Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Rabat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Jumat (22/3) kemarin, rombongan delegasi PBNU yang di wakili oleh KH Musthafa Aqil (Katib Syuriyah PBNU), KH ? Zulfa Musthafa (Ketua LBM), KH Mahfudz ? Asirun dan ? Doktor H Nasrullah Jasam telah mengadakan pertemuan dengan jajaran petinggi kementrian wakaf ? di Rabat dan disambut baik oleh Dirjen Urusan Agama Islam Dr. Ahmed Kostas.

"Nahdlatul Ulama itu mempunyai paham kegamaan dengan kami, tentu kami ke depan akan lebih pererat lagi hubungan ini," ujar Dr. Ahmed Kostas.?

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Keagamaan NU dibanggakan Penasihat Raja Maroko

Pada hari yang sama kunjungan ini dilanjutkan ke majlis ‘ilmi al a’la Rabat (Badan Pemberdayaan keilmuan pusat ) dengan mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh ? syeikh Dr M. Yesif selaku penasehat raja dan sekjen majlis ilmi al ala Maroko.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pada kesempatan ini Yesif mengatakan, "Saya sangat bangga dengan prinsip NU yang mengedepankan tawassut , tawazun, tasamuh dan itidal, tentu ini sangat tepat kita terapkan dalam medakwahkan islam yang rahmatan lil alamin".?

"Beliau juga salut dengan peran NU yang jamaahnya mencapai 40 juta lebih, bahkan kalau ada waktu longgar ulama NU akan diajak jalan-jalan untuk diperkenalkan dengan seluruh ulama Maroko," kata Muanif Ridwan, ketua tanfidziyah PCINU Maroko.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

H Ali Syahbana, wakil ketua Tanfidziyah PCINU Maroko yang juga menjabat sebagai Badan Pengawas Organisasi (BPO) PPI Maroko mengatakan, sore harinya rombongan ini menghadiri acara Maulid Nabi biqiraati Maulid Dibai yang bertempat di di masjid Indonesia, Kenitra. ? Acara ini diadakan oleh PCI NU Maroko bekerja sama dengan KBRI Rabat dan al Majlis al Ilmi al Mahalli Kenitra.?

Turut hadir pula Duta Besar ? Republik Indonesia Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja beserta sekprinya, Pensosbud KBRI Rabat, Bpk. Suparman Hasibuan, para pengurus dan anggota PCINU Maroko dan juga sejumlah pengurus dan ? anggota PPI Maroko dan para mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra. .?

Dalam kesempatan ini juga rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi asrama mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibn. Thufail, Kenitra.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam?

Kontributor : Kusnadi El-Ghezwa*?

* Koordinator Departemen Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Talif wa Nasyr PCINU Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Quote, Meme Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Santri, Fragmen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak kurang dari sepuluh ribu ibu-ibu dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di arena Kongres Ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak Rabu (23/11) malam. Hingga Jumat (25/11) padatnya arena kongres tak membuat asrama yang dibangun sejak tahun 1974 itu penuh sampah.

Di sepanjang pagar dan dinding gedung utama hingga lapangan manasik, berjejer karangan bunga dan spanduk ucapan selamat atas perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat NU. Sejumlah spanduk iklan menggelorakan kebersihan, tampak memberi sugesti tersendiri bagi para peserta.

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompak dan Profesional, Kongres Muslimat NU Bebas Sampah

Sejuknya suasana Kongres Muslimat NU diakui petugas keamanan Asrama Haji Pondok Gede, Triokarno (33). “Banyak organisasi bikin kegiatan di sini. Tapi memang, baru kali ini semua panitia dan peserta juga terlibat dan komitmen dalam urusan kebersihan,” paparnya, Jumat (25/11).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Trio teringat, kongres sebuah organisasi tertentu yang dihelat tahun 2013 lalu. “Dulu pernah ada kongres ricuh di sini sampe bakar-bakaran. Kalau kongres yang ini, sepekan sebelum kegiatan, kami sudah diajak berembuk oleh panitia. Dari urusan keamanan sampai urusan kebersihan. Kami merasa sangat terbantu. Karena NU menurunkan banyak relawan,” imbuhnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Untuk urusan kebersihan saja, menurut Trio, ada 150 relawan yang terlibat. Belum untuk urusan keamanan, konsumsi dan sebagainya. Itu, kata Trio, disampaikan Panitia Kongres dalam rapat gabungan bersama pengelola Asrama Haji, Kamis (17/11).

“Mereka yang berkaos biru itu dari pelajar, yang berkaos putih dari Banser. Yang berbatik dari mahasiswa NU (PMII) katanya. Termasuk dari TNI dan Kepolisian juga ikut serta membantu. Jadi kalau ada yang perlu digotong, mereka semua sigap membantu,” jelasnya.

Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Panitia Kongres Muslimat Ke-17 NU Rizky Wijayanti mengungkapkan, para peserta memang diberi arahan khusus oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU untuk menyukseskan kegiatan, tak hanya dari sisi acara, tapi juga dari sisi kebersihan.

“Ini inisiatif dari Muslimat untuk memberi teladan bagi yang lain. Bahwa dalam berkegiatan apa pun, dengan massa sebanyak apa pun, kita bisa berkomitmen menjaga lingkungan,” kata Rizky.

Kampanye menjaga lingkungan itu, bahkan juga didengungkan berkali-kali di ruang Media Centre. Para panitia tak henti-hentinya mengingatkan para jurnalis untuk membuang sampah bekas makan dan minum, di tempat yang telah disediakan. “Tolong ya wartawan yang ganteng dan cantik, setelah makan, sisanya jangan ditinggal di meja. Tapi dibuang ke tempat sampah ini,” kata Enny Jamilah, panitia yang standby di ruang Media Centre. (Abdul Malik Mughni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

Palu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal?

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5). Pada kesempatan itu, Presiden meminta kepada masyarakat Indonesia untuk berhenti dari saling memghujat, memfitnah, mendemo, demi keutuhan persatuan Indonesia.?

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-19 PMII di Palu

"Jangan lupa jaga persatuan kita. Kita ini saudara," katanya pada kongres bertema "Meneguhkan Konsensus Negara untuk Indonesia Berkeadaban" yang berlangsung 15-19 Mei itu?

Menurut presiden yang akrab disapa Jokowi itu, jika masyarakat terus-terusan saling menghina, menghujat, dan mendemo, maka Indonesia tidak maju-maju, jauh tertinggal dari negara-negara lain.

"Habis energi kita kalau terus-terusan pada hal-hal kaya ini," katanya.

Jokowi mengingatkan bahwa, perbedaan yang ada pada Indonesia baik dari segi agama, suku, bahasa dan yang lainnya merupakan hukum dan takdir Tuhan yang harus disyukuri.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

? "Kita memang berbeda, kita beraneka ragam. Tapi inilah kekuatan kita," katanya.?

Jokowi didampingi Menko PMK Puan Maharani, Gubernur Sulawesi Tengah Loki Janggola, dan ketua Umum PB PMII Aminudin Maruf membuka kongres dengan menabuh bedug.?

"Dengan mengucapkan bismillahirrahim. Kongres Ke-19 dibuka, " ujar jokowi diikuti menabuh bedug.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tampak hadir kabinet kerja seperti Menpora Imam Nahrawi, Menristekdikti M. Natsir, Menakertrans Hanif Dakiri, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan lain-lain. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Setelah dilakukan tabulasi, telah terpilih anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh Muktamirin. Pjs Rais Aam KH Musthofa Bisri dan KH Hasyim Muzadi ternyata tidak termasuk dalam Sembilan nama tersebut.

Berikut daftar anggota Ahwa pilihan para Muktamirin, Rabu (5/8) di ruang sidang komplek alun-alun Jombang, Jawa Timur beserta perolehan suaranya.

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

KH Makruf Amin Jakarta, (313 suara)

KH Nawawi Abdul Jalil Pasuruan Jatim (302)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

TGH Turmudzi Badruddin NTB (298)

KH Kholilul Rahman Martapura, Kalsel (273)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

KH Dimyati Rais Jateng (236)

KH Ali Akbar Marbun Sumatra Utara (246)

KH Maemun Zubeir Jateng  (156)

KH Makhtum Hannan Jabar (142)

KH Mas Subadar Pasuruan Jatim (135)

Begitu ditetapkan nama-nama tersebut, mereka akan bersidang untuk memilih Rais Aam PBNU yang akan memimpin NU periode 2015-2020. Mereka mengadakan pemilihan rencananya pada pukul 08.00 WIB malam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sholawat, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pola relasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa sebatas mengandalkan modernisasi struktur. Memasuki abad ke-2, NU sebagai organisasi harus mampu mengkombinasi empat pilar kekuatan yang dimilikinya, nasab, sanad, struktur, dan kultur.?

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

Empat elemen ini, merupakan penataan pola relasi yang baik organisasi NU menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis dan terbuka. Sebaliknya, justru yang terjadi hari ini adalah rasa memiliki yang semakin kuat, tanpa diiringi rasa tanggungjawab.?

“Banyak pihak lebih mudah mengatasnamakan NU sebagai jalan pintas mendapat keuntungan, tanpa memikirkan dampaknya buat organisasi, termasuk warga NU,” kata Hery Haryanto Azumi, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU), Ahad (23/10/2016).

Ia menegaskan, hubungan nasab dan sanad, harus teraplikasi dalam bentuk tanggungjawab struktural dan kultural. Hal ini dilakukan agar setiap program kerja yang digagas bisa terukur. Terutama mengukur setiap risiko dari program kerja.?

“Implikasinya terhadap masa depan organisasi NU itu juga harus dipetakan,” tegas mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) ini.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kemudian dimana pentingnya Sanad? Ditanya demikian, Hery-demikian ia akrab disapa menambahkan, adalah menanamkan posisi pengetahuan sebagai pondasi dalam perjalanan peradaban manusia. Harapannya, ada gambaran tentang peta pengetahuan secara sektoran dan sebarannya.?

Berarti, lanjut dia, menjadi penting kekuatan sumber daya di tubuh organisasi NU. Sumber daya sosial menjadi basis legitimasi bagi keberadaan NU itu sendiri, baik itu kemarin, hari ini dan masa mendatang. “Ini perlu dukungan kemampuan sumber daya manusia pada struktur organisasi NU, sebagai pelaksana mandat sosial,” ujarnya lagi.?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Modernisasi struktur yang terjadi hari ini, tidak mengikutsertakan nasab dan sanad. Kondisi ini berbahaya dan justru bisa memicu konflik kekuatan struktural dengan kultural, Hery menambahkan.?

Seharusnya, struktur NU mampu mengakomodir kepentingan atau kebutuhan warga NU, dengan melakukan social service sebagai upaya membangun komunikasi timbal balik - simbiosis mutualisme antara jam’iyyah dengan jamaah.

“Semua tidak akan berjalan baik, apabila nalar kekuasaan dan mencari keuntungan lebih dominan. Sense of belonging harus seiring dengan sense of responsibility,” tegasnya.?

Untuk itu ke depan, lanjut dia, organisasi NU harus mengintegrasikan empat kekuatan tadi, nasab, sanad, struktur dan kultur, yang fungsinya saling menguatkan. “Cara yang bisa menyatukan kekuatan itu melalui permusyawaratan ulama. Permusyawaratan ulama ini menjadi pengikat,” tandasnya. (Aras/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Jeddah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Syekh Saad al-Hijri, anggota komite yurisprudensi Provinsi Asir, Arab Saudi, membuat geger warga di negara setempat usai mengatakan bahwa perempuan tak semestinya mengemudikan kendaraan karena tidak ada dalil agama yang mendukung tentang itu.

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Lebih lanjut al-Hijri mengatakan, perempuan hanya memiliki seperempat akal sehingga ia tak bisa membuat keputusan saat berada di balik kemudi.

Al-Hijri melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah ceramah di depan khalayak di kota Khamis Mushait barat daya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/9).

Ceramah al-Hijri pun mengundang kemarahan dari para pengguna media sosial di Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menuntut agar pemerintah melarangnya berceramah dan menerbitkan fatwa. Reaksi ini direspon oleh Gubernur Asir Pangeran Faisal bin Khalid bin Abdulaziz dengan mencekal al-Hijri dari aktivitas ceramah.

Juru bicara gubernur Asir, Saad bin Abdullah al-Thabet, dalam sebuah siaran pers mengatakan, Pangeran Faisal telah mengeluarkan perintah untuk merespon pernyataan al-Hijri yang membuat gempar jagat media sosial dan mengecewakan banyak orang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Thabet menambahkan, pembebas-tugasan al-Hijri dari kegiatan berceramah merupakan langkah yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan mimbar keagamaan sebagai ajang produksi statemen kontroversial dan merendahkan orang.

Ia bahkan mengingatkan, keputusan serupa akan diambil terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan mimbar agama untuk menyuarakan pendapat yang merendahkan orang. (Red: Mahbib)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB

Mataram, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menyambut baik seminar LPBHNU NTB yang dihadiri Kepala BPN NTB, Kepolisian, dan pengadilan tinggi agama NTB ini. Pihak PWNU NTB berharap instansi terkait seperti BPN NTB dan pihak aparat untuk melakukan aksi nyata dalam menyelesaikan masalah pertanahan di Lombok dan sekitarnya.

Ketua PWNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur menyatakan terima kasih kepada para hadirin atas perhatiannya pada isu pertanahan di kawasan NTB. Taqiuddin Mansur menilai isu pertanahan merupakan persoalan masyarakat yang sangat krusial dan agak rumit.

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB

“Kami berharap khususnya narasumber dan instansi terkait tidak berhenti sampai pada seminar, tetapi perlu ada tindak lanjutnya,” kata Taqiuddin Mansur di akhir seminar di aula kantor PWNU NTB jalan Pendidikan nomor 6 Mataram, Senin (16/3).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia juga mendukung inisiatif awal dari Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) NTB untuk mengangkat wacana pertanahan di NTB. Langkah konkret ke depan, kata Mansur, LPBHNU NTB perlu melakukan pendampingan di masyarakat soal pertanahan.

Sementara Ketua BPN NTB Budi Suryanto menyatakan siap menjalankan tugas sesuai undang-undang. Saat ini, menurutnya, ia baru menjajaki masalah pertanahan di NTB. “Saya baru 5 bulan tugas di sini.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Ia berjanji akan segera menyelesaikan persolan tanah dan melakukan pendekatan berbasis spiritual, secara kekeluargaan, dan sejenisnya. Kalau dengan cara ini juga buntu, penyelesaian secara hukum merupakan jalan terakhir.

“Karena BPN tidak berwewnang untuk memutuskan perkara hukum melainkan menerbitkan sertifikat jika sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya menekankan kepada jajarannya untuk manata ketertiban administrasi agar tidak ada sertifikat ganda,” tandas Budi. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Sunnah, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Sidoarjo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pemuda Ansor Sidoarjo menanam sebanyak 350 pohon jenis sengon, trembesi dan mahoni. Mereka menempatkan pohon bantuan dari Dinas Kehutanan Jatim itu di sepanjang jalan raya Prambon hingga kecamatan Krian, Sidoarjo, Ahad (12/4).

Penanaman pohon dilakukan guna meminimalisir terjadinya pemanasan global serta melakukan upaya keselamatan dunia. Pengurus GP Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan pohon sebanyak 1.000 pohon.

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengatakan, penanaman pohon tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Harlah Ke-81 Ansor atas kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Dipilihnya wilayah tersebut mengingat lokasinya masih belum ada pohon pelindung yang ditanam di pinggir jalan raya Prambon hingga Krian Sidoarjo," kata Slamet Budiono.

Menurut Sekretaris GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, dengan penanaman pohon itu diharapkan Sidoarjo menjadi hijau dan tidak gersang.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Saat ini waktunya untuk membiasakan diri menanam kebaikan, baik itu menanam pohon maupun menanamkan amal perbuatan yang baik," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Humor Islam, Budaya, Cerita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama atau LPPNU. Termasuk warga dan pengurus NU sendiri. Upaya memperkenalkan kiprah lembaga ini harus terus dilakukan.

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani

Keluhan akan  hal ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah LPPNU Jawa Timur Wazir Wicaksono saat bertemu sejumlah kelompok tani dan perikanan, serta pegiat UMKM di Jombang, Jawa Timur, Rabu (25/3). Kenyataan ini harus menjadi acuan bagi pengurus untuk kerap menyapa masyarakat, khususnya petani.

“Padahal kalau kita membuka sejarah, peran NU dalam membina dan mendampingi petani telah teruji,” katanya. Saat peristiwa Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) tahun 1965, NU telah mendampingi petani dengan Pertanu atau Persatuan Tani Nahdlatul Ulama, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dengan kiprah dan rentang sejarah yang demikian panjang ini semestinya warga NU sudah bisa memahami kiprah NU dalam mendamping petani. “Namun kalau kemudian sekarang banyak yang mempertanyakan, mungkin hal tersebut terkait intensitas para pengurus LP2NU dalam mendampingi petani,” tandas pria yang kerap disapa Pak Wazir ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, ada banyak tugas berat yang diemban oleh LPPNU. “Yang kita urusi di samping pertanian, juga perkebunan dan peternakan,” ungkap Pak Wazir. Demikian juga kelautan dan perikanan, hutan dan tata ruang, energi hayati, pembangunan desa hingga lingkungan hidup, lanjutnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Praktis, dengan tugas yang kian besar itu mengharuskan kami untuk bisa menjadi tempat berdiskusi dan dimintai pertimbangan terkait peraturan yang akan digulirkan,” terangnya.

Kendati demikian, tugas utama dari kepengurusan LPPNU di sejumlah tingkatan adalah melakukan pendidikan kepada petani. “Karena zaman telah berubah maka para petani harus selalu diberikan informasi terkait perkembangan pertanian terbaru,” ungkapnya.

Yang terbaru adalah akan diberlakukannya peringatan dini terkait perubahan cuaca di beberapa daerah. “Ini sangat penting agar petani bisa melakukan persiapan bagi komoditas yang akan ditanam,” terangnya. Karena musin yang ada selama ini kurang bersahabat dan kadang di luar prediksi, lanjutnya.

Dengan pantauan satelit yang bisa diakses di sejumlah desa tersebut, maka para petani dapat dengan tepat menanam tanaman yang sesuai dengan musimnya.  “Karena ilmu yang selama ini digunakan untuk memprediksi musim ternyata tidak sesuai dalam kenyataan,” katanya. Hal ini terbukti, ada yang menanam komoditas tertentu lantaran diperkirakan memasuki musim kemarau, namun ternyata masih terjadi hujan. Akibatnya, tanaman gagal panen dan sejenisnya.

“Tugas berat inilah yang diemban pengurus LPPNU di daerah agar keberadaannya semakin dirasakan masyarakat, khususnya petani,” pungkas Pak Wazir. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Syariah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

Pariaman, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pariaman menggealr aksi damai ke gedung DPRD Kota Pariaman, di Manggung, Rabu (11/11/). Aksi demonstrasi digelar dalam rangka hari Pahlawan 10 Nopember 2015.

PMII Kota Pariaman dalam tiga butir tuntutannya meminta agar DPRD Kota Pariaman menjadi pahlawan untuk kemaslahan umat. Kemudian meminta DPRD agar memikirkan kepemudaan sesuai amanat UU No 40 tahun 2009, sebagai wujud estafet pahlawan bangsa.

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Ini 3 Tuntutan PMII kepada DPRD Kota Pariaman

Tuntutan ketiga meminta DPRD Kota Pariaman memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang, demi mewujudkan pahlawan yang diharapkan bukan demi kepentingan politik pribadi atau partai.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Aksi demonstrasi PMII langsung dipimpin Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham. Tapi tak satupun dilayani anggota DPRD Kota Pariaman. Seluruh anggota DPRD Kota Pariaman sedang dinas luar daerah.

Mahasiswa melanjutkan aksinya ke Kantor Balaikota Pariaman di jalan Imam Bonjol Kota Pariaman. Para mahasiswa menggelar aksinya juga dengan berorasi di halaman Kantor Balaikota tersebut. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Keterangan Foto: Ketua PC PMII Kota Pariaman Jupmaidi Ilham tengah berorasi di halaman Balaikota Pariaman, Rabu (11/11/2015).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Tegal, Pertandingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya

Puasa terbagi dua macam: puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib ialah puasa yang diharuskan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya, puasa Ramadhan. Sementara puasa sunnah ialah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikerjakan dan tidak berdosa orang yang meninggalkannya. Dalam kitab fikih, ada banyak macam puasa sunnah, mulai yang mingguan, bulanan, dan tahunan.

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dalil Puasa Sya’ban Beserta Hikmahnya

Dari sekian banyak puasa sunnah, puasa Sya’ban termasuk puasa yang paling banyak keutamaan dan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya. Bahkan Rasulullah SAW sendiri sangat senang melakukan puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa di bulan tersebut. Oleh sebab itu, Syeikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayatul Zein mengatakan:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Puasa Sya’ban (disunnahkan) karena Rasulullah SAW menyukai puasa pada bulan itu. Siapa yang puasa Sya’ban, dia akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW di hari akhirat kelak.”

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penjelasan Syekh Nawawi ini diperkuat oleh banyak hadis dan kesaksian sahabat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menyukai puasa Sya’ban dan memperbanyak puasa pada bulan tersebut. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Ibnu Khuzaimah menampilkan sebuah riwayat dari ‘Aisyah,? dia berkata:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bulan yang paling disukai Rasulullah SAW untuk berpuasa ialah Sya’ban, kemudian dilanjutkan dengan puasa Ramadhan”

? ? ?

Dalam riwayat al-Bukhari, ‘Aisyah? mengatakan:



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku tidak melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat melihat beliau banyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban.

Selain dua riwayat di atas, ada banyak hadis shahih lain yang memperkuat kesunnahan puasa Sya’ban. Paling tidak dua hadis di atas sudah menggambarkan kecintaan Rasul pada bulan Sya’ban. Di antara hikmah puasa Sya’ban, menurut Syeikh Nawawi, orang yang memperbanyak puasa pada bulan tersebut akan mendapatkan syafaat Rasul di hari akhirat kelak, sebab sudah melakukan amalan ibadah yang disukai Rasulullah SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Hikmah, RMI NU, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 23 November 2017

Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai

Banyumas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal - Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Crops Brigade Pembangunan (CBP) dan Krops Pelajar Putri (KPP) Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas menggelar acara bakti sosial. Mereka membersikan pantai Widara Payung Kabupaten Cilacap, Kamis (11/5).

Acara ini digelar untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H. "Bulan Ramadhan bulan suci. Jadi mari kita sambut bulan suci ini dengan membersihkan lingkungan," kata Komandan CBP Banyumas Imam.

Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Korp Pelajar NU Banyumas Bersih-bersih Pantai

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengampanyekan laut bersih. "Kita harus selalu menjaga alam, termasuk pantai dan laut," lanjut Imam.

Ia juga mengimbau warga sekitar pantai Widara Payung Cilacap untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pantai agar tetap bersih dan asri. "Kalau bersih enak dipandang mata, terlihat sejuk dan damai," jelasnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selain anggota CBP dan KPP Kabupaten Banyumas, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa perwakilan dari CBP dan KKP Kabupaten Cilacap dan Kebumen.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

"Ada 99 anggota dari tiga Kabupaten, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Namun paling banyak dari Banyumas," kata Wahyu, ketua panita kegiatan.

Langkah kegiatan organisasi sayap IPNU dan IPPNU ini untuk bersih-bersih pantai mendapat respon yang baik dari warga sekitar pantai.

"Saya acungkan jempol untuk mereka, khususnya yang dari luar Cilacap. Mereka rela datang untuk membersihkan sekadar pantai," kata Ali Fuadi, warga Cilacap yang saat itu berada di lokasi. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Humor Islam, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kamis, 16 November 2017

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Way Kanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Kegagalan menutup mata dari persoalan kemanusiaan merupakan suatu kebahagiaan. Hal ini disampaikan Ketua PC GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto usai menyerahkan dana donasi Rp8,9 juta untuk Tasrini, warga Kampung Panengahan Kecamatan Negeri Agung. 

"Kami hanya menyalurkan hati, kepedulian para donatur yang dihimpun dari website kitabisa.com," ujar Gatot di Blambangan Umpu, Kamis (3/3).

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Didampingi Andreas Natalis Sapta Aji dari Pemuda Katholik dan Dian Firasta dari Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), dana donasi tersebut diserahkan kepada sepupu Tasrini, Teguh Yuwono, disaksikan Kepala Kampung Penengahan Hasanudin dan sejumlah warga setempat.

Menurut Gatot, dana berhasil dihimpun dari situs donasi dan menggalang dana (fundraising) untuk inisiatif, dan program sosial kitabisa.com sejumlah Rp8.793.261 dan selanjutnya dibulatkan menjadi Rp8,8 juta. Namun menjelang keberangkatan menuju tempat Tasrini mendapat tambahan Rp100 ribu, sehingga total diserahkan Rp8,9 juta.

"Persoalan kemanusiaan seperti dialami Tasrini tidak layak dilihat dari sudut pandang suku hingga agama. Aji dari Pemuda Katholik ini rajin menyebarkan kampanye penggalangan dana sosial untuk Tasrini melalui media sosial. Karena itu, kami akui, jika gagal menutup mata terhadap persoalan kemanusiaan, namun itu membahagiakan sehubungan bisa membantu sesama kendati kecil," ujar alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) itu lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Penyerahan dana donasi tersebut, lanjut Gatot yang juga penggiat Gusdurian di Lampung itu menambahkan, merupakan bentuk tanggung jawab terhadap para donatur, lahir batin tidak ada tendensi apa-apa, murni dan murni kepedulian sosial bagi sesama.  

Setelah dilepas Pj Bupati Albar Hasan Tanjung 15 Februari 2016, Tasrini bertolak menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Jakarta, untuk menjalani pengobatan atas penyakitnya.

Teguh yang sempat mendampingi Tasrini di RSCM kemudian menuturkan, dokter yang menanganiTasrini menyatakan jika penyakit tersebut merupakan kasus terparah yang pernah ditangani, sehingga membutuhkan tempo untuk kesembuhannya, diperkirakan sekitar enam bulan.

"Sementara ini Anak-anak Tasrini ikut neneknya, lalu Tasrini ditampung di Yayasan Kanker Indonesia. Kemudian biaya dikenakan untuk Samidi, suami Tasrini  yang mendampingi pengobatan setiap hari Rp35 ribu, sudah termasuk makan, kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada media, Ansor dan para donatur yang berkenan membantu keluarga kami," ujar Teguh lagi.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senada Teguh, Hasanudin juga menyampaikan terima kasih atas penyerahan dana donatur yang disampaikan untuk warganya itu.

"Terima kasih kami sampaikan kepada media, Ansor dan semua pihak yang ikut serta memikirkan warga kami. Semoga apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan mendapat balasan setimpal dari Allah," ujar Hasanudin. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Rabu, 01 November 2017

Pencetak Banyak Hafidzah

Hari itu, langit dan bumi pesantren Babakan-Ciwaringin-Cirebon tiba-tiba ‘basah’. Bukan karena hujan lebat yang menimbulkan genangan banjir, melainkan karena para keluarga, santri, dan masyarakat meneteskan tangis air mata. Salah seorang ulama perempuan yang hafizhah itu wafat meninggalkan semuanya.

Sosok ulama perempuan hafizhah itu tak lain, Nyai Hj Izzah Syathori Fuad Amin, salah seorang pengasuh pesantren Bapenpori (Balai Pendidikan Pondok Putri) al-Istiqomah, putri dari al-Maghfurlah KH Abdullah Syathori (sesepuh pesantren Dar al-Tauhid, Arjawinangun), dan istri mendiang KH Fuad Amin (sesepuh pesantren Raudlatut Tholibin, Babakan-Ciwaringin). Beliau dipanggil oleh-Nya, 3 September 2013.

Nyai Izzah adalah sosok yang istiqomah dalam mencerdaskan umat, melalui pengajian rutin; pengajian kitab kuning maupun al-Qur’an. Tak mengenal kata lelah dan bosan dalam hal mengajar ngaji kepada para santri maupun masyarakat luas. Ini terbukti, salah satunya saat upacara pemakaman mendiang. Tak seperti biasanya, ribuan orang berjejalan dan sesak memenuhi areal maqbarah Raudlatut Tholibin.

Pencetak Banyak Hafidzah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencetak Banyak Hafidzah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencetak Banyak Hafidzah

Tak tahu ada berapa kali sesi shalat jenazah saat itu, baik yang berlangsung di pelataran masjid maupun saat sudah dimakamkan. Saya begitu yakin, ini karomah dan keistimewaan dari seorang hamba yang begitu mencintai dan mengabdikan sepenuh hidupnya demi dan untuk kelestarian al-Qur’an.

Pengajian yang istiqomah dilakukan Nyai Izzah pun sederhana. Untuk pengajian jami’iyah rutin mingguan, beliau hadir di hadapan para ibu-ibu menjelaskan berbagai macam ilmu. Pengajian seperti ini berlangsung di Babakan dan Arjawinangun. Jamaah pun menyimak dan berikutnya menampung banyak pertanyaan bernada keluh kesah seputar kehidupan agama, sosial, dan ekonomi rumah tangganya.

Nyai Maryam Abdullah, salah seorang menantu mendiang pernah bercerita: “Sering kali saya menyaksikan setiap malam Jum’at, beliau (al-Marhumah) hendak pergi mengajar pengajian ibu-ibu di Arjawinangun, walaupun dalam kondisi hujan, dan sekalipun harus naik becak tetap dilakoninya. Sebagai pemimpin jami’iyah di Babakan dan Arjawinangun beliau dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas dan memiliki karakter mobilisator.”

Sementara saat di pesantren, Nyai Izzah akan setia membimbing para santriwati. Mengaji al-Qur’an misalnya, para santriwati berbaris rapi, bergiliran menyetorkan bacaan al-Qur’annya. Saking banyaknya santriwati yang ingin belajar mengaji al-Qur’an kepada beliau, setiap sesi setoran bacaan, beliau sanggup menyimak tidak kurang dari enam orang sekaligus secara bersamaan, masing-masing tiga orang santriwati di baris sebelah kanan dan kiri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Tak hanya para santriwati, semua para Nyai yang ada di pesantren Babakan-Ciwaringin belajar mengaji al-Qur’an kepadanya. Beliaulah memang ulama perempuan paling otoritatif dalam bidang al-Qur’an baik di wilayah pesantren Babakan-Ciwaringin, pada khususnya, Cirebon dan Jawa Barat pada umumnya.

Jika ditelusuri jejak intelektualnya, Nyai Izzah sendiri mesantren dan belajar mengaji langsung kepada al-Maghfurlah KH Mahfudh Mas’ud, pimpinan pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Ia pun mampu menghafal al-Qur’an (hafizhah) dalam waktu yang relatif singkat, hanya 9 bulan.

Demikianlah, maka pesantren Bapenpori al-Istiqomah, masyhur sebagai pesantren yang istiqomah mencetak para hafizhah, santriwati penghafal al-Qur’an. Putera-putrinya pun demikian, cerdas dan hafizh-hafizhah. Itu semua tak lain merupakan buah dari keberkahan, kecerdasan, dan keistiqomahan Nyai Izzah sebagai pengasuh dan pendidik di pesantren.

Yang sangat mengesankan, banyak di antara kaum ibu yang awalnya buta huruf al-Qur’an atau bahkan lidahnya susah untuk melafadzkan ayat-ayat al-Qur’an tetapi akhirnya fasih dan hafal surat-surat penting

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Saking istiqomahnya beliau dalam hal mengaji, saat hendak bepergian jauh pun beliau selalu mempertimbangkan agar tidak ketinggalan waktu mengaji. Setahu saya beliau juga orangnya ulet dan telaten dalam mengajar. Siapapun yang ingin mengaji kepada beliau mulai dari kalangan anak-anak sampai orang tua pasti dilayaninya dengan senang hati.

KH Thohari Shodiq, salah seorang pengasuh pesantren Raudlatut Tholibin, berkali-kali menegaskan bahwa Nyai Izzah adalah satu-satunya Nyai sepuh yang alim, terutama dalam hal kajian kitab kuning. Selain alim dalam kajian al-Qur’an.

Akhirnya, kita memanjatkan do’a, semoga Nyai Izzah berbahagia di bawah naungan surga-Nya. Demikian juga yang ditinggalkan, baik para santri, keluarga, dan masyarakat dapat tabah serta menimba keteladanan, keistiqomahan, dan keikhlasan dari seorang ulama perempuan yang hafizhah ini. Amin.

?

Mamang M. Haerudin

Ketua LP3M STID AL-Biruni Cirebon, khadim al-Ma’had pesantren Raudlatut Tholibin Babakan-Ciwaringin.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Sholawat, Makam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Cak Imin Sampaikan Pentingnya Ber-PMII

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) H. Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya kepada PMII.

Menurutnya, PMII telah berhasil membawa rasa bangga dan syukur sekaligus semangat baru untuk terus konsisten berjuang menanamkan bibit-bibit nilai kejuangan dan kepemimpinan.

Cak Imin Sampaikan Pentingnya Ber-PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Imin Sampaikan Pentingnya Ber-PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Imin Sampaikan Pentingnya Ber-PMII

“Insyaallah kalau pernah minum ‘air’ PMII tidak akan luntur akidah Ahlussunnah Wal Jamaah-nya di manapun berada,” kata Cak Imin saat memberikan sambutan pada Harlah ke-57 PMII di Kantor PB PMII, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (17/4).?

Ketua PB PMII periode 1994-1997 ini meminta kepada kader-kader PMII untuk terus menjaga dan mengawal nilai-nilai dan cita-cita gerakan mahasiswa Islam Indonesia di manapun berada.

Kesuksesan sosok Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang pernah menjadi kader PMII, menurutnya, bisa dijadikan nilai juang dan spirit, selain juga nilai-nilai pengkaderan PMII.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Ini akan menjadi modal kita mengabdi di mananpun,” kata Cak Imin.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tak henti-hentinya mengekspresikan kebanggaan dan kebahagiaan kepada organisasi yang telah membesarkannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

“Sekali lagi saya bangga ber-PMII, saya bangga dan bersyukur pernah ber-PMII, saya dan kita semua bangga dan bersyukur, Insyaallah melalui PMII ini akan menyatukan dan mengingatkan perjalanan kehidupan bangsa dan negara,” tegasnya.

Hadir dalam peringatan Harlah ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua DPP PPP Romahurmuzy, Pendiri PMII KH Nuril Huda, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H. Imam Nahrawi, Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini, Putra Mahbub Djunaidi Isfandiari, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf, dan sejumlah tokoh lainnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Pesantren, Amalan, Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh

Jombang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Untuk menumbuhkan semangat berkhidmat kepada organisasi, sejumlah pengurus harian Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang, Jawa Timur, bersilaturrahmi ke para sesepuh perempuan NU yang aktif berjuang di Muslimat tempo dulu.

"Apa yang kami lakukan sekarang sebenarnya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kiprah pendahulu," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang Hj Aisyah Muhammad di sela-sela kunjungan tersebut, Senin (3/3).

Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Semangat Juang, Muslimat Jombang Sowan ke Para Sesepuh

Bagi cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini, semangat para aktivis Muslimat periode awal sangat luar biasa. "Dengan keterbatasan sarana yang ada ditambah kesibukan sebagai perempuan di rumah maupun profesi lain, masih menyempatkan untuk berkhidmat bagi umat," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Karena itu untuk mengenang perjalanan dan kiprah mereka, para pengurus melakukan silaturahim. "Besar harapan hal ini akan memberkan spirit bagi perjuangan kami para penerus untuk tidak capek dalam berbuat demi umat," ungkapnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dalam kegiatan ini sejumlah pengurus harian turut serta. Mereka bersilaturahim ke Amah, salah seorang aktivis Muslimat NU di Kecamatan Mojowarno. "Kami juga mengunjungi Hj Fatimah yang juga aktivis Muslimat pada zamannya di Kecamatan Jogoroto," katanya.

Tidak jarang para pengurus harus meneteskan air mata ketika para sesepuh menceritakan kiprah mereka saat mengabdi. "Hal ini menambah keyakinan kami bahwa melayani umat adalah ibadah tak ternilai," kata Bu Is, sapaan akrabnya.

Para sesepuh mengingatkan agar aktivis muda sekarang untuk terus dibimbing dan diajak peduli dengan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan warga. "Kalau tidak mereka, siapa lagi yang akan meneruskan dakwah ini," kata Bu Is menirukan wejangan sesepuh. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Humor Islam, Khutbah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

GP Ansor NTT Dukung Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Kupang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Pengurus GP Ansor NTT menginstruksikan anggotanya untuk berperan aktif membantu Polda NTT dalam gerakan pemberantasan narkoba. Para anggota Ansor NTT setidaknya melaporkan indikasi peredaran narkoba dengan jenis apapun ke pihak kepolisian.

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengatakan, generasi muda NTT harus mendukung gerak langkah satuan Narkoba Polda NTT dalam memberantas narkoba di NTT. 

GP Ansor NTT Dukung Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT Dukung Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT Dukung Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

"PW Ansor NTT mendukung penuh upaya kepolisian dalam upaya pengentasan Narkoba jenis apapun yang masuk NTT," katanya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Jangan sampai generasi muda NTT terpengaruh peredaran narkoba yang semakin luas. Ia juga berharap kepada masyarakat, selalu respon dengan informasi peredaran narkoba dan jika ditemukan atau mengetahui segera memberikan informasi kepada polisi, ungkapnya.

Sebelumnya Polda Nusa Tenggara Timur melalui Direktorat Narkoba melakukan gelar perkara Kasus Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkotika) di Mapolda NTT.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Dua orang tersangka pengedar narkoba Hairil alias Herry warga saleko desa Parangina kecamatan Sape kabupaten Bima NTB dan Abdul Haris alias Rijes warga dusun Sumpi desa Rosabou kecamatan Sape kabupaten Bima NTB, ditangkap saat melakukan pengedaran narkoba jenis ganja ke NTT melalui penyeberangan laut dari Bima menuju Labuan Bajo.

Polisi berhasil menyita 6,7 Gram dari tangan Haris sedangkan 318,2 gram ganja kering siap edar di NTT. Keduanya kerap mengirim pasokan ganja siap edar ke NTT, kata Direktur Direktorat Narkoba Polda NTT Kombes Pol Kumbul KS di Mapolda NTT, Senin (27/1).

Mereka ditangkap oleh satuan direktorat narkoba pada Kamis (22/1) di kantin Kapal KM Cakalang II pelabuhan Kapal Fery Labuan Bajo kecamatan Komodo kabupaten Manggarai Barat. Keduannya dikenakan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal (1) undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun



Sepak bola selalu menarik perhatian jutaan manusia di muka bumi ini. Sampai-sampai, di luar negeri, khususnya negara-negara Eropa, sepak bola sudah seperti agama.

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai-nilai Islami dalam Sepak Bola

Di Indonesia sendiri, sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling populer. Ia dimaninkan di gang-gang kumuh, sawah, halaman sekolah, halaman madrasah, dan atap gedung di Jakarta oleh anak-anak kecil, sampai dimainkan pemain profesional di GBK.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Menariknya, meski ini adalah sebuah olahraga, di dalam sepak bola ada nilai-nilai Islami yang patut kita pegangi. Seperti apakah nilai-nilai Islami dalam sepak bola itu? Berikut analisis dan penafsirannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Pertama, taat hukum atau aturan. Meski sepak bola bersifat lomba: tim mana yang paling bisa menyarangkan golnya terbanyak ke gawang lawan, dialah juaranya, tetapi tidak boleh semau-maunya. Hukum ini wajib ditaati oleh semua pemain, layaknya hukum agama harus ditaati pemeluknya atau hukum negara yang harus ditaati warganya.

Jika hukum ini dilanggar, maka wasit akan memberi sanksi: kartu kuning dan kartu merah yang berakibat diusirnya pemain dari lapanhan. Sangsi ini perlu untuk menegakkan peraturan, dengan tujuan semua pemain aman, tidak saling mencederai, dan demi kondusifitas permainan. Pun dalam Islam, hampir sama: semua hukumnya ada untuk menjaga harmoni manusia: akal, keturunan, jiwa, harta dan kehormatan.

Kedua, sportivitas. Dalam bahasa agama, sportif itu adalah kebajikan - mendekati sunnah, yaitu jika tidak dilakukan tidak apa-apa. Misalnya, ketika bola ada di kaki tim A, kemudian ada salah satu pemain tim B yang cidera, maka tim A akan membuang bola itu keluar lapangan. Ketika wasit memberikan bola itu ke tim B untuk memulai, maka demi sportifitas, bola tidak langsung dibawa oleh tim B, melainkan diberikan kepada tim A.

Contoh lagi. Apabila ada pemain yang menjatuhkan lawannya, maka ia mengulurkan tangannya, membantunya berdiri dan melanjutkan permainan. Sungguh, suatu pemandangan yang elok, bagaimana dengan musuh bisa menunjukkah sikap hormat, bertarung dengan terhormat.

Sportivitas ini, jika dipupuk menjadikan adil dalam bertindak dan bersikap. Bukankah ini cara yang dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi, Khalid bin Walid dan Thariq bin Ziyard dalam berbagai pembebasannya di medan laga? Dengan musuh pun masih bisa bijaksana.

Ketiga, keindahan. Dalam hadis disebutkan, innallaaha jamiilun yuhibbul jamaal (Allah Maha Indah dan suka dengan yang indah-indah). Lebih dari sekadar permainan dengan aturan, sportivitas dan menang-kalah, sepak bola menghadirkan keindahan. Keindahan sepak bola bisa karena cantiknya skema permainannya, penyelamatan kipernya, gocekan pemainnya - semisal Christiano Ronaldo - dan atau gol-golnya yang indah. Keindahan tak memiliki agama, ia bisa lahir dari mana saja, termasuk sepak bola. Jadi, sepak bola bisa juga dikatakan seni.

Keempat, bahasa universal. Sepak bola menjadi bahasa universal yang bisa menyatukan. Hal ini mengingat sepak bola tidak melihat dari Suku, Agama dan Ras (SARA), melainkan amalnya, perbuatannya, penampilannya, kontribusinya dan spiritnya. Bukan dari agamanya, sukunya apalagi kegantengannya.? Kita melihat bagaimana ukhuwwah basyariyyah (persausaraan sesama manusia), terjalin di sepak bola.

Konon juga, sepak bola ampuh untuk meredam konflik horisontal yang terjadi di masyarakat. Untuk hal ini, ada baiknya pemerintah khususnya menteri terkait perlu mencoba dalam menangani konflik-konflik, selain dengan ceramah, seminar dan lobi-lobi, yaitu dengan menggelar turnamen sepak bola di daerah konflik. Dengan digelarnya sepak bola, semua akan menyatu dan kembali jadi manusia, terutama ketika yang dinanti tiba: gooolll.

Kelima, menyehatkan badan. Al-aqlus salim fil jismis salim, akal yang sehat itu terdapat dalam tubuh yang sehat. Dalam bahasa Latin, kita kenal ini dengan istilah men sana in corpore sano. Para pemain-pemain terbaik di Real Madrid, Chelsea, Dortmund, Menchester United, PSV Eindoven, Inter Milan sampai PSS Sleman itu, tentu selalu melatih fisik mereka untuk tetap fit, agar badan bugar dan penampilan di pertandingan maksimal.

Keenam, sejatinya tak ada juara. Khusus hal ini, kalaupun ada, tak bisa kekal. Kemarin, misalnya, Indonesia menang melawan Thailand di kandang sendiri, semalam tadi kalah di kandang Thailand. Juara hari ini belum tentu juara esok hari. Pun kalah hari ini bisa menang lusa nanti.

Dalam hidup, tak ada juara abadi. Generasi muda dan pesaing selalu datang silih berganti. Ini mengajarkan agar kita tidak boleh sombong ketika meraih sesuatu, karena sesuatu itu pada akhirnya akan hilang.

Pun demikian dalam Islam. Orang hidup di dunia ini selalu dinamis, tidak statis. Hari ini kafir, bisa jadi kelak mukmin, seperti fakta yang terjadi pada khalifah Umar bin Khattab. Juga sebaliknya, hari ini mukmin, shaleh, bisa jadi kelak berubah. Kisah Ki Barseso telah mengabarkannya. Harta, pangkat, jabatan, fisik dan apa yang kita punya, hakikatnya adalah titipan dari-Nya. Suatu saat akan diambil kembali oleh-Nya.

Ketujuh, misteri dalam sepak bola. Yah, misteri. Semua pemain bisa berusaha menciptakan gol. Tetapi, kadang dengan hanya sepersekian senti, bola itu melesat menjauhi gawang. Bahkan, sekelas pemain dunia pun pernah mengeksekusi penati gagal. Tak ada pemain yang merayakan gol sebelum ia menciptakan. Artinya, ia tidak tahu apakah tendangan atau sundulannya gol atau tidak, sebelum bola itu masuk ke gawang.

Di level yang terakhir ini, dalam term Islam kita mengenal dengan tawakkal. Sesudah berusaha, kita tak boleh memastikannya. Hanya Allah-lah yang dapat memastikannya. Ini mengapa, bila hendak janji - sebagai etika dan keyakinan - kita diajari untuk mengucapkan Insya Allah, jika Allah menghendaki. Karena, jika Allah belum menghendaki, apapun bisa terjadi. Pun sebaliknya: jika Allah berkehendak, ia bisa terjadi yang kadang dengan sebab yang tak terprediksi.

Penulis adalah kader muda NU, penikmat sepak bola.



Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya, Warta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Senin, 18 September 2017

Doa Kemerdekaan Gus Mus

Di akun Facebook Simbah Kakung, KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menampilkan tulisan berjudul “Doa Kemerdekaan”. Doa Rais ‘Aam PBNU yang muncul 16 Agustus 2014 tersebut saat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal membukanya sudah dibagikan oleh 182 akun lain. Berikut doa tersebut.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Doa Kemerdekaan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Kemerdekaan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Kemerdekaan Gus Mus

Ya Allah ya Tuhan kami,

Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,

Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi

kami negeri sangat indah dan bangsa yang menyukai keindahan,

Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,

Demi nama-nama agungMu yang maha indah

Demi sifat-sifat suciMu yang maha indah

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Demi ciptaan-ciptaanMu yang serba indah

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami

kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugerahMu.

Keindahan merdeka dan kemerdekaan

Keindahan hidup dan kehidupan

Keindahan manusia dan kemanusiaan

Keindahan kerja dan pekerjaan

Keindahan sederhana dan kesederhanaan

Keindahan kasih sayang dan saling menyayang

Keindahan kebijaksanaan dan keadilan

Keindahan rasa malu dan tahu diri

Keindahan hak dan kerendahan hati

Keindahan tanggung jawab dan harga diri

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami

kemampuan mensyukuri nikmat anugerahMu

dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridlai

Selamatkanlah jiwa-jiwa kami

dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami

Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami

ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami

Kuatkanlah lahir batin kami

untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi

yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati

kemanusiaan dan kemerdekaan kami

Merdekakanlah kami dari belenggu penjajahan apa saja

selain penjajahanMu

termasuk penjajahan diri kami sendiri

Kokohkanlah jiwa raga kami

untuk menjaga keindahan negeri kami.

Ya Malikal Mulki Ya Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa

Jangan kuasakan atas kami --karena dosa-dosa kami--

penguasa-penguasa yang tak takut kepadaMu

dan tak mempunyai belas kasihan kepada kami.

Anugerahilah bangsa kami pemimpin yang hatinya

penuh dengan keindahan cahaya kasihsayangMu

sehingga kasihsayangnya melimpahruahi rakyatnya

Jangan Engkau berikan kepada kami pemimpin

Yang merupakan isyarat kemurkaanMu atas bangsa kami

Wahai Maha Cahya di atas segala cahya

Pancarkanlah cahyaMu di mata dan pandangan kami

Pancarkanlah cahyaMu di telinga dan pendengaran kami

Pancarkanlah cahyaMu di mulut dan perkataan kami

Pancarkanlah cahyaMu di hati dan keyakinan kami

Pancarkanlah cahyaMu di pikiran dan sikap kami

Pancarkanlah cahyaMu di kanan dan kiri kami

Pancarkanlah cahyaMu di atas dan bawah kami

Pancarkanlah cahyaMu di dalam diri kami

Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya

Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya

dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya

Agar kami dapat menangkap keindahan jalan lurusMu dan menurutinya

dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya

Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya

Agar kami dapat menangkap keindahan kebenaran dan mengikutinya

dapat menangkap keburukan kebatilan dan menjauhinya

Agar kami dapat menangkap keindahan kejujuran dan menyerapnya

dapat menangkap keburukan kebohongan dan mewaspadainya

Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya

Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan

di batin kami.

Ya Maha Cahya di atas segala cahya

Jangan biarkan sirik dan dengki

hasut dan benci

ujub dan takabur

serakah dan kejam

kebencian dan dendam

dusta dan kemunafikan

gila dunia dan memuja diri

lupa akherat dan takut mati

serta bayang-bayang hitam lainnya

menutup pandangan mata-batin kami

dari keindahan wajahMu.

menghalangi kami

mendapatkan kasihMu

menghambat sampai kami

kepadaMu.

Ya Allah ya Tuhan yang Maha Pengampun

Ampunilah dosa-dosa kami

Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Rahman dan Rahim,

Rahmatilah negeri dan bangsa kami

Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami.

Amin.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal Budaya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock