto kami adalah menerapkan kesederhanaan, meskipun memiliki banyak prestasi tetapi peralatan yang kami miliki tidak mewah, tetapi didasarkan pada fungsinya,” tandasnya.

Niam menjelaskan, di sekolah ini, siswa dididik dengan pendekatan skolastik, antara pola pendidikan modern yang memiliki keunggulan dalam bidang pembentukan ketrampilan digabungkan dengan keunggulan sistem pesantren yang memberikan nilai-nilai spiritualitas, etika dan moral.

Ditambahkannya, pada masa remaja ini, siswa diberi bekal yang akan menjadi pondasi bagi masa depannya, yang nantinya akan menjadi mercusuar sesuai dengan bidang dan bakat yang dimiliki.

Beberapa materi tambahan yang diberikan sekolah ini diantaranya musyawarah kitab, muhadlarah atau pidato dalam tiga bahasa, kepramukaan, karya ilmiah remaja, forum sastra, tulawatil qur’an, computer, drumband, musik, marawis, hadrah dan kosidah, life skll, jurnalistik, latihan kepemimpinan dan olahraga.

Buka Aliyah

Selanjutnya, pada tahun ajaran 2010-2011 ini pengurus membuka pendaftaran untuk tingkat aliyah sebagai upaya untuk memberikan pendidikan yang berkelanjutan. Saat ini sudah disiapkan tanah untuk membangun gedung Aliyah, tetapi untuk sementara, kelas I Aliyah akan ditempatkan di gedung yang sudah ada.

?

Pendaftaran dibuka pada 26 Juni-4 Juli 2010 dengan persyaratan mengisi formulir, foto copy ijazah, pas foto 3X4 dan 4X^ serta lulus tes yang meliputi pengetahuan agama, pengetahuan umum dan baca tulis al Qur’an.

Para pengsuh dan pendidik di An Nahdlah ini sebagian besar aktif di NU, Hilmi Muhammadiyah yang menjadi pembina merupakan salah satu ketua PBNU, Asrorun Niam Sholeh (Direktur), mantan ketua PP IPNU dan kini sebagai sekretarias Majelis Alumni IPNU, Abdullah Mas’ud (kepala madrasah), pengurus RMI,? Sulthon Fathoni, (Ka pengembangan minat dan bakat), ketua PP LTN NU, Ridwah Taiyeb (Ka rumah tangga), pengurus PP IPNU dan saat ini aktif di LPBINU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Habib, AlaNu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock